Kapan Mazhab Kaum Nawâshib Terbentuk? Dan Siapa Pendirinya?

Kapan Mazhab Kaum Nawâshib Terbentuk? Dan Siapa Pendirinya?

 SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=919

.

Seperti kata pepatah: “Cinta itu buta”, cinta membuat pelakunya menjadi buta terhadap yg dicintainya. Cinta Salafy terhadap kaum Nashibi membuatnya mereka buta terhadap kejahatan-kejahatan Nashibi. Sampai hari ini kaum nashibi berlomba-lomba memuji dalam buku berjilid-jilid untuk Muawiyah dan Bani Umayyah, bahkan ada suatu perguruan tinggi yang dapat dengan mudah meluluskan desertasi mahasiswanya yang memuji-muji Bani Muawiyah.

Prilaku Salafy dan Nashibi itu sama dan sebangun. ada sekian banyak penerbit salafy nashibi yang enggan menerbitkan buku-buku keutamaan keluarga Nabi Muhammad s a w, kalau pun ada didalamnya juga penuh dengan distorsi, celaan dan riwayat-riwayat palsu yang menjatuhkan keluarga Nabi s a w. mereka enggan menerbitkan buku-buku tentang Ali, Hasan, Husain, Fathimah dan Khadijah, apalagi tentang Ali Zainal Abidin, Muhammad Al-Bagir, Zaid ibn Ali, Ja’far Ash-Shadiq, Musa Al-Kdhim dll tokoh-tokoh terhormat dan mulia yang punya banyak riwayat-riwayat berharga pada zamannya, mereka diabaikan bahkan seringkali dicemoohkan dengan riwayat-riwayat palsu yang dialamatkan kepada mereka. ini semua tujuannya agar ummat Islam terjauh dari keluarga suci Nabi s a w. namun disaat yang sama mereka gantikan dengan tokoh-tokoh yang lain yang jauh dibawah dari keluarga Rasulullah s a w.  

Dalam artikel kali ini Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky mengungkap Siapa pendiri Mazhab kaum nawashib ini yang jarang diungkap oleh sejarawan dan ahli Hadis dan cenderung ditutup-tutupi bahkan dibela kejahatannya terhadap agama. Dari jarang atau tidak pernahnya dibahas terutama oleh kalangan Salafy Wahhabi maka bahkan banyak umat Islam tidak mengenal istilah nashibi atau nawashib .

Dam diantara ciri-ciri nashibi moderen cenderung enggan menamakan putra-putrinya dengan nama-nama keluarga Nabi saw. seperti nama Ali, Hasan, Husain, Jakfar, Fathimah, Zainab, Khadijah, Sukainah dll. dan ada kecenderungan menggunakan nama-nama tokoh-tokoh pembenci dan musuh-musuh keluarga Nabi saw. seperti Muawiyah, Yazid, Marwan, dll (Abu Salafy)

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanPertama: Redaksi ini (Nushb=Kenashibian, Nâshibi=Orang berfaham Nushb, Nawâshib=Kaum Nâshibi) adalah redaksi/istilah berbasis kemazhaban, kami mengikuti Ahli Hadis dalam menggunakannya, adapun nama asli istilah/nama ini dalam Syari’at adalah an-Nifâq=Kemunafikan seperti disebutkan dalam hadis Nabi saw.

Kedua: Kaum Salafy merasa risih menetapkan dengan pasti siapa orang yang menjadi poros inti dalan kenashibian, penyebaran faham kenashibian dan menanamkannya dengan getol dalam jiwa kebanyakan kaum Muslimin. Bahkan mereka menghindarkan diri dari sekedar menyebut istilah Nushb dalam kajian akidah mereka. Misalnya: Seluruh kitab Akidah mengakui adanya kenashibian, tetapi tidak mengatakan kepada kita kapan ia muncul? Siapa yang mencetuskannya? Mereka hanya berkata: Sekte pertama yang muncul adalah Syi’ah, Khawârij kemudian Qadariyah… Mereka tidak mengatakan tentang kenashibian kapan ia muncul?

Tahukan kalian, mengapa demikian?

Karena pendirinya adalah Mu’awiyah. Sedangkan mereka sangat berlebihan dalam mengkultus Mu’awiyah. Karena itu saya tidak menemukan seorang dari mereka menyebut bahwa Mu’awiyah adalah pendiri aliran kenashibian kecuali adz-Dzahabiitupun sambil malu-malu ia menyebutkannya. Redaksi adz Dzahabi dalam Siyar A’lâm an Nubalâ’, 3/128 demikian: 

.

سير أعلام النبلاء – (ج 3 / 128) خلف معاوية خلق كثير يحبونه ويتغالون فيه ويفضلونه، إما قد ملكهم بالكرم والحلم والعطاء، وإما قد ولدوا في الشام على حبه، وتربى أولادهم على ذلك. وفيهم جماعة يسيرة من الصحابة، وعدد كثير من التابعين والفضلاء، وحاربوا معه أهل العراق، ونشؤوا على النصب، نعوذ بالله من الهوى) اه

“Mu’awiyah meninggalkan (di tengah-tengah umat Islam_red) banyak orang yang mencitainya dan berlebihan dalam mengkultusnya serta mengutamakannya, ada yang ia kuasai dengan keroyalannya, kesabarannya dalam memaafkan dan santunannya, adapula karena mereka lahir di masa kekuasaanya di negeri Syam, mereka tumbuh dalam kecintaan kepadanya dan anak-anak mereka di didik atasnya. Di antara mereka ada sekelompok sahabat (namun tidak banyak), dan banyak dari kalangan Tâbi’în dan tokoh masyarakat. Mereka bersama Mu’awiyah memerangi penduduk Irak (saat Mu’awiyah memberontak memisahkan diri dan melawan Imam Ali selaku Khalifah yang syah kaum Muslimin_red). Mereka itu (penduduk Syam dan kaum Nashibi lainya) tumbuh atas dasar kenashibian. Kami berlindung kepada Allah dari hawa nafsu.”

Yang dimaksud dengan “Mereka tumbuh atas dasar kenashibian” adalah bahwa Mu’awiyah lah pendiri yang membentuk aliran kenashibian ini.

Ini adalah fakta paling gamblang, tetapi kaum Ghulat (Ekstrimis Salafy) mengatakan: Pencetus faham Syi’ahisme adalah Ibnu Saba’, -padahal ucapan ini adalah batil-, pencetus faham Qadariyah adalah fulan, faham Jahmiyah adalah fulan… Dan demikian seterusnya. Akan tetapi mereka melupakan bid’ah pertama dan pencetusnya… Ini adalah bentuk pengkhianatan mereka dalam kitab-kitab akidah. Mereka tidak menyebut tentang awal kemunculan kaum Nashibi demi membela dan menjaga Mu’awiyah, seakan mereka (kaum Nashibi) itu datang dari planet lain, padahal pemberontakannya memerangi Imam Ali dan juga pelaknatannya atas beliau adalah mutawatir/pasti adanya!

Ini adalah titik poros kelemahan dalam kajian-kajian kaum Salafy. Mereka hingga hari ini tidak berani mengatakan kenyataan demikian. Justeru melakukan sebaliknya terhadap Syi’ah dan Khawârij -walaupun dengan dusta dan kepalsuan-. Adapun terhadap kaum Nashibi sama sekali mereka tidak melakukannya!

Karena itu pada Ekstrimis Salafy terdapat kelemahan metodologi yang sangat besar dalam menyepelekan kaum Nashibi terlebih bahwa bid’ah kenashibian itu adalah satu-satunya bid’ah yang berkuasa memimpin Dunia Islam. Itu satu-satunya bid’ah yang berkuasa dengan tangan besi, memenuhi penjara-penjara dengan tahanan tak bersalah, mematahkan kaki dan tangan serta memotong lidah-lidah dan menyetempel leher-leher orang dengan timah... semua itu demi mengokohkan bid’ah ini.

Ini kesemptan yang tidak dimiliki oleh bid’ah lain apapun… Bid’ah lain tidak berkesempatan memiliki pedang, mimbar, pasukan dan negara sebagaimana bid’ah kenashibian memiliki. Karena itu pengaruh negatifnya sangat besar dan menghujam… Dan anehnya para pakar teologi Islam telah menelusuri dan menyebut-nyebut kelompok-kelompok Ahli Bid’ah dengan detail walaupun mereka itu berada di pojok-pojok negeri atau desa terpencil… tetapi mereka tidak melihat bid’ah yang telah melaknati Ali selama delapan puluh tahun dari atas mimbar-mimbar!

Kebutaan Salafy dari melihat bid’ah ini sebesar-besar bukti mengakarnya hawa nafsu dan lemahnya metodologi ilmiah. Andai mereka obyektif tentu mereka mengatakan: “Aliran/sekte pertama adalah Syi’ah dan kaum Nashibi” Kemudian setelahnya hendaknya mereka menisbatkan Tasyayyu’/Syi’aisme kepada Imam Ali… Setelah itu silahkan mereka mengecek apa saja yang ditambahkan kaum Syi’ah… Dan hendaknya mereka menisbatkan kenashibian kepada Mu’awiyah lalu setelahnya silahkan mengecek apa yang ditambah-tambahkan kaum Nashibi.

Khulashah:

Sesungguhnya puncak kenashibian adalah MELAKNATI IMAM ALI dari atas mimbar-mimbar. Dan kaum Salafy tidak akan pernah menemukan kaum Nashibi yang lebih tulen dari ini. Lalu mengapakah mereka tidak mau mengakui bahwa pendiri sekte Nashibi adalah Mu’awiyah?

Jangan kalian berkata bahwa udzur mereka (kaum Nashibi) adalah demi menjaga kehormatan para sahabat Nabi saw.. Karena mereka juga mengecam kaum Khawarij, sementara pimpinan kaum Khawarij adalah para sahabat juga seperti Zaid bin Hushain dan Hurqûsh bin Zuhair.. Dan mereka itu lebih mulia dibanding Mu’awiyah. Demikian juga mereka mengecam dan “mencoreng nama” para sahabat Ali dengan ketasyayyu’an, bahkan Abu Daud menyebutkan bahwa Bukhari menghindari meriwayatkan hadis dari Abu Thufail ‘Amir bin Wâshilah dikarenakan beliau seorang Syi’ah dan mereka juga mengecam ‘Amr bin al Hamq dan selainnya!

Khulashah yang benar dan ringkas: Karena mereka adalah hasil dan buah dari lahan Umawiyyah bukan buah hasil lahan Khawarij atau Syi’ah… Maka siapa yang termasuk golongan mereka (Nashibi) maka kejelekannya dilupakan.

Dan kaum Nashibi telah mengalami guncangan bertubi-tubi sehingga mereka meringankan kadar kenashibian mereka -walaupun mereka tetap menanamkan dalam jiwa mereka kecintaan kepada tokoh-tokoh Nashibi generasi pertama dan menimba akidah dan hadis dari mereka-. Guncangan terbesar adalah tumbangnya rezim Bani Umayyah… Dan dengan tumbangnya rezim Bani Umayyah berakhirlah pengajaran syair-syair yang mengejek-ejek Nabi Muhammad saw. kepada anak-anak mereka. (dan di masa kekuasaan rezim Bani Umayyah syair-syair ejekan Nabi saw. diajarkan di istana Bani Umayyah) dan dampaknya nyata dalam syair Arab.

Tujuan utama Bani Umayyah adalah berkuasa hingga hari kiamat lalu “menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Isa putra Maryam”, tetapi mereka menyerahkannya kepada Abul Abbas as Saffâh (penguasa pertama dinasti Abbasiyah_red). Obsesi untuk kekuasaan abadi ini menghadapi banyak rintangan.

Rintangan Pertama: Al Qur’an al Karim. Dan mereka mampu mengelilinginya dengan hadis-hadis.

Rintangan Kedua: Nabi saw. Dan mereka sukses mendidik putra-putra mereka untuk mengejek dan menghina Nabi saw.

Rintanga Ketiga: Ali bin Abi Thalib. Dan rintangan ini telah mereka atasi dengan  melaknati Ali di atas mimbar-mimbar dan memalsu hadis yang mencela dan menghinanya. Dan sebagian hadis itu hingga hari ini masih mereka (Salafy) shahihkan, seperti kisah palsu niatan Imam Ali untuk memadu Fatimah Az Zahra -putri Nabi saw.- dengan menikahi putri Abu Jahal.

Rintangan Keempat: Para sahabat terdahulu yang memeluk Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Bani Umayyah telah sukses membunuh kebanyakan dari mereka di perang Shiffîn dan hari pembantaian penduduk kota suci Madinah yang dikenal dengan nama peristiwa al Hurrah. Sementara sisa-sisa sahabat mereka hinakan, sedangkan sebagian lainnya terpengaruh oleh kekuasaan Bani Umayyah dan mendukungnya.

Agenda Bani Umayyah sebagiannya gagal karena tumbangnya kekuasaan Bani Umayyah dan situasi revolusi di Irak sebelum itu. Andai saja Bani Umayyah berlanjut dalam kekuasaan hingga hari ini pastilah kita hari ini melaknati Nabi bukan orang lain, karena tujuan sasaran  Bani Umayyah melaknati Ali -sebagaimana diungkap Ummu Salamah- adalah pribadi Nabi saw. “mereka melaknati Ali dan orang yang mencintai Ali”. Inilah redaksi pelaknatan mereka.

Kaun Ghulat Salafy karena mereka itu kaum DUNGU maka dari itu mereka tidak memahami makar jahat Bani Umayyah. Itu sangat dalam dan lebih jauh dari yang mereka bayangkan...

Sesungguhnya pencongkelan agama secara total sehingga tidak tersisa darinya kecuali teks-teks kosong yang dapat membantu kepentingan mereka… Dan dari rahmat Allah terhadap kaum Muslimin bahwa Bani Umayyah tidak langgeng, khususnya setelah mereka melancarkan agenda kedua mereka -setelah melaknati Imam Ali- yaitu: mengutamakan para khalifah Bani Umayyah atas Nabi saw. Akidah ini mulai muncul di zaman Hajjaj (di akhir abad pertama) dan masa Yusuf bin Umar (di awal abad kedua).

Mereka berpidato menandaskan pengutamaan para raja atas para nabi, tetapi mereka jatuh. Karena itu masih tersisa banyak pengaruh kekuasan negeri Nashibi baik dalam akidah, hadis dan riwayat-riwayat yang para ulama tidak menyadarinya -seperti mereka tidak menyadari semua bentuk kejahatan Bani Umayyah- dan semua itu hari ini menjadi bahan dasar agama mereka, karena kaum Nashibi -setelah tumbangnya kekuasaan Bani Umayyah- bergabung dengan aliran penentang Mu’tazilah dan Syi’ah. Dan markaz mereka di kota Bashrah sebagai ganti kota Syam. Dan dari Bashrah menyebar ke Baghdad.

Dan bukti akan kuatnya pengaruh kaum Nashibi ialah bahwa ketika al Ma’mun dan al Mu’tadhid hendak mencela Mu’awiyah di atas mimbar-mimbar mereka takut kaum awam (masyarakat umum) memberontak (dan tentunya mereka kenyang dengan kenashibian), karena itu dikatakan: Siapa yang ingin kehilangan nyawanya hendaknya mencela Mu’awiyah di pasar Badhdad! Dan Baghdad adalah kota Irak bukan kota di Syam, tetapi kendati demikian penduduknya kenyang dengan pengaruh Bani Umayyah yang datang dari kota Bashrah… Bahkan lahan subur kenashibian ini terus dalam mencela siapa saja yang mencintai Ali, sampai-sampai al Jauzajâni menuduh setiap orang menolak melaknati Imam Ali bahwa ia adalah seorang yag menyimpang akidahnya, seperti yang ia lakukan terhadap Abu Yahya Mashda‘. Al Jauzajâni orang lama, ia wafat tahun 259 H, ia seorang penduduk kota Syam, ia masuk dalam mazhab Hanbali dan berpindah ke negeri Irak -sebagaimana kaum Nashibi lainnya- dan di sana mereka menyebarkan faham kenashibian, mereka melestarikan sisa-sisa faham kenashibian.

An Nushbu/kenashibian tetap menjadi mazhab yang terluas penyebarannya di dalam pemerintahan Bani Abbas, karena kaum Aliwiyyîn (keturunan Imam Ali ra.) adalah ancaman serius atas Bani Abbas, maka dari itu mereka (Bani Abbas) melestarikan dominasi para pemuka agama masyarakat umum demi mendukung bidaya/dasar pemikiran negara mereka.

Mayoritas pemuka pemuka agama itu dari kalangan Ahli Hadis, karena itu al Manshur dan Harun ar Rasyiddan keduanya adalah Nashibi- menghormati Ahli Hadis (untuk dimanfa’atkan sebagai alat penopang kekuasaannya _red) dan menyisir kaum Syi’ah untuk dihukum cambuk dan dibunuh. Syi’ah -di masa kekuasaan al Manshur, Harun ar Rasyid dan al Amin- sebenarnya mereka bukan Syi’ah Imamiyah atau Zaidiyah, sebenarnya mereka itu adalah kaum Ahlusunnah, -akan tetapi- mereka meyakini keutamaan Imam Ali dan para Khalifah dan mereka mengecam Mu’awiyah. Dan kecaman mereka kepada Muawiyah sebenarnya ringan sekali, seperti mengulang-ulang sabda Nabi saw. “Semoga Allah tidak mengenyangkan perutnya (Mu’awiyah)!”, kaum Nashibi membunuh Imam An Nasa’i disebabkan ia menyebar-luaskan riwayat-riwayat keutamaan Imam Ali dan menyebut sabda Nabi saw. tentang Mu’awiyah di atas… Mereka sebuah kekuatan.

Sebagiamana mereka membunuh Imam an-Nasa’i (tahun 303 H) di negeri Syam (tepatnya di Pelestina sekarang_red), mereka juga mengepung ath Thabari dan memenjarakannya di rumahnya sendiri (tahun 310 H) di Baghdad, dan memukul al Hakim di Khurasan (Iran) pada tahun 405H… Jadi perhatikan betapa pengaruh mereka menyebar!

Lahan subur yang di atasnya kaum Salafy tumbuh adalah lahan kenashibian, dan memanjang di atas sejumlah mimbar yang di atasnya “Imam Ali dan semua orang yang mencintai beliau” dilaknati… dari Andalusia hingga Khurasan. Dan ketika keberadaan kelompok ini (kaum Nashibi) dan juga pendirinya, pemikiran-pemikirannya, tokoh-tokoh sentralnya diabaikan, lalu apa itu artinya?

Artinya bahwa sel/ulat yang berada di dalam butir telur tidak melihat telur, yang ia saksikan adalah bumi yang indah!

Karena itu, orang-orang baik dari kalangan Salafy generasi susulan mewarisi akidah para pendahu mereka yang menggerakkan aksi pembunuhan siapapun yang mencela Mu’awiyah, seperti yang dialami Imam an Nasa’i, dan mereka berlebih-lebihan dalam memuja orang yang melaknati Ali seperti pujaan kelewat batas mereka kepada Harïz.

Secara umum, Salafy susulan itu orang-orang baik, mereka tidak mengetahui dari mana mereka terjebak dalam kenashibian! Mereka terjebak dalam kenashibian dari atas! Tetapi mereka tidak mengetahui sifatnya. Yang terpenting bagi mereka adalah siapa yang berada di atas berarti ia tempat yang indah. Hari ini, sudah sepatutnya bagi para peneliti Salafy untuk bertanya kepada diri mereka sendiri:

Logiskah bahwa kaum Nashibi tumbuh tanpa seorang pendiri?

Bukankah mereka itu memiliki kekuasaan/negara?

Tidakkah mereka mengumumkan akidah mereka dari atas mimbar-mimbar?

Lalu setelah itu hendaknya kaum Salafy mengetahui bahwa kenashibian, baik dalam level membunuh orang agar mau melaknati Imam Ali -seperti yang mereka lakukan terhadap Hujur bin Adiyatau melaknati Imam Ali di atas mimbar-mimbar tanpa membunuh orang yang tidak melaknatinya… seperti yang mereka semua lakukan kecuali Umar bin Abdul Aziz, maka di mana mazhab mereka?

Mengapa kaum Salafy tidak belajar tentang kenashibian untuk dihindari, sebagaimana Hudzaifah bin al Yaman (sahabat agung Nabi saw.) belajar tentang kejelekan dan kejahatan untuk dia hindari…

Kami tidak menuduh umumnya kaum Salafy, tetapi kebanyakan mereka adalah KAUM JAHIL yang tidak mengetahui perkara-perkara ini. Karena itu secara relatif kami beri udzur mereka.

 ________________

Artikel Terkait

  1. Pemikiran Kaum Nawashib (Pembenci Keluarga Nabi Muhammad Saw.)
  2. Buat Kaum Nashibi Yang Sensitif Terhadap Keutamaan Ali bin Abi Thalib
  3. Intisari Pengaruh Negatif Bani Umayyah Terhadap Islam dan Umat Islam
  4. Ahlussunnah Dan Keluarga Nabi  Muhammad saw. Bagaimana Kaum Nashibi Sukses Menceraikan Antara Keduanya?!
  5. Kemunafikan Salafy Dalam Semangat Membela Sahabat Nabi saw

19 Tanggapan

  1. Betul yaa syaikh, ucapan syaikh benar adanya, kebanyakan kaum wahabi adalah kaum yang jahil tapi sebagai sesama umat islam kita wajib memberikan udzur dalam batas-batas tertentu sesuai dengan ketetapan Allah dalam Alquran.

  2. Untuk memahami kenashibiyan dan pendirinya, harus di awali dgn memahami sosok Imam Ali kwj dgn segala manaqibnya. Tanpa memahami ini akan sulit memahaminya. Mengapa demikian. krn orang yg tak memahami ini, akan menganggap bahwa Imam Ali kwj sama sbgmana shahabat yg lain. Jadi karena sama maka musuh – musuhnya pun ditolelir krn dianggapnya mereka sdg berijtihad, bila salah dapat 1 pahala. Padahal Imam Ali kwj pernah mengatakan bahwa orang yg menyamakan dirinya dengan musuh2nya bukan bagian dari golongan Imam Ali kwj. Ingat Imam Ali bagian dari Rasululllah saww dan beliau bagian darinya. .Adapun ashabul Jamal, meski kebenaran ada pihak imam Ali, tapi para pemimpinnya telah menyesali atas perbuatannya -sebatas ini sikap kita thd ashabul Jamal, hakikatnya kita tidak tahu. Adapun kelompok yg disebut sbg Fa’atul Baghiyyah bukan menyesali perbuatannya, justru semakin menjadi – jadi permusuhannya thdp Imam Ali kwj. Tapi sayangnya ada yg tertutupi dari pribadi pimpinan dan tokoh Fi’at ini yg dikenal pinter dan minteri serta licik, sehingga meski jelas2 salah masih sj dibela2, dicarikan takwil untuk tindakannya yg salah itu. Sehingga yg tidak tahu sanggup memberi gelar Sayyidina ….. RADLIYALLAHU ‘ANHU, mungkin bisa dimaklumi klu memang tidak tahu. Tapi bagi yg bolak balik membuka buku2 hadits dan kitab berjuz – juz. masih juga mentolelir tokoh ini dgn membela2, ini sungguh terrrrrrrla…..luu!!!!!!.

  3. saya juga heran, mengapa yg sudah tahu sejarah merah kaum nashibi dibawah komando muawiyah, kok masih nambah-nambahin r a setelah nama muawiyah.
    saya banyak kenal orang-orang nashibi, memang benar mereka tidak mau nama-nama Ali, Hasan, Husain, Fathimah, Zahrah, Zainab dll dari nama-nama keluarga nabi s a w. tapi lebih suka pakai nama Marwan, Yazid, pokoknya yg memusuhi keluarga nabi s a w. kata mereka nama-nama itu dekat dengan nama-nama syiah.

  4. Tuduhan bhw Amirul Mukminin Muawiyah bin Abi
    Sufyan memerintah msncaci Ali tidak bsnar adanya… Hanya fitnah Syiah belaka… Maklum Syiah itu kan tukang bohong…. ..

    • sayang anda tdk mampu menjawab dg cara ilmiah, hanya cacian dan hujatan saja, memang anda tlh menggunakan nama (rafidhoh sesat) sesuai dg akhlaq anda.dan sy yakin anda tdk mewakili nasibi yg sesungguhnya, hanya karena kebodohan belaka.

    • hiyaaah org sesat lg komen yuk kita teliti isi komennya

  5. Kentara banget si abu sapi ini egen bayaran iran… Suka diberi bonus mut’ah.. .ya langsung bela Syiah!!!

    • يقول العلامة احمد الحفظي الشافعي في أرجوزته. وقد حكى الشيخ السيوطي انه * قد كان
      فيما جعلوه سنه سبعون الف منبر وعشره * من فوقهن يلعنون حيدره وهذه في جنبها العظائم
      * تصغر بل توجه اللوائم فهل ترى من سنها يعادي * ام لاوهل يستر ام يهادي أو عالم يقول
      عنه نسكت * اجب فأني للجواب منصت وليت شعري هل يقال اجتهدا * كقولهم في بغيه ام
      الحدا اليس ذا يؤذيه ام لا فأسمعن * ان الذي يؤذيه يؤذي من ومن بل جاء في حديث ام سلمة
      * هل فيكم الله يسب مه لمه عاون اخا العرفان بالجواب * وعاد من عادى ابا تراب
      Artinya (kurang lebih) :
      Al-alamah Ahmad al-Hafidhy as-Syafi’iy berkata dalam nadzam bahar rojas sebagai berikut :
      Syaikh Suyuthi menceritakan bahwa sungguh mereka telah menjadikan sebuah sunnah.
      Dimana ada 80 ribu mimbar yg diatasnya lah mereka melaknati Haidaroh (Ali Bin Abi Thalib).
      Padahal disitu ada orang2 yg mulia (beberapa shahabat r.hum) yang justru mereka dihinakan dan dicela.
      Apa pendapatmu apakah orang yg membuat sunnah (pelaknatan) itu sedang memusuhi (Ali bin Abi Thaalib) atau tidak?. Apakah sebaiknya ditutup – tutupi atau anggap saja ia sdg mengingau.
      Atau sebaiknya orang yg alim berkata “Kami diam (sbgmana kaidah ma jaro baina shabi naskutu)?. Coba anda jawab sungguh aku menunggu jawabanmu.
      Aduhai sayangnya, apakah ia (Muawiyah) dikatakan sedang berijtihad (dlm laknatnya) itu sebagaimana takwil mereka terhadap pembrontakannya atau sebenarnya dia telah berbuat durhaka.
      Bukan kah tindakannya ini berarti menyakitinya (Ali). Maka dengarkan lah , bahhwa orang yg menyakiti Ali berarti menyakiti siapa? (maksudnya Nabi Muhamad saw), lalu menyakiti siapa lagi (maksudnya Allah swt). Disebut dlm hadits Umi Salamah (ummul mukminin) “ Allah telah dihujat dintara kalian” (maksudnya dngan menyakiti Ali berarti telah menyakiti Nabi saw dan itu artinya menyakiti Allah swt). Maka dari itu ayo bantu dia pemilik pemahaman/irfan ( sang Pintu Kota Ilmu) dengan memberikan jawaban (atas pembelaan mereka thdp musuh2nya seprti mUawiyah ini yg disebut berijtihad dlm tindakannya). Juga dsebutkan dlm hadits (Ghadir) “Musuhilah orang yang memusuhi Abu Thurob (maksudnya Ali)

      (klu kurang pas tolong diperbaiki terjemahannya)

      • tambahan…..
        Untuk bagian terahir diartikan lurus sj spertinya lebih pas
        عاون اخا العرفان بالجواب * وعاد من عادى ابا تراب
        Bantulah orang yg empunya kepahaman (maksudnya Ali kwj, sbg mana disebut sbg Pintu Kota Ilmu) dan musuhilah orang yg telah memusuhinya (dengan tidak menyanjungnya, membela dgn mentakwil atas tindakannya membrontak imam pd zamannya dgn alasan ijtihad yg salahnya tetap dapat 1 pahala).

        Klu sdr @rs tahu bagaimana sepak terjang orang yg ia sebut olehnya sbg amirul mukminin, niscaya ia akan menyesali menggelarinya dgn nama itu. Bagaimana disebut “amirul mukminin” sementra tindakannya tidak kasih terhadap orang2 mukmin.

        Ciri orang mukmin : bila disebut nama Allah maka hatinya merasa takut/haibah dan bila mendengar ayat – ayatNYA dibaca maka bertambah keimanannya. Lalu bagimana bisa ia yg dibela 0leh sdr @r, tidak takut kepada Dzat yg menurunkan al-Quran dan tak malu kpada sang Pembawa risalah al-Quran. Antum menutup mata akan riwayat yg sangat2 banyak atas tindakan kedlolimannya dan para gubernurnya kepada keluarga Nabi saww dan para shahabatnya yg terpilih dan para pecinntanya yg tak mau mengotori mulutnya dengn malaknati Imam Ali kwj.

        Ada yg diracun sbgmna yg menimpa sayidina Hasan as pemimpin pemuda ahli Surga, Malik al-Asytar ra. dll
        Ada yg di eksekusi mati seperti Hujr Bin Adi dan sahabatnya r.hum yg konon ada yg dikubur hidup2
        Ada yg dipotong lidah, tangan dan kaki lalu disalib seperti yg menimpa Rasyid al-Hujari ra. Ini dilakukan oleh Ziyad bin abih. orang yg disambungkan nasabnya kepada bapaknya, Abu sufyan secara melawan syariat krn alasan intrik kotor pasca wafatnya Ali kwj.
        Ada yg dihantamkan k tembok sperti yg menimpa anak bayi Abu habsyah al-Anshori ra ketika sedang menyusu ibunya hingga otaknya berhamburan ke tanah. Peristiwa ini terjadi ketika peristiwa Hurroh yg menggegerkan itu.
        Ada yg diburu dan dibunuh seperti yg menimpa Muhammad bin Abu Bakar ra, suadara Aisyah rha, yg mayatnya diamsukkan k perut bangkai himar lalu dibakar.
        Dsb, yg klu disebutkan semuanya niscaya akan penuh ini blog.

        Saran sj buat @rs, jgn hanya hooh sj terima pelajaran dri Syaikh/ustadz. waspadai akan kenashibiyan yg samar dlm tubuh salafy wahhaby yg getol membela2 Muawiyah ini, sampai2 ada ust bergelar doktor di sebuah TV swasta tak mempu membedakan antara Imam Ali kwj dan musuhnya yaitu Muawiyah seakan keduanya sama2 berijtihad yg klu salah dapt 1 pahala. Mengatakan ijtihad thdp Ali dlm peperangannya sj boleh dikatakan tidak benar, krn beliau sdg menjalankan perintah sbgmana disebutkan dlm Hadits Qasithin, mariqin dan dan nakitsin.
        jangan terus anda terhalang dengan kebencian thd Syiah untuk menerima hidayah mencintai keluarga Nabi saww dan berlepas diri dari musuh2nya.
        “Barangsiapa menyamakan aku dgn musuh2ku maka bukan termasuk dari golonganku”, berkata Imam Ali kwj.

  6. Tuh sesama salafy aja ribut tuh Ustad firanda vs ustad dzulqarnain,kwkwkwk keknya firanda kudu ddebat ol dulu ama tuh mr dzul….. and terimakasih buat pencerahan dari Syaikh hasan…. Saya nungguin transkrip debatnya syaikh robii yang katanya salafy sururi vs syaikh hasan, keknya seru itu. Belum lagi cara cara debat salafy yang keluar tema pasti lucu itu, selainitu juga pasti make cara sibabenya fulan golongan a, emaknya si fulan golongan b lantas si fulan golongan c….. wkwkwkkk pengin deh coba donkkkk Ustad abu tuliskan transkrip debatnya…… thx

  7. By the way hanya menambahkan dikarenakan saya adalah seorang yang cara beribadahnya sama dengan cara salafi, bermuamalah mirip dengan cara Asyarii, dan berpandangan seperti shufi… Saya hanya berpendapat bahwa bertawassul adalah selemah-lemahnya iman dimana setiap kita Sholat kata iyyakana budu wa iyyakanastain berarti hanya kepadaMulah saya meminta dan menyembah. Jadi hubungan manusia dan. Allah adalah hubungan langsung, jadi pendapat bertawassul saya kira adalah selemah-lemahnya iman. Tolong dibenarkan cara pandang saya ini ya ustad, karena bilapun ada pembenaran atas bertawassul oleh nabi, sahabat dan lain sebagainya saya berpikir bahwa ini hanyalah bagi kita saat iman kita pada titik terendah ataupun bagi umat islam lainnya yang iman dan hatinya sangat tidak percaya diri atas Kuasa Allah swt kepada dia. Bukan terlarang tetapi alangkah baiknya bila berhubungan langsung tanpa wasilah. Maaf saya bukan sektarian, bukan salafi apalagi wahabi, bukan syiah, apalagi JIL, mungkin terpengaruh Sunni tapi saya bukan orang yang taat apalagi zuhud. Bila tersinggung mohon maafkan saya, tetapi saya mohon bantuan meluruskan cara pandang saya….

    • @dharmox

      Mengapa anda menyamakan mereka yang bertawassul adalah orang yang sedang dalam kodisi lemah imannya kemudian anda mengutip sepotong ayat. Itu hanya asumsi atau anda punya bukti kuat. Dapatkah anda menyebut nama alias saja tidak harus lengkap orang yang anda tahu bertawassul dan hatinya menyakini bukan Allah yang mengabulkan doa orang itu. Bagaimana anda dapat menilai isi hati seseorang? Apakah telah datang kepada anda hal2 ghaib dari sisi Allah yang tidak dimiliki oleh siapa pun juga sehingga anda dapat mengetahui isi hati orang lain. Anda “mengklaim” berpandangan sufi…heem apa iya?

    • Klu boleh ikut komentar, dalam tataran praktis terserah sj siapa yang mau bertawassul dan yang tidak bukan sebuah keharusan. Klu tak mau tawassul karena menurutnya itu lebih baik, tak nyebut2 kedudukan seseorang (wali atau nabi) disisi Allah, itu soal kemantapan hati silahkan saja. Cuma yg jadi masalah klu ada orang tawassul, terus dianggap dia telah syirik dan ghuluww pada orang2 sholih, ini yang berbagai pihak merasa keberatan dgn tuduhan ini. Klu merasa tidak sreg ya sudah toleransi sj dgn amalan orang lain tak usah menuduh macam2.

      Orang bertawassul berarti dlm titik terendah keimanannya?. Sy teringat suatu doa ketika keluar untk pergi ke masjid :

      “Allahumma inni as’aluka bihaqqi sailina alaika wa bi haqii mamsyaya hadza la akhruju bathoron wa la riya’an wa la sum’atan….. dst ” (Ya Allah aku memohon kepada-MU demi hakknya orang yg meminta kepada-MU dan demi jalan kakiku ini, aku tidak keluar (ke masjid) krn sombong, bukan karena riya’ dan sum’ah (ingin didengar/diketahui amalannya oleh orang lain)….. dst
      Di dalam doa ini ada unsur tawassul kepada orang yg berdoa kepada Allah dan bertawassul dgn amalan sendiri yaitu jalan kaki ke masjid. Seingat saya ini doa sebagaimana disebutkan adalah sebuah hadits/kalam Rasulullah saww.
      Salam damai……..

      • Kalau boleh ikut nambah komentar lagi

        “…Ya Allah aku mohon kepadamu dan menghadap kepadamu dengan Nabi kami, Nabi pembawa rahmat. Ya Muhammad aku menghadap denganmu kepada Tuhanmu, Tuhanku agar memenuhi keperluanku” kemudian sebutlah hajat atau keperluanmu…..

        Doa tawassul ini diambil dari hadis yg ada dalam kitab Mujam as shogir Imam Thabrani dengan jalan yang shahih

  8. @massaid saya telah terangkan berdasar pendapat saya, dan saya berkata tolong luruskan pandangan saya. Jadi saya berpendapat seperti itu mas, dan saya tidak pernah berkata melarang ataupun berkata bertawassul adalah haram. Lemah dalam artian kurang percaya diri bila berdoa sendiri doanya akan tertolak. Atau mungkin saya bertanya balik kepada anda Wajibkah saya bertawassul atau berwasilah mas ?

  9. Saya berpandangan tentang ghaib seperti shufi dimana kaum ghulat wahabbi beranggapan hanya nabi yang memiliki karomah. Saya menentang banyak pendapat mereka seperti saya memandang shufi golongan nur muhammad adalah shufi yang ghuluw bagaikan wahhabi……

  10. “Janganlah kalian mengikuti hawa nafsu kaum yang telah sesat sebelum ini dan mereka menyesatkan banyak orang dan mereka telah sesat dari jalan yang lurus”. (Al Maaidah: 77)

    Dari firman Allah diatas “mereka menyesatkan banyak orang” rupanya kita harus mengoreksi diri…
    Hendaknya kita yang mengaku ahlu sunnah nabi (bukan ahl sunnah sahabat) lebih jujur lagi menilai pedoman yg kta anut sekarang ini …
    Apakah sudah betul mengikut sunnah nabi bukan sunnah yg dibuat2??

    “Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu suatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kerabat(ku).” (as-Syura: 23)

    Ahli-ahli tafsir hadith dan ahli-ahli sirah telah meriwayatkan bahawa yang dimaksudkan dengan qarabat nabi di dalam ayat ini ialah Ali, Fatimah, Hasan dan Husayn. Seperti: Al-Zamahkshari dalam Tafsir al-Kashshaf, Musnad Ahmad bin Hanbal, Al-Fakhr al-Razi dalam Tafsir al-Kabir dll

    Firman Allah Ta’ala: “Maka hendaklah berwaspada orang-orang yang menyalahi perintahnya (Rasul) akan ditimpa fitnah atau azab yang pedih.” (an-Nur:67)

    “Sesungguhnya aku hampir-hampir dipanggil lalu aku menerimanya dan sesungguhnya aku meninggalkan kepadamu dua perkara yang sangat berharga, Kitab Allah ‘Azza wa Jalla dan Itrahku; satu ikatan yang bersambung daripada langit ke bumi dan ‘Itrahku ialah Ahl Baytku, dan bahawa Allah yang Maha Penyayang memberitahu aku bahawa kedua-dua perkara tidak akan berpisah sehingga keduanya dikembalikan kepada aku di Telaga Haud. Maka tunggulah (balasan Allah) dengan sebab kamu menyalahi aku pada kedua-duanya.”7

    Diriwayatkan oleh al-Tirmizi dalam Sahihnya Manaqib Ahlul Bayt. Al-Hakim dalam Mustadrak; Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya,; al-Tabari dalam Mu’jam al-Kabir,dll

    Tidak boleh ada alasan lain jika sunnah nabi telah jelas selaras dgn Alquran …!

    pertanyaannya :
    Jujurlah !! Apakah kita ahlsunnah telah mengikuti ahlbait dan alquran?

    Siapa yang kita ikuti sekarang ini..???

    Renungkanlah diri kita masing-masing …!!! bila kita ingin selamat..

    • Tambahan sebagai renungan buat saudara-saudara tercinta dari ayat ini….
      “Janganlah kalian mengikuti hawa nafsu kaum yang telah sesat sebelum ini dan mereka menyesatkan banyak orang dan mereka telah sesat dari jalan yang lurus”. (Al Maaidah: 77)

      Bukankah Nabi Muhammad dan ahlul baitnya adalah “jalan yang lurus” !!??

      Diriwayatkan oleh Abu Na’im dengan sanadnya danpada Sa’id bin Jubair daripada Ibn ‘Abbas berkata bahawa Rasulullah telah bersabda:

      Ertinya:

      “Perbandingan Ahli baitku di kalangan kamu adalah seperti kapal Nabi Nüh a.s. ‘siapa yang menaikinya akan selamat dan siapa yang meninggalkannya akan tenggelam.”15

      Hadis ini juga telah diriwayatkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak al-Sahihain (j.2.h 343) dan berkata bahawa hadith ini sahih mengikut syarat Muslim, al-Muttaqi meriwayatkan dalam Kanz al-Ummal (j.6,h.212), al-Haithami dalam Majma’ (j.9,h.168), Muhibb al-Din al-Tabari dalam Zakha’ir (h.20) dan al-Khatib al-Baghdadi dalam Tarikh (j.12,h.19).16

  11. semoga Allah merahmati syaikh hasan, memberikan usia yg panjang sehingga mmpu terus menerus menanjangi mazhab bengis wahabi salafy.

    thx yai Abu, website yg luar biasa.

    utk ustadz yurjashif, pendapat2 anda selalu mencerahkan.. keep posting.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s