Madzhab Salaf dan Kepalsuan Madzhab Salafiyah wahhabiyah (1)

Madzhab Salaf dan Kepalsuan Madzhab Salafiyah wahhabiyah (1)

Kaum Wahhabiyah di masa kita sekarang ini mengklaim bahwa mazhab mereka; akidah dan pendapat mereka adalah Mazhab Salaf Shaleh. Tak henti-hentinya klaim itu mereka sebar dan tanamkan kepada para pengikut mereka. Klaim itu tidak lain hanya upaya mereka untuk mengalabui kaum awam demi menjajakan pandangan-pandangan menyimpang mereka!

Kaum Wahhabiyah, khususnya mereka yang sangat getol dalam menjajakan konsep Tajsim dan Tasybih (Posturisasi dan Penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya) selalu mengklaim bahwa pandangan mereka dalam masalah-masalah tersebut adalah pandangan Salaf Shaleh umat ini; generasi gemilang yang telah direkomendasi untuk menafsirkan ayat-ayat suci Al Qur’an dan menyampaikan sabda-sabda Rasulullah saw. yang tidak dibenarkan bagi kita semua untuk menyelisihi pemahaman dan tafsiran mereka terhadap teks-teks agama!


Pada dasarnya mereka dengan doktrin menyipang ini telah telah berpaling dari ajaran Al Qur’an dan Sunah yang Shahihah dan menyimpang dari Shirâth Mustaqîm. Mereka hanya bersandar pada fatamorgana. Anggapan mereka itu hanya khayalan belaka yang dengannya mereka berusaha menjaring kaum awam dan lugu dengan mengatakan: Ini adalah Mazhab Salaf !

Coba perhatikan sikap Imam Ahmad (yang tak henti-hentinya nama beliau mereka pakai untuk menjaring kaum awam) ketika beliau ditanya tentang sebuah masalah dan beliau menjawab dengan sebuah jawaban, lalu ada yang berkata, “Pendapat ini tidak pernah disampaikan oleh Ibnu Mubarak!” Lalu apa jawaban Imam Ahmad? Beliau berkata:

ابن المبارك لم ينزل من السماء

“Ibnu Mubarak tidak diturunkan dari langit!”

Bukankah Ibnu Mubarak itu Salafnya Imam Ahmad?

Coba perhatikan juga bagaimana sikap Abu Hanifah, beliau berkata, “Apapun yang datang dari Rasulullah saw. maka akan kami tempatkan di atas kepala dan mata kami. Apapun yang datang dari para sahabat, kami pilih (mana yang benar), adapun yang datang dari selain itu, maka kami orang (alim) dan mereka juga orang (alim).

Salaf Tidak Bermazhab!

Selain tidak adanya dalil yang memerintah kita untuk memahami agama sesuai dengan pemahaman “Salaf Shaleh” dan tidak pernah dicontohkannya oleh para salaf sendiri… selain itu ada sebuah kenyataan yang sengaja tidak mau dimengerti oleh kaum Wahhabiyyah Salafiyyah dan yang selalu mereka tutup-tutupi di hadapan kaum awam, bahkan di hadapan diri mereka sendiri… yaitu bahwa Salaf Shaleh itu tidak punya mazhab yang satu!

Maksud kami bahwa pemahaman mereka tentang agama ini beragam dan bahkan sering kali bertabrakan, saling menyalahkan dan tidak jarang saling mengecam! Lalu jika demikian kenyataannya, maka mazhab/pendapat “Salaf Sheleh” yang mana yang harus kita ikuti?

Untuk menyingkap makalah ini saya akan menyebutkan beberapa contoh kecil perselisihan Salaf dalam akidah.

Contoh Pertama: Salaf Berselisih Tentang Apakah Al Qur’an itu Makhluk atau Bukan?! Adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa Salaf telah bersengketa tentangt masalah yang pelik ini.

Ibnu Abdil Barr dalam kitab al Intiqâ’-nya:106 ketika menyebutkan sejarah hidup Al hafidz al Karâbisi dan memujinya, ia berkata, “Dahulu ia bersahabat akrab dengan Ahmad ibn Hanbal, lalu setelah ia menyalahinya dalam masalah Al Qur’an persahabatan itu berubah menjadi permusuhan. Masing-masing saling mengecam. Hal itu karena Ahmad ibn Hanbal berpendapat, “Barang siapa berkata Al Qur’an itu makhluk maka ia seorang Jahmi. Dan barang siapa berkata Al Qur’an itu adalah Kalam Allah dan tidak berkata makhluk atau bukan makhluk maka dia seorang Wâqifi. Dan barang siapa berkata ucapanku dengan (ayat-ayat) Al Qur’an adalah makhluk maka ia seorang pembid’ah.”

Sementara al Karâbisi, Abdullah ibn Kullâb, Abu Tsaur, Daud ibn Ali, Al Bukhari, al Harist ibn Asad al Muhasibi, Muhammad ibn Nashr al Marwazi, dan banyak kalangan berpendapat: Sesungguhnya Al Qur’an yang difirmankan Allah adalah sifat dari sifat-sifat-Nya, tidak boleh dikatakan ia ciptaan. Dan Sesungguhnya bacaan seorang pembaca Al Qur’an adalah sebuah kasb (usaha) si pembaca dan pekerjaannya, ia adalah makhluk (ciptaan), dan menirukan firman Allah. Ia bukan Al Qur’an yang difirmankan Allah…. .”

Adz Dzahabi berkata tentang siapa sejatinya al Karâbisi, ia berkata, “Ia orang pertama yang menjabarkan masalah lafadz (pelafadzan)…. Tidak diragukan lagi bahwa apa yang dicetuskan dan diuraikan al Karâbisi dalam masalah talaffudz (pengucapan teks/kata-kata) bahwa ia itu adalah makhluk adalah pendapat yang haq.” Berdasarkan pendapat ini Imam Bukahri, Muslim dan lainnya berkeyakinan.

Sedangkan di antara ulama Salaf yang sependapat dengan Imam Ahmad dalam masalah ini adalah adz Dzuhali, Abu Zar’ah dan Abu Hatim.

Jadi jelaslah bagi kita hakikat sebenarnya bahwa telah terjadi sengketa dan perselisihan tajam di antara dua kubu Salaf! Lalu pendapat “Salaf Shaleh” yang mana yang akan kita pilih?

Dan dengan pemahaman “Salaf Shaleh” yang mana kita akan membangun keyakinan agaman kita? Jawabnya jelas. Kita harus tinggalkan pemahaman-pemahaman Salaf dan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah serta pemaknaan bahasa Arab yang berlaku, kemudian kita manfaatkan anugerah akal sehat kita untuk merenung dan meneliti… ketika itu insya Allah kebenaran akan menjadi jelas bagi kita. Inilah jalan yang harus ditempuh oleh ahli ilmu/para ulama’ dan penuntut ilmu. Adapaun kaum awam maka pembicaraan kita tidak tertuju untuk mereka. Ma’af! Mereka tidak layak dilibatkan!!

(Bersambung)

39 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum.

    Koreksi dikit ya mas,
    Bisakah kita belajar agama tanpa harus melewati pemahaman para salaf saleh, atau bisakah kita memahami din ini langsung dari dua sumber Alqur’an dan Hadist, saya rasa sebuah keniscayaan.

    Abu Salafy:

    Tidak ada keharusan kita memahami agama sesuai pehamana Salaf! Karena memang tidak ada dalil yang mengharuskanya!!
    Walaupun tidak dilarang kita menerima pendapat Salaf selama ia sesuai dengan dalil yang akurat. Kita diperintah menjadikan ar Rasikhun Fil Ilmi sebagai rujukan dalam memahami agama.

    • Silakan buka At taubah 100 & 117, An Nisa 115,

      “Sebaik-baik manusia adalah masaku, kemudian setelah itu, dan kemudian masa sesudahnya”

      masih kurang Pak?

      Abu Salafy:

      Mas! sepertinya apa yang mas sebutkan itu salah! Maklum puasa, kan!

  2. Dalam hal ini saya setuju terhadap komentar abumuhana dan jawaban abu salafy sendiri.

    Memang bukan sesuatu hal yang mustahil jika ada orang yang dianugerahi Allah dizaman ini ilmu yang dengan ilmunya dia mampu langsung memhami Alqur’an dan hadits secara langsung.

    Tapi secara dhohirnya hal itu sangat sulit.mengingat rentan waktu yang sangat jauh dari masa Nabi dan sahabat,sehingga ketika mencoba mendekti penafsiran2 tertentu,mau tidak mau haruslah kita melihat pendapat para salafussholeh.

    Bukankah setiap kita hampir selalu menukil pendapat para salaf semisal para sahabat,tbi’in,kemudian para ulama madzhab (khususnya madzhab yang 4) dalam soal fiqh.Atau bahkan kita tahu banyak juga yang mengklaim tentang akidah salaf tapi nyatanya tetap membonceng pendapat Ibnu taymiyyah,Abul Hasan Al ‘asyari dan lain-lain.Itu.Dan yang mengikuti pun bukan sembarang para ulama.Ini menunjukkan betapa tawadhu’nya para ulama tersebut,walaupun dengan predikat ke ulama annya masih tetap mengikuti para pendahulunya.

    Mungkin bisa kita tengok kaidah masyhur berikut ini; Almukhaafadzotu bil qodiimi ashsholih,wal akhdzu bil jadiidi al ashlah….

    mohon maaf.

  3. ternyata setelah sekian lama gak saya tengok…begitu saya tengok..abu salef ini masih belom tobat…tapi sebaliknya tambah sesat dan tambah bodoh…

  4. SUDAH SAATNYA MENITI MANHAJ SALAF

    Oleh
    Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly

    Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala telah memilihkan agama Islam bagi kita, meridhai dan menyempurnakan serta melengkapinya. Allah berfirman:

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu” [Al-Maidah :3]

    Allah Ta’ala telah menjelaskannya secara gamblang dan menguraikannya dengan keterangan sangat rinci. Allah menerangkan melalui utusan dan bayan (penjelasan) Nabi kita Muhammad. Allah berfirman :

    “Dan Kami turunkan kepadamu adz-Dzikr (al Qur’an), agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka.”[An-Nahl : 44]

    Di antara penjelasan yang beliau sampaikan, yaitu mengenai wajah Islam yang shahih (asli) yang masih utuh, dalam situasi perpecahan umat dan silang pendapat yang menerpa mereka, seperti yang dialami umat sebelumnya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Bangsa Yahudi telah terpecah-belah menjadi 71 golongan. Dan umat Nashara telah tercerai-berai menjadi 72 golongan. Dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya berada di neraka, kecuali satu (golongan),” kemudian ada yang bertanya: “Siapakah mereka, wahai Rasulullah,” beliau menjawab: “(Yaitu golongan) yang berada di atas jalanku sekarang ini dan para sahabatku”.[1]

    Agama Islam saat permulaan penyebarannya sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dan hingga kedatangan masa para khulafaur-rasyidin adalah Islam yang satu; Islam (berdasarkan) al Kitab dan as-Sunnah dan ajaran-ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Abu Salafy:

    Salam akhi Abu Hamzah, apa Anda bisa buktikan apa yang Anda cpy pastekan dari Syeikh Abu Salamah, khususnya alenia terakhir:Agama Islam saat permulaan penyebarannya sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dan hingga kedatangan masa para khulafaur-rasyidin adalah Islam yang satu; Islam (berdasarkan) al Kitab dan as-Sunnah dan ajaran-ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

  5. xxxxxxxxxxxxxx

    _________________
    -Abu Salafy-

    Afwan sdr Abu Hamzah, kalo copy-paste sebaiknya anda sebutkan aja link artikel tersebut. blog ini tidak mengizinkan copy-paste.
    kami tunggu tanggapan anda terhadap artikel diatas.
    syukron.

  6. xxxxxxxxxxxxxx

    _________________
    -Abu Salafy-

    Afwan sdr Abu Hamzah, kalo copy-paste sebaiknya anda sebutkan aja link artikel tersebut. blog ini tidak mengizinkan copy-paste.
    kami tunggu tanggapan anda terhadap artikel diatas.
    syukron.

  7. Bismillah.

    akhwan/ikhwat yang pengen tau Manhaj yang benar silahkan cari ilmu di http://www.almanhaj.or.id/.

    ada apa dengan Wahhabi ???
    kenapa antum melecehkannya dengan sangat ???
    padahal beliau yang menegakkan Dakwah Kalimat Tauhid…

    ayo rujuk kepada Salafus Sholeh.
    Agama (Islam) ini tidak menerima pendapat-pendapat, karena bila semua pendapat didengar maka hancurlah dunia ini.
    tegakkan Dakwah dengan Dalil dan Hujjah !!!!
    Ilmu, Amal, Dakwah.
    jangan hanya berpendapat dengan hawa nafsu saja.
    Alloh lah yang Maha Memberi Pertolongan dan kekuatan hati.

    Abu Salafy:

    Mas maaf komentar Anda yang berupa Copy Paste terpaksa tidak kami tampilkan… kami tidak terima copy paste.
    Fokus aja bantah bukti-bukti kami….
    Syukran…

    • @Abu Hamzah

      ada apa dengan Wahhabi ???

      Ya ada apa dgn Wahabi? Mengapa Tauhid mereka bengkok? Mengapa mereka suka mengklaim diri yang paling benar? Mengapa mereka getol mengkafirkan muslim lain? Mengapa mereka gemar mengklaim sesat kelompok lain? Apakah mereka asli ahli waris Nabi Muhammad saw?

      kenapa antum melecehkannya dengan sangat ???

      Mengapa manhaj anda sangat melecehkan kemuliaan dan keutamaan Nabi saw? Mengapa manhaj anda sangat melecehkan keutamaan ahlulbait Nabi saw? Mengapa manhaj anda sangat melecehkan para habib? Mengapa manhaj anda sangat melecehkan para kyai? Mengapa manhaj anda melecehkan ziarah kubur? Mengapa manhaj anda melecehkan tawassul? Mengapa manhaj anda melecehkan maulid? Mengapa manhaj anda melecehkan tahlil?

      padahal beliau yang menegakkan Dakwah Kalimat Tauhid…

      Huh…! Allah swt Yang Maha Suci saja anda anggap membutuhkan ciptaan-Nya. Tauhid darimana? Dari Hongkong?

      Salam

  8. XXXXXX
    XXXXXXX
    XXXXXXXX
    Abu Salafy:
    maaf komentar Anda terpaksa tidak kami muat, sebab tidak ada sangkut pautnya dengan tema kami.
    Wassalam

  9. kenapa sih harus ada debat….

    TUHAN TIDAK PUNYA AGAMA

    islam. nama islam sendiri resmi ketika Nabi haji wada’

    24 Nabi sebelumnya gimana?

  10. Abu Hamzah

    “ayo rujuk kepada Salafus Sholeh.
    Agama (Islam) ini tidak menerima pendapat-pendapat, karena bila semua pendapat didengar maka hancurlah dunia ini.
    tegakkan Dakwah dengan Dalil dan Hujjah !!!!”.

    Tidak semua hal dan urusan dalam islam bisa selesai jika merujuk kepada salafushsholih.Sebagaimana kita tahu betapa dinamisnya gerak kehidupan umat manusia,seiring dengan hal tersebut masalah yang dihadapi umat pun semakin komplek dan banyak.Ini juga memerlukan jawaban2 yang kadang kita harus juga melihat dan merujuk kepada ulama kholaf jika tidak kita temukan atau bahkan jika pendapat kholaf lebih pas dan tepat,maka kenapa mesti memaksakan mengambil pendapat salaf.

    Apa yang akhi abu hamzah katakan bahwa agama (islam) tidak menerima pendapat2,maka hal itu bisa bertentangan dengan hadits Rosulullah SAW ketika beliau berdialog dengan Muadz bin Jabal ra saat hendak dikirim ke yaman untuk menjadi qodhi disana.Pertanyaan terakhir Kanjeng Nabi SAW kepada Muadz;”Jika jawaban itu tidak kamu temukan dalam Alqur’an dan Hadits,kamu akan jawab dengan apa?’…Muadz menjawab “saya akan jawab dengan pendapat saya”.Lalu Nabi SAW pun berbahagia dan mendoakannya.

    Lalu bagaimana akhi dalam melihat hadits itu?.Terus bagaimana pula pendapat dan solusi para ulama ketika menghadapi suatu persoalan yang hukumnya tidak secara jelas diterangkan Al qur’an dan sunah.Para Ulama memunculkan istilah qiyas,istiqro,madzhab shohabi,maslahah mursalah,istishhab,istihsan dll…bukankah semua itu muncul dari pendapat para ulama?..

    Syariah islam ini berlaku hingga akhir zaman.sifatnya harus fleksibel dan lentur hingga mampu menjawab keadaan..jangan mempersempit dan membuat sulit umat sehingga kita bertentangan dengan tujuan Alqur’an sendiri…yuriidullohu bikumul yusro walaa yuriidu bikumul ‘usr…

  11. ha…ha..lucu…sesat…dan menyesatkan…membahas agama dengan kira…kira….

  12. ha..ha..lutu..na..lutu..na..konyol…blog sesat yang konnyol….nyesel buka…

  13. @ Abu Hamzah

    Kayak jualan kecap aja, gan.. Jadi, kalo nggak browsing ke almanhaj.or.id tersesat dunia akhirat ya???

    Lagian, yang pake hawa nafsu siapa?? Bukannya ente2 semua yang sampe urat lehernya hampir putus, cuma gara-gara khotbah jumat yang isinya mengkafirkan orang2 Islam yang ziarah kubur?? (Masjid deket kampus STAN Bintaro: medio Desember 2008 gitu lah).. Asli: konfrontatif, agitator nomor wahid banget tuh khotib!!!

    Wahabi.. wahabi.. SOMETHING DANGEROUSLY WRONG WITH YOUR PERSONALITY, GUYS!!!!

  14. Pusing gw baca-baca bacaan Salafy… Mending baca buku-bukunya KH Sirajuddin Abbas… 😀

  15. wahabi-wahabi…mampus aja loh…

  16. Maaf,saya orang awam.

    Setahu saya Rasul saw bilang bahwa yang disebut orang-orang salafush sholeh adalah orang-orang yang hidup di zaman 200 tahun setelah kewafatannya. Zaman 200 tahun setelah kewafatan Rasul saw itulah yang disebut zaman Salafushsholeh. Orang-orang di zaman ini mendapat jaminan dari Rasul SAW. oleh karena itu kita berusaha meniru mereka.

    Apa yang diikuti oleh orang-orang salafy dan wahabi ini adalah orang-orang pada zaman Salafush Sholeh? Saya rasa jelas-jelas tidak !! Lalu mereka mengaku-ngaku bahwa mereka ikut cara hidup para salafush Sholeh !!

    Salafy dan Wahabi adalah tukang tipu!!

    • (Zaman 200 tahun setelah kewafatan Rasul saw itulah yang disebut zaman Salafushsholeh. Orang-orang di zaman ini mendapat jaminan dari Rasul SAW. oleh karena itu kita berusaha meniru mereka.)

      Saya setuju dgn anda….Yg menceritakan bahwa generasi itu terjamin adalah Hadits buatan yg dinitsbatkan ke Rasulullah….
      Bagaimanapun intrik2 & segala macam penyelewengan , peperangan pd masa itu yg menyebabkan islam terpecah belah berasal dr masanya mereka…bahkan merekalah aktor2 pelaku utamanya…..Generasi wahabi yg mengikuti segalanya ttg mereka tdk ubahnya org2 yg tdk bisa membedakan Sahabat Nabi yg Menyeleweng & yg lurus….

  17. Assalamu’alaikum,
    tobatlah kepada Allah ya akhi abu salafy, perlu antum ketahui salaf bukan mazhab salaf bukan organisasi salaf bukan kelompok, salaf adalah suatu umat yang berpegang teguh kepada sunah rasulullah muhammad saw dan sunnah kulaffah arrasyidin r.anhum. salafy tidak mempunyai ketua kelompok, tidak mempuyai ART tidak mempunyai markas, jadi salafy adalah orang yang yang menjalankan agama ini sesuai dengan sunnah Rasulullah saw dan orang yang mengikuti mereka dengan baik. Perlua antum ketahui salafy bukan embel-embel sebuah nama, berapa banyak orang mengaku salafy tapi ibadahnya tidak menurut salaf itu sendiri. salaf petama yang wajib ditiru adalah rasulullah saw kemudian para sahabat kemudian orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, ya akhi kalau kita tidak merujuk kapada salaf untuk apa mereka menuntut ilmu dan menulis kitab-kitab, tentu itu menjadi rujukan bagi orang-orang yang kemudian. jadi salah anda mengatakan tidak ada dalil untuk memahami agama sesuai dengan pemahaman salaf. Rasulullah saw adalah sebaik-baik salaf siapa murid2nya ya para sahabat, umat yang telah ridho Allah kepada mereka kaum muhajirin dan anshor, siapa lagi yang akan kita tiru kalau tidak mereka. Tobatlah abu Salafi, salafy bukan gelar, salafy bukan nama tetapi salafy adalah orang yang ibadah susuai dengan sunnah yang shohih dari rasulullah saw.

    Abu Salafy:

    Ya akhi sungguh rancu logika saudara… Atas dasar Apa Anda mengatakan Rasulullah saw. itu salaf?
    Lalu kalau Anda benar-benar mengikuti Rasululah saw. buat apa lagi ikut orang lain? Apa keteladanan beliau belum cukup?
    Para sahabat itu boleh saja kita posisikan sebagai perawi bukan pembuat Sunnah! Sunnah ya hanya Sunnah Rasulullah saw.
    Apa bisa Anda buktikan kesahihan hadis tentang Sunnah Khulafa’ Rasyidun? Siapa mereka? Apa dalilnya?
    Wassalam.

  18. Mari kita semua tobat.kembali kepada yang benar benar murni ajaran Rasululloh Saw.

  19. Salaf Imitasi sumber petaka pecahnya ukhwah ummat Islam saat ini.

    • Setiap yang you bicarakan pasti tercatat oleh 2 Malekat yang ada dipundak anda. Oleh karena itu lebih bijaksana bila you pelajari salafy secara ilmiyah, jangan ngawur … salah ngomong, ntar you berpandangan sesat. Sran ana pelajari dulu salafi.
      Manhaj salafy adalah mengembalikan islam ke pada keasliannya bukan Islam yang sekarang, banyak campur dengan adat yang sesat…..

  20. as.
    Abu Hamzah kok http://www.Almanhaj.or.i tidak ada tanya jawabnya?

  21. salam ba’ Halwa. yang bagaimana yang benar-benar murni ajaran rasulullah SAW itu?

  22. islam yang murni adalah yang ikuti pesan rosul ketika akan wafat yaitu berpegang teguh dengan Al Qur’an dan Hadis ( harus hadis sahih gak boleh dloif, apalgi palasu dll ) dan apabila terjadi perselisihan harus kita kembalikan kepada Alloh dan Rosulnya yaitu Qur’an dan hadis itu sendiri, dan bukan kita kembali nengok mazhab imam ini dan imam itu ataupun para syeich, kyai haji dll.untuk belajar hadis akhi/akhwat harus belajar ilmu hadis agar bisa tau mana-mana yang sahih dan yang ASPALLLL

    Abu Salafy:

    Akhi terima mkasih atas kunjungan dan kemnetarnya. Saya hargai semangat keberagamaan saudara, tapi tolong beri tau kami cara praktis jika terjadi perselisihan tengang makna ayat Al Qur’an atau tentang hadis (sunnah), kita mesti kebali kepada siapa atau apa?
    Kembali kedapa Allah dan rasul-Nya? Gimana tekhnisnya?
    Mungkinkah tidak melalui ulama?
    teraikhir, dapatkah Anda tunjukkan di mana bisa ditemukan hadis yang Anda bawa di atas:pesan rosul ketika akan wafat yaitu berpegang teguh dengan Al Qur’an dan Hadis

  23. Forum ini sudah diawali dengan niat tidak baik dari admin nya, yaitu untuk melecehkan, manhaj salafy. Dari segi keilmuan pemikiran admin itu sama saja dengan yang dikampanyekan kaum SEPILIS (JIL misalnya). yah perbedaannya paling-paling kaum SEPILIS pernah sekolah agama sedangkan admin tidak, kaum SEPILIS dapat bantuan dana dari asing sedangkan admin…????? (untuk hal ini mungkin admin yang lebih tau, perbedaan or persamaan)

  24. edit : Forum ini sudah diawali dengan niat tidak baik dari admin nya, yaitu untuk melecehkan, manhaj salafy, jadi jangan berharap untuk mendapatkan yang baik. Dari segi keilmuan pemikiran admin itu sama saja dengan yang dikampanyekan kaum SEPILIS (JIL misalnya). yah perbedaannya paling-paling kaum SEPILIS pernah sekolah agama sedangkan admin tidak, kaum SEPILIS dapat bantuan dana dari asing sedangkan admin…????? (untuk hal ini mungkin admin yang lebih tau, perbedaan or persamaan)

  25. assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Ya akhi setiap orang akan selalu berselisih…antum setju atau tidak?
    jika antum setuju !!! lalu kenapa antum permasalahkan perselisihan ulama.
    Jika antum tidak setuju dengan perselisihan.!!!…lalu kenapa antum mau berselisih dengan wahhabi (yang antum kelem kepada syaikh muhammad bin abdul wahhab)

    Jika demikian akan timbul pertanyaan apa maksud dan tujuan tulisan antum…?silakan di jawab
    #Selain tidak adanya dalil yang memerintah kita untuk memahami agama sesuai dengan pemahaman “Salaf Shaleh#
    Siapa bilang tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa kita mengikuti pemahaman salaf shaleh antum bisa liat di QS. AL-Fatiha 6-7 yaitu
    6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,
    7. (yaitu) jalan orang-orang yang Telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat

    Kalau pernyataan antum untuk meninggalkan pemahaman pemahaman salaf… antum terkecoh dengan pemikiran antum sendiri….coba fikirkan antum beragama dengan al-quran dan sunnah…fikirkanlah bahwa sunnah (hadist) yang shahih terlah diriwayatkan oleh perawi perawi yang juga mengamalkan isi dari hadist hadist tsb, bersambung dari rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sampai kepad kita sekarang ini. Seperti pada surat Al-Fatiha ayat ke 7 .
    Wallahu a’lam bisshawaf

    Abu Salafy:

    Akhi muhtaram, saya hargai semangat Anda dalam beragama dan meniru kaum Salaf! Tapi sepertinya untuk mengatakan harus meniru Salaf dan mengambil agama sesuai dengan pemahaman Salaf terhadap nash tidak berdasar! Apa yang Anda sebutkan sebagai dalil itu sama sekali bukan dalil untuk itu! Coba siapa yang menafsirkan bahwa 2 ayat (6-7 surah al Fatihah) itu maksudnya adalah Salaf?
    Anda juga sepertinya terjebak dalam kerancuan, antara mengambil riwayat dari mereka dan antara menjadikan mereka sebagai hujjah!
    Coba sebutkan, adakah sahabat yang mewajibkan generasi setelahnya untuk mengikuti mereka?
    Akhi, jangan membuat-buat BID’AH dalam agama!! Konsep: MENGIKUTI aL QUR’AN DAN SUNNAH DENGAN FAHAM SALAF!! ADALAH BID’AH!

    • assalamu alaikum

      Dan orang orang yang Allah beri nikmat itu sebagaimana di tafsirkan dalam ayat yang lain.
      “Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, para shiddiqin, orang orang yang mati syahid, dan orang orang shahih”(QS. An-Nisa : 69)

      Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullaah (wafat th.774 H) menuyebutkan bahwa shirathal mustaqim itu memiliki empat penafsiran :1) al-haq (kebenaran), 2) agama islam, 3) al-quran, dan 4) Abu Bakar dan Umar. Beliau rahimahullaah mengatakan bahwa keempat tafsir tsb benar dan saling menyelarasi satu sama lain. Sebab, orang yang mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa
      sallam dan mengikuti jejak khalifa sesudah beliau, yaitu Abu Bakar dan Umar, maka ia telah mengikuti kebenaran, dan siapa yang mengikuti kebenaran berarti ia telah mengikuti islam, dan siapa yang mengikuti islam berarti ia telah mengikuti Al-quran, Al-quran adalah Kitabullah dan tali Allah yang kokoh, jalan-Nya yang lurus,dan semuanya adalah shahih dan saling membenarkan.(lihat tafsir ibni katsir (I/140) tahqiq saami bin Muhammad as-Salamah cet.III).

      wallahu a’lam bisshawab

  26. Sastro Menjawab:
    Saudi tempat turunnya Islam, anda benar….tetapi di situ juga tempat lahirnya Abu Jahal, Abu Lahab, Musailamah al-Kadzab, Khawarij, Muhammad bin Abdul Wahhab dan kaum menyimpang lainnya khan?

    Islam yang benar adalah yang sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah as-Shohihah Rasul al-A’dzam, sesuai dengan pemahaman Salaf Saleh….bukan Khalaf Thaleh seperti Muhammad bin Abdul Wahhab. Itu ringkasnya.

    Coba perhatikan kalimat mas sastro “Islam yang benar adalah yang sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah as-Shohihah Rasul al-A’dzam, sesuai dengan pemahaman Salaf Saleh “…ini ana ambil dari artikel tulisan
    “Pengkafiran Wahhaby (1); Muhamad bin Abdul Wahhab Menganggap Para Ulama Musyrik.” Yang di counter oleh SASTRO

    Entah siapa anda? siapa sastro? apakah sastro dan anda adalah satu itu tidak penting buat ana hanya Allah yang lebih tahu….

    Sastro sendiri sendiri menyatakan demikian sementara anda punya konsep: MENGIKUTI aL QUR’AN DAN SUNNAH DENGAN FAHAM SALAF!! ADALAH BID’AH!
    Silahkan pembaca yang dirahmati Allah untuk menilai sendiri.

    • Bos … mendingan you pelajari dulu apa itu salafy.
      Salafy itu dakwah yang akan mengembalikan islam kepada kemurniannya yaitu Islam yang berlandaskan kepada Alqur`an Dan sunnah Nabi dengan pemahaman para sahabat sahabat rasulullah saw yang telah terpercaya. Bukan pemahaman yang diciptakan oleh pengikut syetan, dimana hukum Allah dikesampingkan oleh kegiatan adat, Rakyu manusia, dan hukum dunia yang fana. Astagfirullah …..

  27. salafunashaleh yang mempunyai sanad keguruan hingga ke Rasulullah SAW..

    Salaf palsu yang mempunyai sanad keguruan sampai ke perpustakaan..contoh ya wahabi..belajar dari A . A belajar dari B . dan B belajar dari Albani dan Albani ngendon diperputakaan.

  28. YANG MAHA TAHU BENAR DAN SALAH ADALAH CUMA TUHAN ALLAH.

  29. MENGIKUTI aL QUR’AN DAN SUNNAH DENGAN FAHAM SALAF!! ADALAH BID’AH!

    EMANG LHO TAU FAHAM SALAF ACEM MANA !!! CAPEK DEH ,,,,,,

  30. Alhamdulillah, setelah membaca artikel2 di sini semangat Saya semakin kuat untuk Bermanhaj pada Salafussholeh. Karena nampak jls hinaan2 yg ada di sini tak masuk akal. Dan adminnya juga CEMEN masih filter koment :P! Koment yg bisa Antum bantah baru di Ijinin ya Pak? 😛 cemen-CEMEN!

  31. MENGIKUTI aL QUR’AN DAN SUNNAH DENGAN FAHAM SALAF!! ADALAH BID’AH!
    gimana sih mas abu salafy ini. Antm prnah baca ngga’ artikel2 ny salafi ?? setahu ana, yang dimaksud dgn pemahaman salaf itu adlah qt mengambil hadis2 yg diriwayatkan oleh mereka, aisyah ra, umar bin khattab dll.
    darimana sih antm bisa mengatakan itu Bid’ah. jangan2 antum cuma tahu sedikit ttg salafy trus langsung berkomentar.

    Abu Salafy:</strong>
    Penafsiran Anda ini juga bid’ah!!! Mengambil riwayat mereka itu ya jerlas bukan:MENGIKUTI aL QUR’AN DAN SUNNAH DENGAN FAHAM SALAF!! ADALAH BID’AH! Semua juga mengerti!!

  32. kalo cuma nukil nukil pendapat para ulama siapa juga bisa,itulah wahabi dongo`,lu kira aswaja kagak tau siapa salaf asli siapa salaf abal abal atau WAHABI

    • bin bass…
      wahabi dongo’…?!!!!!
      apakah pantas seorang ahli agama mengeluarkan kata tersebut….????
      terlepas dari mana yang benar dan yang salah, perbedaan bukanlah jalan untuk sling memusuhi anatar umat yg satu dan yg lain……
      dengan adax perbedaan itu, akan nampak jelas bahwasax islam itu adalah agama rahmatal lil’alamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s