Membongkar Tipu Muslihat dan Kejahilan “Syeikhul Islam”-nya Wahhabi/Salafy, Ibnu Taimiyah [1]

Membongkar Tipu Muslihat dan Kejahilan “Syeikhul Islam”-nya Wahhabi/Salafy, Ibnu Taimiyah [1]

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Penyanjung Kedunguan!

Seperti kebiasan yang ia pamerkan tanpa malu, Ibnu Taimiyah mengklaim secara palsu bahwa para sahabat Nabi saw. tidak ada yang pernah bertawassul dengan Rasulullah saw. di sisi pusara suci beliau saw dalam beristisqâ’. Sebuah klaim palsu yang ia umbar dengan sepenuh mulut dustanya. Sementara bukti-bukit mengatakan dengan tegas akan kepalsuan klaimnya itu!

Dalam kitab yang ia tulis untuk membantah al Bakri,2/469 Ibnu Taimiyah berkata menipu:

و كذلك إذا قيل: إنَّ الشيخ الميت يستسقى عند قبره و يقسم به على الله و يعرف عند ه عشية عرفة و نحو ذلك, قيل له: إذا كان النبي (ص) سيد الخلق لم تستسق الصحابة رضوان الله عليهم عند قبره ولا أقسموا به على الله ولا عرفوا عند قبره فكيف غيره.

“Demikian pula jika ada yang berkata sesungguhnya seorang Syeikh yang telah mati dimintakan turun hujan di sisi kuburnya dan bersumpah untuk ِِِِِAllah dengan menyebut namanya, dan berkumpul di sisinya di hari Arafah dan lain sebagainya, maka dikatakan kepadanya, ‘Jika Nabi saw. saja sebagai penghulu ciptaan, para sahabat ra. tidak meminta diturunkan hujan untuk mereka di sisi kuburnya dan tidak juga mereka bersumpah dengan namanya atas Allah dan tidak pula berkumpul di hari Arafah di sisinya, lalu bagaimana dengan pribadi lainnya?!”

.

Abu Salafy:

Perhatikan gaya Ibnu Taimiyah –Syeikhul Islam-nya kaum Wahhabi yang divonis munafik lagi Zindiq oleh ulama Ahlusunnah karena penyimpangan akidah dan keburukan pikiran dan sikapnya terhadap keluarga Nabi Islam saw.-! Di mana seharusnya ia berendah diri dengan mengatakan bahwa saya tidak mengetahui dalil dalam masalah ini, akan tetapi itu tidak ia lakukan justeru ia nekad mengatakan dengan penuh kepastian bahwa tidak seorang pun dari sahabat Nabi saw. pernah beristisqâ’ (berdoa memohon diturunkan hujan) di sisi pusara suci baginda Nabi mulia saw.

Mungkin kaum awam (atau para masyâikh dan sarjana Wahhâbi terlanjur “menabikan” Ibnu Taimiyah dan menganggapnya memang demikian adanya. Tidak seorang pun dari sahabat Nabi saw. yang pernah melakukannya; ber-istisqâ’ di sisi pusara suci Nabi saw. dengan ber-istighâtsah/ meminta langsung dari Nabi saw. agar beliau memohonkan kepada Allah supaya menurukan hujan untuk umatnya!

Kami hanya berharap dari mereka yang menjadikan Ibnu Taimiyah sebagai “arbâban” selain Allah agar memperhatikan bukti yang segera membuka mata mereka akan kejahilan atau bahkan kebohongan Syeikhul Islam mereka (walaupunn ini bukan kali pertama kepalsuan dan pemalsuan yang ia lakukan), mungkin dengan sisa-sisa nurani yang ada pada mereka, mereka layak mendapat perhatian dan hidayah Allah dan kembali kepada jalan-Nya.

Dalam kesempatan sederhana ini saya (abu Salafy yang oleh para “penyembah” Ibnu Taimiyah digelerai dengan ummu bid’ah) akan menyajikan satu atau dua bukti saja yang pasti dapat membongkar kejahilan dan pemalsuan Ibnu Taimiyah serta ishrârnya atas dhalalatu ra’yi wal i’tiqâd.

Ber-istisqâ’ Dengan Rasulullah saw.

Atsar Shahih telah diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, al Baihaqi dan Ibnu ‘Asâkir dari Malik adDâr, (ia adalah petugas Khalifah Umar ra. untuk menjaga gudang makanan). Ia berkata;

“Manusia mengalami paceklik di zaman Umar, lalu datanglan seorang menuju pusara Nabi saw. dan berkata:

يا رسولَ الله استسقِ لأمتك، فإنهم قد هلكوا

“Wahai Rasulullah, minta turun hujan untuk umatmu, karena mereka benar-benar telah celaka.”

.

Maka datanglah Nabi saw. kepada orang itu dalam mimpi dan dikatakan kepadanya, ‘Datangi Umar dan sampaikan salamku untuknya dan beritahukan kepadanya bahwa kalian segera akan dituruni hujan. Dan katakana kepadanya, ‘Hendaknya engkau berpegang dengan si cerdik! Hendaknya engkau berpegang dengan si cerdik!

Lalu orang itu datang menemui Umar dan mengabarkan kepadanya. Umar pun menangis kemudian berkata, ‘Ya Allah, aku akan bersungguh-sungguh sekuat tenagaku, kecuali apa yang aku tidak mampu.’

Sumber Hadis:

Hadis/atsar di atas adalah shahih dan kandungannya pun jelas dan pasti meruntuhkan akidah sesat yang diklaim oleh Ibnu Taimiyah.

Atsar/hadis di atas telah diriwayatkan oleh:

  1. Ibnu Abi Syaibah,6/356 hadis no.32002.
  2.  Al baihaqi dalam Dalâil an Nubuwwah.
  3. Ibnu ‘Asâkir dalam Târîkh Damasqus,44/345.
  4. Al Hafidz Ibnu Hajar menshaihkannya dalam Fathu al Bâri,2/495-496.
  5. Ibnu Katsir dalam al Bidâyah wa al Nihâyah,7/91-92.
  6. Al Hafidz al Ghimmâri dalam ar Radd al Muhkam:52-53.
  7. Ibnu Jarir juga meriwayatkannya dalam Târîkh-nya,2/509 dengan tanpa kritikan atasnya tetapi dengan sanad lain.
  8. Al Hafidz Ibnu Abdil Barr dalam Istî’âb-nya,3/1149.
  9. Abu Ya’lâ al Quzwaini dalam al Irsyâd-nya,1/314.

.

Abu Salafy:

Dan sepanjang pengetahuan penulis belum pernah ada seorang ulama Salaf Shaleh pun dalam kurun tiga generasi pertama Islam yang mencacatnya. Dan cukuplah penshahihan Ibnu Hajar dan Ibnu Katsir sebagai bukti keshahihannya. Kerena itu berhati-hatilah dari para srigala agama berbulu domba yang siap memangsa kaum awam dengan tipu daya dan menyajikan kesesatan para pembid’ah seakan ia kebenaran akidah yang diwarisi dari PS2 (Para Salaf Shaleh)!

Tidak seorang pun sebelum Ibnu Taimiyah (Syeikh Islam-nya kaum Wahhâbi yang telah divonis sesat lagi menyesatkan oleh ulama Ahlusunnah wal Jamâ’ah). Dan dengan pertolongan Allah saya tantang kaum Salafi-Wahhâbi agar mendatangkan seorang alim sebelum Ibnu Taimiyah yang mencacat hadis di atas! Dan saya persilahkan kalian ber-istighâtsah (meminta bantuan) kepada jin-jin yang telah di islamkan oleh Syekh Ben Bâz mufti kebanggaan kalian! Sebab ber-istighâtsah dengan yang masih hidup bukan perbuatan syirik menurut Syeikh-syeikh kalian bukan?!

Andai apa yang disebutkan dalam atsar di atas itu bid’ah apalagi pebuatan syirik, mungkinkah mereka memuatnya dan menjadikannya sebagai bukit kenabian dan kemuliaan Rasulullah saw.?!

Jika perbuatan itu adalah bid’ah atau syirik, mungkinkah al Hafidz Ibnu Abi Syaibah sudi meriwayatkannya. Sedangkan beliau adalah imam agung ahli hadis yang wafat enam tahun sebelum Imam Ahmad bin Hanbal?!

Mungkinah al Baihaqi dan Ibnu ‘Asâkir mau meriwayatkannya dalam kedua kitab beliau?!

Ber-istisqâ’ Dengan Pusara Suci Rasulullah saw.

Adapun praktek ber-istisqâ’ dengan pusara suci Nabi saw. adalah sesuatu yang telah dicontohkan oleh generasi para sahabat Nabi saw.

Imam ad Dârimi telah meriwayatkan dalam Sunan-nya,1/56 hadis no. 92 pada bab dengan judul Bab tentang pemuliaan Allah atas nabi-Nya saw. setelah wafatnya, dengan sanad sebagai berikut;

Abu Nu’mân menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata, Said ibn Zaid menyampaikan hadis kepada kami, Amr ibn Mâlik an Nukri menyampaikan hadis kepada kami, Abu a’ Jauzâ’ Aus bin Abdillah menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata:

انظروا قبر النبي (ص) فاجعلوا منه كوىً إلى السماء حتى لا يكون بينه وبين السماء سقفٌ.

“Penduduk kota Madinah mengalami peceklik, lalu mereka mengeluh kepada Aisyah, maka Aisyah berkata, “Perhatikan/lihatkan pusara Nabi saw. lalu buatlah lubang pada atapnya mengarah ke langit, sehingga tidak ada antara kalian dan langit atap!”

.

Maka mereka melakukannya, dan mereka pun dituruni hujan sehingga rumput tumbuh subur, unta-unta menjadi gemuk sampai-sampai mereka berlemak hebat. Maka tahun itu dinamai tahun retak/gemuk mengembang.

.

Waspadalah, Ibnu Tamiyah Memulai Praktek Penipuan Tentang Hadis di Atas!

Ibnu Taimiyah menyebut-nyebut hadis di atas dalam kitab ar Radd ala al Bakri,1/89,90 dn 91, ia bertaka;

“Adapun apa yang disebut-sebut bahwa penduduk kota Madinah mengeluh kepada Aisyah lalu ia memerintahkan mereka agar melubangi bagian atap kuburan beliau agar tidak ada penghalang antara kuburan dan langit, lalu mereka membuatnya dan kemudian diturunkan hujan untuk mereka sehingga rumput tumbuh subur dan unta menjadi gemuk dan memekar lemaknya lalu dinamai tahun merekak/mengembang.

Hadis itu menurut perkiraan saya adalah diriwayatkan oleh Muhammad bin Hasan bin Zubâlah dalam kitab yang ia karang tentang berita-berita kota Madinah. Jawab atasnya dari dua sisi;

Pertama, Muhammad bin Zubâlah ini adalah parawi dha’if/lemah, tidak dapat dijadikan hujjah. Dan yang tetap dari para sahabat sesuai dengan kesepatakan para ulama bahwa mereka jika ber-istisqâ’ mereka memanjatkan doa kepada Allah baik di masjid ataupun di shahrâ’/lapangan terbuka. Inilah istisqâ’ yang disyari’atkan sesuai kesepatakan ulama…..

Dan para sahabat di zaman Umar dan selainnya mereka shalat dan beristsisqâ’ dengan (berwasilah dengan) Abbas dan lainnya. Mereka tidak membuka atap kubrannya. Andai apa yang dikisahkan itu disyari’atkan pasti para sahabat tidak akan berpaling darinya. Pengetahuan umum yang disepakati itu tidak dapat dilawan dengan apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Zubâlah dan semisalnya dari orang-orang yang tidak boleh berhujjah dengan mereka!

Andai ada seorang alim berkata, ‘di-istihbabkan/disunnahkan ketika beristisqâ’ atau lainnya untuk membuka kuburan Nabi saw. atau selainnya dari para nabi atau kaum shaleh pstilah ia seorang pembid’ah dengan bid’ah yang menentang Sunnah yang disyari’atkan dari Rasulullah saw. dan para khalifahnya.”

.

Dalam pernyataan panjang Ibnu Taimiyah, seperti kebiasaan buruknya dalam menipu para pembaca uraiannya, Ibnu Taimiyah melakukan kesalahan besar jika tidak mau dikatakan penipuan menjijikkan!

Ibnu Taimiyah menisbatkan hadis di atas itu kepada Ibnu Zubâlah yang didha’ifkan para ulama sebagai langkah awal membodohi kaum awam atau “penyembah” analisa-analisa memukaunya (bukan para peneliti yang telah mengenal tipu muslihat sang Syeikh an Nawâshib wal Mujassimîn). Akan tetapi apa yang ia lakukan justeru akan membuktikan satu dari dua asumsi (yang saya serahkan kepada para Wahhâbiyûn yang menjadikan Ibnu Taimiyah Rabban min dûnillah):

Asumsi pertama, Ibnu Taimiyah tidak mengetahui alias jahil disebabkan keterbatasan literatur yang ada padanya (seperti sering dengan terpaksa diakui oleh sebagian mereka) bahwa hadis itu telah diriwayatkan oleh Imam ad Dârimi dalam Sunan-nya. Karenanya ia menisbatkan hadis itu kepada Ibnu Zubâlah yang dha’if itu sebagai upaya licik dan menipu untuk mendha’ifkan.

Asusmi kedua, Ibnu Taimiyah telah mengetahui bahwa hadis itu diriwayatkan oleh Imam ad Dârimi dalam Sunan-nya, namun ia tidak mau menyinggungnya apalagi menegaskannya, sebab hadis itu tidak sejalan dengan hawa nasfunya dan tidak sesuai dengan apa yang dibisikkan oleh qarîn-nya[2].

Saya persilahkan para “penyembah” Ibnu Taimiyah untuk memilih asumsi mana yang mereka sukai, bebas dengan sepenuh ikhtiyar mereka! Yang termanis pun dari keduanya pasti pahit dirasa!!

Imam ad Dârimi Dalam Pandangan Ibnu Taimiyah

Dalam Majmû’ Fatâwa-nya,2/4 Ibnu Taimiyah memuji ad Dârimi dan menyebutnya jauh lebih agung dari Imam Muslim dan Imam at Turmudzi dan menyebut bahwa Imam Ahmad menggelarinya dan juga Imam Bukhari sebagi dua orang fukaha’nya para ahli hadis.

Jika demikian, maka ketahuilah bahwa Imam ad Dârimi telah meriwayatkan hadis tersebut dan meletakkannya dalam: Bab tentang pemuliaan Allah atas nabi-Nya saw. setelah wafatnya.

Dan hadis tersebut juga bukti lain disyari’atkannya bertawassul walau karihal hâqidûn/betapa pun para pendengki yang membenci maqam keagungan Nabi mulia Muhammad saw. tidak menyukainya!!

Bukakah Imam ad Dârimi seorang imam agung Ahlusunnah! Beliau telah menjadikan beristisqâ’ dengan pusara suci Nabi saw. dan diturunkannya hujan sebagai karamah/kemulian Nabi saw… bukan bid’ah apalagi syirik seperti yang dikatakan Ibnu Taimiyah!!

Apa kata kalian para kaum agamis kaku lagi dungu yang menjadikan Ibnu Taimiyah adalah Islam dan Islam adalah Ibnu Taimiyah?!

Himbauan Abu Salafy

Sadarlah wahai kalian, bahwa apa yang selama ini kalian anggap sebagai ajaran warisan PS2 (Para Salaf Shaleh) tidak lain dan tidak bukan hanya bualan Ibnu Taimiyah yang kemudian di-taqlidi secara buta Ibnu Abdil Wahhâb!!

Salaf Shaleh jauh dari kesesatan kaum sesat yang mengatas-nakana mereka!


[1]Ibnu Hajar berkata menguraikan sikap Ulama terhadap Ibnu Taimiyah

 ومنهم من ينسبه إلى النفاق ، لقوله في علي ما تقدّم ـ أي قضيّة أنّه أخطأ في سبعة عشر شيئاً ـ ولقوله : إنّه ـ أي علي ـ كان مخذولاً حيثما توجّه ، وأنّه حاول الخلافة مراراً فلم ينلها ، وإنّما قاتل للرئاسة لا للديانة ، ولقوله : إنّه كان يحبّ الرئاسة ، ولقوله : أسلم أبوبكر شيخاً يدري ما يقول ، وعلي أسلم صبيّاً ، والصبي لا يصحّ إسلامه ، وبكلامه في قصّة خطبة بنت أبي جهل ، وأنّ عليّاً مات وما نسيها.

 فإنّه شنّع في ذلك ، فألزموه بالنفاق ، لقوله صلّى الله عليه وسلّم : ولا يبغضك إلاّ منافق.

 ada pula yang menggolongkannya sebagai orang munafik, sebab ucapannya tentang Ali seperti telah lewat (di antaranya yaitu bahwa Ali, ia salah dalam tujuh belas kasus, di mana Ali menentang nash al Qur’an…), dan dikarenakan ucapannya bahwa Ali selalu terhina (tidak ditolong Allah) ke mana pun ia menuju. Dan beliau berulang kali berusaha merebut kekhalifahan namun tidak berhasil. Ali berperang hanya karena ingin berkuasa bukan demi agama! Dan ucapannya bahwa Ali menyukai kekuasaan. Dan karena ucapannya bahwa Abu Bakr  memeluk Islam dalam usia dewasa ia menyadari apa yang ia ucapkan sedangkan Ali masih kecil ketika memeluk Isdlam dan islamnya seorang bocah itu tidak shah. Dan karena ucapannya tentang kisah niatan pernikahan Ali dengan putri Abu Jahal bahwa sampai mati pun Ali masih terus mengingatnya dan tak mapu melupakannya!

Karena itu semua para ulama mengecamnya dan menvonisnya sebagai seorang munafiq berdasdarkan sabda Nabi saw. kepada Ali , “Tiada membencimu melainkan seorang munafik”!

Abu Salafy:

Jadi apa yang gelar yang sama sematkan untuk Ibnu Taimiyah di atas bukanlah mengada-ngada, atau kerena kedengkian pribadi, akan tetapi berdasarkan fatwa para ulama besar Ahlusunnah!

Allah berfirman:

وَ مَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطاناً فَهُوَ لَهُ قَرينٌ وَ إِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبيلِ وَ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ

“Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi qarîn (teman yang selalu menyertainya)* Dan sesungguhnya setan- setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.”(QS. Az Zukhruf;36-37(

15 Tanggapan

  1. kenapa Anda memenuhi kalimat pernyataan Anda dengan kebencian ??

  2. ummu Aisyah…. terkadang kebenaran itu pahit didengar telinga… tapi bukalah hatimu menerrima al haq

  3. Jika sebagian besar Syi’ah bukanlah Islam, maka Wahabi adalah musuh dalam selimut, yang paling tidak mengusik ketenangan umat Islam Indonesia dengan vonis-vonis bid’ah bahkan mengkafirkan, Wahabi juga adalah musuh umat Islam dunia karena paling bertanggung jawab akan hilangnya warisan dan situs-situs bersejarah umat Islam, khususnya di Timur Tengah.

  4. aoa yang kamu maksud sebagian besar Syiah bukan Islam? Jewlaskan donk! jangan takut!
    Apa maksud kamu Syi’ah Imamiah Jakfariah yang dianut mayoritas Syi’ah dunia? Syi’ah Iaran, Syi’ah Iraq dan Syi’ahnya Hizbullah?

  5. Buat si Al Amin
    maaf ya, kamu kelihatannya agak sakit! Bisa-bisanya nyangkut-nyangkut ke syiah segala…. itu tu wahabi gentayangan ngafirkan kamu orang semua!

  6. siapa yg tdk dikafirkan oleh wahabi/salafi, lah wong sesama wahabi/salafi saja saling mengkafirkan. sejak aliran ini menyebar musibah buat ummat Islam karena Islam terus menerus dapat label buruk. agama yg penuh cinta kasih agama yang rahmatan lil alamin jadi agama yg angker yg penuh kekerasan yg saling menghujat dan saling menyesatkan satu sama lain, ummat Islam dianggap ummat yg tidak bisa hidup damai. sponsor Wahabi/Salafi negara kerajaan Saudi para pemimpinnya tangannya yg satu bergandengan tangan dengan ulama wahabi/salafi dan yang satunya bergandengan tangan dengan musuh-musuh Islam (G W Bush dkk para neokon dan Zionis Israel).

  7. artikel yang bagus… banyak manfaatnya

  8. MEMANG DIMANA MANA SUFI (NU) DAN SYIAH SANGAT GEMAR CARI BERKAH KUBUR SAMPAI PATOK KUBUR DIPELUK DAN CIUM.NAUUZUBILLAHMINZALIK.APAKAH ADMIN JUGA MELAKUKAN HAL SAMA?????

  9. bahkan tanah kuburan kyainya nu pun di jadikan jimat. naudzubillahi min dzalik

  10. nyium patok kuburan itu karena rasa menyayangi…bukan karena nyembah kuburan itu. kami ini berpendidikan…ngapain nyembah kuburan. jangan berpikiran sempit..

  11. Mas boey, dari pada kamu berkata tanpa dasar apa tidak lebih afdhol kamu perdalam ilmu agamamu!
    Bukankah hal serupa juga telah dipraktikkan sebagian sahabat Nabi Saw?
    Jadi, jangan gegabah akhi!

  12. Yuk kita sesama muslim pada bersatu…. Khilafiyah sampai kiamat jg akan tetap ada. Jangan memaksakan pemahamannya yg paling benar sehingga semua umat Islam harus mengikuti kita. Hindari menyakiti hati sesama muslim dengan sebutan2 yg mereka tidak suka….bukankah menyebut sebagai penyembah kubur, ahlul ahwa, ahlul bid’ah, musyrikin itu menyakiti hati saudara-saudara kita? Kebenaran itu terkadang tidak hanya satu, ada 1001 jalan menuju surga. Kearifan dan budi pekerti itulah sunnah yg sebenarnya…agar kita dapat mengucapkan syahadat dan menjadi jiwa muthma’inah di alam sana…. Kita tidak dipanggil Allah karena madzhab kita, karena pemahaman kita…tapi karena jiwa2 kita yg muthma’inah… Sunni dan Syi’ah bersatu, Insya ALLAH Islam akan JAYA….yg Salafi mau ikutan bersatu nggak? Kita tunggu lho….

  13. Bismillah,
    Nabi Muhammad Saw. diangkat sebagai Rosul pertama kali dengan misi untuk memperbaiki akhlaq manusia yang kala itu, akhlaq manusia (jahiliyah) sangatlah rusak, baik dari cara bertingkah laku maupun dalam bertutur kata. Mari kita sebagai umat Islam yang sangat menjunjung tinggi Nabi Muhammad Saw. kita laksanakan apa yang menjadi misi Nabi, termasuk dalam melakukan persatuan dan kesatuan beragama Islam, dan mempererat tali silaturahim.
    Wassalam,

  14. ” Siapa yg tidak mengakui sesama muslim adalah saudara tolong jangan mengaku-ngaku bahwa dia ber agama ‘ ISLAM ‘. jangan lah kita yg merasa diri sebagai seorang muslim ribut dgn masalah syiah yg katanya sudah melenceng dari fiqih ISLAM, dan suka menghujat para sahabat Rasullullah .” begitupun dgn para wahabi yg mengaku ingin menegakkan kemurnian ajaran ISLAM dgn cara membantai manusia d dalam masjidil haram juga memutar balikkan kebenaran dan melecehkan hadist2 nabi MUHAMMAD saw.bukankah umat muslim sedunia sudah di berikan panduan dan pegangan dalam menghadapi masalah2 di kehidupan ini oleh nabi kita ” MUHAMMAD saw ” yaitu ALQUR’an dan hadist nabi MUHAMMAD saw. tentulah kita tidak akan salah dlm pengetahuan agama , pengertian tentang agama juga pemahaman tentang agama tidak akan pernah salah….. jangan lah kita umat muslim jadi seperti kaum yahudi yg tidak mau mengakui kaum nasrani, tapi kita ambil masalah itu sebagai pelajaran untuk mempererat rasa ukwahislamiah kita .dan bagi orang2 yg telah menguasai pemahaman ilmu agama ISLAM ( ulama-ulama ) jangan lah berpolemik sehingga membingungkan dan meresahkan umat muslim yg awam ilmu agamanya.tegakkanlah kebeneran agama ISLAM sekalipun kalian akan berhadapan dgn para penguasa yg berlaku dholim. sekalipun nyawa taruhannya janganlah gentar di dalam menegakkan syariat ISLAM, sebagaimana para sahabat rasullullah saw terdahulu selalu mendambakan mati syahid di dalam jihad fissabilillah…. dan bagi para ulama2 yg bisa di beli , dan yg bisa di takut-takuti maupun yg bisa mengorbankan saudara sesama muslim , saya ingatkan kepada kalian : apakah kalian merasa tidak akan di datangi oleh kematian sehingga hati kalian menjadi keras sehingga berani menukar iman kalian dgn kedudukan ,harta serta wanita untuk menipu menyiksa sampai bisa membunuh saudara se iman kalian. apakah kalian merasa ilmu agama yg kalian yg miliki yg di pergunakan untuk menyesatkan iman umat muslim tidak akan dimintai pertanggung jawaban oleh ALLAH yg maha perkasa ??? bagi siapa yg merasa tersinggung dgn komentar dan ulasan saya , harap dibalas ! agar supaya dapat di ketahui siapa2 yg sesungguhnya yg mengaku-ngaku muslim tapi tapi sebenarnya adalah penghancur Akidah umat muslim….

  15. “Jangan kamu kafir mengkafir antara satu sama lain”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s