Membakar Manusia Hidup-hidup… Antara Hukum Agama Dan Praktik Sejarah

Menyoroti Eksekusi Pilot Yordania Mu’adz Kasasibah Dengan Dibakar Hidup-hidup Oleh ISIS

Sumber: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=1026

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Bukan yang pertama kali gerombolan ekstrimis dan teroris salafy berjubah agama ini (ISIS, al Nusroh dll) yang diperalat barat dan antek-anteknya di Timur Tengah melakukan kejahatan diluar batas kemanusian, sebelumnya ketika gerakan teroris ini (ISIS) masih bersatu dengan Jabha al Nusroh dibawah al Qaeda mereka juga telah membakar manusia hidup-hidup beberapa kali… cuman waktu itu media khususnya barat tidak membesarkannya maklum yang dibakar warga biasa bukan warga barat atau sekutunya, dan waktu itu kejahatan mereka di Irak dan Suriah masih belum banyak di ketahui Dunia… Silahkan tengok tulisan Syekh Hasanbin Farhan Al Maliky  ketika mereka membakar tiga warga kurdi di Irak disini: 

https://abusalafy.wordpress.com/2014/06/04/ekstrimis-salafi-membakar-hidup-hidup-manusia-tanpa-belas-kasih-2/ 

(-Abu Salafy- )

Hasan FarhanPertama-tama kami ucapkan ungkapan bela sungkawa kami kepada keluarg Pilot Yordania, hendaknya mereka berhias diri dengan kesabaran dan mengharap pahala dari Allah, mudah-mudahan dalam kejadian itu terdapat hikmah dengan dibersihkannya jiwa dan ditingkatkannya derajat.

Kedua: Berulang kali kami katakan, bahwa mengkritik sejarah dan mazhabmazhab, dan menundukkannya kepada Al Qur’an -yang mana ia adalah Rahmat bagi seluruh alam- adalah solusi. Dalam ajakan itu para Ekstrimis (Salafy Wahabi) mengecam kami dan memusuhi kami karena sikap moderat tersebut. Sebelumnya telah kami sebutkan bahwa Pola pikir (kultur) kemunafikan -karena ia bersifat setani- maka ia menyengaja meninsbatkan kepada Nabi saw. beberapa praktik keji dengan multi tujuan dan sasaran, di antaranya adalah mengecam Nabi saw. sendiri. Baca lebih lanjut

Iklan

Seri Kejahatan Mu’awiyah (2): Mu’awiyah Mencongkel Dan Menggusur Kuburan Para Syuhada’ Uhud

Seri Kejahatan Mu’awiyah: Mu’awiyah Mencongkel Dan Menggusur Kuburan Para Syuhada’ Uhud Dan Memukul Jasad Sayyidina Hamzah Hingga Menyemburkan darah Segar

Pendahuluan

Dalam artikel ringkasnya, Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky menyebutkan beberapa realita sejarah kejahatan Mu’awiyah yang boleh jadi sebagiannya asing bagi kaum Muslimin (tentu keasingan data-data kejahatan Mu’awiyah itu disebabkan upaya “ngotot” Mu’awiyah dan Bani Umayyah melalui “tukang-tukang sihirnya” -(baca: para ulama istana dan para penjilat berkedok agama- yang bekerja siang-malam untuk mempercantik wajah tuan mereka),,, tetapi demikian Syeikh Hasan telah menyebutkan dengan sangat detail dn terinci dengan menghadirkan data-data/ riwayat-riwayat tentangnya di berbagai buku berharga yang beliau tulis …. Hanya saja mungkin tidak banyak yang sempat menelaahnya. Karenanya dalam artikel ini saya akan mencoba membantu Anda untuk menyaksikan langusng beberapa data tentangnya.  Baca lebih lanjut

Inilah Mu’awiyah Yang Kalian Promosikan Kepada Dunia!

Mengenal Lebih Dekat Mu’awiyah Yang Dibanggakan Kaum Salafi Wahabi Nawashib!

Oleh Abu Salafy

Yang sangat mengherankan adalah orang-orang -yang mengaku mencintai Nabi saw.- memuji oknum-oknum yang telah menghabiskan hidup mereka dalam memerangi Rasulullah saw, Ahlulbait/keluarga dekat dan para sahabat beliau selama delapan puluh tahun!

Mu’awiyah lahir lima tahun sebelum kenabian, ia “disusui” dengan kebencian kepada Nabi sejak bayi. Ayahnya adalah Abu Sufyan. Ibunya adalah Hindun si pengunyah jantung Hamzah pama Nabi saw.. Bibinya Hammalatul Hathab/si penggendong kayu bakar (seperti diabadikan dalam surah Al Lahab/Tabbat_red) [1]

Ma’awiyah -pada awal masa periode Mekkah- bagian dari anak-anak kecil yang dipimpin oleh tokoh-tokoh kafir Quraisy untuk menggangu Rasulullah saw.

Dan Mu’awiyah bergabung bersama para remaja/pemuda Quraisy yang juga menggangu dan menyakiti beliau di bagian akhir masa periode Mekkah. Baca lebih lanjut

Dua Potret Nabi Muhammad Saw. Yang Kontradiksi! (EDISI KHUSUS BULAN NABI SAW.)

Dua Potret Nabi Muhammad Saw. Yang Kontradiksi

Pendahuluan:

Sudah seharusnya seorang nabi –nabi siapapun- menyandang sifat mulia yang menjadi contoh terindah dan uswah hasanah bagi umat manusia seperti yang dimaukan Allah Taâ’lâ-. Ia seorang penyandang keutamaan, pemilik akal sempurna dan puncak kesempurnaan. Teladan dalam hikmah, kewibawaan dan keanggunan. Seorang yang alim (mengenal Tuhannya dengan pengenalan sempurna), bijak, pemberani, tegar dan teguh serta sifat-sifat mulia kemanusiaan lainnya.

Ikhtisar kata: ia adalah seorang yang makshum dari kesalahan, terbebas dari kekurangan dan ketergelinciran. Paling mulia dan sempurnanya makhluk. Karena itu Allah mengutus Nabi kita Muhammad saw. sebagai uswah dan teladan bagi umat manusia sepanjang masa dan Allah mewajibkan atas mereka berteladan dengannya dalam segala perkara sampai-sampai dalam rincian paling parsial dari urusan dan tindakan kita sekalipun.

Allah SWT. berfirman:

لَقَدْ كانَ لَكُمْ في‏ رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كانَ يَرْجُوا اللَّهَ وَ الْيَوْمَ الْآخِرَ وَ ذَكَرَ اللَّهَ كَثيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzâb [33];21) Baca lebih lanjut

Kajian Ilmu Hadis (8): Sikap Ahli Hadis Terhadap Hadis Shahih dan Hadis Dha’if

Sikap Ahli Hadis Terhadap Hadis Shahih dan Hadis Dha’if (Seri 8)

Sumber:http://almaliky.org/news.php?action=view&id=829

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanYang mengherankan adalah bahwa Ekstrimis, Ghulât Ahli Hadis adalah orang-orang yang paling kuat kecintaannya kepada hadis dha’if dan paling membenci hadis shahih menurut para-meter mereka sendiri! Ini bagian dari kebingungan mereka yang mana mereka memasukkan kita di dalamnya. Mereka bersemangat menetapkan Sunnah -sementara itu dalam akal-akal mereka penuh hadis-hadis lemah, dha’if-, tetapi ketika menghadapi hadis shahih -bahkan hadis mutawatir– mereka membencinya dan mengingkarinya!… Ini sebuah kebingungan dan kegilaan sikap yang tidak ada jalan keluarnya kecuali dengan menjernihkan hati dan ketenangan… serta memisahkan antara kemazhaban dan Sunnah.

Kamu harus ingat bahwa Sunnah adalah Sunnah Muhammad bukan sunnah mazhab. Contohnya, ketika kami datangkan kepada mereka hadis yang telah disepakati antara kami dan mereka bahwa ia adalah hadis shahih atau mutawatir, mereka menerima keshahihannya saja, adapun makna dan kandungannya mereka tolak! Seakan mereka berkata: Hadis ini shahih tetapi saya tidak beriman kepadanya! … Ini adalah kebiasaan Ahli Hadis sejak dahulu -bukan saja hari-hari ini-. Karena itu mereka berkata: Berjalankan (baca sambil lalu) saja hadis-hadis itu seperti datangnya tanpa memaknainya.!

Apakah kita akan uji mereka dengan (menyajikan beberapa contoh dari) sebagian hadis yang mereka shahihkan sendiri, atau kami diam?

Sepertinya masalah ini perlu diberi beberapa contoh: Baca lebih lanjut

Jangan Jadikan Kaum Buta Agama Sebagai Rujukan Akidahmu!

Jangan Jadikan Kaum Buta Agama Sebagai Rujukan Akidahmu!

bin baz_1Dusta dan kebodohan adalah ciri khas pada mufti dan masyâikh Salafy Wahhâbi… Klaim-klaim palsu adalah senjata unggulan para pengawal mazhab kejahilan dan haus darah yang satu ini. Dan yang tidak kalah khasnya adalah “suci dan bersihnya” muka mereka dari rasa malu, sehingga tidak sedikit pun masuk dalam pertimbangan mereka bahwa dusta dan kepalsuan klaim mereka kelak akan terbongkar dan mereka akan dipermalukan. Rasa malu, al hayâ’u minal îmân/rasa malu itu sebagian dari iman. Tapi sayangnya, kata yang satu ini telah terhapus dari kamus besar mereka…. Sehingga sulit bagi mereka mengerti apa itu malu?

Mufti Besar Kerajaan Wahhâbi Arab Saudi; Abdul Aziz bin al Bâz adalah salah satu dari masyâikh Salafy Wahhâbi binbaz2yang laling berani memamerkan kejahilan dan tidak pernah melek menatap cahaya kebenaran… Ia hanya hidup dalam gelapnya kebutaan akidah dan pemikiran!

Dalam salah satu fatwanya yang sangat memalukan karena ia memamerkan puncak kejahilan dan kebutaan pemikirannya, di samping juga membuktikan kedegilan dan pengingkarannya kepada fakta-fakta akidah tak terbantahkan, Bin Bâz berfatwa demikian tentang Ta’wil: Baca lebih lanjut

50 Daftar Kejahatan Muawiyah Terhadap Islam Dan Nabi Muahammad saw.

50 daftar kejahatan dan pembangkangan Muawiyah terhadap Islam dan Nabi Muhammad saw.

SUMBER: https://m.facebook.com/hasanalmaliki/posts/10151846443258001?fref=nf

Persembahan Untuk Salafy Nashibi dan Mereka Yang “Mempertuhankan” Muawiyah !

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanBagi yang membuat kami terusik karena sikap kami tentang Mu’awiyah maka cukuplah bagi mereka “bingkisan-bingkisan” (tentang kejahatan, penyimpangan dan pelanggaran Mu’awiyah) di bawah ini dan setelahnya hendaknya mereka membiarkan kami merenungkan Al Qur’an. Jika mereka tidak berhenti maka akan kami tingkatkan dengan terinci pembongkaran kami atas kejahatan dan penyimpangan Mu’awiyah seperti dalam daftar di bawah ini:

(01). Hadis tentang al Fiah al Bâghiyah dan pemimpinnya Muawiyah, yang mengajak orang ke dalam api neraka.

Catatan Abu Salafy:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُخْتَارٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ وَلِابْنِهِ عَلِيٍّ انْطَلِقَا إِلَى أَبِي سَعِيدٍ فَاسْمَعَا مِنْ حَدِيثِهِ فَانْطَلَقْنَا فَإِذَا هُوَ فِي حَائِطٍ يُصْلِحُهُ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ فَاحْتَبَى ثُمَّ أَنْشَأَ يُحَدِّثُنَا حَتَّى أَتَى ذِكْرُ بِنَاءِ الْمَسْجِدِ فَقَالَ كُنَّا نَحْمِلُ لَبِنَةً لَبِنَةً وَعَمَّارٌ لَبِنَتَيْنِ لَبِنَتَيْنِ فَرَآهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَنْفُضُ التُّرَابَ عَنْهُ وَيَقُولُ وَيْحَ عَمَّارٍ تَقْتُلُهُ الْفِئَةُ الْبَاغِيَةُ يَدْعُوهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ وَيَدْعُونَهُ إِلَى النَّارِ قَالَ يَقُولُ عَمَّارٌ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْفِتَنِ

……….. telah menceritakan kepada kami Khalid Al Hidzaa’ dari Ikrimah yang berkata Ibnu Abbas berkata kepadaku dan kepada anaknya Ali, pergilah kalian kepada Abu Sa’id dan dengarkanlah hadis darinya maka kami menemuinya. Ketika itu ia sedang memperbaiki dinding miliknya, ia mengambil kain dan duduk kemudian ia mulai menceritakan kepada kami sampai ia menyebutkan tentang pembangunan masjid. Ia berkata “kami membawa batu satu persatu sedangkan Ammar membawa dua batu sekaligus, Nabi saw. melihatnya, kemudian Beliau saw. berkata sambil membersihkan tanah yang ada padanya “kasihan ‘Ammar, dia akan dibunuh oleh kelompok (al fi’ah) baaghiyah [pembangkang], ia [Ammar] mengajak mereka ke surga dan mereka mengajaknya ke neraka. ‘Ammar berkata “aku berlindung kepada Allah dari fitnah” (Shahih Bukhari )

Terbukti bahwa Sahabat ‘Ammar bin Yasir terbunuh dalam perang shiffin dan ia berada di pihak Imam Ali, jadi sesuai hadis diatas jelas kelompok Muawiyah-lah yang dimaksud sebagai kelompok baaghiyyah [pembangkang] yang membunuh ‘Ammar.. dan yang mengajak orang ke neraka. Sementara kelompok Imam Ali dan Ammar adalah kelompok yang mengajak orang ke sorga.  Jadi jelas berdasarkan hadis shahih diatas Imam Ali dan pengikutnya dalam perang Shiffin berada dalam kebenaran sedangkan Muawiyah dan pengikutnya berada dalam kesesatan. Dan apakah kiranya pemimpin kelompok yang kata Nabi saw mengajak ke neraka akan masuk sorga?

.

(02). Pengakuan Mu’awiyah bahwa Ziyad adalah saudaranya (anak Abu Sufyan) dan penolakannya dengan sengaja sabda Nabi saw. yang telah sampai kepadanya.  Baca lebih lanjut

Syekh Hasan bin Farhan al Maliky: Bukti Kebohongan “Syaikhul Islam” Ibnu Taimiyyah

Syekh Hasan bin Farhan al Maliky: Bukti Kebohongan “Syaikhul Islam” Ibnu Taimiyyah

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=667

Ibnu Taimiyyah Gembong Pembohong; Imam Para Pembohong!

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanArtikel ini adalah tanggapan kami atas tanggapan tulisan kami “Fatwa Ibnu Taimiyyah – bagian 5 : “Ibnu Taimiyyah berbohong Atas Nama Rasulullah!” (Lihat terjemah kami disini:

(https://abusalafy.wordpress.com/2014/05/07/mantan-pemikir-salafy-syeikh-hasan-bin-farhan-al-maliki-membongkar-kebohongan-dan-penipuan-ibnu-taimiyyah-atas-nama-rasulullah-saw/ )

Sebagian naskah berbeda dalam cetakan, kalau bukan karena kesalahan dalam menyebut rujukan penukilan. Ini pada al Fatâwâ al Kubro, jilid V halaman: 160:

.

 الفتاوى الكبرى – (ج 5 / ص 160)  وَقَدْ ثَبَتَ بِالنَّقْلِ الْمُتَوَاتِرِ الصَّحِيحِ عَنْ النَّبِيِّ أَنَّهُ قَالَ : { خَيْرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ بَعْدَ نَبِيِّهَا أَبُو بَكْرٍ ، ثُمَّ عُمَرُ } رُوِيَ ذَلِكَ عَنْهُ مِنْ نَحْوِ ثَمَانِينَ وَجْهًا) الخ

.

“Dan telah tetap dengan mutawatir yang shahih dari Nabi bahwa ia bersabda: “Sebaik-baik umat ini adalah Abu Bakar kemudian Umar.”. Sabda ini diriwayatkan dari sekitar delapan puluh jalur… ”

.

Semua yang dikatakan Ibnu Taimiyyah di atas adalah kebohongan belaka…  Ucapan itu hanya diriwayatkan sebagai ucapan Ali (bukan sabda Rasulullah saw sebagaimana didakwakan Ibnu Taimiyyah _red). Dan apa yang yang diriwayatkan dari Ali -kalaupun itu shahih- itu sama dengan yang diriwayatkan dari ucapan Abu Bakar  Baca lebih lanjut

Kata Nabi Saw.: Mu’awiyah Akan Mati Tidak Atas Agama Islam, Alias Mati Kafir!

Persembahan Untuk Para Salafi Wahhâbi; Penyembah Kesesatan Para Imam Kekafiran.

Adalah tugas Nabi Muhammad saw. untuk menjelaskan sejelas-jelasnya jalan kebenaran dan membongkar setajam-tajamnya jalan kesesatan dan kekafiran dengan memperkenalkan para tokoh sentral kesesatan, kemunafikan dan kekafiran. Semua itu agar tidak ada lagi alasan bagi manusia di hadapan Allah Swt atas pilihan jalan hidupnya!

Di antara tokoh kesesatan dan pimpinan kelompok penganjur ke dalam neraka Jahannam adalah Mu’awiyah bin Abi Sufyan –tuhan kaum Wahhabi Salafi yang mereka kuduskan dan cintai serta melebihi kecintaan dan keta’atan mereka kepada Allah Swt-. Baca lebih lanjut

Tiga Ayat Yang Memporak-porandakan Syi’ah! (Bag. 2)

Tiga Ayat Yang Memporak-porandakan Syi’ah! (Bag. 2)

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=846

.

Silahkan baca bagian pertama (1) Disini:

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky (*)

Hasan FarhanSeperti telah kami katakan sebelumnya bahwa kami akan berbicara dengan sedikit terperinci tentang tiga ayat tersebut yang kami katakan ketiganya mungkin bisa saja memporak-porandakan dua mazhab; Syi’ah dan Ahlusunnah …

Tentu jika kita pahami ketiga ayat tersebut dengan pemahaman awam seperti yang difahami oleh saudara kita Syeikh Abdul Muhsin al Ahmad. Tetapi ia memilih makna yang ia hendak paksakan dan gegabah. Dan telah kami katakan juga sebelumnya bahwa tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang menyembah kuburan; yang ada hanyalah praktik-praktik yang sama-sama dipratikkan baik oleh Ahlusunnah maupun oleh Syi’ah dan pengikut Mazhab Hanbali (akar dari faham salafy _red).

Dan praktik-praktik itu berkisar antara salah dan benar.. Tidak ada kaitannya dengan keimanan dan kemusyrikan. Dan kami juga katakan bahwa solusi penyelesaian tuntas atas virus PENGKAFIRAN – walapun vonis itu dijatuhkan ke atas Syi’ah secara khusus adalah harus dengan mengobati pemahaman itu sendiri yang dengannya baik Syi’ah maupun selain Syi’ah juga dikafirkan.

Dan jangan ada seorang yang menganggap bahwa ini adalah pembelaan terhadap Syi’ah. Sebagaimana kami telah katakan bahwa Syeikh Abdul Muhsin dengan ayat itu membidik Syi’ah untuk ia kafirkan dengan menfokuskan kajiannya terhadap tiga kata yang ternyata ia salah dalam memahami ketiganya. Atau dengan kata lain: Ia memahaminya dengan pemahaman ala Wahhâbi! Ketiga kata kunci itu adalah: ad Du’â’, an Nidâ‘ dan ad Dûna -الدعاء- النداء- الدون-

Pertama-tama kami tegaskan bahwa dalam Al Qur’an tidak ada sinonim (setiap kata yang dipilih di dalamnya memiliki arti sendiri-sendiri dengan kekhasannya masing-masing_red); kata ad Du’â‘ berbeda arti dengan kata an Nidâ’. Ini yang pertama-tama harus kita imani walaupun boleh jadi kita tidak mengetahui perbedaan makna antara keduanya. Bukti akan hal itu adalah sebagai berikut:  Baca lebih lanjut

Salafy Adalah Pendusta Dan Tukang Fitnah!

Mengapa Syekh Hasan bin Farhan  al Maliky Menanggalkan Baju Salafy-nya?

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=39

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Hasan FarhanSesunguhnya kebohongan mereka (Salafy) lah yang mengeluarkan saya dari barisan mereka dengan tanpa penyesalan. Tadinya saya mengira bahwa musuh-musuh mereka lah yang menuduh secara palsu bahwa Salafy itu berbohong atas nama agama (sebagai bagian keberagamaan mereka), mereka berlebihan, sehingga (akhirnya) saya saksikan sendiri, ternyata itu dari mereka.

Dan di antara cara-cara mereka adalah semangat luar biasa mereka dalam menukil dusta/kepalsuan sampai-sampai saya meragukan jangan-jangan setan telah merancang sarana demi khusus untuk mereka! Kebohongan bisa menjadi konsensus setelah sebulan disebar-luaskan!

Siapa yang ingin menguji kebenaran ucapan saya maka hendaknya ia mengkritik mereka pasti setelah sebulan saja akan menjadi (dituduh dan difitnah _red) sekuler atau seorang rafidhi! Pasti mereka akan menyebarkan dusta bahwa ijazah sarjananya sekedar maqbùl (biasa-biasa saja), ayahnya atau istrinya telah berlepas diri darinya… Dan ibunya seorang bermazhab Mu’atazilah, atau ayahnya bermazhab Asy’ari, bahwa kabilahnya adalah Syi’ah Rafidhah, kakek ketujuhnya seorang sekuler!

Mereka adalah makhluk Allah paling dusta. Saya tidak mengetahui komunitas pembohong lebih dari mereka... Yang paling doyan menelan sampah murahan dan yang palimg berani berlari di belakang isu-isu palsu dan paling pengecut ketika berhadap-hadapan. Mereka kelompok kartun, benih kejahatan dan produk penguasa!

(Syeikh Hasan Al Maliky sedang menyinggung apa yang dialaminya sendiri atau dialami para pemikir yang mengkritisi faham Ekstrimisme Salafy Wahhâbi, Maka Mereka akan menjadi sasaran panah fitnah dan tuduhan palsu Salafy melalui media yang mereka kuasai, Sebagaimana itu juga terjadi di Indonesia banyak tokoh-tokoh ulama pemersatu seperti Said Agil Siraj, Dien Syamsudin, Qureish Shihab dll menjadi sasaran bidikan panah fitnah mereka, sampai-sampai kami (Abu Salafy)  yang sekedar seorang bloger tidak luput dari sasaran fitnah nya juga _red)  Baca lebih lanjut

Intisari Pengaruh Negatif Bani Umayyah Terhadap Islam dan Umat Islam

Intisari Pengaruh Negatif Bani Umayyah Terhadap Islam dan Umat Islam

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=293

.

Ketika kami memperingatkan akan bahaya bani Umayyah banyak pihak mengira bahwa kami hanya mengecam kezalimah masa lalu yang sudah ditelan masa! Sama sekali tidak, kezaliman mereka melawan Syari’at Allah dan Rasulullah serta Kiatabullah masih aktif dan berpengaruh dalam kitab-kitab hadis kepercayaan karya ulama panutan!

Di sini saya ajak bicara para mahasiswa dan pelajar Ilmu Hadis yang obyektif… Jangan biarkan agama kalian diurus mereka yang mempercayai Qubaishah sebagai agen agama.. Mereka telah meriwayatkan banyak kepalsuan atas nama agama Allah dan memberinya lebel SHAHIH. Waspadalah!!

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

hasan_FarhanMengetahui dengan jelas pengaruh buruk Bani Umayyah baik dalam pemikiran, ideologi, hadis, prilaku, fikih, sistem politik, pola pikir maupun keuangan adalah seutaman-utamanya ilmu yang harus diketahui.

Karena penuntut ilmu apabila tidak mengetahui hal ini ia pasti mencampur-adukkan agamanya dengan prilaku, tindakan dan perubahan yang menimpa agama itu sendiri. Dan mensterilkan agama dari pengaruh-pengaruh negatif perubahan manusia adalah kewajiban secara pasti dan aklamasi.

Tetapi kaum Ghulat (ekstrimis Salafy) degil menentang realita yang satu ini. Walaupun Anda mendatangkan kepada mereka semua ayat pasti mereka tidak akan menerima hujjahmu. Karenanya saya tidak mengajak bicara mereka. Tetapi saya akan merangkumkan intisari masalah ini bagi para penuntut ilmu yang menginginkannya.

Kali ini saya akan menyajikan intisari ini tanpa menyertakan referensinya. Di masa akan datang setiap poinnya akan saya jabarkan secara rinci. Di antara masalah itu adalah:  Baca lebih lanjut

Kebijakan Politik Muawiyah Dan Pengaruhnya Dalam Hadis dan Akidah (Bagian 1)

Kebijakan Politik Muawiyah Dan Pengaruhnya Dalam Hadis dan Akidah (Bagian 1)

Sumber: http://almaliky.org/download.php?action=view&id=45

.

(Tulisan dibawah adalah intisari dari bahasan Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky yang agak panjang tentang politik pemerintahan Muawiyah dan pengaruhnya terhadap Hadis dan Akidah yang berjudul مراسيم معاوية الأربعة وآثارها في الحديث والعقائد , tulisan lengkapnya (34 halaman) bisa anda  download disini http://almaliky.org/download.php?action=view&id=45 atau download dan baca disini:

Marasim Muawiyah

https://abusalafy.files.wordpress.com/2014/07/marasim-muawiyah.pdf . )

Oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

.

Empat Perintah Kenegaraan Mu’awiyah

Al Madaini (beliau adalah ulama ahli sejarah terpercaya di mata Ahli Hadis) [1]

hasan_Farhan

meriwayatkan sebuah riwayat sejarah penting yang menjelaskan politik Mu’awiyah yang telah menghasilkan banyak hadis saling kontradiksi atau saling berlawanan dengan hadis-hadis shahih

Dan masalah ini akan saya bahas secara khusus dengan menghadirkan bukti-bukti dan dalil-dalil tentangnya serta kaitannya dengan kondisi hadis... Tetapi disini saya cukupkan dengan menyebutnya sambil lewat dengan menyebut poin-poin pemikiran.. Ini sajian khusus untuk para penuntut ilmu (mahasiswa), di waktu lain akan saya khususkan kajian ini dalam sebuah makalah tersendiri yang akan membantu dan membuktikan kebenarannya.

Riwayat al Madaini tersebut telah disebutkann oleh Ibnu Abil Hadid dalam Syarh Nahjul Balaghah,11/44. Ia berkata: “Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Abu Saif al Madaini meriwayatkan dalam kitabnya al Ahdats, ia berkata: “Mu’awiyah menulis sepucuk surat yang ia kirimn kepada seluruh aparatnya di berbagai wilayah/daerah setelah Tahun Jamaah.

Teks Surat Perintah Muawiyah Pertama:

“Hilanglah kekebalan bagi seseorang yang meriwayatkan hadis apapun tentang keutamaan Abu Thurab (Ali bin Abi Thalib) dan Ahlul baitnya.”

Saya (Hasan Farhan al Maliki) berkata: Nash sejarah ini kandungannya terdapat dalam dua kitab Shahih dan selainnya, bahkan telah mencapai tingkat mutawatir bahwa Muawiyah dan para pejabat pemerintahannya telah memerintah pelaknatan atas Imam Ali.  Baca lebih lanjut

Kemunafikan Salafy Dalam Semangat Membela Sahabat Nabi saw

Kemunafikan Salafy Dalam Semangat Membela Sahabat Nabi saw

.

SUMBER: http://almaliky.org/download.php?action=view&id=22

Tulisan dibawah ini adalah intisari dari pembahasan Syekh Hasan bin Farhan al Maliky yang mengungkap sikap salafy wahabi yang berstandard ganda dalam membela sahabat Nabi saw… Sahabat-sahabat utama seperti ahli badar, sahabat Assabiquna Awwalun (yang pertama-tama memeluk Islam) dll banyak yang mereka tuduh macam-macam bahkan munafik, sementara sahabat bermasalah yang masuk  Islam secara terpaksa di akhir kenabian dan bersikap munafik  malah dibelah mati-matian… pembahasan lengkapnya bisa anda download disini atau baca dan download disini: .  ( صحابة بدريون ولكنهم منافقون…. هكذا يقول السلفيون )

Klik Disinihttps://abusalafy.files.wordpress.com/2014/07/sahabat-ahli-badar-tapi-munafik-kata-salafiyun.pdf

.

Sahabat Ahli Badar…. Akan Tetapi Mereka Munafik Dimata Salafiyun

Oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

.

hasan_FarhanTampak bagiku bahwa Ahlu Sunnah (yang saya maksud disini bukan Ahlu Sunnah Nabi Muhammad saw, tapi Ahlu Sunnah kemazhaban yang ekstrim/berlebihan dan lugu, yang mayoritas sekarang berubah menjadi Salafy yang menyimpang dari Ahlul bait Nabi saw. berkat saluran-saluran TV dan uang salafy).

Sepertinya mereka tidak serius dalam upaya mengenal keutamaan dan sejarah hidup para sahabat dan dalam membela mereka dan memperkenalkan mereka. Semangat mereka hanya berdendang di seputar sahabat tertentu yang jumlahnya tidak melebihi bilangan jari dua tangan.

Memori Sunni khususnya Salafi jika kamu buka dan ditakdirkan kita dapat melihat apa yang tersimpan dalam memori akal mereka pasti kita tidak akan menemukan kecuali jumlah yang sangat sedikit dari sahabat Nabi saw -walaupun tentu sebagian mereka memiliki keutamaan-, yaitu: Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Mu’awiyah, Amr bin al Ash, Abu Hurairah dan Khalid bin al Walid. Mereka inilah yang diberi perhatian berlebihan oleh Salafy, dan mendapatkan tempat istimewa dalam karya-karya tulis dan pembelaan mereka!

Kemudian setelah sahabat tersebut diatas, adalah sahabat kelas dua (dalam kacamata mereka tentunya) seperti Abu Ubaidah, Ibnu Umar, Thalhah, Zubair, Abdurrahman bin ‘Auf dan Sa’ad bin Abi Waqqash, walaupun sejarah hidup mereka tidak diketahui kecuali secuil saja. Bahkan sebagian dari mereka itu tidak dikenal kecuali namanya belaka. Adapun mayoritas sahabat Nabi saw. yang terdahulu memeluk Islam, peserta perang Badar maka nama-mana mereka pun tidak banyak dikenal.  Baca lebih lanjut

Mazhab Salaf Shaleh Tentang Islamnya Mu’awiyah (Bagian:9)

Mazhab Salaf Shaleh Tentang Islamnya Mu’awiyah (Bagian:9)

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

.

Sahabat Abu Ayyûb al Anshâri Juga Menegaskan Bahwa Mu’awiyah bin Abu Sufyân Adalah Benteng Dan Pelindung Kaum Munafikin!

Abu Ayyub Al Anshâri adalah sahabat setia Nabi Muhammad saw. dan kesetiannya kepada baginda Nabi saw. ia terjemahkan dengan kesetiannya kepada Sayyidina Ali as.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Mu’awiyah menulis sepucuk surat kepada Abu Ayyub al Anshari ra. mengancamnya dan menuduhnya bertanggung-jawab atas terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affân dengan tujuan agar Abu Ayyûb meninggalkan pembelaannya kepada Khalifah Ali as. dan berbagung dengannya atau paling tidak bersikap netral.

Sebab bergabungnya banyak pembesar sahabat, khususnya para sahabat Badriyyûn, yang berkehormatan berperang membela Nabi saw dalam peperangan Badar dan dipuji Allah dalam Al Qur’an-Nya adalah sangat memojokkan kubu Mu’awiyah yang sedang memberontak kepada Khalifah Syar’i yang sah; Ali bin Abi Thalib as. Apalagi ternyata tidak bergabung dengan Mu’awiyah melainkan mantan-mantan kaum kafir yang bertahun-tahun memerangi Nabi saw. dan mengganngu kaum Muslimin, seperti Marwan bin al Hakam, Amr binn al Âsh dan banyak kalangan Arab Baduwi yang kental kemunafikannya.

Karenanya Mu’awiyah melakukan segala cara agar para sahabat mulia itu meninggalkan Khalifah Ali bin Ab Thalib! Sesekali dengan rayuan harta melimpah yang ia janjikan… sesekali dengan ancaman dan sesekali dengan menebar tuduhan palsu terlibat dalam pembunuhan terhadap Utsman bin Affan.

Namun sahabat Abu Ayyûb –yang kita kenal kesetiannya kepada Islam dan Nabi Islam saw.- tidak tergoyah keimanannya dengan rayuan partai setan dan gembong kaum munafik. Ia justeru berbalik menegaskan kesetiannya kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib as. dan berbalik mengancam Mu’awiyah dengan pedang tajamnya.

Sesampai surat itu di tangan Abu Ayyub ra. ia segera melaporkan kebiadaban sikap Mu’awiyah itu kepada Imam Ali as.  Baca lebih lanjut