Seri Kejahatan Mu’awiyah (2): Mu’awiyah Mencongkel Dan Menggusur Kuburan Para Syuhada’ Uhud

Seri Kejahatan Mu’awiyah: Mu’awiyah Mencongkel Dan Menggusur Kuburan Para Syuhada’ Uhud Dan Memukul Jasad Sayyidina Hamzah Hingga Menyemburkan darah Segar

Pendahuluan

Dalam artikel ringkasnya, Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky menyebutkan beberapa realita sejarah kejahatan Mu’awiyah yang boleh jadi sebagiannya asing bagi kaum Muslimin (tentu keasingan data-data kejahatan Mu’awiyah itu disebabkan upaya “ngotot” Mu’awiyah dan Bani Umayyah melalui “tukang-tukang sihirnya” -(baca: para ulama istana dan para penjilat berkedok agama- yang bekerja siang-malam untuk mempercantik wajah tuan mereka),,, tetapi demikian Syeikh Hasan telah menyebutkan dengan sangat detail dn terinci dengan menghadirkan data-data/ riwayat-riwayat tentangnya di berbagai buku berharga yang beliau tulis …. Hanya saja mungkin tidak banyak yang sempat menelaahnya. Karenanya dalam artikel ini saya akan mencoba membantu Anda untuk menyaksikan langusng beberapa data tentangnya. 

Mu’awiyah Mencongkel Dan Menggusur Kuburan Para Syuhada’ Uhud Dan Mencangkul Kaki Sayyidina Hamzah Sehingga Menyemburkan Darah Segar 

Di masa kekuasaannya, tepatnya di tahun 50 H, Mu’awiyah bermaksud melampiaskan dendam dan kedengkian jahiliyahnya kepada Islam dan Nabi Muhammad saw. dengan menyakiti jasad-jasad para syuhada’ yang gugur dalam perang Uhud membela Nabi saw. dari peperangan yang dipaksakan kaum kafir Quraisy yang dipimpin langsung Abu Sufyan; ayah Mu’awiyah (yang dalam peperangan Uhud itu keikut-sertaan Hindun; ibu Mu’awiyah sangat nyata di mana ia selain memberi semangat kepada kaum lelaki agar tidak mundur dan tetap bersemangat dalam membidik sasaran utamanya yaitu membunuh Nabi saw. dan para pembela setia beliau, ia juga melakukan kekejian dan kedurhakaan sikap dengan merobek perut Hamzah dan mengeluarkan isi perutnya lalu mengunyah jantungnya serta memotong-motong beberapa bagian dari jasad para syuhada’ (seperti maaf harus saya katakan di sini: memotong alat vital mereka dan kemudian ia (Hindun) jadikan kalung dan anting-anting)!

Ya, benar, Mu’awiyah ingin melengkapi kejahatan ibunya -yang telah menyusuinya dengan kekafiran dan kebencian kepada Nabi Muhammad saw. dan para pengikut setia beliau- dengan menggusur makam pekuburan para Syuhada’ perang Uhud dengan alasan karena ia ingin membuat aliran irigasi yang mengalirkan air ke istananya yang ia bangun di dekat sana….

Proses penggusuran dan pencongkelan dimulai… dan Mu’awiyah yang sangat mengenali posisi kuburan Sayyidina Hamzah memerintahkan petugasnya untuk mengayunkan alat cangkulnya dengan keras hingga mengenai kaki Sayyidina Hamzah dan sepontan kaki suci itu menyemburkan darah segar….

Setelah itu, Mu’awiyah memerintahkan seorang aparatnya untuk mengumumkan di kota suci Madinah agar keluarga para Syuhda’a segera mengambil jasad-jasad para syuhada’ dari keluarga mereka dan segera memindahkannya ke tempat lain….

Atas kejahatan Mu’awiyah di atas yang telah menghinakan para Syuhada’ dan mencongkel kuburan-kuburan mereka, khususnya ketika jasad suci Sayyidina Hazmah (yang mana Nabi saw. ketika menshalati jenazahnya mengumandangkan takbir sebanyak tujuh puluh kali sebagai pengormatan beliau kepada jasa pamannya), sahabat Abu Sa’id al Khudri berkata: “Setelah kemunkaran ini, tidak akan ada lagi kemunkaran yang dikecam.”

Kisah ini (yang tentunya sangat memilukan dan menyedihkan hati setiap Muslim kecuali yang dalam hatinya ada penyakit kemunafikan) telah diriwayatkan oleh banyak ulama. Di antaranya:

  1. Ibnu Ishaq dalam kitab al Maghâzi.
  2. Ibnu al Mubârak dalam al Jihâd.
  3. Al Wâqidi dalam al Maghâzi.
  4. Abdurrazzâq dalam al Mushannaf.
  5. Ibnu Abi Syaibah dalam al Mushannaf.
  6. Ibnu Sa’ad dalam ath Thabaqât.
  7. Ibnu Qutaibah dalam ‘Uyûn al Akhbâr.
  8. Al Baihaqi dalam Dalâil an Nubuwwah.
  9. Ibnu al Jauzi dalam Shifat ash Shafwah.
  10. Adz Dzahabi dalam Siyar A’lâm an Nubalâ’.

 .

Beberapa Kutipan Riwayat Tentang Penggusuran Kuburan Para Syuhada’ Uhud dan Pemukulan Dengan Cangkul Tajam Kaki Sayyidina Hamzah ra.

Seperti telah disinggung bahwa kejahatan tersebut dilakukan Mu’awiyah pada tahun lima puluh (50) H. yaitu setelah 46 (empat puluh enam) tahun dari peristiwa perang Uhud. Di mana empat puluh tahun yang silam sebelum kejahatan Mu’awiyah, Hindun; ibu Mu’awiyah juga telah mendemonstrasikan sebuah kebuasan sikap dan kedengkian jahiliyah dengan memutilasi jasad-jadas para Syuhada’ utamanya Sayyidina Hamzah seperti telah disinggung di atas. Kini putra Hindun (si tante genit yang dikenal doyan melampiaskan kebuasan hasrat seknya dengan melacurkan dirinya dengan para pemuda, khususnya yang kekar dan berkuliat hitam)… ya kini putra Hindun menuntaskan drama kejahatan leluhurnya; para pemuka kaum Musyrik dan kafir Quraisy dengan menghancurkan makam makam para syuhada’ Uhud, khususnya Sayyidina Hamzah ra.

  • Abdurrazzâq meriwayatkan dalam al Mushannaf-nya,3/547 dengan sanad: Sufyan bin ‘Uyainah dari Abu Zubair bahwa ia mendengar sahabat Jabir bin Abdillah al Anshari ra. berkata: “Ketika Mu’awiyah bermaksud mengalirkan irigasi al Kadzâmah ia berkata (mengumumkan): “Barang siapa yang mempunyai kerabat yang terbunuh dan dikuburkan di sana hendaknya ia datang dan membawanya pulang.’ Maksudnya adalah orang-orang yang terbunuh dalam peperangan Uhud.. maka Mu’awiyah mengeluarkan jasad-jasad mereka dalam keadaan masih segar. Jabir berkata: “Maka alat cangkul itu mengenai bagian kaki dari seorang dari para syuhada’ itu dan ia menyemburkan darah segar. Lalu Abu Sa’id al Khudri berkata: ‘Setelah kemungkaran ini, tidak akan ada lagi kemungkaran yang dikecam..”

(riwayat di atas shahih berdasarkan syarat Imam Muslim)

Dan seorang yang diperlakukan dengan kasar ketika menggusur kuburannya sehingga mengenai kakinya adalah Sayyidina Hamzah ra.; paman Nabi saw. seperti diterangkan dalam riwayat-riwayat lain. [1]

Mu’awiyah menyengaja ingin melampiaskan kedengkiannya atas Sayyidina Hamzah ra. dengan memotong kaki beliau dengan mengayunkan keras alat cangkul itu ketika mengeluarkan jasad Sayyidina Hamzah ra…. apa yang terjadi bukan tanpa kesengajaan.. bukan kebetulan atau tidak sengaja…

Sejak awal perencanaan proyek itu, Mu’awiyah sudah merencanakan sebuah kejahatan besar… hanya saja kaum DUNGU tidak memahaminya… dan mala menjadikan kejahatan Mu’awiyah sebagain bukti kedalaman pemahaman agamanya!

Ya. Apa yang dilakukan Mu’awiyah bukan sekedar keteledoran petugas yang mengayunkan cangkul tajamnya… Tetapi kejahatan itu adalah terencana dan sebuah kemungkaran besar yang membahayakan Islam.. karenanya sahabat Abu Sa’id al Khudri mengatakan: “Setelah kemungkaran ini, tidak akan ada lagi kemungkaran yang dikecam.”!

  • Dengan sanad: Abdul A’lâ bin Hammâd, ia barkata: Abdul Jabbâr (bin al Ward) menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata: “Aku mendengar Abu Zubair berkata: “Aku mendengar Jabir bin Abdillah berkata: “Aku menyaksikan para Syuhada’ Uhud dikeluarkan (dari liang lahad) dengan dipikul di atas pundak-pundak, seakan mereka orang-orang yang sedang tidur. Sehingga sebuah alat cangkul mengenai kaki Hamzah ra., maka menyemburlah darah segar darinya.”

Demikianlah dalam riwayat di atas tegas disebutkan nama Sayyidina Hamzah; penghulu para Syuhada’ ra. akan tetapi Sufyan dalam jalur sebelumnya sengaja merahasiakan nama Hamzah ra.

Dan seperti telah disinggung bahwa kejadian itu (yaitu melukai dan mencangkul kaki Hamzah ra. sehingga menyemburkan darah) bukan tanpa kesengajaan… tetapi ketika sampai batas tersebut Allah menampakkan Karamah Sayyidina Hamzah ra sehingga para petugas yang dipekerjakan Mu’awiyah untuk mengeksekusi tindak kejahatan tersebut ketakutan dan akhirnya mereka pun menghentikan kejahatan tersebut… setelahnya Mu’awiyah mengumumkan agar penduduk Madinah yang keluarganya gugur dalam Uhud dan dikebumikan di Taman Makan Para Syuhada’ tersebut mengambil jasad-jasad keluarga mereka untuk dipindah ke tampat pemakaman lain di kota Madinah.

Sekali lagi saya katakana bahwa kejahatan itu dilakukan dengan rencana rapi… bukan kesalahan prosedur misalnya… atau tidak disengaja… karena Abu Sa’id al Khudri ra. mengecamnya dengan kata-kata yang sudah Anda baca di atas. Dan demikianlah Para Salaf Shaleh menilai Mu’awiyah, hai kalian yang mengaku sebagai Pengikut Setipa Salaf!

Mu’awiyah Mengetahui Persis Posisi Kuburan Sayyidina Hamzah ra.

Jangan ada anggapan bahwa Mu’awiyah tidak mengetahui posisi makam Sayyidina Hamzah ra…. makam tersebut ia ketahui dengan baik sebagaimana keluarga besar Bani Umayyah juga mengetahuinya dengan persis… tentu bukan dengan niataan baik untuk menziarahinya atau menabur bunga penghormatan atas arwah Sayyidina Hamzah ra. tetapi untuk mengingatkan seluruh angggota keluarga besar Bani Umayyah bahwa di situlah kalian harus melampiaskan dendam kusamat jahiliyah! Seperti yang dilakukan oleh Abu Sufyan; ayah Mu’awiyah ketika di masa kekhalifahan Utsman bin Affan ia mendatangi kuburan Sayyidina Hamzah ra. lalu menendang-nendangnya dengan kaki najisnya seraya berkata: “Hai Abu Umarah (panggilan Sayyidana Hamzah), perkara yang dahulu kita persengketakan sekarang sudah jatuh di tangan bocah-bocah kami!” atau kata-kata semisal itu seperti direkam para ulama.

Kedengkian Mu’wiyah dan Bani Umayyah terhadap Sayyidina Hamzah ra. telah tertanam dalam jiwa busuk mereka yang paling dalam…karena Sayyidina Hamzah-lah yang membunuh ‘Utbah bin Rabi’ah kakek Mu’awiyah dari ibunya Hindun …

lalu bagaimana bayangan kita kebencian dan dendam mereka kepada Sayyidina Ali as. yang telah membunuh para pemimpin kakafiran dari keluarga Mu’awiyah… Ali telah menghabisi nyawa Handzalah kakak Mu’awiyah, al Walîd bin ‘Utbah paman Mu’awiyah dan Ali juga ikut membantu Hamzah dalam menghabisi nyawa Utbah bin Rabi’ah.. tentu kedengkian Mu’awiyah dan keluarga besar bani Umayyah terhadap Sayyidina Ali tidak bisa kita bayangkan.. tentu akan berlipat-lipat dari kedenkian mereka kepada Sayyidina Hamzah…

Kemudian bagaimana bayangan kita tentang kebencian Mu’awiyah, Abu Sufyan, Hindun dan keluarga besar Bani Umayyah lainnya terhadap Rasulullah saw. yang tentunya semua hunusan pedang tajam Sayyidina Ali dan Sayyidina Hamzah yang telah membuat tersungkur dan mengakibatkan kamatian orang-orang tersayang mereka! Tentu dendam dan kedengkian mereka jauh lebih tak terkontrol!

Hanya kaum lugu yang tidak memahami kenyataan ini… dan Mu’awiyah telah berhasil membuat kaum lugu menjadi semakin dungu dalam memahami realita sejarah Bani Umayyah.

 _____________

[1] Seperti dalam riwayat Jabir dari jalur lain juga dari Abu Zubair tetapi tidak melalui Sufyan ibn ‘Uyainah, sebagaimana dalam riwayat kedua yang akan saya sebutkan nanti… seperti diketahui Sufyan padanya terdapat kenashibian (ketidak sukaan kepada keluarga Nabi saw.) yang boleh jadi karenanya ia tidak mau menyebutkan nama Hamzah, sebab ia akan makin menampakkan betapa besarnya kejahatan Mu’awiyah! Allahu A’lam.

22 Tanggapan

  1. Syukron ustadz, kotak “pandora” yang selama ini terkunci dan digembok rapat serta kalau bisa kuncinya dibuang supaya kaum awam tidak akan pernah tahu tentang sebuah kebenaran sampai mereka meninggal…oleh ustadz “dipaksa” supaya kotak “pandora” yang gemboknya sudah karatan itu (kerena sudah lamaaaa sekali tidak ada yang berani menyentuh apalagi membukanya banyak yang ketakutan dengan alasan ini-itu) akhirnya bisa dibuka, jadi kaum awam seperti saya ini dapat mengambil banyak manfaat…ditunggu kelanjutannya….Insya Allah kalau masih ada

  2. Tahukah umat islam ( utamanya sunni) kalo soal tertindasnya keluarga bani hasyim sepeninggal Nabi apalagi imam Ali dan keturunan beliau (para imam yg juga keturunan Nabi) serta pengikutnya telah menjadi tragedi yg pahit tuk dikenang bagi kaum muslim sepanjang zaman dimulai oleh khalifah Abu Bakar sampai kepada yg mengaku khalifah (apakah dia zalim atau paling zalim) disegala zaman islam …. entah kemana pembelaan umat yg katanya pecinta rasul… kemana makna dari shalawat mereka itu..mereka lebih cinta kepada yg katanya para sahabat Nabi ( yg tiada nas, wajib mencintai dan mengikut mereka) ketimbang mencintai keluarga/Ahl al Baitnya yg dijelaskan dalam Al quran…kepalsuan agama yg telah diukir para musuh Nabi yg menamakan diri mereka pengikut sunnah sahabat bukan nabi..

  3. Saya bener bener tercerahkan dan mata saya jadi terbelalak membaca fakta sejarah yang ustadz ungkap di sini … Ini bener bener membuka pikiran saya dan temen temen di kelompok halaqoh saya. Kami hanya bisa berdoa semoga Allah terus menolong ustadz dalam jalan da’wah ini…
    Matur nuwun atas ilmunya

  4. Dusta apalagi yang kau jual hai abu salafi al majhuul?! Dasar jongos syiah rofidhah najis… Tunjukkan wajahmu biar aku ludahi sini!!!
    Muawiyah adalah sahabat agung dan pembela nabi….
    Terkutuk orang yang membencinya apalagi memfitnahnya ssperti abu salafi ini!!!! Amiiin.

    • semngat amat mas belain muawiyah.. sekalian aja abu jahal kasih julukan sahatabbat mulia

    • @nti R
      Coba tunjukkan dan buktikan disini kalo “Muawiyah adalah sahabat agung dan pembela nabi….” kata anda ??? Sejarah mana yang anda petik dan katakan itu..?? biar kita sama-sam mempelajari kedustaanya…. kami nantikan ….. kalo Rafidhah najis anda yang ngomong itu lebih najis…..kalo tidak terbukti kata-kata anda kembali kpada pengucapnya… camkan itu… kalo anda memang islam)

      , “Katakanlah: Bawakan bukti Anda jika kamu mengatakan yang sebenarnya” (Al-Qur’an, 2: 111), ….satu lagi

      “Katakanlah: Apakah Anda memiliki suatu pengetahuan sehingga dapat Anda mengemukakannya kepada kami? kamu tidak mengikuti kecuali hanya dugaan belaka, dan Anda tidak lain hanya berdusta “(Al-Qur’an, 6: 148).

    • @ anti rafidhoh
      “Terkutuk orang yang membencinya apalagi memfitnahnya (Muawiyah)
      Tolong mas…. dalilnya yang menyebutkan demikian??….

      jangan asal asbun … anda katakan “rafidhoh najis” bisa jadi sebaliknya..seperti pepatah ” anjing pandai menggonggong tapi orang benar tetap berlalu dengan tenang””

    • @anti rafidoh,
      terkutuk juga ama munafik kamu (pake nama samaran lg) dasar..!! kebenaran dah di perlihatkan msh jg bodo

    • Mknya Aswaja spt riak ombak dipantai yg takada manfaatnya. Kaciiian.

  5. Ada2 sj tulisan ini, apa anda tidak pada tahu ya…?, sang “fakih” ini yg telah main bongkar kubur itu jadi rujukan alias dalil akan bolehnya bongkar kubur lho… Tentu untk kepentingan atau hajat tertentu. Jadi peduli amat dgn ucapan Abu Said لا ينكر بعد هذا منكر /”Setelah kemunkaran ini, tidak akan ada lagi kemunkaran yang dikecam” . Paling yg ngomong ini hanya seorang salaf sj, salaf yg lain masih banyak lg dan tidak mengingkari (konon ya..). Nah ini buktinya sang “fakih” kurang salaf apalagi lagi dia.

    Yang penting ada rujukan dari sang “faqih” gitu lho. Untuk sang “fakih” punya kedudukan istimewa. Klu ucapan sayyiduna tak boleh untuk Nabi krn dpt terjerumus pd sikap ghuluw, nah untu sang “fakih” nan salaf ini boleh sj pakai sayyiduna. Hebat kan sang ‘fakih” yang satu ini, “Ijtihad” bongkar kubur jadi rujukan untuk fatwa kontemporer dan mutakhir.
    Jadi artikel ini anggap sj angin lalu dan sampah, krn tidak sejalan dgn “the real salaf, fakih and sayyiduna”

  6. lanjutkan pak abu, buat AR berfikirlah,,,,,,,

  7. Yg aku suka dr blog ustad abu salafy ini komen yg pro dan yg kontra sll ditampilkan…sayang yg kontra gk pernah memanfaatkan utk menyanggah dng dalil2 yg sahih selain caci maki dan umpatan.

  8. abu salafy is back.
    thx pak yai.

    rasanya sedih sekali gak bisa mengakaea site keren ini..gw pikir down selamanya.. hiks..

  9. Orang2 yang ngebongkarin makam para syuhada itu nyadar gak sih. Maksud gue gini, kan ditulis diatas katanya peristiwa pembongkaran terjadi di tahun 50H terus para syuhada gugur 46 tahun sebelumnya. Jadi Istilah kata nih, jasad para syuhada telah dimakamkan selama 46 tahun. Naah waktu disuruh bongkar sama si Muawiyah pasti mereka menduga kalau minimal jasad dah pada kering semua alias kayak mumi gitu, lah ini pas dicangkul masih ngucur darah. Apa itu bukan sebuah mukjijat bukti kebesaran Allah…kalau gw nih ngalamin kejadian kayak gitu gw langsung stop terus mikir. Ini kuburan syuhada sudah dikubur 46 tahun eeh masih ngucur darah mungkin itu tanda dari Allah…gw bakalan langsung buang cangkul tobatan nasuha. Gak ada urusan lagi ama kelompoknya Muawiyah…biar si Muawiyah nyangkul dan ngebongkarin sendiri!!!

    • Kalau baca terus kebawah disebutkan para pekerja galian ketakutan setelah kejadian itu, hanya saja yang sedikit membingungkan mengapa proyek irigasi terus berlanjut pasca aksi mogok dari para pekerjanya, dan mengapa penduduk tidak beramai2 mendemo dan menuntut untuk segera dihentikan proses pemindahan kuburan para Syuhada’ Uhud. Bukankah peristiwa mengucurkannya darah serta masih segarnya jenazah para Syuhada’ Uhud dapat dijadikan faktor kuat untuk menentang proyek irigasi bikinan Muawiyah. Kira2 seperti apakah dalil para ulama istana Muawiyah kepada penduduk atas kejadian aneh itu sehingga para ahli waris seolah2 rela memindahkan kuburan Syuhada dan tidak ada demo besar2an dari penduduknya. Saya pikir akan cukup menarik bila alasan pembenaran ulama istana guna melegalisasikan proyek Muawiyah masih dapat kita pelajari saat ini.

      • to reffan
        kenapa proyek irigasi si Muawiyah masih diteruskan? karena ada paksaan dari penguasa thoghut muawiyah. alasan ulama istana mendukung proyek itu cuma ada satu: pilih dipenggal atau dikasih duit (oleh muawiyah). Demo? jangan mimpi. mendemo seorang diktator spti muawiyah, bisa dikategorikan sbg tindakan bughot, dan dipancung lehernya.

  10. Orang sudah meninggal bertahun2 kok darahnya masih segar,
    AYA AYA WAE, Bila ingin berdusta jangan ketauan bo’ong ny dong.

  11. tadinya saya senang dgn blog ini krn saya ASWAJA anti WAHABI … ternyata ini blog syiah rafidhah …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s