Kebijakan Politik Muawiyah Dan Pengaruhnya Dalam Hadis dan Akidah (Bagian 1)

Kebijakan Politik Muawiyah Dan Pengaruhnya Dalam Hadis dan Akidah (Bagian 1)

Sumber: http://almaliky.org/download.php?action=view&id=45

.

(Tulisan dibawah adalah intisari dari bahasan Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky yang agak panjang tentang politik pemerintahan Muawiyah dan pengaruhnya terhadap Hadis dan Akidah yang berjudul مراسيم معاوية الأربعة وآثارها في الحديث والعقائد , tulisan lengkapnya (34 halaman) bisa anda  download disini http://almaliky.org/download.php?action=view&id=45 atau download dan baca disini:

Marasim Muawiyah

https://abusalafy.files.wordpress.com/2014/07/marasim-muawiyah.pdf . )

Oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

.

Empat Perintah Kenegaraan Mu’awiyah

Al Madaini (beliau adalah ulama ahli sejarah terpercaya di mata Ahli Hadis) [1]

hasan_Farhan

meriwayatkan sebuah riwayat sejarah penting yang menjelaskan politik Mu’awiyah yang telah menghasilkan banyak hadis saling kontradiksi atau saling berlawanan dengan hadis-hadis shahih

Dan masalah ini akan saya bahas secara khusus dengan menghadirkan bukti-bukti dan dalil-dalil tentangnya serta kaitannya dengan kondisi hadis... Tetapi disini saya cukupkan dengan menyebutnya sambil lewat dengan menyebut poin-poin pemikiran.. Ini sajian khusus untuk para penuntut ilmu (mahasiswa), di waktu lain akan saya khususkan kajian ini dalam sebuah makalah tersendiri yang akan membantu dan membuktikan kebenarannya.

Riwayat al Madaini tersebut telah disebutkann oleh Ibnu Abil Hadid dalam Syarh Nahjul Balaghah,11/44. Ia berkata: “Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Abu Saif al Madaini meriwayatkan dalam kitabnya al Ahdats, ia berkata: “Mu’awiyah menulis sepucuk surat yang ia kirimn kepada seluruh aparatnya di berbagai wilayah/daerah setelah Tahun Jamaah.

Teks Surat Perintah Muawiyah Pertama:

“Hilanglah kekebalan bagi seseorang yang meriwayatkan hadis apapun tentang keutamaan Abu Thurab (Ali bin Abi Thalib) dan Ahlul baitnya.”

Saya (Hasan Farhan al Maliki) berkata: Nash sejarah ini kandungannya terdapat dalam dua kitab Shahih dan selainnya, bahkan telah mencapai tingkat mutawatir bahwa Muawiyah dan para pejabat pemerintahannya telah memerintah pelaknatan atas Imam Ali. 

.

Dampak Jangka Pendek

Pada tataran pemerintahan resmi maka para khathib di setiap penjuru dari atas mimbar-mimbar mulai berlomba-lomba melaknati dan berlepas diri dari Ali bin Abi Thalib serta mencaci-makinya dan juga Ahlulbait beliau.

Dampak Jangka Pendeknya Terhadap Masyarakat

Adapun dampak dari surat perintah itu maka yang paling berat memikulnya adalah penduduk kota Kufah dikarenakan di sana banyak Syi’ah Ali as (pembela Ali as.). Mu’awiyah menunjuk Ziyad putra (wanita pelacur bernama) Sumayyah sebagai Gubernur wilayah itu dan sekaligus menggabungkan wilayah Bashrah.

Ziyad mulai mengejar-ngejar kaum Syi’ah Ali (pembela Ali) dan ia sangat mengenali mereka karena dahulu di masa Ali as. ia dari kalangan mereka. Ziyad membunuhi mereka di bawah setiap batu dan tanah (maksudnya di setiap tempat). Ziyad mengintimidasi mereka, memotong tangan-tangan dan kaki-kaki mereka serta menusuk mata mereka dengan pedang panas, menyalib dan menggantung mereka di atas batang pohon kurma dan juga mengusir mereka dari negeri Irak, sehingga tidak ada lagi seorang yang terkenal yang tersisa di sana.

Pengaruh Jangka Panjangnya Terhadap Masyarakat

Adapun pengaruh jangka panjangnya adalah kita temukan hingga hari ini dengan adanya rasa sensitif negatif terhadap setiap orang yang menyebut keutamaan Imam Ali as. dan Ahlulbait beliau, sehingga wajah-wajah bermuka masam setiap kali Ali disebut dengan kebaikan

Sampai-sampai sebagian ulama berkata: “Mengapakah jika disebut keluarga Ibrahim dan keluarga Imran wajah-wajah kalian berseri-seri, tetapi jika keluarga Muhammad disebut wajah-wajah kalian cemberut?!”

Ketidak-sukaan sikap dan sesaknya dada yang sangat karena tidak suka dengan disebutkannya Ahlulbait Muhammad dengan kebaikan apapun adalah hasil dari surat ketetapan pertama Mu’awiyah.

Dan sikap seperti itu mereka anggap bagian dari SUNNAH DAN AKIDAH SALAF SHALEH, persis sebagaimana yang dianggap oleh sebagian orang di masa Mu’awiyah, kecuali sedikit orang yang punya kesadaran.

Surat ketetapan pertama Mu’awiyah ini ia luncurkan segera setelah ia berkuasa.

Bukti-bukti pendukungnya sangat banyak. Anda bisa baca dalam keterangan ulama tentang biografi Ziyad dan pejabat bawahannya yang memerintah kota Bashrah yaitu Samurah bin Jundub. Di sana Anda akan menemukan banyak bukti kebenaran adanya surat ketetapan Mu’awiyah ini.

Realita ini adalah dampak dari surat keputusan ini. Bukti tentangnya dalam sejarah sangat banyak… Insya Allah kami akan khususkan menulis sebuah kajian tentangnya.

.

Teks Surat Perintah Mu’awiyah Kedua

Mu’awiyah menulis surat ketetapan yang ia kirimkan kepada seluruh aparatur pemerintahannya di seluruh daerah:

“Jangan terima kesaksian apapun dari seorang  Syi’ah Ali dan Ahlulbaitnya!!”

.

Dampak Jangka Pendek Surat Keputusan Mu’awiyah Kedua

Dampak jangka pendek dari surat keputusan Mu’awiyah adalah diasingkannya hadis-hadis riwayat Ahlulbait, dan diasingkan Syiah terpercaya mereka seperti Harits al Hamdani al A’war, Ashbugh bin Tabatah, Maitsam at Tammar, Rusyaid al Hajari, Amru bin al Hamaq al Khuza’i, Hujur bin Adi, Abu Thufail Amir bin Watsilah dkk.

Bahkan para sahabat yang pernah ikut berjuang bersama Nabi saw di peperangan Badar pun didha’ifkan, seperti Midlaj bin Amr as Sulami, atau sebagian lain dari para sahabat Badriyyun (yang ikut perang Badar bersama Rasulullah saw.) disingkirkan seperti Shaleh bin Syaqran.

Sementara itu hadis-hadis Abu Hurairah, Ibnu Umar, Aisyah, Abdullah bin Amr bin al Ash, Anas bin Malik dibesar-besarkan, padahal mereka datang belakangan, namun hadis-hadis riwayat mereka bisa berjumlah beribu-ribu. Sedangkan hadis para sahabat senior yang berjuang bersaman Nabi saw di perang Badar dan berbai’at kepada beliau di bawah pohon (bai’at Ridhwan) dari kalangan sahabat pembela Ali didiamkan, ada yang didha’ifkan dan ditelantarkan serta dicacat!!

Ini adalah dampak dini yang belum dikaji oleh para pakar ilmu hadis!

Ini adalah surat keputusan kedua, boleh jadi ia bagian/lanjutan dari surat keputusan pertama karena masih terkait dengan Imam Ali.

Dan di antara dampak surat keputusan ini adalah bahwa Ahli Hadis mendha’ifkan setiap perawi Syi’ah tanpa terkecuali dan menjunjung tinggi dan menetapkan status tsiqah/jujur terpercaya bagi kebanyakan perawi Nashibi (pembenci Imam Ali as dan keluarga Nabi Saw.).

Ibnu Hajar berkata dalam kitab Tahdzib at Tahdzib, 8/4:

“Dahulu aku mengisykal (mengkritik para ahli hadis) bagaimana mereka mentsiqahkan seorang nashibi dalam banyak kali dan menvonis lemah setiap perawi Syi’ah, terlebih telah datang tentang Ali bahwa: “Tidak mencintainya (Ali) kecuali Mukmin dan tidak membencinya kecuali munafik.”

Kemudian setelah Ibnu Hajar mengakui kenyataan ini ia menjawab keberatannya sendiri dengan jawaban yang aneh yang menunjukkan ia tidak ‘engah/sadar’ terhadap surat kepusan Mu’awiyah dan pengaruhnya!!

Ia menjawab:

“Karena kebanyakan orang yang disifati sebagai Nashibi itu terkenal dengan kejujuran tutur katanya, rajin ibadahnya dan getol dalam beragamanya!! Berbeda dengan orang yang disifati dengan ‘kerafidhian’ kebanyakan dari mereka adalah pembohong dan tidak berhati-hati dalam menyampaikan berita/hadis!!”

Saya (Hasan Farhan) berkata:

“Demikianlah surat keputusan Mu’awiyah memanjang pengaruhnya hingga zaman Ibnu Hajar!

Tidak benar apa yang dikatakan Ibnu Hajar -bahwa kaum Nashibi itu jujur dan rapi urusan agamanya- , karena kebanyakan mereka yang disifati Nashibi adalah berdusta, dan kebanyakan pada pecinta Ali adalah terdapat kejujuran.

JADI IBNU HAJAR ADALAH KORBAN SURAT KEPUTUSAN MU’AWIYAH!

Dan itu artinya bahwa pengaruh buruk surat Mu’awiyah masih kental hingga hari ini. Cukup bagi mereka (para Salafiyyun) kata “SYI’AH”  sebagai alasan untuk ditolaknya riwayat yang ia bawa.

Sementara itu mereka tidak mewaspadai kata “NASHIBI” walaupun ia dikenal suka melaknati Ali, seperti Mu’awiyah, Marwan, Ziyad dkk.

Perhatikan keterangan ulama tentang biografi mereka dalam kitab-kitab ar Rijal, kamu tidak akan menemukan seorang pun yang mereka tuduh sebagai Nashibi! Allamah Muhammad bin Aqil asy Syafi’i telah menulis bantahan panjang lebar atas Ibnu Hajar yang memuat pengakuannya atas isykal itu dan penyimpangannya dalam kesimpulannya.

Saya akan sampaikan ringkasannya setelah menyebutkan “data sejarah pendukung” yang menjelaskan kepada kita adanya kompromi antara SALAFIYAH (Aliran Salafi) dan KENASHIBIAN dan ketidak-sukaan orang Salafi kepada setiap pecinta Ahlulbait.

Boleh jadi hingga sekarang Salafi tidak mau menerima kesaksian orang Syi’ah!! Walaupun mereka yakin akan kebenaran apa yang mereka (Syi’ah) katakan.

Mereka (Kaum Salafy) tidak mengetahui dari mana mereka diserang akidah ini?! Karena mereka lahir dan belajar di lingkungan pendidikan kekuasaan, seperti pelajar di kota Qashim (Arab Saudi) ia tidak tau apapun tentang Syi’ah di daerah Qathif (Arab Saudi juga). Atau pelajar di kota Abha (Arab Saudi) tidak tau sedikit pun tentang Syi’ah Zaidiyah di Yaman… Dan seterusnya…

Dan kalaupun para penuntut ilmu berusaha ingin bersikap jujur terhadap mereka (Syi’ah) mereka tidak bisa karena pembentukan masa pertumbuhan mereka atas dasar ketidak-sukaan telah menguasai akal sehat, hati dan prilaku. Karenanya para Ahli Hadis kebanyakan dari mereka itu adalah kaum shaleh dan bertaqwa hanya saja mereka tidak mengetahui kebenaran… Jika mereka hari ini saja tidak sanggup mengakui kebenaran baik menguntungkan mereka atau merugikan, lalu bagaimana dengan masa lalu itu?!

Rasa takut dari kecaman manusia adalah sebuah dasar yang tidak dapat diremehkan begitu saja. Para nabi ditegur Allah karenanya lalu bagaiamana dengan Ahli Hadis dan perawi?!

(Bersambung Insya Allah)

.

__________________

CATATAN KAKI

[1]. Al Madaini adalah Guru besar para ahli sejarah (W. 22H). Ibnu Main berkata tentangnya: “Ia tsiqah, tsiqah, tsiqah, jujur, jujur, jujur.”

Semua karya-karya ilmiah berharganya yang berjumlah lebih dari dua ratus buku hilang ditelan keganasan kepunahan kecuali satu buku saja tentang wanita-wanita yang membonceng di belakang kendaraan (unta atau kuda dan semisalnya), dan kejadian ini sangat mengherankan karena beliau hidup di masa terbilang belakangan satu tinggkatan/periode dengan Ahmad dan Ibnu Main. Sepertinya arah pemikiran Khalifah al Mutawakkil al Abbasi berperan besar dalam pemusnahan banyak bukti-bukti sejarah.

10 Tanggapan

  1. Muawiyah pantas disebut perusak agama Islam nomer wahid… kejahatannya mengungguli kejahatan fir’aun… sebab kalau fir’aun hanya membunuh pengikut Musa, tapi Muawiyah membunuh pengikut Nabi Muhammad, merusak pikiran mereka dan merusak ajaran agama mereka….

  2. Bongkar terus kenashibiyan yg akarnya dari kemunafikan!!!!!!. Sejarah tidak adil ketika membahas firqah2 sesat langsung meluncur di benak kita kaum khawarij, lalu syiah, mu’tazilah dst. Lalu dimana kenashibiyan yg biangnya keruskan agama, yg “syariat”nya mengotori otak kita hingga kini, coba pikir bagaimana bisa????? ketika ada orang bicara kemulyaan ahlil Bait, langsung ada perasaan ganjil (tawajjus) “Syiah kah orang ini???. Padahal masya Allah klu kita mau baca manaqib Ahlul Bait as mrebes mili/meleleh air mata dibuatnya. Tapi sayang seribu sayang yg ini telah banyak dilupakan. Bisa jadi kecintaan pada Ahlul Bait a.s adalah energi/thaqotun yg luar biasa besar untuk umat ini dlm mengahadapi situasi zaman. Dan sepertinty energi itu telah mulai berpendar menerangi setiap hati yg ada ruang untuk menerima cipratan Cinta Energi Besar tsb.

    Jangan bicara Sunni dan Syiah disini. jangan bicara pengkotak2an lg disini. Cinta pada Ahlul Bait a.s adalah keharusan semua. Celaka lah, golongan yg cenderung pada kenashibiyan. Ingat kenashibiyan ujunganya nanti bersama Dajjal hingga diimani dari dalam kubur2 mereka.

  3. Sebagai sunni seharus kita malu mengkalim Imam – Imam Syiah sbg panutan kita, seperti Imam Ali Zainul Abidin, Imam Ja’far as-Shodiq, Musa al-Kadzim a.s sementara kita tidak akrab dgn warisan keilmuan mereka. mau menyebut sj gamang sekali. Malah kita menyerahkan mereka yg mulia untuk diambil oleh Syiah semua, sementara kita bangga dengan mendapatkan “yg lain”. Berkat tangan kotor tsaqafah umawy, “yang lain” ini dipoles2, disanjung2 agar bisa menandingi Ahlul Bait a.s. Yang mau sadar, sadar lah segera, jangan tertipu oleh slogan manis ternyata cuma main tipu2 dan campur aduk.

    • Sepertinya memang begitu siih, tapi mungkin karena kita sangat miskin warisan intelektual dan ruhaniyah para imam Ahlul Bait Nabi. Jangan2 itu sebabnya.

    • Bukan cuma itu bahkan ulama pun berani meragukan kadar keilmuan dari Imam Jak’far. Saya cuma bisa bilang inna lillahi wa inna ilaihi raji’un atas kematian hati dan nurani.
      “An Nasa’i menyampaikan  berita dari Ahmad bin Yahya bin Wazîr, ia berkata, Syafi’i, ia berkata, Sufyan: Kami, apabila menyaksikan seorang penuntut hadis mengerumuni tiga orang maka kami menertawakannya, mereka yaitu Rabi’ah, Muhammad bin Abi Bakar bin Hazm dan ja’far bin Muhammad, sebab mereka itu tidak mumpuni dalam ilmu hadis.”
      Sukses umat semakin jauh dari Ahlul Bait Rasulluloh kemudian raja lalim dinasti bani umayah menunjuk ulama selain dari Ahlul Bait untuk dijadikan hakim dan keilmuan mereka dibukukan serta menjadi rujukan untuk.memahai agama. Maka yang tersisa saat ini hanyalah………..

  4. Habib Muhammad bin Aqil yang disebut syaikh Hasan itu adalah tokoh Hababib yang sangat luar biasa lho… tapi sayang karena kecenderungannya kepada Syiah beliau diabaikan oleh para habaib sendiri…. beliau juga punya buku ttg kejahatannya muawiyah…. pantas dibaca oleh setiapmsunniyyun…

  5. Ya sudah apa yg terjadi telah terjadi, betul kata Syaikh Hasan bin Farhan itu, hidup ini bukan untuk sekedar beribadah tetapi yg penting jg bahwa hidup ini adalah tamhish (ujian). Bukan hanya kita di generasi belakang umat ini, tapi generasi mutaqaddimin (generasi shahabat) justru sanngat besar ujian yg mereka terima.
    Minimal yg bisa sy pahami adalah
    1. Tidak mudah menyesat2kan thd umat Nabiyyina saww krn bagimanapun mereka dlm ushul tidak berbeda ( dimana pengertian Ahlussunah wal Jamaah sbg mana dlm hadits bersifat umum). Adapun definisi yg beredar di dlam masyarakat adalah definisi sepihak yg bersifat madzhabi/sektarian.
    2. Beragama bukan soal tampilan luar sj tapi yg penting jg adalah nilai agama harus mampu direalisasikan seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang….
    3. Sikap selalu waspada terhadap syaithan, krn ia bisa datang kepada kita sbg seorang “guru alim yg berkasih sayang” mensehati kita dan menawarkan pilihan2nya untuk menipu kita dari jalan yg benar.
    4. Ahlul Bait a.s sbg pihak yg wajib dicintai yg kecintaan itu tentu bukan sekedar pengakuan tapi ada konskwensi logis diantaranya adalah menjadikan mereka sebgai uswah
    5. Salah satu penghalang dlm beragama yg benar adalah kenashibiyan, yg harus selalu diwaspadai.
    Dan masih banyak lg silahkan anda tambah sendiri……karena anda merdeka dlm berpikir tanpa harus terkooptasi oleh madzhab dan pikiran orang lain. Akal adalah karunia dan kepada akal lah khithob agama diarahkan
    Dan akhirnya….. mungkin komen ini untuk yg terakhir di blog ust Abu Salafy ini, Sy sampaikan terima kasih klu ada yg mau baca dan menanggapi komen saya dgn inisial muhibbin, tafa’ulan semoga termasuk muhibbin Ahlul Bait a.s, walau hanya sekedar “mengecup” bekas telapak kaki sj tanpa bisa berbuat banyak. Klu ada yg tersinggng dgn komen sy selama ini, sy sampikan permohonan maaf , walaupun sy mencoba untuk menghindari kata2 kasar . Terima kasih untuk ust Abu Salafy, antum telah banyak memberi pencerahan, bahwa ada yg perlu dikritisi : tajsim, nusb (kenashibiyan) dan takfir.
    salam untk perdamaian, kasih sayang, kejujuran dan keadilan
    Walau kita tidak saling kenal, insya Allah kita akan dipertemukan entah sbg apa…….
    Wassalam

    • salam perdamaian juga mas, mdh2an bisa ketemuan di forum2 dunia maya lainnnya. Jangan pernah bosan komentar menyuarakan suara kebenaran.

  6. Saya pikir Allah pasti akan bertanya kepada tiap-2 Ulama upaya apa yang sudah mereka lakukan di dunia guna memagari umat dari fitnah nashibi. Termasuk bukti konkrit kecintaan mereka kepada Ahlul bait diwujudkan dalam bentuk apa ketika masih hidup di dunia. Berat……………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s