Intisari Pengaruh Negatif Bani Umayyah Terhadap Islam dan Umat Islam

Intisari Pengaruh Negatif Bani Umayyah Terhadap Islam dan Umat Islam

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=293

.

Ketika kami memperingatkan akan bahaya bani Umayyah banyak pihak mengira bahwa kami hanya mengecam kezalimah masa lalu yang sudah ditelan masa! Sama sekali tidak, kezaliman mereka melawan Syari’at Allah dan Rasulullah serta Kiatabullah masih aktif dan berpengaruh dalam kitab-kitab hadis kepercayaan karya ulama panutan!

Di sini saya ajak bicara para mahasiswa dan pelajar Ilmu Hadis yang obyektif… Jangan biarkan agama kalian diurus mereka yang mempercayai Qubaishah sebagai agen agama.. Mereka telah meriwayatkan banyak kepalsuan atas nama agama Allah dan memberinya lebel SHAHIH. Waspadalah!!

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

hasan_FarhanMengetahui dengan jelas pengaruh buruk Bani Umayyah baik dalam pemikiran, ideologi, hadis, prilaku, fikih, sistem politik, pola pikir maupun keuangan adalah seutaman-utamanya ilmu yang harus diketahui.

Karena penuntut ilmu apabila tidak mengetahui hal ini ia pasti mencampur-adukkan agamanya dengan prilaku, tindakan dan perubahan yang menimpa agama itu sendiri. Dan mensterilkan agama dari pengaruh-pengaruh negatif perubahan manusia adalah kewajiban secara pasti dan aklamasi.

Tetapi kaum Ghulat (ekstrimis Salafy) degil menentang realita yang satu ini. Walaupun Anda mendatangkan kepada mereka semua ayat pasti mereka tidak akan menerima hujjahmu. Karenanya saya tidak mengajak bicara mereka. Tetapi saya akan merangkumkan intisari masalah ini bagi para penuntut ilmu yang menginginkannya.

Kali ini saya akan menyajikan intisari ini tanpa menyertakan referensinya. Di masa akan datang setiap poinnya akan saya jabarkan secara rinci. Di antara masalah itu adalah: 

(1) Merubah puncak tampuk kepempinan (pemerintahan).

(2) Melanggar hak-hak azazi kemanusiaan secara besar-besaran.

(3) Borjuisme.

(4) Fanatisme Kekabilahan.

(5) Kerajaann yang mengigit (tiran).

(6) Pewarisan.

(7) Meruntuhkan pilar Syura.

(8) Memperalat Islam demi kepentingan kekuasaan melalui:

  •  Akidah Fatalisme (Jabr)
  • Ketaatan mutlak kepada penguasa.
  • Berlebihan kelewat batas dalam menyanjung para Khalifah.
  • Mencaci para nabi dan kaum Shalihin.
  • Pengkafiran.
  • Memecah belah kaum Muslimin menjadi berkelompok-kelompok dan berpuak-puak.
  • Melegalkan kezaliman.
  • Menjunjung tinggi kedudukan Ahlul Kitab, para pendongeng dan panyair.

(9) Menjadikan tempat-tempat suci sebagai sasaran penghinaan.

(10) Memaksakan akidah tertentu dan hukum untuk diyakini umat.

(11) Suap dan korupsi.

(12) Membentuk ketokohan orang-orang tertentu dengan jalan makar dan menjunjung tinggi.

(13) Memonopoli, menguasai daerah-daerah subur dan harta yang paling berharga.

(14) Memaksakan pajak atas segala sesuatu sehingga negara Islam menjadi bagaikan ladang besar. (Peraslah susu jika telah mengering maka peraslah darah!) Inilah jawaban Sulaiman bin Abdul Malik kepada gubernur Mesir ketika ia mengajukan usulan keringanan pajak atas rakyat Mesir!!

(15) Menghinakan Manusia seperti dengan menyetempel secara permanen di leher dan tangan, sebagaimana yang dilakukan terhadap para sahabat dan juga mereka lakukan terhadap umumnya para petani… Semua karena kebencian mereka kepada bangsa-bangsa (selain Arab) dan menzalimi mereka, baik mereka masuk Islam ataupun tidak!

(16) Menjadikan Baitul Mal Muslimin sebagai penyimpanan harta para Khalifah.

(17) Mengobarkan perang demi rampasan perang dan ekspansi.

(18 ) Penyiksaan dan beragam cara kejinya, seperti:

  • Menggantung para wanita dengan payudara mereka
  • Memangsakan tahanan kepada binatang buas yang telah dilaparkan
  • Memotong-motong jasad mereka
  • Mengubur hidup-hidup
  • Menusuk mata dengan besi menganga (memerah setelah dipanaskan), -lalu mereka mengatakan bahwa demikianlah Nabi saw. menyiksa lawan-lawannya sehingga dengan demikina mereka melegalkan kejahatan itu. (Sayang Imam Bukhari kecolongan dengan memasukkan hadis produk Bani Umayah ini dalam Shahihnya, lihat catatan kami dibawah _Abu Salafy [1])
  • Melempar mereka hidup-hidup dari bangunan yang tinggi
  • Memotong lidah lawan
  • Menawan wanita-wanita Muslimat
  • Menyembelih bocah-bocah di hadapan para orang tua mereka secara sengaja
  • Memaksa kaum Barbar (Kaum Barbar adalah penduduk pribumi afrika utara seperti Maroko, Tunisia, Aljazair, libya dll _red) menjual istri-istri dan putri-putri mereka ketika tidak mampu membayar pajak yang tidak wajib
  • Mengelilingkan kepala-kepala para sahabat setelah dipenggal. Mereka membuat sayembara dengan hadiah besar bagi orang yang sanggup mendatangkan kepala:
    1) Ammar bin Yasir,
    2) Imam al Husain bin Ali,
    3) Amr bin al Hamq al Khuza’i…. Dan mereka itu adalah sahabat Nabi saw dalam pandangan kaum Ghulat Salafy!!

(19) Adapun pajak-pajak yang sangat membebani masyarakat maka -bicarakan tentangnya pasti Anda tidak berlebihan-. Ia beragam. Bani Umayyah menempuh banyak cara dan memaksakannya atas masyarakat agar membayarnya dengan beragam bentuk yang sebagiannya tidak terbayangkan oleh kita semua:

  • Pajak tanah (kharaj).
  • Pajak pernikahan.
  • Gaji para petugas penagih pajak.
  • Pajak rumah.
  • Pajak-pajak dadakan, seperti: Hadiah untuk hari raya Nairuz dan upacara/perayaan Khalifah yang jumlahnya mencapai 10 juta dirham di masa kekuasaan Mu’awiyah.
  • Pajak pedagang.
  • Pajak yang dibebankan atas profesi dan produk.
  • Pajak kertas dan lembaran alat tulis lainnya
  • Pajak Jizyah baik atas mereka yang masuk Islam maupun yang tidak. Dan jumlah yang harus dibayar lebih besar dari yang ditetapkan Islam (bagi non Muslim yang hidup di negara Islam)
  • Mencegah orang-orang yang berhak menerima zakat menurut Islam dan mengalokasikannya untuk para penjilat dan para penyair.

(20) Perampasan tanah-tanah untuk dijadikan milik pribadi Khalifah (yang dikenal dengan sebutan ash Shawafi).

(21) Mengkhususkan emas dan perak untuk Khalifah.

(22) Kaum non Arab yang dipaksa berjihad di bawah bendera penguasa tidak diberi hak materi apapun… (Dan ini yang kemudian menjadi penyebab pemberontakan kaum Barbar)

(23) Merampas properti milik rakyat dengan semena-mena seperti yang dialamai penduduk Yaman di masa kekuasaan Muhammad bin Yusuf dan lebih dari itu mereka dibebani dengan pajak tambahan yang dinamakan dengan Wadzifah.

(24) Pajak tambahan atas kaum Barbar yang dinamakan dengan Jizyah abna’ (Jizyah anak) dan apabila mereka tidak sangup membayarnya maka mereka harus menyerahkan anak-anak dan buah hati serta istri-istri mereka kepada penguasa untuk dijual sebagai budak sahaya. Dan ketika Umar bin Abdul Aziz menjabat sebagai Khalifah pajak ini digugurkan!

(14) Menyalurkan hasil bumi daerah tertentu ke daerah lain yang jauh seperti hasil bumi Oman dialokasikan ke Bashrah.

(15) Dan para penguasa tidak segan-segan menyiksa masyarakat agar mereka membayar pajak-pajak memberatkan itu serta masih banyak bentuk lainnya.

Di samping perlakuan semena-mena aparat. Sekedar contoh, Khalid al Qasri -kesayangan kaum ekstrimis Salafy- kekayaannya sebanyak dua puluh juta dirham (jumlah yang sangat luar biasa besarnya untuk saat itu) sementara ketika awal menjabat ia tidak memiliki kekayaan apa-apa.

Abdurrahman bin Abu Bakrah, diutus Mu’awiyah ke wilayah Sijistan dan ia memperoleh pendapatan dari kota Isfahan sebesar empat puluh juta dirham! Ini pendapatannya sebagai wali kota Isfahan saja yang hanya dalam waktu dua atau tiga tahun ia menjabat!

Para Khalifah mendorong para aparat daerah untuk berlaku kasar dan menghinakan manusia. Kezaliman telah menghimpit mayoritas masyarakat baik para petani, para pengerajin dan kelompok-kelompok umat Islam lainnya.

Bagaimana kaum ekstrimis Salafy menjadikan kaum zalim sebagai para imam panutanMereka bela dengan penuh semangat dan berdalil dengan kekejaman mereka dalam buku-buku akidah mereka?? Mereka menyembah Allah dengan mengakui kezaliman-kezaliman para penguasa itu… Dusta-dusta dan kebejatan mereka??

Lalu bagaimana para Ekstrimis Salafy menjadikan mereka itu sebagai pemimpin dan penunjuk jalan hidayah Allah, meneladani prilaku dan gaya hidup mereka dengan membelekangi sunnah Rasulullah saw. Padahal para penguasa itu tidak beriman bahwa Allah akan meng-hisab mereka atas semua kelakuan mereka. Bani Umayyah telah menyebar-luaskan begitu juga para tukang-tukang penebar nasihat (palsu) mereka bahwa seorang Khalifah tidak akan di-hisab Allah… Tidak ada siksa atas mereka walaupun mereka hanya menjabat sebagai Khalifah itu tidak lebih dari tiga hari saja. Dan sebagian ulama istana itu berpendapat Khalifah itu harus menjabat selama empat puluh hari untuk mendapat keistimewaan tersebut!

Dan mereka lebih mengutamakan para Khalifah atas para Nabi as.

Lalu bagaimana para Ekstrimis Salafy menjadikan mereka sebagai teladan dengan mencampakkan Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah?! Bagaimana mereka merelakan para penguasa bejat itu sebagai teladan sedangkan mereka mengetahui kebejatan para penguasa itu. Yang saya maksud adalah para ulama Salafy Ekstrim mengetahui kefasikan para penguasa itu!!

Ekstrimis Salafy Menutup Mata Dari Kebenaran

Jangan katakan kepada saya bahwa para Ekstrimis Salafy itu tidak pernah misalnya, membaca Tafsir Ibnu Katsir! Ibnu Katsir seorang ulama Sunni asal kota Syam (Syami) yang fanatik dan kurang simpatik kepada Ahlulbait Nabi saw serta cenderung membela Bani Umayyah. Apakah mereka membacanya?!

Jika demikian maka perhatikan!

Tafsir Ibnu Katsir, 4/43:

 ابن أبي حاتم : حدثنا أبي حدثنا هشام بن خالد حدثنا الوليد حدثنا مروان بن جناح

حدثني إبراهيم أبو زرعة وكان قد قرأ الكتاب أن الوليد بن عبد الملك قال له : أيحاسب الخليفة؟؟؟

Ibnu Abi Hatim: Ayahku menyampaikan hadis kepada kami, Hisyam bin Khalid menyampaikan hadis kepada kami, al Walid menyampaikan hadis kepada kami, Marwan bin Janah menyampaikan hadis kepada kami, Ibrahim Abu Zur’ah menyampaikan hadis kepadaku, dan ia telah membaca Al Kitab bahwa al Walid bin Abdul Malik berkata kepadanya: “Apakah seorang Khalifah itu akan di-hisab?? “

Al Walid bin Abdul Malik -yang hidup di masa yang sangat dini (86-96H) itu- dapat tidak mengetahui apakah seorang Khalifah itu akan ada hisabnya di akhirat di hadapan mahkamah Allah karenakan didikan dan pengetahuan yang disebar Bani Umayyah telah merasuki pikiran masyarakat Islam saat itu termazuk keluarga penguasa istana… Didikan itu telah merusaknya sehingga ia tidak mengenali lagi akidah Islam sebenarnya!

.

Dan jika sang Khalifah menyangka bahwa bahwa ia tidak akan di-hisab, lalu mengapakah para Ekstrimis Salafiymenjadikannya sebagai panutan dan idola, dan menyanyikan untaian syair pujian serta mengagungkan jasa telah menaklulan negeri-negeri??

Hulako juga telah menaklukkan banyak negeri!!

Dan di masa sang ayah: Abdul Malik juga punya kisah yang mirip dengan kisah di atas yaitu bahwa seorang Khalifah tidak boleh dituntut/dimintai dengan memaksa!

Dalam kitab al Ma’rifah wa at Tarikh, 1/128 disebutkan:

…...Ia berkata: “Aku membaca di hadapan Muhammad bin Hamid, ia berkata, Salamah dan Ali bin Ishaq menyampaikan kepadaku, ia berkata: Dari Imran bin Abi Kutsair ia berkata:

Aku datang ke kota Syam lalu aku mendapati Qubaishah bin Dzuaib telah datang bersama seorang penduduk Irak dan membawa masuk menemui Abdul Malik bin Marwan lalu ia menyampaikan hadis dari ayahnya dari Mughirah bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya seorang Khalifah itu tidak boleh dituntut.” Maka Abdul Malik memberinya santunan yang banyak berupa baju dan harta!!

Perawi berkata: “Lalu dalam hatiku ada sesuatu tentangnya, kemudian ketika aku datang ke kota Madinah aku jumpai Said bin Musayyib dan aku ceritakan hal itu kepadanya maka ia memukul tanganku dengan tanganya dan berkata: “Semoga Allah membunuh Qubaishah, bagaimana ia rela menjual agamanya dengan dunia yang fana’ ini.”

Qubaishah bin Dzuaib ini … yang mensponsori orang yang sengaja berdusta atas nama Rasulullah... saya kabar-gembirakan kepada kalian bahwa riwayat dan hadisnya telah memenuhi enam kitab hadis Shahih! Masyaallah!!!

Setelahnya Said bin Musayyib melanjutkan ucapannya, ia berkata:

والله ما من امرأة من خزاعة قعيدة في بيتها إلا قد حفظت قول عمرو بن سالم الخزاعي لرسول الله
اللهم إني ناشد محمداً / حلفَ أبينا وأبيه الأتلدا أفيناشد رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا يناشد الخليفة؟

 

“Demi Allah, tiada seorang wanita pun dari suku Khuza’ah yang hanya duduk di dalam rumahnya kecuali telah menghafal bait syair yang digubah oleh Amr bin Salim al Khuza’i untuk Rasulullah saw.:

Ya Allahm aku menuntut/meminta dengan sangat kepada Muhammad*** sekutu ayah kami dan ayahnya.

Jadi apakah Rasulullah saja boleh dituntut untuk memenuhi kebutuhan rakyat seperti itu lalu mengapa Khalifah tidak boleh dituntut?

.

Para Ekstrimis Salafy itu telah menjadikan Bani Umayyah sebagai panutan dalam prilaku dan pemikiran, dan dari hidangan hadis, akidah dan fikih Bani Umayyah mereka kenyang…. Bagiamana mereka menjadikan bani Umayyah sebagai panutan?!

Kebanyakan dari keluarga penguasa bani Umayyah itu sama sekali tidak percaya akan adanya pembalasan Allah atas Khalifahatas penguasa! Apakah logis mereka dijadikan panutan dan pembawa hidayah Allah... kita puja mereka dalam qasidah-qasidah bertajukkan akidah?

Qubaisha bin Dzuaib adalah orang yang membawa para pendusta ke istana-istana bani Umayyah untuk mencetuskan syari’at baru bahwa seorang Khalifah tidak akan ada hisab atasnya di akhirat nanti. Lalu bagaimana bayangan Anda tentang dusta yang akan ia palsukan dalam tema-tema lain?? Qubaishah ini diyakini kejujurannya dan kokoh kualitasnya oleh para ulama Ahli Hadis!!

Ibnu Hajar berkata dalam kitab at Taqrib:

“Qubaishah bin Dzuaib al Khuza’i… Salah satu putra para sahabat. Ia sempat melihat Nabi saw. Ia wafat tahun delapan puluh sekian. Ia dipercaya para ulama Ahli Hadis dalam meriwayatkan hadis!”

.

Ketika kami memperingatkan akan bahaya bani Umayyah banyak pihak mengira bahwa kami hanya mengecam kezalimah masa lalu yang sudah ditelan masa! Sama sekali tidak, kezaliman mereka melawan Syari’at Allah dan Rasulullah serta Kiatabullah masih aktif dan berpengaruh dalam kitab-kitab hadis kepercayaan karya ulama panutan!

Di sini saya ajak bicara para mahasiswa dan pelajar Ilmu Hadis yang obyektif… Jangan biarkan agama kalian diurus mereka yang mempercayai Qubaishah sebagai agen agama.. Mereka telah meriwayatkan banyak kepalsuan atas nama agama Allah dan memberinya lebel SHAHIH. Waspadalah!!

Di sini perlu ada pembaharuan… Kita tinjau ulang dasar-dasar Al Jarh wa at Ta’dil (secara singkat al Jarh wa at Ta’dil adalah ilmu yang membahas tentanga cacat dan adil [jujur, shaleh bukan fasiq]-nya seorang perawi sehingga bisa ditentukan ditolak atau diterimanya hadis darinya _red) dan bangun kembali di atas pondasi pengetahuan bukan pondasi kemazhaban. Maka seorang yang mensponsori para pendusta untuk memalsu hadis demi para amir dan penguasa dengan memalsu atas nama Rasulullah tentu bukanlah seorang yang tsiqah/jujur.

Yang menyeret manusia terhanyut bersama hadis palsu Bani Uamayah dan akidah rusak ala Bani Umayyah adalah kenashibian (kebencian kepada Keluarga Nabi saw.), faham Jabariyah (fatalisme dan bahwa manusia tidak memiliki ikhtiyar apapun dalam semua kelakuannya) dan Tasybih (penyerupaan Allah dengan makhluk), ya orang yang sama yang menyeret kita sekarang menuju kedunguan, permusuhan dll.

.

Dengar dan perhatikan “keajaiban” ini: Abu Daud (al Hanbali) meriwayatkan dalam kitab Sunan-nya, 2/621:

.

حدثنا محمد بن العلاء ثنا أبو بكر عن -(حدثنا)- عاصم قال: سمعت الحجاج وهو على المنبر يقول

اتقوا الله ما استطعتم ليس فيها مثنوية واسمعوا وأطيعوا ليس فيها مثنوية لأمير المؤمنين عبد الملك

والله لو أمرت الناس أن يخرجوا من باب من أبواب المسجد فخرجوا من باب آخر لحلت لي دماؤهم وأموالهم

والله لو أخذت ربيعة بمضر لكان ذلك لي من الله حلالا من رجز الأعراب

ما أنزلها الله على نبيه عليه السلام

قال الشيخ الألباني (السلفي) : صحيح الإسناد

.

Muhammad bin al Ala’ menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata: Abu Bakar menyampaikan hadis kepada kami dari ‘Ashim ia berkata: Aku mendengar Hajjaj berkata dari atas minbar: “Bertaqwalah kalian kepada Allah semampu kalian tanpa keuduran/pengecualian. Dan dengarkan, taati perintah dan larangan Amirul Mukminin Abdul Malik tanpa pengecualian!

Demi Allah andai aku memerintah orang-orang untuk keluar masjid dari melalui pintu tertentu lalu mereka keluar dari pintu lain niscaya halal bagiku darah-darah dan harta-harta mereka!

Demi Allah andai aku menghukum suku Rabi’ah atas kesalahan yang diperbuat suku Mudhar niscaya yang demikian itu halal bagiku atas nama Allah!

Duhai siapakah yang mendukungku menghukum budak suku Hudzail (Abdullah bin Mas’ud -sahabat mulia Nabi saw. maksudnya), ia mengklaim bahwa bacaan (Al Qur’an-nya) itu dari Allah. Demi Allah bacaannya itu tidak lain hanyalah nyanyian Arab Baduwi dusun!! Allah sama sekali tidak pernah menurunkannya kepada nabi-Nya.

Syeikh al Albani (seorang ulama Salafy) berkata: “Riwayat itu shahih sanadnya. “

.

Coba perhatikan berapa hukum syari’at yang dipalsukan atas nama Allah yang mana Hajjaj bersumpah dengan mana Allah bahwa semuanya halal baginya!! Bagaimana ia berdusta atas nama Allah dan bagaimana ia mencaci maki Ibnu Mas’ud seorang sahabat agung?

Mengapakah kaum Ekatrimes Salafy menjadikan Hajjaj imam dan panutan serta mengagungkan kebrutalannya dalam membantai masyarakat sipil (dengan anggapan bahwa ia hanya membunuh kaum Syi’ah saja! ) kedunguan sikap apa ini? Agama apa yang menjunjung tinggi kaum tiran dan haus darah?

Pernahkah kalian mendengar kejahatan dan kekejaman seperti itu yaitu engkau dibai’at sebagai budak sahaya milik sang penguasa? Terserah sang penguasa akan ia apakan hartamu, istrimu dan tentunya juga dirimu! Dan anehnya kamu harus memerima bai’at sebagai bagian dari keta’atan dan penghambaanmu kepada Allah!

Dengar dan perhatilan apa laporan Ibnu Hajar dalam kitab al Ishabah di bawah ini ketika ia menerangkan biografi Musrif (orang yang kelewat batas nama sebenarnya Muslim _red) bin ‘Uqbah, seorang “sahabat” yang dzalim dan salah satu panglima perang Yazid bin Mu’awiyah. Ia berkata:

وقد أفحش مسلم القول والفعل بأهل المدينة
وأسرف في قتل الكبير والصغير حتى سموه مسرفا وأباح المدينة ثلاثة أيام لذلك والعسكر ينهبون ويقتلون ويفجرون
ثم رفع القتل وبايع من بقي على أنهم عبيد ليزيد بن معاوية)! انتهى النص

.

Muslim ini telah kelewat batas dalam berbuat kekejian terhadap penduduk kota suci Madinah dan dalam mencaci maki mereka. Ia kelewat batas keji dalam membantai penduduk kota suci Madinah. Tanpa belas kasih ia membunuh penduduk sipil baik dewasa maupun anak-anak tak berdosa, sampai-sampai mereka menamainya Musrif (orang yang kelewat batas). Ia msnghalalkan bahi bala tentaranya untuk berbuat apa saja terrjadap penduduk kota suci Madinah selama tiga hari. Mereka merampok harta dan membunuh jiwa serta memperkosa wanita-wanita kota suci Madinah. Setelahnya ia menghentikan aksi pembantaiannya dan memaksa penduduk yang tidak terbunuh agar membaiat sebagai budak sahaya Yazid bin Mu’aaiyah.”

.

Celakalah kekhalifahan seperti itu!!

Ibnu Katsir -kendati ia juga berpenyakit kenashibian (kebencian kepada keluarga Nabi saw)- dalam kitab al Bidayah wa an Nihayah, 6/262 berkata:

“Salaf menamai Muslim dengan nama Musrif  bin Uqbah karena ia kelewat batas dalam kekejaman dalam membantai dan kejahatan-kejahatan lain…..

Dan ketika ia sampai ke kota Madinah ia menghalalkan kota Madinah untukn prjuritnya berbuat apa saja sekehendak mereka selama tiga hari. Dalam tiga hari itu ia membantai banyak orang sehingga hampir tidak ada seorang pun yang selamat dari maut. Sebagian ulama Salaf mengaku bahwa selama tiga hari itu ia memperkosa seribu gadis. Allahu a’lam.”

.

Mereka itulah Salaf yang menyebut Muslim dengan nama Musrif dan mereka pulalah yang mengakui kejahatan dan perzinahan itu. Dan kini Kaum Ekatrimis Salafy sedang merencanakan kebangkitan kembali “Daulah Islamiyah” untuk mengulang kembali kejahatan-kejahatan dan kekejian-kekejian seperti itu!

Mereka sama sekali tidak murka demi membela istri-istri dan putri-putri Sahabat (yang akibat pemerkosaan biadab prajurit bani Umayyah atas perintah Musrif dan di belakang mereka perintah Yazid bin Mu’awiyah_red) seribu gadis hamil dan melahirkan diluar nikah, lalu bagimana dengan istri-istri para penduduk Madinah?

Karena itu mereka menvonis bid’ah dan mengecam siapapun yang berani menentang kezalimn bani Umayyah dan sampai hari ini pun mereka mengesankan kepada publik bahwa tidak mengecam kezaliman-kezaliman bani Umayyah kecuali Syi’ah!

Dan sebenarnya mereka bertujuan agar kamu diam karena takut digolongkan sebagai Syi’ah sampai-sampai sekarang ini mereka membentuk sebuah pleton pasukan dengan nama Pasukan Yazid bin Mu’awiyah dan Musrif bin ‘Uqbah. Pasukan-pasukan Salafy ini hingga hari ini juga melakukan kejahatan kemanusian di Irak dan Suria yang sama dengan kejahatan pasukan Yazid dan Musrif.

Ekstrimis Salafy adalah pengikut Bani Umayyah dalam seluruh sepak terjang mereka dalam kekerasan, kekejian, pengkafiran, pemerkosaan dan melegalkan semua kejahatan dengan nama Syari’at dan bahwa semua itu bagian dari agama Allah serta semua kekejian yang mereka lakukan itu halal dan… dan…

Tidak! Kami tidak akan mendiamkan membongkar kezaliman bani Umayyah dan para pengekornya!

Para Eksyrimis Salafy ini pura-pura menangis meratapi para sahabat tetapi itu hanya air mata buaya… mereka berdusta dan hanya berpur-pura, karena Bani Umayyah, pendahulu yang mereka idolakan adalah pembunuh para sahabat. Dengar dan perhatikan laporan Ibnu Katsir -sejarawan Sunni berfaham Salafy- apa yang ia katakan dalam kitab al Bidayah wa an Nihayah, 6/262:

Abdullah bin Wahab berkata dari Imam Malik: “Pada hari pertempuran Hurrah telah terbunuh (700) tujuh ratus orang dari para penghafal Al Qur’an, aku mengira bahwa beliau juga berkata bahwa: Di antara mereka itu terdapat (300) tiga ratus orang sahabat Rasulullah saw. Peristiwa itu terjadi di masa kekhalifahan Yazid.

Siapakah yang membunuh para sahabat itu kalau bukan pendahlu Ekstrimis Salafy? Lalu mengapakah mereka merahasiakan semua kajahatan itu?

Kaum kafir Quraisy sepanjang pertempuran mereka tidak membunuh para sahabat Nabi saw seperempat dari yang dibunuh oleh pendahulu kaum Salafy. Total yang dibunuh kafir Quraisy hanya sembilan puluh (90) sahabat saja. Tetapi Bani Umayyah membunuh lebih dari seribu sahabat!!

Demikian juga dengan musuh-musuh Salafy seperti Syi’ah, Jahmiyah dan Rafidhah dan musuh-musuh Salafy lainnya tidak membunuh seorang sahabat pun. Sementara pendahulu Salafy Ekstrim yaitu bani Umayyah telah menghabisi para sahabat Nabi yang ikut serta membela beliau dalam parang Badar dan Bai’at Ridhwan….

Sebagaimana kita menemukan Said bin Musayyib (menantu Abu Hurairah_red) berkata yang artinya kurang belih demikian: Bani Umayyah membunuh siapa saja yang mereka temukan dari peserta perang Badar dan Bai’at Ridhwan. Tetapi nash/redaksinya agak sedikit samar. Perhatilan riwayat Bukhari, 4/1475 di bawah ini:

.

قال – سعيد بن المسيب-: : وقعت الفتنة الأولى – يعني مقتل عثمان – فلم تبقِ من أصحاب بدر أحداً،
ثم وقعت الفتنة الثانية – يعني الحرة – فلم تبقِ من أصحاب الحديبية أحداً اهـ

Said berkata: “Fitnah pertama (maksudnya terbunuhnya Utsman) maka tidak tersisa seorang pun dari sahabat peserta perang Badar bersama Nabi saw. Terjadilah fitnah kedua (maksudnya peristiwa Hurrah) maka tidak tersisa seorang pun dari sahabat yang ikut membaiat Nabi di Hudaibiyyah.”

Akibat fitnah pertama yaitu terbunuhnya Utsman terjadilah pemberontakan atas Khalifah Ali yang dipimpin Mu’awiyah di Shiffin yang mengakibatkan para sahabat peserta perang Badar yang bergabung membela Imam Ali terbunuh semuanya oleh Mu’awiyah dan bala tentaranya. Dan pembantaian atas peserta Baiat Ridhwan terjadi dalam perinstiwa pembantaian Hurrah di kota Madinah seperti sudah jelas bagi kita semua.

Jadi Ekstrimis Salafi yang sok menangisi dan meratapi para sahabat Nabi saw sebenarnya mereka hanya menangisi para pembunuh sahabat… para pelaknat sahabat... dan para penghina sahabat!!

Andai kita mengalah dan kita terima anggapan bahwa semua musuh mereka; Syiah, Jahmiyyah dan Ibadhiyah mengkafirkan “semua sahabat juga melaknati mereka”, lalu apakah mengkafirkan dan melaknati sahabat itu lebih keras (jahat) daripada pembunuhan terhadap sahabat? (disini hipokrasi salafy yang sok membela sahabat akan tetapi bungkam terhadap pembunuh sahabat bahkan merekapun mencap banyak sahabat sebagai orang-orang munafik karena tidak sejalan atau menentang Bani umayah, sebagaimana hal ini diungkap syekh Hasan al Maliky dalam artikelnya disini atau silahkan download kajian singkatnya dalam bahasa arab disini: https://abusalafy.files.wordpress.com/2014/07/sahabat-ahli-badar-tapi-munafik-kata-salafiyun.pdf  _red )

Hendaknya seorang dari kalian mengujinya terhadap dirinya sendiri lalu ia silahkan membuktikannya: Apakah orang yang mengkafirkan dan melaknatinya lebih menyakitkan atau orang yang membunuhnya dan memperkosa istri dan anak gadis kesayangannya lebih menyakitkan?! Padahal para kekasih pujaan hati kalian; Bani Umayyah telah merangkum semua kejahatan tersebut di atas sekaligus!

Saya menginginkan tafsiran yang jelas dari para Ekstrime itu… Agar kami dapat menyusun kedengkian sesuai dengan kadar dosa. Tetapi saya tidak bisa memahami dari mereka kecintaan kepada si pembunuh … si pelaknat… si pelaku kebejatan morat… Dan kedengkian yang mendalam yang ada di dada si pelaknat sampai-sampai ia menghukum dengan cara mencabut (perhatikan; mencabut bukan mencukur_red) jenggot beberapa sabahat Nabi saw. (sebagai bentuk penghinaan yang luar biasa, sebab seorang pria ketika dicukur jenggotnya itu sama dengan dihina kejantanannya_red). Penghinaan dengan cara ini telah dilakukan Bani Umayyah terhadap para sahabat Nabi saw. Adz Dzahabi as Salafy (seorang alim berlatar belakang pemikiran Salafi. Ia adalah murid Ibnu Taimiyyah dan meyandang beberapa penyimpangan akidah tentang Tuhan dan ketuhanan_red) melaporkan:

“Maka tentara yang dipimpin “Musrif” tinggal tiga hari di kota Madinah melakukan pemerkosaan (terhadap anak-anak gadis dan istri-istri para sahabat dan tabi’in), membantai warga sipil, merampok harta-harta mereka dan mencabuti jengot-jenggot mereka!”

Pertanyaan yang masih akan dilontarkan: “Apakah yang membunuh, melaknat dan menzinai (memperkosa) wanita-wanita terhormat itu lebih baik atau yang hanya melaknat saja?! Lalu mengapakah kaum Ghulat (Ekstrimis Salafi) selalu bergandeng tangan dengan mereka (pembunuh, pemerkosa dan pelaknat) … Dan anti pati kepada si pelaknat saja?! Ini akan membuka hubungan mesra dengan mereka.

Ibnu Abdil Barr dalam al Isti’ab 1/200 berkata:

قال ابن عبد البر في (الاستيعاب [ جزء 1 – صفحة 200 ] وفي سنة أربع وسبعين أرسل الحجاج في سهل بن سعد  يريد إذلاله. قال : ما منعك من نصرة امير المؤمنين عثمان؟ قال: قد فعلته، قال: كذبت…  ثم أمر به فختم في عنقه وختم أيضا في عنق أنس بن مالك .. وختم في يد جابر يريد إذلالهم بذلك وأن يجتنبهم الناس ولا يسمعوا منهم

“Dan pada tahun tujuh puluh empat (74) H, Hajjaj bin Yusuf mengirim utusan untuk menjemput paksa Sahl bin Sa’ad dengan tujuan menghinakannya….

Ia (Hajjaj) berkata: Apa yang mencegahmu untuk membela Amirul Mukminin Utsman? Ia berkata: Sudah aku lakukan

 Ia (Hajjaj) berkata: “Bohong kamu!”

Lalu ia memerintah para algojonya untuk menyetempel di lehernya -leher Sahl bin Sa’ad- (sebagai tanda yang biasa digunakan untuk membedakan budak sahaya dengan orang merdeka_red). Dan ia juga menyetempel leher Anas bin Malik, dan menyetempel tangan Jabir bin Abdillah semua itu ia (Hajjaj) lakukan untuk menghinakan mereka dan agar manusia menjauhi mereka dan tidak mendengar apapun dari mereka.”! (Al Istî’âb, 1/200).

.

Apakah mereka yang disetempel leher dan tangan mereka itu juga sahabat dalam pandangan Salafy Ekstrim, atau bukan? Dan apakah jika mereka bisa memelih, apakah mereka akan memilih orang yang mengkafirkan mereka (para aparat bejat Bani Umayyah) atau orang yang menghinakan para sahabat Nabi saw.? Ini hanya untuk menyusun kualitas kejahatan semata.

Ibnu Asakir berkata dalam Târîkh Damaskus-nya, 12/170: dari Ishaq bin Yazid ia berkata:

عن إسحاق بن يزيد: رأيت انس بن مالك مختوما في عنقه ختمه الحجاج أراد أن يذله بذلك اهـ

“Aku menyaksikan Anas bin Malik disetempel di lehernya. Yang menyetempel adalah Hajjaj dengan tujuan menghinakannya di tengah-tengah masyarakat.

Adz Dzahabi berkata:

 سار الحجاج إلى المدينة فأقام بها ثلاثة أشهر يتعنت أهلها واستخف فيها ببقايا الصحابة وختم في أعناقهم- اهـ

Hajjaj berangkat menuju kota Madinah, di sana ia tinggal selama tiga bulan, penduduknya dibuat repot dan para sahabat Nabi saw. yang masih hidup dihina-hinakan dan ia menyetempel leher-leher mereka. “

.

Ekstrimis Salafy Bungkam Seribu Bahasa soal ini!

Terhadapat kebiadaban Bani Umayyah seperti di atas para Ekstrimis Salafy diam saja! Padahal selama ini mereka telah membuat tuli telinga-telinga kita dengan jeritan mereka: Bela Sahabat! Bela sahabat! Tiba-tiba kini terbongkar di hadapan kita bahwa kepalsuan slogan mereka. Ternyata mereka menginginkan kita mencintai orang-orang yang menghinakan para sahabat Nabi saw.

Ini adalah intisari kaum Ghulat (Salafy). Mereka menginginkan kamu mendiamkan tanpa mengecam orang yang menghinakan para sahabat Nabi saw. yang baik-baik itu, yang membunuh mereka, melaknati mereka dan memperkosa wanita-wanita mereka. Adapun pembelaa mereka atas sebagian sahabat yang baik hanya sekedar manuver untuk menipu semata.

Saya bermaksud mengatakan bahwa mereka menipu, tetapi kenyataannya adalah bahwa mereka sedang tertipu dan juga menipu. Orang pertama yang sok menampakkan pembelaan atas para sahabat adalah Bani Umayyah, dan mereka pulalah yang membunuh, melaknat, mencabuti jenggot-jenggot para sahabat dan memperkosa wanita-wanita mereka!

Salafy Ekstrim adalah intisati dari penipuan Bani UmayyahPenipuan ini telah dibentuk oleh kaum jenius yang mana akal-akal kaum dungu (baca: Salafy) tidak sanggup mengalahkan mereka. Tipuan ini tujuannya adalah politis belaka lalu oleh Ghulat (Salafy) dijadilan sebagai inti agama!

Kaum Ghulat (Salafy) berkata tentang Bani Umayyah: Mereka telah menyebarkan dan membawa Islam ke dataran China dan Andalusia (Spanyol). Omongan mereka ini benar jika mereka mau melengkapinya dengan: “dan mereka juga menyebarkan dan membawa penyimpangan ajaran Islam ke China dan Spanyol”. Ini baru benar!

Dan penyimpangan ajaran agama yang mereka promosikan telah menyebabkan ditinggalkannya pengetahuan yang benar dan menyebarnya virus keragu-raguan terhadap Islam di kalangan kaum Muslimin sendiri... Tentunya Islam Umawi (Islam versi Bani Umayyah) kemudian Islam versi Bani Abbas, karena mengkonklusikan Islam pada kezaliman dan kebodohan.

Kaum Ghulat (Salafy) ketika menyuarakan keadilan maka waspadai mereka, sebab sejatinya yang mereka inginkan adalah kezaliman!

Dan jika mereka memuji keadilan maka waspadai karena yang mereka. Maksud adalah kezaliman!

Dan esok hari mereka akan berpesan agar menegakkan prinsip kejujuran maka waspadai karena yang mereka maukan adalah dusta! Dan demikian seterusnya.

Ini semua sebagai hukuman Allah atas orang yang condong kepada para kekasih setan. Ia akan mengikuti para kekasih setan sedangkan ia tidak merasa…. “Mereka menjadikan setan-setan sebagai para kekasih selain Allah dan mereka menyangka bahwa mereka berada di atas petunjuk.”

Karena sikap berlapas diri dan antipati kepada kaum zalim dan para tiran adalah kewajiban yang sangat gamblang dan jelas dalam Kitabullah, maka apabila kamu berpaling dari kejelasan ini kamu tidak layak mendapat hidayahKamu pantas disesatkan (ditelantarkan dalam kesesatan) sedangkan kamu mengira sedang di atas hidayah Allah.

.

___________

[1] Dalam Shahih-nya Imam Bukhari mengulang beberapa kali hadis produk Bani Umayah ini, yang menggambarkan Nabi saw. yang rahmatan lil-alamin sebagai seorang yang sadis, sebagaimana prilaku penguasa Bani Umayah (wal iyadh billah) Silahkan merujuk Shahih Bukhari dalam Kitab al Wudhû’, Bab Abwâlul Ibil wa ad Dawâb wa al Ghanam wa Marâbidhihâ (Bab kencing unta, ternak dan kambing serta kandangnya).

عن أنس أنّ ناساً كان بهم سقم قالوا: يا رسول الله آونا وأطعمنا فأمرهم النبيّ (صلى الله عليه وآله) أن يلحقوا براعيه يعني الإبل فيشربوا من ألبانها وأبوالها فلحقوا براعيه فشربوا من ألبانها وأبوالها حتى صلحت أبدانهم فقتلوا الرّاعي وساقوا الإبل فبلغ ذلك النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم فبعث في طلبهم فجيء بهم فقطع أيديهم وأرجلهم وسمر أعينهم فرأيت الرّجل منهم يكدم الأرض بلسانه حتى يموت

Dari Anas (bin Malik), “Sesungguhnya ada sekelompok orang yang sakit berkata, ‘Wahai Rasulullah saw., beri kami tempat berteduh dan beri kami makan.’ Maka Nabi saw. memerintah mereka mendatangi pengembala unta, agar meminum dari susu dan kencingnya. Mereka mendatanginya dan meminum dari susu dan kencingya sehingga sembuh tubuh mereka, lalu mereka membunuh si pengembala dan menggiring (membawa lari) unta-unta itu. Kemdian sampailah berita itu kepada Nabi saw., maka beliau mengutus orang-orang untuk mencari mereka, setelah mereka didatangkan, Nabi memotong tangan-tangan dan kaki-kaki mereka serta menyetrika/menggores mata-mata mereka dengan besi/paku mengangah. Aku (kata Anas) menyaksikan seorang dari mereka menjulur-julurkan lidahnya ke tanah (untuk mendinginkan) hingga mati!

.

2 Tanggapan

  1. Sungguh mengerilan pengaruhnya bani umayyah ini atas Islam… Shahih apa yang disabdakan Nabi saw. bahwa bani umayyah adalah pwrusak agama!
    لكل دين آفة,و آفة هذا الدين بنو امية
    Setiap agama ada oknum perusaknya. Dan oknum perusak agama ini adalah bani Umayyah.
    Maaf saya lupa sumber hadisnya itu dulu pernah saya hapal dan alhamdulillah leket sampai sekarang… Makanya saya sependapat dgn Syaikh Hasan… Kta wajib kenal dan tau kejahayannya bani Umayyah agar kita itu tau oknum perusak agama kita….
    Salam hormat buat pak abusalafy…
    Berjuang yerus ustadz… Barakallahu fikum wa hafidzakum min syarril salafiyyin. Amin

  2. Pa admin, apa tulisan ini boleh kami share? Apa naskah ini sengaja anda blokir utk setiap sharing?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s