Seri Anekdot Akidah Salafi (1)

Dalam Akidah Salafi: Allah SWT Duduk Di Atas Arsy-Nya Sambil Bersandar Dan Meletakkan Satu Kaki-Nya di Atas Kaki Lain-Nya!!

Satu lagi edisi menggelikan akidah Salafi/Wahhâbi yang sarat dengan posturisasi/tajsîm dan tasybîh/penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya yang mencirikan kekerdilan akal peyakinnya dan “keluguan” atau justru kedunguan dalam menelan mentah-mentah segala kepalsuan yang diatas-namakan Sunnah….

Apa bayangan kita jika ternyata di antara kaum Muslim ternyata terdapat saudara-saudara kita (tepatnya kaum Salafi /Wahabiyang dahulu lebih dikenal dengan nama Hanabilah atau Mujassimah-Musyabbihah) yang berkeyakinan bahwa Allah duduk di atas Arsy-Nya sambil meletakkan satu kaki-nya di atas kaki lainnya, seperti layaknya seseorang yang setelah lelah bekerja ia duduk sambil menselonjorkan kakinya yang ia silangkan; yang satu diletakkan di atas kaki lainnya. Akidah ini telah disebut dengan istilah Istilqâ’.

Mungkin Anda tidak percaya -setelah kedatangan Risalah Islamiyah yang memberantas akidah sesat kaum Musyrik dan kaum Yahudi yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya dengan serba-serba kekurangan dan sifat-sifat khas kemakhlukan- jika ternyata masih ada akal-akal kerdil yang demikian mudahnya dikibuli oleh riwayat-riwayat isrâiliyah palsu yang disebar-luaskan misionaris Ahli Kitab yang menyelinap di tengah-tengah kaum Muslim, seperti Ka’ab al Ahbâr (si pendeta Yahudi yang begitu dibanggakan kaum Wahhâbi/Salafi dan diyakini kesucian dan keikhlasannya untuk Islam) dan antek-anteknya yang ia baurkan di kalangan umat Islam.

Akidah sesat yang kental dengan nuansa tajsîm dan tasybîb ini telah diterima dan diyakini serta dipertahankan dan diperjuangkan dengan “semangat 45” oleh tokoh-tokoh Mujassimah dari kalangan Hanabilah yang menjadi rujukan utama akidah teman-teman Sekte Salafi/Wahabi, seperti Abu Ya’lâ al Farrâ’, Al Khallâl, Abdul Mughîts dkk… nama-nama yang sangat akrab di mulut para ustadz Salafi ketika mereka mengutip nama-nama Ahlil Ilmi yang mereka banggakan dan mereka perkenalkan kepada kaum “super awam” sebagai pewaris para nabi dan penjembatan akidah Salaf Shaleh!!!

Saya katakana “Super Awam” karena para ustadz itu juga sebenaranya adalah kaum Awam yang baru melek mata mereka terhadap ajaran agama, lalu tidak menatap kecuali lukisan Allah yang digoreskan oleh tangan-tangan kaum Mujassimah-Musyabbihah di kain kanfas khayalan kerdil … Maha Suci Allah dari pensifatan kaum jahil… dan kaum Mujassimah-Musyabbihah!!

Agar Anda tidak terlalu lama melihat langsung akidah “lucu” Sekte Salafi/Wahabi, saya ajak Anda langsung menyimak riwayat-riwayat yang telah mereka telan mentah-mentah dan yang menjadikan pikiran dan akal mereka teracuni “Virus Ganas” yang melumpuhkan kerja akal mereka dan menyebabkannya mengalami kemacetan!!

Riwayat Istilqâ’ Dalam Leteratur Kaum Salafi Mujasima

  1. Al Farrâ’[1] meriwayatkan dengan sanad sebagai berikut:

وحدثنا أبو محمد الحسن بن محمد ، قال حدثنا علي بن عمر التمار من أصل كتابه ، قال حدثنا جعفر بن محمد بن أحمد بن الحكم الواسطي ، قال حدثنا أحمد بن علي الأبار أبو العباس ، قال حدثنا محمد ابن إسحاق الصاغاني ، قال حدثنا إبراهيم بن المنذر الحزامي ، قال حدثنا محمد بن فليح ، عن أبيه ، عن سعيد بن الحارث ، عن عبيد بن حنين ، قال : بينا أنا جالس في المسجد إذْ جاء قتادة بن النعمان فجلس يتحدث وثاب إليه ناس ، حتى دخلنا على أبي سعيد فوجدناه مستلقياً رافعا رجله اليمنى على اليسرى ، فسلمنا عليه وجلسنا ، فرفع قتادة يده إلى رجل إلى أبي سعيد فقرصها قرصة شديدة ، فقال أبو سعيد : سبحان الله يا أخي ، أوجعتني قال : ذاك أردت ، إنّ رسول الله (ص) قال : إنّ الله لما قضى خلقه استلقى ، ثم رفع إحدى رجليه على الأخرى ، ثم قال : لا ينبغي لأحد من خلقي أنْ يفعل هذا . فقال أبو سعيـد : لا جـرم والله لا أفعله أبداً .

.

“Abu Muhammad al Hasan ibn Muhammad menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata, ‘….. dari Ubaid ibn Hunain, ia berkata, ‘Ketika aku duduk di masjid datanglah Qatadah ibn Nu’mân lalu ia duduk berbincang-bincang kemudian ada beberapa orang mendatanginya, sehingga kami masuk menemui Abu Sa’id, lalu kami temukan ia sedang terbarik sambil meletakkan kaki kanannya di atas kaki kirinya, kami pun mengucapkan salam kepadanya, lalu Qatadah mengangkat tangannya kepada kaki Abu Sa’id dan mencubitnya dengan jubitan keras. Abu Sa’id brerkata, ‘Subhanallah, hai saudaraku engkau telah menyakitiku.’Itu memang yang aku maukan. Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, ‘Sesungguhnya ketika Allah selesai menciptakan ciptaan-Nya ia duduk menjulurkan kaki-Nya sambil mengangkat satu kaki-Nya di atas kaki lainnya. Setelahnya Dia berfiamna, ‘Tidak sepantasnya bagi seseorang dari Ciptaan-Ku melakukan seperti ini.’

Abu Sa’id berkata, ‘Demi Allah, aku pasti tidak akan mengulanginya lagi.’”

.

Setelah meriwayat riwayat konyol di atas al Farrâ’ (gembong Sekte Mujassimah) berkata meyakinkan dengan mengutip keterangan gembong Mujassimah lainnya yaitu al Khallâl:

قال أبو محمد الخلال : هذا حديث إسناده كلهم ثقات وهم مع ثقتهم شرط الصحيحين مسلم والبخاري .

.

Abu Muhammad al Khallâl berkata, “Hadis ini sanadnya shahih. Seluruh pariwayatnya adalah tsiqah/jujur lagi terpercaya. Di samping itu mereka telah memenuhi kriteria dua kitab Shahih; Bukhari dan Muslim.”[2]

Riwayat ini juga dikelurkan oleh Ibnu Abi ‘Âshim dalam kitab as Sunnah-nya.[3]

2. Al Farrâ’ juga menukil al Khallâl sebagai meriwayatkan dengan sanad bersambung kepada Ubaid ibn Hunain, ia berkaata:

.

بينما أنا جالس في المسجد إذْ جاءني قتادة بن النعمان ، وجلس يتحدث إليّ ، وثاب إلينا الناس ، فقال قتادة : سمعت رسول الله (ص) يقول : إنّ لما فرغ من خلقه استوى على عرشه واستلقى ووضع إحدى رجليه على الأخرى ، وقال : إنها لا تصلح لبشر.

.

“Ketika aku duduk di masjid tiba-tiba datanglah Qatadah ibn Nu’mân lalu ia berbincang kepadaku, dan orang-orang pun mendatangki kami, maka Qatadah berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Ketika Allah selesai menciptakan ciptaan-Nya, ia beristiwa’/bersemayam di atas Arsy-Nya sambil selonjor dan meletakkan salah satu kaki-Nya di atas kaki yang lain. Dan Dia berfirman, “Sesunggunya duduk seperti ini tidak baik bagi manusia.”[4]

Lebih Dekat Mengenal Siapa Abu Ya’lâ al Farrâ’?

Abu Ya’lâ al Farrâ’ nama lengkapnya adalah Abu Ya’lâ Muhammad ibn Husain ibn Muhammad ibn Khalaf ibn al Farrâ’ al Hanbali (w.458 H). ia seorang Qadhi (Jaksa). Ia adalah salah satu di antara tokoh berfaham Mujassimah yang getol memperjuangkan demi tersebarnya akidah tajsim ini. Tentang sikap dan keyakinan tajsimnya, Abu Muhammad at Tamîmi menuturkan bahwa Abu Ya’lâ’ telah mencoreng mazhab Hanbali dengan corengan yang tidak bisa disucikan dengan air laut sekalipun. Demikian dinukil oleh Ibnu al Atsîr dalam al Kâmil-nya, 10/52 dan Ibnu Jauzi[5]. Dalam kitab Thabaqat al Hanâbilah, ia banyak menisbatkan kepalsuan atas nama Imam Ahmad. Ibnu Badrân ad Dasyti menukil darinya bahwa ia menetapkan batasan bagi Allah.

Ibnu Jauzi al Hanbali dalam kiktab Daf’u Syubah at Tasybîh telah berpuluh-puluh kali mensifatinya dengan si Mujassim dan membongkar akidah tajsîm yang ia yakini dan sebar-luaskan. Beliau menegaskan bahwa di antara pengikut mazhab Hanbali ada beberapa orang di antaranya adalah Abu Hâmid al Baghdadi (w. 403H) –guru Abu Ya’lâ, Abu Ya’l^a sendiri dan Ibnu Zâghûni al Hanbali (527 H) yang benar-benar telah mencoreng nama Mazhab dengan karangan-karangan mereka yang membuktikan bahwa mereka benar-benar telah berada di tingkat keawaman yang parah… mereka itu memaknai setiap sifat dengan pengertian material.. mereka mendengar ada riwyat mengatakan “Allah menciptakan Adam berdasarkan shurah-Nya.” Maka mereka maknai shûrah dengan makna bentuk dan mereka pun menetapkan bahwa Allah berbentuk.. Allah punya wajah, dua mata, mulut dll.

Ibnu Al Arabi al Maliki dalam kitab al ‘Awâshim wa al Qawâshim::210 berkata menyebutkan kesesatan akidah Abu Ya’lâ al Farrâ’:

وأخبرني من أثق به من مشيختي أنّ القاضي أبا يعلى محمد الحسين الفراء الحنبلي رئيس الحنابلة ببغداد كان إذا ذكر الله تعالى يقول وما ورد من هذه الظواهر في صفـاته تعالى : ألزموني بما شئتم فإني ألتزمه إلا اللحية والعورة .

.

“Guru-guruku yang terpercaya telah mengabarkan kepadaku bahwa Qadhi Abu Ya’lâ Muhammad al Husain al Farrâ’ al Hanbali –pimpinan sekte Hanabilah di kota Baghdad- jika menyebut Allah –ta’ala- berkata, dan nash-nash yang secara zahir menunjukkan sifat-sifat Allah, ia berkata, “Paksalah aku menerima konsekuensi semuanya, terserah kalian, kecuali jenggot dan alat kelamin. Aku tidak mengatakan Allah memilikinya.”

Dan kata Ibnu Al Arabi, ucapan dan kayakinan seperti itu adalah kekafiran nyata dan memperolok-olokkan Allah. Pengucapnya adalah seorang yang jahil tentang Allah –ta’alâ-….

Sumber Isu

Apabila kita teliti akidah sesat di atas dengan seksama kita akaan dengan mudah merasakan adanya tangan-tangan Yahudi di dalamnya. Imam Ibnu Jarir Ath Thabari meriwayatkan dalam tafsirnya ketika menafsirkan ayat 5 surah asy Syûra sebuah riwayat yang memuat nafas beracum Ka’ab (si pendeta Yahudi yang aktif menyebarkan akidah yahudiahnya di tengah-tengah masyarakat Muslim). Dengan sanad bersambung kepada Muhammad ibn Qais, ia berkata:

.

يا كعب : أين ربنا ؟ فقال له الناس : دقّ الله تعالى ، أفتسأل عن هذا ؟ فقال كعب : دعوه ، فإن يك عالماً ازداد ، وإنْ يك جاهلاً تعلم ، سألت أين ربنا ، وهو على العرش متكيء واضع إحدى رجليه على الأخرى .

.

“Datanglah seorang kepada Ka’ab lalu berkata, ‘Hai Ka’ab, dimanakah Tuhan kita?’ maka orang-orang berkata, ‘Maha Lembut Allah –ta’alâ-, apakah engkau bertanya seperti itu? Maka Ka’ab berkata, ‘Biarkan ia bertanya, jika ia seorang yang telah mengerti ia akan bertambah ilmunya. Jika ia orang yang jahil, ia akan belajar. Engkau bertanya, ‘Di mana Tuhan kita?’ Dia berada di atas Arsy sembari bersandar sambil meletakkan salah satu kaki-Nya di atas kaki lain.”[6]

Dari sini kita dapat mengerti, bahwa Ka’ab begitu bersemangat menyebarkan akidah Yahudiahnya di tengah-tengah masyarakat Muslim. Dan tidak menutup kemungkinan ini adalah sebuah sandiwara Ka’ab dengan memerintahkan antek-anteknya untuk bertanya di kerumunan kaum Muslim tentang masalah tersebut dan agar Ka’ab berkesempatan menyisipkan akidah Yahudiahnya.

Anda berhak bertanya, dari sumber manakah Ka’ab (si pendeta kebanggaan kaum Salafi) itu mendapat konsep sesat tentang ketuhanan yang sangat bertentangan dengan kemaha sucian Allah SWT? Tidakkah Anda patut curiga bahwa Ka’ab sedang menyebar-luaskan akidah yahudiah yang ia terima dari ajara para pendeta Yahudi yang menjadi rujukan andalannya?

Kaum Salafi pasti akan bersemangat karena kini mereka menemukan “keterangan akurat dan otetik” tentang ketuhanan dari generasi unggulan yang konon –dalam keyakinan mereka- telah dibanggakan dan direkomendsasikan Nabi saw. dengan sabdanya “Sebaik-baik genersi adalah generasiku kemudian generasi seteleh mereka, kemudian generasi seteleh mereka.” Dan Ka’ab adalah salah satu dari penghulu generasi unggulan itu yang pemahaman agamanya menjadi rujukan utama Manhaj Salafi.!! Selamat atas penganut Sekte Salafi yang telah menjadikan Ka’ab dan para pendeta Ahlul Kiab lainnya sebagai Bapak Tauhid Sejati!!!

Itu Adalah Model!

Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa duduk dengan meletakan salah satu kaki di atas kaki lain adalah model duduk andalan Tuhan yang Allah akan marah jika ditiru hamba-hamba-Nya…

Sebagai agen Tuhan dan pengawal tauhdi sejati, Ka’ab begitu marah jika menyaksikan ada seorang duduk gaya Tuhan seperti di atas. Ketika Asy’ats ibn Qais duduk sambil meletakkan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain, Ka’ab segera melarangnya sembari berkata:

إنها جلسة الرب تعالى.

.

“Ini adalah gaya duduknya Tuhan.” [7]

Ketarangan Para Tokoh Mujassimah

Riwayat palsu di atas tidak hanya diriwayatkan dan dishahihkan oleh para muhaddis, khususnya yang berakidahkan Mujassimah. Akan tetapi mereka juga menegaskan bahwa apa yang tertera dalam teks riwayat di atas harus diimiani tanpa boleh mena’wilkannya dengan makna yang tidak mengesankan posturisasi Tuhan…. Mereka menegsaskan bahwa demikianlah duduk Tuhan….

Komentar al Farrâ’

Perhatikan keterangan al Farrâ’ di bawah ini setelah ia menyebutkan riwayat-riwayat tentangnya dalam kitab Ibthâl at Ta’wîlât-nya:

.

اعلم أنّ هذا الخبر يفيد أشياء ، منها : جواز إطلاق الاستلقاء عليه لا على وجه الاستراحة ، بل على صفة لا نعقل معناها ، إذْ ليس في حمله على ظاهره ما يحيل صفاته ، لأنا لا نصف ذلك بصفات المخلـوقـين ، بـل نطلـق ذلك كما أطلقنا صفـة الوجـه واليدين وخلق آدم (ع) بها ، والاستواء على العرش ، وكذلك جاز النظر إليه ، لا في مكان ، وكذلك إثبات الوجه لا على الصفة التي هي معهودة في الشاهد وكذا العين .

.

“Ketahuilah bahwa riwayat ini memberi beberapa faedah/kesimpulan, di antaranya: Dibolehkannya menyebut sifat Istilqâ’(duduk bersandar sambil meletakkan salah satu kaki di atas kaki lainnya) untuk Allah, tapi tidak dengan maksud beristilqâ’ untuk beristirahat. Tetapi sebagai sifat yang kita tidak mengerti maknanya. Sebab memaknainya secara lahiriah tidak ada kemustahilan pada sifat-Nya. Karena kita mensifati-Nya dengan sifat makhluk-Nya. Akan tetapi kita menetapkannya seperti kita menetapkan sifat wajah, kedua tangan dan diciptakannnya Adam dengan keduanya, beristiwa’ di atas Arsy, dan begitu juga dibolehkannya memandang-Nya. Tidak berarti berada di tempat. Demikian pula menetapkan wajah tidak sebagai sifat yang biasa disaksikan. Begitu juga dengan mata.”

Ibnu Jauzi ketika menelaah hadis istilqâ’ yang ia sebutkan dengan nomer 9 dan membuktikan kepalsuannya, mengatakan, “Qadhi Abu Ya’lâ al Mujassim (yang berfaham Tajsîm) berpendapat bahwa istilqâ’ itu adalah sifat Allah. Dan Allah benar-benar meletakkan kaki-Nya di atas kaki lainnya. Lalu ia berkata, ‘Tapi tidak dengan makna yang bisa kita mengerti.’ Ia juga mengatakan, ‘Dalam hadis itu terdapat faidah yaitu ditetapkannya dua kaki untuk Allah.’”

Saya (Ibnu Jauzi) berkata, “Jika ia mengaku tidak mengerti maknanya, lalu bagaimana ia menetapkan dua kaki bagi Allah. Kita tidak akan menetapkan sifat bagi Dzat Allah dengan dasar hadis berpenyakit ini. Dan andai ia tidak cacat sekalipun, kita tidak boleh menetapkan sifat bagi Dzat Allah berdasarkan khabar âhâd (yang tidak mutawâtir).”[8]

Setelahnya ia menghujat ulama yang mena’wilkan riwayat itu dengan makna yang tidak mencoreng kemaha-sucian Allah SWT. ia menambahkan:

.

فإنْ قيل : لا يجوز حمل هذا الخبر على ظاهره ، بل يُحمل عليه قوله : لما فرغ من خلقه استلقى ، بمعنى ترك أنْ يخلق مثله ، ويديم ذلك كما يقال : فلان بنى داره وعمرها فاستلقى على ظهره ، بمعنى أنه ترك البناء ، ولا أراد اضطجع .

قيل : قولكم أنه لا يجـوز حمله على ذلك غلـط ، لأنا قـد بينا أنا لا نحملـه على صفة تستحيل في صفاته ، بل يجري في ذلك مجرى غيره من الصفات ….

.

“Jika dikatakan, ‘Tidak boleh menaknai riwayat itu secara lahiriah, akan tetapi dimaknai bahwa setelah selesai menciptakan ciptaan-Nya Allah istalqâ’ dengan arti tidak menciptkan lagi makhluk serupa. Dia melanggengkan ciptaan-Nya itu, seperti dalam ungkapan; Si fulan membangun rumahnya dan memakmurkannya lalu ia beristalqâ’ di atasnya, dengan arti ia meninggalkan membangun. Bukan maksudnya ia beristalqâ’/ berbaring.

Akan dikatakan (dalam jawabannya): ucapan kalian bahwa tidak boleh dimaknai secara lahiriah itu adalah salah. Sebab kami telah terangkan bahwa kami tidak memaknainya sebagai sifat yang mustahil bagi sifat Allah. Akan tetapi ia berlaku separti sifat-sifat-Nya yang lain. ….. “ [9]

Abu Salafy berkata:

Riwayat palsu yang diterima mentah-mentah dan ditelan tanpa memikirkan konsekuansinya mengandung sederetan konsekuansi yang mustahil bagi Allah SWT. di antaranya bahwa Allah itu:

A)    terbatas dengan batasan. Kendati tidak sedikit tokoh sekte Hanbaliah menerima dengan tanpa akal keyakinan bahwa Allah itu terbatas oleh batasan-batasan.

B)    Allah berada di sebuah tempat tertentu.

C)    Allah itu berjisim dengan memiliki lebar, panjang dan tebal.

Karenanya sebagian ulama mazhab Asy’ariyah seperti Ibnu Faurak mena’wilkan riwayat itu dengan ta’wil yang telah Anda baca di atas, namun segera dihujat oleh tokoh-tokoh kaum Mujassimah seperti al Farrâ’ al Hanbali al Mujassim.

Pendekar Sunnah Kebanggaan Salafi-Wahhâbi; Syeikh Albâni Mulai Pusing!

Hadis palsu di atas juga diriwayatkan oleh adz Dzahabi dalam kitab al ‘Uluw Lil ‘Aliy al Ghaffâr[10] yang karena banyaknya hadis palsu di dalamnya, bangkitlah Pendekar Sunnah dari Padepokan negeri Syam; Syeikh Nâshiruddîn al Albâni untuk membersihkannnya dari hadis-hadis palsu tersebut. Ia menulis ringkasan kitab tersebut dengan judul Mukhtashar al ‘Uluw. Dalam kitab Silsilah al Ahâdîts ash Shahîhah-nya ia berkata, “dalam masalah ini al Hâfidz adz Dzahabi telah menulis kitabnya: al ‘Uluw Lil ‘Aliy al Ghaffâr dan aku dalam waktu dekat ini aku akan selesai meringkasnya dan menuliskan pengantar yang panjang lebar. Aku takhrij hadis-hadisnya dan aku sucikan dari hadis-hadis/akhbâr yang lemah/rapuh. Semoga Allah memudahkan penerbitannya.”

Abu Salafy:

Apa yang ia banggakan bahwa telah membersihkan dan mensucikan kitab al ‘Uluw Lil ‘Aliy al Ghaffâr dari hadis-hadis lemah dan rapuh ternyata hanya khayalan dan anggapan belaka. Sebab ternyata Dengan hanya sekali berjalan saja di dalam lembaran-lembaran Mukhtashar yang ia tulis, kita akan tersandung dengan banyak hadis lemah dan bahkan palsu yang masih ia banggakan dan shahihkan. Di antaranya adalah hadis yang sedang menjadi tema pembicaraan kita kali ini yaitu hadis Istilqâ’. Pada hal 98 pada hadis dengan nomer:38 ia menshahihkannya berdasarkan syarat Bukhari dan Muslim dengan menukil keterangan Ibnu Qayyim.. Tetapi anehnya, dalam kitab Silsilah al Ahâdîts adh Dha’îfah.2/177 hadis nomer:775 ia menvonisnya sebagai hadis munkar. Di sini terlihat jelas bagaimana Pendekar Sunnah Kebanggan kaum Salafi Mujassimah ini sedang linglung dan kebingungan… Atau sikap seperti ini dalam kamus kaum Salafi (yang paling sempurna akal di antara sekalian alam) bukan tergolong kontradiksi/tanâqudh?

Karenanya, adalah sangat dikasihani kaum yang bersandar dan bertaqlid buta kepada kitab-kitab yang ditakhrij oleh Muhaddis Linglung yang “plenca-plence” seperti si Pendekar Sunnah dari Negeri Alban ini.

Dan kasus di atas bukan satu-satunya kasus kelinglungan Syeikh al Albâni. Masih banyak lainnya bahkan ratusan.

Penutup

Kendati keyakinan mereka itu sangat nyata kemujassimiannya, namun demikian mereka tetap saja mengelak disebut sebagai Mujassimah. Sebuah kedegilan atau entah apa itu namanya!


[1] Abu Ya’lâ al Farrâ’ al Hanbali adalah salah satu di antara tokoh yang getol membela akidah tajsim. Ibnu Al Arabi al Maliki dalam kitab al ‘Awâshim wa al Qawâshim::210 berkata menyebutkan kesesatan Al Farrâ’:

وأخبرني من أثق به من مشيختي أنّ القاضي أبا يعلى محمد الحسين الفراء الحنبلي رئيس الحنابلة ببغداد كان إذا ذكر الله تعالى يقول وما ورد من هذه الظواهر في صفـاته تعالى : ألزموني بما شئتم فإني ألتزمه إلا اللحية والعورة . وانتهى بهم القول إلى أن يقولوا إن أراد احد أن يعلم الله فلينظر إلى نفسه فانه الله بعينه إلا أن الله منزه عن الآفات

“Guru-guruku yang terpercaya telah mengabarkan kepadaku bahwa Qadhi Abu Ya’lâ Muhammad al Husain al Farrâ’ al Hanbali –pimpinan sekte Hanabilah di kota Baghdad- jika menyebut Allah –ta’ala- berkata, dan nash-nash yang secara zahir menunjukkan sifat-sifat Allah, ia berkata, “Paksalah aku menerima konsekuensi semuanya, terserah kalian, kecuali jenggot dan alat kelamin. Aku tidak mengatakan Allah memilikinya.” Sampai-sampai ia berpendapat bahwa barang siapa yang hendak menyaksikan Allah dengan kedua mata kepalanya maka hendaknya ia melihat dirinya sendiri, hanya saja Allah itu Maha Suci dari cacat.”

[2] Ibthâl at Ta’wîlât,1/188 dan 189 nomer.182. Kitab ini adalah kitab kebanggaan kaum Wahhabi dicetak serta disebar-luaskan dengan penuh semangat dengan menyakinkan kaum Muslim bahwa akidah yang termuat di dalamnya adalah mewakili akidah Islam yang murni. Seperti juga kitab as Sunnah karya al Khallâl, begitu mereka andalkan.

[3] As Sunnah; Ibnu Abi ‘Âshim, dengan tahqîq Syeikh al Albâni, 1/248 nomer 568. terbitan al Maktab al Islâmi. Beirut, tahun 1400 H/1980 M. cet. Pertama.

[4] Ibthâl at Ta’wîlât,1/188 dan 189 nomer.183.

[5] Daf’u Syubah at Tasybîh:102.

[6] Tafsir ath Thabari,5/7. Dâr al Fikr. Beirut.

[7] Musykilul Hadîts wa Bayânuhu; Ibnu Faurak: 42 cet. Dâr al Wa’y. Syria.

[8] Daf’u Syubah at Tasybîh, dengan tahqîh Sayyid hasan ibn Ali as Seqaf:169.cet. Dâr al Imam an Nawawi. Ummân/Yordania.

[9] Ibthâl at Ta’wîlât,1/189 dan 190.

[10] Kitab tersebut ia tulis di amasa awal pengembaraan intelektualnya, dan setelahnya ia banyak meralatnya dalam berbagai kktab karangannya. Tetepi anehnya, kaum Salafi-Wahhâbi Mujassimah tetap saja mengandalkan kitab karya adz Dzahabi yang satu ini. Memang benar dalam pepatah Arab: “Kecintaan/keganderunagn kepada sesuatu itu membutakan dan menulikan.” Kecintaan dan keganderungan kepada doktrin Tajsîm telah mebutakan dan menulikan banyak mata dan telinga.

Iklan

90 Tanggapan

  1. TERUS BERJUANG USTAD ABU SALAFI
    saya bersyukur dengan adanya blog ini saya jadi mempunyai pengetahuan untuk meluruskan akidah salafi/wahabi di tempat saya,
    saya juga ingin terus berjuang menghapus salafi/wahabi dari tanah air.
    minta do’a restunya ya tad?

    • Assalamualaikum
      Semangat mas abu…..
      PEncerahan anda telah banyak membuka pikiran saya dan teman2 yg hampir berpikir ala Salafy wahabi….
      Baru saya tahu bahwa mazhab yg mengaku islamkaffah ini hanya berisi para badui-badui lugu yg mengeringkan ajaran Islam….
      Bergabunglah dgn majelis para habaib , disana bukan majelis penyesatan & pengkafiran muslim ala para badui….

      Abu Salafy:

      Alhamdulillah. Semoga Allah memberi kita semua taufiq-Nya.

      • Wahai para pecinta habaib, perlu anda ketahui bahwa habaib telah banyak membuat syariat-syariat palsu (BId’ah) yang tidak ada contoh dari Rasulullah SAW dan para Sahabatnya, ketahuilah bahwa agama Islam ini sudah lengkap :
        ( “Pada hari ini, telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagimu.”
        lafaz akmal sudah jelas kesempurnaannya, jadi jangan di tambah-tambah atau dikurangi, jika ditambah maka menjadi bid’ah (sesat) jika dikurangi maka khianat, ayat-ayat alqur’an yang turun sudah Rasulullah SAW jelaskan dan diamalkan oleh SahabatNya, maka ikutilah bagaimana mereka mengamalkan suatu dalil.

    • nih baru mantebb, seumur-umur gw belajar hadits, eh ade juge muhaddits al-linglungy al-bingungy al-thololy al-bany. siip dah.

    • dasar miskin ente ! udah miskin hati, miskin otak, eh..miskin uang juga ! cari ilmu sih diblog murahan kaya gini, paling engga beli buku yang banyak and kl ada kajian salafy dateng naik angkot paling berapa ? jangan bisanya pake internet fasilitas kantor buat buka blog murahan kaya gini udah gratis pakenya lama lagi atau paling banter ente buka blog abu jenazah eh abu salafy di warnet yang tarifnya noceng permenit udah gitu macet macet lagi waduh kacau….

      • Kelihatan jelas yg mana komen-komen berbobot & mana yg cuma ahlul ngomel “””

      • alaah abu buta…daaaah ngaku aje,emang aqidah salafyin tuh rusak-kotor-busuk. mase Tuhan kaye manusia (ane mau tanye ma orang salafy termasuk ustadz kibarnye, kalo Tuhan ntm ngelonjor kaye yang GURU2 nt bilang, berarti same aje ame ajaran INJIL, kan di injil dsebutin setelah Tuhan menciptakan makhluknya selama enam hari, maka hari ke7 Tuhan leyeh2 duduk selonjoran. coba dulu nt bandingin kitab2 aqidah nt ma kitab INJIL, banyakan miripnye…(jangan2 albany n masyaiknye salafy masih sodaraan ame paulus,,,he-he-he) gud bye, kalah yaaa. jangan ngomel. mendingan elu buktiin yang gue saranin. biar ga cuman ngomel. kalo elu ngomel berarti elu bego. (oiye gue bukan ga mao ngaji ma salafy, gue dah kapok di jogja, kalo gue bilang ngaji di ihyaussunnah jogja, gue dibilang sesat ma salafy kencuran atawe jamilurrahman. gue ngaji di jamilurrhaman dibilang sesat ngaji di ihyaussunnanye Pak Ja’far. berarti kan jelas SEMUA ORANG SALAFY SESAT BERDASARKAN USTADZ2 KIBAR SALAFY SENDIRI. jangan2 malah nt lom pernah ke pondok salafy yang ane sebutin barusan. berarti yang ga punye ongkos kan nt. (sekali lagi coba buktiin perkataan ane yang terakhir).

      • wkwkkw…umatnya si wahabi..lagi ngomel…

      • buku2 terbitan wahabi tuh kacau…
        1. buku ajarannya, mujassimah, takfiriyah,
        2. klo nerjemahin kitab2 ulama, selalu menghilangkan bagian2 yang ga sesuai pemahaman mereka
        3. ambigu, ulama2 besar terdahulu disanjung2 (seperti imam syafi/i, ahmad bn hambal, asqolany, nawawi dll), tapi kemudian menamai mereka ahlul bid/ah klo sudah membahas bid’ah hasanah-sayyi’ah (albany juga berkomentar sama)
        4. caci maki tiap buku
        5. cape deeh,,, beli mah buang2 duit!!

    • Semoga Allah SWT memudahkan antum memahami mana yang haq dan batil, banyak orang mengaku Ahlussunnah waljama’ah tapi amal dan penampilannya jauh dari sunnah, contohnya ; banyak para habib di indonesia dan pecintanya tidak memelihara jenggot padahal itu bagian dari sunnah Nabi, dan masih banyak lagi contoh salah orang yang mengatakan ahlussunnah tapi mala meniggalkan sunnah Nabi Muhammad SAW.

      • memelihara jenggot bukan berarti membiarkan panjang tanpa dipotong sama sekali,,, (malah kaya’ orang sikh tuh…) dan telah dibahas mas’alah tersebut oleh imam2 dahulu dan sebagian menghukumi “sunnah muakkadah”

        habaib kita adalah keturunan nabi,,, mereka bagian dari beliau SAW,,, tunjukkan akhlak bung dimi…

        klo mau bikin penelitian apa mereka habib ato bukan, silakan berpayah2,,, kami akan hargai,,, tapi bukan dengan berkoar2 saja,,,

        Alloh ma’ak

  2. Cara penafsiran tekstual memang ciri Salafy….
    berbagai macam penjelasan mengenai kata2 “TanganNya”, atau “wajah Allah” dlm Quran ditafsirkan sedangkal pikiran para salafiyyun….
    Otak mereka ga sampe utk memahami kiasan2 dlm Quran krn sebenarnya tidak ada2 kata2 yg mampu menggambarkan bagaimana hebat kemuliaanNya….
    tapi yg namanye dangkal yah pasti ditafsirkan bahwa Allah bersifat ala makhluk …..
    Hebat Salafy euy….

  3. Artikel yg layak dbaca,..tp knp sepi tanggapan ya…?
    Buat mas abu salam kenal..

  4. ngomong-ngomong dajjal rambutnye juge keriting lho :mrgreen:

  5. Barakallah fik… Ya Aba Salafi….!!!!
    antum benar2 salafi dan memperjungkan aqidah Salaf saleh. sementara orang2 Wahhabi (dalam banyak tulisan saya; saya biasa sebut mereka) adalah “Talafi”; kau perusak…!!!

    Imam Tajuddin as-Subki dalam Thabaqat as-Syafi’iyyah menuliskan bahwa adz-Dzhahabi adalah “bayangan” Ibn Taimiyah. Murid dan guru ini (dan Ibn Qayyim); adalah tiga serangkai “PENEGAK AQIDAH TASYBIH YANG SANGAT2 MENYESATKAN”….!!!

    Imam Zahid al-Kautsari mengatakan bahwa tidak ada fitnah yang lebih besar di akhir zaman ini dari kesesatan faham IBN TAIMIYAH yang kembali dihidupkan oleh orang2 wahhabi…..

    • ssssstttt, jangan pade sembrono, orang wahabi kan pengikut salafuThTholih. biarin aje nape sih. kaye jaman dulu di sejarah kan ade orang Islam ikut bin saba ade yang yang ikut khulafaurRosyidin. nah siape taw aje wahabi kaye orang islam nyang ngikutin bin Saba.

  6. بارك الله فيكم وأكرمكم

  7. salam alaikum ustad, bisakah buku perdana ustad dijadikan ebook sehingga kami2 yang jauh dari toko buku bisa langsung download lewat situsnya antum. Kalau antum berkenan. Jazakumullohkhoironkatsiron.

    Abu Salafy:

    Akan kami pikirkan.

  8. silahkan anda ngomong apa saja! toh sekarang anda masih enak ngomong apapun, saya hanya pengen tahu akhir dari kehidupan orang seperti anda, saya tunggu-tunggu sekali ya

    • Kami do’akan semoga utaz Abu Salafy khusnul khotimah, amin….

      Yaa Allah biha….
      Yaa Allah biha….
      Yaa Allah bkhusnil khotimah… 3X , amin…..

    • Jangan teruskan kebiasaan salafy yg ga nyambung berdebat….
      Bahas aja isi dalil2 jenaka yg diyakini para pengikut salafy …..

    • hai abu umar, kayaknya kamu nggak akan tahu akhir kehidupan abu salafy, karena kamu akan mati duluan dengan akidah picik wahaby mu!

    • Doa saya untuk abu salafy semoga selalu sehat, keberkahan dalam hidup dan khusnul khotimah.
      Dan … alhamdulillah banyak orang seperti Abu Salafy yang siap membentengi dari faham wahabi salafy. Maju terus ustadz….

  9. Abu Umar, di/pada Maret 1, 2010 pada 11:03 am Dikatakan: r
    silahkan anda ngomong apa saja! toh sekarang anda masih enak ngomong apapun, saya hanya pengen tahu ………………, saya tunggu-tunggu sekali ya

    Balas
    ==========================================

    saya juga pengen tau jawaban wahabi/salafy atas artikel di atas, saya tunggu-tunggu sekali ya… tapi seperti biasa, tanggapannya ga ada yang nyambung..
    atau, kalo emang ga dibantah, apa bener kenyataannya seperti yang ditulis Pa Abusalafy ya??

  10. makin gendeng aja org2 SaWah itu….

  11. insya Allah akhir kehidupan abu salafi husnul khotimah …….amiiin

  12. alhamdulillah… sy merasa banyak mengambil manfaat dari tulisan Abu Salafy, semoga tetap semangat dan terus berkarya. Saya termasuk yang gerah dengan banyaknya dakwah model wahabi dan isi dakwahnya, termasuk buku-buku wahabi yang membanjiri toko-toko buku dan setiap pameran buku. Maju terus ustadz, hadiah fatehah untuk ustdaz.

  13. Assalamu’alaikum..
    Af1 sebelumnya.. ana masih awam mengenai hal2 seperti ini.. ana mau nanya ustad.. kaum salafy yg dimaksud ustad itu yang mana ya?? apa mereka yg “manhaj salaf” itu?? yang wanitanya diharuskan bercadar?? afwan nih ustad, ana masih belajar..

  14. Assalamu’alaykum..
    Kalangan salafiyyun (t’masuk Al-Albani) tdk mengatakan sprti yg anda katakan ttg mereka.
    Yg benar adalah, mereka hanya mengatakan bahwa ,’Allah beristiwa’ diatas Arsy’, sementara sifat istiwa’ nya sendiri Hanya Allah yg tahu..
    Terima kasih.
    Wassalam

  15. ass.
    salam kenal, terus berjuang !!!
    kami di sini juga masih berjuang mengusir penjajahan wahabi.
    mohon do’a seluruh aswaja
    wss.wr.wb.

  16. Ternyata,ente kalangan habaib ya abu salafy?Aq sangat hafal ttg org2 yg menuduh syaikh muhammad bin ‘abdilwahhab dgn sebutan mujassimah,itu adalah golongan org2 yg ngaku2 ahlul bait,cuih!Ahlul bait,ngaku turunan nabi tp kuburan disembah!Dan yg memberi julukan wahabi jg mereka2 ini!Pdhal ahlul bait palsu,ngaku2nya arab padahal persia,bikin agama baru,syiah namanya!Pendiri syiah itu kn yahudi,abdullah bin saba’.Jd klian memuja yahudi,pantas aja koq thoriqohnya si abu salafy ini mirip banget dgn salman rusdhie

    • @ indo india
      komentar qo ga berbobot! klo ente ngerasa resah dengan tulisan abu salafy! bantah donk dengan segenap pengetahuan ente! jangan cuma bisa maki2 doank..! apa wahabi bisanya cuma maki2 doank? terus tuduhan ente pada ahlul bait buktiin donk pake referensi yang valid biar ente ga keliatan begonya?

      • to alfaqir

        kalo ane sih ga resah… apa yang mo dikomentarin orang dikajian salafy ga pernah ngomongin kaya gitu sih … ibarat nya orang ane ngga pernah nyolong tau tau di tuduh nyolong tapi ga ada bukti ya udah paling ane cuman ngomong kalo ane ngga pernah nyolong ….

    • He..he… benar2 hebat komen wahabi satu ini … bahkan isinya cuma cacian omelan kosong … hebatnya lagi ga ada dalil Atau bukti sedikitpun … ya iyalah ga ada dalil & bukti … wong isi ocehannya cuma dia adopsi dr ust. salafynya yg ga ketulungan lg bencinya ama zurriat keturunan rasul … dan yang bakal percaya ama fatwa2 bahlul mereka kan cuma jemaah salafy mereka yg taqlid minta ampun ama syekh2 itu … Mencela habaib , memfitnah org2 yg berziarah kemakam kekasih Allah sbg nyembah kuburan, terus jadi ahli sejarah dgn nyebut2 si abdullah bin saba yg ga jelas existensinya itu, eh terakhir lari ke salman rushdie pula …
      sebenarnya ente paham ga sih yg ente omongin ???

    • Ingatlah wahai saudara ku,janganlah anda berkata sesuatu yang bersifat dusta, karena Laknat Allah bagi para penebar fitnah..

    • Gol kami Ahlussunnah waljama’ah (jangan samakan dengan Syi’ah)…. tidak ada yang nyembah kuburan….

    • hati-hati ngomong cuih sama keturunannya Rosulallah saw khawatir su`ul khotimah !!! ga ada ahlu sunnah khususnya para habaib yang nyembah kuburan + mayoritas habaib tdk bermadzhab syi`ah mereka murni ahlusunnah.

  17. Assalamualaikum,…

    buat Ustaz abusalafy alias salafy palsu dan hamba hambanya… setahu ana, selama ana ngaji sama ustad salafy ya kurang lebih hampir 6-7 tahun ini diberbagai kajian, pembahasan yang dibahas diatas ngga pernah ada dan baru ane baca disini ini mas abusalafy palsu ngaji sama salafy dari planet mane sih ?…. yang jelas kalo salafyoon dari planet earth ga ada !…. buat ente yang percaya ame omongan abusalafy palsu selamat ya … selamat tersesat Wassalam

    Abu Salafy:

    Akhi terhormat, saya yakin Anda setuju jika saya katakan bahwa: Pasti belum seluruh ilmu kan yang sudah Anda pelajari? Ya anggap saja ini yang belum sempat diajarkan kepada Anda… Atau jangan-jangan Anda belum dianggap layak menerimanya. jadi belum diajarkan sekarang. sebab 6-7 tahun belum cukup membuat ustadz2 wahabi percaya akan ketulenan kewabian Anda.

    • apakah bijaksana bicara sesuatu yang dapat menyebabkan perpecahan umat, kalaupun hal itu benar apakah tidak lebih baik dibicarakan langsung kepada sumbernya.. Ada ust.Yazid bin Abd Qadir Jawaz, ust.Hakim bin Amir Abdat, ust.Zainal Abidin,Lc ust.Abu Qatadah dan para asatidzah yg bermanhaj salaf lainnya.. Apakah benar salafi seperti itu atau hanya fitnah.. Kalau itu hanya fitnah bersiaplah anda menghadapi adzab Allah didunia ini atau di akhirat kelak!!!!!

      Abu Salafy:Akhi win yang saya hormati… petrama yang perlu Anda cermati adalah data-data keterangan akidah yang diyakini oleh para tokoh yang selalu diagungkna dan dirujuk para wahabi salafi… jika semua itu tidak mewakili akidah kalian (wahabi/salafi) lalu yang mana lagi lagi yang menjadi panutan kalian ini sebenarnya?
      Dengan segala hormat saya kepada agen-agen salafi wahabi yang anda sebutkan di atas… saya tidak punya akses kepada mereka.. jadi anda minta saja mereka bertemu saya di sini dan berdiskusi dengan baik-baik dan ilmiah semata hanya mencari kebenaran dan ridha Allah SWT.
      Wassalam.

  18. emang sih kitab karya ulama2 “wahabi” (kata ente) dirumah ane belum banyak seperti karya Syaikh Albani, Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin, Syaik Saliem Ied Al Hilali, Syaikh Ibnul Qayim Al Jauziah, Imam asySyatibi, Syikhul islam ibnu Taimiyah dan lain lain serta karya ustaz dari Indonesia seperti Abdul Hakim, Ustad Yajid, Ustad badrusalam, Ustad Zainal Abidin dan lain lain yang baru 1 lemari penuh tapi sampe sekarang ane belum baca materi seperti yang ente tulis diatas….. dasar tukang fitnah hina … and semoga jiwa terpendam di jahannam selamanya…

    • aaaah ketaoan…abu buta emang ga bise bace kitab. yah maklumlah buta wajar juge yah. lah kitab selemari mase ga kebaca selam 6-7 th ngaji. jangan2 tuh lemari isinye kitab2 primbon jawa, komik kung fu boy, kenji, trs di sewain dah yang sehari gope. ya kaan. jangan ngomel melulu, bantah tulisan kang Abu salafy dengan kitab2 yang selemari di rumah guru2lu. kalo elu ga bantah pake kitab2 gurulu, malah tambah keliatan bego. masa ngaji 6-7 th ga bise bace ktab gundul (jangan2 yang gondrong juge kage bise. kalo belom bise minte ajarin IQRO dulu dah biar elu kenal huruf arab. OK meen. piiiiis.

  19. emang sih kitab karya ulama2 “wahabi” (kata ente) dirumah ane belum banyak seperti karya Syaikh Albani, Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin, Syaik Saliem Ied Al Hilali, Syaikh Ibnul Qayim Al Jauziah, Imam asySyatibi, Syikhul islam ibnu Taimiyah dan lain lain serta karya ustaz dari Indonesia seperti Abdul Hakim, Ustad Yajid, Ustad badrusalam, Ustad Zainal Abidin dan lain lain yang baru 1 lemari penuh tapi sampe sekarang ane belum baca materi seperti yang ente tulis diatas….. dasar tukang fitnah hina … and semoga jiwa ente abusalafy palsu terpendam di jahannam selamanya…

  20. ustad ustad “Wahabi” kata ente akhlaknya jauh lebih baik dari ente … mereka ngga pernah menganggap ane lebih rendah dari mereka sehingga menyembunyikan ilmu kepada orang orang seperti ane yang baru belajar, mereka mengharamkan musik itu benar saya akui berdasarkan dalil yang rojih tapi mereka tahu kalau saya adalah seorang musisi yang sampe sekarang belum bisa meninggalkan musik sebagai mata pencaharian saya tapi mereka tidak memandang sinis dan menjauhi saya karena saya seorang musisi !… dan bahkan memberi semangat kepada agar lebih tamak lagi dalam menunutut ilmu syari dan selalu bersedia saya ajak dialog diluar kajian tanpa minta upah sepeserpun, beda sama ustaz ustaz ente yang dikit dikit minta sedekah dikit dikit minta sedekah minta sedekah kok cuma sedikit !….. perbaiki dulu akhlak ente melalui artikel ente yang isinya cuma caci maki dan fitnah yang mana artikel anda tidak pantas ditanggapi secara ilmiah tapi lebih pantas ditanggapi dengan caci maki juga … sebab tidak akan habis habis kalo kita tanggapi secara sistematis karena setelah kita tanggapi maka ente akan menulis lagi dengan sangat ringan dan anda dianggap menang karena menulis terakhir, buat umatnya abusalafy palsu ane sarankan beli and baca langsung kitab kitabnya ulama “Wahabi” jangan baca artikelnya abu jenazah ….eh abusalafy palsu biar jelas kalo ngga mampu beli entar ane pinjemin deh… Wassalam

    • aaaaah tambah ketaoan lagi begonye, elu tuh lagi diperalat. tar duit luh dari musisi disuruh serahin semuanye buat nebus dose nt yang belom bise ninggalin musik yang kate mereka haram (tuhkan jadi tambah mirip kristen pake duit buat nebus dose, tapi bahasenye diISLAMISASIKAN dengan sebutan INFAQ DA’WAH). soalnye die pade tau kalo musisi duitnye banyak (kecuali musisi jalanan=PENGAMEN CHOY, uangnye recehan). kuaciaaaaaaan dech lu. tp gue salut me elu masih mao ngaji. ngaji terus dah ye.

  21. ass… wr . wb.
    Begitu yah….,

    mereka menggambarkan Allah SWT…..
    Sungguh pemahaman dangkal , yg akan menyeret ke dalam kesesatan….

    Mari kita menjauh dari pemahaman seperti itu , walau nyerempet2 sedikit juga…. ayo kita tinggalkan …..

    terima kasih atas pencerhannya pa Abu Salafy

    wass…… wr….. wb….

  22. jangan jangan abuslafi antek zionis

    Abu Salafy”

    Antek Zionis itu yang ulamanya bermesraan dengan gembong Zionis… tolong akhi sebutkan satu aja fatwa ulama Wahhabi yang membela para pejuan Pelestina? Semua justru melehamkan semangat pembelaan kepada al Quds!!!

    • yang ane tahu bukan melemahkan tapi mereka tidak mau ummat terjerumus pada kesembronoan (bahasa apa ya??) dengan kejelian mereka terhadap fiqhul waqi. belum saatnya ya akhi qta masih periode Mekah/ I’dad.

  23. wah inda gimana sih masa’ ya abu kita dibilang antek2 Zionis.. nggak keliru mas? Ya yang seneng berangkulan sama kaum zionis lah yang entek2nya zionis.. kaya’ wahabi2 saudi.

  24. bung abu abu komen ente nggak ada yang mutu… norak… kelihatan kalau bingun ya.. nggak bisa negebantah ya??????

  25. Pak Ustadz Abu Salafy,… maturnuwun atas pencerahannya,,, smga ummat terhindar dr fitnah yg datanghya dari NAJD,,,tdk ada yg bisa saya berikan sebagai rasa terima kasih yg mendalam kecuali Do’a,, Semaga Ustadz selalu sehat, murah rezeki, panjang umur dan mendapat ridhoNYA,,,, dan semoga HUSNUL KHATIMAH,,,,,AAMIIN YAA RABBAL’ALAMIIN.

  26. Katanya wahaby nyunnah, tp jawabannya kok ga nyambung, keliatan ga memahami topik yg dikaji,,Adalagi yg bilang ngaji 6th belum denger yg ginian,,,, tpi saya si percaya,,, ditempat saya kerja kan ada pengajian rutin dri wahaby/salafy nah klo mo tanya yg begini kata ustadnya hanya org2 sesat yg ga mau nerima,, jdi yah dakwahnya monolog,,,gmn mau ngerti???

  27. Abu salafy……..tulisan anda memprovokasi umat….
    Sadarlah … apa tujuan anda ?
    Tulisan anda panjang lebar …tapi kebenarannya dipertanyakan.
    Pada dasarnya kami memperingatkan saudar saudar kami atas pelencengan aqidah sirik yang sangant berbahaya dimasyarakat.
    Bukankah kita setuju bahwa sirik adalah perbuatan tercela yang tidak diampuni.
    Disinilah Iblis laknatulah beserta pasukannya yang terdiri dari golongan jin dan manusia berusaha menyimpangkan aqidah umat.
    Cukup dengan tergelincirnya umat pada kesyirikan , tamatlah amal amal mereka.
    Oleh karena itu hindarilah syirik sekuat mungkin……. Iblis laknattulllah dengan kata manis …siap memangsa anda.
    Dan Untuk saudara abu salafi….. siap siap lah bertanggung jawab dihadapan Allah wa Jalla dengan perbuatan dan tulisan anda ………..

  28. Memang iblis laktatullah sangat pandai dalam menggelincirkan aqidah umat.
    Cukup dengan membuat suatu kesirikan yang halus dalam suatu amalan , sehingga sebagian umat percaya bahwa perbuatan itu bagus dalam pandangannya….Dan mereka pun membela pendapat mereka bila ada yang memperingati perbuatan siriknya.
    Setelah iblis dapat memperdayai sesorang dengan rusak tauhidnya…, maka iblis tidak perlu lagi menggoda orang tersebut untuk berbuat kemaksiatan…dan membiarkan orang tersebut mengumpulkan amal baiknya sebanyak banyaknya.
    Pada hari akhir baru orang itu sadar bahwa dia telah berbuat sirik,,, dosa yang tdk terampuni …. dan amalan baik sebesar gunung yang dibawanya sia sia.
    Oleh karena itu ambilah “tiket” keselamatan dengan menjaga aqidah kita dan berbuat amal baik didunia

  29. @dudung, di/pada April 27, 2010 pada 11:17 pm Dikatakan: r
    Tulisan anda panjang lebar …tapi kebenarannya dipertanyakan.
    =====
    bukankah tulisan Pa Abu sudah jelas rujukannya, tinggal ente cek aja apa emang bener begitu, susah amat sih…. jangan2 emang bener gitu kali ya??? He..he..

    Pada dasarnya kami memperingatkan saudar saudar kami atas pelencengan aqidah sirik yang sangant berbahaya dimasyarakat.
    Bukankah kita setuju bahwa sirik adalah perbuatan tercela yang tidak diampuni.
    Disinilah Iblis laknatulah beserta pasukannya yang terdiri dari golongan jin dan manusia berusaha menyimpangkan aqidah umat.
    Cukup dengan tergelincirnya umat pada kesyirikan , tamatlah amal amal mereka.
    Oleh karena itu hindarilah syirik sekuat mungkin……. Iblis laknattulllah dengan kata manis …siap memangsa anda.
    =====
    apa urusannya tulisan Pa Abu dengan kesyirikan? Aneh…aneh…. selalu ga nyambung….
    Kalo ente memasalahkan tawasul, istigasah, tabaruk adalah perbuatan syirik, dasarnya apa ya? Bukankah beratus2 hadits menganjurkan hal tersebut? Syekh Ibn Abd Wahab pun tidak melarang? Terus kalo seluruh hadits itu hadits lemah, kenapa jatuhnya jadi syirik. Apa karena tidak sesuai dengan Tauhid Tiganya Wahabi ya, Tauhid Uluhiyah, Tauhid Rububyah, Asma Wasifa? Perasaan tauhid tiga wahabi belum ada deh di zaman salaf soleh? Coba deh sebutkan hadits ataupun riwayat mengenai tauhid tiga? Dapat disimpulkan bahwa tauhid tiga wahabi adalah bid’ah, sebesar2nya bid’ah yg karenanya para wahabi menyebarkan firnah2 pemusyrikan, pengkafiran, yang keji pada ulama2 dan kaum muslimin ahlussunnah wal jamaah….

  30. assalam mua’alaikum.

    ikhwah sekalian ana mo ikut komen neh. apa yang dikatakan ulama-ulama salaf tentang tauhid asma washifat menurut yang ane pahami bahwa mereka menetapkan apa yang ditetapkanAlloh untuk diriNya atau yang ditetapkan oleh Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wasalam tanpa tamsil (mempersamakan atau menyerupakan Alloh dgn mahluk dlm asma an sifatNya) dan takyif (mempertanyakan bagaimana sifatAlloh, atau menentukan bahwa sifat Alloh hakekatnya begini).. juga menolak apa yang ditolak Alloh atas diriNya atau yang ditolak Rasululloh tanpa tahrif(mengubah lafaz sifat atau menyelewengkan maknanya) dan tanpa ta’thil (mengingkari seluruh atau sebagian sifat ilahi). hal itu dengan mengimani makna dan arti yang dikandung nash. sebagaimana dijelaskan dlm firman Alloh Ta’ala: “…Tiada sesuatupun yang serupa dgn Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(As-Syuura:11). dulu waktu ane kuliah di fakultas agama ketika belajar filsafat, ilmu kalam ane pun sama ikut menertawakan aqidah salaf yg wkt dulu ane kira orang-orang slaf itu suka tajsim. Alhamdulillah Alloh telah menunjukan jalanNya dgn mempertemukan ane dgn ustadz2 salaf yg memperbaiki kesalahan pemahaman saya tentang Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Ane juga mo klarifikasi ketika org2 salaf mengatakan Alloh beristiwa/ bersemayam diatas arsy tentu saja dengan kelayakanNya bkn spt yang qta byangkan. Imam Malik megatakan ketika ada bertanya tentang hakikat istiwa Alloh diatas Arsy , beliau berkata: Istiwa itu diketahui, Sedangkan hakikat istiwa Alloh Itu tdk diketahui, meyakininya wajib, sedangkan menanyakan bagaimananya adalah sesuatu yang baru/bid’ah, dan aku melihatmu termasuk darinya. keluarkanlah dia dari majlisku. itulah aqidah ahlussunnah dan ahlusunnah tidak ada yang menyebutkan Tangan Alloh spt ini, istiwa Alloh spt ini. truz ktk orang salaf menjelaskan sholawat bid’ah bhkan ada bait2 kesyirikan lang sung mencap orang salaf anti sholawatan. cek n ricek ya akhi

  31. assalamu’alaikum
    numpang komen neh. menurut apa yang ane tau tuh prinsip ahlusunnah dlm asma dan sifat Alloh adalah menetapkan apa yang ditetapkan Alloh untuk diriNya atau yang ditetapkan oleh Rasululloh sholallahu’alaihi wasalam tanpa tamtsil (mempersamakan/ menyerupakan Alloh dgn mahluk dlm asma dan sifatNya) dan takyif (bagaimana sifat Alloh, atau menentukan bahwa sifat Alloh itu hakekatnya begini). juga menolak apa yang ditolak Alloh pada diriNya atau yg ditolak Rasululloh tanfa tahrif( mengubah lafaz sifat atau menyelewengkan maknanya) dan tanpa ta’thil(mengingkari seluruh atau sebagain sifat Ilahi). hal itu dgn mengimani makna dan arti yg dikandung nash. sbg mana yg dijelaskan dlm firman Alloh Ta’ala:”…Tiada sesuatu pun yg serupa dgn Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(Asy-Syuura:11). dulu ane pun ketika dibangku kuliah fak.agama suka ikut-ikutan tertawa ketika sidosen mengetengahkan aqidah salaf yg menurut antum sbg anekdot. alhamdulillah Alloh telah menunjuki jalan dgn mengenalkan ku dgn ustadz2 beraqidah salaf yg telah meluruskan kekeliruan ane. org2 salaf tidak sebodoh yang antum semua kira ya akhi manhaj mereka aslam, ahkam dan a’lam. yang ane (yg bodoh ini)ketahui tidak ada yang mengatakan Alloh punya tangan seperti ini/ Alloh turun kedunia seperti ini? istiwa Alloh seperti ini. padahal Imam Malik Mengatakan kepada orang yang menanyakan tentang istiwa : istiwa/bersemayam itu diketahui, kaifiyat bersemayam tidak diketahui, mengimaninya wajib,menanyakannya sesuatu yg baru/bid’ah, dan aku lihat engkau termasuk kedalamnya. keluarkanlah orang ini dari majlisku. sungguh salafus sholeh ahlussunnah jauh sekali dari aqidah tajsim. wahai akhi bacalah buku2/kitab2 bermanhaj salaf yg jauh dengan apa yang dikatakan akh abu salafy ini. itaqillah ya abu salafy jangan jadikan kebencianmu menjadi penghalang hidayah dan menghancurkan dawah tauhid yg penuh berkah ini.

    Abu Salafy:

    Terima kasih akhi kasep bin ORANG BIASA atas komentarnya.
    .. tapi tolong pahami Islam dan mazhab Salaf serta Ahlusunah lebih baik lagi.

    • jazakallohu khoiron Abu salafy atas subhat subhat ini ane jadi semangat lagi belajar agama. ane memang bukan orang yg mengklaim diri salafy sedangkan orang diluar ane n konco2 ane bukan salafy. ane cuma orang yang meniti jalan salaful soleh, orang yg ingin beragama (bermanhaj/jalan/cara/metode) beagama seperti salaful sholeh. Malah yang ana heran dgn orang2 yang beragama yg mengaku ahlussunnah waljamaah (aswaja) fiqihnya Sfi’i, aqidahnya Asy’ari, ahlaknya Ghozali. seolah-olah manhaj itu dipisah pisah. seolah olah imam syafi’i aqidahnya jeblog hingga mengambil aqidah asy’ari (yg diakhir hayatnya beliau tobat ) ketauhilah wahai saudaraku keempat imam itu satu dalam Aqidah.??????????????????dan sesuiakan dengan aqidah yang kita pegang. ada buku bagus (kutaib) tentang aqidah 4 imam tsb bahkan ada yg mebahas aqidahnya imam syafi’i (yg kebanyakkan orang mengambil imam Syafi’i hanya masalah fiqih saja. seolah2 beliau rahimahulloh bodoh dalam aqidah.

      • hahahaaaa….wahabi tolol bicara soal akhlak.wahabi beloon misahin imam safei dengan assyaarie.wahabi biadab cuma taqlid ama dajal dari nejb

  32. @kasep, di/pada Mei 5, 2010 pada 12:54 pm Dikatakan: r

    ….sungguh salafus sholeh ahlussunnah jauh sekali dari aqidah tajsim. wahai akhi bacalah buku2/kitab2 bermanhaj salaf yg jauh dengan apa yang dikatakan akh abu salafy ini….
    =========================================
    terus apakah ente udah pernah baca kitab2 yang ditulis ulama wahabi yang jadi rujukan Pa Abusalafy dalam menulis artikel2 di blog ini? udah baca belum? Kalo belum baca, cari donk kitabnya, cek apa bener isinya seperti yang ditulis Pa Abusalafy…tanya sama guru2 ente, kan begitu, apakah Pak Abusalafy hanya memfitnah ? Bukannya malah ceramah yang ga nyambung dengan materi tulisan… Makanya, kalo artikelnya ga ditanggapi, kita anggap isinya benar …. dan dalam hal arikel di atas, kentara sekali akidah tajsimnya wahabi.

  33. @kasep, di/pada Mei 5, 2010 pada 12:54 pm Dikatakan: r
    ….. menurut apa yang ane tau tuh prinsip ahlusunnah dlm asma dan sifat Alloh adalah menetapkan apa yang ditetapkan Alloh untuk diriNya atau yang ditetapkan oleh Rasululloh sholallahu’alaihi wasalam tanpa tamtsil (mempersamakan/ menyerupakan Alloh dgn mahluk dlm asma dan sifatNya) dan takyif (bagaimana sifat Alloh, atau menentukan bahwa sifat Alloh itu hakekatnya begini). juga menolak apa yang ditolak Alloh pada diriNya atau yg ditolak Rasululloh tanfa tahrif( mengubah lafaz sifat atau menyelewengkan maknanya) dan tanpa ta’thil(mengingkari seluruh atau sebagain sifat Ilahi)……
    =====================
    ya masalahnya disitu, karena waktu membahas tangan, wajah Allah, dll yang berarti anggota badan, wahabi tidak bisa melarikan diri dari membayangkan tangan, wajah dll, yang diketahuinya selama ini, sebagai contoh waktu ibnu taimiyah membahas masalah Allah turun dari langit, dia mencontohkan dengan turun dari mimbar mesjid ke hadapan jamaah, dan hal itu yang membuat fikiran jamaah/kita memposturisasikan Allah. Hal ini yang dianggap akidah tajsim, yang sangat ditentang oleh jumhur ulama pada masanya, sehingga akidah ibnu taimiyah dicap sesat oleh ulama yang tertera pada warta kerjaan pada masanya. Rujuk ke http://salafytobat.wordpress.com/2008/08/18/warta-kerajaan-al-sultan-ibn-qalawuun-raja-zaman-ibnu-taymiyah/

    • ya akhi abah zahra coba baca juga sebagi pembanding apa yang dikatakan abu salafy buku qowa’idu al-mutsla fii shifaatillahi wa asmaaihi al-husna karya syeikh Ibn Utsaimin. dan buku2 lainnya insya Alloh ada jawaban dari subhat2 ini. hadanallohu waiyakum.

    • i’rifil haq ta’riful rijal (kenalilah kebenaran, niscaya engkau tau dgn siapa kebenaran itu berada) ya abu zahra apabila antum membaca kitab2 syeikh ibn taimayah antum bakal tahu beliau jauh dari apa yang antum dakwakan pada beliau.JIKA KEBENCIAN TELAH TUMBUH DIHATI APA YANG ADA PADANYA AKAN TERASA RACUN YANG BERBAHAYA.
      benarkah berita/warta ibnu taimyah beliau mencontohkan turunnya Alloh Azza wa Jalla????karena ada juga berita bagaimana mungkin beliau melakukan itu padahal ketika itu beliau sedang didalam penjara?????siap yang mencap beliau sesat???? ya tentu orang2 yg bersebrangan pendapat dgnnya. cocokan aqidah qta dgn aqidah salafu sholeh ya Akhi.

  34. @dudung
    terus menurut ente, bagaimana dengan tawasul, istighasah, tabaruk dengan orang2 soleh baik yang masih hidup atau yang telah meninggal? menurut ente musyrik ga? bagaimana dengan puluhan riwayat ttg hal tsb? kalopun seluruh riwayat itu ga shahih ( kayaknya ga mungkin deh ), kenapa pelakunya dihukumi musyrik? bukankah hal tsb masalah khilafiyah? Syekh Ibn Abd Wahab aja menganggap masalah tsb khilafiyah…. pasti karena tauhid uluhiyah dan rububiyah kan? coba ente sebutkan hadits atau riwayat dari Rasul SAAW atau salaf soleh mengenai tauhid uluhiyah dan rububiyah

  35. @abah zahra… yang menjadi masalah adalah tawasul, istigasah, tabaruk dengan orang yang sudah meninggal…bukankah mereka sudah goib ???.
    Memintalah pada yang paling goib ……. Allah SWT…bung zahra.

  36. @abah zahra…..kalau mau lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT….gampang kok…ajak umat supaya shalat berjamaah di mesdjid ….ramaikan mesdjid …jangan malah amalan yang ngga jelas malah dilakukan dilakukan .
    Ramaikan mesjid bukan sebaliknya ramaikan kubur …..ngaco atuh …

  37. memang kalau dilihat tulisan abu salafi banyak kacaunya.
    Sudah jelas dengan pembenaran pembenarannya …membuat orang yang tak berilmu semakin yakin amalan amalannya benar.
    Jujur lihat saja dilapangan….ziarah kubur ke makam keramat dominan sudah banyak menyimpang .
    Ada yang minta jodoh ….. ada yang minta kaya….ada yang minta pangkat ….lewat perantara orang sholeh yang sudah meninggal
    Ehhh waktu azan … mereka cuek aja ..
    Gimana nih komen abu salafi…jangan banyak ngomong aja…
    Gimana nih abu salafi , bukannkah dengan cara ajak umat dengan beriman dan bertakwa ???? selesai perkara .
    Jangan malah cari dalil dalil kosong untuk amalan amalan yang ngga jelas.
    Sadarkah wahai abu salafi….. kalau ada dosa yang anda akan pikul sesudah anda wafat , kalau ilmu yang anda tularkan di kerjakan orang yang bodoh dalam beramal yang anda ajarkan ???

  38. @dudung, di/pada Mei 8, 2010 pada 12:52 pm Dikatakan: r
    @abah zahra… yang menjadi masalah adalah tawasul, istigasah, tabaruk dengan orang yang sudah meninggal…bukankah mereka sudah goib ???.
    Memintalah pada yang paling goib ……. Allah SWT…bung zahra.
    ======================================
    tuh kan ga nyambung lagi kan kalo ngomong sama wahabi. Coba baca lagi deh komentar saya. Yang saya masalahin kan adanya puluhan riwayat dari Rasul SAAW dan Salaf soleh mengenai tawasul, tabaruk, ziarah kubur, dll. Ibn Abd. Wahab juga bilang begitu, ga mengingkari hal tsb. Jadi kalo misalnya semua riwayatnya ga shahih, berarti kan masalah khilafiyah, kenapa dihukumi oleh wahabi jadi musyrik?? APA DASARNYA DIHUKUMI JADI MUSYRIK? Kalo gada dasarnya berarti wahabi adalah tukang FITNAH ratusan juta kaum muslim yang melakukannya. Faham ga tulisan saya? Biarin deh saya ulang2 juga biar nyambung…
    He..he..maaf, Zahra nama anak saya, Fatimatuzzahra, bukan nama saya…

    • @abah zahra
      mengharapkan komen yg nyambung dari para wahabiyun salafiyun sama juga mengharapkan kambing bisa terbang………atau jangan-jangan kambing jenis salafyun memang punya sayap……

  39. Blog ini KOTOR KERJAANNYA MEMFITNAH.

  40. @kasep, di/pada Mei 26, 2010 pada 2:39 pm Dikatakan: r
    …….benarkah berita/warta ibnu taimyah beliau mencontohkan turunnya Alloh Azza wa Jalla????karena ada juga berita bagaimana mungkin beliau melakukan itu padahal ketika itu beliau sedang didalam penjara?????siap yang mencap beliau sesat???? ya tentu orang2 yg bersebrangan pendapat dgnnya. cocokan aqidah qta dgn aqidah salafu sholeh ya Akhi.
    ===================
    Kronologis singkatnya begini :
    – Setelah Ibnu Taimiyah memberikan pengajian dan memeragakan turunnya Allah dengan turun dari mimbar masjid gemparlah umat pada waktu itu, karena hal tersebut sudah merupakan tajsim, memposturkan Allah SWT, dan merupakan akidah mujassimah. Akidah kaum muslim adalah aqidah Asy’ariyah ( aqidah yang dikonsep oleh Imam Asy’ari dan berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits / tidak ada yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAAW )
    – Banyak sekali ulama-ulama asy’ariyah pada waktu itu, di antaranya Imam Ibnu Hajar Asqolany.
    – Keadaan masyarakat jadi kacau, dan atas nasehat dari ulama asy’ariah keluarlah maklumat kerajaan yang menyatakan bahwa akidah yang diajarkan Ibnu Taimiyah adalah sesat ( tertulis di lembaran negara ). Dan Ibnu Taimiyah pun di penjara agar tidak menyebarkan akidah sesatnya di masyarakat. Di dalam penjara beliau merenung dan menyadari kesalahannya, dan akhirnya bertobat dari aqidah mujassimah dan bergabung mendukung asy’ariyah dengan disaksikan para ulama-ulama top pada masanya, di antaranya :
    -Imam Ibnu Hajar Al-Asqolany dalam kitabnya berjudul Ad-Durar Al-Kaminah Fi “ayan Al-Miaah As-Saminah cetakan 1414H Dar Al-Jiel juzuk 1 m/s 148
    – Imam As-Syeikh Syihabuddin An-Nuwairy wafat 733H cetakan Dar Al-Kutub Al-Misriyyah juzuk 32 m/s 115-116 dalam kitab berjudul Nihayah Al-Arab Fi Funun Al-Adab
    -As-Syeikh Ibnu Al-Mu’allim wafat tahun 725H dalam kitab Najmul Muhtadi Wa Rojmul Mu’tadi cetakan Paris nom 638.
    -As-Syeikh Ad-Dawadai wafat selepas 736H dalam kitab Kanzu Ad-Durar – Al0Jam’-239.
    -As-Syeikh Taghry Bardy Al-Hanafi bermazhab Hanafiyah wafat 874H dalam Al-Minha As-Sofi m/s576 dan dalam kitabnya yang lain berjudul An-Nujum Az-Zahirah Al-Jami’ 580.
    Inilah poin penting dari pernyataan Ibnu Taymiyah dalam tobatnya :
    -Ibnu Taimiah berkata : ‘ Saya golongan Asy’ary’ dan mengangkat kitab Al-Asy’ariyah di atas kepalanya ( mengakuinya)”.
    ‘- Ibnu Taimiyah berkata :” Dan yang aku berpegang mengenai firman Allah ‘Ar-Rahman diatas Arasy istawa’ adalah sepertimana berpegangnya jemaah ulama islam, sesungguhnya ayat tersebut bukan bererti hakikatnya(duduk) dan bukan atas zohirnya dan aku tidak mengetahui maksud sebenar-benarnya dari ayat tersebut bahkan tidak diketahui makna sebenr-benarnya dari ayat tersebut kecuali Allah.Telah menulis perkara ini oleh Ahmad Ibnu Taimiah”.
    – Imam Ibnu Hajar Asqolany berkata : ” Dan aku antara saksi bahawa Ibnu Taimiah telah bertaubat kepada Allah daripada akidah yang salah pada empat masaalah akidah yang telah dinyatakan, dan Ibnu Taimiah telah mengucap dua kalimah syahadah(bertaubat daripada akidah yang salah pernah dia pegangi terdahulu)”.

    Kesimpulannya Ibnu Taimiyah sudah bertobat dari akidah sesat ( mujassimah ) kembali ke akidah yang benar yang dianut oleh kaum muslimin ( asy’ariyah ) dan beliaupun mengaku sebagai penganut asy’ariyah.
    Dalam kitabnya berjudul Majmuk Fatawa pada juzuk 4 mukasurat 12 Ibnu Taymiyah menulis mengenai golongan asy’ariyah: ” Barang siapa yang melaknat ulama-ulama Al-Asya’irah maka si pelaknat itu hendaklah dihukum ta’zir dan kembali laknat itu kepada sesiapa yang melaknat Al-Asyairah juga sesiapa yang melaknat orang yang bukan ahli untuk dilaknat maka dialah yang perlu dilaknat, ulama adalah pendukung cabangan agama dan AL-ASYA’IRAH PULA ADALAH PENDUKONG DAN PEJUANG AKIDAH ISLAM“.
    Jadi Ibnu Taymiyah memang sudah bertobat dan mengikuti akidah Asy’ariah, dan ente2, para wahabyun harusnya mengakui aja kenyataan yang ada. Dan Ente2 para wahabiyun seharusnya menggunakan buku Ibnu Taymiyah tentang akidah, setelah tobatnya donk…
    Coba tampilkan, mungkin ada versi lainnya ? Versi wahabiyun tentang tobatnya Ibnu Taymiyah?

  41. “banyak para habib di indonesia dan pecintanya tidak memelihara jenggot padahal itu bagian dari sunnah Nabi”

    Tolong pertimbangkan beberapa fakta berikut:

    1. Rasulullah sering sekali diberi petunjuk oleh Allah beberapa peristiwa yg akan terjadi dimasa depan.

    2. Rasulullah adalah seadil-adilnya manusia, kalau keluarganya ada yg bersalah, pasti juga akan kena hukuman.

    Ketika Rasulullah meminta ummatnya untuk mencintai keturunannya, apakah kita yg mengaku umatnya ini tidak mematuhinya? dengan alasan keturuan Rasul ada yg ahlul bid’ah? apakah kita umatnya ini mengira bahwa Rasulullah akan sembarangan saja meminta umatnya untuk mencintai keturunannya.
    Allah selalu menegur RAsul ketika ada tindakan beliau yg kurang pas. adakah Allah menegur Rasul ketika beliau meminta umatnya mencintai keturunannya krn dikuatirkan ada keturunan beliau yg sesat?

    kalau ternyata tidak ada teguran Allah mengenai hal itu, berarti keturunan Rasul terjaga akidahnya.

  42. JANGAN MELENCENG DARI TOPIK.JAWABLAH DENGAN
    DALIL WAHAI WAHABI…!

  43. @ ipin n upin
    saudara sopan dong kalo mberi komentar,
    tidak perlu menghina Syaikh Albani seperti itu..
    Beliau muhadits, nah anda siapa? Ilmu anda lbih tinggi dari beliau?
    Sopan kalo ngomong, hargai orang lain.
    Silahkan berpendapat, tapi tetap beretika..

  44. eee mboh gak ngerti, sak karepmu aku gak melok – melok bingung ate manut sing endi. aku manut Gustiku wae.
    Alloh ta’ala manut rasul ku wae Kanjeng nabi Muhammad
    ngandel sabdane gustiku lan nurut pituduhe kanjeng rasulku
    wis wis…
    tapi ate merguru nang ngendi. yen gurune podo gendeng dewe2
    (gendeng nang ilmune dewe)

  45. Ass, Buat yg merasa tdk sepaham dgn blog ini lbh baik tdk usah komentar, knp ? krena sdh jelas anda tdk sejalan & sy yakin anda jg tdk diundang. Ramaikan blog anda sendiri, itu lbh bijak !!! Kalau anda ikut komentar pasti jd kacau !! % yg senang golongan diluar islam. Jd mending saran sy bikin blog sendiri yg banyak !! ngak usah msk dirumah tangga orang. Bikin blog anda ramai, itupun kalau ada yg mau melihat. Wassalam

  46. Syaikh alwi al maliki menyebarkan
    kesesatan ajarannya melalui pembangunan ma’had diberbagai tempat dengan
    nama ma’had “Ar ribath”, dia membungkus kesesatan ajarannya dengan
    slogan ajaran cinta kepada ahlul bait (allawiyyin) , yang sebenarnya
    adalah mencela kepada ahlul bait itu sendiri !!!. Ma’had Ar ribath di
    Mekkah didirikan oleh dia di tempat yang sangat tersembunyi sekali, “laa
    ya’rifuha illa ahluha” / “tidak ada orang yang tahu kecuali orang –
    orang yang menginduk kepada ma’had ini”. Sampai saya sendiri pernah
    mencoba mencari tahu ma’had ar ribath kayak apa ???, tapi tidak
    ketemu…karena mereka tahu bahwa saya dari jam’iyyah islamiyyah dari
    penampilan saya. Di Maroko dan Madinah didirikan ma’had ar ribath juga.
    Santrinya memiliki ciri khas yang sangat unik sekali diantaranya memakai
    gamis seperti yang saya pakai TETAPI gamis mereka nyapu masjid/lantai
    (isbal maksudnya ) dan memakai selendang hijau (coba antum teliti,
    penampilan kyai-kyai NU

    “Waktu itu ada ibu yang sempat mengeluh sakit perut, lalu saya disuruh oleh ibu-ibu itu untuk mengambilkan kuncup bunga di makam Gus Dur untuk mengobati sakit perutnya itu,” kata Lukman

    SESAT HASANAH APA SESAT BATHIL????

  47. Syaikh Alwi Al Maliki ini memiliki
    ziarah (kunjungan) ke Indonesia setiap satu tahun sekali, ziarahnya
    langsung ke Jawa Timur, ke tempat para fans nya ( maksudnya bekas
    muridnya ), Saya orang jawa timur…dan banyak bertemu dengan
    pengikut-pengikut mereka ini. Bahkan satu cerita mengatakan, Wallahu
    a’lam cerita ini betul atau tidak…bahkan diantara orang-orang yang
    diziarahi terutama orang-orang madura… arek-arek situbondo
    itu…mereka rela menikahkan anaknya dengan syaikh ini, dalam rangka
    mengambil keturunan habaib. Perlu kita ketahui keturunan habaib tidak
    ada fungsinya disisi Allah swt kecuali dengan taqwa !!!. Habaib
    banyak…habaib banyak di Indonesia…yang ngaku habaib
    …habib…habib…habib, tapi perbuatannya…adalah menyalahi Sunnah
    Rasulullah Shalllallahu ‘Alaihi Wassalam, bukan pencinta Rasulullah
    Shalllallahu ‘Alaihi Wassalam. Katanya habaib juga masih main
    perempuan… Katanya habaib juga masih jualan tanah surga,
    katanya…perbuatan macam apa yang dilakukan para habaib seperti ini ???

  48. kepada saudara2ku yg di cintai Allah, AKU INGIN BERTANYA TENTANG KAUM KHAWARIJ, adakah yg bisa menjelaskan?

  49. HATI-HATI DENGAN KHAWARIJ MODERN
    “Kami dulu diturunkan keimanan sblm turunnya al-Qur’an, sehingga saat turun al-Qur’an kami mengimani semuanya, sementara ada kaum yang diturunkan Qur’an sebelum diturunkan keimanan dalam hati mereka, maka mereka membaca dari Alif Lam Mim sampai Minal Jinnati wan Nas, tapi tidak tahu mana perintah mana larangan, mana yang halal mana yang haram” (HR al-Hakim)

    Kesaksian Ibnu Abbas ra tentang mereka (kelompok Khawarij):

    “Pakaian mereka kasar dan berserat, mukanya pucat, keningnya menghitam seperti lutut kambing tapak tangan dan kakinya keras, bacaan Qur’annya sangat lama”

    DEFINISI

    Para ulama menyebutkan bahwa mereka disebut khawarij (berasal dari kata kerja kharaja-yakhruju yang berarti keluar) karena mereka keluar dari pasukan Ali ra, mereka sering juga disebut Haruriyyah karena asal daerah mereka yaitu dari daerah Haruri, mereka disebut juga Muhkamah karena menggugat tahkim Ali ra.

    SEJARAH KHAWARIJ

    Berkata Ibnu Taimiyyah : “Yang pertama kali melakukan bid’ah penampilan dalam Islam adalah orang-orang Khawarij.” (Majmu’ al-Fatawa libni Taimiyyah).

    Secara perorangan mereka sebenarnya sudah ada sejak masa Nabi SAW, dari hadits Abu Sa’id ra : “Setelah perang Hunain, Nabi SAW membagi ghanimah lebih banyak kepada pembesar-pembesar Quraisy seperti al-Aqra’ bin Habits, ‘Uyainah, dll. Maka berkatalah seseorang: Demi Allah pembagian ini tidak adil dan tidak mengharap ridha Allah…” (HR Muslim)

    Sejarah mereka kemudian timbul kembali dimasa Umar ra, yaitu dengan berhasilnya mereka membunuh Khalifah Umar ra, yaitu oleh Abu Lu’lu (seorang Khawarij).

    Secara kelompok mereka baru mulai berkembang pada masa Utsman ra (dalam Tarikh at-Thabari & Ibnu Katsir), bahwa merekalah yang memimpin persekongkolan untuk membunuh Khalifah Utsman ra (dibawah hasutan Ibnu Saba’).

    Memuncaknya mereka yaitu dimasa Ali ra, saat perang Shiffin, saat Ali ra hampir menang mereka minta tahkim pada Kitabullah, saat Ali ra menuruti keinginan mereka dan ingin mengutus Ibnu Abbas ra untuk wakil dalam tahkim tersebut mereka menolak dan meminta Abu Musa ra untuk hal tersebut, akhirnya Abu Musa ra kalah berdebat dengan Amr bin Ash ra (wakil dari kelompok Mu’awiyah ra) maka mereka (kaum Khawarij) tiba-tiba mengkafirkan Ali ra dan 12.000 orang mereka keluar dari pasukan Ali ra.

    Dan di akhir pemerintahan Khalifah Ali ra merekalah yang akhirnya menghasut Abdurrahman Ibnu Muljam untuk membunuh Ali ra.

    Tokoh-tokoh mereka dimasa Ali ra diantaranya adalah: Al-Asy’at bin Qais, Mas’ud al Fadaki, Ibnul Kawa’ (yang pertama kali keluar dari pasukan Ali ra), dll.

    DALIL-DALIL SUNNAH TENTANG KHAWARIJ

    1. Pada suatu peperangan, Nabi SAW lebih banyak membagi ghanimah (harta rampasang perang) kepada sekelompok orang, maka berkatalah seseorang : “Hai Muhammad ittaqullah ! Maka berkatalah Umar ra : Ya Rasulullah ! Biar saya tebas leher orang ini ! Jawab Nabi SAW: Biarkan ia, kelak dari keturunannya akan lahir suatu kaum yang bacaan Al-Qur’an mereka hanya sampai ditenggorokan, mereka membunuh orang Islam dan membiarkan orang musyrik, mereka lepas dari Islam seperti panah dari busurnya.” (HR Muttafaq ‘alaih)

    2. “Akan keluar dari ummatku nanti kaum yang muda usia dan bodoh, mereka berkata dengan kata-kata kita, mereka membaca Al-Qur’an tidak melewati tenggorokan mereka dan mereka keluar dari Islam seperti panah dari busurnya.” (HR Muttafaq ‘alaih)

    3. ” … mereka akan keluar terus, sampai yang terakhir akan keluar bersama Dajjal …” (HR An-Nasa’i dan al-Hakim)

    4. “… mereka bagus dalam bicara tapi jelek dalam amalnya, mereka mengajak kepada al-Qur’an tapi sedikitpun mereka tidak melaksanakannya.” (HR al-Hakim)

    SIFAT-SIFAT KHAWARIJ MENURUT AS-SUNNAH DAN TARIKH YANG PERLU DIWASPADAI

    1. Mudah mencela dan mengkafirkan orang lain: Mereka berani mencela Nabi SAW, mengkafirkan Utsman & Ali ra dan mengkafirkan orang-orang yang berdosa besar. Sehingga hendaknya kita mewaspadai sikap mudah mencela dan mengkafirkan orang atau kelompok lain ini seperti yang dilakukan oleh berbagai kelompok neo-khawarij belakangan ini, karena demikianlah sifat mereka.

    2. Berburuk sangka pada muslimin: Sifat mudah ber-su’uzhan kepada kelompok muslim lain. Sifat inipun sekarang mulai menghinggapi sebagian kelompok kaum muslimin kontemporer, sehingga dengan mudahnya memberi level kepada kelompok diluar kelompoknya sebagai sesat, kafir, ahlul bid’ah bahkan termasuk kepada orang yg sudah wafat seperti Sayyid Quthb, Hasan al-Banna, dll-pun mereka fasikkan walaupun tanpa adanya bukti-bukti yang kuat.

    3. Keras pada muslimin tapi berhati-hati pada orang kafir: Pada peristiwa Khabbab Ibnul Arts ra yang mereka bunuh karena mengaku sebagai salah seorang sahabat Nabi SAW, sementara Washil bin Atha’ (seorang Mu’tazilah mereka biarkan karena mengaku seorang kafir). Pada sebagian kelompok saat ini ada yang demikian rajin memusuhi dan mencaci maki kelompok kaum muslimin yang lain dalam tulisan-tulisan mereka, sementara mereka membiarkan dan bahkan berdamai dengan kaum kafirin dan musyrikin yang memusuhi dan jelas-jelas memerangi Islam.

    4. Sedikitnya ilmu mereka: Simak saja perdebatan mereka dengan Imam Ali ra: Kenapa anda bertahkim? Ali ra membaca QS 4/35 lalu menjawab: Kalau dalam masalah keluarga saja boleh tahkim apalagi dalam masalah Khilafah ! Kata mereka: Kenapa dalam perang Jamal anda tidak mengambil mereka sebagai budak ? Jawab Ali ra: Tidak halal memperbudak kaum muslimin. Kata mereka: Kenapa saat perjanjian anda tidak gunakan kata Amirul Mu’minin ? Jawab Ali ra: Orang yang lebih baik dari saya (Nabi SAW) pernah tidak menggunakan kata Rasulullah saat perjanjian Hudhaibiyyah. Kata mereka : Kenapa anda pindahkan hak anda pada orang lain saat Tahkim ? Jawab Ali ra : Kekasihku Rasulullah SAW pernah memberikan hak keputusan pada Sa’ad bin Mu’adz ra saat peristiwa bani Quraizhah, tapi keputusan beliau SAW ditaati, sementara keputusanku kalian dustakan. Maka sebagian mereka berkata : Demi Allah dia (Ali ra) benar dan kita hrs bertaubat ! Maka bertaubatlah 8000 orang dari mereka sedang sisanya 4000 orang diperangi oleh Ali ra dengan 4000 pasukannya, kata Ali ra : Demi Allah ! Aku mendengar dari kekasihku Rasulullah SAW bahwa pasukan yang terbunuh diantara kita hanya 9 orang dan mereka yang tertinggal (tidak terbunuh) hanya 9 orang saja ! Pada kelompok neo-khawarij (Khawarij modern) juga terdapat ciri yang sama, mudahnya mereka mengkafirkan kelompok di luar kelompok mereka, tanpa tahu secara mendalam tentang kelompok yang mereka kafirkan tersebut (karena mereka tidak pernah membaca tentang kelompok diluar mereka tersebut, kecuali berdasarkan fatwa guru-guru mereka saja). Dan mereka dipimpin oleh orang-orang yang memang bukan ahli syari’ah, melainkan hanya sebagian orang yang masih baru belajar ilmu syari’ah dan sama sekali belum memenuhi syarat untuk berfatwa.

    5. Meremehkan orang lain dan merasa diri paling benar: Mereka kagum pada pendapat sendiri dan menafsirkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pikiran mereka dengan menolak untuk mengambil pendapat para imam salafus shalih. Pada jenis neo-khawarij saat ini, pendapat salafus-shalih ini dimonopoli oleh mereka sendiri, orang-orang yg mengaku sebagai SALAFI ini seolah-olah hanya mereka saja yang menjadi representasi dari salaf dengan penafsiran mereka, mereka lupa bahwa dalam syari’at dari masa salaf sampai sekarang tetap ada perbedaan pendapat yang tidak dapat disatukan dalam masalah furu’ syari’ah, sampai-sampi Imam Malik rahimahullah menolak ketika kitabnya al-Muwaththa ingin dijadikan referensi induk oleh Khalifah dengan mengatakan : “Wahai amirul mukminin, sesungguhnya para sahabat Rasulullah SAW telah berpencar ke berbagai pelosok dengan pendapatnya masing-masing, maka bagaimana mungkin engkau akan memaksa kaum muslimin untuk hanya mengikuti satu pendapat ?!”

    BAGAIMANA JIKA TERPAKSA BERDEBAT DENGAN MEREKA

    1. Pilih orang yang memiliki kefahaman syari’ah untuk berdiskusi dengan mereka:
    * Ibnu Abbas ra sengaja mendatangi mereka dengan pakaian yang indah, lalu mereka mencibir lalu kata Ibnu Abbas : “Katakanlah siapa yang mengharamkan perhiasan yang indah-indah …” (QS 7/32)

    * Umar bin Abdul ‘Aziz ra pernah berdiskusi dengan mereka lalu diminta oleh mereka untk melaknat leluhurnya (Bani Umayyah) maka jawab Ibnu Abdul ‘Aziz ra : Coba sebutkan dalilnya kita harus melaknat Fir’aun jika ada ?! Jawab mereka : Tidak ada ! Maka kata Ibnu Abdul Aziz : Kalau demikian apalagi terhadap orang yang lebih baik dari Fir’aun !

    2. Berhati-hati pada sifat seperti mereka. Hendaknya kita merenungkan pendapat Imam Syafi’i rahimahullah ketika berkata: Ra’yii shawab walakin yahtamilul khatha’, wa ra’yu ghairii khatha’ walakin yahtamilush shawab (Pendapatku benar tapi mengandung kesalahan, sementara pendapat orang lain salah tapi tetap mengandung kebenaran). Kalau beliau saja yang demikian luas ilmunya demikian menghargai pendapat orang lain, maka bagaimana pula dengan kita ?!

    3. Pilihlah dialog dengan cara yang terbaik. Jelaskan bahwa benar pendapat salaf itu merupakan kewajiban semua kaum muslimin untuk mengikutinya, karena jika tidak maka mereka akan sesat, tetapi adalah na’if jika menganggap bahwa yang berhak menafsirkan salaf itu hanya monopoli suatu kelompok saja, lalu memvonis kelompok lain sebagai sesat dan menyimpang. Diperlukan diskusi mendalam diantara berbagai kelompok kaum muslimin untuk mendekatkan diantara berbagai pemikiran yang berkembang yang ingin kembali kepada pemikiran salafus shalih.

    4. Belajar Islam dengan pemahaman yang mendalam. Hendaknya kita mempelajari Islam secara mendalam, sehingga diakui secara ilmiah kepakaran kita dan kita memiliki wawasan ilmu keislaman yang luas, terutama dalam aspek Fiqh al-Ikhtilaf dan Muqarranat al-Madzahib.

    “Aku tidak mengetahui ni’mat mana yg lebih besar yg dikaruniakan Allah padaku: Apakah ni’mat pemahaman Islam yg mendalam ini atau ni’mat dijauhkan dari bid’ah” (Ibnu Taimiyyah)

  50. mudah2an dakwah salafy menyebar dengan kualitas yang baik dan tidak tepengaruh dengan pandangan2 yang memojokkan dakwah salafy.amin

  51. Abu salafy – salaful kholaf:
    Koment anda cantik membawa nukilan dari ibnul jauzy, tapi taukah anda, sudah bacakah anda isi dari kitab beliau Talbis Iblis?? Baca deh, bagaimana disana ada cerita ttg syi’ah yang merupakan bagian dari hidup anda…baca dan fahami dengan baik ya….
    sekian saran saya…

  52. iya betul teruskan dakwah salafiyah .yg benar2 sesuah ALQUR’AN DAN sunah. bukan dakwah sekte wahabi WAHABI.
    oya ma’af mungkin taun depan tuhan punya kartu kredit biar bisatranser rizki kalo ada wahabi berdo’a.ma’af guyon mas wahab jangan gak sakit hati.ya!

  53. Salam abu salafy,.semoga Rahmad Allah tercurah kpd antum dan kita semua.ilmiah dan tepat uraian antum dlm menjawab masail2 yg ada pd salafy wahabi.banyak dr pengikut salafy adalah org2 yg baru melek,dahulunya tak pernah belajar islam tau2 baru tahu sedikit memvonis org lain bid’ah,.tdk sunnah.memakai gelar nama dr daerahnya seakan ulama besar..(tanpa senyum).maju terus abu salafy,.umat ini tetap mendukung antum…

  54. Memang harus objektif dalam bersikap. kebenaran itu sangat jelas

  55. pak abdulloh n pak abaz zahro, saya mengcopy postingan antum. boleh ya?

  56. kalau agama syi’ah sesat nggak abu salafy ? menurut agama Syi’ah orang yang shalat dan mengucapkan amin setelah membaca Al-Fatihah shalatnya tidak sah, yang meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri shalatnya tidak sah. yg lebih hebat lagi tidak syi’ah kalau tidak berdusta, karena 9/10 agama syi’ah adalah dusta (taqiyyah), padahal agama Islam ini adalah agama yg HAQ. imam2 nya lebih kuasa dari Allah, menghalalkan pelacuran dengan bahasa nikah mut’ah, padaha telah diharamkan Allah,bahkan Ali r.a pun mengharamkannya, rukun islam, rukun iman, bahkan Al-qur’an Syiah 17000 ayat dan menganggap Al-Qur’an yg di imani Ahlussunnah wal jamaa’ah telah di tambah dan banyak dikurangi. padahal Allah telah menjamin millah nya sampai hari kiamat, dgn banyaknya hafizh2 Al-Qur’an salah satunya.

  57. saya sedih dengan keadaan umat setelah membaca komentar komentar di blog ini. mengapa kita tidak berprasangka baik pada saudara kita? untuk saudara saudaraku salafy, antum tahu tentang etika mengkritik kan?
    1. tidak menyebabkan madlorot yang lebih besar
    2. tidak mencemarkan nama baik saudara muslim

  58. SESAMA WAHABI COMMUNITY ( WC ) AJA SALING MENGKAFIRKAN…MENYESATKAN…GAK AKUR…

    CONTOH RAJA KALIAN BIN SAUD…TOKOH PELOPOR WAHABI COMMUNITY ( WC )….

    SAMA AMERIKA, YAHUDI, INGGRIS…UKHUWAHNYA INDAH BANGET….

    GAK ADA ORANG KAPIR YANG DATANG MENEMUI RAJA DIBILANG KAPIR !!!! MALAH DIJAMU…. TERUS DIKASIH MINYAK BUAT NYERANG NEGARA LAIN….HEHEHEHEHEEE

    NAH LU SESAMA WAHABI … SESAMA ISLAM…SALING MENGKAFIRKAN… MENYESATKAN…GAK AKUR…

    DASAR WAHABI DODOL….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s