Buat Saudara Abu Hasan al Atsari

Jangan Salah Faham Terhadap Ibnu Abdil Wahhâb!

Sebelumnya, saya meminta ma’af atas gangguan tekhnis (komentar anda masuk ke spam) sehingga komentar saudara al Atsari tidak saya tanggapi di sana , tetapi di sini…. Namun demikian, tidak ada pengurangan pada isinya.

Di bawah ini saya tampilkan komentar beliau berikut tanggapan saya

Bismillahirahmaanirrahiim

Sebelumnya aku memohon ampun kepada Allah jika nantinya pada tulisanku ini terdapat kesalahan-kesalahan yang tidak saya ketahui. Bagi pembaca saya persilakan untuk mengkritik kesalahan saya.

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah blog milik AbuSalafy yang mengatakan bahwa kitab KASYFU SYUBUHAT merupakan kitab yang syarat dengan pengkafiran terhadap kaum muslimin. Kitab ini merupakan kitab karangan syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab.

Dalam blog salafy disebutkan sebagai berikut :

Kitab Kasyfu asy-Sybubuhât adalah sarat dengan doktrin pengafiran atas kaum Muslimin selain kelompok Wahhabi (yang tunduk menerima ajakan Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb). Ia telah mengkategorikan banyak hal yang bukan syirik ke dalam daftar kesyirikan! Dan atas dasar itu ia mengafirkan dan menvonis musyrik selain kelompoknya.

Dalam buku kecil itu, Ibnu Abdil Wahhâb telah menyebut umat Islam, seluruh umat Islam, baik awam maupun ulamanya dari berbagai mazhab dan golongan selain kelompoknya dengan sebutan musyrikan tidak kurang dari dua puluh empat kali. Sementara itu, lebih dari dua puluh lima kali ia menyebut kaum Muslimin dengan sebutan yang sangat keji dan kotor.

Komentar Saya ,

Semoga AbuSalafy diberi petunjuk oleh Allah mengenai kesalahannya ini, Saya juga menyarankan AbuSalafy untuk membaca buku itu sekali lagi dengan cermat, dengan membaca setiap penjelasan dari setiap pernyataan yang ada dan kalu perlu silakan baca buku-buk syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang lain sehingga AbuSalafy bisa lebih memahami apa yang dimaksud Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Saya disini mengasumsikan bahwa AbuSalafy telah membaca buku Kaysfu Syubuhat, saya juga membaca buku syarah Kasyfu Syubuhat karangan syaikh Utsaimin yang merupakan penjelas dari kita Kasyfu Syubuhat .

Ketika syaikh Utsaimin menjelaskan mengenai perkataan syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab “ketahuilah bahwa tauhid adalah …..” – yang merupakan pernyataan syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang pertama-tama dalam kitabnya – dengan mendefinisikan tentang ilmu dan tingkatan-tingkatannya. Ini sangat penting karena masalah ilmu ini akan menentukan bagaimana kaidah pengkafiran. Suatu pengkafiran adalah yang sangat berat bahkan Rasulullah menyatakan barang siapa menuduh kafir sauadaranya dan ternyata saudaranya tidaklah akfir maka kekafiran itu akan kembali kepadanya.

Saya juga sudah menuliskan panjang lebar mengenai kaidah pengkafiran ini dalam kesempatan sebelumnya yang bisa saudara baca di  http://abuhasanmustofa.blogspot.com/2007/11/sebuah-pra-kata-sebelum-memulai-segala.html

Syaikh Utsaimin dalam kitab Syarah Kasyfu Syubuhat mengatakan

“ Tuduhan bahwa kami mengkafirkan secara umum, mewajibkan orang yang mampu menampakkan agama kepada kami, atau mengkafirkan orang yang tidak mau mengkafirkan (seseorang yang layak dikafirkan) dan orang yang tidak mau berperang semuanya merupakan kebohongan dan hanya akan menghalangi manusia menaati agama Allah dan Rasulnya.

Jika kami tidak mengkafirkan orang-orang yang menyembah patung yang ada di kuburan Aldul Qadir dan Ahmad Al Badawi atau kuburan lainnya karena ketidaktahuan mereka atau tidak adanya orang yang memberi peringatan kepada meraka, maka bagaimana mungkin kami mengkafirkan orang yang tidak menyekutukan Allah akan tetapi tidak berhijrah kepada kami, atau orang yang tidak mau mengkafikran (orang yang layak dikafirkan) atau tidak mau berperang ?”

Syaikh Utsaimin menjelaskan banyak dalam masalah pengkafiran ini kemudian beliau menyatakan ”Memang benar, kita mendapati ulama salaf dan para imam mengkafirkan seseorang yang menyatakan begitu dan begitu. Akan tetapi mereka menetapkan secara global, bukan secara orang per orang. Jadi kita harus membedakan antara pengkafiran secara global dan orang per orang.

Pengkafiran merupakan suatu ancaman, meskipun terkadang ucapan seseorang kadang mendustakan Rasulullah, tetapi bisa jadi orang tersebut baru masuk islam, atau tinggal di Negara yang jauh dari dakwah islam. Olek karena itu orang semacam ini tidak boleh dikafirkan karena ucapannya sebelum dia tahu mana yang benar dan mana yang salah. Atau boleh jadi orang tersebut belum mendengar dalil-dalilnya, atau dia telah mendengar akan tetapi dalil tersebut tidak kuat menurutnya, atau dia membantah dalil tersebut dengan alasan-alasan yang mengharuskan dia mentakwilnya, sekalipun mungkin salah”

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan :

“Pendapat orang bahwa saya mengkafirkan secara umum adalah termasuk kedustaan para musuh yang menghalangi manusia dari agama ini, kita katakan : Maha Suci Engkau Allôh, ini adalah kedustaan besar”. (Ad Durarus Saniyyah, jilid 1, hal: 100)

“Mereka menisbatkan kepada kami berbagai macam kedustaan, fitnah pun semakin besar dengan mengerahkan terhadap mereka pasukan syetan yang berkuda maupun yang berjalan kaki. Mereka menebarkan berita bohong yang seorang yang masih mempunyai akal merasa malu untuk sekedar menceritakannya apalagi sampai tertipu. Diantaranya apa yang mereka katakan bahwa aku mengkafirkan semua manusia kecuali yang mengikutiku dan pernikahan mereka tidak sah. Sungguh suatu keanehan, bagaimana mungkin perkataan ini bisa masuk kedalam pikiran orang waras. Dan apakah seorang muslim akan mengatakan seperti ini? Aku berlepas diri kepada Allôh dari perkataan ini, yang tidak bersumber kecuali dari orang yang berpikiran rusak dan hilang kesadarannya. Semoga Allôh memerangi orang-orang yang mempunyai maksud-maksud yang batil”. (Ad Durarus Saniyyah, jilid 1, hal 80)

“Aku hanya mengkafirkan orang yang telah mengetahui agama Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam kemudian setelah dia mengetahuinya lantas mengejeknya, melarang manusia dari memeluk agama tersebut dan memusuhi orang yang berpegang dengannya. Tetapi kebanyakan umat –alhamdulillâh- tidaklah seperti itu”. (Ad Durarus Saniyyah : 1/73)

______________________

Abu Salafy:

Terima kasih atas tanggapannya.

Anda berbaik sangka kepada Ibnu Abdil Wahhab bawha dia tidak seperti yang saya gambarkan…. Saya pun berharap demikian.

Akan tetapi sulit rasanya untuk menyimpulkan seperti yang saudara simpulkan setelah jelas dan tegas pernyataan demi pernyataan yang jelas menunjukkan adanya takfîr! Kendati kecaman-demi kecaman atas doktrin takfirnya itu membuatnya harus mengeluarkan stitmen yang membersihkan dirinya dari tuduhan tersebut demi membela diri.

Walaupun demikian dalam membela diri dan ketika menepis tuduhan itu ia masih sulit menyembunyikan doktrinnya dan tetap saja sikap takfir itu kental dari pernyataannya.

Perhatikan pada pembelaan diri yag ia lakukan seperti yang saudara nukil sendiri di atas: kami tidak mengkafirkan orang-orang yang menyembah patung yang ada di kuburan Abdul Qadir dan Ahmad Al Badawi atau kuburan lainnya

Bagaimana kentalnya doktrin takfir itu, sehingga ketika sedang menolak pun ia masih menyelipkan kata-kata tuduhan kemusyrikan!

Patung apakah yang berada di kuburan Syeikh Abdul Qadir al Jailani dan Sayyid Ahmad Badawi? Dan siapakah mereka yang menyembahnya?

Tidak ada! Hanya Syeikh saja yang menuduh mereka yang mengusap batu nisan makam kedua waliyyullah untuk mencari keberkahan sebagai menyembah patung! Bukankah kata-kata itu mengandung takfir?

Selain itu, bukankan saudara telah menukil pernyataan Syeikh:

“Aku hanya mengkafirkan orang yang telah mengetahui agama Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam kemudian setelah dia mengetahuinya lantas mengejeknya, melarang manusia dari memeluk agama tersebut dan memusuhi orang yang berpegang dengannya. Tetapi kebanyakan umat –alhamdulillâh- tidaklah seperti itu”. (Ad Durarus Saniyyah : 1/73)

tahukan saudara, apakah agama rasulullah saw. yang dimaksud Syeikh Ibnu Abdil Wahhab dengan kata-katanya di atas?

Jawaabnya jelas: Tauhid dan agama Allah dan Rasul-Nya itu dalam pandangan Syeikh hanya ajakan dan ajaran yang ia ajarkan! Selainnya adalah syirik/kufr! Selainnya bukan agama Rasulullah saw. selainnya adalahh agama Amr ibn Luhay!!

Sebagai bukti kebenarran apa yang saya katakana coba saudara baca dan renungkan pernyataan Syeikh Ibnu Abdil Wahhhab, seperti dinukil oleh Syeikh Utsaimin dalam syarah Kasyf asy Syubuhât (yang juga saudara baca), pada halaman:30 ketika membicaarakan musuh-musuh Syeikh. Di sana Syeikh mengatakaan bahwa musuh pertamanya adalah:

من عرف أن التوحيد دين الله و رسوله الذي أظهرناه للناسِِ.

Orang yang telah mengetahui bahwa tauhid adalah agama Allah dan Rasul-Nya yang kami tampakkan kepada manusia….

Jadi agama Allah yang dia maksud adalah ajaran yang dia tampakkan dan sebarkan kepada manusia! Dan siapa yang tidak menerimanya maka ia kafir!!

Baca keterangan selengkapnya di sana, dan pasti Anda akan menemukan banyak keanehan dan kejahilan, seperti ketika ia mengatakan:

Musuh jenis ketiga: “Orang yang telah mengetahui tauhid, mencintainya dan mengikutinya. Mengetahui syirik dan menjauhinya, akan tetapi ia benci masuk ke dalam tauhid dan tetap suka berada di atas kemusyrikan. Orang ini juga kafir!”

Apakah kata-kata di atas tidak lucu?

Bagaimana seorang telah mengetahui tauhid, mencintainya dan mengikutinya. Mengetahui syirik dan menjauhinya, tapi ia mmebenci masuk ke dalam tauhid dan tetap suka berada di atas syirik?

Apa tidak aneh omongan seperti itu?

Apakah omongan seperti menunjukkan kedalaman ilmu pengucapnya?

Dan akhirnya, saya sarankan Anda mau memerhatikan bukti-bukti yang telah saya bawakan di dalam blog ini.

Tetapi saya juga berharap Anda mau membuka kasyf asy Syubuhât dengan syarah Syeikh Utsaimin di mana tegas-tegas sebutan musyrik disematkan oleh Ibnu Abdil Wahhab untuk umat Islam selain Wahhabi, sebagai contoh Anda buka:

1. Halaman: 26 baris ke 4.

2. Halaman:42 baris ke 3.

3. Halaman: 45 baris ke 4-5.

4. Halaman: 47 baris pertama.

5. Halaman: 48 baris pertama.

6. Halaman: 61 baris ke 8 dan 10.

Belum lagi kata-kata yang menyebut ulama Islam sebagai musuh-musuh tauhid seperti pada halaman 40 baris pertama atau menyebut mereka sebagai setan-setan seperti pada halaman 41 baris ke 3.

Al hasil, Syeikh benar-benar terbukti telah mendoktrin takfir seluruh umat islam selain kelompoknya sendiri.

Hal ini harus diakui dan kemudian dikritisi agar tidak diikuti yang kemudian dapat mencoreng da’wah wahhabiyah!

Tetapi betapun demikian saya menghargai pendapat saudara, dan terus berharap kita dapaat berdiskusi mencari kebenaran daan titik temu.

Iklan

17 Tanggapan

  1. Kasus yang mirip ada di sini,
    http://orgawam.wordpress.com/2008/05/04/bantahan-n-bantahan-fatwa-fatwa-kafir/

    Bantahan ttg adanya fatwa kafir justru dibantah secara tak sengaja oleh teman seperjuangan. Sesama pendekar dari “partai” yang sama.

    Mohon maaf kalau tak berkenan.

  2. terima kasih atas tanggapan komentar dari saya. Saya belum bisa menanggapi sekarang karena saya harus membaca dulu halaman-halaman yang disebutkan abuSalafy.

    mohon maaf atas keterlambatan jawaban

    __________________________
    Abu Salafy:

    Terima kasih juga…. kamii tunggu diskusi selanjutnya…. . Semoga kita semua dalam lindungan Allah. Amin.

  3. @Abu Hasan
    Klu saya melihat apa yg dijelasakan oleh Abu Salafy cukup jelas, dimengerti argumentasi serta refnya. yg disodorkan. Apakah ini benar atau tdk maka anda hrs menyodorkan bantahan dg dalil serta secara jelas kata2 buku rujukan anda ump.
    1. Mengenai Tauhid; Apa kata mazhab anda didpt dlm buku apa dan juga bgm pandangan mazhab anda terhdp ZAT Allah.
    2. Kafir : Bgm pandangan Mazhab anda tentang kekafiran. Apakah bertauhid diluar tauhid mazhab anda disbt KAFIR. Atau apabila tdk melaksanakan ketentuan2 yg mazhab anda gariskan disbt KAFIR? Ini hrs dijelaskan dan buku apa sebagai rujukan. Jd kita bs tau kesalahan abusalafi. Klu cuma ngomong tdk bs menjadi pegangan kami utk mengatakan anda benar dan abusalafy berbohong. Selama ini apa yg disampaikan oleh abusalafy benar krn blm dpt dipatahkan kesahihannya. terma kasih

  4. @akhina Abu Hasan Mustofa Al Atsary

    Assalamu alaikum

    kutip:

    terima kasih atas tanggapan komentar dari saya. Saya belum bisa menanggapi sekarang karena saya harus membaca dulu halaman-halaman yang disebutkan abuSalafy.

    Saya salut dengan cara anda berdiskusi, sekiranya para wahabi/salafy seperti saudara, maka tidak akan terjadi permusuhan antar pengikut madzhab.

    kita semua dalam rangka mencari kebenaran, maka selakyanya kita tidak asal menjawab hanya karena membela pendapat madzhab kita yang belum tentu benar kesemuanya…!

    ucapan saudara: …Saya belum bisa menanggapi sekarang karena saya harus membaca dulu halaman-halaman yang disebutkan abuSalafy. adalah sangat tepat. dan bagi semua yang berdiskusi disini sebaiknya mencontoh sikap anda itu.

    karena dalam berdiskusi kita bukan mencari kalah-menang melainkan kebenaran ! kita harus siap menerima kebenaran walaupun bertentangan dengan yang kita yakini sebelumnya!

  5. silakan baca komentar saya mengenai komentar abuSalfy terhadap tulisan saya di
    http://abuhasanmustofa.blogspot.com/2008/05/jawaban-untuk-abusalafy.html

  6. @aburahat
    terima kasih atas pernyataan anda. Akan saya jealskan pandangan kami mengenai dzat Allah.

    Saya meyakini sifat-sifat dzat Allah yang diterangkan oleh Allah untuk mensifati diri-Nya tanpa tahrif, ta’til, takyif, dan tamsil. Tahrif maksudnya memalingkan sifat Allah dari makna sifat Allah yang sebenarnya dan memalingkan ke makna lain. Ta’til maksudnya menolak sebagian atau keseluruhan sifat Allah. takyif maksudnya mempermasalahkan bagaimana sifat dzat Allah (misal Allah bersemayam di atas Arsy, maka tidak pantas bagi kami mempertanyakan bagaimana Allah bersemayam di Atas Arsy karena tidak ada yang mengetahui kecuali Allah mengenai bagaimana cara bersemayamnya Allah. Wajib bagi kami mengimani bahwa Allah diatas Arsy sesuai dengan kesempurnaan dan ketinggian-Nya). tamsil maksudnya menyerupakan Allah dengan makhluknya (sebagai misal kami tidak meyakini bahwa bersemayamnya Allah seperti bagaimana bersemayamnya manusia). Hal ini juga yang merupakan pendapat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan juga Ibnu Taimiyah dalam Aqidah Al Washityahnya.

  7. sambungan

    sebagaimana perkataan imam As-Syafi’i rahimakumullah :
    Imam Syafi’i juga menjelaskan: “Dan Allah Ta’ala di atas ‘Arasy-Nya (Dan ‘Arasy-Nya) di langit”. (Lihat Iktiqad Qimmah al-Arba’ah. Abi Hanifah, Malik, Syafie wa-Ahmad. Hlm 40).

    dan juga pernyataan
    Imam as-Syafi’i rahimahullah menjelaskan (sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abi Talib setelah beliau ditanya tentang sifat Allah): “Dan bagi-Nya dua tangan sebagaimana firman-Nya: (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka. Bagi-Nya tangan sebagaimana firman-Nya: Dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Allah mempunyai wajah sebagaimana firman-Nya: Setiap sesuatu akan binasa kecuali Wajah-Nya. Baginya kaki sebagai sabda Nabi saw: Sehinggalah Dia meletakkan wajah dan Kaki-Nya. Dia mempunyai jari sebagaimana sabda Nabi Sallallahu ‘alaihi wa-sallam: Tiadalah hati itu kecuali antara jari-jari dan jari-jari Ar-Rahman (Allah). Kami menetapkan sifat-sifat ini dan menafikan dari menyerupakan sebagaimana dinafikan sendiri oleh Allah sebagaimana difirmankan: (Tiada sesuatu yang serupa dengan-Nya dan Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat)”. (Lihat Iktiqad Qimmah al-Arba’ah. Abi Hanifah, Malik, Syafie wa-Ahmad. Hlm 46-47).

    _______________________
    Abu Salafy:

    Ustadz, apa boleh saya ikut nimbrung di sini?
    Saya minta dibuktikan keshahihan penukilan ucapan Imam Syafi’i di atas, gimana apa tidak merepotkan?
    Saya tunggu. Syukran sebelumnya.

  8. sambungan

    dan juga pernyataan berikut ini :
    mam Syafi’i juga menjelaskan: “Kita menetapkan sifat-sifat (Allah) sebagaimana yang didatangkan oleh al-Qur’an dan yang warid tentang-Nya dari sunnah, kami menafikan tasybih (penyerupaan) tentang-Nya karena dinafikan oleh diri-Nya sendiri sebagaimana firman-Nya” (Tiada sesuatu yang serupa dengan-Nya). (Lihat Iktiqad Qimmah al-Arba’ah. Abi Hanifah, Malik, Syafi’i wa-Ahmad. Hlm 42).

    Imam Syafi’i juga telah menjelaskan tentang turun naiknya Allah: “Sesungguhnya Dia (Allah) turun setiap malam ke langit dunia (sebagaimana) menurut khabar dari Rasulullah sallallahu’alaihi wa-sallam”. (Lihat Iktiqad Qimmah al-Arba’ah. Abi Hanifah, Malik, Syafi’i wa-Ahmad. Hlm 47).

    Saya meyakini turunnya Allah ke langit dunia sesuai dengan kesempurnaan dan ketinggian-Nya dan Allah tidak turun seperti bagaimana Makhluknya turun. Saya beriman bahwa Allah memiliki tangan sesuai dengan apa yang dia firmankan dalam Al Qur’an akan tetapi saya tidak meyakini bahwa tangan Allah seperti tangan makhluk. dsb. itulah pandangan saya mengenai dzat Allah

  9. @Sobirin al-Jawi

    saya sendiri mohon maaf atas ucapan-ucapan saudara saya yang mungkin tidak mengenakkan ditelinga dibandingkan sebagai perkataan untuk memberikan nasehat. Hal ini mungkin masih tingginya emosi mereka atau mungkin saudara-saudara saya itu masih baru belajar manhaj salaf.

  10. @aburahat

    mengenai konsep kekafiran menurut kami itu sangat banyak sekali dibahas. Sebagai juga hal tersbut juga dibahas dalam Syarah Kasyfu Syubuhat yang juga difitnah oleh abuSalafy sebagai doktrin kafir. Anda bisa membaca buku ini. Saya sarankan anda membaca buku ini dengan seksama setiap kalimatnya dan penjelasannya. Buku yang saya miliki adalah:
    Syarah Kasyfu Syubuhat dilengkapi dengan Syarah Ushulus Sittah karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin yang diterbitkan oleh media hidayah karang asem CT III/3 Yogyakarta

    mengenai akhidah silakan baca buku Ibnu Taimiyah yaitu Al Aqidah Al Washitiyah.

    atau silahkan anda membaca buku vonis kafir dalam timbangan islam yang diterbitkan pustaka Imam Syafi’i

    ________________________
    Abu Salafy:

    Sedikit ikut bicara, boleh kan ustadz?
    Saya harap ustadz tidak tergesah-gesah menuduh Abu Salafy memfitnah kitab Kasyfu asy Syubuhat!
    Syarah Kasyfu Syubuhat yang juga difitnah oleh abuSalafy sebagai doktrin kafir.
    Saya juga baca dengan seksama kitab tersebut dengan syarah al Utsaimin. Juga kitab Syarah Aqidah al Wasithiyah. keduanya dalam bahasa Arab cetakan Dar al Kotob al Ilmiyah. Beirut.

  11. terima kasih atas komentar abuSalafy :

    mengenai nukilan perkataan imam syafi’i saya ambil dari website berikut ini :
    http://ihwansalafy.wordpress.com/2007/10/27/pandanganku-terhadap-kesesatan-ibnu-taimiyah/

    silakan ditanya kepada beliaunya akan tetapi sudah jelas tentang kitab yang dijadikan dalil adalah seperti yang saya sebutkan. silakan baca buku rujukan tersebut jika saudara pernah melihat buku ini. (maaf mau beli Ar-Risalah tapi blom ada, yang ada cuma ringkasan Al Umm itupun cuma ringkasan bukan Al Ummnya. jadi nunggu penerbitan yang menerbitkan Al Umm yang asli)

    mohon maaf atas kekurangannya (mungkin akan saya tambahkan komentar saya kemudian)

    Abu Salafy:

    Terima kasih… nanti saya sempatkan melihatnya.

  12. @Abu Salafy:
    Sedikit ikut bicara, bohe kan ustadz?
    Saya harap ustadz tidak tergesah-gesah menuduh Abu Salafy memfitnah kitab Kasyfu asy Syubuhat!
    Syarah Kasyfu Syubuhat yang juga difitnah oleh abuSalafy sebagai doktrin kafir.
    Saya juga baca dengan seksama kitab tersebut dengan syarah al Utsaimin. Juga kitab Syarah Aqidah al Wasithiyah. keduanya dalam bahasa Arab cetakan Dar al Kotob al Ilmiyah. Beirut.

    terima kasih akan tetapi sungguh aneh bagi saya kalau abuSalafy sudah membaca dengan seksama buku tersebut sebagai contoh :

    ketika syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan :
    “Aku hanya mengkafirkan orang yang telah mengetahui Agama Rasulullah Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam kemudian setelah dia mengetahuinya lantas mengejeknya, melarang manusia dari memeluk agama tersebut dan memusuhi orang yang berpegang dengannya. Tetapi kebanyakan umat –alhamdulillâh- tidaklah seperti itu”. (Ad Durarus Saniyyah : 1/73)

    kenapa justru abuSalfy menyatakan bahwa syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengkafirkan umat islam yang tidak semanhaj dengan beliau. padahal bukankah di akhir kalimat disebutkan “Tetapi kebanyakan umat –alhamdulillâh- tidaklah seperti itu” ?

    Saya kira abuSalafy terlalu memaksakan diri terhadap pemahaman bahwa syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengkafirkan kebanyakan umat berdasarkan perkataan syaikh sendiri

    mohon maaf jika ada kesalahan

    __________________
    Abu Salafy:

    Ustadz, harapan saya coba Anda renungkan apa yang bisa Anda pahami dari pernyataan-pernyataan Ibnu Abdil Wahhab yang menyebut kelompok usamh meyakini tawassul dengan sebutan musyrik seperti yang saya sebutkan dalam tanggapan atas komentar Anda yang pertama lengkap dengan halamannya… serta pernyataanya dalam banyak kesempatan seperti yang saya bahas dalam blog ini.
    Sikap pengafiran itu sungguh jelas sehingga ia perlu membela diri dengan menolaknya!! Tetapi seperti saya katakan juga, dalam pembelaan itu pun ia masih bernada mengafirkan!

    Saya harap Anda tidak keberatan membaca kupasan saya tentang buku tersebut sekali lagi! Dan kemudian cocokkan dengan apa yang ditulis Ibnu Abdil Wahhab dalam kitabnya itu.
    Syukran.

  13. @Abu Hasan
    Terima kasih atas usulannya. saya akan baca sbg bahan pembanding

  14. @abuSalafy

    saya akan mengupas apa yang anda tulis tentang buku kasyfu sybuhan dalam blog ini di blog saya akan tetapi karena tulisan anda mencapai 15 bagian maka saya membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk membahas satu per satu.

    harap bersabar

    dan yang perlu saya koreksi, saya sama sekali bukan ustadz, saya masih jauh dari golongan ahli ilmu. Kondisi saya saat ini dalah sebagai pencari ilmu dan memang di kalangan salaf yang pertama kali wajib diketahui adalah tauhid kepada Allah kemudian berikutnya-dan berikutnya (shalat, puasa, zakat, dll, sunnah nabi dll)

    ____________________
    Abu Salafy:

    Alhamdulillah. Saya sangat bahagai dan bangga atas apa yang saudara usahakan. Kita bisa sering berdiskusi…. saya senang dengan sahabat aqil seperti saudara.

  15. KALIAN SEMUA INI KOK KAGA ADA YANG BECUS BAHASA ARAB YA….yang dibuku kasyfussubhat disebutkan ada “patung” dikuburan syaikh abdul qodir,bukan patung yang dalam bahasa arab disebut “ASHNAAM”,tapi AL-WATSAN jamaknya AL-AWTSAAN artinya “kuburan yang disembah”,jadi berhala yang disembah itu adalah ya kuburan itu sendiri

    Abu Salafy:

    Tolong jelaskan siapa kira-kira yang dimaksud oleh Syeikh Ibnu Abdil Wahhab sebagai menyembah kuburan Syeikh Abdul Qadir al Jilani? Apa bentuk penyembahannya?
    Bukankah itu bukti bahwa Syeikh Wahhabi itu mengafirkan kaum Muslimin selain Wahhabi yang berziarah ke makam para waliyullah?!

  16. Bismillah,afwan para abu salafy yang lebih dulu tahu akan ilmu diin,ana hanyalah pencari ilmu yang masih minim ilmu,ingin tahu apakah hakikat menyembah itu termasuk seperti ini:

    Allah Taala berfirman, “Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (At-Taubah: 31)

    Terkait dengan surat At-Taubah 31, diriwayatkan dalam beberapa hadits diantaranya oleh Ahmad, At-Tirmidzi dan At-Tabrani bahwa Adi bin Hatim yang baru masuk Islam datang kepada Rasulullah saw. yang masih memakai kalung salib dan Rasulullah saw. memerintahkan untuk melepaskannya. Kemudian Rasul saw. membacakan ayat tadi. Adi menyanggahnya, “Wahai Rasulullah kami tidak menyembahnya”. Tetapi Rasulullah saw menjawabnya, “Bukankah mereka mengharamkan yang dihalalkan Allah dan menghalalkan yang diharamkan Allah?” Betul”, kata Adi. Rasul saw. meneruskan, “Itulah ibadah mereka”.

    apakah hal mungkin bab penyembahan kubur,bisa di kiaskan seperti hal nya hadits di atas?menyembahnya kuburan,dalam arti apakah mungkin mereka yang kesana berwasilah pada ahli mayyit?

    afwan mohon tausiyahnya dari para ikhwan yang lebih dulu tahu ilmu akan diin ini.

    Syukron

    Jazakalohu khoir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s