Ekstrimis Salafy Saling Memangsa Satu Sama Lain!

Ekstrimis Salafy Saling Memangsa Satu Sama Lain! 

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=883

.

oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky [*]

hasan_FarhanMengapa Para ekstrimis kita (salafy-wahhabi) merahasiakan adanya pertempuran berdarah yang sangat sengit di antara mereka (baca: pemberontak bersenjata seperti ISIS, Jabhah Nushrah, Ahrar Sham, FSA dll yang sedang ber”jihad” ala setan _red) di utara Suriah?

Pertempuran dan pembunuhan dengan cara licik yang tak kunjung berhenti! Yang terakhir terjadi adalah peledakan yang memakan korban 70 pimpinan mereka dalam sekali pertempuran!

Kami telah mengatakan sejak awal tercetusnya “revolusi” bahwa “revolusi” yang dipimpin oleh al Qardhawi, ‘Ar’ùr dan semisalnya tidak akan melahirkan kecuali sikap berlebihan dan pertumpahan darah. Tetapi kami tidak membayangkan bahwa mereka akan saling berbunuh-bunuhan dengan seganas ini dan secepat ini... Sampai-sampai seorang dari mereka yang bernama Abu Umar al Kuwaiti– dan ia lebih Ekstrim daripada ‘Ar’ûr- disembelih oleh ISIS, padahal ia dari golongan mereka sendiri! Dan putranya tidak dizinkan untuk menjenguknya sebelum ayahnya dieksekusi ISIS dengan cara digorok…

Permusuhan di antara mereka sangat ganas dan keras!

Dan ini adalah hasil logis bagi orang yang angkuh dan menentang petunjuk Al Qur’an dan menghadap dengan antusias kepada kesesatan para pendahulu (Salaf mereka) ...

Allah akan perlihatkan kepada mereka buah hasil mengikuti Ekstrimis SalafIni adalah balasan Allah atas keberpalingan dari Kitab Suci dan dari Rahmat-Nya. 

Setip revolusi yang tidak mempunyai prinsip-prinsip, perjanjian-perjanjian hak azazi, dan bukan karena Allah dan bukan dengan niat yang jujur dan tulus -kecuali dalam kondisi tertentu yang sangat terbatas- maka pasti hasilnya kerusakan di muka bumi…

Pertama-tama harus ada budaya yang sehat.

Semua orang yang terbunuh kami bersedih untuk mereka, dan kami berharap andai mereka selamat dari maut, kecuali orang yang kami ketahui tangannya berlumuran darah membunuh jiwa tak berdosa setelah ia tau bahwa jiwa itu tak berdosa dan tidak boleh dibunuh. Dan yang seperti itu yang tidak kami ketahui, tetapi mengambil pelajaran adalah wajib dan menutup-nutupi kebatilan dan kejahatan adalah kejahatan.

Setiap orang yang terbunuh, ia memiliki ibu, ayah, saudara dan keluarga serta teman-teman dll.

Semua orang yang terbunuh itu mengundang kesedihan dan penyesalan…

Kami tidak berharap ada seorang tentara Pemerintah maupun Tsawri (yang berevolusi) terbunuh… dari latar belakang agama dan mazhab apapun ia…

Kami menginkan kedamaian menaungi semua orang.

Kegemaran dan kerakusan membunuh adalah sakit (kelainan) jiwa dan bisikan setan, bahkan sanksi-sanksi (hukuman) Syariat seperti hukum qishâsh sekalipun, kami bersedih atas si pembunuh dan yang terbunuh, lalu bagaiamana kami tidak bersedih atas kematian orang-orang yang disesatkan dengan tipuan?

Masuklah Ke Dalam Islam Secara Kâffah Seperti Diperintah Allah

Kaum Ekstrim dari kalangan kita (salafy-Wahhabi) mengecam Syabîhah (pasukan rakyat pendukung rezim Asad _red) tetapi mereka memuji Dzabîhah (penyembelihan manusia)… Neraca mereka adalah mazhab dan semangat mereka adalah bersifat Jahiliyah, dirancang untuk mereka di luar kemauan mereka. Mereka tidak mengetuk pintu hidayah (untuk memasukinya) dan tidak mau keluar dari rumah kesesatan!

Para Ekstrimis dari kalangan kita-lah (Salafy-Wahhabi) penyebab mengalirnya setiap darah di dunia Islam, mereka membagikan fatwa-fatwa dan mencetak “racun-racum” lalu menyebarkan kebencian dan mengucurkan uang yang berlimpah serta mendatangkan kaum penyimpang dari berbagai penjuru dunia… dll

Dan setiap orang yang menyuarakan di hadapan dan memperingatkan akan fitnah mereka dan berkata kepada mereka: “Bertakwalah kamu kepada Allah!” langsung mereka hadapi dengan kejelekan penyikapan dan mereka serang dengan kata-kata keji serta mereka provokasi kaum pengacau dan para preman dan mereka berbuat makar jahat dengan memfitnah dan melaporkannya kepada penguasa … dll.

Dan setiap kali kejahatan-kejahatan mereka terbongkar dan terang bagi semua orang berakal mereka kembali menyibukkan kita dengan perbandingan-perbandingan yang rusak dan dusta-dusta murahan serta tuntutan-tuntutan yang centang-perenang. Maka mereka menyibukkan kamu dengan: “siapa yang mengatakan begini dan begitu”!

Mereka telah diberi kemampuan banyak bicara tanpa makna dan berdebat.

Mereka mampu membiarkan kamu selama sepuluh tahun dalam fitnah yang mereka buat-buat atasmu hingga kamu melupakan kejahatan-kejahatan mereka selama sepuluh tahun itu! Setelahnya mereka memfitnahmu dengan fitnahan baru untuk menyibukkanmu selama sepuluh tahun berikutnya!

Mereka mendiskusikan permasalahan-permasalahan dari bawah dan melupakan pangkalnya.

Mereka berbicara tentang keutamaan jihad sebelum mendiskusikan jihad melawan siapa?!

Persis seperti orang yang berbicara tentang keutamaan menikah sementara ia sedang menikahkan calon suami istri yang masih terikat hubungan kekerabatan yang haram menikah.

Ya, sebelumnya telah saya perumpamakan mereka dengan orang yang mencecer ayat-ayat dan hadis-hadis tentang keutamaan menikah dan menjaga kehormatan (dari berzina) sementara ia sendiri menikahi wanita muhrimnya (yang haram ia nikahi)!

Mereka mempengaruhi manusia dengan pekikan suara dan berbanyak-banyakan orang (pendukung)!

Selamanya kami berusaha melembutkan redaksi kata-kata kami dan berbaik sangka kepada Penganut Salafi dan Wahhâbi, dan kami pilah antara mereka yang moderat, ekstrim dan yang paling ekstrim. Kami luruskan dan kami upayakan mendekat… Mungkin dengan cara begitu Allah (memperbaiki kondisi)!

Kendati sikap tidak “gebyah uyah” (menyamaratakan), bersabar dan membolak-balik (berfariasi) dalam menasihati, namun sikap degil mereka tetap saja mengakar. Lalu apakah mereka menginginkan kami berkasr sikap dan ucapan seperti Al Mas’ari di sini:

.

Al Mis'ari_1

.

Terjemahan Siulan Al Mas’ari diatas (lihat Scan SS)

“Betapapun orang-orang degil itu menolak kenyataan dan para pemalsu sejarah yang terhina itu “mati-matian” dalam membela namun tetap saja haqul yaqin bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab si Al Azraqi si Ghulat yang murtad itu adalah pendiri ISIS. “

“ISIS keluar dari sulbi Muhammad bi Abdul Wahhab at Taimimi. Persis seperti kaum khawarij keluar dari sulbi Dzul Khuwaishirah at- Tamimi. Keduanya jahil dan lebih sesat dari keledai miliknya.

.

Kendati dalam berterang-terangan dalam menyampaikan pesan terdapat manisnya rasa dan dalam bersingkat-singkat ada keindahan, tetapi kami berusaha agar emosi kami tidak mengalahkan sisa-sisa husnudzdzan kami dan juga penilaian tidak menyama-ratakan…

Kontrol syarafmu sebisa mungkin. Mungkin Allah akan memperbaiki kondisi.

Setiap kali datang kemenangan berendah hatilah. Jangan bertindak seperti mereka dan berusahalah untuk kita bertemu dalam titik temu kesepakatan dan kemudian kita membangun. Nabi saw. dengan kemenangan dan ditaklukkannya kota Mekkah justeru menundukkan kepala beliau hingga hampir-hampir menyentuh leher kuda beliau karena tawâdhu'(berendah diri di hadapan) Allah. Karena itu saya ulangi berkali-kali bahwa saya tidak menyama-ratakan sikap Ghuluw (berlebih-lebihan dalam sikap/ekstrim)… tidak pada Wahhâhbi tidak pula pada selain mereka. Yang saya selalu katakan adalah: Kaum Ekstrimis itu minoritas, tetapi mereka menembus masuk dalam banyak lembaga-lembaga (keagamaan maupun pemerintahan). Kami hanya getol melawan dan memerangi kaum Ekstrimis saja.

Dengan artian bahwa sikap ekstrim dalam pemikiran tanpa menghalalkan darah lawan atau menghalalkan hak-hak orang untuk dirampas dan diperkosa menurut saya masih saya anggap moderat... Ia boleh jadi menuduh orang lain bertindak bid’ah dan menvonis sesat tetapi ia masih melihat di sana ada hak lawan yang harus dihormati… Yang seperti ini menurut saya moderat sikapnya… Dan ini cukup.

Kaum Ekstrimis yang kami perangi pemikiran dan sikap mereka bukanlah sekedar orang-orang yang berbeda pemikirannya dengan kami. Perbedaan faham pemikiran adalah biasa. Yang kami lawan adalah orang yang meyakini harus menghukum orang lain atas dasar perbedaan mazhab atau agama!

Soal: Apa bedanya menghukum orang atas dasar mazhab dan atas dasar agama? Keduanya sama-sama meniadakan orang lain. Dari sini masalah Ghuluw berawal.

Jawab: Menghukum orang atas dasar agama (hukuman Islam) seperti membunuh -dengan cara qishash-

Hukuman atas dasar mazhab seperti kamu membunuh orang yang tidak bersalah hanya karena fatwa yang dikeluarkan lbnu Taimiyyah.

Di sini bedanya sangat besar antara Islam dan mazhab.

Misalnya fatwa-fatwa Ekstrimis Salafi adalah: agar membunuh setiap orang yang menyalahi mereka dalam keyakinan tentang rincian sifat Allah.

Kami berkata: Marilah kita hidup berdampingan dengan harmonis atas dasar titik temu kesepakatan (yang diterima kita semua). Kami tidak akan menghukum kalian karena keyakinan kalian yang menyerupakan Allah dengan malhluk-Nya, dan kalian jangan menghukum kami karena kami meyakini kemaha sucian Allah dari menyerupai apapun.

Siapa di antara mereka (Salafy) yang rela dengan batasan ini maka menurut saya ia seorang yang moderat, -walaupun ia menuduh sikap keyakinan kami dalam menyucikan Allah itu mereka ejek dengan sebutan Jahmiyah-. Dan siapa yang tidak puas kecuali dengan membunuh kami maka menurut kami ia adalah kelompok Ekstrimis yang kami perangi dan lawan mereka dengan dasar titik temu kesepakatan dalam Islam.

Fokuskan perhatian kalian pada hak-hak azazi… Seorang yang meyakini adanya kesetaraan di antara masyarat baik Syiah, Sunni maupun Liberal dll maka ia seorang yang moderat, walaupun ia sangat kental dalam bermazhab, baik ia Sunni maupun Syiah dll.

Kaum Ekstrimis mengetrapkan rincian ketentuan mazhab sebelum ketetapan-ketetapan pasti agama. Kaum berakal sehat memperhatikan perkara-perkara pasti dalam agama dan menunda hal-hal rincian dalam mazhab dan membiarkannya untuk dikaji demi mencari kepuasan bukti secara individual.

Bayangkan andai ada seorang yang mengetrapkan rincian-rincian mazhab dan memerangi hal-hal pasti dalam agama!

Bukankah itu sikap dungu dan ngawur?!

Mereka tidak menjungkir balikkan agama, tetapi mereka mengubur kepala agama.

Satu Tanggapan

  1. Begitula kira-kira kesudahan sekte haus darah… Pasti saling memangsa seperti judul yang pak ustadz abu tulis…
    Hidup wahabi! Hidup al qaeaha! Hidup salafi! Hidup isis!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s