Ternyata Tuhan Tidak Di Langit (8)

Kutipan Penegasan Ulama Islam Bahwa Allah Dzat Tidak Bertempat

Setelah Anda ikuti ulasan panjang tentang ayat-ayat yang sering dijadikan pendukung syubhat kaum Mujassimah dan arahan kami tentang pemaknaan yang benar atasnya, sekarang pembaca kami ajak memerhatikan penegasn ulama Islam tentang akidah yang shihah dalam masalah ketuhanan, khususnya yang tterkait dengan akidah Allah Tidak bertempat yang sangat ditentang oleh kauk Mujassimah Wahhabiyah.

Perlu diketahui di sini bahwa kami tidak menyebut penegasan para ulama Islam di bawah ini dalam kapasitasnya sebagai dalil, hanya saja dengannya kami hendak mengatakan bahwa keyakinan ulama Islam sangat bertolak belakang dengan keyakinan dan akidah tajsîm kaum Mujassimah dan sebenarnya apa yang diutarakan ulama Islam adalah cermin kematangan kelurusan berakidah mereka yang mendasarkanya di attas bukti-bukti lagis dan nash-nash akurat keislaman; Al Qur’an dan Sunnah.

  • Pegenasan Imam Ali as.

Tidak seorang pun meragukan kedalaman dan kelurusan akidah dan pemahaman Imam Ali ibn Abi Thalib (karramalahu wajhahu/semoga Alllah senantiasa memuliakan wajag beliau), sehingga beliau digelari Nabi sebagai pintu kota ilmu kebanian dan kerasulan, dan kerenanya para sahabat mempercayakannya untuk menjelaskan berbagai masalah rumit tentang akidah ketuhanan. Imam Ali ra. berkata:

كان ولا مكان، وهو الان على كان.

”Adalah Allah, tiada tempat bagi-Nya, dan Dia sekarang tetap seperti semula.”

Beliau ra. juga berkata:

إن الله تعالى خلق العرش إظهارًا لقدرته لا مكانا لذاته.

”Sesungguhnya Allah – Maha Tinggi- menciptakan Arsy untuk emnampakkan kekuasaan-Nya bukan sebagai tempat untuk Dzat-Nya.”[1]

Beliau juga berkata:

من زعمأن إلهنا محدود فقد جهل الخالق المعبود.

”Barang siapaa menganggap bahwa Tuhan kita terbatas/mahdûd[2] maka ia telah jahil/tidak mengenal Tuhan Sang Pencipta.”[3]

  • Penegasan Imam Imam Ali ibn Husain –Zainal Abidin- ra.

Ali Zainal Abidin adalah putra Imam Husain –cucu terkasih Rasulullah saw.- tentang ketaqwaan, kedalaman ilmu pengatahuannya tentang Islam, dan kearifan Imam Zainal Abidin tidak seorang pun meragukannya. Beliau adalah tempat berujuk para pembesar tabi’in bahkan sehabat-sabahat Nabi saw.

Telah banyak diriwayatkan untaian kata-kata hikmah tentang ketuhanan dari beliau ra. di antaranya adalah sebagai berikut ini.

أنت الله الذي لا يحويك مكان.

”Engkaulah Allah Dzat yang tidak dirangkum oleh tempat.”

Dalam hikmah lainnya beliau ra. berkata:

أنت الله الذي لا تحد فتكون محدودا

”Engkaulah Allah Dzat yang tidak dibatasi sehingga Engkau menjadi terbatas.”[4]

  • Penegasan Imam Ja’far ash Shadiq ra. (W. 148 H)

Imam Ja’far ash Shadiq adalah putra Imam Muhammad -yang digelaru dengan al Baqir yang artinya si pendekar yang telah membela perut ilmu pengetahuan karena kedalaman dan kejelian analisanya- putra Imam Ali Zainal Abidin. Tentang kedalam ilmu dan kearifan Imam Ja’far ash Shadiq adalah telah menjadi kesepakatan para ulama yang menyebutkan sejarahn hidupnya. Telah banya dikutip dan diriwayatkan darinya berbagai cabang dan disiplin ilmu pengetahuan, khususnya tentang fikih dan akidah.

Di bawah ini kami sebutkan satu di antara pegesan beliau tentang kemaha sucian Allah dari bertempat seperti yang diyakini kaumm Mujassimah Wahhabiyah. Beliau berkata:

من زعم أن الله في شىء، أو من شىء، أو على شىء فقد أشرك. إذ لو كان على شىء لكان محمولا، ولو كان في شىء لكان محصورا، ولو كان من شىء لكان محدثا- أي مخلوقا.

”Barang siapa menganggap bahwa Allah berada dalam/pada sesuatu, atau di attas sesuatu maka dia benar-benar telah menyekutukan Allah. Sebab jika Dia berada di atas sesuatu pastilah Dia itu dipikul. Dan jika Dia berada pada/ di dalam sesuatu pastilah Dia terbatas. Dan jika Dia terbuat dari sesuatu pastilah Dia itu muhdats/tercipta.”[5]

Peringatan:

Mungkin kaum Wahhabiyah Mujassimah sangat keberatan dengan penukilan kami dari para tokoh mulia dan agung keluarga Ahlulbait Nabi saw. dan kemudian menuduh kami sebagai Syi’ah! Sebab sementara ini mereka hanya terbiasa menerima informasi agama dari kaum Mujassimah generasi awal seperti ka’ab al Ahbâr, Muqatil dkk.. Jadi wajar saja jika mereka kemudian alergi terhadap mutiara-mutoara hikmah keluarga Nabi saw. karena pikiran mereka telah teracuni oleh virus ganas akidah tajsîm dan tasybîh yang diprogandakan para pendeta Yahudi dan Nasrani yang berpura-pura memeluk Islam!

Dan sikap mereka itu sekaligus bukti keitdak sukaan mereka terhadap keluarga Nabi Muhammad saw. seperti yang dikeluhkan oleh Ibnu Jauzi al Hanbali bahwa kebanyakan kaum Hanâbilah itu menyimpang dari ajaran Imam Ahmad; imam mereka dan terjebak dalam faham tajsîm dan tasybîh sehingga seakan identik antara bermazhab Hanbali dengan berfaham tajsîm, dan di tengah-tengah mereka terdapat jumlah yang tidak sedikit dari kaum nawâshib yang sangat mendengki dan membenci Ahlulbait Nabi saw. dan membela habis-habisan keluarga tekutuk bani Umayyah; Mu’awiyah, Yazid …. .[6]

  • Penegasan Imam Abu Hanifah ra.

Di antara nama yang sering juga dimanfa’atkan untuk mendukung penyimpangan akidah kaum Mujassimah Wahhabiyah adalah nama Imam Abu Hanifah, karenanya penting juga kita sebutkan nukilan yang nenegaskan akidah lurus Abuhanifah tentang konsep ketuhanan. Di antaranya ia berkata:

ولقاء الله تعالى لأهل الجنة بلا كيف ولا تشبيه ولا جهة حق

”Perjumpaan dengan Allah bagi penghuni surga tanpa bentuk dan penyerupaan adalah haq.”[7]

Dan telah dinukil pula bahwa ia berkata:

قلت: أرأيت لو قيل أين الله تعالى؟ فقال- أي أبو حنيفة-: يقال له كان الله تعالى ولا مكان قبل أن يخلق الخلق، وكان الله تعالى ولم يكن أين ولا خلق ولا شىء، وهو خالق كل شىء.

”Aku (perawi) berkata, ’Bagaimana pendapat Anda jika aku bertanya, ’Di mana Allah?’ Maka Abu Hanifah berkata, ’Dikatakan untuk-Nya Dia telah ada sementara tempat itu belum ada sebelum Dia menciptakan tempat. Dia Allah sudah ada sementara belum ada dimana dan Dia belum meciptakan sesuatu apapun. Dialah Sang Pencipta segala sesuatu.” [8]

Dalam kesempatan lain dinukil darinya:

ونقر بأن الله سبحانه وتعالى على العرش استوى من غير أن يكون له حاجة إليه واستقرار عليه، وهو حافظ العرش وغير العرش من غير احتياج، فلو كان محتاجا لما قدر على إيجاد العالم وتدبيره كالمخلوقين، ولو كان محتاجا إلى الجلوس والقرار فقبل خلق العرش أين كان الله، تعالى الله عن ذلك علوا كبيرا.

”Kami menetapkan (mengakui) bahwa sesungguhnya Allah SWT beristiwâ’ di atas Arsy tanpa Dia butuh kepadanya dan tanpa bersemayam di atasnya. Dialah Tuhan yang memelihara Arsy dan selainnya tanpa ada sedikit pun kebutuhan kepadanya. Jika Dia butuh kepadanya pastilah Dia tidak kuasa mencipta dan mengatur alam semesta, seperti layaknya makhluk ciptaan. Dan jika Dia butuh untuk duduk dan bersemayam, lalu sebelum Dia menciptakan Arsy di mana Dia bertempat. Maha Tinggi Allah dari anggapan itu setinggi-tingginya.”[9]

Pernyataan Abu Hanifah di atas benar-benar mematahkan punggung kaum Mujassimah yang menamakan dirinya sebagai Salafiyah dan enggan disebut Wahhâbiyah yang mengaku-ngaku tanpa malu mengikuti Salaf Shaleh, sementara Abu Hanifah, demikian pula dengan Imam Ja’far, Imam Zainal Abidin adalah pembesar generasi ulama Salaf Shelah mereka abaikan keterangan dan fatwa-fatwa mereka?! Jika mereka itu bukan Salaf Sheleh yang diandalkan kaum Wahhabiyah, lalu siapakah Salaf menurut mereka? Dan siapakah Salaf mereka? Ka’ab al Ahbâr? Muqatil? Atau siapa?

  • Penegasan Imam Syafi’i (w. 204 H)

Telah dinukil dari Imam Syafi’i bahwa ia berkata:

إنه تعالى كان ولا مكان فخلق المكان وهو على صفة الأزلية كما كان قبل خلقه المكان لا يجوز عليه التغيير في ذاته ولا التبديل في صفاته.

”Sesungguhnya Allah –Ta’ala- tel;ah ada sedangkan belum ada temppat. Lalu Dia menciptakan tempat. Dia tetap atas sifat-Nya sejak azali, seperti sebelum Dia menciptakan tempat. Mustahil atas-Nya perubahan dalam Dzat-Nya dan pergantian pada sifat-Nya.”[10]

  • Penegasan Imam Ahmad ibn Hanbal (W.241H)

Imam Ahmad juga menegaskan akidah serupa. Ibnu Hajar al Haitsami menegaskan bahwa Imam Ahmad tergolong ulama yang mensucikan Allah dari jismiah dan tempat. Ia berkata:

وما اشتهر بين جهلة المنسوبين إلى هذا الإمام الأعظم المجتهد من أنه قائل بشىء من الجهة أو نحوها فكذب وبهتان وافتراء عليه.

”Adapun apa yang tersebar di kalangan kaum jahil yang menisbatkan dirinya kepada sang imam mulia dan mujtahid bahwa beliau meyakini tempat/arah atau semisalnya adalah kebohongan dan kepalsuan belaka  atas nama beliau.”[11]

  • Penegasan Imam Ghazzali:

Imam Ghazzali menegaskan dalam kitab Ihyâ’ ‘Ulûmuddîn-nya,4/434:

أن الله تعالى مقدس عن المكان ومنزه عن الاقطار والجهات وأنه ليس داخل العالم ولا خارجه ولا هو متصل به ولا هو منفصل عنه ، قد حير عقول أقوام حتى أنكروه إذ لم يطيقوا سماعه ومعرفته ”

“Sesungguhnya Allah –Ta’ala- Maha suci dari tempat dan suci dari penjuru dan arah. Dia tidak di dalam alam tidak juga di luarnya. Ia tidak bersentuhan dengannya dn tidak juga berpisah darinya. Telah membuat bingun akal-akal kaum-kaum sehingga mereka mengingkari-Nya, karena mereka tidak sanggunp mendengar dan mengertinya.”

Dan banyak keterangan serupa beliau utarakan dalam berbagai karya berharga beliau.

  • Penegasan Ibnu Jauzi

Ibnu Jauzi juga menegaskan akidah Isla serupa dalam kitab Daf’u Syubahi at Tasybîh, ia berkata:

وكذا ينبغي أن يقال ليس بداخل في العالم وليس بخارج منه ، لان الدخول والخروج من لوزام المتحيزات.

“Demikian juga harus dikatakan bahwa Dia tidak berada di dalam alam dan tidak pula di luarnya. Sebab masuk dan keluar adalah konsekuensi yang mesti dialami benda berbentuk.”[12]

Penutup:

Setelah panjang lebar kami ajak pembaca budiman meneliti akidah kaum Mujassimah tentang keberadaaan Allah di langit dan berbagai alasan/syubhat yang mereka sebar-luaskan. Kini sampailah kita pada akhir kajian ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk memperkokoh keyakinan dan akidah ketuhanan kita kepada Allah SWT.

Tentunya kajian ringkas ini jauh dari cukup, sebab di sana masih banyak pembahasan terkait yang perlu diteliti dan dikaji pula demi kesempurnaan kajian ini. Akan tetapi –seperti kata papatah Arab-: Apa yang tidak bisa kita raik seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya.

Dan tegur sapa pembaca terhadap kesalahan yang terdapat di dalamnya sangat kami harap.

Mudah-mudahan dalam kesempatan lain Allah berkenan memebrikan taufiq dan pertolongan-Nya untuk menyajikan tema-tema serupa agar lebih mengenal akidah ketuhanan ala Wahabi.

Wassalam

(Habis)


[1]Al Farqu baina al Firaq:333.

[2] Maksud kata Mahdûd adalah: memiliki bentuk baik besar maupun  kecil, sebab setiap yang berbentuk pasti terbatas!

[3] Hilyatul Awliyâ’; Abu Nu’aim al Isfahani,1/73, ketika menyebut sejarah Ali ibn Abi Thalib ra.

[4] Ithâf as Sâdah al Muttaqîn, Syarah Ihyâ’  ‘Ulumuddîn,4/380.

[5] Risalah al Qusiariyah:6.

[6] Muqaddimah Daf’u Syubah at Tasybîh; Ibnu Jauzi.

[7] Syarah al Fiqul Akbar; Mulla Ali al Qâri:138.

[8] Al Fiqhul Absath (dicetak bersama kumpulan Rasâil Abu Hanifah, dengan tahqiq Syeikh Allamah al Kautsari): 25.

[9] Syarah al Fiqul Akbar; Mulla Ali al Qâri:75.

[10] Ithâf as Sâdah,2/24.

[11] Al Fatâwa al Hadîtsiyah:144.

[12] Daf’u Syubah at Tasybîh (dengan tahqiq Sayyid Hasan ibn Ali as Seqqaf):130.

________________

ARTIKEL TERKAIT

  1. Mukaddimah Akidah Ketuhanan 1
  2. Mukaddimah Akidah Ketuhanan 2
  3. Ternyata Tuhan Itu Tidak Di Langit ! (1)  Kritik Atas Akidah ketuhanan ala Wahhabi Salafy (Dasar Pemikiran Kaum Wahhabiyah Salafiyah)
  4. Ternyata Tuhan Itu Tidak Di Langit ! (2) Hadis Muslim (Hadis Jariyah) Adalah Hadis Ahâd Yang Muththarib!
  5. Ternyata Tuhan Itu Tidak Di Langit ! (3)  Hadis Jâriyah Dengan Redaksi: Siapa Tuhanmu?
  6. Ternyata Tuhan Itu Tidak Di Langit ! (4) Ketidak Jujuran Syeikh Nâshiruddîn al Albâni
  7. Ternyata Tuhan Itu Tidak Di Langit (5) Nash-nash Tentang al ‘Uluw, Ketinggian Fisikal Allah Versus Nash-nash Penentangnya
  8. Ternyata Tuhan Itu Tidak Di Langit (6) Hadis-hadis Tentang al ‘Uluw, Ketinggian Fisikal Allah Versus Hadis-hadis Penentangnya
  9. Ternyata Tuhan Itu Tidak Di Langit (7) Ayat-ayat Mutasyâbihât Pegangan Kaum Wahhâbiyah Mujassimah
  10. Ternyata Tuhan Itu Tidak Di Langit (8)

307 Tanggapan

  1. Nice post gan ..
    tukeran link bisa ga ??

    jangan lupa saling berkunjung ya ..
    http://serbamiliter.wordpress.com/wp-admin/index.php?page=stats

    • Maaf Saudara-saudaraku sekalian, sebenarnya yang jadi permasalahan kita adalah: perkataan “Allah tidak bertempat dan tidak berarah” itu tidak ada di dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa-sallam. Sedangkan perkataan: “Allah di atas ‘Arasy (Singgasana-Nya)” itu jelas-jelas ada di dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa-sallam. Inilah salah satu penyebab perpecahan diantara umat Islam, antara yang berpegang kepada Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa-sallam dengan yang berpegang kepada perkataan-perkataan yang lain (selain dari Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa-sallam). Padahal Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa-sallam pernah bersabda: “berpeganglah kapada Al-Qur’an dan Hadits agar kamu selamat.”
      Allaahu a’lam bis-shawaab.

      Abusalafy:
      Inti penyebab perselisihan dan perpecahan umat ini adalah kedangkalan pemahaman nash, bukan nash itu sendiri

  2. allah beristiwa atas arys tiada bertempat

  3. Izin share ya kang abu…

  4. Anda ini melakukan tadlis dan pencampur adukkan. Salafus Shalih tidak pernah mengatakan Allah itu bertempat karena kata tempat adalah istilah bid’ah yg hanya dilontarkan oleh para ahli kalam dari kalangan Mu’tazilah dan Asya’irah. Orang-orang salafi tidak pernah mengatakan bahwa Allah itu bertempat dalam ruangan, punya ukuran panjang dan lebar, terkurung dalam langit dan lain sebagainya seperti yg anda tuduhkan.

    Mengenai ucapan Imam Ali, Zainal Abidin dan Ja’far Ash-Shadiq, apakah ada sanad yg BERSAMBUNG dan SHAHIH sampai kepada mereka bahwa mereka mengatakan demikian?? Kalau ada coba tolong sebutkan. Bahkan demikian pula nukilan penulis kitab Ithaf Saadat Al-Muttaqin dari Imam ASy-Syafi’i, apakah ada sanadnya sampai kepada Imam ASy-Syafi’i?? atau dari buku mana dia menukil yg merupakan tulisan langsung atau setidaknya sanad bersambung dari penulis buku sampai kepada Imam Asy-Syafi’i??

    Abu Salafy:

    Salam akhi…. Kata-kata Anda bahwa Salaf Shaleh tidak pernah mengatakan Allah berada di tempat adalah mukabarah/hanya pengelakan yang tidak berdasar. Justru banyak bukti menunjukkan kenyataan itu.
    Nanti kalau saya sebutkan sanadnya kepada Imam Ja’far dan Imam Zainal Abidin, apakah Anda siap menerimanya?! Mereka itu imam-imamnya orang-orang Syi’ah lho?!
    Gaya lama kaum Salafy, selalu sok minta sanad… tapi kalau membawa kepalsuan atas nama orang-orang besar salaf, asal comot tanpa sanad… saya tidak mengatakan itu Anda.. tapi banyak teman-teman Salaf termasuk juga ustadz dan ulama paanutannya….

    • Abu Salafy,antum kayaknya emang ga belajar agama denga benar ya?
      Antum tau ga cara membedakan antara haq dan bathil?
      Antum tau g kenapa alasan sanad itu sangat penting dalam menjaga agama kita?
      Berapa ribu hadits palsu yg disandarkan pada Rasululloh sholallahu ‘alaihi wasalam.Jika bukan dengan sanad darimana antum bisa membedakan itu semua?
      Antum tau g ancaman yg berkata dusta atas Rasululloh?
      Mbok ya blajar yg benar akhi,supaya tidak dibodohi sama musuh2 Islam dari kafir dan munafiqun.
      Apalagi artikel2 antum banyak kelucuan didalamnya yg dusta belaka?
      Klo antum g tau kebenaran jangan menebarkan fitnah.Jaga lisan dan tulisan antum!
      Taubat ya akhi!

      • @Salman;
        Seperti sanadnya al-Albani (sang tanaqud), sanadnya Jam, sehingga main-main dengan hadits, eh….kroconya ikut-ikutan.
        Sok sanad…sekolah aja kagak, baru belajar agama kemarin sore, sok pinter.

      • Abu Salafy paling bisa kalau berbohong atas nama sahabat, atas nama ulama salaf. Dia ini memang panglima tentara iblis yang menyerukan kepada kesesatan.

      • Yang membenci Imam Muhammad bin Wahab adalah ; (1) orang-orang musyrik karena beliau menyerukan kepada tauhid, mencela bertawassul kepada kuburan/yang sudah meninggal, (2) ahlul bid’ah karena beliau sangat membenci bid’ah dan beliau sangat mencintai sunnah (3) Fanatisme mashab, karena beliau mempersamakan semua mashab karena semua ulama (“pendiri mashab”) adalah ahlu sunnah, mereka berbeda hanya ijtihad saja, dan semuanya aimmatu arbai’in melarang kita untuk taqlid pada mashabnya jika mashabnya menselisihi sunnah. (4) Orang-orang bodoh yang hanya ikut-ikutan tidak mengerti siapa sesungguhnya imam Muhammad bin Wahab, termakan provokator yang menyesatkan dari ahlul syirik dan ahlul bid’ah dan semacamnya.
        Bagi kami beliau adalah ulama besar yang berdakwah untuk memurnikan agama Islam, beliau adalah ulama ahlusunnah, tetapi kami tidak pernah mengatakan bahwa beliau maks’um sama sekali tidak.

    • ceritakan dong mengenai peristiwa Isra & Mi’raj.. Nabi dibawa kemana untuk menerima perintah shalat??

    • Bismillahi,comment2 diatas makin nyeleneh dan melenceng.Simpel aja.Wahai Abu Salafy,jika benar anda muslim lalu ada apa dengan peristiwa Isra’ dan Mi’rajnya Rasulullah SAW?Kemana Rasulullah menghadap Rabbnya?Kenapa dikatakan Peristiwa Isra’ dan Mi’raj nya Rasulullah SAW menggunakan buraq dan naik keatas langit?LALU KENAPA RASULULLAH SAW HARUS NAIK KEATAS LANGIT DLM PERISTIWA ISRA’ DAN MI’RAJNYA.

      WAHAI ABU SALAFY BERAGAMA INI HARUS DGN ILMU.

    • syiah itu islam ya?

    • BUKTI YANG ABU SALAFY SANG PEMBOHONG BESAR KATAKAN ADALAH KEBOHONGAN ATAS NAMA ALI BIN ABI THALIB RA DAN ULAMA SALAF LAINNYA, YANG SANG PEMBOHONG KATAKAN BAHWA ITU PERKATAAN ALI SESUSUNGGUHNYA TIDAK ADA SANADNYA SAMA SEKALI, PERKATAAN TERSEBUT ADALAH PERKATAAN IMAM SYIAH ROFIDAH, DAN DALIL-DALIL YANG ABU SALAFY SANG PEMBOHONG ADALAH DALIL PALSU.

      MEMBACA TULISAN DAN NUKILAN ABU SALAFY SANGAT KENTAL DENGAN SYIAH RAFIDAH.

      CUKUP SAYA KATAKAN BAHWA ABU SALAFY INI ADALAH PENDUSTA BESAR, BERDUSTA ATAS NAMA SAHABAT RASULULLAH, ATAS NAMA IMAM SALAF. ABU SALAFY SANG PEMBOHONG BESAR MENYEBARKAN KESESATAN SEMOGA ALLAH TAALA MELAKNAT DUNIA DAN AKHIRAT BAGI ORANG SEPERTI INI JIKA DIA TIDAK MAU SEGERA BERTOBAT.

  5. Allahuakbar….

    • Assalamualaikum
      pak abu, banyak loo orang-orang yang mengatas namakan dirinya dengan Ahlussunnah, termasuk pak abu. ana salut kepada anda karena anda juga tidak ingin kalo diri anda dikatakan bukan termasuk Ahlussunnah. sebetulnya Ahlussunnah itulah kebenaran.
      hanya saya menyayangkan untuk anda karena ternyata anda itu mengaku sebagai Ahlussunah hanya dikulitnya saja.
      kerana anda termasuk diantara 0rang-orang yang menghujat wahabi, itu artinya bahwa anda nggak tahu mana yang benar dan mana yang salah. karena orang-orang yang anda anggap wahabi itu, mereka tidak merasa apa-apa terhadp sebutan itu, sebab sebutan itu selama ini hanyalah datang dari orang-orang ahlul bid’ah dan orang-orang sekuler, yang tidak menyukai tegaknya Islam diatas kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana pemahaman salafus sholih.
      sayang anda hadir sekarang sebagai orang-orang yang membenci mereka, padahal mereka itu juga dibenci oleh orang-orang alhul kitab, dibenci oleh orang-orang sekuler, karena mereka tidak ingin kalo Islam ini tegak seperti aslinya.
      cobalah anda sedikit sareh baca kitab-kitab mereka seperti kitabnya Syeh Bin Baz dan yang lainnya, sungguh anda akan mendapatkan kesan bahwa ilmu pengetahuan mereka benar-benar sejalan dengan deretan ulama Ahlussunnah sejak dari para Sahabat, Tabi’in, dan seterusnya sampai hari ini, ilmu mereka saling sambung menyambung… kalau memang anda merasa mencari kebenaran, coba sedikit turunkan ketegangan anda terhadap mereka, perhatikan untuaian ilmu yang mereka dakwahkan, pasti anda akan mendapatkan kesan baik kepada dakwah mereka…
      aneh…aneh…aneh… kalau ternyata anda malah bisa bernesraan dengan Syi’ah? anda tahu syi’ah itu adalah madzhabnya Abdullah bin Saba’ Alyahudi.. apa anda baru tahu sekarang… awas anda jangan terkecoh dengan sapaan santun mereka.
      syi’ah adalah merusak akidah ummat ini dan harus di tegakkan jihad kepada mereka.
      itu kalooooo emang anda maunya bela yang beeeenar….
      ingatloo kalaupun anda mengaku sebagai Ahlussunnah… kami akan menyaksikan siapa anda sebenarnya…..

      • benar.saya setuju dengan anda.nama abu salafy tapi hanya untuk menghujat salafi.jika berdasarkan dalil dan akal sehat, insyaallah akan menerima Al Qur’an dan Assunnah dengan pemahaman salafus shalih..

      • @Andi;
        Andalan Ben Baz, yang membuat dan menemukan teori “Geocentris” yang terkenal itu, ya ? yang mengatakan “Matahari mengelilingi bumi”, hebat kali dia ya? menantang arus ilmuwan, cara pandang yang aneh.

      • penamaan abu salafy aja aneh…
        apa iya dia mau jadi bapaknya para salaf…
        aneh….
        emang dia sapa…..
        trus abu salafy ini sebenarnya bukan ahlussunnah tapi sangat cocok bila dinamakan jahmiyah gaya baru…

  6. Aduhai Abu Jahmy. Kaum Wahhaby selalu aje minta sanad. Apakah benar mereka adalah kaum yang mementingkan sanad?

    Saya sendiri pernah mengujinya. Sayang, tidak pernah ada seorang pun Wahhabi yang memberikan saya sanad beliau sehingga kepada Ibnu Taimiyah.

    Karena apa? Terlalu banyak fatwa2 Ibnu Taimiyah sendiri yang kaum Wahhaby melanggarnya. Silahkan anda sendiri mengkajinya.

    • Wahai pria desa…Sanad apa yg antum inginkan?
      Banyak para Ulama Ahlus Sunnah yg masih hidup, yg jelasnya juga dari sisi keilmuan jauh daripada antum.Mau nomernya Syaikh Robi?
      Tingkat keilmuan seseorang berbeda-beda wahai pria desa..

      • siapa bilang ulama ente (wahabi) lebih pintar dari si pria desa?? pernah di adu argument?? gak usah telponnya…..blognya ajah atau suruh masuk blog ini trus kita berbalasan argumen. baru ketahuan siapa yang lebih mengerti dan siapa yang gak ngerti.
        karena menurut ane, kalao cuma ulama wahabi doang mah ane rasa ane sanggup ngadepinnya (wallahu a’lam). asal pake standard akal sehat !! jangan pake mau maunya ndiri…..kalo pake maunya ndiri mah ane juga bisa jadi ulama coy

    • La iyalah.. sama aja.. kalo pria desa ditanya..
      ….eh katanya pria desa abis dapet warisan?
      pria desa pasti langsung ngomong..
      ….kata siapa??
      lalu dijawab..
      …..dari fulan bin fulan…
      Pria desa jawab… iya betul..gw abis dapet warisan..
      ITU MINTA SANAD NAMANYA.. :)
      kalo tanpa sanad.. mana orang percaya???

      • @kusuma wardhani: syekh rabi’ itu ulama saudi bro… selain beliau adalah orang yang berilmu, beliau juga sangat fasih bahasa Arab-nya..ente mau dibuat klenger berani adu mulut sama beliau… itu juga klo u ngerti…belum lagi klo ente g ngerti apa yg beliau katakan… :-)

      • @kusuma wardhani: syaikh Rabi’ itu ulama saudi bro… selain beliau adalah orang yg berilmu, beliau juga sangat fasih dalam ber-bahasa Arab.. ente mau dibuat klenger berani nantang adu mulut sama beliau…? itu juga klo u ngerti apa yg beliau katakan… klo g ngerti mau dikemanain muka n kenekad-an ente..?

    • aduhai pria desa….jahil murokkab

    • @aku benci wahabi:: ya akhi, kita ini sekarang sdh di 2011…teori bahwa bumilah yang mengelilingi matahari itu sdh dibantah sejak bertahun2 lalu… ga up to date ah..coba antum lihat di informasi ilmu astronomi terbaru..

      bahwasannya yang benar adalah matahari mengelilingi planet2 yang ada di dalam suatu galaxi…memang bumi bergerak..akan tetapi matahari-lah yang mengelilingi porosnya.. dan pergerakan matahari juga lebih cepat dari pada pergerakan bumi.. dan ini juga ada di dalam Al-quranul kariim yaitu firman Allah ta’ala: “WASSYAMSU TAJRII L I MUSTAQORRILLAHA” .. dan klo antum membantahnya maka antum termasuk orang2 yang meragukan kebenaran Al-quran..

      satu lagi, jangan sekali2 antum menghina ulama ahlussunnah.. karena belum tentu antum lebih baik dari mereka.. mudah2an antum termasuk orang2 yang berfikir..

  7. @ Abu Salafy: Kalau sanadnya memang shahih dan tanpa illat MAKA SAYA AKAN MENERIMANYA.
    Ingat: SHAHIH TANPA ILLAT DAN BERSAMBUNG!!!
    Tinggalkan orang-orang yg berbohong atas nama salaf itu, jadikan masalah ini antar kita berdua saja. Saya tunggu sanadnya ya?

    @ Pria desa: Untuk pernyataan para sahabat dan para tabi’n jelas kita memerlukan sanad. Termasuk pula pendapat para imam, karena orang-orang wahhabi juga pnya versi lain mengenai perkataan Imam Asy-Syafi’i, misalnya dgn jelas Imam ASy-Syafi’i mengamalkan hadits Jariyah ttg pertanyaan di mana Allah dia beliau tidak menganggapnya dha’if atau menakwilnya dan itu ADA DALAM KITAB Al-UMM, juz 2 hal. 298.
    Kalau memang orang wahhaby ente anggap salah ya ente jangan berlaku sama dgn mereka dong, kalau mereka suka memalsu dan berkata tanpa sanad ya ente jangan ikut-ikutan, harus beda dari mereka dong.

  8. komentarnya khomaini ada ga????
    kalau gak ada ya komentarnya habaib2 ba’alwy degil jg gak apa2….

    • wah benthaleb nongol lagi……tapi tetep kaya dulu…masih stress kayanya…
      klo ga ngejelekin orang kayanya kurang seneng…..he he he he…..
      ente benci banget sama ba’alwy ya…..ga heran sih…kayanya dah sifat dari keturunan ente deh……ente sendiri bukannya org baduwi wan…..??

    • Benci ama para sayyid zurriat rasul kok jadi kebanggaan …
      Mau jadi apa kamu le… kamu pikir bisa masuk surga dgn hebatnya amalmu sendiri … dosa banyak tapi pintar mencela keturunan mulia … Rasul itu punya hak memberi syafaat loh … ente ga mau ???
      Kalo ane sih mau, makanya ane cinta rasul & menghormati zurriatnya …. Tapi kalo ente merasa udah bisa masuk sorga dgn menjadi pecinta Bin Baz, atw Raja Saudi sih yah terserah ente lah ….

    • saya cuma mau membalas cacian bentalebbankeanjing

    • Baiklah saya dikatakan ahli bid’ah tapi saya akan berdoa kepada Alloh supaya mengampuni dosa bid’ah saya, dan saya juga berdoa kepada Alloh apabila saya masuk neraka maka saya ingin benthalebangkeanjing bareng bareng masuk neraka…dikarenakan keangkuhanya,busuk mulutnya tidak menjadikan aku mendapat petunjuk.dasar anjing kamu benthaleb

    • Benthaleb Stress!

      Yang ada komentarnya benthaleb.
      Tapi koment-nya kaya orang bingung, nih. Apa karena Kaum wahhabi semakin tersisih ya ? ditempatku, biasanya bersliweran, jualan minyak wangi dan buku2 kecil, sambil intip2 mushalla kosong. Apa karena lagi banyak diburu DENSUS ’88, ya ? Ayo dong lawan tuh DENSUS ’88, katanya ingin buat Negara WAHHABI, Insya Allah tidak berhasil…amin.

      • DENSUS itu beraninya sama yang jenggotan.. kalo sama yang pake dasi, rapih kerjanya ambil uang rakyat.. coba, berani ngga??
        khan lebih baik jualan minyak wangi dan buku daripada jualan omong kosong macam situs ini….

  9. Abu Jahmy. Saya tidak pernah ikut-ikutan ama Wahhaby. Mengenai sanad, itu karena Wahhaby sering mengatakan hanya ikut al-Qur’an dan Hadis sahaja. Karena Wahhaby sering melaungkan bahawa selain Rasulullah, tidak pernah ada yang maksum.

    Silakan nukil isi kitab al-Umm itu di sini. Kita lihat apakah Imam Syafie benar2 terbukti mengambil makna zahirnya. Apakah makna zahirnya tidak bertentangan dengan nas2 zahir al-Quran juga, jika memang anda mau buktikan illatnya.

    • Coba antum denger radio rodja,,buang syuhbat2 yg ada dikepala antum jernihkan hati simak baik2,,,semoga diberi jalan yg lurus…

      • radio rodja isinya ga ilmiah kok, cuma corong sekte wahaby untuk pemaksaan pemahaman bathilnya kpd kaum muslimin,…

  10. Oh ya. terlanjur anda menanyakan sanad, bagaimana pula dengan perbuatan Albany terhadap hadis2 Imam Bukhary. Mohon pencerahannya, mas.

  11. Allah [Pemberi] cahaya [kepada] langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus[5], yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca [dan] kaca itu seakan-akan bintang [yang bercahaya] seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, [yaitu] pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur [sesuatu] dan tidak pula di sebelah barat [nya] [6], yang minyaknya [saja] hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya [berlapis-lapis], Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (35) an-nuur

    disinilah dalilnya allah beristiwa atas arys tiada bertempat

  12. untuk abu jahmy bin abu anu… itu sih lagu lama kalian… minta2 sanad… nanti kalauo disebutkan… dicari-cari illatnya unutk dikufuri!!!
    jadi neber ustadz jangan ditanggapi si wahabi abu jahmy ini… ituh tuh sudah keliatan kan kalau mau cari gara2 mau menolak!: @ Abu Salafy: Kalau sanadnya memang shahih dan tanpa illat MAKA SAYA AKAN MENERIMANYA.
    Ingat: SHAHIH TANPA ILLAT DAN BERSAMBUNG!!!
    nanti ilat nya ya dicari caeiin!
    dan untuk wan ben thaleb… udah wan ndak udah mengulang akidah kaum qaramithah yang anti orang 2 terhormat… kamu kan benthalen… kamu pelajari aja sejarah marga kamu waktu di hadhramaut! kalain yang asli-asli yaman itu kan keturunan Saba’ jadi kalian itu Sabaiin kaya Abdullah bin Saba’ juga

  13. Buat saudaraku abu jahmy … saya pikir kamu coba dulu ngerujuk ke referensi yang dsiisebu pak ustadz Abu Salafy… baca th Sayarah Ihya’ Ulumuddin dan Risalah Qusyairiyah…
    Pasti ogah ya sebab keduanya kan kitab tasawwuf?! Kalian wahabi kan anti tasawwuf dan para wali sufi?!
    Ya alhi rujuk ya ke 2 kitab itu dulu baru komentar… boleh kamu kritik sanadnya!!!!!!!!!!
    Tapi saya sejak awal sih sudah ragu kalau kalian wahabi DOYAN UCAPAN AHLULBAITNYA NABI….

    • mas yang bikin kitab aja tobat menjelang akhir hayatnya, beliau (abu hanifah)kembali kejalan salafu sholeh koq antum masih pake sih………….

    • mas yang bikin buku udah tobat kenapa masih dipakai buat hujah.beliau (abu hanifah)telah kembali kejalan salafful sholeh

  14. @ PRia desa: Anda salah alamat, kalau mau tanya ttg Al-Albani tanyakan saja ke muridnya Al-Albani kenapa tanya saya? Kalau anda punya kitab Al-Umm tentu anda sudah menemukannya, dan Asy-syafi’i tidak menganggap hadits itu mudhtharib atau bertentangan dgn nash Al-Qur`an sebagaimana dikatakan oleh Abu Salafy.

    @ Ipin&Upin: Ngak usah cari-cari alasan, kalau memang tidak mampu menyebutkan sanadnya ya sudah mengaku sajalah.

    @ Wahhabi palsu: Saya sudah rujuk ke Syarah Ihya` dan TIDAK ADA SANADNYA sampai ke Imam Asy-Syafi’i.
    Saya juga sudah rujuk ke Ushuluddin Al-Baghadadi dan tidak ada sanadnya sampai ke Imam Ali.
    Saya juga sudah rujuk ke Risalah Qusyairiyyah dan TIDAK ADA SANADNYA sampai ke Imam Syafi’i.
    Kalau memang ada sanadnya sebutkan saja, kalau tidak ada, ya sudah ngaku aja ngak ada, ngak usah melintir, anda sendiri udah baca di kitab-kitab itu belom? Kalau memang udah, mana sanadnya yg saya minta? gitu aja kok repot

    • Mau tahu al-Albani, nih dia jagoan FATWA:

      Berikut diantara penyimpangan-penyimpangan Albani yang dicatat para ulama’

      1) Menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya sebagaimana dia sebutkan dalam kitabnya berjudul Almukhtasar al Uluww hal. 7, 156, 285.

      2) Mengkafirkan orang-orang yang bertawassul dan beristighatsah dengan para nabi dan orang-orang soleh seperti dalam kitabnya “at-Tawassul” …. Lihat Selengkapnya

      3) Menyerukan untuk menghancurkan Kubah hijau di atas makam Nabi SAW (Qubbah al Khadlra’) dan menyuruh memindahkan makam Nabi SAW ke luar masjid sebagaimana ditulis dalam kitabnya “Tahdzir as-Sajid” hal. 68-69,

      4) Mengharamkan penggunaan tasbih dalam berdzikir sebagaimana dia tulis dalam kitabnya “Salsalatul Ahadits Al-Dlo’ifah” hadits no: 83.

      5) Mengharamkan ucapan salam kepada Rasulullah ketika shalat dg kalimat “Melarang Assalamu ‘alayka ayyuhan-Nabiyy”. Dia berkata: Katakan “Assalamu alan Nabiyy” alasannya karena Nabi telah meninggal, sebagaimana ia sebutkan dalam kitabnya yang berjudul “Sifat shalat an-Nabi”.

      6) Memaksa umat Islam di Palestina untuk menyerahkan Palestina kepada orang Yahudi sebagaimana dalam kitabnya “Fatawa al Albani”.

      7) Dalam kitab yang sama dia juga mengharamkan Umat Islam mengunjungi sesamanya dan berziarah kepada orang yang telah meninggal di makamnya.

      8 ) Mengharamkan bagi seorang perempuan untuk memakai kalung emas sebagaimana dia tulis dalam kitabnya “Adaab az-Zafaaf “,

      9) Mengharamkan umat Islam melaksanakan solat tarawih dua puluh raka’at di bulan Ramadan sebagaimana ia katakan dalam kitabnya “Qiyam Ramadhan” hal.22.

      10) Mengharamkan umat Islam melakukan shalat sunnah qabliyah jum’at sebagaimana disebutkan dalam kitabnya yang berjudul “al Ajwibah an-Nafiah”.

      Ini adalah sebagian kecil dari sekian banyak kesesatannya, dan Alhamdulillah para Ulama dan para ahli hadits tidak tinggal diam. Mereka telah menjelaskan dan menjawab tuntas penyimpangan-penyimpangan Albani. Diantara mereka adalah:

      1.Muhaddits besar India, Habibur Rahman al-’Adhzmi yang menulis “Albani Syudzudzuhu wa Akhtha-uhu” (Albani, penyimpangan dan kesalahannya) dalam 4 jilid;

      2.Dahhan Abu Salman yang menulis “al-Wahmu wath-Thakhlith ‘indal-Albani fil Bai’ bit Taqshit” (Keraguan dan kekeliruan Albani dalam jual beli secara angsuran);

      3.Muhaddits besar Maghribi, Syaikh Abdullah bin Muhammad bin as-Siddiq al-Ghumari yang menulis “Irgham al-Mubtadi` ‘al ghabi bi jawazit tawassul bin Nabi fil radd ‘ala al-Albani al-Wabi”; “al-Qawl al-Muqni` fil radd ‘ala al-Albani al-Mubtadi`”; “Itqaan as-Sun`a fi Tahqiq ma’na al-bid`a”;

      4.Muhaddits Maghribi, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin as-Siddiq al-Ghumari yang menulis “Bayan Nakth an-Nakith al-Mu’tadi”;

      5.Ulama Yaman, ‘Ali bin Muhammad bin Yahya al-’Alawi yang menulis “Hidayatul-Mutakhabbitin Naqd Muhammad Nasir al-Din”;

      6.Muhaddits besar Syria, Syaikh ‘Abdul Fattah Abu Ghuddah yang menulis “Radd ‘ala Abatil wal iftira’at Nasir al-Albani wa shahibihi sabiqan Zuhayr al-Syawish wa mu’azirihima” (Penolakan terhadap kebatilan dan pemalsuan Nasir al-Albani dan sahabatnya Zuhayr al-Syawish serta pendukung keduanya);

      7.Muhaddits Syria, Syaikh Muhammad ‘Awwama yang menulis “Adab al-Ikhtilaf” dan “Atsar al-hadits asy-syarif fi ikhtilaf al-a-immat al-fuqaha”;

      8.Muhaddits Mesir, Syaikh Mahmud Sa`id Mamduh yang menulis “Tanbih al-Muslim ila Ta`addi al-Albani ‘ala Shahih Muslim” (Peringatan kepada Muslimin terkait serangan al-Albani ke atas Shahih Muslim) dan “at-Ta’rif bil awham man farraqa as-Sunan ila shohih wad-dho`if” (Penjelasan terhadap kekeliruan orang yang memisahkan kitab-kitab sunan kepada shohih dan dho`if);

      9.Muhaddits Arab Saudi, Syaikh Ismail bin Muhammad al-Ansari yang menulis “Ta`aqqubaat ‘ala silsilat al-ahadits adh-dha`ifa wal maudhu`a lil-Albani” (Kritikan atas buku al-Albani “Silsilat al-ahadits adh-dha`ifa wal maudhu`a”); “Tashih Sholat at-Tarawih ‘Isyriina rak`ataan war radd ‘ala al-Albani fi tadh`ifih” (Kesahihan tarawih 20 rakaat dan penolakan terhadap al-Albani yang mendhaifkannya); “Naqd ta’liqat al-Albani ‘ala Syarh at-Tahawi” (Sanggahan terhadap al-Albani atas ta’liqatnya pada Syarah at-Tahawi”;

      10.Ulama Syria, Syaikh Badruddin Hasan Diaab yang menulis “Anwar al-Masabih ‘ala dhzulumatil Albani fi shalatit Tarawih”.

      Saran kami. Hendaknya seluruh umat Islam tidak gegabah menyikapi hadis pada buku-buku yang banyak beredar saat ini, terutama jika di buku itu terdapat pendapat yang merujuk kepada Albani dan kroni-kroninya.

    • Omong-omong soal sanad:
      - Sanad yang merujuk dan sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalam, Insya Allah yang benar dari keturunan2 beliau (ahli bait).

      LOGIKA:
      - Anak fulan, di pastikan akan melihat perilaku Fulan itu sendiri, dan bersambung sampai ke-atas.
      - Cucuku sanad-nya Anaku; Anaku sanad-nya aku; aku sanad-nya bapak-ku; bapak-ku sanadnya kakek-ku; dst keatas.

      Kenapa wahhabi anti sanad dari Ahlul bait…?
      Berfikirlah…..

  15. Lah kan ada peristiwa Isro Mi’raj… Emang Nabi pergi kmn saat itu? Kebawah atau ke atas, sehingga Beliau mendapat perintah sholat langsung dari Alloh…, ya terkecuali bagi orang yg tidak mempercayai isro’ miraj itu, ya wajar aja

    • ini jawaban yang top. antum genius menanggapi masalah.. gimana sekalian yang ada disini…peristiwa isra’ miraj nabi keatas atau kebawah dengan kendaraan Buroqnya???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

      • ke langit menemui Rabb-nya…

        Abu Salafy:

        Kata siapa GUS?!

      • Dalam Mi’raj Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam dari Masjidil Aqsha dinaikkan ke langit yang ketujuh sampai ke Sidratil muntaha yang berada dibawah ‘Arasy untuk menghadap ALLAH Subhanahu wa Ta’ala.

  16. Mengapa anda mengelak menjawabnya Abu Jahmy? Kami sudah siap menguji, apakah Imam Syafie benar2 mengambil makna zahir Hadis Jariah tersebut.

    Silakan menaqalnya, Abu Jahmy. Jangan malu2 donk. Kita uji saja dengan makna zahir nas2 Al-Qur’an yang lain juga. Apakah memang tidak bertentangan.

  17. Aduhai Abu Jahmy… Logika anda sangat rapuh. Jika kami mau, boleh saja kami menjawab seperti anda -

    TANYAKAN SAJA KEPADA MURID2 IMAM SYAFIE. KENAPA ANDA TANYA SAYA?

  18. @ Pria desa: Masalah Al-Albani bukan urusan saya, karena saya tidak pernah mengeluarkan tulisan ttg Al-Albani, tapi masalah nukilan dari Imam Asy-Syafi’i itu menjadi tanggung jawab Abu Salafy untuk menjawab pertanyaan saya ttg sanadnya, karena jawaban yg bisa dia berikan cuma dua:
    1. Memang ada sanadnya di kitab lain dan dia langsung sebutkan di sini, atau
    2. Dia tidak tahu dan dia sendiri belum menemukan.
    Masalah Al-Albani karena memang saya bukan murid Al-Albani dan tidak menukil perkataan Al-Albani jadi bukan urusan saya untuk membela Al-Albani, tapi masalah pertanyaan saya sangat wajar bila saya bertanya demikian karena memang inilah topik yg sedang dibahas di atas, lalu mengapa anda mengalhkannya kepada Al-Albani atau siapapun??

  19. jangan anda lupa abu jahmy. Anda sendiri kata Wahhabi itu ada hujahnya. itu tanggungjawab anda jawab semua hal tentang Wahhaby.

    Selain itu, anda juga bertanggungjawab membuktikan Imam Syafie mengambil makna zahir Hadis Jariah, karena memang anda yang memulai.

  20. assalamualaikum abu salafy,,,saya orang awam mengenai ahlusunnah waljamaah,, namun dari situs abusalafy saya banyak belajar mengenai aswaja,,, alhamdulilllah sedikit demi sedikit memahami ajaran sesungguhnya,,,saran saya terus berjuang tegakkan kebenaran aqidah aswaja,,,

  21. assalamualaikum abu salafy,,, saya orang awam mengenai aswaja, namun alhamdulillah setelah membaca semua situs dari abu salay sedikit demi sedikit saya mengetahuinya,,,terus maju abu salafy,,,,

    • kalo anda mo belajar saya sarankan sdr baca kitab I’itoqod ahlussunnah waljama’ah dan keagungan madzhab syafi’i dan 40 masaah agama karangan KH. sirajuddin Abbas sebagai permulaan. jadi gampang mencerna koment kaum wahabi.

  22. @ abu jahmy
    insya allah antum cuma nama saja yang jahmy tp orangnya salafy jgn ky abu yang jahmy almubtadi’i tapi namanya salafy”””antum trs aja ngotot sanad perkataan dinisbatkan imam2 salaf yang sholeh karena ana tau betul jika si abu ini doyan mlintir dan memotong2 perkataan trs paling jelek dia kalau sdh gak bisa jawab akan ganti topik demi pengaburan masalah (jurus Rafidhah) dan ujung2nya dia akan bilang ocehannya dari kitab wafa’ul wafa’ atau dari bos ba’alwy sudan hasan assegaf….alhasil srh trs dia membuktikan ocehannya…..

  23. Untuk akhina benthlib… saya yakin pak ustadz Abu Salafy bersusah payah menulis artikel2 di sini bukan untuk orang-orang yang berhati batu dan berfikiran kaku yang hanya maunya menang sendiri!!! Bukan kebenaran yang dituju!!
    Akhi dari pada ngelantur kesono ke mari lebih baik kalian (Wahabiyin) diskusikan dengan ilmu…. Jadilah Thalibul ‘Ilni yang benar-benar mencari ilmu dan hidayah Alllah bukan ogal-ugalan!!
    Saya yakin kalian sependapat dengan saya bahwa Allah menganugerhakan akal untuk manusia itu agar dipakai untuk menacri kebenaran Allah.
    Dalam mengenbaraa mencari Tuhan mana mungkin tanpa akal?!
    Untuk membuktikan keesaan Allah mana mungkin tanpa akal?! Hanya mengandalkan surat Qul Hu. saja misalnya!!
    Bukankah kita sedang mencari Tuhan? lalu bagaimana kita sebelum menemukannya menjadikan firmannya sebagai dalil?
    Jadi dalam hemat saya, andia ucapan-ucapan imam Ali, imam Ja’far ra. itu belum ditemukan sanadnya bukankah kita dapat merenungkan kebenaran kandungnnya melalui akal sehat?
    mengapa kiat begitu ngotot urusan sanad??? Akhi sanad bukan segalanya!!! Betapa banyak hadis yang shohih sanadnya tapi matannya justeru bermasalah berat!!
    Hanya kaum awam yang baru terjum ke dunia ilmu agama atau ilmu hadis sajalah yang sok pling perhatian dengan urusn sanad!!!
    Tolong dicermati apa yang saya katakan! Saya hanya seorang thalib ilmi yang siap belajar dari siapapun.. yang penting mengajarkan kebenran akidah!!!

  24. Untuk akhina benthlib… saya yakin pak ustadz Abu Salafy bersusah payah menulis artikel2 di sini bukan untuk orang-orang yang berhati batu dan berfikiran kaku yang hanya maunya menang sendiri!!! Bukan kebenaran yang dituju!!
    Akhi dari pada ngelantur kesono ke mari lebih baik kalian (Wahabiyin) diskusikan dengan ilmu…. Jadilah Thalibul ‘Ilni yang benar-benar mencari ilmu dan hidayah Alllah bukan ogal-ugalan!!
    Saya yakin kalian sependapat dengan saya bahwa Allah menganugerhakan akal untuk manusia itu agar dipakai untuk menacri kebenaran Allah.
    Dalam mengenbaraa mencari Tuhan mana mungkin tanpa akal?!
    Untuk membuktikan keesaan Allah mana mungkin tanpa akal?! Hanya mengandalkan surat Qul Hu. saja misalnya!!
    Bukankah kita sedang mencari Tuhan? lalu bagaimana kita sebelum menemukannya menjadikan firmannya sebagai dalil?
    Jadi dalam hemat saya, andia ucapan-ucapan imam Ali, imam Ja’far ra. itu belum ditemukan sanadnya bukankah kita dapat merenungkan kebenaran kandungnnya melalui akal sehat?
    mengapa kiat begitu ngotot urusan sanad??? Akhi sanad bukan segalanya!!! Betapa banyak hadis yang shohih sanadnya tapi matannya justeru bermasalah berat!!
    Hanya kaum awam yang baru terjum ke dunia ilmu agama atau ilmu hadis sajalah yang sok pling perhatian dengan urusn sanad!!!
    Tolong dicermati apa yang saya katakan! Saya hanya seorang thalib ilmi yang siap belajar dari siapapun.. yang penting mengajarkan kebenaran akidah!!!
    Akhukum Fillah: Khalid Barasyid

  25. @ Pria desa, kayaknya di desa antum ngak ada kitab Al-Umm deh, jelas Imam Asy-syafi’i memuat hadits itu dalam kitab Al-Umm juz 2 hal. 298 cetakan Darul Fikr.
    Di sana beliau tidak menakwilnya seperti yg dilakukan Abu Salafy, juga tidak menyatakan hadits itu mudhtharib seperti yg dikatakan Abu Salafy.
    Sekarang malah pertanyaannya di balik ke anda, apakah Asy-syafi’i menakwil hadits jariyah ttg kata “di mana Allah”?
    Kalau ada mana buktinya dalam kitab ASy-Syafi’i sendiri atau nukilan bersanad shahih dan bersambung dari beliau?

    • Pertanyaan itu masih belum berbalik kepada saya.

      Pertama, anada masih tidak memberi komentar tentang perbuatan Albany terhadap hadis2 Imam Bukhary. Padahal , andalah yang memulai soal sanad.

      Kedua, tidak ada nukilan Imam Syafie secara tegas, bahawa sang Imam percaya Allah dilangit. Jika ada, sudah lama anda memindahkannya di sini.

      Padahal anda tau, jika Imam tidak mau takwil, bisa saja Imam melakukan tafwidh jenis kedua, mengingat makna zahir allah dilangit bertentangan juga dengan makna zahir nas2 yang lain.

      Coba anda cermati, hanya tinggal saya seorang saja yang masih melayani anda. Lambat laun, saya juga harus biarkan anda berhujah seorang diri.

  26. Pak abu… setalah saya cek ucapan Imam Ali ra. dalam kitab al Farqu Baina al Firaq ternyata bukan di halaman yang pak abu sebutkan.. tapi di hal:256 cet. Darul Kotob al Ilmiah. Beirut. pada pasal III yang menerangkan dasar-dasar aqidah Ahlu Sunnah… awalnya paragrapnya demikian: Dan Ahlu Sunnah berwepakat bahwa Allah tidak ditampung oleh tempat dan tidak juga diliputi ooleh zaman berbeda dengan kelompk Hisyamiah dan Karramiah yang berpendapat bahwa Allah bersentuhan dengan Arsy-Nya.. setelahnya al baghdadi menyebutkan ucapan Imam Ali ra.
    Jadi kalau ada yang meyakini Allah bersemayam di atas Arsy-Nya itu artinya Allah duduk di atasnya.. artinya bersentuhan donk?! Jadi Ahlusunnah tidak mungkin seperti itu…

  27. Syekh Khalid Barasyid saya bangga sama kamu.. biar kamu Barasyib artinya dari keturunan Arab non Sayyid tapi budi pekertimu luhur… nggak seperti si bentho itu… dia tidak mencerminkan akhlak Ahlu Sunnah…
    Saya sangat setuju dengan pikiran kamu bahwa perhatikan dan renungkan aja dulu isi ucapan-ucapan Imam Ali dan Imam Ja’far itu pasti akan membuka pikiran dan hati kita… jangan ribut soal sanad aja!!!
    Abu jahmy… orang-orang seperti kamu itu kok gemarnya hanya mencomnot-comot ucapan seorang imam besar Ahlu Sunnah… tapi kalau nanti pas giliran pendapat yang ndak dicocoki, eh langsung dibuang kaya’ membuang ingus aja!!
    Apa sikap ulama lain tidak perlu kamu pertimbangkan, akhi?!
    Apa sudah benar pemahaman kamu terhadap omongan Imam Syafi’i?
    Apa Imam Syafi’i mengatakan denga terang bahwa Allah ada di atas (di langit) dengan makna zahir… maksudnya ‘uluw jismani sepperti yang ngotot diyakini kaum Wahabi seperti kamu juga??
    Pastikan dulu bung baru menganbil kesimpulan.. tidak usah arogan nampakkan kalau paling pinter sendiri!!!
    Jangan itubukan mental pencari al haq….
    Wassalam…

  28. Salam ustadz abu…
    salam buat kaloiaann semuapengunjung setia blog ini…
    saya terkesan dengan ketelitian pembahasan dan kajian pak abu di sini dan juga cara dialognya… pasan saya jangan sampai terbawa arus gaya wahabi yang sukanya main kasar
    dan jangan menutup diri dari membandingkan dengan akidah syiah yang dinukil dari sabda-sabda imam Ahlul Bait as.
    Saya kok masih yakin, kalau Sunni bisa ketemu dengan Syiah… sebab sama-sama menjunjung tinggi nilai kebenaran….
    Saya harap pak abu dan teman-teman di sini juga mau kunjngi situs-siuts syiah (khususnya yang berbahasa arab, bagi yang mampu) kemudian kalian baca karya ulama mereka tentang konsep Akidah Tauhid… pasti menarik.. argumentatif dan mengedepankan nash dan akal sehat… coba sendiri.
    Sukran

  29. Siapa bilang ali zainul abidin,muhammad al baqir,ja’far shadiq dll turunannya itu imamnya syiah?Orang2 syiah aja yg ngaku2 mereka itu imamnya,pdhal mereka org2 mulia yg berlepas diri dr syiah la’natullah ‘alaihim ajma’in!Syiah itu najis!Agama baru buatan yahudi!Tokoh pribumi si jalaludin rahmat,tokoh ‘alawiyyin si husein al habsyi di bangil yg skrg udh tewas.Tp turunan al husein bin ali radhiallahu ‘anhuma yg merupakan org2 shalih tdklah ma’shum,sprt anggapan syiah rafidhah alias imamiyah itsna asyariah

    ___________________

    Abu Salafy:

    Masalah itu kamu langsung aja diskusi dengan orang Syi’ah… apakah Ahlubait Nabi seperti Imam Zainal Abidin, Imam Muhammad al baqir dan Imam Ja’far ash Shadiq itu memang imamnya kaum Syi’ah atau bukan, itu bukan urusan kami di sini, jadi jangan biasakan melenceng dari tema asli… itu ciri kaum lemah yang mau mengalihkan topik pembicaraan…
    masalah Syi’ah agama baru sepertinya hanya kaum wahabi saja yang mengatakannya.. ulama Islam sedunia mengakui Syi’ah sebagai bagaian dari umat Nabi saw…. umat Islam… jika mereka itu kafir/bukan Islam mengapa raja-raja saudi dan ulama ahli takfir kok mengizinkan mereka menginjakan kaki-kaki mereka di tanah suci Mekkah???
    Kamu protes aja langsung ke ben Baz, Utsiamin, Fauzan Cs, mengapa mereka kok masih mengizinkan kaum kafir beribadah haji???

    Pasti kaum wahabi akan menuduh kami membela syi’ah atau bahkan agen syi’ah!!! Ketahuialh bahwa sikap kami sama dengan sikap ulana Ahlusunnah yang menegaskan bahwa Syi’ah betapapun berbeda dengan Ahlusunnah dalam banyak hal tapi mereka sama dengan kita dalam dasar-dasar akidah… hanya kaum wahabi dan antek-antek zionis saja yang ingin memecah belah kaum Muslimin, khususnya Sunnah dan Syi’;ah.. biar kaum wahabi lancar tanpa hambatan menyesatkan kaum Muslimin dengan akidah sesatanya Tajsim, tasybih, anti ziarah kubur, anti tawassul, tabarruk dan mahabbah kepada Nabi saw.

    • @indo india

      Wah rupanya ente ini pengikut syekh takfiriyah yang tulen macam bin baz, bin tai, bin ucaimin, albani dan konco2nya yang sekarang lagi mempetanggung jawabkan dosa-dosa nya karena mereka melahirkan manusia2 yang bermulut kotor….

      bagaimana tidak kotor sedang imam mereka yang berlagak sok wakil tuhan di bumi berakhlaq bejat… liat saja mulut si albani…, bin baz… bin taimiyah yang bertaburan kata2 kotor

      orang kafir yang berilmu lebih baik ahlaqnya dibanding syekh2 wahabi apalagi yang mengaku indo india

      _____________

      @Ustad Abu

      Sebaiknya kata2 kotor wahabi tersebut nggak usah diposting

      tolong pak abu serial KAMUS CACIAN ULAMA2 WAHABI gitu lho

      syukron!

    • @abu salafy

      ya khoiru jawab pak abu
      memang hanya zionis dan wahabi/salafy yang paling getol memecah belah umat Islam…!

      bongkar terus pemikiran takfir jamaah takfiri ini (wahabi/salafy)
      semoga Allah SWT selalu menolongmu… Amin

      Wallahu Mustaan

    • WALLAHU ALAM-
      setahu saya ,dari yang saya baca , ISLAM AHLUSSUNAH wal JAMAAH itu AQIDAHnya lebih dekat pada ISLAM SYI’AH ,..dari mulai Imam Abu Hanifah sampai dengan Imam Ahmad bin Hambal.

      (mungkin juga karena pada awalnya banyak belajar dari keturunan IMAM JA’FAR as-SHODDIQ).

      Tapi Kalau ISLAM WAHABI–awalnya belajar kepada para Ulama Besar YAHUDI, makanya sampai saat ini KETURUNAN dari IBNU SU’U selalu berpelukan cipika-cipiki dengan KAUM ZIONIS ,,dan para Ulama ISLAM WAHABI banyak belajar keturunan Abu Lahab,,

      Pernakah Anda mendengar/membaca-bahwa ISLAM WAHABI mendukung terbentuk NEGARA PALESTINA.

      Sampai Landak Ubanan-jangan harap mendengar suara KEMERDEKAAN untuk PALESTINA itu keluar dari kerongkongan ISLAM WAHABI.

  30. Dahulu para imam menganggap syiah bgian dr madzhab,tp seiring dgn berjalannya waktu,bahkan dizaman imam asy syafi’i,syiah sangat jauh menyimpang,penyimpangan mereka sdh sampai taraf kekufuran,seluruh ulama sunnah sepakat menolak hadits2 dr rafidhah,makanya bib,baca sejarah,aq cm ngomentari tulisan ente,ttg kturunan al husain yg dijadikan imam oleh org2 syiah,yah rata2 alawiyyin banyak yg tasyayyu’,termasuk ucapan karomallahu wajhah,yg ditujukan pada ali radhiallahu anhu.Allahul musta’an.

  31. semangat hidup untuk menjadi lebih baik dalam segi materi pupus apabila diri terus menanamkan perihal apa yang akan terjadi setelah kehidupan fana ini jikalau berakhir dalam su’ul khotimah(na’udzu billahi min dzalik).
    tapi..? pribadi yang terdidik dalam ke jahilan begitu sulit untuk menerima dan menjalankan apa-apa yang dapat menyelamatkan kita dari murka-Nya.
    apakah tepat perumpamaan ;
    mudah bagi orang kaya untuk membeli apa yang di inginkan
    namun sebaliknya untuk kaum duafa…..

  32. @ wahabi sadar (wahabi mabok lu sebenarnya), Yang saya tanyakan adalah sanad sampai ke Imam Ali, lalu si pria desa menanyakan apakah Imam Syafi’i menakwil kata fis samaa`? Ya saya jawab dgn apa yg ada di kitab Al-Umm bahwa Imam Syafi’i tidak memberikan takwil apa-apa ttg hadits itu dan tidak mengatakan hadits itu mudhtharib.
    Kalau kamu mau bantu teman kamu itu ya sudah sekarang tunjukkan bukti i kitab mana Imam Syafi’i yg tulisannay sendiri, atau dari kitab orang lain dgn sanad yg shahih sampai kepada beliu mengatakan ALLAH TIDAK DI LANGIT, atau mengatakan hadits jariyah itu mudhtharib, atau mengatakan semua ayat dan hadits shifat perlu ditakwil seperti keyakinan kalian.

    Kalau memang ngak ada, ya sudah akui saja ngak ada, jangan muter-muter perdebatan.

    Sya tanya sama kamu apa pendapatmu ttg ucapan Imam Malik seperti yg ada dalam kitab As Sunnah karya Abdullah bin Ahmad bahwa Allah itu ada di langit, demikian pula pendapat Abdullah bin Al-Mubarak bahwa Allah itu di langit, ada lagi ulama tabi’in seperti Sulaiman At-Taimi dan ADh-Dhahhak bin Muzahim yg mengatakan Allah itu di langit. Justru orang seperti kamu inilah yg membuang pendapat para ulama bagai membuang INGUS kalau tidak sesuai dgn nafsu kalian.

  33. @indo India

    soal syiah kalo anda jantan..
    anda gotong ustad2 anda untuk berdialog dengan orang syiah disini:

    http://jakfari.wordpress.com/

    atau disini

    http://secondprince.wordpress.com/

    pecuma anda koar2 di blog yang bukan syiah !

  34. Semakin tampak kebodohan yang coba disimpulkan. Rafidhah sebagai aliran sempalan dalam syiah malah digeneralisasikan dengan syiah pada umumnya. sama halnya dengan kelompok dalam sunni yang beraliran kepala batu dan berlidah bisa. Tidak kemudian menjadi suatu pelabelan umum terhadap semua aliran sunni berkarakteristik demikian itu. Sehingga mesti benar-benar teliti untuk menempatkan segala sesuatu dengan benar dalam posisinya. Berpikirlah wahai orang yang berakal…

    Abu Salafy: saya sependapat dengan anda, sudah jelas bahwa pertanyaan konyol semacam itu dialamatkan kepada otoritas yang punya kebijakan.

  35. @pria desa
    coba ente jelaskan mengapa si Al kautsary mendhoifkan hadits imam bukhary?
    @wahabrettulen
    :”Kalian wahabi kan anti tasawwuf dan para wali sufi”
    Lha emang tashawuf/si Sufi ajaran dari mana len??? mangkanya Ahlussunnah jadi anti yang namanya sufi ato tasawuf kek, Kalo dibilang anti wali sufi, yah jelaslah kan emang Ada Wali Sufi dalam Islam ^_^?? piye tho soon..
    @Khalid Barasyid
    (“mengapa kiat begitu ngotot urusan sanad??? Akhi sanad bukan segalanya!)”
    Satu lagi seorang Al-Alamak berkomentar membela rekannya dan sekaligus pemuja AKAL sama seperti temanya, PAk…. inget g perkataan Ulama Ahlussunnah : SEANDAINYA AGAMA INI TANPA SANAD MAKA HANCURLAH AGAMA INI….jika seorang yahudi membuat suatu kata seperti hadits lalu meninisbatkan ke imam syafi’i apa anda mau juga langsung nerima nyang beginian…?mungkin jika anda menolak harus ada sanad maka anda ini tertipu dengan Tuhan AKAL anda.

    • @ abu jufri :
      anda telah diingatkan oleh pembaca yg lain bahwa sanad kadang menipu kita, banyak hadis yg sanadnya shohih namun matannya ngaco. dan ini terdapat pula pada hadis bukhori yg sudah terlanjur diberi gelar “afsohul kitab ba’dal qur’an”. nah lho kalo sdh begini siapa yg salah. ini artinya kita tidak bisa mengandalkan sanad saja dan harus ada alat lain untuk menguji kebenaran hadis tersebut yaitu AKAL yg merupakan karunia Allah swt kpd mahluqnya. “afala ta’qiluun”

  36. akhi abu jufri… coba anda renungkan baik apa yang saya katakan… kebenaran tidak akan terlihat jika emosi dikedapankan!
    Mengapa anda mesti nanggapi kemnetar saya dengan kasar seperti itu.. apa memang demikian kalian diajarkan oleh Islam?! Tentu tidak kan?!
    Coba perhatikan lagi akhi apa yang saya tulis!
    Saya bukan pemuja akal tanpa bimbingan wahyu!
    Anda belum tidak menangggapi pertanyaan2 saya tentang peran urgen akal sehat yang Allah anugerahkan kepada kta! Tolong awab dulu akhi!
    Tentang pentingnya sanad saya tidak mengingkarinya, tapi saya tidak setuju jika sanad dianggap segalanya.. Perhatikan pula matan/kandungannya!
    Hanya orang jjahil sajalah yang menuduh para ulama tidak memperhatikan sanad!
    bukankah banyak hadis yang secara sanadnya shahih tetapi ulama menghukuminya sebagai syadz atau mu’allal (saya harap Anda mengerti istilah-istilah yang saya sebutkan ini)….
    Sekali lagi saya hanya menghimbau agar dalam mencari kebenaran agama kita tidak mengedepankan keangkuhan, ego, sok paling benar sendiri… yang lainnya salah ahli bid’ah pemuja syirik dll.
    Jauhkan akhlak-akhlak buruk seperti itu lalu memohonlah petunjuk dari Allah -Subhanahu wa ta’ala-. Wassalam. akhukum Barasyid.

  37. untuk akhi abu jufri… coba anda renungkan baik apa yang saya katakan… kebenaran tidak akan terlihat jika emosi dikedapankan!
    Mengapa anda mesti nanggapi kemnetar saya dengan kasar seperti itu.. apa memang demikian kalian diajarkan oleh Islam?! Tentu tidak kan?!
    Coba perhatikan lagi akhi apa yang saya tulis!
    Saya bukan pemuja akal tanpa bimbingan wahyu!
    Anda belum tidak menangggapi pertanyaan2 saya tentang peran urgen akal sehat yang Allah anugerahkan kepada kta! Tolong awab dulu akhi!
    Tentang pentingnya sanad saya tidak mengingkarinya, tapi saya tidak setuju jika sanad dianggap segalanya.. Perhatikan pula matan/kandungannya!
    Hanya orang jjahil sajalah yang menuduh para ulama tidak memperhatikan sanad!
    bukankah banyak hadis yang secara sanadnya shahih tetapi ulama menghukuminya sebagai syadz atau mu’allal (saya harap Anda mengerti istilah-istilah yang saya sebutkan ini)….
    Sekali lagi saya hanya menghimbau agar dalam mencari kebenaran agama kita tidak mengedepankan keangkuhan, ego, sok paling benar sendiri… yang lainnya salah ahli bid’ah pemuja syirik dll.
    Jauhkan akhlak-akhlak buruk seperti itu lalu memohonlah petunjuk dari Allah -Subhanahu wa ta’ala-. Wassalam. akhukum Barasyid.

  38. @jajang,ente syiah ya?Pantesan koq kebakaran kumis,syiah itu munafik jang,mereka aja anggap kafir orang diluar golongannya koq,sampe bawa2 batu karbala buat sholat,sebelum salam takbir dulu,syahadatnya nambah ‘ali waliyullah,apa yg begini ini msh disebut islam?Dunia tertawa,menertawakan kebodohan org yg percaya klo syiah itu islam.Aq pake nama indo india,krn emang turunan india,orang india syiah tu terkenal dg syiah dawoodi bohra,terkenalnya bohra,mrk cm mau dkat dg habaib knp?
    Krn habaib bnyk yg syiah.

  39. @juki,aq gk tertarik u/ debat dgn syiah,knapa?Org kafir didebat urusan beginian,buang2 waktu krn mrk tu lbh parah kafirnya dr musyrikin quraisy.Bobroknya syiah tu,klo dijabarin hrs buat website,biar cukup nampung saking banyaknya penyimpangan mereka,aq mau tanya ke admin,klo memang anda bukan syiah,bgaimna kedudukan ‘utsman bin ‘affan radhiallahu anhu?Lebih utama mana dibandingkan ‘ali radhiallahu ‘anhu?Bgaimana dg mu’awiyah?Dr jawaban anda akan tau bgaimana manhaj anda sebenarnya.

    • Oalah, bilang aja takut ga bakal mampu diskusi ama mereka … Coz ente sudah pernah belajar kan brp bnyak syekh2 ente yg dibantai kalo debat ama ulama2 syiah & ahlussunnah (asli ) …. Makanya wahabi jadi sekte jumud, ga mau debat & ga mau cari keterangan agama selain dr jemaah mrk sendiri …. KESIAN DEH ..!!
      Ciri khas kalian emang kaum wahabi begitu mulus kata2 ” KAFIR” bisa meluncur dr mulut kalian “”” …. GA ANEH … Tapi yg jelas kami ummat islam sih ga pernah mau mengotori lidah2 kami dgn mengkafirkan sesama muslimin ….

  40. gw mau bikin MANHAJ baru neh…
    Tolong kawan-kawan semua, kasih ide
    kira-kira yang bagus namanya apa ya??
    wkwkwkwkwkwk
    ribut mulu loh pada,,,,,!!!
    tar kalo dah mati ketemu di alam kubur loh pada debat lagi ya.pada berantem lagi ya,,biar ga sepi tuh kuburan
    wkwkwkwkwk

  41. Mau nanya, kalo Allah tidak di atas, tidak dibawah, tidak di kanan atau kiri, tidak di depan ato di belakang, terus Allah dimana??? Apa jangan2 penulis/pemilik blog ini tidak percaya adanya Allah? Karena percaya Allah tidak berada dimana2 sih?

    Abu Salafy:

    Akhi, butuh kepada tempat itu ciri makhluk! Ciri sesuatu yang bersifat bendawi!!
    Jadi pada dasarnya dalam masalah ini pertanyaan itu tidak relevan!
    Bebaskan pikiran Anda dari belenggu bendawi!

    • @abu abdilah dan abu salafy

      Menurut saya Allah itu ada/bertengger di dalam di otak ben baz, ben taimiah, utsaimin dan sejenisnisnya

  42. dah la sahabat 2 semua ……………………..padahal ada kebenarannya allah beristiwa atas arys dan allah juga tiada bertempat

    kedua2 dalil itu benar sahabat2 bersatulah

  43. Abu Salafy menulis : Akhi, butuh kepada tempat itu ciri makhluk! Ciri sesuatu yang bersifat bendawi!!
    Jadi pada dasarnya dalam masalah ini pertanyaan itu tidak relevan!
    Bebaskan pikiran Anda dari belenggu bendawi!

    Dari pernyataan di atas jika mau adil, siapa yang menyamakan dengan makhluk ??!! Abu salafy cs atau orang yang dituduh wahaby?! Pemahaman abu salafy ini sama dengan pemahaman jahmiyah yang dengan akalnya ketika ada orang mengatakan Allah beristiwa di atas Arsy-Nya, maka dngan akal yang terbatas jahmiyah mengatakan jika demikian Allah berati butuh tempat, artimya Allah seperti makhluk-Nya.
    Padahal ahlussunah(salafy) termasuk imam yang empat tidak demikian. Salafy mencukupkan keterangan yang diberikan Allah dan Rasul-Nya lewat Al-qu’ran dan al hadist.
    Mereka mengatakan Allah beristiwa di atas Arsy-Nya sebagaimana surat-surat yang ada di dalam Al quran dan tidak menyamakan dengan makhluknya, karena Allah itu berbeda dengan makluk-Nya.

  44. Allah bersama makhluk-Nya

    Allah Ta’ala beristiwa di atas Arsy (QS. Thaha: 5), namun Allah Ta’ala juga dekat dan bersama makhluk-Nya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

    “Allah bersamamu di mana pun kau berada” (QS. Al Hadid: 4)
    Ayat ini tidak menunjukkan bahwa dzat Allah Ta’ala berada di segala tempat. Karena jika demikian tentu konsekuensinya Allah juga berada di tempat-tempat kotor dan najis, selain itu jika Allah berada di segala tempat artinya Allah berbilang-bilang jumlahnya. Subhanallah, Maha Suci Allah dari semua itu. Maka yang benar, Allah Ta’ala Yang Maha Esa berada di atas Arsy namun dekat bersama hambanya. Jika kita mau memahami, sesungguhnya tidak ada yang bertentangan antara dua pernyataan tersebut.

    Karena kata ma’a (bersama) dalam ayat tersebut, bukanlah kebersamaan sebagaimana dekatnya makhluk dengan makhluk, karena Allah tidak serupa dengan makhluk. Dengan kata lain, jika dikatakan Allah bersama makhluk-Nya bukan berarti Allah menempel atau berada di sebelah makhluk-Nya apalagi bersatu dengan makhluk-Nya.

    Syaikh Muhammad Al-Utsaimin menjelaskan hal ini: “Allah bersama makhluk-Nya dalam arti mengetahui, berkuasa, mendengar, melihat, mengatur, menguasai dan makna-makna lain yang menyatakan ke-rububiyah-an Allah sambil bersemayam di atas Arsy di atas makhluk-Nya” (Qowaaidul Mutslaa, Bab Syubuhaat Wa Jawaabu ‘anha) .

    Ketika berada di dalam gua bersama Rasulullah karena dikejar kaum musyrikin, Abu Bakar radhiallahu’anhu merasa sedih sehingga Rasulullah membacakan ayat Qur’an, yang artinya:

    “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita” (QS. Taubah: 40)

    Dalam Tafsir As Sa’di dijelaskan maksud ayat ini: “ ’Allah bersama kita’ yaitu dengan pertolongan-Nya, dengan bantuan-Nya dan kekuatan dari-Nya”. Allah Ta’ala juga berfirman yang artinya:

    “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku qoriib (dekat). Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu” (QS. Al Baqarah: 186)

    Dalam ayat ini pun kata qoriib (dekat) tidak bisa kita bayangkan sebagaimana dekatnya makhluk dengan makhluk. Dalam Tafsir As Sa’di dijelaskan maksud ayat ini: “Sesungguhnya Allah Maha Menjaga dan Maha Mengetahui. Mengetahui yang samar dan tersembunyi. Mengetahui mata yang berkhianat dan hati yang ketakutan. Dan Allah juga dekat dengan hamba-Nya yang berdoa, sehingga Allah berfirman ‘Aku mengabulkan doa orang yang berdoa jika berdoa kepada-Ku’ ”. Kemudian dijelaskan pula: “Doa ada 2 macam, doa ibadah dan doa masalah. Dan kedekatan Allah ada 2 macam, dekatnya Allah dengan ilmu-Nya terhadap seluruh makhluk-Nya, dan dekatnya Allah kepada hambaNya yang berdoa untuk mengabulkan doanya” (Tafsir As Sa’di). Jadi, dekat di sini bukan berarti menempel atau bersebelahan dengan makhluk-Nya. Hal ini sebenarnya bisa dipahami dengan mudah. Dalam bahasa Indonesia pun, tatkala kita berkata ‘Budi dan Tono sangat dekat’, bukan berarti mereka berdua selalu bersama kemanapun perginya, dan bukan berarti rumah mereka bersebelahan.

  45. dah la sahabat 2 semua ……………………..padahal ada kebenarannya allah beristiwa atas arys dan allah juga tiada bertempat

    kedua2 dalil itu benar sahabat2 bersatulah

  46. Assalamu alaikum …

    Koment secuil…., di artikel lain pr najedy bilang “Allah yg berada di Langit “……….
    Di blog yg laen jg komennya sama…..
    “Allah yg berada di Langit ”

    Coba Nte2 semua “CATET” , tanggal , bulan, tahun , jam .. menit kalo perlu detiknya sekalian ,,, mereka selalu mngatakan seperti itu…..,

    mereka ky tau aja Saat ini Allah ada di langit…. Apa ga pernah ke bumi….?..

    apa ga bersama kita…….

    Mereka meyakini Allah berada di langit…… jam 6.30 mereka mngtkan Allah di langit ,,,, jam 6.35 Allah di langit….

    jam 7.00 Allah di langit ….. Jam 7 lebih dikit Allah masih di langit …… jam 7 seperempat Masih di langit …..jam stgh delapan ….. terus …. terus…….. dan terussssssssss

    Masih di langittt….

    hebat yah ilmunya dah ngerti bnget jdwal keberadaan Nya……..

    Apa sm sekali ga mampir ke sini ke Indonesia ,
    Palestina, Mekkah …..

    wassalam……

    • Sesungguhnya Allah Memiliki sifat ‘Turun’ yg wajib qt imani
      Nabi Sallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

      ”Artinya : Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun pada setiap malam ke langit dunia, ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman : ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkannya, siapa yang memohon kepada-Ku, niscaya Aku memberinya, siapa yang meminta ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampuninya?” (Diriwayatkan Al-Bukhari, “Fathul Bari” XI/377 dan Muslim I/201)
      Hadits ini menyatakan turunnya Allah Ta’ala ke langit dunia pada setiap malam, ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Turunnya Allah Ta’ala ini sesuai dengan kebesaran dan keagunganNya. Turun merupakan salah satu sifat Fi’liyah. Dia turun ketika Dia menghendaki dan kapan saja Dia menghendaki. Arti turun telah diketahui, tetapi bagaimana keadaan turun-Nya itu tidak diketahui, mengimaninya merupakan kewajiban, sedangkan bertanya mengenainya adalah bid’ah

  47. Pemahaman saya sih sederhana saja…….

    Allah bisa berada di mana saja yg Dia inginkan……

  48. @joko bloon,cuocok tenan deh ente pake nama tu,gue tanya pembokat gue di rumah buat ngetes aja,dia dr keluarga NU gothek, dimana ALLAH?Dia bilang sm gue,ya di langit-lah,emang dimana lg?Ini org dr dsa jombang,yg notabene family nya dia NU SEMUA,tp fitrahnya bersih,spontan dia jawab bgtu.Klo ada yg tny,knapa klo sholat kita gk hadap k atas?Krn rasulullah tdk melakukan yg dmkian,dlm sholat mata beliau melihat k bawah.Bukankah sebaik2 contoh adalah beliau shollallahu ‘alaihi wasallam?Jd gk bs akal2an gtu.

  49. Assalamualaikum wr. wb..
    Menyesal sekali melihat beberapa isi postingan disini saling menyombongkan diri dalam berpendapat,, tidak maukah kita saling bersantun dalam berbicara.. tinggalkanlah hawa nafsu setiap kali ketika kita menyampaikan sebuah ilmu kpd org lain.
    Wahai umat muslim janganlah kita mudah terprovokasi dengan sedikit tulisan saja,, marilah kia benar2 menuntut ilmu mencari kebenaran yg Haqiqi. Tanpa memfitnahkan golongan2 apapun, meski kita tau ada kesalahan pd mreka. Sesungguhnya bersabar dan menDoakan mereka lebih mulia daripada kita memfitnah atau sekedar menggunjing. Janganlah kita umat islam mudah sekali tercerai – berai, marilah kita sama2 benahi amal ibadah kita sendiri, SUDAHKAh Kita dan keluarga kita benar2 menjalani ibadah sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Semoga ALLAH SWT memberikan kebenaran pada hati kita masing2. Amien

  50. dah la sahabat 2 semua ……………………..padahal ada kebenarannya allah beristiwa atas arys dan allah juga tiada bertempat

    kedua2 dalil itu benar sahabat2 bersatulah

    cuba masa sembahyang awk semua tahu kan sewaktu awk semua hadapakan diri anda ke kiblat ..tanya diri anda semua disebalik sana tetap ada atas kan…….dan bila awk semua paham awk semua akan nampah kamu semua hadapkan diri kepada allah ………..dalil an-nisaa dan adalah allah meliputi tiap2 sesuatu

  51. ABU SALAFY KAU INI SYIAH

    • @Abu Hamzah

      Wah kalo gitu syiah hebat dong bisa melucuti akidah wahabi/salafi yang melenceng …!

      mungkin di otak wahabi/salafi hanya syiah yang bisa membongkar akidah sesat mereka !

  52. @Wiko

    Assalamu’alaikum ww.

    Mas Wiko, maaf saya ingin mengomentari tulisan anda yang saya memandangnya (tulisan anda) itu sebuah kesimpang siuran, tentu saja saya sebagai manusia biasa yang tak luput dari khilaf, maka masukan balik dari anda sangat saya harapkan agar kiranya dapat menjadi sarana menambah ilmu sebagaimana yang anda juga harapkan.
    Anda menulis :
    “Sesungguhnya Allah Memiliki sifat ‘Turun’ yg wajib qt imani
    Nabi Sallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
    ”Artinya : Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun pada setiap malam ke langit dunia, ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman : ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkannya, siapa yang memohon kepada-Ku, niscaya Aku memberinya, siapa yang meminta ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampuninya?” (Diriwayatkan Al-Bukhari, “Fathul Bari” XI/377 dan Muslim I/201)”

    Komentar saya :

    Pertama

    “Sesungguhnya Allah Memiliki sifat ‘Turun’ yg wajib qt imani” Pernyataan ini adalah pernyataan sefihak, boleh jadi benar dan boleh jadi salah, karena menyimpulkan turun sebagai sifat Allah tidak didukung oleh Quran ataupun hadits yang sahih.
    Dalam sohih Bukhory disebutkan sebuah komentar (syarah) :

    ( ينزل ربنا ) هذا النزول من المتشابه الذي يفوض علم حقيقته إلى الله تعالى أو المراد ينزل أمره ورحمته ولطفه ومغفرته أو المراد تنزل الملائكته بأمر منه

    Artinya : “ Tuhan kita Nuzul (Turun) – Nuzul ini termasuk mutasyabih yang pengetahuan akan hakikatnya diserahkan kepada Allah, atau yang dimaksud : “ Turun PerintahNya, RahmatNya, Kelemah lembutanNya dan ampunanNya” atau yang dimaksud : “ Turun para malaikat dengan membawa perintah dariNya”.

    Jadi untuk sifat Nuzul bagi Allah yang anda katakan wajib qt imani, perlu anda tunjukkan dalil yang dapat dijadikan sandaran.

    Saya bukanlah mengingkari adanya sifat2 Allah, saya meyakini Bahwa Allah mempunyai sifat yang Agung, Mulia dan bebas dari sifat2 mahluk. Dalam Tasfir al-Khozin disebutkan :

    وإلهكم إله واحد ( سبب نزول هذه الآية , أن كفار قريش قالوا : يا محمد صف لنا ربك وانسبه , فأنزل الله هذه الآية وسورة الإخلاص

    Artinya : “ Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa – sebab turun ayat ini orang2 kafir Quraisy berkata : “ Hai Muhammad berikan sifat dan nisbat Tuhanmu kepadaku” maka turunlah ayat ini dan surah Ikhlash- “ (Tafsir Khozin Juz I halaman 134)

    Kedua :

    Pernyataan anda : “ Arti turun telah diketahui, tetapi bagaimana keadaan turun-Nya itu tidak diketahui, mengimaninya merupakan kewajiban, sedangkan bertanya mengenainya adalah bid’ah”

    Kalau dalam pernyataan ini anda tidak hanya copy paste, tetapi memang dari pemikiran anda, pasti anda akan bingung dengan pernyataan anda ini. “Arti turun telah diketahui” Benar, Semua di antara kita faham bahwa turun adalah kata yang menjelaskan keadaan suatu perbuatan. Tetapi tinta belum kering di kertas, pernyataan pertama itu anda batalkan sendiri dengan : “tetapi bagaimana keadaan turun-Nya itu tidak diketahui” kesimpulannya = “arti turunNya tidak diketahui “, bukankah ini suatu paradox dalam pernyataan ? Dan sebenarnya apa yang anda maksud dengan kata turun disini beserta cara mengimaninya yang anda memandangnya sebagai suaku kewajiban ?

    Ketiga ( berupa pertanyaan dengan hati tulus ) :

    Pernyataan anda : “Sesungguhnya Allah Memiliki sifat ‘Turun’ yg wajib qt imani” juga pernyataan anda yang senada : “Mengimaninya merupakan kewajiban”, Disini Saya ingin bertanya- dan ini benar-benar saya ingin tahu bukan untuk menghina atau mencaci maki.–
    a.Yang wajib untuk di imani itu apakah mengimani arti Nuzul (turun) dengan makna harfyah atau dengan makna Majaz, atau dengan makna yang tumpang tindih seperti yang anda sebutkan dan atau harus menyandarkan kata nuzul tersebut kepada Allah ?.

    b.Kalau memang itu suatu kewajiban pasti anda mempunyai dalil dari al-Quran dan Sunnah shohihah yang menjelaskan kewajiban ini. Dengan senang hati kalau anda mau menunjukkan yang selama ini memang saya belum menemukan, kalau memang ada dalil maka saya akan ikut anda dan saya berani menyatakan salah apa yang ada dalam komentar hadits shahih Bukhary yang saya sebutkan di atas.

    c.Pernyataan anda : “sedangkan bertanya mengenainya adalah bid’ah” Nah ini saya semakin penasaran dan maaf saya agak pusing untuk memahaminya. Mohon saya dibantu untuk dapat memahami dan untuk mudahnya menjelaskan saya buat poin-poin pertanyaan sbb:

    -Mengapa menanyakan hal itu dianggap bid’ah ? Apakah lantaran pertanyaan itu belum pernah ditanyakan di masa Rasullah ? Kalau memang begitu apakah pernyataan anda dalam merumuskan kosep mengimani nuzul ini bukan termasuk bid’ah juga, karena pernyataan seperti itu juga belum pernah ada dimasa Rasulullah SAAW. Apa memang ada doa penangkal atau senjata kebal bid’ah sehingga semua yang kita katakan, kita yakini dan yang kita amalkan semua bebas dari bid’ah, jadi yang bid’ah itu hanya orang lain saja ?

    Terima kasih atas jawaban anda semoga menjadi diskusi penuh kasih saying, sebagaimana yang anda dan saya harapkan

  53. @ indo india
    Kita tinggal dirumah sesudah dibangun apa sebelum dibangun ya???
    Allah kan yg menciptakan langit,……….
    Sebelum ada langit Allah dman ya ? Jawabnya pake dalil ya ?

    • @nuryaqin ….
      Kita berdoa kepada Allah, Agar diberikan petunjuk jalan yang lurus.

      Akh nur, saudaraku ?!
      Jangan smakan Allah dgn mahkluk,,

      Dalilnya : Antum jgn pahami Hadist SHAHIH pake Royu.

  54. Cukup sudah kedustaan manakala si penyampainya / komunikatornya tidak dikenal, majhul. Khususnya Abu Salafy ini. Bukunya pun tak bagus-bagus amat, enteng-enteng aja dan sangat inkonsisten, saling bertolak belakang sendiri.
    Entah, apa mungkin Abu Salafy ini makhluk ghaib yang takut cahaya siang? Sehingga sembunyi…terus, kayak vampir.

    • Betu mas, nggak kaya al-Albani yang bisa tanaqud dalam hadits, dan mengeluarkan fatwa-fatwa aneh dan membingungkan. Ben baz yang menemukan teori Geocentris (Matahari mengelilingi bumi), hebat sekali, hebat-hebat memang ulama wahhabi untuk di jadikan contoh. Ilmuwan bodo2, gurunya bodo, apalagi muridnya, karena mereka mempercayai bumi mengelilingi Matahari.

  55. “Alloh istiwa di atas Arsy: Istiwa sebagaimana firmanNya dan dengan makna yang dikehendaki oleh-Nya, tanpa bersentuhan dan bukan menetap atau mendiami, tidak menyatu dan tidak pula berpindah, dan ‘Arasy itu tidaklah memikul-Nya bahkan sebaliknya ‘Arsy dan para malaikat pemikulnyalah yang dipikul oleh kelembutan kekuasaan Alloh serta tunduk patuh dalam genggaman kekuasaan-Nya. ”
    @Para ikhwan “salfiy” :
    1). Setujukah antum dengan tulisan ane di atas??,
    2). Kata “bersemayam” dalam kamus bahasa Indonesia berarti duduk/menempati, kira2 adakah Ulama Salafusoleh yg memahaminya dengan jalasa/qo’ada(duduk/bersemayam)???
    3). Benarkah kalian berkeyakinan Alloh itu duduk/menempati Arasy???
    Mohon mas bentholib, abu jahmy dan atau mas Indo indi berkenan menjawabnya..

  56. @nuryaqin,pd 26 april 2010,jawaban saya kita menempati rumah setelah kita bangun,ttp ingat,itu manusia,dan subhaanallah,klo anda bertanya mengenai ALLAH,maka anda bisa gila jika memikirkan apa2 yg berada diluar kemampuan akal anda,akal itu penting tp bukan segala2nya,krn segala sesuatu harus ada dlm bimbingan syariat,dan kita diharomkan untuk bertanya sprt pertanyaan anda,dalilnya:”hal yg demikian-yakni pertanyaan anda itu,tk pernah ditanyakan oleh para sahabat & ulama setelah mereka”,sprt ksah imam malik.

  57. pohonberkah.blogspot.com

    untuk sahabat nak paham bacalah dalam blog saya insyallah akan nampak kebenaran beristiwa ats arys dan tiada bertempat itu kedua-duanya benar

    tapi bacalah dari mula hingga habis atau a-z

  58. Inilah keyakinan Abu Hasan Al-Aysari sebenarnya :

    الباب الخامس ذكر الاستواء على العرش

    إن قال قائل: ما تقولون في الاستواء ؟

    إن الله عز وجل يستوي على عرشه استواء يليق به من غير طول استقرار، كما قال: (الرحمن على العرش استوى) (5 /20)

    ورأينا المسلمين جميعا يرفعون أيديهم إذا دعوا نحو السماء؛ لأن الله تعالى مستو على العرش الذي هو فوق السماوات، فلولا أن الله عز وجل على العرش لم يرفعوا أيديهم نحو العرش، كما لا يحطّونها إذا دعوا إلى الأرض

    Jadi sebenarnya siapa yang mengikuti Abu Hasan Al-Asyari..?? Mereka yang berkeyakinan dengan Aqidah abu Hasan Alasyari atau di sebut al-asyariah tapi mereka tidak mengikuti Aqidah Abu Hasan Al-Asyari,mereka mengatakan kami berpahaman Aqidah dengan abu hasan Al-Asyari tetapi mereka katakan “Allah tidak Bertempat”alias Allah ada dimana-mana…

    Tanya Kenapa…???
    _____________________________________

    • pemahaman ucapan-ucapan ulama ulama seakan-akan pada zat, “Allah dimana – mana ” sangat penuhi oleh alam kerinduan dan rasa, hal ini biasa dikemukan oleh para ulama mukasyafah. jangan diartikan pada zat.

  59. Jelas jauh…Aqidah Abu salep dengan Abu Hasan Al-asyary…Allah Ada di mana-mana adalah pemahaman jahmiyah,mutazilah sedangkan Abu hasan Al-asyary mengatakan إن الله عز وجل يستوي على عرشه – Bersemayam Diatas Arsy-nya entah darimana si abu salep ini mengambil aqidah…???

  60. Inilah keyakinan Abu Hasan Al-Aysari sebenarnya :

    Silahkan baca ulang lagi

    الباب الخامس ذكر الاستواء على العرش

    إن قال قائل: ما تقولون في الاستواء ؟

    إن الله عز وجل يستوي على عرشه استواء يليق به من غير طول استقرار، كما قال: (الرحمن على العرش استوى) (5 /20)

    ورأينا المسلمين جميعا يرفعون أيديهم إذا دعوا نحو السماء؛ لأن الله تعالى مستو على العرش الذي هو فوق السماوات، فلولا أن الله عز وجل على العرش لم يرفعوا أيديهم نحو العرش، كما لا يحطّونها إذا دعوا إلى الأرض

    [Al-Ibanah an ushuli diyanah.-abu hasan al-asyary..]

  61. Buat Avatar:
    Saya berpendapat bahwa Allah diatas Arsy beristiwa’
    dan beristiwa’ yang dimaksud bukan bersemayam (duduk), tetapi artinya diatas, tinggi, meninggi, tanpa pertanyaan bagaimana, memisalkan dengan makhluk, merubah / menyimpangkan makna, lihat kitab kitab ulama’.
    memang ada sebgaian ikhwan yang memakai kata bersemayam dalam mengartikan istiwa’, mungkin karena kurangnya literatur kamus bahasa indonesia, tapi sebenarnya mereka mau mengartikannya adalah tinggi, diatas. dan yang terpenting Allah itu sesuai dengan apa yang disifatkan oleh Dalil Syar’i. Tantang pernyataan anda diatas, saya ajak anda harus lebih buuuaaannnyyyaaakkk belajar lagi…oke!

  62. weleh weleh, lha Al-Qur`an dan Hadits yang bilang Allah di atas langit dikemanain???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

  63. Buat:
    Brilly, di/pada Mei 12, 2010 pada 9:54 am Dikatakan: r

    weleh weleh, lha Al-Qur`an dan Hadits yang bilang Allah di atas langit dikemanain????????????????????????????????????????????
    Apa anda tidak mebaca dan merenungkan ketarang ustadz abu di sini… di blog ini… semuanya kan sudah dijelaskan, akhi!!!
    Apa dalam i’tiqad kamu Allah itu bertempat???
    Apakah bertempat itu artinya bukan butuh kepada tempat?
    Bukankah yang bertempat itu pasti terbatas???
    Bukankah yang bertempat itu pasti berbentuk???
    Apakah Allah itu terbatas dan berbentuk, punya shurah???
    janganlah kalian memastikan bahwa Allah bilang begini dan begitu sementara itu hanya hasil pemahaman Anda semata!!!!

  64. Buat:
    Brilly, di/pada Mei 12, 2010 pada 9:54 am Dikatakan:

    weleh weleh, lha Al-Qur`an dan Hadits yang bilang Allah di atas langit dikemanain????????????????????????????????????????????
    Apa anda tidak mebaca dan merenungkan ketarang ustadz abu di sini… di blog ini… semuanya kan sudah dijelaskan, akhi!!!
    Apa dalam i’tiqad kamu Allah itu bertempat???
    Apakah bertempat itu artinya bukan butuh kepada tempat?
    Bukankah yang bertempat itu pasti terbatas???
    Bukankah yang bertempat itu pasti berbentuk???
    Apakah Allah itu terbatas dan berbentuk, punya shurah???
    janganlah kalian memastikan bahwa Allah bilang begini dan begitu sementara itu hanya hasil pemahaman Anda semata!!!!

  65. ass…. ya ustadz
    waduh akal macam apa yg bilang demikian……??
    kwkwkwkw insting hewan pun yg tanpa akal g mungkin mngatakan demikian…!!!
    kami dukung ustadz aja…!!

    • iya bener…!!!palengan akalnya tu produk gagal dari PT. INDOFOOD…..!! masak tuhan berjisim…!!

  66. imajinasi dan logika susah ya….
    pada keseharian, dalam sejarah anda pernah mersakan ketertarikan dengan lawan jenis. bagimana anda menggambarkanya????
    bahasa hanya rangkuman pengalaman manusia yg terbatas. bagaimana mengungkapkan yang tak terbatas dengan yang terbatas ????

  67. Kepada yang berpendapat Allah ada di langit, tlg jelaskan hal definisi anda tentang “langit”. Apa itu langit? Sesuatu yang diatas kita? Betul begitu? Padahal saat satu orang di Indonesia menengadahkan tangannya ke “langit” utk berdoa (artinya menghadap ke “atas”), di saat yang sama, arah “atas” itu adalah berarti di bawah telapak kakinya muslim yang sedang berdoa di Amerika sana.
    Jadi “langit” itu batasannya apa? Sesuatu yang diluar bumi? Jadi anda berpendapat bahwa Allah ada di SEMUA TEMPAT SELAIN BUMI, begitu?. Jadi kalau seorang muslim yang astronot berarti sudah mendekat kepada Allah?
    Kembali lagi, jika anda belum mendefinisikan “langit”, segala diskusi ini akan sia2.
    Wassalam..

  68. Telah berkata Said Bin Amir : الجهمية أشر قولا من اليهود والنصارى قد اجتمعت اليهود والنصارى وأهل الأديان أن الله تبارك وتعالى على العرش وقالوا هم ليس على العرش شيء

    Al Jahmiyyah lebih jelek ucapannya daripada Yahudi dan Nashrani dan seluruh penganut agama (samawi), telah sepakat bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala di atas ArsyNya, tapi mereka (Al Jahmiyyah) mengatakan tidak ada sesuatu pun di atas Arsy.

    [Khalqu Afalil Ibad - imam Bukhori]

  69. Bener-bener Tolol dan dungu para ahli bid`ah ini..
    Saya aka mengajak anda untuk membuka kedangkalan akal rasioa kalian dengan analogi sederhana berikut :
    “Alloh adalah Maha BESAR”
    maka tidak ada yg melebihi kebesaran Zat atau wujud Alloh.
    jagat raya ini terdiri dari langit dan benda-benda yang semuanya berada di genggaman Alloh.
    maka dengan demikian berarti bahwa langit lebih kecil dari Alloh.
    coblah anda cermati dengan nalar sehat !!!
    dimana posisi Alloh dari perspektip pandangan kita dari bumi ??
    apakah Alloh ada di kolong langit, apa di atas langit ???
    kalau Allah ada dikolong langit, berarti Alloh lebih kecil dari langit, jika Allah lebih besar dari langit, maka sudah barang tentu berarti posisi Alloh di atas langit !!

  70. Semua yang diterangkan dalam hadist bahwa Allah ada di atas arsy adalah hakekat, namun kaifiyahnya tidak diketahui secara pasti.
    maka kabar tersebut haruslah kita imani tanpa mentakwil atau mentamsil atau membayangkan seperti apa..!!!
    kalau Allah berada di ats arsy itu adalah kabar yang diterangkan oleh Alloh sendiri melalui Rosul-Nya.
    Cuma orang dungu yang mengartikan bahwa Alloh ada di atas langit, kemudian menafsirkan dengan kedangkalan nalarnya bahwa berarti Alloh membutuhkan tempat atau ruang !!
    kaum jahil inilah yang sebenarnya yang membuat kerancuan tesisnya sendiri..!!
    padahal tidak ada dari kalangan kaum wahabi yang mengatakan bahwa Alloh itu butuh tempat dan sebagainya..!!
    kami mengimani hadit rosul apa adanya tanpa berani mentakwil. tamsil dan sejenisnya !!!!

    hati-hatilah wahai saudaraku…
    pemilik situs ini sudah nyata dan terang orang jahil yang mencoba membuat propaganda dengan menebarkan tulisan sesat dan menyesatkan !!!!

  71. Saya ingin sekali membedah kebekuan dan kecerobohan kita yang terlalu gampang membuat kesimpulan.
    mari saya ajak saudar2 semua untuk berpikir dengan kepala dingin dan akal sehat.
    Jika Keberadaan Alloh di atas langit diartikan oleh kaum ahli bid`ah ini sesuatu yang muskil karena mereka menganggap dengan akal dangkalnya bahwa Alloh berarti membutuhkan tempat, maka saya akan menyodorkan beberapa perkara tentang perbuatan Alloh ini dengan timbangan “Butuh” atau “Tidak Butuh”
    Sebagaimana yang kita imani bahwa Alloh adalah zat yang berdiri sendiri, Dia tidak membutuhkan apa2, maka pertanyataan saya ;
    Alloh memerintahkan manusia untuk Menyembah-Nya, apakah berarti Alloh butuh disembah???, tentu jawabannya “TIDAK BUTUH”
    Alloh mengutus para malaikat untuk mengurus segala hajat mahluk,
    Apakah berarti Alloh membutuhkan malaikat??? atau apakah Alloh tidak mampu melakukannya sendiri, sehingga harus menyuruh para malaikat???. tentu jawabannya “TIDAK”
    Camkan baik-baik wahai manusia berhati sombong!!!
    kalian merasa bahwa semua yang diperbuat Alloh dapat dicerna oleh akal kalian yang dangkal!!

  72. Kita wajib mengimani bahwa Alloh tidak serupa dengan apapun. namun tentu kita harus memahami batasan atau lingkupnya. akan tetapi disini saya tidak akan membahasnya.
    saya hanya ingin mencoba mempertegas kembali tentang perkara keberadaan Alloh di atas langit yg masih kurang dipahami oleh orang2 yang sok pinter !!
    Saya ingin membuat pernyataan bahwa “Mahluk meciptakan sesuatu karena didasari KEBUTUHAN”
    sedangkan ALLOH menciptakan sesuatu karena didasari KEHENDAK”
    inilah letak perbedaannya…
    Alloh menciptakan Arsy dan beristiwa di atasnya, bukan berarti Alloh membutuhkan Arsy atau membutuhkan Tempat !!!
    sebagaimana Alloh mengutus para malaikat untuk mengurus hajat mahluk, bukan berarti Alloh butuh malaikat atau bukan berarti Alloh tidak mampu melakukannya sendiri !!!
    maka jika ada orang dungu mempertanyakan, “Lantas dimana posisi Alloh sebelum diciptakannya Arsy ??
    ini pertanyaan LANCANG !!!
    Jelas sekali disini bahwa kaum ahli bid`ah lah yang sebenarnya telah menciptakan kerancuan dalam pemikiran yang tanpa disadari telah membuat mereka makin SESAT !!!

  73. dimana kamu hadapkan disitu wajah allah

    Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. [1] Sesungguhnya Allah Maha Luas [rahmat-Nya] lagi Maha Mengetahui. (115) al-baqarah

    : “Hendaklah kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya. Jikalau kamu tidak melihat-Nya, maka (ketahuilah) bahawa Dia melihatmu.

    setelah sesiapa memahami akan penerangan saya dari mula ..mesti dari mula untuk memahami maka akan paham lah sewaktu dalam sembahyang dia menghadap kepada diri siapa..

    bila kita menghadap kekiblat atau kemanapun.. kita akan paham disebalik sana juga ader atas …dah tentu kita bila dah paham penerangan saya dari mula allah beristiwa atas arys meliptui segala sesuatu tiada bertempat .. akan paham lah kita sedang menghadap kepada diri yg keadaan dirinya yg meliputi,keadaan dirinya yg melihat,keadaan dirinya yg mendengar,keadaan dirinya yg berkuasa dan dan lain2(maknawiyah)
    dan kita paham sekelian alam ini diciptakan dari kuasanya(ma’ani)maka pahamlah keadaan diri yg meliputi kuasanya(ma’ani) jadi bagaimanakah hendak bertempat

    insyaallah setelah paham paham lah yg selama ini kita didalam sembahyang sentiasa menghadap kepada diri siapa

    nak paham lebih lanjut silakan layari blog saya dan bacalah dari post2 yg paling mula(older post)

  74. blog saya pohonberkah.blogspot.com

  75. waduuh…blog orang syi’ah rafidhi yaaa..
    sudah tau kekafirannya jd g perlu di bahas lagi

  76. @Ziad dan salafi/wahabi

    Seperti anda saya juga menunggu jawaban kelompok yang mengaku paling benar itu, terhadap pertanyaan anda… sambil ingin menambah sedikit pertanyaan kepada mereka (wahabi/salafi)

    Kata “LANGIT” itu adalah terjemahan dari kata “SAMA”/SAMAWAT” padahal kata “SAMA/SAMAWAT” dalam kamus arab-Inggris juga dalam terjemahan alqur’an berbahasa inggris umumnya kata SAMA’/SAMAWAT diartikan dengan kata HEAVEN sementara kata HEAVEN dalam kamus inggris – indonesia diartikan SORGA… dengan perbedaan terjemahan ini SAYA MINTA PENJELASAN KEPADA PAKAR “kelompok yang paling benara” (salafi/wahabi) apa sebenarnya arti kata LANGIT, SAMA’ DAN HEAVEN dan apa dfinisi kata tersebut dan difinisi menurut Nash al qur’an dan hadis?

  77. Ahlussunnah meyakini :
    Alloh tdk serupa dengan apapun,
    Alloh tdk dibatasi oleh apapun,
    baik tempat, ukuran, waktu dll,
    Alloh maha suci,maha agung, maha tinggi

    Salafy meyakini :
    Alloh punya tangan,
    Alloh punya kaki,
    Alloh punya mata,
    Alloh punya muka,
    Alloh ada dilangit,
    Alloh duduk diatas kursi

    Ini aneh tapi nyata, mengaku paling mengerti tauhid tapi menyerupakan Allah dengan makhluk,
    Inilah keanehan yg paling aneh dan kelucuan yg paling lucu, akidah yg lucu, paham yg lucu, makanya dakwahnya aneh dan lucu mengapa demikian? KARENA TIDAK MENGGUNAKAN AKALNYA.

    • itukan “ahlusunnah” menurut nt nuryaqin, oh yaa mungkin nt kelewat mendewakan akal jadii yaa begituuu dehhh

    • yo jelas to pak de wong Dalil Qur’an-nya, kan ada yang pak de lupakan “laisa kamislihi say’un” sopo sing madakno.. mbokyo lek moco semuanya…

    • Anda saja yg menyerupakan ALLAH dengan makhluk. Jangan-jangan anda juga mengatakan ALLAH jg sama dengan makhluk ketika DIA mengatakan bahwa diriNYA juga mendengar, berbicara, bersifat penyayang, karena makhluk jg mendengar, berbicara dan bersifat penyayang. Jika ALLAH mengatakan diriNYA memiliki wajah, tangan, kaki…ya udah, terima saja. Gak usah dibayangin gmn bentuk wajah, tangan dan kaki ALLAH karena pasti tidak akan sama dengan yg dimiliki makhlukNYA. Surga aja yg masih makhluk ALLAH, ga pernah kebayang ma kita gimana knikmatan di dalam sana. Apalagi mmbayangkan wajah, tangan dan kaki ALLAH…

  78. biarkan orang ga suka ma wahhabi, dakwah sunnah tetap jalan, sunnatulloh, banyak yg ga suka ma dakwah tauhid,,dari dulu smp skg,,
    hihi…orang wahhabi Tuhannya juga Alloh lho,,,ga takut terjerumus mengolok2 Alloh?,,,naudzubillah….hi…

    • Dakwah Sunnah ??
      Sunnah apaan yg menyatakan Allah memiliki jasad sperti makhluk, bertangan, berkaki, berkepala lalu duduk diatas singgasana macam raja saudi …. ??
      Kalau sunnah Wahabi n Taimiyah sih saya percaya …
      Jadi bagi para salafy tolong jangan terlalu pede menyatakan bahwa golongan kalianlah yg paling tauhid, dakwah kalianlah yg paling serupa dgn rasul …. Karena mazhab apapun juga bisa mengklaim diri sperti itu …
      Jadi stop menganggap muslim selain sekte kalian sbg musyrik, ingkar-sunnah, mazhab menyimpang dll

      • ahmad nt kalo mau ilmiah baca kitab2:
        khalqu af’al ibad oleh imam al-bukhari
        raddu alal jahmiyyah oleh imam ad-darimi
        kitab as-sunnah oleh imam abdullah bin ahmad bin hanbal
        syarhus sunnah oleh imam al-muzanni
        syarh ushul i’tiqad ahlus sunnah oleh imam al-lalikai
        aqidah salaf ashabul hadits oleh imam ash-shabuni dan
        masihhhhhhh banyaaaaak lagi

        baru nt-nt pada bekoar tentang aqidah bukan kata si fulan tanpa hujjah yg jelassss…. dasar jahil murakkab

      • @ mantan NU
        banyak para ulama salaf yang benar2 saleh menolak pernyataan bahwa Allah berjisim & bertempat seperti mahluk …

        So buku2 andalan ente tsb itu membuka pikiran saya atau justru memasung pikiran kita bahwa Allah terbatasi oleh suatu tempat ?
        Saya tawarkan juga ente membaca buku2 ulama lain diluar aliran ente agar pikiran jumud ente sedikit terbuka … !

  79. MAKAN TUH KAMUS, BUTUH LALAP? ANA PUNYA SENDAL TEKLEK. TAU TEKLEK ? BUKA KAMUS. TEKLEK ITU SENDAL DARI KAYU. DALIL KOK PAKE KAMUS. MENDING LISANUL AROB. LHA INI KAMUS INGGRIS?????

  80. OMONGAN KARO WONG EDAN. MELU EDAN. MENDING TIDUR….. TOBAT TO MAAAAS MMAAASS

  81. bagus banget artikelnya mas abu salafy..
    benar-benar bombastis dan spektakuler…
    mantabz…..
    kayanya cocok buat temen-temen kita yang masih duduk di TK.
    pasti mereka akan menerima dan ngangguk-ngangguk…
    apalagi tambah permen…
    he…he…
    oya, baiknya mas sebarkan aja tulisan ini lewat buletin,,
    kan lumayan ntar bisa dimanfaatkan pedagang buat bungkus nasi uduk ato nasi pecel lele
    terus bisa buat pesawat-pesawatan sama anak-anak TK..

    ayo semangat !!!!!!!!!
    jangan menyerah ya……!!!!!
    abu salafy is the best………………………..

  82. @wahabiyes, di/pada Juni 10, 2010 pada 3:41 am Dikatakan: r
    biarkan orang ga suka ma wahhabi, dakwah sunnah tetap jalan, sunnatulloh, banyak yg ga suka ma dakwah tauhid,,dari dulu smp skg,,
    hihi…orang wahhabi Tuhannya juga Alloh lho,,,ga takut terjerumus mengolok2 Alloh?,,,naudzubillah….hi…
    ========================================
    iya, tapi Allohnya wahabi bersemayam di langit, beda dengan Allohnya kaum muslimin, terus wahabi ga pernah diajari akhlakul karimah, mulutnya kotor2….

  83. Wahai Tuhan yang bertempat tinggi di atas Arsy….
    Dimanakah sesungguhnya Engkau tersembunyi….
    Seberapa jaraknyakah “tempat”-Mu itu….
    Meter?
    Kilometer?
    Tahun Cahaya?

    Bisa minta tolong alamatnya aja, nggak?

    • jawabannya : langit ke tujuh..
      kalo jarak : ukur aja sendiri..

    • ‘Ain jangan jadi saraf n stress gitu ah…segila2nya orang komunis dan atheis juga hitler g da yg ngomong kaya lo..jgn ikut gila gara2 semangat 45…gitu aja kok repot

  84. Allah tidak bergantung kepada kordinat bujur, lintang dan tinggi untuk menempatkan eksistensi-Nya yang istiwa di atas Arsy maupun bersama hamba-Nya.
    Ketiga kordinat ini disebut kordinat pembentuk ruang tiga dimensi.
    Allah tidak bergantung kepada kordinat tiga dimensi, hal mana kordinat ini telah membatasi manusia di dalam geraknya di bumi dan alam semesta ini.
    Keberadaan manusia di ruang tiga dimensi ini membuktikan kalau manusia itu mustahll bisa berada di dua tempat pada saat yang sama, sebab kordinat kedua tempat itu berbeda, sedangkan manusianya satu.
    Sedangkan Allah tidak bergantung kepada kordinat tiga dimensi sehingga bisa berada dimana saja yang di kehendaki-Nya.
    Keyakinan bahwa Allah itu bertempat berarti telah menempatkannya pada ruang tiga dimensi yang akhirnya akan memberikan sifat keterbatasan kepada Allah itu sendiri. Begitukah Tuhannya wahabi?

  85. Biasa wahabi kalo di kasi rodd selalu lari ke sanad dulu, sedangkan ben bass gitar aj gak tau dia blajar ma sapa tau2 maen fatwa aj, ap dia punya sanad yg langsung sambung kepada Rasulullh? saya rasa tidak, wahabi hanya selalu memungkiri kata2nya sendiri, setelah ketahuan salah, malah bingung mencari sanad, kadang malah suka memutar balikkan kata2nya sendiri, sudah jelas di kitab2 tauhid wahabi Allah dikatakan bersemayam di arys,???nah maksdu dari bersemayam itu apa kalo bukan bertempat??tuhan seperti apa yang di katakan bersemayam kaya mayat?jangan2 wahabi yg suka nuduh ahlul bidah adalah penyembah toghut, justru mereka tu yang punya berhala yang di semayamkan di arsy mereka?coba pikir dulu baik2 apa bener tuhan tu bersemayam?saya yakin 1juta persen imam asyari ilmu jauh meninggalkan bin bass gitar, kaya gt udah brani bilang sesat dan fatwa seenak matanya,?manusia macam apa itu?Rasulullah tau ada kaum munafik yang pura2 jadi sahabat beliau, namun beliau gak pernah memvonis kafir to yang lain?padahal itu Rasulullah?nah ini bin bass gitar tu yang gak ada apa2nya di banding dengan sandalnya Rasulullah, yang ilmunya seupil udah brani vons kafir bagi orang yang gak sependapat dengannya???/apakah ia sudah mewarisi semua ilmu Rasulullah??buat Bensaleeb yang suka ngejek Baalawy, ketahuan banget anda sperti kaum yahudi yang gak terima dengan datangnta Rasulullah dari kaum arab bukan bani israil, anda selalu menghina fisik, tanpa dasar??jujur aj, di kota an bangsa bensalib dan kroni2nya banyak yang jadi preman, udah item jelek, suka mabuk2 lagi, kadang2 suka ngaku keturunan Rasulullah, minta2 uang dll!

  86. Wahai pemilik blog yang mudah2an diberi petunjuk oleh Alloh. Bacalah firman Alloh S. Thoha : 5 dan S. Al-A’rof : 54. Cukuplah dua ayat itu saja niscaya engkau akan tahu kebenarannya. Saya prihatin dengan isi blogmu ini. Semoga Alloh memberi petunjuk kepada segenap kaum muslimin dan menjauhkan mereka dari penyesatan, kesesatan dan da’i-da’i penyesat umat yang menyeru ke pintu-pintu jahannam. Amin

  87. Setelah saya perhatikan, tidak ada jawaban memuaskan dari para pendukung pendapat bahwa Allah ada di langit. Yang ada adalah cacimaki dan celaan diluar konteks.

    Sekali lagi, apa definsi anda tentang “langit”?

    • Langit itu tempat dimana Nabi menemui Rabb-nya menaiki Buroq untuk menerima perintah shalat waktu Isra Mi’raj.. Nah situ pernah dengar peristiwa Isra & Mi’raj ngga?

      Abu Salafy:

      Siapa bilang Gus, kalau nabi kelangit menemui Tuhan berarti Allah di langit? Lha waktu Nabi Musa menemui Tuhannya di Thus Sina atau di perjalanan sepelung dari rumah Nabi Syu’aib as. apakah Allah bersemayam di di sana?
      Saya berharap Anda mau merenungkan bukti-bukti yang saya ajukan dalam artikel-artikel ini dan juga yang disajikan ulama Ahlusunnah dan para munazzihun lainnya, dari pada berkeras kepala mengatakan Allah bertempat!
      Maha suci Allah dari pensifatan dzalimun.

      • @wahab nah.. lo…. nt bilang aja tuhan lagi turun kebumi.
        Wahabi tuh jangan dikubur dibumi, gak mau diziarahi.. kirim aja keruang angkasa biar nyampe… ITU JUGA KALO BUKAN BID’AH
        Afwan ngejunk

  88. Perhatikan firman Alloh S. Thooha : 5 : ” Ar-rohman (Alloh) beristiwa diatas Arsy “. berkata al-Imam Malik ra, istiwa maknanya ‘ ulu war tifa’ atau tinggi dan menetap. kita menetapkan hal itu untuk Alloh sedang tata caranya hanya Alloh yang mengetahui. Alloh berada diatas segenap makhlukNya. sedang ilmuNya meliputi segala sesuatu. Perhatikan firmaNya dalam S. At-Tholaq ayat 12 : Allohlah yang telah menciptakan tujuh langit dan bumi semisal itu juga. PerintahNya berlaku pada keduanya agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Alloh Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu dan sesungguhnya Alloh, ilmuNya meliputi segala sesuatu”. Pahamilah wahai hamba Alloh !

  89. GOBLOK!!

  90. Allah subhanahuwata’ala bersemayam di atas arsy.
    pengertian Allah ada di mana-mana, ma’nanya ilmu Allah, pendengaran Allah, penglihatan Allah meliputi segala sesuatu. Allah mempunyai tangan, yang sama nama, tetapi tangann Allah sesuai dengan ke agungan Allah yang berbeda dengan tangan hambaNya.

    sungguh penjelasan seperti itu adalah penjelasan yang sanagat terang benderang seperti terangnya matahari disiang bolong.

    Abu Salafy:

    Akhi Abu Rufaidah, saya menghargai semangat Anda dalam usaha memahami agama. Tetapi sayang keawaman Anda masih terlihat kental sekali>
    Apa yang Anda katakan: pengertian Allah ada di mana-mana, ma’nanya ilmu Allah, pendengaran Allah, penglihatan Allah meliputi segala sesuatu. itu sudah melibatkan ta’wil yang selama ini dikecam habis kelompok Salafi Wahabi yang cenderung Mujassim! Bukankah setiap usaha mena’wil ayat-ayat dan hadis-hadis sifat selalu mereka vonis Jahmi?
    Mengapa untuk masalah ini Anda mena’wil sementara tentang istiwa’ Anda enggan mena’wil? Rasanya ini tidak konsisten!!
    Maaf sementara saya cukupkan di sini saja. Semoga Anda mau merenungkannya.
    Wassalam.

  91. buat abu salafy
    Anda semua tidak konsisten….baik abu salafy atau abu gosok yang sok-sok salafy…semuanya munafik

    kenapa kalian menggugat Allah dimana dan keberadaannya?

    dalam semua bahasa dunia, bukankah kata “dimana” adalah kata tanya yang membutuhkan jawaban tempat atau arah atau posisi?
    kalau ditanya “aina” (dimana) jelas jawabnnya “fi (di [posisi di dalam)/ala/fauqa (di [psisi di atas])
    atau dengan tijah (arah), kanan kiri depan belakang dll

    bukankah Allah ada sebelum semuanya ada! setuju?
    bahkan sebelum tempat/arah/posisi itu ada!!!!!!!
    bahkan sebelum tempat/arah/posisi itu ada!!!!!!!
    bahkan sebelum tempat/arah/posisi itu ada!!!!!!!
    bahkan sebelum tempat/arah/posisi itu ada!!!!!!!
    bahkan sebelum tempat/arah/posisi itu ada!!!!!!!
    setuju?

    dan tidak bisa Dia di mudhafkan dengan apapun karena sebenarnya Dia………..(akan saya jawab nanti)
    setuju ngga setujunya nanti dulu, hehehe

    “ada” adalah kata yang tidak bisa berdiri sendiri, harus memerlukan penjelas……….yaitu kapan dan dimana?

    dalam komunikasi verbal/tulisan…saya beri contoh sederhana
    saya ada,
    kapan ada? sejak menjadi janin atau sejak saya berpikir bahwa saya ada
    ada dimana? di jakarta
    jakarta dimana? di kantor atau di……

    kita ada kaopan dan dimana bisa dilacak dan dirunut bukan???? dengan kesadaran kita dengan keberadaan kita atau apapun selain kita?
    bahkan keberadaan orang-orang sebelum berjuta-juta tahun yang lalu kita bisa dilacak dengan fosil mereka, oleh arkeolog……..

    sekarang ada pernyataan

    “Allah ada tanpa tempat tanpa posisi tanpa arah, dan dia tidak membutuhkan semua itu, karena semua itulah yang membutuhkan Dia”

    ada lagi pernyataan
    “Allah ada di langit dan bersemanyam di atas Arsy”

    SEBENARNYA KAWAN-KAWAN SEMUA

    sejak kita mengenal bahasa, sejak itulah kita berpikir
    dan sejak kita berpikir sejak itulah kita mengenal bahasa
    sejak itulah kita mulai

    merangkai-rangkai
    menghubung-hubungkan
    menyatu-nyatukan
    memisah-misahkan
    membangun
    merobohkan
    dll
    segala sesuatu di luar kepala kita masukan ke dalam kepada kita dan
    segala sesuatu di dalam kepada kita keluarkan keluar kepala kita

    perntanyaan saya kepada Anda semua?
    sejak kapan manusia mengenal Allah?

    apa sejak anda mulai belajar agama/ filsafat/dll?
    Mengenal ALLah dari kitab suci dan nabi2!
    Mengenal Allah dari ilmu dan sains!

    bagaiaman mana bisa kalian katakan Allah ada tampa tempat, arah, posisi?

    bagaimana bisa kalian katakan Allah ada di langit dan bersemanyam di atas arsy?

    apa ini yang disebut pengetahuan warisan??

    KAWAN-KAWAN SEMUA

    Allah tidak bisa di “kapan” kan
    Allah tidak bisa di “dimana” kan
    kenapa???
    ayo kenapa???
    karena SEBENARNYA Dia tidak “ada”
    KALAU DIA “ADA” PASTI BISA
    di “kapan” kan?
    DAN
    di “dimana” kan?
    SEPERTI KITA-KITA INI??? NCANG, NCING ,NYAK BABEH

    APA ANDA MAU JAWAB,
    ليس كمثله شىء وهو على كل سىء قدير
    DIA TIDAK SAMA DENGAN YANG LAIN (MAKLUK-MAKLUKNYA)

    OK, 1000 X OK
    Kitab suci manapun mengebarkan bahwa tuhan itu ada……
    Ok pertnyaan saya sekarang…..
    Siapa yang membawa kitab suci itu??????
    Allah langsung
    Atau pake jasa kurir yang disebut “messenger”?????

    Atau melalui jasa habib, ustad, syaikh, tuan guru atau apapun itu di bawah messenger itu

    Artinya begini? Anda tidak mungkin bisa loncat langsung ke Allah kalau tidak melalui para Nabi tadi…dan Anda tidak mnungkin loncat langsung ke nabi kalau tidak pake jasa habib, kiyai, ustad, syaikh, dll

    Baik yag beberntuk buku, kaset ceramah, televisi, media,
    Atau orang langsung

    benar ngga?
    So pasti benar!

    Kalau nabinya bilang a anda pasti ngikut a,
    Kalau nabinya bilang b anda pasti ngikut b,

    Kalau habibnya bilang a anda pasti ngikut a,
    Kalau habibnya bilang b anda pasti ngikut b,

    Kalau kiyainya bilang a anda pasti ngikut a,
    Kalau kiyainya bilang b anda pasti ngikut b,

    SEBENARNYA KAWAN-KAWAN
    Hal yang kita bahas ini bukanlah
    Perkara yang bisa diselesaikan
    Dalam artinya bahwa di dalmnya ada “kebenaran”
    Ada “keyakinan yang mengadung kebenaran”

    Ini semua tidak ada di dalamnya

    Kenapa???
    Karena di sini saya akan memberitahukan jawabnya kepada Anda semua
    bahwa
    sebenarnya
    …………………………………..

    Segala sesuatu yang tidak ada ujung pangkalnya
    Hanya akan berputar-putar terus
    Lihatlah dunia,
    Mana ujungnya mana pangkalnya
    Setiap waktu ia menyuguhi kita pagi, siang, sore malam
    Selam kita hidup di dunia ini
    Pernahkan kita merasa dari pagi lalu sampai malam kehidupan ini berhenti
    Tentu, tidak bukan, karena setelahnya kita akan masuk pagi lagi……

    Sekarang pertanyaan saya ke Anda semua???
    Sejak kapan dunia (bumi) itu ada?
    Dimana dunia (bumi) itu ada
    Apa anda mau menjawabnya dengan teori-teori ilmuwan yang telah jadi tanah itu
    atau
    wikipedia
    Atau mebuka google earth???
    LUCU?????
    1000 x lucu
    Silahkan2 saja….hidup matilah Anda dengan teori-teori itu semua????

    Itu semua hanyalah cerita dongeng yang memang bisa menjadi cerita sebelum tidur (mati)

    Baik kembali ke laptop
    Kesimpulan dari ini semua adalah…..

    SILAHKAN ANDA SIMPULKAN SENDIRI

    HEHEHE RASAIN GW PUTER2

  92. tak kira anda orang NU yang biasa saya kenal yang lembut yang taat pada kiyai dan benci dengan kaum Syiah…eh… ternyata pemikiran anda sudah ngikut dengan agama Syiah… gak jadi nimbrung wes…

  93. sssst …. Jangan membatasi Allah dengan bertanya Dia dimana !
    pertanyaan itu hanya berlaku bagi makhluk yang terbatasi oleh tempat …
    Karena Allah adalah Dzat yg tidak terbatasi dimensi ruang & waktu …
    Dimensi-Nya adalah dimensi Maha Tinggi yang tak mampu terbayangkan oleh akal kita ….
    Cukup kita katakan Dia adalah dekat (dalam artian tidak secara fisik ) ….
    Firman Allah
    “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) , sesungguhnya Aku dekat. … …

  94. @sudirman .hehe lo tuh komunis deh kayanya

  95. Wah.. rame nih.., masing-masing pada pake dalil.
    Kalau sudah sama-sama mengaku benar.. kebenaran hakiki pasti datang.. kapankah…?
    Nanti setelah mati.
    Wallohu a’lam.

  96. kebenaran insya allah akan terlihat dan nampak dengan jelas,siapa yang mengikuti al haq dan berada diatas sirotol mustaqim,berlakulah jujur,lapang menerima kesalahan,kita lihat dakwah kita kira 2 barokah tidak?coba kita lihat istri2 kita anak2 kita dan keluarga kita,apakah mereka membuka aurot atau tidak,sholatnya bagaimana?yang intinya kita lihat kualitas agama masyarakat kita semakin baikkah dengan dakwah kita atau tidak ?kita lihat para ulama kita mereka diatas dalil shohih tidak bukan sekedar dalil yang tidak jelas keshohihan nya,dan marilah kita merujuk kepada ulama’ yang kita sepakati seperti imam madzhab,imam An Nawawy,jalaludin suyuti,ibnu Hajar Asqolany,Ibnu katsir,Ibnul Qoyyim,dll kalo memang tidak/belum menerima Al bany,bin baz ya ndak usah kita paksakan karena akan berujung keributa,karena kebanyakan kaum muslimin taqlid kepada para syeikhnya/madzhabnya, yang madzhabnya Syafi’i ya jadilah syafi’i yang benar yang imam Ahmad jadilah seperti imam Ahmad, jangan ngaku Syafi’i tapi menyelisihi syafi’i ngaku salafy tapi salaf sendiri berlepas diri, kullun yadda’i wash lan bi laila walaila laa tuqirru lahu bidzaka,saya pernah mendengarkan kajian safinatun naja yang isinya bahwa wanita semuanya adalah aurot tapi yang saya heran mengapa sang ustadaz tidak melakukan pada istri dan anak2nya yang saya kethui justru membuka aurot dan kebanyakan perempuan pengajiannya seprti itu pula, Marilah kita sampaikan kebenaran dan jangan kita menyembunyikannya in uriidu illal islaha mastatho’tu wamaa tufiqy illa billah, wa llah al musta’an wa alaihi tuklan

  97. by agus jabon :

    wah … saya menjadi banyak wawasan ni aau seperti ini

    jabon

  98. Syaikh Abdul Qadir al Jaelani (470-561 H) memberikan kritikan yg tajam sekaligus nasehat terhadap ahli kalam dalam hal ta’wil sifat. Dia mengatakan : “Allah menggenggam, membuka tangan, mencintai, senang, tidak suka, membenci, rdha, marah, dan murka. Dia memiliki dua tangan dan kedua tangan itu kanan, dan bahwa hati para hamba berada di antara dua jari dari jemari-Nya. Dia berada di atas Arsy, meliputi segala kerajaan-Nya. Nabi saw telah menyaksikan keislaman budak wanita ketika bertanya kepadanya:’Di mana Allah? Maka dia menunjuk ke atas. Dan bahwasanya Arsy Allah itu di atas air. Allah beristiwa’ di atasnya, sebelumnya (di bawahnya) adalah 70.000 hijab dari cahaya dan memiliki kegelapan. Dan bahwa arsy itu memiliki batasan yang diketahui oleh Allah.( Abdul Qadir al Jailani, al Ghunyah Li Thalibi ‘i-Haq, 56.)
    “seyogyanya menyebutkan sifat istiwa tanpa ta’wil. Bahwasanya Dia beristiwa di atas Arsy, bukan bermakna duduk dan bersentuhan (menempel) sebagaimana yg disampaikan kelompok Mujassimah Karromiyah; juga bukan dalam arti ketinggian (kedudukan) seperti yg dikatakan oleh Asy’ariyyah, juga bukan beristila’ (menguasai) sebagaimana ucapan Mu’tazilah).”
    “Allah juga turun ke langit terendah dengan cara yg Dia kehendaki,bukan bermakna turun rahmat-Nya atau pahala-Nya sebagaimana yg dikatakan Mu’tazilah dan Asy’ariyyah.” ( Abdul Qadir al Jailani, al Ghunyah Li Thalibi ‘i-Haq, 56-57.)
    “kalian wajib berittiba’ dan jauhi ibtida’, kalian wajib ikut mahdzab Salafusshalih, bejalanlah di atas jalan yg lurus tanpa tasybih dan ta’thil. Akan tetpai pengikut sunnah Rasulullah saw tanpa takalluf (memaksa-maksa), tanaththu’ (belebihan), Tasyaddud (sikap ekstrim) Tamasyduq (berlebihan-lebihan dalam bicara), dan tama’qul (mengakali). Cukup untuk kalian apa yg telah cukup untuk orang2 sebelum kalian. (Abdul Qadir al Jailani, al-Fathu ‘r-Rabbani wa ‘I-Faidhu’r-Rahmani, al-Haramain Singapura-Jedah, 34 (kitab kuning) )
    …… tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Melihat. (QS Al Syura: 11)
    “celaka kamu wahai orang2 yang sombong, ibadahmu tidak masuk bumi melainkan naik ke langit. Allah berfirman :
    … kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. dan rencana jahat mereka akan hancur. (QS Fathir :10)
    “Tidakkkah kalian merasa malu?! Allah menerangkan sifat2-Nya sendiri dengan sifat-sifat yg Dia rela dengannya kemudian kalian ta’wil dan kalian tolak?!! Tidakkah mencukupimu apa yang telah mencukupi para sahabat dan tabi’in sebelum kalian?!! Rabb kita berada di atas Arsy sebagaiman yg Dia katakana, tanpa tasybih, ta’thil, dan tajsim.
    Ya Allah berilah kami rizki dan taufik dan jauhkanlah kami dari bid’ah.” ((Abdul Qadir al Jailani, al-Fathu ‘r-Rabbani wa ‘I-Faidhu’r-Rahmani, al-Haramain Singapura-Jedah, 76 (kitab kuning)

  99. FIRAUN MENGINGKARI ALLAH DI ATAS
    Allah telah mengabarkan tentang Firaun yg terlaknat bahwa ia berkata kepada Hamman :
    Dan berkatalah Fir’aun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang Tinggi supaya Aku sampai ke pintu-pintu,(yaitu) pintu-pintu langit, supaya Aku dapat melihat Tuhan Musa dan Sesungguhnya Aku memandangnya seorang pendusta”. ( QS Al Mu’min: 36-37)
    Firaun mengatakan demikian karena dia mendengar bahwa Musa menyebutkan kalau Rabb-nya ada di langit (di atas). Tidakkah engkau perhatikan ucapannya “Sesungguhnya Aku memandangnya seorang pendusta”. Maksudnya berdusta dalam ucapannya bahwa Allah ada di langit. (Ini disampaikan oleh Imam Abu Hasan al Asy’ari dalam kitab al ibanah hal.97. kitab al ibanah adalah kitab yg disusun olehnya setelah ia taubat dari pendapat sebelumnya yg kini banyak diambil oleh orang-orang yg suka mentakwil sifat-sifat Allah).
    Para ulama umat dan para imam dari salaf shalih tidak berselisih bahwa Allah itu di atas Arsy-Nya, dan Arsy-Nya itu diatas langit yg ke tujuh. Tidakkah kau perhatikan bahwa Rasulullah saw mi’raj ke atas langit yg ke tujuh, di setiap langit dia bertemu dg para Nabi, sampai ke sidhratul muntaha.(Lihat shahih Bukhari).

  100. Kemudian coba antum bandingkan dengan aqidah Imam Empat Mazhab

    IMAM ABU HANIFAH

    Imam Abu Hanifah ditanya tentang seseorang yang berkata,
    “Aku tidak mengetahui Tuhanku, apakah Dia di langit atau di bumi?”
    Imam Abu Hanifah menjawab,
    “Dia kafir, karena Allah berfirman, ‘Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas Arsy.’(Thaha: 5), dan ArsyNya di atas langitNya.”
    Imam Abu Hanifah ditanya lagi, dia berkata,
    “Aku berkata, Allah bersemayam di atas Arsy, tetapi aku tidak mengetahui apakah Arsy di langit atau di bumi?”
    Imam Abu Hanifah menjawab,
    “Jika dia mengingkari bahwa ia di langit maka dia kafir.”
    (Kitab Mukhtashar al-Uluw, adz-Dzahabi)

    Kita melihat di sini Imam Abu Hanifah menetapkan sifat istiwa` bagi Allah, bahwa Allah bersemayam di atas ArsyNya, di atas langitNya, beliau menetapkan kekufuran orang yang mengingkari hal ini.
    Menetapkan sifat istiwa` bagi Allah sesuai dengan keagunganNya tanpa takyif, tanpa tamtsil dan tanpa tahrif merupakan akidah salaf shalih di bidang Asma` dan Sifat Allah.
    Ahlus Sunnah wal Jamaah meyakini bahwa Allah bersemayam di atas Arsy, bahwa Allah di langit sesuai dengan kebesaranNya.

    IMAM MALIK BIN ANAS

    Disebutkan bahwa Imam Malik ditanya tentang firman Allah, “Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas Arsy.” (Thaha: 5), bagaimana Allah bersemayam?” Imam Malik menjawab,
    “Bersemayam diketahui (maknanya), bagaimananya tidak masuk akal, beriman kepadanya wajib dan bertanya tentangnya adalah bid’ah.”
    Lalu Imam meminta orang tersebut agar diusir.
    (Kitab Lum’ah al-I’tiqad, Ibnu Qudamah)

    Ucapan ini diriwayatkan secara shahih dari Imam Malik, ia menetapkan akidah salaf di bidang Asma`wa Sifat, bahwa apa yang Allah tetapkan untuk diriNya diketahui maknanya dari sisi bahasa, tidak dijangkau oleh akal dari sisi bagaimananya, karena ia termasuk perkara ghaib, dan beriman kepadanya adalah wajib karena ia ditetapkan oleh Allah, serta bertanya tentang bagaimananya adalah bid’ah karena para sahabat tidak mempersoalkannya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasalam
    Inilah akidah salaf shalih Ahlus Sunnah wal Jamaah di bidang Asma` wa Sifat, yaitu mengimani apa yang Allah dan RasulNya tetapkan tanpa bertanya bagaiamana karena hal itu tidak terjangkau oleh akal.

    IMAM SYAFI”I

    Disebutkan bahwa Imam asy-Syafi’i berkata,
    “ Allah Ta’ala memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang dihadirkan oleh kitabNya, diberitakan oleh Nabi saw kepada umatnya, tidak seorang pun makhluk Allah di mana hujjah telah tegak atasnya patut untuk menolaknya karena al-Qur`an turun dengannya) , dan pengucapannya dari Rasulullah adalah shahih melalui periwayatan rawi-rawi yang adil, jika dia menyelisihi setelah itu, setelah tegaknya hujjah atasnya maka dia kafir.

    Adapun sebelum tegaknya hujjah atasnya maka dia dimaklumi karena tidak tahu, sebab ilmu tentang hal ini bukan melalui akal, bukan pula melalui perenungan, hati dan pemikiran. Kami tidak mengkafirkan seseorang dengannya karena dia tidak tahu kecuali setelah sampainya berita kepadanya. Dan kami menetapkan sifat-sifat ini) , kami menafikan tasybih darinya sebagaimana kami menafikan tasybih dariNya firmanNya, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.” (Asy-Syura: 11).
    (Kitab Itsbat Shifat al-Uluw, Ibnu Qudamah)

    Kita bisa membaca dari ucapan Imam asy-Syafi’i bahwa beliau menetapkan nama-nama dan sifat-sifat bagi Allah sebagaimana yang ditetapkan oleh al-Qur`an dan sunnah yang shahih.

    IMAM AHMAD BIN HAMBAL

    Akidah Imam yang satu ini tidak ada keraguan dan kesamaran padanya, beliau adalah imam sunnah dan pemegang panji Ahlus Sunnah wal Jamaah di masanya,
    salah satu pengakuan datang dari Imam Abul Hasan al-Asy’ari, beliau ini berkata dalam al-Ibanah an Ushul ad-Diyanah,

    “Pendapat yang kami katakan dan keyakinan yang kami pegang teguh adalah berpegang kepada kitab Tuhan kami Azza wa Jalla dan sunnah nabi kami saw, serta apa yang diriwayatkan dari para sahabat, tabiin dan para imam hadits, kami berpegang kepada semua itu, dan kami berkata seperti apa yang dikatakan oleh Abu Abdullah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, semoga Allah memuliakan wajahnya, mengangkat derajatya dan memberinya balasan besar, kami menyelisihi apa yang menyelisihi perkataannya, karena beliau adalah seorang imam yang mulia dan pemimpin yang sempurna, dengannya Allah menjelaskan kebenaran dan dengannya Allah menolak kesesatan orang-orang yang ragu, semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepada seorang imam mulia, besar, agung, dihormati, dihargai dan terdepan.”

    …Alhamdulillah

  101. jangan ribut2 puasa sebulan ributnya…saya setuju ari yono raharjo

  102. Ini ada sedikit ulasan tentang akidah sesat wahaby/salafy, linknya http://artikelislami.wordpress.com/2010/08/21/man-robbuka/, silakan para wahabiyun membantahnya… itu juga kalo bisa…. kalo ga bisa ya tobat aja deh…..

  103. Sepertinya dalil sudah menjadi tuhan.

    padahal dalil hanyalah sebatas kemampuan otak.
    krn kemampuan otak orang berbeda2 ditambah lagi pengaruh hawa nafsu, maka muncullah perbedaan.

    Allah memberi karunia kepada manusia berupa Qalb. hanya Qalb-lah, bukan otak, yg mampu memuat ilmu Allah. tidak ada perbedaan jika ilmu Allah turun kepada Qalb. kenapa jarang sekali umat Islam yg memberdayakan anugrah luar biasa ini?

    memberdayakan Qalb tidaklah dgn menghafal dalil, tapi dgn tazkiyatun nafs, jihad melawan hawa nafsu, belajar mendengarkan nurani.

    jangan jadikan dalil sebagai senjata debat.
    tempatkanlah dalil sebagai referensi, tapi cek & receklah kebenaran menggunakan Qalb.

  104. oh ya saya tunggu posting yang barunya ya .. :-)

  105. kawan2
    kita luruskan
    kalau memang Allah di langit dan bersemayam di arsy
    atau tidak dimana2 (ada tanpa tempat)
    atau dimana2
    so what gitu loh

    Allah itu kalian perlakukan seperti al-Quran
    kalian semua mengaku mengikuti al-Quran
    tapi nyatanya
    TIDAK
    kalian hanya saling menghanguskan satu sama lain dengan al-Quran
    satu kutip ayat ini lalu dilempat ke yang lain
    yang lain pun begitu
    dan terus begitu
    al-Quran sendiri itu seperti apa?????
    kenapa tidak bisa menengahi perslisihan antara manusia
    justru manusia dituntu menengahi perselisihan mereka sendiri
    dengan al-Quran
    al-Quran itu sendiri seperti apa

    Allah menurunkan wahyu
    menurunkan akal
    wahyu bilang Allah di langit, arsy
    akal bilang Allah itu ada tanpa tempat
    atau ada dimana2
    yang benar itu yang mana???

    Allah itu sendiri itu apa
    apa, bagaiaman, dimana, kapan,
    entah bagiaman???

    kawan2
    semasih kalian menjadi manusia
    semasih itu pula kalian sibuk membicarakan Allah
    dan takan pernah henti
    apa kalian ingin kebenaran
    sehingga berdiri di atas kebenaran karena takut kesesatan
    lalu yang lain yang berbeda kalian anggap sesat

    ok…..
    saya cuma mau bilang
    masing2 kalina semua itu benar!!!!!!
    karena ya cuma itu saja kemampuan kalian mencari kebenaran
    sudah samapi batas akhir
    lagipula kalina hanya membunyikan ulang omongan2 orang jaman dulu

    so
    kalain memang kebenaran hari mahsyar itu ada
    kita lhat dan tanya saja DIA
    : Wahai Allah kami di bumi semasa hidup, baik sesam islam, mukmin ataupun diluar golngan kami KAFIR saling berdebat tentang keberadaan-MU
    tolong katakan dengan jujur ada dimankah Engkau
    agar kami puas!!!!
    puas mengetahaui keberadaanmu???!!!!!!

    pertanyaan saja
    kira2 Allah akan jawb apa ya???
    so kita tunggu saja hari mahsyar nanti!!!!!!

    itu juga kalau si sastro hadir di sana nantinya!!!

  106. SEMUA PENJELASAN ABU SALAFY DAN DALIL2NYA SUDAH TERBANTAH OLEH PERISTIWA ISRA & MIRAJ…

  107. abu salafy kalau meningkari allah di langit berarti abu salafy lebih jelek dari kotorannya karena menyelisihi alquran hadist dan ijma ulama dan aqal sehat dan fitrah

    Abu Salafy:

    Saudaraku luvi saya mulai prihatin melihat gaya bahasa Anda yang kelihatan sudah terjangkit virus Wahabi Salafi… semoga Allah memberi kita semua hidayah-Nya. Amin.

  108. ” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam ” (QS Ali Imran: 102).

  109. hai luvi aku tau kau sangat jahil dan sebelum sempat agak sedikit pinter dah keracunan kesesatan wahabret… apa kamu tidak mau merenungkan barang dikit aja dalil-dalilnya pak abu dalam masalah>>>>
    luvi…. mestinya (sayang mulut aku tidak sebusk mulut pengikut wahabret) yang lebih bauk dan buruk adalah kaum tajsim yang beri’tiqad bahwa Allah MANGGON di langit….

  110. kalau aku lihat-lihat komentarnya mbak/mas luvi kok bahasanya tidak mencerminkan pengikut nabi berbudi pekerti luhur… meneladani siapanya? kok mulutnya tidak terkontrol begitu?
    mbak/mas luvi kebenaran tidak pantas disampaikan dengan bahasa kasar!!!!!!!!!!!!!
    sebagaimana kebenaran juga tidak bis anda tutup-tutupi dengan bahasa kasar!!!!!!!!!!!
    Argumentasi ustadz abu bantah aja dengan dalil juga biar imbang.. biar kita pembaca bisa bandingkan mana yang lebih mendekati kebenaran.
    Gimana mbak/mas setutu? aku tunggu ya bantahan ilmiahnya!!!!!!!!!!!

  111. @wahabi waras, di/pada September 8, 2010 pada 2:18 pm Dikatakan: r
    kalau aku lihat-lihat komentarnya mbak/mas luvi kok bahasanya tidak mencerminkan pengikut nabi berbudi pekerti luhur… meneladani siapanya? kok mulutnya tidak terkontrol begitu?..
    ==============================================
    ya mengikuti nabinya…. tau kan siapa nabi kaum wahabi??

  112. kalian tidak lihat wahai saudara2 ku seisalam bagaimana judul2 buku yang megerikan kalian haya melihat sebelah mata dalam istilah kasar itu .apakah kalian tidak melihat karangan 2 ulama tentang penetapan sifat tinggi alloh di langit lihat karangan kitab asyariah karangan imam alajurri dan aqidah ashabul hadist karangan imam asobuny mereka hidup sekitar empat ratusan hijrah .saya alhamdulillah merasa terpukul bagaimana sikap kalian dengan judul2buku abu salafy yang menunjukkan jekek aklak nya tapi kalau dia di cela kalian menuduh saya tidak beradab sungguh sikap tidak adil saya pr tidak boleh panggil “akhi”

  113. wahai abu salafi saudaraku seislam mudah2an antum di beri hidayah tidak mencela para ulama2 ahlussunnah yang di sepakati keilmuannya

    Abu Salafy:

    Apakah membuktikan kesalahan termasuk mencela? Ulama sunni yang mana yang saudara maksud yang telah disepakati keilmuannya itu? Siapa yang sepakat?

  114. sepeti syaikh bin baz ,syaikh alalbani ,syaikh utaimin mereka adalah rujukan umat di abad ini ;;;;tapi sayang sekali mereka terburu di panggil oleh alloh

    Abu Salafy:

    Toloongkan sebutkan selain wahhabi sendiri yang merujuk mereka yang saudara sebut di atas? Apa menurut anda Allah memanggil mereka sementara umat masih membuthkan mereka?

    • Satu hal terlihat dr semua komentarnya abang/mbak luvi ini sepertinya dia tidak mengenal islam selain ajaran salafy wahabi itu sendiri …!!
      Disarankan banyak baca kitab dr berbagai mazhab dong jadi biar ga kaku & jumud yah !!
      Kan mazhab dalam islam ga cuma wahabi lo

  115. orang buta kok dibanggakan

  116. astaghfirulloh …….kalian mencela ulama 2 seperti syaikh bin baz dan lain2nya ;;;saya merasa kasihan dengan kalian ,beliau ini telah menghabiskan umurnya demi umat …saya sebagai mulimah menaruh kasihan terhadap orang2 yang mencela mereka2 yang kalian cela itu

    • karena yg kalian sebut ulama itu jg gemar mencela ulama lain yg tidak sefaham dengan mereka,… belajar lebih banyak ya,…tapi jgn jumud, buka wawasan ke-islaman,…karena bukan cuma wahaby yg islam lho,…

  117. pengingkaran saudaraku bahwa alloh di langit adalah sebuah pengingkaran orang2 yang kurang kerjaan dan lemah sekali pendalilannya.cukup di bantah dengan peristiwa isra’ mi’roj nabi muhammad shallallohu alaihi wasallam.

    • khan uda dijawab @Abu Salafy:
      Siapa bilang Gus, kalau nabi kelangit menemui Tuhan berarti Allah di langit? Lha waktu Nabi Musa menemui Tuhannya di Thus Sina atau di perjalanan sepelung dari rumah Nabi Syu’aib as. apakah Allah bersemayam di di sana?
      Saya berharap Anda mau merenungkan bukti-bukti yang saya ajukan dalam artikel-artikel ini dan juga yang disajikan ulama Ahlusunnah dan para munazzihun lainnya, dari pada berkeras kepala mengatakan Allah bertempat!
      Maha suci Allah dari pensifatan dzalimun
      @UMMU SALAFY KUMPULIN DUIT BANYAK2 IKUT WISATA RUANG ANGKASA AJE BUAT KETEMU TUHANLO

  118. Jadi tambah wawasan agama…
    saya dulu ngira Allah Swt itu di arasyi…
    sekarang jadi tau..
    Alhamdulillah…

    trima kasih atas ilmunya…

  119. Biar terbukti siapa yang sesat, orang-orang wahabi dengan orang-orang abu salafi kita pertemukan ditengah lapangan dan disaksikan orang banyak, kemudian doa bersama bahwa siapa yang sesat saat itu juga disambar petir, gimana orang-orang wahabi siap?

  120. APPAKAH NABI PERNAH CONTOHKAN DOA BERSAMA…JANGAN CONTOHKAN DEGAN YANG TIDAK NABI BUAT ….DASAR OTAK UDANG

    • ada baiknya kita merenungkan pendapat Syaikhul Islam Izzuddin ibn Abdis Salam :
      Termasuk Keheranan yang sangat mengherankan, para Fuqaha Muqalid , mengetahui kelemahan pendapat Imam Madzhab( yang diikuti)-nya sementara dia tidak bisa membantah kelemahan itu, namun begitu dia tetap bersikeras mengikuti pendapat Imamnya.Oleh karena itupula, ia tinggalkan dalil-dalil Al-Qur’an, as-Sunah, atau Qiyas yang Shahih. Malah untuk membela imam yang diikutinya, ia berani merekayasa dan mentakwili Al-Qur’an dan as-Sunnah (disesuaikan dengan pendapat Imam yang di ikutinya), meskti ternyata Ta’wil tadi batil.

      Rasulullah SAW, pernah bersabda : Sepeninggalanku, akan muncul pemimpin-pemimpin baru, yang jika berkata, tidak boleh dibantah. Mereka meloncat kesana-kemari dalam api (kekuasaan), sebagaimana loncatan kera.

      Allah SWT berfirman : Bagi setiap umat, kami turunkan aturan dan jalan yang terang.Sekiranya Allah menghendaki,niscaya Dia menjadikan seluruh manusia menjadi satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kalian dengan hal-hal yang yang telah diberikan kepadamu,maka berlomba-lombalah dalam melaksanakan kebaikan.Hanya kepada Allah lah kalian kembali, kemudian Dia akan memberitahumu tentang persoalan yang kalian perselisihan- QS, al-Maidah, 48.

      “Barang siapa merintis (memulai) dalam agama Islam perkara baru yang baik maka baginya pahala dari perbuatan tersebut juga pahala dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang sedikitpun pahala mereka, dan barang siapa merintis dalam Islam perkara baru yang buruk maka baginya dosa dari perbuatan tersebut juga dosa dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dosa-dosa mereka sedikitpun” (H.R. Muslim)

      Hari ini jum’at–Apabila ada diantara kalian yang Idul Fitri/Idul Adhanya dan juga menentukan awal puasa mengikuti Arab Saudi-itu tandanya Orang Sesat yang mengusung Faham Rasional Mu’tazilah.

  121. abu salafy berkata tanpa ilmu.jangan dengarkan,,,,,,

    • Barang siapa yang mengatakan bahwa Islam Wahabi itu SESAT-..maka dia telah memikul kesalahannya sendiri–dan barang siapa yang berani mengatakan bahwa Islam Wahabi itu disebarluaskan oleh Orang Yang Tidak Waras,maka sesungguhnya dia telah menemukan kebenaran yang hakiki.

  122. Ternyata Tuhan itu tidak di langit.

    eeemang baru tau ya!

    kciaaaaaaaaan deh lu

  123. @ luvi sapitry

    eeemang baru tau ya!

    jangan didengerin abu salafy….

    di baca aja tulisannya…

    kciaaaaaaaaan deh lu

  124. dzat Allah tidak berada di langit, dzat Allah tidak berada dalam ruang dan waktu. Adapun isra miraj adalah nabi kembali ke asalnya yaitu nur muhammad bebas dari ruang waktu. tidak ada lagi bedanta ruh dan jasad. beliau isra miraj keluar dari dimensi ruang dan waktu sehingga beliau menyaksikan dzat Allah tanpa menghadap tidak ada kiri kanan tidak ada muka dan belakang. beliau menjadi nur ala nur yang sangat halus lebih halus dibanding quark. quark aja tidak bisa dibedakan mana muka mana belakang.

  125. Assalamu’alaikum
    Ustadz, bagaimana tanggapan antum terhadap tulisan ini: http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs

  126. Tinggalkan Blog ini,,, Bahaya,,,, bahaya,, bahaya,,,

  127. ckck.. tulisan antum sudah d bongkar habis disini:
    http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs

    Abu Salafy:

    Syukran. Tidak mengapa. Nanti kalau sempat kami bantah.

    • enggak perlu dibantah mas dan saya sarankan kpd anda membahas tentang adab wudhu dan sholatnya Nabi itu lebih bermanfaat utk fans-2 anda dan kalau dasarnya anda mau ngetop main sinetron saja

  128. Abu Salafiy (yg dg sombongnya mengatakan bapaknya para pengikut salaf,padahalnya akidahnya belum tentu seber mereka) Tolong dirujuk pada al qur’an surah thaha ayat 5 yang artinya :
    “(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy.”
    apa antum masih mau mengelak bahwa Allah bukan di atas ‘Arsy ?
    tobatlah sebelum terlambat…!

    Abu Salafy:

    Yang Anda bawa itu ternyata bukan Al Qur’an… tetapi terjemahan sesuai ra’yuka/pendapat Anda. Apa Allah mengatakan kepada Anda bahwa maksud firman Allah itu seperti yang Anda terjemahkan?
    Jangan berbicara atas nama Allah apa-apa yang tidak Ia katakan!
    Akhi -hadakallah/semoga Allah mmeberi Anda petunjuk- akal sehat adalah anugerah Allah Swt yang harus kita syukuri dengan menggunakannya dalam memahami masalah ketuhanan. Ingin rasanya aku tranfer akal sehat para ulama kepada akal-akal kerdil yang memahami Al Qur’an secara dangkal

  129. Sekedar saran saja, bagi diri yg merasa awam tahan emosi dan komentar, tidak usah menanggapi suatu komen jika kita tidak mengetahui dasarnya dan rujukannya, biarlah mereka2 yang kompeten untuk menjawabnya, apalagi sampai terlontar kata2 yang tidak baik, hanya akan menambah jurang perbedaan dan semakin jauh dari kebenaran.
    Amati saja dan cermati kemudian bandingkan dan pergunakan akal dan hati nurani yang sehat bukan hawa nafsu, cari Guru pembimbing yang mumpuni dalam Ilmu agama bukan ilmu filsafat. sibukan diri dengan belajar ilmu agama bukan komentar, Insyallah jika niat kita tulus dalam mencari jalan-Nya, Mudah-mudahan Allah membimbing kita menuju cahaya-Nya dan mendapatkan ampunan-Nya.
    Bukankah semua perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Kelak..

  130. tulisan abu salafy di atas telah dibantah oleh ustad firanda andirja di http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs.
    Amat sangat rapuh sekali, apa yang ditulis oleh abu salafy. Silakan bagi pengunjung mohon klik alamat link tersebut

  131. Semoga para pencari kebenaran membaca artikel dari Ust Firanda :
    Mengungkap Tipu Muslihat Abu Salafy CS

    http://firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs

  132. wahai al ustadz abu salafy al majhul, siapa antum sebenarnya? artikel ini sudah dibantah oleh ustadz firanda di http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs
    beliau juga ingin berdialog dengan antum.

  133. abu salafy (yg dgn sombongnya ngaku bapaknya para pengikut salaf, padahal akidahnya belum tentu lebih baek dari mereka) coba antum merujuk ke surah Thaha ayat 5 berikut :
    “(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pengasih yang bersemayam di atas Arsy”

  134. assalamualaikum…
    tolong link yg sy kirim ditampilkan klo memang anda orang yang adil dan mencari kebenaran…

  135. tampilkan link yg sy kirim klo anda benar2 laki2…

  136. Ini ada link bantahan terhadap artikel Abu Salafy.
    Semoga bisa membantu mereka yg terkena syubhat…

    http://firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs

  137. ini ada link ustadz firanda yg berisi penjelasan untuk menyingkap syubhat yg ada di sini, semoga berguna..

    http://firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs

  138. Abu Salafy tapi g enak ah manggilnya, masa anaknya dinamain Salafy, bapaknya membenci anaknya.

    Tulisan antum diatas sudah di tanggapi di

    bantahan-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs

  139. bantahan buat situs ini,

    http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs

    silahkan dibanding-bandingkan……
    selamat belajar

  140. bantahan terhadap situs ini,

    http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/11/abul-hasan-al-asyariy-bertaubat-ke.html

    silahkan dibanding-bandingkan

  141. ” Dan segala sesuatu pada sisi- Nya ada ukurannya”. ( Ar-Ra’d: 8).
    sesungguhnya Allah menciptakan segala sesuatu atas ukuran, yakni atas kadar dan cara yang khusus. Arsy mempunyai ukuran begitu juga dengan biji sawi. Dari sini dapat dipahami bahwa Allah yang telah menciptakan segala sesuatu atas ukurannya (besarnya dan bentuknya yang khusus).
    Dimaklumi sesungguhnya yang duduk atas sesuatu itu pasti mempunyai bentuk (adakalanya lebih besar atau lebih kecil dari sesuatu yang diduduki). oleh sebab itu tidak mungkin Allah itu duduk di atas Arsy karena sesuatu yang terhimpun di tempat pasti mempunyai ukuran/kadar, dan itu adalah sifat makhluk. sedangkan Allah “tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia” (Asy-Syuroo: 11)
    Al hafizh Al Baihaqiy dalam kitabnya Al Asmaa’ Wash Shifaat (hal 400) berkata, nashnya sbb: ” sebagian kawan kami memberi alasan dalam menafikan tempat dari Allah Yang Maha Tinggi dengan sabda Nabi Saw: “Engkau adalah Yang Maha Terang maka tidak ada sesuatu apapun di atasMU, Engkau Maha Tersembunyi maka tidak ada sesuatu apapun di bawahMu”.

  142. abu salafy penuh pikirannya dengan kesesatan al maliky sehingga dia berucap tanpa ilmu

    • Mudah sekali menyebut orang sesat ….
      Ngaca ….. !!!
      Kalian Wahabi pernah ngaca ga ??

    • luvi sapitri kalo anda tidak tahu siapa, sayyid muhammad almaliki jangan lah anda berkomentar tentang beliau, mungkin abu salafy ada kekeliruan tapi apakah sumber kekeliruannya itu karena mengikuti pendapat sayyid muhammad almaliki ? jangan ngawurlah jangan ngefek ke mana-mana, bisa bisa nanti anda disebut tukang fitnah ?!.

  143. dan yang membela abu salafy tidak lepasdari orang2 yang lugu yang mudah sekali tertipu

  144. mudah2an abu salafy tidak seperti otaknya udang

  145. alhamdulillah .segala puji hanya bagi allah karena telah membebaskan saya darikesesatan abu salafy dan si almaliki itu……

    • Namanya- Lupi sapitri -kalo dinilai dari cara berkomentar, Naga-naganya dia ketularan sesat dan jumud dari ke tololannya. ..Orang tuanya kok bisa betah punya keturunan kupluk macem ini…amit-amit ..dah..

  146. Saya merasa kasian ,sama orang yang ngotot jadi pembela ABU LAHAB-udah ketahuan PESEKnya masih juga dibilang MANCUNG.

  147. mudah2an thesalt asin di takutkan hilang akalnya……..abu lahab memang kafir kok sebut2 namanya.kalau antum tidak bisa bahasa arab sini ku ajari /////
    jangan2 antum seperti abu salafy yang sedikit tahu bahasa arab nya .kamu kalau belajar jangan taklit harus krritis

  148. @ luvi sapitri
    antum nuduh orang ngomong tanpa ilmu? tapi dilihat dari omongan antum sepertinya antum yang nggak punya ilmu!

  149. Meriam sundut punya kang Abu Salafi ,
    lagi hanyut kebawa banjir Wasior.–’ntar kalo Monas udah krendem.–Meriamnya baru meledak.

  150. abu salafy saya nasehatkan jangan ikut kepadakesesata al maliky dia itu bodoh .,mau membodohi anda.maaf saran….. jangan tersinggung!

  151. Jangan ganggu Abu Salafi- Beliau lagi I’tiqaf di Gunung Bundar – Leuwi liang , kab.Bogor, sampai akhir tahun…..hhehhee.

  152. Tulisan yang bagus. Tapi orang salafy selalu punya jawabannya. Saya baca di:
    http://firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs
    Pa Abu Salafy,bantah lagi ya…

  153. tdk pantas menggunakan pakai nama salafy yg bener abu rofidhoh

  154. saya sebelumnya memposting sesuatu di situs wahabi ….. tentang apa yang dibahas abusalafy diatas, mereka tidak mau menerima bahkan posting saya tidak dipublish …. saya katakan mereka tidak punya logika yang sejati …. sudah jelas Allah tidak membutuhkan tempat untuk menjadi Tuhan dan tidak membutuhkan tempat yang tertinggi untuk menjadi Maha Kuasa…… jika memang benar mereka membenci Nabi, keluarga dan sahabatnya … semoga mereka kaum wahabi di syurga (jika Allah meridhoi mereka) dijauhkan dari keutamaan berkumpul dengan nabi Muhammad dan keluarganya …. amin

  155. orang itu menulis harus dengan ilmu bukan dengan emosi.. bapak harus betul-betul mempelajari pemahaman salaf tentang “istiwa”nya Allah di Arasy baru bisa berargument.

  156. saya menghimbau kepada sdr-sdr wahabi, tolong komentnya jangan menghujat, ngalor ngidul tapi diskusi saja secara ilmiyah, lebih baik jawaban tangkisan atau bantahan permasalahan.

  157. Bismillah…

    Alhamdulillah Ustadz Firanda telah memberikan bantahannya terhadap syubhat yang dilancarkan pada blog ini….
    mudah2an antum penulis diberikan hidayah…

    http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs

    Coba Antum bahas disini, akui kekeliruan antum…

    Barokallahufiik.

  158. Bahwa Allah Ta’ala itu di atas Arasy-Nya, silahkan baca kitab:

    1. Kitabus sunnah karya Abdullah Ibnu Al Imam Ahmad, di dalamnya beliau menyebutkan perkataan para sahabat, tabi’in dan para imam.

    2. Kitabut tauhid karya Imamul Aimmah Muhammad Ibnu Khuzaimah.

    3. Kitabus sunnah karya Al Atsram murid Imam Ahmad.

    4. Kitab Usman Ibnu Said Ad Darimiyy dalam bantahannya terhadap Al Marriisiy.

    5. Kitabus sunnah karya Al Khallal.

    6. Kitab Al ‘Uluww karya Adz Dzahabiy

  159. Assalamu ‘alaikum-wr,wb- Salam kenal dan sekalian berkomentar tentang aku dan masalahnya, mudah-mudahan betah.wassalam.

  160. subhanallah…janganlah antum abu salafy menghujat mencela ataupun merendahkan seseorang apalagi orang2 yang berilmu kalau antum belum mengenal atau belum tahu atau baru tahu setengah2, karena kalau antum masih seperti itu maka antum akan menebar fitnah atau tuduhan itu akan kembali kepada antum sendiri…lebih baik kita diam kalau kita tidak tahu daripada kita berkomentar tapi salah,orang akan tahu sejauh mana keilmuan kita oleh karena itu ana bernasihat terutama untuk ana sendiri untuk jangan suka mencela tapi jadikan perbedaan pendapat itu hal yang biasa karena kita hanya seorang manusia biasa….semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa memberi hidayah kepada kita semua…amien

  161. mbak putri linda sari ayu yang saya hormati,,,
    apa ya maksud anti itu…. kenapa bilang begitu… pak abu kan sudah bawakan banyak bukti kenapa anti malah anggap menghuat merandahkan ulama… ajib anti ini…

  162. org awam kayak saya tidak ingin ikut debat saya hanya pernah baca :

    innamal mu’munina ikhwatun fa aslihu baina akhowaikum wattaqullaha la’alakum turhamuun….
    yaa ayyuhaldzina aamanuu laa yaskhor qoumun min qoumin ‘asaa anyakuunuu khoiron minhum wa laa nisaaun min nisaain ‘asaa anyakunna khoiron minhunna………walaa talmizuu anfusakum wala tanabazuu bil alqoob, wa man lam yatub faulaaika humudzoolimuun…
    yaa ayyuhaladzina aamanujtanibu katsiron minadzoni inna ba’do dzonni ismun wala tajasasu wala yartab ba’dukum ba’do ……….dst ….QS:.alhujurat 10/11/12

  163. Saya mengikuti meyakini, apa yang telah di uangkapkan Ahlul Bait Nabi SAW, dan Imamah serta Ulama-ulama yang mengikutiya.

    ”Adalah Allah, tiada tempat bagi-Nya, dan Dia sekarang tetap seperti semula.”

    ”Sesungguhnya Allah – Maha Tinggi- menciptakan Arsy untuk emnampakkan kekuasaan-Nya bukan sebagai tempat untuk Dzat-Nya.”

    ”Barang siapaa menganggap bahwa Tuhan kita terbatas/mahdûd maka ia telah jahil/tidak mengenal Tuhan Sang Pencipta.”

    Nabi SAW telah menjelaskan :”…’Ali adala pintu Ilmu”.

    dan seterusnya…

  164. buat semua tamu di sini……..
    setelah saya ikuti ulasannya pak abu tentang masalah ini dari 1-8 dan juga jawabannya kpd para penyanggah… lalu saya juga ikuti ulasannya kang firanda di situsnya… saya dapat menarik kesimpulan bahwa para wahabi ini hanya pandai mengulang hal-hal yang dianggapnya berupa dalil walaupun sudah dibantah dan dijelaskan tuntas oleh ulama Asyairoh yang dirangkum oleh pak ustaz Abu…
    terus terang saya tdk habis pikir melihat teman-teman salafi!!!!
    Saya bener2 kasihan melihat mereka……. sebab mrk juga saudara-2 kita juga walau sedang tertipu oleh syubhat-2 mujassimun!
    Semoga Allah melimpahkan keberkahan atas pak ustadZ Abu dan memberikan kekuatan untuk mebimbing kita semua ke jalan yang benar. Amin Ilahal haq Amin.

    • Sombong nih orang “pemerhati wahabi” ilmu cetek pakai nyimpulkan segala, yg bener anda itu masih jauh dgn ilmu alias taqlid

  165. gw sebagai orang awam yg penting gw berbuat baik menurut al-quran ga peduli ama orang2 yg berilmu yg kadang juga bikin rakyat bingung …padahal ilmu yg mereka punya bakal ditanya nanti dialam sana disaat mati

  166. @pemerhati wahabi
    Sepertinya anda tidak atau hanya sekilas membaca tulisan Ustadz Firanda di link tersebut:

    saya copykan kesimpulannya:

    http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs

    ((

    Kesimpulan :

    Demikianlah para pembaca yang budiman penjelasan tentang hakikat dari artikel yang ditulis oleh Abu Salafy.
    Kesimpulan yang bisa di ambil tentang abu salafy adalah sebagai berikut :

    Pertama : Ana masih bingung apakah Ustadz Abu Salafy adalah seseorang yang berpemahaman Asyaa’iroh murni ataukah lebih parah daripada itu, yaitu ada kemungkinan ia berpemahaman jahmiyah atau mu’tazilah. Karena ketiga firqoh ini sepakat bahwasanya Allah tidak di atas langit.

    Kedua : Atau bahkan ada kemungkinan Al-Ustadz berpemahaman Syi’ah Rofidhoh yang juga berpemahaman bahwasanya Allah tidak di atas langit. Semakin memperkuat dugaan ini ternyata Al-Ustadz Abu Salafy banyak menukil dari buku-buku Rafidhoh. Selain itu Al-Ustadz Abu Salafy juga dengan tegas dan jelas mengutuk Mu’awiyyah radhiallahu ‘anhu. Oleh karenanya ana sangat berharap Al-Ustadz Abu Salafy bisa menjelaskan siapa dirinya sehingga tidak lagi majhuul. Dan bahkan ana sangat bisa berharap bisa berdialog secara langsung dengan Al-Ustadz.

    Ketiga : Dari penjelasan di atas ternyata Al-Ustadz Abu Salafy nekat mengambil riwayat dari buku yang telah difonis oleh Al-Ustadz sendiri bahwa buku tersebut adalah kedusataan demi untuk mendukung aqidah Abu Salafy. Maksud ana di sini adalah buku Al-Fiqhu Al-Akbar karya Abu Hanifah dari riwayat Abu Muthii’ Al-Balkhi

    Keempat : Abu Salafy juga ternyata melakukan tadlis (muslihat) dengan memberi sub judul “Penegasan Imam Ahmad”, namun yang dinukil oleh Al-Ustadz adalah perkataan Ibnu Hajr Al-Haitsami

    Kelima : Aqidah yang dipilih oleh Abu Salafy adalah sebagaimana yang dinukil oleh Abu Salafy dari Ibnul Jauzi

    وكذا ينبغي أن يقال ليس بداخل في العالم وليس بخارج منه

    “Hendaknya dikatakan bahwasanya Allah tidak di dalam alam dan juga tidak diluar alam”

    Inilah aqidah yang senantiasa dipropagandakan oleh Asyaa’iroh Mutaakhirin seperti Fakhrurroozi dalam kitabnya Asaas At-Taqdiis.

    Dan aqidah seperti ini melazimkan banyak kebatilan, diantaranya :

    - Sesungguhnya sesuatu yang disifati dengan sifat seperti ini (yaitu tidak di dalam alam dan juga tidak di luar alam, dan tidak mungkin diberi isyarat kepadanya) merupakan sesuatu yang mustahil. Dan sesuatu yang mustahil menafikan sifat wujud. Oleh karenanya kelaziman dari aqidah seperti ini adalah Allah itu tidak ada

    - Perkataan mereka “Allah tidak di dalam alam dan juga tidak di luar alam” pada hakekatnya merupakan penggabungan antara naqiidhoin (penggabungan antara dua hal yang saling bertentangan). Hal ini sama saja dengan perkataan “Dia tidak di atas dan juga tidak di bawah” atau “Dia tidak ada dan juga tidak tidak ada”. Dan penggabungan antara dua hal yang saling kontradiksi (bertentangan) sama halnya dengan meniadakan dua hal yang saling bertentangan. Maka perkataan “Allah tidak di alam dan juga tidak diluar alam” sama dengan perkataan “Allah tidak tidak di alam dan juga tidak tidak di luar alam”. Dan telah jelas bahwasanya menggabungkan antara dua hal yang saling bertentangan atau menafikan keduanya merupakan hal yang tidak masuk akal, alias mustahil

    - Pensifatan seperti ini (yaitu : tidak di dalam alam dan tidak di luar alam, tidak di atas dan tidak di bawah) merupakan sifat-sifat sesuatu yang tidak ada. Jika perkaranya demikian maka sesungguhnya orang yang beraqidah terhadap Allah seperti ini telah jatuh dalam tasybiih. Yaitu mentasybiih (menyerupakan) Allah dengan sesuatu yang tidak ada atau mentasybiih Allah dengan sesuatu yang mustahil.

    - Pensifatan Allah dengan sifat-sifat seperti ini masih lebih tidak masuk akal dibandingkan aqidah orang-orang hululiah (seperti Ibnu Arobi yang meyakini bahwa Allah bersatu atau menempati makhluknya). Meskipun aqidah hulul juga tidak masuk akal akan tetapi masih lebih masuk akal (masih lebih bisa direnungkan oleh akal) dibandingkan dengan aqidah Allah tidak di atas dan tidak di bawah, tidak di alam dan juga tidak di luar alam, tidak bersatu dengan alam dan tidak juga terpisah dari alam.

    Keenam : Abu Salafy menolak keberadaan Allah di atas karena meyakini hal ini melazimkan Allah akan diliputi oleh tempat yang merupakan makhluk. Maka kita katakana, aqidahnya ini menunjukan bahwasanya Abu Salafylah yang terjerumus dalam tasybiih, dan dialah yang musyabbih. Kenapa…??. Karena Abu Salafy sebelum menolak sifat Allah di atas langit ia mentasybiih dahulu Allah dengan makhluk. Oleh karenanya kalau makhluk yang berada di atas sesuatu pasti diliputi oleh tempat. Karenanya Abu Salafy mentasybiih dahulu baru kemudian menolak sifat tingginya Allah.

    Ternyata hasil aqidah yang diperoleh Abu Salafy juga merupakan bentuk tasybiih. Karena aqidah Abu Salafy bahwasanya Allah tidak di dalam ‘alam dan juga tidak di luar alam merupakan bentuk mentasybiih Allah dengan sesuatu yang tidak ada atau sesuatu yang mustahil (sebagaimana telah dijelaskan dalam point kelima di atas). Jadilah Abu Salafy musyabbih sebelum menolak sifat dan musyabbih juga setelah menolak sifat Allah.

    Ketujuh : Abu Salafy tidak menemukan satu perkataan salaf (dari generasi sahabat hingga abad ke tiga) yang mendukung aqidahya, oleh karenanya Abu Salafypun nekat untuk berdusta atau mengambil dari riwayat-riwayat yang tidak jelas dan tanpa sanad, atau dia berusaha mengambil perkataan-perkataan para ulama mutaakhiriin. ))

    • Ternyata GUS Salaf alias Abu salaf adl “PEMBOHONG BESAR”. Dan dari kaca mata orang awam saja sudah sangat jelas, dari Namanya ABU Salaf, penuh Tipu Musliha (tidak mencerminkan manhaj salaf), padahal Manhaj Salaf adlah berusaha menjaga, menjalankan dan mengamalkan sesuai Quran dan Hadist sangat dangkal dan sangat dipenuhi hawa nafsu…. Semoga ALLAH SWT memberikan rahmat dan diberikan jalan yang LURUS…. Saya SETUJU Ust FIRANDA, beliau sesama muslim bermaksud mengingatkan kepada ABU SALAF agar berjalan sesuai tuntunan Quran & Hadist. Tetapi Jika tidak setuju ya sudah….. Kita sesama Muslim mendoakan saja… Semoga Allah SWT memberkati kita semua, Amin……….

  167. Astagfirrullah…..Astagfirrullah……Astagfirrullah……Ya Robb…..Lindungilah Para Ahlul Ilmu-MU dari kesesatan dalam menijtibarkan Kehendakmu, lindungilah Mereka dari kesesatan yang ditebar oleh Iblis Laknattullah Musuh kami, dan jagalah kesucian niat mereka untuk mempertahankan Amar Ma’ruf Nahi Munkar dengan mengatakan yang Haq adalah Haq dan yang Bahtil adalah Bahtil.
    Ya Allah….kami adalah hambaMU yang Fakir terhadap MaksudMU yang tersirat dan tersurat,maka berikan pemahamanMU melalui saudara2ku, ustadzku, dan Ulama2Ku, agar kami termasuk dalam golongan HambaMU yang beruntung…..Shubhallah wabihamdika, Astagfirrullah……….Astagfirrullah…..Astagfirrullah,jagagalah kami dari perpecahan diantara kami dan jadikan perbedaan pendapat kami sebagai Rahmat seperti Apa yang Engkau maksud. Ya Robb….Amin !

  168. hai Abu Salafy…Siapakah Yang akan menolong engkau kelak di Akhirat?

    hai Abu Salafy sesungguhnya orang seperti engkau telah diberitakan oleh Rasulullah kehadirannya.

    hai Abu Salafy..takutlah engkau kepada Allah..sungguh setiap jiwa akan mati, engkaupun akan mati.

    hai Abu Salafy…bertobatlah takutlah kepada Api Neraka….

  169. Ada yg bilang bhw yg membenci ajaran wahhabi adalah musyrik. Ane bilang: Itu orang ga belajar agama dg benar. Belajar lg agama di blog ane.

  170. Mohon Konfirmasi Ust. Abu Salafy.

    Ust. Abu Salafy, anda menulis seperti ini :

    Peringatan :

    Mungkin kaum Wahhabiyah Mujassimah sangat keberatan dengan penukilan kami dari para tokoh mulia dan agung keluarga Ahlulbait Nabi saw. dan kemudian menuduh kami sebagai Syi’ah! Sebab sementara ini mereka hanya terbiasa menerima informasi agama dari kaum Mujassimah generasi awal seperti ka’ab al Ahbâr, Muqatil dkk.. Jadi wajar saja jika mereka kemudian alergi terhadap mutiara-mutoara hikmah keluarga Nabi saw. karena pikiran mereka telah teracuni oleh virus ganas akidah tajsîm dan tasybîh yang diprogandakan para pendeta Yahudi dan Nasrani yang berpura-pura memeluk Islam!

    Dan sikap mereka itu sekaligus bukti keitdak sukaan mereka terhadap keluarga Nabi Muhammad saw. seperti yang dikeluhkan oleh Ibnu Jauzi al Hanbali bahwa kebanyakan kaum Hanâbilah itu menyimpang dari ajaran Imam Ahmad; imam mereka dan terjebak dalam faham tajsîm dan tasybîh sehingga seakan identik antara bermazhab Hanbali dengan berfaham tajsîm, dan di tengah-tengah mereka terdapat jumlah yang tidak sedikit dari kaum nawâshib yang sangat mendengki dan membenci Ahlulbait Nabi saw. dan MEMBELA HABIS-HABISAN KELUARGA TERKUTUK BANI UMAYYAH : MU’AWIYAH, YAZID…..(6)

    =======================================================

    mohon konfirmasinya maksud pernyataan tersebut, mungkinkah seorang ahlussunah (ibnu Jauzi) dan ahlussunah pada umumnya mencaci maki sahabat Nabi……??? mengingat ada hadits….

    “Artinya : Dari Abu Said Al-Khudri ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Jangan kalian mencaci maki/menghina para shahabatku, karena seandainya salah seorang diantara kalian berinfaq emas sebanyak gunung Uhud tak akan dapat menyamai derajat salah seorang diantara mereka, bahkan separuhnyapun tidak”. (Hadits Shahih Riwayat : Bukhari 4:195, Muslim 7:188, Ahmad 3:11, Abu Dawud 4658 dan Tirmidzi 3952).

    bukankah statement-statement tersebut hanya dimiliki oleh aqidah khas kaum syi’ah rafidhoh yang notabenenya mereka bukan Islam apalagi ahlussunah…???

    - syukron -

    Abu Salafy:

    Sobat, saya terima kasih atas tanggapan Anda… tapi perlu dimengerti bahwa antara apa yang saya sebutkan dan kemudian Anda kutip dengan pertanyaan Anda sepertinya tidak ada kaitannya… saya tidak mengatakan seperti ini:mohon konfirmasinya maksud pernyataan tersebut, mungkinkah seorang ahlussunah (ibnu Jauzi) dan ahlussunah pada umumnya mencaci maki sahabat Nabi……???
    Walaupun kenyataannya juga dalam dibuktikan bahwa betapa banyak perawi hadis atau lainnya dari kalangan Ahlusunnah yang terbukti membenci sahabat Nabi tertentu, seperti Sayyidina Ali ra. misalnya. Apa Anda ragu akan hal itu?
    Selain itu, saya sangat prihatin dengan sebagian teman kami yang mengaku Ahlusunnah (dan kami yakin memang benar Ahlusunnah) tapi mereka terjatuh dalam lembah fitnah sehingga mudah mengafirkan Ahlil Kiblah (sesama Muslim) seperti Syi’ah… Kalau Syi’ah dianggap kafir/di luar agama Islam, lalu bagaimana kita akan memaknai sikap para ulama Ahlusunnah seprti Imam Bukhari, Imam Muslim dan lainnya yang mau mengambil agama/riwayat dari kaum Syi’ah?
    Wahai saudaraku ingat, Imam Asy’ari tidak menggolongkan Syia’h Rafidhah sebagai kaum Kafir! Baca kitab beliau Maqalatul Islamiyyin! Mereka masih dianggap Islam oleh beliau!
    Lagi pula, apa sih yang menjadikan seorang itu sah secara formal sebagai Muslim?
    Mengapakah perbedaan2 itu dijadikan alasa pengafiran?!
    Bahaya mas. itu jelas kerjaan kaum Wahhabi Salafi. Jika Anda Ahlusunnah sejati pasti ANda tidak ikut2an mengafirkan Ahlil Kiblah!

    • @Abu Salapi

      Anda mengkafirkan wahabi, sebagian ulama, bahkan sahabat apa itu namanya juga tidak saling mengkafirkan??????Demi Allah, yang saya tahu wahabiyun tidak pernah membenci Khalifah Ali Ra dan keluarga beliau.Tapi ada tulisan anda bahwa wahabi membenci Ali Ra dan ahlul bait, mana yg tukang fitnah dan mengkafirkan??Wahabi atau anda??kenyataannya saling kan???Tidak wahabi saja, tapi anda juga.

      Anda katakan Syiah Rafidhah, tidak kafir.padahal nyata mereka mengkafirka para sahabat Abu Bakar Ra, Umar Ra, Utsman Ra dan bahkan istri nabi,Aisyah mereka kafirkan.Atau anda juga sebagai salah satu pemuja Abu Lu’lu sang pembunuh Umar???Saya temukan di web syiah sendiri bahwa rukun Islam yg 5 dan rukun iman yg 6 itu berbeda dengan ketentuan ahlusunnah(wahabi masih sama).Saya temukan di buku Syiah bahwa Abu Hurairah dianggap sebagai pemulung hadits,apa itu sama seperti anggapan anda???

      dari 10 hasil rakernas MUI saja ada poin2 utk syiah, tapi utk wahabi tidak ada.di no 10 pun bagi wahabi menganggap kafir juga disertai dalil syar’i.Jadi mana yg lebih sesat wahabi atau Syiah?????

      _____________
      Abu Salafy

      Buat Kang Blo’on, anda ini blo’on2an atau blo’on beneran?
      tolong buktikan tuduhan2 anda itu, jangan asal ngomong,
      kecuali jika anda memang blo’on beneran

      قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ} .. البقرة 111

    • Coba tunjukkan siapa saja yang dikafirkan oleh salaf kecuali ente sendiri yg berani mengkafirkan orang2 yg pernah hidup bersama Rasulullah.berperang menegakkan agama Allah, berani ente kafirkan.
      itu ucapan ente sendiri kan,”bahaya,Mas”

      sesat bukan berarti kafir, tapi kafir sudah pasti sesat. Anda kan pinter bahasa kan?Harusnya bisa memahami perbedaanya jangan dipukul rata/diertikan sama.

      Muslim kan saling mengingatkan,ente pasti lebih paham dari saya karna ente sekolahnya sampai luar negeri.tapi jangan pake strategi adu domba sesama muslim.Sebarkan aqidah dengan tutur kata yang enak dibaca dan santun.Judul2 yang ente buat terlalu membual(menambah-nambahi).padahal kebanyakan pembaca hanya membaca judulnya saja dan sedkit yg dibaca.Kalau toh dbaca paling pencar-pencar.Mohon untuk judul2 lainnya nanti agar lebih enak.

      Anda pasti akan bilang saya ini wahabi,kan??HAHAHAHAHA,..ketawa ane.Saya cukup Islam yg cinta dan takut kepada Allah, yang berusaha mencari sunnah yg benar,yang diajarkan Rasulullah,yang mencintai keluarga, yg mencintai sahabat-sahabat beliau, yg mengikuti risalah beliau hingga hari akhir.Syukran

      ___________
      Abu Salafy

      Alangkah indahnya ya syekh jika tuduhan2 ente itu dibuktikan?
      itu namanya ilmiahnya… tidak asal ngomong!

  171. Abusalafy, tr di kasih jawaban sama Allah klo antum ud di akhirat..
    insyaAllah…

  172. Wahaby pandai berhujjah , q ttp gk terpengaruh, aqidahku ttp aswaja madzhab salafus sholeh menyambung sampai Rasulullah Sayyidina Muhammad SAW

    • 10 indikator sebagai cirri-ciri aliran sesat yang disampaikan dalam penutupan rakernas MUI di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (6/11/2007) adalah:

      1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang enam dan rukun islam yang lima

      2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan sunnah.

      3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.

      4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.

      5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.

      6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.

      7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.

      8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.

      9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak 5 waktu.

      10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

      • dari hasil rakernas di atas,poin2 utk wahabi :
        1.Wahabi meyakini rukun islam yg 5 dan meyakini rukun iman yg 6 sama yg diyakini warga NU.Kalo Syiah rukun islam dan iman beda
        2.Wahabi meyakini aturan2 syar’i yg ditetapkan qur’an dan hadits.warga NU membolehkan tahlilan sedang pada hasil muktamar NU yg pertama hukumnya makruh yg dicela(silakan cek)
        3.wahabi sangat tidak meyakini turunnya wahyu setelah qur’an,apalagi hukum yg berdasar dari asal mimpi.Qur’annya wahabi sama persis qur’annya NU,sedang syiah beda(silakan cek di web syiah)
        4.wahabi sangat meyakini otentisas isi al qur’an.contohnya tentang Isra’ mi’raj nabi hingga ke langit ke tujuh sidratul muntaha, Allah berada di Arsy dll. sesuai yg dituliskan dalam Al Qur,an
        5.wahabi tidak melakukan penafsiran buta pada qur’an.
        6.wahabi tidak mengingkari kedudukan hadits nabi
        7wahabi sangat memulyakan nabi Muhammad dan para rasul lain.
        8.wahabi sangat meyakini bahwa tidak ada lagi nabi setelah nabi Muhammad sebagai penutup para nabi dan rasul.sama persis NU
        9.wahabi tidak menambah,mengurangi,mengada_adakan,membuat syariat baru dll.karna wahabi meyakini konsep bahwa Islam adalah agama yg sempurna(tidak perlu ditambah dan dikurangi)
        10.wahabi tidak asal serampangan tebar garam dalam memfatwa sesat kecuali atas dasar dalil2 yg Allah dan rasulNya tetapkan.sama sperti NU yg berupaya mempertahankan tahlilan(bukan tahlil) sbgai bid’ah hasannah.wahabi tidak mengharamkan ziarah kubur dan menganggapnya sunnah sama dengan NU,yg beda adalh konsep caranya.wahabi meyakini mendoakan yg mati,bukan utk meminta doa pada orang yg sudah mati.

        dari Syi’ah yang saya tahu, ada penyimpangan atas hasil rakernas MUI di atas.maka tentukan hati nurani sendiri.MUI akan memfatwakan sesat pada wahabi atau syiah????

    • ya kalau aswaja berarti sama dong dengan wahaby.Kalo Syiah beda masbrow,Lha yang diperjuangkan AbuS apa??aswaja atau Syiah??

      yang terkena virus AbuS akan menjadi Syiah, tapi yg terkena virus Wahabi (meskipun kasih nama ‘WAHABIYAH” kliru.Seharusnya yg benar ” MUHAMMADIYAH “, karena dinisbatkan pada Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab(Wahab kan bapaknya), siapa lagi yg ngasih nama wahabi kalu bukan musuh2 tauhid) bisa bilang Alhamdulillah,karna ga bakal jadi syiah.HEHEHE

      ______________
      Abu Salafy

      yang terkena virus AbuS akan menjadi Syiah, tapi yg terkena virus Wahabi (meskipun kasih nama ‘WAHABIYAH” kliru.Seharusnya yg benar ” MUHAMMADIYAH “, karena dinisbatkan pada Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab(Wahab kan bapaknya),

      Jawabnya ada disini:

      1. Mengapa Mereka Enggan Disebut Wahhâbi (1)?

      2. Mengapa Mereka Enggan Disebut Wahhâbi (2)?

  173. Hai Abu Salafy..takutlah engkau kepada Allah..sungguh setiap jiwa akan mati, engkaupun akan mati.

  174. Abu Salafi ternyata pembohong to….?
    Pantesan tulisan-tulisannya ngaco……!

  175. Abu Salafi, wawasan agama anda masih banyak kurangnya, anda hanya taklid buta kepada senior anda sekalipun senior anda menyimpang dari ajaran Al Qur’an dan As-Sunnah. Apa yang anda terima adalah apa yang telah anda berikan. “Jangan menghujat kalau tidak ingin dihujat”.

  176. Buat Mas Luvi Sapitry,

    Sabar Mas luvi sapitry, setiap masa akan muncul orang-orang yang menyeru kepada kesesatan seperti Abu Salafy CS. Itu adalah tantangan dakwah, dari waktu ke waktu. Salah satu bentuk jihad adalah dengan melawan hujjah mereka…

  177. hai Abu Salafy..takutlah engkau kepada Allah..sungguh setiap jiwa akan mati, engkaupun akan mati.

  178. Abu Salafi ternyata pembohong besar to? Keliatannya kaya orang pinter tapi menyesatkan umat ya?
    Na’udzubillah….

  179. Saya harapkan agar umat Islam sama sekali tdk perlu saling menyalahkan, berselisih ataupun bahkan saling mengkafirkan ttg keberadaan Zat Allah, karena ‘esensi’ Zat Allah, Yang Maha Gaib dan Maha Suci, justru tersucikan dari segala sesuatu hal, serta mustahil bisa dijangkau oleh semua alat indera dan akal-pikiran pd segala makhluk (bahkan termasuk para malaikat-Nya dan para nabi-Nya sekalipun), di dunia dan di akhirat.
    Berbagai macam keterangan dlm kitab suci Al-Qur’an, ttg keberadaan Zat Allah, bahkan juga tdk ada yg terkait dgn ‘esensi’ Zat Allah.
    Maka segala keterangan ttg keberadaan Allah, mestinya sama sekali bukan terkait dgn ‘esensi’ Zat Allah, tetapi hanya semata terkait dgn perbuatan, pengetahuan ataupun kebenaran-Nya di alam semesta.
    Baca pula “Allah dan Arsy-Nya berada dlm hati-nurani tiap makhluk” (pd http://islamagamauniversal.wordpress.com/2012/02/08/allah-dan-arsy-nya-berada-dalam-hati-nurani/).

  180. semoga kita termasuk orang-orang membenarkan firman Allah, yang berfirman sesungguhnya Allah bersemayan diatas arsy.

    Abu Salafy:

    Itu terjemanah firman bukan firman mas!!
    Baca dan perhatikan keterangan para ulama Ahlusunnah tentang masalah ini…. Dan di sini pun banyak ketarangan tentang masalah itu!
    Terima kasih.

    • @Abu Sapy/ Abu Syi’i(ga mau nulis Salafi)Kalo itu menurut antum benar? diskusikan dengan mereka langsung mas bro.Saya yakin mereka siap di mana saja, kapan saja.Dengan identitas mereka yg jelas, tidak seperti antum.Identitas saja tidak jelas.Biar tidak terjadi fitnah yg lebih besar.Kami orang2 awam siap menanti kebenaran.Kalau bisa publikasikan kestasiun TV,.Ocrey??Kalo antum pingin menyebarkan aqidah syiah, silakan tapi jangan ngaku2 ahlusunnah(ngaku sbg Syiah saja,itu lebih terhormat) ojo colong playu tinggal glanggang.

      ____________
      Abu Salafy

      ….tidak seperti antum.Identitas saja tidak jelas

      lalu identitas anda yg jelas mana bung bloon?!

    • Bedanya apa terjemahan dengan bahasa aslinya pak Bos??Kalau quran diturunkan di Indo,tentunya akan pake bahasa Indo,Lha kalau dibahasa inggriskan/arabkan apa beda?Berarti Quran terjemahan yg beredar itu terjemahannya ga sama sama bahasa asli ya??nah, jadi bingung gwe??

  181. wah yang begini bikin rame blog, matap :p :p :p :p :p :p :p
    mampir di blogku yaaaa

  182. Klau agama Islam saling hujat seperti ini, org yahudi akan tertawa terbahak-bahak, tdk bs kah islam bersatu utk memerangi yahudi, bersatulah islam dan bantulah sesama muslim Yª♌Ğ ª∂a̲̅ ∂ï Palestina utk berperang melawan yahudi,,,

  183. abu salapy pendusta..dimana kajian rutin ente,ane pgen tau???

  184. SYIAH TULEN…..
    semoga Alloh segera membuka siapa anda sebenarnya…

    Abusalafy:
    Akhi, dari pada hanya menduga-dunga tanpa ilmu, bukankah akan lebih ilmiah jika Anda sanggub membantah dalil-dalil kami… jangan biarkan pikiran Anda dipermainkan oleh dzan-dzan yang menyesatkan…. gunakan akan sehat anugdrah Allah untuk mencari kebenaran…. ingat bahwa kelak di hadapan Allah, Anda harus mempertanggung-jawabkan akidah dan agama Anda… para masyaikh Wahabi Salafi pasti akan berlepas tangan…. sebab mereka sendiri sibuk membela diri mereka sendiri di Mahkaha Allah Swt.
    Inagt itu!!!!

  185. Allah Ta’ala berfirman: (Al-Qur’an) diturunkan dari (Tuhan) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. Yaitu Ar-Rahman (Allah) diatas Arasy ber-istawa. (QS. ThaaHaa ayat 4-5)

  186. Kang mas zul… opo karepmu iku?!?!?!
    Maha Benar Allah dgn segala firman Nya dan Maha suci Allah dari pensifatan kaum JAHIL YANG MENYERUPAKAN ALLAH DGN MAKHLUK NYA

    • - Allah diatas ‘Arasy, dengan kehendak-Nya dan kuasa-Nya Allah Ta’ala bercakap-cakap dengan Nabi Musa di Thursina (di puncak gunung Sinai).
      - Allah diatas ‘Arasy, dengan kehendak-Nya dan kuasa-Nya Allah Ta’ala bercakap-cakap dengan Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam di Sidratil muntaha yang berada dibawah ‘Arasy.
      - Allah diatas ‘Arasy, dengan kehendak-Nya dan kuasa-Nya Allah Ta’ala bercakap-cakap dengan Nabi yang Dia kehendaki dimanapun yang Dia kehendaki.

  187. Bertobatlah wahai abu salafy….Sebelum Azab menimpamu…

  188. Alhamdulillah !
    Dapat kita saksikan bagaimana orang mengaku beriman padahal mereka belum beriman ! Betapa tidak mereka saling tuduh secara terbuka dengan sesama saudara muslim?
    YANG BENAR ITU YA MENURUT SAYA SIH IKUTI AJA ITU MUHAMMAD saw. DALAM SEMUA ASPEKNYA, JANGAN SEPARO-SEPARO !
    KARENA MUHAMAD SAW ADALAH NABI KITA DAN KITA SEKEDAR UMATNYA, MANA SIH SIH LEBIH PAHAM ?

  189. BELUM TENTU YANG KITA TAHU ITU MENGANTARKAN KITA KEPADA KEBENARAN YANG SESUNGGUHNYA, JADI HANYA RAKHMAT ALLAH SWT JUALAH YANG MENGANTARKAN KITA SAMPAI KEPADA HAKEKAT YANG SESUNGGUHNYA, JANGAN PADA SOMBONGLAH SAUDARAKU ! BERSATULAH WAHAI SAUDARAKU YANG KUCINTAI !

    • Kalau mau BERSATU, maka kembalikan kepada Al Quran dan Hadist. Tidak usah mengacu pendapat Ulama yang selalu saling dibantah kebenarannya. Jangankan pendapat Ulama, sedangkan Hadistpun saling dibantah kebenarannya.

      Oleh karena itu, jika mau, ayo menyelesaikan perbedaan Keyakinan tentang Allah Bersemayam di Atas Singgasana, atau Allah Wujud Tanpa Tempat, hanya berdasarkan Al Quran dan Hadist.

      Kalau berdasarkan Al Quran dan Hadist masih saling membantah, ayo, berdasarkan Al Quran saja.

      Saya bukan Ustaz. Tapi saya yakin, bahwa Allah Bersemayam Di Atas ‘Arsy. Salaam.

      Abusalafy:
      Akhi masda, adalah urusa Anda untuk meyakini apapun tentang Allah…. beresemayam di atas Arsy atau di punggung nyamuk atau apapun.. atau bahkan Anda meyakini bahwa Allah ( wal ‘iyadzu billah) menari-nari di atas arsy atau punggung nyamuk … atau mau meyakini Allah berbentuk dan berwajah dan berambut ikal dll. Itu urusan Anda… apalagi Anda sdndiri mengaku bukan ulama!!! Jadi silahkan yakini Allah sesuai dasar kejahilan Anda !!! Maaf. Itu bukan urusan kami!!!

      • Yth. Bapak Ustaz Abu salafy.

        Assalaamu ‘alaikum.

        Mohon Ma’af Bapak Ustaz, karena saya tidak bermaksud lagi untuk memberi komentar kepada Bapak. Saya sudah menyadari, bahwa tidaklah pantas dan juga tidaklah etis orang setingkat saya ini, untuk memberi komentar kepada seorang Ustaz, apalagi seorang Ulama seperti Bapak. Sebenarnya, Teknik Uraian dan Teknik Analisis Bapak Ustaz sangat bermutu Tinggi. Namun belum nyambung dengan Aqidah yang saya Imani.

        Saya hanya memberi komentar kepada Anggota-Anggota Bapak Ustaz, yang kemungkinan masih setingkat saya, yang sedang belajar Aqidah, yang saya duga mereka bukan Ustaz dan bukan Ulama, tercermin dari nama samarannya. Maksud saya adalah, untuk memberikan gambaran pengembangan dari hasil pemikiran saya terhadap Al Quran, berdasarkan keyakinan saya.

        Ini adalah niat yang mulia Bapak Ustaz. Siapa tahu Allah memberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka. Dan kita tidak terpecah belah, tetapi bersatu padu sebagai Muslimiin. Biarlah mereka yang memberi komentar, dan Bapak Ustaz Cukup mengamati. Semoga Allah memberi Balasan yang lebih baik. Aamiin.

        Demikian Bapak Ustaz, Mohon Ma’af, dan Salaam.

      • @masda
        Apa kamu yakin dengan sesederhana itu perselisihan umat dalam akidah akan bisa selesai?
        Bukankah selama ini ssmua juga kembali kepada Al Qur’al al Karim dan Sunnha?!
        Untuk memahami Al Qur’an dibutuhkan banyak utamanya bahasa Arab yang mumpuni. Demikian juga dengan Sunnah, untuk menentukan mana yang shahih dan yang bukan juga sangat rumit…
        Maaf ya kang masda omongan seperti yang kamu sampaikan juga sering disampaikan para AWAM yang pemahaman agama super dangkal!!!
        Buktinya kamu aja yang AWAM sok berani ngomong akidah dengan menyimpulkan dari Al Qur’an dan Sunnah!! Apa ini tidak KONYOL kang masda?!?!

  190. abugosong aja namanya. jgn pake nama abusalafy
    tauhid nya kalah sama keponakan saya

  191. ini orang islam bukan abu salafy?

  192. والعرش على الماء والله عز وجل على العرش يعلم ما أنتم عليه

    “Arsy berada di atas air, dan Allah ‘azza wa jalla berada di atas ‘Arsy, yang mengetahui apa-apa yang kalian lakukan” (HR. Ath-Thabarani, Al-Kabiir; shahih).

  193. TIDAK BENAR. PERKATAAN DUSTA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 214 pengikut lainnya.