Kasyf asy Syubuhat Kitab Doktrin Wahhabiyah Paling Ganas (17)

Syafa’at Antara Faham Sekte Wahhabiyah Dan Islam (2)

Ayat Kedua: Ayat 3 surah az Zumar:

وَ الَّذينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِياءَ ما نَعْبُدُهُمْ إِلاَّ لِيُقَرِّبُونا إِلَى اللَّهِ زُلْفى.

Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata):” Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”.

Ketarangan:

Kesalahan terbesar “Syeikhul Wahhâbiyah” adalah dalam mendefenisikan makna ibadah. Sehingga ia memasukkan banyak praktik dan keyakinan yang bukan ibadah ke dalam ketegori ibadah dan kemudian menghukumi pelaku atau peyakinnya sebagai telah menyembah selain Allah atau menyekutukan-Nya dengan sesembahan lain.

Mereka memaknai semua bentuk ketundukan adalah ibadah! Segala bentuk penghormatan adalah ibadah… semua bentuk permohonan kepada selain Allah adalah ibadah! Semua itu menodai kemurnian Tauhid!! Termasuk juga memohon syafa’at (tasyaffu’) kepada para malaikat adalah syirik! Kaum Musyrikun divonis sebagai musyrik dikarenakan mereka bertasyaffu’ kepada para malaikat! Demikian mereka meyakini….

Akan tetapi anggapan ini salah besar dan tidak berdasar! Sebab pada kenyataannya kemusyrikan kaum Musyrikun bukan karena alasan yang mereka duga!!!

Lebih lanjut ikuti uraian di bawah ini:

Sebagian kaum Musyrikin Arab ada yang meyakini bahwa para malaikat adalah banâtullah/putri-putri Allah SWT. yang berkuasa memberikan syafa’at di sisi, syufa’â. Lalu atas dasar landasan yang batil ini mereka mempertuhakan dan menyembah para malaikat itu… mereka benar-benar menyembahnya!

Perhatikan ayat-ayat di bawah ini:

وَ لا يَأْمُرَكُمْ أَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلائِكَةَ وَ النَّبِيِّينَ أَرْباباً أَ يَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

“Dan (tidak wajar pula bagi seorang nabi) menyuruh kalian menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kalian berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama)Islam” (QS. Âlu ‘Imrân [3];80)

Dan ayat-ayat:

وَ جَعَلُوا لَهُ مِنْ عِبادِهِ جُزْءاً إِنَّ الْإِنْسانَ لَكَفُورٌ مُبينٌ.

“Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).”

أَمِ اتَّخَذَ مِمَّا يَخْلُقُ بَناتٍ وَ أَصْفاكُمْ بِالْبَنينَ .

“Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan- Nya dan Dia mengkhususkan buat kamu anak laki-laki.”

وَ إِذا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِما ضَرَبَ لِلرَّحْمنِ مَثَلاً ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَ هُوَ كَظيمٌ.

“Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah; jadilah mukanya hitam pekat sedang dia amat menahan sedih.”

أَ وَ مَنْ يُنَشَّؤُا فِي الْحِلْيَةِ وَ هُوَ فِي الْخِصامِ غَيْرُ مُبينٍ.

“Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran.”

وَ جَعَلُوا الْمَلائِكَةَ الَّذينَ هُمْ عِبادُ الرَّحْمنِ إِناثاً أَ شَهِدُوا خَلْقَهُمْ سَتُكْتَبُ شَهادَتُهُمْ وَ يُسْئَلُونَ.

“Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang- orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung jawab.”

وَ قالُوا لَوْ شاءَ الرَّحْمنُ ما عَبَدْناهُمْ ما لَهُمْ بِذلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُونَ .

“Dan mereka berkata:” Jika Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat).” Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga- duga belaka.” (QS.az Zukhruf [43];15-20)

Pada ayat 80 surah Âlu ‘Imrân di atas jelas sekali bahwa mereka menjadikan para malaikat itu sebagai tuhan-tuhan arbâban (bentuk jama’ kata rabb/tuhan pengatur)dan itu bukti bahwa apa yang mereka lakukan terhadapnya adalah sesuatu yang wajar dilakukan untuk Tuhan/Rab, pengatur alam semesta. Jadi salahlah anggapan Syeikh Ibnu Abdul Wahhab ketika mengatakan bahwa kaum Musyrikin tidak meyakini bahwa sesembahan mereka adalah tuhan-tuhan pengatur alam, arbâb! Seperti akan kita baca nanti.

Sementara ayat 20 surah az Zukhruf di atas tegas mengatakan bahwa mereka benar-benar telah menyembah para malaikat itu… dalam ayat itu tidak ada bukti… tidak ada sebutan… tidak ada sindirin bahwa penyembahan itu hanya berupa permohonan syafa’at, atau beristighatsah, bahkan semua bukti mengarah untuk menunjukkan sebaliknya!!

Ketika menfsirkan ayat di atas, Ibnu Katsîr menerangkan: “Andai Allah menghendaki, pastilah Dia menghalang-halangi kami dari menyembah ashnâm/berhala-berhala dalam bentuk/postur malaikat itu yang kata mereka adalah putri-putri Allah, sebab Allah mengetahui apa yang kita kerjakan dan Dia mendiamkan kami melakukannya.” (Tafsir Al Qur’an al ‘Adzîm;Ibnu Katsîr,4/125. Dâr al Fikr)

Sementara ayat:

وَ إِذا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِما ضَرَبَ لِلرَّحْمنِ مَثَلاً … .

“Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah…” adalah bukti nyata bahwa mereka telah menjadikan para malaikat sebagai mastal, yang menyerupai Allah, sebab anak pasti menyerupai ayahnya dalam jenis. Begitu pula pada ayat:

وَ جَعَلُوا لَهُ مِنْ عِبادِهِ جُزْءاً.

“Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya.”

Jadi jelaslah bahwa kaum Musyrikun telah mengada-ngada kepalsuan atas Allah dalam banyak hal dan kemusyrikan:

(Pertama) Meyakini bahwa Allah memiliki anak. (Kedua) Bahwa Allah memilih jenis perempuan yaitu para malaikat untuk dijadikannya anak. (Ketiga) Mereka menyembah para malaikat tanpa dalil (Keempat) Mereka berhujjah bahwa penyembahan yang mereka lakukan itu adalah dengan taqdir Allah. Dan alasan mereka itu bukti kebodohan besar mereka! Demikian diterangkan Ibnu Katsîr.(Tafsir Al Qur’an al ‘Adzîm;Ibnu Katsîr,4/125. Dâr al Fikr)

Maka, jika setelah ini,Syeikh Ibnu Abdil Wahhab dan para pengikutnya masih mengatakan bahwa mereka dikatakan menyembah para malaikat itu disebabkan mereka meminta syafa’at dari para malaikat, maka ia benar-benar salah dalam memahami ayat di atas… sebab pada kenyataannya, -seperti juga diakui kaum Wahhâbiyah, walaupun pengakuan mereka tidak diperlukan di sini- bahwa para malaikat termasuk hamba-hamba yang Allah beri hak untuk memberikan syafa’at! Maka dengan demikian seorang yang memohon syafa’at kepada para malaikat pada dasarnya tidak salah, apalagi divonis musyrik?!

Lalu setelah itu semua, bagaimana kaum Wahhâbiyah menyamakan kaum Muslimin yang beristghâtsah atau memohon syafa’at dari paara nabi dan hamba-hamba pilihan Allah dengan kaum Musyrikin yang menyembah para malaikat dan sesembahan mereka?!

Ayat Ketiga:

Tentang ayat ketiga akan kami bahas pada catatan berikutnya, insyaallah.

4 Tanggapan

  1. Salam to semua…
    Selama ini Ben Wahab dan para pengikutnya hanya mmbuat tuduhan2 palsu,keji,kotor yg mrk alamatkan kpd mayoritas umat Islam. Siapa pun mrk selain para pngikt ben wahab akn mnrima tduhan2 yg tdk spatutnya d almatkn kpd org2 yg mykini; Allahu Ahad, Allah al-Shomad, Lam Yalid wa lam Yulad wa Lam Yakun lahu Kufuwan Ahad & Muhammad Rasulullah SAW.

  2. wahabisme borok dalam islam sebaiknya di obati…….!

  3. Setiap buah pikiran/kata2 hasil analisa kita yg terucapkan tergantung:
    1 Bgm akhlaknya dan hatnya. Klu akhlak baik dan hati bersih maka kata2 yg keluar itu sejuk didengar dan akan merupakan nasehat yg baik.
    2. Ilmu/pengetahuan yg sedang dibahas/dihadpi. Punya ilmu orangnya atau tdk. Sampai dimana dia mrngusai masalah yg sedang dihadapnya.
    3.Itikat. Kalau itikat yg ia memiliki dg niat baik ya baik tp klu dg niat menghancurkan maka semua masukan utk kebaikan tertolak.
    4. Tujuan. Apa tujuan ia mengeluarkan kata2 itu/bh pikirannya.
    Kita pernah baca buku2 Ibnu Taimyiah, buku Abd Wahab. Ben Bazz dan Nashiruddi al-Abani. Sekarang coba diperhatikan bgm orang2 Wahabi berbicara

  4. Maaf, tapi saya belum dapat menemukan tulisan Anda dengan link sbb. https://abusalafy.wordpress.com/2008/06/16/2008/05/06/208/
    yaitu utk judul: Kasyf asy Syubuhat Kitab Doktrin Wahhabiyah Paling Ganas (16)

    Mohon info apakah tulisan tsb memang sudah ada di blog ini? Apa URL link yg benar ke tulisan tsb?

    ____________
    -Abu Salafy-

    Salam Mas Badari

    Terima kasih informasinya, link tersebut eror, yang benar adalah link ini (silahkan di klik)

    Kitab Kasyfu asy Syubuhat Doktrin Takfir Wahhabi Paling Ganas (16)

    Sementara untuk link lengkap seri tulisan “Kitab Kasyfu asy-Syubuhat Doktrin Takfir Wahhabi Paling Ganas” silahkan merujuk kesini:

    Daftar Seri Artikel “Kitab Kasyfu Asy-Syubuhat Doktrin Takfir Wahhabi Paling Ganas” Secara Berurutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s