Hadis-hadis Kaum Nashiibi Yang Dishahihkan Oleh Ahli Hadis [Bagian Ketiga]

Hadis-hadis Kaum Nashiibi yang Dishahihkan oleh Ahli Hadis [Bagian Ketiga]

Sumber: http://almaliky.org/subject.php?id=1684

Oleh: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky

.

Bagi pembaca yang belum mengikuti kajian sebelumnya silahkan klik disini untuk kajian pertama dan disini kajian yang kedua

(Dan saat saya menyebut syiah dalam pembahasan ini, yang saya maksudkan adalah para pecinta ahlul bait bukan syiah imamiyah maupun syiah zaidiyah -Syekh Hasan bin Farhan al Maliky-)

Pada bagian ini saya akan membahas dua atau tiga hadis; topik ini sulit, untuk menghimpun kejahilan (ketidak tahuan) dan kesamaran ilmu, maka anda tidak akan mengetahui apakah ia panjang atau singkat.

Hadis ketiga:

Hadis dari Ibn Umar; yang akan saya sebutkan beserta sanad dan matannya, matannya bersambung dengan orang-orang nashibi, akan tetapi beberapa ahli hadis menshahihkannya – seperti Al-Albani dan lainnya – karena mereka tidak awas terhadap kaum nawashib.

Hadis ini ada dalam Sunan Abu Daud (94/4):
Baca lebih lanjut

Peringatan Allah Akan Bahaya Kaum Munafikin!

 Peringatan Allah Akan Bahaya Kaum Munafikin!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=84

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanAllah telah seringkali memperingatkan akan bahaya kaum munafikin. Andai kita perhatikan dan kita indahkan peringatan Allah pastilah kita tidak akan menjungkir-balikkan Islam. Merekalah yang menggiring kita ke jurang kenistaan ini yaitu perubahan dan perusakan agama Islam.

Jangan kalian kira bahwa peringatan Allah akan bahaya kaum munafikin itu sia-sia, dan ia tidak juga khusus untuk masa kenabian saja dan tidak pula hanya melawan kaum lemah yang tidak punya pengaruh. Tidak! Itu semua anggapan palsu yang sengaja dimunculkan kaum munafikin sendiri!

Mengapa kaum munafikin kelak ditempatkan di bagian terbawah/terhina di neraka?! Padahal secara lahir dalam kaca mata mazhab kejahatan mereka lebih ringan! Mereka hanya sekedar menyembunyikan (kekafiran) dan tidak memerangi Nabi saw. dan alasan-alasan lain (untuk membela dan meringankan kejahatan kaum munafik _red). Baca lebih lanjut

Membela Nabi Muhammad Saw.

 Membela Nabi Muhammad Saw.

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=id=60

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

hasan_FarhanMembela Nabi saw. tidak bisa dengan modal kabodohan. Kaum jahil menjadikan kebodohan sebagai cara/senjata untuk membela Nabi saw., seperti membalas caci maki dengan caci maki atau memutus hubungan (seperti yang mereka lakukan terhadap si dungu dari Najd). Membela Nabi saw. harus dilakukan dengan mendengarkan argumentasi si penghujat/pengecam kemudian membantahnya secara ilmiah.

Pertanyaan pertama adalah: Bagaimana kita membuktikan kenabian Nabi (Muhamad) saw. untuk seluruh dunia.?!

Para peneliti yang telah memberikan perhatian tentang besarnya kenabian dan bukti-bukti kenabian telah kita abaikan, dan kita tidak memanfaatkan warisan intelektual mereka, khususnya para ulama dari mazhab Mu’tazilah, hanya karena mereka bertentangan dengan kaum Hanbali (salafy/wahabi)!

Kita memusuhi person dan mencintai serta membela person pula.. Kita tidak memusuhi karena Allah dan tidak mencintai karena Allah… Baca lebih lanjut

Kajian Ilmu Hadis (8): Sikap Ahli Hadis Terhadap Hadis Shahih dan Hadis Dha’if

Sikap Ahli Hadis Terhadap Hadis Shahih dan Hadis Dha’if (Seri 8)

Sumber:http://almaliky.org/news.php?action=view&id=829

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanYang mengherankan adalah bahwa Ekstrimis, Ghulât Ahli Hadis adalah orang-orang yang paling kuat kecintaannya kepada hadis dha’if dan paling membenci hadis shahih menurut para-meter mereka sendiri! Ini bagian dari kebingungan mereka yang mana mereka memasukkan kita di dalamnya. Mereka bersemangat menetapkan Sunnah -sementara itu dalam akal-akal mereka penuh hadis-hadis lemah, dha’if-, tetapi ketika menghadapi hadis shahih -bahkan hadis mutawatir– mereka membencinya dan mengingkarinya!… Ini sebuah kebingungan dan kegilaan sikap yang tidak ada jalan keluarnya kecuali dengan menjernihkan hati dan ketenangan… serta memisahkan antara kemazhaban dan Sunnah.

Kamu harus ingat bahwa Sunnah adalah Sunnah Muhammad bukan sunnah mazhab. Contohnya, ketika kami datangkan kepada mereka hadis yang telah disepakati antara kami dan mereka bahwa ia adalah hadis shahih atau mutawatir, mereka menerima keshahihannya saja, adapun makna dan kandungannya mereka tolak! Seakan mereka berkata: Hadis ini shahih tetapi saya tidak beriman kepadanya! … Ini adalah kebiasaan Ahli Hadis sejak dahulu -bukan saja hari-hari ini-. Karena itu mereka berkata: Berjalankan (baca sambil lalu) saja hadis-hadis itu seperti datangnya tanpa memaknainya.!

Apakah kita akan uji mereka dengan (menyajikan beberapa contoh dari) sebagian hadis yang mereka shahihkan sendiri, atau kami diam?

Sepertinya masalah ini perlu diberi beberapa contoh: Baca lebih lanjut

Jangan Jadikan Kaum Buta Agama Sebagai Rujukanmu Dalam Syari’at!

Jangan Jadikan Kaum Buta Agama Sebagai Rujukanmu Dalam Syari’at!

bin baz_1Berfatwa adalah sebuah aktifitas ilmiah yang membutuhkan penguasaan seperangkat ilmu agama. Ia adalah tugas para fuqahâ’/mujtahid. Penguasaan ilmu asal-asalan dan dangkal akan menyebabkan produk fatwanya menyimpang jauh dari kebenaran! Dan tidak jarang menyesatkan bahkan bisa jadi akan mencoreng kecemerlangan wajah Syari’at Islam.

Sebagaimana seringkali fatwa produk akal-akal kerdil membuat geli kaum berakal… Karenanya kita mesti berhati-hati dalam menerima fatwa dari peramu fatwa! Jangan jadikan mufti buta Syari’at rujukan Anda dalam memahami hukum! Karena si buta tidak tau arah, lalu bagaimana Anda mengikuti jejaknya?!

binbaz2Di bawah ini saya akan ajak Anda sedikit rehat menghibur diri dengan menyimak fatwa lugu lagi lucu nun menggelikan. Tetapi saya harap Anda tidak tertawa terbahak-bahak karena itu dilarang dan kurang etis. Anda cukup berucap Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku akal sehat! Baca lebih lanjut

Syeikh al Albâni (rh) Ulama Salafy Kontemporer Yang Paling Obyektif!

Persembahan Untuk Para Salafiyyun Wahhabiyyun.

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=438

Nasihat Syeikh Hasan bin Farhan Al Maliky: Agar Anggota Salafy Tidak Makin Banyak Yang Menjadi Syi’ah!

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanSyekh Al Albani (rh) adalah ulama salafy kontemporer yang paling obyektif dan bahkan sebagian buku karayanya telah menyebabkan sebagian orang (Salafy) menjadi Syi’ah

Ambillah (contoh) buku Tsumma Syayya’ani al Albâni”

Jika sebagian orang memeluk mazhab Syiah karena membaca buku saya atau buku karya Adnan Ibrahim maka tidak mesti kami berdua ini penganut mazhab Syiah.

Persis seperti al Albâni, tidak diperselisihkan bahwa ia seorang Salafy. Kendati demikian telah banyak orang memeluk mazhab Syiah karena dia.

Kami anjurkan agar Anda mau membaca buku Tsumma Syayya’ani al Albâni (Al Albâni Telah Membuatku Menjadi Seorang Syiah) -silahkan baca/download pdf-: https://ia700703.us.archive.org/29/items/aqaed_ht33_shiites-Albanian/571.pdf

Tsumma_Syayya'ni_Albani.

Buku itu karya seorang peneliti beraliran Salafy tulen (Asy Syaikh Abdulhamid al Jaaf). Jelas sekali bahwa ia seorang penuntut ilmu yang kuat (getol) … Ia bukan seorang awam.

Bacalah bagaimana ia menjadi Syiah.. Ambillah pelajaran darinya. Baca lebih lanjut

Menimbang Rukun Islam Versi Hadis Dan Al Qur’an Al Karîm!

Menimbang Rukun Islam Versi Hadis Dan Al Qur’an Al Karîm!

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=378

.

Rukun Islam dari Al Qur’an

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky [*]

.

hasan_FarhanInsyaallah di waktu akan datang saya akan menulis kajian tentang “Rukun-rukun Islam dari Al Qur’an dan “Rukun-rukun Islam dari Hadis”.

Tetapi pertanyaannya adalah: Dari manakah kita sebanarnya mengambil rukun-rukun Islam?

Jawabnya: Kita mengambilnya dari hadis.

Tidak ada seorang yang dapat mengatakan bahwa ia telah mengambil rukun-rukun Islamnya dari Al Qur’an al Karim! Ia mengambilnya dari hadis: “Islam dibangun di atas lima dasar/rukun.”

Pertanyaannya adalah: Apakah memang demikian Rukun-rukun Islam dalam Al Qur’an?

Apakah dalamAl Qur’an ada kata/istilah “rukun” dengan makna seperti yang mereka maukan?

Jawabnya jelas, Tidak!

Apakah kata “rukun” dalam hadis juga dengan makna tersebut?

Jawabnya juga, Tidak!

Hai kamu, sebenarnya kita ini sedang pergi ke mana?

Kamu jangan katakan kepada saya bahwa Allah memerintah shalat dan puasa dalam Al Qur’an. Yang kamu katakan itu benar, tetapi Allah juga memerintahkan kejujuran dan keadilan pula, lalu mengapa shalat dan puasa termasuk bagian dari rukun-rukun Islam sedangkan kejujuran dan keadilan tidak dimasukkan?!

Apakah, misalnya dalam Al Qur’an keadilan itu lebih penting atau shalat? Dan jika dalam Al Qur’an, keadilan lebih penting dari shalat lalu bagaimana shalat menjadi bagaian dari Rukun Islam sementara Keadilan tidak?

Jangan kamu katakan kepadaku karena ia disebut dalam Hadis… Karena kita akan cari juga dalam hadis dan akan terungkap bahwa ternyata telah terjadi perbedaan tajam dalam menetapkan dasar-dasar Islam… Sekarang ini saya inginkan Al Qur’an… Kita awali darinya!  Baca lebih lanjut

Ahlussunnah Dan Keluarga Nabi Muhammad saw.: Bagaimana Kaum Nashibi Sukses Menceraikan Antara Keduanya?!

Ahlussunnah Dan Keluarga Nabi  Muhammad saw. Bagaimana Kaum Nashibi Sukses Menceraikan Antara Keduanya?!

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=73

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Artikel Syeikh Hasan bin Farhan Al Maliky untuk pembahasan ini sangat ilmiah, bagi kalangan terpelajar agama mungkin tdk ada kesulitan untuk memahaminya namun untuk yang belum banyak tahu sejarah Islam awal dan dalil/nash-nash keutamaan/hak-hak keluarga Nabi saw. sebaiknya mempelejarinya  agar pemahaman pada artikel ini bisa dirasakan kebenarannya. -Abu Salafy-.

hasan_Farhan

Ahlusunnah Dan Keluarga Nabi Muhammad Saw.!

Tidak dibenarkan seorang Sunni malu untuk menyebut Keluarga Nabi Muhammad dengan kebaikan dikarenakan (takut dari) kaum dungu yang hati mereka telah dipenuhi dengan kecintaan kepada patung-patung anak sapi (simbol sesembahan kaum Yahudi): anak sapi fanatisme… Anak sapi Mazhabisme dan anak sapi kebodohan…

Allah menguji kita dengan Ahlulbait Nabi Muhammad sebagimana Allah menguji kaum Quraisy dengan Nabi Muhammad. Allah mengetes niat-niat kita dengan mereka (Ahlulbait Nabi saw.), agar diketahui siapa yang congkak dan siapa yang tunduk kepada perintah Allah… Oleh karena itu kita diperintahkan Allah untuk bershalawat kepada Ahlulbait Nabi Muhammad saw: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ali Muhammad (Ya Allah limpahkan shalawat-Mua atas Muhammad dan Keluarga Muhammad)…

Kalimat yang mencerminkan kepatuhan dan kepasrahan mutlak kepada perintah Allah itu terlontar dari mulut setiap Muslim dalam setiap shalat yang ia tegakkan setiap hari. Penetapan syari’at ini tidaklah sia-sia. Dan Allah tidak akan menerima pembicaraan/ucapan tanpa niat dan kejujuran.

Umat-umat terdahulu telah diuji dengan keluarga Nabi Ibrahim. Di antara mereka ada yang beriman dan di antara mereka ada yang kafir. “Dan sedikitlah hamba-hamba-Ku yang bersyukur. “Baca lebih lanjut

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (6)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Keenam Ustadz Firanda

Dai antara hal lucu yang dibanggakan Ustadz Firanda dalam usaha ngototnya untuk menanamkan kepada para pengagumnya (yang tentunya rata-rata awam) bahwa Allah SWT di atas langit sana, adalah apa yang ia sebutkan sebagai dalil keenam sebagai di bawah ini.

Ustad Firanda berkata: Keenam: Penjelasan bahwa Al-Qur’an ‘diturunkan’ dari Allah SWT. Ini jelas menunjukkan bahwa Allah SWT berada di atas, sehingga Ia menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan dari-Nya. Tidaklah diucapkan kata ‘diturunkan’ kecuali berasal dari yang di atas.” Baca lebih lanjut

Akidah Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Adalah Mereka Warisi Dari Akidah Sesat Yahudi (2)

Akidah Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Adalah Mereka Warisi Dari Akidah Sesat Yahudi (2)

Setelah Anda saksikan bagaimana kaum Mujuassimah Musyabbihah (Wahhâbi Salafi) membangun akidah sesatnya tentang ketinggian fisikan Allah SWT di atas ocehan kaum Yahudi, seperti Ka’ab al Akhbâr dkk. yang berpura-pura memeluk Islm untuk mwrcuni pikiran kaum Muslimin… kini saya ajak Anda mengikuti saya melanjutkan penelusuran terhadap akar akidah Yahudi dalam akidah Salafi Wahhâbi… Kali ini kita akan memergoki dua orang Yahudi pembual dan pembohong besar, kadzdzâb menjadi rujukan utama akidah sesat tersebut. Di adalah Wahb bin Munabbih dan Nauf al Bikâli.

Baca lebih lanjut

Mazhab Salaf Shaleh Tentang Islamnya Mu’awiyah! (Bagian:1)

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

Akhir-akhir ini kaum Salafi Wahhâbi gencar mempromosikan Mu’awiyah  putra pasangan Abu Sufyan dan Hindun –si penyunyah jantung Hamzah paman Nabi saw.- sebagai salah satu sahabat agung Nabi Muhammad saw. Bahkan mereka tak henti-hentinya menyanjung Mu’awiyah sebagai Khalifah yang adil, penulis wahyu suci Nabi saw. dan khâl/paman kaum Mukminin!

Dalam mempromosikan Mu’awiyah, kaum Salafi Wahhâbi tak segan-segan menebar-hadis-hadis palsu dan/atau atsar murahan yang mereka pungut dari sana sini atas nama Salaf dan tokoh umat Islam …. semua bukti kejahatan, kebejatan, kefasikan dan kemunafikan Mu’awiyah yang nyata mereka abaikan! Keterangan para Salaf Shaleh; para sahabat mulia Nabi saw. mereka campakkan… mazhab Salaf yang baisanya mereka jadikan senjata utama kini mereka buang ke tong sampah! Itulah kenyataan yang terjadi. Baca lebih lanjut

Daftar Artikel Menurut Topik Pembahasan

Untuk memudahkan para pembaca, dibawah ini kami susun link-link (url) artikel berseri blog Abu Salafy secara berurutan dan kami susun juga Daftar Artikel berdasarkan tema atau topik pembahasan, anda tinggal meng-klik untuk membacanya

Wassalam

(Abu Salafy)

____________

  • KAJIAN  IBNU TAIMIYAH

MENGUNGKAP KEBOHONGAN DAN DUSTA ILMIAH IBNU TAIMIYAH

  1. Mengungkap Kebohongan Ibnu Taimiyah (1)
  2. Mengungkap Kebohongan Ibnu Taimiyah (2)
  3. Mengungkap Kebohongan Ibnu Taimiyah (3)
  1. Seri Kepalsuan Ibnu Taimyah (1) Tentang Hadis Tawassul Kepada Nabi Muhammad saw. dalam Berdo’a.
  2. Seri Kepalsuan Ibnu Taimyah (2)  Ziarah Makam Suci Nabi Muhammad saw. dan makam-makam suci para Nabi as. dam kaum Shaleh ra.
  3. Seri Kepalsuan Ibnu Taimyah (3)  -Bukti Kedngkian Ibnu Taimiyah Terhadap Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra.
  4. Seri Kepalsuan Ibnu Taimiyah (4) – Ibnu Taimiyah Memotong Riwayat Demi Membela Yazid Putra Mua’wiyah
  5. Seri Kepalsuan Ibnu Taimiyah (5) – Demi Kebenciannya Kepada Imam Ali ra., Ibnu Taimiyah MemfitnahPara Sahabat Nabi saw.!

Daftar Artikel Selanjutnya KLIK DISINI

Mengungkap Kebohongan Ibnu Taimiyah (3)

Ibnu Taimiyah Mendustakan Hadis Muâkhât Antara Nabi saw. dan Ali ra.

Persembahan untuk Taimiyyun Salafiyun, Wahhabiyun

Seperti berulang kali telah kami katakan bahwa segala upaya dan cara ditempuh Ibnu Taimiyah untuk mendustakan apa saja yang mampu ia dustakan dari keutamaan Sayyidina Ali (karramallahu wajhahu wa radhiyallahu ‘anhu) betapapun ia telah diriwayatkan dan dishahihkan para ulama ahli hadis sebelum kelahiran Ibnu Taimiyah…

Dan kami telah banyak menyajikan bukti akan hal itu… baik dalam seri ini maupun dalam seri-seri lainnya…

Di antara hadis shahih keutamaan Sayyidina Ali (karramallahu wajhahu wa radhiyallahu ‘anhu) adalah hadis mu’âkhât, di mana Nabi Muhammad saw. ketika mempersaudarakan antara para sahabatnya, beliau menyisakan Ali ra. untuk beliau persaudarakan khusus dengan diri beliau. Baca lebih lanjut

Persembahan Untuk Ustadz Firanda: Ibnu Taimiyah Syaikhul Islam Atau Syaikhun Nifaq? (6)

Kata Ibnu Taimiyah, Kekhalifahan Ali Hanya Membawa Bencana Buat Islam dan Kaum Muslimin, Berbeda dengan Kekhalifahan Bani Umayyah, Ia adalah Rahmat!

.

Minhâj adh Dhalâlah wa an Nifâq Bukan Minhâj as Sunnah !

Luar biasa kedengkian Ibnu Taimiyah yang ia luapkan terhadap Sayyidina Ali ra… sepertinya tidak ada kata-kata kedengkian beracun kecuali ia muntahkan dalam kitabnya yang ia beri judul Minhâj as Sunnah walaupun nama yang lebih tepat untuknya adalah Minhâj adh Dhalâlah wa an Nifâq/Minhaj Kesesatan dan Kemunafikan.

Ibnu Taimiyah memastikan bahwa di masa kekhalifahan Sayyidina Ali ra. Islam tidak tampak! Yang terjadi hanya kekacauan! Pertumpahan darah-darah suci kaum Muslimin yang ia katakan sebagai yang rajin shalat, rajin puasa dan rajin membayar zakat! Semua itu adalah korban ambisi kekuasaan Ali! Bahkan ia katakan sampai-sampai kaum kafir pun mulai berani mengincar untuk mengerogoti daerah-daerah yang telah ditaklukkan para Khalifah sebelumnya!

Perhatikan, bagaimana kata-kata beracum itu dimuntahkan Ibnu Taimiyah. Ia berkata: Baca lebih lanjut

Ustadz Firanda Kebakaran Jenggot Lagi (1)

Lebih Dekat Mengenal Abu Sufyan (Bagian:1)

Mengenal Lebih Dekat Gembong Kaum Kafir dan Penganjur Ke Dalam Api Neraka Kebanggaan Ustadz Firanda!

Tanggapan Atas Pembelaan Ustadz Firanda Kepada Abu Sufyân Dan Mu’awiyah

Abu Sufyan Adalah Gembong Kaum Kafir Musuh Bebuyutan Nabi Islam!

Dalam bantahannya atas kami yang ia tulis dengan judul:

Tipu Muslihat Abu Salafy (bag 5), “Perkataan Abu Salafi : Abu Sufyan Kafir Bahkan Gembong Orang-orang Kafir??!!”

Ustadz Firanda berkata:

Abu Salafy berkata : ((Mu’awiyah putra Abu Sufyan -salah seorang aimmah kekafiran dan buah kemunafikan yang masih tersisa dan selamat dari tajamnya pedang para sahabat-)) (lihat https://abusalafy.wordpress.com/2011/01/15/ustadz-firanda-kebakaran-jenggot/)

Abu salafy:

Yang mengatakan bahwa Abu Sufyan sebagai salah seorang aimmatul kufri yang masih tersisa bukan kami….  tetapi adalah para sahabat dan tabi’in (yang biasanya Anda banggakan sebagai Salaf Shaleh!). Baca lebih lanjut