Membongkar Tipu Muslihat Ustadz Firanda Ketika Mengkritik Sang HABIB! (III)

Bukti Bahwa Sarjana Wahhâbi Salafy Hanya Burung Beo Yang Pandai Menirukan Nyanyian Sumbang Ibnu Taimiyah

Pembuktian Lanjutan!

Selain tiga bukti yang telah kami sebutkan di atas (pembahasan sebelumnya), kami ingin menambahkan beberapa bukti lain sebelum kami mengakhiri tema diskusi bersama suadaraku Ustadz Firanda.

Bukti Keempat:

Ibnu Abbas ra. (yang juga parawi hadis yang dijadikan Ibnu Taimiyah sebagai hujjah larangan meminta pertolongan kepada selain Allah SWT, dan kemudian ditelan mentah-mentah oleh Ustadz Firanda) telah meriwayatkan bahwa Rasuluhha saw. bersabda: 

.

إنَّ للهِ ملائكةً فِي الأرضِ سِوَى الْحَفَظَةِ يكتبون ما يسقط مِن نوى الشجَر، فَإِذا أَصاب أَحدَكم عرْجَةٌ بِأرضِ فلاةٍ فلْيُنادِ: أعِينوا عِبادَ اللهِ!

“Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat selain malaikat penjaga yang mencatat apa saja yang gugur dari biji-bijian pohon, maka jika seorang dari kalian tergelincir di padang pasir yang kosong penghuni maka hendaknya dia menyeru, ‘Hai hamba-hamba Allah, tolonglah aku!’

.

Abu Salafy:

Sobat setia abusalafy, coba Anda renungkan baik-baik ajaran dan tuntunan yang disabdakan Nabi mulia saw. di atas, tidakkah ia jelas-jelas menunjukkan diperbolehkannya meminta pertolongan kepada selain Allah dari kalangan makhluk halus/yang tidak kasat mata/malaikat! Bukankah tuntunan nabi saw. di atas juga dapat dijadikan hujjah/dalil diperbolehkannya bahkan dianjurkannya beristighatsah dengan meminta pertolongan kepada makhluk?! Hal mana selama ini divonis sebagai praktik syirik oleh Ibn Taimiyah, Ibnu Abdil Wahhâb dan kemudian ditelah mentah-mentah oleh para Salaf Wahhâbi!

Dengan bukti di atas masihkan Ustadz Firanda akan terus mendewakan Ibnu Taimiyah dalam penyimpangan-penyimpangan akidahnya!

Sumber Hadis:

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra. di atas telah diriwayatkan oleh:

  1. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya,6/91.
  2. Imam al Baihaqi dalam Syu’abul Imân-nya,1/138.
  3. Al Haitsmai dalam Majma’ az Zawâid-nya,10/132 dan ia berkata, “Hadis ini telah diriwayatkan oleh ath Thabarani dan para parawinya tsiqah/terpercaya.”

.

Bukti Kelima:

Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya,2/837 dan Muslim dalam Shahih-nya,3/1569 dari Ali bin Abi Thalib ra. ia berkata,

“Aku mendapatkan seekor unta bersama Rasulullah saw. dalam rampasan perang Badar. Ali berkata, “Kemudian Rasulullah saw. memberiku unta lain lagi. Lalu pada suatu hari aku ikat di pintu seorang dari suku Anshar, aku bermaksud memuat di atasnya Idkhir untuk aku jual. Bersamaku seorang tukang celup dari suku bani Qainuqâ’ aku meminta pertolongan kepadanya untuk urusan walimah pernikahanku dengan Fatimah …. “

.

Abu Salafy:

Apakah dalam pandangan Ustadz Firanda Sayyidina Ali ra sedang melakukan perkara tercela karena meminta pertolongan kepada orang itu?! Atau dalam pandangan Ustadz Firanda Sayyidina Ali ra sedang tidak mengindahkan tuntunan Nabi Muhammad saw.

.

Bukti Keenam:

Para ulama meriwayatkan dari Abu Wâil, ia berkata, “Ada seorang datang menemui Ali –radhiyallah ‘anhu– lalu berkata, Wahai Amirul Mukimin, sesungguhnya aku tidak mampu memenuhi tanggungan akad mukatabah-ku dengan tuanku, maka tolonglah aku!

Maka Ali –radhiyallah ‘anhu– berkata kepadanya, “Maukah engaku aku ajari beberapa kalimat doa yang dahulu diajarkan Rasulullah saw. kepadaku, betapapun tanggungan/hutangmu uang dinar/mata unag emas sebanyak gunung Shabr pasti Allah akan melunasinya.?!

Aku berkara, “Ya. Aku mau.”

Ali –radhiyallah ‘anhu– berkata, “Bacalah: Allahumma ikfini Bi Halâlika ‘An Haramika, wa Aghninî Bi fadhlika ‘An Man Siwâka/Ya Allah cukupkan aku dengan apa-apa yang Engaku halalkan dan kayakan aku dengan anugerah-Mu dari selain-Mu.

.

Sumber Hadis:

Hadis di atas telah diriwayatkan oleh:

  1. Imam Ahmad dalam Musnad-nya,1/153.
  2. At Turmudzi dalam Sunan-nya,5/560 dan ia berkata, “Hadis ini Hasan Gharîb.
  3. Al Hakim dalam Mustadrak,1/721 dan ia berkata, “Hadis shahih.”.
  4. Adz Dzahabi dalam ringkasan al Mustadrak dan ia menyetujui penshahihan al Hakim.
  5. Adh Dhiyâ’ al Maqdisi dalam Mukhtârah-nya,2/118. Dan tentunya ia menshahihkannya sebab ia tidak meriwayatkan dalam kitab tersebut kecuali hadis-hadis yang ia yakini shahih.
  6. Dan lebih lanjut baca Faidhul Qadîr; al Munnâwi,3/111.

.

Abu Salafy:

Perhatikan, dalam jawabannya Khalifah Ali –radhiyallah ‘anhu– tidak menghardik orang tersebut dengan mengatakan misalnya, “Mintalah pertolongan dari Allah! Pertolongan itu hanya dari Allah! Andaipun beliau mengatakan kalimat yaang terakhir niscaya pasti maksud beliau adalah bahwa memang pertolongan yang hakiki hanya dari Allah! Tiada sesutau apapun di alam semesta ini yang memiliki daya dan kekuatan apapun melainkan dari Allah! Lâ haula walâ Quwwata Illâ Billâhi! Tidak ada maksud bahwa meminta pertolongan kepada manusia itu tercela apalagi kemusyrikan!

Adapun Hadis Ibnu Abbas ra…

Adapun hadis yang memuat wasiat Nabi saw. kepada Ibnu Abbas ra. agar tidak minta apapun kecuali kepada Allah dan agar tidak mengharap pertolongan kecuali dari Allah…. maka perlu diketahui di sini, wasiat itu disampaikan Nabi saw. kepada Ibnu Abbas ra. ketika ia masih kanak-kanak, untuk menanamkan agar ia tidak terpesona dengan sebab-sebab apapun selain Allah SWT supaya hatinya mantap mengimani bahwa tiada apapun di alam semesta ini kecuali kekuatannya dari Allah! Tetapi, ketika ia telah menginjak dewasa, tentunya wasiat yang harus selalu ia indahkan -seperti yang juga diwasiatkan oleh Nabi saw. kepada seluruh sahabat beliau dan juga tentunya kepada seluruh umat beliau adalah prinsip: Barang siapa tidak bersyukur kapada manusia maka ia tidak bersyukur kepada Allah!  Seperti telah diriwayatkan para ulama di antaranya Imam at Turmudzi dalam Sunan-nya,4/339.

Dan dalam riwayat lain: Orang yang paling berterima-kasih kepada Allah adalah orang yang paling berterima-kasih kepada manusia.

Inilah etika yang diwasiatkan Nabi saw. kepada umat Islam dalam bertaddub kepada sebab-sebab dan memberikan porsi yang layak baginya dalam penghormatan, karena sebab-sebab itu kekuataan sababiyah-nya dari Allah!

.

Adapun Maksud Ayat Surah asy Syarh di Atas….

Adapun apa alasan Ibnu Taimiyah membawa-bawa ayat:

وَ إِلى‏ رَبِّكَ فَارْغَبْ

“Dan  hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Asy Syarh [94];8)

.

dalam konteks tema ini, maka tidaklah jelas. Ayat itu tidak ada kaitannya dengan yang ia ingin simpulkan!

Jika maksud Ibnu Taimiyah bahwa hendaknya manusia tidak berharap kecuali hanya kepada Allah, maka kami setuju dengan maksud itu! Tapi ingat, jangan sampai kalimat dan maksud yang benar ini diselewengkan untuk kepentingan yang batil!

Sebab, seperti diketahui bahwa kata raghiba dan pecahannya serta penggunaannya dalam konteks pembicaraan orang-orang Arab tidak semata hanya boleh digunakan untuk Dzat Allah semata! Seperti yang ingin dikesankan oleh Ibnu Taimiyah!

Dan sebagai bukti kami akan bawakan hadis riwayat Imam Bukhari dalam Sahahi-nya,5/1967 dari Tsâbit al Bunnâni, ia berkata,

“Aku berada di sisi Anas dan di sebelahnya ada anak perempuannya, lalu Anas berkata, ‘Ada seorang wanita datang menemui Rasulullah saw. sambil menawarkan dirinya untuk beliau nikahi, ia berkata, ‘Wahai Rasulullah! Apakah Anda berminat kepadaku.’ Mendengar kisah itu, putri Anas berkata, “Sungguh wanita itu tidak punya rasa malu. Alangkah malunya! Alangkah malunya!

Anas berkata:

هِيَ خَيرٌ منكِ ؛ رَغِبَتْ في النبيِِّ فَعَرضَتْ عليهِ نفْسَهَا

“Dia lebih baik dari kamu. Dia berharap kepada Nabi, karenanya ia menawarkan dirinya.”

.

Abu Salafy:

Perhatikan baik-baik redaksi riwayat Imam Bukhari di atas! Sahabat Anas bin Malik mengatakan bahwa wanita shalihah itu raghibat/berharap kepada Nabi saw./suka kepada Nabi saw. andai beliau sudi mempersuntingnya! Apakah wanita itu sedang menyalahi tuntunan Al Qur’an?! Atau justeru Ibnu Taimiyah-lah yang berusaha memelintir maksud ayat di atas demi mendukung penyimpangan akidahnya dalam Tauhid! Kemudian datanglah Ustadz Firanda berbaik hati memberi tafsiran ayat itu dengan harapan agar penyimpangan akidah Ibnu Taimiyah seakan berbasis Al Qur’an!

.

Akhirul Kalam

Dan sebelum kami akhiri diskusi ini dengan Ustadz Firanda (sales aktif akidah Ibnu Taimiyah) yang hendak menipu kaum Muslimin dengan akidah bahwa kita tidak boleh beristi’ânah dengan selain Allah atau paling tidak hal demikian adalah tercela! Sebelum mengakhirinya kami ajak Sobat Setia abusalafy untuk menyimak beberapa judul bab yang ditulis oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya.

Bab al Isti’ânatu bi an Najjâr wa ash Shunnâ’ Fî A’wâd al Minbar wa al Masjid/Bab Meminta pertolongan dengan Tukang kayu, Pengerajin Dalam Pembuatan Tiang-tinag Mimbar dan Masjid. (1/172)

Bab Man Ista’âna bi adh Dhu’afâ’wa ash Shâhilîn Fi al Harb/Bab Siapa Yang Meminta Pertolongan dengan Kaum Lemah dan orang-orang Shaleh dalam Peperangan. (3/1061)

Abu Salafy:

Mudah-mudahan paparan ini dapat bermanfaat dan membantu bagi Anda yang sedang mencari kebenaran. Amin.

Dan kami memohon maaf kepada semua apabila ada kata-kata kami yang kurang berkenan.

 (Bersambung insya Allah )

.

_______________________

ARTIKEL TERKAIT

  1. Membongkar Tipu Muslihat Ustadz Firanda Ketika Mengkritik Sang HABIB! (I)
  2. Membongkar Tipu Muslihat Ustadz Firanda Ketika Mengkritik Sang HABIB! (2)
  3. Membongkar Tipu Muslihat Ustadz Firanda Ketika Mengkritik Sang HABIB! (3)
  4. Membongkar Tipu Muslihat Ustadz Firanda Ketika Mengkritik Sang HABIB! (4) [Bagian 1]

48 Tanggapan

  1. abu salafy antum berdakwah mengusung niat ap…??? temui ustadz firanda dan jelaskan pemahaman yang benar……. bukan seperti ini caranya……….. bagaimana jika pemahaman antum yang salah…???? apakah antum tidak takut telah menyesatkan umat islam…. antum mash menganggap ustadz firanda sodara se islam kan….????

    • Kalausudah kelabakan para wahabi mulai jerit jerit…. tolong tolong tolong hentikan abu salafy jangan bongkar kedok kami terus! Bisa alu kita amu telanjangi wahai abu salafy! Tolong3x!
      Wahabi wahabi tulen, suruh ustadz mu itu menanggapi dalil2 patennyaustadz kami ustadz Abu Salafy as Sunni sejati!
      Bees kan!

    • Laa kang mas, waktu menghujat para habib (Sepertinya habib tertentunyang dia maksud) sudahkan ustadz firanda menemui langsung sang Habib, lalu adu atgumen, apa cukup di situsnya aja ustdaz firanda enghujat semau sendiri?!
      Jadi, jangan aneh2 deh kalian wahabi.

      • Untuk semua saudaraku yang berfaham Wahabi atau Salafi, diskusikan saja tema-tema agama di sini.. itu sah-sah sajz kok menurut agama… jnagn khawatir BID’AH!!!!
        Saya setuju dgn mbak mmu salafy…. jangan meminta sesuatu yang kalian sendiri tdk sanggup atau tidak mau melakukannya!!!
        Tentunya yang penting dijaga adalah kesopanan dlm berdiskusi….
        Tidak perlu diributkan terus: ABU SALAFY MAJHUUL!!! PENGECUT!!! SESAT MENYESATKAN!!!! dan tuduhan2 tdk berarti lainnya.

    • Kritik atas pemikiran bisa disampaikan dengan media apapun… Mestinya kamu juga berkata menegur si firanda kalau mau berdakwah dan mengkritik pemahaman ulama yang dianggapnya berbeda kenapa kok ia sikat habis di situsnya… Kepana ia tidak temui si Habib yang sedang ia kecam dengan kata-kata kasar?!?!?! Jadi jangan sok suci menanyakan niat orang lain dalam berdakwah!!!
      Atau memang begitu cara wahBi bin salafi kalau sudah kuwalahan menhadali lawannya?!?!

  2. @Ustadz Abu Salafy
    Selamat berjuang kembali Ustadz setelah sekian lama istirahat. Saya merasakan kembali aktifnya ustadz ibarat “Kembalinya Pedang Aswaja”, terlebih menyimak tentang kelakuan Ustadz Firanda terhadap Guru Mulia Habi Munzir Al Musawat. Pantas Habibana tidak pernah mau menanggapi “usilan” Firanda. Terima kasih atas bantahan-bantahan Ustadz,sehingga tak perlu Habibana “turun tangan” mengadapi “kicauan” ….

  3. @Mustofa Ahda, belum pernah dengar tuh “ahli tawasul” MENGKAFIRKAN orang yang anti tawasul. Hayoo tanya ke diri sendiri siapa yang sering mengkafir-kafirkan HAYOOOOOO

  4. hai M A yg sok, kamu tidak usah marah2 ya ke pak Abu, hujjahmu apa? bawak dalil kalau mau ngajari orang, apalagi orang yg ilmunya luas kayak pak Abu ini.

    anda orang yg ghuluu pemuja Firanda untuk apa menyuru pak Abu menghadap Firanda?. apa yg ditulis ini lebih daripada menghadap dimata orang berakal.

    Firanda telah menyebar fitnah melalui blog dan buku bukan mendatangi pak Abu maka jawaban pak Abu melalui blog juga. itu sudah lebih dari cukup. syukur jika nanti melalui buku kalau pak Abu berkenan

  5. maaf saya orang awam………. tp coba deh gunakan hati nurani… saya menganjurkan abu salafy ke ustadz firanda biar masalah selesai… g kaya gini… satu ngaku Aswaja yg lain bilang salafy… demi umat islam juga kan… demi Agama… ini krena dalil yang digunakan abu panjang…. klo saya menghadap ustadz Firanda kena Ceramah lah g bisa balas…. BEGITU loh atau mau abu salafy dan temn2 islam Runtuh dan Hancur… yo silahkan klo mau kalian gt…….. saya sebagai sodara semuslim sudah mengingatkan… boleh kan orang awam mengingatkan abu salafy…???

  6. tumben abu fachri tidak komen di sini… masih cari wangsit kali?

  7. ina beza di bukan masalah pribadi antr Ustadz abu dan firanda… ini masalah umat yang dikibuli oleh kejahilan orang yang ngakunya alim belajar di arab yahudi eeh maaf arab saudi (beza beza dikit sih, SAUDI=YAHUDI) makanya ya harus dipublikasikan umum kan ahda!!

    • dah bilang saya awam agama, mana ngibuli n yg dikibuli ak jg g tau……….. klo ak te2p disini bs2 ak yg dikibuli…….. maklum org awam…….. mka sih smua silahkan berdebat sy waras pergi aza………..😛

  8. Dalil ya wajib dihadapi dgn dalil…. yang jahil jgn ikut2an komen, nanti buat kacao balao…………….
    sukran ustadz Abu, keterangannya jelas sekali… saya nanti terusannya.

  9. Perhatikan kutipan berikut :
    ‘Sobat setia abusalafy, coba Anda renungkan baik-baik ajaran dan tuntunan yang disabdakan Nabi mulia saw. di atas, tidakkah ia jelas-jelas menunjukkan diperbolehkannya meminta pertolongan kepada selain Allah dari kalangan makhluk halus/yang tidak kasat mata/malaikat! Bukankah tuntunan nabi saw. di atas juga dapat dijadikan hujjah/dalil diperbolehkannya bahkan dianjurkannya beristighatsah dengan meminta pertolongan kepada makhluk?! Hal mana selama ini divonis sebagai praktik syirik oleh Ibn Taimiyah, Ibnu Abdil Wahhâb dan kemudian ditelah mentah-mentah oleh para Salaf Wahhâbi!’

    pernyataan “diperbolehkannya meminta pertolongan kepada selain Allah dari kalangan makhluk halus/yang tidak kasat mata/malaikat!”

    Loh kok jadi bahas makhluk halus? pernyataan tersebut agaknya terlalu memaksa!

    Kemudian kok bisa-bisaya abu salafy mengeneralisir bahwa boleh meminta tolong kepada selain Allah.

    Jadi tolong jelaskan kepadaku makna

    إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

    Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

    Mengapa dikatakan : hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan? kenapa tidak : kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

    Mengapa harus ada kata : hanya kepada Engkau, tidak cukup dengan kepada Engkau ?

    Apakah sama sifat dan bentuk pertolongan yang Allah berikan dengan sifat dan bentuk pertolongan makhluk?

    Dalam hal ini sekali lagi jelas-jelas abu salafy seringa menggunakan logika yang salah. atau mungkin ia termasuk pengagum ra’yu?

    __________________

    Abu Salafy:
    Pahami baik-baik ayat di atas! Jangan hanya berdasarkan pemahaman dangkal para masyaikh wahabi!
    Apa menurut Anda tdaik boleh meminta pertolongan kepada selain Allah?
    Saudaraku! Kita belu membiicarakan masalah bentuk pertolongan yang Anda mulai singggung-singgung!
    Nantikan!

    • sebetulnya menanggapi mereka adalah sia2 dan buang waktu.
      orang yg sudah terkontaminasi virus wahabi ibarat kanker ganas yg mematikan bagi kaum awam.

      menurut penyelidikan Para pakar :
      Virus Wahabi adalah virus untuk memurnikan tauhid yg bisa mengakibatkan seseorang bisa ketagihan otak-atik menservice apa yg menjadi maksuk dari Alquran dan hadist nabi.
      kalo tdk sgr diobati bisa berakibat memalsukan kitab2 ulama’ kebanggaan umat Islam. sudah banyak kitab2 yg dipalsukan oleh para pengidab Virus ini.

      Bilamana terjangkit Virus ini dalam waktu yg lama hatinya bisa sekeras batu spt batudigurun gersang najd, hatinya buta akan kebenaran, meskipun didatangkan hujah2 yg kuat. imbasnya perkataanya dan tindakanya bisa dikatakan biadab.

      sebagai contoh : diawal berdirinya saudiarabia oleh pak Saud dan pak wahab banyak Ulama’ dibantai disembelih,ditelanjangi dibiarkan saja ditengah gurun nan panas, bahkan yg tdk bisa diterima nalar bayi dlm susuan mereka sembelih didepah ibunya.

      masih segar dalam ingatan kita diCirebon kaum muslimin yg baru melaksanakan sholat jum’at, tiba2 BOOM meledak. katanya jihad.

      inilah akibat virus wahabi. virus memurnikan tauhid 3T

      Puji Syukur keHadirat Allah swt yg telah menunjuki orang2 yg berada pada Aqidah yg lurus spt dicontohkan para Habaib Ahlulbait Rosulullah.
      yg mengajarkan kelembutan, sanad ilmunya bersambung kpd bapaknya,kakeknya terus sampai Imam Isa AlMuhajir, sampai Imam Ali bin AbiTholib sampai Rosulullah saw.

    • @abu salafy alias abu gosok dan kru2nya,kalau anda ingi n jelas tentang salafnya ibnu taimiyah dan muhammad bin abdul wahab tolong baca buku fathul majid karangan beliau,pasti jelas deh…krn dia tidak pernah melarang minta pertolongan sama manusia lain selagi ia mampu dan masih ada …..

    • Saya khawatir saudara abu fachri belum mendalami apa maksud sebenarnya ayat yzng di ssbutkan itu, jadi lebih afdhal dia mendalaminya culu… maaf, saya tidak bermaksud mengatakan kalau dia hanya ustadz terjemahan depag atau ilmunya hasil nguping semata!! Benar saya tidak berkamsud mengatakan begitu, walaupun pemahamannya mencerminkan kesederhanaan (kedangkalan) kelas awam!!!
      Maaf ya mas abu fachri…. coba perhatikan saja dulu ulasan abu salafy atau ulama Ahlusunnah lainnya… mungkin di sana kamu menemukan kebenaran yang sedang kamu cari sslama ini!

  10. LAWONG NAMANYA AJA SUDAH ABU FACHRI=BAPAKNYA BERBANGGA BANGGA

  11. Assalamu ‘alaykum ya aba salafy,

    setahu saya an man siwaak artinya: bukan dari selain Mu,
    kalau siwaak memang berarti selain Mu,

    atau ada ilmu lain yang saya belum tahu,
    mohon pencerahan

  12. bener ma alqudsi… mereka la yakaduna yafqahuna qaula.

  13. Masih ada aja yang debat kusir kaya begini ..

    Rasulullah bersabda : “Siapa yang dikatakan paling kuat diantara kalian ? Shahabat menjawab : yaitu diantara kami yang paling kuat gulatnya. Beliau bersabda : Bukan begitu, tetapi dia adalah yang paling kuat mengendalikan nafsunya ketika marah.” (HR. Muslim )

    Kalau memang abu salafy seorang muslim kenapa tidak langsung datang ke kediaman rumah ustadz Firanda.biar lebih mengerti mengapa beliau menulis buku “Ketika Sang Habib Dikritik”

    Dari pada seperti ini hanya memecah belah umat dan merusak akidah umat muslim..
    Hanya sekedar ngomong dari belakang kalo berani langsung datang .
    bukan seperti burung berkicau dimana-mana tanpa arti .

    • Ini juga.. Kok sama ya lagunya WAHABI BIN SALAFI ini!!! Bisa pakI logika jongkok… Maunya ketemuan aja dengansi firnda…. Lah emangnya si firnda pernah berani menemui para Habib dan Kyai Ahlu Sunnah ( NU) … Kan dia main sikat aja di dunia maya… Sikat Habib… Sikat Ahli Tawassul dan Ahli Tabarruk!!! Main hujat tanpa sopan santun dan etika….
      Mungkin sedang ngejar setoran kali???

  14. Firanda sdh masuk perangkap musuh musuh umat islam tanpa disadari… dia punya niatan buruk menyerang habib…. kenapa tdk pikirannya aja yang dikritik.. knp pakai bawa bawa gelar habib segala?!

    • @qamariah :
      apa landasan anda menuduhkan ustadz Firanda sudah masuk perangkap musuh2 umat islam dan berniatan buruk menyerang habib ??

      Tolong berikan bukti2 yang menguatkan jika memang begitu ..

      Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kata fasiq, dan menuduhnya dengan kata kafir, kecuali tuduhan itu akan kembali kepada si penuduh jika orang yang tertuduh tidak seperti yang dituduhkan. [HR Bukhari]

      hati2 wahai saudara ku jika enkau menuduh tanpa bukti ..

    • sebenarnya malas menghadapi komentar @ABU SALAFY(gosok)dengan kru2nya….habis baru Tk mau debat dengan master?????????

  15. kan udah aku jelasin… kamu aja yang kurang jel kali?!

  16. dalam hemat saya setelah membaca bbrp artikel Pak abu saya menyimpulkan bahwa agama itu tdak boleh dipahgami sepenggal sepenggal… akibatnya jadi wahabi yang cingkrang dalam segalanya.. tdak cuma cingkrang celananya aja tapi akalnya jg cingkrang banget!!!!!!!!!
    maaf ya sahabat salafiku itu nyata solanya!

  17. assalamu alaikum semuanya….
    sampai detik ini, saya kok belum membaca bantahan yang ilmiah yang didasarkan kpd keinginan menemukan al haq…. mestinya dalil dibantah dgn dalil…
    buat saya merk tdklah penting… mau salafi mau dibilanh wahabi mau Aswaja mau dituding syi’ah yang penting itu dalilnya… dari Qur’an dan Sunnah nabi … bukan dari omongan orang….

  18. cukup cukup cukup.. jgn saling menghujah sesama bertuhankan Allah dan berosulkan Muhammad.. oarang kafirlah yang menang melihat islam begini… menyedihkan..

  19. kang royan masalah umat islam buat malu sih udah lama… tapi apakah lantas penyesatan terprogram oleh musuh-musuh Allah dengan menggunakan tangan muslimin sendiri boleh dibiarkan? Ya nggak lah.. harus dibongkar tuntans sehingga terang nama yang haq dan mana yang batil

  20. ya akhi musafir… yang debat kusir itu ya arek2 wahabi

  21. Mungkin Abu Salafy tidak perlu dikagumi lagi,
    aku mulai ragu dengan cara dia memvonis.

  22. @abu salafy,namamu aja yg salafy,tp pemikiranmu kayak balita.mendebat ust.firanda hanya dengan argumen yg demikian pasti kamu akan malu sendiri,apalagi mendikte tulisan Ibnu taimiyah..!!!!ingat,belajar dari guru yg bener hingga otakmu jg bener.argumen anak saya yg kls 6 SD masih bagus dari pd argumen anda….
    aku telah banyak membaca dan mengikuti kajian ahlu sunnah wal jamaah,ternyata akidah dan pemahamannya sama semua, seperti pinang di belah dua,tdk yang seperti anda tuduhkan.mungkin krn bencinya anda kpd dakwah salafiyah hingga mata anda tertutup dengan kebenaran….kalau bisa nama anda di ganti saja jadi abu gosok….

  23. Wahabi tidak punya malu, mereka mengaku AHLUSUNNAH WAL JAMA’AH!!!
    wahabi ya wahabi aja!
    Trus yang kata kamu itu, akidahnya sama aja, maksudnya sama aja dengan akidah wahabi?! Apa buktinya?
    Jangan asbun mas!

  24. entah abu salafy tidak tahu atau pura2 tidak tau, dalil yang dipake abu salafy itu tentang bolehnya meminta tolong kepada yang masih hidup dan nyata adanya……. kalo ini memang gak ada perdebatan.. tolong menolong merupkan ajaran islam… banyak dalil tentang ini…
    tapi yang dimaksud ustadz firanda… minta tolong sama orang yang sudah MATI… inget ya, minta tolong sama yang sudah MATI atau yang ghaib itu yang dilarang alias harom…. Abu Salafy ini memang Tukang Tipu Muslihat… orangnya gak pernah berani menampakan diri… jangan jadi penakut bro… kecuali anda perempuan (he..he..he..) ustadz firanda dah siap dialog dengan syaikh idahram, abu salafy maupun salafy tobat…. dilihat dari tulisan kalian sangat mirip… sama2 berbau Syiah…

    • Imam Syafi’i bangga dituduh sebagai Syiah
      Imam Nasa’i disiksa dan didustakan sebagai Syiah

      Begitu banyak sudah Ulama2 Ahlussunnah di Indonesia spt: Ustd Quraish Shihab, Said Aqil dll pun tak luput dari tuduhan memiliki kecenderungan Syiah hanya karena mereka dengan ikhlas mencintai Ahlul Bait Nabi AS

      Yang saya tahu…
      Kang Abu pun Bangga bila dituduh sebagai Syiah sebagaimana Imam Syafi’i dalam syairnya.

      Apakah kecintaan akan Ahlul Bait nabi AS maka seseorang itu adalah Syiah?
      Bila demikian kiranya, saya pun bangga menjadi seorang Syiah

      Hanya sekelompok Salafi/Wahabi yang tuli, bisu dan buta sahaja yang sangat2 alergi bila dituduh sebagai Syiah.

      Salam damai

  25. Meminta pertolongan kepada orang yang masih hidup itu boleh, tetapi haram meminta pertolongan kepada orang yang sudah wafat / meninggal dunia atau meminta pertolongan kepada jin/setan.

    Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim)

    Al-Qur’an Surah Al-Jin (72) ayat 6, ALLAH Yang Maha Tinggi berfirman:
    Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

    • Meminta pertolongan hanya kepada ALLAH Ta’ala lebih baik, lebih indah, lebih sempurna, lebih nyaman di hati, dari pada meminta pertolongan kepada makhluk. Kalau anda ingin yang menolong anda itu adalah malaikat maka mintalah kepada ALLAH Ta’ala.

      Abusalafy:
      Lalu apa hubungannya dengan SYIRIK sehingga Kaum Wahhabi Salafi mengaitkannya bahkanmenuduhnya ssbgai praktik SYIRIK?!
      Berbagai ayat yang sdlama ini Anda cecer dalam komentar-komentar Anda saya harap Anda fahami dengan baik, jangan difahami dalam sangkar pemahaman sempit WAHABI!
      Maaf.

  26. Shahih pak ustadz, say seguju! Para wahabiyun memenjara ayat dan hadis dalam penjara pengertian sdmpit dan lebih dari itu sering menyimpang juga dari konteksnya. Ya seperti si dzul jahli di atas itu… bisanya cuma menyebutkan ayat2 tapi dgn pahaman asam tingkat terparah lho

    • Terima kasih Pak Muntazah dan Pak Abusalafy, saya hanya ingin membantu, sekiranya saya ada salah saya minta maaf. Kepada Pak Abusalafy saya minta maaf karena kehadiran saya disini membuat Pak Abusalafy menjadi pusing.

      Abusalafy:
      Akhi, alhamdulillah, rata-rata ayat yang Anda cecer itu telah saya jelaskan tfsir dan pemahaman ulama tentangnya… karenanya saya meminta Anda untuk melihat dan merenungkan ulasan yang saya sajikan… setelahnya terserah Anda, saya tidak bermaksud memaksa siapapun untuk menerima apa yang saya sajikan … Alhamdulillah, tidak ada yang pusing dengan kehadiran Anda atau siapapun di sini selama tujuan kita mencari kebearan…
      Syukran…

  27. Dzulfadhli.. sungguh kamu berlalu GR!!! Siapa yang dipbuat pusing dengan sanggahanmu!!!
    Kalau ada yang pusing ya mungkin gara-gara komentarmu memuat kebodohan dan keangkuhan… jadinya orang pusing karena kasian kok ada orang jahil tapi bangga dgn jahilnya…

    Maap ya jika kurang enak dibaca!

  28. Pembahasan Wahabi
    kayanya tidak akan selesai sampai akhir zaman.
    Karena dua sisi yang berbeda.
    Satu sisi bergerigi, sisi yang lain lurus saja.
    Itulah gergaji. satu benda dua sisi dan berbeda pula.
    Tidak mungkin yang bergerigi akan menjadi lurus
    dan yang lurus akan menjadi bergerigi.
    sudahlah… sisi yang bergerigi teruskan
    sisi yang lurus teruskan.

    Tapi ingat….,yang lebih ilmiah dan
    cara pengambilan hukum yang teliti
    akan menemukan pembelaan Alloh swt di akhirat.
    sebaliknya yang cara pengambilan hukumny serampangan
    tidak akan menemukan kebenaran walaupun pembelaan
    seluruh manusia.

    Silahkan dipelajari lagi, dua sisi ini dipastikan
    salah satunya dalam kebenaran, sisi lain dalam keadaan
    tidak sesuai jalan yang di ajarkan Nabi s.a.w tapi perasaan kelompok in i sudah paling bener. maka tidak lagi bisa menerima kebenaran orang lain. Padahal keyakinannya salah.

  29. Mhn maaf ap yg disampaikan Ust.Firanda mwnurut sata sudah benar.yg says tau mereka yg bermanhaj salaf memang benar cinta sunah dsn seribgkali dakwahnya dskwah kepads ahli bidah

  30. Tolong abu salafi buat agebda disjusi sama ustadz firanda.khawatirnya abu salafi ini hanya ulah org2 jahil yg tidak ada ilmu….ayooooo keluar diskusi.tunjukkan jika antum mrmang benar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s