Mufti Wahhâbi-Salafy Mengafirkan Nabi Ya’qub as. Dan Melegalkan Pembangkangan Iblis!

Gara-gara terlalu sempit ilmu dan pemahaman agamanya tapi nekad jadi mufti, maka pasti akan sesat dan menyesatkan… pasti akan mengatakan ini halal dan itu haram dengan tanpa dasar dan bukti Syari’at yang benar… yang itu kafir yang ini musyrik… itu kira-kira gambaran yang dapat kita saksikan dari banyak mufti-mufti resmi kerajaan bermazhab Wahhâbi-Salafy yang menguasai dua kota suci kaum Muslimin; Mekkah dan Madinah….

Kali ini kita akan menyoroti fatwa sesat lagi menyesatkan yang diluncurkan mufti setengah alim setengah awam tapi merasa paling alim dan dikultus setinggi laingit oleh kaum yang sok anti kulus… Dia adalah sang Mufti Agung Wahhabi-Salfy Abdul Aziz bin Bâz.

Perhatikan fatwa dangkal dan pas-pasan Bin Bâz di bawah ini:

من كتاب التوسطُ والاقتصادُ في أن الكُفرَ يكونُ بالقولِ أو العملِ أو الاعتقادِ :

” وقال الشيخ عبدالعزيز بن باز كما في مجلة الفرقان الكويتية ، العدد(94) : الذَّبحُ لغيرِ الله ، والسُّجود لغير الله ،كفرٌ عمليٌّ مُخرجٌ من الملَّة، وهكذا لو صلَّى لغير الله أو سجد لغيره سبحانه ، فإنَّه يكفر كفراً عمليَّاً أكبر- والعياذ بالله – وهكذا إذا سبَّ الدِّين ، أو سبَّ الرَّسول ، أو استهزأ بالله ورسوله ، فإنَّ ذلك كفرٌ عمليٌّ أكبر عند جميع أهل السُّنَّة والجماعة “.

Dari kitab at Tawassuth wa al Iqtishâd …. :

Berkata Abdul Aziz bin Bâz –seperti dalam majalah al Furqân-Kuwait, edisi 94:

“Menyembelih bukan untuk Allah, sujud bukan untuk Allah adalah kekafiran praktis yang mengeluarkan dari agama. Demikian juga jika shalat untuk selain Allah atau sujud untuk selain Allah SWT, sesungguhnya ia adalah kekafiran secara praktis dengan kekafiran terbesar (yang mengeluarkan dari agama)–semoga kita dilindungi oleh Allah-.

Begitu juga jika mencela agama,atau mencela Rasul, atau mengejek-ngejek Allah dan Rasul-Nya, semua itu adalah kekafiran praktis menurut seluruh Ahlus Sunnah wal Jama’ah.”

Abu Salafy:

Coba perhatikan fatwa dangkal si mufti pas-pasan ini… ia tidak menyadari bahwa redaksi fatwa yang ia pilih yang tentunya mencerminkan akidah ngawurnya itu telah menvonis kafir seorang Nabi mulia Ya’qub as.

Allah berfirman:

{ وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا }(يوسف/100).

Redaksi dalam ayat di atas menegaskan bahwa Nabi Ya’qub as. bersujud lahu (kepada Yusuf as.)

Demikian pula dengan para malaikat yang ta’at kepada perintah Allah SWT dengan bersujud li Âdam (untuk Adam).

Jadi dengan demikian Iblis-lah yang benar dalam sikap pembangkangannya atas perintah Allah untuk sujud kepada Adam as.!!

Sebab –dengan dasar fatwa Bin Bâz- Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berbuat kafir!!!

Inilah akibat dari kejahilan dan fatwa-fatwa mufti jahil… Dia sesat lagi menyesatkan!!!

Iklan

52 Tanggapan

  1. Memang benersih kalau disimpulkan begitu, walaupun nanti bocah-bocah salafi mengelaknya!!!!!!!
    makasih ustadz atas infonya

  2. Jika ana baca artikel2 dlm website ini dan beberapa blok yang serupa, Masya’Alloh…..ini semua fitnah keji dan luar biasa kepada salafy (yg mereka istilahkan wahabi) karena kedengkian mereka.

    Sungguh kedengkian telah membutakan mereka dari kebenaran.

    Wallohu A’lamu bi showab.

    Zaenal

    ___________
    Abu Salafy

    Jika kebangkrutan dalil wahabi/salafy selalu menuduh “Fitnah”, Buat mas zaenal tolong buktikan tuduhan anda!

  3. abu salafy ….abu salafy ketawa saya melihat kekonyolan anda ini disini syaikh bin baz mengatakan

    “Menyembelih bukan untuk Allah, sujud bukan untuk Allah adalah kekafiran praktis yang mengeluarkan dari agama. Demikian juga jika shalat untuk selain Allah atau sujud untuk selain Allah SWT, sesungguhnya ia adalah kekafiran secara praktis dengan kekafiran terbesar (yang mengeluarkan dari agama)–semoga kita dilindungi oleh Allah-.

    Begitu juga jika mencela agama,atau mencela Rasul, atau mengejek-ngejek Allah dan Rasul-Nya, semua itu adalah kekafiran praktis menurut seluruh Ahlus Sunnah wal Jama’ah.”

    apkah anda tidak bisa memahami perkataanya bin baz ra begitu jelasnya dan begitu mudah dimengerti sesagala sesuatu ibadah baik segala macam perkara yang menyangkut ibadah hanyalah untuk allah saja
    dan firmanYa :” tidaklah ku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahku saja.:”

    dan saya rasa anda ini hanyalah kurang faham tentang dien ini maka nya akhi jangan menjadi kanibal terus tuluskan lah niatmu untuk menuntut ilmu janganlah mersa puas apakah kamu ini hebat sehingga kamu berkawajiban berdakwah apakah kamu tidak takut apa yang kamu buat akan kamu pertanggung jawabkan di kiamat nanti.

    saya jelaskan ,mudah-mudahan allahlah yang memberi taufiq

    Redaksi dalam ayat di atas menegaskan bahwa Nabi Ya’qub as. bersujud lahu (kepada Yusuf as.)

    Demikian pula dengan para malaikat yang ta’at kepada perintah Allah SWT dengan bersujud li Âdam (untuk Adam).

    Jadi dengan demikian Iblis-lah yang benar dalam sikap pembangkangannya atas perintah Allah untuk sujud kepada Adam as.!!

    semua yang dilakukan ya’qub atau pun malaikat itu ada unsur syar’i yaitu perintah allah dan karena allah benarlah yang dikatakan binbaz ra dan tidak ada yang mencelanya kecuali orang-orang yang bodoh,,,,,,,,,,,,

    __________________

    Abu Salafy:

    Akhi tawadhu’ -semoga Allah membuka pikiran kita semua- saya hanya minta Anda memperhatikan kembali redaksi fatwa Ben Baz yang saya sebutkan…. dan kemudian bandingkan dengan redaksi ayat tentang sujudnya Nabi Ya’qub as. dan sujudnya para malaikat! Redaksi yang digunakan sama-sama:السجود ل (sujud kepada/untuk)!

    Jika Anda beranggapan bahwa yang dilakukan Nabi Ya’qub as. dan para malaikat itu sah-sah saja karena ada perintah Allah maka pertanyaannya di sini adalah jika sujud kepada/untuk selain Allah itu kekafiran dan syirik, mungkinkah Allah memerintahkannya? dan apakah ia akan berubah menjadi inti Tauhid?

    jadi saya harap Anda mau merenung sekali lagi!!

    Wassalam.

    • mas abu- semoga kita berlindung dari amal yang jelek semoga kita dituntun kepada faham dien ini

      saya merasa kita tidak faham mengenai dakwah salah kaprah mas abu mengatakan ini itu tanpa ada tujuan atau dakwah nya seperti apa bisa nya cuma menyangkal tanpa membawa dalil dan saya mencoba untuk meluruskan pemahaman anda sejauh mana pemikiran yang anda sebut ahlulssunnah…?

      wahai akhi abu bukankah anda tahu sunnah ataupun dalil dalam alqur’an dan manusia itu kafir sesuai dengan tingkatan nya ada yang keluar atau pun tidak bukann saya yang berkata tapi allah dan rasul nya dan menurut saya binbaz ra mengatakan ini dan itu tentu pakai dalil dan dalil anda mana yang melegalkan “Menyembelih bukan untuk Allah, sujud bukan untuk Allah adalah kekafiran praktis yang mengeluarkan dari agama. Demikian juga jika shalat untuk selain Allah atau sujud untuk selain Allah SWT, sesungguhnya ia adalah kekafiran secara praktis dengan kekafiran terbesar (yang mengeluarkan dari agama)–semoga kita dilindungi oleh Allah-.

      Begitu juga jika mencela agama,atau mencela Rasul, atau mengejek-ngejek Allah dan Rasul-Nya, semua itu adalah kekafiran

      menurut pemahaman ahlul sunnah memang demikian saya bertanya kepada anda bagaimana tentang penyimpangan aqidah kaum musrikin yang menyembah berhala dan mengatakan sesungguhnya kami berbuat demikian agar kami lebih dekat kepada allah Swt…..?

      anti takfiriyyin, mas NU ya baiklah saya hanya menyampaikan usulan dan bertanya juga kepada anda gimna umar bin hattab bertawassul kepada paman nabi Saw dan mengatakan sesungguh kami bertawassul kepadamu karna sesungguh nya rasulluh telah tiada ..?

      apakah menurut anda pada masa sahabat tidak banyak rintangan ataupun masa musim panas sehingga mareka hanya bertawassul kepada yang hidup yaitu paman beliau dan berdo’a memintakan hujan kepada Allah SWt…..

      padahal kuburan nabi Saw jaraknya cuma berbera meter apa yang membuat mareka terhambat untuk melakukan nya saya rasa tidak ada, tidaklah islam melarang tawassul hanya saja dengan yang syar’i yaitu kepada manusia yang alim lg masih hidup bukan mati saudara Nu,

      coba anda jawab …..?
      dan mengenai tawssul

      • soal tawasul umar…

        “wahai Allah.., sungguh kami telah mengambil perantara (bertawassul) pada Mu dengan Nabi kami Muhammad saw agar kau turunkan hujan lalu kau turunkan hujan, maka kini kami mengambil perantara (bertawassul) pada Mu Dengan Paman Nabi Mu (Abbas bin Abdulmuttalib ra) yg melihat beliau sang Nabi saw maka turunkanlah hujan” maka hujanpun turun dg derasnya.

        coba baca & perhatikan redaksionalnya…. tidak ada dikatakan “karna sesungguhnya rasul sudah tiada” seperti yang anda tulis….

        kenapa justru umar tidak menyebut nama abbas langsung? melainkan menyematkan embel2 paman nabi, yang pernah melihat nabi?

        esensinya justru umar sebenarnya sedang bertawassul melalui perantaraan nabi, dengan menyebut orang yg dekat kepada nabi (keluarga nabi).. karena nabi adalah mahluk termulia disisi Allah..

        kalau anda berpendapat tawassul hanya boleh kepada yang hidup.. justru anda sedang mengarah kepada sesuatu fahaman yg berbahaya… karena pada intinya.. bukan karena sesuatu itu hidup atau mati.. melainkan bi idz nillah..

        apakah benar yg mati tidak memberi manfaat..??

        sedikit perumpamaan…
        A adalah sahabat bapaknya B (yg sudah meninggal)
        A merantau kemudian menuju kerumah B utk mohon bantuan…

        A berkata :
        1. saya adalah teman dekat bapak anda, mohon beri saya bantuan
        2. saya sedang merantau , saya mohon bantuan

        dari dua permintaan diatas… mana yg kansnya akan lebih dikabulkan oleh B…

        silahkan direnungkan dengan fikiran jernih…

        kepada Abusalafi mohon maaf sudah OOT…

        sering saya temui.. kebiasaan pengikut faham sawah.. suka tidak fokus & merubah2 topik jika terdesak..

    • assalamu’alaikum….
      akhi tawadhu,silahkan anda berdebat dengan zuriyah-zuriyah rasul seperti habib ttg kesesatan wahhabi…coba anda berfikir,pendiri wahhhabi adl muhammad abd wahhab yg bapak dan saudara kandungnya saja tidak mengakui muhammad adl mujtahid.dr situ coba anda bayangkan,ayahnya saja tidak mau menerima fahamnya,berarti wahhabi itu SESAT LAGI MENYESATKAN.dan patut anda catat,organisasi wahhabi sejak pertama lahir selalu meminta “boncengan” pemerintah agar dakwahnya bs diterima dg paksaan oleh rakyat pemerinyah itu sendiri,dan mereka dibantu oleh Inggris.sudahlah kita tdk ribut ttg ini,kita ini satu aqidah.maaf kalau perkataan saya lancang..afwan
      untuk abu salafy,trs lah menjadi pengikut ahlul sunnah wal jama’ah..jgn ragu!

  4. MAS ZAENAL MANA YANG FITNAH DI SINI, AKAPAK KALAU KALIAN SUDAH DIBONGKAR OLEH PAK ABU KALIAN KEBAKARAN JENGGOT KELABAKAN LALU NUDUH FITNAH!!! KEJI!!! SEMENTARA KALAU ULAMA KALIAN MENGAFIRKAN KAUM MUSLIMIN LAIN YANG BERTAWASSUL MISALNYA SEPERTI KAMI ORANG-ORANG NU MISALNYA KALIAN NGOTOT MENGATAKAN BAHWA KAMI MEMANG SUDAH KAFIR ALIAS MUSYRIK GARA-GARA MENYEMBAH NABI ATAU WALI ALLAH… MBOK DIPIKIR DULU MAS ZAENAL KALAU MAU NULIS DI SINI… MALU-MALUIN AJA!!!!

  5. mas abu tes……tes….. komen ana ga ditampilkan kenapa.? ADA YANG SALAH YA …….?

    __________
    abu salafy:

    Perlu anda ketahui ini bukan blog wahabi/salafy yang hobi mendelete komen pembaca.
    Silahkan membaca informasi -ini-

  6. mas abu- semoga kita berlindung dari amal yang jelek semoga kita dituntun kepada faham dien ini

    saya merasa kita tidak faham mengenai dakwah salah kaprah mas abu mengatakan ini itu tanpa ada tujuan atau dakwah nya seperti apa bisa nya cuma menyangkal tanpa membawa dalil dan saya mencoba untuk meluruskan pemahaman anda sejauh mana pemikiran yang anda sebut ahlulssunnah…?

    wahai akhi abu bukankah anda tahu sunnah ataupun dalil dalam alqur’an dan manusia itu kafir sesuai dengan tingkatan nya ada yang keluar atau pun tidak bukann saya yang berkata tapi allah dan rasul nya dan menurut saya binbaz ra mengatakan ini dan itu tentu pakai dalil dan dalil anda mana yang melegalkan “Menyembelih bukan untuk Allah, sujud bukan untuk Allah adalah kekafiran praktis yang mengeluarkan dari agama. Demikian juga jika shalat untuk selain Allah atau sujud untuk selain Allah SWT, sesungguhnya ia adalah kekafiran secara praktis dengan kekafiran terbesar (yang mengeluarkan dari agama)–semoga kita dilindungi oleh Allah-.

    Begitu juga jika mencela agama,atau mencela Rasul, atau mengejek-ngejek Allah dan Rasul-Nya, semua itu adalah kekafiran

    menurut pemahaman ahlul sunnah memang demikian saya bertanya kepada anda bagaimana tentang penyimpangan aqidah kaum musrikin yang menyembah berhala dan mengatakan sesungguhnya kami berbuat demikian agar kami lebih dekat kepada allah Swt…..?

    anti takfiriyyin, mas NU ya baiklah saya hanya menyampaikan usulan dan bertanya juga kepada anda gimna umar bin hattab bertawassul kepada paman nabi Saw dan mengatakan sesungguh kami bertawassul kepadamu karna sesungguh nya rasulluh telah tiada ..?

    apakah menurut anda pada masa sahabat tidak banyak rintangan ataupun masa musim panas sehingga mareka hanya bertawassul kepada yang hidup yaitu paman beliau dan berdo’a memintakan hujan kepada Allah SWt…..

    padahal kuburan nabi Saw jaraknya cuma berbera meter apa yang membuat mareka terhambat untuk melakukan nya saya rasa tidak ada, tidaklah islam melarang tawassul hanya saja dengan yang syar’i yaitu kepada manusia yang alim lg masih hidup bukan mati saudara Nu,

    coba anda jawab …..?
    dan mengenai tawssul

    ____________________

    Abu Salafy:

    Akhi tawadhu’ (semoga Allah membimbing kita ke jalan-Nya)… Tolong perhatikan kembali baik-baik apa yang saya tulis dalam kritikan saya atas Ben Baz! Saya hanya fokuskan pada poin: as Sujud Li Ghairillah! bukan pada poin lainnya.

    Bukankah para malaikat bersujud kepada selain Allah? Bukankah Nabi ya’qub as. bersujud kepada selain Allah? Itulah mas intinya bahwa kaum Wahhabi melalui mufti-mufti mereka tidak jeli dalam meneliti masalah agama! Tidak semua sujud itu identik dengan penyembahan! Jika menurut Ben Baz (dan kaum Wahabi) itu identik dengan penyembahan lalu bagaimana mereka menyikapi kasus-kasus yang saya sebutkan tadi?

    Masalah tawassul, sedikit saya ingin katakan di sini: Apakah bertawassul kepada orang yang sudah mati itu syirik sementara jika bertawassul kepada orang yang masih hiudp tidak syirik bahkan inti iman yang diajarkan agama? Lalu di mana letak kesyirikannya mas?

  7. akh, kenapa antum benci dengan syaikh bin Baz. bukankah para ulama di dunia ini sudah mengakui keilmuan beliau?semoga Alloh Ta’ala memberikan antum kebaikan.dan janganlah membenci sesuatu itu secara berlebihan,semoga antum lebih banyak lagi belajar daripada mencela.semoga Alloh membukakan pintu hati antum untuk menerima dakwah ahlus sunnah wal jama’ah.

    _________
    abu salafy:

    Apa mengkritik pendapat ulama wahabi/salafy (bin baz dll) dianggap membenci? kalo begitu stop saja buku-buku ulama dan ustad-ustad salafy/wahabi yang mengkritisi (bahkan mengkafirkan/mensyirikkan/membid’ahkan ulama ahlussunnah)

  8. tawadhu’ ini salah satu org bego yg sok pinter.

  9. Ilmu di balas ilmu, dalil dibalas dalil bukan dengan tuduhan.

  10. Abu Salafy inilah yang sesat.
    Bagaimana dia memahami kata sujud yang disampaikan oleh Ibnu Baaz seperti sujudnya Nabi Ya’qub as dan malaikat. Silakan merujuk buku-buku tafsir tentang arti sujud ini. Tidak ada satupun yang mengartikan sujudnya Nabi Ya’qub as dan malaikat sebagai sujud kekafiran.
    Justeru Abu Salafy-lah yang memaknai sujudnya Nabi Ya’qub as dan malaikat ke Nabi Adam as seperti itu. Padahal tidak ada satu ulama pun yang memaknai seperti itu.

    ______________________

    Abu Salafy:

    Itulah mas inti masalahnya… Imam Wahabi: Ben Baz tidak pandai menggunakan redaksi sehingga ia menyebutkan as Sujud lil ghair.
    Kalau logika Abu Salafy ini demikian, demi Allah, Abu Salafy juga menyesatkan imam-imam lain.

  11. Bin Baz dan juga Ibju Taimiyah yang menilai Sayyidina Ali bin Abu Thalib telah mengeluarkan banyak fatwa yang bertentangan dengan nash, saya kira itu karena mereka konsisten dengan cara penafsiran yang tekstual (berbeda dengan cara sayyidina Ali dan para sahabat yang lain dalam memahami ajaran Islam). Tapi sampai sekarang saya belum mendapatkan penjelasan dari para wahabiyun, bagaimana mereka menafsirkan ayat yang artinya: “Orang yang buta di dunia, akan tersesat di akhirat”. Bagaimana pula Bin Bazz yang buta itu memahami ayat tsb, mengingat kelompok wahabi itu anti tak’wil ?

  12. Pada masa hidup Imam Al Ghazali ada satu kaum yang kebodohannya mirip dengan Ben Baz ini. Kaum tersebut adalah kaum Talimiyah. (lihat al Munqidz Minan Dlolal karya Imam Al Ghazali). Mereka mencuri Hajar Aswad dan menyembunyikannya selama hampir 15 tahun. Yang menjadi alasan kaum jahil quadrat ini kurang lebihnya sama seperti yang di fatwakan oleh ulama jahil quadrat wahabi yaitu untuk menyelamatkan Aqidah Islam dari kemusyrikan. Mereka beralasan supaya umat Islam tak menyembah batu hitam, sementara penghancuran sejarah yang dilakukan Wahabiy adalah agar orang Islam bisa dicegah kemusrikannya dari Tawasul dan terhindar menjadi quburiyin (penyembah quburan) bagi peziarah) dan terhindar dari kelakuan Nasrani yang mempertuhankan Nabinya bagi yang suka Sholawatan dan Maulid. Tapi semua fitnah tersebut disbabkan oleh kebodohan dan takut kehilangan dunya. Maklum bagi seorang buta macam Ben Baz kan lebih enak jadi Mufti yang gajinya petro dollar serta tinggal di Istana mewah, daripada menentang tuan mereka keluarga Suud dan Amerika klo mententang bisa2 terlempar menjadi pengemis jalanan

  13. Semoga Alloh , memberi petunjuk kepada Abu Salafy ke jalan yang lurus jalannya Nabi, syuhada, sholihin. Jalannya Ahlus sunnah wal jama’ah

    • salafi pancen edan,
      memposisikan diri kaya sahabat rosul, dengan mudahnya kembali pada la.qur’an dan hadits kemudian dilogika sendiri…
      dasar dangkallllllLLLL

  14. hari gini wahabi masih kagak malu ngkau ahlusunnah ?PRETTT..sesat faham wahabi atau salafi gadungan

  15. abu salafy,sepertinya pengetahuan anda dalam bahsa arab&tafsir masih sangat dangkal,saya sarankan anda untuk kembali membaca kitab2 tafsir dan mempelajari arti dasar kata: سجد .

    Abu Salafy:

    Memang saya masih jahil bahara Arab, jahil tafsir dan masih dangkal tidak seperti Anda yang telah bertabahhur (mendalami ilmu agama) dan ilmu para nabi terdahulu.
    tapi coba Anda baca lagi artikel kami yang memuat fatwa Wahabi itu dan bandingkan denga redaksi Al Qur’an tentang sujudnya malaikat dan nabi ya’qub, setelahnya Anda pasti tau kesalahan Imam Wahabi dalam fatwa itu.
    Wassalam

  16. Abu salafy, tak ad gunanya memaksakn diri mngajak mereka. Hidayah hanya Allah yg sanggup memberi, kita hanyalah perantara. Antum sudah tahu yg benar. Brsyukurlah. Tak ada pertanggungnjwb jika org yg kita seru pada kebenaran tidak jua berubah. Untuk saudara2 salafy, seandainya sj anda benar, tak perlulah utk mrendahkan sesama muslim. Rasul sj tak senang dgn sahabat2ny yg mghina dan mrendahkan tawanan perang badar, pdhal saat itu mereka berada dlm puncak kemenangan. Tapi seandainya anda telah menganggap kami kafir dan hanya anda yg muslim, maka berpeganglah pd: untukmu agamamu, untukku agamaku.

  17. Antum mungkin benar menurut kesimpulan dan “pengikut” yang sepikiran dengan antum,mungkin saja bin baz benar menurut pemikiran dan pengikut bin baz. tapi apakah kita mesti bermusuhan yang mungkin jika bertemu bisa saling berbantaian…….na’udzubillahimin dzalik.
    Ingat selama kita tidak menyembah selain Allah SWT dan orang lain menjadi saksi kita masih beriman kepada Allah SWT,kita tetaplah saudara………
    Masih banyak PR yang mesti kita rampungkan,menjaga pribadi masing-masing untuk tetap berada dijalan Allah SWT hingga akhir.dan menyiapkan generasi yang akan kita tinggalkan dengan ilmu dan kebijaksanaan serta menghargai pendapat orang lain apalagi ulama**.
    Beliau meski diuji dengan kebutaan tetapi banyak toh fatwanya yang benar dan diikuti.malah dipercaya menjadi “mufti” dan dikenal oleh banyak penuntut ilmu.
    Kita apa??????? mungkin tidak sapai seribu orang mengenal kita sebagai pencari kebenaran.
    Kebiasaan mengkafirkan menurutku hanya sisi buruk sifat seseorang,dan toh itu cuma pendapat mereka-mereka…….mungkin juga kita pernah menyudutkan orang lain yang tidak sesuai dengan kehendak kita.
    Semoga Allah menunjukkan kebaikan kepada kita semua.
    Sedikit,barangkali….aku pernah berguru pada ulama nahdiyyin (guru terbanyakku),muhammadiyyah,persis,al irsyad,pernah juga mengikuti kajian ulama salafy dan ikut dengan daurohnya para habib……
    beliau semua sepakat “siapapun ulamanya jika mengajarkan kebaikan kita terima dan amalkan yang buruk kita lupakan dan buang jauh**,dengan tetap menghargai ulama** yang menjadi guru kita”

  18. bagaimana mungkin orang yg jahil bhs. arab mendebat ulama yang fasih bhs.arab!!!!! hanya orang jahil sj yg melakukan dan membenarkanx, ya allah aku berlindung kepadamu dari kejahilan dan orang2 jahil. abu salafy mengatakn syaikh bin bazz mufti pas2an, ternyata dirinya sendiri pas2an sj gak nyampe (jahil), ibarat seperti seorang gila yg berkata mnunjuk kepada orang yg waras “kamu itu gila” padahal yg gila adalah dirinya, apakah ini bisa diterima, ambillah pelajaran wahai orang2 yang berakal!!!!

    • LA wong ulama salafi dangkal,
      coba pikir, siapasih yang diikuti ulama salafi, semu MENGATAKAN kembali pada quran dan hadis, tapi di logika sendiri.

    • WAHABI MEMANG DONGO BIN TOONG, GA TAU KALO ITU ADALAH SIFAT TAWADU.

  19. (abu Salafy:
    Memang saya masih jahil bahara Arab, jahil tafsir dan masih dangkal)….. dia telah mengakuidirinya jahil , setau sy orang gila sja ga pernah mengaku gila,!! bagaimana jadinya kalau ilmu agama diambil dari orang yang jahil b.arab, jahil tafsir dan dangkal ilmu, orang yang berakal sehat tidak akan mengambil ilmu dr orang jahil !!! ” ilmu itu adalah agamamu maka lihatlah dari mana kamu mengambil ilmu tersebut”

  20. Tawasul memang ok….
    Riwayat yang mengisahkan tawassulnya Nabi Yusuf as kepada Rasulallah saw. , waktu beliau didalam sumur, At-Tsa’labi mengisahkan:

    “Pada keempat harinya waktu Nabi Yusuf a.s. berada didalam sumur, Jibril a.s. mendatanginya dan bertanya: ‘Hai anak siapakah yang melempar engkau kesumur’? Jawab Yusuf as: ‘Saudara-saudaraku’. Jibril as. bertanya lagi: Mengapa? Yusuf as berkata: ‘Mereka dengki karena kedudukanku di depan ayahku’. Jibril as. berkata: ‘Maukah engkau keluar darisini’? Yusuf a.s.berkata mau. Jibril as berkata: ‘Ucapkanlah (do’a pada Allah swt.) sebagai berikut’: ‘Wahai Pencipta segala yang tercipta, Wahai Penyembuh segala yang terluka, Wahai Yang Menyertai segala kumpulan, Wahai Yang Menyaksikan segala bisikan, Wahai Yang Dekat dan Tidak berjauhan, Wahai Yang Menemani semua yang sendirian, Wahai Penakluk yang Tak Tertakluk kan, Wahai Yang Mengetahui segala yang gaib, Wahai Yang Hidup dan Tak Pernah Mati, Wahai Yang Menghidupkan yang mati,Tiada Tuhan kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, aku bermohon kepada-Mu Yang Empunya pujian, Wahai Pencipta langit dan bumi, Wahai Pemilik Kerajaan, Wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, aku bermohon agar Engkau sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, berilah jalan keluar dan penyelesaian dalam segala urusan dan dari segala kesempitan, Berilah rezeki dari tempat yang aku duga dan dari tempat yang tak aku duga ‘ “.

    Lalu Yusuf a.s. mengucapkan do’a itu. Allah swt. mengeluarkan Yusuf a.s. dari dalam sumur, menyelamatkannya dari reka-perdaya saudara-saudara nya. Kerajaan Mesir didatangkan kepadanya dari tempat yang tidak diduganya”. ( At Tsa’labi 157, Fadhail Khamsah 1:207).

    Padahal saat itu Rasulullah saw belum terlahir ke dunia.

    Do’a masih akan terhalang bila orang yang berdo’a tersebut tanpa bertawassul dengan bersholawat pada Nabi saw.. Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib kw. berkata:

    ‘Setiap do’a antara seorang hamba dengan Allah selalu diantarai dengan hijab (penghalang, tirai) sampai dia mengucapkan sholawat pada Nabi saw.. Bila ia membaca sholawat, terbukalah hijab itu dan masuklah do’a.’ (Kanzul ‘Umal 1:173, Faidh Al-Qadir 5:19)

    Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib kw. juga berkata, Rasulallah saw. bersabda:

    “ Setiap do’a terhijab (tertutup) sampai membaca sholawat pada Muhammad dan keluarganya”. ( Ibnu Hajr Al-Shawaiq 88 )

  21. lucu kayak pelawak abu salafy .ia mencela dirinya sendiri tapi berani berkata ia lebih hebat dari para ulama.kalah kali pelawak.ga lucu tau .ana tanya apa beda orang muslim yang sujud ke kiblat(ka’bah) dengan orang kristen yang menyembah salib atau orang budha,hindu yang sujud pada patung??bukankah sama2 menyembah benda??
    jawab:
    kaum muslimin sujud ke ka’bah itu karena dalil dari Al Qur’an dari perintah Allah sama seperti malaikat yang sujud kepada nabi Adam atas perintah Allah itu bukan malaikat menyembah Adam tapi atas perintah Allah malaikat sujud pada Adam.sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. faham??

    orang2 kristen,budha,hindu,bahkan orang2 musyrik quraisy menyembah patung itu tidak ada dalil bahkan Allah melarang mereka melakukan kesyirikan yang mereka lakukan.

    syaikh bin baz berfatwa dengan ilmu beliau dengan dalil bukan perasaan,dugaan2 semata .dan saya yakin pehaman antumlah(abusalafy) yang mesti dikoreksi

  22. @ muslim

    Menurut saya anda yang super lucu dalam membuat tanggapan di atas. Tudingan anda salah alamat, seharusnya tudingan itu anda tujukan kepada bin baz, yang tidak bisa membedakan batasan sujud kepada selain Allah yang terlarang dan yang dibolehkan. Ia dengan serampangan mengatakan : ”
    والسجود لغير الله كفر عملي مخرج من الملة

    “ٍSujud kepada selain Allah adalah perbuatan kufur yang mengeluarkan dari millah (Islam = menjadi kafir beneran),

    Dengan pernyataannya itu tidak salah kalau difahami bahwa Nabi Ya’qub dan Para Malaikat termasuk yang dikafirkan, karena Allah memberikan informasi bahwa ya’qub bersujud kepada Yusuf dan para malaikat jutru diperintahkan suju kepada Adam.

    Jadi yang idak memahami keragaman makna sujud adalah bin baz itu sendiri, dia meng -gebyah uyah dalam membeikan pernyataan.

    Padahal anda sendiri bisa membdakan antara sujud kepada selain Allah yang terlarang dan sujud yang tidak terlarang.

    Pendek kata pernyataan ” Sujud kepada selain Allah sebagai kekufuran yang mengeluarkan dari millah ” tanpa pengecualian -karena sujud bisa mempunyai makna yang beragam-, jelas pernyataan itu adalah perbuatan ngawur yang tidak layak keluar dari seorang mufti yang ingin didengar fatwanya.

  23. sy tdk ngerti dgn kebodohan anda …,! cb anda simak dgn benar dan teliti akan artikel saudara abu salafy

  24. abua shlafy ga salah sebenarnya,,,cuma salh ijtihad doang n nilainya 1.hehehehe

  25. Tolong konfirmasi dulu ke Syeh bin baz sebelum menuduh, apakah maksudnya sama dengan sujudnya iblis… jangan asal menilai. terlalu picik kalo cuma memahami sepenggal fatwa tanpa mengerti penjelasannya…

    • @Abu SAlma

      Kalau dikonfirmasikan ke bin Baz (Tapi ya gemana dia sudah dikubur) kan meminta kepada orang mati menurut keyakinan anda adalah syirik apa lagi mau konfirmasi, tapi saya juga faham kalau orang yang terjangkit virus wahhaby biasanya plenca-plence, di satu saat melarang keras dekat-dekat dengan kuburan, tetapi sekarang ada wahaby versi baru malah nyuruh konfirmasi pada orang yang sudah meninggal.

      Saya yakin Kalau Bin Baz masih hidup dan membaca blog ini pasti dia akan memberikan istitsna’, karena dia sadar bahwa fatwanya tidak tepat.

      Kita semua maklum kebanyakan -atau bahkan keseluruhan- orang wahhaby kan sangat hoby menganggap kafir orang lain, jadi kalau mau mengambil dalil untuk bisa mengkafirkan orang lain ya gak usah berpikir panjang, lidah asal bicara, pena asal nulis dan tanganpun asal bertindak.

      Dikritisi kesalahannya, yang mungkin kalau penulisnya sendiri akan memberikan pengecualian, tetapi antek-anteknya malah ceblang-ceblung (maaf nih bahasa belanda) mencaci maki yang memberikan penjelasan.

      Yah memang ternyata susah bicara sama orang yang dak bisa nyambung.

      Akhy Abu Salama, apakah anda senang seperti mereka ini ?

  26. Dengan redaksi di atas, secara mafhum mukhalafah bin baz telah mengkafirkan Sayyidina Ya’kub As, dan juga para Malaikat..

    padahal sujud tidak hanya berarti menyembah, para ulama terdahulu menafsirkan perintah itu datang dengan arti Lil ihtiraam, yaitu menghormati, bukan menyembah.
    dan dengan dalil ini juga diperbolehkan cium tangan kpd guru, orang tua, dan orang2 lain yang lebih tua, hanya sekedar menghormati, bukan menyembah.

    saya sanksi dgn pernyataan bahwa binbaz ulama yg kwalitasnya diakui oleh para ulama se”dunia”, jgn2 dunia mereka saja (lingkup saudi), bukan para ulama seperti dari maghrib, mesir, yaman, syiria, pakistan, dll.

    bisa saja bin baz fasih dalam hal bahasa arab, tapi mungkin hanya sebatas kalam dan lahjah saja. bukan ma’na, karena tidak sedikit orang arab yang seperti itu.

    bahkan mungkin jauh lebih mumpuni orang indonesia, musnidul ‘alam Syekh Yasin al-Fadani, Syekh Nawawi al-Bantani, dll.

  27. Dah besok ganti aja namanya dari abu salafy jadi abu jahal..Jelas melekat nama abu salafi dengan kebodohan sama sifat si abu salep,pemfitnah,jahil…ck..ck..ck…

  28. Salafi sudah terbagi dua : yang terdahulu yamg murni dan sekarang sudah ditunggangi oleh zionis israel & amerika., Maka wajib bagi kita mrmpelajari dan mengambil yang murni(baik/benar) dan memurnikannya kembali.

  29. Ya salam…lihatlah komentar2 para wahabiyun, mereka seperti kebakaran jenggot…..bahkan kata2 kasar pun tidak ragu dikluarkan….
    apakah ini yg diajarkan dalam manhaj mereka???ktnya mngikuti Rasulullah S.A.W???apakah Rasulullah S.A.W mengajarkan untuk berkata kasar ketika Beliau S.A.W di caci???orang2 awam dah bisa mnilai deh bgm manhaj wahabi……

  30. Makanya zaman sekarang jangan mudah ketipu sama
    orang-2 yang suka ngaku-2 mas !
    Sudah banyak kejadian

    1. Ngaku-2 pejabat ujung-2nya nipu
    2. Ngaku-2 PNS ujung-2nya nipu
    3.Ngaku-2 wartawan ujung-2nya nipu juga
    4. Ngaku-2 Salafy …..ujung-2nya ya nipu juga

    Aku kasihan sama bocah-2 salafi jadi-2an disini, mereka adalah korban dari si penipu Wahabi.

  31. @wahabiyyun

    Abu Salafy: Jika sujud kepada selain Allah adalah bentuk kekafiran, maka Nabi Ya’kub yg sujud kepada Nabi Yusuf adalah kafir. Demikian pula malaikat yg sujud ke Nabi Adam

    Wahabi: Sujudnya atas perintah Allah! (tegas & yakin)

    Tanya: Jadi Allah menyuruh Yakub dan malaikat utk kafir? 🙄

    ….Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (Al-A’raaf: 28)

    Otak sampeyan para wahabi memang hrs diasembling ulang.

    Salam

  32. JIN & JUN
    “Menyembah bukan untuk Allah,sujud bukan untuk Allah adalah kekafiran praktis”

    + Haaahaaaa……ini baru namanya fatwa luc u-2an praktis. Permisi mas Jun….Om Jin mohon ijin ketawa.
    Haha…hihi..huhu…
    Kata Rasullullah SAW nanti akan ada dari umatku kaum usia muda dan bodoh,mereka membaca Al Qur’an tidak melewati batas tenggorokan mereka,dan
    mereka keluar dari Islam seperti panah dari busurnya.
    Jika dikatakan mufti ini setengah alim setengah awam, Jin punya pendapat bahwa mufti ini setengah manusia setengah jin alias salafi jadi-2an.
    – Om Jin apa bedanya salafi jadi-2an dengan jin jadi-2an ?
    + Kalo jin jadi-2an adalah ngaku-2 jin tapi perilakunya tdk mirip jin beberan, sedangkan kalo salafi jadi-2an adalah ngaku salafi tapi perilakunya mirip jin beneran
    yg suka menciptakan rasa was-2,ragu-2,bingung dan permusuhan. Fatwa ini merupakan hasil perselingkuhan antara napsu dan setan jin, jelas fatwanya mendukung pembangkangan setan jin atas perintah Tuhan. Tidak mungkin to menantu tidak mendukung mertuanya yg asal jin ? hahahaha,……
    Mas Jun harus ingat fatwa wahabi/salafi soal nikah dgn Jin. Jelas to,gamblang to mantep to.

    – Om Jin aku jadi ingat sama orang yg hobinya mengingat-2 kebaikan amalnya,ibadahnya lalu diem-2 kagum pada dirinya sendiri atas amal ibadahnya.
    Ada lagi yg lebih extrim ngaku-2 orang saleh dg perform fisik dan pakaian yg serba menggambarkan seseorang yg suci,meniru gaya pakaian timteng untuk sebuah identitas dan kebanggaan paling religius dibanding yg lainnya, sekedar untuk memamerkan dirinya sepadan dg. perilaku para salafus saleh. Lalu ada lagi yg begitu sengit dan kencang menuduh kafir,bid’ah,musrik,khurofat kepada sesama muslim diluar kelompoknya, lalu orang ini tidak mau membaur menyatu dg kelompok lain ! Apakah semua ini juga hasil selingkuh antara napsu dan setan jin ? Om Jin.
    + Mas Jun …bangga diri,menepuk dada,merasa lebih dari yg lain telah menyeret nenek moyang Om jin kepada derajat kesombongan. Dulu Azazil sosok makhluk yg dekat kepada Allah, hanya karena kekaguman pada amalnya, merasa lebih pada bahan baku ciptaanya lalu dengan sombong menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam as, tiba-2 dirinya telah berubah menjadi iblis yg terkutuk.
    – Tidakkah moyangmu tahu Om Jin bahwa sujudnya para malaikat kepada Adam as, bukanlah berarti sujud menyembah. Sebab penyembahan hanya untuk Allah. Sujud disini bermakna taat,tawadlu dan merendahkan diri.Artinya seluruh malaikat bersujud dihadapan kebesaran penciptaan Adam yg penciptanya adalah Allah SWT. Yg telah menciptakan makhluk dg sempurna dan luar biasa.
    + Itulah Mas Jun, nenek moyangku mengajukan dalih yg tdk bisa diterima dan menyesatkan dirinya sendiri akibat jiwa sombong dan bangga diri.
    + Bangga diri ….itu didukung oleh setan
    Bangga diri…itu gerbang kesombongan
    Menepuk dada ….itu memanjakan hawa napsu
    Merasa lebih baik …. itu melemparkan diri dari keiklasan, takjub diri itu melepaskan jati diri manusia.

  33. Allah pernah memerintahkan nabi ibrahim menyembelih anaknya ismail,
    tanya: berarti Allah menyuruh membunuh anak sendiri?

    Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (Al-A’raaf: 28)

    semua perintah Allah wajib ditaati

    Otak sampeyan armand memang hrs diasembling ulang
    Salam

    afwan kalo kasar cuma khusus reply mas armand, semoga Allah memberi hidayah kita semua..
    NB:ana bukan wahabi ana seorang muslim yang msh belajar islam insya Allah

    • @abu ahmad

      Tatapi disini dari ahlus sunnah tidak ada yang memnfatwakan bahwa ibrahim menyembelih putranya adalah kafir, jadi kalau mungkin bin baz sempat memberi fatwa lagi mungkin ia akan berkata ” Menyembelih anak adalah kafir.” jadi coment anda malah menampar ulang wajah bin baz.

  34. taatilah Allah dan Taatilah Rasul dan ulil amri diantara kalian

  35. ANJINK KALIAN…!!!!
    JIKA KALIAN MERASA BENAR DIATAS AGAMA KALIAN, BUKAN BLOG YANG KALIAN URUSI “MENCACI SANA-SINI & MEMBUKA AIB SAUDARA SENDIRI” MELAINKAN MEMBACA AYAT-AYAT SUCI YANG KALIAN YAKINI.

    KALIAN MERASA SUNNAH, KALIAN MENUDUH BID’AH, KALIAN MENCACI SESAT & MENYESATKAN, SEDANG MULUT KALIAN LEBIH HINA DARI BANGKAI YANG DIHINAKAN TUHAN KALIAN.

    AKAL KALIAN TIDAK HABISNYA HANYA UNTUK MEMBUKA AIB SAUDARA KALIAN SENDIRI. LISAN KALIAN HANYA INGIN KEBENARAN SEMENTARA HATI KALIAN MERAGU AKAN KEBENARAN ITU SENDIRI…!!!

    UMAT NASHARA & YAHUDI TERTAWA GELI MELIHAT TINGKAH “YANG NGAKUNYA MU’MIN” YANG SELALU MONDAR-MANDIR DIATAS CACI-MAKI SESAMA KAUMNYA SENDIRI.

    BIARLAH WAHABI/SALAFY, BIARLAH NU, BIARLAH MUHAMMADIYAH, KENAPA KALIAN YANG RIBUT…???
    CUKUPLAH BAGIKU AGAMAKU & BAGIMU AGAMAMU.

  36. Assalamu ‘alaikum akhi!
    Saya baru melihat artikel Ust. Abu Salf, langsung saya tertarik untuk menanggapinya karena ada yang keliru dari yang disampaikan ust. Abu Salaf maupun sebagian para penanggap.
    Kekeliruan pertama ust. Abu Salaf adakah Bin Baz menyatakan dalam redaksi yg Ust. kutip itu Nabi Ya’kub itu kafir, Malaikat itu kafir, dan Syaithon itu benar? Jika tidak itu berarti Ust. sendiri yg membuat kesimpulan itu, tetapi kalau ust. beralasan konsekuensi dari redaksi Bin Baz, itu artinya Ust. tidak memakai silogisme yang benar untuk menyimpulkannya. coba banding kan silogisme berikut :
    Premis mayor : Setiap Profesor pintar
    Premis minor : Amin Rais Profesor
    Konklusi : Amin Rais Pintar
    Silogisme ini membuat konklusi yg benar, bandingkan dengan silogisme di bawah ini :
    Premis mayor : Manusia makan ayam
    Premis minor : Ayam makan taik
    Konklusi : Manusia makan taik
    Konklusi pada silogisme kedua ini tidak benar atau salah. karena tidak benar manusia makan taik yang dimakan oleh ayam tersebut.
    Premis mayor : Allah melarang sujud selain kepadanya
    Premis minor : Iblis tidak mau sujud kepada Adam
    Konklusi : Adam baik dan bagus
    Konklusi kedua ini juga salah fatal karena “sujud” kepada Adam adalah perintah Allah kepada Malaikat dan Iblis.
    Sekarang bandingkan jika statemen Bin Baz kita buat dalam bentuk silogisme :
    Premis mayor : “Sujud” kepada selain Allah adalah Kafir
    Premis minor : Nabi Ya’kub sujud kepada Yusuf
    Konklusi : Nabi Ya’kub Kafir
    Begitulah jadinya jika kita tidak mengetahui silogisme atau manthiq, akan muncul kesalahan dalam menarik kesimpulan lalu menuding orang lain membuat fatwa serampangan.
    kesalahan kedua : lihatlah redaksi pada teks “al-sujud”. bentuknya ma’rifah (jenis sujud tertentu) bukan “sujud” bentuk nakiroh (segala jenis sujud). Itu artinya sujud yang dimaksud adalah sujud dalam rangka ta’abbudi (sujud dalam beribadah) kepada orang yang di berikan sujud. jadi menurut saya sujudnya malaikat dan Nabi Ya’kub pada firman Allah itu adalah untuk memberi penghormatan kepada Yusuf dan Adam, Pasti bukanlah maksud Allah menyuruh mereka sujud dalam arti menghambakan diri kepada keduanya.
    untuk diketahui saya bukanlah bagian dari pengikut wahabi, tetapi tanggapan ini saya berikan dari sudut netral dengan memakai pendekatan silogisme.

    • Bro M. Yasin Nasution, bukankah kaum salafi wahawi anti manthiq, kok ente menggunakan metode manthiq, nanti dituduh sesat loh oleh pentolan salafi wahabi.

  37. M. Yasir Nasution

    Menurut saya, logika (mantiq) sampeyan muter-muter dan tidak menggunakan kaidah ilmu mantiq yang dikenal selama ini.

    Ucapan Bin Baz, kalau kita pahami dengan ilmu mantiq maka akan menjadi seperti ini :

    === Setiap orang yang mengambil milik orang lain tanpa izin pemiliknya adalah PENCURI.
    === Fulan mengambil harta orang lain tanpa izin pemiliknya.

    Konklusinya ” FULAN ADALAH PENCURI”

    Fatwa Bin Baz :

    === Sujud kepada selain Allah adalah bentuk kekafiran yang mengeluarkan dari Millah.
    ===Ya’qub sujud kepada Yusuf, dan malaikat sujud kepada Adam.

    Konklusinya ” YA’QUB DAN MALAIKAT ADALAH KAFIR, KELUAR DARI MILLAH”

    Coba anda pikir, apa hubungan dengan misal yang anda sampaikan :

    Manusia makan ayam
    Ayam Makan Taik
    Konlusi salah =Manusia makan taik=

    Sangat nggak nyambung

  38. To. M. Nasution

    Saya tambahkan lagi

    Pertama :

    Untuk kasus iblis, hendaknya kalimat yang anda sebutkan begini :

    === Melawan perintah Allah adalah sebuah kesombongan
    ===Allah memerintahkan Iblis dan malaikat sujud kepada Adam, tetapi Iblis melawan perintah
    Konklusinya ” IBLIS ADALAH PENYOMBONG’

    Ini kalau memang anda benar-benar pernah belajar ilmu mantiq, Saya yakin kalau anda pernah belajar mantiq dengan baik, maka akan ada kesinambungan dalam membuat suatu misal, sehinngga awwaliyatnya akan mengantarkan pada natijah yang benar.

    Kedua.

    Anda mengatakan :

    “lihatlah redaksi pada teks “al-sujud”. bentuknya ma’rifah (jenis sujud tertentu) bukan “sujud” bentuk nakiroh (segala jenis sujud). Itu artinya sujud yang dimaksud adalah sujud dalam rangka ta’abbudi (sujud dalam beribadah) kepada orang yang di berikan sujud. ”

    Saya sependapat bahwa sujud dengan al-Ta’rif dalam pernyataan bin Baz adalah Isim ma’rifah, tetapi untuk fungsi al- ta’rif pada kalimat bin baz diatas – sesuai kontek pembicaraan- adalah al-istighroqiyah yang mempunyai arti semua bentuk sujud, kecuali kalau ada istitsna.

    Pernyataan bin baz di atas seperti ucapan ” Al-hamdu lillah ” yang artinya “Segala bentuk Pujian adalah milik Allah” dan bukan seperti pemahaman anda, karena pakai al- sehingga menjadi isim ma’rifah maka mempunyai makna “tidak semua bentuk pujian”. Ini namanya -dlm bahasa Jerman -selegence dalam pemahaman.

    Memang ada al- ta’rif yang mempunyai makna Ikhtishosh seperti pada kalimat berikut :

    رأيت هذا التلميذ Artinya : “Saya melihat murid ini” Kata tilmidz yang dimakrifahkan, mempunyai makna murid yang ditujuk dalam khithob saja, bukan semua murid.

    Tetapi rasanya semakin sulit menjelaskan kepada anda, karena untuk ilmu Nahwu, seperti ini baru pelajaran Ibtida’.

  39. ruwaibidhoh,, semoga Allooh memberi hidayah kepada kalian,,,

  40. Itulah wahabi, haya ego yg di besarkan, asal fatwa sajah, fatwa y bayakan gak bisa di cernah akal dan pikiran, begtu juga orang wahabi gak konsisten dengan fatwa ulama ulama y, 1 contoh sajah buat wahaber, maulid nabi kalian bilang haram, dengan alasan gak ada dahlil y dan tdak pernah ada di jaman rassul, itu pfaham kalian para wahabi, tapi knp kok maulid si abdul wahab di rayakan, heran kan, aq mau naya ama wahabi apa hadis y dan apa dahlil y dalam Al qur an dan Alsunnah boleh merayakan maulid si abdul wahab si pembuat ajaran kalian?? Aq minta dahlil ama hadis bukan jwban yg yelene

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s