Antara Logika Setan Dan Logika Al Qur’an Tentang Tema Sahabat

Persembahan Buat Ektrimis Salafi Wahhabi Takfiri

.

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=637

.

Oleh Syekh Hasan bin Farhan Al Maliki

.

hasan_FarhanAgar Jalan Para Penjahat Tidak Terbongkar. Karena Terbongkarnya Jalan Mereka adalah tujuan Al Qur’an, maka harus digagalkan!

Setan memang sangat lihai, ia membisikkan di telinga “KAUM DUNGU” dari kalangan penyembah Thulaqâ’[1] bahwa Rasulullah-lah yang harus bertanggung jawab atas kezaliman kaum zalim. Karena mereka adalah kaum dungu maka setan dengan mudahnya menelan mereka..

Setan berkata kepada mereka:

Bukankah Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan yang terbaik?

  • Ya, benar

Bukankah Allah yang menciptakan kaum Thulaqâ’?

  • Ya, benar.

Kemudian setan berkata kepada mereka:

Bukankah para nabi itu pasti berhasil?

  • Ya. Pasti!

Jika demikian, umat-umat para rasul tidak mendustakan mereka!

Dengan logika seperti ini setan mampu menjadikan kaum dungu itu secara terselubung menyengaja mendustakan Allah dan para Rasul demi membela Allah dan para Rasul dari tuduhan GAGAL yang dikhayalkan mereka itu! Dengan logika seperti itu setan telah menyusun untuk kaum dungu sederetan akidah dengan begitu mudah…

Kegagalan dalam hemat kaum dungu adalah ketika kaum para nabi mengkufuri mereka. Jika Nabi Nuh yang tinggal bersama kaumnya selama 950 tahun, lalu tidak beriman kepadanya kecuali segelintir orang dari kaumnya, itu artinya Nuh GAGAL! Bukan kaumnya yang gagal.

Jika Nabi Luth tidak mampu mencegah kaumnya dari kebajatan dan berbuat kekejian (homo) sehingga kemudian Allah membinasakan mereka. Hal ini menurut kaum dungu itu adalah kegagalan telak Nabi Luth!

Para nabi  itu gagal kecuali jika kita mampu menetapkan bahwa semua kaum para nabi itu telah meneriman dakwah mereka as. Saat itulah dikatakan mereka tidak gagal!

Agar kita mengukuhkan bahwa Nabi (Muhammad) saw. tidak gagal, kita harus mengatakan bahwa kaum beliau tidak kafir! Tidak memerangi beliau! Tidak bersikap munafik!

Mengapa demikian?

Karena menetapkan semua itu artinya menuduh Nabi saw. telah gagal!

Tetapi jika kita katakan kepada mereka (kaum dungu): “Allah telah menyebut bagaimana kaum para nabi telah mendustakan mereka, kecuali sedikit yang beriman.” Mereka akan mengatakan: “Kamu menuduh para nabi gagal ya?!”

Di mata mereka yang selalu harus dianggap gagal adalah para nabi!

Pada awalnya kamu mengira bahwa setan –melalui kekasih-kekasihnya: kaum dungu itu- sedang membela para nabi. Tetapi kemudian terbongkar bahwa ternyata setan hanya membela kaum zalim dan para penjahat!

Waspadalah terhadap tipu muslihat setan… setiap nabi adalah orang SUKSES di sisi Allah walaupun tidak seorang pun dari kaumnya yang beriman kepadanya. Tetapi setan dan kaum dungu mengatakan: “Tidak! Ini tidak benar. Tidak benar bahwa Nabi dianggap berhasil kecuali jika ia diikuti oleh kaumnya dan mereka semua membelanya!

Dua Ragam Logika!

Logika setan menipu, akan tetapi kaum dungu tidak menyadari. Setan ingin membela para kakasihnya yaitu para tiran, penjahat, pendusta dan penipu yang membeli nurani umat!

Setan meyakinkan mereka dengan mengatakan: Mereka itu adalah hasil didikan para nabi! Jika ada yang membantah, tetapi sebagian dari mereka telah menentang nash jelas Al Qur’an; mereka berlaku zalim, melaknat (kaum Mukminin), berbuat semena-mena dan kejam… setan segera datang berkata kepada mereka:

Apakah kamu menuduh Nabi gagal dalam mendidik mereka?

Apakah Nabi saw. GAGAL?

Andai kaum dungu itu hidup di masa Nabi Musa as. pastilah mereka mengingkari bahwa kaum beliau telah meyembah patung anak sapi!

Mereka akan berkata:

Apakah masuk akal bahwa Musa Kalîmullah gagal dalam mendidik mereka?

Ini kecaman dan tuduhan keji atas Musa…. Dan siapa yang berani mengatakannya maka ia harus segera dibunuh!!

Kesimpulanya menurut KAUM DUNGU itu:

  1. Allah dan rasul-Nya lah yang harus bertanggung jawab atas semua bentuk kazaliman.
  2. Kaum Thulaqâ’ itu adalah orang-orang baik dan suci dari segala bentuk kezalmian.
  3. Barangsiapa menuduh kaum zalim maka ia sebenarnya menuduh Allah dan rasul-Nya,

Kesimpulan dari semua kesimpulan yang diinginkan setan dari mereka adalah: AGAR JALAN KAUM JAHAT, SABÎLUL MUJRIMÎN tidak terbongkar dan menjadi gamblang. Karena terbongkarnya jalan mereka adalah tujuan ilahi yang ditegaskan Al Qur’an. Karenanya “TUJUAN TUHAN” harus digagalkan!

Semua kicauan ini disebabkan oleh kicauan seorang dungu yang membela mati-matian kaum Thulaqâ’, karena –katanya- menuduh mereka artinya menuduh Nabi telah gagal!

Semoga Allah membunuh kejahilan dan sikap memaksa dalam membela kaum durjana murka!

Ketika Anda membaca kicauan kaum dungu dari kalangan “PENYEMBAH KAUM THULAQÂ’” itu seakan Anda membayangkan bahwa Nabi saw. pemilik panti asuhan balita dan beliau bermain bersama mereka di Syi’ib (lembah) Abu Thalib.

Seakan kaum Thulaqâ’ (yang mereka bela itu) tidak pernah memerangi Nabi saw. selama kurun waktu dua puluh tahun!

Kaum dungu itu adalah virus mematikan!

Setan merayu dan membodohi mereka untuk mencintai kaum zalimin, kaum munafikin, dan para penjahat sampai-sampai mereka siap menuduh Nabi dengan tuduhan GAGAL jika memang terbutki kejahatan mereka!

Demikian Syeikh Hasan bin Farhan al Maliki. Itulah kenyataannya. Kita hanya pandai membela kaum zalim, seperti Abu Sufyan, Mu’awiyah, Yazid dkk. Adapun para sahabat mulia seperti Ammar bin Yasir, Abu Dzar, Ali bin Abi Thalib dan para sahabat yang membelanya… semua mereka tidak akan mendapat jatah pembelaan kaum Salafi; kaum dungu pembela kaum munafik!

Natikan tweet Syeikh Hasan bin Farhan al Maliki selanjutnya, insya Allah.

 _______________

[1] Kaum Thulaqâ’ adalah musuh-musuh bebuyutan Nabi saw. –seperti Abu Sufyan, Hindun, Mu’awiyah, Suhail bin Amr, Ikrimah putra Abu jahal dkk. yang beliau tawan pada Fathu, penaklukan kota suci Makkan lalu beliau merdekakan.

19 Tanggapan

  1. Pantesan wahabi dungu ketipu oleh syaithanir rajiim. Abis lihai banget olah katanya… Seakan hebat logikanya.
    Syukran katsiran ya ustadz abusalafi untuk pencerahannya pagi ini. Saya tunggu edisi pencerahan lanjtannya. Ini gizi mahal buat pikiran kita. Allahumma ihfadz ustadz abusalafi min syarri salafiyyin takfiriyyin. Amiiiin.

  2. Lanjut…..
    Hai….!!!!!!
    Apa kalian tidak tahu…!!!! Siapa yg kalian sebut2 itu..????
    Yang kalian sebut itu adalah para shahabat…tau…!!!!Dianataranya adalah ada yg disebut pencatat wahyu, kholul mukminin. Tahu tidak kholl mukminin???. Belajar bahasa Arab dikit ahhh !!! Kholl itu paman ..tahu…. dia itu seorang mujtahid jg tahu…!, seorang pemimpin yang telah menaklukan banyak ekpansi..tahu..!. Nah kalian apa..???. debu yg ada dihidung kudanya lebih mulai lagi….!!!.
    Dan satu lagi dia itu sitar shohabat jg…Tahu sitar itu apa..??? Belajar bahasa Arab aja lg !! Gua aja gak tahu…. yg gua tahu sitrun….

    Itu barangkali, dari banyak hal sanggahan sebagai bentuk ilustrasi pembelaan untuk mereka yg disebut2 sebagai shahabat mayamin dgn main pukul rata yg penting ketemu dah selesai lah, gelar shahabat disandang. Berarti belum selesai dong persoalan shahabat dalam masalah pengertiannnya. Itu barangkali yg menjadi satu tawaran dari Syaikh Hasan ben Farhan al-Maliki (hafidhohullah) kepada pra followers di akun twitter-nya, bahwa kita :

    Jangan terpaku dgn pendapat umum yg beredar sblm diuji dgn matang dari sisi ilmiyahnya. Ini berakibat pada kekacauan manhaj (ini pinjam istilah jg ni gua). Maksudnya kita jadi menganut paham campur aduk (ini teori baru yg perlu diuji keilmiyahannya). Teori campur aduk maksudnya teori dimana kita berfikir dan beranggapan dengan serba menyamakan, mencampurkan antara yg muhsin dengan yg musi’, antara yg ‘adil dgn yg mujirim, baik dengan buruk, ketenangan dgn keonaran dll. Dengan menjadikan terminologi shahabat dibatasi dgn melihat, bertemu/berada pada satu tempat itu berakibat pada keterjebakan pola pikir. Kita menjadi tak berani krn takut nama besar yg disandang seseorang menurut pendapat umum. Padahal kita belum pernah menguji kebenarah nama besar itu dengan nash. Pernahkah kita mengecek dalil al-Quran tentang pujian pada para shahabat misal : Suarat al-Fatah ayat 29 (terahir). bahwa shahabat itu keras terhadap orang kafir. Kepada siapa ayat ini ditujukan, apakah secara pukul rata kita berlakukan tanpa memandang kapan masuk islamnya, atau hanya kepada mereka yg telah teruji loyalitasnya seperti kaum Muhajirin dan Anshar dan yg segenerasi. Kalau kita pukul rata pada cakupan ayat ini maka yang asalnya disebut kuffar dlm ayat itu berubah menjadi asyidda’ (yg bersikap keras kepada orang kuffar), yg memerangi Nabi saww dan para shahabatnya selama 13 tahun jadi ikut2 terkena pujian padahal ayat ini turun barangkali jauh sebelum mereka masuk Islam. Apalagi ada riwayat yg mengatakan mereka bukan aslama tapi istaslama seprti yg pernah ditulis dlm web ini.

    (Ini sekedar analisa dari komentator, isi tulisan tidak mempresentasikan pribadi komentator, krn maaf masih suka ikut2 pendapat umum jg sih..)
    bersambung insya Allah…

    • Hanya AHILI BUD’AH DAN KAUN DUNGU PECINTA KAUM MUFAIQIN yang menggelari MUSUH BEBUYUTAN NABI DAN SAYYIDUNA ALI DENGAN GELAR KHOLUL MUKMININ!!!!
      BUKTIKAN BAHWA NABI SAW. PERNAH MENGGELARI SI WALI SETAN IMAM KELOMPOK PENGJUR KE DALAM API NERAKA DENGAN SEBUTAN KHOLUL MUKMIN? JIKA KAUM TIDAK MAMPU MEMBUKTIKANNYA BERARTI KAMU PENGGEMAR DAN PEMBELA WALI SETAN!!!!

    • Bener kan banyak yang kemakan logika setan dan berpaling dari logika Al Qur’an.

  3. Maaf itu angka 13 tahun di komen sy seharusnya 20 tahun.
    @anti nifak
    Sy memang sengaja membuat komen agak panjang dan sedikit “berteori” maksudnya mbulet. Karena bahasa Syaikh ben Farhan itu terus terang, tanpa basa – basi sebagaimana Ust. Abu klu menulis thema tho’nu bani Umayah, maka sy mencoba menulis komen dgn nada teguran yg agak keras yg awalnya menimbulkan penasaran lalu dibuat datar, biar kita agak relak dan tak terbawa suasana. Semoga anda paham maksud sy…Udahlah nanti mbulet lg komen gua ni ngalor – ngidul tak tahu juntrungnya… xi xi..xi…xi….xi…..

  4. Pak Abu, lama banget bersemedinya?. rupanya ngasah ilmu sakti. begitu muncul artikelnya semua hal baru. Pak Abu, salam hormat kalau semedi jangan lama-lama apa tdk kasihan sama para penggemar berat tiap hari masuk blog abusalafy tapi tidak ganti-ganti judul.

    Tugas mulia pak Abu tidak ada bandingannya, menyadarkan orang-orang yg tertipu oleh makar dan tipu muslihat kaum takfiri. mengislamkan orang mungkin masih muda, tapi menyadarkan orang Islam yg tersesat oleh tipu daya wahabi bukanlah tugas ringan, hanya orang-orang yg berkarakter tinggi dan bekal ilmu yg tinggi pula.

    terus maju pak Abu, kami hanya bisa dukung doa semoga pak Abu tetap sehat dan tetap semangat.

    Salam damai persatuan Islam.

  5. Betul itu,, ustadz abusalafy ngendhon terlalu lama..

  6. Mantep sekali ulasan syekh hasan bin farhan… Ia tepat dalam membidik inti masalah… Keempat artikel abusalafy di atas semua mantep…. Aku acungin jempol!
    Bravo abusalafy….

  7. Ilustrasi dialog ala hasan farhan keliatan sskali berbias… Tidak logis…. Itu kental dengan pesan syiah rofidhah terkutuk

    • Apanya yang berbias? Bukannya memang seperti itu nyatanya?!
      Udah laaah tanggapi aja dengan ilmu bukan dengan hawa nafsu atau taqlid bisu eeeh salah taqlid buta

    • Hati2 dgn kutuk mengutuk. Karena kalau jika salah kembali ke sipengutuk. Ada kelompok yg mengotori tulisannya dg tuduhan sesat dan kafir kpd pihak lain dan menuduhnya sbg tukang cela dan kutuk. Padahal dia sendiri setiap setiap menyebut pihak dgn mudahnya melontarkan caci makian dan ucapan laknat kpd pihak yg dituduhnya. AstaghfiruLlah liy wa lakum.

      • setuju braw lebih enak makan iwak kutuk masak mangut daripada kutuk mengutuk.

      • wahabi jika kedoknya ditelanjangi biasanya :
        1. mencaci
        2. mengalihkan isue supaya kitanya sibuk.
        3. sok bijak menasehati, tabayun lah, jangam menghina sahabat lah, dll

        masalah intinya gak pernah dibahas.

        ini saja membuktikan bahwa argumen wahabi rapuh serapuh sarang laba2..

    • anti rafidhoh tuliasannya bias sekali. tidak logis. kental aroma wahabi salafay laknat..

  8. Judulnya aje udah kreen. Cakep banget pak abu. Berjuang terus. Allah bersamamu. Amiiiin.

  9. INILAH DAFTAR LENGKAP SITUS WEBSITE SALAFI WAHABI & USTADZNYA | abuolifa – http://abuolifa.wordpress.com/2012/11/28/inilah-daftar-lengkap-situs-website-salafi-wahabi-ustadznya/

  10. Wahabi salafi minat thulaqo’
    ALLAhumma baidna minal kaumil wahabiyyin

    Wahabi otaknya gk pernah berfungsi kbykan dibuat menghujat menghina membidahkan mengkafirkan yg notabene itu adlh perbuatan syaiton . Jadi kaum ekstrimis wahabi sarapi atTAImiyy adlh waliyyussyaiton fil Ardh

  11. Assalamu’alaikum,W.W.Sudah menjadi fitrah manusia,mendambakan kedamaian,dalam bentuk apapun jua.Namun kedamaian tidak akan pernah terwujud,jika kebenaran belum tegak di muka bumi ini.Tolok ukur kedamaian adalah kebenaran.Dan tolok ukur kebenaran adalah tegaknya kalimat ‘LAAILAAHAILLALLAAH’ diatas muka bumi ini.Untuk itulah Rasulullah saw. dan para sahabat berjuang.Dengan mengorbankan jiwa dan harta mereka.Untuk kalimat itu pulalah,para ulama melalui lembaran-lembaran kitabnya berjuang.Inilah makna jihad fisabilillah.Dan kebenaran hanya akan menjadi fatamorgana,jika disampaikan dengan disertai kebencian dan kata-kata kasar menikam.Ahlulhaq adalah orang yang berdakwah dengan sabar,berbicara dengan hikmah,santun dalam perbuatan.Sikap seorang muslim,apabila dibentangkan kepadanya kebenaran dengan hujjah yang sahih,menerima dan taat.Bukan malah lari kebelakang,berpura-pura tidak memahami,dan kemudian membuat kedustaan demi kedustaan.trims tulisannya Ustadz Abu Salafi.Semoga Allah merahmatimu dan selalu melindungimu.amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s