Kitab Kasyfu asy Sybubuhât Doktrin Takfîr Wahhâbi Paling Ganas (30)

Ibnu Abdil Wahhâb Berbohong Atas Nama Al Qur’an!

Dan sebelum kita mengakhiri penelitian kita terhadap alasan pertama Ibnu Abdil Wahhâb dalam mengafirkan kaum Muslimin, ada sebuah catatan penting kecil yang ingin saya sampaikan di sini yang terkait dengan kajahilan Imam Besar Wahhâbiyah; Ibnu Abdil Wahhâb akan kajian Qur’ani yang merupakan syarat dasar pemahaman yang utuh dan kâffah tentang Islam yang menambah daftar panjang kehajilannya… di samping lejahilan-kejahilan lain dalam berbagai bidang, baik di bidang Ilmu Hadis, Sejarah Islam dll.

Larangan Keras Berbicara Tentang Al Qur’an Tanpa Dasar!

Berbicara tentang Al Qur’an dan tafsir ayat-ayat sucinya harus didasarkan kepada bukti dan dasar yang dapat dipertanggung jawabkan… dan barang siapaberbicara tentang Al Qur’an tanda dasar dan hanya mengandalkan ra’yu/pendapat pribadi dan hawa nafsunya adalah sangat dikecam dalam Islam dan pelakunya dincam akan dicampakkan ke dalam api neraka!!

Dan dalam akhir alasannya di atas, Imam Besar Wahhâbiyah; Ibnu Abdil Wahhâb melakukan kesalahan besar ketika ia berbicara tentang sebuah ayat Al Qur’an dengan tahda dasar… hanya mengandalkan hawa nafsunya atau bersandar kepada kejahilannya!

Ia berbicara tentang sebab turun ayat tanpa dasar, seperti diakui mau dengan berat hati oleh al ‘Utsaimin dalam Syarahnya:65.

Ibnu Abdil Wahhab berkata:

Dan ketika ada sekelompok orang di zaman Nabi saw. tidak mau melaksanakan haji, maka Allah menurunkan untuk mereka ayat:

وَ لِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطاعَ إِلَيْهِ سَبيلاً وَ مَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعالَمينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Ali-Imran: 97)

Abu Salafy berkata:

Telah saya baca dan teliti buku-buku Asbâb Nuzûl mu’tabarah seperti Lubâb an Nuqûl; As Suyuthi dan Asbâb an Nuzûl; Al Wâhidi atau kitab-kitab tafsir bil Ma’tsûr, seperti tafsir ath Thabari dan ad Durr al Mantsûr; as Suyuthi dll tetapi tidak ditemukan satu pun dalil hadis yang menunujukkan bahwa ayat terebut turun dengan sebab seperti yang dikatakan Ibnu Abdil Wahhab… ia jelas-jalas mengada-ngada atas nama agama!

Dan ini bukan kali satu-satunya penyimpangan Ibnu Abdil Wahhab dan keberaniannya berbicara atas nama Allah SWT tanpa dasar…

Imam al Wâhidi berkata, : “Tidak halal berbicara tentang sebab turun ayat-ayat Al Qur’an kecuali dengan riwayat dan mendengar dari mereka yang menyaksikan turunya Al Qur’an dan mengatahui sebab-sebabnya, serta mengkaji ilmu itu dan bersungguh-sungguh dalam mencari tahu. Dan telah datang ancaman dari Syari’at (agama) dengan api neraka bagi si jahil yang tergelincir dalam ilmu ini…. (setelahnya beliau menyebutkan sebuah hadis yang berbunyi)

Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Hati-hatilah kalian dari berbicara kecuali tentang hal yang kalian ketahui. Sebab barang siapa berbohong dengan sengaja atas namaku maka hendaknya ia bersiap-siap menempati tempatnya di neraka. Barang siapa berbohong atas nama Al Qur’an tanpa ilmu maka hendaknya ia bersiap-siap menempati tempatnya di neraka.”

Kaum Salaf terdahulu –semoga rahmat Allah atas meraka- adalah sangat berhati-hati dari berbicara tentang sebab turunnya sebuah ayat……

Muhammad ibn Sîrîn berkata, “Aku bertanya kepada Ubaidah tentang sebuah ayat Al Qur’an maka ia berkata, ‘Bertaqwalah engkau kepada Allah dan berkatalah yang benar. Telah pergi (wafat) mereka yang mengetahui tentang apa ayat-ayat Al Qur’an diturunkan/sebab nuzûl.’”

Al Wâhidi melanjutkan, “Adapun sekarang, setiap orang mengada-ngada sebuah sebab, dan membuat-buat kepalsuan dan kebohongan sambil menyerahkan kendali dirinya kepada kebodohan, tidak memikirkan ancama atas si jahil tentang sebab nuzûl sebuah ayat, dan itulah yang mendorong saya mendektekan kitab ini yang merangkum Asbâb Nuzzûl…. “ (Asbâb an Nuzûl; Imam al Wâhidi;4-5, terbitan Dâr al Fikr- Beirut)

Jadi mengada-ngada kepalsuan dan mengatasnamakan sebab turunnya sebuah ayat demi mendukung anggapan yang telah dibangun sebelumnya adalah jauh dari akhlak dan mental para Salafush Shaleh! Disamping membuktikan kurangnya rasa taqwa dan kehati-hatian dalam berbicara atas nama Allah dan Rasul-Nya!! Serta tidak mempedulikan ancaman Allah atas yang berbicara sembarangan atas nama Al Qur’an!

Dan sepertinya keluhan Al Wâhidi terhadap tingkah laku dan sikap berani sebagian kaum jahil terhadap Al Qur’an yang beliau kataklan: Adapun sekarang, setiap orang mengada-ngada sebuah sebab, dan membuat-buat kepalsuan dan kebohongan sambil menyerahkan kendali dirinya kepada kebodohan…. benar-benar mengena Imam Besar kaum Wahhabiyah yang berani mengada-ngada tentang sebab turun ayat di atas!

Semoga kita semua dilindungi Allah dari memalsu atas nama agama. Amîn Ya Rabbal ‘Âlamîn.

(Bersambung)

10 Tanggapan

  1. Salam..
    Imam besar,syeikh Islam,mujtahid dan semua gelar yg diberikan oleh org-org wahaby kpd muhmmad bin abd wahab ternyata cuma isapan JEMPOL belaka…
    Kelemahan/kelebihan memang dimiliki oleh semua org,tp yg jd aneh org-org wahaby sbg pengikutnya tdk mau menerima kenyataan tsb. Dlm pandangan mereka bin wahab itu org yg paling pinter,syeikh islam bhkan mujtahid yg klo salah pun dpt pahala 1. Yg lebih aneh lg,semua yg disampaikan bin wahab itulah kebenaran sbg tafsir dr firman Tuhan dan hadits-hadits Nabi. Nyata bhw mereka lah yg sebenarnya taklid buta.
    Mohon ma’af.
    Salam…

  2. gue salut sama ibn abdul wahhab ini…
    salut dengan kesesatannya dan kebohongannya
    benar-benar luar binasa…

  3. Ass Wr Wb.
    Ente kok semangat banget meng-kuliti Muhammad bin Abdul Wahhab ? Ingat, Al haqqu minrobbika. Bagaimana kalau ternyata Dia yang bener ? Apa jawaban ente di hadapan Allah SWT, dengan kelakuan ente yang seumur hidup dihabisan untuk mencaci maki orang shalih yang ikhlash fi sabilillah ?

  4. Akhi Ahmad Zuhdi, menurut pendapat saya pribadi, lebih baik akhi meng-counter tulisan akhi Sastro dengan argumentasi yang secara gamblang menjelaskan bahwa tulisannya itu salah (seperti layaknya sebuah forum diskusi).

    Logikanya tentu saja akhi Sastro bisa membalik tantangan anda dengan mengatakan “Bagaimana kalau saya yang benar?Bukankah saya sudah mengajukan argumentasi saya?BUKTIKAN bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab yang benar, bukannya menanyakan bagaimana BILA ia benar”..

    Saya bukan orang yang ahli dalam Islam. Saya di sini sebenarnya hanya sekedar hadir menambah wawasan pengetahuan agama. Namun yang saya lihat dalam forum ini pendukung Wahhaby hanya melontarkan kemarahan, kecaman dan ancaman. Bagi saya yang terbiasa dengan open discuss kok sepertinya jadi aneh dan sama sekali bukan diskusi yang cerdas…

    Afwan…

  5. ya itu ijtihad mas abu, klo bener dapet 2 pahala, klo salah dapet 1 pahala.

    gitu aja kok repot sih

  6. TAK AKAN ADA SEORANG PUN YANG MAMPU MEMBENDUNG MANHAJ SALAFIYYAH INI, TIDAK JUGA MAS SASTRO YANG ALIRAN ASYARIYAH + MUTAZILA.SEJAK BERIDIRINYA SITUS INI , MAKIN BANYAK SITUS2 DG DAKWAH MANHAJ SHALAFUSSHALIH, MAKIN BANYAK PONPES PONPES BERDIRI , MAKIN BANYAK MASYARAKAT YANG SUDAH TAHU TENTANG TAWASUL, TAHLIL, MAULID DLL. KASIHAN DIKAU WAHAI MAS SASTRO HEHEHEHEHEHE

  7. Pon pes dimana mana?????
    ponpesnya orang orang tolol….
    dikibulin suruh percaya alloh berjisim
    Di datengin orang baru aja pada ketakutan…AWAS Intel polisi…
    Mana katanya beriman Ama Polisi yang sama sama mahluq makan nasi saja takut, wahabi udah ngapling sorga mimpi kali ye…wahabi suka bikin blog mirip yahudi katanya anti yahudi
    Munafeq

  8. Biasmillah.

    Afwan,,,
    Setau Ana gambar makhluk yang bernyawa hukumnya harram kenapa situs ini ada gambar burungnya?
    Katanya S a l a f y !…………………………………………………
    Dikemanakan Dalil Al-Qur’an Wa Sunnah?

  9. Dari Al Qasim bin Muhammad dari Aisyah, ia berkata (yang artinya): “Saya membeli sebuah bantal bergambar. Maka ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam melihatnya, beliau berdiri di pintu dan tidak masuk. Saya mengenal tanda kemarahan pada wajah beliau. Saya berkata “ Ya Rasulullah, saya taubat kepada ALLAH dan RasulNya, apa dosa saya ?” Beliau bersabda : “Ada apa dengan bantal ini ?” Saya berkata : “Saya membelinya agar Anda duduk di atasnya dan menyandarinya.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda : “Sesungguhnya pemilik (pembuat) gambar-gambar ini akan disiksa di hari Kiamat, dan dikatakan kepada mereka, ‘Hidupkan apa yang telah kalian buat!’ Dan sabdanya lagi : Sesungguhnya rumah yang didalamnya ada gambar-gambar tidak akan dimasuki oleh malaikat.” (Muttafaqun ‘alaihi).

  10. Para Ulama yang telah mencapai derajad mujtahid maka apabila mereka berfatwa (berijtihad) dan benar mereka dapatkan 2 pahala dan apabila fatwanya salah, mereka dapatkan 1 pahala,lalu apakah kalian yang berkoar2 membenci kami yang teguh menjalankan sunnah dan berhati2 terhadap bid`ah dan syubhat(keragu2an) masih lebih baik?

    Sungguh kami melihat orang2 yang membenci para ulama adalah kalian orang2 yang meremehkan sunnah!!

    LIHATLAH kalian!!! sungguh kasihan kalian yang pada dasarnya dapat kami lihat orang2 yang menyepelekan dan meremehkan syari`at, lebih kasihan lagi, mencaci para ulama yang telah menghabiskan hidupnya mempelajari agama ini, Syaikhul islam ibn taimiyah misalnya,aku yakin yang mencela tak lebih baik dari ulama yang di cela.

    adakah kalian Ahlussunnah padahal dalam dalam berpakaian saja meremehkan dan hampir isbal?

    segolongan kalian lebih sering memakai celana dan memperlihatkan paha yang ngepress dan belahan pantat, lalu siapa yang teguh dalam sunnah ini dan bersikap hati2?insyaAlloh bukan kalian!wallaahu `alam

    Abu Salafy:

    Su’udzan (berprasangka buruk), Ghurur (Beras kepala/tertipu oleh anggapan diri sendiri yang hebat) adalah penyakit yang membinasakan banyak kaum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s