Mazhab Salaf Shaleh Tentang Islamnya Mu’awiyah (Bagian: 5)

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

Pendapat Ibu Umar ra. Tentang Kemunafikan Mu’awiyah bin Abu Sufyan!

Kemunafikan Mu’awiyah bukan lagi tahasian di kalangan para sahabat yang tentunya mereka tau persis mentalitas dan kualitas formal keislamannya. Setelah Anda menyimak bagaimana Sayyidina Ali ra. dan Sayyidina Ammâr ra. menegaskan bahwa Mu’awiyah hanya berpura-pura saja memeluk Islam dan menghentikan permusuhannya terhadap Allah dan Rasul-Nya serta Risalah Islam, kini saya ajak Anda menyimak penegasan sikap Sayyiduna Abdullah bin Umar ra. di mana beliau tegas-tegas mengatakan bahwa Mu’awiyah dan Abu Sufyan hanya memeluk Islam karena keterpaksaan ketika tidak ada jalan lain  untuk menyelamatkan diri mereka kecuali dengan berpura-pura memeluk Islam… sebab Islam akan menerima siapapun yang secara formal menyatakan dua kalimat syahata/syahâdatain!

Mengapa Sikap Ibnu Umar Menjadi Penting Di Sini!

Kaum Salafi Whhâbi dalam banyak sikapnya, khususnya dalam membela Mu’awiyah dan keluarga bani Umayyah dan dalam mengecilkan keagungan Sayyidina Ali ra. sering kali mengandalkan sikap dan stitmen Ibnu Umar! Dalam perang antara Khalifah Ali ra. dan para pemberontak misalnya, para Wahhâbiyyûn menjadikan ketidak-ikut sertaan Ibnu Umar dalam membela Khalifah Ali ra. dalam peperangan-peperangannya menumpas para pemberontak sebagai pijkan bahwa peperangan yang tterjadi itu adalah fitnah! Dan menjauhkan diri dari terjebak dalam kondisi fitnah seperti itu lebih afdhal ketimbang melinbatkan diri! Walaupun kenyataannya, Ibnu Umar kemudian sangat menyesal atas sikap absennya dalam membela Khalifah Ali ra untuk menumpas Mu’awiyah dan para pemberontak itu!

Contoh lain adalah dalam kasus bai’at kepada Yazid, sikap Ibnu Umar yang mengecam penduduk kota suci Madinah yang terdiri dari putra-putra para sahabat Anshar dan sebagian Muhajirin yang melepas ikatan baia’at kepada Yazid… oleh kaum Salafi Wahhâbi dijadikan dasar pembelaan mereka terhadap Yazid!

Oleh karenanya adalah penting di sini bagi saya untuk menyajikan pernyataan sikap Ibnu Umar ra…. sebab beliau adalah panutan kaum Salafi Wahhâbi dan pembesar Salaf Shaleh yang sering mereka banggakan dan mereka jadikan hujjah sikap dan stitmennya!

Kata Ibnu Umar: Mu’awiyah dan Abu Sufyan Masuk Islam Karena Terpaksa!

Para ulama meriwyatkan pernyataan Ibnu Umar tersebut, di antara mereka adalah Ibnu al A’râbi dalam kitab Mu’jam-nya,4/102 sebagai berikut:

حَدَّثَنَا أبو يحيى زكريا بن يحيى الناقد ، حَدَّثَنَا صالح بن عبد الله الترمذي ، حَدَّثَنَا محمد بن الحسن ، عن العوام بن حوشب ، عن جبلة بن سحيم ، عن ابن عمر قال : لما كان أمر الحكمين .. فذكر الحديث، وفيه:  فخرج معاوية – فظن أني قدمت لذلك-  على جمل أحمر جسيم ، فجعل يقول : من ثم ذكر كلمة هذا الأمر؟ من يرجو هذا الأمر؟  فأردت أن أقول : من ضربك وأباك على الإسلام حتى أدخلكما فيه كرهاً…

…. dari Ibnu Umar, ia berkata, ‘Ketika perkara perdamaian…. (lalu ia menyebutkan hadis dan di antaranya): Maka Mu’awiyah keluar dengan mengendarai unta besar berwarna merah, dan ia menyankan aku keluar untuk itu (ambisi kekhalifahan_pen). Mu’awiyah berkata, “Siapakah di sana orang yang menyebut-nyebut urusan ini? Siapakah orang yang berharap mendapat perkara inbi (kekhalifahan_pen).

Maka aku (ibnu Umar) ingin berkata, “yang berharap terhadanya adalaah orang yang memukulmu dan memukul bapakmu atas dasar Islam sehingga memasukkan kamu berdua ke dalam Islam dengan terpaksa!…

Abu Salafy:

Jelas sekali dalam riwayat di atas bahwa sahabat Abdullah bin Umar ra. meyakini bahwa Mu’awiyah dan Abu Sufyan itu memeluk Islam dengan terpaksa/karhan! Tidak memelukkknay dengan senang hati dan keimanan!

Lalu apa nilai provokasi Ustadz Firanda yang menuduh saya (abu salafy) sebagai yang berdusta dan mengada-ngada ketika menegaskan bahwa Mu’awiyah itu seorang munafik! Ia hanya berpura-pura menampakkan keislamannya demi keselamatan dunia! Abu salafy benar-benar telah membangun akidahnya di atas sikap dan pendapat Salaf Shelah, para sahabat besar seperti Ali, Ammar dan Ibnu Umar serta lainnnya dan para tabi’în, seperti telah dan akan saya sajikan secara tuntas insya Allah dalam artikel-artikel saya yang akan datang!

Imam Bukhari Juga Meriwayatkan Pernyataan Sikap Ibnu Umar

Dan saya tambahkan di sini bahwa pernyataan sikap Ibnu Umar di atas juga telah diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya, hanya saja beliau tidak menyebutkannnya secara lengkap!

Coba Anda perhatikan riwayat Bukhari dalam Kitabul Maghazi di bawah ini:

صحيح البخاري – كِتَاب الْمَغَازِي – أول يوم شهدته يوم الخندق
3882

حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ / ح/  قَالَ وَأَخْبَرَنِي ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى حَفْصَةَ وَنَسْوَاتُهَا تَنْطُفُ (تَنْطِفُ) قُلْتُ قَدْ كَانَ مِنْ أَمْرِ النَّاسِ مَا تَرَيْنَ فَلَمْ يُجْعَلْ لِي مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ؟

 فَقَالَتْ إلْحَقْ فَإِنَّهُمْ يَنْتَظِرُونَكَ وَأَخْشَى أَنْ يَكُونَ فِي احْتِبَاسِكَ عَنْهُمْ فُرْقَةٌ فَلَمْ تَدَعْهُ حَتَّى ذَهَبَ فَلَمَّا تَفَرَّقَ النَّاسُ خَطَبَ مُعَاوِيَةُ قَالَ مَنْ كَانَ يُرِيدُ أَنْ يَتَكَلَّمَ فِي هَذَا الْأَمْرِ فَلْيُطْلِعْ لَنَا قَرْنَهُ فَلَنَحْنُ أَحَقُّ بِهِ مِنْهُ وَمِنْ أَبِيهِ

قَالَ حَبِيبُ بْنُ مَسْلَمَةَ – لابن عمر- فَهَلَّا أَجَبْتَهُ؟

 قَالَ عَبْدُ اللهِ فَحَلَلْتُ حُبْوَتِي وَهَمَمْتُ أَنْ أَقُولَ أَحَقُّ بِهَذَا الْأَمْرِ مِنْكَ مَنْ قَاتَلَكَ وَأَبَاكَ عَلَى الْإِسْلَامِ… الحديث.

… Ibnu Umar berkata, “Aku masuk menjumpai Hafshah ketika itu kepang rambunya meneteskan air, aku berkata kepadanya, “Engkau telah mengetahui perkara manusia dan tidak dijadikan untukku sedikit pun dari perkara ini (Kekhalifahan_pen)?!”

Hafsha berkata, “Susullah mereka, karena sesungguhya mereka menantimu. Aku khawatir terjadi perpecahan dengan bertahannya engkau tidak menyusul mereka.”

Hafshah terus mendesak Ibnu Umar sehingga ia pun pergi (ke Daumatul Jandal, tempat perundingan antara pihak Khalifah Ali ra. dan pihak pemberontak yang dipimpin Mu’awiyah_pen). Dan setelah manusia bubar, Mu’awiyah berpidato, ia berkata, “Siapa orang yang hendak berbicara tentang perkara ini hendaknya ia berbicara dan hendaknya ia menampakkan tanduknya. Kami benar-benar lebih berhak atas perkara ini darinya dan dari ayahnya sekali pun!

Habib bin Maslamah berkata kepada Ibnu Umar, “Mengapakah engkau tidak menbantahnya?!”

Abdullah (bin Umar) berkata, “Aku lepas ikatan habwah-ku (ikatan yang dilingkarkan ke pinggan dan kedua kaki di saat duduk_pen) dan aku bermaksud membantahnya dan berkata, “Yang berhak atas perkara in adalah orang yang memerangimu dan memerangi bapakmu atas dasar Islam… (maksudnya adalah para sahabat Nabi saw. yang telah memerangi Mu’awiyah dan Abu Sufyan dalam peperangan badar, Uhud, dan Khandak_pen)

((http://hadith.al-islam.com))

Abu Salafy:

Sampai batas ini Imam Bukhari meriwayatkan… tanpa melanjutkan bagian akhir pernyataan Ibnu Umar ra. yang menegaskan bahwa Mu’awiyah dan Abu Sufyan itu masuk Islam karena terpaksa!

Tetapi dalam riwayat Imam Bukhari di atas terdapat data penting yang membongkar keangkuhan dan pandangan buruk Mu’awiyah terhadap Khalifah Umar ra. di mana ia terang-tarangan menegaskan bahwa ia lebih berhak atas kekhalifahan dari Ibnu Umar bahkan dari Khalifah Umar sendiri!

Bukankan pernyataan Mu’awiyah itu benar-benar penghinaan atas Khalifah Umar bin Khaththab! Lalu mengapakah para Salafiyyûn Wahhâbiyyûn bungkam seribu bahasa tidak memberikan pembelaannya sedikit pun atas Khalifah Umar yang sedang dilecehkan Mu’awiyah! Riwayat penghinaan Mu’awiyah atas Khalifah Umar ra. ini bukan dalam riwayat Syi’ah Rafidhah atau Mu’tazilah atau sekte Jahmiyah. Tetapi ia dalam riwayat Shahih Bukhari!

Inilah sebenarnya akidah yang sedang disembunyikan para Salafyyûn Wahhâbiyyûn… Abu Sufyan, Mu’awiyah, Yazid dan bani Umayyah lah yang harus dibela dan diselamatkan dan dibuat harum nama mereka! Adapun Sayyidina Umar ra, dan apalagi Sayyidina Ali ra. bukankah manusia-manusia penting yang harus dibela dari penghinaan siapapun! Inilah yang tidak banyak diketahui umat Islam! Mereka adalah barisan terdepan pambela kaum munafik! Bukan membela sahabat apalagi keluarga dekat Nabi saw…..

Sebagai bukti kecil bagaimana mereka bangkit serempak menentang dan memvonis Abu Salafy sebagai sesat ketika Abu Salafy mencoba menyajikan data-data tersembnyi tentang Mu’awiyah dan kemunafikannya! Ketika Abu Salafy membongkar data-data tersembunyi itu maka para Salafiyyûn Wahhâbiyyûn kebakaran jenggot bak anak setan sedang dibacai surah Yasin! Mereka bangkit membela Mu’awiyah dengan alasan dia sahabat Nabi saw.! bukankah demikian sobat cerdas abusalafy?!

Dan dalam kesempatan lain insya Allah saya akan hadirkan data-data tentang keangkuhan Mu’awiyah dan klaim-klaim palsunya terkait dengan kedudukan dan kedekatannya serta jasa-jasanya terhadap Islam!

(Bersambung  insya Allah)

16 Tanggapan

  1. Alhamdulillah, syukur akhirnya setelah seminggu lebih tidak ada siraman ilmu dari Ustadz Abu, kini dahaga saya tersirami oleh ilmu manfaatnya antum ya Ustadz! Syukran Katsiran.

  2. Ibnu Umar itu memang sring diteladani wahabi jadi tepat dalil abu di sini…

  3. pak Abu, tolong lanjutkan. lucuti terus Muawiyah bapak dan anaknya. agar kami-kami yg berabad-abad ditipu bisa melek sejarah yg benar. bravo pak Abu

  4. lanjut….

  5. Assalamu ‘alaikum wr.wb.
    Alhamdulillah, wa as-Sholatu wa as-Salamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man walahu
    Berkaitan dgn tema di blog. Abu Salafy sy berpesan terutama kepada diri sendiri dan ikhwan pengunjung untuk tetap bersikap adil .
    1. Tema yg diperbincangkan dalam blog ini kejadiannya telah terjadi lebih dari 1000 tahun yg lalu. Sehingga praktis tulisan berdasar pada kitab/buku yang mungkin tidak mewakili secara utuh apa yg sebenarnya terjadi. Sehingga men-justis nama – nama yg disebut secara sembarangan bukan pada tempatnya apalagi dalam hal irdh/kehormatan orang yang dibicarakan. Pertimbangannya diantaranya adalah sebuah fakta bahwa pribadi yang dibicarakan adalah nama seorang khalifah dari dinasti Umayah, yg dalam kepemimpinannya tentu ada sisi baiknya yg kita belum tahu. Dan seprtinya “kaidah WA MAA JARO BAINA SHAHABI NASKUTU” yg dulu dipelajari dari guru – guru kita sedang diuji konsistensinya.
    2. @ ikhwan Salafiyyin, mohon dibantah/dijawab tulisan abu Salafy ini, di blog ini atau blog antum. Tentu dengan argumentasi yg berdasar. Karena Abu salafy telah mengajukan data, tentu membantahnya dengan data juga. Dengan maksud agar ada keseimbangan informasi, misalnya tulisan Abu salafy salah jadi ada yang membetulkan atau setidaknya sebagai pembanding.Sy yakin antum punya data yang valid. Bukan kebiasaan antum membawa dalil sembarangan, sesuai slogan menghidupkan Sunnah. Dan tentunya penyampaian dalil sangat terbuka untuk dikritik/naqd. Oh ya salam buat ust. Firanda ‘an Dirja, Salut buat ceramahnya di sebuah kajian d TV-nya. Ust. Firanda memberi masukan kepada ikwan untuk menyampaikan dakwah dengan lemah lembut, membiasakan bergaul dgn ma’ruf, ikut gotong royong dgn masyarakat/tidak eklusif, ramah, membri salam dan menjawab salam. Sebab yang disangka mubtadi’ tadi bisa jd belum tahu ilmunya.Klu boleh sy simpulkan kira2 bijak dalam mengaplikasi prinsip hajrul mubtadi.Tetangga sy walaupun salafy/ikut kajian salafy mau memberi senyum kok, biasa jamaah bareng padahal tahu sy suka wirid/dzikir jamaah setelah sholat.
    3. @Abu Salafy,
    Tema bisa ganti – ganti ustadz?. Jangan itu2 sj. Cuma saran. Menjaga ukhuwah tetap yg utama. Satu hal lg ust Abu sy belum mengerti ‘apa esensi thema seperti ini diangkat?’.
    Demikian tulisan ini. Sy sekedar pemerhati sj. Mau menanggapi lebih jauh, ilmu cethek+referensi tak ada+tak punya pula maktabah syamilah. Kelapa diparut lalu ditapis#ditapis orang menjadi santan. Referensi tak punya ilmupun tipis#mending diam demi keselamatan. Atas khilaf dan salah komen/ tulisan ini sy mohon maaf. ﺭﺒﻨﺎﻻﺘﺠﻌﻝﻓﻰﻗﻟﻭﺒﻨﺎﻏﻼﻟﻟﺫﻴﻥﺃﻤﻨﻭﺍ…..Aqulu qauli hadza.. fastagfirullaha li walakum. Wassalam,
    Akhukum fi al-Islam.

  6. Buat saudaraku abu ihsan… ada bebarapa catatan buant antum:
    (1) Mu’awiyah yang antum katakan sebagai KHALIFAH. Saya tidak sependapat dengan antum… alasan saya adalah hadis sahabat Safinah ra. yang tegas-tagas menyebutkan bahwa kekhalifahan itu adalah hanya berlangsung 30 tahun dan setelahnya adalah mulkun ‘adhud/kerajaan yang menggigiat. artinya kerajaan yang kejam dan menggigit umat Islam… 30 tahun itu berakhir dengan masa kehkalifahan Hasan bin Ali ra.
    Jadi jelas Mu’awiyah itu adalah RAJA KEJAM… lalu apakah kebaikan yang mungkin akan didapat umat Islam dari RAJA YANG MENGGIGIT itu?
    (2) Tema yang dibicarakan itu sudah berlalu lebih dari 1000 tahun… hal itu memang benar… tetapi, apakah antum hendak meragukan data-data sejarah yang ada betapa pun ia valid dan benar?!
    (3) Ayat yang Antum bawakan di akhir komentar antum itu perlu antum cermati dan dalami lagi… yang tidak boleh ada dalam hati kita adalah kebencian dan ghillan lilladzina amanu, bukan lil munafiqin… Al Qur’an menganjukkan bahkan mawajibkan kita membenci dan menampakkan permusuhan kepada kaum kafir. munafik dan musuh-musuh Allah dan rasul NYA….
    Jadi… jelas Muawiyah tidak termasuk….
    Dan buat antu hai akhi arif… saya doakan semoga Allah memberimu hidayah ke jalan yang lurus… dan menanamkan kecintaan kepada Ali dan kebencian kepada musuhnya! Amin

    • Sebenarnya sy ingin positif tinking dengan menulis coment sy di atas di blog Abu salafy khususnya poin 1 sebagai takwil yang hasan . Tapi apa yang sy tulis mungkin tidak sejalan dengan kebenaran dan ghoiru mardliyah inda Rasulih s.a.w, dengan ini saya nyatakan sy cabut coment saya dan saya bermohon ampun kepada Allah swt. Bagi pembaca coment saya di atas, harap hati – hati jangan terpengaruh, bisa jadi coment sy itu tidak sesuai dgn kebenaran. Skrg lampunya warna hijau # itu tanda boleh jalan. Skrg coment sy ditinjau# tak boleh jadi pegangan). Lampu hijau tanda netral gigi#Coment dicabut jadinetral kembali.
      Aqulu qauli hadza fasatgfirullah li wa lakum, wassalam

      • Salut buat abu ihsan yang mau meralatpendapatnya sendiri….
        Memang muawiyah tidak daat dibela.
        Sudah jelas pendapat dan keyakinan para sahabat yang tentunya mereka adalah Salaf kita semua, apalagi sahabat seperti Ammar bin Yasir dan Ali bin aabi Thalib ra. Kalau mereka sudah memvonis muawiyah itu munafik, ya sudah semestinya kita ikuti mereka, sebabmereka itu lebih mengerti siapa muawiyah itu dan meeka t8dak mungkin gegabah dalam menjatuhkan vonis itu disampihg pasti mereka punya nash khsusu tentang kemunafikan Muawiyah bin abi Sufyan.
        Wahabi yang nagukunya ikut Salaf ternyata anti Salaf….

  7. smoga wahabi bisa menerima bantahan dari abu salafy….
    smoga abu salafy terus dalam dakwahnya yg dapat memberikan ilmu yg nermanfaat buat kita smua…aamin..ツ

    • abu salafi kurang kerjaan,wong ws tewas ijek diundat2.(org sdh meninggal masih dijelek)

      ____________________

      Abu Salafy:

      Saya memaklumi apabila Anda keberatan sebab yang terbukti jelek dan fasik itu mungkin pujaan Anda…
      Andai saja yang dijelak-jelakkan itu Sayyiduna Ali -Karammallahu wajhahu- saya tidak terlalu yakin Anda akan bangkit marah dan keberatan!
      Kang Mas, mestinya Anda juga protes kepada Allah mengapa Allah membongkar kejahatan dan kejelekan Fir’aun, namrut dkk bukankah mereka itu sudah mati?!
      Apakah Allah dalam pandangan Anda kurang kerjaan?!
      Perbaiki cara berpikir Anda dalam agama agar tidak terjebak dalam kejahilan sikap!

  8. sodaraku komar adalah bukti banyaknya umat Islam yang masih sangat rendah SDM nya… masih memprihatinkan logika keberagamannya… masih minim and ceteq akalnya…
    terima kasih kpd ustadz abu yang telah memcerahkan kita semua… jazakumullah khairan ya ustadz.

  9. dari artikel 1 – 5 saya baca ternyata masyaallah, luar biasa… argumentatif… sedangkan komentarnya teman-teman para pembelanya muawiyah ternyata hanya emosional.. penuh fatanisme buta kepada muawiyah.. harapan saya mbok yo yang ilmiah kalian wahai salafi kalau ngebela muawiyah!!!

  10. Muawiyah itu buakn Khalifah tapi Malik/rajantiran. Nabi saw. Dalam sabda beliau telah memperingatkan umat Islam akan bahaya kedatangan kerajaan/mulkun ‘adhuudh yang artinya kerajaan yang menggigit alias sangat kejem… kapan masa itu datang? Setelah 30 tahun dari masa beliau saw. Nah, dengan mundurnya Sayyiduna al Hasan bin Ali ra. Berakhirlah masa kekhalifahan kenabian dan mulailah masa kerajaan yang menggigit itu. Hadis Nabi saw telah dirawikan sahabat bernama SAFINAH ra.
    Apa para wahabi tidak tau itu? Atau tau tapi tidak mau mengimani hadsi itu?
    Atau….
    Atau….
    Yang pasti biasanya yang munafiq membela munafiq lainnya….
    Hati-hatilah kalian dari membela kaum fasiq dan munafiq!

  11. Kalau sudak trdesak, ciri wahabi ada 2:
    1) ngomel2.
    2) mengingakri tanpa dasar ilmu.
    Percis imam mereka yang namanya IBNU TAIMYAH!
    Taukah kalian kenapa ibnu taimiyah kok dinisbatkan nasabnya kepada nenek tuanya yqng bernama TAIMYAH?
    aneh bukan…. biasanya orang arab menisbatkan dirinya kepada ayah, bukan kepada sisi ibnu.
    Yang menisbatkan kepada jalur ibu itu biasahya 8rang2 YAHUDI atau ANAK HQSIL ZINA YANG TIDAKNDIKETAHUI SIAPA BAPAK SYAR’INYA!
    Allahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s