Hadis-hadis Kaum Nashibi yang Dishahihkan Ahli Hadis [Bag. 1]

Iklan

Penipuan Gelar Sektarian (4): Nawashib

Penipuan Gelar Sektarian [4]: Nawashib

Oleh: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=351

Hasan Farhan

Hari ini kami akan berbicara tentang kaum Nawâshib. Ia adalah redaksi/gelar yang rumit dan menyebabkan keterpojokan, khususnya bagi kaum Salafy, dan mereka berharap andai redaksi/gelar ini dijauhkan dan dilupakan karena sesungguhnya merekalah yang sedang dituduh oleh kaum Syi’ah dan juga oleh sebagian Ahlusunnah bahwa sebagian tokoh mereka terjangkit penyakit kenashibian atau bahkan sebagai seorang Nâshibi….
Gelar ini juga membuat repot bagi sebagian Ahlusunnah yang moderat, karena sebagian Syi’ah men-generalisir (menyamaratakan) untuk dijatuhkan kepada Ahlusunnah.

Ia (An Nushb/Nashibi/Nawashib) adalah sebuah redaksi/lafadz yang butuh untuk diurai dan diganti dengan redaksi lain yang bersifat Syar’i [berbasis nash-nash Islami]. Redaksi ini sepeti halnya juga redaksi-redaksi kemazhaban lainnya yang akan lebih afdhal bagi pemikiran pembaharuan Islam untuk diganti dengan redaksi Syar’i. Tetapi izinkan saya menggunakannya sebelum tuntas uraian tentangnya kemudian mengkiritisinya, lalu saya akan mengganti redaksi itu dengan redaksi Syar’i untuk istilah ini. Baca lebih lanjut

Penipuan Gelar Sektarian (3) Catatan Tentang Al Jahmiyah dan Rafidhah


Penipuan Gelar Sektarian (3): 

Catatan Atas Edisi: 1 & 2 Tentang Al Jahmiyah dan Rafidhah!

Oleh: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliki.

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=345

Hasan FarhanPada edisi pertama telah kami bincangkan tentang khurafatnya gelar Jahmiyah, dan sesungguhnya tidak ada di muka bumi seorang yang mengatakan: Aku seorang berfaham Jahmiyah. Dan tidak benar/valid akidah atau mazhab yang dinisbatkan kepada Jahm, tidak juga sebuah buku karangan yang ia tulis. Jahm hanya seorang pejuang yang bangkit melawan (kezaliman) bani Umayyah, dan ia terbunuh pada tahun 128 H di Khurasan dalam Revolusi yang dipimpin al Harits bin Suraij yang terkenal.

Dan pada edisi kedua kami telah bicarakan tentang gelar Rawafidh/Rafidhah, bahwa sesungguhnya tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang berkata saya seorang Rafidhah (kecuali segelintir orang di hari-hari ini dan itupun dalam rangka pertengkaran kemazhaban). Dan sesungguhnya asal muassal gelar itu adalah ditetapkan untuk orang yang menolak membela Imam Zaid dan untuk fase sejarah tertentu dan Imam Zaid tidak memaksudkan mengabadikan dan melegalisasi gelar itu sebagaimana beliau juga tidak menggunakannya untuk orang yang menolak kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, karena mereka tidak menolaknya ketika gelar Rafidhah itu disematkan oleh Imam Zaid kepada mereka, dan bahkan andai mereka menolaknya pun gelar itu bukan demikian konotasinya. Baca lebih lanjut

Penipuan Gelar Sektarian (2): Gelar Rafidhah Adalah Khurafat!

Penipuan Gelar Sektarian (2)

Gelar Rafidhah Adalah Khurafat!

Oleh: Syaikh Hasan bin Farhan al Maliky

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=333

Hasan FarhanSeperti telah lewat kita bicarakan pada edisi sebelumnya tentang gelar Jahmiyah dan sesungguhnya itu adalah nama untuk sekte yang tidak pernah maujud di atas muka bumi, dan sesungguhnya Jahm bin Shafwân adalah seorang pejuang berbasis politis yang bangkit (menentang penguasa tiran), dan ia tidak meninggalkan sebuah karya tulis/kitab atau warisan pemikiran, dan ideologis dan juga tidak memiliki murid-murid, dan tidak ada seorang pun di muka bumi mengaku dirinya seorang Jahmi. Serta tidak shahih sanad tentang pemikiran/pendapat yang dinisbatkan kepadanya. Jadi jahmiyah adalah gelar khurafat (yang tidak ada wujudnya). Demikian yang telah kita buktikan dalam edisi sebelumnya.

Kini kita akan mengupas gelar khurafat kedua yaitu gelar Rafidhah. Dan pada edisi yang akan datang kita akan kaji tentang gelar Nawâshib.

Mari kita mulia dengan mengupas tengang gelar Rafidhah.

Gelar atau sifat ini pertama kali dilontarkan/diluncurkan oleh Sang pejuang; Zaid bin Ali pada tahun 122 H untuk menggelari sekelompok orang Syi’ah yang menolak membelanya dalam perjuangannya tersebut ketika ia bangkit melawan Hisyam bin Abdil Malik dikarenakan perselisihan mereka dengan Zaid dalam masalah kekhalifahan atau dalam masalah keutamaan Abu Bakar dan Umar.

Penamaan itu bersifat politis dan temporer dialamatkan kepada mereka karena mereka menolak…. Titik! Ia bukan penamaan bersifat agamis untuk mereka yang menolak kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, seperti yang setelah itu disalah-gunakan demi kepentingan mazhab. Baca lebih lanjut

Tiga Tahapan Cuci Otak Oleh Ekstrimis Salafi Wahabi!

Tiga Tahapan Cuci Otak Oleh Ekstrimis Salafi Wahabi!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1181

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

hasan_Farhan

Bersama terulang-ulangnya kejahatan akan terbongkar kejujuran orang yang jujur.

Bersama terulang-ulangnya kejahatan akan terbongkar kebohongan kaum pembohong.

Mengungkap hakikat kejujuran dan kebohongan bukan perkara yang mudah. Ia butuh kepada banyak kejahatan yang terjadi berulang-ulang.

Sesuai dengan sikap terhadap Chanel-chanel TV Provokatif terdapat keseriusan dalam menanggulangi; karena chanel-chanel itu adalah contoh nyata paling gamblang dari sebuah provokasi. Dan tetap eksisnya chanel-chanel itu adalah bukti yang menyedihkan akan dalamnya pengaruh yang menerobos ke dunia media massa.  Baca lebih lanjut

Penipuan Salafi Wahabi Atas Nama Salaf!

Penipuan Salafi Wahabi Atas Nama Salaf!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=103

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Salaf! Salaf!

Dahulu aku mempercayai mereka (Salafi-Wahabi_red) ketika aku tertipu bahwa mereka benar-benar berada di atas Hasan FarhanMANHAJ para sahabat dan Tabi’în, tetapi kenyataannya aku dapati mereka hanya memilih Salaf yang FASIK dan JAHIL, bahkan kebanyakan mereka tidak ikut memilih, karena mereka bukan para peneliti, akan tetapi memilih apa yang dipilihkan untuk mereka oleh al Lâlakai, Ibnu Buththah dan Ibnu Taimiyah dkk… dan sangat disayangkan bahwa mereka telah meyakinkan banyak orang dan kaum awam bahwa Syari’at Allah harus diambil dari SALAF, dan bukan diambil dari Kitabullah dan Sunnah yang Shahihah!

Mereka tidak serius dalam menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai dua sumber utama Syari’at. Keduanya berada di bawah belas kasih sebagian SALAF mereka. Mereka akan mengizinkan Allah dan Rasul-Nya berperan ketika mereka kehendaki saja. Sehingga jadilah Syari’at kita bukan bersumber dari Allah, khususnya dalam Akidah. Tetapi para pendeta yang kita jadikan tuhan-tuhan, persis seperti yang dilakukan umat-umat sebelum kita.
Baca lebih lanjut

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 2)

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 2)

Sumber: http://www.almaliky.org/news.php?action=view&id=278

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

.

Shalat Kita Bukan Shalat Qur’ani

hasan_Farhan

Shalat kita –pada umumnya- tidak mencegah kita dari perbuatan keji dan kemungkaran! Tahukah kamu, mengapa demikian? Karena shalat kita bukan shalat seperti yang diperintahkan Allah. Shalat kita telah dirusak oleh setan.

Bukti akan hal itu adalah bahwa orang-orang yang paling banyak shalat justeru mereka adalah orang yang paling getol dalam mengerjakan kemungkaran terbesar dalam pandangan Al Qur’an. Mereka orang yang paling jauh dari ilmu-ilmu pasti/ajaran-ajaran Al Qur’an teragung.

Shalat seharusnya difahami sesauai dengan tuntunan Qur’ani. Shalat dalam tuntunan Al Qur’an harus menjadikan kekhusyu’an sebagai rukun utama dan terpentingnya. Adapun shalat menurut tuntunan Mazhab tidak kita temukan di dalamnya kekhusyu’an sebagai rukun dan kewajibannya. Shalat dalam tuntunan Al Qur’an harus dibarengi dengan pengertian dan merasapi setiap kata yang diucapkan di dalamnya. Apa arti Allahu Akbar yang kamu ulang-ulang dalam shalat itu? Allah Maha besar dibanding apa? Apakah ada yang mampu menjawabnya dengan jujur?! Baca lebih lanjut

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 1)

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 1)

.

Sumber: http://www.almaliky.org/news.php?action=view&id=278

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

hasan_Farhan

Saya berharap pembaca atau rekan pengunjung tidak hanya menjadi Imma’ah (asal ikut-ikutan). Artinya saya tidak ingin ia hanya bersamaku dan tidak bersama yang lain. Tetapi hendaknya ia bersama informasi yang benar di manapun ia temukan. Saya tidak ingin mengulang-ulang tragedi ilmiah. Konsentrasi saya terfokus pada mengembalikan akal-akal manusia –di masyarakat Saudi, di mana saya hidup di sana- kepada tulang tengkorak mereka dan mengembalikan hat-hati mereka ke dalam dada-dada mereka setelah akal-akal dan hati-hati mereka diculik oleh kaum Ghulat (Salafi Ekstrim) yang dungu. Sehingga kini satu Salafi DUNGU di tengah-tengah kita memiliki sejuta akal dan sejuta hati, sejuta mata dan sejuta telinga…

penculikan itu dilakukan atas nama agama, kemudian akal-akal dan hati-hati itu disimpan rapat di gudang tengkorak, sehingga ia sendiri (si penculik) tidak mengambil manfaat dari akal-akal dan hati-hati yang ia curi dan tidak juga ia membiarkan pemiliknya memanfaatkannya. Tugas utama saya adalah berusaha –sebisa mungkin- mengembalikan akal-akal dan hati-hati yang dicuri itu kepada pemiliknya. Dan saya akan menyebutkan kepada mereka pengalaman pribadi saya dalam usaha mengembalikan akal dan hati nurani saya, pendengaran dan mata saya setelah mereka curi untuk watku yang cukup lama. Dan orang yang merasakan kehilangan akal kemudian ia menemukannya kembali nikmat agung itu maka pasti ia tidak akan menyerahkannya lagi, tidak kepada pencuri pertama tidak pula kepada pencuri lain. Baca lebih lanjut

Akar Kejahatan Teroris Salafy Al Qaeda Dan Afiliasinya ISIS, al Nushrah, Boko Haram dkk

Akar Kejahatan dan Kebiadaban Teroris Salafy Wahabi

Segala sesuatu pasti ada asal usulnya lalu darimanakah akar kejahatan dan kebiadaban para teroris berjubah seperti Al Qaedah dan afiliasinya ISIS, Jabhah al Nushrah, Boko Haram dkk yang mengatas namakan kejahatannya tersebut kepada Islam dan Nabi Suci Muhammad saw yang rahmatan lil alamin itu?

Semua kejahatan mereka seperti membantai rakyat sipil tak berdosa, memenggal kepala-kepala mereka dengan menggoroknya hidup-hidup bahkan dengan pisau tumpulmembakar hidup-hidup rakyat sipil yang mereka tawan, menggantungkan kepala-kepala para ulama dan kaum tak berdosa di jalan-jalan, meledakkan masjid-masjid kaum Muslimin, meledakkan makam anbiya’ dan para awliya’ dan berbagai kejahatan yang tak terbayangkan oleh pikiran sehat siapapun…

Tak lain dan tak bukan  kejahatan-kejahatan tersebut, mereka teladani dan warisi dari para pujaan dan panutan mereka yaitu kaum Nawashib  (pembenci keluarga Nabi saw) khususnya Bani Umayyah si pohon terkutuk dalam Al Qur’an. Bahkan mereka dengan bangga menamakan bataliyon-bataliyon mereka dengan nama para pembantai dan tokoh sadis dalam sejarah hitam Islam dari Bani Umayah seperti Bataliyon Yazid bin Muawiyah (lihat disini: https://www.youtube.com/watch?v=LN5QAAb_7go )

Syekh Hasan bin Farhan al Maliky yang telah melakukan riset kurang lebih 25th tentang sejarah Islam mengatakan bahwa  mazhab paling jelek perlakuan semena-menanya adalah mazhabnya kaum Nashibi yaitu pengikut bani Umayyah dan mereka yang terpengaruh dengan mereka. Dan Bani Umayyah mengambilnya dari Mu’awiyah,  dan Mu’awiyah telah menghidupkan kembali tradisi ibunya: Hindun binti Utbah si pengunyah jantung Hamzah dan tradisi bapaknya: Abu Sufyan yang telah menusukkan dengan ujung tombaknya ke pelipis Hamzah (jasad Hamzah paman Nabi saw _red)! Kekejaman dan berkreasi dalam menyiksa dan menghukum yang sama sekali tidak pernah disyari’atkan Allah telah diadopsi oleh Para Ekstrimis Salafy (sekarang) dari kaum Nawashib…  Baca lebih lanjut

Membakar Manusia Hidup-hidup… Antara Hukum Agama Dan Praktik Sejarah

Menyoroti Eksekusi Pilot Yordania Mu’adz Kasasibah Dengan Dibakar Hidup-hidup Oleh ISIS

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1026

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Bukan yang pertama kali gerombolan ekstrimis dan teroris salafy berjubah agama ini (ISIS, al Nusroh dll) yang diperalat barat dan antek-anteknya di Timur Tengah melakukan kejahatan diluar batas kemanusian, sebelumnya ketika gerakan teroris ini (ISIS) masih bersatu dengan Jabha al Nusroh dibawah al Qaeda mereka juga telah membakar manusia hidup-hidup beberapa kali… cuman waktu itu media khususnya barat tidak membesarkannya maklum yang dibakar warga biasa bukan warga barat atau sekutunya, dan waktu itu kejahatan mereka di Irak dan Suriah masih belum banyak di ketahui Dunia… Silahkan tengok tulisan Syekh Hasanbin Farhan Al Maliky  ketika mereka membakar tiga warga kurdi di Irak disini: 

https://abusalafy.wordpress.com/2014/06/04/ekstrimis-salafi-membakar-hidup-hidup-manusia-tanpa-belas-kasih-2/ 

(-Abu Salafy- )

Hasan FarhanPertama-tama kami ucapkan ungkapan bela sungkawa kami kepada keluarg Pilot Yordania, hendaknya mereka berhias diri dengan kesabaran dan mengharap pahala dari Allah, mudah-mudahan dalam kejadian itu terdapat hikmah dengan dibersihkannya jiwa dan ditingkatkannya derajat.

Kedua: Berulang kali kami katakan, bahwa mengkritik sejarah dan mazhabmazhab, dan menundukkannya kepada Al Qur’an -yang mana ia adalah Rahmat bagi seluruh alam- adalah solusi. Dalam ajakan itu para Ekstrimis (Salafy Wahabi) mengecam kami dan memusuhi kami karena sikap moderat tersebut. Sebelumnya telah kami sebutkan bahwa Pola pikir (kultur) kemunafikan -karena ia bersifat setani- maka ia menyengaja meninsbatkan kepada Nabi saw. beberapa praktik keji dengan multi tujuan dan sasaran, di antaranya adalah mengecam Nabi saw. sendiri. Baca lebih lanjut

Seri Kejahatan Mu’awiyah (2): Mu’awiyah Mencongkel Dan Menggusur Kuburan Para Syuhada’ Uhud

Seri Kejahatan Mu’awiyah: Mu’awiyah Mencongkel Dan Menggusur Kuburan Para Syuhada’ Uhud Dan Memukul Jasad Sayyidina Hamzah Hingga Menyemburkan darah Segar

Pendahuluan

Dalam artikel ringkasnya, Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky menyebutkan beberapa realita sejarah kejahatan Mu’awiyah yang boleh jadi sebagiannya asing bagi kaum Muslimin (tentu keasingan data-data kejahatan Mu’awiyah itu disebabkan upaya “ngotot” Mu’awiyah dan Bani Umayyah melalui “tukang-tukang sihirnya” -(baca: para ulama istana dan para penjilat berkedok agama- yang bekerja siang-malam untuk mempercantik wajah tuan mereka),,, tetapi demikian Syeikh Hasan telah menyebutkan dengan sangat detail dn terinci dengan menghadirkan data-data/ riwayat-riwayat tentangnya di berbagai buku berharga yang beliau tulis …. Hanya saja mungkin tidak banyak yang sempat menelaahnya. Karenanya dalam artikel ini saya akan mencoba membantu Anda untuk menyaksikan langusng beberapa data tentangnya.  Baca lebih lanjut

Inilah Mu’awiyah Yang Kalian Promosikan Kepada Dunia!

Mengenal Lebih Dekat Mu’awiyah Yang Dibanggakan Kaum Salafi Wahabi Nawashib!

Oleh Abu Salafy

Yang sangat mengherankan adalah orang-orang -yang mengaku mencintai Nabi saw.- memuji oknum-oknum yang telah menghabiskan hidup mereka dalam memerangi Rasulullah saw, Ahlulbait/keluarga dekat dan para sahabat beliau selama delapan puluh tahun!

Mu’awiyah lahir lima tahun sebelum kenabian, ia “disusui” dengan kebencian kepada Nabi sejak bayi. Ayahnya adalah Abu Sufyan. Ibunya adalah Hindun si pengunyah jantung Hamzah pama Nabi saw.. Bibinya Hammalatul Hathab/si penggendong kayu bakar (seperti diabadikan dalam surah Al Lahab/Tabbat_red) [1]

Ma’awiyah -pada awal masa periode Mekkah- bagian dari anak-anak kecil yang dipimpin oleh tokoh-tokoh kafir Quraisy untuk menggangu Rasulullah saw.

Dan Mu’awiyah bergabung bersama para remaja/pemuda Quraisy yang juga menggangu dan menyakiti beliau di bagian akhir masa periode Mekkah. Baca lebih lanjut

Antara Sahabat Abu Hurairah dan Para Sahabat Lain

Antara Sahabat Abu Hurairah dan Para Sahabat Lain

.

Oleh Abu Salafy

Dalam daftar nama-nama para sahabat yang terbanyak meriwayatkan hadis, nama Abu Hurairah menempati urutan teratas, kendati ia terbilang agak terakhir dalam memeluk Islam dibanding para sahabat lain, khususnya kaum Muhajirin.

Walaupun banyaknya riwayat yang ia miliki dan kemudian dinukil darinya oleh para tabi’în dan mungkin juga sahabat lain disebabkan beberapa alasan seperti disebutkan, yang sebagiannya telah disampaikan sendiri oleh Abu Hurairah… yaitu bahwa ia lebih berpeluang dan  memang lebih menyiapkan waktu untuk  mendengar hadis dari Nabi saw. tidak seperti sahabat lain yang sibuk dengan urusan dunia mereka... dan tidak seperti Aisyah -yang kata Abu Hurairah disibukkan berdandan dibanding mendengar hadis dari Nabi saw. suaminya- … Terlepas dari itu semua, kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa Abu Hurairah telah “berbanyak-banyak, aktsara”[1] dalam menyampaikan hadis dari dan atas nama Rasulullah saw. dan hal mana mengundang reaksi dan kecurigaan dari sebagian sahabat utamanya Khalifah Umar bin Khaththab dan Ummul Mukminin Aisyah…

Dalam artikel ini kami tidak bermaksud mempermasalahkan Abu Hurairah yang berbanyak-banyak dalam meriwayatkan hadis atas nama dan dari Nabi saw. karena boleh jadi menggeloranya semangat men-tabligh-kan hadis-hadis Nabi saw. dalam jiwanya dan juga didorong rasa tanggung jawab yang sangat tinggi… . Tetapi artikel ini akan menyoroti sikap kontras sebagian sahabat agung di mana mereka begitu takut dan menahan diri dari menyampaikan hadis Nabi saw. Baca lebih lanjut

Seri Kejahatan Mu’awiyah (1): Mu’awiyah Orang Pertama Yang Menawan dan Memperbudak Wanita-wanita Muslimat!

Seri Kejahatan Mu’awiyah (1): Mu’awiyah Orang Pertama Yang Menawan dan Memperbudak Wanita-wanita Muslimat! 

Oleh: Abu Salafy

Kejahatan yang dilakoni Mu’awiyah dan yang tidak pernah akan dilupakan umat Islam adalah pemberontakan dan gerakan separatis untuk memisahkan diri dari pemerintahan Khilafah Islamiyah!

Segala cara telah ditempuh Mu’awiyah untuk tujuan tersebut…. Dan beragam bentuk agenda kejahatan juga dipraktikannya… mulai dari: (1) menuduh Imam Ali –salam atasnya- terlibat dibalik pembunuhan terhadap Khalifah Utsman, (2) menolak mengakui kekhalifahan Imam Ali, (3) menyuap para pemuka kabilah-kabilah agar bergabung mendukungnya dan ratusan agenda jahat lainnya. Dan di antara agenda jahat tersebut adalah apa yang dilancarkan Mu’waiyah -setelah gagalnya mediasi (tahkîm) yang dipaksaan oleh kaum Khawarij akibat mereka tertipu oleh muslihat yang dirancang ‘Amr bin al Âsh- yaitu: Baca lebih lanjut

Fenomena Kemunafikan, Antara Masa Kenabian dan Masa Sahabat.

Fenomena Kemunafikan, Antara Masa Kenabian dan Masa Sahabat.

Oleh: Abusalafy

Kemunafikan dan kaum munafikin adalah ancaman yang harus selalu diwaspadai dan tidak boleh lengah terhadapnya barang sedetik pun. Mereka adalah musuh dalam selimut dan samar makar jahatnya. Karena itu peringatan demi peringatan Allah firmankan agar kita selalu waspada dan bersikap ekstra “melotot” dalam membidik setiap gerak-gerik dan aktifitas berbahaya yang terselubung kemunafikan dan kaum munafikin!

Di masa hidup Nabi saw. wahyu suci selalu turun memperingatkan kaumMuslimin akan bahaya kaum munafikin…. Kendati demikian, mereka tidak segan-segan beraksi dan tidak sedikit pula di antara para sahabat (yang bukan munafik) tertipu oleh penampilan mereka, dan akibatnya menganggap mereka Mukmin sejati yang harus dicintai dan dibela serta dijaga kehormatannya. Baca lebih lanjut