Ibnu Abdil Wahhâb: Selain Wahhâbiyah Kafir/Musyrik! (17)

Contoh Kedua puluh Enam:

Beri’tiqâd Kepada Para Shalihîn Adalah Sama Dengan Menyembah Berhala!

Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb meyakini bahwa beri’tiqâd terhadap para wali dan orang-orang shalihîn adalah tidak sama dengan mencuri atau berzina! Sebab ia adalah penyembahan terhadap berhala-berhala! (baca ad Durar as Saniyyah,78)

Pengertian ini sering ia ulang, padahal redaksi “beri’tiqâd” ini adalah kalimat yang fleksibel dan bisa berkonotasi luas, akan masuk di dalamnya bertawassul, ber-tabarruk meminta atau mencari keberkahan dari mereka dan sebagianya seperti yang dipraktikkan Umat Islam di sepanjang sejarah Islam dan di berbagai belahan dunia Islam, khususnya tabarruk!

Jadi dalam pandangan Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb mereka semua adalah menyembah berhala-berhala dan itu artinya mereka semua adalah Musyrikûn!

Iklan

5 Tanggapan

  1. Buat wahabi bin Salafy en non wahabi harap baca fatwa MPK ini….

    yuuuuuuuuk mak nyus!

    KEPUTUSAN MPK FATWA TENTANG
    KELOMPOK RADIKAL BERJENGGOT DAN CELANA NGATUNG

    Memperhatikan:

    Kelompok Radikal Berjenggot dan Celana Ngatung pada akhir-akhir ini disangka sama dengan ummat Islam yang merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw. Padahal mereka mengharamkan acara tersebut dan menganggapnya sebagai BID’AH™.

    Karena salah pengertian tersebut, ada sebagian orang yang masuk ke dalam organisasi Kelompok Radikal Berjenggot dan Celana Ngatung, bahkan ikut-ikuan untuk menumbuhkan jenggot dan memotong celana mereka di atas mata kaki.

    Padahal menumbuhkan jenggot dan bercelana ngatung adalah kurang kerjaan.

    Menimbang:

    Kita perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Kelompok Radikal Berjenggot dan Celana Ngatung.
    Dalam beragama, sebaiknya kita jangan sekedar bermodalkan jenggot dan celana ngatung saja.
    Kita harus berusaha untuk menambah ilmu, iman dan takwa kepada Allah daripada sekedar menumbuhkan jenggot (ala kadarnya) dan memotong celana seperti kebanjiran.

    Meneliti kembali:

    Antara lain:

    Boleh-boleh saja kelompok itu berjenggot dan bercelana ngatung selama mereka tidak radikal, anarkis, histeris, traumatis, narsis dan menuduh bahwa selain mereka adalah KAFIR™.

    Apabila Kelompok Radikal Berjenggot dan Celana Ngatung tidak punya bukti dalam suatu persoalan … Tolong jangan asal bunyi!

    Kelompok Radikal Berjenggot dan Celana Ngatung dilarang menyebarluaskan hal-hal yang merusak kerukunan beragama.

    Apabila kelompok Radikal Berjenggot dan Celana Ngatung masih percaya kepada hipnotis dan sihir, maka hal itu adalah syirik. Jadi … saya berfatwa dengan fatwa mereka sendiri.

    Mengenakan jenggot dan celana ngatung sama sekali tidak mewakili identitas beragama, tapi sekedar budaya. Sebab kalau tanpa busana sama sekali, itu namanya nightmare gittu looah …!

    Kelompok Radikal Berjenggot dan Celana Ngatung kalau bikin acara jangan mengganggu ketertiban lalu lintas di kota Jakarta yang lalu lintasnya memang sudah kroudit.

    Kelompok Radikal Berjenggot dan Celana Ngatung kalau berdiskusi harap menggunakan kalimat yang sopan dan santun.

    MEMFATWAKAN:(*)

    Kelompok Radikal Berjenggot dan Celana Ngatung adalah kelompok yang mewakili budaya bangsa tertentu dan bukan agama tertentu.

    Tidak perlu tergesa-gesa menumbuhkan jenggot dan memotong celana di atas mata kaki, karena agama adalah pelajaran dan bukan sekedar pakaian.

    Kelompok Radikal Berjenggot dan Celana Ngatung jangan sembarang menyesatkan selain mereka, karena memvonis tanpa pengetahuan adalah sohib anarkisme dan lawan dari kebijaksanaan.

    Jakarta,
    Majelis Pepesan Kosong (MPK)
    Ketua,
    Sekretaris
    ——–
    *) Catatan: Rajin amat baca pepesan kosong kaya beginian … hi hi hi … 🙂 !

  2. Lha piye tho mas, wuakeh sing koyo ngono. Jan-jane yo mesake. Merasa paling bener, paling pinter. Pokoke mak nyus gitu.
    Lama-lama bosen juga ngurusi yang begituan. Agama IslaM kok harus jenggotan, kopyah putih dll
    cAPEEK DEH.

  3. Dalam Shahih Muslim Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya lelaki yang paling dibenci oleh Allah ialah yang paling keras permusuhannya. Permusuhan kepada aliran sesat begitu kerasnya, padahal pelarangan aliran sesat hanya bisa dilakukan oleh pemerintah dengan memperhatikan pandangan ulama sebagai ilmuean agama. Dari Anas bin Malik ra., Rasulullah saw. bersabda: Di antara tanda-tanda hari kiamat ialah diangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, Demikian juga dari riwayat Abu Musa ra.,Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya menjelang terjadinya hari kiamat ilmu akan diangkat, demikian juga dari hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, dan dari Abdullah bin Amru bin Ash ra Bahwa

    “Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya begitu saja dari manusia, akan tetapi Allah akan mengambil ilmu dengan cara mencabut (nyawa) para ulama, sehingga ketika Allah tidak meninggalkan seorang ulama pun, manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh yang apabila ditanya mereka akan memberikan fatwa tanpa didasarkan ilmu lalu mereka pun sesat serta menyesatkan” (HR. Muslim)

    Sungguh tanda-tanda kejadian ini telah nampak, sudah saatnya para ulama NU secepatnya menegakkan khilafah, bila ditunda-tunda terus maka akan semakin parah problematika umat manusia di dunia. Di NU banyak sekali ulama yang potensial untuk diangkat menjadi khalifah, jadi umat tinggal menunggu kebangkitan ulama untuk kembali menerapkan syariah yang rahmatan lil ‘alamin itum, umat menanti saat-saat para kyai berkumpul untuk memproklamirkan tegaknya kembali khilafah dan dibaiatnya salah seorang mereka .

    Abu Salafy:

    Itu adalah kewajiban setiap Muslim. Tetapi permasalahannya adalah Khilafah model yang mana yang harus dipilih?!
    jadi akan lebih baik, jika kaum Muslimin merumuskan terlebih dahulu tentang Sistem mana yang Islami dan mana yang bukan baru setelahnya memikirkan untuk bergerak mengetrapannya.

  4. mas.. di dalam pelurusan / pembelaan syaikh muhammad ibn abdul wahab, memakai kitab yang sama (ad Durar as Saniyyah). Tetapi kata-kayanya indah. Tidak ada pengkafiran.

    Karena memakai rujukan (sumber buku) yang sama yang diterjemahkan. Hasilnya kok beda.

    Yang bener yang mana mas ..???

    Abu Salafy:

    Memang tidak seluruh isi kitab ad Durar as Sianiyyah melulu pengafiran… akan tetapi dalam tidak sedikit doktrin pengafiran… kalau anda merasa ada terjemahan yang bertolak belakang, saya harap saudara cantumkan di sini teks arabnya berikut terjemahannya biar bisa dikomfirmasi dan dibandingkan. Terima kasih.

  5. mas.. di dalam pelurusan / pembelaan syaikh muhammad ibn abdul wahab, memakai kitab yang sama (ad Durar as Saniyyah). Tetapi kata-kayanya indah. Tidak ada pengkafiran.

    Coba simak di sini:
    http://abusalma.wordpress.com/2007/12/26/meluruskan-pemahaman-keliru-tentang-wahhabi/

    Karena memakai rujukan (sumber buku) yang sama yang diterjemahkan. Hasilnya kok beda.

    Yang bener yang mana mas ..??? Mungkin mas bisa membuktikan kebenaran anda, dan kesalahan web itu.

    Terima kasih.

    Abu Salafy:

    Kami berterima kasih kepada saudara yang mau berkunjung ke sini dan meminta kami membuktikan kebenaran apa yang kami tulis. Kami serahkan kepada pembaca untuk membandingkannya.
    Apa yang anda muat dalam blog anda/teman anda itu adalah hasil intiqo’ (pemilih yang tidak jelak) dari tulisan Ibnu Abdil Wahhab, sementara yang buruk dan sarat dengan doktrin takfir tidak dutarakan. Jadi semestinya tidak saling berlewanan, sebab yang satu menyebut apa adanya sementara yang satu menyembunyikan yang kurabng bermanfaat.
    Yang terpenting sekarang adalah membuktikan apakah kutipan-kutipan yang kami sajikan itu salah! Mengada-ngada! Berdusta atas nama Syeikh! Memelintir terjemahan!
    kami persilahkan merenungkan kembali apa yang kami tulis dalam 17 artikel tentang takfrir Syeikh Ibnu Abdil Wahhab, agar anda dapat membandingkannya sendiri.
    kamin tunggu komentar selanjutnya.
    Salam buat teman-teman Salafy anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s