Hadis-hadis Kaum Nashibi yang Dishahihkan oleh Ahli Hadis [Bagian Kedua]

Hadis-hadis Kaum Nashiibi yang Dishahihkan oleh Ahli Hadis [Bagian Kedua]

.

Oleh: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1683

Bagi yang belum membaca bagian pertama (mukadimah) pembahasan/kajian ini silahkan membacanya disini: https://abusalafy.wordpress.com/2017/04/28/hadis-hadis-nasibi-yang-ditashih-bag-1/

Hadis pertama: Hadis Mu’adz bin Jabal, diriwayatkan oleh Ahmad, Ibn Hibban, Ibn Abi Ashim, ath-Thabrani dan lainnya, dan redaksinya dari Mu’adz; saya akan sebutkan beserta sanadnya supaya jelas keberadaan nashibi di dalamnya.

.

.

رووا الحديث من طريق أبي المغيرة الحمصي (عبد القدوس بن صالح): حدثني صفوان بن عمرو حدثني راشد بن سعد عن عاصم بن حميد السكوني عن معاذ بن جبل قال؛ لما بعثه رسول الله صلى الله عليه واله وسلم إلى اليمن، خرج معه رسول الله يوصيه، معاذ راكب، ورسول الله تحت راحلته؛ فلما فرغ قال: (يا معاذ إنك عسى أن لا تلقاني بعد عامي هذا، لعلك أن تمر بمسجدي وقبري، فبكى معاذ خشعاً لفراق رسول الله ثم التفت رسول الله نحو المدينة فقال – وهنا الشاهد -) إن أهل بيتي هؤلاء يرون أنهم أولى الناس بي! وإن أولى الناس بي المتقون! من حيث كانوا، اللهم إني لا أحلُّ لهم فسادَ ما أصلحتُ وَايْمُ اللَّهِ لَيَكْفَؤُونَ أُمَّتِي عَنْ دِينِهَا كَمَا يُكْفَأُ الْإِنَاءُ فِي الْبَطْحَاءِ» اهـ !!!

.

Mereka meriwayatkan sebuah hadis dari jalur Abu Mughirah al-Himshi (Abdul Qudus bin Shalih) : Telah bercerita kepadaku Shafwan bin Amr, telah bercerita kepadaku Rasyid bin Sa’ad dari Ashim bin Humaid as-Sukuni dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata: Ketika Rasulullah saw mengutusnya ke Yaman, Rasulullah keluar bersamanya dan berwasiat kepadanya, ketika itu Mu’adz sedang menunggangi kuda sementara Rasulullah saw. berada di bawah tunggangannya, dan saat ia berhenti, beliau berkata: (Wahai Mu’adz mungkin engkau tidak akan berjumpa denganku setelah tahun ini, semoga engkau melewati masjid dan kuburanku, lalu Mu’adz menangis dengan tertunduk karena akan berpisah dengan Rasulullah saw., setelah itu Rasul saw. menoleh ke arah Madinah dan berkata – dan di sini ada saksinya) Sesungguhnya Ahlul Baitku memandang bahwa mereka adalah manusia paling utama bagiku! Sesungguhnya manusia paling utama di sisiku adalah orang-orang yang bertakwa! Darimanapun mereka. Ya Allah sungguh aku tidak menghalalkan bagi mereka keburukan yang telah aku perbaiki, Dan demi Allah mereka telah memalingkan umatku dari agamanya seperti wadah yg terbalik di sungai.

Baca lebih lanjut

Iklan

Hadis-hadis Kaum Nashibi yang Dishahihkan Ahli Hadis [Bag. 1]

Video: Bagi Raja dan Amir-Amir Arab Saudi Syariat Islam Hanya Berlaku Di Dalam Negeri!

Video: Bagi Raja dan Amir-Amir Arab Saudi Syariat Agama Hanya Berlaku Di Dalam Negeri

Raja Arab Saudi memasang gelar sendiri untuk dirinya “Khadimul Haramain” (Pelayan dua kota suci Makkah dan Madinah, biar terkesan Islami – Istilah ini menggantikan gelar yang mereka pasang sebelumnya di depan nama Raja yaitu صاحب الجلالة الملك [Paduka Raja Yang Agung], penggantian gelar ini tidak lama setelah peristiwa penyerangan Masjidil Haram oleh Juhayman al-Otaybi seorang salafy yang muak melihat kehidupan keluarga kerajaan yang bertentangan dengan syariat Islam. Sementara untuk para amir masih tetap disematkan gelar kebangsawanan صاحب السمو الملكي [Paduka Pangeran Yang Mulya, ]).

Raja Arab Saudi Mengklaim negaranya negara Islam dan pemerintahannya pemerintahan Islami, maksudnya berlandaskan dan menjalankan syariat Islam. Seperti wanita dilarang menyetir mobil, bepergian sendiri, dan larangan bersalaman pria dengan wanita yang bukan muhrim, dan banyak lagi hal-hal yang syar’i yang harus diikuti di negara otoriter, negara tanpa DPR yang dipilih rakyat ini.

Apakah benar negara tersebut konsekwen menjalankan syariat Islam? nati dulu, sistem kerajaan yang turun temurun sendiri adalah sistem bid’ah dholalah yang bertentangan dengan Islam dan  tidak pernah diajarkan Nabi saw, tidak pernah dilakukan salaf saleh khususnya empat khalifa. Klaim-klaim tersebut sah-sah saja tapi faktanya, negara ini untuk menjaga keamanan negaranya saja harus membayar milyaran dollar kepada Amerika Serikat (AS) sekutu terdekatnya, di Saudi terdapat banyak pangkalan militer AS, membina hubungan baik secara rahasia maupun terang-terangan dengan Zionis Israel yang memusuhi Islam dan menjajah tanah Islam Palestina, Lebanon dan Suriah.  Baca lebih lanjut

Apakah Allah Akan Menolong Bangsa Paling Pendusta di Muka Bumi ini?

Apakah Allah Akan Menolong Bangsa Paling Pendusta di Muka Bumi ini?

Oleh: Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=106

hasan_Farhan

 Apakah Allah Akan Menolong Bangsa Paling Pendusta di Muka Bumi ini?

Perhatian saya tertuju pada pernyataan jajak pendapat yang dilakukan Stasiun TV al-Jazirah, Qatar beberapa waktu lalu tentang pasukan Suriah: “Apakah mereka adalah tentara penjajah ataukah Tentara Nasional?” Dan hasilnya lebih dari 90% responden menunjukkan bahwa mereka adalah pasukan penjajah! Walaupun pertanyaannya bisa saja tidak menggunakan bentuk yang kasar semacam ini, namun saya terkejut dengan hasilnya. Baca lebih lanjut

Mana Yang Lebih Terang Petunjuknya Atas Wasiat: Ini Adalah Khalifahmu Setelahku? Atau: Sebagaimana Aku Lebih Berhak Atas dirimu, Maka Orang Ini Juga Lebih Berhak atas Dirimu?

Mana Yang Lebih Terang Petunjuknya Atas Wasiat: Ini Adalah Khalifahmu Setelahku? Atau: Sebagaimana Aku Lebih Berhak Atas Dirimu, Maka Orang Ini Juga Lebih Berhak atas Dirimu? 

Oleh: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1425

hasan_Farhan

Pengacauan setan itu bersifat umum, ia mendorong penganut Ahlusunnah agar meninggalkan nash yang jelas dan gamblang. Ia mendorong Syiah agar menambah-nambah dan menyajikan hadis-hadis yang tidak relevan, baik ia dha’if ataupun palsu.

Pada hadis-hadis yang shahih sudah cukup, tetapi setan menginginkan agar si Muslim hilang dalam kesia-siaan, siapapun dia. Yang ini hilang/tenggelam dalam pengingkaran dan fanatisme, dan yang itu hilang dalam menetapkan dan berlebih-lebihan!

Mana Yang Lebih Terang Petunjuknya Atas Wasiat: Ini Adalah Khalifahmu Setelahku? Atau: Sebagaimana Aku Lebih Berhak Atas dirimu, Maka Orang Ini Juga Lebih Berhak atas Dirimu? Baca lebih lanjut

Penipuan Gelar Sektarian (4): Nawashib

Penipuan Gelar Sektarian [4]: Nawashib

Oleh: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=351

Hasan Farhan

Hari ini kami akan berbicara tentang kaum Nawâshib. Ia adalah redaksi/gelar yang rumit dan menyebabkan keterpojokan, khususnya bagi kaum Salafy, dan mereka berharap andai redaksi/gelar ini dijauhkan dan dilupakan karena sesungguhnya merekalah yang sedang dituduh oleh kaum Syi’ah dan juga oleh sebagian Ahlusunnah bahwa sebagian tokoh mereka terjangkit penyakit kenashibian atau bahkan sebagai seorang Nâshibi….
Gelar ini juga membuat repot bagi sebagian Ahlusunnah yang moderat, karena sebagian Syi’ah men-generalisir (menyamaratakan) untuk dijatuhkan kepada Ahlusunnah.

Ia (An Nushb/Nashibi/Nawashib) adalah sebuah redaksi/lafadz yang butuh untuk diurai dan diganti dengan redaksi lain yang bersifat Syar’i [berbasis nash-nash Islami]. Redaksi ini sepeti halnya juga redaksi-redaksi kemazhaban lainnya yang akan lebih afdhal bagi pemikiran pembaharuan Islam untuk diganti dengan redaksi Syar’i. Tetapi izinkan saya menggunakannya sebelum tuntas uraian tentangnya kemudian mengkiritisinya, lalu saya akan mengganti redaksi itu dengan redaksi Syar’i untuk istilah ini. Baca lebih lanjut

Penipuan Gelar Sektarian (3) Catatan Tentang Al Jahmiyah dan Rafidhah


Penipuan Gelar Sektarian (3): 

Catatan Atas Edisi: 1 & 2 Tentang Al Jahmiyah dan Rafidhah!

Oleh: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliki.

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=345

Hasan FarhanPada edisi pertama telah kami bincangkan tentang khurafatnya gelar Jahmiyah, dan sesungguhnya tidak ada di muka bumi seorang yang mengatakan: Aku seorang berfaham Jahmiyah. Dan tidak benar/valid akidah atau mazhab yang dinisbatkan kepada Jahm, tidak juga sebuah buku karangan yang ia tulis. Jahm hanya seorang pejuang yang bangkit melawan (kezaliman) bani Umayyah, dan ia terbunuh pada tahun 128 H di Khurasan dalam Revolusi yang dipimpin al Harits bin Suraij yang terkenal.

Dan pada edisi kedua kami telah bicarakan tentang gelar Rawafidh/Rafidhah, bahwa sesungguhnya tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang berkata saya seorang Rafidhah (kecuali segelintir orang di hari-hari ini dan itupun dalam rangka pertengkaran kemazhaban). Dan sesungguhnya asal muassal gelar itu adalah ditetapkan untuk orang yang menolak membela Imam Zaid dan untuk fase sejarah tertentu dan Imam Zaid tidak memaksudkan mengabadikan dan melegalisasi gelar itu sebagaimana beliau juga tidak menggunakannya untuk orang yang menolak kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, karena mereka tidak menolaknya ketika gelar Rafidhah itu disematkan oleh Imam Zaid kepada mereka, dan bahkan andai mereka menolaknya pun gelar itu bukan demikian konotasinya. Baca lebih lanjut

Kenali Setan Pasti Kamu Mengenal Partai Setan!

Kenali Setan Pasti Kamu Mengenal Partai Setan!

Persembahan Untuk Ekstrimis Salafi Yang Haus Darah Dan Gila Permusuhan!

Oleh: Syaikh Hasan Farhan al Maliky.

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1230

Siapa yang memusuhi seluruh dunia, seluruh mazhab dan seluruh aliran … dst; dan ia menyangka bahwa berdasarkan syari’at ia wajib memusuhi mereka semua?!

Orang seperti itu adalah sedang mengikuti setan dalam agenda permusuhan. Dan orang yang mengikuti setan dalam agenda permusuhan pasti ia mengikuti setan dalam agenda-agenda setani lainnya. Permusuhan dan kebencian adalah agenda besar setan, maka sucikan dirimu dari kedua agenda setan tersebut!

Hasan FarhanSejelek-jeleknya orang yang sesat adalah orang yang menyangka bahwa dirinya termasuk orang-orang yang mendapatkan hidayah, petunjuk Allah! Karenanya setan dengan mudahnya menuangkan agendanya ke dalam diri orang seperti itu karena kedunguannya, maka ia membinasakan dirinya sebagai jongos setan.

Kenali setan pasti kamu mengenal partainya! Baca lebih lanjut

Penipuan Gelar Sektarian (2): Gelar Rafidhah Adalah Khurafat!

Penipuan Gelar Sektarian (2)

Gelar Rafidhah Adalah Khurafat!

Oleh: Syaikh Hasan bin Farhan al Maliky

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=333

Hasan FarhanSeperti telah lewat kita bicarakan pada edisi sebelumnya tentang gelar Jahmiyah dan sesungguhnya itu adalah nama untuk sekte yang tidak pernah maujud di atas muka bumi, dan sesungguhnya Jahm bin Shafwân adalah seorang pejuang berbasis politis yang bangkit (menentang penguasa tiran), dan ia tidak meninggalkan sebuah karya tulis/kitab atau warisan pemikiran, dan ideologis dan juga tidak memiliki murid-murid, dan tidak ada seorang pun di muka bumi mengaku dirinya seorang Jahmi. Serta tidak shahih sanad tentang pemikiran/pendapat yang dinisbatkan kepadanya. Jadi jahmiyah adalah gelar khurafat (yang tidak ada wujudnya). Demikian yang telah kita buktikan dalam edisi sebelumnya.

Kini kita akan mengupas gelar khurafat kedua yaitu gelar Rafidhah. Dan pada edisi yang akan datang kita akan kaji tentang gelar Nawâshib.

Mari kita mulia dengan mengupas tengang gelar Rafidhah.

Gelar atau sifat ini pertama kali dilontarkan/diluncurkan oleh Sang pejuang; Zaid bin Ali pada tahun 122 H untuk menggelari sekelompok orang Syi’ah yang menolak membelanya dalam perjuangannya tersebut ketika ia bangkit melawan Hisyam bin Abdil Malik dikarenakan perselisihan mereka dengan Zaid dalam masalah kekhalifahan atau dalam masalah keutamaan Abu Bakar dan Umar.

Penamaan itu bersifat politis dan temporer dialamatkan kepada mereka karena mereka menolak…. Titik! Ia bukan penamaan bersifat agamis untuk mereka yang menolak kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, seperti yang setelah itu disalah-gunakan demi kepentingan mazhab. Baca lebih lanjut

Penipuan Gelar Sektarian (1): Jahmiyah Adalah Khurafat!

Penipuan Gelar Sektarian (1)

Jahmiyah Adalah Khurafat!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=321

Oleh: Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

.

Hasan FarhanKeterherananku tak berakhir ketika aku menemukan para sarjana sekarang ini tidak pernah mau meneliti dalam memahami gelar-gelar sektarian, padahal tidak sulit untuk melakukan penelitian itu, seperti gelar: Sunni, Syi’ah, Jahmi, Rafidhi, Salafi, Murji’i, Qadari dsb.

Sebagai contoh gamblang kita ambil saja gelar Jahmiyah, sekarang kamu tidak memasuki sebuah perpustakaan manapun kecuali kamu menemukan di dalamnya puluhan buku yang mengecam (sekte) Jahmiyah, sementara tidak ada seorang pun di muka bumi ini sejak (Nabi) Adam hingga hari ini yang berkata: “saya seorang Jahmi” (yang beraliran Jahmiyah)! Baca lebih lanjut

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 2)

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 2)

Sumber: http://www.almaliky.org/news.php?action=view&id=278

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

.

Shalat Kita Bukan Shalat Qur’ani

hasan_Farhan

Shalat kita –pada umumnya- tidak mencegah kita dari perbuatan keji dan kemungkaran! Tahukah kamu, mengapa demikian? Karena shalat kita bukan shalat seperti yang diperintahkan Allah. Shalat kita telah dirusak oleh setan.

Bukti akan hal itu adalah bahwa orang-orang yang paling banyak shalat justeru mereka adalah orang yang paling getol dalam mengerjakan kemungkaran terbesar dalam pandangan Al Qur’an. Mereka orang yang paling jauh dari ilmu-ilmu pasti/ajaran-ajaran Al Qur’an teragung.

Shalat seharusnya difahami sesauai dengan tuntunan Qur’ani. Shalat dalam tuntunan Al Qur’an harus menjadikan kekhusyu’an sebagai rukun utama dan terpentingnya. Adapun shalat menurut tuntunan Mazhab tidak kita temukan di dalamnya kekhusyu’an sebagai rukun dan kewajibannya. Shalat dalam tuntunan Al Qur’an harus dibarengi dengan pengertian dan merasapi setiap kata yang diucapkan di dalamnya. Apa arti Allahu Akbar yang kamu ulang-ulang dalam shalat itu? Allah Maha besar dibanding apa? Apakah ada yang mampu menjawabnya dengan jujur?! Baca lebih lanjut

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 1)

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 1)

.

Sumber: http://www.almaliky.org/news.php?action=view&id=278

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

hasan_Farhan

Saya berharap pembaca atau rekan pengunjung tidak hanya menjadi Imma’ah (asal ikut-ikutan). Artinya saya tidak ingin ia hanya bersamaku dan tidak bersama yang lain. Tetapi hendaknya ia bersama informasi yang benar di manapun ia temukan. Saya tidak ingin mengulang-ulang tragedi ilmiah. Konsentrasi saya terfokus pada mengembalikan akal-akal manusia –di masyarakat Saudi, di mana saya hidup di sana- kepada tulang tengkorak mereka dan mengembalikan hat-hati mereka ke dalam dada-dada mereka setelah akal-akal dan hati-hati mereka diculik oleh kaum Ghulat (Salafi Ekstrim) yang dungu. Sehingga kini satu Salafi DUNGU di tengah-tengah kita memiliki sejuta akal dan sejuta hati, sejuta mata dan sejuta telinga…

penculikan itu dilakukan atas nama agama, kemudian akal-akal dan hati-hati itu disimpan rapat di gudang tengkorak, sehingga ia sendiri (si penculik) tidak mengambil manfaat dari akal-akal dan hati-hati yang ia curi dan tidak juga ia membiarkan pemiliknya memanfaatkannya. Tugas utama saya adalah berusaha –sebisa mungkin- mengembalikan akal-akal dan hati-hati yang dicuri itu kepada pemiliknya. Dan saya akan menyebutkan kepada mereka pengalaman pribadi saya dalam usaha mengembalikan akal dan hati nurani saya, pendengaran dan mata saya setelah mereka curi untuk watku yang cukup lama. Dan orang yang merasakan kehilangan akal kemudian ia menemukannya kembali nikmat agung itu maka pasti ia tidak akan menyerahkannya lagi, tidak kepada pencuri pertama tidak pula kepada pencuri lain. Baca lebih lanjut

Akar Kejahatan Teroris Salafy Al Qaeda Dan Afiliasinya ISIS, al Nushrah, Boko Haram dkk

Akar Kejahatan dan Kebiadaban Teroris Salafy Wahabi

Segala sesuatu pasti ada asal usulnya lalu darimanakah akar kejahatan dan kebiadaban para teroris berjubah seperti Al Qaedah dan afiliasinya ISIS, Jabhah al Nushrah, Boko Haram dkk yang mengatas namakan kejahatannya tersebut kepada Islam dan Nabi Suci Muhammad saw yang rahmatan lil alamin itu?

Semua kejahatan mereka seperti membantai rakyat sipil tak berdosa, memenggal kepala-kepala mereka dengan menggoroknya hidup-hidup bahkan dengan pisau tumpulmembakar hidup-hidup rakyat sipil yang mereka tawan, menggantungkan kepala-kepala para ulama dan kaum tak berdosa di jalan-jalan, meledakkan masjid-masjid kaum Muslimin, meledakkan makam anbiya’ dan para awliya’ dan berbagai kejahatan yang tak terbayangkan oleh pikiran sehat siapapun…

Tak lain dan tak bukan  kejahatan-kejahatan tersebut, mereka teladani dan warisi dari para pujaan dan panutan mereka yaitu kaum Nawashib  (pembenci keluarga Nabi saw) khususnya Bani Umayyah si pohon terkutuk dalam Al Qur’an. Bahkan mereka dengan bangga menamakan bataliyon-bataliyon mereka dengan nama para pembantai dan tokoh sadis dalam sejarah hitam Islam dari Bani Umayah seperti Bataliyon Yazid bin Muawiyah (lihat disini: https://www.youtube.com/watch?v=LN5QAAb_7go )

Syekh Hasan bin Farhan al Maliky yang telah melakukan riset kurang lebih 25th tentang sejarah Islam mengatakan bahwa  mazhab paling jelek perlakuan semena-menanya adalah mazhabnya kaum Nashibi yaitu pengikut bani Umayyah dan mereka yang terpengaruh dengan mereka. Dan Bani Umayyah mengambilnya dari Mu’awiyah,  dan Mu’awiyah telah menghidupkan kembali tradisi ibunya: Hindun binti Utbah si pengunyah jantung Hamzah dan tradisi bapaknya: Abu Sufyan yang telah menusukkan dengan ujung tombaknya ke pelipis Hamzah (jasad Hamzah paman Nabi saw _red)! Kekejaman dan berkreasi dalam menyiksa dan menghukum yang sama sekali tidak pernah disyari’atkan Allah telah diadopsi oleh Para Ekstrimis Salafy (sekarang) dari kaum Nawashib…  Baca lebih lanjut

Tanggapan Atas Pembakaran Pilot Yordania Mu’adz Kasasibah (rh)

Tanggapan Atas Pembakaran Pilot Yordania Mu’adz Kasasibah

 SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1027

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanTanggapan Atas Pembakaran hidup-hidup Pilot Yordania; Mu’adz al Kasasibah -Semoga Allah Merahmatinya- yaitu Harus Dilakukan Pembersihan Warisan Madzhabiyah

Kami kenal panutan (rujukan) pemikiran ISIS… Kami kenali tokoh-tokoh dan idola panutan mereka… Kami kenali chanel-chanel TV yang menjijikkan dan bermakar sangat tajam… Kami kenali semua itu. Dan Allah lebih keras pembalasan-Nya.

Memvideokan pembakaran Al Kasasibah adalah siksa tambahan buatan manusia melebihi siksaan yang juga dibuat manusia, karena keluarga dan anak-anak korban pembakaran itu akan terbayang-bayang terus tayangan keji itu sepanjang hidupnya. Dan semua kekejian itu adalah “BERKAT” KAUM GHULAT (EKSTRIMIS WAHABI SALAFY).  Baca lebih lanjut

Membakar Manusia Hidup-hidup… Antara Hukum Agama Dan Praktik Sejarah

Menyoroti Eksekusi Pilot Yordania Mu’adz Kasasibah Dengan Dibakar Hidup-hidup Oleh ISIS

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1026

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Bukan yang pertama kali gerombolan ekstrimis dan teroris salafy berjubah agama ini (ISIS, al Nusroh dll) yang diperalat barat dan antek-anteknya di Timur Tengah melakukan kejahatan diluar batas kemanusian, sebelumnya ketika gerakan teroris ini (ISIS) masih bersatu dengan Jabha al Nusroh dibawah al Qaeda mereka juga telah membakar manusia hidup-hidup beberapa kali… cuman waktu itu media khususnya barat tidak membesarkannya maklum yang dibakar warga biasa bukan warga barat atau sekutunya, dan waktu itu kejahatan mereka di Irak dan Suriah masih belum banyak di ketahui Dunia… Silahkan tengok tulisan Syekh Hasanbin Farhan Al Maliky  ketika mereka membakar tiga warga kurdi di Irak disini: 

https://abusalafy.wordpress.com/2014/06/04/ekstrimis-salafi-membakar-hidup-hidup-manusia-tanpa-belas-kasih-2/ 

(-Abu Salafy- )

Hasan FarhanPertama-tama kami ucapkan ungkapan bela sungkawa kami kepada keluarg Pilot Yordania, hendaknya mereka berhias diri dengan kesabaran dan mengharap pahala dari Allah, mudah-mudahan dalam kejadian itu terdapat hikmah dengan dibersihkannya jiwa dan ditingkatkannya derajat.

Kedua: Berulang kali kami katakan, bahwa mengkritik sejarah dan mazhabmazhab, dan menundukkannya kepada Al Qur’an -yang mana ia adalah Rahmat bagi seluruh alam- adalah solusi. Dalam ajakan itu para Ekstrimis (Salafy Wahabi) mengecam kami dan memusuhi kami karena sikap moderat tersebut. Sebelumnya telah kami sebutkan bahwa Pola pikir (kultur) kemunafikan -karena ia bersifat setani- maka ia menyengaja meninsbatkan kepada Nabi saw. beberapa praktik keji dengan multi tujuan dan sasaran, di antaranya adalah mengecam Nabi saw. sendiri. Baca lebih lanjut