Mazhab Salaf Shaleh Tentang Islamnya Mu’awiyah (Bagian: 6)

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

Kemunafikan Mu’awiyah dan ketidak-berimanannya kepada Allah, Rasul-Nya dan hari akhir bukanlah rahasia bagi yang mau menanggalkan baju fanatisme buta kepada kemunafikan daan kaum munafik! Penegasan dan vonis Sayyidina Ali, Sayyidian Ammâr dan para sahabat serta para pemuka Tabi’în sudahlah cukup sebagai bukti… pernyataan sikap mereka tentang kemunafikan Mu’awiyah telah diriwayatkan dengan sanad yang shahih dari mereka dan sikap itu adalah sikap pasti mereka… sementara kita semua tau dan mengakui kemuliaan dan keagungan mereka! Mereka adalah pemuka Salaf Shaleh kita semua… Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk meragukannya!

Namun barangkali serbagian Salafi Wahhâbi tidak suka dengan pernyataan mereka dan tidak menjadikan para sahabat dan pemuka Tabi’în itu sebagai panutannya, maka saya berharap pernyataan sikap dari seorang yang pasti mereka cintai dan agungkan karena ia adalah dari kelompok Mu’awiyah sendiri mampu mengembalikan kesadaran mereka dan mereka mau menerimanya. Sebab pernyataan sikap itu dinyatakan oleh orang terdekat dan orang kepercayaan Mu’awiyah yang tentunya pasti oleh kaum Salafi Wahhâbi diyakini sebagai Salaf Shaleh mereka!

Karenanya, saya akan bawakan pernyataan orang dekat dan kepercayaaan Mu’awiyah dan tentunya ia sangat tau dan faham hakikat diri Mu’awiyah… obsesinya … kecenderungannya… keimanan atau kemunafikannya!

Pernyataan Mughîrah bin Syu’bah Bahwa Mu’awiyah adalah Manusia Paling Kafir:

Kesaksiaan Mughirah ini sangat penting dan pada waktu yang sama sangat berbahaya. Sebab ia adalah kesdaksian teman dekat yang sangat kenal siapa Mu’aqwiyah! Sebagaimana juga ia adalah kesaksian yang disampaikan oleh rekan Mu’awiyah yang juga banyak terlibat dalam berbagai aksi kejahatan bersama Mu’awiyah, tuannya! Namun kendati demikian, pada akhirnya ia tidak sanggup berlari mengejar kekafiran Mu’awiyah yang menurutnya sudah kelewat batas! Sehingga pada akhirnya ia mengungkapkan kesaksiannya akan kekafiran Mu’awiyah kepada Muthraf; putranya sendiri!

Kesaksian itu telah direkam oleh Zubair bin Bakkâr –seorang ulama besar dari keluarga sahabat Zubair bin Awwâm, yang dikenal keberpihakannya kepada musuh-musuh Ahlulbait Nabi ra., sehingga kita tidak percu khawatir akan kejujurannya dalam laporannya tentang masalah-masalah seperti ini-. Zubair bin Bakkâr melaporkan dalam kitab al Muwaffaqiyyat-nya sebagaimana berikut ini:

“Mathraf bin Mughîrah bin Syu’bah berkata, ‘Aku bersama ayahku masuk menemui Mu’awiyah. Dan sudah menjadi kebiasaan ayahku untuk menemui Mu’awiyah dan berbincang-bincang, lalu kemudian sepulangnya ia bercerita kepada kami keunggulan akal dan pandangan-pandangan Mu’awiyah. Lalu pada suatu malam ayahku pulang dan ia menahan diri dari makan malamnya, aku menyaksikannya terlihat sedih. Aku menunggunya. Aku mengira mungkin kesedihannya karena ada kesalahan dari kami. Lalu aku berkata, “Wahai ayah! Mengapakah gerangan aku menyaksikanmu bersedih sepanjang malam ini? Ayahku menjawab,‘Hai anakku! Aku baru saja menemui seorang yang paling kafir dan paling busuk!” Aku bertanya, ‘Apa itu?’ ia berkata, “Aku berkata kepada Mu’awiyah di saat aku duduk berduaan dengannya, ‘Wahai Amirul Mukminin! Sesungguhnya usiamu telah lanjut, andai saja engkau mau menampakkan keadilan dan kamu berikan kebaikan. Andai engkau memperhatikan nasib kerabat dekatmu sendiri dari keluarga bani Hasyim, coba engkau sambung tali rahim mereka. Demi Allah, tidak ada lagi yang perlu engkau takutkan dari mereka. Jika engkau lakukan hal itu pasti  akan membuat nama harum-mu menjadi abadi dan pahala juga akan diberikan untukmu. Maka ia menjawab, TIDAK! TIDAK! Sebutan apa yang aku harap dapat abadi! Saudara dari suku Taim (Khalifah Abu Bakar maksudnya_pen) berkuasa lalu ia berbuat baik, lalu apa? Ia mati dan sebutannya pun juga terkubur bersamanya! Orang-orang hanya menyebut-nyebut, ‘Abu Bakar! Abu Bakar! Begitu juga saudara suku Adi (Khalifah Umar maksudnya_pen) berkuasa, lalu ia bersungguh-sungguh dalam berbuat baik, kemudian ia mati, maka terkuburlah sebutannya. Orang-orang hanya menyebut-nyebut, Umar! Umar!

Sedangkan anaknya Abu Kabsyah namanya dijeritkan setiap hari lima kali  “Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul/utusan Allah! Perbuataan dan nama harum apa yang akan abadi! Celakalah engkau! Tidak! sehingga nama orang itu (Nabi Muhammad saw maksudnya_pen) dikubur sedalam-dalamnya/dafnan-dafnan!”[1]

Abu Salafy:

Inilah Mu’awiyah seperti diperkenalkan oleh orang kepercayaannya yang sangat dekat! Inilah hakikat Mu’awiyah yang dibanggakan oleh Ustadz Firanda dan para pemuja kemunafikan lainnya!

Bukankah Mughirah bin Syu’bah itu adaalah Salaf Shaleh kebanggaan kaum Salafi Wahhâbi!

Bukankah Mughirah bin Syu’bah itu teman dekat Mu’awiyah dan sekutu dalam berbagai kejahatan  politiknya?

Bukankah sudah barang pasti Mughirah lebih mengenal Mu’awiyah dibanding Anda yang hanya mengandalkan hadis-hadis palsu untuk menyanjungnya?! Mengagungkannya! Menjadikannya seorang Mujtahid! Seorang Mujahid! Seorang sahabat dekat Nabi saw.! Seoranf Penulis wahyu suci! Seorang yang mendapatkan sederetan doa Nabi saw.! seorang Khalifah agung!

Jika kalian wahai para Salafi Wahhâbi tidak doyan dengan sajian saya berupa pernyataan sikap para sahabat mulia seperti Sayyidina Ali, Sayyidina Ammâr dkk. Maka tentunya kalian pasti diyan dengan pernyataan kolega Mu’awiyah sendiri yang memang selama ini menjadi profesi kalian untuk membela mereka! Dan karena saya telah kenali mentalitas dan kejiwaan kalian serta kecintaan kalian yang mendalam kepada pohon terkutuk; bani Uamyyah dan antek-anteknya, maka saya pun terpaksa menyajikan kesaksian Mughîrah bin Syu’bah.. mudah-mudahan kalian dapat menemukan dan tunduk kepada kebenaran melalui kesaksiannya! Amin.

(Bersambung Insya Allah)


[1] Zubair bin Bakkâr; Al Akhbâr al Muwaffaqiyyât:576-577, al Ms’ûdi; Murûj adz Dzahab;,4/41 dan Muhammad bin Aqil; an Nashâih al Kâfiyah:93.

9 Tanggapan

  1. Ajiiib! makni jelas kemunafikannya muawiyah… pas!
    apa masih juga kalian hai salfiyin menutup mata pikiranmu dari bukti buukti yang dibongkar pak abu di sini????
    Ustadz kalian aja bungkam kam!!
    teruskan perjuangan antum ya ustadz Abu!!! kami Ahlusunnah di belakangmu!!! kami semua pecinta imam Ali -karramallahu wajhahu- dan membenci musuh musuhnya!!!!
    Allahu Akbar kharibat Khaibar… Allah Maha besar.. hancurlah benteng khaibar.. hancurlah bentek wahabi…
    tunggu aja sebentar lagi raja kalian mamti dan pasti wahabi kocar kacir… ditinggal mati imamnya!!!

  2. bukannya bungkam…tapi orang sedodoh abu salafy dan salafy tobat tidak pantas dihormati dengan membantahnya…..cukuplah di diamkan saja ,,,insya allah abu salafy mati sendiri

    Abu Salafy:

    Ajiib! Lalu mengapa kalian Wahhabi kebakaran jengot kalian dengan blog abusalafy?!
    Lalu mengapa kamu masih saja memantau dan berkomentar walaupun tidak berbobot!

    • Kalau ustadz kamu dha’if hujjhnya ya ngaku aja!
      Semua juga bisa merasakan betapa hujjah kang abu salafy sangat kuat dan kokoh.
      Jadi si Firanda kuwalahan dan binggung gimana jawabnya.

  3. luvi ente ini gimana sih… sudah jelas ustadz kamu bungkam kok masih ngelak… bagaimana orang yang ngebelain si munafik muawiyah kok terhormat.. ya pasti terlaknat!!!!

  4. banyak orang wahaby bersetandar ganda..! .kalau tokoh pujaan di singgung mereka mati matian belain. tapi kalo sayyidina Ali di hujat nyantai nyantai aja gak sekeras membela tokoh pujaannya. itulah setandar ganda gaya wahaby. kayak dajjal amerika aja..!

  5. bener sekali mas kata kata sampean…. wahabi tidak jujur

  6. bung abu salafy, bagaimana kalau energi dalam mencari aib muawiyah kita pindahkan saja untuk menghadapi kasus lain yang menimpa umat islam.. demikian juga kepada bung firanda.. energi kita habiskan untuk beramar makruf nahi munkar.. semoga dengan kita tidak mencari-cari aib orang lain, allah akan menutupi aib kita di akhirat, dan semoga kita digolongkan sebagai orang shaleh… terima kasih..

  7. Pak abu, mughirah bin syu’bah itu tidak pantas disebut salaf sholeh…. mungkin judulnya digantinya saja! Kecuali jika maksudnya hanya untuk membungkam mulut wahabiyyun!

  8. Akhuna fahmi sepertinya belum mampu menangkap inti permasalahan… ini bukan soal bongkar atau menutupi aib orang!!! Ini masalah serius umat! Di sini ajang mar bil ma’ruf dan nahi munkar yang sebenarnya… sbb si Muawiyah anak pok hindun yang doyan pelacurkan diri dgn sembarang lelaki hidung belang sampai yang hidung blontang itu telah benar2 merasuki dan merusak akal pikiran umat Islam dan menjungkir balikkan banyak ajaran Rasulullah saw. Kalau kejahatan ini tidak dibongkar, maka selamanya kita tidak bakal memahami apa sebenarnya penyebab kehancuran umat ini!!!
    Jafi tolong jangan sok suci deehk!!
    Ini adalah ajaran Al Quran bung! Dan ini juga tujuan diturunkannya Al Quran…seperti kata Al Quran sendiri bahwa dia diturunkan Allah agar ia menjelaskan jalan para mijrimin, wa liyastabina sabiilul mujrimiin!!
    Jadi jalannya kaum jahat harus dibongkar supaya kita itu mengenali jalan yang mustaqim dan mana yang menyimpang!!
    Kenali kebenaran dengan cara mengenali yang memeranginya dan menyimpangkannya dari tujuan dan jalur aslinya.
    Muawiyah yang paling bertanggung jawab atas sdmua penyimpangan terhadap agama Islam. Kamukaget dengan pernyataan saya?! Itu karena kamu tidak mau tau ttg si muawiyah, makanya jangan bergesah-gesah menvonis!!
    Salam cerdas!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s