Apakah Allah Akan Menolong Bangsa Paling Pendusta di Muka Bumi ini?

Apakah Allah Akan Menolong Bangsa Paling Pendusta di Muka Bumi ini?

Oleh: Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=106

hasan_Farhan

 Apakah Allah Akan Menolong Bangsa Paling Pendusta di Muka Bumi ini?

Perhatian saya tertuju pada pernyataan jajak pendapat yang dilakukan Stasiun TV al-Jazirah, Qatar beberapa waktu lalu tentang pasukan Suriah: “Apakah mereka adalah tentara penjajah ataukah Tentara Nasional?” Dan hasilnya lebih dari 90% responden menunjukkan bahwa mereka adalah pasukan penjajah! Walaupun pertanyaannya bisa saja tidak menggunakan bentuk yang kasar semacam ini, namun saya terkejut dengan hasilnya. Baca lebih lanjut

Mana Yang Lebih Terang Petunjuknya Atas Wasiat: Ini Adalah Khalifahmu Setelahku? Atau: Sebagaimana Aku Lebih Berhak Atas dirimu, Maka Orang Ini Juga Lebih Berhak atas Dirimu?

Mana Yang Lebih Terang Petunjuknya Atas Wasiat: Ini Adalah Khalifahmu Setelahku? Atau: Sebagaimana Aku Lebih Berhak Atas Dirimu, Maka Orang Ini Juga Lebih Berhak atas Dirimu? 

Oleh: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1425

hasan_Farhan

Pengacauan setan itu bersifat umum, ia mendorong penganut Ahlusunnah agar meninggalkan nash yang jelas dan gamblang. Ia mendorong Syiah agar menambah-nambah dan menyajikan hadis-hadis yang tidak relevan, baik ia dha’if ataupun palsu.

Pada hadis-hadis yang shahih sudah cukup, tetapi setan menginginkan agar si Muslim hilang dalam kesia-siaan, siapapun dia. Yang ini hilang/tenggelam dalam pengingkaran dan fanatisme, dan yang itu hilang dalam menetapkan dan berlebih-lebihan!

Mana Yang Lebih Terang Petunjuknya Atas Wasiat: Ini Adalah Khalifahmu Setelahku? Atau: Sebagaimana Aku Lebih Berhak Atas dirimu, Maka Orang Ini Juga Lebih Berhak atas Dirimu? Baca lebih lanjut

Sanad [Hadis] Wasiat Berdeba dengan Dalil-dalil Wasiat!

Sanad [Hadis] Wasiat Berdeba dengan Dalil-dalil Wasiat!

Pembacaan Atas Sebagian Dalil Wasiat.

Oleh: Syeikh Hasan Farhan al Maliki

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1424

Hasan Farhan

Kami bersaksi bahwa Nabi saw. telah menyampaikan Risalah, melaksanakan amanat dan menjalankan perintah-perintah Allah dengan jelas seperti diperintahkan Allah. Perselisihan para pendahulu-lah yang menyeret terjadinya perselisihan di kalangan generasi pelanjut, dan kami tidak harus bertanggung jawab atas mereka; tidak berkewajiban membela siapapun dan mencarikan uzur untuk seorang pun. Kami -pertama-tama – hanya berkewajiban mengikuti nash, kemudian mengimani nash, petunjuk dan penjelasan dan keterangannya…

Yang saya maksud dengan Sanad-sanad Wasiat dalam artikel sebelumnya adalah sanad-sanad [hadis] yang menyebut redaksi ‘Wasiat’ secara terang, seperti:

.

 هذا وصيي

 علي وصيي

‘Orang ini adalah Washi [pengemban Wasiat] ku’,

‘Ali adalah Washi-ku.’ dll

Adapun yang saya maksud dengan dalil-dalil ‘Wasiat’ [Kepemimpinan] maka ia jauh lebih luas. Bahkan Wasiat itu boleh jadi datang dengan redaksi-redaksi lain yang lebih luas, lebih shahih dan lebih tegas, seperti Hadis Ghadir misalnya. Hadis Ghadir dan Hadis Manzailah itu mutawatir. Baca lebih lanjut

Sanad-sanad [Hadis] Wasiat.

Sanad-sanad [Hadis] Wasiat

.

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1422

Oleh: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky

hasan_Farhan

Di antara contoh yang saya kaji dan teliti adalah tentang tema ‘Wasiat’ yaitu hadis-hadis Wasiat; apakah Nabi saw. berwasiat untuk Imam Ali (sebagai Pemimpin Tertinggi umat Islam pasca beliau_red) atau tidak?

Dahulu, di masa awal saya menuntut ilmu, saya memastikan kepalsuan hadis-hadis tersebut, dan itu adalah dusta dan kepalsuan Syi’ah, dan sanad-sanadnya tidak lebih dari sekedar dua atau tiga sanad saja… tetatpi, wouw, ternyata sangat mencengangkan….!

Keistimewaan khusus Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib sangat banyak dan spesial dalam kualitasnya. Dan Imam Nasa’i –penulis kitab Sunan- telah berbuat baik ketika menulis buku: Khashaish Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib/Keistimewaan-keistimewaan Khusus Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib. Dan setiap dari masing-masing khashaish itu shahih. Dan para ulama Salafy telah meneliti dan menshahihkan sebagian besar khashaish itu. Dan dengan sangat terpaksa mereka harus membantah Ibnu Taimiyah dalam sikap fanatiknya ketika menolak sebagian keistimewaan khusus yang telah mencapai kemutawatiran.  Baca Lebih lanjut

Imam Ali Antara Sunni Dan Syi’ah

Imam Ali Antara Sunni Dan Syi’ah

Oleh: Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Sumber:  http://almaliky.org/news.php?action=view&id=359

hasan_Farhan

Imam Ali adalah sebuah makna dan bukan sekedar kepribadian historis yang menonjol.

Ia merangkum seluruh makna yang indah….

Ia adalah jalan di antara jalan-jalan mengenal Alah.

Di sini, dalam kesempatan ini saya akan menyebutkan kebaikan-kebaikan Ahlusunnah dan kebaikan-kebaikan Syi’ah tentang tema Imam Ali dan sekaligus mengkritisi Syi’ah dan juga Ahlusunnah tentangnya. Dan dalam hemat saya kedua kelompok Muslim ini telah berbuat baik dari satu sisi dan telah berbuat buruk dari sisi lain. Baca lebih lanjut

Penipuan Gelar Sektarian (4): Nawashib

Penipuan Gelar Sektarian [4]: Nawashib

Oleh: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=351

Hasan Farhan

Hari ini kami akan berbicara tentang kaum Nawâshib. Ia adalah redaksi/gelar yang rumit dan menyebabkan keterpojokan, khususnya bagi kaum Salafy, dan mereka berharap andai redaksi/gelar ini dijauhkan dan dilupakan karena sesungguhnya merekalah yang sedang dituduh oleh kaum Syi’ah dan juga oleh sebagian Ahlusunnah bahwa sebagian tokoh mereka terjangkit penyakit kenashibian atau bahkan sebagai seorang Nâshibi….
Gelar ini juga membuat repot bagi sebagian Ahlusunnah yang moderat, karena sebagian Syi’ah men-generalisir (menyamaratakan) untuk dijatuhkan kepada Ahlusunnah.

Ia (An Nushb/Nashibi/Nawashib) adalah sebuah redaksi/lafadz yang butuh untuk diurai dan diganti dengan redaksi lain yang bersifat Syar’i [berbasis nash-nash Islami]. Redaksi ini sepeti halnya juga redaksi-redaksi kemazhaban lainnya yang akan lebih afdhal bagi pemikiran pembaharuan Islam untuk diganti dengan redaksi Syar’i. Tetapi izinkan saya menggunakannya sebelum tuntas uraian tentangnya kemudian mengkiritisinya, lalu saya akan mengganti redaksi itu dengan redaksi Syar’i untuk istilah ini. Baca lebih lanjut

Penipuan Gelar Sektarian (3) Catatan Tentang Al Jahmiyah dan Rafidhah


Penipuan Gelar Sektarian (3): 

Catatan Atas Edisi: 1 & 2 Tentang Al Jahmiyah dan Rafidhah!

Oleh: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliki.

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=345

Hasan FarhanPada edisi pertama telah kami bincangkan tentang khurafatnya gelar Jahmiyah, dan sesungguhnya tidak ada di muka bumi seorang yang mengatakan: Aku seorang berfaham Jahmiyah. Dan tidak benar/valid akidah atau mazhab yang dinisbatkan kepada Jahm, tidak juga sebuah buku karangan yang ia tulis. Jahm hanya seorang pejuang yang bangkit melawan (kezaliman) bani Umayyah, dan ia terbunuh pada tahun 128 H di Khurasan dalam Revolusi yang dipimpin al Harits bin Suraij yang terkenal.

Dan pada edisi kedua kami telah bicarakan tentang gelar Rawafidh/Rafidhah, bahwa sesungguhnya tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang berkata saya seorang Rafidhah (kecuali segelintir orang di hari-hari ini dan itupun dalam rangka pertengkaran kemazhaban). Dan sesungguhnya asal muassal gelar itu adalah ditetapkan untuk orang yang menolak membela Imam Zaid dan untuk fase sejarah tertentu dan Imam Zaid tidak memaksudkan mengabadikan dan melegalisasi gelar itu sebagaimana beliau juga tidak menggunakannya untuk orang yang menolak kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, karena mereka tidak menolaknya ketika gelar Rafidhah itu disematkan oleh Imam Zaid kepada mereka, dan bahkan andai mereka menolaknya pun gelar itu bukan demikian konotasinya. Baca lebih lanjut

Kenali Setan Pasti Kamu Mengenal Partai Setan!

Kenali Setan Pasti Kamu Mengenal Partai Setan!

Persembahan Untuk Ekstrimis Salafi Yang Haus Darah Dan Gila Permusuhan!

Oleh: Syaikh Hasan Farhan al Maliky.

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1230

Siapa yang memusuhi seluruh dunia, seluruh mazhab dan seluruh aliran … dst; dan ia menyangka bahwa berdasarkan syari’at ia wajib memusuhi mereka semua?!

Orang seperti itu adalah sedang mengikuti setan dalam agenda permusuhan. Dan orang yang mengikuti setan dalam agenda permusuhan pasti ia mengikuti setan dalam agenda-agenda setani lainnya. Permusuhan dan kebencian adalah agenda besar setan, maka sucikan dirimu dari kedua agenda setan tersebut!

Hasan FarhanSejelek-jeleknya orang yang sesat adalah orang yang menyangka bahwa dirinya termasuk orang-orang yang mendapatkan hidayah, petunjuk Allah! Karenanya setan dengan mudahnya menuangkan agendanya ke dalam diri orang seperti itu karena kedunguannya, maka ia membinasakan dirinya sebagai jongos setan.

Kenali setan pasti kamu mengenal partainya! Baca lebih lanjut

Penipuan Gelar Sektarian (2): Gelar Rafidhah Adalah Khurafat!

Penipuan Gelar Sektarian (2)

Gelar Rafidhah Adalah Khurafat!

Oleh: Syaikh Hasan bin Farhan al Maliky

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=333

Hasan FarhanSeperti telah lewat kita bicarakan pada edisi sebelumnya tentang gelar Jahmiyah dan sesungguhnya itu adalah nama untuk sekte yang tidak pernah maujud di atas muka bumi, dan sesungguhnya Jahm bin Shafwân adalah seorang pejuang berbasis politis yang bangkit (menentang penguasa tiran), dan ia tidak meninggalkan sebuah karya tulis/kitab atau warisan pemikiran, dan ideologis dan juga tidak memiliki murid-murid, dan tidak ada seorang pun di muka bumi mengaku dirinya seorang Jahmi. Serta tidak shahih sanad tentang pemikiran/pendapat yang dinisbatkan kepadanya. Jadi jahmiyah adalah gelar khurafat (yang tidak ada wujudnya). Demikian yang telah kita buktikan dalam edisi sebelumnya.

Kini kita akan mengupas gelar khurafat kedua yaitu gelar Rafidhah. Dan pada edisi yang akan datang kita akan kaji tentang gelar Nawâshib.

Mari kita mulia dengan mengupas tengang gelar Rafidhah.

Gelar atau sifat ini pertama kali dilontarkan/diluncurkan oleh Sang pejuang; Zaid bin Ali pada tahun 122 H untuk menggelari sekelompok orang Syi’ah yang menolak membelanya dalam perjuangannya tersebut ketika ia bangkit melawan Hisyam bin Abdil Malik dikarenakan perselisihan mereka dengan Zaid dalam masalah kekhalifahan atau dalam masalah keutamaan Abu Bakar dan Umar.

Penamaan itu bersifat politis dan temporer dialamatkan kepada mereka karena mereka menolak…. Titik! Ia bukan penamaan bersifat agamis untuk mereka yang menolak kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, seperti yang setelah itu disalah-gunakan demi kepentingan mazhab. Baca lebih lanjut

Penipuan Gelar Sektarian (1): Jahmiyah Adalah Khurafat!

Penipuan Gelar Sektarian (1)

Jahmiyah Adalah Khurafat!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=321

Oleh: Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

.

Hasan FarhanKeterherananku tak berakhir ketika aku menemukan para sarjana sekarang ini tidak pernah mau meneliti dalam memahami gelar-gelar sektarian, padahal tidak sulit untuk melakukan penelitian itu, seperti gelar: Sunni, Syi’ah, Jahmi, Rafidhi, Salafi, Murji’i, Qadari dsb.

Sebagai contoh gamblang kita ambil saja gelar Jahmiyah, sekarang kamu tidak memasuki sebuah perpustakaan manapun kecuali kamu menemukan di dalamnya puluhan buku yang mengecam (sekte) Jahmiyah, sementara tidak ada seorang pun di muka bumi ini sejak (Nabi) Adam hingga hari ini yang berkata: “saya seorang Jahmi” (yang beraliran Jahmiyah)! Baca lebih lanjut

Sekilas Tanggapan Atas Kebebasan Versi Al Hawâli dan Syi’ah!

Sekilas Tanggapan Atas Kebebasan Versi Al Hawâli dan Syi’ah!

Sumber: http://www.almaliky.org/news.php?action=view&id=1169

Oleh: Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Kebabasan adalah kamu bisa dengan bebas menjelaskan bahwa pikiran ini atau itu salah atau bid’ah atau syirik, dan selainmu juga bebas menjelaskan bahwa pikiran-pikiran ini atau itu mubâh/boleh dilaksanakan dalam Syari’at atau Sunah… dalam kondisi seperti itu kebebasan adalah milik/hak semua. Adapun kalian memiliki kebebasan menyifati/menuduh orang-orang yang rajin ruku’ dan sujud sebagai penyandang kemusyrikan! Kemudian hak-hak mereka –yang kalian berikan untuk mereka- hanya sebatas hidup dan mati saja! Maka ini jelas adalah Ghuluw/ekstrimisme sikap, arogansi, sikap manja yang berlebihan.

Hasan FarhanDr. Safar al Hawâli berkata sesungguhnya batasan kebebasan Syi’ah di Kerajaan (Arab Saudi) hanya sebatas ia dilahirkan dalam keadaan Syi’ah dan mati dalam keadaan menganut Syi’ah tanpa ada introgasi. Dan hanya ini batas kebebasan Syi’ah. Dan batas ini diberikan lengkap. Tetapi mereka tidak berhak menguasai akidah negeri dan akidah yang dianut mayoritas… dll dan ia berargumentasi dengan sebagian kelompok masyarakat Amerika.. sebatas itulah kebebasan mereka di Amerika.

Ini ringkas pandangannya. Baca lebih lanjut

Tiga Tahapan Cuci Otak Oleh Ekstrimis Salafi Wahabi!

Tiga Tahapan Cuci Otak Oleh Ekstrimis Salafi Wahabi!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1181

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

hasan_Farhan

Bersama terulang-ulangnya kejahatan akan terbongkar kejujuran orang yang jujur.

Bersama terulang-ulangnya kejahatan akan terbongkar kebohongan kaum pembohong.

Mengungkap hakikat kejujuran dan kebohongan bukan perkara yang mudah. Ia butuh kepada banyak kejahatan yang terjadi berulang-ulang.

Sesuai dengan sikap terhadap Chanel-chanel TV Provokatif terdapat keseriusan dalam menanggulangi; karena chanel-chanel itu adalah contoh nyata paling gamblang dari sebuah provokasi. Dan tetap eksisnya chanel-chanel itu adalah bukti yang menyedihkan akan dalamnya pengaruh yang menerobos ke dunia media massa.  Baca lebih lanjut

Penipuan Salafi Wahabi Atas Nama Salaf!

Penipuan Salafi Wahabi Atas Nama Salaf!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=103

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Salaf! Salaf!

Dahulu aku mempercayai mereka (Salafi-Wahabi_red) ketika aku tertipu bahwa mereka benar-benar berada di atas Hasan FarhanMANHAJ para sahabat dan Tabi’în, tetapi kenyataannya aku dapati mereka hanya memilih Salaf yang FASIK dan JAHIL, bahkan kebanyakan mereka tidak ikut memilih, karena mereka bukan para peneliti, akan tetapi memilih apa yang dipilihkan untuk mereka oleh al Lâlakai, Ibnu Buththah dan Ibnu Taimiyah dkk… dan sangat disayangkan bahwa mereka telah meyakinkan banyak orang dan kaum awam bahwa Syari’at Allah harus diambil dari SALAF, dan bukan diambil dari Kitabullah dan Sunnah yang Shahihah!

Mereka tidak serius dalam menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai dua sumber utama Syari’at. Keduanya berada di bawah belas kasih sebagian SALAF mereka. Mereka akan mengizinkan Allah dan Rasul-Nya berperan ketika mereka kehendaki saja. Sehingga jadilah Syari’at kita bukan bersumber dari Allah, khususnya dalam Akidah. Tetapi para pendeta yang kita jadikan tuhan-tuhan, persis seperti yang dilakukan umat-umat sebelum kita.
Baca lebih lanjut

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 1)

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 1)

.

Sumber: http://www.almaliky.org/news.php?action=view&id=278

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

hasan_Farhan

Saya berharap pembaca atau rekan pengunjung tidak hanya menjadi Imma’ah (asal ikut-ikutan). Artinya saya tidak ingin ia hanya bersamaku dan tidak bersama yang lain. Tetapi hendaknya ia bersama informasi yang benar di manapun ia temukan. Saya tidak ingin mengulang-ulang tragedi ilmiah. Konsentrasi saya terfokus pada mengembalikan akal-akal manusia –di masyarakat Saudi, di mana saya hidup di sana- kepada tulang tengkorak mereka dan mengembalikan hat-hati mereka ke dalam dada-dada mereka setelah akal-akal dan hati-hati mereka diculik oleh kaum Ghulat (Salafi Ekstrim) yang dungu. Sehingga kini satu Salafi DUNGU di tengah-tengah kita memiliki sejuta akal dan sejuta hati, sejuta mata dan sejuta telinga…

penculikan itu dilakukan atas nama agama, kemudian akal-akal dan hati-hati itu disimpan rapat di gudang tengkorak, sehingga ia sendiri (si penculik) tidak mengambil manfaat dari akal-akal dan hati-hati yang ia curi dan tidak juga ia membiarkan pemiliknya memanfaatkannya. Tugas utama saya adalah berusaha –sebisa mungkin- mengembalikan akal-akal dan hati-hati yang dicuri itu kepada pemiliknya. Dan saya akan menyebutkan kepada mereka pengalaman pribadi saya dalam usaha mengembalikan akal dan hati nurani saya, pendengaran dan mata saya setelah mereka curi untuk watku yang cukup lama. Dan orang yang merasakan kehilangan akal kemudian ia menemukannya kembali nikmat agung itu maka pasti ia tidak akan menyerahkannya lagi, tidak kepada pencuri pertama tidak pula kepada pencuri lain. Baca lebih lanjut

Akar Kejahatan Teroris Salafy Al Qaeda Dan Afiliasinya ISIS, al Nushrah, Boko Haram dkk

Akar Kejahatan dan Kebiadaban Teroris Salafy Wahabi

Segala sesuatu pasti ada asal usulnya lalu darimanakah akar kejahatan dan kebiadaban para teroris berjubah seperti Al Qaedah dan afiliasinya ISIS, Jabhah al Nushrah, Boko Haram dkk yang mengatas namakan kejahatannya tersebut kepada Islam dan Nabi Suci Muhammad saw yang rahmatan lil alamin itu?

Semua kejahatan mereka seperti membantai rakyat sipil tak berdosa, memenggal kepala-kepala mereka dengan menggoroknya hidup-hidup bahkan dengan pisau tumpulmembakar hidup-hidup rakyat sipil yang mereka tawan, menggantungkan kepala-kepala para ulama dan kaum tak berdosa di jalan-jalan, meledakkan masjid-masjid kaum Muslimin, meledakkan makam anbiya’ dan para awliya’ dan berbagai kejahatan yang tak terbayangkan oleh pikiran sehat siapapun…

Tak lain dan tak bukan  kejahatan-kejahatan tersebut, mereka teladani dan warisi dari para pujaan dan panutan mereka yaitu kaum Nawashib  (pembenci keluarga Nabi saw) khususnya Bani Umayyah si pohon terkutuk dalam Al Qur’an. Bahkan mereka dengan bangga menamakan bataliyon-bataliyon mereka dengan nama para pembantai dan tokoh sadis dalam sejarah hitam Islam dari Bani Umayah seperti Bataliyon Yazid bin Muawiyah (lihat disini: https://www.youtube.com/watch?v=LN5QAAb_7go )

Syekh Hasan bin Farhan al Maliky yang telah melakukan riset kurang lebih 25th tentang sejarah Islam mengatakan bahwa  mazhab paling jelek perlakuan semena-menanya adalah mazhabnya kaum Nashibi yaitu pengikut bani Umayyah dan mereka yang terpengaruh dengan mereka. Dan Bani Umayyah mengambilnya dari Mu’awiyah,  dan Mu’awiyah telah menghidupkan kembali tradisi ibunya: Hindun binti Utbah si pengunyah jantung Hamzah dan tradisi bapaknya: Abu Sufyan yang telah menusukkan dengan ujung tombaknya ke pelipis Hamzah (jasad Hamzah paman Nabi saw _red)! Kekejaman dan berkreasi dalam menyiksa dan menghukum yang sama sekali tidak pernah disyari’atkan Allah telah diadopsi oleh Para Ekstrimis Salafy (sekarang) dari kaum Nawashib…  Baca lebih lanjut