Fitnah Ibnu Taimiyah

Khalifa Ali (Karramallahu wajhahu) di Mata Ibnu Taimiyah

Seperti telah diketahui bersama ucapan Ibnu Hajar tentang sikap para ulama terhadap Ibnu Taimyah, bahwa di antara mereka ada yang memvonisnya sebagai munafiq karena berbagai stitmennya yang miring dan menghina Imam Ali (karramallahu wajhahu)… kata-kata keji dan tuduhan palsu tidak sungkan-sungkan ia alamatkan kepada Sayyidina Ali ra.

Di bawah ini perhatikaan komentar-komentar sumbang Ibnu Taimiyah tentang Sayyidina Ali ra.

Ali ra. Berparang Bukan Demi Menegakkan Kalimatullah, Tapi Demi Kekuasaan dan Menguasai Harta!

Semua mengatahui bahwa Imam Ali ra. Adalah seorang sahabat mulia dan menantu kesayangan Nabi saw…. jasa-jasanya terhadap Islam tak terhitung…. Ketaqwaanya bukan hal yang perlu diperdebatkan…. Ketulusannya demi kebaikan umat Islam tidak ada yang menyangsikannya…

Ketika para sahabat memilihnya sebagai khalifah setelah kematian Khalifah Utsman ibn Affân, pemberontakan mulai dikobarkan oleh sebagian rakyanya yang dipimpin oleh sebagian sahabat… Mu’awiyah ibn Abi Sufyan membangkang dan menolak mengakui kekhalifaan Sayyidina Ali ra. yang telah dipilih oleh mayoritas kaum Muhajirin dan Anshar, kecuali beberapa gelintir orang saja! Semua dengan alasan menuntut balas kematian Utsman Setelahnya, kaum Khawarij juga memberontak.

Tiga peperangan besar yang dikobarkan oleh para pemberontak atas Khalifah yang sah! Mereka yang menyulut api peperangan, bukan Sayyidina Ali ra.

Hukum memerangi Khalifah yang sah sudah jelas dalam Islam, ditambah lagi dengan hadis-hadis shahih dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda bahwa “memerangi Ali adalah sama dengan memerangi aku!” “Ali bersama kebenaran dan kebenaran bersama Ali” “Ali bersama Al Qur’an dan Al Qur’an bersama Ali” dan ucapan Ali ra. bahwa Nabi saw. telah memerintahnya untuk memerangi tiga golongan yaitu Nâkitsîn (yang melepas ikatan baiat), Qâsithîn (yang membangkang) dan Mâriqîn (yang melesit keluar agama)!

Dan apa yang dilakukan Imam Ali ra. adalah sesuai dengan aturan Islam dan tuntunan Nabi Muhammad saw. Para pemberontaklah yang harus dipersalahkan dalam sikap memberontak!!

Tetapi, buat Ibnu Taimiyah, peperangan yang disulut musuh-muusuh Ali ra. Justeru menjadi kesempatan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja tanpa menghina dan menuduh Imam Ali ra. dengan tuduhan keji dan membuat bulu roma kita berdiri dari kebejatan ucapan dan analisa serta vonis kemunafikan yang ia lontarkan dengan tanpa tanggung jawab….

Dalam menilai peperangan Imam Ali ra., Ibnu Taimiyah bertaka:

وَعليٌ قاتَلَ لِيُطاعَ و يَتَصَرّفُ في النفوسِ و الأموال، فكيف يُجعَلُ هذا قتالاً غلى الدينِ؟!

“Ali berperang agar ia dita’ati dan berbuat sekehendaknya terhadap jiwa-jiwa dan harta-harta, lalu bagaimana peperangan seperti itu dijadikan peperangan demi agama?!” (Minhâj as Sunnah,8/329)

.

kemudian dalam kesempatan lain ia lebih meningkatkan tensi kecamannya atas Imam Ali ra. Yang menghalalkan darah-darah kaum Muslimin dengan tanpa izin Allah dan Rasul-Nya! Membunuh mereka hanya demi kekuasaannya semata! Walaupun seperti kebiasaannya, ia meminjam mulut kaum Nawâshib untuk menghujat Ali dan Syi’ahnya!

Ibnu Taimiyah begitu menikmati ketika menyajikan kecaman kaum Nawâshib, dan terkadang kecaman itu ia yang meramunya hanya saja ia nisbatkan kepada mereka!

Di sini Ibnu Taimiyah berkata,

“Jika kaum Nawâshib berkata kepada kaum Rafidhah: Ali telah menghalalkan darah-darah kaum Muslimin dengan tanpa perintah Allah dan Rasul-Nya hanya demi kekuasaan, sementara Nabi saw. telah bersabda:

“mencaci maki seorang Muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekafiran.” Dan “jangan kalian kembali kafir sepeninggalku, sebagian dari kalian membunuh sebagian yang lain.” Maka Ali adalah kafir karena sebab itu! Maka hujjah kalian (Rafidhah) tidak lebih kuat dari hujjah kau Nawâshib…. “ (Minhâj as Sunnah,4/499-500)

.

Ibnu Taimiyah juga membebankan ke pundak Imam Ali ra. Tangung jawab kerusakan dan korban yang banyak dari kalangan umat Islam dalam peparangan tersebut!

Ia berkata:

“Sesungguhnya Ali berperang demi wilayah/kekuasaan, dan karenanya banyak jiwa mati terbunuh. Pada masa kekuasaannya tidak pernah terjadi peperangan melawan kaum kafir tidak juga menaklukkan negeri-negeri mereka! Dan kaum Muslimin tidak semakin membaik… “ (Minhâj as Sunnah,6/191)

Peperangan Imam Ali ra. menurut Ibnu Taimiyah Hanya menambah perpecahan di tengah-tengah ummat Islam! (Minhâj as Sunnah,7/243)

Semua yang salah hanya Ali ra…. Para pemberontak tidak patut dipersalahkan dan dimintai pertanggungan jawab atas apa yang terjadi dan dampak-dampaknya!!

Demikianlah Ibnu Taimiya menilai Imam Ali ra.!! Lalu salahkan para ulama Ahlusunnah yang menvonisnya sebagai gembong kaum Munafik?!

Apa yang saya sajikan di atas baru setetes dari kejahatan mulut si anak taimiyah itu. Pada edisi berikutnya, Anda akan menyaksikan lebih banyak lagi!

Jadi janganlah Anda heran jika kaum Wahhabiyah, Nawâshib Modern; para pengikut dan pemuja kesesatan akidah Ibnu Taimiyah sekarang juga menghembuskan nafas beracun dan memuntahkan luapan kebencian mereka kepada Imam Ali dan keturunan beliau!

Sebab seperti disabdakan Nabi mulia: Tiada mencintai Ali melainkan orang mukmin dan tiada membencinya melaikan orang munafik!! Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya:

.

وَ الذِي فَلَقَ الْحَبَّةَ و بَرَأَ النَّسَمَةَ إنَّهُ لَعَهْدُ النَّبِيِّ الأُمِّيْ أَنَّهُ : لاَ يُحِبُّنِيْ إلاَّ مُؤْمِنٌ ولاَ يُبْغِضُنِيْ إلا مُنافِقُ.

“Demi Dzat Yang membelah biji-bijian dan menciptakan makhluk bernyawa, ini adalah ketetapan Nabi yang Ummi kepadaku bahwa tiada mencintaiku kecuali mukmin dan tiada membenciku kecuali munafik.” (Diriwayatkan Oleh Imam Muslim,  Hadis senada juga diriwayatkan Imam Ahmad, An Nasa’i, At Turmudzi, Ibnu Majah Dll)

Iklan

27 Tanggapan

  1. Salut………..sumpah ana salut……..pada nt ya… abu salafy Keahlian nt dalam memotong2 kisah sejarah bak syiah rafidhah yang melakukan kebohongan pada ummat. Sekali lagi salut.~!!!
    Menurut ana Seandainya nt mau bersikap lebih obyektif tentu perkataan spt ini tak akan nt tulis karena dari yang dapat difahami akal sehat didalam minhajussunnah ibnu taimiyah menjelaskan tentang jasa2 yang dilakukan oleh abu bakar, umar Radhiallahu anhuma dan membandingkannya dengan keadaan ustman dan ali Radhiallahu anhuma ,hal ini dilakukan dalam rangka membantah kata2 keji rafidah pada abu bakar dan umar yang sangat mendiskreditkan mereka berdua radhiallahu anhuma.kemudian beliau menjelaskan tentang perang yang dilakukan abu bakar dalam memerangi nabi palsu dan mani’uzzakat serta dalam sejarah kita tahu bagaimana umar berperang dalam meninggikan kalimat allah dan memperluas daerah penyebaran islam.
    Jika mereka (abu bakar dan Umar) yang telah berjasa seperti itu di caci maki oleh syiah rafidhah laknatullah alaihim bagaimana kiranya usman dan ali akan mereka perlakukan??? Karena perang dimasa mereka berdua lebih banyak menghadapi para bughat yang nota bene adalah masih termasuk golongan kaum muslimin.disini ibnu taimiyah memberikan perumpamaan bagi orang yang mau berpikir, jadi jangan diartikan ini sebuah celaan atau hinaan, coba nt telaah lagi runtutan kisah di minhajussunnah.

    Perkataan abu salafy yang dia nisbatkan kepada ibnu taimiyah:
    Di sini Ibnu Taimiyah berkata, “Jika kaum Nawâshib berkata kepada kaum Rafidhah: Ali telah menghalalkan darah-darah kaum Muslimin dengan tanpa perintah Allah dan Rasul-Nya hanya demi kekuasaan, sementara Nabi saw. telah bersabda:
    “mencaci maki seorang Muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekafiran.” Dan “jangan kalian kembali kafir sepeninggalku, sebagian dari kalian membunuh sebagian yang lain.” Maka Ali adalah kafir karena sebab itu! Maka hujjah kalian (Rafidhah) tidak lebih kuat dari hujjah kau Nawâshib…. “(Minhâj as Sunnah,4/499-500)

    Saya katakan kalau kita mau melihat dengan hati yang punya bashiroh dan tidak gelap hati seperti Syiah rafidhah maka kita tahu bahwa ucapan ibnu taimiyah tsb adalah penukilan dari kaum nashibi dan rafidhah yang berhujjah tentang keadaan ali, bukannya itu merupakan ucapan ibnu taimiyah , justru ibnu taimiyah mengatakan hujah kaum nashibi tidaklah lebih kuat dari kaum rafidhah (artinya sama mlencengnya) dan beliau menyatakan bahwa perbuatan ali dalam memerangi agar ditaati tsb merupakan sesuatu yang dibolehkan dan ini merupakan pendapat para fuqaha’ yang dibawakan oleh imam syafi’i.
    Alhasil sama sekali tuduhan abu salafy tidak terbukti kebenarannya justru saya semakin yakin bahwa gaya syiah rafidhah yang ditiru abu salafy hanya untuk membohongi ummat.
    selain itu ibnu taimiyah juga mengatakan perang2 yang terjadi dizaman ali ra merupakan kejadian fitnah yang terjadi diantara kaum muslimin yang dikobarkan oleh musuh2 islam.
    Akhirul kalam….semua yang dibawakan abu salafy diatas merupakan potongan cerita yang dia ambil dengan tujuan fitnah gaya syiah rafidhah seandainya para pembaca menilik secara keseluruhan kisah yang dibawakan ibnu taimiyah maka semakin jelaslah kebusukan si abu salafy sipenyebar finah bahkan didalam kitab tsb ibnu taimiyah mengatakan :
    “TIDAKLAH ADA DIDALAM BANI HASYIM SETELAH ALI YANG LEBIH MULIA DARI HAMZAH, JAKFAR, UBAIDAH BIN HARITS (Padahal mereka itu para syahid dijalan allah)
    Artinya siapapun didalam bani hasyim bisa jadi orang yang mulia tetapi SAYYIDINA ALI RA.tetap LEBIH MULIA diantara mereka.
    MAKA TOBATLAH KAU WAHAI ABU SALAFY KARENA PINTU TOBAT MASIH TERBUKA SEBELUM NAFASMU DITENGGOROKAN………..!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Abu Salafy:

    Setiap kali kesesatan pendapat Ibnu Taimiyah diungkap yang paling kebakaan jenggor adalah kaum Wahhabiyah, sebab dia adalah imam besar mereka!
    Tapi sayangnya, setiap kali membela penyimpangan Ibnu Taimiyah semakin kelihatan kejahilanya…. sebab ketika membela hanya mengandalkan logika “POKOKNYA”…. buktikan kalau kami memelintri ucapan Ibnu Tai miyah?! Apa pada kutipan yang saya sebutkan itu masih dianggap kurang jelas?!
    Wan benthaleb…. Anda tidak usah-usah mengalihkan opini pembaca tentang Syi’ah Rafidhah yang selalu Anda kambing hitamkan dan selalu Anda dan kaum Wahhabiyah fitnah ni dan itu…. Anda benar Ibnu Taimiyah dalam rangkan membela Sayidina Abu Bakar dan Sayidina Umar dari cercan kaum Rafidhah, lalu apa harus mereka itu dilawa dengan menghina dan menuduh-nuduh Sayidina Ali sebagai berperang demi mencari kekuasaan?!
    Mas kalau kita mau jujur dan bersikap obyektif, maka tidak hanya kaum yng mencela Sayidina ABu Bakar dan Umar yang kita kecam, tetapi juga kaum Nawashib yang membenci dan menghna Ahlul Bait Nabi saw…. yang membenci dan menghina Sayyidina Ali!! Tetapi mengapa, kita mati-matian membela kaum Nawashib dan bersusah-susah mencarikan uzur demi uzur untuk mereka?!
    Wan, kami dapat memaklumi memang di atara kaum munafiq itu saling bela membela, awliya’ ba’dhum min ba’dhin.
    selain itu, Anda salah dalam memahami omongan Ibnu taimyah tentang hujah kaum nawasih yang Anda ktkan tidak lebih kuat dari hujjah kaum Rafidhah, itu kebelik wan!! Coba baa dan teliti kembali!

  2. Abu salafy berkata:
    buktikan kalau kami memelintri ucapan Ibnu Tai miyah?! Apa pada kutipan yang saya sebutkan itu masih dianggap kurang jelas?!
    Saya katakan kalau kamu mau kamu seharusnya kamu kutip penjelasan ibnu taimiyah secara lengkap sebelum dan sesudah kata yang kamu sebutkan diatas, pasti orang yang punya pemahaman akan mengerti bahwa maksud ibnu taimiyah bukan menghina ali ra, tapi hanya merupakan perbandingan untuk membuka pemahaman orang agar tidak terbawa oleh faham nashibi dan syiah rafidhah laknatullah.

    Abu salafy berkata:
    Anda tidak usah-usah mengalihkan opini pembaca tentang Syi’ah Rafidhah yang selalu Anda kambing hitamkan dan selalu Anda dan kaum Wahhabiyah fitnah ni dan itu…

    Saya katakan: Bagaimana tidak membawa2 syiah laknatullah sedangkan pokok pembahasan pada kitab MINHAJUSSUNNAH adalah tentang kebusukan Syiah Rafidhah dan segala hal yang ditimbulkan oleh aliran yang berujung pada yahudi ini???? Jadi pasti Syiah Rafidhah yang anda SAYANGI tsb mau tidak mau akan terbawa.

    Abu salafy berkata:
    …………lalu apa harus mereka itu dilawa dengan menghina dan menuduh-nuduh Sayidina Ali sebagai berperang demi mencari kekuasaan?………………………

    Saya katakan: Makanya ya RUWAIBIDIDHAH kalau menukil yang komplit!!! ibnu taimiyah hanya membandingkan perang yang terjadi di zaman abu bakar dan umar dengan perang yang terjadi dizaman ustman dan ali, karena dari sejarahnya memang tidak dapat dipungkiri bahwa perang para sahabat tsb mempunyai latar belakang masing2. jadi apakah salah jika kita katakan bahwa latar belakang perangnya begini dan begitu…???

    Abu salafy berkata:
    Mas kalau kita mau jujur dan bersikap obyektif, maka tidak hanya kaum yng mencela Sayidina ABu Bakar dan Umar yang kita kecam, tetapi juga kaum Nawashib yang membenci dan menghna Ahlul Bait Nabi saw…. yang membenci dan menghina Sayyidina Ali!!

    Saya katakan: BUWETOEL SEKALI……makanya sayapun ikut mengecam SYIAH RAFIDHAH LAKNATULLAH yang mengecam abu bakar dan umar yang dengan kejinya menggelari mereka JIBT DAN THAGHUT…Dan bukti bahwa ibnu taimiyah mencela golongan nashibi dan rafidhah sebagaimana saya paparkan diatas bahwa hujjah mereka adalah sama2 mlenceng, bagaimana bisa kamu bilang beliau memberi udzur pada mereka yang mencela ali??? (kalau kurang ya disalin aja buku minhajussunnah diblog kamu ini).

    Abu Salafy berkata:
    Wan, kami dapat memaklumi memang di atara kaum munafiq itu saling bela membela, awliya’ ba’dhum min ba’dhin.

    Saya Katakan: Sekali lagi saya katakan kamu dalam hal ini BUWETOEL SEKALI dan kamu juga jangan lupa…………bahwa KAUM KAFIR juga BA’DHUHUM AWLIYA’U BA’DHIN……………….

    Abu Salafy:
    Kalau kamu menganggap dikarenakan saya menukil tidak komplit makanya jadi keliru, maka saya minta kamu sebutkan yang komplit agar para pembaca tau langsung!!!
    Bukti bahwa Kaum Wahhabiyun tidak berkenan membenci yang membenci Ali dan Ahlul Bait adalah apa yang kamu ucapkan di sini bahwa kaum membenci kaum Rafidhah yang membenci ABu Bakar dan Umar…. Tapi kamu tidak satu kata pun mengecam kaum nawashib yang menbenci Ali!!!! itu karena para imam dan panutan kaum termasuk darinya bukan?! Dan jangan-jangan Anda juga termasuk, walaupun dalam jajaran nawashib jelata!

  3. ohhh…..ya….kelupaan…bagaimana perkataan ibnu taimiyah

    ““TIDAKLAH ADA DIDALAM BANI HASYIM SETELAH ALI YANG LEBIH MULIA DARI HAMZAH, JAKFAR, UBAIDAH BIN HARITS (Padahal mereka itu para syahid dijalan allah)

    Artinya siapapun didalam bani hasyim bisa jadi orang yang mulia tetapi SAYYIDINA ALI RA.tetap LEBIH MULIA diantara mereka.

    APAKAH INI TERMASUK PENGHINAN KEPADA ALI KARRAMALLAHU WAJHAH……..????????????????????

    Abu Salafy

    Apa arti sebuah kalimat yang memnuji (jika benar itu memuji) jika dicemari dengan berbagai pernyataan dan stitmen menghina!
    Wan benthaleb, masalah penghinaan Ibnu Tai miyah atas Imam Ali ra. itu sudah jelas… tidak perlu dibela-bela! Kamu juga tidak perlu membela diri dari kebencianmu atas Imam Ali dan Ahlul Bait.. buat apa?
    Tidak usah bertaqiyyah dalam masalah itu! Ngaku aja! Taqiyyah itu menurut Wahhabi kan nifaq!! Jadi jangan bermunafiq deh!

  4. yang pertama nih..
    bener gak nih?

  5. Ibnu Tayimiah kelihatan lebih hebat dr Rasul. Rupanya secara tdk langsung ia mengangkat dirinya menjadi Rasul. Bayangkan Rasul tdk mengetahui bahwa akhlak Imam Ali begitu bobrok dan harus ibnu taymiah yg menilai. Krn menurut Ibnu Tayimiah Imam Ali KEMARUK KEKUASAAN, KEMARUK HARTA, MENGHALALKAN DARAH UMAT ISLAM DLSB. Rasul mengatakan : Engkau dg Aku seperti Musa dan Harun tp tdk Nabi setelah Aku. Klu Aku gudang Ilmu maka Ali pintunya. Dan banyak lagi kemulian Ali disampaikan oleh Rasul. Dan Rasul tdk berbicara kecuali WAHYU. Kemudian mengawinkan anaknya yg tercinta kepada Imam Ali. Jadi klu menurut Ibnu Tayimiah dg ucapan kata2nya se-akan2 menyatakan Rasul tdk tau apa. Jd kemulian yg telah diucapkan Rasul salah menurut pembohong ibnu tayimiah

  6. Saya merasa blm puas Maaf mas abusalafy. Nyata2 kedengkian ibnu tayimiah trhdp keluarga Ahlulbait terutama Imam Ali sdh mencapai puncak kedengkian sampai2 menganganggap Rasul bodoh walaupun tdk secara terang2an diucapkan. Ini politik ibnu tayimiah. Sebab klu terang2an maka orang bodohpun akan membencinya. Tapi dg cara begini orang bodoh menganggap ibnu tayimiah syech yg hebat. Nanti nda tau kapan mereka2 yg sekarang megkultuskan ibnu taymiah mungkin menyatakan bahwa seharusnya ibnu tayimiah nabi

  7. Berkata ibnu taimiyah tentang Sayyidina ali ra.:

    “Hal2 yang telah shahih dari Nabi tentang keutamaan Ali ra sebagaimana hadist “Aku akan memberikan panji ini kepada seseorang yang mencintai allah dan rasulnya dan allah dan rasulnya juga cinta kepadanya….(Siapa seseorang itu….jawabnya ali ra).

    Tentang perumpamaan penempatan kedudukan ali ra sebagaimana harun dan musa (menunjukkan cinta nabi pada ali ra.),
    Serta Doa Nabi saw :
    “Ya Allah mereka (Ali ra., istri dan anak2nya) ini adalah AHLI BAITKU maka hilangkanlah dari mereka itu RIJS (dosa dan kejelekan2 lain) dan sucikanlah mereka ini dgn sesuci2nya.
    Sehingga banyak sekali sahabat yang juga ingin mendapatkan segala kekhususan itu yang juga merupakan Persaksian nabi saw. tentang keimanan ali ra, kesetiaannya dan menjadikan keharusan bagi kaum mukminin untuk setia dengan ali ra. (dalam kepemimpinannya).
    Meskipun si abu salafy ini tahu akan hal ini ketika dia meneliti kitab minhajussunnah akan tetap saja ia berusaha untuk memelintir dan mendustakannya meskipun untuk itu ia harus menambah dengan fitnahan keji…
    Tidak ada orang yang mempunyai pikiran seperti abu salafy ini melainkan orang Syiah Rafidhah……saya semakin yakin bahwa nt ini Seorang Syi’i Rafidhah …………..Karena meskipun dalam buku minhajussunnah kamu dapati pujian ibnu taimiyah terhadap sayidina ali ra. tetap saja kamu tidak akan bisa menerima kata2 pada buku itu dikarenakan memang buku itu ditulis untuk membantah omongan Syiah Rafidhah dan segala macam tipu dayanya …………..jadi kini saya dapat mengerti kenapa nt modelnya kaya ini.!!!!!

    Nt bilang ana ber TAQIYYAH???…………………….Gak salah bung!!!!!…….Itu kan ibadah AGAMA SYI’AH RAFIDHAH NT….. kok bisanya nt nisbatkan pada ana? ;’/.:”?(geleng geleng)

    @ abu rahat
    Nt ini ngomong kaya gitu dasarnya mana??? apa cuma dari Dagelan Gak Lucunya Abu Salafy yang kamu jadikan dasar?……
    Omongan nt itu seharusnya begini:
    “Nyata2 kedengkian SYI’AH RAFIDHAH LAKNATULLAH ALAIH trhdp AGAMA INI sdh mencapai puncak kedengkian sampai2 menganganggap RASUL, MALAIKAT JIBRIL, DAN SAHABAT2 YANG LAINNYA bodoh walaupun tdk secara terang2an diucapkan (PAKAI IBADAH TAQIYYAH). Ini politik SYIAH RAFIDHAH LAKNATULLAH. Sebab klu terang2an maka orang bodohpun akan membencinya. Tapi dg cara begini orang bodoh (SEPERTI ABU RAHAT DKK) menganggap SYIAH RAFIDHAH (DALAM HAL INI DIWAKILI OLEH ABU SALAFY) syech yg hebat. Nanti nda tau kapan mereka2 yg sekarang megkultuskan ABU SALAFY mungkin menyatakan bahwa seharusnya ABU SALAFY INI IMAM MAHDI ALMUNTADZHOR.

    Abu Salafy:
    wan benthaleb, masalah Ibn Tai miyah menerima walau dengan berat hati beberapa hadis keutamaan itu bukan ukuran apa-apa, sebab hadis-hadis itu memang tidak menanti pengakuan Ibnu Tai miyahkarena para muhaddis telah meriwayatkan dan menshahihkanya…. Tetapi coba Anda pikr dan renungkan berapa banyak hadis shahih tentang keutamaan Ali ra. yang ia kufuri dan atau ia plesetkan maknanya…. mungkin itu karena dorongan nafsunya dalam melawan kaum Rafidhah! Tetapi para ulama (maaf, saya katakan ulama dan bukan kauk jahil sok alim ulama) telahj menegaskan bahwa karena semangat berlebihannay dalam melawan Rafifha ia terjatuh dalam penolakan hadis-hadis shahih tentang keutamaann Ali ra. dan menghinakannya dengan kata-kata keji…. mau bukti? Ikuti terus ulasan kami yang membongkar kedok kemunafikan para pembenci Ali ra. yang dianggap para pemuja Ibnu Tai miyah sebagai penipuan dan pemelintiran!!

  8. Udah lah …
    jangan pade Ribut azee…

    Ibnu taymiyyah, kalo diibaratkan bumbu makanan itu seperti Cabe. Selalu pedess di manapun dia berada.
    Tapi kedang kita perlu juga yang pedes biar rada seger.
    Jangan lupa cari Bumbu-bumbu lain yang enak biar sempurna rasanya…

  9. Ibnu Taimiyyah juga manusia biasa yang tidak diberi wahyu setelah Muhammad SAW. Segala amal baik dan kekeliruannya biar dipertanggungjawabkan sendiri.jangan mencaci terus2an.cukuplah ditulis kekeliruannya saja, biar penerusnya memperbaiki diri.

  10. kita tidak mau tahu hatinya orang bung karena memang isi hati siapa yang tahu??? tidaka seperti kata nt:

    masalah Ibn Tai miyah menerima walau dengan berat hati beberapa hadis keutamaan itu bukan ukuran apa-apa, sebab hadis-hadis itu memang tidak menanti pengakuan Ibnu Tai miyahkarena para muhaddis telah meriwayatkan dan menshahihkanya

    Yang jadi bukti bahwa secara dzahir fitnah yang nt bilang berlawanan dengan kenyataannya atas diri ibnu taimiyah…

    Abu Salafy:

    Ketika mnerima sebuah hadis tapi maknanya dipelintir itu bukti bahwa ia menerimanya dengan berat hati.

  11. @Benthaleb
    NT baca nda buku Manhaj as Sunnah. Ana bicara atas dasar tulisan Maha Guru. ente. Protes dong ke Maha Guru ente, kok ana yg ente caci. Memang dasarnya. Tdk mampu melawan agrumen taunya hanya mencaci. Klu ana balas mencaci maka ana sama bodoh dg nt. Maka ana nda tanggapi kebodohan ente

  12. Kepada Benthalib aku berkata:
    Kayaknya hujjah kaum rafidhah lebih kuat dari kaum nawashib dalam masalah suka atau tidak suka (benci membenci)
    alasannya :
    1. Sepert yang hadist yang dibenarkan oleh Ibnu Taymiah yang anda kutip:“Aku akan memberikan panji ini kepada seseorang yang mencintai allah dan rasulnya dan allah dan rasulnya juga cinta kepadanya….(Siapa seseorang itu….jawabnya ali ra).
    Tentang perumpamaan penempatan kedudukan ali ra sebagaimana harun dan musa (menunjukkan cinta nabi pada ali ra.),
    Serta Doa Nabi saw :
    “Ya Allah mereka (Ali ra., istri dan anak2nya) ini adalah AHLI BAITKU maka hilangkanlah dari mereka itu RIJS (dosa dan kejelekan2 lain) dan sucikanlah mereka ini dgn sesuci2nya.
    dan di tambah Hadist yang dikutip pak Abusalafy: “Tiada mencintai Ali melainkan orang mukmin dan tiada membencinya melaikan orang munafik!!”
    2.Karena “tidak ada?” hadist soheh yang tegas dan jelas seperti diatas buat selain Ali ra. contoh hadist yang mengatakan bahwa tiada mencintai Abubakar / Umar / Ustman melainkan orang mukmin dan tiada membencinya melainkan munafik.

    Beda lagi dengan muawiyah and his gang, fakta membuktikan bahwa orang ini dgn gerombolannya, telah tidak patuh, memusuhi, menyerang, menentang, menghina, mencaci maki, melaknat dan mengkafirkan Ali ra. dan keturunannya (yang diharuskan Allah untuk dicintai)
    Karena :
    1. Dalam Islam sudah jelas, barang siapa yang memusuhi sahabat yang selalu setia dan mengikuti semua perintah dan sunnahnya hingga paskah wafat sang Nabi adalah dilarang
    2. Dalam Wahabi (Salafy versi wahabi) sudah jelas, dilarang melawan / menentang penguasa walaupun dhalim
    3. Apalagi ditambah hadist-2 diatas yang mengharuskan mencintai bukan memusuhi Ali ra.
    Maka:,
    muawiyah dan gerombolannya tidaklah layak untuk mendapat tempat di hati kaum muslimin, mereka harus kita musuhi, karena mereka adalah pelaksana-2 pelopor anti Islam. Muawayah dan gerombolannya ini pantas disebut an’am bahkan lebih rendah.
    Demikian mudah-2an Benthalib setuju. Gimana???

  13. @Abusalafy
    Go ahead!

    @fahman
    Cabe yang satu ini (Ibnutaimiyah) pedesnya minta ampun sampe bikin mules 🙂

  14. @mungkin
    nt ini gimana sich>???? rafidhah yang diwakili abu salafy mengatakan bahwa ibnu taimiyah benci ali ra. sdg hujjah yang disebutkan tadi adalah hujjah yang dibawa ibnu taimiyah sekaligus membuktikan bahwa ibnu taimiyah tidaklah membenci ali ra. sebagaimana dituduhkan rafidhah abu salafy, kok malah diputer2….apa nt gak faham????

    Siapa bilang tidak ada hadist shohih ttg cinta nabi pada selain ali ra. dan keluarganya?????? nt aja yang kuramg baca buku!!
    “Rasul ditanya ttg siapa yang paling dia cintai rasul menjawab “A’isyah” lalu ditanya kalau orang laki2 yang paling dicintai??? rasul menjawab “Bapaknya” ( yaitu Abu bakar Ashidiq orang yangjustru dibenci rafidhah dan dihujani dengan berbagai fitnahan keji)

    @ abu rahat
    Disini nt menunjukkan kebodohan dan beratraksi dengan kebodohan yang nt punya……Kalau nt baca diatas jelas sekali bahwa rujukan yangdipakai abu salafy dan ana pakai “Minhajussunnah” bukan “Manhajussunnah” jadi gak bakal sama dengan punya nt karena judulnya aja lain.

    Nt bilang bicara atas dasar perkataan ibnu taimiya????? mana jek????? dari dulu dasar omongan nt adalah omongan abu salafy arrafidhah gitu kok??? apa mau ikut2an jadi pembohong ya????


    Abu Salafy:

    Dari jaman dulu Imam Syafi’i mengeluh dari sikap nifaq sebagian orang yang mengaku Ahlusunnah tetapi jika dibawakan hadis-hadis keutamaan Ahlul Bait Nabi malah seakan tidak terima… Lalu menuduh pembawanya sebagai Rafidhah….. Jadi coba Imam Syafi’i masih hidup pasti nasibnya sangat buruk … dituduh Rafidhah oleh kaum Wahhabi (kroni kaum Nawashib/pembeci keluarga Nabi saw.)….

  15. sorry atas nama postingan diatas……….sebab komputernya habis dipakai keluarga ana dengan pakai nama agus tapi yang jelas posting diatas bukan milik si agus. mohon maklum

  16. Pak Abu Salafy yth…

    minta tolong dengan hormat agar kenifakan ibnu taymiah, dan kebohongannya diungkap terus, saya tunggu kelanjutan serial ibnu taimiah-nya..

    dari jawaban-jawaban wahabiyun -pentaklid buta ibnu taimiah- kelihatan jelas bahwa mereka TIDAK DAPAT MENUTUPI KEDOK BUSUK DAN KENIFAKAN IBNU TAYMIAH, apalagi membelanya…!!

    jazakumullah khoirul jaza’ pak abu salafy

    semoga Allah SWT memperbanyak orang seperti saudara, amin ya robbal alamin !!

  17. no comment dgn benthaleb..makin aneh aja nt..keras kepalanya g ketulungan..maklum,ekstrimis wahhabi..hehe..

  18. Kayaknya si Om Ben ini sudah terINFEKSI oleh firus2 yang membunuh MATA HATInya, Dimana Omongannya hanya mengeluarkan SUMPAH SERAPAH..semakin jelas dan nampak bahwa siapa sebenarnya Om Ben..

    Om…sadar om, dunia dah tua, cepat mohon ampun sebelum om mati dimakan cacing tanah…sadar yah om..

  19. Pelajarilah sirah sahabat…mak kita kan tahu tentang kareteristik para sahabat….n dalami lah hadist shohih maka kita dapatkan pengakuan langsung dari rosul tentang keutamaan para shahabat….jika kita ISLAM maka kita sami’ na wa a’tona…..namun kita juga perlu paham bahw kita dilarang bersikap GHULUW kepada siapa pun dia termaksud kepada ROSULULLAH itu sendir,ini ada di dalam Al-quran dan Hadist……Apalagi hanya kepada sahabat atau AHLUL bait kita dilarang berlebihan bahkan jika kita sampai mengkultuskan nya maka tersesatlahkita…… Aljadid711@yahoo.com

    _____________________
    -Abu Salafy-

    Begitu juga kita nggak usah ghulu kepada ibin taymiah, kan dia bukan sahabat apalagi nabi… iya toh?!

  20. semua yang ada tai nya pasti bau…mau itu
    tai miyah
    tai kucing
    tai kambing
    tai ayam
    apalagi tai orang
    semua bau lagi…

  21. apa bedanya tai miyah sama tai kucing

  22. Akhi …..takutlah akan azab Alloh!!!!!! terlalu banyak kebohongan dan fitnah yg antum tebarkan …..

  23. assallammu’alaikuum semuaanya…sebagian keluarga saya ahlul bait.,dan sebagian lagi ahlussunnah wal jamma’ah.,Alhamdulillah kita sekeluarga masih bisa rukun koq.,selama kita memandang perbedaan itu indah..yaah…tujuan kita tetap satu koq…MENUJU RIDHONYA ALLOH SWT…Insya Alloh qta semua selalu dalam bimbinganNya..!!!Sholawat serta salam semoga Alloh sampaikan untuk junjungan qta Baginda Muhammad Rosulloh SAW..,serta untuk keluarga dan para sahabat2 Beliau.,dan juga para umatnya…ahlul bait dan ahlul sunnah..
    INSYA ALLOH………….

  24. Tipu Muslihat Abu Salafy Cs (bag 3), “Tuduhan Ustadz Abu Salafy Bahwasanya Ibnu Taimiyyah Mencela Ali dan Umar”

    http://firanda.com/index.php/home/31/117-tipu-muslihat-abu-salafy-cs-3-qtuduhan-ustadz-abu-salafy-bahwasanya-ibnu-taimiyyah-mencela-ali-dan-umarq

  25. Dalam menilai peperangan Imam Ali ra., Ibnu Taimiyah bertaka:

    وَعليٌ قاتَلَ لِيُطاعَ و يَتَصَرّفُ في النفوسِ و الأموال، فكيف يُجعَلُ هذا قتالاً غلى الدينِ؟!

    “Ali berperang agar ia dita’ati dan berbuat sekehendaknya terhadap jiwa-jiwa dan harta-harta, lalu bagaimana peperangan seperti itu dijadikan peperangan demi agama?!” (Minhâj as Sunnah,8/329)

    ______________
    -Abu Salafy-

    Salam akhi terkait yang antum sebutkan diatas telah kami bahas disini:

    Khalifa Ali (Karramallahu wajhahu) di Mata Ibnu Taimiyah

  26. ketika orang sudah menganggap dirinyalah paling benar maka pada saat itulah orang tersebut salah, karena tidak ada yang tahu kebenaran sejati kecuali yang sang kebenaran itu sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s