Kebengisan Sikap dan Kekakuan Hati Kaum Salafi Wahhâbi !!

Kekakuan Hati Adalah Dosa Terakhir

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=440

.

Persembahan Buat “Para Mujahidîn” Berhati Batu!

.

Syeikh Hasan bin Fahrhân Al Maliki Mengeluhkan Kedunguan Dan Kekakuan Hati Ekstrimis Salafi Wahhâbi

Sebelum membaca artikel dibawah saksikan video kebrutalan  “mujahidin/mujahilin”  salafy wahhabi (al Qaedah) yang membantai dokter, perawat dan pasien di Rumah Sakit Yaman, dalam serangan bulan Desember 2013 yang lalu

.

.

hasan_FarhanDari pemandangan memilukan di rumah sakit Yaman dan meladakkan kepala-kepala kaum wanita dan bocah-bocah tak berdosa dengan pelor aku duduk merenung dalam kesendirian jiwaku. Aku bertanya-tanya: “Menagapa semua kekakuan hati dan kerendahan mental ini?” kemudian aku teringat bahwa dosa terakhir bani Israil (Yahudi) yang tidak diampuni Allah adalah KEKAKUAN HATI. Penyembahan kepada patung anak sapi sekali pun Allah ampuni mereka. Tetapi ketika hati-hati mereka menjadi kaku berakhirlah kesempatan diberi udzur… kita senantiasa butuh untuk selalu memperhatikan keselamatan hati kita dari kekakukan seperti itu. Ia adalah dosa terakhir bani Israil yang tidak diampuni oleh Allah. Dan di dalam Al Qur’an banyak ayat yang memperingatkan akan bahaya kekakuan hati. Hati ini yang apabila ia baik maka baiklah selurh jasad dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasad. Ekstrimisme Salafi sangat berpengalaman dalam urusan kekakuan jiwa, baik secara teori maupun praktik! Baca lebih lanjut

Ibnu Taimiyyah Dan Doktrin Ideologi Bengis Ekstrimis Salafi Wahabi (Bag: 3)

Ibnu Taimiyyah Adalah Ulama Penguasa Tiran!

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=640

.

Oleh Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky

(Syaikh Hasan bin Farhan  Al Maliki adalah ulama moderat Arab Saudi. Beliau seorang Pakar dan Ahli hadis, peneliti sejarah, dan  peduli HAM, beliau anti sektarian, ekstrimisme dan kekerasan, lebih-lebih atas nama agama, Anda bisa berinteraksi dengan beliau lewat halaman facebook dan Twitter-nya. juga bisa mendowload buku-bukunya lewat situs resminya http://almaliky.org/index.php atau mendengar ceramah-ceramahnya lewat halaman youtube-nya)

.

Persembahan Buat Salafi Wahhabi Taimi Takfiri

Penting!

hasan_FarhanSiapa yang membaca fatwa-fatwa Ibnu Taimiyyah –baik terkait dengan sekte Duruz atau Syi’ah atau Asy’ariyah- tau persis bahwa ia tidak melihat apapun di hadapannya kecuali raja-raja dan kerajaan!.. ketika saya membaca bagaimana Ibnu Taimiyyah “mengompori” sang Sultan saat itu untuk berbuat kejam terhadap kaum Syi’ah, saya tadinya mengira sang Sultan itu adalah seorang penguasa yang sangat adil! Tetapi kemudian terungkap olehku bahwa sang penguasa itu dalah seorang BOCAH KECIL yang sedang ditipu oleh Ibnu Taimiyyah. Nama penguasa itu adalah Sultan Nashir Qalâwûn. Ia berkuasa tahun 694 H. saat itu ia baru berusia SEMBILAN tahun! Ibnu Taimiyyah membesarkan namanya dan meniupkan sehingga terlihat hebat dan menyerupakannya dengan para KHALIFAH RASYIDIN! Semua pujian palsu yang berlebihan itu ia tiupkan demi jasanya yang telah melakukan PEMBANTAIAN BESAR-BESARAN di wilayah Kisrawân di Lebanon! Dan hingga kini masyarakat Syi’ah dan Kristen Lebanon masih merasakan dan mengenang pahitnya kekejaman itu! Baca lebih lanjut

Antara Logika Setan Dan Logika Al Qur’an Tentang Tema Sahabat

Persembahan Buat Ektrimis Salafi Wahhabi Takfiri

.

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=637

.

Oleh Syekh Hasan bin Farhan Al Maliki

.

hasan_FarhanAgar Jalan Para Penjahat Tidak Terbongkar. Karena Terbongkarnya Jalan Mereka adalah tujuan Al Qur’an, maka harus digagalkan!

Setan memang sangat lihai, ia membisikkan di telinga “KAUM DUNGU” dari kalangan penyembah Thulaqâ’[1] bahwa Rasulullah-lah yang harus bertanggung jawab atas kezaliman kaum zalim. Karena mereka adalah kaum dungu maka setan dengan mudahnya menelan mereka..

Setan berkata kepada mereka:

Bukankah Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan yang terbaik?

  • Ya, benar

Bukankah Allah yang menciptakan kaum Thulaqâ’?

  • Ya, benar.

Kemudian setan berkata kepada mereka:

Bukankah para nabi itu pasti berhasil?

  • Ya. Pasti!

Jika demikian, umat-umat para rasul tidak mendustakan mereka!

Dengan logika seperti ini setan mampu menjadikan kaum dungu itu secara terselubung menyengaja mendustakan Allah dan para Rasul demi membela Allah dan para Rasul dari tuduhan GAGAL yang dikhayalkan mereka itu! Dengan logika seperti itu setan telah menyusun untuk kaum dungu sederetan akidah dengan begitu mudah… Baca lebih lanjut

Mantan Pemikir Salafy: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliki Membongkar Kebohongan Dan Penipuan Ibnu Taimiyyah Atas Nama Rasulullah Saw.

Persembahan Buat Para Penyembah Ibnu Taimiyyah

.

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=642

.

Oleh Syekh Hasan bin Farhan Al Maliki

.

hasan_FarhanAntara kaum Salafi dan Hidayah Allah serta cahaya hanya dipisah oleh pengenalan siapa sejatinya Ibnu Taimiyyah itu. Bagaimana penipuan, kebohongan dan sikap ekstrimnya. Seorang Salafi yang mampu mengungkap semua itu berarti ia berada di awal jalan (hidayah). Adapaun pengekor Ibnu Taimiyyah yang tidak mampu mengungkap kenyataan itu maka ia tidak akan mampu melihat Islam sebagai Islam dan kemusyrikan sebagai kemusyrikan, tidak juga kemunafikan sebagai kemunafikan dan keimanan sebagai keimanan … !

Sekarang carilah contoh-contoh kebohongan dan dusta Ibnu Taimiyyah atas nama Rasulullah saw.! Dan perhatikan sejauh mana kesiapan para pengikutnya untuk menerima kebenaran! Lalu perhatikan sikap mereka  setelah saya nukilkan dalilnya dengan butki nyata! Baca lebih lanjut

Ibnu Taimiyyah Dan Doktrin Ideologi Bengis Ekstrimis Salafi Wahabi (Bag: 2)

Persembahan Buat Salafi Wahhabi Taimi Takfiri

.

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=639

.

Ibnu Taimiyah Memalsu Demi Mengkafirkan Kaum Muslimin!

.

hasan_FarhanIbnu Taimiyyah –seperti para Ekstrimis Salafi lainnya- gemar mencari-cari fatwa-fatwa miring yang penting di dalamnya ada poin pengkafiran kaum Muslimin. Adapun Al Qur’an yang suci mereka letakkan di belakang punggung mereka!

Harap dirujuk fatwa bagian pertama pada edisi sebelumnya

  • Fatwa Kedua:

Ibnu Taimiyyah berfatwa dalam Majmû’ Fatâwâ-nya,6/353:

“Barang siapa mengatakan bahwa ia Mukmin maka ia telah KAFIR! Dan barang siapa berkata bahwa ia di surga maka ia di NERAKA!” ucapan itu ia nisbatkan kepada Umar ra.

Ini adalah “kode rahasia” guna mengkafirkan kaum Muslimin, baik pengikutnya sendiri maupun selainnya. Karena semua mereka mengatakan kami adalah orang-orang Mukmin. Tetapi jika mereka (Pengekor Ibnu Taimiyyah) mengetahui fatwa ini, mereka segera mencarikan uzur dan alasan pembelaan dengan cara apapun!  Baca lebih lanjut

Ibnu Taimiyyah Dan Doktrin Ideologi Bengis Ekstrimis Salafi Wahabi (Bag: 1)

Persembahan Buat Salafi Wahhabi Taimi Takfiri

.

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=638

.

Oleh Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky

Pengantar

hasan_FarhanArtikel ini akan menyoroti dasar-dasar ideologis sikap bengis dan haus darah yang ditampakkan kaum Salafi Wahabi di sepanjang fase perjalanan keberadaan mereka, khususnya ketika mereka Berjaya dan berkesempatan menjalankan secara harfiyah ajaran bengis yang didoktrinkan oleh para arsitek ajaran haus darah ini.

Tulisan ini akan menghadirkan paparan seorang Salafi Moderat yang paling tahu apa dan bagaimana dakwah dan kaum Salafi, karena selain ia sendiri seorang Salafi yang telah menyelami doktrin para Masyâikh Salafi Wahabi di negeri kemunculan sekte sempalan ini… ia juga hidup di tengah-tengah dan bersama mereka… menyaksikan langsung tingkah para Salafi dan mengetahui langsung isi pikiran dan cita-cita mulia mereka dalam mengkafirkan dan kemudian menghalalkan darah-darah kaum Muslimin selain mereka!

Demi singkatnya waktu saya akan sajikan tulisan Syeikh Hasan bin Farhan al Maliki –seorang Pemikir Salafi Moderat yang banyak mengkritisi doktrin dan sikap ghuluw/Ekstrim para Salafi Wahabi.

Syeikh Hasan bin Farhan  Al Maliki Berkata:

Ibnu Taimiyyah Memfatwakan Kaum Asy’ari Harus Dibunuh!

Ibnu Taimiyyah menukil pernyataan sikap Ibnu Khuzaimah dan sekaligus menjadikan dasar pandangannya:  Baca lebih lanjut

Cara Wahabi-Salafy Memblokir FB Musuhnya

Cara Wahabi Memblokir FB Musuhnya

Bagi Salafy/wahabi demi melawan musuhnya segala cara mereka pakai mulai dusta, menipu atau memalsu mereka gunakan termasuk cara-cara licik sebagaimana dituturkan blogger dibawah ini:

SUMBER: http://kabarislam.wordpress.com/2013/11/24/cara-wahabi-memblokir-fp-musuhnya/

cara-wahabi-blokir-fp-lawannya

Salah satu kunci sukses Wahabi dalam menyebar paham sesatnya adalah dengan cara membungkam suara lawan-lawannya. Jika bisa membunuh, mereka bunuh. Jika tidak, berbagai cara mereka lakukan dari fitnah, dsb.

Inilah contoh bagaimana cara Wahabi memblokir FP Berita Harian Suriah. Karena kalah berdebat/berargumentasi dan terbiasa pakai foto2/berita2 yang kemudian diketahui palsu, akhirnya mereka memilih menutup FB2 lawannya yang menyebar kebenaran. Baca lebih lanjut

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (8)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Kesembilan dan Kesepuluh Ustadz Firanda: Hadis Jâriyah Dan Masalah Istiwâ’ Allah SWT,

Setelah kurang lebih sebulan tidak ada artikel baru karena kesibukan mudik dan lebaran, saya ajak kembali sobat cerdas abusalafy untuk melanjutkan tanggapan saya atas bantahan Ustadz Firanda terhadap saya dalam bukunya KETINGGIAN ALLAH SWT DI ATAS MAKHLUK-NYA.

Seperti bantahannya yang telah saya sanggah dan bantah kembali dan saya buktikan kenaifan dan kelemahan pendalilannya… dalil dema dalil atau lebih tepatnya syubhat demi syubhat satu persatu, pendalilannya berikut ini juga tidak kalah lemah dan naifnya. Sebagaimana telah berulang kali saya singgung bahwa Ustadz Firanda terlihat menghindar dari membantah inti tulisan saya Ternyata Tuhan Tidak Di Langit, seri 1-8, dan hanya mencecer pembicaraan yang sebagian besar darinya tidak sedikit pun mengkritisi argumentasi dan hujjah-hujjah ulama Islam yang saya paparkan, khususnya tentang Hadis Jâriyah yang menjadi poin inti dalam artikel-artikel saya tersebut… karenanya Ustadz Firanda masih saja mengangkat Hadis Jâriyah sebagai dalil andalannya. Kenyataan ini membuat kita berkesimpulan, jangan-jangan Ustadz Firanda tidak pernah membaca kritikan yang saya jelaskan atas hadis tersebut! Atau jangan-jangan ia sengaja melompatinya… mendiamkannya dengan tanpa kritik sebab ia sedang BANGKRUT tidak memiliki sesuatu untuk membantahnya… sehingga ia hanya menantikan keluguan dan keawaman kaum awam Salafi untuk mengacungkan jempol penghormatan atas kehebatannya dalam berdalil… atau jangan-jangan –seperti analisa sebagian pengamat- bahwa sebenarnya dengan membantah abusalafy, Ustadz Firanda hanya mencari sensasi dan ketenaran semata. Biar dianggap hebat karena telah membantah abusalafy walaupun bantahannya memalukan! Baca lebih lanjut

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku: Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya (7)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Kedelapan Ustadz Firanda

Setelah istirahat beberapa hari, saya ajak sobat abusalafy yang cerdas untuk melanjutkan kembali menyoroti pendalilan Ustadz Firanda atas akidah tajsîm tasybîh menyimpangnya bahwa Allah berada di atas langit. Seperti tujuh pendalilan sebelumnya, pendalilan berikut ini juga tidak kalah mengggelikannya. Ia mencerminkan keawaman dan pikiran penuh virus kaum Mujassimah Musyabbihah yang ditularkan kepada para mahasiswa oleh para Masyâikh Wahhâbi di Arab Saudi sana. Kendati ia menulis bukunya untuk membantah apa yang ia sebut sebagai: Akidah Abu Salafy, namun sayang, ia tidak menanggapi berbagai dalil yang saya ajukan, tetapi malah mengulang apa yang telah saya bantah! Ia hanya menanggapi edisi ke: 8 tulisan saya, sementara tujuh edisi sebelumnya dan beberapa artikel lainnya ia lompati. Tapi tak mengapalah. Yang penting kita akan melihat sejauh mana pendalilan Firanda, Ustadz kebanggaan para awam Salafi Wahhabi di tanah air itu dapat dipertahankan. Baca lebih lanjut

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (5)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Keempat Ustadz Firanda

Untuk mendukung akidah menyimpangnya bahwa Allah SWT berada di posisi atas, Ustadz Firanda juga berdalil dengan beberapa ayat yang menyebutkan bahwa sebagian makhluk diangkat menuju Allah SWT

Ia berkata:

Keempat: Penjelasan tentang diangkatnya sebagian makhluk menuju Allah SWT.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an:

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

Bahkan Allah mengangkat-nya kepada- Nya. (QS. An Nisaa’:158)

‏ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَ رافِعُكَ إِلَيَّ

Sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan mengangkatmu kepada-Ku. (QS. Ali Imran:55)

Abu Salafy Berkata:

Tidak ada penjelasan apapun yang ia bumbuhkan di sini. Ia sama sekali tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan kata: mengangkat kepada-Nya atau kepada-Ku dalam dua ayat di atas. Baca lebih lanjut

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (4)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Ketiga Ustadz Firanda

Ustadz Firanda berkata, “Penjelasan adanya sesuatu yang naik (malaikat dan amal sholih) menuju Allah SWT. lafadz ‘naik’ yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits bias berupa Al-‘Uruuj atau as-Shu’uud.

Seperti dalam firman Allah SWT:

مِنَ اللَّهِ ذِي الْمَعارِجِ  *  تَعْرُجُ الْمَلائِكَةُ وَ الرُّوحُ إِلَيْهِ

Dari Allah yang memiliki al-Ma’aarij. Malaikat dan ar-Ruuh naik menuju kepada-Nya. (QS. Al-Ma’aarij;3-4)

Mujahid rahimahullah (murid sahabat Nabi Ibnu Abbas) menafsirkan (yang dimaksud) dzil Ma’aarij adalah para Malaikat naik menuju Allah (Lihat dalam Shahih Bukhari) Baca lebih lanjut

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (2)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Al Qur’an adalah nash suci yang tidak boleh sembarangan menafsirkannya tanpa dasar, metode dan petunjuk yang benar. Memaksakan Al Qur’an dengan pemahaman kita demi menampilkannya sebagai yang berlebel Qur’ani adalah salah satu bentuk menafsirkan Al Qur’an dengan ra’yu/pendapat pribadi tanda dasar! Dan itu sangat dikecam Allah dan RasulnNya saw. Dan biasanya mereka yang memplesetkan tafsiran ayat-ayat Al Qur’an akibat kebengkokan jiwa dan pikirannya atau terjebak dalam penyimpangan penafsiran itu disebabkan mereka berkubang dalam ayat-ayat mutasyâbihât dan meninggalkan berpetunujuk dengan ayat-ayat muhkamât. Selain juga dipengaruhi oleh mengabaikan kaidah-kaidah bahasa Arab yang mana Al Qur’an diturunkan dengan bahasa tersebut! Bahasa Arab yang penuh dengan keindahan fariasi kesusastraan yang unik dan penggunaan majazi yang memukau… dan mengabaikan sisi ini akan menjadikan seorang yang hendak menyelami lautan kandungannya menjadi tenggelam dalam kejahilan dan keajaman yang sangat menyimpang dan menyesatkan! Baca lebih lanjut

Mazhab Salaf Shaleh Tentang Islamnya Mu’awiyah (Bagian: 7)

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

Imam Hasan bin Ali ra. Menegaskan Kemunafikan Mu’awiyah bin Abu Sufyân!

Selain Imam Ali, Sayyidina Ammar, Sayyidina Abdullah bin Umar yang menegaskan kemunafikan Mu’awiyah dan bahwa ia adalah sia-sia Ahzâb (kelompok yang memerangi Nabi saw) dan sesungguhnya keimanan tidak pernah menyentuh jiwanya… islamnya hanya pura-pura demi merahasiakan rencana jahatnya memerangi Islam dari dalam… selain itu semua yang telah Anda baca dalam beberapa artikel yang telah lewat saya tulis beberapa waktu lalu… kini Anda saya ajak melanjutkan penelusuran kita untuk mengenali mazhab Salaf Shaleh, generasi panutan umat dari kalangan sahabat dan tabi’în, khususnya mereka yang sangat kenal siapa sejatinya Mu’awiyah dan bani Umayyah yang telah Allah sebut dalam Al Qur’an sebagai POHON TERKUTU !

Kali ini saya ajak Anda menyimak pernyataan Imam Hasan putra Ali ra.; cucu tercinta Nabi saw. dan buah hati Zahra as.! Imam Hasan as adalah pribadi agung ketiga dalam mata rantai Ahlulbait Nabi saw. (setelah Nabi Muhammad saw., Imam Ali ra).

Data-data akurat dan riwayat-riwayat terpercaya telah menegaskan pernyataan Imam Hasan as. bahwa Mu’awiyah adalah  SEORANG MUNAFIK!!  Baca lebih lanjut

Akidah Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Adalah Mereka Warisi Dari Akidah Sesat Yahudi (2)

Akidah Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Adalah Mereka Warisi Dari Akidah Sesat Yahudi (2)

Setelah Anda saksikan bagaimana kaum Mujuassimah Musyabbihah (Wahhâbi Salafi) membangun akidah sesatnya tentang ketinggian fisikan Allah SWT di atas ocehan kaum Yahudi, seperti Ka’ab al Akhbâr dkk. yang berpura-pura memeluk Islm untuk mwrcuni pikiran kaum Muslimin… kini saya ajak Anda mengikuti saya melanjutkan penelusuran terhadap akar akidah Yahudi dalam akidah Salafi Wahhâbi… Kali ini kita akan memergoki dua orang Yahudi pembual dan pembohong besar, kadzdzâb menjadi rujukan utama akidah sesat tersebut. Di adalah Wahb bin Munabbih dan Nauf al Bikâli.

Baca lebih lanjut

Karena Kejahatan, Kekejaman Dan Dosa-dosa Besarnya, Sebelum Matinya, Mu’awiyah Mengalami Gangguan Jiwa!

Persembahan Untuk Para Pemuja Gembong Kaum Munafik!

Sulit rasanya menemukan tandingan di antara para tiran dan penguasa kejam untuk kejahatan, dosa-dosa besar, kabâir dan kekejaman-kekejaman yang telah dilakukan Mu’awiyah bi Abi Sufyan selama ia berkuasa, baik selama dua puluh tahun menjadi Gubernur maupun setelah ia merampas kekuasaan dari kaum Muslimin dan menjadi RAJA TIRAN! Dan akibat dari bertumpuknya dosa dan kejahatan kemanusiaan yang telah mencabut dari dalam jiwanya sisa-sisa nilai kemanusian maka ia benar-benar telah berpengaruh pada jiwanya. Sebab setiap dosa, khususnya yang mengangkut hak manusia banyak, dan terkhusus lagi yang terkait dengan para Wali Allah dan hamba-hamba kekasih-Nya pasti berpengaruh dalam kestabilan kewarasan jiwa pelakunya!

Para sejarawan Islam melaporkan bahwa menjelang kematianya Mu’awiyah mengalami gangguan jiwa. Ia seakan melihat sesuatu yang menakutkannya. Ia menjerit-jerit ketakutan! Ia mengomel-ngomel dengan kata-kata yang tidak dipahami! Meminta-minta minum, setel;ah diberinya minum berkali-kali namun ia pun tak terpuaskan dahaganya! Sampai-sampai ia tak sadarkan diri, terkadang sehari dan terkadang dua hari baru siuman! Dan setelah siuman ia pun  menjerit-jerit: “Apa urusanku denganmu hai Hujur bin ‘Adiy!!    “Apa urusanku denganmu hai ‘Amr bin Hamq!! “Apa urusanku denganmu hai putra Abu Thalib!!

Imam ath Thabari melaporkan dalam Târîkh-nya,4/241 bahwa Mu’awiyah dalam sakitnya mengalami naffâtsât!

Semua itu adalah akibat dosa dan kejatahannya dalam membangkang dan memberontak kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib dan kemudian merampas kekhalifahan dan memaksakan kekuasaanya atas umat Islam dengan tangan besi! Dan juga akibat dari dosa-dosanya dengan membunuh para sahabat dan para Wali Allah seperti Hujur bin Adiy dan kawan-kawan! Mu’awiyah seakan atau boleh jadi menyaksikan ruh-ruh suci dan baying-bayang mereka mengejar-ngejarnya! Baca lebih lanjut