Ijma’ Ahlusunnah Bahwa Allah Tidak Bertempat! Bantahan Untuk Salafy-Wahabi (2)

Ijma’ Para Imam Ahlusunnah Bahwa Allah SWT Tidak Bertempat!

Betapapun jelas bukti bagaimana akidah Ahlusunnah wal Jama’ah bahwa Allah itu tidak bertempat. Namun tetap saja para Wahhâbiyûn tidak mau sadar dan lebih parah lagi mereka mengklaim bahwa para Salaf Shaleh berakidah seperti akidah Wahhâbiyah yaitu Allah SWT bertempat –Maha suci Allah dari ocehan dan pensifatan kaum jahil-.

Karenanya penting diketahui di sini bahwa Ahlusunnah (tentunya juga semua orang berakal waras bersikap sama) telah berijma’/bersepakat bahwa Allah tidak butuh tempat dan tidak ditampung oleh tempat.

Al Bagdâdi dalam al farqu Baina al Firaq-nya menegaskan adanya ijmâ’ itu.

Perhatikan keterangannya di bawah ini:

.

.
.

“Dan mereka (Ahlusunnah) bersepakat bahwa Allah tidak ditampung oleh tempat apapun. Dan tidak berjalan atasnya waktu, berbeda dengan kelompok asy Syâhamiyah dan al Karrâmiyah bahwa Allah bersentuhan dengan Arsy-Nya. …. “

.

Semoga Anda mengerti!

Iklan

25 Tanggapan

  1. mau ijma ke mau nggak kpokoknya buat wahabi Allah duduk di langit saja…
    dasar akan konkok… nggak sadar-sadar tuh

  2. alhamdulillah… aqu makin jadi ngerti agama yang benar setelah aqu baca2 di sini… walaupun kadang agak sebel baca komentar2w teman-teman Sapi eh maaf Salapi…
    maaf lho salah ketik

  3. Thankfully, there is google, it came up with your site

  4. Tampaknya memang benar,”jika hati sudah dihinggapi dengan dengki maka kebenaran yang pasti tidak lagi di hati” begitulah yang ana dapatkan dari antum wahai orang yang tidak dikenal.
    Ketika ana membaca judul artikel ini, yaitu
    “Ijma Ahlussunah Bahwa Allah Tidak bertempat.” Maka bagaimana mungkin anda bisa mengatakan demikian, padahal Al-Imam Al-Auzaa’i rahimahullah, Qutaibah bin Sa’iid, Ibnu Qutaibah, Al-Hafidz Ibnu Hajar, Utsmaan bin Sa’iid Ad-Daarimi, Al-Imam Ibnu Baththoh, dan lain2 menyepakati bahwa Allah bahwa Allah di atas langit?!!!!!

    Penukilan anda terhadap perkataan al bagdadi dalam kitabnya :

    “Dan mereka (Ahlusunnah) bersepakat bahwa Allah tidak ditampung oleh tempat apapun. ..dst

    tidak dapat digunakan untuk mendukung pemahaman anda. Malah sebaliknya, menghancurkan pemahaman rancu anda.

    Apakah ketika Allah Ta’ala sendiri yang menyatakan bahwa Allah berada di atas langit, istiwa di Arsy-Nya berarti Allah butuh langit ataupun Arsy- Nya?

    Jika Jawaban anda adalah
    1. Allah tidak bertempat sebagaimana pemahaman anda yang terdahulu, maka andalah yang menyalahi ijma ulama.

    2, Jika anda mengatkan, kalau demikian menurut pemahaman wahabi Allah berada di atas langitnya, maka bagaimana mungkin Allah menempati langit? berarti Allah butuh tempat?!!!
    Jawaban ini menyatakan anda lah yang sebenarnya mereka-reka dengan akal anda dan membayangkan Allah seperti makhluknya yang kalau makluknya yang ada di bumi, maka manusia butuh bumi. Kalau anda berpikiran demikian berarti anda yang lebih tepat menyandang gelar mujasimah.

    Dengan demikian tampak jelas bahwa Abu Salafy ini tidak pernah membaca apa yang ditulis oleh ustad Firanda di http://www.firanda.com/index.php/home/31/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs.

    Saya yakin Abu Salafy tidak dapat membantah dengan ilmiah. maka dengan itulah si abu gosok ini tetap ngotot dan memaksakan perkataan ulama untuk mendukung pemahamanya.

    Abu Salafy:

    Jika memahami konsep akidah ketuhanan tidak menggunakan akal sehat, maka semua kebenaran dipandang batil dan sebaliknya!
    Para ulama Ahlusunnah telah menjelaskan panjang lebar relasi antara bertempat seperti yang Anda paksakan untuk di atas namakan akiodah Islam dan kebutuhan/hajah/imkan.
    Tolong Anda renungkan baik-baik keterangan para ulama baru Anda boleh marah-marah di sini!
    Adapun bantahan terhadap ://www.firanda.com maka Anda tunggu tanggal mainnya. la tasta’jil ya akhi!
    Saya anjurkan Anda membaca keterangan Imam Nawawi ketika beliau menerangkan hadis jariyah yang menjadi andalan kaum Wahhabi/Salafy yang ngotot meyakini Allah di langit berdasarkan hadis di atas!!

  5. Artikel di atas ditujukan kepada asy Syâhamiyah dan al Karrâmiyah, lalu kenapa Abu Salafy menghujat kepada kelompok yang mereka sebut Salafy-Wahaby ?
    Sungguh aneh… orang NU nih.

  6. Lho,sbaliknya malah saya yang harusnya berkata tolong renungkan baik pkataan para ulama salaf shaleh yg myatakan bahwa Allah ada di langit.silakan dbntah dengan bantahan yang ilmiah tlisan ustad firanda andirja.dan pahami apa yg tertlis di blog ustad firanda.jangan seperti kemarin tlsan yg kmrn yg pnuh dgn intrik.saya tunggu tlsan antm.

    Abu Salafy:

    Jangan ngotot dulu akhi… sebentar lagi juga kamiu bisa renungkan tanggapan kami atas ustsz firinda andirja! Sabar ya! Semua ada gilirannya!

  7. Mas Adam…Ane sepintas udah baca tulisannya ustadz kebanggaan antum Firanda…ternyata kalian ini emang benar-benar tidak konsisten..asal melempar dalil..sok paling tahu hadits,saya lihat dari kitab2 rujukannya firanda ada diantaranya kitab ulama Asy’ariyah seperti imam al-Baqilani..bukan kah beliau ini adalah ahli ilmu kalam, ilmu yang kalian caci mentah2 dan menuduh mereka sesat secara pukul rata?…kalian sok paling punya sanad…padahal lewat siapakah sanad kalian untuk bersambung dengan Rosululloh saw…? kalian mencaci secara pukul rata thdp ulama yg mentakwil…padahal takwil adalah metode yg dicontohkan oleh Shohabat Nabi saw seperti Imam Ibnu Abbas ra, Tabi’in seperti Imam Malik, dll…kalau mereka semua kalian sesatkan lantaran mentakwil ayat2 mutasyabihaat…lewat siapakah sanad kalian akan sampai pada Rosululloh saw…aku benci kalian…

    Abu Salafy:

    Barakallahu fika. memang benar apa yang saudara katakan, bahkan az Zamakhsyari yang mu’tazli juga ia rujuk……… tunggu akhi tanggapan kami atas ustadz firinda al muhtaram….

    • Apa lah kalian semua… ngaku Islam..paling ber Akhlak..paling beradab…paling beraqidah…paling beriman…paling bertaqwa.. tapi, lebih baik anda-anda semua ini koreksi diri dulu..sebelum ngujat..nyalah-nyalahin orang dll..

      kan gak masuk akal utk ngikut yang seperti ente-ente ini… masak setiap ulama-ulama ente ceramah/khutbah nukil hadits gak pernah detail nyebutin asal-usul haditsnya (perawinya) tau-tau ngomang rasulullah bersabda…ntah hadits tuh sohih atau palsu… ndak mau tau…

      maaf saya gak tau salafy atau yang ini yang itu..tapi yg saya ngerti yang ente-ente bilang salafy tu kalau berdakwah jelas nash-nashnya…gak kayak ustad ente gak jelas.. apa yang gak jelas nih yang mau diikut… sampai-sampai ustad ente nenarin hadits palsu spt ini:
      Perselisihan umatku adalah rahmat.. (Bathil)
      Tuntutlah Ilmu sampai negeri cina (mana ada ilmu syar’i di negara tak bertuhan…..

      Memang aneh…
      apakah ente-ente sekalian gak pernah mau baca ayat Al-Qur’an yang Allah Azza wa Jalla berfirman :
      Allah akan membiarkan orang-orang yang sesat sejauh-jauh ketempat dia sesat..
      atw kalau pas baca Al-Qur’an ayat ini di tinggalkan (gak dibaca)… Allahualam…

  8. Jika memahami konsep akidah ketuhanan tidak menggunakan akal sehat…
    Dengan jelas si abu gosok ini memakai akalnya yang terbatas dan mencoba untuk menggambarkan jika Allah di atas langit berarti Allah menempati ruang. dia -abu gosok- secara tidak langsung dengan “akal sehatnya” berusaha menggambarkan dengan gambaran sebagaimana manusia berada di atas bumi. Kalau demikian siapa yang menyamakan Allah dengan makhluk.
    Padahal Allah tidak sama dengan makhluknya.
    Ingatlah wahai abu gosok, akal itu terbatas. Jika Allah sendiri yang menyatakan Allah ada di langit (QS. Al Mulk : 16) tidak usahlah anda membayankan bagaimana Allah di atas langit, Cukup di imani saja.

    Tentang hadis jariyah. hadist yang anda anggap dhoif, padahal terdapat dalam kitab shahih muslim, berarti anda mendhoifkan yang shahih demi mendukung pemahaman anda. Dan apabila anda berkata dhoifnya karena dianggap mudltharib,
    Telah dibantah oleh ustad abul jauzaa, di http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/06/shahih-hadits-muawiyyah-bin-al-hakam.html.

    Semoga anda diberi hidayah oleh Allah

    Abu Salafy:

    Akan lebih bijak dan arif jika Anda mau membaca keterang ulama tentang ayat(QS. Al Mulk : 16) yang sudah saya terangkan di blog ini di sini: Ayat-ayat Mutasyâbihât Pegangan Kaum Wahhâbiyah Mujassimah

    Terima kasih atas kearifannya.

  9. Memang mengherankan ya ikhwan wahabi ini… kalau ulama cock dengan hawa nasfunya, disembah-sembah kalau membawa yang tidak cocok dihujat…
    ketika al baghdadi membawa komentar yang menghujat ABu hanifah, para wahabiyun membanggakannya… sekarang dikecam!!
    apa begitu agama kalian mengajarkan?!
    yang benar aja coy!!!!!!!

  10. @Aang:
    Tujuan utama ustad Firanda menunjukkan perkataan
    para ulama Asyaa’iroh yang mengakui Allah di atas langit adalah agar kalian itu yang mengaku berpaham asyaa’iroh mengikuti ulama yang kalian banggakan tersebut.
    Ulama kalian saja berpendapat bahwa Allah ada di atas langit. Bagaimana dengan kalian?
    Sungguh lucu, penganut yang tidak “manut” pada ulamanya???

    Abu Bakr Al-Baaqillaani berkata :
    “Jika dikatakan : Apakah kalian mengatakan bahwa Alla berada dimana-mana?, dikatakan : Kita berlindung kepada Allah (dari perkataan ini-pent). Akan tetapi Allah beristiwa di atas ‘arsy-Nya sebagaimana Allah kabarkan dalam kitabNya “ArRahman di atas ‘arsy beristiwaa”, dan Allah berfirman “Kepada-Nyalah naik perkatan-perkataan yang baik”, dan Allah berfirman “Apakah kalian merasa aman dari Allah yang berada di atas?”

    Beliau berkata, “Kalau seandainya Allah di mana-mana maka Allah akan berada di perut manusia, di mulutnya, …

    (Sebagaimana dinukil oleh Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya Al-‘Uluw 2/1298 (Mukhtsor Al-‘Uluw 258))

    Mengapa kalian tidak mengecapnya sebagai wahabi ketika beliau berpendapat Allah di atas Langitnya???

    Abu Salafy:

    Akhi Adam, saya tidak ingin memaksa Anda menerima apa yang dikatakan ulama Islam dalam masalah ini, sebab memang kadar akal masing-masing orang berbeda-beda! Tetapi saya hanya meminta Anda mau merenungkan argumentas yang diajukan para ulama dalam menafikan tempat bagi Allah SWT, baik langit maupun selainnya!
    sesuatu yang Anda anggap sebagai dalil muskit/membungkam mulut lawan itu sudah dibantah habis oleh ulama Islam! Itu juga coba Anda perhatikan, biar Anda itu tidak hanya berkubang dalam kubangan ulasan dan alasan ulama Mujassimah!
    Nnati pada waktunya kami akan bahas demi memberikan pencerahan dan penyadaran bagi kaum muda yang terjebak konsep tajsim dan tasybih… barang kali ada yang diberi hidayah Allah menerima kebenaran… alngkah besar pahala abu salafy dan alangkah bahagianya ketika melihat saudaranya menemukan kembali akidah Islam yang benar!
    Andai bukan itu tujuan kami, pasti sudah tidak sudi memberikan pencerahan apapun di sini….
    Wassalam.

  11. Aduh Adam kok tidak malu-malu ya mengulang apa yang sudah rampung pung dibahas pak abu di sini… coba kamu baca lagi dan renungkan deh biar tidak norak begitu!
    pak abu kan sudah jelaskan lengkap hadis jariyah… dan permasalahannya… dirujuk lagi aja mas Adam… mau ya? Piinter……..

  12. Pak ustadz Abu…berdebat dengan orang2 seperti mas Adam ini kayak sedang debat dengan bukan orang Islam..saya udah pernah mersakannya…
    @Mas Adam yang hebat…!! coba antum renungkan mengapa Imam Muslim ra tidak menempatkan Hadist Jariyah tersebut pada bab Iman, begitu juga Imam Malik ra dalam kitab al-Muwatho-nya…renungkan juga Firman Alloh yang makna dhohirnya sbb (Dan Dialah Alloh yang di langit dan di Bumi, Dia mengetahui apa yang tersembunyi maupun yang tampak dari kalian ) …kalau kalian bersikukuh berpegang dengan makna dhohir tanpa mentakwil….kira-kira apa kesmpulan kalian mengenai ayat tersebut???? PAKE AKAL KALIAN, AKAL MEMANG TERBATAS TAPI SAMPAI DIMANAKAH BATASNYA? IA ADALAH KARUNIA ALLOH YG DIA BERIKAN UNTUK MEMAHAMI AYAT-AYATNYA..KARENANYA ALQURAN DITURUNKAN UNTUK ORANG2 YG BERAKAL…kalau kamu bisa baca kitab gundul…Penjelasan Imam Nawawy rh dalam syarah Shohih Muslim amat sangat terang benderang bagi org2 yg condong pada ke benaran…JANGAN TERTIPU DENGAN PENAMPILAN ORG2 WAHABY YG SOK ISLAMY…ADA KAUM YG LEBIH HEBAT IBADAHNYA DARI PADA MEREKA…TAPI SAYANG KAUM INI DILAKNAT OLEH NABI SAW, MEREKA KELUAR DARI ISLAM SEPRTI ANAK PANAH MENINGGALKAN BUSURNYA…ITULAH MEREKA KAUM KHOWARIJ…

  13. @Mas Adam…tolong anda renungkan kalimat anda “Alloh berada di atas langit”….kata “berada” dalam bahasa Arab adalah “Kaana” sedangkan kata “tempat berada” adalah “makaan”…silahkan anda cari rujukan dari kitab-kitab para ulama salafusholih…adakah kata-kata mereka “Kaanalloohu fissamaa / ‘alassamaa ” yg artinya “Alloh berada di atas langit” ????….saya yakin sampai botak pun kamu tidak akan menemukannya (kecuali kalau diedit dulu oleh org yg sembrono, calutak, bedegong, suul-adab dll)…Para ulama salaf sholih hanya berkata “Allohu Fissamaa” sebagaimana hadits Nabi saw…mereka tidak menambah-nambahi dengan embel-embel “berada di…” yg dalam bhs Arab brarti “Kaana Fii…”…dan mereka tidak berkomentar apa2..mereka (salaf sholih) mengatakannya tapi mereka meniadakan “kaif “

  14. bos kalau coment dg orang2 wahabi nggak perlu serius2 lah apa ;agi dg kaliamt yg jeru ( tu maksudnya dalam percuma g bakalan bisa ketrima
    anggap aja kita omong sama anak2 kita gito;hooooooooo

  15. Kang Abu, kapan Ustadz bisa menulis artikel “makna sombong”?? dan juga tafsir isra mikroj?? ana tunggu pencerahannya. sukron

  16. Berkomentarlah dan berdebatlah dengan ilmiah. Jangan debat kusir dan saling menghujat. Akan lebih baik apabila Ustd Abu Salafy dan Ustd2 yang dikatakan wahabi atau salafi bertemu dan duduk satu meja dan berdiskusi (berdebat) dengan menggunakan asas2 ilmiah. Karena kalau seperti ini akan semakin memperkeruh permasalahan. Semoga Alloh memerikan Taufik dan HidayahNya pada kita semua.

  17. Ustadz Abu,..teruskan perjuangan Antum,……..
    soal sadar apa ga (mereka/salafi a’ni wahabi) itu urusan Allah,…….yang penting Antum dah memberi apa2 yang memang benar………

  18. setahu saya, salafi-wahabi tidak pernah berkata “Alloh bertempat”, sehingga apa yang diucapkan oleh Al Khathib Al Baghdadi tidak bisa disebut bantahan untuk salafi-wahabi.

    yang pernah salafi-wahabi katakan adalah bahwaanya “Alloh di (atas) langit”. jadi jika ada bantahan, seharusnya dengan ucapan “Alloh tidak di langit”, bukannya “Alloh tidak bertempat”.

    selain itu, pemahaman mengenai ucapan “Alloh di atas langit” sama sekali tidak berkonsekuensi bahwa “Alloh mengambil tempat”, karena yang disebut tempat itu adalah makluq, sedangkan makhluq yang paling tinggi adalah ‘Arsy dan Alloh di atasnya. ini artinya, Alloh memang tidak mengambil tempat.

    • Ibnu Irfan Benar , Wahabi tidak mengatakan Allah bertempat , wahabi hanya mengafirkan siapa saja yang tidak meyakini bahwa Allah dilangit.

      jika bantahannya adalah Allah tidak dilangit , maka sama saja menentukan arah dan tempat lain bagi Allah, yang artinya sama-sama terjebak dalam Tajsim.

      ketika mengatakan Allah diatas langit…. maka pertanyaannya , diatas langit itu apa …? tempat juga toh ? makhluqnya Allah juga kan ?

      jika Allah diyakini ada diarah tertentu atau di tempat tertentu ,berarti keyakinan itu sudah terjatuh dalam penyerupaan Allah dengan Makhluknya …. ?

      jadi sebenarnya menurut Wahabi Allah itu diatas Langit atau diatas Arsy…. ? diatas keduanyapun tetap makhluq bukan ? karena selain Allah adalah Makhluq ciptaannya ?

      segeralah bertobat dari Aqidah Wahabi yang jelas-jelas Aqidah Tasybih dan Tajsim. karena Allah laitsa kamistlihi Syai`

  19. he….he…..@ ibnu Abi Irfan ketemu lagi salam ……..kallo Alloh di langit ngga usah lah shalat di masjid kan ngga ada Alloh ????? he…he…..kalau lah mendebatkan ALLOH DIMANA ngga ada habisnya ……menurut ana lebih bijaksana kita minta petunjuk kepada yang sudah “bertemu ” dgn Alloh yang sudah “mengenalnya” dgn sebenar benar kenal Dialah seorang Hamba Alloh sejati ……….Hamba yang mencitai Alloh dan Muhammad SAW diatas segalanya ……..yang di janjikan Alloh tiap generasi pasti ADA ………jadi ngga ada lagi TUHAN YANG KIRA2 ingat Alloh Maha Nyata ….

  20. sebenarnya teman2 wahabi tahu kemufikannya tapi mundur isin dan tajut sama sang raja godong
    kalau alirannya dananya di hentikan
    tapi kalau d hentikan jangan demo lho ya niru timur tengah yg lain kerajaan d ganti republik

  21. “Jika engkau ingin tahu bahwasanya Jahmiy adalah seorang pendusta tatkala menyangka bahwsanya Allah di semua tempat bukan pada satu tempat tertentu, maka katakanlah : Bukankah Allah dahulu (sendirian) tanpa sesuatu?. Maka ia akan menjawab : Iya.

    Katakan lagi kepadanya, “Tatkala Allah menciptakan sesuatu apakah Allah menciptakan sesuatu tersebut dalam dzat Allah ataukah di luar dzat Allah?”. Maka jawabannya hanya ada tiga kemungkinan, dia pasti memilih salah satu dari tiga kemungkinan tersebut.

    Jika dia menyangka bahwasanya Allah menciptakan sesuatu tersebut di dalam dzat Allah maka ia telah kafir tatkala ia menyangka bahwasanya jin dan para syaitan berada di dzat Allah.

    Jika dia menyangka bahwasanya Allah menciptakannya di luar dzat Allah kemudian Allah masuk ke dalam ciptaannya maka ini juga merupakan kekufuran tatkala ia menyangka bahwasanya Allah masuk di setiap tempat dan wc dan setiap kotoran yang buruk.

    Jika ia mengatakan bahwasanya Allah menciptakan mereka di luar dzatnya kemudian tidak masuk dalam mereka maka ia (si jahmiy) telah meninggalkan seluruh aqidahnya dan ini adalah perkataan Ahlus Sunnah” (Ar-Rod ‘alaa Al-Jahmiyyah wa az-Zanaadiqoh hal 155-156)

  22. awalnya saya berkunjung ke laman ini, saya rasa kata2nya agak keras…

    tapi, stelah mngetahui siapa wahabi / salafi itu,
    wajar…

    tapi mnurut ane lbih baik, kata2nya jgn terlalu bgitu….

    tapi,
    thanks ilmunya… alhamdulillah brmanfaat tuk di jadiin rujukan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s