Ibnu Abdil Wahhâb: Selain Wahhâbiyah Kafir/Musyrik! (11)

Imam Fakhruddin Ar Râzi asy Syâfi’i Al Asy’ari “Kafir” dimata Ibnu Abdil Wahab!

Contoh baru lagi tentang vonis pengafiran a’yân, person yang dijatuhkan oleh pendiri Sekte Wahhabiyah; Ibnu Abdil Wahhâb.

Kali ini yang menjadi korbannya adalah Imam besar Ahlusunnah, al-Imam Fakhruddîn ar- Râzi, seorang ulama besar dan berpengaruh dalam membela akidah Ahlusunnah wal Jama’ah, penulis tasfir besar Mafâtîh al-Ghaib, dan banyak buku lainnya dalam berbagai disiplin ilmu Islam, baik Ushul Fikih ataupun lainnya.

Contoh Ketujuh Belas: Imam Fakhruddin Ar Râzi asy Syâfi’i Al Asy’ari Kafir!

Kesembronohan Ibnu Abdil Wahhâb dalam mengafirkan kaum Muslimin; para ulama-ulama Islam dan kaum awam sepertinya tidak dapat dihentikan pada batas tertentu. Ia bahkan mengafirkan dengan tuduhan yang sangat tidak berdasar dan hanya sekedar sangkaan belaka atau berdasar penukilan orang lain yang tidak bertanggung jawab, seperti vonis kekafiran yang ia jatuhkan atas Imam Fakhruddiîn ar Râzi asy Syafi’i al Asy’ari, seorang ulama besar beraliran Ahlussunnah, mufassir kondang, pakar Ushul Fikih dan teologi Islam. Baca ad-Durar as Saniyyah,10/72 dan274.

Sekali lagi hanya sekedar berdasar tuduhan yang tidak berdasar bahwa ar-Râzi telah menulis sebuah buku tentang baiknya menyembah bintang-gemintang, kawâkib! Baca ad- Durar as Saniyyah,10/355. Katanya ia menukilnya dari Ibnu Taimiyah dalam kitab Iqtidhâ’ ash Shirâth al Mustaqîm sementara ketika diteliti dalam kitab tersebut tidak ditemukan sediktipun pernyataan itu dari Ibnu Taimiyah!

Dan andai benar penukilan itu dari Ibnu Taimiyah pastilah ia sedang salah, sebab Imam ar-Râzi adalah seorang alim Muslim tidak mungkin akan menganggap benar penyembahan selain Allah SWT. bisa jadi ia hanya sekedar menulis buku yang menerangkan manfaat dan fungsi bintang-bintang dan pengaruhnya pada tumbuhan! Atau ia sedang menukil pendapat ahli Nujum tentang masalah yang ia senidiri tidak meyakininya! Lalu datanglah Ibnu Taimiyah atau Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb kemudian menisbatkannya kepada ar Râzi.

Sebab andai benar bahwa ar-Râzi menganggap baik penyemabahan terhadap bintang-bintang maka pastilah ia akan segera mendapat kecaman dan hujatan dari para ulama sezamannya atau setelahnya, bahkan pastilah para ulama itu akan tidak segan-segan menvonis kafir! Akan tetapi semua itu tidak kita temukan, justru para ulama, seperti adz-Dzahabi, as-Subki dan Ibnu Khallikân dan selainnya memujinya.!Dengan menyebutnya sebagai Faqîhun, Mufassirun, Mutakkalimun dan Thabîbun!

Kami meyakini, sebagai seorang ulama ar-Râzi bukan terbebas dari kesalahan, ia bisa saja salah dan pasti punya banyak kesalahan dalam pemikirannya, tetapi buklan kesalahan fatal seperti yang dituduhkan oleh Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb! Andai ia menganggap baik menyembah bintang-bintang pastilah akan mengecamnya atau paling tidak mengisahkannya kepada kita!

Jadi, kalau setiap orang ulama yang salah kita kafirkan, siapa yang akan selamat dari vonis pengafiran kita itu?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s