Sanad-sanad [Hadis] Wasiat.

Sanad-sanad [Hadis] Wasiat

.

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1422

Oleh: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky

hasan_Farhan

Di antara contoh yang saya kaji dan teliti adalah tentang tema ‘Wasiat’ yaitu hadis-hadis Wasiat; apakah Nabi saw. berwasiat untuk Imam Ali (sebagai Pemimpin Tertinggi umat Islam pasca beliau_red) atau tidak?

Dahulu, di masa awal saya menuntut ilmu, saya memastikan kepalsuan hadis-hadis tersebut, dan itu adalah dusta dan kepalsuan Syi’ah, dan sanad-sanadnya tidak lebih dari sekedar dua atau tiga sanad saja… tetatpi, wouw, ternyata sangat mencengangkan….!

Keistimewaan khusus Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib sangat banyak dan spesial dalam kualitasnya. Dan Imam Nasa’i –penulis kitab Sunan- telah berbuat baik ketika menulis buku: Khashaish Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib/Keistimewaan-keistimewaan Khusus Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib. Dan setiap dari masing-masing khashaish itu shahih. Dan para ulama Salafy telah meneliti dan menshahihkan sebagian besar khashaish itu. Dan dengan sangat terpaksa mereka harus membantah Ibnu Taimiyah dalam sikap fanatiknya ketika menolak sebagian keistimewaan khusus yang telah mencapai kemutawatiran.  Baca Lebih lanjut

Imam Ali Antara Sunni Dan Syi’ah

Imam Ali Antara Sunni Dan Syi’ah

Oleh: Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Sumber:  http://almaliky.org/news.php?action=view&id=359

hasan_Farhan

Imam Ali adalah sebuah makna dan bukan sekedar kepribadian historis yang menonjol.

Ia merangkum seluruh makna yang indah….

Ia adalah jalan di antara jalan-jalan mengenal Alah.

Di sini, dalam kesempatan ini saya akan menyebutkan kebaikan-kebaikan Ahlusunnah dan kebaikan-kebaikan Syi’ah tentang tema Imam Ali dan sekaligus mengkritisi Syi’ah dan juga Ahlusunnah tentangnya. Dan dalam hemat saya kedua kelompok Muslim ini telah berbuat baik dari satu sisi dan telah berbuat buruk dari sisi lain. Baca lebih lanjut

Penipuan Gelar Sektarian (4): Nawashib

Penipuan Gelar Sektarian [4]: Nawashib

Oleh: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=351

Hasan Farhan

Hari ini kami akan berbicara tentang kaum Nawâshib. Ia adalah redaksi/gelar yang rumit dan menyebabkan keterpojokan, khususnya bagi kaum Salafy, dan mereka berharap andai redaksi/gelar ini dijauhkan dan dilupakan karena sesungguhnya merekalah yang sedang dituduh oleh kaum Syi’ah dan juga oleh sebagian Ahlusunnah bahwa sebagian tokoh mereka terjangkit penyakit kenashibian atau bahkan sebagai seorang Nâshibi….
Gelar ini juga membuat repot bagi sebagian Ahlusunnah yang moderat, karena sebagian Syi’ah men-generalisir (menyamaratakan) untuk dijatuhkan kepada Ahlusunnah.

Ia (An Nushb/Nashibi/Nawashib) adalah sebuah redaksi/lafadz yang butuh untuk diurai dan diganti dengan redaksi lain yang bersifat Syar’i [berbasis nash-nash Islami]. Redaksi ini sepeti halnya juga redaksi-redaksi kemazhaban lainnya yang akan lebih afdhal bagi pemikiran pembaharuan Islam untuk diganti dengan redaksi Syar’i. Tetapi izinkan saya menggunakannya sebelum tuntas uraian tentangnya kemudian mengkiritisinya, lalu saya akan mengganti redaksi itu dengan redaksi Syar’i untuk istilah ini. Baca lebih lanjut

Penipuan Gelar Sektarian (1): Jahmiyah Adalah Khurafat!

Penipuan Gelar Sektarian (1)

Jahmiyah Adalah Khurafat!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=321

Oleh: Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

.

Hasan FarhanKeterherananku tak berakhir ketika aku menemukan para sarjana sekarang ini tidak pernah mau meneliti dalam memahami gelar-gelar sektarian, padahal tidak sulit untuk melakukan penelitian itu, seperti gelar: Sunni, Syi’ah, Jahmi, Rafidhi, Salafi, Murji’i, Qadari dsb.

Sebagai contoh gamblang kita ambil saja gelar Jahmiyah, sekarang kamu tidak memasuki sebuah perpustakaan manapun kecuali kamu menemukan di dalamnya puluhan buku yang mengecam (sekte) Jahmiyah, sementara tidak ada seorang pun di muka bumi ini sejak (Nabi) Adam hingga hari ini yang berkata: “saya seorang Jahmi” (yang beraliran Jahmiyah)! Baca lebih lanjut

Tiga Tahapan Cuci Otak Oleh Ekstrimis Salafi Wahabi!

Tiga Tahapan Cuci Otak Oleh Ekstrimis Salafi Wahabi!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1181

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

hasan_Farhan

Bersama terulang-ulangnya kejahatan akan terbongkar kejujuran orang yang jujur.

Bersama terulang-ulangnya kejahatan akan terbongkar kebohongan kaum pembohong.

Mengungkap hakikat kejujuran dan kebohongan bukan perkara yang mudah. Ia butuh kepada banyak kejahatan yang terjadi berulang-ulang.

Sesuai dengan sikap terhadap Chanel-chanel TV Provokatif terdapat keseriusan dalam menanggulangi; karena chanel-chanel itu adalah contoh nyata paling gamblang dari sebuah provokasi. Dan tetap eksisnya chanel-chanel itu adalah bukti yang menyedihkan akan dalamnya pengaruh yang menerobos ke dunia media massa.  Baca lebih lanjut

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 2)

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 2)

Sumber: http://www.almaliky.org/news.php?action=view&id=278

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

.

Shalat Kita Bukan Shalat Qur’ani

hasan_Farhan

Shalat kita –pada umumnya- tidak mencegah kita dari perbuatan keji dan kemungkaran! Tahukah kamu, mengapa demikian? Karena shalat kita bukan shalat seperti yang diperintahkan Allah. Shalat kita telah dirusak oleh setan.

Bukti akan hal itu adalah bahwa orang-orang yang paling banyak shalat justeru mereka adalah orang yang paling getol dalam mengerjakan kemungkaran terbesar dalam pandangan Al Qur’an. Mereka orang yang paling jauh dari ilmu-ilmu pasti/ajaran-ajaran Al Qur’an teragung.

Shalat seharusnya difahami sesauai dengan tuntunan Qur’ani. Shalat dalam tuntunan Al Qur’an harus menjadikan kekhusyu’an sebagai rukun utama dan terpentingnya. Adapun shalat menurut tuntunan Mazhab tidak kita temukan di dalamnya kekhusyu’an sebagai rukun dan kewajibannya. Shalat dalam tuntunan Al Qur’an harus dibarengi dengan pengertian dan merasapi setiap kata yang diucapkan di dalamnya. Apa arti Allahu Akbar yang kamu ulang-ulang dalam shalat itu? Allah Maha besar dibanding apa? Apakah ada yang mampu menjawabnya dengan jujur?! Baca lebih lanjut

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 1)

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 1)

.

Sumber: http://www.almaliky.org/news.php?action=view&id=278

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

hasan_Farhan

Saya berharap pembaca atau rekan pengunjung tidak hanya menjadi Imma’ah (asal ikut-ikutan). Artinya saya tidak ingin ia hanya bersamaku dan tidak bersama yang lain. Tetapi hendaknya ia bersama informasi yang benar di manapun ia temukan. Saya tidak ingin mengulang-ulang tragedi ilmiah. Konsentrasi saya terfokus pada mengembalikan akal-akal manusia –di masyarakat Saudi, di mana saya hidup di sana- kepada tulang tengkorak mereka dan mengembalikan hat-hati mereka ke dalam dada-dada mereka setelah akal-akal dan hati-hati mereka diculik oleh kaum Ghulat (Salafi Ekstrim) yang dungu. Sehingga kini satu Salafi DUNGU di tengah-tengah kita memiliki sejuta akal dan sejuta hati, sejuta mata dan sejuta telinga…

penculikan itu dilakukan atas nama agama, kemudian akal-akal dan hati-hati itu disimpan rapat di gudang tengkorak, sehingga ia sendiri (si penculik) tidak mengambil manfaat dari akal-akal dan hati-hati yang ia curi dan tidak juga ia membiarkan pemiliknya memanfaatkannya. Tugas utama saya adalah berusaha –sebisa mungkin- mengembalikan akal-akal dan hati-hati yang dicuri itu kepada pemiliknya. Dan saya akan menyebutkan kepada mereka pengalaman pribadi saya dalam usaha mengembalikan akal dan hati nurani saya, pendengaran dan mata saya setelah mereka curi untuk watku yang cukup lama. Dan orang yang merasakan kehilangan akal kemudian ia menemukannya kembali nikmat agung itu maka pasti ia tidak akan menyerahkannya lagi, tidak kepada pencuri pertama tidak pula kepada pencuri lain. Baca lebih lanjut

Akar Kejahatan Teroris Salafy Al Qaeda Dan Afiliasinya ISIS, al Nushrah, Boko Haram dkk

Akar Kejahatan dan Kebiadaban Teroris Salafy Wahabi

Segala sesuatu pasti ada asal usulnya lalu darimanakah akar kejahatan dan kebiadaban para teroris berjubah seperti Al Qaedah dan afiliasinya ISIS, Jabhah al Nushrah, Boko Haram dkk yang mengatas namakan kejahatannya tersebut kepada Islam dan Nabi Suci Muhammad saw yang rahmatan lil alamin itu?

Semua kejahatan mereka seperti membantai rakyat sipil tak berdosa, memenggal kepala-kepala mereka dengan menggoroknya hidup-hidup bahkan dengan pisau tumpulmembakar hidup-hidup rakyat sipil yang mereka tawan, menggantungkan kepala-kepala para ulama dan kaum tak berdosa di jalan-jalan, meledakkan masjid-masjid kaum Muslimin, meledakkan makam anbiya’ dan para awliya’ dan berbagai kejahatan yang tak terbayangkan oleh pikiran sehat siapapun…

Tak lain dan tak bukan  kejahatan-kejahatan tersebut, mereka teladani dan warisi dari para pujaan dan panutan mereka yaitu kaum Nawashib  (pembenci keluarga Nabi saw) khususnya Bani Umayyah si pohon terkutuk dalam Al Qur’an. Bahkan mereka dengan bangga menamakan bataliyon-bataliyon mereka dengan nama para pembantai dan tokoh sadis dalam sejarah hitam Islam dari Bani Umayah seperti Bataliyon Yazid bin Muawiyah (lihat disini: https://www.youtube.com/watch?v=LN5QAAb_7go )

Syekh Hasan bin Farhan al Maliky yang telah melakukan riset kurang lebih 25th tentang sejarah Islam mengatakan bahwa  mazhab paling jelek perlakuan semena-menanya adalah mazhabnya kaum Nashibi yaitu pengikut bani Umayyah dan mereka yang terpengaruh dengan mereka. Dan Bani Umayyah mengambilnya dari Mu’awiyah,  dan Mu’awiyah telah menghidupkan kembali tradisi ibunya: Hindun binti Utbah si pengunyah jantung Hamzah dan tradisi bapaknya: Abu Sufyan yang telah menusukkan dengan ujung tombaknya ke pelipis Hamzah (jasad Hamzah paman Nabi saw _red)! Kekejaman dan berkreasi dalam menyiksa dan menghukum yang sama sekali tidak pernah disyari’atkan Allah telah diadopsi oleh Para Ekstrimis Salafy (sekarang) dari kaum Nawashib…  Baca lebih lanjut

Membakar Manusia Hidup-hidup… Antara Hukum Agama Dan Praktik Sejarah

Menyoroti Eksekusi Pilot Yordania Mu’adz Kasasibah Dengan Dibakar Hidup-hidup Oleh ISIS

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1026

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Bukan yang pertama kali gerombolan ekstrimis dan teroris salafy berjubah agama ini (ISIS, al Nusroh dll) yang diperalat barat dan antek-anteknya di Timur Tengah melakukan kejahatan diluar batas kemanusian, sebelumnya ketika gerakan teroris ini (ISIS) masih bersatu dengan Jabha al Nusroh dibawah al Qaeda mereka juga telah membakar manusia hidup-hidup beberapa kali… cuman waktu itu media khususnya barat tidak membesarkannya maklum yang dibakar warga biasa bukan warga barat atau sekutunya, dan waktu itu kejahatan mereka di Irak dan Suriah masih belum banyak di ketahui Dunia… Silahkan tengok tulisan Syekh Hasanbin Farhan Al Maliky  ketika mereka membakar tiga warga kurdi di Irak disini: 

https://abusalafy.wordpress.com/2014/06/04/ekstrimis-salafi-membakar-hidup-hidup-manusia-tanpa-belas-kasih-2/ 

(-Abu Salafy- )

Hasan FarhanPertama-tama kami ucapkan ungkapan bela sungkawa kami kepada keluarg Pilot Yordania, hendaknya mereka berhias diri dengan kesabaran dan mengharap pahala dari Allah, mudah-mudahan dalam kejadian itu terdapat hikmah dengan dibersihkannya jiwa dan ditingkatkannya derajat.

Kedua: Berulang kali kami katakan, bahwa mengkritik sejarah dan mazhabmazhab, dan menundukkannya kepada Al Qur’an -yang mana ia adalah Rahmat bagi seluruh alam- adalah solusi. Dalam ajakan itu para Ekstrimis (Salafy Wahabi) mengecam kami dan memusuhi kami karena sikap moderat tersebut. Sebelumnya telah kami sebutkan bahwa Pola pikir (kultur) kemunafikan -karena ia bersifat setani- maka ia menyengaja meninsbatkan kepada Nabi saw. beberapa praktik keji dengan multi tujuan dan sasaran, di antaranya adalah mengecam Nabi saw. sendiri. Baca lebih lanjut

Seri Kejahatan Mu’awiyah (2): Mu’awiyah Mencongkel Dan Menggusur Kuburan Para Syuhada’ Uhud

Seri Kejahatan Mu’awiyah: Mu’awiyah Mencongkel Dan Menggusur Kuburan Para Syuhada’ Uhud Dan Memukul Jasad Sayyidina Hamzah Hingga Menyemburkan darah Segar

Pendahuluan

Dalam artikel ringkasnya, Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky menyebutkan beberapa realita sejarah kejahatan Mu’awiyah yang boleh jadi sebagiannya asing bagi kaum Muslimin (tentu keasingan data-data kejahatan Mu’awiyah itu disebabkan upaya “ngotot” Mu’awiyah dan Bani Umayyah melalui “tukang-tukang sihirnya” -(baca: para ulama istana dan para penjilat berkedok agama- yang bekerja siang-malam untuk mempercantik wajah tuan mereka),,, tetapi demikian Syeikh Hasan telah menyebutkan dengan sangat detail dn terinci dengan menghadirkan data-data/ riwayat-riwayat tentangnya di berbagai buku berharga yang beliau tulis …. Hanya saja mungkin tidak banyak yang sempat menelaahnya. Karenanya dalam artikel ini saya akan mencoba membantu Anda untuk menyaksikan langusng beberapa data tentangnya.  Baca lebih lanjut

Seri Kejahatan Mu’awiyah (1): Mu’awiyah Orang Pertama Yang Menawan dan Memperbudak Wanita-wanita Muslimat!

Seri Kejahatan Mu’awiyah (1): Mu’awiyah Orang Pertama Yang Menawan dan Memperbudak Wanita-wanita Muslimat! 

Oleh: Abu Salafy

Kejahatan yang dilakoni Mu’awiyah dan yang tidak pernah akan dilupakan umat Islam adalah pemberontakan dan gerakan separatis untuk memisahkan diri dari pemerintahan Khilafah Islamiyah!

Segala cara telah ditempuh Mu’awiyah untuk tujuan tersebut…. Dan beragam bentuk agenda kejahatan juga dipraktikannya… mulai dari: (1) menuduh Imam Ali –salam atasnya- terlibat dibalik pembunuhan terhadap Khalifah Utsman, (2) menolak mengakui kekhalifahan Imam Ali, (3) menyuap para pemuka kabilah-kabilah agar bergabung mendukungnya dan ratusan agenda jahat lainnya. Dan di antara agenda jahat tersebut adalah apa yang dilancarkan Mu’waiyah -setelah gagalnya mediasi (tahkîm) yang dipaksaan oleh kaum Khawarij akibat mereka tertipu oleh muslihat yang dirancang ‘Amr bin al Âsh- yaitu: Baca lebih lanjut

Fenomena Kemunafikan, Antara Masa Kenabian dan Masa Sahabat.

Fenomena Kemunafikan, Antara Masa Kenabian dan Masa Sahabat.

Oleh: Abusalafy

Kemunafikan dan kaum munafikin adalah ancaman yang harus selalu diwaspadai dan tidak boleh lengah terhadapnya barang sedetik pun. Mereka adalah musuh dalam selimut dan samar makar jahatnya. Karena itu peringatan demi peringatan Allah firmankan agar kita selalu waspada dan bersikap ekstra “melotot” dalam membidik setiap gerak-gerik dan aktifitas berbahaya yang terselubung kemunafikan dan kaum munafikin!

Di masa hidup Nabi saw. wahyu suci selalu turun memperingatkan kaumMuslimin akan bahaya kaum munafikin…. Kendati demikian, mereka tidak segan-segan beraksi dan tidak sedikit pula di antara para sahabat (yang bukan munafik) tertipu oleh penampilan mereka, dan akibatnya menganggap mereka Mukmin sejati yang harus dicintai dan dibela serta dijaga kehormatannya. Baca lebih lanjut

Peringatan Allah Akan Bahaya Kaum Munafikin!

 Peringatan Allah Akan Bahaya Kaum Munafikin!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=84

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanAllah telah seringkali memperingatkan akan bahaya kaum munafikin. Andai kita perhatikan dan kita indahkan peringatan Allah pastilah kita tidak akan menjungkir-balikkan Islam. Merekalah yang menggiring kita ke jurang kenistaan ini yaitu perubahan dan perusakan agama Islam.

Jangan kalian kira bahwa peringatan Allah akan bahaya kaum munafikin itu sia-sia, dan ia tidak juga khusus untuk masa kenabian saja dan tidak pula hanya melawan kaum lemah yang tidak punya pengaruh. Tidak! Itu semua anggapan palsu yang sengaja dimunculkan kaum munafikin sendiri!

Mengapa kaum munafikin kelak ditempatkan di bagian terbawah/terhina di neraka?! Padahal secara lahir dalam kaca mata mazhab kejahatan mereka lebih ringan! Mereka hanya sekedar menyembunyikan (kekafiran) dan tidak memerangi Nabi saw. dan alasan-alasan lain (untuk membela dan meringankan kejahatan kaum munafik _red). Baca lebih lanjut

Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad Saw., Tanggung Jawab Barat dan Tanggung Jawab Umat Islam!

Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad Saw., Tanggung Jawab Barat dan Tanggung Jawab Umat Islam!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=116

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanBarat pada umumnya dan khususnya AS tidak mengenal kebebasan berpendapat ketika permasalahannya berkaitan dengan Israel atau Holocaust (pembantaian Yahudi oleh rezim Hitler _red).
Di sini Barat dan Amerika Serikat lupa akan kebebasan berpendapat, berekspresi dan berkreasi…
Di sini, kuliah-kuliah ilmiah, buku-buku, pena-pena dan pendapat-pendapat dilarang.
Di sini akan ada pengadilan, pemenjaraan, denda-denda memberatkan dll…

Tetapi Barat dan Amerika Serikat mereka adalah Pemimpin dan Pendukung Kebebasan berpendapat jika berkaitan dengan pelecehan dan penghinaan para Nabi, termasuk Nabi Muhammad bin Abdillah; Nabi Penutup -shalawat dan salam Allah atasnya dan atas keluarganya-.

Di sana berlangsung dengan sempurna paling tegasnya penghinaan dan paling kejinya dusta dan fitnah tanpa pengontrolan dan pengawasan. Standar ganda ini harus segera berakhir…!  Baca lebih lanjut

Dua Potret Nabi Muhammad Saw. Yang Kontradiksi! (EDISI KHUSUS BULAN NABI SAW.)

Dua Potret Nabi Muhammad Saw. Yang Kontradiksi

Pendahuluan:

Sudah seharusnya seorang nabi –nabi siapapun- menyandang sifat mulia yang menjadi contoh terindah dan uswah hasanah bagi umat manusia seperti yang dimaukan Allah Taâ’lâ-. Ia seorang penyandang keutamaan, pemilik akal sempurna dan puncak kesempurnaan. Teladan dalam hikmah, kewibawaan dan keanggunan. Seorang yang alim (mengenal Tuhannya dengan pengenalan sempurna), bijak, pemberani, tegar dan teguh serta sifat-sifat mulia kemanusiaan lainnya.

Ikhtisar kata: ia adalah seorang yang makshum dari kesalahan, terbebas dari kekurangan dan ketergelinciran. Paling mulia dan sempurnanya makhluk. Karena itu Allah mengutus Nabi kita Muhammad saw. sebagai uswah dan teladan bagi umat manusia sepanjang masa dan Allah mewajibkan atas mereka berteladan dengannya dalam segala perkara sampai-sampai dalam rincian paling parsial dari urusan dan tindakan kita sekalipun.

Allah SWT. berfirman:

لَقَدْ كانَ لَكُمْ في‏ رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كانَ يَرْجُوا اللَّهَ وَ الْيَوْمَ الْآخِرَ وَ ذَكَرَ اللَّهَ كَثيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzâb [33];21) Baca lebih lanjut