Seri Kepalsuan Ibnu Taimiyah (3)

Apakah Benar Ibnu Taimiyah Ahli Dalam Ilmu Hadis? (3)

Bukti Kedngkian Ibnu Taimiyah Terhadap Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra.

Telah banyak suara-suara yang menuduh Ibnu Taimiyah sebagai orang yang membenci Sayyidina Ali –karramallahu wajhahu-…. Ibnu Hajar al Asqallani pun membenarkan tuduhan tersebut dan ia bukan sekedar isu palsu…. kendengkiaan dan kebencian itu sering kali ia tampakkan dengan banyak ragam penampakan, dari mulai meragukan berbagai hadis keutamannya sampai melecehkan berbagai keistimewann dan jasa-jasanya!

Kali ini saya ajak Anda melihat langsung bukti kebenaran tuduhan para ulama Ahlusunnah bawah Ibnu taimiyah ternyata memang membenci Sayyidina Ali ra.

Ibnu Tamiyah Menolak Hadis Sebab Nuzulnya Ayat Untuk Sayyidina Ali ra.

Dalam hampir seluruh penyimpangannya, Ibnu Taimiyah selalu mengatas namakan para ulama dan tokoh, para imam, kesepakatan ahli ilmu dan ijma’ para ulama.

Itulah senjata andalan Ibnu Taimiyah ketika hendak menipu kaum awam! Kali ini, senjata itu kembali ia andalkan untuk mengkafiri kebenaran hadis sebab turunnya ayat 55 surah al Mâidah yang berbunyi:

إِنَّما وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَ رَسُولُهُ وَ الَّذينَ آمَنُوا الَّذينَ يُقيمُونَ الصَّلاةَ وَ يُؤْتُونَ الزَّكاةَ وَ هُمْ راكِعُونَ.

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang- orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk ( kepada Allah).” (QS. Al Mâidah;55 )

Tentang hadis asbâb nuzul ayat di atas Ibnu Taimiyah berkata menvonis:

حديث علي في تصدقه بخاتمه في الصلاة موضوع باتفاق أهل العلم.

“Hadis bersedakahnya Ali dengan cincin ketika shalat itu palsu berdasarkan kesepakatan ahli ilmu (para ulama).” (Baca Muqaddimah Fi Ushûl at Tafsîr:31 dan 36)

Abu Salafy berkata:

Ibnu Taimiyah dengan tegas dan tidak taanggung-tanggung mengatakan bahwaa hadis bersedekahnya Sayyidina Ali ra. di sa’at shalat yang kemudian Allah menurunkan sebuah ayat untuk mengabadikannya adalah maudhî’/palsu!!

Dan Anda pasti maklum apa yang dimaksud dengan kata maudhû’!

Dalam kesempataan ini Abu Salafy tidak bermaksud membuktikan dari berbagai sumber dan dengan menghadirkan seluruh data yang ada bahwa apa yang dikataakan Ibnu Taimiyah “Syeikhul Islam” yang palingb gemar memalsu itu memang benaar-benar palsu! Akan saya hanya akan buktikan kepalsuan ucapan dan vonisnya melalui kata-katanya sendiri!

Perhaatikan! Ketika menyebut-nyebut macam dan kualitas kitab-kitab tafsir yang ada ia berkata:

أما التفاسير التي في أيدي الناس فأصحها تفسير محمد بن جرير الطبري فإنه يذكر مقالات السلف بالأسانيد الثابتة وليس فيه بدعة ولا ينقل عن المتهمين.

“Adapun tafsir yang ada di tangah-tangan orang-orang maka yang paling shahih adalaah tafsir karya Muhammad ibn Jarir ath Thabari. Sebab ia menyebutkan berpagai pendapat Salaf dengan sanad-sanad/jalur-jalur yang kuat dan tidak ada di dalamnya bid’ah daan juga ia tidak menukil (riwayat) dari orang/perwi yang tertuduh.” (Muqaddimah Fi Ushûl at Tafsîr:51)

Demikian juga ketika menyebut tafsir al Baghawi ia bertkata serupa!

Nah, sekarang mari kita buktikan apa yang dinukil Ibnu Jarir ath Thabari dalam kitab tafsirnya yang sangat dibanggakan dan dipastikan keshahihannya?

Ternyata, di luar dugaan, Ibnu Jarir ath Thabari meriwayatkan hadis tersebut melalui lima jalur/sanad!

Begitu juga dengan al Baghawi meriwayatkannya! Bahkan hamper seluruh ahli tafsir telah memuat riwayat sebab nuzul ayat tersebut sebagai turun unyuk Sayyidina Ali ra.

Anda dapat buktikan dengan merujuk tafsir-tafsri sebagai berikut ini: tafsir al Kasysyâf; az Zamakhsyari, Mafâtîh al Ghaib; ar Râzi, tafsir Abu Sa’ud, tafsir an Nasafi, tafsir al Baidhawi, tafsir al Qurthubi, ad Durr al Mantsur, fathul Qadirnya asy Syaukani, Rûh al Ma’âninya al Alûsi, Asbâb an Nuzûlnya al Wâhadi dan puluhan lainnnya!

Alangkah malunya Ibnu Taimiyah ketika menyaksikan klaim palsunya dibongkar di sini?!

Tapi sepertinya itu semua tidak penting bagi Ibnu Taimiyah! Yang penting, ia telah lega memuntahkan kebenciannya kepada Sayyidina Ali ra. dan kaum awam pun bisa ia ditipu!! Selesai!

Setelah itu semua, apa kira-kira status yang pantas diberikan kepada oraang seperti Ibnu taimiyah ini? Yang setiap kali berhadap-hadapan dengan hadis keutamaan Sayyidina Ali ra., ia menampakkan taring kemunafikannya dan menjerit-jerit: PALSU!! PALSU!!

Apa kira-kira gelar yang paantas disematkan ke atas seoraang yang setiap kali hawa nafsunya ,mengajak untuk mengkufuri sebuah kebenaaran; haq ia dengan tanpa malu mengatakan: “Para ulama telah bersepakat bahwa “kebenaran” ini adalah palsu!” Bukti kepalsuannya telah diijma’kan paara ahli hadis!” Padahal setelah dilakukan penelusuran ternyata, para ulama justru meriwayatkan dan menshahihkan apa yang ia kufuri!! Gelar aapa yang kira-kira pantas untuknya?

(Bersambung)

Iklan

41 Tanggapan

  1. Siapa yg memberi predikat Syech atau Ulama pd Ibnu Taimiyah? Klu melihat caranya maka saya kira orang ini hanya mencoba berusaha supaya dikatakan Ulama oleh orang2 …..Sebab tdk punya pengetahuan. Yg ada hanya ilmu hasut

  2. Abu Salafy (AS) berkata:
    Ibnu Tamiyah Menolak Hadis Sebab Nuzulnya Ayat Untuk Sayyidina Ali ra. (yang dimaksud Al Maidah 55)

    Saya berkata: Ini merupakan fitnah keji abu salafy atas ibnu taimiyah karena didalam tafsir ibnu jarir membawakan juga bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan ‘ubadah bin shamit ra, tidak semata2 hanya untuk Sydina Ali ra. dan ibnu jarir juga membawakan untuk riwayat yang berkenaan dengan ubadah ra dan ali ra.

    Disini abu salafy saya anggap tidak amanah karena rasa kedengkiannya memangkas pendapat ibnu jarir dengan tidak menyebutkan selengkapnya.

    Dalam masalah asbabun nuzul memang ada 2 riwayat seandainya seseorang (mujtahid spt ibnu taimiyah) yang sdh pasti melakukan penelitian thd riwayat2 ttg asbab turunnya almaidah 55 dan beliau menganggap bahwa asbab yang berkenaan dg ubadah ra. lebih kuat dari yang berkenaan dg ali ra. lalu dia memilihnya apakah ini dikatakan membenci ali ra???? sungguh suatu kesimpulan yang bodoh atau mungkin disengaja bodohnya guna mendeskreditkan seseorang (dlm hal ini ibnu taimiyah).

    Contoh lain imam syafi’i mensunnahkan qunut subuh sdg imam malik tidak, lalu saya mengikuti imam syafi’i dalam hal ini apakah saya bisa dikatakan membenci atau mendiskreditkan imam malik?????

    AS berkata:
    Dalam kesempataan ini Abu Salafy tidak bermaksud membuktikan dari berbagai sumber dan dengan menghadirkan seluruh data yang ada bahwa apa yang dikataakan Ibnu Taimiyah “Syeikhul Islam” yang paling gemar memalsu itu memang benar-benar palsu! Akan saya hanya akan buktikan kepalsuan ucapan dan vonisnya melalui kata-katanya sendiri!

    Saya berkata: Seandainya pengunjung blog ini semua membaca tafsir atthobari tentu AS tdk akn berani berkata demikian, kenapa? Karena tuduhan palsu dan memalsu langsung bisa ditujukan padanya malah bisa juga ditambahkan tidak amanah alias khianat.

    AS bekata:
    Anda dapat buktikan dengan merujuk tafsir-tafsri sebagai berikut ini: tafsir al Kasysyâf; az Zamakhsyari, Mafâtîh al Ghaib; ar Râzi, tafsir Abu Sa’ud, tafsir an Nasafi, tafsir al Baidhawi, tafsir al Qurthubi, ad Durr al Mantsur, fathul Qadirnya asy Syaukani, Rûh al Ma’âninya al Alûsi, Asbâb an Nuzûlnya al Wâhadi dan puluhan lainnnya

    Saya berkata: Lagi2 AS bikin dusta!!! dalam tafsir albaghowi dan dalam tafsir ibnu katsir saya dapati bahwa ayat ini tidak semata2 turun karena sedekahnya ali ra. akan tetapi disebutkan juga tentang sebab turunnya berkenaan dgn ‘ubadah bin shamit dan abdullah bin ubay bin salul. jadi terbukti bahwa masalah sebab turunnya ayat ini ada ikhtilaf didalamnya dan sekali lagi jika ibnu taimiyah merajihkan yang berkenaan dengan ubadah bin shamit ra. apa bisa dikatakan membenci/mendeskreditkan ali ra.???

    AS berkata:
    Telah banyak suara-suara yang menuduh Ibnu Taimiyah sebagai orang yang membenci Sayyidina Ali –karramallahu wajhahu-…. Ibnu Hajar al Asqallani pun membenarkan tuduhan tersebut dan ia bukan sekedar isu palsu….

    Saya berkata: bisakah antum yang ‘alim ini membawakan bukti kepada ana yang faqir ini bahwa ibnu hajar membenarkan tuduhan ini????
    Atau jangan2 AS cuma menukil2 saja dari buku2 syiah yang sdh pasti bencinya minta ampun pada ibnu taimiyah tanpa merujuk pada kitab aslinya dimana hal itu disebutkan?? Lha wong syiah laknatullah alaihim kok digugu mas….mas!! yo pasti ditipu sampeyan…atau jangan2 si AS ini juga syi’i jadi pasti tidak merasa ditipu…karena MASA ADA JERUK MINUM JERUK??????
    NASEHATKU…HENTIKAN MANUVER GILAMU INI WAHAI ABU SALAFY…BERTAUBATLAH…KARENA SEPANDAI APAPUN ENGKAU BERMAIN KATA KATA DALAM MEMBUAT FITNAH PASTI…DAN PASTI…ALLAH SWT AKAN MEMBUKA KEDOKMU…….RENUNGKANLAH…..

    __________________________
    -Abu Salafy-

    Mudah-mudahan saya tidak sedang berhadapana dengan kaum yang seperti difirmankan Allah dalam ayat93 surah al kahfi:

    وجد من دونهما قوما لا يكادون يفقهون قولا.

    Akhi benthaleb, yang saya tekankan dalam tulisan saya adalah poin ini: bahwa Ibnu Taimiyah itu berbohong ketika mengatakan:

    “Hadis bersedakahnya Ali dengan cincin ketika shalat itu palsu berdasarkan kesepakatan ahli ilmu (para ulama).”
    Sedangkan ternyata Ibnu jarir yang ia banggakan tidak pernah meriwayatkan yang palsu dan dari orang muttaham telah meriwayatkannya….!

    Setelahnya terserah, apakah Ibnu Jarir juga meriwayatkan hadis lain atau tidak! Lalu masalah Ibnu Taimiyah yang Anda telah beritihad memilih pendapat lain, itu hak dia, tapi dia telah memalsu ketika mengatakan bahwa para ulama bersepakat menvonis palsu!!

    Masalah lainnya dalam tanggapan Anda saya serahkan kepada para pembaca untuk menilai sejauh mana kecerdasan seorang benthaleb!

    Adapun keragu-raguan Anda dalam masalah kebencian Ibnu Taimiyah kepada Sayyidina Ali – Karammallahu wajhahu- hanya sedekar upaya terakhir kamu menutup-nututpi belang Imam kamu! dan sekaligus membuktikan keterbatasan telaah kamu!

  3. Salam to semua…
    “Fi ‘aqlihi syae’un”, itulah julukan yg dberikan olh ibnu bathutah (sejarwan yg szaman dg ibnu taimiyah) ktka beliau menjlskan ttg rwayat hdp ibnu taimiyah. Mnrut ibnu bathutah; Ibnu taimiyah tu mmang ‘alim,tp sayang fi ‘aqlihi syae’un.
    Mas Abu, syae’un dsinì lbh tepat dmaknai apa?
    Thanx.

    Abu Salafy:

    شيئٌ adalah kata benda nakirah/tidak tertentu maksudnya, bisa bermacam-macam pengetrapannya.

  4. @ aburahat

    kalo menurut aku ibnu taimiyah adalah orang yang berilmu tinggi, tetapi ilmunya untuk menipu,makanya pengikut2 yg baru masukpun seperti ulama ulamanya,krna apa…karena dg senjata membid’ahkan dan menkafirkan orang lain sehingga mudah membunuh orang lain,padahal melanggar al Qur’an,salah satu tujuanya adalah duniawi,lihat kasus berdirinya arab saudi,kemudian berdirinya afgananistan(skrang roboh lagi) kita bisa melihat pecahan pengikutnya : osama bin laden (keluarga kerajaan saudi namun berbeda aliran) ,dia membenarkan membunuh org lain bukan di jalan Allah,membenarkan bunuh diri,padahal di al Qur’an menyatakan dosa besar. pantaslah Ibnu Taimiyah disebut pembohong besar dan penyesat umat.

  5. Kalau nt bilang ibnu jarir tidk meriwyatkan yang palsu memang benar jika menurut ibnu jarir rahimahullah tapi ini bukan jaminan bahwa ibnu jarir tidak pernah “kecolongan” dalam riwayat hadistnya kenapa bisa? Jawabnya gampang ibnu jarir juga manusia yang bisa salah dan alpa. Selain ibnu jarir siapapun dia pasti dan pasti pernah mengalami kesalahan dan kealpaan.
    Contoh lain berapa banyak hadis dhoif bahkan palsu yang diriwayatkan ahli2 hadis? kenpa bisa?? Jawabnya ya.. karena keterbatasan manusia bung!!!

    Kemudian saya bertanya pada nt APAKAH MUNGKIN IBNU JARIR RAHIMAHULLAH ITU MENGALAMI KESALAHAN????

    كل بني ءادم خطائون و خير الخطائين توابون
    الانسان محل الخطأ و النسيان

    AS berkata:
    Adapun keragu-raguan Anda dalam masalah kebencian Ibnu Taimiyah kepada Sayyidina Ali – Karammallahu wajhahu- hanya sedekar upaya terakhir kamu menutup-nututpi belang Imam kamu! dan sekaligus membuktikan keterbatasan telaah kamu!

    Lihat wahai pembaca cara orang dungu ini berkelit!!!!! Mana ada korelasi antara pertanyaan saya dengan jawaban si tukang fitnah ini, sedang pertanyaan saya:

    Bisakah antum yang ‘alim ini membawakan bukti kepada ana yang faqir ini bahwa ibnu hajar membenarkan tuduhan ini????

    Manusia berotak kerbaupun pasti akan mengatakan bahwa pertanyaan saya adalah hal yang WAJAR dan justru jawaban nt lah yang tidak fokus (Nanti bisa tabrakan lhooooo)

    Terus tuduhan saya bahwa abu salafy tidak amanat/khianatpun setelah saya renungi mungkin terjadi bukan juga karena kesengajaan mungkin karena nt tidak merujuk langsung pada kitab2 tafsir yang nt sebutkan mungkin nt cuma mengutip dari kitab lain yang sebenarnya penulisnya juga mengutip dari kitab lain yang pada akhirnya mengutip dari orang yang tidak amanat/khianat. jadi ana minta maaf yang sebesar2nya pada nt.

    _________________________
    Abu Salafy:

    Ya akhi benthaleb…. tidak ada yang ragu bahwa Ibnu Jarir manusia biasa yang tidak ma’shum. jadi Anda tidak perlu mengatakan: Jawabnya gampang ibnu jarir juga manusia yang bisa salah dan alpa.

    Tetapi inti masalahnya ialah bahwa Imam Anda; Ibnu Tai miyah megatakan bahwa tafsir Ibnu Jarir:

    أما التفاسير التي في أيدي الناس فأصحها تفسير محمد بن جرير الطبري فإنه يذكر مقالات السلف بالأسانيد الثابتة وليس فيه بدعة ولا ينقل عن المتهمين.

    (Muqaddimah Fi Ushûl at Tafsîr:51) -sebagaimana saya kutip diatas

    Jadi pada dasarnya ia berbohong ketika mengatakan bahwa hadis bersedakahnya Sayyidina Ali ra. adalah palsu berdasarkan kesepakat ulama!!
    ما لكم ل تفقهون؟
    أفلا تعقلون؟

    itu masalahnya akhi!

  6. @ arumdata

    Kalau nt tyidak tahu apa2 lebih baik diam karena apa yang nt lontarkan sama sekali tidak benar karena mungkin nt menerimanya sepihak (dari pihak kafir AS) kalau nt mau tahu komentar nt itu dungu bak kerbau nt lihat situ2 jihad yang banyak di internet insya allah kedunguan nt bisa terpangkas.

    • intinya oke itu ayat turun utk Ali&Ubadah itu fair tapi klo utk Ali dibilang hadits palsu ana sbg wonk goooblok ya heran

  7. Salam,
    kalo menurut al allamah al habib hasan assegaf, dalam sebuah diskusi di salah satu tv satelit, “bahkan ibnu taimiyyah tidak berhak masuk surga”. Hal ini disebabkan fatwa2nya yg jahil, diantaranya menyamakan Allah swt dgn dirinya, menyakiti nabi saw, menyakiti ahlil bait nabi saw, menyakiti muslimin, dll yg mana dampaknya bisa kita lihat dan rasakan hingga hari ini.
    Semoga Allah swt melindungi kita dari ajaran ibnu taimiyyah.
    Wassalam

    • ALLAH itu maha rahman,maharohim,pelacur saja dimasukkan kedalam surga.anda kok pelit banget masuk surga ga boleh,emang ulama anda po yang bikin surga.semoga hasan asegaf diberikan hidayah.
      saya baru dengar kalau ada orang minta sama ALLAH agar dijauhkah dari hidayah.sekalian aja minta dimasukkan kedalam neraka

  8. disini saya condong pada bantahan dan sedikit penjelasan dari pengikut wahaby.

  9. Salam to semua…
    Matur kesuwun mas Abu.
    Mnurut sy Ibnu bathutah menggunakan klmat yg sopan ktka mncritakan sjrah ibnu taimiyah,trmsuk saat ibnu taimiyah mengtakan bhwa Turunnya Allah SWT kdunia dr ‘arsy pd sprtga mlam,sama sprti turunnya dia dr atas mimbar (sambil mmpraktekan,ibnu taimiyah pun turun dr mimbar). Akbatnya bnyk org2 yg marah atas ucapanya tsb. Dan kisah2 keganjilan ibn taimiyah yg lain yg dcritakan olh ibnu bathutah mrupakn qarinah

  10. bhwa fi aqlihi syae’un bs brrti bhwa ibn taimiyah tu akalnya terganggu (ga waras),trbukti dr qarinah2 yg mennjukkan keganjilan2 ibnu taimiyah dlm berfatwa,sbgmna yg ibn bathutah crtakan. Jd ibn bathutah ni sopan skli,dia tdk mngtakn ibn taimiyah tu majnun atau apa,tp cukup dp fi aqlihi syae’un.

  11. @Abu Salafy
    Masalah sebenarnya nt terlalu mbulet dan tidak mau mengakui kesalahan…..itu saja atau nt sudah terlanjur menjelekkan ibnu taimiyah sedang nt tidak menyangka akibat dari perbuatan nt ada yang protes dan nt tidak bisa menjawab protesnya lalu senjata andalan nt (baca mbulet/berbelit2) nt jadikan senjata pamungkas.!!

    Kalau ada orang yang mengatakan bhwa pisang itu makanan yang bergizi lalu ia makan dalamnya dan ia buang kulitnya apa ini berarti bohong?? Kalau bergizi kenpa ada bagian yang dibuang????
    Jadi jika ibnu taimiyah mengatakan bahwa tafsir ibnu jarir adalah tafsir paling bagus bukan berarti didalamnya tidak ada salahnya bung!!!!!

    ما لكم كيف تحكمون؟

    ______________________
    Abu Salafy:

    Kalau urusan makan pisang memang monyet yang ahli…. monyet terlatih juga kalau makan pisang dibuang kulitnya….
    Analogi Anda seperttinya luar biasa!
    Saya minta para pembaca merenungkan hasil temuan spektakuler nalar Anda!

  12. Saya tdk tau kita disini sdg berdiskusi atau sdg mendengar orang2 sdg ngoce propaganda wahabyisme. Ada menyuruh buktikan bahwa ibnu Hajar membenarkan tuduhan itu. Lalu tdk dijawab dibilang Goblok. Sdr mengatakan kata2 bodoh, kerbau. Semua orang dg cara anda menjawab ketahuan kebodohan. MASA KEBOHONGAN YG DITLULIS SENDIRI DISURUH BUKTIKAN OARANG LAIN TUDUH BOHONG. Anda yg hrs buktikan bahwa penulis tdk bohong. Itu yg benar

  13. @benthaleb

    Saya yang goblok aja mengerti maksud abusalafy, tapi ente rupanya terlalu goblok bin super, tapi PD nya luar biasa!

    ente rupanya perlu belajar diskusi, omongan ente nggak nyambung sama sekali. tulisan abusalafy di atas berusaha membuktikan bahwa Imam ente Ibnu Taymiah berbohong buktinya.

    ucapan Ibnu taymiahh yang dikutip abusalafy:

    Tentang hadis asbâb nuzul ayat di atas Ibnu Taimiyah berkata menvonis:

    حديث علي في تصدقه بخاتمه في الصلاة موضوع باتفاق أهل العلم.

    “Hadis bersedakahnya Ali dengan cincin ketika shalat itu palsu berdasarkan kesepakatan ahli ilmu (para ulama).” (Baca Muqaddimah Fi Ushûl at Tafsîr:31 dan 36)

    terus abusalafy membuktikan bahwa pernyataan Ibnu Taymiah diatas PALSU Alias BOHONG. karena Ternyata IBNU JARIR AT-THOBARI -YANG DI BANGGA-BANGGAKAN IBNU TAYMIAH- meriwayatkan hadis tentang asbabun-nuzulnya ayat tersebut kepada Sayyida Ali ra.

    JADI KLAIM IBNU TAYMIAH YANG MENGATAKAN “….BERDASARKAN KESEPAKATAN AHLI ILMU” ADALAH KLAIM PALSU BIN DUSTA KARENA NYATANYA ADA ULAMA/AHLI HADIS MERIWAYATKANNYA (BAHKAN BANYAK YANG MERIWAYATKANNYA)…. LALU MANA KLAIM “KESEPAKATAN AHLI ILMU”? TIDAK ADA KAN? Jadi itu hanya hayalan dan kebohongan Ibnu Taymiah yang mengatakan:

    “Hadis bersedakahnya Ali dengan cincin ketika shalat itu palsu berdasarkan kesepakatan ahli ilmu (para ulama).” (Baca Muqaddimah Fi Ushûl at Tafsîr:31 dan 36)

    ENTE MENGERTI TIDAK?

    Dalam artikel diatas Abu Salafy BUKAN MEMBAHAS BENAR-TIDAKNYA HADIS ASBABUN-NUZUL AYAT TERSEBUT KEPADA SAYYIDINA ALI RA…. TAPI MEMBUKTIKAN KEBOHONGAN DAN KEPALSUAN KLAIM IMAM KAMU IBNU TAYMIAH ITU SAJA…..!!

    jawaban anda yang panjang lebar tidak nyambung mas, ente perlu belajar diskusi, kalo goblok jangan diskusi malu-maluin wahabi lainnya! apa nggak ada wahabi yang pinter mas?

  14. @ABU SALAFY

    sampean kok sabar ngelayani diskusi sama orang yang goblok model arab badui itu (benthaleb)? ini peranakannya bagaimana dengan badui yang asli dari sana? sudah badui wahabi lagi !!

  15. @Wonk Goblok
    Jgn terlalu merendah dg nama mas. Masa orang SUPER PINTAR (AT) kalah argumentasi dg WG

  16. Ass..
    @ all
    Kayaknya monyetnya benthaleb beda ma monyet2 laen,monyetnya benthaleb klo mkan pisang ga cuma dlamnya,luarnya jg dmakan,maklum tu monyet badui padang pasir,ha9…
    @ abu rahat
    Nt baca ga sih artikel d atas?Trus pham g mksudnya?jngn2 nt cuma baca comen2nya ja? jd nt bingung. Buktinya ocean nt ngawur,kliatan klo nt ga ngerti. Dah diem j lah…! g usah ikut2n comen,nti +ngawur. Nt perhatkan sj comen2nya benthaleb,nti nt tau spa yg ngawur.

  17. kalau begini kamu cocok jdi wong goblok dan bernama wong doblok…Yang namanya kesepakatan ulama itu bukan berarti ulama sedunia termasuk Mister Dur juga setuju……

    • Pandangan Ulama Ahlu Sunnah tentang
      Ibnu Taimiyah
      Bismillahirrahmanirrahim
      Allahumma sholi ala Muhammad wa Aali
      muhammad
      Kerancuan berfikir Ibnu taimiyah bahkan
      oleh kalangan sunni sendiri ditolak.
      Apalagi Aqidah Ibnu taimiyah yang
      menganut paham mujasimah,
      musyabihah, rukyat dan hasyawiyah ordo
      kuno yang menganut paham Yahudi yang
      sekarang juga di anut kelompok sunni
      wahabbi. Diantara ulama yang menolak
      Ibnu taimiyah adalah sbb :
      1. Al Hafizh Ibnu Hajar (W 852 H) menukil
      dalam kitab ad-Durar al Kaminah juz I,
      hlm. 154-155 bahwa para ulama
      menyebut Ibnu Taimiyah dengan tiga
      sebutan: Mujassim, Zindiq, Munafiq.
      2. Ibnu Hajar menyatakan; Ibnu Taimiyah
      menyalahkan sayyidina ‘Umar ibn al
      Khaththab , “dia menyatakan tentang
      sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq bahwa
      beliau masuk Islam di saat tua renta dan
      tidak menyadari betul apa yang beliau
      katakan (layaknya seorang pikun).
      Sayyidina Utsman ibn ‘Affan, masih kata
      Ibnu Taimiyah- mencintai dan gandrung
      harta dunia (materialis) dan sayyidina ‘Ali
      ibn Abi Thalib menurutnya- salah dan
      menyalahi nash al-Qur’an dalam 17
      permasalahan, ‘Ali menurut Ibnu Taimiyah
      tidak pernah mendapat pertolongan dari
      Allah ke manapun beliau pergi, dia sangat
      gandrung dan haus akan kekuasaan dan
      dia masuk Islam di waktu kecil padahal
      anak kecil itu Islamnya tidak sah”.
      3. Ibnu Hajar al Haytami (W 974 H) dalam
      karyanya Hasyiyah al Idlah fi Manasik al
      Hajj Wa al ‘Umrah li an-Nawawi, hlm. 214
      menyatakan tentangpendapat Ibnu
      Taimiyah yang mengingkari kesunnahan
      safar (perjalanan) untuk ziarah ke makam
      Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam:
      “Janganlah tertipu dengan pengingkaran
      Ibnu Taimiyah terhadap kesunnahan
      ziarah ke makam Rasulullah,karena
      sesungguhnya ia adalah seorang hamba
      yang disesatkan oleh Allah seperti
      dikatakan oleh al ‘Izz ibn Jama’ah. At-
      Taqiyy as-Subki dengan panjang lebar juga
      telah membantahnya dalam sebuah
      tulisan tersendiri. Perkataan Ibnu
      Taimiyah yang berisi celaan dan
      penghinaan terhadap Rasulullah
      Muhammad ini tidaklah aneh karena dia
      bahkan telah mencaci Allah, Maha Suci
      Allah dari perkataan orang-orang kafir dan
      atheis. Ibnu Taimiyah menisbatkan hal-hal
      yang tidak layak bagi Allah, ia menyatakan
      Allah memiliki arah, tangan, kaki, mata
      (yang merupakan anggota badan) dan hal-
      hal buruk yang lain. Karenanya, Demi
      Allah ia telah dikafirkan oleh banyak para
      ulama, semoga Allah memperlakukannya
      dengan kedilan-Nya dan tidak menolong
      pengikutnya yang mendukung dusta-dusta
      yang dilakukan Ibnu Taimiyah terhadap
      Syari’at Allah yang mulia ini”.
      4. Pengarang kitab Kifayatul Akhyar
      SyekhTaqiyy ad-Din al Hushni (W 829 H),
      setelah menuturkan bahwa para ulama
      dari empat madzhab menyatakan Ibnu
      Taimiyah sesat, dalam kitabnya Daf’u
      Syubah Man Syabbaha Wa tamarrada
      beliau menyatakan: “Maka dengan
      demikian, kekufuran Ibnu Taimiyah adalah
      hal yang disepakati oleh para ulama”.
      Adz-Dzahabi (Mantan murid Ibnu
      Taimiyah) dalam risalahnya Bayan Zaghal
      al Ilmi wa ath-Thalab, hlm 17 berkata
      tentang Ibnu Taimiyah: ”Saya sudah lelah
      mengamati dan menimbang sepak
      terjangnya (Ibnu Taimiyah), hingga saya
      merasa bosan setelah bertahun-tahun
      menelitinya. Hasil yang saya peroleh;
      ternyata bahwa penyebab tidak sejajarnya
      Ibnu Taimiyah dengan ulama Syam dan
      Mesir serta ia dibenci, dihina, didustakan
      dan dikafirkan oleh penduduk Syam dan
      Mesir adalah karena ia sombong, terlena
      oleh diri dan hawa nafsunya (‘ujub),
      sangat haus dan gandrung untuk
      mengepalai dan memimpin para ulama
      dan sering melecehkan para ulama besar.

      5. Adz-Dzahabi melanjutkan:
      “Sesungguhnya apa yang telah menimpa
      Ibnu Taimiyah dan para pengikutnya,
      hanyalah sebagian dari resiko yang harus
      mereka peroleh, janganlah pembaca
      ragukan hal ini”. Risalah adz-Dzahabi ini
      memang benar adanya dan ditulis oleh
      adz-Dzahabi karena al Hafizh as-Sakhawi
      (W 902 H) menukil perkataan adz-Dzahabi
      ini dalam bukunya al I’lan bi at- Taubikh,
      hlm. 77.
      6. Al Hafizh Abu Sa’id al ‘Ala-i (W 761 H)
      yang semasa dengan Ibnu Taimiyah juga
      mencelanya. Abu Hayyan al Andalusi (W
      745 H) juga melakukan hal yang sama,
      sejak membaca pernyataan Ibnu Taimiyah
      dalam Kitab al ’Arsy yang berbunyi:
      “Sesungguhnya Allah duduk di atas Kursi
      dan telah menyisakan tempat kosong di
      Kursi itu untuk mendudukkan Nabi
      Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam
      bersama-Nya”, beliau melaknat Ibnu
      Taimiyah. Abu Hayyan mengatakan: “Saya
      melihat sendiri hal itu dalam bukunya dan
      saya tahu betul tulisan tangannya”.
      Semua ini dituturkan oleh Imam Abu
      Hayyan al Andalusi dalam tafsirnya yang
      berjudul an-Nahr al Maadd min al Bahr al
      Muhith.
      Ibnu Taimiyah juga menuturkan
      keyakinannya bahwa Allah duduk di atas
      ‘Arsy dalam beberapa kitabnya:
      7. Majmu’ al Fatawa, juz IV, hlm. 374,
      Syarh Hadits an-Nuzul, hlm. 66, Minhaj
      as-Sunnah an-Nabawiyyah, juz I , hlm.
      262. Keyakinan seperti ini jelas
      merupakan kekufuran. Termasuk
      kekufuran Tasybih; yakni menyerupakan
      Allah dengan makhluk-Nya
      Sebagaimana dijelaskan oleh para ulama
      Ahlussunnah. Ini juga merupakan bukti
      bahwa pernyataan Ibnu Taimiyah
      Mutanaaqidl (Pernyataannya sering
      bertentangan antara satu dengan yang
      lain). Bagaimana ia mengatakan -suatu
      saat- bahwa Allah duduk di atas ‘Arsy dan
      –di saat yang lain- mengatakan Allah
      duduk di atas Kursi ?!, padahal kursi itu
      jauh sangat kecil di banding ‘Arsy. Setelah
      semua yang dikemukakan ini, tentunya
      tidaklah pantas, terutama bagi orang yang
      mempunyai pengikut untuk memuji Ibnu
      Taimiyah karena jika ini dilakukan maka
      orang-orang tersebut akan mengikutinya,
      dan dari sini akan muncul bahaya yang
      sangat besar. Karena Ibnu Taimiyah adalah
      penyebab kasus pengkafiran terhadap
      orang yang ber-tawassul, beristighatsah
      dengan Rasulullah dan para Nabi,
      pengkafiran terhadap orang yang
      berziarah ke makam Rasulullah, para Nabi
      serta para Wali untuk ber-tabarruk.
      Padahal pengkafiran seperti ini belum
      pernah terjadi sebelum kemunculan Ibnu
      Taimiyah. Sementara itu, sekarang ini para
      pengikut Ibnu Taimiyah juga mengkafirkan
      orang-orang yang ber-tawassul dan ber-
      istighatsah dengan para nabi dan orang-
      orang yang Saleh, bahkan mereka
      menamakan Syekh ‘Alawi ibn Abbas al
      Maliki dengan nama Thaghut Bab as-Salam
      (ini artinya mereka mengkafirkan Sayyid
      ‘Alawi), karena beliau -semoga Allah
      merahmatinya-mengajar di sana, di Bab
      as-Salam, al Masjid al Haram,
      PARA ULAMA, AHLI FIQH DAN PARA
      QADHI YANG MEMBANTAH IBNU
      TAIMIYAH
      Berikut adalah nama-nama para ulama
      yang semasa dengan Ibnu Taimiyah (W
      728 H) dan berdebat dengannya atau
      yang hidup setelahnya dan membantah
      serta menyerang pendapat-pendapatnya.
      Mereka adalah para ulama dari empat
      madzhab; Syafi’i, Hanafi, Maliki dan
      Hanbali :
      1. Al Qadli al Mufassir Badr ad-din
      Muhammad bn Ibrahim ibn Jama’ah asy-
      Syafi’i (W 733H).
      2. Al Qadli Muhammad ibn al Hariri al
      Anshari a Hanafi.
      3. Al Qadli Muhammad ibn Abu Bakar al
      Maliki
      4. Al Qadli Ahmad ibn ‘Umar al Maqdisi al
      Hanbali Dengan fatwa empat Qadli
      (hakim) dari empat madzhab ini, Ibnu
      Taimiyah dipenjarapada tahun 762 H.
      Peristiwa ini diuraikan dalam ‘Uyun at-
      Tawarikh karya Ibnu Syakir al Kutubi, Najm
      al Muhtadi wa Rajm al Mu’tadikarya Ibn al
      Mu’allim al Qurasyi.
      5. Syekh Shalih ibn Abdillah al Batha-ihi,
      pimpinan para ulama di Munaybi’ ar-Rifa’i,
      kemudian menetap di Damaskus dan
      wafattahun 707 H. Beliau adalah salah
      seorang yang menolak pendapat Ibnu
      Taimiyah dan membantahnya seperti
      dijelaskan oleh, Ahmad al-Witri dalam
      karyanya Raudlah an- Nazhirin wa
      Khulashah Manaqib ash-Shalihin. Al Hafizh
      Ibnu Hajar al ‘Asqalani juga menuturkan
      biografi Syekh Shalih ini dalam ad-Durar al
      Kaminah.
      6. Syekh Kamal ad-Din Muhammad ibn
      Abu al Hasan Ali as-Siraj ar-Rifa’i al
      Qurasyi dalamTuffah al Arwah wa Fattah
      al Arbah. Beliau ini semasa dengan Ibnu
      Taimiyah .
      7. Qadli al Qudlah (Hakim Agung) di
      Mesir; Ahmad ibn Ibrahim as-Surrruji al
      Hanafi (W710 H) dalam I’tiraadlat ‘Ala Ibn
      Taimiyah fi ‘Ilm al Kalam.
      8. Qadli al Qudlah (Hakim Agung)
      madzhab Maliki di Mesir; Ali ibn Makhluf
      (W 718 H). Beliau berkata: “Ibnu Taimiyah
      berkeyakinanTajsim. Dalam madzhab
      kami, orang yang meyakini ini telah kafir
      dan wajib dibunuh”.
      9. Asy-Syekh al Faqih Ali ibn Ya’qub al
      Bakri (W724 H). Ketika Ibnu Taimiyah
      datang ke Mesir beliau mendatanginya
      dan mengingkari pendapat-pendapatnya .
      10. Al Faqih Syams ad-Din Muhammad
      ibn ‘Adlan asy-Syafi’i (W 749 H). Beliau
      mengatakan: “Ibnu Taimiyah berkata;
      Allah di atas ‘Arsy dengan keberadaan di
      atas yang sebenarnya, Allah berbicara
      (berfirman) dengan huruf dan suara”.
      11. Al Hafizh al Mujtahid Taqiyy ad-Din as-
      Subki (W 756 H) dalam berapa karyanya: –
      Al I’tibar Bi Baqa al Jannah Wa an-Nar-
      Ad-Durrah al Mudliyyah Fi ar-Radd ‘Ala
      Ibn Taimiyah- Syifa as-Saqam fi Ziyarah
      Khairi al Anam- An-Nazhar al Muhaqqaq fi
      al Halif Bi ath-Thalaq al Mu’allaq- Naqd al
      Ijtima’ Wa al Iftiraq fi Masa-il alAyman wa
      ath-Thalaq- at-Tahqiq fi Mas-alah at Ta’liq-
      Raf’ asy-Syiqaq ‘An Mas-alah ath-Thalaq.
      12. Al Muhaddits al Mufassir al Ushuli al
      Faqih Muhammad ibn ‘Umar ibn Makki,
      yang lebih dikenal dengan Ibn al Murahhil
      asy-Syafi’i (W716 H) beliau membantah
      dan menyerang Ibnu Taimiyah.
      13. Al Hafizh Abu Sa’id Shalah ad-Din al
      ‘Ala-i (W. 761 H). Beliau mencela Ibnu
      Taimiyah seperti dijelaskan dalam:-
      Dzakha-ir al Qashr fi Tarajim Nubala al
      ‘Ashr, hlm .32-33, buah karya Ibnu
      Thulun.- Ahadits Ziyarah Qabr an-Nabi
      Shallallahu ‘alayhi wasallam.
      14. Qadli al Qudlah (Hakim Agung) di al
      Madinah al Munawwarah; Abu Abdillah
      Muhammad ibn Musallam ibn Malik ash-
      Shalihi al Hanbali (W 762 H).
      15. Syekh Ahmad ibn Yahya al Kullabi al
      Halabi yang lebih dikenal dengan Ibn
      Jahbal (W 733 H). Beliau semasa dengan
      Ibnu Taimiyah dan menulis sebuah risalah
      untuk membantahnya, berjudul Risalah fi
      Nafyi al Jihah, yakni menafikan Jihah (arah)
      bagi Allah.
      16. Al Qadli Kamal ad-Din ibn az-
      Zumallakani (W 727 H). Beliau mendebat
      Ibnu Taimiyah dan menyerangnya dengan
      menulis dua risalah bantahan tentang
      masalah talak dan ziarah ke makam
      Rasulullah.
      17. Al Qadli Kamal Shafiyy ad-Din al Hindi
      (W715 H), beliau mendebat Ibnu
      Taimiyah.
      18. Al Faqih al Muhaddits ‘Ali ibn
      Muhammad al Bajiyy asy-Syafi’i (W 714
      H). Beliau mendebat Ibnu Taimiyah dalam
      empat belas majelis dan berhasil
      membungkamnya.
      19. Al Mu-arrikh al Faqih al Mutakallim al
      Fakhr Ibn al Mu’allim al Qurasyi (W 725
      H) dalam karyanya Najm al Muhtadi wa
      Rajm al Mu’tadi.
      20. Al Faqih Muhammad ibn ‘Ali ibn ‘Ali al
      Mazini ad-Dahhan ad-Dimasyqi (W 721 H)
      dalam dua risalahnya:- Risalah fi ar-Radd
      ‘Ala Ibn Taimiyah fi Masalahath-Thalaq.-
      Risalah fi ar-Radd ‘Ala Ibn Taimiyah fi
      Masalah az-Ziyarah.
      21. Al Faqih Abu al Qasim Ahmad ibn
      Muhammad asy-Syirazi (W 733 H) dalam
      karyanya Risalah fi ar-Radd ‘Ala ibn
      Taimiyah.
      22. Al Faqih al Muhaddits Jalal ad-Din
      Muhammad al Qazwini asy-Syafi’i (W 739
      H)
      23. Surat keputusan resmi yang
      dikeluarkan oleh Sultan Ibnu Qalawun (W
      741 H) untuk memenjarakannya.
      24. Al Hafizh adz-Dzahabi (W 748 H). Ia
      semasa dengan Ibnu Taimiyah dan
      membantahnya dalam dua risalahnya : –
      Bayan Zaghal al ‘Ilm wa ath-Thalab. – An-
      Nashihah adz-Dzahabiyyah
      25. Al Mufassir Abu Hayyan al Andalusi (W
      745 H) dalam Tafsirnya: An-Nahr al Maadd
      Min al Bahr al Muhith.
      26. Syekh ‘Afif ad-Din Abdullah ibn As’ad
      al Yafi’i al Yamani al Makki (W 768 H).
      28. Al Faqih Taj ad-Din as-Subki (W 771
      H) dalam karyanya Thabaqat asy-
      Syafi’iyyah alKubra.
      29. Al Muarrikh Ibnu Syakir al Kutubi (W
      764H); murid Ibnu Taimiyah dalam
      karyanya :‘Uyun at-Tawarikh.
      30. Syekh ‘Umar ibn Abu al Yaman al
      Lakhami al Fakihi al Maliki (W 734 H)
      dalam at-Tuhfah al Mukhtarah Fi ar-Radd
      ‘Ala Munkir az-Ziyarah.
      31. Al Qadli Muhammad as-Sa’di al Mishri
      al Akhna-i (W 750 H) dalam al Maqalah al
      Mardhiyyah fi ar-Radd ‘Ala Man Yunkir az-
      Ziyarah al-Muhammadiyyah. Buku ini
      dicetak dalam satu rangkaian dengan Al-
      Barahin as- Sathi’ah karya Al ’Azami.
      32. Syekh Isa az-Zawawi al Maliki (W 743
      H) dalam Risalah fi Mas-alah ath- Thalaq
      33. Syekh Ahmad ibn Utsman at-
      Turkamani al- Juzajani al Hanafi (W 744 H)
      dalam al Abhatsal Jaliyyah fi ar-Radd ‘Ala
      Ibn Taimiyah.
      34. Al Hafizh Abd ar-Rahman ibn Ahmad,
      yang terkenal dengan Ibnu Rajab al
      Hanbali (W 795 H) dalam : Bayan Musykil
      al Ahadits al Waridah fi Anna ath-Thalaq
      ats-Tsalats Wahidah.
      35. Al Hafizh Ibnu Hajar al ‘Asqalani (W
      852 H) dalam beberapa karyanya: – Ad-
      Durar al Kaminah fi A’yan al Mi-ah ats-
      Tsaminah – Lisan al Mizan – Fath al Bari
      Syarh Shahih al Bukhari – Al Isyarah Bi
      Thuruq Hadits az-Ziyarah
      36. Al Hafizh Waliyy ad-Din al ‘Iraqi (W
      826 H) dalam al Ajwibah al Mardliyyah fi
      ar-Radd ‘Ala al As-ilah al Makkiyyah.
      37. Al Faqih al Mu-arrikh Ibn Qadli
      Syuhbah asy- Syafi’i (W 851 H) dalam
      Tarikh Ibn Qadli Syuhbah .
      38. Al Faqih Abu Bakr al Hushni (W 829 H)
      dalam Karyanya Daf’u Syubah Man
      Syabbaha Wa Tamarrada Wa Nasaba
      Dzalika Ila al Imam Ahmad.
      39. Pimpinan para ulama seluruh Afrika,
      Abu Abdillah ibn ‘Arafah at-Tunisi al Maliki
      (W 803 H).
      40. Al ‘Allamah ‘Ala ad-Din al Bukhari al
      Hanafi (W 841 H). Beliau mengkafirkan
      Ibnu Taimiyah dan orang yang
      menyebutnya Syekh al Islam:
      1. Artinya orang yang menyebutnya
      dengan julukan Syekh al Islam, sementara
      ia tahu perkataan dan pendapat-pendapat
      kufurnya. Hal ini dituturkan oleh Al Hafizh
      as-Sakhawi dalam Adl-Dlau Al Lami’.
      41. Syekh Muhammad ibn Ahmad Hamid
      ad-Din al Farghani ad-Dimasyqi al Hanafi
      (W867 H) dalam risalahnya Ar-Radd ‘Ala
      Ibnu
      42. Syekh Ahmad Zurruq al Fasi al Maliki
      (W899 H) dalam Syarh Hizb al Bahr.
      43. Al Hafizh as-Sakhawi (W 902 H) dalam
      Al I’lan Bi at-Taubikh liman Dzamma at-
      Tarikh.
      44. Ahmad ibn Muhammad Yang dikenal
      dengan Ibnu Abd as-Salam al Mishri (W
      931 H) dalam al Qaul an-Nashir fi Raddi
      Khabath ‘Ali ibn Nashir.
      45. Al ‘Alim Ahmad ibn Muhammad al
      Khawarizmi ad-Dimasyqi yang dikenal
      dengan Ibnu Qira (W 968 H), beliau
      mencela Ibnu Taimiyah.
      46. al Bayyadli al Hanafi (W 1098 H)
      dalam Isyarat al Maram Min ‘Ibarat al
      Imam.
      47. Syekh Ahmad ibn Muhammad al Witri
      (W 980 H) dalam Raudlah an- Nazhirin
      WaKhulashah Manaqib ash- Shalihin.
      48. Syekh Ibnu Hajar al Haytami (W 974
      H)dalam karya-karyanya; – Al Fatawi al
      Haditsiyyah – Al Jawhar al Munazhzham fi
      Ziyarah al Qabr alMu’azhzham – Hasyiyah
      al Idhah fi Manasik al Hajj
      Sekian, terima kasih semoga posting ini
      bermanafaat
      Wallahu a’lam bisshawab

      • syukron syd Kamil atas infonya ternyata apa yg diminta ben thalib sdh nt paparkan semoga ben thalib bkn orang yg mahjub

  18. @wonk awam
    Kelihatan anda mulai ngaur sepert benthaleb. Baca dulu komentar saya yg benar baru mencela. Tunjukan komentar saya yg ngaur. Dan dimana letak ngaurnya. Anda mengatakan tdk usah ikut2 comment. Blog ini milik anda?. Jgn sok pintar. SUDAH DIPUJI JD SOMBONG. Itu bkn sfat org gentle dik

  19. @benthaleb

    Rupanya baru kali ini saya menemukan orang goblok dan jahil bin super seperti ente…

    kalau begini kamu cocok jdi wong goblok dan bernama wong doblok…Yang namanya kesepakatan ulama itu bukan berarti ulama sedunia termasuk Mister Dur juga setuju……

    Saya ulangi lagi ya, wahai wong goblok:

    IMAM ENTE YANG TUKANG BOHONG ITU (IBIN TAI) MENGAKU BAHWA HADIS DIATAS ITU PALSU BERDASARKAN KESEPAKATAN AHLI ILMU.

    Hadis bersedakahnya Ali dengan cincin ketika shalat itu palsu berdasarkan kesepakatan ahli ilmu (para ulama).” (Baca Muqaddimah Fi Ushûl at Tafsîr:31 dan 36)

    Nyatanya ulama yang dipuji-puji Ibnu taymiah -ATTHOBARI- meriwayatkannya. (Sebetulnya Hadis tersebut hadis mutawatir, kalo Imam kamu itu mengerti hadis). ITU ARTINYA KLAIM KESEPAKATAN AHLI ILMU YANG DIA KATAKAN ADALAH KLAIM PALSU, UNTUK MENIPU WAHABI-WAHABI YANG GOBLOK SEPERTI ENTE

    KALO ENTE BACA BUKU-BUKU IMAM MU ITU AKAN KAMU DAPATI KLAIM-KLAIM PALSUNYA SEPERTI ITU (KESEPAKATAN AHLI ILMU, AHLI INI DAN ITU SEMUANYA PALSU) bukan sekali dua kali mas imam-mu itu mengaku-ngaku seperti itu, MAKANYA JANGAN TAKLID BUTA, KATANYA WAHABI ITU ANTI TAKLID? TAPI NYATANYA TAKLID BUTA BAHKAN MEMBABI-BUTA!

    KALO ENTE MENGATAKAN:

    Yang namanya kesepakatan ulama itu bukan berarti ulama sedunia termasuk Mister Dur juga setuju…

    dengan logika ente (kalo ente pake logika, setahu saya belajar logika haram bagi wahabi) berarti tidak ada yang namanya KESEPAKATAN ULAMA, berarti ente lebih pintar dari Imam ente ibin taymiah yang ngaku-ngaku adanya kesepakatan itu….

    atau tolong kasi tau saya apa yang dimaksud imam kamu Ibin Taymiah dengan “KESEPAKATAN AHLI ILMU (ulama)”

    JUGA KASI TAU YA “KESEPAKATAN ULAMA” MENURUT ENTE ITU GIMANA? biar jelas!

    ATAU MUNGKIN YANG DIMAKSUD KESEPAKATAN ULAMA ADALAH “KESEPAKATAN ULAMA WAHABI” YA?

    Akui aja kalo ente dan wahabi udah kebangkrutan hujjah !! dan tolong kalo menjawab jangan mbulet dan menyimpang !!

  20. @benthaleb

    Jadi jika ibnu taimiyah mengatakan bahwa tafsir ibnu jarir adalah tafsir paling bagus bukan berarti didalamnya tidak ada salahnya bung!!!!!

    Jadi Imam Kamu Ibnu Taymiah -yang oleh wahabi dianggap hebat- BUKAN BERATI TIDAK ADA SALAHNYA KAN BUNG? SEPERTI KLAIM-KLAIM PALSU YANG BIASA IA SEBUTKAN UNTUK MENIPU AWAM WAHABI? benar kan mas anak taymiah itu kan nggak maksum? Jadi nggak usah marah-marah kalo KEBOHONGANNYA DIUNGKAP SAMA ABU SALAFY !!

    kalo dibanding IBNU JARIR ya nggak ada apa-apanya si tukang ngibul anak taymiah itu !!

  21. Assalmaulaikum

    Itulah mengapa kami meneladani imam ali K,W sebagai seorang imam setelah Rasulullah SAW

  22. JANGAN KEDENGKIANMU MERUSAK AMAL DAN ILMU MU —- COBALAH UNTUK MENGKAJI ILMU LEBIH BAIK LAGI. DATANG LAH KE KAJIAN DI KRUKUT. NAMA PENGAJARNYA ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT…… JANGAN TEBAR KEBENCIAN BEGITU BESAR TERHADAP PARA ULAMA….. KARENA JIKA KEBENCIAN ITU BEGITU BESAR…. DITAKUTKAN AKAN MERUSAK JIWA DAN MEMPERBURUK AMAL…….. SEMOGA ALLOH SUBHANA HU WATA’ ALA MEMBERIKAN KALIAN PETUNJUK AKAN NIKMATNYA SUNNAH ……… DAN MENJAUHI BID’AH………. COBA DATANG YA AKHI

  23. assalamualaiakum warahmatullah wabarakatuh…
    di sini rame rupanya :
    1. ust abu salafy tolong klaim anda dari ibnu hajar ditulis disini.
    2. tolong teks hadits riwayat Ali RA yang ada di tafsir ibn jarir ditayangkkan. dan komentar ulama hadits tentang status hadits tersebut mohon ditayangkan.kalo nanti ibn taimiyah keliru ya sudahlah didoakan selamat saja.dia juga manusia biasa kok.

    biar ada arahnya diskusi ini.
    wassalmualakum

    Abu Salafy:

    ومنهم من ينسبه إلى النفاق، لقوله في علي ما تقدّم ـ أي قضيّة أنّه أخطأ في سبعة عشر شيئاً ـ ولقوله: إنّه ـ أي علي ـ كان مخذولاً حيثما توجّه، وأنّه حاول الخلافة مراراً فلم ينلها، وإنّما قاتل للرئاسة لا للديانة، ولقوله: إنّه كان يحبّ الرئاسة، ولقوله: أسلم أبوبكر شيخاً يدري ما يقول، وعلي أسلم صبيّاً، والصبي لا يصحّ إسلامه، وبكلامه في قصّة خطبة بنت أبي جهل، وأنّ عليّاً مات وما نسيها.
    فإنّه شنّع في ذلك، فألزموه بالنفاق، لقوله صلّى الله عليه وسلّم: ولا يبغضك إلاّ مناف.

    راجع: الدرر الكامنة في أعيان المائة الثامنة 1/154 ـ 155.

    • apa anda ingat dengan kata2 ini… finah lebih kejam dari pada
      membunuh.menyebarkan fitnah dan berkata tanpa ilmu semoga anda diberikan hidayah oleh ALLAH jala jalalu

  24. @Benthaleb
    Kok susah benar ya ngomong sama mas?

    Kami mau tau (yang juga disampaikan berulangkali oleh mas AS). Mas membenarkan ngga klaim dari ibnutaimiyyah yang ditulis mas AS ini?

    “Hadis bersedakahnya Ali dengan cincin ketika shalat itu palsu berdasarkan kesepakatan ahli ilmu (para ulama).”

    Kalau menurut mas tidak benar, berarti mas mengangkangi ibnutaimiyyah karena ibnutaimiyyah telah menulis demikian.
    Kalau ya, berarti mas ngga usah banyak cincong karena itu telah dibuktikan kebohongannya oleh mas AS.

    Yang perlu dicincongi mas adalah:
    (1) Membuktikan (kalau ada) bahwa ibnutaimiyyah tidak pernah menulis/menyebutkan hal itu.
    (2) Membuktikan (kalau pun ada) bahwa memang benar semua ulama sepakat mendhaifkan hadits keutamaan Imam Ali di atas. Semua ulama lho mas seperti yang dimaksud oleh ibnutaimiyyah.

    Yang ngga perlu mas lakukan adalah:
    (1) Membela kalang-kabut ibnutaimiyyah tanpa argumen
    (2) Menyalahkan dan menuduh AS tanpa akal
    (3) mencaci maki, menyebut, memvonis orang lain bodoh, kerbau, dll.
    (4) Marah, kebakaran jenggot yang ngga jelas

    Semoga faham mas

  25. PENGUMUMAN….PENGUMUMAN…PENGUMUMAN

    BAGI PENGUNJUNG BLOG ABU SALAFY…..

    SAAT INI TELAH TER JADI DISKUSI HANGAT ANTARA SAYA

    (AMI),DENGAN ABU SALAFY TENTANG “APAKAH ORANG

    BERIMAN BISA MELIHAT WAJAH ALLAH

    DISURGA????BERKALI-KALI SAYA TANYAKAN HAL INI PADA

    ABU SALAFY”APAKAH WAJAH ALLAH BISA DILIHAT OLEH

    ORANG2 BERIMAN”DAN BERKALI-KALI JUGA DIA(ABU

    SALAFY) MENGELAK DARI PERTANYAAN TERSEBUT

    APAKAH DIA (ABU SALAFY) TIDAK PUNYA NYALI UNTUK MENJAWAB….SAYA TIDAK TAHU…..ATAU KARENA SUDAH KEPEPET LALU DIA MENGELAK UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN SAYA…..SAYA JUGA TIDAK TAHU ….

    YANG PENTING SILAHKAN ANDA KLIK ARTIKEL ABU SALAFY YANG BERJUDUL “KAUM WAHHABIYYAH MUJASSIMAH MEMALSU ATAS NAMA SALAF 2”

    BAGI PENGUNJUNG BLOG SILAHKAN ANDA MEMBERIKAN KRITIK,KOMENTAR ATAU SARAN….BAIK KEPADA SAYA (AMI) ATAU ABU SALAFY.

    SEMOGA ALLAH SWT MEMBERIKAN KEPADA KITA PETUNJUK KEPADA JALAN YANG LURUS….

    AMIIN…..

    Abu Salafy:

    Sebuah pengumuman yang bagus! Semoga banyak pembaca membaca diskuis kita dan menemukan kehebatan Anda.

  26. ana ikut….
    akhi amy juga jawab abu salafy.biar oke..

  27. pesananku mana nih?
    hadits tentang Ali berkaitan dengan nuzul ayat tsb dari penilaian ulama hadits. semua palsu/dhaif atau gak sepakat.tolong dijelaskan di sini komentar para muhaditsin berkait sanad hadits tersebut. ustad abu kurang satu pertanyaanku, oke?

    Abu Salafy:
    Para ulama meriwayatkan dari Abu Dzar al-Ghifari ra. ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw. dengan kedua (telingaku) ini, (dan Abu Dzar menambahkan):…tulilah keduanya jika aku berdusta (kemudian katanya lagi) dan telah aku saksikan beliau dengan kedua mataku ini, dan butalah keduanya jika aku berdusta, “Sabda Rasulullah saw.: Ali adalah pemimpin kelompok orang-orang yang tulus, pejuang yang memerangi kaum kafir, jayalah siapa yang membantunya, hinalah siapa yang menelantarkan dukungan baginya!”
    Lalu Abu Dzar melanjutkan,” Suatu hari aku shalat bersama Rasulullah saw. maka masuklah ke masjid seorang pengemis dan tidak seorang pun memberinya sesuatu, pada saat itu Ali sedang shalat dalam keadaan ruku’ dan ia memberi isyarat dengan jari manisnya yang bercincin, lalu pengemis itu menghampirinya dan mengambil cincin itu dari jari Ali, Rasulullah menyaksikan hal itu dan beliau berdo’a dengan khusyu’nya kepada Allah, “Ya Allah sesungguhnya Musa telah memohon kepadamu:

    Berkata Musa, “Ya Tuhan-ku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun; saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Mengetahui (keadaan) kami”.(QS:20;25-35).

    Maka Engkau telah mewahyukan kepadanya:

    قد أُوْتِيْتَ سُؤْلَكَ يَا مُوْسَى ….

    “Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa.”

    Dan aku, ya Allah –kata Rasulullah saw.- adalah hamba dan Nabi-Mu lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan jadikanlah untukku seorang wazir dari keluargaku; Ali, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku”. Abu Dzar berkata. ” Demi Allah, beliau belum sampai menyelasaikan ucapan (do’anya) melainkan Jibril al-Amin turun dengan membawa ayat ini”.

    (Ibnu Jarir al-Thabari (W:310 H.) dalam tafsirnya.6:186 dari beberapa jalur).
    kalau mau lengkap baca aja langsung di sini:http://ibnutaymiah.wordpress.com/2007/07/31/ayat-turun-untuk-imam-ali-as-adalah-palsu-2/
    Tapi hati-hati, kalau ketahuan wahabi bisa-bisa Anda divonis murtad nanti!

  28. @ami
    Lucu pengumuman anda kaya anak2 dpt. permen.
    Masalah pertanyaan anda tdk perlu mas AS jwb terlalu spele buat AS cukup saya yg bodoh ini menjawab Tp sblm saya menjawab apakah nanti diakhirat kita bs melihat wajah Allah atau tdk.Saya ingin anda jawab dulu bgm menurut anda bentuk wajah Allah diakhirat sebab pasti jauh berbeda dg saya cara melihat wajah Allah. Tolong jawab

  29. @ami
    he he he sya yakin kalau ntar di akhirat orang beriman bisa ngliat allah , tp masalahnya allah mau ngliat kita ndak tlg dijawab biar makin mantab iman ini

  30. amin ya robbal alamin, benar kata pepatah kebenaran bisa disalahkan tetapi tidak bisa dikalahkan. suatu ketika pasti ada yang mengungkap dan terlihat dengan pasti, mana loyang mana besi, mana salaf mana kalaf. mana debat mana khianat. sering kali ditengah2 masyarakat saya alami kejanggalan2 praktek dari mereka yg jauh dari rahmatan lil alamin, sampai sebagi penengahpun aku jadi bulan bulalan tuk mengikuti hawa nafsunya, agar merubah aturan yang ada karna dianggap bid’ah dan harus berkiblat pada pemerintahan arab saudi. syukur dalam permohonan ku dikabul kan Allah Swt agar dijauh kan dari orang2 pelempar api neraka, yang selalu menutupi kebenaran (kafir), robbana agfirlana dzunu bana wa’isrofana fi amrina watabit aqdamana fansurna alal kaumil kafirin.

  31. Maap maap kate ye, kalau diliaht lihat sepertinya ibnu taymiyah itu jangan jangan kena gangguan jiwa.

  32. @benthaleb ”
    knp lu tak jawab @sayyid kamil assegafm pandangan ulama aswaja tentang ibnu taimiyah ? udh jelaskan ulama sdh memfatwa sesat ibnu taimiyah. Mau bersilat lidah apalagi ?bertobatlah selagi Allah izinkan ente masih hidup.

    • Ya mana mungkin si ben thaleb mampu jawab Syd. Kamil!!! Modalnya ben thaleb kan cuma kebencian belaka! + Fanatik buta!! + kejahilan. YA JADINYA BEN THALEB BEN UBAY BEN SALUL.

  33. Semakin parah ummat ketika menjAuh dari para ulama’nya,,, semoga kita selalu dibimbing diatas kebenaran,,,mereka2 yang lebih tawadhu’,,,bukan seperti kalian asAl ngomong tanpA ilmu,,, diam aja kang daripada disamber bledex

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s