Keterangan Untuk Memahamkan Si “Dungu Salafy”! (2)

Keterangan Untuk Memahamkan Si “Dungu Salafy”! (2) 

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=889

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

Tulisan sebelumnya klik disini

Kaum DUNGU Regional Adalah Hasil Sikap Ghuluw!

Hasan FarhanTiada sebuah daerah, kabilah dan kota melainkan di dalanya ada kaum berakal dan kaum DUNGU (Khabalân).
Kata Khabalân adalah kata yang diperingan… Di dalanya mengandung sisi pemberian uzur (dimaklumi)!
Maksudn saya, sebagian orang mengecam saya karena saya menggunakan kata Khabalâan dalam mensifati lawan-lawan saya. Padahal hakikatnya itu jauh lebih ringan dari redaksi yang mereka gunakan untuk menyebut lawan-lawan mereka; KAFIR/ZINDIQ/RAFIDHI/MUSUH TANAH AIR dll.  Adapun “khabal” setengah ma’dzur (layak dimaklumi)!

Mereka kaum dungu (Khabalân)  ada di setiap daerah dan kabilah. Mereka memiliki ciri-ciri khusus yang bisa berangam secara otomatis! Dan yang aneh adalah bahwa ciri dan sifat mereka sangat mirip sekali dengan ciri dan sifat musuh-musuh kenabian seperti disebutkan Al Qur’an!!

Di antara ciri-ciri itu adalah: 

(1) Dusta 

Mereka tidak segan-segan berdusta dan menyimpulkan kesimpulan dusta dan berprasangka dusta…  Dan demikian seterusnya. Dusta adalah pilar andalan mereka terbesar dalam mencoreng gambaran lawan dan untuk menekan mereka.

(2) Berdalil Dengan Kuantitas

Dan di antara ciri mereka adalah berdalil dengan katsrah/kuantitas dan kebangsaan serta mazhab, bukan dengan bukti dan dalil.
Dan darinya adalah katerhinaan seperti yang dijanjikan Allah atas orang yang menyimpang dan menentang Allah dan Rasul-Nya. Mereka selalu terkalahkan dan terhinakan.(1)

(3) Kerakusan

Ciri lain mereka adalah kerakusan dan keseriusan mereka untuk mengeneralisir karena didorong rasa takut. Jika ada dua puluh orang mencelamu mereka (kaum DUNGU) akan membesar-besarkan dengan mengatakan sukunya atau keluarga besarnya atau ibu bapak nya telah berlepas diri darinya…  dan demikian seterusnya.

Mereka Orang-orang Yang Kasihan!

Jika mereka sukses membatalkan jadwal ceramahmu mereka akan gembira, “berteriak-teriak” kegirangan -persis seperti bocah-bocah- mereka akan memuaskan kerakusan hasratnya dengan apapun. Mereka ingin mencatat kemenangan dalam bentuk apapun -walaupun melalui orang lain-, sikap kekanak-kanakan ini siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab?

Jika mereka (para masyaik mereka) berdusta, mereka (kaum DUNGU) segera menyebar-luaskan dalam hitungan menit, mata mereka melotot, alis-alis mereka terangkat sampai ke kening mereka sambil terpaku dengan kebohongan itu, yang mereka anggap dapat mematahkan punggung lawan!

(4) Gemar menyakiti dan mengganggu orang

Di antara sifat dan ciri kaum DUNGU lainnya adalah kesiapan mental mereka untuk mengganggumu. Mereka mengira dengan itu mereka dapat menghentikan pengetahuan yang kamu sebar-luaskan. Dan ini adalah mustahil… Pengetahuan akan tetap datang.

Kaum DUNGU tidak boleh diremehkan, dahulu mereka telah mampu menghentikan gerak kenabian, dan dengan bantuan mereka setan sukses membunuh para nabi as. dan mengusir manusia. Para nabi pun mengalami kerepotan menghadapi penyandang sifat-sifat seperti itu.

Sifat-sifat paling cocok yang disebutkan Al Qur’an untuk kaum DUNGU adalah: (As Sufahâ’+ Syarrud-Dawâb = Bodoh + Sejelek-jelek makhluk melata). Sebagian dari mereka adalah Sufahâ’; mereka menipu Allah dan kaum beriman. Sebagian lainnya adalah sejelek-jelaknya makhluk melata yang tidak berakal (tidak mengunakan akal sehatnya).

Kaum DUNGU tidak bisa diremehkan. Mereka adalah beban berat atas setiap orang berakal, yang berhati nurani dan memiliki pendengaran dan penglihatan yang sehat… Mereka adalah beban atas pemerintah dan rakyatBeban atas pendidikan dan seluruh instansi dan lembaga-lembaga…

Lalu bagaimana mereka bisa diobati?

Bersambung InsyaAllah

________________

(1) Keterhinaan mereka sebagai hukuman Allah atas Kaum yang menyimpang dan menentang Allah dan Rasul-Nya sebagaimana ditegaskan dalam Al Qur’an, surah al Mujadalah (58) ayat 5:

إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ كُبِتُوا كَمَا كُبِتَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَقَدْ أَنزَلْنَا آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang yang kafir ada siksa yang menghinakan.”

Dan:

لِيَقْطَعَ طَرَفاً مِنَ الَّذينَ كَفَرُوا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوا خائِبينَ

“(Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bala  bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir atau untuk menjadikan mereka hina lalu mereka kembali dengan tiada memperolah apa-apa.” (QS. Âlu ‘Imrân (3);127)

Abu Ishaq berkata menjelaskan makna kata: يكبتهم : “Mereka dihinakan dan disiksa dengan adzab kekalahan, persis apa yang dialami kaum sebelum penentang sebelum mereka.” (Baca Lisânul Arab, 9/574)

________________

Tulisan Terkait

Satu Tanggapan

  1. Mantap pak ustadz…
    Terus berjuang di jalan Allah dengan menyadarkan laum muslimin dari bahaya jamaah takfiriyah….
    Berjuang terus kami pemuda Ahlusunnah cinta peraatuan selalu menduking perjuanhan pak ustadz.. .
    بارك الله فيكم يا استاذنا الكريم.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s