Peringatan Allah Akan Bahaya Kaum Munafikin!

 Peringatan Allah Akan Bahaya Kaum Munafikin!

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=84

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanAllah telah seringkali memperingatkan akan bahaya kaum munafikin. Andai kita perhatikan dan kita indahkan peringatan Allah pastilah kita tidak akan menjungkir-balikkan Islam. Merekalah yang menggiring kita ke jurang kenistaan ini yaitu perubahan dan perusakan agama Islam.

Jangan kalian kira bahwa peringatan Allah akan bahaya kaum munafikin itu sia-sia, dan ia tidak juga khusus untuk masa kenabian saja dan tidak pula hanya melawan kaum lemah yang tidak punya pengaruh. Tidak! Itu semua anggapan palsu yang sengaja dimunculkan kaum munafikin sendiri!

Mengapa kaum munafikin kelak ditempatkan di bagian terbawah/terhina di neraka?! Padahal secara lahir dalam kaca mata mazhab kejahatan mereka lebih ringan! Mereka hanya sekedar menyembunyikan (kekafiran) dan tidak memerangi Nabi saw. dan alasan-alasan lain (untuk membela dan meringankan kejahatan kaum munafik _red).

Karena kaum munafikin-lah yang merusak agama Islan dari relnya yang sesungguhnya. Merekalah yang melarang terpancarnya cahaya petunjuk, hidayah Al Qur’an dan mencoreng keindahan wajah kenabian serta menetapkan/melegalkan syari’at pencucuran darah dan membina perpecahan, pertikaian dan saling benci membenci.

Kaum munafikin punya peran yang berbahaya dalam inti kedalaman agama dan bahaya mereka telah sampai merusak segala sesuatu/sendi. Karena itu mereka berhak ditempatkan di ad darkil asfali minan nar/kerak neraka. Dan tidak akan mengenali Kemaha Adilan Allah orang yang tidak mengenali kaum munafikin.

Kaum munafik telah mampu -dengan makar jahat dan kebusukan mereka- menipu umat Islam tentang mereka. Sehingga kesesatan mereka dianggap petunjuk (hidayah), maka sesatlah umat dengan kesesatan kaum munafikin. Lalu bagaimana mereka tidak layak ditempat di kerak neraka?!

Kaum munafikin -karena mereka dan di atas leher-leher mereka- tanggung jawab setiap darah seorang Muslim yang tercucurkan dengan tanpa alasan yang membenarkan, sejak abad pertama hingga hari ini. Lalu bagaimana mereka tidak layak dicampakkan ke dalam kerak api neraka?!

Kaum munafikin telah mampu -dengan makar jahat dan sifat kecerdasan setani- menyembunyikan jati diri mereka dari mayoritas umat manusia, sampai-sampai tidak mengenali mereka kecuali satu dari dua orang:

1) Orang yang mendapat informasi pasti tentang mereka seperti sahabat Hudzaifah, atau

2) Orang yang merenungkan Al Qur’an dengan teliti!

Kaum munafikin yang Allah telah memperingatkan kita tentang mereka dan menyebut mereka, baik dalam di surah-surah Makkiyah maupun Madiniyah tentu makar mereka sangat berbahaya dan sangat samar serta berpenampilan agamis, buktinya bahwa Allah menyebut mereka dalam surah al Mudatstsir yang mana ia Makkiyah, namun kendati demikian mereka tetap eksis sepanjang masa Makkiyah dan Madaniyah (di Mekkah dan Madinah) tanpa dikenali jati diri mereka oleh seorang pun! Tidakkah ini bukti akan puncak makar mereka?!

Dalam Al Qur’an dan Sunnah yang shahih terdapat tanda-tanda kaum munafikin, lalu apakah kita telah mempelajarinya agar kita mengetahui pemikiran-pemikiran mereka dan juga personil mereka? Mereka telah mencegah kita untuk mempelajarinya atau setidaknya mereka membuat kita lalai.

Sahabat Hudzaifah bin al Yaman tidak mengenali seluruh kaum munafikin, tetapi ia mengenal ‘pentolan-pentolan’/tokoh-tokoh yang berusaha membunuh Nabi saw. di ‘Aqabah/tepi jurang (sepulang dari peperangan Tabuk_red), mereka adalah empat belas atau lima belas orang. Hudzaifah berkata: “Andai aku menyampaikan kepada kalian apa-apa yang aku ketahui pasti kalian semua akan mendustkanku.”

Coba perhatikan biografi Hudzaifah dalam kitab Tahdzib al Kamal, di dalamnya terdapat keanehan-keanehan yang menakjubkan.

Dan ketika Hudzaifah menahan diri dari berani menyebut nama terang mereka yaitu para tokoh kaum munafikin dan mengkhawatirkan keselamatan jiwanya dari dibunuh, apa arti di balik itu? Tidakkah itu artinya bahwa mayoritas masyaraka saat itu bersama dan mendukung kaum munafikin?!

Mayoritas masyarakat saat itu shaleh dan agamis akan tetapi kaum munafikin telah mampu menipu mereka, maka tertipulah mereka. Dan ini membuktikan betapa dalam dan menghujamnya pemikiran kaum munafikin itu dalam akal-akal kaum shaleh dan mampu mempengaruhi mereka sehingga mendustakan Hudzaifah (jika ia menyampaikan hadis Nabi saw. tentang mereka_red).

Hudzaifah bin al Yaman sahabat agung yang dipercaya mengemban rahasia-rahasia Nabi saw. yang tidak beliau beritaukan kepada selainnya, tentu sejarah hidupnya perlu kita kaji dan pelajari… Sahabat agung yang Umar saja bertanya kepadanya apakah ia termasuk dari golongan kaum munafikin atau bukan?!

Hudzaifah bin al Yaman ini memiliki banyak rahasia tentang ‘pentolan-pentolan’ kemunafikan, dan bekas-bekas/peninggalan-peninggalan mereka dalam pemikiran-pemikiran, keagamaan dan politik. Dan andai ia tidak merahasiakannya tentu sekarang ia kita golongkan sebagai pembohong besar!

Kita Telah Merugi dan Kehilangan Segala Sesuatu!

Rumus-rumus yang dilontarkan Hudzaifah lebih afdhal daripada keterangan tegas (dengan menyebut nama misalnya_red) agar seseorang yang mencari dan meneliti dengan jujur mendapat petunjuk dan “binatang-binatang/al An’am tetap berada dalam kesesatan mereka. Proses penyaringan ini penting. Kemunafikan sebagian dari mereka cukup jelas dan mudah untuk diumumkan namanya seperti Mu’awiyah. Dan sebagian lainnya sulit untuk dijelaskan dengan terang-terangan bahkan di masa Hudzaifah sendiri. Kesimpulannya sama. Terhadapku dan juga terhadap Hudzaifah mereka pasti akan mendustakan kami.

Kita akan membongkar kaum munafikin pertama-tama melalui pembacaan Al Qur’an (dengan dibarengi perenungan dan penelitian _red) dan pembicarannya tentang kaum munafikin. Apakah logis ayat-ayat Al Qur’an yang begitu banyak mengecam kaum munafikin itu telah berakhir masa berlakunya, atau sesungguhnya kultur kemunafikan terus akan berlangsung?!

Nabi saw. memerintah Hudzaifah merahasiakan nama-nama mereka, dan beliau hanya membolehkan Hudzaifah menyebut sifat-sifat mereka agar keberadaan mereka menjadi bahan ujian bagi umat Islam agar Allah memilah antara yang menghamba kepada Allah dan yang menyembah manusia. Alasan keberadaan mereka -dan mengapa mereka tidak dibunuh saja- adalah alasan yang sama seperti keberadaan Iblis. Yaitu agar Allah menyaring hamba-hamba-Nya, antara mereka yang mengikat dirinya dengan nash dan antara penyembah manusia. Antara yang mengaktifkan kepekaan perasaannya, akal sehatnya dan hati nuraninya dan antara yang tidak memfungsikannya. Allah memiliki rahasia-rahasia, dan Dia ingin hamba-Nya datang kepada-Nya sedangkan ia telah bercapek-cepek dan bersungguh-sungguh dalam mencari dan menemukan kebenaran.

Tujuan penyaringan ini tertera dalam Al Qur’an. Allah berfrman:

 ما كانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنينَ عَلى‏ ما أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّى يَميزَ الْخَبيثَ مِنَ الطَّيِّبِ

“Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin).” (QS. Âlu ‘Imrân;179)

.

Dan dalam ayat lain Allah mengungkap bahwa keberadaan yang thayyib itu selalu sedikit, dan keberadaan yang khabits itu selalu yang banyak. Allah berfirman:

قُلْ لا يَسْتَوِي الْخَبيثُ وَ الطَّيِّبُ وَ لَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبيثِ

“Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu.” (QS. Al Mâidah;100)

Sebagaimana Allah juga menyebut sebagian alasan dirahasiakannya kaum munafikin dan simbol-simbol/tokoh-tokoh kejelekan. Allah berfirman:

وَ ما كانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ

Dan Allah sekali- kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal- hal yang gaib…”(QS. Âlu ‘Imrân;179)

Allah tidak menginginkan hamba-hamba yang memerintah-Nya!

Allah tidak mau dari kita memerintah-Nya sembari berkata: “Ayo sebutkan nama-nama kaum munafikin, jika tidak Kamu akan melihat kami ingkar/kafir kepada-Mu!

Boleh jadi kita tetap akan menyimpang sekalipun Allah menyebutkan nama-nama mereka… Allah tidak menerima kita ancam.

Allah menginginkan darimu agar mengkaji sendiri, meneliti sendiri, dan menyembah-Nya dan tidak selain-Nya dengan ilmu dan amalmu. Allah telah memberikan kepadamu isyarat-isyarat dan tanda-tanda umum, dan kamu bebas. Allah Maha Kaya tidak butuh kepadamu. Ini adalah di antara sunnah/ketetapan pasti Allah.

Di antara tanda-tanda kaum munafikin adalah membenci Imam Ali padahal mereka mengetahui Ali adalah pribadi paling khusus dan istimewa di sisi Rasulullah saw. Mereka menampakkan kebencian kepada Ali sebagai ganti menampakka kebencian mereka kepada Nabi saw[1]

Ibnu Taimiyah bermaksud mengecam Ali maka justru ia mengecam mereka!

Kebencian kaum munafikin secara terang-terangan kepada Imam Ali adalah cabang kebencian tersembunyi mereka kepada Nabi saw. Ini adalah makna hadis Nabi saw.:

و مَنْ أبغَضَ عليا فقَدْ أبغضَنِيْ

“Barangsiapa membenci Ali berarti ia benar-benar telah membenciku.” [2]

Nabi saw. tidak meninggalkan dunia ini melainkan telah menerangkan untuk umat manusia apa-apa yang telah diturunkan kepada/untuk mereka. Dan di antara yang turun kepada mereka adalah tanda-tanda kaum munafikin. Dan di antara tanda-tanda itu adalah kebencian kepada Nabi saw. dan kepada pribadi yang mirip dengannya….

________________

[1] Seperti dalam banyak sabda Nabi saw, yang telah diriwayatkan para ulama, di antara mereka adalah Imam Muslim dalam Shahih-nya… dan di antara sabda-sabda tersebut adalah sebagai berikut ini:

Ats Tsawri dari A’masy dari Adi ibn Tsabit dari Zirr ibn Hubaisy, ia berkata, “Aku mendengar Ali as. berkata:

وَ الذِي فَلَقَ الْحَبَّةَ و بَرَأَ النَّسَمَةَ إنَّهُ لَعَهْدُ النَّبِيِّ الأُمِّيْ أَنَّهُ : لاَ يُحِبُّنِيْ إلاَّ مُؤْمِنٌ ولاَ يُبْغِضُنِيْ إلا مُنافِقُ

“Demi Dzat Yang membelah biji-bijian dan menciptakan makhluk bernyawa, ini adalah ketetapan Nabi yang Ummi kepadaku bahwa tiada mencintaiku kecuali mukmin dan tiada membenciku kecuali munafik.” (Abu Salafy)

[2] Teks lengkap hadis di atas adalah sebagaimana diriwayatkan Ibnu Asakir dari sahabat Abdullah bin Mas’ud ra. ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ أحبَّنِيْ فلْيُحِبَّ عليًا ، و مَنْ أبغَضَ عليا فقَدْ أبغضَنِيْ ، و مَنْ ابغضني فقد أبغض اللهَ عز وجلَّ ، و مَنْ أبغضَ اللهَ أدخَلَهُ النارَ

“Baran siapa mencintaiku maka hendaknya ia mencintai Ali, dan barang siapa membenci Ali berarti ia membenciku, dan barangsiapa membenciku berarti ia membenci Allah –Azza wa Jalla- dan barangsiapa membenci Allah maka Allah akan mencampakkannya ke dalam api neraka.”

Juga dalam hadis lain dari Shalshal bin Dalahmas, ia berkata, “Aku di sisi Nabi saw. bersama sekelompok sahabat beliau, lalu masuklah Ali ibn Abi Thalib, maka Nabi saw. bersabda kepadanya:

كَذّبَ مَنْ زَعَمَ أَنَّهُ يُحِبُّنِيْ و يُبغِضُكَ ، أَلآ مَنْ أحبَّكَ فقد أحبَّنِي و من أحَبَّنيِْ أحبَ اللهَ، و منَ أحبَ اللهَ أدخلَهُ الجنَّةَ. ومَنْ ابْغَضَكَ فقد أبْغَضَنيْ و من أبْغَضَنيْ فقد ابغضهُ اللهُ و منْ ابغضهُ اللهُ أدخلهُ النارَ.

“Berbohonglah orang mengaku mencintaiku tetapi ia membencimu. Ketahuliah! Barangsiapa mencintaimu berarti ia mencintaiku, dan barangsiapa mencintaiku berarti ia mencintai Allah, dan barangsiapa mencintai Allah pasti Dia akan memasukkanya ke dalam surga. Dan barangsiapa membencimu berarti ia benar- benar membenciku dan barangsiapa membenciku ia benar-benar dibenci Allah, dan barangsiapa dibenci Allah pasti Dia akan memasukkannya ke dalam api neraka.”

Juga dalam hadis di bawah ini dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ زَعَمَ أَنَّهُ آمَنَ بِِيْ و ما جِئْتُ بِهِ و هُوَ يُبْغِضُ علياً فَهُوَ كاذِبٌ، لَيْسَ بِمُؤْمِنٍ.

“Barangsiapa mengaku beriman kepadaku dan apa yang aku bawa tetapi ia membenci Ali maka ia adalah Pembohong! Ia bukan seorang Mukmin.”

(Abu Salafy)

12 Tanggapan

  1. Jazakumullah khairan ya ustadz abusalafy….
    Setiap kali syeikh Hasan memaparkan kajiannya setiap kali pula kita dibuatnya tercengan… Sisi-sisi yang nggak kebayang masuk dalam bidikan beliau…
    Subhanallah…

  2. many thank syaikh hasan!
    semoga rahmat Allah senantiasa menyertai anda.

    dan

    laknatullah kepada Muawiyah terkutuk!
    laknatullah kepada pengikut dan pencintanya!

  3. demi Allah azza wa jalla.

    saya bersaksi bahwa Abu sufyab, hindun, muawiyan dan yazid adalah gembong munafik.

    mereka keluarga terkutuk.

    laknatullah kepada mereka. Amin…

  4. demi Allah azza wa jalla,

    saya bersaksi bahwa Imam Ali adalah washi penerus khalifah dan manusia yg paling mirip pribadi nya dengan Rasulullah saaw.

    Allohuma sholli ala Muhammad wa Ali Muhammad.

    sholawatullah wa malaikatihi wa rusulihi wa nabiyihi wa jami’i kholqihi ala sayyidina Muhammad wa ala ahlu baitihi thoyyibati thahirin wa salamuhu alaiho warahmatillahi wabarakatuhu.

    kepada Abu sufyan, Hindun, Muwiyah dan Yazid serta pengikut mereka: laknat Allah buat kalian. Laknat seluruh makhluk buat kalian. laknat buat kalian sebanyak atom2 di alam semesta. Amin.

  5. Mantab, detil uraian beliau ini…Allah sudah sedikit kasih gambaran kepada kita aksi saling kutuk di dalam neraka antara kaum munafik akhir jaman dengan kaum munafik abad 1H (dedengkotnya)….

    “…Ya Tuhan kami mereka telah menyesatkan kami datangkanlah siksa api neraka yang berlipat ganda kepada mereka,” Allah berfirman, “Masing2 mendapatkan siksaan yang berlipat ganda tapi kamu tidak mengetahui.”

  6. wus, itu sahabat, kata salapy.
    sahabat?
    masak ya Nabi saw bersahabat dengan orang-orang spt itu?
    tdk, itu tdk mungkin. kita saja enggan bersahabat dengan orang-orang munafik.
    divinisi sahabat harus dikaji ulang.

  7. mohon penjelasan, sejak kapan imam ali dapat gelar As….dan siapa saja ulama sunni yang memanggil sprti itu

    thabks

  8. yg terjadi dlm masyarakat islam adl penyimpangan makna “cinta” pada imam Ali, kalau ditanya tentu mereka menyatakan cinta, dlm prakteknya mereka juga mencintai musuh2Nya dan meninggalkan para imam dari keturunan imam Ali dlm praktek fikihnya. inilah fakta cara halus munafikin menipu ummat.

  9. Yaa.. umumnya kaum muslim tidak membenci Imam Ali (Ahlul bait) Nabi malah mencintai mereka sesuai anjuran Nabi,
    Namun disaat yang sama sebagian kaum muslimin juga MENCINTAI dan menjadikan Pemimpin yang disebut sahabat yang membenci Imam Ali as/ahl bait, dan menjadikan bagian dari keyakinan agama.

    Mereka para sahabat yang diwajibkan mencintai Imam Ali (ahl bait) sebagaimana mencintai Nabi, bukan memusuhi mereka.

    Makna cinta kepada Nabi berarti menjadikan beliau Saw sebagai panutan, pemimpin dan pemberi petunjuk sebagai Hujjah Allah Swt. dibumi bagi kaum muslimin, selayaknya begitulah juga maksud Nabi kepada sahabat (kaum muslimin) agar mencintai Imam Ali dan ahl bait sebagai pemimpinnya , tempat rujukan dan sebagai Hujjah Allah hingga hari kiamat selepas rasul.

    Namun demikian kaum munafikin tidak menerima itu bagi mereka cukup mencintai Nabi Saw saja tanpa mencintai Ahl Bait Nabi. Apa maknanya mencintai Nabi tanpa mencintai mereka??

    Sikap inilah yang pegang oleh sebagian kaum muslimin hari ini, cinta kepada nabi dan Ahl bait, hanya ungkapan belaka, tanpa makna…..

  10. Dari petikan kesimpulan artikel diatas:

    Di antara tanda-tanda kaum munafikin adalah membenci Imam Ali padahal mereka mengetahui Ali adalah pribadi paling khusus dan istimewa di sisi Rasulullah saw. Mereka menampakkan kebencian kepada Ali sebagai ganti menampakkan kebencian mereka kepada Nabi saw.[1]

    Jadi puncak kemunafikan mereka (sahabat yg munafik) kepada Nabi Saw. dilimpahkan kpd Imam Ali (Ahl bait) tatkala Nabi telah tiada.

    Dapatlah kita menengok kembali beberapa peristiwa sejarah sepeninggal rasul, seperti peristiwa SAQIFAH, PERANG JAMAL, SIFFIN dll, siapa tokoh-tokoh peristiwa tersebut yang berhadapan langsung dengan Imam Ali (Ahl bait)…???
    Dengannya dapatlah kita lihat siapa orang-orang munafik dan orang-orang celaka yang dimaksud dari beberapa hadits diatas.!!??

    Tanpa memberi alasan macam-macam dan pembelaan yang tidak perlu, sebab Imam Ali adalah patokan buat mereka yg membela (cinta) atau membenci (munafik) sesuai sabda Nabi. silahkan mencari….

  11. abu salafy adalah si idahram atau marhadi .. dia berpemahaman syiah.. salah satu cirinya dia menhujat sahabat muawiyyah radhiyallahu ‘anhu sebagaimana artikel ygterdapat dkm situs ini.. khususnya sahabat abu bakar dan umar dan utsman radhiyallahu ‘anhum

    ciri ciri syiah ialah gemar mencaci sahabat sahabat nabi kcuali beberapa org saja.

    ciri lain gemar mencaci ummul mukminin aisyah radhiyallahu’anha.

    ciri lain tidak mengakui khalifah islam yg disepakati kaum muslimin kecuali khalifah ali radhiyallahu’anhu.

    ciri lain mengagungkan ali fatimah dan husein radhiyallahu’anhum

    menganggap karbala sbg tanah suci layaknya mekkah almukaromah

    marah jikamendengar si khomeini dihina.

    dan masih banyak lagi..

  12. orang munafik dikenali kerana kebencian kepada Ali kw– adalagi syiahnya—isis membunuh syiah kerana kecintaan mereka ali—wahabi juga demikian, maka yang jelas Ali dan pengikutnya layak berada di syurga atas perlakuan keterlaluan mereka membenci—hinggakan menghalalkan darah mereka dari dulu hingga sekarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s