Kasyf asy Syubuhat Doktirn Takfir Paling Ganas (11)

Saya akan menyebutkan untuk Anda hal-hal yang disebut oleh Allah Swt di dalam kitab-Nya yang merupakan jawaban dari sanggahan kaum musyrikin di zaman kami yang ditujukan kepada kami.

Kami dapat menjawab sanggahan Ahli batil itu melalui dua bentuk: secara global dan secara terperinci. Yang global itu merupakan hal yang dapat memberi faedah besar bagi mereka yang memahaminya. Allah berfirman:

هُوَ الَّذي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتابَ مِنْهُ آياتٌ مُحْكَماتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتابِ وَ أُخَرُ مُتَشابِهاتٌ فَأَمَّا الَّذينَ فيقُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ ما تَشابَهَ مِنْهُ ابْتِغاءَ الْفِتْنَةِ وَ ابْتِغاءَ تَأْويلِهِ وَ ما يَعْلَمُ تَأْويلَهُ إِلاَّ اللَّهُ

Dia- lah yang menurunkan Al Kitab (Al-Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat- ayat yang muhkamaat itulah pokok- pokok isi Al Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang- orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat- ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari- cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. (Al-Imran: 7)

Telah disebutkan sebuah hadis sahih bahwa jika kalian melihat sekelompok orang mengikuti hal-hal yang mutasyabih dari al-Quran, maka mereka adalah orang-orang yang disebut oleh Allah sebagai orang-orang yang patut diwaspadai.

Sebuah contoh: jika sebagian orang musyrikin berkata kepada Anda:

أَلا إِنَّ أَوْلِياءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَ لا هُمْ يَحْزَنُونَ

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak ( pula )mereka bersedih hati. (Yunus: 62)

Dan syafaat adalah sebuah kebenaran dan para nabi memiliki posisi di sisi Allah atau si musyrik membawakan sabda-sabda nabi sebagai dalil atas kebatilan pendapatnya, sedang Anda tidak memahami arti ungkapan yang disebutnya maka jawablah: “sesungguhnya mereka yang di hatinya ada kemunafikan maka mereka meninggalkan yang muhkam dan mengikuti yang muthasyabih.”

Dan apa yang saya sebutkan kepada Anda bahwa Allah Swt menyebut orang-orang musyrikin sebagai orang-orang yang mengakui tauhid rububiyah dan kekafiran mereka akibat hubungan mereka dengan para malaikat, para nabi dan para wali:

هؤُلاءِ شُفَعاؤُنا عِنْدَ اللَّهِ

” Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah”. (Yunus: 18)

Hal ini merupakan hal yang muhkam dan jelas yang tidak bisa diubah artinya oleh siapapun.

______________

Catatan 12:

Wahai pembaca, siapa gerangan yang Ibnu Abdil Wahhâb maksud dengan: kaum musyrikin dan “sebagian orang musyrikin dalam kalimat yang ia tulis di atas, yang mana mereka menyelami dalil-dalil Al Qur’an dan Sunnah Nabi saw. dan memiliki kefashihan, ilmu dan hujjah-hujjah?! Bukankah mereka itu adalah ulama Islam yang sedang ia selisihi dalam klaim kekafiran dan kemusyrikan?

Siapakah yang meyakini adanya hak syafa’at bagi para nabi, khususnya Nabi Muhammad saw. dan mereka memohonnya dari beliau saw. dengan mengatakan misalnya, ‘wahai Rasulullah, berilah aku syafa’at’ (yang oleh Ibnu Abdil Wahhâb dituduh sebagai telah menyekutukan Allah SWT.)

Siapa sebenarnya yang sedang berhadap-hadapan dengan kaum Wahhâbi dan sedang dihadapi kaum Wahhâbi? Sejarah tidak pernah mencatat bahwa kaum Wahhâbi di masa awal kemunculannya hingga sekarang berhadapan dengan selain kaum Muslimin dalam persengketaan seputar masalah syafa’at, tawassul, istighâtsah dll?!

Tidak syak lagi bahwa stitmen di atas adalah sebuah bukti nyata pengafiran terang-terangan terhadap umat Islam selain kaum Wahhâbi yang selalu mereka tuduh sebagai a’dâ’u al Islâl, a’dâ’u at Tauhîd dan khushûm ad da’wah/musuh-musuh Islam, musuh-musuh Tauhid dan lawan-lawan da’wah.

Kenyaatan ini harus diakui sebagai sebuah kezaliman, sebab, seperti telah disinggug bahwa Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb dalam seluruh kegiatannya hanya sedang membantah arugumentasi kuam Muslimin dan tidak sedang membantah kaum kafir atau kaum Musyrik. Jika Anda ragu akan hal itu, bacalah surat-surat yang dilayangkan atau buku-buku yang ditulis oleh Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb, Anda tidak akan menemukan satupun dari nama orang kafir (Yahudi dan atau Nashrani) atau seorang Musyrik (penyembah acra, matahari, atau sesembahan lainnya). Yang akan Anda temukan hanya nama-nama ulama Islam di masanya, seperti:

· Muhammad ibnu Fairûz al Ahsâ’i (seorang ulama dari suku bani Tamîm, suku yang sama dengan suku Syeikh, dan beliau hijrah ke kota Bashrah meninggalkan al Ahsâ’ setelah kota tersebut jatuh ke tangan kaum Wahhâbiyah).

· Marbad ibn Ahmad at Tamîmi (mufti pengikut mazhab Syafi’i di Madinah al Munawarah, beliaulah yang menceritakan apa adanya akidah Syeikh kepada al Amîr ash Shan’âni yang kemudian berbalik menghujat Syeikh karena sikap takfîr-nya yang melampaui batas, Syeikh Marbad dibunuh kaum Wahhâbiyah di kota Raghbah tahun 1171 H.).

· Abdullah ibn Sahîm (seorang faqih kota Qashîm, seorang qadhi bermazhab Hanbali untuk daerah Sudair).

· Sulaiman ibn Sahîm al Hanbali (ulama dan faqih penduduk kota Riyâdh, ia hijrah ke kota az Zubair meninggalkan kota Sudair setelah kaum Wahhâbiyah mendudukinya. Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb telah mengafirkannya dengan kekafiran yang mengeluarkannya dari agama Islam).

· Abdullah ibn Abdul Lathîf (salah seorang guru Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb yang sangat menentang seruannya).

· Muhammad ibn Sulaiman al Madani, Abdullah ibn Daud al Zubairi (seorang ulama Ahlusunnah asal Iraq).

· Sayyid Alawi ibn Ahmad al Haddâd al Hadhrami (seorang ulama besar Ahlusunnah dari Hadhramaut).

· Sulaiman ibn Abdil Wahhâb (saudaranya sendiri).

· Muhammad ibn Abdur Rahman ibn ‘Afâliq al Hanbali al Najdi (seorang ulama kota al Ahsâ’).

· Al Qâdhi Thâlib al Humaishi.

· Syeikh Ahmad ibn Yahya.

· Syeikh Shaleh ibn Abdullah ash Shâigh (seorang ahli fikih dan qadhi kota ‘Unaizah) .

dan puluhan lainnya yang disebut oleh Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb sebagai “Kaum Musyrikûn di zaman kita” !!

Dan sebagai bukti kesetiaan kaum Wahhâbiyah terhadap Doktrin Takfîr imam mereka, hingga sekarang mereka menapak-tilasi jalan Ibnu Abdil Wahhâb dalam mencoreng kaum Muslimin, awam dan ulama dengan tuduhan musyrik, kafir atau paling ringan tuduhan bid’ah yang hampir mencapai batas kafir (!), seperti yang mereka lakukan terhadap banyak ulama di antaranya, Ibnu Sallûm, Utsman ibn Sanad, Ibnu Manshûr, Ibnu Humaid, Syeikh Ahmad Zaini Dahlân (mufit mazhab Syafi’i di kota suci Makkah), Daud ibn Jirjîs dkk.

Dan sekarang di Abad ke- 14 dan 15 Hijriyah kegemaraan mengafirkan dan atau menuduh sebagai pembid’ah yang sesat itu masih sering kita dengar dan kita baca, seperti vonis mereka atas al Kautsari, Abu Ghuddah, Sayyid Muhammad Alawi al Maliki (guru besar para ulama dan Kyai Ahlusunnah Indonesia), ad Dajûri, Syeikh Syaltût (Rektor Universitas Al Azhar), Abu Zuhrah, Syeikh Muhammad Ghazzali, Syeikh Yusuf al Qardhâwi, Syeikh Sa’îd Ramadhan al Bûthi, Abdullah al Ghimâri dan Ahmad al Ghimâri, Sayyid Hasan ibn Ali as Seqaf (seorang ulama keturunan Sayyid yang tinggal di Yordania), Habîbur Rahman al A’dzumi dan masih banyak lannya dan mungkin, karena tulisan ini, nama Abu Salafy juga akan mereka sandingkan dengan nama-nama para ulama “Ahli Bid’ah” di atas!

Dan seperti telah saya singggung, -dan hal ini sangat disayangkan- bahwa kaum Wahhâbiyah tak menghentikan “aksi teror pengafiran” itu kecuali ketika mereka dalam kondisi lemah karena jumlah mereka sedikit atau ketika ada kekuatan pemerintahan yang mencegah mereka melakukan “aksi teror pengafiran” itu. Andai bukan karena dua sebab itu, pastilah tidak ada seorang pun yang selamat dari “aksi teror pengafiran” mereka!!

Ibnu Abdil Wahhab Mempersenjatai Pengikutnya Dengan Senjata Kebodohan

Seperti diketahui semua orang, bahwa pada awal kemunculan ajakannya, Ibnu Abdil Wahhab telah ditentang keras para ulama Islam, sementara kaum awam menyambut dan menerima ajakan dan seruannya. Sementara itu, seperti ia janjikan (dan telah kami sebeutkan sebelumnya, bahwa satu dari pengikutnya yang awam saja pasti mampu mengalahkan seribu ulama kaum Musyrikun -Muslimun maksudnya-), maka di sini ia perlu mempersenjatai para pengikutnya yan rata-rata awam itu dengan senjata yang dengannya pasti mereka menang dalam menghadapi siapa saja yang menentangnya dan menyalahkan akidah dan pandangannya dan dalam situasi apapun.

Apa senjata yaang dipersiapkan Ibnu Abdil Wahhab untuk para pengikutnya?

Karena Ibnu Ibnu Abdil Wahhab itu adalah seorang pemimpi yang “bijak” maka ia pasti akan memberikan senjata yan tepat untuk mereka. Ia mengerti benar kadar ilmu para pengikutnya yang awam, karenanya ia mempersenjatai mereka dengan senjata: asal inkar dan menggolonkkan dalil apapun yang dibawa lawan ajakan tauhidnya sebagai hal yangg mutasyâbih!

Apapun bukti yang akan diajukan lawan-lawan kalian, yang tidak kalian menerti, maka jabablah dengan:

  • Senjata Inkar: “Dan apa yang Anda sebut wahai musyrik dari al-Quran dan sabda Nabi saw. tidak saya mengerti artinya.” (Kasyfu asy Syubuhât:48)
  • Senjata Dalil Kamu Mutasyabih: Jika sebagian orang musyrikin berkata kepada Anda: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula)mereka bersedih hati. (Yunus: 62) Dan sesungguhnya syafa’at adalah itu haq (pasti adanya) dan para nabi memiliki kedudukan di sisi Allah atau si musyrik itu membawakan sabda-sabda Nabi saw. sebagai dalil atas kebatilan pendapatnya (tentangg syafa’at), sedang Anda tidak memahami arti ucapan yang ia sebutkan maka jawablah dengan: Sesungguhnya Allah menyebutkan dalam Kitab-Nya bahwa mereka yang di hatinya ada kecenderungan kepada kebatilan maka mereka meninggalkan yang muhkam (tegas dan pasti maknanya) dan mengikuti yang muthasyabih (saram). (Kasyfu asy Syubuhât:46).

Sungguh luar biasa senjata akal-akalan Imam Wahhabi yang satu ini…. ia mempersenjati para pengikutnya dengan senjata kebodohan, setiap kali ulama atau seorang awam kaum Muslimin membawakan dalil tantang syafa’at, misalnya, bahwa Nabi Muhammad saw. memiliki hak memberikan syafa’at untuk umatnya, dan kami memohon dari beliau agar memberikan syafa’at untuk kami, maka di sini Ibnu Abdil Wahhab mendoktrin pengikutnya dengan: “Katakan bahwa masalah itu adalah tergolongg mutasyâbih dalil yan kamu bawakan juga mutasyâbih, dan kegemaran orang yang sesat dan menyimpang hanya mengikuti ayat-ayat yang mutasyâbih!” dan “Ayat dan sabda Nabi saw. yang kamu uraikan itu saya tidak mengerti, tapi yang pasti bukan begitu!”

Demi Allah yang menciptakan akal sehat dan memberi hidayah para pencarinya, adakah senjata kebodohan dan sikap akal-akalan yang mengunguli apa yang didoktrinkan Imam Wahhabi ini?!

  • Ayat-ayat Syafa’at Bukan Mutasyâbih

Seperti pernah saya jelaskan bahwa untuk mengolonkan sebuah ayat itu mutasyâbih atau muhkam, tidak dapat ditetapkan oleh selera kita dan atau asal-asalan. Kesamaran makna yang menyebabkan sebuah ayat digolongkan mutasyâbih itu harus ada sebabnya. Sementara kata-perkata dan kalimat perkalimat dalam ayat syafa’at itu sangat gamblang, tidak ada kesamaran sedikitpun. Lalu mengapakah Syeikh Ibnu Abdil Wahhab menggolongkannya sebagai ayat mutasyâbihât? Sisi mana dari, misalnya:

A) Para awliya’ Allah tidak ada khawf/rasa takut dan tidak sedih,

B) Para awliya’ Allah memiliki kedudukan di sisi Allah SWT,

yang menggandung unsur kemutasyâbihan?

Demikianlah doktrin untuk mengatakan kepada lawan-lawan da’wah Wahhabiyah bahwa “faham/dalil yan kamu sebutkan itu mutasyâbih sedang yang kami yakini adalah muhkam (pasti/tegas), maka tidak benar meningalkan yang muhkam demi mengikuti yang mutasyâbih atau melawan yang muhkan dengan dalil yang mutasyâbih” diajarkan kepada para pengikutnya, akan tetapi ini adalah metode keliru dalam mengajarkan cara berdiskusi atau berdabat, dan semua orang bisa mempersenjatai diri dengan senjata seperti itu setiap kali terpojokkan. Kemutasyâbihan itu tidak dapat ditetapkan dengan sekendak kaum awam Wahhabi, ada aturan dan kaidahnya yang dihabas panjang lebar oleh para ulama.

Jadi adalah aneh, kebanggaan yang dipampakkan Imam Wahhabi setelah mengajarkan dalil dan cara berdebat di atas: Hal ini merupakan hal yang muhkam dan jelas yang tidak bisa diubah artinya oleh siapapun. …. Akan tetapi jawaban ini tidak mungkin dipahami kecuali oleh orang yang telah diberi taufik oleh Allah.

Iklan

10 Tanggapan

  1. Yang harus Anda tahu, wahabi bukan salafi dan salafi bukan wahabi. istilah salafi hanya untuk menisbatkan pemahaman kepada generasi para sahabat, tabiin dan mereka yang mengikuti mereka. Saya ngaji salaf sejak 1999. Dan saya tidak merasa saya dicekoki dengan yang Anda sebut doktrin Wahabi. Syeikh Abdul wahab hanya salah satu ulama salafi yang hidup di akhir zaman ini. Ada ribuan ulama salafi tempo dulu yang kami ikuti. Dan asal Anda tahu, kitab karangan syeikh abd wahab hanya sebagian kecil rujukan dalam kajian yang ada. Jadi salah besar dan hanya membuang energi Anda jika ingin menjatuhkan dakwah salafi, hanya dengan menyerang syeikh abd wahab. Cara tepat menjatuhkan dakwah salafiah adalah dengan menjatuhkan para sahabat, tabiin, ulama-ulama besar setelah itu hingga ulama masa kini. Dan itu tidak mungkin bisa Anda lakukan. Analisa Anda di blog ini sangat dangkal dan menunjukkan ketidahtahuan Anda akan pemahaman salafiah. Yang ada hanya emosi, seperti saya dulu saat menjadi mahasiswa

    ___________
    -Abu Salafy-

    Mengikuti Salafush Shaleh adalah baik…. tapi yang penting bisa dibuktikan! Sebab bisa jadi sebenarnya mereka tidak sedang mengikuti Salaf.

    Anda hanya perlu membuktikan bahwa apa yang kami ungkap di disini itu salah, palsu.
    Cobalah Anda beri tanggapan tentang sikap Ibnu Abdil Wahhab yang Anda akui sebagai salah satu ulama dan panutan Anda (salafiyyun)… bagaimana tanggapan Anda tentang sikap ganasnya dalam takfir Ahlil Qiblah?

    Kalau sejak 1999 anda ngaji salaf tapi tidak menemukan seperti yang kami unggkap di sini itu bukan berati apa yang kami unggkap- itu palus atau mengada-ngada…. Siapa tau Anda belum dianggap layak menerima bocoran rahasia itu? Atau… ? Atau…?

  2. setuju dengan wati. dan yang penting memang memisahkan yang baik dan yang busuk di kalangan kita sendiri, kalau orang nasrani dan yhudi semua orang sudah tahu kebusukannya, sekarang yang jadi soal bagaimana kita membongkar kebusukan orang yang pakai peci, bergamis, pakai imamah yamg ngaku muslim tapi akidah nya busuk seperti busuknya yahudi dan nasrani. inilah yang dilakukan ibn wahab adapun ulama yang disebutkan yang terbongkar kebusukannya oleh ibn wahab juga tidak merespon kok malah si abu salafy yang jadi sewot.. kalau anda tanya bagaimana tanggapan saya thd hal itu semua? saya bilang mereka yang anda sebutkan memang busukadanya.

    ____________
    -Abu Salafy-

    Alhamdulillah, kami menemukan bukti baru lagi bahwa siapapun yang terjangkit “Virus Takfir” ben Abdul Wahhab pasti seperti sikap saudaraku si inul… mudah-mudahan anda bukan inul si jago ngebor!!

    Pakai peci, bergamis, pakai imamah yang ngaku muslim tapi akidah nya busuk, Kenapa? karena tidak ikut-ikutan Wahhabi yang mengatakan Allah bersemayam di langit?!!! turs kalau tengah malam suka turun ke langit terdekat dengan bumi…. untuk bagi-bagi rahman dan ampunan!!!
    karena tidak mengakui bahwa bertawasssul dengan Nabi saw. adalah syirik?!!

    karena…..
    Pendek kata mereka dianggap busuk sebab bukan Wahhabi….
    Andai mereka itu wahhabi biar setiap malam gentayangan di Hotel Central atau di Casino atau beratawssul dengan maqam sya’at udzma-nya Bush dan Siti Hajah Condelizza Rice atau Gondoruwo Negro pasti dibilang hamba-hamba bertaqwa.

  3. @wati

    nona/nyonya wati, kalo saudari ikut sahabat, kenapa saudari kok marah-marah ibnu abdul wahab dikritisi disini. ya bela ja dong kalo itu imam kamu..

    oh ya kalo ikut sahabat, apa semua sahabat kamu ikuti/teladani tanpa pilih? termasuk sahabat yang lari meninggalkan Nabi saw, ketika pidato jum’at, menurut bukhari hanya tinggal 12 -14 sahabat yang tinggal di masjid, atau masih menurut bukhari sahabat yang meninggalkan Nabi saw dalam perang uhud -hanya tinggal 12 sahabat yang masih bersama Nabi saw-

    ataukah saudari ikut sahabat muawiyah yang meracun cucu Nabi saw Hasan ra dan melaknat ayahnya Hasan ra -sahabat Ali bin abi Thalib ra- sampai dia ditelan tanah dan dilanjutkan oleh anak cucunya.

    dan masih banyak lagi sahabat yang biki-bikin bid’ah

    jadi ikut sahabat yang mana ya mbak wati? sahabat itu ribuan…

  4. mengenai allah beristiwa diatas langit, turun kelangit dunia itu kita fahami sebagaimana adanya sebagaimana para imam 4 memahaminya ini lebih selamat. coba yang ngaku madzhab syafi’i teliti keterangan imam syafi’i ttg masalah ini kalau cuma muny ngikut masalah qunut aja ya nggak usahlah ngaku madzhab syafi’i pakai madzhab sapi’i orang kali angke aja…..

    ___________
    Abu Salafy:

    Mas/mbak inul tolong periksa lagi artikel kami tentang kepalsuan anggapan saudara di sini:

    Sekte wahhabiyah Pewaris Konsep Mujassimah -klik disini- dll.

    • Dalil yg tepat utk Mba Inul dan santri2 yg sdh terjangkit virus ganas wahabi adalah :

      “Mereka tuli, bisu, dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)” (Q.S. Al-Baqarah, 2 : 18)

      Mengapa????? Karena sekalipun 1000 dalil shahih dihidangkan kpada mereka, mereka tdk akan percaya. Termasuk konsep ilmiah. Sebenarnya hati dan fikiran mereka yg sehat, bisa menerima penjelasan seperti ini (Abu Salafy) tpi doktrin ideologi mereka menolaknya, karena bukan dari kelompok wahabi. Kalau dari kelompok wahabi, mereka akan terima tanpa perlu dilihat. Taklid BUTA mereka sdh mmbutakan jiwa sucinya.

      Smoga Allah meluruskan aqidah Mba Inul….. Amin

  5. terus saya mau tanya pemahaman anda ttg pebuatan allah tsb ikut siapa? jangan jangan juga ikut orang2 jahmiyah atau mu’tazilah yang mereka2 ttg af’alullah.
    ( segini aja bung soalnya kalau kepanjangan dibilang tidak ilmiah)

    __________
    Abu Salafy:

    Baca artikel-artikel kami Anda pasti menemukan jawabannya.

  6. Susah juga,mas Abu ngomong ke mereka yg masih Wahabi pangkat kopral,Seperti yg dikatakan senior mereka(yg kebetulan memakai hatinya):mereka-mereka yang kopral yang karena sebelumnya gak pernah pegang senjata.trus baru megang senjata meski belum komplet dan belum mahir menggunakannya jadi ugal-ugalan,sok gagah di jalalanan yg padahal di jalan akan banyak ketemu dengan orang yg juga punya senjata tapi gak diperlihatkan(lebih canggih lagi)
    tapi aku yakin tujuan mas Abu bukan mau merubah mereka,tapi membongkar kebusukan Sekte Wahabi yg sekarang dibungkus ‘SALAFY’ Kadang ngaku Ahlus sunnah,karena kalau benar-benar mau merubah mereka,pasti akan diawali dari ‘hati’,bukankah kalau dari hati akan mampu menyentuh hati.au ah ..kalau hati mereka sudah terbungkus debu arab badui hingga mengeras jadi batu
    oya salam buat habib Assegaff ya..guruku Assegaff juga tp di Magelang sono.jadi rindu nih…(eh aku 100% bukan gay tapi aku rindu berdekatan ama habib),buat blog lain dong.di luar ini.ttg Ahlul bait sampean gabung ama habib Assegaf.kayaknya blom ada blog ttg Ahlul Bayt(yg murni dr habib)
    salam habib Assegaf

    ___________
    Abu Salafy:

    Alhamdulillah, ternyata tidak semua Wahhabi berhati batu, tidak sedikit dari mereka yang tulus dalam beragama, hanya saja belum menemuka format yng benar…! semangat beragma mereka dimanfaatkan oleh juru dakwah Wahabi untuk digiring menelan mentah-mentah ajarannya, tetapi jika ada yang membukakan pikiran mereka akan penyimpangan ajaran itu, khususnya dalam doktrin pengafiran sesama Muslim pasti merek menjadi sadar, buktinya (dan Allah cukup sebagai saksinya) bahwa berapa banyak mereka yang tadinya tertarik kepada ajakan Wahhabi sekarang menjadi melek dan sadar kembali kepada ajaran Islam yang lurus dan hanif! (maaf jangan disalah artikan bahwa saya menganggap Wahhabi bukan Muslim).

    Masalah buat blog khusus Ahlul Bait Nabi saw. kami berharap ada pihak lain yang mengrapnya, kami sebenarnya jua ingin membuatnya untuk memuat keutamaan Ahlul Bait Nabi saw, seperti Sayyidina Ali, Sayyidina Hasan dan Husain dan putri Nabi Fatimah az Zahra ra. Doakan saja semoga Allah memberi kami kemudahan untuk itu.

  7. ya…memang saudara kita dari salafi menganggap dirinya paling benar. saya hanya ingin mengutip hadits Rasulullah Saw :” Iblis berkata : “aku hancurkan masnusia itu dengan dosa, kemudian mereka balik menghancurkanku dengan lailaha ilallah, dan manakala mereka berbuat demikian, maka aku balik menghancurkan mereka dengan hawa nafsu,(yaitu) perasaan bahwa mereka lah yang paling benar!…

  8. seandainya para sahabat dan orang-orang shaleh yang diklaim diteladani oleh orang-orang salafi itu kembali kedunya niscaya alangkah murkanya mereka kepada orang-orang Wahabiyah ini!

  9. ya…memang saudara kita dari salafi menganggap dirinya paling benar. saya hanya ingin mengutip hadits Rasulullah Saw :” Iblis berkata : “aku hancurkan manusia itu dengan dosa, kemudian mereka balik menghancurkanku dengan lailaha ilallah wal istigfar, dan manakala mereka berbuat demikian, maka aku balik menghancurkan mereka dengan hawa nafsu,(yaitu) perasaan bahwa mereka lah yang paling benar!… alangkah berbahayanya perasaaan merasa paling benar, bahkan itu lebih berbahaya dari sebagian dosa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s