Seri Kepalsuan Ibnu Taimiyah (1)

Apakah Benar Ibnu Taimiyah Ahli Dalam Ilmu Hadis? (1)

Apa benar Ibnu Taimiyah seperti yang dibanggakan para pengikut dan muqallidnya bahwa ia pakar yang mumpuni dalam ilmu hadis?

Atau ia seperti yang disifati para penentangnya dan menentang cara dan metode keberagamannya dan sikapnya terhadap Sunnah Nabi saw., ia adalah seorang yang gegabah dalam menyikapi Sunnah dan menjadikan hawa nafsunya sebagai imam dan penentu?

Sajian di bawah ini akan membuktikan mana dari kedua penilaian di atas yang sesuai dengan realita dan kenyataan sebenarnya!

Ikuti terus sajian kami kali ini!

Tentang Hadis Tawassul Kepada Nabi Muhammad saw. dalam Berdo’a.

Ibnu Taimiyah menukil beberapa hadis dari beberapa sahabat dan tabi’în yang ia akui keshahihannya tentang bertawassul kepada Nabi saw. dalam berdo’a, seperti do’a yang terkenal yang diajarkan Nabi saw.kapada seorang sahabat beliau saw.:

اللهم إني أتوجه إليكبنبيك نبي الرحمة، يا محمد إني أتوجه بك إلى ربك وربي يرحمني مما بي.

“Ya Allah, aku menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, nabi pembawa rahmat. Wahai Muhammmad, aku menghadap denganmu kepada Tuhanmu dan Tuhanku agar Dia merahmatiku dari apa yang sedang aku hadapi.”

Dan redaksi lain semisalnya.

Ibnu Taimiyah juga menukil dari para ahli hadis seperti al Baihaqi, Ibnu as Sunni dan ath Thabarani bahwa para Salaf (yang tak henti-hentinya diaku kaum Wahhabiyah sebagai panutan mereka) bahwa mereka telah mempratekkan dan mengamalkannya.

Setelahnya Ibnu Taimiyah berkata:

ورويفي ذلك أثر عن بعض السلف، مثل ما رواه ابن أبي الدنيا في كتاب (مجانيالدعاء)… فهذا الدعاء ونحوه قد روي أنه دعا به السلف، ونقل عن أحمد بنحنبل في (منسك المروزي)التوسل بالنبي(ص)فيالدعاء.

“Dalam hal ini telah diriwayatkan dari sebagian kaum Salaf, seperti apa yang diriwayatkan Ibnu Abi ad Dunya dalam kitab Majâni ad Du’â’… dan do’a ini dan semisalnya telah dipraktikkan para Salaf. Dan telah dinukil dari Ahmad ibn Hanbal dalam Mansak-nya al Marwazi disyari’atkannya bertawassul dengan Nabi saw. dalam berdo’a.” (Baca at Tawassul wa al Wasîlah karya Ibnu Taimyah:105-106)

Akan tetapi anehnya dalam halaman-halaman pertama dalam kitab tersebutberkata:

إن أحدا من الصحابةوالتابعين لهم بإحسان وسائر المسلمين لم يطلب من النبي (ص)بعد موته أنيشفع له! ولا سأله شيئا! ولا ذكر ذلك أحد من أئمةالمسلمين في كتبهم!!

“Tidak seorang pun dari sahabat, tabi’în dan seluruh kaum Muslimin ada yang meminta dari Nabi saw. setelah fawatnya agar beliau memberikan syafa’at untuknya! Tidak pula meminta sesuatu, dan tidak pernah disebut oleh seorang pun dari para imam kaum Muslimin dalam buku-buku mereka!!” (At-Tawassul:1)

Abu Salafy berkata:

Lalu kemanakah ia buang hadis-hadis yang ia nukil dan ia shahihkan sendiri dari Imam Ahmad, Ibnu Abi ad Dunya, Ibnu As Sunni, al Baihaqi dan ath Thabarani? Bukankah Ibnu Taimiyah sendiri yang mengakui bahwa demikianlah praktik kaum Salaf?!

Tapi, bukanlah Ibnu Tamiyah kalau tidak gemar memalsu! Bukan Ibnu Tamiyah kalau tidak menentang kebenaran jika kebenaran itu berseberangan dengan hawa nafsunya.

Allah SWT berfirman:

أَ رَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلهَهُ هَواهُ أَ فَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكيلاً.

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya.” (QS. Al Furqân; 43)

Bukankan Ibnu Taimiyah itu seorang yang berilmu?

Jawabnya, ya!! Lalu mengapakah dia bersikap begitu?

Jawabnya ada dalam firman Allah SWT di bawah ini:

أَ فَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلهَهُ هَواهُ وَ أَضَلَّهُ اللَّهُ عَلى‏ عِلْمٍ وَ خَتَمَ عَلى‏ سَمْعِهِ وَ قَلْبِهِ وَ جَعَلَ عَلى‏ بَصَرِهِ غِشاوَةً فَمَنْ يَهْديهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَ فَلا تَذَكَّرُونَ (23)

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. (QS. Al Jâstiah;23)

Jadi apabila hawa nafsu dijadikan oleh seseorang sebagai tuhannya yang akan menetukan arah dan kecendrungannya maka tidak ayal lagi semua kebenaran yang tidak sejalan dengan selara nafsunya pasti akan ia bantah dan bantai!

Segamblang apapun dalil-dalil kebenaran di hadapan matanya pasti akan dengan mudahnya ia tolak dan bantah! Ia carikan seribu satu alasan untuk membatalkannya!

Itulah Ibnu Taimiyah!!! Imam besarnya kaum Wahhabiyah “Pemurni ajaran tauhid”!!

(Bersambung)

41 Tanggapan

  1. Demikian yang dipraktikkan kaum salaf (/sahabat semasa nabi hidup) dan Tidak seorang pun dari sahabat, tabi’în dan seluruh kaum Muslimin ada yang meminta dari Nabi saw. setelah fawatnya agar beliau memberikan syafa’at untuknya! Tidak pula meminta sesuatu, dan tidak pernah disebut oleh seorang pun dari para imam kaum Muslimin dalam buku-buku mereka!!
    begini uyang dapat diambil dari keseluruhan pendapat ibnu taimiyah tapi justru abu salafy yang menggunakan hawa nafsunya sehingga apapun yang di bacanya pasti diniatkannya buat memelintir agar sipengucap menjadi salah,dan dg begitu dapat dicacinya. Pada perkatan pensahihan hadis pertama beliau menyebutkan secara umum dan yang kedua adalah pe,mbatas dari keumuman yng pertama. bukti lain semua yang diajarkan nabi dilakukan oleh sahabat pada waktu hidup beliau dan tidak setelah wafatnya beliau.

    masak gt aja gak faham nt …..

    ____________
    -Abu Salafy-

    Kalau Anda menuduh saya memelintir perkataan Ibnu Taimiyah alangkah baiknya jika Anda sudi membuktikannya dengan menghadirkan versi yang benar tanpa ada pemelintiran… sebutkan wan biar semua melihat, siapa yang memelintir siapa yang mengkufiri kebenaran?

    Kalau Anda membela Ibnu Taimiyah dengan cara seperti itu, ya yang kasian Ibnu Taimiyah dong….
    Coba Anda merenung akhi, apa boleh kejahilan dijadikan penentu dalam menerima atau menolak ajaran syari’at? Baca riwayat Utsman ibn Hunaif yang telah saya sarankan kepada teman-teman Wahhabi, biar tidak selamanya bangga dengan ketidak tauannya!!

    • Baru dari pendapatnya belum dari Perbuatannya, ABU SALAFY lebih layak dijuluki Tokoh Penyembah Ahli Kubur, yang nyata2 mereka tidak bisa berbuat apapun setelah kematiannya tapi masih dianggap juru penyelamat. Minta kepada ALLAH yang tidak pernah mati.

      ___________
      Abu Salay

      Alangkah indahnya jka anda menanggapi artikel/tulisan kami dengan ilmiah

      • maklumin aja… orang yang baca Al-Qur’an tapi tak pernah membaca artinya. Padahal Al-Qur’an yang mereka baca mengatakan “Janganlah kamu mengira orang yang mati di jalan allah itu mati. Mereka HIDUP di sisi Allah …”

  2. @Pak abu Salafy

    hebat… hebat…. tambah lama tambah ramai nih blog-nya! kawan-kawanku aku suruh sowan ke blog ini semua biar tau apa itu wahabi?

    salut deh dengan pembongkaran kedok wahabi….blog ini lain dengan yang lain, selalu menampilkan yang seru dan dengan bukti-bukti yang akurat, jadi Asyiiik bacanya!

    aku udah muak dengan fitnah-fitnah wahabi, sekarang mereka kena batunya dengan munculnya pak abu salafy

    @benthaleb

    aku ikuti pembicaran/diskusi anda dengan pak abu dan yang lainnya, aku lihat makin lama-makin kelihatan bodoh dan jahilnya anda.

    saran saya daripada anda kena serangan jantung lebih baik anda belajar agama lagi sebelum bicara disini, tapi bukan kepada syekh-syekh yang kepanjangan jenggot dari arab saudi sana.

    pak abu minta bukti sama anda nih sekarang untuk menampilkan versi omongan ibnu taymiah? apa bisa anda ya kira2 mendatangkannya? atau seperti biasanya anda tidak menjawab dan beralih ke topik yang lain, atau ngelantur sana-ngelantur sini?

    @Pak Abu salafy

    udah berapa kali pak Abu meminta kepada wahabi satu ini (benthaleb) untuk mendatangkan bukti tuduhan dan ocehan2nya, tapi sampai sekarang tak mampu mendatangkannya, maka sebaiknya pak abu tidak menuntut lagi kepadanya kasian Pak Abu, nanti dia tambah nggak bisa tidur mikirin kejahilan dan kebodohannya !!

  3. komentar gak pas mlenceng bung!!!!

  4. Abu Salafy berkata:
    Kalau Anda menuduh saya memelintir perkataan Ibnu Taimiyah alangkah baiknya jika Anda sudi membuktikannya dengan menghadirkan versi yang benar tanpa ada pemelintiran… sebutkan wan biar semua melihat, siapa yang memelintir siapa yang mengkufiri kebenaran?

    Ini saya kopikan dari arsip donlot saya, tapi maaf saya lupa ambilnya dimana dulu….. tapi karena copy paste jangan gak ditampilkan ya BOSS ……sebab kan ini bukti yang BOSS minta…..

    شد الرحل لزيارة القبر النبوي
    تأصيلات عقدية
    هذه المسألة: (مسألة شد الرحل وإنشاء السفر) لقصد قبر النبي وذلك لغرض ما يسمى بالزيارة، هي مسألة كثر الجدل فيها بين المتأخرين خاصة، ولم تكن هذه المسألة عند المتقدمين كحجمها عند المتأخرين؛ لأن السلف رحمهم الله من الصحابة والتابعين كانوا من أشد الناس اتباعاً، وأحرصهم على الخير، وهم أعظم الأمة تعظيماً للتوحيد، وخوفاً من الشرك، وحذراً من الوقوع في وسائله والذرائع إليه.

    ولما كان كل خلاف يرد إلى الله والرسول؛ امتثالاً لقوله تعالى: {فإن تنازعتم في شيء فردوه إلى الله والرسول إن كنتم تؤمنون بالله واليوم الآخر{ [النساء:59]، ولقوله تعالى: {وما اختلفتم فيه من شيء فحكمه إلى الله} [الشورى:10]، فالواجب الرد إلى كتاب الله تعالى، وإلى سنة رسول الله.

    وهذه المسألة التي نحن بصددها قد جاءت فيها نصوص خاصة ثابتة عن النبي، وانضم إلى هذا فهم الصحابة رضي الله عنهم مع الإجماع على عدم شرعية ذلك واستحبابه؛ فرأيت أن أكتب في هذه المسألة بحثاً استخلصته من كلام شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله، كما ذكره أبو عبدالله محمد بن أحمد بن عبدالهادي في كتابه (الصارم المنكي في الرد على السبكي)، وهو كتاب مطبوع متداول؛ فلخصت كلام شيخ الإسلام رحمه الله وقربته، وجعلته موجزاً وافياً إن شاء الله تعالى، وقسمته إلى أقسام:

    أولاً: الأدلة على المنع.
    ثانياً: تفسير الأدلة ومعناها.
    ثالثاً: الأقوال في شد الرحل.
    رابعاً: فهم الصحابة المنع من ذلك.
    خامساً: مخالفة فاعل ذلك للإجماع.
    سادساً: أنه لا يلزم الوفاء بالنذر لو نذر السفر لمجرد القبر.
    سابعاً: ضعف الأحاديث الواردة في مشروعية شد الرحل والزيارة.
    ثامناً: مراد من أطلق الزيارة من الأئمة.
    تاسعاً: أقسام الناس في الزيارة.-لون!-

    سالكاً في ذلك الاختصار. وجميع الألفاظ الموجودة في البحث للشيخ رحمه الله.

    أولاً: الأدلة على المنع (1):

    فمن ذلك ما رواه البخاري ومسلم من حديث أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي قال: (لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد: مسجدي هذا، والمسجد الحرام، والمسجد الأقصى)، هكذا رواه الشيخان بلفظ الخبر، وقد رواه مسلم بلفظ النهي وهو معنى الخبر السابق، فروي عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن النبي أنه قال: (لا تشدوا الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد: مسجدي هذا، والمسجد الحرام، والمسجد الأقصى)، رواه إسحاق بن راهوية في مسنده بصيغة الحصر (إنما تشد الرحال إلى ثلاثة مساجد: مسجد إبراهيم، ومسجد محمد، ومسجد بيت المقدس).

    ثانياً: تفسير الأحاديث ومعناها (2):

    اعلم أن الخبر معناه: النهي فقوله: “لاتشد الرحال” معناه: “لاتشدوا الرحال”، وهذا نهي يفيد حرمة شد الرحال لغير المساجد الثلاثة، وقال بعضهم: ليس بنهي وإنما معناه أنه لايشرع وليس بواجب ولا مستحب؛ بل مباح كالسفر في التجارة وغيرها.

    ورده شيخ الإسلام بقوله: (تلك الأسفار لا يقصد بها العبادة؛ بل يقصد بها مصلحة دنيوية مباحة، والسفر إلى القبور إنما يقصد به العبادة، والعبادة إنما تكون بواجب أو مستحب، فإذا حصل الاتفاق على أن السفر إلى القبور ليس بواجب ولا مستحب كان فعله على وجه التعبد مبتدعاً مخالفاً للإجماع، والتعبد بالبدعة ليس بمباح؛ لكن من لم يعلم أن ذلك بدعة فإنه قد يعذر فإذا تبين له السنة لم يجز له مخالفة النبي ولا التعبد بما نهي عنه).

    فعلم أن الحديث أراد الأسفار المنشأة للتعبد لا الأسفار المباحة للمصالح الدنيوية، وبهذا يرتفع الإشكال الذي عرض لمن سوغ سفر الزيارة.

    ثالثاً: أقوال أهل العلم في مسألة شد الرحال للقبر النبوي (3):

    اختلف في هذه المسألة على قولين:

    أحدهما: القول بالإباحة؛ كما يقوله بعض أصحاب الشافعي وأحمد.

    والثاني: أنه منهي عنه كما نص عليه إمام دار الهجرة مالك بن أنس، ولم ينقل عن أحد من الأئمة الثلاثة خلافه، وإليه ذهب جماعة من أصحاب الشافعي وأحمد.

    وقال شيخ الإسلام: (فمن سافر إلى المسجد الحرام أو المسجد الأقصى أو مسجد الرسول فصلى في مسجده، وصلى في مسجد قباء، وزار القبور كما مضت به سنة النبي فهذا هو الذي عمل العمل الصالح، ومن أنكر هذا السفر فهو كافر يستتاب، فإن تاب وإلا قتل.
    وأما من قصد السفر لمجرد زيارة القبر ولم يقصد الصلاة في المسجد، وسافر إلى مدينته فلم يصل في مسجده ولا سلم عليه في الصلاة؛ بل أتى القبر ثم رجع؛ فهذا مبتدع مخالف لسنة النبي، ولإجماع الصحابة ولعلماء أمته، وهو الذي ذكر فيه القولان:
    أحدهما: أنه محرم.
    والثاني: أنه لاشيء عليه ولا أجر له.
    والذي يفعله علماء المسلمين: هو الزيارة الشرعية، يصلون في مسجده، ويسلمون عليه في الدخول للمسجد وفي الصلاة، وهذا مشروع باتفاق المسلمين إلى أن قال مع أن فيه نزاعاً؛ إذ من العلماء من لا يستحب زيارة القبور مطلقاً، ومنهم من يكرهها مطلقاً كما نقل ذلك عن إبراهيم النخعي والشعبي ومحمد بن سيرين. وهؤلاء من أجلة التابعين، ونقل ذلك عن مالك، وعنه أنها مباحة ليست مستحبة، وأما إذا قدر من أتى المسجد فلم يصل فيه؛ ولكن أتى القبر ثم رجع؛ فهذا هو الذي أنكره الأئمة كمالك وغيره، وليس هذا مستحباً عند أحد من العلماء، وهو محل النزاع هل هو حرام أو مباح؛ وما علمنا أحداً من العلماء استحب مثل هذا، والله أعلم).

    وقال في موضع آخر: (وأما التصريح باستحباب السفر لزيارة قبره دون مسجده فهذا لم أره عن أحد من أئمة المسلمين، ولا رأيت أحداً من علمائهم صرح به، وإنما غاية الذي يدعي ذلك أنه يأخذه من لفظ مجمل قاله بعض المتأخرين مع أن صاحب ذلك اللفظ قد يكون صرح بأنه لايسافر إلا إلى ثلاثة مساجد، أو أن السفر إلى غيرها منهي عنه؛ فإذا جمع كلامه علم أن الذي استحبه ليس هو السفر لمجرد القبر بل للمسجد؛ ولكن قد يقال: إن كلام بعضهم ظاهر في استحباب السفر لمجرد الزيارة فيقال: هذا الظهور إنما كان لما فهم المستمع من زيارة قبره ما يفهم من زيارة سائر القبور وأطلق هذا، كان ذلك متضمناً لاستحباب السفر لمجرد القبر، فإن الحجاج وغيرهم لا يمكنهم زيارة قبره إلا بالسفر إليه، لكن قد علم أن الزيارة المعهودة من القبور ممتنعة في قبره، فليست من العمل المقدور، ولا المأمور فامتنع أن يكون أحد من العلماء يقصد بزيارة قبره هذه الزيارة وإنما أرادوا السفر إلى مسجده والصلاة والسلام عليه، والثناء عليه هناك، لكن سموا هذا زيارة لقبره كما اعتادوه، ولو سلكوا مسلك التحقيق الذي سلكه الصحابة رضي الله عنهم ومن اتبعهم لم يسموا هذا زيارة لقبره، وإنما هو زيارة لمسجده وصلاة وسلام عليه، ودعاء له وثناء عليه في مسجده سواء أكان القبر هناك أم لم يكن).

    رابعاً: فهم الصحابة للمنع من شد الرحل للزيارة (4):

    قال شيخ الإسلام: (إن أبا هريرة لما سافر إلى الطور الذي كلم الله عليه موسى بن عمران عليه السلام فقال له بصرة بن أبي بصرة الغفاري: لو أدركتك قبل أن تخرج لما خرجت سمعت رسول الله يقول: “لا تعمل المطي إلا إلى ثلاثة مساجد: المسجد الحرام، ومسجدي هذا، ومسجد بيت المقدس”).

    وقال الشيخ في مكان آخر: (فالطوائف متفقة على أنه ليس مستحباً، وما علمت أحداً من أئمة المسلمين قال: إن السفر إليها مستحب، وإن كان قاله بعض الأتباع فهو ممكن، وأما الأئمة المجتهدون فما منهم من قال هذا، وإذا قيل هذا كان قولاً ثالثاً في المسألة.
    وحينئذ يبين لصاحبه أن هذا القول خطأ مخالف للسنة ولإجماع الصحابة؛ فإن الصحابة في خلافة أبي بكر وعمر وعثمان وعلي وبعدهم إلى انقراض عصرهم لم يسافر أحد منهم إلى قبر نبي، ولا رجل صالح، وقبر الخليل عليه السلام بالشام لم يسافر إليه أحد من الصحابة. كانوا يأتون بيت المقدس ويصلون فيه ولا يذهبون إلى قبر الخليل..)، إلى أن قال: (ولم يكن أحد من الصحابة يسافر إلى المدينة لأجل قبر النبي ؛ بل كانوا يأتون فيصلون في مسجده ويسلمون عليه في الصلاة، ويسلم من يسلم عند دخول المسجد والخروج منه، وهو مدفون في حجرة عائشة فلا يدخلون الحجرة، ولا يقفون خارجاً عنها في المسجد عند السور. وكان يقدم في خلافة أبي بكر وعمر أمداد اليمن الذين فتحوا الشام والعراق وهم الذين قال الله فيهم: {فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه} [المائدة: 54}، ويصلون في مسجده كما ذكرنا، ولم يكن أحد يذهب إلى القبر، ولا يدخل الحجرة، ولا يقوم خارجها في المسجد، بل السلام عليه خارج الحجرة).

    وقال في موضع آخر: (ولم يعرف عن أحد من الصحابة أنه تكلم باسم زيارة قبره لا ترغيباً في ذلك، ولا غير ترغيب؛ فعلم أن مسمى هذا الاسم لم يكن له حقيقة عندهم).

    وقال أيضاً: (ومن ظن أن زيارة المسجد إنما شرعت لأجل القبر فقد أخطأ، ولم يقل هذا أحد من الصحابة والتابعين).

    وقال رحمه الله : (فأما السفر لأجل القبور فلا يعرف عن أحد من الصحابة، وكان عمر ومن معه من المهاجرين والأنصار يقدمون إلى بيت المقدس، ولم يذهبوا إلى قبر الخليل عليه السلام، وكذلك سائر الصحابة الذين كانوا ببيت المقدس وسائر الشام لم يعرف عن أحد منهم أنه سافر إلى قبر الخليل عليه السلام ولا غيره، كما لم يكونوا يسافرون إلى المدينة لأجل القبر. وما كان قربة للغرباء فهو قربة لأهل المدينة، كإتيان قبور الشهداء، وأهل البقيع.
    وما لم يكن قربة لأهل المدينة لم يكن قربة لغيرهم كاتخاذ بيته عيداً واتخاذ قبره وقبر غيره مسجداً، وكالصلاة إلى الحجرة، والتمسح بها، وإلصاق البطن بها، والطواف بها، وغير ذلك مما يفعله جهال القادمين؛ فإن هذا بإجماع المسلمين ينهى عنه الغرباء، كما ينهى عنه أهل المدينة ينهون عنه صادرين وواردين باتفاق المسلمين.
    وبالجملة فجنس الصلاة والسلام عليه والثناء عليه ونحو ذلك مما استحبه بعض العلماء عند القبر للواردين والصادرين هو مشروع في مسجده، وسائر المساجد. وأما ما كان سؤالاً له فهذا لم يستحبه أحد من السلف لا الأئمة الأربعة ولا غيرهم).

    وقال الشيخ أيضاً: (وسائر الصحابة الذين كانوا ببيت المقدس وغيرهم من الشام مثل: معاذ بن جبل، وأبي عبيدة بن الجراح، وعبادة بن الصامت، وأبي الدرداء وغيرهم؛ لم يعرف عن أحد منهم أنه سافر لقبر من القبور التي بالشام، لا قبر الخليل ولا غيره، كما لم يكونوا يسافرون إلى المدينة لأجل القبر، وكذلك الصحابة الذين كانوا بالحجاز والعراق وسائر البلاد كما قد بسطنا هذا في غير هذا الموضع).

    وقال رحمه الله تعالى : (ولهذا كان الصحابة بالمدينة على عهد الخلفاء الراشدين ومن بعدهم إذا دخلوا المسجد لصلاة، أو اعتكاف، أو تعليم، أو تعلم، أو ذكر الله، ودعاء له، ونحو ذلك مما شرع في المساجد لم يكونوا يذهبون إلى ناحية القبر فيزورونه هناك، ولا يقفون خارج الحجرة.
    كما لم يكونوا يدخلون الحجرة أيضاً لزيارة قبره. فلم يكن الصحابة بالمدينة يزورون قبره لا من المسجد خارج الحجرة ولا داخل الحجرة ولا كانوا أيضاً يأتون من بيوتهم لمجرد زيارة قبره؛ بل هذا من البدع التي أنكرها الأئمة والعلماء، وإن كان الزائر منهم ليس مقصوده إلا السلام والصلاة عليه، وبينوا أن السلف لم يفعلوها كما ذكره مالك في المبسوط، وقد ذكره أصحابه كأبي الوليد الباجي والقاضي وغيرهما).

    خامساً: مخالفة فاعل ذلك للإجماع (5):

    قال رحمه الله تعالى : (وأما من قصد السفر لمجرد زيارة القبر، ولم يقصد الصلاة في مسجده، وسافر إلى مدينته فلم يصل في مسجده، ولا سلم عليه في الصلاة؛ بل أتى القبر ثم رجع؛ فهذا مبتدع ضال مخالف لسنة رسول الله ولإجماع الصحابة ولعلماء أمته).

    وقال أيضاً: (وما علمنا أحداً من علماء المسلمين المجتهدين الذين تذكر أقوالهم في مسائل الإجماع والنزاع ذكر أن ذلك مستحب، فدعوى من ادعى أن السفر إلى مجرد القبور مستحب عند جميع علماء المسلمين كذب ظاهر. وكذلك إن ادعى أن هذا قول الأئمة الأربعة، أو جمهور أصحابهم، أو جمهور علماء المسلمين فهو كذب بلا ريب، وكذلك إن ادعى أن هذا قول عالم معروف من الأئمة المجتهدين).

    وإن قال: (إن هذا قول بعض المتأخرين أمكن أن يصدق في ذلك، وهو بعد أن تعرف صحة نقله نقل قولاً شاذاً، مخالفاً لإجماع السلف، مخالفاً لنصوص الرسول؛ فكفى بقوله فساداً أن يكون قولاً مبتدعاً في الإسلام، مخالفاً للسنة والجماعة، لما سنه رسول الله، ولما أجمع عليه سلف الأمة وأئمتها).

    سادساً: أنه لايلزم الناذر للسفر لمجرد القبر الوفاء بنذره (6):

    قال رحمه الله : (ولو سافر من بلد إلى بلد مثل أن يسافر إلى دمشق من مصر لأجل مسجدها أو بالعكس، أو يسافر إلى مسجد قباء من بلد بعيد لم يكن هذا مشروعاً باتفاق الأئمة الأربعة وغيرهم، ولو نذر ذلك لم يف بنذره باتفاق الأئمة الأربعة وغيرهم).

    وقال أيضاً: (ولو نذر السفر إلى غير المساجد، أو السفر لمجرد قبر نبي أو صالح لم يلزمه الوفاء بنذره باتفاقهم؛ فإن هذا السفر لم يأمر به النبي بل قال: “لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد…”، وإنما يجب بالنذر ما كان طاعة، وقد صرح مالك وغيره بأن من نذر السفر إلى المدينة النبوية إن كان مقصوده الصلاة في مسجد النبي وفى بنذره، وإن كان مقصوده مجرد زيارة القبر من غير صلاة في المسجد لم يف بنذره قال: لأن النبي قال: “لا تعمل المطي إلا إلى ثلاثة مساجد…”).

    وقال الشيخ أيضاً: (وهذا الذي قاله مالك وغيره ما علمت أحداً من المسلمين قال بخلافه؛ بل كلامهم يدل على موافقته).

    وقال أيضاً: (وقال مالك للسائل الذي سأله عمن نذر أن يأتي قبر النبي : إن كان أراد مسجد النبي فليأته وليصل فيه، وإن كان أراد القبر فلا يفعل للحديث الذي جاء “لا تعمل المطي إلا إلى ثلاثة مساجد…”).

    سابعاً: ضعف الأحاديث الواردة في مشروعية شد الرحل لأجل القبر وزيارته (7):

    قال الشيخ رحمه الله : (الأحاديث المذكورة في هذا الباب مثل قوله: “من زارني بعد مماتي فكأنما زارني في حياتي، ومن زارني بعد مماتي حلت له شفاعتي”، ونحو ذلك كلها أحاديث ضعيفة؛ بل موضوعة ليست في شيء من دواوين المسلمين التي يعتمد عليها، ولا نقلها إمام من أئمة المسلمين، لا الأئمة الأربعة ولا نحوهم؛ ولكن روى بعضها البزار والدارقطني ونحوهما بإسناد ضعيف؛ لأن من عادة الدارقطني وأمثاله أن يذكروا هذا في السنن ليعرف. وهو وغيره يبينون ضعف الضعيف من ذلك).

    وقال أيضاً: (ولهذا لما احتاج المنازعون في هذه المسألة إلى ذكر سنة الرسول، وسنة خلفائه، وما كان عليه أصحابه لم يقدر أحد منهم على أن يستدل في ذلك بحديث منقول عنه إلا وهو حديث ضعيف بل موضوع مكذوب، وليس معهم بذلك نقل عن إمام من أئمة المسلمين أنه قال: يستحب السفر إلى مجرد زيارة القبور، ولا السفر إلى مجرد زيارة قبور الأنبياء والصالحين، ولا السفر لمجرد زيارة قبره).

    ثامناً: مراد من أطلق الزيارة من الأئمة (8):

    قال رحمه الله : (ومعلوم أن زيارة القبر لها اختصاص بالقبر، ولما كانت زيارة قبره المشروعة إنما هي سفر إلى مسجده، وعبادة في مسجده، ليس فيها ما يختص بالقبر؛ كان قول من كره أن يسمي هذا زيارة لقبره أولى بالشرع والعقل واللغة. ولم يبق إلا السفر إلى مسجده، وهذا مشروع بالنص والإجماع.
    والذين قالوا: يستحب زيارة قبره إنما أرادوا هذا، فليس بين العلماء خلاف في المعنى؛ بل في التسمية والاطلاق).

    وقال أيضاً: (وذلك أن لفظ الزيارة ليس المراد بها نظير المراد بزيارة قبر غيره؛ فإن قبر غيره يوصل إليه، ويجلس عنده، ويتمكن الزائر مما يفعله الزائرون للقبور عندها من سنة وبدعة. وأما هو فلا سبيل لأحد أن يصل إلا إلى مسجده، ولا يدخل أحد بيته، ولا يصل إلى قبره؛ بل دفنوه في بيته بخلاف غيره).

    وقال أيضاً: (وقبر النبي خص بالمنع شرعاً وحساً كما دفن في الحجرة، ومنع الناس من زيارة قبره من الحجرة كما يزار سائر القبور، فيصل الزائر إلى عند القبر. وقبر النبي ليس كذلك، فلا تستحب هذه الزيارة في حقه ولا تمكن).

    تاسعاً: أقسام الناس في الزيارة (9):

    قال رحمه الله : (ثم إن الناس أقسام:

    منهم: من يقصد السفر الشرعي إلى مسجده، ثم إذا صار في مسجده المجاور لبيته الذي فيه قبره فعل ما هو مشروع؛ فهذا سفر مجمع على استحبابه، وقصر الصلاة فيه.

    ومنهم: من لايقصد إلا مجرد القبر، ولا يقصد الصلاة في المسجد، ولا يصلي فيه؛ فهذا لاريب أنه ليس بمشروع.

    ومنهم: من يقصد هذا وهذا؛ فهذا لم يذكر في الجواب، إنما ذكر في الجواب من لم يسافر إلا لمجرد زيارة قبور الأنبياء الصالحين).

    انتهى كلامه، ولمزيد من الفائدة إليك أرقام الصفحات للفقرات السابقة في الهامش.

    [عن مجلة ؛ الجندي المسلم / العدد : 104]

    1) انظر: الصارم المنكي ص (27).
    2) السابق ص (46، 47).
    3 ) السابق ص (26، 53، 54، 84، 85).
    4) السابق ص (44، 47، 83، 107، 108، 109، 110، 166).
    5) السابق ص (53، 219).
    6) السابق ص (45، 46، 125، 218).
    7) السابق ص (67، 84).
    8) السابق ص (84، 127، 167، 204، 213).
    9) السابق ص (122، 127).

    ___________
    Abu Salafy:

    Ustad benthaleb, kalau Anda pintar, dan mau membuktikan bahwa saya memelintir omongan Ibnu Taimyah, maka anda harus hadirkan omongan Ibnu Taimyah DARI buku REFERENSI/rujukan YANG SAYA KUTIP lalu buktikan di mana saya memelintir, bukan dari arsip yang tidak jelas sumbernya, ini menunjukkan ketidak mengertian Anda!

    Kalau Anda mengutip dari internet/download satu Anda harus sebutkan alamat websitenya. dan kalau Anda mengutip dari buku sebutkan nama bukunya dan pengarangnya itu namamnya ilmiah.

    Dan soal pembuktian pemelintiran saya, Anda harus buktikan dari buku yang saya rujuk …… Nah hadirkan dulu nanti kita bicarakan selanjutnya!

  5. Kalau gak ditampilkan juga saya mafhum….ini kan blog nt jadi nt yang punya kuasa tapi harapan saya biar tidak tampil nt kan bisa membacanya sehingga anggapan nt ttg ibnu taimiyah bisa berubah…

    _______________
    Abu Salafy:

    Benthaleb, kalau mau bohong yang pintar biar tidak tambah kelihatan bodohnya, akui saja kalau Anda tidak bisa menjawab dan membela imam-imam kamu yang ditelanjangi di blog ini.
    Berapa pertanyaan kami sampai hari ini belum anda jawab, seperti permintaan kami anda menampilkan sanad omongan Imam Abu Hanifa yang kamu kutip dan lain-lainnya!

  6. @benthaleb

    “Ya Allah, aku menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, nabi pembawa rahmat. Wahai Muhammmad, aku menghadap denganmu kepada Tuhanmu dan Tuhanku agar Dia merahmatiku dari apa yang sedang aku hadapi.”

    Apakah betul do’a ini dilakukan oleh ibn taimiyah? Jangan malu mas ben, kl mmg begitu mk kt semua hrs bersyukur krn berarti ibn taimiyah sdh benar dlm bertawassul.

    “Dalam hal ini telah diriwayatkan dari sebagian kaum Salaf, seperti apa yang diriwayatkan Ibnu Abi ad Dunya dalam kitab Majâni ad Du’â’… dan do’a ini dan semisalnya telah dipraktikkan para Salaf. Dan telah dinukil dari Ahmad ibn Hanbal dalam Mansak-nya al Marwazi disyari’atkannya bertawassul dengan Nabi saw. dalam berdo’a.” (Baca at Tawassul wa al Wasîlah karya Ibnu Taimyah:105-106)

    Apakah ada kesalahan Abu Salafy dlm mengutip? Jika salah harap tunjukkan yg benarnya, jika sdh benar maka lagi2 ibn taimiyah sdh berkata haq dlm teks tsb. Selanjutnya ulama2 salafy hrs menjelaskan kontradiksi2 yg ada, jgn hanya mendoktrin murid2nya dg dalil yg dipilah2 terlebih dahulu, shg setelah ketemu dg org2 spt abu salafy jd terbingung2 dan stress.

  7. Wah…………………. kok mlenceng lagi….sudah saya bilang perkataan abu hanifah ada pada kitab al ‘uluw yang rasanya juga kamu jadikan rujukan. kok masih gak faham aja bib….

    Lalu abu salafy berkata:
    Kalau Anda menuduh saya memelintir perkataan Ibnu Tai miyah alangkah baiknya jika Anda sudi membuktikannya dengan menghadirkan versi yang benar tanpa ada pemelintiran… sebutkan wan biar semua melihat, siapa yang memelintir siapa yang mengkufiri kebenaran?

    Jawab saya:
    Ini saya kopikan dari arsip donlot saya, tapi maaf saya lupa ambilnya dimana dulu….. tapi karena copy paste jangan gak ditampilkan ya BOSS ……sebab kan ini bukti yang BOSS minta…..

    sekali lagi jamgan mlenceng BOSS BIBB yang fokus nanti bisa tabrakan…..

    ______________
    -Abu Salafy-

    Akhi benthaleb, yang saya minta jelas! sebutkan jalur priwayatannya, biar bisa diteliti di sini! Dan saya janjikan kepada semua pembaca, jika Anda tidak malu menyebutkannya nanti, pasti akan saya buktikan pelemahan dan kepalsuan pernyataan yang Anda banggakan dan jadikan rujukan itu! Jadi jangan hanya menyebut nama kitab… sebutkan jalurnya biar semua melihatnya di sini … sekali lagi itu kalau Anda berani dan tidak takut dipermalukan di sini!!

  8. Ass…
    Saya kaget ketika baru pertma X mmbuka blog ini,trnyata ibnu taimiyah,ibnu abd wahab dan wahabiyah yg sering menggembar gemborkan tauhid murni,mmrangi kmusyrkan,bid’ah,churafat dll trnyta hanya dongeng belaka. Mrka jstru bnyk melakukan tduhan2 yg tdk bralasn kpd ssma kaum muslmin. Akbtnya jelas mrk cuma mnimbulkan keresahan2,jd lebih tepat SKB Menteri yg akhr2 ni lg hangat dbicrakan djatuhkan kpd para pngikut WAHABIYAH,bkn kpd AHMADIYAH.

  9. Berhasil juga ya Ibnu Taimiyah memperdaya orang-orang bodoh untuk mengikuti ajaran anehnya? Contoh yang bisa kita saksikan sekarang, salah satunya adalah si bedewi Benthaleb ini. Dia bilang, komentar orang lain “ga pas & melenceng”, justru dia yang gak nyambung alias otaknya error. Kata Ibnu Taimiyah: Do’a tawassul itu dipraktekkan oleh SALAF yakni para sahabat, tabi’in & tabi’it tabi’in termasuk Imam Ahmad bin Hambal ra yang tentu setelah Rasulullah saw wafat (bukan hanya ketika Rasullulah saw hidup saja). Masih pede aja neh si arab bedewi Benthaleb mendemontrasikan kegoblokannya? Jadi wahabi memang syaratnya mesti goblok. Wong Imam besarnya terbukti begitu. (Ust Abu Salafy dan Ust Sastro sudah membuktikannya dengan Referensi yang valid dan logika yang gamblang).
    Salam takzhim buat pak Ust Abu Salafy dan pak Ust Sastro dari saya. Ba_rakalla_hu fi_kuma_ wa ‘alaikuma_. Semoga Anda berdua dilantik sebagai waliyyun min awliya_alla_h. Mudah-mudahan kelak saya ikut Anda menyusul Rasulullah saw, para shahabat, tabi’in, para imam, para ulama (yang pasti non wahabi) masuk sorga. Amiin.

  10. @ rustam jahil

    Nt baca dulu secara komplit baru komentar….!!

    baru sekali masuk sudah komentar yang gak karuan ….sadar bung…… ini abad 21!!!!!

  11. @ waras
    Kamu ngomong gitu pa punya bukti??? Jangan 2 cuma asal Ngamini Abu salafy….kaya di acara selametan orang mati gitu????

    • Bro Ben, ane masih nunggu jawaban dari ente nih yg sesuai dengan permintaan Abu Salafy.

      Malah jawab komentar orang lain, ckckck.. Serba setengah-setengah nih gak tuntas *no hope*

    • sory aku hanya cp.
      soalnya Njawab sama wahabi klo serius percuma juga
      lha aku yg Baca artikelnya abu salafy sekali sj udah g percaya sama wahabi sampai saat ini kok, judul ( ibnu taimiyyah membungkam wahabi / aksi manipulasi ilmiyah) apalagi nuggu jawabannya para salafy ( wahabi) di blognya abu salafy tdk bisa terjawab sampai saat ini……. d tambah binbaz mendhoifkan 1250 hadis yg niru gurunya syikhul Islam ibnu taimiyah memotong hadis shohih. shOHihnya bukhori….. .waaaaah nambah ngeriIIIIIII eeeeeh ditanya lagi sama kang abu salafy di tanya tentang difinisi bid’ah n syirik GAK NGERTIIIIIII………….LHA KOK NGAKU SALAFY MENGEMBALIKAN ISLAM YG MURNI. INI BAHAYA BAGI YG GAK KENAL N MEMAHAMI NYANYIAN WAHABI….yg MASIH SMP,SMA,PT DAN YG HIDUP D KOTA2 YG PERNAH NGAJI DAN DG PONDOK PESANTREN YG BAHAS INI AKAN MUDAH D SUSUPI ……………………KARENA SEMUA HANYA AKAL2AN NYA WAHABI UNTUK NGAPUSI.ORANG2 YG G NGERTI ………. JURUS MUTAKIRNYA BIASANYA MENUDUH MEFITNAH DAN MENGADU DOMBA YG TERAKIR ME -MAKI2 MENGHUJAT UMAT MUSLIM.PADAHAL SEMUA BERAWAL DARI WAHABI SENDIRI
      ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( biara salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.
      ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( biara salafy wahdah islamiyyah), pendeta2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.
      ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gereja markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.
      ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sinagog salafy yamani), rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.
      Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis
      Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh
      Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.
      salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.
      pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.
      ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.
      ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.
      mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.
      yah…keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.
      jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.
      jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.
      jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.
      sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.
      gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah

  12. luar biasa abu salafy, saya tunggu jawaban dan bantahan dari teman wahaby! siapa penjelasan yg benar dan ilmiah yg diikuti, buktikan jangan cuma nulis

  13. @benthaleb

    Mengikuti diskusi anda dengan abusalafy saya ada catatan, sepertinya anda berdiskusi dengan emosi jadi banyak yang ndak nyambung

    anda berkata:

    begini uyang dapat diambil dari keseluruhan pendapat ibnu taimiyah tapi justru abu salafy yang menggunakan hawa nafsunya sehingga apapun yang di bacanya pasti diniatkannya buat memelintir…………… dast

    kemudian abusalafy menjawab:

    Kalau Anda menuduh saya memelintir perkataan Ibnu Taimiyah alangkah baiknya jika Anda sudi membuktikannya dengan menghadirkan versi yang benar tanpa ada pemelintiran

    SELANJUTNYA anda membuktikan dengan copy-paste artikel bhs arab yan panjang lebar SEMENTARA ISI ARTIKEL BAHASA ARAB YANG ANDA KUTIP:

    1. BUKAN TULISAN IBNU TAYMIAH DAN ANDA AMBIL DARI SUMBER YANG GELAP (MISTERIUS) TIDAK JELAS SIAPA PENULISNYA.

    2. FATALNYA artikel tersebut malah membahas tentang hadis ziarah (“لاتشد الرحال”) dan ziarah ke makam Rasulullah saw (مسألة شد الرحل وإنشاء السفر) jadi BUKAN MASALAH TAWASUL. padahal abusalafy dalam artikel diatas jelas-jelas membahas hadis tentang doa tawasul yang diajarkan Nabi saw. dalam pandangan Ibnu taymiah

    hal ini menunjukkan bahwa anda tidak mengerti bahasa arab atau (karena anda keturunan Arab) saya kira anda pasti bisa berbahasa arab tapi mungkin anda begitu geram dan marah melihat Imam panutan anda dikritisi abu salafy disini, akhirnya membuat mata anda tertutup, dan asal comot artikel berbahasa arab tersebut

    3. Akhirnya copy-paste -yang anda ambil dari sumber yang “gelap” tersebut- jangankan membuktikan pemelintiran Abu Salafy, tapi malah tidak nyambung sama sekali.

    KALO SAYA BOLEH MEMBANTU anda sedikit, permintaan abu salafy cukup sederhana saja, ia minta anda membuktikan dimana ia MEMELINTIR ucapan Ibnu Taymia?.

    Abu Salafy dengan jelas menyebut sumber ucapan Ibnu Taymiah diatas yaitu BUKU IBNU TAYMIAH: (Baca at Tawassul wa al Wasîlah karya Ibnu Taimyah:105-106)

    NAH SEKARANG TUGAS ANDA MERUJUK KE BUKU TERSEBUT {“AT-TAWASUL WA AL-WASILAH”} DAN BUKTIKAN KEPADA PEMBACA BLOG INI BAHWA ABUSALAFY MEMELINTIR, BUKAN MENGCOPY-PASTE DARI SUMBER YANG TIDAK JELAS DAN BUKAN TULISAN IBNU TAYMIAH LAGI..!!

    Saudara benthaleb biar pembaca yang mengikuti diskusi anda tidak menganggap anda asal ngomong, maka saya nantikan pembuktian anda.

    Selamat berdiskusi,

    oh ya cobalah anda berdiskusi dengan tenang tidak emosi, jika anda emosi malah akan mengakibatkan anda membuat kesalahan-kesalan yang lebih fatal lagi.

    wassalam
    Sobirin al-Jawi

  14. @benthaleb

    anda mengatakan:

    Nt baca dulu secara komplit baru komentar….!!

    alhamdulillah sudah saya baca, juga saya baca pembuktian anda dengan copy-paste bahasa arab yang ternyata melenceng nggak nyambung (baca tanggapan sobirin al-jawi)

    mungkin ente asal comot kali pake copy-paste bahasa arab biar dilihat keren… malah akhirnya ketauan kalo nggak ngerti yang di copy-paste isinya apa !!

    kacian deh lu !!

  15. wadooowww….
    semakin banyak orang yang ngaku salafy…
    emang dengan ngaku salafy syurga pasti akan didapat? udah ada yang ndaftarin merek salafy belum ya? jangan2 keduluan orang jepang lagi seperti dalam kasus tempe.

    • kyknya salafy yamani dah coba daftar duluan tuh, eh…salafi hizby kynya deh, tp denger2 ustdz hizby blg kalau salafy yamani tuh khawarij jadi tahu kan org khawarij t4nya dimana. Tapi koq dengar2 jg nih salafi yamani bilang salafi hizby kudu tobat. Jadiiii mungkin jangan2 salafy sururi yang sdh mendaftar atau salafy turotsi atau salafy…salafy….salafy yg mana niiihhh…..

  16. salam.saya salut dengan abusalafi yang memuat tulisannya benthaleb yang kayaknya kepintarannya melebihi ibnu taymiyah, saya berkali-kali ksh komentar di http://www.salafyitb.wordpress.com tapi tidak pernah dimasukkan.ini baru gentle.

  17. Assalamu’alaikum,

    Salam buat semuanya, wa bilkhusus buat saudaraku Abu Salafi, semoga terus diberikan ilmu yang bermanfaat dan jangan lupa disharing di sini ya……….

    Saudarakua Benthaleb, anda semetinya menunjukkan bukti2 yang ilmiah untuk mendukung pendapat anda.

    Kita di forum ini bukan untuk mengadili, tapi lebih untuk mencari kebenaran, yang tentunya bila akh benthaleb bisa membuktikan tentunya semuanya akan rujuk pada pendapat anda,

    Sayang sampai saat ini belum anda buktikan, rasanya nggak susah kalau anda ada niat untuk meluruskan semuanya, tinggal buka maktabah samilah, Insya Allah ada kitab yang dijadikan rujukan saudaraku Abu Salafi,

    Ayo jangan dibodohi lagi umat ini,

  18. ayo benthalib…
    baca kitabnya donk.trus kopi paste di sini
    kok belum muncul lagi
    buat abu salafy. ini blog nya dibikin keren lah kayak blog wahabi.biar orang banyak tertarik…..

  19. he he he
    afwan keluar jalur LDII ma Wahabi itu po sama.

    Abu Salafy:

    Wallahu A’lam.

  20. Wahai saudara-saudara ku, apa tidak ada pekerjaan lain kecuali hanya berdebat dan menjelek-jelekkan Imam satu dan Imam yang lain…? Katrok…

    • Yaelah bro, caur amat lau pake ngomong katrok segala. Ente lah yg katrok, diem aja klo kaga faham! Kasian yg pengen faham supaya ga salah jalan macam wahaby

  21. abu salafi
    Pada era mutaakhirin ini masih ada juga orang mengaku pintar tetapi digunakan untuk menghasut dan memifitnah dan menjelek-jelekkan seorang ulama yang karya-karyanya sudah diakui dunia islam. anehnya pengikutnya mengamini dan ikut menjelek-jelekannya hanya ada sebuah hadis yang diakui sahihnya. alangkah suubiyahnya dan dengkinya terhadap seorang tokoh hanya karena perbedaan pandangan. alangkah piciknya dan benarinya menghasut kaum muaslimin dengan berdalil alquran dan sunah rasulullah saw. mudah2an allah swt mengampuni Anda.

  22. Ini Blognya kok mendeskriditkan Ulama sih…..

    Mas, ibnu Thamiyah itu bukan wahabi…..wahabi baru muncul abad 20…tolong deh jangan di deskreditkan Seperti itu ?

    Semua Ulama bahkan sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in Pernah Punya salah (kecuali Rasul yang Maksum). tetapi Kesalahan mereka ini jangan di umbar-umbar seenaknya…

    Seharusnya kita menghormati Karya Para ulama tersebut, kalaupun ada kesalahannya, kita tinggalkan… Semua orang punya benar dan salah mas…jangan karena setitik kesalahan segudang kebenaran dibuang….sangat naif.

    dalam hal nukil menukil banyak Ulama salaf yang juga salah…seharusnya anda juga Mentahzir Ulama tersebut.

    Sahabat Aja sampai berpech belah , apalagi kita. ??

    Coba kalau pakai logika perdebatan salah-benar ini saya mau tanya…. Lebih Baik Mana Muawiyah dan Abu Thalib ??
    Kedua Sahabat Nabi ini saling berperang !

    Abu Salafy:

    Kalau menyebut nama sahabat aja salah! Ali ibn Abi Thalib (karramallahu Wajhahu) anda tulis Abu Thalib, ya saya pikir andaa masih perlu banya belajar!
    Ma’af, bukan perintah! Hanya saran tulus dari lubuk hati saya!
    Mas Ibnu Tamiyah memang bukan orang Wahhabi, tetapi ia itu rujukan utamanya kaum Wahhabi!
    Dan bayka kepalsuannya. Kepalsuan itulah yang kami bongkkar agar umat Islam tidak terjebak dalam kepalsuannya!

  23. Bismillah.

    Alhamdulillah, wash sholatu was salamu ‘ala Rosulillah.

    Amma Ba’du:

    Izinkanlah daku dikali pertama dalam kunjungan ini tuk sekedar menyapa, menoreh tinta dan menyampaikan salam kepada seluruh Ahlus Sunnah dimana pun mereka berada.

    Yang kedua, ungkapan kebahagiaan terpancar dari air muka yang penuh keceriaan kala daku bersua, berbicara dan bercengkrama dengan Ahlus Sunnah.

    Yang ketiga, teruntuk pengelola blog ini yang berkunyah Abu Salafy, tertuju kepada saudara beberapa pertanyaan singkat yang sejatinya saudara jawab.

    Yang ke empat, akam lengkaplah kebahagiaan ini mana kala saudara Abu Salafy menjawab pertanyaan yang saya ajukan dengan penuh kearifan, kejujuran serta tidak lari dari topik pembicaraan.

    Berikut pertanyaan yang saya maksudkan.

  24. 1- Siapakah apakah pengertian (Ta’rif) Salafush Sholeh yang saudara ketahui? dan siapa pula tokoh2 utamanya?

    2- Siapa Ulama Ahlus Sunnah yang menjadi rujukan saudara? baik ulama yang terdahulu atau yang masih hidup di zaman kita ini?

    3- Apa kitab2 yang saudara ajarkan (selain Al Quran) atau dipelajari dikalangan saudara?

    4- Siapa ustadz2 yang bisa dijadikan sebagai rujukan di Indonesia? dan dimana tempat tinggal mereka?

    5- Adakah pondok pesantren atau ma’had yang kalian kelola? dan dimana lokasinya?

    6- Bagaimana sepak terjang kelompok jihad yang dahulu mengatas namakan dirinya dengan Laskar Jihad Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (LJAWJ) pimpinan Ja’far Umar Thalib menuru saudara?(sekarang katanya sudah bubar)

    Besar harapan saya saudara menjawab pertanyaan2 tersebut diatas, untuk melanjutkan diskusi setelahnya.

    Kejujuran saudara, kearifan dan kebijakan dalam menjawab adalah cerminan dari sejauh mana kemapanan ilmu dan kemampuan saudara dalam berdiskusi

    Juga penentuan pertemuan berikutnya.

    Wassalaam…

    Abu Salafy:
    Mas terima kasih atas kunjunganya.. menginat masing-masing dari pertanyaan Anda mmebutuhkan ulsan yang panjang bahkan mungkin artikel khusus, maka untuk sementara ini kami belu punya waktu cukup untuk itu. Untuk sementara tanggapi saja artikel kami yang sudah terbit (jika Anda yang perlu ditanggapi).
    Ma’af.

    • saya rasa pertanyaan dari saudara Alimuddin As Sitaby Al Medany tidak belum memerlukan tulisan yg panjang lebar, tinggal dijawab saja pertanyaannya satu per satu, setelah itu baru dijabarkan, selesai gitu aja ko repot yaaaaaaaa

      kalau gak mau jawab berarti takut ketahuan belangnyaaaaaaa…

      (jangan di hapus ya komen sayaaaaaaaa)

  25. Para pembaca dan pengunjung blog ini yang akan menjadi saksi hidup di dunia ini dan akhirat kelak.

    Akhir kata, dan sebelum kita berpisah, terasa indah bila hati ini merangkai kata, lisan pun tergerak lincah, sementara tangan menengadah, menghadapkan segenap hati dan nurani, untuk melantunkan do’a; Semoga Allah selalu menjaga dan membimbing kita semua kejalan yang benar dan di ridhoi-Nya.

    Wassalaamu ‘alaikum waroh matullahi wa barokatuh.

    Abu Abdirrahman Alimuddin As Sitaby Al Medany.
    Yaman, selasa 27 oktober 2009.

  26. Ungkapan terimakasih yang dalam terlafadz dari lisan, teruntuk saudara Abu Salafy yang telah menampilkan pertanyaan saya di blog ini. Jazakallahu khairol jazaa

    Saya bisa memahami serta memaklumi kesibukan saudara dalam menjalankan kewajiban mencari nafkah untuk keluarga, pun demikian saudara masih bisa menyempatkan waktu yang sempit itu untuk mengelola blog ini. semoga Allah selalu mengampuni kesalahan kita, membimbing serta menjaga kita semua dari penyimpangan. Amiin.

    Perlu diketahui bahwa, pertanyaan yang saya utarakan kepada saudara Abu Salafy diatas adalah setelah saya membaca artikel-artikel yang tersaji diblog ini, yang ternyata masih menyisahkan hal-hal yang sangat penting dan belum tersentuh. oleh karena itu saya mengutarakan pertanyaan-pertanyaan diatas untuk bisa dibahas dengan tuntas.

    Sebelumnya saya punya usulan, mungkinkah pertanyaan serta semua komentar saya dikolom ini dipindah ke kolom Diskusi Tamu. (bersambung dibawah)

    Abu Salafy:

    Silahkan.

  27. (Sambungan dari atas)

    Hal itu dimaksudkan agar para pengunjung blog ini bisa bersama-sama membaca dan mengkaji pertanyaan saya. namun sebelumnya ini adalah semata usulan.

    Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan banyak terimakasih kepada pengelola blog ini.

    Wassalamu ‘alaikum

    Abu Abdirrahman Alimuddin As Sitaby Al Medany

    Negeri Syiah, Yaman Utara. Kamis 05 Nov 09.

  28. masa sih ibnu taimiyah kya gtu,.,
    ehm,.,kayanya ga9 mungkin deh,.,

    kayanya ada unsur pemecah-belah antara kita nih,.,
    toloong dong,.bukan saatnya kita saling berpecah-belah kya gtu,.
    coba dong yg bikin blog ini bikin diskusi atau debat,.biar kita percaya mana yg bener dan mana yang salah,.,

  29. buat ikhwan salafy,binthaleeb itu bagus krn ketika berargumen tulisan arabnya byk,saya pikir dia alim krn sering minum limun,ikhwan mri doakan spy binthaleeb meubelnya laris,bs gambusan spy, bs tarik bang?

  30. Saya heran dengan Abu Salafy, begitu bangganya ia mencari-cari kesalahan para ulama(tapi belum tentu juga terkadang memang si abunya yg jahil). Seandainya pun salah tentu tidak begini adabnya. Bila seorang ulama salah dalam satu permasalahan tidak mesti langsung divonis pengikut hawa namun dilihat secara keseluruhan. Nah kalo saya melihat si Abu ini benar2 jahil dan pengikut hawa. Kenapa? Sebab menyalahkan yg benar dan memperolok kesalahan seorang ulama. Hai abu takutlah akan azab Allah. Jangan2 Allah membuat engkau banyak pendukung agar engkau semakin sesat dan menyesatkan sehingga akan semakin besar azab yg akan kau peroleh. Kebenaran tidak diukur dengan bnyk manusia yg rido. Tidak! Sekali lagi tidak! Apakah aku merasa khawatir dengan tipu dayamu. Tidak! Sekali lagi tidak. Sesungguhnya hanya Allah pembalas segala tipu daya. Semoga Allah melapangkan dadamu dan memberi hidayah dengan pemahaman yg benar tentang agama ini. Sesungguhnya baik dalam kondisi sesat atau benar, keduanya memiliki pendukung, sungguh pendukung kebenaran amat sedikit namun Allah bersamanya. Wahai saudaraku takutlah akan azab Allah. Aku tidak berdaya memberi hidayah kepadamu sebab itu adalah kuasa Allah. Aku hanya berdoa agar Allah memberimu hidayah.

  31. @abu salafy
    saya mendukung terus blog ini biar orang pada pinter menilai.

  32. Wahabi oh Wahabi pulang sono gih jauh jauuuuuhh…. dari negeriQ

  33. Tidak disangkal lagi, cuma ada dua kemungkinan, siapa pun yang mencela ibn Taimiyah rahimahullah, maka ia sesat atau jahil. Bagaimana kalau kita lihat tokoh sesat masa kini saja, yang amat jelas kesesatannya. Masih ingatkah kalian ketika Gus Dur si Mata Satu menghina Al-Quran, ketika dia menyatakan bahwa Al-Quran adalah buku paling porno sedunia? Sampai dia mampus, tidak pernah terdengar dia bertobat dari ucapannya itu. Tokoh NU bermulut najis itu tega berucap kotor terhadap Kitab Suci kami, lalu bagaimana lagi dengan mulut-mulut bau para pengikut si Buta itu dari kalangan cecunguk kroco-kroco NU seperti kalian? Semoga Allah melindungi kami umat Islam dari makar kaum munafik. Amin.
    Nah, Abu Salafy, tolong engkau bahas tuntas kesesatan pemikiran Si Buta Gus Dur sebagaimana engkau bahas ibn Taimiyah. Berani?

  34. Yang ngaku diri wahabi ala ibn taimiyah. segeralah bertobat, mumpung masih ada nyawa yg melekat di kerongkongan kalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s