Ibnu Abdil Wahhâb: Selain Wahhâbiyah Kafir/Musyrik! (14)

Ibnu Abdil Wahhâb: Selain Wahhâbiyah Kafir/Musyrik! (14)

Contoh Kedua Puluh Dua: Para Ulama Teologi Islam Semuanya Kafir!

Dalam ad Durar as Saniyyah,1/53 Ibnu Abdil Wahhâb menegaskan bahwa telah terjadi ijmâ’ bahwa para mutakallimûn/Teolog Islam adalah kafir!

Tentunya pemerataan vonis sangat tidak adil, sebab istilah Mutakallim apabila disebut pasti semua memahami bahwa maksudnya adalah para Teolog Muslim yang spesiasilasi mereka adalah bidang akidah, khususnya Asy’ariyah dan al Mu’tazilah. Jadi teolog Muslim ya muslim kendati bisa jadi ia terjatuh dalam kesalahan berargumentasi atau dalam pengambilan kesimpulan, bahkan sampai batas kesalahan yang memuat bid’ah atau bahkan kekafiran sekalipun, selama itu terjadi kesalahan ta’wil.

Bukankah Ibnu Taimiyah –kebanggaan kaum Wahhâbiyah dan peletak batu pertama penyimpangan-penyimpangan Sekte ini- juga terjatuh dalam banyak kesalahan fatal yang mengandung kekafiran dalam pandangan para salaf, seperti ketika ia meyakini adanya mata rantai tak berujung, tasalsul pada proses ciptaan, qidam nau’i untuk alam semesta, menshahihkan hadis palsu bahwa Allah berpostur seperti seorang pemuda ABG, amrad –Maha Suci Allah dari kepalsuan-kepalsuan itu-, lalu apakah ia jadi kafir karena kesalahan dan penyimpangan itu? Tentu tidak sebab ia terjatuh dalam penyimpangan itu dengan dasar kesalahan berarugumentasi dan penyimpulan dengan menshahihkan hadis palsu atau meyakini kebenaran ide tertentu yang ia tidak sadari konsekuaensinya!

Jadi jelas tidak semua yang terjatuh dalam kekafiran -karena kesalahan ta’wil- dengan serta merta menjadi kafir! Anehnya Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb dalam vonis pengafiran para Teolog Islam itu mengatasnamakan para ulama seperti adz Dzahabi, ad Dârulquthni, al Baihaqi dan lainya, sementara mereka yang disebut namanya itu adalah para Teolog Islam! Jadi dapat dipastikan pengatas-namaan itu adalah palsu!

Coba Anda perhatikan kitab Siyar A’lâm an Nubalâ’, tulisan adz Dzahabi, di sana Anda akan mendapatkan keteranagn tentang riwayat hidup para Teolog Islam, tidak seorangpun dari mereka divonis kafir! Benar bahwa adz Dzahabi menyalahkan sebagian mereka dalam beberapa masalah dan menuduhnya terjatuh dalam bid’ah, tetapi ia tidak mengafirkannya, seperti yang dinukil oleh Pendiri Sekte Wahhabiyah ini! Walaupun kadang-kadang ia mencarikan berbagai alasan dan uzur atas kesalahan dan penyimpangan yang terjadi dari mereka, dengan mengatakan misalnya, ‘boleh jadi ia mengatakannya dalam keadaan mabok, bolah jadi ia mengatakannya dalam kondisi begini atau begitu! Bagi Anda yang berimnat mengkonfirmasi apa yang saya katakana silahkan merujuk langsung buku tersebut!

Bahkan yang konyol ialah, bahwa adz Dzahabi yang dijadikan pijakan pengafiran oleh Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb itu seorang ulama yang meyakni adanya dan dibolehkannya “mengalap” barakah dari kuburan orang-orang Shalihîn. Dan berdasarkan pandangan Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb hal itu adalah kemusyrikan yang mengeluarkan peyakinnya dari Islam! Jadi mengapa ia sekarang berargumentasi dengan seorang alim yang kafir?!

Apapun alasan dan uzur yang dicarikan oleh Syeikh dan para muqallidnya untuk adz Dzahabi, uzur yang sama semestinya juga bias diberikan untuk mereka yang telah divonis kafir oleh Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb, seperti Ibnu ‘Afâliq, Ibnu Sahîm, Ibnu fairûz dan lainnya.

Bahkan yang mengherankan bahwa para ulama mazhab Hanbali –yang mana Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb mengaku bernaung di bawahnya- telah mengarang tiga buah buku tentang keutamaan Ahmad bin Hanbal dan keberkahan makam beliau!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s