Bani Umayyah Dalam Al Qur’an Dan Sunnah 1

Persembahan Untuk Ustadz Firanda dan Para Pemuja Pohon Terkutuk Dalam Al Qur’an!

Pendahuluan

Keabadian di akhirat ada dua macam, Abadi di dalam surga dan abadi di dalam neraka..

أُولئِكَ أَصْحابُ الْجَنَّةِ هُمْ فيها خالِدُونَ

“ … mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah;82)

فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْن

“… mereka adalah penghuni neraka (dan) mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah;81)

Demikian puladengan kebadian di dunia. Ia ada dua macam…

Kebadian dengan sebutan harum, keutamaan dan kemuliaan serta amal-amal shaleh… penyandang kemulian sifat akan abadi dalam sebutan harum … abadi dalam hati dengan kerinduan dan kecitaan… dalam lembaran kitab dan di pertemuan-pertemuan umum dengan pujian

Sementara penyandang sifat-sifat buruk dan pelaku kejahatan juga akan abadi… namun dengan sebutan buruk, kehinaan, kecaman dan kutukan … hati-hati manusia mmebencinya… lisan-lisan mereka mengecam dan mengutuknya… kitab-kitab membeber kejahatan dan kehinaannya.

Antara keabadian di dunia dan keabadian di akhirat terdapat relasi yang sangat erat… keabadian di surga di akhirat dan sebutan indah di dunia saling terkait…

Demikian pula dengan keabadian di neraka dengan keabadian sebutan buruk, laknatan juga salng terkait!

Ini adalah Sunnah Allah….

Dan taida perubahan pada Sunnah Allah!

فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْديلاً وَ لَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْويلاً

“Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunah Allah, dan sekali- kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunah Allah itu.” (QS. Al Fathir;43)

Inilah dua model keabadian yang saling berhadap-hadapan .. saling menjauh .. saling bermusuhan di sepanjang sejarah imat manusia…

Pada umat terakhir di pentas sejarah umat manusia ini mereka adalah:

Muhammad bin Abdillah, Rasulullah dan Ahlulbait dan para sahabat bsetia beliau di satu sisi

Dan Abu Sufyan, Hindun, Mu’awiyah, Yazid di sisi lain..

Rasulullah dan Ahlulbait adalah wujud keabadian cahaya ilahi.. mereka abadi dengan sebutan harum dan kenangan indah serta kecintaan penghuni langit dan bumi…

Sementara bani Umayyah yang dikepalai oleh Abu Sufyan kemudian Mu’awiyah kemudian Yazid adalah wujud keabadian bagi kegelapan dan laknat Allah!! Sebutan mereka selalu disertai dengan kecaman dan kutukan Allah, penghuni langit dan penghuni bumi!!

Alhulbait kapan pun mereka disebut selalu diiringi dengan pujian…

Dalam Al Qur’an Ahlulbait terpuji….

Dalam Sunnah Ahlulbait juga tersanjng dan terpuji…

Sejarah pun mengabadikan kemulian dan pujian Allah dan manusia…

Sebaliknya dengan bani Umayyah.. kapanpun mereka disebut laknat Allah selalu menyertai mereka…

Dalam Al Qur’an mbani Umayyah terlaknat

Dalam Sunnah bani Umayyah juga terkutuk..

Lisan-lisan penghuni langit dan penghuni bumi juga melaknati bani Umayyah…

Ini adalah kenyataan yang bukti kebenarannya telah menyatu dengan hakikatnya… tidak perlu bukti dari luar dirinya…

Bani Umayyah Dalam Al Qur’an

Al Qur’an adalah puncak etika dan kemulian… lautan sopan santun dan adab.

إِنَّ هذَا الْقُرْآنَ يَهْدي لِلَّتي‏ هِيَ أَقْوَمُ وَ يُبَشِّرُ الْمُؤْمِنينَ الَّذينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْراً كَبيراً

“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al Isra’;9)

Al Qur’an telah menetapkan sebuah ketetapan bahwa konsekeunsi dosa dan tanggun jawab kejahatan hanya akan dipilulkan kepada palakunya… tidak kepada selainnya.. tidak kepada anak keturunannya … tidak pula kepada nenek moyangnya… dan tidak pula kepada teman atau sahabatnya… hanya si pelaku yang harus mempertanggung-jawabkan kejahatannya!

عَلَيْها وَ لا تَزِرُ وازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرى‏

“… dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.: (QS. Al An’âm;164)

Inilah Al Qur’an al Karîm… lembaran manapun yang engkau buka… surah dan ayyat apapun yang engkau baca… hanya etika adil ini yang akan engkau temukan! Al Qur’an hanya membatasi kecaman atas pelaku kejahatan dan/atau yang penyandang sifat setani dengan sifat setani si pelaku kejahatan …

Ketika Al Qur’an mengecam seorang dari dedengkot kaum kafir Quraisy… Allah berfiaman:

إِنَّهُ فَكَّرَ وَ قَدَّرَ

“Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya )

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

Maka  celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan,

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

Kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan.” (QS. Al Mudatstsir;18-20)

Al Qur’an juga mengecam seseorang dengan ayat:

وَ لا تُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَهينٍ

Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,

هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَميمٍ

Yang  banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,

مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثيمٍ

Yang  sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa,

عُتُلٍّ بَعْدَ ذلِكَ زَنيمٍ

Yang  kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya. “ (QS. Al Qalam;10-13)

Dan ketika berbicara tentang orang ketika, Al Qur’an menyebutkan:

فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذينَ كَذَّبُوا بِآياتِنا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.(QS. Al A’raf;176)

Dan demkkian seterusnya…

Tetapi dalam kenyataan etika ini terdapat pengecualian … dan hanya dalam satu kasus.. dalam satu ayat saja .. dan hanya untuk beberapa orang tertentu saja!

Kapan itu?

Siapa yang dikecualikan dari aturan umum Al Qur’an itu?

Mengapa dalam kasus ini Al Qur’an tidak seperti biasanya yang hanya menyebut si palaku kejahatan saja… tetapi sekarang menyebut satu keluarga besar.. ya satu keluarga besar sebagai Fitnah/cobaan bagi umat manusia (bukan hanya bagi umat Islam saja!) dan sebagai keluarga terkutuk… pohon terlaknat!

Tahukan kalian, siapa mereka itu?

Keluarga siapakah yang terkutuk dalam Al Qur’an?

Mereka adalah bani Umayyah…

Bukan hanya Abu Sufyan seorang … bukan Mu’awiyah seorang… bukan pula Yazid bin Mu’awiyah seorang… mereka adalah keluarga besar bani Umayyah

 وَ إِذْ قُلْنا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحاطَ بِالنَّاسِ وَ ما جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتي‏ أَرَيْناكَ إِلاَّ فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَ الشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ وَ نُخَوِّفُهُمْ فَما يَزيدُهُمْ إِلاَّ طُغْياناً كَبيراً

“Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Qur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.” (QS. Al Isra’;60)

Bukan hanya Abu Sufyan seorang yang terlaknat!

Bukan Mu’awiyah seorang yang terlaknat!

Bukan juga hanya Yazid putra Mu’awiyah yang  mal’ûn!

Tetapi keluarga bani Umayyah lah yang terkutuk….

Abu Sufyan… Mu’awiyah … Yazid…

Kakek… Bapak … Anak… semuanya terlaknat … semuanya adalah pohon terkutuk dalam Al Qur’an!!

Pohon terkutuk itu adalah bani Umayyah...

Baca kenyataan ini dalam berbagai kitab tafsir dengan riwayat-riwayat yang shahih dari para sahabat dan Tâbi’în!

Baca tafsir ad Durr al Matsûr karya Imam Jalaluddin as Suyuthi… beliau telah meriwayatkan fatsir ayat di atas bahwa yang dimaksud dengan syajarah mal’ûnah fîl Qur’ân adalah bani Umayyah dari riwayat:

(1) Ibnu Abi Hatim dari Ya’la  bin Murrah.

(2) Ibnu Mardawaih dari Imam Husain bin Ali ra.

(3) Ibnu Mardawaih, Ibnu Abi Hatim, al Baihaqi dalam Dalâil dan Ibnu ‘Asâkir dari Said bin Musayyib.[1]

Imam ar Râzi juga menukil dari Ibnu Abbas ra. bahwa syajarah mal’ûnah fîl Qur’ân adalah bani Umayyah![2]

Inilah kenyataan Qur’aniyah yang sering ditutup-tutupi dan diputar-nalikkan oleh para pemuja pohoh terkutuk tersebut!

Abusalafy akan membantu Anda wahai pecinta kebenaran untuk melacak ayat-ayat kecaman atas bani Umayyah agar dapat diselamatkan dari fitnah dan kejahatan mereka!

(Bersambung, Insya Allah)


[1] Ad Durr al Mantsûr, ketika menfsirkan ayat di atas.

[2] Tafsir ar Râzi , ketika menfsirkan ayat di atas.

42 Tanggapan

  1. Dasar blog fitnah kerjanya hanya menabur kebencian kepada para shohabah kiram.

    • mending antum baca dulu tuh yang buku yang di saranin kang abu,
      trus sanggah deh tulisan ini dengan ilmiah jangan cuma maki2 doang!

  2. Apanya yang perlu dibaca akhi al faqir….
    Semua isi blog ini hanya fitnah….
    Pokoknya blog ini fitnah isinya…. sekali fitnah ya fitnah….
    Tidak ada yang perlu dikrarifikasi…. semua da’wahnsalafiyah berarti dusta

    • yang ane tahu islam adalah sebuah ajaran dari ALLAH SWT,
      pada masa rasulallah pemerintahan islam berbentuk kekhalifahan bukan Kerajaan

      namun Bani Umayah telah berani menyimpang dari ajaran rasulallah dengan mendirikan kekaisaran Umayah

      Iqra’ => bagaimana sikap abu sufyan terhadap ajaran Islam, dan kejadian2 yang terjadi menjelang berdirinya bani Umayah(hanya diwarnai pembunuhan umat muslim)
      hasan dan husein bin ali bin abi tholib adalah cucu rasulallah, namun di hukum mati oleh bani umayah
      sedangkan umat islam di wajibkan menghrmati rasulallah, sahabat dan para eturunannya

  3. Ajiiib nih kajian tafsirnya, terus terang saja kajian seperti ini jarang kita dengar dari ustadz2mkita selama ini. Bersambung lagi, pasti seru!

  4. Dasar ANTI NU ini kebangetan yaa?! Al Quran tidak dipercaya?
    Tafsir salaf juga dibelakangi… semua dibohongkan. Apa maunya sih?

    • Itu bukan tafsir Salaf, tapi tafsir Rafidhoh yang disisipkan ke dalam Ahlu Sunnah!
      Dasar abu salafy agen Syi’ah Rafidhoh!

  5. Nahdlatul ulama itu artinya kebangkitan ulama. Yg anti NU itu cuma salafy wahabi laknat. Mereka hanya taat pada dajjal bermata satu dari gurun pasir najd.

    Pujaannya saja hindun wanita kanibal Dan pelacur. Semua raja2 umayyah adalah keturunan hindun si pelacur Dan kanibal.

    Jadi tdkkayak setan. Dan maha suci Allah, ternyata perilaku pengikut hindun sama.

    Baik pendetanya seperti taymiyah, abdul wahab Dan alunya maupun pecintanya. Sama2 brutal Dan laknat.

    Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaiton, ibnu taymiyah, abdul wahhab dan salafy wahhabi…

  6. Hai pengikut wahhabi/salafy

    Kalo kalian memang pecinta muawiyah sejati, aminkan doa berikut ini:

    Ya Allah kumpulkanlah para pengikut salafyy/wahhabi kelak di akhirat bersama dengan Abu sufyan, hindun, muawiyah, dan yazid bin Muawiyah!

    Berani gak ngaminin doa ini?

    Kalo berani, mudah2 Allah mengumpulkan kalian semua dengan manusia2 laknat tsb..

    • Amin….amin…..amin ya robbal alamin.

    • kami dari ahlussunnah wal jamaah sama sama mencintai ahlu bait dan para sahabat yang lain sesuai kelebihannya masing2.tp kami tidak bersikap guluw kepada khalifah ali ra dan anti kpd sahabat yg lain.sunggu khalifa h ali ra. tidak mengajarkan yg demikian dan berlepas diri dari kebohongan kalian.

      Abu Salafy:
      Wahhabi bukan Ahlu Sunnah!
      Tebar kla tiada guna!
      Tolong Anda jelaskan makna GHULUW yang Anda maksud?
      Apa buktinya kalau data riwayat yang saya sebutkan itu KEBOHONGAN?
      Wassalam.

      • Kalau ane perhatikan ya, komentarnya bapak2/mas2 wahhabiyyin selalu aja kalau nggak cuman ngomel2 tanpa akal wasar yankeluar tema pemahabasan
        Jadi makin keliatan deh kalau merka itu preman berwajah agamis.
        Maaf ya john john salafi yng ganteng2.

      • Kang Abu, sini saya bantu!

        @Wahabi berkedok Ahlu Sunnah

        “HUUUSH…HUUSSH…HUUUSSH!”

        Salam Damai,

  7. Amii…..nnn 200x yaa robbal ‘aalamiin !!!

  8. Waduuuuh kasian banget kalian ini, kok benari2nya minta dikumpulkan bersama manusi2 terlaknat!
    Apa kuat tinggal di neraka?
    Ngeri aaah….

  9. Waaah waaah kok pada keluar dari tema yaa!
    Kenapa?
    Kagak sanggub bicara ilmiah, abu salafy nya kan udah ilmiah, masak soh kalian kagak ilmiah?! ?!
    Bangkrut yaa?

  10. Aku sih yakin yakin aja kalau bani umayah itu fitnatan linnaas. Buktinya sekarang banyak yang mengikuti kesesatan bani umayah… tuh buktinya, si firanda bisanya cuman ngebalin muawiyah melulu. Juga si wahabi wahabi, pastijya yang diela muawiyah, bu ufyan, hindun wanita doyan pria kekar dan kuat. Si yazid terkutuk si pembunuh Husain dan keluarganya, pembuhuh anak2 para sahabat dalam peristiwa Hurrah dan si penghancur Ka’bah.
    Jadi benar kan kalau mereka bani umayh itu fitnah dan pohon trlaknat!

  11. wkkwk syiah

  12. jangan engkau menghina sahabat rasul,….. apakah anda tau apa yang dihadapinya (muawiyah dll yang termasuk sahabat rasul), pada masanya,di keadaan yang sama dengan yang dihadapinya,apakah anda mengetahui isi hatinya lantas mengatakan ia tak punya niat baik terhadap ahlu bait, selalu mencelakainya….adapun kejadian yang telah terjadi antara beliau dengan ahlu bait kita kembalikan perkaranya pada allah karna tidak ada seorangpun yang mengetahui tujuan dari tindakan beliau,tidak saya, anda bahkan ulama 2 terdahulu yang meriwayatkan hadits tentang hal tersebut kecuali allah dan diri beliau sendiri….adapun kita hanya diwajibkan untuk mengimani sebagaimana yang ditetapkan allah dan rasulnya bahwa iman para sahabat tidak dapat ditandingi oleh generasi setelahnya termasuk muawiyah dan keluarganya yang beriman walaupun beliau masuk ke islam pada ‘amul fath beliau termasuk sahabat
    والذين أمنوا من بعد وهاجروا و جاهدوا معكم فأولئك منكم
    adapun mengenai ayat di atas…..bukankah allah maha pengampun???? bukankah banyak ayat yang mengatakan bahwa bani israil adalah umat yang di murkai tapi tidak menghalangi kehendak allah menjadikan beberapa dari mereka ahli surga dan mengampuni mereka,???lalu kenapa kita harus menjelek2an amalan sahabat rasul padahal anda tidak tahu apakah allah sudah mengampuninya atau belum???

    تلك أمة قد خلت لها ما ك و لكم ما كسبتم ولا تسألون عما كانوا يعملون
    ittaqillah yaaa ulil albaab

    Abusalafy menjawab:
    Alangkah indahnya serua Anda di atas, andai saja Anda alamatkan kepada Ibnu Taimiyah dan para pengagumnya yang trbukti menghina Sahabat Ali ra.!
    Atau mengapakah kini Anda tidak mengatakan bhwa sikap menghina Mu’awiyh itu sebenarnya disampaikan dalam rangka menghadapi sikap GHULUW KAUM NASHIBI WAHABI YANG MEMBABI BUTA MEMBELA DAN MENYANJUNG MUAWIYAH WALAUPUN DENGAN BERDUSTA.!

  13. Tanya ust.abusalafy, terus bagaimanakah status hadits-hadits yang diriwayatkan dari mu’awiyyah? apakah hadits-hadits tersebut tertolak keshahihannya? sebab di kitab-kitab hadits yang mu’tabar ada pula hadits yang diriwayatkan oleh mu’awiyyah…

    Abusalaty Menjawab:
    Ya tergantung masing-masing orang! Kalau ada yang mantap menerima ajaran agama dari seorang munafik ya silahkan saja! Tentu itu untuk hadis-hadis yang khusus dia seorang yang meriwayatkannya, adapun untuk hadis yang juga diriwayatkan sahabat lain maka kita tidak butuh kepada riwayat Mu’awiyah!

    • Bener tuh kata ustadz abu, kalU ente mzu dikibulin si munafiq ya telan aja riwayatnya!

  14. saya pikir apa yang diungkap oleh ustad abu salafy sudah ilmiah, kepada yang tidak setuju silakan ditolak secara ilmiah..
    saya memiliki pemahaman berbeda dengan ustad abu salafy, tapi saya pikir tidak harus menjadikan kita saling mencaci..
    dalam hal apakah kita harus mengaminkan untuk disatukan di akhirat kelak dengan abu sufyan, hindun, muawiyah, yazid bin muawiyah dan para khalifah bani umayyah yang lainnya… saya pikir mereka memiliki sisi baik yang mungkin saja luput dari pengetahuan abu salafy dan kawan-kawan.. maka saya berteguh hati bahwa mereka adalah kelompok orang yang masih berada di jalan kebenaran dengan segala kelemahan yang mereka miliki..
    saya yakin bahwa mereka senantiasa bertaubat atas segala kesalahan yang telah mereka lakukan..
    semoga kita selalu digerakkan hati untuk selalu memohonkan ampun atas segala dosa yang kita perbuat, dan digolongkan sebagai hamba allah yang diberi kenikmatan di akhirat kelak..

  15. Assalamua’laikum
    Ane sering baca neh Blog, buat nambah pengetahuan ane yang cetek masalah agama, sekarang ane mau comment sedikit neh.
    Ane dilahirkan dari Bapak NU dan Ibu dari Muhammadiyah, ane di sekolah agama di Muhammadiyah, dan gak pernah ane diajarin ma Ustdaz ane untuk menuduh orang lain itu Bidáh, karena ustadz ane juga sering ceramah di Mesjid NU.
    Jadi kehidupan beragama di daerah ane saat itu aman2 aja, antara Muhammadiyah n NU juga akur dan saling mendukung.
    Akhir-akhir ini aja, banyak yang mengaku Ustdaz, masih muda2 udah nuduh orang Bidáh, penyembah kubur dll, yang rata2 lulusan Arab Saudi.
    Pendiri NU dan Pendiri muhammadiyah jg belajar agama di Mekkah, mereka bahkan bersahabat dan sangat dekat.
    Jadi wajar kalo orang NU dan juga Muhammdiyah yang terusik dengan hujatan-hujatan dari Ustadz2 yang ngakunya lulusan dr Arab Saudi.
    Ada kearifan lokal yang mereka tinggalkan, menurut versi mereka, agama Islam yang bener hanya versinya Arab Saudi saja.
    Padahal kearifan lokal dalam memahami dan menterjemahkan Islam itu juga penting.
    Inget, yang menyebarkan agama Islam di Nusantara itu bukan para Raja di Arab Saudi, di Jawa ada Wali Songo, di daerah lain ada para Habaib, para Pedagang dari Gujarat dan lain2, dan Islam masuk dengan damai.
    Dan para penyebar agama Islam tersebut mengadopsi kearifan lokal, jadi kemudian Islam bisa masuk dengan damai dan berkembang dengan pesat.
    Jadi untuk para Ustdaz2 yang demen mengkafirkan dan membidáh kan, coba deh ente2 berdakwah di tempat2 yang memang belum Islam.
    Jangan Mengislamkan orang yang sudah Islam.
    Jadi menurut saya, Blog ini hanya pembelaan dari tuduhan2 yang gak berdasar kepada para sebagian besar Umat Islam di Indonesia, NU khususnya.
    Karena selama ini, temen2 NU banyak diam dituduh penyembah kubur, ahlul bidáh, dan tuduhan2 yang lain, nah dengan membaca tulisan2 Kang Abu, banyak temen2 muslim yang terbela.
    Teruskan Kang Abu….
    Wasssalam….

  16. This unique blog, “Bani Umayyah Dalam Al Qur’an Dan Sunnah
    | Abu Salafy” Accieee reveals that u actually fully understand what you r speaking
    about! I really absolutely agree with your post.

    Many thanks -Priscilla

  17. Saya ini awam, tapi apa yang saya rasakan saat ini adalah bahwa ada upaya pembonsaian islam secara masif dan sistematis. Dengan semboyan kembali ke dalam sunah dan Alquran, tetapi saya rasakan sangat kering pada beberapa bagian dan benar pada bagian lainnya. Ayo saudaraku, jangan fanatik kepada kelompok, ustadz, kiai, syekh atau yg lainnya dan pula, jangan membenci yang berlebihan terhadap ustadz, kiai, syekh atau kelompok dan lainnya. Insya Allah, kita akan melihat dan merasakan keindahan dan kebenaran.

  18. Cocok! Selama masih fanatik susah dapat hidayah Allah! Buang fanatik jauh-jauh! Kembalilah kepada nas qoth’iah!
    Jangan terpengaruh oleh mayoritas atau kebesaran nama seorang!

  19. YANG PERLU BUKANLAH MENYALAHKAN SIAPA ATAU SIAPA.TAPI CUKUPLAH HASAD ITU UNTUK DIRI KITA SENDIRI, JANGAN SAMPAI DIGEMBAR-GEMBORKAN UNTUK ORANG LAIN…PERBAIKI AQIDAH, SIAPA YANG IKLASH DAN PALING TAQWA, ITULAH YANG SELAMAT INSYAALLAH…SIAPA YANG MENCELA PERBUATAN SESEORANG WALAUPUN ORANG ITU SALAH,,BUKANKAH DOSA YANG DICELA ITU BERPINDAH KEPADA KITA..? WAHAI SAUDARAKU,,,JANGANLAH SUKA MENCELA KAUM TERDAHULU…PADAHAL HATI ITU URUSAN ALLAH……PAHALA ITU URUSAN ALLAH, DOSA ITU URUSAN ALLAH..HANYA ALLAHLAH YANG TAU SIAPA YANG BERIMAN DAN YANG BAIK AMAL SHOLEHNYA…………..

  20. satu sama lain harus ada bukti kebenaran pendapat.. Orang yang mengeluarkan pernyataan nada menghina, merendahkan, berarti mereka orang2 yang bodoh dan bukan orang yang berpendapat ilmiah.. Alahua’lam

  21. kpd yth ustad abu salafy…..apa generalissi yg ustad maksud juga mencakup seluruh khalifah umayyah??pdhl diantara sekian bnyk penyimpangn…masih ada sosok yg mungkin kita lupa yaitu khalifah umar bin abdul azis yang terkenal kesholehan,kedermawanan,kezuhudannya..dlsb…mohon pejlsnnya….syukran

    Abusalafy:
    Akhi muhtaram. Tentu pada segiap kaidah umum ada pengecualian. Tetapi yang perlu dicacat di sini adalah: yang merata di kalangan suku bani Umayyah adalah kefasikan, kedurhakaan dan kejelekan sifat serta kebencian yang mendalam kepada Islam dan Nabi Islam Muhammad Saw.

    • ustadz Abu Salafi yang terhormat , dua artikel di Blog antum yang tidak saya setujui ,

      1. tentang Sahabat Mu`awiyah ra , beliau adalah Sahabat Nabi salah seorang penulis wahyu .

      2. tentang penafsiran Syajarah mal`unah (pohon terlaknat) adalah bani Umayyah , padahal masih ada penafsiran lain , dari kecil saya dididik dengan dengan didikan NU Asy`ariyah Maturidiyah ,

      guru-guru saya berpendapat 1. Sayiduna Mu`awiyah adalah Sahabat Nabi SAW yang adil meskipun beliau keliru ketika memerangi Imam Ali ra.
      2. Syajarah Mal`unah , adalah Zaqqum yang tumbuh di neraka.

      saya Mohon Ustadz abu Salafi menunjukkan beberapa Nama Ulama Ahlu Sunnah ( Asy`ariyah maturidiyah ) yang berpendapat sama dengan Ustadz Abu salafi tentang dua hal diatas , sebab sepengetahuan saya Ahlu Sunnah berpendapat semua Sahabat adalah adil dan diam atas apa yang terjadi dikalangan Sahabat serta menetapkan pahala Ijtihad bagi mereka.

      Abusalafy:
      Terima kasih Anda telah sudi meluangkan waktu berharga Anda untuk membaca dua artikel saya.
      Ringkas saja akhi muhtaram ingin saya katakan di sini bahwa saya tidak pernah memaksakan pemahaman dan keyakinan saya kepada siapapun. Karenanya saya sangat menghargai pendapat dan sikap Anda dalam dua hal yang tidak Anda setujui itu. Sepenuhnya itu adalah hak Anda.
      Tentang Muawiyah dan persahabatannya serta keutamaannya yang banyak diterima orang, saya harap Anda mau meluangkan waktu untuk menelitinya kembali. Sebab para ulama muhaqqiqin telah memastikan kepalsuannya.
      Tentang dia ssbagai penulis wahyu, igu juga isu palsu yang banyak diedarkan sehingga banyak kaum Muzlimin menjadi korban isu itu. Coba Anda teliti dan dalami data-data dan komentar para ulama Muhaqqiqin tentangnya.
      Tentang pohon terkutuk…. jika Anda mengatakannya sebagai pohon ZAQQUM…. paka pertanyaannya adalah: Adakah nash terpercaya yang menafsirkannya demikian?! Dan apakah pantas pohon yang TAAT kepada Allah sebagai bahan siksa atau alat siksa Allah SWT atas kaum kafir justeru ia dikutuk?! Apa salah dan dosa pohon itu sehingga TERKUTUK?
      Akhi, Anda perlu mazukkan dalam poin analisa Anda terhadap data-data sejarah, khususnya yang berkenaan dengan Bani Umayyah adalah USAHA GETOL BANI UMAYYAH DAN ANTEK-ANTEKNYA DALAM:
      A) MERAHASIAKAN BEFBAGAI DATA KEJAHATAN DAN KECAMAN ATAS MEREKA.
      B) MEMUTAR BALIKKAN FATWA SEJARAH YANG MENCORENG MEREKA.
      C) MEMBUAT BUAT KEUTAMAAN PALSU UNTUK MEREKA ATAS NAMA NABI DAN PARA SAHABAT.
      Semoga keterangan dingkas ini dapat dimengerti. Amin.

      • Apanya yang masih harus dibela dari Mu’awiyah bin Abu Sufyan itu? Semuanya sudah jelas kan?! Tapi saya juga tidak akan terlalu menyalahkan mereka yang masih membanggakan si Mu’awiyah si munafik itu!!! Sebab mereka bslum tau kemunafikan dan kefasikannya Mu’aaiyah!! Ssbab mereka selama ini hanya menerima informasi satu arah saja… Jadi masihat saya ikuti terus tulisan ustadz kita abusalafy hafidzahullah min syarril aahabiyyin wa salafiyyin at takfiriyyin.

      • tidak bisa di pungkiri memang dikalangan NU atau aswaja ada juga yang menghormati muawiyah dengan alasan muawiyah masih terhitung sahabat nabi tapi tidak mengagungkan berlebihan kaya wahabi, ada juga yang membenci muawiyah dengan alasan kemunafikan serta keburukan sifatnya.

        buat saya pribadi dua-duanya masuk akal dan bisa dimaklumi mungkin ini hanya kesimpulan saya ” hormati muawiyah karena terhitung sahabat nabi, bencilah muawiyah karena sifat buruk dan kemunafikannya”.

        hanya hikmah yang saya dapatkan dari pemaparan para ustad disini adalah segitu muawiyah sahabat Nabi SAW yang pernah satu majlis dan mendapat didikan dari Rosulullah SAW bisa buruk sifatnya dan menjadi munafik seperti pemaparan ustad abu salafy, apalagi saya yang jauh dan belum pernah berjumpa dengan Rosulullah.

        mudah2an tidak menyinggung para ustad disini

      • Sekarang in ya yang NGEBALAIN Muawiyah Si Pemimpin KELOMPOK PENGANJUR KE API NERAKA JAHANNAM itu tidak hanya santri santri NU tapi juga ssbagian HABIB yang BODOH atau BUTA AJARAN LELUHURANYA.. contohnya ya si dia yang komen di atas tuh…dia itu HABIB tapi MENYIMPANG DARI AL HAQ!! Kasian banget!!!

  22. Sungguh santun ustadz abu dalam menanggapi saudara anonymaus walaulun ka kelihatan agak bodoh2an bukan bodoh sejati. Sebab ia menanyakan sesuatu yang sudah dijelaskan ustadz abu..

  23. Buat anonymaus
    Saya tidak tau apakah kamu ahlusunnah atau wahabi nashibi. Dan itu tidak penting sebab semua yang di sini serba misterius… Tapi yang penting adalah jika kamu benar-benar mencari kebanaran maka kamu harus baca ini:
    https://abusalafy.wordpress.com/2012/09/30/mazhab-salaf-shaleh-tentang-islamnya-muawiyah-bagian-1/
    Sampai seri akhir, biar kamu tau siapa Mu’awiyah dan siapa banu Umayah itu??

    • Bener…. Dia itu HABIB NASHIBI alias PECINTA MUAWIYAH dan PDMBENCI IMA ALI as. Saya bisa buktikan itu!! Saya akan kelurakan jika dia mengelak kalau dia HABIB!!!!!

  24. saudaraku semuanya orang bijak , Abi Raka dan laskar Wahabi tidak mencela Sayiduna Mua`wiyah RA , bukan berarti tidak mencintai Imam Ali RA , saya hanya tidak ingin mengotori lidah saya dengan mencela seorang Muslim apalagi Sahabat Nabi SAW.

    • @ahmadsyahid

      betul sekali ustad, yang saya fahami sebenarnya ustad abu salafy hanya ingin menjawab / membantah artikel wahabi yang cenderung memuja berlebihan pada muawiyah dan merendahkan ahlul bait termasuk saidina ali kw.

      hanya memang sangat disayangkan ada saja orang yang ngakunya benci muawiyah tapi sifat dan karakternya justru mengikuti muawiyah seperti mencela dzuriyah Rasulullah SAW

      dan yang harus hati2 adalah takut ada orang kafir yang ngaku2 islam syiah, wahabi atau aswaja yang memanfaatkan artikel ustad abu salafy tidak semestinya seperti untuk lebih memperburuk hubungan yang sudah kurang harmonis antara firqah2 yang ada pada umat islam.

      maaf kalo ada kata2 yang kurang berkenan

      • Abi Raka , antum benar dan sepengetahuan saya Wahabi mengikuti Ibnu Taimiyah yang berlebihan dalam menyikapi Syi`ah , sampai2 merendahkan derajat Imam Ali KW .

        begitu juga dengan Syi`ah , berlebihan dalam mencintai Imam Ali kW sampai2 merendahkan derajat Sahabat Nabi SAW yang lainnya .

        dan Insya Allah kita mengikuti Ulama Ahlu Sunnah ( asy`ariyah Maturidiyah ) yang tidak ektrim kanan maupun kiri , untuk Ustadz kita , Ustadz Abu Salafi terima kasih banyak telah menstimulan kita untuk kembali membuka khazanah Ilmu dan memunculkan komentar2 saya.

    • @ahmadsyahid
      Islam tidak mengajarkan umatnya mencela, bahkan terhadap sesembahan dan pujaan kaum musyrikun sskali pun.
      Tetapi perlu dibedakan donk antara mencela seseorang atau suatu kelompok dengan membeberkan dan menjelaskan kenyataan kefasikan, kemunafikan dan kejahatan mereka!!!
      Ketika Nabi Muhammad saw menjelaskan hakikat sebenarnya sesembahan kaum musyrikun bahwa mereka tidak dapat memberi manfaat dan mendatangkan mudharrat.. serentak kaum mjsyrikun mengecam Nabi dan menuduhnya TELAH MENCELA TUHAN-TUHAN mereka! Padahal Nabi hanya menjekaskan hakikat tuhan-tuhan yang mereka sembah itu.
      Sama dengan cara berpikirnya sebagian umat Islam, jika dijelaskan hakikat KEFASIKAN DAN KEJAHATAN Mu’awiyah mereka menganggapnya sdbagai CACI MAKI afau as sabb.

  25. Oh ya, baiklah jika begitu. Tapi bolehkan saya tanya kepada kamu, APAKAH ISLAM MEMBOLEHKAN KITA MENCINTAI ORANG-ORANG YANG DZALIM? FAZIQ, MUNAFIQ DAN MENGAJAK KE NERAKA JAHANNAM?
    DAN APA SEBENARNYA YANG MEMBUAT ANDA TERPESONA DANN MENCINTAI MUAWIYAH?
    TOLONG KAMU JAWAB DENGAN JUJUR DAN TANPA ADA YANG DITUTUP-TUTUPI.
    Maksih sebelumnya ya mas ahmad. Kutunggu jawabanmu.

  26. Subhanallah kenapa perbedaan yg sudah mengarah pada perpecahan tidak kunjung selesai. Karena manusia kebanyakan hanya mengandalkan Ilmu yang dia miliki saja dan tidak pernah mau menerima ilmu pengetahuan dari orang lain. Biasa yang penting ngotot tidak mau tahu alasan orang lain walaupun pendapat org lain dasarnya llebih kuat dan lebih sahih.

    Kedua dalam berpendapat selalu saja di dominasi Nafsu dan ego ingin menang sendiri. Nampak sekali dalam memberikan argumen tidak rasional dgn kata kasar2, memaki-maki lawan bicara ,tidak berdasarkan hujjah yang kuat. Emosi di dahulukan , nampak sekali mereka menebar kebencian. Ini namanya bicara kebenaran dengan nafsu angkara murka. akhirnya tidak nyambung. Kebenaran terus dibicarakan pembunuhan terus berjalan. Di era sahabat Nabi sudah terjadi . Slogannya Panji kebenaran di kibarkan, qur’an ditetgakkan tapi pembunuhan terhadap Keluarga nabi tetap berjalan .

    Pembantaian terhadap keluarga Nabi itu sungguh2 terjadi di padang Karbala. Sampai-sampai Cucu kesayangan Nabi Imam Husain dipenggal kepalanya di arak keliling basrah dan kufah. Sungguh kejam dan perlakuan mereka kepada ahlulbait Nabi. Nauzubillahimin zdalik.

    Siapa pembunuhnya ?? mereka kalangan umat Islam sendiri. Baca sejarah lengkap tentang tragedi karbala.

    Dari pembunuhan terhadap keluarga Nabi yang biadab ini terjadi dua kelompok pemikiran: Kelompok pertama adalah kelompok yang tidak bisa menerima kejadian ini. tentu saja mereka mengutuk perlakuan kejam terhadap si pembunuh keluarga Nabi Muhammad itu. Mereka dari kalangan peembela ahlulbait Nabi.

    Kelompok kedua memaklumi kejadian sadis ini dengan alasan kondisi saat itu beda dgn sekarang atau situasional. Bahkan mereka menganggab yang terlibat dalam pembunuhan ini tidak berdosa besar. Karena Sebagian dari mereka tergolong sahabat Nabi. Dan shabat Nabi adalah sebaik-baik manusia.

    Inilah penyebab perpecahan yang hingga kini tidak kunjung selesai. Hujah apapun yang akan disampaikan akan ditolak sebelum dibaca. Karena kebencian adalah dasar dalam menilai kebenaran. Sikap inilah sumber perpecahan itu.

    Sekarang saatnya melihat realita ini dengan hati yang jernih, akan kemana kita berlabuh dan kapan kita harus berhenti bertengkar. Semuannya terserah kepada anda. Yang pasti kebaikanmu, keburukanmu, kebencianmu akan kamu pertanggung jawabkan di akherat kelak. Maka hati-hatilah dalam berhujah dan bertindak, demi kebaika kita di akherat nanti. semoga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s