Seri Kepalsuan Ibnu Taimiyah (2)

Apakah Benar Ibnu Taimiyah Ahli dalam Ilmu Hadis? (2)

Ziarah Makam Suci Nabi Muhammad saw. dan makam-makam suci para nabi as. dam kaum Shaleh ra.

Ibnu taimyah berkata:

ليس عن النبي (ص) في زيارة قبره ولا قبر الخليل حديثا ثابتا أصلا.

“Tidak ada satu hadispun yang tetap dari Nabi saw. tentang ziarah makamnya dan makan Khalih (Nabi Ibrahim as.).” (Baca kitab az Ziyârah; Ibnu Taimiyah:12-13)

Dalam kesempatan lain ia berkata:

والأحاديث الكثيرة المروية في زيارة قبره كلها ضعيفة بل موضوعة لم يرو الأئمة ولا أصحاب السنن المتبعة منها شيئا “.

“Dan hadis-hadsi yang banyak yang diriwayatkan tentang ziarah kuburan Nabi seluruhnya lemah bahkan palsu. Tidak satupun yang diriwayatkan oleh para imam dan penulis kitab-kitab Sunan yang diikuti.” (Az Ziyârah; Ibnu Taimiyah:22-23)

Sementara itu Ibnu Taimiyah dalam dua kesempatan menukil hadis shshih dari Rasulullah saw. yang diriwayatkan Imam Ibnu Mâjah dan ad Dârquthni dalam dua kitab Sunan mereka.

Rasulullah saw. bersabda:

”من زارني بعد مماتي كأنما زارني في حياتي “

“Barang siapa menziarahiku setelah wafatku maka seperti menziarahiku di masa hidupku.”

Walaupun kemudian ia –seperti kebiasaan lamanya- berbalik mengingkarinya dan berkata:

“Tidak seorang pun dari para imam tentang ziarah satu atsar pun dan tidak pula datang dalam kitab Sunan!”

Masihkah ada keraguan bahwa Ibnu Taimiyah –Imam besarnya kaum Wahhabiyah- termasuk yang gemar menipu, memalsu dan membodohi kaum awam dengn mengaku ini dan itu?!

Mengapakah ia harus berbohong? Memalsu? Menipu? Dan mengaku-ngaku bahwa tidak ada seorang pun dari para imam dan penulis Sunan yang meriwayatkannya?

أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ بِمَا لاَ تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيْقاً كَذَّبْتُمْ وَ فَرِيْقاً تَقْتُلُوْنَ.

“Apakah setiap rasul datang kepada kalian dengan membawa misi yang tidak sesuai dengan keinginan kalian lalu kalian bertindak angkuh; sebagian dari (para rasul itu) kalian dustakan dan sebagian (yang lain) kalian bunuh?.” (QS. Al Baqarah;87)

Apakah setelah bukti-bukti nyata berupa hadis-hadis shahih dari Nabi saw., mereka tetap menolaknya dan mengatakan, ‘apa yang kamu bawakan itu itu kepalsuan belaka’?

Mengapakah hawa nafsu begitu menguasai jiwa-jiwa dan pikiran kaum penentang?

فَلَمَّا جاءَتْهُمْ آياتُنا مُبْصِرَةً قالُوا هذا سِحْرٌ مُبينٌ.

“Maka tatkala mukjizat- mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka:”Ini adalah sihir yang nyata”.” (QS. An naml;13(

(Bersambung)

Iklan

7 Tanggapan

  1. Abu Salafy (AS) berkata:
    Masihkah ada keraguan bahwa Ibnu Taimiyah –Imam besarnya kaum Wahhabiyah- termasuk yang gemar menipu, memalsu dan membodohi kaum awam dengn mengaku ini dan itu?!

    Mengapakah ia harus berbohong? Memalsu? Menipu? Dan mengaku-ngaku bahwa tidak ada seorang pun dari para imam dan penulis Sunan yang meriwayatkannya?
    Saya katakan bahwa ibnu taimiyah tidak menipu justru AS yang tidak memahami konteks yang dibawakan ibnu taimiyah. ibnu taimiyah sama sekali tidak pernah melarang/mengharamkan ziarah kubur sebagaimana beliau berkata:
    فمن سافر الي المسجد الحرام او مسجد الاقصي او مسجد الرسول فصلي في مسجده, و صلي في مسجد القباء وزار القبور كما مضت به سنةالنبي فهدا هو الذي عمل العمل الصالح, و من انكر هذا السفر فقد كفر يستتاب وان تاب والا قتل
    “Barang siapa bepergian(safar) ke majsjid haram atau masjid aqsho atau masjid nabi lalu dia sholat didalamnya dan juga sholat dimasjid quba’ dan berziarah qubur dan MELAKUKAN SEMUA ITU SEBAGAIMANA SUNNAH NABI SAW, maka inilah yang disebut amal sholih, dan barang siapa mengingkarinya (Safar sebagaiman sunnah nabi) berarti dia telah KAFIR dan harus disuruh TAUBAT (kalau menolak) DIBUNUH.
    Dari perkataan beliau dapat disimpulkan bahwa ziarah kubur itu beliau anjurkan selama RITUAL ZIARAH sebagaimana sunnah nabi, tapi kenyataan dilapangan bahwa banyak sekali para peziarah yang berziarah justru buat alsan2 yang tidak dibenarkan sunnah seperti nadzar buat ini dan itu yang pada hakekatnya adalah syirik akbar, dan inilah yang dimaksud ibnu taimiyah ziarah qubur yang haram.
    AS berkata:
    Walaupun kemudian ia –seperti kebiasaan lamanya- berbalik mengingkarinya dan berkata:
    “Tidak seorang pun dari para imam tentang ziarah satu atsar pun dan tidak pula datang dalam kitab Sunan!”

    Saya berkata inilah yang menunjukkan AS tidak komplit dalam melihat konteks ziarah qubur menurut ibnu taimiyah karena jika dia memahaminya dengan komplit maka perkataan ibnu taimiyah ”
    Tidak seorang pun dari para imam tentang ziarah satu atsar pun dan tidak pula datang dalam kitab Sunan!”
    akan dapat difahaminya dengan benar sebagaimana maksud dari siempunnya perkataan.

    AS berkata:
    Sementara itu Ibnu Taimiyah dalam dua kesempatan menukil hadis shshih dari Rasulullah saw. yang diriwayatkan Imam Ibnu Mâjah dan ad Dârquthni dalam dua kitab Sunan mereka. Rasulullah saw. bersabda:

    ”من زارني بعد مماتي كأنما زارني في حياتي “

    “Barang siapa menziarahiku setelah wafatku maka seperti menziarahiku di masa hidupku.”

    Saya berkata: Lagi2 AS bikin dusta!! Tidak benar bahwa ibnu taimiyah menukil hadist tsb dan mengatakannya sebagai hadist shahih, yang benar waktu meriwatkannya beliau berkata:

    من زارني بعد مماتي كأنما زارني في حياتي, من زارني بعد مماتي حلت له شفاعتي..

    “Barang siapa menziarahiku setelah wafatku maka seperti dia menziarahiku pada masa hidupku dan barang siapa menziarahiku setelah wafatku berhak atas syafaatku. (diriwayatkan oleh Al Bazzar dan Ad Daroqutni dan juga selain mereka dengan derajat yang sangat dhoif dan telah menjadi kebiasaan Ad Daroqutni dan ahli hadist lain meriwayatkan hadist dhoif dalam buku2 hadist mereka dengan tujuan untuk diketahui (untuk memperingatkan bahaya hadist dhoif).
    Jadi perkataan AS merupakan isapan jempol belaka yang bertujuan untuk melemahkan kepercayaan orang kepada ibnu taimiyah (sebagaimana telah saya singgung terdahulu). Dan akhirul kalam bukanlah ibnu taimiyah yang berbicara dengan hawa nafsu tapi pembaca pasti sudah tahu siapa kiranya yang cocok menurut ayat:

    أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ بِمَا لاَ تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيْقاً كَذَّبْتُمْ وَ فَرِيْقاً تَقْتُلُوْنَ.

    “Apakah setiap rasul datang kepada kalian dengan membawa misi yang tidak sesuai dengan keinginan kalian lalu kalian bertindak angkuh; sebagian dari (para rasul itu) kalian dustakan dan sebagian (yang lain) kalian bunuh?.” (QS. Al Baqarah;87)?????????

    _________________________________
    Abu Salafy:

    Akhi benthaleb, harapan semua pembaca di sini ialah Anda berkomentar setalah memahami apa yang kami tulis!
    yang penting kamu buktikan sekarang ialah:
    A) Apa buktinya bahwa hadis-hadis yang banyak tentang berziarah ke makam Nabi saw. tidak ada satu pun yang shahih?

    “Tidak ada satu hadispun yang tetap dari Nabi saw. tentang ziarah makamnya dan makan Khalil (Nabi Ibrahim as.).” (Baca kitab az Ziyârah; Ibnu Taimiyah:12-13)

    B) Saya tidak mengatakan bahwa Ibnu Taimiyah menshahihkan hadis yang ia bawakan!

    C) Jika benar apa yang dikatakan Ibnu Taimiyah bahwa “Tidak ada satu hadispun yang tetap dari Nabi saw. tentang ziarah makamnya dan makan Khalil (Nabi Ibrahim as.).” maka bagaimana ia berkata seperti yang Anda nukil di atas: Barang siapa bepergian(safar) ke masjid haram atau masjid aqsho atau masjid nabi lalu dia sholat didalamnya dan juga sholat dimasjid quba’ dan berziarah qubur dan MELAKUKAN SEMUA ITU SEBAGAIMANA SUNNAH NABI SAW, maka inilah yang disebut amal sholih, dan barang siapa mengingkarinya (Safar sebagaiman sunnah nabi) berarti dia telah KAFIR dan harus disuruh TAUBAT (kalau menolak) DIBUNUH.

    al hasil yan akhi kamu harus mampu membuktikan bahwa klaim-klaim Ibnu Taimiyah itu tidak palsu!

    • Saya sependapat dengan Abu Salafy.
      Kepada benthaleb,Saya hanya ingin bertanya
      dari penjelasan anda di atas anda menukil hadist dari mana di bawah ini dari mana?

      Mengapakah ia harus berbohong? Memalsu? Menipu? Dan mengaku-ngaku bahwa tidak ada seorang pun dari para imam dan penulis Sunan yang meriwayatkannya?
      Saya katakan bahwa ibnu taimiyah tidak menipu justru AS yang tidak memahami konteks yang dibawakan ibnu taimiyah. ibnu taimiyah sama sekali tidak pernah melarang/mengharamkan ziarah kubur sebagaimana beliau berkata:
      فمن سافر الي المسجد الحرام او مسجد الاقصي او مسجد الرسول فصلي في مسجده, و صلي في مسجد القباء وزار القبور كما مضت به سنةالنبي فهدا هو الذي عمل العمل الصالح, و من انكر هذا السفر فقد كفر يستتاب وان تاب والا قتل
      “Barang siapa bepergian(safar) ke majsjid haram atau masjid aqsho atau masjid nabi lalu dia sholat didalamnya dan juga sholat dimasjid quba’ dan berziarah qubur dan MELAKUKAN SEMUA ITU SEBAGAIMANA SUNNAH NABI SAW, maka inilah yang disebut amal sholih, dan barang siapa mengingkarinya (Safar sebagaiman sunnah nabi) berarti dia telah KAFIR dan harus disuruh TAUBAT (kalau menolak) DIBUNUH…………………

      saudara benthaleb jadi sebenarnya anda tidak berpedoman kepada kitab Majmû’ Fatâwâ imam anda sendiri.karena sudah jelas anda sudah membantah fatwa Ibnu Taimiyyah,dengan menukil hadist dari sumber yang lain.
      ————-
      Dari perkataan beliau dapat disimpulkan bahwa ziarah kubur itu beliau anjurkan selama RITUAL ZIARAH sebagaimana sunnah nabi, tapi kenyataan dilapangan bahwa banyak sekali para peziarah yang berziarah justru buat alsan2 yang tidak dibenarkan sunnah seperti nadzar buat ini dan itu yang pada hakekatnya adalah syirik akbar, dan inilah yang dimaksud ibnu taimiyah ziarah qubur yang haram.

      saudara benthaleb dari pernyataan anda yang kedua:
      saya bisa menyimpulkan ini adalah argument anda sendiri.dari mana anda bisa menyimpulkan orang islam bernazar dalam ziarah kubur.
      yang terjadi sesungguhnya terbalik orang berziarah kubur setelah nazarnya di kabulkan allah…………………

      jika anda belum paham maka logikanya begini:
      ———— Jika saya bisa masuk pns tahun ini,insya allah saya berziarah ke makam auliya allah di sana.—————-

      Nabi Muhammad SAW sendiri sebenarnya melarang nazar dengan dasar kekikiran seseorang:

      عن ابن عمر رضي الله عنهما قال نَهَى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – عَنِ النَّذْرِ قَالَ « إِنَّهُ لاَ يَرُدُّ شَيْئًا ، وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيلِ

      Artinya: “Diriwayatkan darilbnu Umar ra, ia berkata: Nabi saw melarang nadzar dan bersabda: “Sesungguhnya ia(nazar) tidak menolak apa pun (takdir) dan hanya saja ia dikeluarkan dari orang yang kikir.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

      jadi bukan karena alasan kafir seperti yang golongan anda tuduhkan tetapi lebih pada kekikiran seorang muslim…..

      ——————–
      berbeda dengan hadist di atas:

      عن عائشة رضي الله عنها قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من نذر أن يطيع الله فليطعه. ومن نذر أن يعص الله فلا يعصه”رواه البخاري

      Artinya: “Diriwayatkan dariAisyah ra dari Nabi saw bersabda: “Barangsiapa bernadzar untuk menaatiAllah maka hen-daklah ia menaatiNya, dan barangsiapa bernadzar untuk mendurhakai-Nya maka janganlah ia mendurhakai-Nya”.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

      berbeda dengan hadist di atas:

      عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جدهأن امرأة أتت النبي صلى الله عليه وسلم فقالت يا رسول الله إني نذرت أن أضرب على رأسك بالدف قال أوفي بنذرك

      Artinya: “Diriwayatkan dari Amru bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya bahwa ada seorang perempuan mendatangi Nabi saw lalu berkata: WahaiRasulullah, sesung-guhnya aku telah bernadzar menabuh gendang dihadapanmu. Beliau bersabda: “Penuhilah nadzarmu”. “(HR. Abu Dawud)

      jadi kalo misalnya saya bernazar””———— Jika saya bisa masuk pns tahun ini,insya allah saya berziarah ke makam auliya allah di sana.—————-” maka saya bertanya kepada saudara benthaleb
      maka nazar saya akan tergolong ke hadist yang mana..

      Jika saudara benthaleb menuduh orang yang bernazar adalah orang kafir.Maka sudah jelas di termasuk golongan orang yang sesuai hadist ini :

      حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ يُوسُفَ الْأَزْرَقُ عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ ثَابِتِ بْنِ الضَّحَّاكِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ عَلَى الْعَبْدِ نَذْرٌ فِيمَا لَا يَمْلِكُ وَلَاعِنُ الْمُؤْمِنِ كَقَاتِلِهِ وَمَنْ قَذَفَ مُؤْمِنًا بِكُفْرٍ فَهُوَ كَقَاتِلِهِ وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عَذَّبَهُ اللَّهُ بِمَا قَتَلَ بِهِ نَفْسَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي ذَرٍّ وَابْنِ عُمَرَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

      Seorang hamba tak berkewajiban memenuhi nadzar pada sesuatu yg tak dia miliki, pelaknat seorang mukmin adl seperti pembunuhnya, & barangsiapa menuduh seorang mukmin dgn kekufuran maka dia seperti membunuhnya, & barangsiapa membunuh dirinya dgn suatu alat, niscaya Allah akan mengadzabnya dgn alat yg dia gunakan untuk membunuh dirinya pada hari kiamat. Dan dalam bab tersebut juga diriwayatkan dari Abu Dzar & Ibnu Umar. Abu Isa berkata; ‘Ini hadits hasan shahih.
      ‘ [HR. Tirmidzi No.2560].

      حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيُّمَا رَجُلٍ قَالَ لِأَخِيهِ كَافِرٌ فَقَدْ بَاءَ بِهِ أَحَدُهُمَا هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ وَمَعْنَى قَوْلِهِ بَاءَ يَعْنِي أَقَرَّ

      Siapa pun orang yg berkata kepada saudaranya (semuslim); ‘Hai kafir’ maka sungguh salah satu dari keduanya telah menempati (kedudukan) pengkafiran tersebut. Ini hadits hasan shahih gharib, sedangkan makna bâ’a adl aqarra (menempati). [HR. Tirmidzi No.2561].

  2. Ass…
    Kuntu nahaitukum ‘an ziaratil qubur,alaa fazuruha…
    Hadits ini cukuplah sbg dasar bgi umat Islam slain wahaby dlm berziarah qubur,apkah qubur org tuanya,sanak sdrnya,ulama,salaf saleh,tentu saja lebih2 qubur Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sndiri suka brziarah k makam sahabat2nya yg syahid dlm perang badar,uhud dll.

  3. @ Abu salafy

    Inilah senjata abu salafy dalam menolak ketidak fahamannya!!
    Nt baca lagi komen ana diatas kalau nt buka mata lebar2 niscaya pertanyaan atau komentar nt tidak akan seperti itu!!

    • @benthaleb,
      sory aku hanya cp.
      soalnya Njawab sama wahabi klo serius percuma juga
      lha aku yg Baca artikelnya abu salafy sekali sj udah g percaya sama wahabi sampai saat ini kok, judul ( ibnu taimiyyah membungkam wahabi / aksi manipulasi ilmiyah) apalagi nuggu jawabannya para salafy ( wahabi) di blognya abu salafy tdk bisa terjawab sampai ini……. d tambah binbaz mendhoifkan 1250 hadis yg niru gurunya syikhul Islam ibnu taimiyah memotong hadis shohih. shOHihnya bukhori….. waaaaah nambah ngeriIIIIIII eeeeeh ditanya lagi sama kang abu salafy tentang difinisi bid’ah n syirik GAK NGERTIIIIIII…………semuanya gak terjawab sampai kini .LHA KOK NGAKU SALAFY MENGEMBALIKAN ISLAM YG MURNI. INI BAHAYA BAGI YG GAK KENAL N MEMAHAMI NYANYIAN WAHABI….yg MASIH SMP,SMA,PT DAN YG HIDUP D KOTA2 YG PERNAH NGAJI DAN DG PONDOK PESANTREN YG BAHAS INI AKAN MUDAH D SUSUPI ……………………KARENA SEMUA HANYA AKAL2AN NYA WAHABI UNTUK NGAPUSI.ORANG2 YG G NGERTI ………. JURUS MUTAKIRNYA BIASANYA MENUDUH MEFITNAH DAN MENGADU DOMBA YG TERAKIR ME -MAKI2 MENGHUJAT UMAT MUSLIM.PADAHAL SEMUA BERAWAL DARI WAHABI SENDIRI
      ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( biara salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.
      ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( biara salafy wahdah islamiyyah), pendeta2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.
      ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gereja markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.
      ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sinagog salafy yamani), rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.
      Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis
      Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh
      Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.
      salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.
      pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.
      ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.
      ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.
      mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.
      yah…keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.
      jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.
      jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.
      jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.
      sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.
      gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah

  4. BU….BU insaflah. Neraka itu panas llho

  5. @Ibadurrahman,BU….BU insaflah. Neraka itu panas llho nih jawaban yg ilmiyah nya wahabi ya kaya gini muridnya benurip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s