Tanggapan Atas Sanggahan Berapi-api Ustdaz Firanda Derngan judul Sekali lagi: Tipu muslihat Abu Salafy CS (bag-2)
.
Sejak awal sudah saya katakan, bahwa saya tidak tertarik meladeni ustadz Firanda dalam hujatannya atas tulisan saya, mengingat sepertinya ia tidak memahami dengan baik apa yang menjadi tema dan permasalah inti yang saya angkat! Dan sekarang, dengan sanggahannya atas tanggapann saya kekhawatiran itu makin terbukti. Dia semakin menjauh dari pokok permasalahn itu!
Para pembaca saya ajak mengingat kembali apa yang saya tulis, yang karenanya ustadz Firanda mengerahkan segenap kemampuannya dan dengan mengandalkan gaya Wahhâbi-Salafi yang sudah sama-sama kita ketahui bersama!
Apa yang saya katakan dalan kritikan saya terhadap Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb adalah bahwa ia salah besar ketika ia menvonis kaum Muslim dengan anggapan mereka telah bersyirik dalam penyembahanan/Ulûhuhiyyah, dan karenanya mereka berhak diperangi dan dihalalkan darah-darah mereka, kendati sekali pun mereka mentauhidkan Allah dalam Rubûbiyyah. Sebagaimana juga kaum Musyrik di zaman Nabi saw. kendati mereka mentauhidkan Allah dalam Rubûbiyyah akan tetapi mereka syirik dalam penyembahanan/ Ulûhuhiyyah. Saat itu saya katakan bahwa Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb salah ketika mengatakan bahwa kaum Musyrik Arab itu muwahhid dalam Rubûbiyyah dan musyrik dalam Ulûhuhiyyah. Baca selebihnya »
Filed under: Dongeng Wahabi, Fatwa Jenaka Wahabi, Fatwa Pensesatan, Ibnu Abdul Wahab, Kajian Hadis, Kajian Ibnu Taimiyah, Kasyfu asy Syubuhat, Kenaifan Kaum Wahhabi, Manhaj, Menjawab Blog Wahabi/Salafy, Seri Kepalsuan Ibnu Taimyah | 315 Komentar »