Kitab Kasyfu asy Sybubuhât Doktrin Takfîr Wahhâbi Paling Ganas (8)

Kitab Kasyfu asy-Syubuhat Doktrin Takfir Wahhabi Paling Ganas (8)

Jika Anda memahami apa yang saya sampaikan dengan sebenar-benarnya dan Anda memahami bahwa menyekutukan Allah yang disebut sebagai dosa yang tak dapat terampuni.

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَ يَغْفِرُ ما دُونَ ذلِكَ لِمَنْ يَشاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (An-Nisa’: 48)

Dan memahami bahwa agama Allah yang dibawa oleh para Rasul dari yang pertama hingga yang terakhir, agama yang tidak diterima oleh-Nya selain agama itu, dan Anda mengetahui bahwa betapa banyak orang-orang yang bodoh terhadap hal ini. Maka ada dua poin yang dapat diberikan,

pertama, bahagia terhadap anugerah dan rahmat Allah, sebagaimana firman-Nya:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَ بِرَحْمَتِهِ فَبِذلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah:” Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS.Yunus: 58)

Dan poin selanjutnya (kedua) adalah ketakutan yang hebat.

Karena jika Anda memahami bahwa seseorang menjadi kafir karena ucapan yang dikeluarkan dari mulutnya dan dia tidak tahu, maka kebodohan/ketidaktahuannya tidak dapat dijadikan alasan. Dan terkadang dia mengatakan sesuatu yang dianggapnya dapat mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana yang dikhayalkan oleh kaum musyrikin, terlebih jika Anda menyimak saat Allah mengisahkan cerita kaum Musa a.s. yang dengan ilmu dan keutamaan yang mereka miliki, mereka mendatangi Musa seraya berkata:

اجْعَلْ لَنا إِلهاً كَما لَهُمْ آلِهَةٌ

“Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).” (Al-A’raf: 138)

Dengan demikian makin besarlah ketakutan Anda dan makin besar pula keinginan untuk memurnikan diri dari hal tersebut dan semisalnya.

________________

Cacatan 9:

Dalam pernyataannya di atas, Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb menvonis kafir seseorang karena perkataan yang ia katakan padahal ia mengatakannya dalam keadaan tidak mengetahui bahwa yang ia ucapkan itu berkonsekuensi kekafiran! Kajahilan itu tidak menjadi uzur untuk dielakkannya status kafir atasnya!

Jika Anda mengetahui bahwa memanggil Nabi Muhammad saw. dengan ucapan, “Ya Rasulullah, isyfa’ lî ‘indallahi/Wahai Rasulullah mohonkan untukku syafa’at dari Allah” itu digolongkan syirik, maka dapat dipastikan bahwa orang yang mengucapkan kata-kata tersebut di atas, dihukumi kafir, walaupun ia tidak mengerti di mana letak kemusyrikan dari kata-kata yang ia ucapkan itu, andai benar anggapan Ibnu Abdil Wahhâb tentangnya!!

Ketegasan kata-kata Ibnu Abdil Wahhâb dalam vonis kafirnya atas pengucap kata-kata kekufuran walaupun tidak mengetahui apa yang ia ucapkan itu telah membuat para juru dakwah Sekte Wahhâbiyah belakangan ini agak kerepotan. Pasalnya pandangan demikian itu terbilang dangkal, menyimpang dan memilih sisi ekstrim dalam memamahi agama! Karenanya Syeikh al-Utsaimin –Khalifah Abdul Aziz ibn Bâz, Mufti Tertinggi sekte Wahhâbiyah di masanya- terpaksa berpanjang-panjang dalam memberikan arahan.

Dan sikap keras Syeikh dalam masalah ini seperti sikap kerasnya dalam masalah-masalah lain. Takfîr adalah senjata andalannya.

Al Jahl, Ketidak-tahuan Adalah Uzur Dihindarkannya Status Kafir Dari Seseorang!

Para ulama menyebutkan bahwa bisa jadi perbuatan tertentu atau meninggalkan sebuah perbuatan tertentu itu adalah merupakaan kekafiran, dan pelakunya adalah dijatuhi hukuman sebagai kafir. Akan tetapi ketika akan dijatuhkan atas pekalu tertentu (mu’ayyan), maka harus dilakukan prosedur panjang. Di antaranya:

A) Adakah bukti kuat yaang membenarkan ditetapkannya hukum itu atas orang tersebut? Dalam istilah ulama hal ini disebut dengan muqtadhi.

B) Tidak adanya penghalang untuk diterapkannya hukuman itu. Dalam istilah ulama hal ini disebut dengan tidak adanya mâni’.

Apabila terbukti bahwa muqtadhi belum lengkap atau tidak cukup… atau terdapat mâni’ tertentu maka ketetapan status hukuman itu tidak dapat ditetapkan.

Di antara mawâni’ (bentuk jamak kata mâni’) yang akan menghalangi ditetapkannya status kafir tersebut atas seseorang adalah kejahilan/ketidak-tahuan. Bahkan al jahl adalah mâni’ terpenting yang harus selalu diperhatikan sebelum menjatuhkan vonis kafir tersebut.

Hendaknya orang yang akan divonis itu mengetahui dengan pasti pelanggarannya. Allah berfirman:

وَ مَنْ يُشاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ ما تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدى وَ يَتَّبِعْ غَيْرَ سَبيلِ الْمُؤْمِنينَ نُوَلِّهِ ما تَوَلَّى وَ نُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَ ساءَتْ مَصيراً.

“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang- orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk- buruk tempat kembali.” ( QS. An Nisâ’ [4];115)

Dalam ayat di atas ditegaskan, ditetapkannya siksa neraka bagi yaang menentang Allah dan Rasul-Nya itu setelah jelas baginya petunjuk. Itu artinya kejahilan telah terangkat darinya.

Ibnu Katsir menerangkan ayat di atas sebagai berikut, “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya” barang siapa menempuh selain jalan Syari’at yang dibawa Rasulullah saw. dan menjadi berada din sisi sementara Syari’at di sisi lain dengan kesengajaan setelah tampak dan jelas serta gamblang baginya al haq, kebenaran…. ” [1]

Dalam hal ini, al-Utsaimin berseberangaan dengan pendiri Sekte Wahhâbiyah. Setelah panjang lebar memberikan arahan agar imamnya tidak terlihat menyimpang, ia berkata menyimpulkan, “Al hasil, seorang yang jahil punya uzur tentang apa yang ia katakan atau lakukan yang merupakan kekafiran, sebagaimana ia diberi uzur atas apa yang ia katakan atau lakukan yang merupakan kefasikan. Hal itu berdasarkan dalil Al Qur’an dan Sunnah serta i’tibâr dan pendapat para ulama.” [2] Semoga fatwa ini adalah bentuk perlunakan doktrin ekstrim Wahhâbiyah!

Selain kejahilan, ta’wîl atau syubhat dalam memahami nash agama juga menjadi mâni’. Sebagai contoh, para ulama menyebutkan kasus kaum Khawârij, di mana seperti kita ketahui bersama bahwa mereka telah mengafirkan banyak sahabat besar seperti Sayyidina Ali ra., menghalalkan darah-darah kelompok Muslimin selain mereka, menghalalkan harta mereka… namun demikin mereka tidak divonis kafir oleh para ulama, sebab dalam hemat mereka, kaum Khawârij itu berpendapat dan bersikap demikian karena syubhat ta’wil dalam memahami nash-nash agama, walaupun jelas-jelas salah fatal!

Bahaya Mengafirkan Tanpa Dasar dan Bukti

Mengapa begitu serius masalah pengafiran person, mu’ayyan atau bahkan yang bersifat umum? Karena hukum awal bagi kaum Muslimin adalah dihormatinya status keislaman mereka, dan kita harus senantiasa menetapkan bagi mereka status tersebut sehingga ada bukti nyata dan pasti bahwa statsu itu telah gugur. Di sini, dalam hal ini, kita tidak boleh semberono dan gegabah dalam menvonis kafir seseorang. Sebab dalam pengafiran itu terdapat dua bahaya yang bisa menghadang.

Pertama, Mengada-ngada atas nama Allah SWT dalam menetapkan hukum/status.

Hal ini jelas, karena kita telah menetapkan status atas seseorang yang tidak ditetapkan oleh Allah SWT. Kita mengafirkan seseoraang yang tidak dihukum kafir oleh Allah SWT. Tindakan itu sama dengan mengharamkan apa-apa yang dihalalkan Allah SWT., atau sebaliknya… .

Kedua, Mengada-ngada dalam penetapan status atas orang yang divonis.

Hal itu juga berbahaya, mengingat menetapkan status kafir atas seorang Muslim itu artinya kita menetapkan status yang berlawanan dengan status yang sebenarnya sedang ia sandang. Seorang Muslim kita sebut ia sebagai Kafir! Jika ada orang yang mengafirkan orang lain yang tidak berhak ia kafirkan maka vonis itu akan kembali kepadanya, seperti ditegaskan dalam banyak hadis shahih.

Imam Muslim meriwayatkaan dari Abdullah ibn Amr, ia berkata, “Nabi saw. bersabda, ‘Jika seorang mengafirkan orang lain, maka ia (status kafir itu) telah tetap bagi salah satunya.” [3]

Dalam redaksi lain disebutkan, “ Jika memang seperti yang ia katakan (ya tidak masalah), tetapi jika tidak, maka ia akan kembali kepadanya.” [4]

Karenanya perlu berhati-hati dalam menetapkan vonis kafir atas mu’ayyan, atau bahkan atas keyakinan tertentu atau pekerjaan tertentu yang dipraktikan kaum Muslimin, generasi demi generasi dan didasarkan atas dalil-dalil yang diyakini kesahihannya. Sebab boleh jadi menvonis secara gegabah praktik tertentu sebagai kemusyrikan atau kekafiran termasuk mengada-ngada atas nama Allah dan Rasul-Nya.

*****
[ Bersambung ]

___________________

[1] Tafsir Ibnu Katsir,1/554-555.

[2] Syarah Kasyfu asy Syubuhât:38.

[3] Muslim, Kitab al Imân:60.

[4] Ibid.

18 Tanggapan

  1. Salamun ‘alaykum!
    Tulisan yang sangat bagus dan sangat ilmiah. Alangkah baiknya tulisan seperti ini dikompilasi dan dibukukan.

    __________
    Abu Salafy:

    Salam sejetahtera semoga selalu menyertai Anda mas Quito. Anda begitu setia menyapa kami di sini. Doakan semoga harapan Anda terwujud dalam waktu dekat dengan taufiq dan bimbingan Allah Swt.

    Kami selalu mengharap Anda tak lupa menyertakan kami dalam doa-doa Anda di keheningan malam nan senyi, di mihrab tempat bersujud Anda.

  2. Assalamualaikum
    jangan lupa kunjungi “www.partaikeadilansejahtera.wordpress.com’
    beritahukan juga pada yang lain karena ada diskusi menarik disana. salam ukhuwah.
    wassalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh

  3. NTe Jangan asbun (Asal Bunyi) aje klo gak tau, mari buktikan sama enggak apa yg dibilang sama Abu Salaf-I (I=Imitasi/palsu/gadungan) ini….

    Silahkan dengar Kajian Kasyfusy Syubuhat karya Al Imam Syaikhul Islam Muhammad bin Abduh Wahhab -rahimahulloh- di Sini http://ahlussunnah-id.imeem.com/playlist/X8dj5T7X/kasyfu_syubhat_music_playlist/

    tampilin komentarnya klo berani biar umat tau borok2 kalian.

    __________
    Abu Salafy:

    Adalah sangat memprihatinkan kondisi mental kaum Wahhabiyah di tanah air tercinta ini…. kami sajikan bukti-bukti konkret tentang sikap arogansi imam mereka yang tak henti-hentinya mengetukkan palu pengafiran ke atas kepala kaum Muslimin selain pengikiutnya… eh malah semuanya bungkam seribu bahasa, sepertinya mereka kebingungan harus bicara apa setelah kedok mereka di bongkar di sini…. sunyi senyap tak satupun komentar yang mereka tulis kecuali hanya luapan emosi dan kekesalan…. pamer kekakuan dan kedangkalan sikap dan ilmu pengetahuan… hanya bisa menuduh abu salafy tidak ilmiah … asbun…. tidak punya ilmu kok mau melawan “Syeikul Islam” dll.

    Adik-adik wahhabi ku, coba dong bantah artikel-artikel kami dengan sedikit aja ilmiah! buktikan bahwa kami itu mengada-ngada kepalsuan atas nama imam dan “Syeikhul Islam” kalian… buktikan bahwa pemahaman kami itu tidak benar tentang tulisan imam kalian! Buktikan bahwa imam kalian itu tidak mengafirkan sesama kaum Muslimin hanya karena tidak sependapat dengannya!
    Wassalam….

  4. ibn abdul wahhab syeikhul islam?. Gelar dari hongkong kali….
    kalo berrhala baru mungkin iya…….

  5. hoaks hoaks hoaks hoaks hoaks
    hoaks hoaks hoaks hoaks hoaks
    hoaks hoaks hoaks hoaks hoaks
    hoaks hoaks hoaks hoaks hoaks
    hoaks hoaks hoaks hoaks hoaks
    hoaks disini diobral
    gak perlu bayar
    gak perlu repot-repot
    cukup disini aja

    hoaks diobral!!! hoaks diobral!!!! hoaks diobral!!!!
    hoaks diobral!!! hoaks diobral!!!! hoaks diobral!!!!
    hoaks diobral!!! hoaks diobral!!!! hoaks diobral!!!!
    hoaks diobral!!! hoaks diobral!!!! hoaks diobral!!!!

    tak perlu bayar cukup masuk ke situs ini dapat hoaks banyak buanget

    pembahasannya hoaks 1, hoaks 2, hoaks 3, dst

    waaaah pengunjung dijamin puas dengan hoaks-hoaks disini

    Ayooo buruan datangi situs hoaks ini!!!!
    hoaks hoaks hoaks hoaks hoaks
    hoaks hoaks hoaks hoaks hoaks
    hoaks hoaks hoaks hoaks hoaks
    hoaks hoaks hoaks hoaks hoaks
    hoaks hoaks hoaks hoaks hoaks

  6. komentar sy ttg tanggapan abu salafy dlm doktrinn syekh ke 8, saya rasa sungguh byk kesalahan anda yg perlu di luruskan.syekh abdul wahab tdk sebrutal itu. tp cb antum ingat satu qaul Ibnu taimiyah “HAI KAUM JIKA KALIAN MELIHAT AKU BERADA DI BARISAN TAR-TAR DENGAN MELETAKKAN “MUSAFF DI ATAS KEPALAKU MAKA TEBASLAH AKU””. saya tanya kpd anda,knp syeikul islam berkata demikian? jawabnya karena bangsa TAR-TAR telah di vonis kafir dengan sebab “BERHUKUM DENGAN THOGUD. harab dipahami naskah ini baik2.

  7. ya abu, jika kita berbicara mslh udzur jahl, sungguh tdklah tepat jika diterapkan di tengah2 negeri yg sdh jelas2 nyata AL-QUR’AN WA SUNAH ada ditengah2 mereka. blm lg gema dakwah setiap hari terdengar ditelinga manusia. knp saya berkata begitu? jawabnya karena mrk tdk pantas dihukumi JAHL sebab mrk telah meremehkan dan tdk memanfaatkan “TAMAKKUN” dan juga krn mrk “FANATIK” terhadap golonganya serta taqlid terhadap guru2nya. jika anda blm puas dgn jawaban saya, harab antum membuka Hadits Bukhori tentang riwayat ZAID BIN AMRU BIN NUFAIL.anda bs faham dan tdk berlaku sembrono lg di dlm berkomentar terhadap Syekh abdul wahab.

  8. adpun terhadap komentar2 konyol dan tanpa ilmu dr sdr aidil, maaf sy tdk mau capek2 utk melayani. krn sdh byk ALLAH memberikan contoh dlm AL-QUR’AN tentang orang2 yg I’rodh dan meperbodoh diri sendiri terhadap MILLAH IBROHIM.

  9. as wr wb.saya sangat sefaham dan cocok terhadap komentar sdr “akhi seiman. dan jg mungkin krn dia faham terhadap karakter para pengisi kolom komentar yg rata2 bodoh dan ta;lid gotek kpd KYAI-KYAI nya yg pas-pasan.namun yg sy heran knp anda ya sdr akhi seiman ,menyebut mrk “se iman” atau mungkin ada makna lain yg hanya anda ketahui sendiri?/

  10. Ibnu abdul wahab syaikhul islam? hanya muqollid a’ma saja yang bilang. wong pembantai umat islam kok disebut syaikhul islam.

    amit-amit ambil ajaran islam dari badui gurun yang haus darah ini….

    cukup wahabi blo’on aja yang ikut dan memujua en menyembah ibnu abdul wahab ini….

  11. Abu Salafy:

    Adalah sangat memprihatinkan kondisi mental kaum Wahhabiyah di tanah air tercinta ini…. kami sajikan bukti-bukti konkret tentang sikap arogansi imam mereka yang tak henti-hentinya mengetukkan palu pengafiran ke atas kepala kaum Muslimin selain pengikiutnya… eh malah semuanya bungkam seribu bahasa, sepertinya mereka kebingungan harus bicara apa setelah kedok mereka di bongkar di sini…. sunyi senyap tak satupun komentar yang mereka tulis kecuali hanya luapan emosi dan kekesalan…. pamer kekakuan dan kedangkalan sikap dan ilmu pengetahuan… hanya bisa menuduh abu salafy tidak ilmiah … asbun…. tidak punya ilmu kok mau melawan “Syeikul Islam” dll.

    Adik-adik wahhabi ku, coba dong bantah artikel-artikel kami dengan sedikit aja ilmiah! buktikan bahwa kami itu mengada-ngada kepalsuan atas nama imam dan “Syeikhul Islam” kalian… buktikan bahwa pemahaman kami itu tidak benar tentang tulisan imam kalian! Buktikan bahwa imam kalian itu tidak mengafirkan sesama kaum Muslimin hanya karena tidak sependapat dengannya!
    Wassalam….

    abu sayev:

    wahai orang yang diliput dendam namun bergumul dengan kebodohan
    alangkah sedihnya ternyata diam kami membumbungkan kecongkakanmu
    kamu meminta dalil yang kamu tidak mendalilkan
    begitulah orang bodoh ingin mengungguli ulama-ulama pendahulu
    ketika banyak ulama memujinya namun sipandir berceloteh
    karena mainan sipandir terusik

    batu nisan yang menjadi kesayangan takut menjadi hancur
    uang recehan dari kacung-kacung pengharap berkah dari dahak simbah kaum menjadi hilang/sirna ditelan kebenaran
    ketika khas kuburan wali tidak bisa untuk beli roti lagi apalagi untuk kebutuhan hidup.

    bisakah kamu mencarikan pembelaan kepada seh lemah abang yang telah dibunuh para wali karena alasan kesesatannya????????

    abu sayev: membongkar bid’ah berlabel sunnah

    ____________
    -Abu Salafy-

    Alhamdulillah, saudaraku Abu sayev muncul lagi…. mungkin sudah selesai semedinya..
    Mas kami hanya menanti komentar ilmiah anda bukan puisi “indah nun sastrawi”… Kami dibilang bodoh, itu kami terima, memang kami bodoh yang pandai hanya kaum Wahhabiyyun…
    Tapi tolong disanggah bukti-bukti kami di sini.

  12. Abu Salafy:

    Adalah sangat memprihatinkan kondisi mental kaum Wahhabiyah di tanah air tercinta ini….

    abu sayev, membongkar bid’ah berlabel sunnah
    wahai saudara-saudaraku pengikut Ahlussunnah wal Jama’ah, ternyata mental kita memprihatinkan ditanah air tercinta ini……….

    mungkin menurut pak kiai ini, mental yang bagus milik orang-orang n.u:

    kuburan ramai, masjid sepi……itulah mental yang bagus saudara-saudaraku.

    bid’ah hoby, sunnah ngeri….itulah mental yang bagus saudara-saudaraku

    sesajen bertebaran diperempatan kampung…… itulah mental yang bagus saudara-saudaraku

    cobalah saudara-saudaraku, sekali-kali sempatkan datang di majelis akbarnya mereka: istighosahan, mujahadahan, ruwatan, semakkan, qataman…lihat disetiap pojok-pojok tempat itu nan gelap dan sepi, sedang apa binatang jantan dan betina itu berduaan….apa mungkin itulah modernisasi mental saudara-saudaraku.

    saudara-saudaraku, kalau mereka disuguhkan fenomena fakta seperti itu, mereka biasanya menggunakan jurus pamungkas….”ITU TUDUHAN BATIL DAN KEJI, ANDAIKATA ADA MAKA ITU ADALAH OKNUM”…itulah mental mereka saudara-saudaraku, yang katanya bagus.

    padahal saudara-saudaraku…jikalau memang itu OKNUM, maka kita mencontohkan saja, apabila ada OKNUM bertindak asusila didalam majelis kita…lalu kita diamkan tindak asusila mereka…maka siapa yang salah dalam hal ini saudara-saudaraku… MAKA KALAU KITA BERTINDAK TEGAS….MEREKA AKAN MENGATAKAN BAHWA MENTAL KITA, MENTAL WAHHABI, kalau begitu MAKA AKU ADALAH WAHHABI.

    ____________
    -Abu Salafy-

    Mas abu yang sedang anda permasalahkan itu apa sebenarnya, acara istighatsah dan dan ? dalilnya tidak ada? Mengandung syirik? Bid’ah? atau penyimpangan yang dilakukan sebagian oknum yang hadir? Itu dua hal yang berbeda mas.

    Memang sangat memprihatinkan mas kondisi kalian (Wahhabiyun) itu sebab sejak dibongkar di blog ini kedok TAKFIR yang didoktrinkan Ibnu Abdil Wahhab belum ada sanggahan atau pembelan yang berarti…. karena itu kami prihatin dan terus menanti pembelaan dari para pengikut Wahhabi.

    Jangan karena kebingungan lalu beralasan: Tulisan kamu tidak berbobot…. Tidak ilmiah…. Hanya fitnah dll.

  13. HE PARA MANUNGSO SING PODA NGAKU PANDEREKE KANJENG NABI RASULULLAH SAW.
    WACANEN IKI:

    Dan sekarang kita telah memperbodoh diri
    Dengan individualisme
    Dengan ashobiyah, kepentingan kelompok
    Dengan mempertengkari saudara seumat
    Kita perhinakan Muhammad
    Kita iris perasaannya
    Kita lukai hatinya
    Kita khianati kemuliaannya

    ya Rasulullah shalawat dan salam bagi Paduka
    dari kedua mataku yang menggenang air mata
    serasa kulihat manik-manik mutiara berkilauan di kedua pelupuk mata Paduka yang indah
    Paduka pasti terluka memandang kelakuan kami
    Paduka pasti berduka

    kami terlalu sibuk membela kepentingan sendiri-sendiri berebut materi sambil meneriakkan namaNya dan nama Paduka

    NGERTI ORA KOWE KABEH
    DARIPADA ENERGI KALIAN HABIS TERKURAS HANYA UNTUK PERTENTANGAN YANG SEOLAH-OLAH KALIANLAH YANG PALING BENAR, DAN YANG LAHIR KAFIR (APA PULA INI!!!!!!)
    MENDING GUNAKAN AKAL, TENAGA DAN HARTA KALIAN BUAT MENOLONG SAUDARA-SAUDARAMAU YANG MASIH KELAPARAN !!!!!

    YA ALLAH ADAKAH ORANG-ORANG ITU KAU TUTUP MATA DAN HATINYA??? SEHINGGA MEREKA BAGAIKAN KUDA DELMAN YANG HANYA MELIHAT YANG DIA PIKIR ADALAH PAL;ING BENAR BENAR MENURUT OTAK MEREKA DAN BUKAN BENAR MENURUT SABDAMU, YA TUHAN

    TOLONGLAH KAM I YA TUHAN DARI ORANG-ORANG DUNGU ITU DARI KESESATAN JAHILIAH.

    HE KOWE SING PODO NGAKU ISLAM !!!!!!!!!!!!!

    MALU DONG PADA YANG LAIN, BERANTEM TERUS, MAU CARI BENERNYE SENDIRI (PADAHAL BELUM TANTO TAL IYE. LHO YOK OPO SIH………

  14. lucu banget …………………………………
    lucu banget ………………………………..
    lucu banget …………………………………
    lucu banget ………………………………..
    lucu banget …………………………………
    lucu banget ………………………………..
    lucu banget …………………………………
    lucu banget ………………………………..

    norak tau …………………..

  15. @abu sayev

    Abu Sayev Yth, anda menganggap sepinya masjid masjid di tanah air kita ini lantaran NU dan Kiyahi-Kiyahinya, nampaknya anda telah salah memandang. Saya pernah tingaal di Pesantren yang dikelola Kiyahi NU ternyata masjidnya ramai untuk salat jamaah, santri-santri selalu salat berjamaah bersama pak Kiyahi di masjid.

    Sepinya masjid di desa-desa secara umum bukan karena NU nya, tetapi kesadaran umat ini untuk memakmurkan masjid yang perlu ditingkatkan dengan seruan (dakwah) yang bijak.

    Mengkabing hitamkan kelompok tertentu adalah suatu tuduhan keji bila tidak dapat mendatangkan bukti yang jelas. Yang saya maksud bukti yang jelas disini, misalnya anda mendapatkan ceramah dari kiyahi NU dan mereka secara terang-terangan melarang orang memakmurkan masjid dan mereka hanya menyuruh untuk ziarah qubur. Kalau anda mendapatkan bukti seperti itu baru apa yang anda katakan adalah benar. Tetapi kalau anda tidak dapat membawa bukti (syahid) maka anda adalah tukang tuduh dan penyebar fitnah yang keji yang seharusnya segera bertaubat.

    Adapun yang dibicarakan oleh admin (Ust. Abu Salafy) di sini sudah cukup membawakan bukti akan kekeliruan Ibn abdil wahhab dengan membongkar buku-buku yang dia tulis.

    Bisakah anda diskusi dengan baik sebagaimana layaknya seorang muslim yang salih ?

  16. memang baiknya semua itu seharusnya ada bukti, bukan kata si A, si B atau kata Ustadz dll.

  17. Laaah.. tulisan bodoh di halaman yang bodoh kayak gini kok ada yang bantah ya? Dah gitu banyak orang2 bodoh yang dukung lagi. Bodoooh bodoh bodoh. Mendingan doa-in yang nulis di atas n yang baca, apalagi dukung (BEGOOOOO banget) ini biar dapet hidayah. Kalo enga dapet hidayah juga, ya doain biar ditutup wordpress yang SESAT ini (eh maaf maksud saya BLOON).
    Mudah2an Allah memberi hidayah kepada saya dan kalian semua yang mengunjungi wordpress penuh amarah ini (ya gak? hik hik hik).
    Terakhir : Minta sama Allah bukan sama orang mati.
    Dah ah, yang baca tulisanku dah pada panas niy, ngaciiiiiiir
    kekekekek

    Lagi ah: yang ga mau dapet hidayah ane ucapin: “Matilah dengan KESESATAN dan KEBODOHAN kalian”
    PANAAAAS PANAAAAS kekekekekekekekekek

  18. @Ojah
    Kalau kamu bodoh bin goblok, mbok yao diem. Kalau nggak bsa jawab, diem. Wong Goblok kok Ngomong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s