Kaum Wahabi adalah pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab (pendiri sekte Wahabiyah, “agama” resmi Kerajaan Arab Saudi). Semangat membara-bara yang selalu mendorong para penganut sekte ini adalah memurnikan konsep Tauhid dari syirik dengan segala bentuknya dan memberantas tuntas bid’ah dan khurafat (TBC), di antaranya adalah tahlilan dan keyakinan bid’ah bahwa bacaan tahlilan (yang biasa dipraktikan warga NU) adalah termasuk praktik-praktik bid’ah yang harus diberantas! Karenanya ia sangat menarik bagi kaum awam yang tulus dan memiliki semangat keislaman dan amr ma’ruf nahi munkar tinggi tapi dangkal pemahaman agamanya! Maaf lho, itu kenyataan.
Tapi aneh bin ajaibnya imam mereka sendiri tidak seperti itu. Bacaan Al Qur’an dan dzikir itu akan sampai pahalanya kepada seorang mayyit apabila kita hadiahkan untuknya. Paling tidak itu yang Anda akan fahami ketika membaca buku beliau Ahkâm Tamanni al Mawta:75. Di antara ia menyebutkan beberapa hadis yang menegaskan hal itu, ia berkata:
Thabarani meriwayatkan dari Ibnu ‘Amr dari Nabi saw.: “Jika seorang dari kamu bersedekah sunnah hendaknya ia menjadikan pahalanya untuk kedua orang tuanya, maka bagi keduanya pahala sedekah itu dengan tanpa mengurangi pahala pensedekahnya sedikitpun.” Dailami meriwayatkan hadis serupa dari Mu’awiyah bin Hîdah. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dari Abu ja’far bahwa Hasan dan Husain sering memerdekakan budak atas nama ayah mereka setelah kematiannya. Ia juga meriwayatkan dari Hajjaj bin Dinar dari Nabi saw.: ”Sesungguhnya kebajikan di atas kebajikan adalah engkau shalat untuk kedua orang tua kamu di samping shalat kamu dan berpuasa untuk mereka di samping puasa kamu dan bersedakah (pahalanya) untuk kedua orang tua kamu disamping sedekah kamu.”
Az Zanjâni meriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi saw.: “Barang siapa masuk kuburan kemudian membaca surah Al Fatihah, Qul Huwallahu Ahad dan Al Hâkumut takâtsur, lalu ia mengatakan, ‘Aku jadikan pahala firman-Mu yang aku baca untuk penghuni kuburan ini dari kalangan kamu mukmin dan mukminat maka mereka kelak akan menjadi para pemberi syaf’at baginya kepada Allah -ta’ala-.”
Dan lebih dari itu, Pendiri sekte Wahabi ini mengatakan bahwa bacaan itu akan bermanfa’at bagi orang-orang mati yang kita hadiahi pahala bacaan itu. Ia meriwayatkan dari Abdul Aziz muridnya Al Khalâl (Salah seorang tokoh seniaor mazhab Hanbali, nama lengkapnya Ahmad bin Muhammad bin Harun al Khalâl, wafat tahun 311H dan dikebumikan tepat di posisi kaki Ahmad untuk mencari keberkahan) dari Anas dari Nabi saw.: “Barangsiapa masuk ke area kuburan lalu membaca surah Yasin maka Alah akan meringankan siksaan atas penguni kuburan itu dan baginya (si pembaca) pahala kebaikan sejumlah orang mati yang dikubur di dalamnya.”
Jadi ndak salah lho kalau warga NU sering menziarai kuburan sanak keluarga atau teman-temannya demi mencari pahala, mendapat para pemberi syafa’at dan guna meringankan siksa bagi penghuni kuburan itu.
Kalaupun kaum Wahabi tidak mau ziarah kubur kerabat mereka, ya mungkin karena mereka yakin bahwa kerabat mereka sudah “gagah perkasa” di alam barzakh sehingga tidak butuh lagi pertolongan dan bantuan kiriman pahala dari orang-orang hidup atau karena mereka “Pelit bin Kikir” tidak mau membantu keluarganya atau teman-temannya yang membutuhkan bantuan kiriman pahala atau karena mereka tidak butuh kepada para pemberi syafa’at di alam akhirat, sebab mereka telah merasa mempunyai karcis masuk surga tanpa bantuan apapun kecauli amal perbuatan mereka sendiri ketika hidup di dunia! Gimana ndak dijamin masuk surga! Kan surga hanya milik kaum Wahabi….? Selain mereka minggir duluu!!!! Kaum musyrikin tidak boleh dekat-dekat surga kami… mingir!! mingir!! mingir!! mingir!! mingir!! Ibnu Taimiah mau masuk surga…. Ibnu Wahhab masuk surga… Ben Baz mau kenalan sama Bidadari… Utsaimin mau bermesraan dengan Wildân (pelayan surga).
DIarsipkan di bawah: Aqidah, Fatwa Pensesatan, Manhaj
Buat Pengunjung blog kami yang ingin menulis huruf arab anda bisa memanfa'atkan "Keyboard Arab Online" silahkan pilih mana yang cocok,


Assalamu’alaykum,
Mas Admin,
1. Berulang-ulang mas mencap kaum tertentu (benang merah tulisan mas) dengan sebutan “kaum wahhabi”, apa dasarnya mas mencap dengan nama itu?
2. Lalu kalau menurut pemahaman mas sendiri, Islam yang benar dan lurus itu seperti apa?
3. Kemudian, bagaimana adab seorang muslim yang benar terhadap kubur, menurut pemahaman yang mas yakini benar? mengacu pada apa? sebutkan pula dalil-dalil dan pemahaman para ulama ttg hal tsb yang mas ikuti.
Jadi pertanyaan saya cukup 3 saja. Sekiranya mau menjawab dengan lugas, jelas dan lengkap, saya akan sangat berterimakasih.
Saya tunggu jawabannya ASAP, tapi DETAIL.
______________________
Abu Salafy menjawab:
Mas Abuhandzalah.
kamu sepertinya keberatan dengan tempelan cap kaum Wahhabi? Mengapa kamu jadi risih ya? Itu kan sekedar menujukkan identitas, seperti Syafi’i, hanbali, maliki dll. Kalau ada yang malu karena ternyata kamu ini sering membuat malu dalam fatwa-fatwa imam-imamnya, itu sih wajar aja.
Islam yang lurus itu adalah yang tidak merasa benar senidiri dan terus ngafirkan semua yang berbeda dengannya!
anda berkata: “bagaimana adab seorang muslim yang benar terhadap kubur, menurut pemahaman yang mas yakini benar? mengacu pada apa? sebutkan pula dalil-dalil dan pemahaman para ulama ttg hal tsb yang mas ikuti.” saya sarankan anda membaca buku-buku ulama Ahlusunnah bukan buku-buku sekte Wahhabi. di blog ini pernah dimuat sedikit tentangnya, baca aja.
Dan kamu mas kalau mau bantah ya pakai dalil dong! Jangan asal nulis, nyuruh kami berdalil tapi kamu sendiri tidak berdalil. Jadi kerahkan kemapuan kamu dan ustadz-ustadz kamu untuk menaggapi tulisan-tulisan berbobot kami di blog ini, kami tunggu!
ass. apa benar wahabi itu udah sesat janga ambil kesimpulan dulu hati – hati lah saya suka ada media speerti ini tapi jika smakin menjadi masalah maka saya yakin media ini akan tidak diridhol Allah Swt.
_____________________
Abu Salafy menjawab:
salam,
Dimana kesimpulan wahabi sesat? kalo wahabi yang mensesatkan dan mengkafirkan umat Islam selain wahabi, itu bukan hal yang asing alias sudah dikenal umum!
Syaikh menjelaskan hadist dhoif tentang ziarah kubur, lantas dijadikan hujjah pemuja kubur bahwa Syaikh mendukung mereka. Tidak sama sekali.
__________________
Abu Salafy menjawab:
Gus tolong bawakan teks lengkapnya biar bisa dibaca bersama di sini.
dari Anas dari Nabi saw.: “Barangsiapa masuk ke area kuburan lalu membaca surah Yasin maka Alah akan meringankan siksaan atas penguni kuburan itu dan baginya (si pembaca) pahala kebaikan sejumlah orang mati yang dikubur di dalamnya.”
Jadi ndak salah lho kalau warga NU sering menziarai kuburan sanak keluarga atau teman-temannya demi mencari pahala??
**************************************
|
|
V
Hadits Dhoif. dasar gak berilmu, hadits dijadikan hujjah.. betapa banyak orang yang tertipu dengan hadits ini… kasihan ummat islam dibodoh2i oleh pak yayi..Innalillah…
__________________
Abu Salafy menjawab:
Gus Dolla…
Apa anda bisa buktikan kalau itu hadis dhaif?
Jangan-jangan ente sedang dibodohi Pak Jenggot Salafy yang mengatakan ini hadis dhaif!!
mas abu “sala” “fikir” mas saya mau tanya, dalam kitab apa Syaikh Islam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Rohimahulloh, menisbahkan dirinya sebagai wahhabi???????
kalo mas orang yang intelek dan kaya akan kitab rujukan, kasih tau dong kitabnnya?????
___________________________
Abu salafy menjawab:
salam
mas abu, julukan “wahabi” itu nisbah kepada ibnu abdul wahab, sama seperti kita menyebut pengikut imam syafi’i dengan syafi’iyyin/syafi’iyyun, Imam malik dengan malikiyyin, hanafiyyin dll juga kalangan anda sesama salafy/wahabi yang lagi berseteruh menjuluki lawannya dengan turothiyyin/turotthiyyun, quthubiyyin/quthubiyyun, hizbiyyin/hizbiyyun dll
kenapa sih sampean nggak senang disebut wahabi? harusnya bangga dong, itu kan imam panutan kamu?
Dan perlu anda ketahui bahwa salafy tidaklah TAKLID BUTA seperti anda2 taklid sama pak yayi…
Kalau anda MERASA BENAR dan MAU JUJUR, coba tuliskan teks aslinya hadits tersebut serta rawi2nya… maka akan kelihatan dimana dhoifnya serta MUNGKARnya tulisan2 kalian…
astaghfirullah!!!!
berpegang teguhlah kalian pada agama allah, dan janganlah kalian bercerai berai, sebaiknya dalam masalah ini kita merujuk langsung pada quran dan sunnah.!!! dan jika kebenaran itu datang dari quran dan sunnah haram kita untuk membantah dengan mengatasnamakan pendapat imam-imam,,”hai orang-orang yg beriman taatilah allah dan rasul,dan ulil amri,dan jika kalian berselisih kembalikanlah kepada kitabullah(alquran)dan sunnah rasul itu lebih baik bagi kalian jika kalian beriman kepada hari akhir”(an-nisa’59) barakallahu fikkum
Abu Salafy menjawab:
Gus Dolla…
Apa anda bisa buktikan kalau itu hadis dhaif?
Jangan-jangan ente sedang dibodohi Pak Jenggot Salafy yang mengatakan ini hadis dhaif!!
**************************************
|
|
v
Kalau anda MERASA BENAR dan MAU JUJUR, coba tuliskan teks aslinya hadits tersebut serta rawi2nya… maka akan kelihatan dimana dhoifnya serta MUNGKARnya tulisan2 kalian…
____________________
Abu Salafy:
Gus Dolla, kami minta anda membuktikan omongan kamu yang mengtakan hadis itu dhai’f, eh maLah berbelit. kan kamu yang bilang dha’if, ya buktikan dong di sini!
kami tunggu lho Gus!
abu fajr Berkata:
…
”hai orang-orang yg beriman taatilah allah dan rasul,dan ulil amri,dan jika kalian berselisih kembalikanlah kepada kitabullah(alquran)dan sunnah rasul itu lebih baik bagi kalian jika kalian beriman kepada hari akhir”(an-nisa’59)
*************************************
|
|
v
saya setuju…..
bukan begitu mas, kan namanya syaikh itu Muhammad bukan Abdul wahhab kenapa gak dinamakan muhammadi, dan imam panutan saya itu adalah seluruh imam kaum muslimin dari Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam, para shahabat rodhiyallohu ‘anhum, tabi’in, tabi’ut tabi’in rohimahumulloh, dan seluruh ulama yang mengikuti mereka dengan baik, itu imam kami. terus imam sampean sapa?
Abu Salafy:
Gus Dolla, kami minta anda membuktikan omongan kamu yang mengtakan hadis itu dhai’f, eh marah berbelit. kan kamu yang bilang dha’if, ya buktikan dong di sini!
kami tunggu lho Gus.
**************************************
|
|
V
Ia meriwayatkan dari Abdul Aziz muridnya Al Khalâl ((TERPUTUS SANATNYA)) dari Anas dari Nabi saw.: “Barangsiapa masuk ke area kuburan lalu membaca surah Yasin maka Alah akan meringankan siksaan atas penguni kuburan itu dan baginya (si pembaca) pahala kebaikan sejumlah orang mati yang dikubur di dalamnya.”
Sanadnya terputus, Al Khalâl tidak pernah bertemu dengan Anas.
Dari segi matan juga ada kerusakan. Hadits yang dijadikan Hujjah untuk menetapkan adanya bacaan disisi kubur, sbb :
“Barang siapa yang lewat di pekuburan lalu ia membaca Qul huwallahu Ahad sebelas kali, kemudian ia hadiahkan pahalanya untuk mayit-mayit disana, maka ia diberi pahala sebanyak jumlah mayit-mayit itu”.
Ini adalah hadits palsu yang diriwayatkan oleh Muhammad Al-Khalal di dalam “Al-Qira’ah ‘Alal kubri” (201/2) dan Ad-Dailami dari naskah Abdullah bin Ahmad bin ‘Amir dari bapaknya dari Ali Ar-Ridha dari bapak-bapaknya. Ini adalah naskah yang palsu dan bathil yang tidak terlepas dari pemalsuan oleh Abdullah bin Ahmad ini atau pemalsuan bapaknya, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Dzahabi di dalam “Al-Mizan” dan diikuti oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar di dalam “Al-Lisan” kemudian As-Suyuti di dalam “Dzailul Ahadits Al-Maudhu’ah” dan beliau menyebutkan hadits ini dari Abdullah Bin Ahmad. Diikuti pula oleh Ibnu ‘Arraq di dalam “Tanzihusy Syari’ah Al-Ma’rufah ‘anil Ahadits Asy-Syani’ah wal maudhu’ah”.
Demikian Bapak ADMIN.
abdulloh25@gmail.com
————————————–
-Abu Salafy-:
Salam Gus….
tadinya saya mau ganti sapaan saya kepada anda dengan al muhaddis al khafidz bukan Gus Dolla lagi, sebab kamu mulai ketihatan pintar ilmu hadis… tapi saya wurungkan niatan itu sebab ternyata kamu tidak lebih dari MUHADDIS DADAKAN….
masak iya, membuktikan kelemahan hadis al Khalal dengan mengatakan Sanadnya terputus, Al Khalâl tidak pernah bertemu dengan Anas., lah memangnya yang mengatakan al Khalal pernah bertemu dengan anas itu siapa, gus?
Penulis kitab biasanya menyebut hadis dari riwayat bukhari, misalnya dengan mengatakan: Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’an bahwa Nabi saw. bersabda begini atau begitu… semua yang membaca redaksi seperti itu mengerti bahwa hadis itu bersambung sanadnya dalam kitab aslinya… tapi kalau ada MUHADDIS DADAKAN datang kemudian mengatakan hadis itu lemah, sanadnya terputus, sebab Imam Bukhari tidak pernah berjumpa dengan Abu Hurairah, maka omongan itu dianggap DAGELAN YANG NDAK LUCU!
Gus, bisa buktikan omongan kamu bahwa Dari segi matan juga ada kerusakan?!
sudahkah anda komfirmasi dalil-dalil adz Dzahabi itu?!
Gus, inti masalahnya adalah sampai atau tidaknya pahala bacaan/amalan yang dilakukan orang hidup dengan niatan pahalanya dihadiahkan kepada mayyit… itu intinya. tentang masalah itu telah banyak hadis sahih yang menegaskan bahwa pahala kiriman itu akan sampai… Ibnu Qayyim (penggeda kami) telah menegsakan bahwa pahala itu akan sampai, ia membawakan banyak bukti. Baca aja masalah ke 16 dalam kitab ar Ruhnya Ibnu Qayyim… saya akan akhiri komentar ini dengan mengutip kata-kata Ibnu Qayyim, setelah membawakan banyak hadis: INI ADALAH NASH-NASH YANG BANYAK SALING MENDUKUNG ATAS SAMPAINYA PAHALA AMALAN-AMALAN KEPADA MAYYIT JIKA DILAKUKAN OLEH ORANG HIDUP (Ar Ruh:38)
Abu ‘Abdirrohman Berkata:
Agustus 24th, 2007 pada 1:35 pm
bukan begitu mas, kan namanya syaikh itu Muhammad bukan Abdul wahhab kenapa gak dinamakan muhammadi
*************************************
|
|
V
100% BENAR……. MUHAMMAD namanya bukan Abdul Wahhab, betul2 ya kalau orang sudah ada rasa dengki dihatinya… sesuatu yang BENAR BISA JADI SALAH. Persoalan2 kecil begini saja sudah salah, apatah lagi persoalan BESAR..
Abu Salafy:
Kenapa sih kamu-kamu Salafy malu disebut Wahabi? kalau soal namanya Muhammad kenapa kok dinisbahkan jadi Wahhabi, itu kamu tanya aja ke santri ibtida’iyah yang pandai ilmu sharaf, nanti kamu diberi tau.
ORANG PADA BICARA SOAL BACAAN AL QUR’AN UNTUK MAYYIT ?
JUMHUR ULAMA BERPENDAPAT TIDAK SAMPAINYA PAHALA BUAT SI MAYYIT Dan ini adalah pendapat Al Imam Asy-Syafi’i rahimahullah (RUJUKAN NU SENDIRI) dan beliau berdalil dengan firman Allah Ta’ala, “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (Qs. An-Najm (39);53). Dan juga hadist yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya dari hadist Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda, “Apabila anak adam meninggal dunia terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara; sedekah jariyah, atau anak yang shalih yang mendoakannya, atau ilmu yang bermanfaat”. Mengaku pengikut Al Imam Asy-Syafi’i, tapi tidak mengetahui pendapat beliau, ANEH YAH?
Abu Salafy:
Kamu perlu tau apa ulasan ulama mazhab Syafi’i tentang fatwa Imam Syafi’i itu. Tentang ayat dan hadis yang kamu bawa kamu perlu pahami maknanya… jangan malu-maluin santri NU yunior.Hadis itu justru bukti kuat sampainya pahala dari orang hidup kepada orang yang sudsah mati alias mayyit.
Abu Salafy:
MUHADDIS DADAKAN…. masak iya, membuktikan kelemahan hadis al Khlal dengan mengatakan Sanadnya terputus, Al Khalâl tidak pernah bertemu dengan Anas
**************************************
|
|
V
hahahahha…
Jadi mohon penjelasannya mas tentang ke shahihan hadits tersebut, sayakan bilang dhaif, trus mas berpendapat Shahihkan??
Nah tolong buktikan ya masss… keshahihannya saya pengen tau tuh kehebatan2 anda tentang hadits. (kan ada tuh bukti2 anda yang menunjukkan lebih hebat dari Syaikh Albani)
————————————–
Abu Salafy:
tentang masalah itru telah banyak hadis sahih yang menegaskan bahwa pahala kiriman itu akan sampai… Ibnu Qayyim (penggeda kami) telah menegsakan bahwa pahala itu akan sampai, ia membawakan banyak bukt. Baca aja masal;ah ke 16 dalam kitab ar Ruhnya Ibnu Qayyim… saya akan akhiri komentar ini dengan mengutip kata-kata Ibnu Qayyim, setelah membawakan banyak hadis: INI ADALAH NASH-NASH YANG BANYAK SALING MENDUKUNG ATAS SAMPAINYA PAHALA AMALAN-AMALAN KEPADA MAYYIT JIKA DILAKUKAN OLEH ORANG HIDUP (Ar Ruh:38
|
|
V
Sesungguhnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah mengatakan di dalam “Al-Ikhtiyatatul ‘Ilmiyah” hal 53 :
“Bukan merupakan kebiasaan para salaf apabila mereka melakukan shalat sunnah atau puasa sunnah atau haji sunnah atau mereka membaca Al-Quran kemudian menghadiahkan pahala amalan2 itu kepada orang2 yang sudah mati dari kalangan kaum muslimin. Maka tidak sepantasnya kita menyelisihi jalan para salaf, karena jalan merekalah yang paling utama dan paling sempurna”.
Ada juga perkataan2 lain di dalam masalah ini, yang menyelisihi (mayit bisa mendapat manfaat dari semua jenis ibadah orang lain) apa yang baru saja beliau sebutkan dari para salaf. Pendapat ini diadopsi oleh Ibnu Qayyim dan dibelanya di dalam kitab “Ar-Ruh”, dengan menggunakan kias yang tidak bisa tegak.
Sungguh perkataan Ibnu Qayyim ini telah memberikan angin segarrrrr kepada para ahli Bid’ah, sehingga mereka mengambil perkataan ini sebagai SENJATA untuk memerangi As-Sunnah. Mereka berhujjah dengan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya ini untuk menyerang para pembela sunnah dan para pengikutnya. “PARA AHLI BID’AH ITU TIDAK TAHU ATAU PURA-PURA TIDAK TAHU BAHWA PARA PEMBELA SUNNAH TIDAK AKAN BERTAQLID DI DALAM AGAMA ALLAH INI KEPADA SESEORANG, SEPERTI APA YANG MEREKA LAKUKAN”.
Jadi sungguh benarlah Firman Allah :
“Dan bahwasanya seorang manusia tiadalah memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (An-Najm: 39 )
Dan sanggahan2 yang lebih Ilmiyah yang kuat telah dibawakan oleh Muhammad Rasyid Ridha di dalam tafsir “Al-Manar” (8/254-270). MAKA SILAHKAN MERUJUK KESANA bagi siapa yang ingin membahas lebih luas tentang masalah ini (masalah besar ini).
Jadi kita TIDAK BOLEH TAQLID TERHADAP ULAMA, KALAU ULAMA TERSEBUT MENYELISIHI AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH.
Kan anda sendiri yang bilang jangan Taqlid buta……
Abdulloh25@gmail.com
————————————–
(Kamu perlu tau apa ulasan ulama mazhab Syafi’i tentang fatwa Imam Syafi’i itu.)……………………
Imam Syafi’i sendiri berpendapat begitu, namun datanglah orang-orang yang menyandarkan diri sebagai pengikut Imam Syafi’i (mazhab Syafi’i) merubah-rubah apa yang dimaukan/diinginkan Imam Syafi’i.
TEGAS Ayat Allah Ta’ala, “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (Qs. An-Najm (39);53).
Adapun amalan-amalan seperti :
1. Do’a seorang muslim untuk mayit.
2. Wali mayit yang mengqadha puasa nadzar si mayit.
3. Pelunasan hutang si mayit oleh walinya ataupun orang lain.
4. Amalan shalih yang dilakukan oleh anaknya yang shalih.
5. Shadaqah jariyah yang ditinggalkan setelah kematiannya.
Hal-hal diatas telah ada tuntunannya dari Rasulullah dan merupakan pengkhususan terhadap ayat (Qs. An-Najm (39);53)
Lanjut dari itu,
Mereka mengutamakan membacakan Al Qur’an terhadap si mayit. Kaum muslimin telah mengambil ajaran Islam melalui taklid, “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar” (Qs. Al Baqarah; 111).
Mana (riwayat yang menerangkan kalau) Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu membacakan Al Qur’an untuk Fathimah Radhiyallahu ‘Anha disaat Fathimah Radhiyallahu ‘Anha wafat, mana (riwayat) tersebut dengan sanad yang shahih?! Mana (riwayat) anak-anaknya Abu Bakar (pernah) membacakan Al Qur’an kepada Abu Bakar As-Shiddiq?!
Bukalah hati kalian wahai yang mengaku mazhab Syafi’i lihatlah dalil-dalil jangan taqlid terhadap ulama mazhab ini. Bela yang benar, jangan membela yang salah!!!!
MAAF TURUT BERBICARA SOAL DHAIF / SHAHIH HADITS YANG ANDA TULIS DIATAS
LIHAT LAGI TULISAN ANDA SBB:
1. meriwayatkan dari Abdul Aziz muridnya Al Khalâl (Salah seorang tokoh seniaor mazhab Hanbali, nama lengkapnya Ahmad bin Muhammad bin Harun al Khalâl, wafat tahun 311H dan dikebumikan tepat di posisi kaki Ahmad untuk mencari keberkahan) dari Anas dari Nabi saw.: “Barangsiapa masuk ke area kuburan lalu membaca surah Yasin maka Alah akan meringankan siksaan atas penguni kuburan itu dan baginya (si pembaca) pahala kebaikan sejumlah orang mati yang dikubur di dalamnya.”
LALU TULISAN ANDA BERIKUTNYA SBB :
2. Penulis kitab biasanya menyebut hadis dari riwayat bukhari, mislnya dengan mengatakan: Imam Bukhjari meriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’anbahwa Nabi saw. bersabda begini atau begitu… semua yang membaca redaksi seperti mengerti bahwa hadis itu bersambung sanadnya dalam kitab aslinya…
COBA LEBIH JELI LAGI MENELITI HADITS MUNGKAR TERSEBUT.
SEPERTI YANG DISAMPAIKAN ABU SALAFY BAHWA SEBAGAI CONTOH :
“Imam Bukhjari meriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’anbahwa Nabi saw. bersabda begini atau begitu…”
NAH SEKARANG KITA LIAT HADITS TERSEBUT SBB:
“meriwayatkan dari Abdul Aziz muridnya Al Khalâl (CUT) dari Anas dari Nabi saw.: “Barangsiapa…. ”
BUKA MATA LEBAR-LEBAR YANG DISEBUTKAN ADALAH ‘Abdul Aziz muridnya Al Khalâl’ SAYA TIDAK MELIHAT DIA DIANTARA SEDERET PERIWAYAT-PERIWAYAT HADITS SEPERTI : ABU DAWUD, IMAM BUKHARI, IMAM MUSLIM, DAN SELAINNYA.
JANGAN-JANGAN INI HANYA PERKATAAN Abdul Aziz muridnya Al Khalâl SAJA ATAU KARANGAN-KARANGAN ABU SALAFY SAJA LALU DIKATAKAN HADITS, SHAHIH LAGI.
TERAKHIR….
Al Baqarah: 111 (Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar)
saya akan akhiri komentar ini dengan mengutip kata-kata Ibnu Qayyim, setelah membawakan banyak hadis: INI ADALAH NASH-NASH YANG BANYAK SALING MENDUKUNG ATAS SAMPAINYA PAHALA AMALAN-AMALAN KEPADA MAYYIT JIKA DILAKUKAN OLEH ORANG HIDUP (Ar Ruh:38
**************************************
|
|
V
Postingan saya mana? kok dah gak muncul2 lagi? gw belum pergi kok sebelum lihat ke jujuranmu akan menampilkan semua postingan yang masuk.
Abdulloh25@gmail.com
http://bidah.wordpress.com
moga ja abu salafi juga tidak sesat
kalian mencaci kami karena kami memelihara jenggot, sementera kalian memelihara kumis,kalian mencaci kami dengan memendekkan celana diatas mata kaki,sementara kalian selalu isbal,kalian mencaci kami karena kami gak modern karena gak mau nonton tv,sementara kalian habis shalat isya nonton sinetron,kalian mencaci kami karena karena semua itu haaaaaaaa???
___________
-Abu Salafy-
Salafy sejati tidak main tebak menebak pekerjaan orang. kami memang tidak mengulur jenggot seperti kaum Salafy, tapi kami merapikan jenggot biar ndak seperti alang-alang yang ndak terurus. Kami pakai celaka rapi sesuai ajaran Islam, tapi kami tidak meniru JOJON sebab kami tidak mau dibilang satu grup dengan para pelawak.
1. JIKA MEMANG INFO2 tentang salafi di blok ini benar, maka tolong abu salafy gencarkan, Anda berjuang melawan sesuatu yang besar
2. Jangan terpengaruh mereka yang mengatakan anda memecah belah. Sangat lain kasus mensikapi perbedaan dengan kaum wahaby dengan kelompok islam lainnya, kalau benar kelompok ini destruktif pada umat islam, apalagi jika benar bikin-bikinan
3. Lakukan usaha-usaha besar, tuntas, menyeluruh agar umat menyadari hal ini
4. Sekali lagi semua jika benar wahaby sesat atau ada kesesatannya.
5. Kalau wahaby sesat, kita (umat islam) sedang menghadapi masalah besar karena merekalah pemegang otoritas warisan dan yang menjadi citra “pengusa islam”. Ini benar-benar dilema, harus difikirkan.
apakah sunan ampel juga seorang NU?
apakah sunan ampel juga seorang NU? apakah beliu juga tahlilan?
kalo ya apa buktinya?
Wahhabiy menurut saya adalah suatu sekte yang mengikuti Muhammad bin Abdul Wahhab. Rela atau tidak mereka menerima cap itu , adalah urusan mereka.
Nampaknya Jamil Zinoo bingung ketika mendengar cemooh terhadap Wahhaby yang mengclaim Pemilik Sorga (yang benaer sorga-sorgaan lho. ) Untuk lebih tahu ttg Wahhaby silakan buka dan baca buku-bukunya, kata zeno, tuduhan wahhaby adalah dari orang yang membenci Muhammad bin Abdul Wahhab. Seharusnya -tambah Zeno- disebut dengan Muhammady karena nama karim pendirinya adalah Muhammad, adapun Abdul Wahhab adalah nama ayahnya, oleh karena sebutan lengkapnya ” Muhammad Bin Abdul Wahhab”
Zeno mungkin lupa dengan kebiasaan orang arab, dalam penyandaran nisbi kadang-kadang mereka sandarkan kepada nama orangnya atau nama orang tuanya bahkan ada yang menyandarkan dengan kakeknya. Contoh Syafiiyyah, sebagai penyandaran nama orang yang mengikuti Muhammad bi Idris. Kata Syafi’ adalah nama dari kakek beliau. Jadi dak ada masalah menamai pengekor setia Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai “Wahhaby”.
Kalau mereka (orang-orang wahhaby- mengatakan : ” Kami tidak taklid kepada siapa saja tetapi kami mengikuti Quran dan Sunnah ” jelas ucapan itu bohong besar.
Orang-orang wahhaby sudah cuci otak, dalam ubun-ubunnya sudah di penuhi dengan dogma jahat yang dibuat oleh Muhammad bin Abdul Wahhab, siang malam mereka habiskan untuk membaca Kasyfu el Syubuhat, tsalatsatu Ushul, dan Fathul Majid. Isi kitab-kitab itu amat sangat tidak ilmiyah dan mau menang sendiri.
Maka mari yang masih berfikir sehat jangan mudah terpengaruh dengan pikiran Wahhaby, pikiran orang di claim sebagai pikiran Tuhan, Ngikuti pikiran wahhabi kemudian teriak-teriak ” Kami ngikuti quran dan Sunnah”.
Memang Muhammad bin Abdul wahhab mengunakan ayat quran dan hadits, kemudian dia menambah penafsiran , penafsiran itu kemudian dianggap Quran dan sunnah.
Benar-benar pemikiran yang simelekete….. !
kitab Ahkam Tamanni Al-Maut bukanlah kitab karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimi. dalilnya adalah:
1. kitab tersebut penuh dengan bid’ah dan syirik. hal ini sangat berbeda dengan kitab-kitab Syaikh yang lain.
2. kitab tersebut tidak tercatat/dikenal sebagai kitabnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimi. senadainya kitab tersebut benar karangan beliau, tentu saja hal ini disebutkan oleh para ulama penulis siroh beliau atau ulama yang memuji beliau seperti Ibnu Ghonnam, Imam Syaukani, Imam Ash-Shan’ani dan sebagainya.
3. kitab tersebut baru muncul belakangan ini. mata rantainya hilang antara zaman Syaikh Muhammad bin Abdul wahab dengan zaman sekarang. juga tidak ada komentar dari para ulama setelahnya, baik dalam bentuk tahqiq, syarah, mukhtashor maupun tahdzir.
4. kitab tersebut disusun berdasarkan sebuah potokopi yang tidak dapat dipastikan keasliannya, bukan manuskrip asli padahal syarat keaslian kitab adalah adanya manuskrip asli.
5. manuskrip asli kitab-kitab Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab diwariskan turun temurun kepada anak cucunya dan dijaga oleh pemerintah daulah Su’ud. disimpan dengan rapi dan aman di perpustakaan Unversitas Jami’ah Islamiyyah Madinah. jika perpustakaan ini tidak mengeluarkan manuskrip tersebut, apakah penyusun kitab tersebut telah mencurinya?
6. ada banyak ulama yang hidup sezaman dengan Syaikh yang juga bernama Muhammad bin Abdul Wahab. untuk mengidentifikasi, apakah kitab tersebut ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul wahab At-Tamimi atau yang lain, maka kita sinkronasikan dengan kitab-kitab lain beliau.
Kebenaran adalah milik Allah semata, jngn merasa benar
karena py hujjah untuk berdebat, bagi siapa yang merasa
paling benar disitulah letak kekurangan pada dirinnya, kerja
kan apa yang menjadi keyakinan amala2mu, kalau tidak se
paham jangan gerah, jangan merasa paling …..,ilmu2 kalian
belum seberapa dibanding para imam, para kayai.
syukron- pendapat netral
saya ingin tanya tentang tahlillan. : siapakah pendiri tahlillan tersebut? tolong surat ini dibalas lewat imail saya trims.
Aku ini sbagai rakyat kecil binguuuung,sebingung bingungnya booosaaaaaannnn,jk membaca dan mendengar pertengkaran diantara umat islam…….,aku malas,kecewa……..,knp Islam kok tidak bisa memeberikan pencerahan,kedamaian ….,didunia ini,dan apakah di acherat nanti juga tengkar di hadapan Tuhan hanya gara2 saling menyalahkan…,mbok iya bagi para pakar….sampaikan dakwa dg lembut,bijak…..,aku kok pusing dg orang orang ini,lebih baik mati saja…..ngga ribet……