Rezim Tiran Arab Saudi Tangkap Da’i Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky

Rezim Tiran Arab Saudi Tangkap Da’i Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky

Sumber: https://hasanalmaliky.wordpress.com/2017/09/19/rezim-al-saud-tangkap-lagi-syekh-hasan-bin-farhan-al-maliky/

Bersamaan dengan penangkapan beberapa ulama, aktivis dan beberapa amir/pangeran, Rezim Salman dan Bin Salman Menangkap juga Syekh Hasan bin Farhan al Maliky dengan tuduhan yang tidak jelas., mengingat Syekh Hasan tidak terlibat dalam kegiatan politik, gerakan oposisi atau partai apapun dan tidak ada  keterikatan dengan mazhab apapun. Syekh Hasan seorang ulama moderat dan pemikir bebas yang tidak terikat oleh mazhab (mujtahid), beliau juga seorang aktivis anti kekerasan dan terorisme baik terorisme mengatasnamakan agama atau bukan,  disamping itu beliau juga seorang peduli HAM.

Syekh Hasan menurut tweet anaknya ditangkap di kota Abha dan Ini merupakan penangkapan yang ketiga kalinya atas Syekh Hasan, sebelumnya Syekh Hasan juga pernah di tahan dua kali, Dan Sejak dulu sampai penahan terakhir ini Rezim al Saud telah mencekal beliau dengan mencabut paspornya.

Para ulama salafy/wahabi di Arab Saudi sudah lama gerah dengan kevokalan Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky membogkar pemikiran ekstrim salafy/wahabi,  akidah takfirisme dan kritik atas faham atau “manhaj Salaf” mereka, Syekh Hasan selalu mengajak mereka berdialog secara ilmiah jika tidak berkenan dengan kritikan-kritikannya, banyak buku beliau tulis dalam menyanggah ulama salafy/wahabi namun kiranya mereka tidak berani menghadapinya secara ilmiah dengan jantan maka jalan satu-satunya  adalah fitnah dan memakai tangan penguasa untuk membungkam Syekh Hasan bin Farhan al Maliky (cara-cara licik yang  klise di dunia Islam untuk membungkam lawan). Mudah-mudahan Allah SWT menyelamatkan Syekh Hasan bin Farhan al Maliky dari makar jahat mereka.

Berita penangkapan Syekh Hasan bin Farhan al Maliky diberitakan anak beliau Al Abbas bin Hasan al Maliky lewat Twitter.

Sumber: https://twitter.com/alabbas66/status/907198105824714752

.

.

Dibawah beberapa media yang memberitakan penangkapan rezim al Saud terhadap Syekh Hasan Farhan Al Maliky dan aktivis lainnya. Baca lebih lanjut

Iklan

Kriminalisasi Ulama di Arab Saudi

Kriminalisasi Ulama di Arab Saudi

SUMBER: https://news.detik.com/kolom/3642435/kriminalisasi-ulama-di-arab-saudi

Jakarta – Krisis politik antara Arab Saudi dan Qatar tidak hanya membuat kisruh berkepenjangan di kawasan Teluk, tapi juga membuat goncangan di dalam negeri Arab Saudi. Sejumlah ulama ditangkap dan dipenjara oleh pihak kerajaan Arab Saudi. Meskipun media Arab Saudi cenderung mendiamkan peristiwa kriminalisasi ulama tersebut, tapi jagat Twitter di dunia Arab ramai membincangkannya.

Selama ini Arab Saudi dikenal sebagai surga bagi para ulama atau pendakwah yang dicekal di negaranya. Mereka eksodus dan diterima dengan lapang dada oleh Arab Saudi. Yang paling populer adalah Zakir Naik, yang divonis terlibat dalam pendanaan gerakan teroris oleh pemerintah India, tapi akhirnya mendapatkan suaka politik dari kerajaan Arab Saudi. Masih ada beberapa ulama lain yang di negerinya terlibat kasus hukum, tapi diberi tempat perlindungan oleh kerajaan Arab Saudi.

Tidak hanya ulama, Arab Saudi juga menampung sejumlah pemimpin negara yang eksodus akibat kisruh politik, seperti Ben Ali, Presiden Tunisia yang tumbang. Juga, Abd Mansour Hadi Rabbu, Presiden Yaman yang dikudeta oleh kelompok Houthi. Baca lebih lanjut

Video: Bagi Raja dan Amir-Amir Arab Saudi Syariat Islam Hanya Berlaku Di Dalam Negeri!

Video: Bagi Raja dan Amir-Amir Arab Saudi Syariat Agama Hanya Berlaku Di Dalam Negeri

Raja Arab Saudi memasang gelar sendiri untuk dirinya “Khadimul Haramain” (Pelayan dua kota suci Makkah dan Madinah, biar terkesan Islami – Istilah ini menggantikan gelar yang mereka pasang sebelumnya di depan nama Raja yaitu صاحب الجلالة الملك [Paduka Raja Yang Agung], penggantian gelar ini tidak lama setelah peristiwa penyerangan Masjidil Haram oleh Juhayman al-Otaybi seorang salafy yang muak melihat kehidupan keluarga kerajaan yang bertentangan dengan syariat Islam. Sementara untuk para amir masih tetap disematkan gelar kebangsawanan صاحب السمو الملكي [Paduka Pangeran Yang Mulya, ]).

Raja Arab Saudi Mengklaim negaranya negara Islam dan pemerintahannya pemerintahan Islami, maksudnya berlandaskan dan menjalankan syariat Islam. Seperti wanita dilarang menyetir mobil, bepergian sendiri, dan larangan bersalaman pria dengan wanita yang bukan muhrim, dan banyak lagi hal-hal yang syar’i yang harus diikuti di negara otoriter, negara tanpa DPR yang dipilih rakyat ini.

Apakah benar negara tersebut konsekwen menjalankan syariat Islam? nati dulu, sistem kerajaan yang turun temurun sendiri adalah sistem bid’ah dholalah yang bertentangan dengan Islam dan  tidak pernah diajarkan Nabi saw, tidak pernah dilakukan salaf saleh khususnya empat khalifa. Klaim-klaim tersebut sah-sah saja tapi faktanya, negara ini untuk menjaga keamanan negaranya saja harus membayar milyaran dollar kepada Amerika Serikat (AS) sekutu terdekatnya, di Saudi terdapat banyak pangkalan militer AS, membina hubungan baik secara rahasia maupun terang-terangan dengan Zionis Israel yang memusuhi Islam dan menjajah tanah Islam Palestina, Lebanon dan Suriah.  Baca lebih lanjut

Sekilas Tanggapan Atas Kebebasan Versi Al Hawâli dan Syi’ah!

Sekilas Tanggapan Atas Kebebasan Versi Al Hawâli dan Syi’ah!

Sumber: http://www.almaliky.org/news.php?action=view&id=1169

Oleh: Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Kebabasan adalah kamu bisa dengan bebas menjelaskan bahwa pikiran ini atau itu salah atau bid’ah atau syirik, dan selainmu juga bebas menjelaskan bahwa pikiran-pikiran ini atau itu mubâh/boleh dilaksanakan dalam Syari’at atau Sunah… dalam kondisi seperti itu kebebasan adalah milik/hak semua. Adapun kalian memiliki kebebasan menyifati/menuduh orang-orang yang rajin ruku’ dan sujud sebagai penyandang kemusyrikan! Kemudian hak-hak mereka –yang kalian berikan untuk mereka- hanya sebatas hidup dan mati saja! Maka ini jelas adalah Ghuluw/ekstrimisme sikap, arogansi, sikap manja yang berlebihan.

Hasan FarhanDr. Safar al Hawâli berkata sesungguhnya batasan kebebasan Syi’ah di Kerajaan (Arab Saudi) hanya sebatas ia dilahirkan dalam keadaan Syi’ah dan mati dalam keadaan menganut Syi’ah tanpa ada introgasi. Dan hanya ini batas kebebasan Syi’ah. Dan batas ini diberikan lengkap. Tetapi mereka tidak berhak menguasai akidah negeri dan akidah yang dianut mayoritas… dll dan ia berargumentasi dengan sebagian kelompok masyarakat Amerika.. sebatas itulah kebebasan mereka di Amerika.

Ini ringkas pandangannya. Baca lebih lanjut

Penipuan Salafi Wahabi Atas Nama Salaf!

Penipuan Salafi Wahabi Atas Nama Salaf!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=103

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Salaf! Salaf!

Dahulu aku mempercayai mereka (Salafi-Wahabi_red) ketika aku tertipu bahwa mereka benar-benar berada di atas Hasan FarhanMANHAJ para sahabat dan Tabi’în, tetapi kenyataannya aku dapati mereka hanya memilih Salaf yang FASIK dan JAHIL, bahkan kebanyakan mereka tidak ikut memilih, karena mereka bukan para peneliti, akan tetapi memilih apa yang dipilihkan untuk mereka oleh al Lâlakai, Ibnu Buththah dan Ibnu Taimiyah dkk… dan sangat disayangkan bahwa mereka telah meyakinkan banyak orang dan kaum awam bahwa Syari’at Allah harus diambil dari SALAF, dan bukan diambil dari Kitabullah dan Sunnah yang Shahihah!

Mereka tidak serius dalam menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai dua sumber utama Syari’at. Keduanya berada di bawah belas kasih sebagian SALAF mereka. Mereka akan mengizinkan Allah dan Rasul-Nya berperan ketika mereka kehendaki saja. Sehingga jadilah Syari’at kita bukan bersumber dari Allah, khususnya dalam Akidah. Tetapi para pendeta yang kita jadikan tuhan-tuhan, persis seperti yang dilakukan umat-umat sebelum kita.
Baca lebih lanjut

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 2)

Upaya Mengembalikan Akal-akal Kepada Tulang Tengkorak Manusia dan Hati-hati Kepada Dada-dada Mereka (Bag. 2)

Sumber: http://www.almaliky.org/news.php?action=view&id=278

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

.

Shalat Kita Bukan Shalat Qur’ani

hasan_Farhan

Shalat kita –pada umumnya- tidak mencegah kita dari perbuatan keji dan kemungkaran! Tahukah kamu, mengapa demikian? Karena shalat kita bukan shalat seperti yang diperintahkan Allah. Shalat kita telah dirusak oleh setan.

Bukti akan hal itu adalah bahwa orang-orang yang paling banyak shalat justeru mereka adalah orang yang paling getol dalam mengerjakan kemungkaran terbesar dalam pandangan Al Qur’an. Mereka orang yang paling jauh dari ilmu-ilmu pasti/ajaran-ajaran Al Qur’an teragung.

Shalat seharusnya difahami sesauai dengan tuntunan Qur’ani. Shalat dalam tuntunan Al Qur’an harus menjadikan kekhusyu’an sebagai rukun utama dan terpentingnya. Adapun shalat menurut tuntunan Mazhab tidak kita temukan di dalamnya kekhusyu’an sebagai rukun dan kewajibannya. Shalat dalam tuntunan Al Qur’an harus dibarengi dengan pengertian dan merasapi setiap kata yang diucapkan di dalamnya. Apa arti Allahu Akbar yang kamu ulang-ulang dalam shalat itu? Allah Maha besar dibanding apa? Apakah ada yang mampu menjawabnya dengan jujur?! Baca lebih lanjut

Akar Kejahatan Teroris Salafy Al Qaeda Dan Afiliasinya ISIS, al Nushrah, Boko Haram dkk

Akar Kejahatan dan Kebiadaban Teroris Salafy Wahabi

Segala sesuatu pasti ada asal usulnya lalu darimanakah akar kejahatan dan kebiadaban para teroris berjubah seperti Al Qaedah dan afiliasinya ISIS, Jabhah al Nushrah, Boko Haram dkk yang mengatas namakan kejahatannya tersebut kepada Islam dan Nabi Suci Muhammad saw yang rahmatan lil alamin itu?

Semua kejahatan mereka seperti membantai rakyat sipil tak berdosa, memenggal kepala-kepala mereka dengan menggoroknya hidup-hidup bahkan dengan pisau tumpulmembakar hidup-hidup rakyat sipil yang mereka tawan, menggantungkan kepala-kepala para ulama dan kaum tak berdosa di jalan-jalan, meledakkan masjid-masjid kaum Muslimin, meledakkan makam anbiya’ dan para awliya’ dan berbagai kejahatan yang tak terbayangkan oleh pikiran sehat siapapun…

Tak lain dan tak bukan  kejahatan-kejahatan tersebut, mereka teladani dan warisi dari para pujaan dan panutan mereka yaitu kaum Nawashib  (pembenci keluarga Nabi saw) khususnya Bani Umayyah si pohon terkutuk dalam Al Qur’an. Bahkan mereka dengan bangga menamakan bataliyon-bataliyon mereka dengan nama para pembantai dan tokoh sadis dalam sejarah hitam Islam dari Bani Umayah seperti Bataliyon Yazid bin Muawiyah (lihat disini: https://www.youtube.com/watch?v=LN5QAAb_7go )

Syekh Hasan bin Farhan al Maliky yang telah melakukan riset kurang lebih 25th tentang sejarah Islam mengatakan bahwa  mazhab paling jelek perlakuan semena-menanya adalah mazhabnya kaum Nashibi yaitu pengikut bani Umayyah dan mereka yang terpengaruh dengan mereka. Dan Bani Umayyah mengambilnya dari Mu’awiyah,  dan Mu’awiyah telah menghidupkan kembali tradisi ibunya: Hindun binti Utbah si pengunyah jantung Hamzah dan tradisi bapaknya: Abu Sufyan yang telah menusukkan dengan ujung tombaknya ke pelipis Hamzah (jasad Hamzah paman Nabi saw _red)! Kekejaman dan berkreasi dalam menyiksa dan menghukum yang sama sekali tidak pernah disyari’atkan Allah telah diadopsi oleh Para Ekstrimis Salafy (sekarang) dari kaum Nawashib…  Baca lebih lanjut

Membakar Manusia Hidup-hidup… Antara Hukum Agama Dan Praktik Sejarah

Menyoroti Eksekusi Pilot Yordania Mu’adz Kasasibah Dengan Dibakar Hidup-hidup Oleh ISIS

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1026

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Bukan yang pertama kali gerombolan ekstrimis dan teroris salafy berjubah agama ini (ISIS, al Nusroh dll) yang diperalat barat dan antek-anteknya di Timur Tengah melakukan kejahatan diluar batas kemanusian, sebelumnya ketika gerakan teroris ini (ISIS) masih bersatu dengan Jabha al Nusroh dibawah al Qaeda mereka juga telah membakar manusia hidup-hidup beberapa kali… cuman waktu itu media khususnya barat tidak membesarkannya maklum yang dibakar warga biasa bukan warga barat atau sekutunya, dan waktu itu kejahatan mereka di Irak dan Suriah masih belum banyak di ketahui Dunia… Silahkan tengok tulisan Syekh Hasanbin Farhan Al Maliky  ketika mereka membakar tiga warga kurdi di Irak disini: 

https://abusalafy.wordpress.com/2014/06/04/ekstrimis-salafi-membakar-hidup-hidup-manusia-tanpa-belas-kasih-2/ 

(-Abu Salafy- )

Hasan FarhanPertama-tama kami ucapkan ungkapan bela sungkawa kami kepada keluarg Pilot Yordania, hendaknya mereka berhias diri dengan kesabaran dan mengharap pahala dari Allah, mudah-mudahan dalam kejadian itu terdapat hikmah dengan dibersihkannya jiwa dan ditingkatkannya derajat.

Kedua: Berulang kali kami katakan, bahwa mengkritik sejarah dan mazhabmazhab, dan menundukkannya kepada Al Qur’an -yang mana ia adalah Rahmat bagi seluruh alam- adalah solusi. Dalam ajakan itu para Ekstrimis (Salafy Wahabi) mengecam kami dan memusuhi kami karena sikap moderat tersebut. Sebelumnya telah kami sebutkan bahwa Pola pikir (kultur) kemunafikan -karena ia bersifat setani- maka ia menyengaja meninsbatkan kepada Nabi saw. beberapa praktik keji dengan multi tujuan dan sasaran, di antaranya adalah mengecam Nabi saw. sendiri. Baca lebih lanjut

Jangan Jadikan Kaum Buta Agama Sebagai Rujukanmu Dalam Syari’ah! (2)

Jangan Jadikan Kaum Buta Agama Sebagai Rujukanmu Dalam Syari’ah! (2)

Pemahaman pas-pasan terhadap nash Syari’at akan menghasilkan penyimpangan dan fatwa-fatwa primitif yang menggelikan serta mencerminkan keterbelakangan mental.

Itu kira-kira yang sering kita dapati dari “tukang fatwa” yang hanya bermodalkan secuil ilmu dan segudang kejahilan dan kecupetan.

Fatwa-fatwa para Mufti Buta Agama itu selalu mencoreng keagungan nilai-nilai mulia Syari’at Islam. Dan fatwa-fatwa Mufti Agung Kerajaan Wahhâbi yang buta jalan istinbàth tidak sedikit yang termasuk darinya.

Kerapian dan kebersian adalah nilai yang dijunjung tinggi Islam… Tetapi berbeda dengan Mazhab Wahhàbi yang dikawal para masyaikh buta jalan menuju taman kerapian semua nilai Islam itu tidak masuk dalam daftar kepeduliannya. Mufti Wahhâbi Abdul Aziz bin al Bâz memfatwakan bahwa jenggot seorang pria haram dipotong dan di pangkas… Ia harus dibiarkan tumbuh… Haram dipangkas.. Haram!!
Baca lebih lanjut

Jangan Jadikan Kaum Buta Agama Sebagai Rujukanmu Dalam Syari’at!

Jangan Jadikan Kaum Buta Agama Sebagai Rujukanmu Dalam Syari’at!

bin baz_1Berfatwa adalah sebuah aktifitas ilmiah yang membutuhkan penguasaan seperangkat ilmu agama. Ia adalah tugas para fuqahâ’/mujtahid. Penguasaan ilmu asal-asalan dan dangkal akan menyebabkan produk fatwanya menyimpang jauh dari kebenaran! Dan tidak jarang menyesatkan bahkan bisa jadi akan mencoreng kecemerlangan wajah Syari’at Islam.

Sebagaimana seringkali fatwa produk akal-akal kerdil membuat geli kaum berakal… Karenanya kita mesti berhati-hati dalam menerima fatwa dari peramu fatwa! Jangan jadikan mufti buta Syari’at rujukan Anda dalam memahami hukum! Karena si buta tidak tau arah, lalu bagaimana Anda mengikuti jejaknya?!

binbaz2Di bawah ini saya akan ajak Anda sedikit rehat menghibur diri dengan menyimak fatwa lugu lagi lucu nun menggelikan. Tetapi saya harap Anda tidak tertawa terbahak-bahak karena itu dilarang dan kurang etis. Anda cukup berucap Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku akal sehat! Baca lebih lanjut

Jangan Jadikan Kaum Buta Agama Sebagai Rujukan Akidahmu!

Jangan Jadikan Kaum Buta Agama Sebagai Rujukan Akidahmu!

bin baz_1Dusta dan kebodohan adalah ciri khas pada mufti dan masyâikh Salafy Wahhâbi… Klaim-klaim palsu adalah senjata unggulan para pengawal mazhab kejahilan dan haus darah yang satu ini. Dan yang tidak kalah khasnya adalah “suci dan bersihnya” muka mereka dari rasa malu, sehingga tidak sedikit pun masuk dalam pertimbangan mereka bahwa dusta dan kepalsuan klaim mereka kelak akan terbongkar dan mereka akan dipermalukan. Rasa malu, al hayâ’u minal îmân/rasa malu itu sebagian dari iman. Tapi sayangnya, kata yang satu ini telah terhapus dari kamus besar mereka…. Sehingga sulit bagi mereka mengerti apa itu malu?

Mufti Besar Kerajaan Wahhâbi Arab Saudi; Abdul Aziz bin al Bâz adalah salah satu dari masyâikh Salafy Wahhâbi binbaz2yang laling berani memamerkan kejahilan dan tidak pernah melek menatap cahaya kebenaran… Ia hanya hidup dalam gelapnya kebutaan akidah dan pemikiran!

Dalam salah satu fatwanya yang sangat memalukan karena ia memamerkan puncak kejahilan dan kebutaan pemikirannya, di samping juga membuktikan kedegilan dan pengingkarannya kepada fakta-fakta akidah tak terbantahkan, Bin Bâz berfatwa demikian tentang Ta’wil: Baca lebih lanjut

Syeikh al Albâni (rh) Ulama Salafy Kontemporer Yang Paling Obyektif!

Persembahan Untuk Para Salafiyyun Wahhabiyyun.

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=438

Nasihat Syeikh Hasan bin Farhan Al Maliky: Agar Anggota Salafy Tidak Makin Banyak Yang Menjadi Syi’ah!

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanSyekh Al Albani (rh) adalah ulama salafy kontemporer yang paling obyektif dan bahkan sebagian buku karayanya telah menyebabkan sebagian orang (Salafy) menjadi Syi’ah

Ambillah (contoh) buku Tsumma Syayya’ani al Albâni”

Jika sebagian orang memeluk mazhab Syiah karena membaca buku saya atau buku karya Adnan Ibrahim maka tidak mesti kami berdua ini penganut mazhab Syiah.

Persis seperti al Albâni, tidak diperselisihkan bahwa ia seorang Salafy. Kendati demikian telah banyak orang memeluk mazhab Syiah karena dia.

Kami anjurkan agar Anda mau membaca buku Tsumma Syayya’ani al Albâni (Al Albâni Telah Membuatku Menjadi Seorang Syiah) -silahkan baca/download pdf-: https://ia700703.us.archive.org/29/items/aqaed_ht33_shiites-Albanian/571.pdf

Tsumma_Syayya'ni_Albani.

Buku itu karya seorang peneliti beraliran Salafy tulen (Asy Syaikh Abdulhamid al Jaaf). Jelas sekali bahwa ia seorang penuntut ilmu yang kuat (getol) … Ia bukan seorang awam.

Bacalah bagaimana ia menjadi Syiah.. Ambillah pelajaran darinya. Baca lebih lanjut

Syekh Hasan bin Farhan al Maliky: Bukti Kebohongan “Syaikhul Islam” Ibnu Taimiyyah

Syekh Hasan bin Farhan al Maliky: Bukti Kebohongan “Syaikhul Islam” Ibnu Taimiyyah

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=667

Ibnu Taimiyyah Gembong Pembohong; Imam Para Pembohong!

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanArtikel ini adalah tanggapan kami atas tanggapan tulisan kami “Fatwa Ibnu Taimiyyah – bagian 5 : “Ibnu Taimiyyah berbohong Atas Nama Rasulullah!” (Lihat terjemah kami disini:

(https://abusalafy.wordpress.com/2014/05/07/mantan-pemikir-salafy-syeikh-hasan-bin-farhan-al-maliki-membongkar-kebohongan-dan-penipuan-ibnu-taimiyyah-atas-nama-rasulullah-saw/ )

Sebagian naskah berbeda dalam cetakan, kalau bukan karena kesalahan dalam menyebut rujukan penukilan. Ini pada al Fatâwâ al Kubro, jilid V halaman: 160:

.

 الفتاوى الكبرى – (ج 5 / ص 160)  وَقَدْ ثَبَتَ بِالنَّقْلِ الْمُتَوَاتِرِ الصَّحِيحِ عَنْ النَّبِيِّ أَنَّهُ قَالَ : { خَيْرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ بَعْدَ نَبِيِّهَا أَبُو بَكْرٍ ، ثُمَّ عُمَرُ } رُوِيَ ذَلِكَ عَنْهُ مِنْ نَحْوِ ثَمَانِينَ وَجْهًا) الخ

.

“Dan telah tetap dengan mutawatir yang shahih dari Nabi bahwa ia bersabda: “Sebaik-baik umat ini adalah Abu Bakar kemudian Umar.”. Sabda ini diriwayatkan dari sekitar delapan puluh jalur… ”

.

Semua yang dikatakan Ibnu Taimiyyah di atas adalah kebohongan belaka…  Ucapan itu hanya diriwayatkan sebagai ucapan Ali (bukan sabda Rasulullah saw sebagaimana didakwakan Ibnu Taimiyyah _red). Dan apa yang yang diriwayatkan dari Ali -kalaupun itu shahih- itu sama dengan yang diriwayatkan dari ucapan Abu Bakar  Baca lebih lanjut

Rezim Diktator Wahhabi Salafy Arab Saudi Memenjarakan Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky

Pesan Syeikh Hasan bin Farhan al Mailiky dari Penjara Tempat Beliau Ditahan

.

Hasan FarhanPetisi Bebaskan Syekh Hasan bin Farhan al Maliky dari penjara Rezim Diktator al Saud. Bagi anda yang peduli HAM dan pembebasan Syekh Hasan bin Farhan al Maliky dimohon untuk menandatanganinya, silahkan klik disini:

.

.

https://secure.avaaz.org/ar/petition/lmlk_lswdy_why_lmm_lmtHdh_lfrj_n_lbHth_wlmfkr_lswdy_Hsn_bn_frHn_lmlky/?cZyOEib

Petisi_Untuk_Syekh_Hasan

.

Sebelum kami muat Pesan Syeikh Hasan bin Farhan al Mailiky dari Penjara tempat beliau ditahan, kami ingin memberikan sedikit catatan terkait penahan ini.

Setelah tak dapat  membungkam dengan dalil dan setelah beberapa usaha menyudutkan dan menjatuhkan Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky lewat berbagai bualan, kebohongan dan fitnah baik media cetak dan telivisi akhirnya para ulama dan muthowek salafy wahabi menggunakan tangan-tangan penguasa dholim untuk menjebloskannya kedalam penjara tanpa tuduhan yang jelas…

Mereka para wahabi salafy juga pernah berusaha menjatuhkan Syekh Hasan lewat beberapa dialog atau debat di televisi-televisi propaganda mereka seperti Qanat/Chanel Weshal  yang sedianya men-setaup dialog dengan tujuan menjatuhkan Syekh Hasan dan mempermalukannya lewat dialognya dengan Syekh Ibrahim Al Farisi, tapi malah menjadi bumerang bagi mereka Syekh Hasan mencukur gundul semua argumen Syekh Wahabi Salafy Al Farisi dan terpaksa tv tersebut menghentikan dialog dan tanpa akhlaq islami mengusir Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky dari studio… hal ini malah membuat pamor Syekh Hasan semakin meningkat dan mendapat banyak simpati bagi di dalam kerajaan Arab Saudi maupun Dunia Arab.. kepopuleran Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky semakin meningkat di Dunia Arab dan Islam karena pemikirannya membuat mereka melek dan tercerahkan oleh pemikiran Syekh Hasan.

Kasus ilmuwan dipenjarakan dalam dunia mederen hanya karena pendapat ilmiahnya baru ada hanya dalam dua kasus yaitu kasus ilmuwan yang dipenjarakan karena hasil temuan ilmiahnya tentang Holocaust, yang pemenjaraannya karena desakan Zionis Israel. Dan yang kedua adalah kasus syeikh Hasan bin Farhan Al-Maliky ini yang dipenjarakan oleh sekte Wahabi Salafy yang sesat. Jadi betapa miripnya agama Zionis dan sekte Wahabi Salafy.  Baca lebih lanjut

Kapan Mazhab Kaum Nawâshib Terbentuk? Dan Siapa Pendirinya?

Kapan Mazhab Kaum Nawâshib Terbentuk? Dan Siapa Pendirinya?

 SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=919

.

Seperti kata pepatah: “Cinta itu buta”, cinta membuat pelakunya menjadi buta terhadap yg dicintainya. Cinta Salafy terhadap kaum Nashibi membuatnya mereka buta terhadap kejahatan-kejahatan Nashibi. Sampai hari ini kaum nashibi berlomba-lomba memuji dalam buku berjilid-jilid untuk Muawiyah dan Bani Umayyah, bahkan ada suatu perguruan tinggi yang dapat dengan mudah meluluskan desertasi mahasiswanya yang memuji-muji Bani Muawiyah.

Prilaku Salafy dan Nashibi itu sama dan sebangun. ada sekian banyak penerbit salafy nashibi yang enggan menerbitkan buku-buku keutamaan keluarga Nabi Muhammad s a w, kalau pun ada didalamnya juga penuh dengan distorsi, celaan dan riwayat-riwayat palsu yang menjatuhkan keluarga Nabi s a w. mereka enggan menerbitkan buku-buku tentang Ali, Hasan, Husain, Fathimah dan Khadijah, apalagi tentang Ali Zainal Abidin, Muhammad Al-Bagir, Zaid ibn Ali, Ja’far Ash-Shadiq, Musa Al-Kdhim dll tokoh-tokoh terhormat dan mulia yang punya banyak riwayat-riwayat berharga pada zamannya, mereka diabaikan bahkan seringkali dicemoohkan dengan riwayat-riwayat palsu yang dialamatkan kepada mereka. ini semua tujuannya agar ummat Islam terjauh dari keluarga suci Nabi s a w. namun disaat yang sama mereka gantikan dengan tokoh-tokoh yang lain yang jauh dibawah dari keluarga Rasulullah s a w.  

Dalam artikel kali ini Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky mengungkap Siapa pendiri Mazhab kaum nawashib ini yang jarang diungkap oleh sejarawan dan ahli Hadis dan cenderung ditutup-tutupi bahkan dibela kejahatannya terhadap agama. Dari jarang atau tidak pernahnya dibahas terutama oleh kalangan Salafy Wahhabi maka bahkan banyak umat Islam tidak mengenal istilah nashibi atau nawashib .

Dam diantara ciri-ciri nashibi moderen cenderung enggan menamakan putra-putrinya dengan nama-nama keluarga Nabi saw. seperti nama Ali, Hasan, Husain, Jakfar, Fathimah, Zainab, Khadijah, Sukainah dll. dan ada kecenderungan menggunakan nama-nama tokoh-tokoh pembenci dan musuh-musuh keluarga Nabi saw. seperti Muawiyah, Yazid, Marwan, dll (Abu Salafy)

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanPertama: Redaksi ini (Nushb=Kenashibian, Nâshibi=Orang berfaham Nushb, Nawâshib=Kaum Nâshibi) adalah redaksi/istilah berbasis kemazhaban, kami mengikuti Ahli Hadis dalam menggunakannya, adapun nama asli istilah/nama ini dalam Syari’at adalah an-Nifâq=Kemunafikan seperti disebutkan dalam hadis Nabi saw.

Kedua: Kaum Salafy merasa risih menetapkan dengan pasti siapa orang yang menjadi poros inti dalan kenashibian, penyebaran faham kenashibian dan menanamkannya dengan getol dalam jiwa kebanyakan kaum Muslimin. Bahkan mereka menghindarkan diri dari sekedar menyebut istilah Nushb dalam kajian akidah mereka. Misalnya: Seluruh kitab Akidah mengakui adanya kenashibian, tetapi tidak mengatakan kepada kita kapan ia muncul? Siapa yang mencetuskannya? Mereka hanya berkata: Sekte pertama yang muncul adalah Syi’ah, Khawârij kemudian Qadariyah… Mereka tidak mengatakan tentang kenashibian kapan ia muncul?

Tahukan kalian, mengapa demikian?

Karena pendirinya adalah Mu’awiyah. Sedangkan mereka sangat berlebihan dalam mengkultus Mu’awiyah. Karena itu saya tidak menemukan seorang dari mereka menyebut bahwa Mu’awiyah adalah pendiri aliran kenashibian kecuali adz-Dzahabiitupun sambil malu-malu ia menyebutkannya. Redaksi adz Dzahabi dalam Siyar A’lâm an Nubalâ’, 3/128 demikian:  Baca lebih lanjut