Al Allamah Sayyid al Maliki rh. Menghujat Wahabi

Al Allamah Sayyid al Maliki rh. Menghujat Wahabi

Di antara kebodohan kaum Wahabi yang mendapat sorotan dan kritik tajam fadhilah Allamah Sayyid Muhammad Alawi al Maliki-Pembela dan Imam Ahlusunah Abad 21- adalah masalah tabarruk, mengambil berkah dari Nabi Muhammad saw. Kata beliau, karena kesempitan pandangan mereka dan karena kecupetan daya jangkau dan pikiran mereka, mereka sebagaimana kebiasaan mereka, selalu menganggap segala bentuk praktik mengalap barakah dari Nabi Muhammad saw. yang dilakukan umat Islam di sepanjang masa, sejak masa hidup beliau saw. adalah sebagai praktik syirik dan kesesatan, waliyazubillah.

Kaum wahabi selalu mengaku berpegang dengan para Salafush Sholeh, para sahabat mulia dan para tabi’in. mereka mengatakan bahwa mengalap dan memburu berkah dari Nabi saw. tidak pernah dikalukan oleh para Salaf! Kecuali mungkin hanya Ibnu Umar, dan ia pun ditentang oleh para sahabat!

Kata, Abuya al Maliki rh. anggapan kaum Wahabi itu adalah sebuah kebodohan. Atau mereka berbohong, seperti kebiasaan mereka. Atau mereka itu menipu dan memutar balikkan fakta, seperti sering mereka lakukan!

Abuya berkata:

وَ هذا جَهْلٌ أَو كِْذبٌ أو تَلْبيسٌ.

Dan anggapan itu adalah kebodohan, atau kebohongan atau penipuan. (Mafâhim:156)

Benar sekali apa yang dikatakan Abuya. Mereka memang pandai berbohong dan memutar balikkan fakta. Praktik itu telah dikalukan oleh banyak sahabat seperti: empat Khulafa’ Rasyidin, Ummu Salamah, Khalid bin Walîd, Watsilah bin al Asqa’, Salamah bin al Akwa’, Anas bin Malik, Ummu Sulaim, Usaid bin Khudhair, dll.

Hai Anda yang tertipu dengan kebohongan kaum Wahabi, baca dan perhatikan bukti-bukti mu’tabarah yang disebutkan oleh Guru Besar Ulama’ Ahlusunnah Abad 21 yang hidup di tengah-tengah sarang Wahabi, agar Anda mengerti hujjah-hujjah Ahlusunnah! Dan sekaligus kepalsuan omongan ulama Wahabi Anda!

Jangan Cuma bisa BBM (Baru Bisa Meniru) Wahabi!

Iklan

109 Tanggapan

  1. Anda sedang bermimpi! Penganjur kepada bid’ah kok dbilang Imam Ahlusunnah Abad 21?! Al Maliki adalah penyesat umat, penyebar bid’ah dan syirik!
    Anda dapat buktikan langsung dengan membaca buku-buku ulama kami, pemegang akidah tauhid murni! Khususnya buku Ibnu Mani’ rh.
    Ente-ente jangan ndumeh.

    • orang bodoh hanya akan mengenal orang bodoh, baca kitab dulu yg banyaj baru ngomong, ala muktamad aqidah wahhabi sesat sebagaimana dlm al hadits

      • alaikum sekalian!
        sy bingung sesama muslim koq ribut terus ya? maklum sy orang bodoh tp bukan wahabi & muhibin…

    • orang bodoh hanya akan mengenal orang bodoh, baca kitab dulu yg banyaj baru ngomong, ala muktamad aqidah wahhabi sesat sebagaimana dlm al ha
      dits

    • Langnatullah ‘Alaika yaa munaafikuun….!

      ____________
      -Abu Salafy-

      Satu lagi kamus caci-maki ala salafy/wahabi !

    • masak sih ibnu mani` rh (rajanya hasut) bilang begitu?

    • DEMI ALLAH SALAH SATU PENYEBAB MATI SU’UL KHOTIMAH ADALAH PELEHCEHKAN ULAMA APA LAGI MENSYIRIKAN……YA”ALLAH……,BERILAH HIDAYAH KPD”Y,APAKAH NABI MENGAJARIH SEPERTI ITU ………???CABUT ITU OMONGAN DR MULUT KMU ITU CPT2 DEMI ALLAH KL ANDA G ISTIQFAR BALA AKAN TURUN KPD ANDA G LAMA………

    • BEGINI SAJA MAS MAS SEMUANYA, LEBIH BAIK KITA SAMA-SAMA MEMBERSIHKAN HATI, ENTE SILAHKAN PAKE AKIDAH ENTE SENDIRI, GA PERLU PAKE BERDEBAT DENGAN CACIAN, penghuni sorga itu adalah orang-orang yang hatinya selamat dari segala sifat-sifat madzmumah, hati nurani kita sendiri bisa memilih golongan mana yang memiliki pikiran yang sehat dan akhlak yang baik, sayyid maliki atau al-bazz, dan perlu diingat nih ya, orang yang menjauh dari golongan muslimin mayoritas, maka dialah yang sebenarnya mendekatkan diri kepada kesesatan, silahkan berfikir mana kaum muqslimin yang mayoritas di seluruh bumi Allah ini?sunni atau wahabi

    • wahabi dan syiah bagaikan kotoran di belah menjadi 2, sisi yang manapun akan sama jadi kotoran, kotoran agama yang harus di bina, kalo tidak bisa di bina musti dibinasakan… dasar alirane dulmangab….

    • ente menganut madhab apa…………
      pelajarilah agama islam sepenuhnya jangan setengah setengah……….
      ente blum menemukan ajaran islam yang sesungguhnya……………

  2. assalamu’alaikum

    setahu saya Al Maliki adalah seorang ulama yang tersingkir dari jajaran para ulama negeri haramain karena mengajarkan ajaran sesat. sangat jarang para ahli ilmu agama mengambil ucapan atau tulisan dia sebagai hujjah, kecuali para ahli bid’ah yang tidak ingin terus dihormati oleh para penuntut ilmu yang awam. seperti ponpes2 ‘tradisional’ yang ada di masyarakat, yang mengajarkan sesuatu yang tak ada tuntunannya dalam urusan agama yang mulia ini. dan saya adalah orang yang dibesarkan di lingkungan nu. orang yang ilmiah tak akan malu mengakui kesalahan mereka.
    mengapa kok gak mengambil faedah ilmu dari Al Allamah Syaikh bin Baz Rahimahullah atau Al Allamah Syaikh Al Albani Rahimahullah yang diakui kedalaman ilmunya oleh dunia islam.
    wassalamu’alaikum

    ________________________
    Abu Salafy menjawab:

    Salam Dwi!
    Benar kata kamu bahwa setahu saya Al Maliki adalah seorang ulama yang tersingkir dari jajaran para ulama negeri haramain tetapi bukan kerena mengajarkan ajaran sesat seperti yang kamu duga, tetapi beliau mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan mazhab Wahabi.

    Memang menurut pendangan kaum Wahabi, paham apapun yang tidak sama dengan mereka adalah sesat!! Mereka menjadikan mazhab (atau pemahaman) mereka tentang Islam sebagai barometer kebenaran absolut, itu yang tidak benar. Lagi pula apa sih ajaran Allamah al Maliki yang kamu anggap sasat? Tolang disebutkan biar bisa didiskusikan di sini. kita terbuka kok.

    Memang kaum Wahabi tidak mengambil ajaran yang beliau sebarkan di negeri dan tempat-tempat yang diduduki kaum Wahabi itu. Yang mengambil ajaran dari beliau adalah kaum Muslimin Ahlusunnah wal jama’ah (wahabi bukan ahlussunnah lho!)! Apa mereka itu yang anda maksud dengan ahli bid’ah dalam kata-kata anda sangat jarang para ahli ilmu agama mengambil ucapan atau tulisan dia sebagai hujjah, kecuali para ahli bid’ah . Dan apa kaum wahabi dan mahasiswa serta dosen Ummul Qura dan universitas-universitas Wahabi lainnya yang anda maksud dengan ahli ilmu itu??

    • masak sih Si Buta Dari Gua Batu bin bazz bisa melek?

      COBA BIN BAZ TARUH DI INDONESIA .APA LAKU YA?

      • antum ini kaya nya penggemar syiah…dr nama nya aja udah keturunan syiah…sesat. mencacai para sahabat baca tulisan diatas… itu di laknat Allah SWT. udah di jamin oleh Allah para sahabat ini….
        Sayyid Al Maliki ini orqng sesat.

    • ALLAH ADA TANPA TEMPAT; [Membongkar Aqidah Sesat Wahhabi Yang Sering Berbohong Besar Atas Nama Imam Abu Hanifah]
      Posted on March 29, 2010 by salafytobat

      ALLAH ADA TANPA TEMPAT; [Membongkar Aqidah Sesat Wahhabi Yang Sering Berbohong Besar Atas Nama Imam Abu Hanifah]
      Suatu ketika al-Imam Abu Hanifah ditanya makna “Istawa”, beliau menjawab: “Barangsiapa berkata: Saya tidak tahu apakah Allah berada di langit atau barada di bumi maka ia telah menjadi kafir. Karena perkataan semacam itu memberikan pemahaman bahwa Allah bertempat. Dan barangsiapa berkeyakinan bahwa Allah bertempat maka ia adalah seorang musyabbih; menyerupakan Allah dengan makhuk-Nya” (Pernyataan al-Imam Abu Hanifah ini dikutip oleh banyak ulama. Di antaranya oleh al-Imam Abu Manshur al-Maturidi dalam Syarh al-Fiqh al-Akbar, al-Imam al-Izz ibn Abd as-Salam dalam Hall ar-Rumuz, al-Imam Taqiyuddin al-Hushni dalam Daf’u Syubah Man Syabbah Wa Tamarrad, dan al-Imam Ahmad ar-Rifa’i dalam al-Burhan al-Mu’yyad)..

      Di sini ada pernyataan yang harus kita waspadai, ialah pernyataan Ibn al-Qayyim al-Jawziyyah. Murid Ibn Taimiyah ini banyak membuat kontroversi dan melakukan kedustaan persis seperti seperti yang biasa dilakukan gurunya sendiri. Di antaranya, kedustaan yang ia sandarkan kepada al-Imam Abu Hanifah. Dalam beberapa bait sya’ir Nuniyyah-nya, Ibn al-Qayyim menuliskan sebagai berikut:

      “Demikian telah dinyatakan oleh Al-Imam Abu Hanifah an-Nu’man ibn Tsabit, juga oleh Al-Imam Ya’qub ibn Ibrahim al-Anshari. Adapun lafazh-lafazhnya berasal dari pernyataan Al-Imam Abu Hanifah…
      bahwa orang yang tidak mau menetapkan Allah berada di atas arsy-Nya, dan bahwa Dia di atas langit serta di atas segala tempat, …
      Demikian pula orang yang tidak mau mengakui bahwa Allah berada di atas arsy, –di mana perkara tersebut tidak tersembunyi dari setiap getaran hati manusia–,…
      Maka itulah orang yang tidak diragukan lagi dan pengkafirannya. Inilah pernyataan yang telah disampaikan oleh al-Imam masa sekarang (maksudnya gurunya sendiri; Ibn Taimiyah).
      Inilah pernyataan yang telah tertulis dalam kitab al-Fiqh al-Akbar (karya Al-Imam Abu Hanifah), di mana kitab tersebut telah memiliki banyak penjelasannya”.

      Apa yang ditulis oleh Ibn al-Qayyim dalam untaian bait-bait syair di atas tidak lain hanya untuk mempropagandakan akidah tasybih yang ia yakininya. Ia sama persis dengan gurunya sendiri, memiliki keyakinan bahwa Allah bersemayam atau bertempat di atas arsy. Pernyataan Ibn al-Qayyim bahwa keyakinan tersebut adalah akidah al-Imam Abu Hanifah adalah kebohongan belaka. Kita meyakini sepenuhnya bahwa Abu Hanifah adalah seorang ahli tauhid, mensucikan Allah dari keserupaan dengan makhluk-Nya. Bukti kuat untuk itu mari kita lihat karya-karya al-Imam Abu Hanifah sendiri, seperti al-Fiqh al-Akbar, al-Washiyyah, atau lainnya. Dalam karya-karya tersebut terdapat banyak ungkapan beliau menjelaskan bahwa Allah sama sekali tidak menyerupai makhluk-Nya, Dia tidak membutuhkan kepada tempat atau arsy, karena arsy adalah makhluk Allah sendiri. Mustahil Allah membutuhkan kepada makhluk-Nya.

      Sesungguhnya memang seorang yang tidak memiliki senjata argumen, ia akan berkata apapun untuk menguatkan keyakinan yang ia milikinya, termasuk melakukan kebohongan-kebohongan kepada para ulama terkemuka. Inilah tradisi ahli bid’ah, untuk menguatkan bid’ahnya, mereka akan berkata: al-Imam Malik berkata demikian, atau al-Imam Abu Hanifah berkata demikian, dan seterusnya. Padahal sama sekali perkataan mereka adalah kedustaan belaka.

      Dalam al-Fiqh al-Akbar, al-Imam Abu Hanifah menuliskan sebagai berikut:

      “Dan sesungguhnya Allah itu satu bukan dari segi hitungan, tapi dari segi bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, tidak ada suatu apapun yang meyerupai-Nya. Dia bukan benda, dan tidak disifati dengan sifat-sifat benda. Dia tidak memiliki batasan (tidak memiliki bentuk; artinya bukan benda), Dia tidak memiliki keserupaan, Dia tidak ada yang dapat menentang-Nya, Dia tidak ada yang sama dengan-Nya, Dia tidak menyerupai suatu apapun dari makhluk-Nya, dan tidak ada suatu apapun dari makhluk-Nya yang menyerupainya” (Lihat al-Fiqh al-Akbar dengan Syarh-nya karya Mulla ‘Ali al-Qari’, h. 30-31).

      Masih dalam al-Fiqh al-Akbar, Al-Imam Abu Hanifah juga menuliskan sebagai berikut:

      وَاللهُ تَعَالى يُرَى فِي الآخِرَة، وَيَرَاهُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَهُمْ فِي الْجَنّةِ بِأعْيُنِ رُؤُوسِهِمْ بلاَ تَشْبِيْهٍ وَلاَ كَمِّيَّةٍ وَلاَ يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ خَلْقِهِ مَسَافَة.

      “Dan kelak orang-orang mukmin di surga nanti akan melihat Allah dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka melihat-Nya tanpa adanya keserupaan (tasybih), tanpa sifat-sifat benda (Kayfiyyah), tanpa bentuk (kammiyyah), serta tanpa adanya jarak antara Allah dan orang-orang mukmin tersebut (artinya bahwa Allah ada tanpa tempat, tidak di dalam atau di luar surga, tidak di atas, bawah, belakang, depan, samping kanan atau-pun samping kiri)”” ( Lihat al-Fiqh al-Akbar dengan syarah Syekh Mulla Ali al-Qari, h. 136-137).

      Pernyataan al-Imam Abu Hanifah ini sangat jelas dalam menetapkan kesucian tauhid. Artinya, kelak orang-orang mukmin disurga akan langsung melihat Allah dengan mata kepala mereka masing-masing. Orang-orang mukmin tersebut di dalam surga, namun Allah bukan berarti di dalam surga. Allah tidak boleh dikatakan bagi-Nya “di dalam” atau “di luar”. Dia bukan benda, Dia ada tanpa tempat dan tanpa arah. Inilah yang dimaksud oleh Al-Imam Abu Hanifah bahwa orang-orang mukmin akan melihat Allah tanpa tasybih, tanpa Kayfiyyah, dan tanpa kammiyyah.

      Pada bagian lain dari Syarh al-Fiqh al-Akbar, yang juga dikutip dalam al-Washiyyah, al-Imam Abu Hanifah berkata:

      ولقاء الله تعالى لأهل الجنة بلا كيف ولا تشبيه ولا جهة حق

      “Bertemu dengan Allah bagi penduduk surga adalah kebenaran. Hal itu tanpa dengan Kayfiyyah, dan tanpa tasybih, dan juga tanpa arah” (al-Fiqh al-Akbar dengan Syarah Mulla ‘Ali al-Qari’, h. 138).

      Kemudian pada bagian lain dari al-Washiyyah, beliau menuliskan:

      وَنُقِرّ بِأنّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى العَرْشِ اسْتَوَى مِنْ غَيْرِ أنْ يَكُوْنَ لَهُ حَاجَةٌ إليْهِ وَاسْتِقْرَارٌ عَلَيْهِ، وَهُوَ حَافِظُ العَرْشِ وَغَيْرِ العَرْشِ مِنْ غَبْرِ احْتِيَاجٍ، فَلَوْ كَانَ مُحْتَاجًا لَمَا قَدَرَ عَلَى إيْجَادِ العَالَمِ وَتَدْبِيْرِهِ كَالْمَخْلُوقِيْنَ، وَلَوْ كَانَ مُحْتَاجًا إلَى الجُلُوْسِ وَالقَرَارِ فَقَبْلَ خَلْقِ العَرْشِ أيْنَ كَانَ الله، تَعَالَى اللهُ عَنْ ذَلِكَ عُلُوّا كَبِيْرًا.

      “Kita menetapkan sifat Istiwa bagi Allah pada arsy, bukan dalam pengertian Dia membutuhkan kepada arsy tersebut, juga bukan dalam pengertian bahwa Dia bertempat atau bersemayam di arsy. Allah yang memelihara arsy dan memelihara selain arsy, maka Dia tidak membutuhkan kepada makhluk-makhluk-Nya tersebut. Karena jika Allah membutuhkan kapada makhluk-Nya maka berarti Dia tidak mampu untuk menciptakan alam ini dan mengaturnya. Dan jika Dia tidak mampu atau lemah maka berarti sama dengan makhluk-Nya sendiri. Dengan demikian jika Allah membutuhkan untuk duduk atau bertempat di atas arsy, lalu sebelum menciptakan arsy dimanakah Ia? (Artinya, jika sebelum menciptakan arsy Dia tanpa tempat, dan setelah menciptakan arsy Dia berada di atasnya, berarti Dia berubah, sementara perubahan adalah tanda makhluk). Allah maha suci dari pada itu semua dengan kesucian yang agung” (Lihat al-Washiyyah dalam kumpulan risalah-risalah Imam Abu Hanifah tahqiq Muhammad Zahid al-Kautsari, h. 2. juga dikutip oleh Mullah Ali al-Qari dalam Syarh al-Fiqhul Akbar, h. 70).

      Dalam al-Fiqh al-Absath, al-Imam Abu Hanifah menuliskan:

      قُلْتُ: أرَأيْتَ لَوْ قِيْلَ أيْنَ اللهُ؟ يُقَالُ لَهُ: كَانَ اللهُ تَعَالَى وَلاَ مَكَانَ قَبْلَ أنْ يَخْلُقَ الْخَلْقَ، وَكَانَ اللهُ تَعَالَى وَلَمْ يَكُنْ أيْن وَلاَ خَلْقٌ وَلاَ شَىءٌ، وَهُوَ خَالِقُ كُلّ شَىءٍ.

      “Aku katakan: Tahukah engkau jika ada orang berkata: Di manakah Allah? Jawab: Dia Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat, Dia ada sebelum segala makhluk-Nya ada. Allah ada tanpa permulaan sebelum ada tempat, sebelum ada makhluk dan sebelum segala suatu apapun. Dan Dia adalah Pencipta segala sesuatu” (Lihat al-Fiqh al-Absath karya al-Imam Abu Hanifah dalam kumpulan risalah-risalahnya dengan tahqiq Muhammad Zahid al-Kautsari, h. 20).

      Pada bagian lain dalam kitab al-Fiqh al-Absath, al-Imam Abu Hanifah menuliskan:

      “Allah ada tanpa permulaan (Azali, Qadim) dan tanpa tempat. Dia ada sebelum menciptakan apapun dari makhluk-Nya. Dia ada sebelum ada tempat, Dia ada sebelum ada makhluk, Dia ada sebelum ada segala sesuatu, dan Dialah pencipta segala sesuatu. Maka barangsiapa berkata saya tidak tahu Tuhanku (Allah) apakah Ia di langit atau di bumi?, maka orang ini telah menjadi kafir. Demikian pula menjadi kafir seorang yang berkata: Allah bertempat di arsy, tapi saya tidak tahu apakah arsy itu di bumi atau di langit” (al-Fiqh al-Absath, h. 57).

      Dalam tulisan al-Imam Abu Hanifah di atas, beliau mengkafirkan orang yang berkata: “Saya tidak tahu Tuhanku (Allah) apakah Ia di langit atau di bumi?”. Demikian pula beliau mengkafirkan orang yang berkata: “Allah bertempat di arsy, tapi saya tidak tahu apakah arsy itu di bumi atau di langit”.
      Klaim kafir dari al-Imam Abu Hanifah terhadap orang yang mengatakan dua ungkapan tersebut adalah karena di dalam ungkapan itu terdapat pemahaman adanya tempat dan arah bagi Allah. Padahal sesuatu yang memiliki tempat dan arah sudah pasti membutuhkan kepada yang menjadikannya dalam tempat dan arah tersebut. Dengan demikian sesuatu tersebut pasti baharu (makhluk), bukan Tuhan.
      Tulisan al-Imam Abu Hanifah ini seringkali disalahpahami atau sengaja diputarbalikan pemaknaannya oleh kaum Musyabbihah. Perkataan al-Imam Abu Hanifah ini seringkali dijadikan alat oleh kaum Musyabbihah untuk mempropagandakan keyakinan mereka bahwa Allah berada di langit atau berada di atas arsy. Padahal sama sekali perkataan al-Imam Abu Hanifah tersebut bukan untuk menetapkan tempat atau arah bagi Allah. Justru sebaliknya, beliau mengatakan demikian adalah untuk menetapkan bahwa Allah ada tanpa tempat dan tanpa arah. Hal ini terbukti dengan perkataan-perkataan al-Imam Abu Hanifah sendiri seperti yang telah kita kutip di atas. Di antaranya tulisan beliau dalam al-Washiyyah: “Jika Allah membutuhkan untuk duduk atau bertempat di atas arsy, lalu sebelum menciptakan arsy dimanakah Ia?”.

      Dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa klaim kafir yang sematkan oleh al-Imam Abu Hanifah adalah terhadap mereka yang berakidah tasybih; yaitu mereka yang berkeyakinan bahwa Allah bersemayam di atas arsy. Inilah maksud yang dituju oleh al-Imam Abu Hanifah dengan dua ungkapannya tersebut di atas, sebagaimana telah dijelaskan oleh al-Imam al-Bayyadli al-Hanafi dalam karyanya; Isyarat al-Maram Min ‘Ibarat al-Imam (Lihat Isyarat al-Maram, h. 200). Demikian pula prihal maksud perkataan al-Imam Abu Hanifah ini telah dijelasakan oleh al-Muhaddits al-Imam Muhammad Zahid al-Kautsari dalam kitab Takmilah as-Saif ash-Shaqil (Lihat Takmilah ar-Radd ‘Ala an-Nuniyyah, h. 180).

      Asy-Syaikh ‘Ali Mulla al-Qari di dalam Syarah al-Fiqh al-Akbar menuliskan sebagai berikut:

      “Ada sebuah riwayat berasal dari Abu Muthi’ al-Balkhi bahwa ia pernah bertanya kepada Abu Hanifah tentang orang yang berkata “Saya tidak tahu Allah apakah Dia berada di langit atau berada di bumi!?”. Abu Hanifah menjawab: “Orang tersebut telah menjadi kafir, karena Allah berfirman “ar-Rahman ‘Ala al-arsy Istawa”, dan arsy Allah berada di atas langit ke tujuh”. Lalu Abu Muthi’ berkata: “Bagaimana jika seseorang berkata “Allah di atas arsy, tapi saya tidak tahu arsy itu berada di langit atau di bumi?!”. Abu Hanifah berkata: “Orang tersebut telah menjadi kafir, karena sama saja ia mengingkari Allah berada di langit. Dan barangsiapa mengingkari Allah berada di langit maka orang itu telah menjadi kafir. Karena Allah berada di tempat yang paling atas. Dan sesungguhnya Allah diminta dalam doa dari arah atas bukan dari arah bawah”.
      Kita jawab riwayat Abu Muthi’ ini dengan riwayat yang telah disebutkan oleh al-Imam al-Izz ibn Abd as-Salam dalam kitab Hall ar-Rumuz, bahwa al-Imam Abu Hanifah berkata: “Barangsiapa berkata “Saya tidak tahu apakah Allah di langit atau di bumi?!”, maka orang ini telah menjadi kafir. Karena perkataan semacam ini memberikan pemahaman bahwa Allah memiliki tempat. Dan barangsiapa berkeyakinan bahwa Allah memiliki tempat maka orang tersebut seorang musyabbih; menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya”. Al-Imam al-Izz ibn Abd as-Salam adalah ulama besar terkemuka dan sangat terpercaya. Riwayat yang beliau kutip dari al-Imam Abu Hanifah dalam hal ini wajib kita pegang teguh. Bukan dengan memegang tegung riwayat yang dikutip oleh Ibn ‘Abi al-Izz; (yang telah membuat syarah Risalah al-‘Aqidah ath-Thahawiyyah versi akidah tasybih). Di samping ini semua, Abu Muthi’ al-Balkhi sendiri adalah seorang yang banyak melakukan pemalsuan, seperti yang telah dinyatakan oleh banyak ulama hadits” (Syarh al-Fiqh al-Akbar, h. 197-198).

      Asy-Syaikh Musthafa Abu Saif al-Hamami, salah seorang ulama al-Azhar terkemuka, dalam kitab karyanya berjudul Ghauts al-‘Ibad Bi Bayan ar-Rasyad menuliskan beberapa pelajaran penting terkait riwayat Abu Muthi’ al-Balkhi di atas, sebagai berikut:

      Pertama: Bahwa pernyataan yang dinisbatkan kepada al-Imam Abu Hanifah tersebut sama sekali tidak ada penyebutannya dalam al-Fiqh al-Akbar. Pernyataan semacam itu dikutip oleh orang yang tidak bertanggungjawab, dan dengan sengaja ia berdusta mengatakan bahwa itu pernyataan al-Imam Abu Hanifah dalam al-Fiqh al-Akbar, tujuannya tidak lain adalah untuk mempropagandakan kesesatan orang itu sendiri.

      Kedua: Kutipan riwayat semacam ini jelas berasal dari seorang pemalsu (wadla’). Riwayat orang semacam ini, dalam masalah-masalah furu’iyyah (fiqih) saja sama sekali tidak boleh dijadikan sandaran, terlebih lagi dalam masalah-masalah ushuliyyah (akidah). Mengambil periwayatan orang pemalsu semacam ini adalah merupakan pengkhiatan terhadap ajaran-ajaran agama. Dan ini tidak dilakukan kecuali oleh orang yang hendak menyebarkan kesesatan atau bid’ah yang ia yakini.

      Ketiga: Periwayatan pemalsu ini telah terbantahkan dengan periwayatan yang benar dari seorang al-Imam agung terpercaya (tsiqah), yaitu al-Imam al-Izz ibn Abd as-Salam. Periwayatan al-Imam Ibn Abd as-Salam tentang perkataan al-Imam Abu Hanifah jauh lebih terpercaya dan lebih benar dibanding periwayatan pemalsu tersebut. Berpegang teguh kepada periwayatan seorang pendusta (kadzdzab) dengan meninggalkan periwayatan seorang yang tsiqah adalah sebuah pengkhianatan, yang hanya dilakukan seorang ahli bid’ah saja. Seorang yang melakukan pemalsuan semacam ini, cukup untuk kita klaim sebagai orang yang tidak memiliki amanah. Jika orang awam saja melakukan pemalsuan semacam ini dapat menjadikannya seorang yang tidak dapat dihormati lagi, terlebih jika pemalsuan ini dilakukan oleh seorang yang alim, maka jelas orang alim ini tidak bisa dipertanggungjawabkan lagi dengan ilmu-ilmunya. Dan “orang alim” semacam itu tidak pantas untuk kita sebut sebagai orang alim, terlebih kita golongkannya dari jajaran Imam-Imam terkemuka, atau para ahli ijtihad. Dan lebih parah lagi jika pengkhianatan pemalsu ini dalam tiga perkara ini sekaligus. Padahal dengan hanya satu pengkhianatan saja sudah dapat menurunkannya dari derajat tsiqah. Karena jika satu riwayat sudah ia dikhianati, maka kemungkinan besar terhadap riwayat-riwayat yang lainpun ia akan melakukan hal sama (Lebih lengkap lihat Ghauts al-‘Ibad Bi Bayan ar-Rasyad, h. 99-100).

      Kemudian dalam bait sya’ir di atas, Ibn al-Qayyim tidak hanya membuat kedustaan kepada al-Imam Abu Hanifah, namun ia juga melakukan kedustaan yang sama terhadap al-Imam Ya’qub. Yang dimaksud al-Imam Ya’qub dalam bait sya’ir ini adalah sahabat al-Imam Abu Hanifah; yaitu Abu Yusuf Ya’qub ibn Ibrahim al-Anshari. Dalam menyikapi perbuatan Ibn al-Qayyim ini, asy-Syaikh Musthafa Abu Saif al-Humami berkata: “Tidak diragukan lagi apa yang ia nyatakan ini adalah sebuah kedustaan untuk tujuan mempropagandakan keyakinan bid’ahnya” (Lihat Ghauts al-‘Ibad Bi Bayan ar-Rasyad, h. 99).
      Penilaian yang sama terhadap Ibn al-Qayyim semacam ini juga telah diungkapkan oleh al-Muhaddits al-Imam Muhammad Zahid al-Kautsari dalam kitab bantahannya terhadap Ibn al-Qayyim sendiri, berjudul Takmilah ar-Radd ‘Ala Nuniyyah Ibn al-Qayyim. Karya Al-Imam al-Kautsari ini adalah sebagai tambahan atas kitab karya Al-Imam Taqiyyuddin as-Subki berjudul as-Saif ash-Shaqil Fi ar-Radd ‘Ala ibn Zafil, kitab yang juga berisikan serangan dan bantahan terhadap bid’ah-bid’ah Ibn al-Qayyim. Yang dimaksud dengan “Ibn Zafil” oleh Al-Imam Taqiyyuddin as-Subki dalam judul kitabnya ini adalah Ibn al-Qayyim al-Jawziyyah; murid dari Ibn Taimiyah (Lihat Takmilah ar-Radd ‘Ala an-Nuniyyah, h. 108).

      Dengan demikian riwayat yang sering dipropagandakan oleh Ibn al-Qayyim, yang juga sering dipropagandakan oleh kaum Wahhabiyyah bahwa al-Imam Abu Hanifah berkeyakinan “Allah berada di langit” adalah kedustaan belaka. Riwayat ini sama sekali tidak benar. Dalam rangkaian sanad riwayat ini terdapat nama-nama perawi yang bermasalah, di antaranya; Abu Muhammad ibn Hayyan, Nu’aim ibn Hammad, dan Nuh ibn Abi Maryam Abu ‘Ishmah.

      Orang pertama, yaitu Abu Muhammad ibn Hayyan, dinilai dla’if oleh ulama hadits terkemuka yang hidup dalam satu wilayah dengan Abu Muhammad ibn Hayyan sendiri. Ulama hadits tersebut adalah al-Imam al-Hafizh al-‘Assal. Kemudian orang kedua, yaitu Nu’aim ibn Hammad adalah seorang mujassim (Lihat Tahdzib at-Tahdzib, j. 10, h. 409).

      Demikian pula Nuh ibn Abi Maryam yang merupakan ayah tiri dari Nu’aim ibn Hammad, juga seorang mujassim (Lihat Tahdzib at-Tahdzib, j. 10, h. 433).

      Dan Nuh ibn Abi Maryam ini adalah anak tiri dari Muqatil ibn Sulaiman; pemuka kaum mujassimah. Dengan demikian, Nu’aim ibn Hammad telah dirusak oleh ayah tirinya sendiri, yaitu Nuh ibn Abi Maryam. Demikian pula Nuh ibn Abi Maryam telah dirusak oleh ayah tirinya sendiri, yaitu Muqatil ibn Sulaiman. Orang-orang yang kita sebutkan ini, sebagaimana dinilai oleh para ulama ahli kalam, mereka semua adalah orang-orang yang berkeyakinan tasybih dan tajsim. Dengan demikian bagaimana mungkin riwayat orang-orang yang berakidah tasybih dan tajsim semacam mereka dapat dijadikan sandaran dalam menetapkan permasalahan akidah?! Sesungguhnya orang yang bersandar kepada mereka adalah bagian dari mereka sendiri.

      Al-Imam al-Hafizh Ibn al-Jawzi dalam kitab Daf’u Syubah at-Tasybih, dalam penilaiannya terhadap Nu’aim ibn Hammad, mengutip perkataan Ibn ‘Adi, mengatakan: “Dia (Nu’aim ibn Hammad) adalah seorang pemalsu hadits” (Lihat Daf’u Syubah at-Tasybih, h. 32).

      Kemudian al-Imam Ahmad ibn Hanbal pernah ditanya tentang riwayat Nu’im ibn Hammad, tiba-tiba beliau memalingkan wajahnya sambil berkata: “Hadits munkar dan majhul” (Daf’u Syubah at-Tasybih, h. 32). Penilaian Al-Imam Ahmad ini artinya bahwa riwayat Nu’aim ibn Hammad ada sesuatu yang sama sekali tidak benar.

      (Masalah): Jika kaum Musyabbihah, seperti kaum Wahhabiyyah, mengatakan bahwa adz-Dzahabi telah mengutip riwayat dari kitab al-Asma’ Wa ash-Shifat karya al-Hafizh al-Bayhaqi bahwa pernyataan “Allah berada di langit” adalah berasal dari al-Imam Abu Hanifah.

      (Jawab): Kita katakan: Riwayat al-Hafizh al-Bayhaqi dalam kitab al-Asma’ Wa ash-Shifat dengan memepergunakan kata “In shahhat al-hikayah…” (al-Asma’ Wa ash-Shifat, h. 429). Hal ini menunjukan bahwa riwayat tersebut bermasalah. Artinya, riwayat yang dikutip al-Hafizh al-Bayhaqi ini bukan untuk dijadikan dalil. Yang menjadi masalah besar ialah bahwa tulisan al-Bayhaqi “In shahhat ar-riwayah…” ini diacuhkan oleh adz-Dzahabi untuk tujuan memberikan pemahaman kepada para pembaca bahwa pernyataan “Allah berada di langit” adalah statemen al-Imam Abu Hanifah. Ini menunjukan bahwa adz-Dzahabi tidak memiliki amanat ilmiyah. Hal ini juga menunjukan bahwa adz-Dzahabi telah banyak dipengaruhi oleh faham-faham gurunya sendiri, yaitu Ibn Taimiyah. al-Imam al-Muhaddits Muhammad Zahid al-Kautsari dalam Takmilah ar-Radd ‘Ala Nuniyyah Ibn al-Qayyim menuliskan bahwa pernyataan al-Bayhaqi dalam al-Asma’ Wa ash-Shifat: “In shahhat ar-riwayah…” menunjukan bahwa dalam riwayat tersebut terdapat beberapa cacat (al-khalal).

      Namun hal terpenting dari pada itu ialah bahwa al-Imam al-Bayhaqi dalam kitab al-Asma’ Wa ash-Shifat tersebut, di dalam banyak tempat banyak menyebutkan tentang kesucian Allah dari pada tempat dan arah, salah satunya pernyataan beliau berikut ini:

      “Sebagian sahabat kami (kaum Ahlussunnah dari madzhab Asy’ariyyah Syafi’iyyah) mengambil dalil dalam menafikan tempat dari Allah dengan sebuah hadits sabda Rasulullah: “Engkau ya Allah az-Zahir (Yang segala sesuatu menunjukan akan keberadaan-Nya) tidak ada suatu apapun di atas-Mu, dan Engkau ya Allah al-Bathin (Yang tidak dapat diraih oleh akal pikiran) tidak ada suatu apapun di bawah-Mu”. Dari hadits ini dipahami jika tidak ada suatu apapun di atas Allah, dan tidak ada suatu apapun di bawah-Nya maka berarti Dia ada tanpa tempat” (al-Asma’ Wa ash-Shifat, h. 400).

      Pada halaman lain dalam kitab al-Asma’ Wa ash-Shifat, Al-Imam al-Bayhaqi menuliskan: “Apa yang diriwayatkan secara menyendiri (tafarrud) oleh al-Kalbi dan lainnya memberikan pemahaman bahwa Allah memiliki bentuk, padahal sesuatu yang memiliki bentuk maka pasti dia itu baharu, membutuhkan kepada yang menjadikannya dalam bentuk tersebut. Sementara Allah itu Qadim dan Azali (tanpa permulaan)” (al-Asma’ Wa ash-Shifat, h. 415).

      Pada bagian lain dari kitab di atas, al-Imam al-Bayhaqi menuliskan: “Sesungguhnya Allah ada tanpa tempat” (al-Asma’ Wa ash-Shifat, h. 448-449).

      Juga mengatakan: “Sesungguhnya gerak, diam, dan bersemayam atau bertempat itu adalah termasuk sifat-sifat benda. Sementara Allah tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia tidak membutuhkan kepada suatu apapun, dan tidak ada suatu apapun yang menyerupai-Nya” (al-Asma’ Wa ash-Shifat, h. 448-449).

      Dengan penjelasan ini menjadi sangat terang bagi kita bahwa keyakinan Allah berada di langit yang dituduhkan sebagai keyakinan Al-Imam Abu Hanifah adalah kedustaan belaka yang sama seakali tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Tuduhan semacam ini tidak hanya kedustaan kepada Al-Imam Abu Hanifah semata, tapi juga kedusataan terhadap orang-orang Islam secara keseluruhan dan kedustaan terhadap ajaran-ajaran Islam itu sendiri.
      Al Hamdu Lillah Rabb al-Alamin.

    • Anti/Bebas Mazhab bid`ah terbesar hancurkan Syariat Islam
      Posted on May 28, 2009 by salafytobat

      1. Bebas Mazhab bid`ah yang paling bahaya yang meruntuhkan Syariat Islam

      Sejarah telah membuktikan bahawa taqlid dan thoriqah tidak sekali-kali menyebabkan umat menjadi jumud dan beku. Sebaliknya, seruan ijtihad dan bebas dari bertaqlid kepada mazhab tertentu yang diserukan oleh kaum mutassallif abad kita ini, amatlah meragukan dan sehingga kini yang dihasilkannya adalah perpecahan dan kehinaan yang berpanjangan kepada umat ini. Seruan tersebut masih tidak membuahkan apa-apa hasil dan natijah yang boleh dibanggakan. Seruan agar umat berijtihad tanpa mengira samada mereka itu berkelayakan atau tidak, adalah satu seruan yang merbahaya dan boleh meruntuhkan agama serta memecahkan perpaduan umat. Kalaupun nak berijtihad, maka biarlah ianya dilakukan oleh ulama yang mencapai darjat mujtahid. Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Buthi telah mengarang satu buku yang amat baik menjelaskan tentang bahaya fahaman al-la madzhabiyyah (bebas mazhab). Karyanya tersebut berjodol “al-La Madzhabiyyah akhtharu bid`atin tuhaddidusy Syarii`atal Islamiyyah” (Bebas Mazhab bid`ah yang paling bahaya yang meruntuhkan Syariat Islam). Eloklah sesiapa yang ingin mengetahui berhubung bahaya ini membaca dan mentelaah karya ulama Syria ini dengan hati yang bersih dan ikhlas untuk mencari kebenaran. Rasanya telah ada pun terjemahannya dalam Bahasa Melayu, tapi kepada yang nak jadi mujtahid kenalah baca yang asal dalam Bahasa `Arab. Cam ne nak jadi mujtahid kalau masih bertaqlid dengan terjemahan orang lain!!!!!

      Realiti dari sejarah telah membuktikan bahawa Islam dahulunya berkembang dan gemilang di bawah tangan mereka – mereka yang bermazhab dan sufi. Seruan agar pintu ijtihad dibuka luas hatta kepada golongan awam yang fatihah pun lintang-pukang adalah seruan yang diterbitkan oleh musuh-musuh Islam untuk memusnahkan perpaduan umat. Jelas kesannya, umat mula berpecah belah sesama sendiri, sehingga mereka bergaduh isu remeh temeh, dan meninggalkan pembangunan dalam bidang-bidang lain. Apa tidaknya, bila ahli ekonomi dan perbankan sibuk membicarakan hukum-hukum khilaf mazhab dan meninggalkan bidang ekonomi dan perbankan yang sepatutnya mereka bangun. Sayang sekali “ijtihad” mereka digunakan dalam perkara-perkara yang telah diijtihadkan oleh para ulama mujtahidin yang terdahulu. Sungguh ijtihad para juhala` itu lebih berbahaya dari taqlidnya mereka kepada ulama yang mujtahid. Marilah kita merenungi sepotong hadits yang diriwayatkan oleh Imam ad-Dailami dalam “Musnad al-Firdaus” yang walaupun dinilai sebagai dhoif oleh para muhadditsin tetapi ianya memiliki makna yang shohih yang tidak bercanggah dengan roh syariat Islam. Tambahan pula ianya turut dinukil oleh para muhadits lain dalam karya-karya mereka seperti oleh Imam as-Sayuthi dalam “al-Jami`ush Shoghir fi ahaaditsil Basyirin Nadzir” iaitu hadits yang ke – 11. Tidaklah kita pedulikan penilaian al-Albani yang memaudhu`kan hadits ini, kerana jika dia yang memaudhu`kannya, maka ada ulama lain yang tidak mengeluarkannya dari senarai hadits walaupun dinilaikan sebagai dhoif. Jika al-Albani berhak untuk berijtihad bahawa hadits tersebut maudhu`, maka apa pula yang menegah para muhaddits terdahulu berijtihad untuk tidak memaudhu`kan riwayat tersebut. Berbalik kepada sabdaan tersebut, maka Junjungan Nabi s.a.w. diriwayatkan sebagai bersabda:-

      Penyakit / Kebinasaan bagi agama itu ada tiga: (i) faqih yang fajir; (ii) pemimpin yang jahat; dan (iii) mujtahid yang jahil.

      Tanpa memperhatikan kepada sanad hadits di atas, adakah kita tidak setuju bahawa mujtahid yang jahil itu membinasakan agama? Bukankah yang dinyatakan itu adalah satu kebenaran yang tidak boleh ditolak. Semoga Allah merahmati semua mujtahid yang benar-benar layak berijtihad dan dibersihkanNya umat ini dari segala fitnah yang timbul daripada mujtahid-mujtahid gadungan. Pahlawan agama yang bermazhab dan berjasa mendaulatkan Islam
      2. Bermazhab dengan mazhab al-Salafiyyah (Salafy/shahabat) adalah DILARANG

      Penjelasan Imam al-Nawawi dipetik dari kitab Majmu’ Sharh al-Muhazzab

      Bab Adab Berfatwa, Mufti dan Orang Yang Bertanya Fatwa

      Bab Adab Berfatwa, Mufti dan Orang Yang Bertanya Fatwa

      Terjemahan

      “Dan tidak boleh bagi si awam itu bermazhab dengan mazhab salah seorang daripada imam-imam di kalangan para sahabat r.anhum dan selain daripada mereka daripada generasi-generasi yang terawal, walaupun mereka lebih alim dan lebih tinggi darjatnya berbanding dengan (ulama’) selepas mereka;

      ini adalah kerena mereka tidak meluangkan masa sepenuhnya untuk mengarang ilmu dan meletakkan prinsip-prinsip asas dan furu’nya. Maka tidak ada bagi salah seorang daripada mereka sebuah mazhab yang telah dihalusi, dianalisis dan diperakui.

      Hanyasanya, (ulama’2) yang datang selepas mereka yang merupakan pendokong mazhab para sahabat dan tabien lah yang melakukan usaha meletakkan hukum-hukum sebelum berlakunya perkara tersebut; yang bangkit menerangkan prinsip-prinsip asas dan furu’ mereka seperti (Imam) Malik dan (Imam) Abu Hanifah dan selain dari mereka berdua.”

      [Kemudian Imam al-Nawawi menjelaskan kelebihan mazhab Imam al-Shafie dari pandangan beliau dan dengan secara tersiratnya menerangkan mengapa beliau bermazhab dengan mazhab Imam al-Shafie]

      “Dan oleh kerana Imam al-Shafie adalah merupakan imam yang terkemudian dari sudut masa, maka beliau telah melihat mazhab-mazhab mereka seperti mana mereka melihat mazhab-mazhab ulama’ sebelum mereka. Maka beliau menperhalusinya, mengujinya dan mengkritiknya dan memilih yang paling rajih (kuat) dan beliau mendapat hasil daripada usaha ulama’2 sebelum beliau yang telah meletakkan gambaran dan pengasasan, maka beliau telah meluangkan masa untuk memilih dan mentarjih dan menyempurnakan dan meminda, dengan pengetahuan beliau dan kebijaksanaan beliau dalam pelbagai bidang ilmu.

      Dan dengan perkara ini beliau mendapat kedudukan yang lebih kuat dan rajih, kemudian tidak ada selepas beliau, (alim) yang mencapai kedudukan seperti beliau dalam perkara ini.

      Maka dengan ini, mazhab beliau adalah mazhab yang paling utama untuk diikuti dan bertaqlid dengannya – dan ini dengan jelasnya bahawa kita mestilah berlaku adil dan tidak ada meletakkan sebarang sikap memandang rendah pada salah seorang daripada para imam.

      Hal ini, apabila diteliti oleh si awam akan memandunya kepada memilih mazhab Imam al-Shafie dan bermazhab dengannya.”

      Sedikit Ulasan

      * Mengikut mazhab yang empat pada hakikatnya mengikut mazhab para sahabat dan tabien kerana ulama’ mazhab empat merupakan pendokong mazhab para sahabat dan tabien yang mengikut sunnnah Rasulullah SAW.

      * Terdapat beberapa Imam dalam mazhab al-Shafie yang menerangkan sebab kenapa mereka bermazhab dengan mazhab Imam al-Shafie seperti Imam al-Nawawi, Imam al-Bayhaqi dan Imam al-Suyuthi. Jelaslah mereka bermazhab dengan mazhab Imam al-Shafie bukan kerana taqlid semata-mata.

      * Kalau andadapat cari sebab-sebab yang dikemukan oleh para imam tersebut, Insya Allah, akan bertambah kuat pegangan anda dengan mazhab yang muktabar seperti mazhab Imam al-Shafie .

      * Ada saper2 nak bantah kata2 Imam al-Nawawi ini?!

      * Pelik sungguh bila melihat orang ramai sanggup mengikut pendapat golongan Wahhabi yang tidak mempunyai latar belakang pengajian agama yang kukuh, bahkan sebahagian besar mereka adalah daripada golongan professional [pilot pun ader, pegawai syarikat komunikasi pun ader, pegawai bank pun ader] yang tidak mahir berbahasa arab dan meninggalkan ulama’ mazhab yang empat seperti Imam al-Nawawi .

      * Fikir-fikirkanlah .

      3. Bermazhab dengan mazhab al-Salafiyyah adalah bid’ah yang tidak pernah berlaku sebelum ini.

      Alim besar Syria yang tidak perlu diperkenalkan lagi, al-Sheikh Prof. Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Bouthi menerangkan dengan panjang lebar sebuah ajaran baru yang dinamakan “al-Salafiyyah” selepas ditukar jenama daripada “al-Wahhabiyyah” kerana pengamal ajaran ini tidak mahu ajaran ini dinisbahkan kepada Muhammad Ibn Abdul Wahhab semata-mata. [Rujuk m/s 235 & 236 daripada kitab dibawah]

      Beliau menyatakan bahawa MENGIKUT GENERASI SALAF adalah satu perkara yang sangat-sangat berbeza berbanding BERMAZHAB DENGAN MAZHAB AL-SALAFIYYAH yang digembar-gemburkan oleh pengamal Wahhabi pada hari ini.[Rujuk m/s 221 sehingga 242 daripada kitab di bawah].

      Beliau berkata bahawa istilah yang digunakan oleh para ulama’ untuk menamakan kedudukan para ulama’ yang benar adalah Ahli Sunnah dan Jama’ah. Istilah Ahli Sunnah dan Jama’ah adalah istilah yang telah diijmak oleh para ulama’ generasi Salaf untuk menamakan golongan yang benar. Manakala istilah al-Salafiyyah yang digunakan oleh golongan Wahhabi pada hari ini untuk melambangkan dan menamakan golongan yang benar [menurut sangkaan mereka] adalah satu bid’ah yang tercela bahkan tidak pernah digunakan oleh generasi Salafus Soleh untuk menamakan golongan yang benar. Sila lihat petikan dan terjemahan kata-kata beliau di bawah [Semoga anda diberi hidayah oleh Allas SWT]. Kitab ini bertajuk:

      [السلفية: مرحلة زمنية مباركة لا مذهب إسلامي]

      “Al-Salafiyyah: Satu Tempoh Masa Yang Diberkati dan bukanlah Sebuah Mazhab Islam.”

      Kitab ini adalah satu penerangan dan kritikan yang penuh ilmiah terhadap ajaran Wahhabi yang dikarang oleh seorang alim seperti beliau.

      “Cukuplah pujian bagi kitab ini dengan disebutkan nama penulisnya.”

      Terjemahan:“Dan manakala apabila seorang Muslim mentakrifkan / memperkenalkan dirinya dengan menyatakan bahawa dia disandarkan kepada sebuah mazhab yang dikenali pada hari ini dengan al-Salafiyyah, maka tanpa ragu-ragu lagi dia adalah seorang ahli bid’ah.

      Ini adalah kerana sekiranya istilah “al-Salafiyyah” boleh memberi maksud yang sama seperti “Ahli Sunnah dan Jamaah”, maka sesungguhnya dia telah melakukan bid’ah dengan mencipta nama yang berbeza dengan nama yang telah disepakati oleh generasi Salaf [Semoga keredhaan Allah dilimpahkan ke atas mereka].

      Dan nama yang bid’ah lagi tidak diperlukan ini telah cukup untuk menimbulkan ketidakstabilan dan perpecahan di dalam saf-saf [perpaduan] umat Islam.

      Dan manakala sekirannya nama al-Salafiyyah ini memberi maksud yang berbeza dengan dengan hakikat Ahli Sunnah dan Jama’ah – dan inilah kebenarannya – maka bid’ah ini telah berlaku dengan nama rekaan tersebut [al-Salafiyyah] serta kandungannya yang bathil, dan istilah ini cuba menegakkan benderanya dan mengangkat kedudukannya sebagai ganti kepada kebenaran yang telah disepakati oleh generasi Salaf dan [generasi Salafus Soleh pada hakikatnya] telah berijma’ menggunakan nama “Ahli Sunnah dan Jama’ah” [bagi golongan yang benar].”

      Maka telah terbuktilah bid’ah [golongan Salafi Wahhabi ini] dalam menggunakan istilah “al-Salafiyyah” di samping maksudnya yang juga bid’ah untuk digunakan sebagai jenama/nama bagi sebuah kumpulan baru [Salafi Wahhabi] yang memisahkan diri mereka dari jemaah umum Umat Islam yang bersatu dalam menggunakan istilah “Ahli Sunnah dan Jama’ah” serta berpegang dengan hakikat [Ahli Sunnah dan Jama’ah] yang benar.”

      Dapat difahami daripada kata-kata di atas bahawa al-Sheikh al-Bouthi:

      1. Menerangkan bahawa istilah al-Salafiyyah adalah satu istilah yang bid’ah dan bertentangan dengan kesepakatan ulama’ generasi Salaf.
      2. Menolak istilah al-Salafiyyah untuk digunakan sebagai ganti Ahli Sunnah dan Jamaah.
      3. Berterus-terang bahawa kandungan ajaran yang dibawa oleh kelompok Salafiyyah Wahhabiyyah adalah bukan merupakan pegangan Ahli Sunnah dan Jamaah.

      Semoga nasihat beliau ini mampu melembutkan hati yang keras, menghidupkan hati yang mati, menyedarkan hati yang lalai, mengubati hati yang berpenyakit dan meluruskan hati yang terpesong dengan izin Allah SWT dan berkat kasih sayang-Nya kepada Rasulullah SAW.

      Wassalam.

    • Kalau Salafi telah menulis 1-2 kitab yg berisi apa yg mereka anggap sebagai penyimpangan dari HT, Ikhwan, Tabligh dll dari aqidah dan manhaj salafush shalih, maka telah muncul puluhan ulama yang telah mengarang puluhan kitab untuk mengkritik dan menjelaskan kepada umat tentang penyimpangan aqidah Salafi –wahabi – alhamdulillah (nb : yg kami nukil dr makalah berbahasa inggris yg berjudul (‘’THE DOCTRINE OF AHL AL-SUNNA VERSUS THE “SALAFI” MOVEMENT’’ ) :

      Al-Ahsa’i Al-Misri, Ahmad (1753-1826): Unpublished manuscript of a refutation of the Wahhabi sect. His son Shaykh Muhammad ibn Ahmad ibn `Abd al-Latif al-Ahsa’i also wrote a book refuting them.

      Al-Ahsa’i, Al-Sayyid `Abd al-Rahman: wrote a sixty-seven verse poem which begins with the verse:

      Badat fitnatun kal layli qad ghattatil aafaaqa
      wa sha“at fa kadat tublighul gharba wash sharaqa
      [A confusion came about like nightfall covering the skies
      and became widespread almost reaching the whole world]

      Al-`Amrawi, `Abd al-Hayy, and `Abd al-Hakim Murad (Qarawiyyin University, Morocco): Al-tahdhir min al-ightirar bi ma ja’a fi kitab al-hiwar [“Warning Against Being Fooled By the Contents of the Book (by Ibn Mani`) A Debate With al-Maliki (an attack on Ibn `Alawi al-Maliki by a Wahhabi writer)”] (Fes: Qarawiyyin, 1984).

      `Ata’ Allah al-Makki: al-sarim al-hindi fil `unuq al-najdi [“The Indian Scimitar on the Najdi’s Neck”].

      Al-Azhari, `Abd Rabbih ibn Sulayman al-Shafi`i (The author of Sharh Jami’ al-Usul li ahadith al-Rasul, a basic book of Usul al-Fiqh: Fayd al-Wahhab fi Bayan Ahl al-Haqq wa man dalla `an al-sawab, 4 vols. [“Allah’s Outpouring in Differentiating the True Muslims From Those Who Deviated From the Truth”].

      Al-`Azzami, `Allama al-shaykh Salama (d. 1379H): Al-Barahin al-sati`at [“The Radiant Proofs…”].

      Al-Barakat al-Shafi`i al-Ahmadi al-Makki, `Abd al-Wahhab ibn Ahmad: unpublished manuscript of a refutation of the Wahhabi sect.

      al-Bulaqi, Mustafa al-Masri wrote a refutation to San`a’i’s poem in which the latter had praised Ibn `Abd al-Wahhab. It is in Samnudi’s “Sa`adat al-Darayn” and consists in 126 verses beginning thus:

      · Bi hamdi wali al-hamdi la al-dhammi astabdi
      Wa bil haqqi la bil khalqi lil haqqi astahdi
      [By the glory of the Owner of glory, not baseness, do I overcome;
      And by Allah, not by creatures, do I seek guidance to Allah]

      Al-Buti, Dr. Muhammad Sa`id Ramadan (University of Damascus): Al-salafiyyatu marhalatun zamaniyyatun mubarakatun la madhhabun islami [“The Salafiyya is a blessed historical period not an Islamic school of law”] (Damascus: Dar al-fikr, 1988); Al-lamadhhabiyya akhtaru bid`atin tuhaddidu al-shari`a al-islamiyya [“Non-madhhabism is the most dangerous innovation presently menacing Islamic law”] (Damascus: Maktabat al-Farabi, n.d.).

      Al-Dahesh ibn `Abd Allah, Dr. (Arab University of Morocco), ed. Munazara `ilmiyya bayna `Ali ibn Muhammad al-Sharif wa al-Imam Ahmad ibn Idris fi al-radd `ala Wahhabiyyat Najd, Tihama, wa `Asir [“Scholarly Debate Between the Sharif and Ahmad ibn Idris Against the Wahhabis of Najd, Tihama, and `Asir”].

      Dahlan, al-Sayyid Ahmad ibn Zayni (d. 1304/1886). Mufti of Mecca and Shaykh al-Islam (highest religious authority in the Ottoman jurisdiction) for the Hijaz region: al-Durar al-saniyyah fi al-radd ala al-Wahhabiyyah [“The Pure Pearls in Answering the Wahhabis”] pub. Egypt 1319 & 1347 H; Fitnat al-Wahhabiyyah [“The Wahhabi Fitna”]; Khulasat al-Kalam fi bayan Umara’ al-Balad al-Haram [“The Summation Concerning the Leaders of the Sacrosanct Country”], a history of the Wahhabi fitna in Najd and the Hijaz.

      al-Dajwi, Hamd Allah: al-Basa’ir li Munkiri al-tawassul ka amthal Muhd. Ibn `Abdul Wahhab [“The Evident Proofs Against Those Who Deny the Seeking of Intercession Like Muhammad Ibn `Abdul Wahhab”].

      Shaykh al-Islam Dawud ibn Sulayman al-Baghdadi al-Hanafi (1815-1881 CE): al-Minha al-Wahbiyya fi radd al-Wahhabiyya [“The Divine Dispensation Concerning the Wahhabi Deviation”]; Ashadd al-Jihad fi Ibtal Da`wa al-Ijtihad [“The Most Violent Jihad in Proving False Those Who Falsely Claim Ijtihad”].

      Al-Falani al-Maghribi, al-Muhaddith Salih: authored a large volume collating the answers of scholars of the Four Schools to Muhammad ibn `Abd al-Wahhab.

      al-Habibi, Muhammad `Ashiq al-Rahman: `Adhab Allah al-Mujdi li Junun al-Munkir al-Najdi [“Allah’s Terrible Punishment for the Mad Rejector From Najd”].

      Al-Haddad, al-Sayyid al-`Alawi ibn Ahmad ibn Hasan ibn al-Qutb

      Sayyidi `Abd Allah ibn `Alawi al-Haddad al-Shafi`i: al-Sayf al-batir li `unq al-munkir `ala al-akabir [“The Sharp Sword for the Neck of the Assailant of Great Scholars”]. Unpublished manuscript of about 100 folios; Misbah al-anam wa jala’ al-zalam fi radd shubah al-bid`i al-najdi al-lati adalla biha al-`awamm [“The Lamp of Mankind and the Illumination of Darkness Concerning the Refutation of the Errors of the Innovator From Najd by Which He Had Misled the Common People”]. Published 1325H.

      Al-Hamami al-Misri, Shaykh Mustafa: Ghawth al-`ibad bi bayan al-rashad [“The Helper of God’s Servants According to the Affirmation of Guidance”].

      Al-Hilmi al-Qadiri al-Iskandari, Shaykh Ibrahim: Jalal al-haqq fi kashf ahwal ashrar al-khalq [“The Splendor of Truth in Exposing the Worst of People] (pub. 1355H).

      Al-Husayni, `Amili, Muhsin (1865-1952). Kashf al-irtiyab fi atba` Muhammad ibn `Abd al-Wahhab [“The Dispelling of Doubt Concerning the Followers of Muhammad ibn `Abd al-Wahhab”]. [Yemen?]: Maktabat al-Yaman al-Kubra, 198?.

      Ibn `Abd al-Latif al-Shafi`i, `Abd Allah: Tajrid sayf al-jihad `ala mudda`i al-ijtihad [“The drawing of the sword of jihad against the false claimants to ijtihad”].

      The family of Ibn `Abd al-Razzaq al-Hanbali in Zubara and Bahrayn possess both manuscript and printed refutations by scholars of the Four Schools from Mecca, Madina, al-Ahsa’, al-Basra, Baghdad, Aleppo, Yemen and other Islamic regions.

      Ibn `Abd al-Wahhab al-Najdi, `Allama al-Shaykh Sulayman, elder brother of Muhammad ibn `Abd al-Wahhab: al-Sawa’iq al-Ilahiyya fi al-radd ‘ala al-Wahhabiyya [“Divine Lightnings in Answering the Wahhabis”]. Ed. Ibrahim Muhammad al-Batawi. Cairo: Dar al-insan, 1987. Offset reprint by Waqf Ikhlas, Istanbul: Hakikat Kitabevi, 1994. Prefaces by Shaykh Muhammad ibn Sulayman al-Kurdi al-Shafi`i and Shaykh Muhammad Hayyan al-Sindi (Muhammad Ibn `Abd al-Wahhab’s shaykh) to the effect that Ibn `Abd al-Wahhab is “dall mudill” (“misguided and misguiding”).

      Ibn `Abidin al-Hanafi, al-Sayyid Muhammad Amin: Radd al-muhtar `ala al-durr al-mukhtar, Vol. 3, Kitab al-Iman, Bab al-bughat [“Answer to the Perplexed: A Commentary on “The Chosen Pearl,”” Book of Belief, Chapter on Rebels]. Cairo: Dar al-Tiba`a al-Misriyya, 1272 H.

      Ibn `Afaliq al-Hanbali, Muhammad Ibn `Abdul Rahman: Tahakkum al-muqallidin bi man idda`a tajdid al-din [Sarcasm of the muqallids against the false claimants to the Renewal of Religion]. A very comprehensive book refuting the Wahhabi heresy and posting questions which Ibn `Abdul Wahhab and his followers were unable to answer for the most part.

      Ibn Dawud al-Hanbali, `Afif al-Din `Abd Allah: as-sawa`iq wa al-ru`ud [“Lightnings and thunder”], a very important book in 20 chapters. According to the Mufti of Yemen Shaykh al-`Alawi ibn Ahmad al-Haddad, the mufti of Yemen, “This book has received the approval of the `ulama of Basra, Baghdad, Aleppo, and Ahsa’ [Arabian peninsula]. It was summarized by Muhammad ibn Bashir the qadi of Ra’s al-Khayma in Oman.”

      Ibn Ghalbun al-Libi also wrote a refutation in forty verses of al-San`ani’s poem in which the latter had praised Ibn `Abd al-Wahhab. It is in Samnudi’s Sa`adat al-darayn and begins thus:

      Salami `ala ahlil isabati wal-rushdi

      Wa laysa `ala najdi wa man halla fi najdi

      [My salutation is upon the people of truth and guidance

      And not upon Najd nor the one who settled in Najd]

      Ibn Khalifa `Ulyawi al-Azhari: Hadhihi `aqidatu al-salaf wa al-khalaf fi dhat Allahi ta`ala wa sifatihi wa af`alihi wa al-jawab al-sahih li ma waqa`a fihi al-khilaf min al-furu` bayna al-da`in li al-salafiyya wa atba` al-madhahib al-arba`a al-islamiyya [“This is the doctrine of the Predecessors and the Descendants concerning the divergences in the branches between those who call to al-salafiyya and the followers of the Four Islamic Schools of Law”] (Damascus: Matba`at Zayd ibn Thabit, 1398/1977.

      Kawthari al-Hanafi, Muhammad Zahid. Maqalat al-Kawthari. (Cairo: al-Maktabah al-Azhariyah li al-Turath, 1994).

      Al-Kawwash al-Tunisi, `Allama Al-Shaykh Salih: his refutation of the Wahhabi sect is contained in Samnudi’s volume: “Sa`adat al-darayn fi al-radd `ala al-firqatayn.”

      Khazbek, Shaykh Hasan: Al-maqalat al-wafiyyat fi al-radd `ala al-wahhabiyyah[“Complete Treatise in Refuting the Wahhabis”].

      Makhluf, Muhammad Hasanayn: Risalat fi hukm al-tawassul bil-anbiya wal-awliya [“Treatise on the Ruling Concerning the Use of Prophets and Saints as Intermediaries”].

      Al-Maliki al-Husayni, Al-muhaddith Muhammad al-Hasan ibn `Alawi: Mafahimu yajibu an tusahhah [“Notions that should be corrected”] 4th ed. (Dubai: Hashr ibn Muhammad Dalmuk, 1986); Muhammad al-insanu al-kamil [“Muhammad, the Perfect Human Being”] 3rd ed. (Jeddah: Dar al-Shuruq, 1404/1984).

      Al-Mashrifi al-Maliki al-Jaza’iri: Izhar al-`uquq mimman mana`a al-tawassul bil nabi wa al-wali al-saduq [“The Exposure of the Disobedience of Those Who Forbid Using the Intermediary of the Prophets and the Truthful Saints].

      Al-Mirghani al-Ta’ifi, `Allama `Abd Allah ibn Ibrahim (d. 1793): Tahrid al-aghbiya’ `ala al-Istighatha bil-anbiya’ wal-awliya [“The Provocations of the Ignorant Against Seeking the Help of Prophets and Saints”] (Cairo: al-Halabi, 1939).

      Mu’in al-Haqq al-Dehlawi (d. 1289): Sayf al-Jabbar al-maslul `ala a`da’ al-Abrar [“The Sword of the Almighty Drawn Against the Enemies of the Pure Ones”].

      Al-Muwaysi al-Yamani, `Abd Allah ibn `Isa: Unpublished manuscript of a refutation of the Wahhabi sect.

      Al-Nabahani al-Shafi`i, al-qadi al-muhaddith Yusuf ibn Isma`il (1850-1932): Shawahid al-Haqq fi al-istighatha bi sayyid al-Khalq (s) [“The Proofs of Truth in the Seeking of the Intercession of the Prophet”].

      Al-Qabbani al-Basri al-Shafi`i, Allama Ahmad ibn `Ali: A manuscript treatise in approximately 10 chapters.

      Al-Qadumi al-Nabulusi al-Hanbali: `AbdAllah: Rihlat [“Journey”].

      Al-Qazwini, Muhammad Hasan, (d. 1825). Al-Barahin al-jaliyyah fi raf` tashkikat al-Wahhabiyah [“The Plain Demonstrations That Dispel the Aspersions of the Wahhabis”]. Ed. Muhammad Munir al-Husayni al-Milani. 1st ed. Beirut: Mu’assasat al-Wafa’, 1987.

      Al-Qudsi: al-Suyuf al-Siqal fi A`naq man ankara `ala al-awliya ba`d al-intiqal [“The Burnished Swords on the Necks of Those Who Deny the Role of Saints After Their Leaving This World”].

      Al-Rifa`i, Yusuf al-Sayyid Hashim, President of the World Union of Islamic Propagation and Information: Adillat Ahl al-Sunna wa al-Jama`at aw al-radd al-muhkam al-mani` `ala munkarat wa shubuhat Ibn Mani` fi tahajjumihi `ala al-sayyid Muhammad `Alawi al-Maliki al-Makki [“The Proofs of the People of the Way of the Prophet and the Muslim Community: or, the Strong and Decisive Refutation of Ibn Mani`’s Aberrations and Aspersions in his Assault on Muhammad `Alawi al-Maliki al-Makki”] (Kuwait: Dar al-siyasa, 1984).

      Al-Samnudi al-Mansuri, al-`Allama al-Shaykh Ibrahim: Sa`adat al-darayn fi al-radd `ala al-firqatayn al-wahhabiyya wa muqallidat al-zahiriyyah [“Bliss in the Two Abodes: Refutation of the Two Sects, Wahhabis and Zahiri Followers”].

      Al-Saqqaf al-Shafi`i, Hasan ibn `Ali, Islamic Research Intitute, Amman, Jordan: al-Ighatha bi adillat al-istighatha wa al-radd al-mubin `ala munkiri al-tawassul [“The Mercy of God in the Proofs of Seeking Intercession and the Clear Answer to Those who Reject it”]; Ilqam al hajar li al-mutatawil `ala al-Asha`ira min al-Bashar [“The Stoning of All Those Who Attack Ash’aris”]; Qamus shata’im al-Albani wa al-alfaz al-munkara al-lati yatluquha fi haqq ulama al-ummah wa fudalai’ha wa ghayrihim… [“Encyclopedia of al-Albani’s Abhorrent Expressions Which He Uses Against the Scholars of the Community, its Eminent Men, and Others…”] Amman : Dar al-Imam al-Nawawi, 1993.

      Al-Sawi al-Misri: Hashiyat `ala al-jalalayn [“Commentary on the Tafsir of the Two Jalal al-Din”].

      Sayf al-Din Ahmed ibn Muhammad: Al-Albani Unveiled: An Exposition of His Errors and Other Important Issues, 2nd ed. (London: s.n., 1994).

      Al-Shatti al-Athari al-Hanbali, al-Sayyid Mustafa ibn Ahmad ibn Hasan, Mufti of Syria: al-Nuqul al-shar’iyyah fi al-radd ‘ala al-Wahhabiyya [“The Legal Proofs in Answering the Wahhabis”].

      Al-Subki, al-hafiz Taqi al-Din (d. 756/1355): Al-durra al-mudiyya fi al-radd `ala Ibn Taymiyya, ed. Muhammad Zahid al-Kawthari [“The Luminous Pearl: A Refutation of Ibn Taymiyya”]; Al-rasa’il al-subkiyya fi al-radd `ala Ibn Taymiyya wa tilmidhihi Ibn Qayyim al-Jawziyya, ed. Kamal al-Hut [“Subki’s treatises in Answer to Ibn Taymiyya and his pupil Ibn Qayyim al-Jawziyya”] (Beirut: `Alam al-Kutub, 1983); Al-sayf al-saqil fi al-radd `ala Ibn Zafil [“The Burnished Sword in Refuting Ibn Zafil (Ibn Qayyim al-Jawziyya)” Cairo: Matba`at al-Sa`ada, 1937; Shifa’ al-siqam fi ziyarat khayr al-anam [“The healing of the sick in visiting the Best of Creation”].

      Sunbul al-Hanafi al-Ta’ifi, Allama Tahir: Sima al-Intisar lil awliya’ al-abrar [“The Mark of Victory Belongs to Allah’s Pure Friends”].

      Al-Tabataba’i al-Basri, al-Sayyid: also wrote a reply to San`a’i’s poem which was excerpted in Samnudi’s Sa`adat al-Darayn. After reading it, San`a’i reversed his position and said: “I have repented from what I said concerning the Najdi.”

      Al-Tamimi al-Maliki, `Allama Isma`il (d. 1248), Shaykh al-Islam in Tunis: wrote a refutation of a treatise of Ibn `Abd al-Wahhab.

      Al-Wazzani, al-Shaykh al-Mahdi, Mufti of Fes, Morocco: Wrote a refutation of Muhammad `Abduh’s prohibition of tawassul.

      al-Zahawi al-Baghdadi, Jamil Effendi Sidqi (d. 1355/1936): al-Fajr al-Sadiq fi al-radd ‘ala munkiri al-tawassul wa al-khawariq [“The True Dawn in Refuting Those Who Deny the Seeking of Intercession and the Miracles of Saints”] Pub. 1323/1905 in Egypt.

      Al-Zamzami al-Shafi`i, Muhammad Salih, Imam of the Maqam Ibrahim in Mecca, wrote a book in 20 chapters against them according to al-Sayyid al-Haddad.

      See also:

    • BUKTI TOKOH BESAR WAHHABI HALALKAN LIWAT (Abdul Rahman Ad-Dimasyqiyyah)
      Posted on May 26, 2009 by salafytobat
      BUKTI WAHHABI HALALKAN LIWAT (Kaitan DrMaza Dengan Kes Liwat)

      SEMUA WAHHABI MENGHARUSKAN AMALAN LIWAT YANG JELAS DILARANG OLEH ISLAM. HUKUM PENGHARAMAN LIWAT ADALAH MA’LUM BINADDIN BIDDORUROH DIKETAHUI OLEH MASYARAKAT ISLAM. MALANGNYA WAHHABI SERING DIKAITKAN DENGAN RATUSAN KES-KES LIWAT DAN SECARA TERANG-TERANGAN WAHHABI MENGHALALKAN LIWAT.

      Di atas merupakan bukti pengakuan sendiri anak didik ajaran Wahhabi yang menuntut ilmu dari Mohd Asri Zainul Abidin (Mufti yang dikatakan pernah dibuang mungkin disebabkan kes ini). Bukti di atas sekarang telahpun dipadam dari laman web mereka oleh Wahhabi yang menyamakan Allah dengan makhluk yang menghalalkan amalan meliwat ke dubur manusia. Mereka memadamnya kerana tembelang mereka yang dilihat seronok menghalalkan amalam liwat telah terbongkar. Hakikatnya Wahhabi banyak menghalalkan amalan melancap dibulan puasa tidak batal puasa, liwat, bunuh dan pelbagai lagi mereka halalkan untuk diri mereka sendiri waktu yang sama Wahhabi mengkafirkan ulama Ahli Sunnah Wal Jama’ah.

      Ketahuilah bahawa liwat hukumnya adalah haram disis ijma’ ulama tiada khilaf melainkan orang-orang yang suka meliwat sahaja yang menghalakannya seperti Musyabbihah Wahhabiyyah.

      Nantikan VIDEO terbaru pembongkaran isu liwat yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Wahhabi Musyabbihah di laman ini ( http://www.abu-syafiq.blogspot.com)

      Apa si penghalalnya buat di UK negara yang menghalalkan LIWAT tu???

      pikir-pikirlah…

      Oleh: anak_perlis97956865@yahoo.com
      VIDEO WAHHABI MELAKUKAN LIWAT DI MASJID

      PAPARAN INI ADALAH RENTETAN DARI FATWA WAHHABI MALAYSIA YANG MENGHALALKAN LIWAT SECARA MUTLAK DAN MENYANDARKAN SECARA DUSTA KEPADA PARA FUQOHO’ ISLAM KONONNYA MEREKA MENGHALALKAN LIWAT.
      http://abu-syafiq.blogspot.com/2009/05/bukti-wahhabi-halalkan-liwat-kaitan.html

      WAHHABI ABDUR RAHMAN AD-DIMASYQIYYAH MENCERITAKAN PENGALAMAN LIWAT DAN BAGAIMANA MERASAINYA.

      Dalam rakaman Wahhabi Abdul Rahman Ad-Dimasyqiyyah di atas dia menceritakan pengalaman melakukan amalan LIWAT dengan begitu rapi dan bahagian mana rasanya berlainan. Dia Wahhabi tersevut turut dibuang dari Al-Azhar kerana dikaitkan dengan beberapa kes liwat di Al-Azhar.

      Saya amat amat sedih kerana ramai tokoh Wahhabi bukan sahaja menghalalkan amalan LIWAT yang diharamkan oleh Allah itu bahkan tokoh Wahhabi menceritakan pula pada orang ramai pengalaman melakukan amalan terkutuk itu (liwat) dengan cukup rapi di hadapan khalayak ramai.

      Video Tokoh Besar Wahhaby Halalkan Liwat dan pengakuannya :

      http://abu-syafiq.blogspot.com/2009/05/video-wahhabi-melakukan-liwat-di-masjid.html

      PEJUANG WAHHABI MUSYABBIH MENGAKU KERAP MELIWAT KANAK-KANAK DI MASJID

      Rakaman di atas merupakan video pengakuan ketua pejuang Wahhabi melakukan amalan LIWAT. Lihat bagaimana dia (Ketua Pejuang Wahhabi) mengaku melakukan liwat bukan sahaja ke atas orang dewasa bahkan kanak-kanak ramai yang ‘kena’. Yang paling cicik Wahhabi melakukan amalan liwat itu di MASJID.
      WAHHABI MELIWAT 500 RATUS KANAK-KANAK
      PERBUATAN TERKUTUK GOLONGAN WAHHABI DILAPORKAN DALAM BANYAK KERATAN AKHBAR YANG TIDAK MEMPUNYA KEPENTINGAN APA-APA MELAINKAN LAPORAM BERITA YANG BENAR.

      INI ADALAH LAPORAN PERBUATAN WAHHABI MELIWAT 500 ORANG KANAK-KANAK:

      Surat khabar Kuwait melaporkan Wahhabi di Pakistan sahaja telah mempunya kes liwat dalam file sebanyak 500 file kes. Wahhabi yang bertopengkan nama al-Quran dan pengajian al-Quran dan al-Islam telah memalukan nama al-Quran dan Islam dengan melakukan liwat ke atas 500 orang kanak-kanak dari bawah umur 14 tahun. Kerajaan Pakistan amat kesal dengan perkara ini kerana memalukan nama Islam itu sendiri.

    • waduh…!!! bid’ah hasanah emang gak ada ya pak?

  3. Assalaamu ‘alukum warahmatullahi wabarakatuh.

    Ikutan lagi achhh…. waduh2.. pada seru2 ya ilmunya.. wah (wah pada master2 kali ya..?), Abu Salafy (nama yg bagus…)

    Percuma saling hujat, saling tuduh, saling serang… (kan ente2 ini Islam semua kan..?) kok sesama Islam saling berantem.. gak bagus achh..hehehehe.

    Orang pinter kadang malah pusing sendiri ya..? heheheheeh. Jawaban dari seluruh perselisihan tentang perselisihan umat ya cuma satu :

    “BILA TERJADI PERSELISIHAN KEMBALIKAN PADA QUR’AN & SUNNAH” Hayoooo siapa yang gak setuju..? (angkat tangan donk)ada gak nih mas nya yang ankat tangan..?

    hehehehehe… Jadi gimana kesimpulan ente..? 100 buat ente2.. Jadi kalo gak berpegang dengan QUR’AN & SUNNAH apa donk jadinya…? termasuk Ahlusunnah bukan?
    Jawab sendiri yaaa,,,,,,…

    Wssalaamu ‘alukum warahmatullahi wabarakatuh.

    _______________________________
    Abu Salafy menjawab:

    salam,

    maksud saudara memang benar, kalo ada perselisihan diantara umat kembalikan kepada al-Qur’an dan as-Sunnah, tapi masalahnya mas, al-Qur’an menurut penafsiran siapa? berapa banyak buku tafsir dikarang ulama? berapa banyak ayat ditafsiri berbeda-beda? kembali al-Sunnah atau hadis…. lebih rumit lagi, hadis shahih menurut siapa? dhaif menurut siapa? Apa semua orang anda suruh ngikuti Islam menurut penafsiran Wahabi/Salafi yang cupet dan gampang ngafirkan orang itu?

    yang paling penting mas kalo mau umat ini rukun…. silahkan menjalankan ajaran agama menurut penafsiran yang kamu percayai benar, HARGAI PENDAPAT ORANG LAIN DAN STOP menyalahan, mensesatkan, mebid’ahkan orang lain, apalagi mengkafirkan orang lain tanpa dasar yang kuat, Contohnya seperti fatwa Syekh bin Baz yang barusan kami posting, orang dihukum “kafir” kalo tidak percaya bahwa matahari mengitari bumi… (suatu fatwa yang aneh & konyol)

  4. assalamualaikum

    saya tertarik dg tulisan2 Abu Salafi tentang wahabi, apalagi buku Allamah Almaliki,jadi kepengen baca sendiri, minta judul lengkapnya donk, sekalian penerbitnya…

    saya sekarang lagi di mesir, Prog S 1 Univ Al-Azhar smt VI aqidah filsafat, temen-temen mesir wahabi klo habis kenalan banyak yg bilang begini, nahnu nuhibbu azhar walakin laa nuhibbu manhajuh, “kami mencintai Al-Azhar tapi kami tidak suka manhajnya” begitulah sikap wahabi terhadap Azhar, manhaj yang tidak mereka sukai karena Azhar memasukkan filsafat dan tasawuf menjadi mata kuliahnya, belum lagi katanya Azhar itu ‘Asya’irah dari segi tauhidnya, bukan tauhid salafus sholih alias tauhid murni.padahal asya’irah merupakan ahlussunnah yang melawan pemikiran2 muktazilah di zamannya.

    Tasauf yg diajarkan azhar juga sesuai dengan ibnu taimiyah, azhar juga menentang tasauf batil seperti yg ditentang ibnu taimiyah yang menjadi pegangan betul sama wahabi, sampai2 mereka menghapuskan semua tasauf,falsafat di azhar masih bagus, tidak sama dengan IAIN yang ada di indonesia yang lebih condong dan berkiblat ke barat,dan di kritisi habis sma pak adian husaini. Wahabi malah menghapus semua falsafat. maklum pemurnian aqidah katanya.

    pak abu ujung2nya permohonan yg diatas tadi…syukron

    ____________________________________
    Abu Salafy menjawab:

    Salam mas, semoga studinya sukses dan sepulangnya ke tanah air nanti bermanfat, amin.

    Bukunya Allamah al Maliki itu judulnya “Mafahim Yajibu an Tushahhahu”. khusus mengupas kesalahpahaman kaum wahabi tentang masalah-masalah yang dipersengketakan dengan mazhab-mazhab lain selain Wahabi.
    Kalau teman-teman kamu yang wahabi itu begitu sikapnya ya dapat dimaklumi, mereka masih belum banyak tahu tentang apa kegunaan filsafat Islam, apa dan bagimana sufisme itu. Mas Ibnu Taimiah itu memang sering menyerang tokoh-tokoh tasawwuf, seperti Ibnu Arabi, bahkan al-Ghazzali, yang ia puji tasawwufnya hanya Abdul Qadir al Jailani, sebab sama-sama Hanbalinya mas. maklum!!

  5. Assalamu’alaykum
    sebelumnya maaf,saya ingin mngetahui
    biografi muhammad bin abdul wahhab untuk bahan perbandingan
    (apakah ada perbedaan…?)
    jazzakallah…
    wassalamu’alaykum

    ___________________
    Abu Salafy menjawab:

    Insyaallah kami akan tulis masalah itu. Doakan. dan sebetulnya sebagian sejarah dakwahnya telah kami muat disini!

  6. wahabi adalah faham yg sesat dan menyesatkan.kita harus waspadai gerakan ini.mereka berdakwah dengan cara menghujat orang.dan dibantu dengan dana yg sangat banyak dari kerajaan saudi.dakwah mereka seperti dakwahnya orang2 nasrani.

  7. Sungguh saya takut kalau orang-orang dungu yang tidak menyukai wahabi ini dibenamkan Alloh dalam lumpur kesesatan.
    Sungguh aku katakan bahwa KALIAN BUTA MATA HATINYA. KALIAN LUPA SIAPA GUS DUR?? KALIAN LUPA SIAPA LAKI2 YANG BERFOTO DISAMPING MEGAWATI KETIKA PEMILU ?? SIAPA ORANG YANG MEMBOLEHKAN INUL DARATISTA BERJOGET?? SIAPA YANG MENERIMA BANTUAN BELANDA –KAFIR HARBY ZAMAN PENJAJAHAN DULU??
    Semoga Alloh merahmati Syaikh Ahmad Dahlan. Semoga Alloh merahmati Syaikh Wahid Hasyim.
    Andai saja kalian tahu jawabannya –maka berfikirlah kalian untuk memperdalam lagi pengetahuan kalian terhadap KItabulloh Wa Assunnah. Dan hormatilah orang2 yang lebih dahulu mempelajarinya dari kalian.
    Haadzza Buhtaanun ‘azhiim.
    Pernyataan kalian tentang Wahabi dalam web ini adalah kedustaan. Begitu ngeri kedustaan kalian. Sungguh aku benar2 takut melihat tingkah kalian ini. Ya Alloh lihat perbuatan mereka kepada Ulama yang dihormati oleh Al- Malik Faishal.
    Tahukah kalian siapa Raja Faishal??
    Aku katakan menangislah kalian jika kalian belum tahu siapa raja yang dikagumi ini. Di zaman beliau…dihidupkan hukum Islam..Hudud–rajam-qishash..tetapi diantara jutaan penduduk Saudi hanya belasan orang yang melanggarnya. Allohu akbar..
    Haadzaa Min Fadhli Robbi..

    Bandingkan dengan Indonesia..
    Bandingkan …siapa yang memperkosa kanak2?? Siapa yang mencabuli anak perempuannya sendiri?? Siapa yang mentafisirkan ayat-ayat Al Qur an dengan basic dari Universiti BOston??
    Tak lain..pelakunya kalangan yang terpengaruh dengan sekulerisme- Nahdhatul Ulama.

    ____________
    -Abu Salafy-

    Kami bebaskan anda di blog ini untuk besyair… bebas kok. tapi jangan lupa bahwa blog ini bukan blog murahan yang mengobral artikel tanpa dasar dan dalil… kalau ternyata yang kesakitan orang Wahhabi yang karena mereka yang keseleo, jadi kalau dipijit/diurut kesakitan… yang ndak salah urat ya tidak apa-apa.

    Mas menurut Islam ala Salafy/Wahhabi yang ngaku islam paling murni, apa ada konsep kerajaan? setau saya Ahlusunnah punya konsep Khilafah, kalau konsep al mulkiyah rasanya ndak ada dalam Islam, jadi bid’ah dong!!! Gembong Bid’ah kok sok mau membarantas bid’ah…

    Urusan Gus Dur dan:

    Siapa yang mentafisirkan ayat-ayat Al Qur an dengan basic dari Universiti BOston??
    Tak lain..pelakunya kalangan yang terpengaruh dengan sekulerisme- Nahdhatul Ulama.

    kamu protes aja ke PB NU sana… Ini bukan PB NU mas.

    • Dear bulan ramadhan

      Andai saja kalian tahu jawabannya –maka berfikirlah kalian untuk memperdalam lagi pengetahuan kalian terhadap KItabulloh Wa Assunnah. Dan hormatilah orang2 yang lebih dahulu mempelajarinya dari kalian.

      saya bambang soekotjo ndak tau sama jawaban nya,tolong sampean kasih tau saya.

      ” Tahukah kalian siapa Raja Faishal??

      saya ndak tau lagi siapa itu raja faishal, tolong sampean kasih tau saya sejarah nya dia, nashob nya dia , tahun berapa lahir ? tahun berapa wafat ?

      saya tunggu jawaban bulan ramadhan

      • Raja faishol gk ada dalam Al_qur’an & hadist…
        jadi sy rasa tuh raja faishol BID’AH…! OK

      • Raja faishol gk ada dalam Al_qur’an & hadist…
        jadi sy rasa tuh raja faishol BID’AH…!

    • Kalau benar kata antum bahwa Islam tidak mengenal konsep kerajaan, maka tolong jelaskan maksud ayat 26 Surat Ali ‘Imran berikut ini:
      “Katakanlah, ‘Wahai Tuhan Yang Mempunyai KERAJAAN, Engkau Berikan KERAJAAN kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut KERAJAAN dari orang yang Engkau kehendaki…dst.”

      Bukankah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman adalah juga raja?

  8. wahabi adalah faham yg sesat dan menyesatkan.kita harus waspadai gerakan ini.mereka berdakwah dengan cara menghujat orang.dan dibantu dengan dana yg sangat banyak dari kerajaan arab saudi sekarang ( beda dengan pemerintahan arab saudi yang lalau ) dan di dukung oleh amerika ( bush CUhhhh).dakwah mereka seperti dakwahnya orang2 nasrani.
    maaf jangan anda mencela ulama ( al imam al syekh al habib al alim al maliki) yang yang sudah jelas ke mursidannya. liat sewaktu beliau meninggal dunia, hampir seruruh kota mekkah dan pelosok dunia hadir di dalam pemakamaan. apalagi beliau meninggal pada waktu yang di mulia khan Alla SWT. hanya pilihan Allah yang yang meninggal pada waktu yang memang Allah SWT agungkan.
    anda boleh beda Aqida tapi tidak boleh anda mencela ulama mursid.

    Nb* kami sedih meliat aqidah wahabi yang sangat jauh dari aqidahnya Di Ahlus Sunnah Wal Jamaah

  9. ilmu baru sedikit udah mau ngomong di depan umum apalagi di dunia Syber
    sadar diri donk
    apakah ilmu anda nasabnya sampai kepada khadirat nabi besarnabi agung ssyaduna wa maulana wa habibana Muhammad SAW.
    ***************????????????????***************************

    Abu Salafy:

    Apa ilmu anda juga sudah sampai?

  10. wahabi adalah faham yg sesat dan menyesatkan.kita harus waspadai gerakan ini.mereka berdakwah dengan cara menghujat orang.dan dibantu dengan dana yg sangat banyak dari kerajaan arab saudi sekarang ( beda dengan pemerintahan arab saudi yang lalau ) dan di dukung oleh amerika ( bush CUhhhh).dakwah mereka seperti dakwahnya orang2 nasrani.
    maaf jangan anda mencela ulama ( al imam al syekh al habib al alim al maliki) yang yang sudah jelas ke mursidannya. liat sewaktu beliau meninggal dunia, hampir seruruh kota mekkah dan pelosok dunia hadir di dalam pemakamaan. apalagi beliau meninggal pada waktu yang di mulia khan Alla SWT. hanya pilihan Allah yang yang meninggal pada waktu yang memang Allah SWT agungkan.
    anda boleh beda Aqida tapi tidak boleh anda mencela ulama mursid.

    Nb* kami sedih meliat aqidah wahabi yang sangat jauh dari aqidahnya Di Ahlus Sunnah Wal Jamaah titikkkk….

  11. ya wahabiyyun! tubuu ilallohi taubatan nasuha, kenapa hati kalian mati? kenapa anda tidak pernah tadlorru’ dan tahossyu’ kepada alloh, kenapa ilmu kalian tidak membuat kalian tawaddlu’ dengan sesama, kenapa kalian hanya bangga kalau sudah mengkafirkan, membid’ahkan, dan menyesat-nyesatkan sesama mu’min, sesama muslim dan selalu kalian katakan semuanya ahli neraka. itukah ajaran da’wah rosululloh? itukah da’wah bilhikmati walmauidlotil hasanah? sementara itu adakah jaminan surga bagi anda? banggakah kalian jika masuk surga sendiri sedangkan mu’minin mu’minat yang lain masuk neraka? coba tafakurlah, tadzakurlah, tadloru’lah dan tawadlu’lah, hidupkan hati kalian, sadarkah kalian bahwa surga itu milik alloh bukan milik kalian, renungkan surat annajm ayat 32, renungkan hadis nabi ; attaqwa hahuna, dan tadaburi ayat-ayat alquran, gunakan hati kalian sehingga kita bisa sama-sama meni’mati uhuwah serta istiqomah dan selalu berharap ridlo alloh swt.

  12. ya wahabi sesat dan sangat sesat

  13. GIMANA KALO SITUS INI DI HAPUS SAJA DAB? TERUS ABU SALAFI DI GANTI NAMANYA ABU BID’IY /ABU SYIRKIY? HIDAYAH MEMANG MAHAL, ORANG TERDEKAT ROSULULLAH BISA MATI KAFIR [ABU THOLIB], ORANG YANG DEKAT MALIKI TRUS BISA MATI APA, MUNGKIN MBAH NE KAFIR.
    NGOCEH SEPANJANG ZAMAN KAU ABU SALAFIY; TAPI CAHAYA KEBENARAN PASTI CEMERLANG, DAN DAKWAHMU AKAN DI TERIMA OLEH ORANG2 JUHHAL YANG SARUNGNYA NGEPER2 DI PONDOK NU PLUS NYAPU LANTAI, TRUS MUKANYA KLIMIS KAYA’ MUKA KLENTING TEMPAYAN AIR.SEGERALAH TAUBAT HE PEMBEBEKNYA MALIKI. KALIAN BISA ARAB GUNDUL TAPI AQIDAH YO GUNDUL, ILMU QUR’AN PRONTHOS ILMU SUNNAH NGENTOS , NGONO AN APE NGOMONG NDALIL, NDALIL OPO AN, CAK PITAGORAS POL POL E TO. WES TA MERTOBAT KIYE’ MUPUNG PASA, [HP 081578048437]

    • Orang aneh, juhal dan tak ber ilmu, deni selamat anda dapat gelar, ahli caci dan bid’ah denny alsirk

    • mari sedulur semua kita jaga masing2x lisan kita, supaya nanti kita mudah mempertanggung jawabkan nya di hadapan allah swt, dan mari kita jadikan blog ini menjadi sarana bertukar pikiran dengan cara yang santun, rasullullah mengajarkan kita cara2x yang santun apabila kita mau mengemukakan pendapat.. yuk sedulur, kita harus berani mengatakan bahwa kita ini yo ndak ada apa2x nya dibandingkan dengan ulama besar seperti Bin Bas atau Imam Muhammad Almaliki Alhasani, ilmu kita sejumput nya saja belum tentu dibandingkan dengan beliau2x diatas, subhanallah…. perbedaan itu rahmat sedulur… yuk mari kita syukuri perbedaan ini… sedulur semua bisa ndak bayangkan dunia tanpa perbedaan.? ya allah..! betapa ndak enaknya dan betapa cuma ada satu kelir saja.. betapa ndak harmoninya tempat tinggal sementara kita ini.. Allah menciptakan perbedaan2x ini demi kemaslahatan kita.. sedulur semua pernah merenung ndak sejenak bahwasanya tidak lah mustahil bagi allah untuk menghapuskan semua perbedaan2x ini.? tapi itu yo ndak terjadi la wong allah swt itu kan maha ADIL.. saran saya ; untuk yang mengikuti ulama besar Bin Bas ya mbok dicontoh perilakunya Bin Bas dlm bertutur kata dan menyikapi perbedaan dan gak perlu ada kebencian dengan yang berbeda pandangan, begitu juga dengan yang mengikuti Sayyid Muhammad Amaliki Alhasani… dan untuk semuanya ; tidak sedikitpun berkurang kemuliaan kedua ulama hebat diatas dengan semua caci maki dan hinaan yang kalan lontarkan kepada mereka, justru malah tambah bsr kemuliaan keduanya, amin……

    • mas denny rasululloh dalam dakwahnya kepada kaum kafir sekalipun tidak pernah mencela dan mencibir dan dengan penuh kebencian padahal Nabi mempertaruhkannyawanya untuk berdakwah, beliau dengan santun dan pekerti luhur mengajak kaum sesat kejalan yang dirodoi Alloh. dan bertaubatlah dengan apa yang telah kita lakukan karena hakikatnya manusia tidak ada yang sempurna, anda pun belum tentu dan belum ada jaminan selamat dari api neraka, maka urusi dulu kesalahan kita masing2…..

    • HP NYA TIDAK AKTIF DENY,…DEN..DEN ADA USUL BAGUS BUAT DENY ..PAPUA KAMASIH BANYAK YANG BELUM KENAL ISLAM..GIMANA KALO DENY KEPAPUA BAGUS TUH DEN ..SIAPA TAU BERHASIL..

    • setuju,wan ihwan. abu sapi gimana setuju atau abu gosok
      abu gosok masih mending bisa untuk cuci piring, abu-abu

  14. wahabi memang banyak kekurangannya. Tapi ada sisi yang bisa diambil bagi mereka yang kadung sudah cinta wahabi. agama memang bagaimanapun subyektif. penelaahan sangat diperlukan. kajian analisis sejarah mutlak perlu dalam kahian keagamaan, tidak sekedar bicara dalil. pada intinya yang maksum hanya nabi. kita ini tahu agamakan dari orang-orang tidak langsung dari nabi. maka diperlukan kearifan dan pendalaman yang terus-menerus. Untuk itu analisis dan pengetahuan sejarah tentang para sahabat nabi juga diperlukan sampai sekecil-kecilnya. Dan jangan hanya dari kelompok kita saja. Kata kuncinya biarpun sahabat nabi tetap mereka bukanlah maksum(suci) sebab yang suci hanya rosul saw. pemahaman sejarah juga bukan untuk menghujat tapi mencari hikmah. kadang orang melakukan sesuatu tanpa disadari tapi dilihat dari perspektif global dan makro maka kita akan tahu bahwa tindakan orang tersebut lebih menguntungkan siapa? musuh atau pembela Islam. Mudah-mudahan kita semua dapat menemukan hakikat Islam yang sesungguhnya

  15. Abu Salafy:
    Kami bebaskan anda di blog ini untuk besyair… bebas kok. tapi jangan lupa bahwa blog ini bukan blog murahan yang mengobral artikel tanpa dasar dan dalil… kalau ternyata yang kesakitan orang Wahhabi yang karena mereka yang keseleo, jadi kalau dipijit/diurut kesakitan… yang ndak salah urat yang tidak apa-apa.
    Mas menurut Islam ala Salafy/Wahhabi yang ngaku islam paling murni, apa ada konsep kerajaan? setau saya Ahlusunnah punya konsep Khilafah, kalau konsep al mulkiyah rasanya ndak ada dalam Islam, jadi bid’ah dong!!! Gembong Bid’ah kok sok mau membarantas bid’ah…
    Urusan Gus Dur dan
    Siapa yang mentafisirkan ayat-ayat Al Qur an dengan basic dari Universiti BOston??
    Tak lain..pelakunya kalangan yang terpengaruh dengan sekulerisme- Nahdhatul Ulama.kamu protes aja ke PB NU sana… Ini bukan PB NU mas.
    ============================================

    sekarang apa bedanya antara pak kiai dengan pb n.u
    orang memiliki aqidah sama walau satu orang atau maupun sejuta orang, satu lembaga maupun beda lembaga, sama saja pak kiai. apalagi pak kiai kalau ngoceh tak pernah lepas dari tradisinya orang-orang n.u, eeee ada paitnya trus enak sekali bilang, itu bukan tanggung jawab saya urus saja ke sana-ke sini………YANG NAMANYA AHLUL BID’AH DIMANA BERADA SAMA SAJA PAK KIAI.

  16. Abu Salafy:
    Kami bebaskan anda di blog ini untuk besyair… bebas kok. tapi jangan lupa bahwa blog ini bukan blog murahan yang mengobral artikel tanpa dasar dan dalil… kalau ternyata yang kesakitan orang Wahhabi yang karena mereka yang keseleo, jadi kalau dipijit/diurut kesakitan… yang ndak salah urat yang tidak apa-apa.
    Mas menurut Islam ala Salafy/Wahhabi yang ngaku islam paling murni, apa ada konsep kerajaan? setau saya Ahlusunnah punya konsep Khilafah, kalau konsep al mulkiyah rasanya ndak ada dalam Islam, jadi bid’ah dong!!! Gembong Bid’ah kok sok mau membarantas bid’ah…
    Urusan Gus Dur dan
    Siapa yang mentafisirkan ayat-ayat Al Qur an dengan basic dari Universiti BOston??
    Tak lain..pelakunya kalangan yang terpengaruh dengan sekulerisme- Nahdhatul Ulama.kamu protes aja ke PB NU sana… Ini bukan PB NU mas.
    ============================================

    sekarang apa bedanya antara pak kiai dengan pb n.u
    orang memiliki aqidah sama walau satu orang atau maupun sejuta orang, satu lembaga maupun beda lembaga, sama saja pak kiai. apalagi pak kiai kalau ngoceh tak pernah lepas dari tradisinya orang-orang n.u, eeee ada paitnya trus enak sekali bilang, itu bukan tanggung jawab saya urus saja ke sana-ke sini………YANG NAMANYA AHLUL BID’AH DIMANA BERADA SAMA SAJA PAK KIAI.

  17. Abu Salafy:
    Kami bebaskan anda di blog ini untuk besyair… bebas kok. tapi jangan lupa bahwa blog ini bukan blog murahan yang mengobral artikel tanpa dasar dan dalil… kalau ternyata yang kesakitan orang Wahhabi yang karena mereka yang keseleo, jadi kalau dipijit/diurut kesakitan… yang ndak salah urat yang tidak apa-apa.
    Mas menurut Islam ala Salafy/Wahhabi yang ngaku islam paling murni, apa ada konsep kerajaan? setau saya Ahlusunnah punya konsep Khilafah, kalau konsep al mulkiyah rasanya ndak ada dalam Islam, jadi bid’ah dong!!! Gembong Bid’ah kok sok mau membarantas bid’ah…
    Urusan Gus Dur dan
    Siapa yang mentafisirkan ayat-ayat Al Qur an dengan basic dari Universiti BOston??
    Tak lain..pelakunya kalangan yang terpengaruh dengan sekulerisme- Nahdhatul Ulama.kamu protes aja ke PB NU sana… Ini bukan PB NU mas.
    ============================================

    sekarang apa bedanya antara pak kiai dengan pb n.u
    orang memiliki aqidah sama walau satu orang atau maupun sejuta orang, satu lembaga maupun beda lembaga, sama saja pak kiai. apalagi pak kiai kalau ngoceh tak pernah lepas dari tradisinya orang-orang n.u, eeee ada paitnya trus enak sekali bilang, itu bukan tanggung jawab saya urus saja ke sana-ke sini………YANG NAMANYA AHLUL BID’AH DIMANA BERADA SAMA SAJA PAK KIAI.

  18. Abu Salafy:
    Kami bebaskan anda di blog ini untuk besyair… bebas kok. tapi jangan lupa bahwa blog ini bukan blog murahan yang mengobral artikel tanpa dasar dan dalil… kalau ternyata yang kesakitan orang Wahhabi yang karena mereka yang keseleo, jadi kalau dipijit/diurut kesakitan… yang ndak salah urat yang tidak apa-apa.
    Mas menurut Islam ala Salafy/Wahhabi yang ngaku islam paling murni, apa ada konsep kerajaan? setau saya Ahlusunnah punya konsep Khilafah, kalau konsep al mulkiyah rasanya ndak ada dalam Islam, jadi bid’ah dong!!! Gembong Bid’ah kok sok mau membarantas bid’ah…
    Urusan Gus Dur dan
    Siapa yang mentafisirkan ayat-ayat Al Qur an dengan basic dari Universiti BOston??
    Tak lain..pelakunya kalangan yang terpengaruh dengan sekulerisme- Nahdhatul Ulama.kamu protes aja ke PB NU sana… Ini bukan PB NU mas.
    ============================================

    sekarang apa bedanya antara pak kiai dengan pb n.u
    orang memiliki aqidah sama walau satu orang atau maupun sejuta orang, satu lembaga maupun beda lembaga, sama saja pak kiai. apalagi pak kiai kalau ngoceh tak pernah lepas dari tradisinya orang-orang n.u, eeee ada paitnya trus enak sekali bilang, itu bukan tanggung jawab saya urus saja ke sana-ke sini………YANG NAMANYA AHLUL BID’AH DIMANA BERADA SAMA SAJA PAK KIAI.

    ____________
    -Abu salafy-

    Anda ngomel di sini lalu kami suruh mengalamatkan ke PB NU kok malah takut.
    Sepertinya kamu mengidap kedengkian kepada ulama NU ya, itu kamu tuangkan saja di hadapan mereka!

  19. # as Berkata:
    September 8th, 2007 pada 5:44 am

    ya wahabi sesat dan sangat sesat
    ====================================

    jangankan wahabi, orang Islampun, sama orang kafir seperti kau… pasti dibilang sesat

    ___________
    -Abu Salafy-

    Sedikit menggaris bawahi komnetar pak abi sayev

    sama orang kafir seperti kau

    suka ngafirkan orang Muslim itu bahaya pak!
    selanjutnya saya serahkan as.

  20. Abu Salafy:
    Sedikit menggaris bawahi komnetar pa abi sayev sama orang kafir seperti kausuka ngafirkan orang Muslim itu bahaya pak!
    selanjutnya saya serahkan a.s.
    ==========================

    MENGGIRING ORANG KEPADA KESYIRIKAN DAN KEKAFIRAN ITU LEBIH BERBAHAYA PAK KIAI.
    MENCELA ULAMA KARENA KEBODOHANYA JUGA LEBIH BERBAHAYA PAK KIAI.
    ==========================

    BUAT AS, TUNJUKKAN BAHWA KAMU SEORANG MUSLIM.

    _____________
    -Abu Salafy-

    Kaum Wahhabi bisanya bicara kesyirikan dan kakafiran tanpa mengetahui dengan baik batasan-batasan keduanya. Misalnya aja, mereka menganggap ziarah kubur sebagai menyembah kubur lalu disyirikkan dan para preman Arab Saudi yang ngobra’i para pecinta nabi yang berziarah ke pusara suci beliau dianggap sebagai pahlawan TAUHID! Aneh kan? Tapi itulah Wahhabi yang memakai nama Salafy untuk menipu kaum awam. sementara mereka tidak pernah mampu mendifinisikan siapa Salaf yang mereka ikuti.

    mas anda berkata: BUAT AS, TUNJUKKAN BAHWA KAMU SEORANG MUSLIM. Memangnya anda ini dari kelompok malaikat peleton mana? setahu kami tidak ada malaikat yang tugasnya menerima formulir islamnya seorang? Dan kalau ada yang bertanaya balik kepada anda BUAT AS (Abu sayev), TUNJUKKAN BAHWA KAMU SEORANG MUSLIM.
    gimana jawaban anda mas?

  21. Abu Salafy:
    Sedikit menggaris bawahi komnetar pa abi sayev sama orang kafir seperti kausuka ngafirkan orang Muslim itu bahaya pak!
    selanjutnya saya serahkan a.s.
    =======================================

    abu sayev:

    kepada as, saya bersumpah demi Allah, bahwa saya mencabut perkataan saya yang saya tujukan kepada saudara as, maupun semua perkataan saya dalam situs ini yang sampai mengarah kepada mengkafirkan, semua saya lakukan atas dasar emosi saya pribadi, dan bukan dilandasi keyakinan saya terhadap dien ini.dan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak.

    _____________
    -Abu Salafy-

    Innamal Mu’minun ikhwatun.

  22. KH Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Almanafi pernah berkata “sayyid muhammad bin alawi almaliki qoddasallahu sirohu adalah syaikhu suyukh di daerah hijaz dan timur tengah.karena seluruh ulama di daerah hijaz dan timur tengah pernah bermimpi kedatangan Sayyiduna Rosul SAW.dan beliau SAW menyuruh agar para ulama sehijaz dan timur tengah agar berguru kepada cucu beliau yaitu sayyid muhammad bin alawi almaliki.” dan ketika itu guru saya-yg pada saat itu di bawa oleh sayyid muhammad ke sebuah acara maulid di madinah- mendengar langsung para ulama sehijaz dan timur tengah mendaulat beliau sebagai suyukh.

  23. Abu salafy:
    Anda ngomel di sini lalu kmi suruh mengalamatkan ke PB NU kok malah takut.
    Sepertinya kamu mengidap kedengkian kepada ulama NU ya, itu kamu tungkan saja di hadapan mereka!

    abu sayev:
    pak kiai, yang takut anda atau saya—takut didepak dari jabatan ya…hingga nggak berani komentar tentang rekannya yg nyleweng.

    pak kiai ini lho, kalau ada enaknya mengaku-aku, giliran ada pahitnya, tanyakan saja pada mereka aku nggak mau tahu. MEMANGNYA INI PB NU.

    HA….HA….HA…………………………
    berat ringan harusnya senasip sepenanggungan pak kiai

    • @Abu Sayev,

      Sekarang Tahun 2010, para wahabiyun sudah banyak yg di tembak mati, sebagai teroris. yang menghalalkan perampokan dan pembunuhan terhadap kaum muslimin, bagaimana dg dirimu? apa masih hidup? apa sudah ketangkap sama DENSUS 88…..???

  24. sayangnya… para komentator pada nggak pake nama asli.. 🙂 beraninya bersembunyi dibalik topeng 😦

  25. Abu Salafy:
    Kaum Wahhabi bisanya bicara kemsyirikan dan kakafiran tanpa mengetahui dengan baik batasan-batasan keduanya. Misalnya aja, mereka menganggap ziarah kubur sebagai menyembah kubur lalu disyirkkan dan para preman Arab Saudi yang ngombra’i para pecinta nabi yang berziarah ke pusara suci beliau dianggap sebagai pahlawan TAUHID! Aneh kan? Tapi itulah Wahhabi yang memakai nama Salafy untuk menipu kaum awam. sementara mereka tidak pernah mampu mendefenisikan siapa Salaf yang mereka ikuti.

    abu sayev:
    pelaku bid’ah biasanya bicara tentang arti bid’ah tanpa mengetahui batasan-batasan keduanya. misalnya menganggap peratapan kubur sebagai ziarah lalu disyi’arkan pada orang-orang awam. mereka menganggap pahlawan cinta Rasul! aneh khan, itulah al-kuburi memakai nama ahlussunah untuk melestarikan bid’ah. sementara mereka tidak mampu mendefinisikan sunah dan bid’ah, sehingga tidak jarang melegalkan bid’ah dengan istilah ngetren bid’ah hasanah

    abu salafy:
    mas anda berkata:BUAT AS, TUNJUKKAN BAHWA KAMU SEORANG MUSLIM.
    Memangnya anda ini dari kelompok malaikat peleton mana? setahu kami tidak ada malaikat yang tugasnya menerima formulir islamnya seorang? Dan kalau ada yang bertanaya balik kepada anda BUAT AS (Abu sayev), TUNJUKKAN BAHWA KAMU SEORANG MUSLIM.

    abu sayev:
    kalau ada orang dengan penampilan islam tapi takbiatnya tidak islami, apakah salah meminta bukti kemuslimannya, karena tidak jarang ditempatku ada orang kafir memakai sarung dan pecis pergi ke acara tahlilanya orang mati.

    kalau saya di tanya “TUNJUKKAN BAHWA KAMU SEORANG MUSLIM
    gimana jawab anda mas?”

    Asyhadu anlaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah

    ___________
    -Abu Salafy-

    Ma Abu sayev, kami sudah jelaskan pemahaman kami tentang sunnah dan bid’ah. tolong dipahami dulu, baru kamu teruskan komentar yang lain-lain.

    Mas abu anda berkata: karena tidak jarang ditempatku ada orang kafir memakai sarung dan pecis pergi ke acara tahlilanya orang mati. apa orang Ahlusunnah atau Nu yang anda maksud, sebab yang gemar tahlilan kan mereka?!

    Mas abu sayev anda berkata:

    kalau saya di tanya “TUNJUKKAN BAHWA KAMU SEORANG MUSLIM
    gimana jawab anda mas?”
    Asyhadu anlaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah

    Wah kalau cuma bersyahadat dengan lisan aja orang munafik juga begitu. Baca Alqur’an surah al Munafiqun ayat 1.

    Maaf kami tidak bermaksud meragukan keislaman seseorang termasuk anda insyaAllah, tapi masalahnya untuk membuktikannya tidak cukup begitu!

  26. ABU SALAFY:
    Mas abu anda berkata:kalau saya di tanya “TUNJUKKAN BAHWA KAMU SEORANG MUSLIM
    gimana jawab anda mas?”
    Asyhadu anlaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah
    Wah kalau cuma bersyahadat dengan lisan aja orang kunafik juga begitu. Baca Alqur’an syrah al Munafiqun ayat 1.
    Maaf kami tidak bermaksud meragukan keislaman seseorang termasuk anda insyaallah, tapi masalahnya untuk membuktikannya tidak cukup begitu!

    ABU SAYEV:
    PAK ABU SALAFY, URUSAN PEMBUKTIAN YANG LAIN, MASALAH MUNAFIK ATAU TIDAK, MAKA SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA MENGETAHUI
    TAMBAH LAGI PAK, AKU BUKAN PENYEMBAH KUBUR

    PALING TIDAK AGAR KEJADIAN SEPERTI DIKAMPUNGKU, AKU SEMPAT SALAH BERSIKAP KEPADA ORANG KAFIR KARENA MEREKA MEMAKAI SARUNG DAN PECIS, PERGI KE ACARA TAHLILAN TIDAK TERJADI PADAKU LAGI.

    __________
    -Abu Salafy-

    Laaaah, benarkan kalau Wahabiyah itu kerjanya mengafirkan orang-orang Ahlusunnah?! Yang mereka tuduh secara palsu menyembah kuburan dll.

    Mas lebih jantan kalau anda terang-tarang mengatakannya.

  27. Abu Salafy:
    Laaaah, benarkan kalau Wahabiyah itu kerjanya mengafirkan orang-orang Ahlusunnah?! Yang mereka tuduh secara palsu menyembah kuburan dll.
    Mas lebih jantang kalau anda terang-tarang mengatakannya.

    abu sayev:
    wah, maaf pak kiai, kenapa pak kiai marah

    aku mengatakan, aku bukan penyembah kubur, ngapain kamu tersinggung
    kamu meragukan kemuslimanku saja aku tidak tersinggung, kenapa aku mengatakan bahwa aku bukan penyembah kubur kamu tersinggung pak.

    ha…ha…ha, stel kendho saja pak, kalau merasa ya istighfar dan taubat.

  28. Wah…..wah….bu sayef??? di posting No.21 anda dah minta maaf (ngaku karena emosional). Trus..di posting2 selanjutnya anda emosi lagi??? terbukti suka mengkafirkan orang lain… gimana anda ini???

  29. Sekian lama aku menahn diri tidak berkomentar, hny menyimak dari kejauhan komentar para komentator ulung di blog ini… eh ternyata yang paling rajin, bersemangat dan plus sedikit ngawur adalah komen AREK-AREK ingusan yang baru belajar ngomong soal agama setelh mendapat pelatihan singkat para ustaz salafiyah alias didikan madrasah pemikiran Ibnu Abdilwahab….
    Seringkali komen2nya ndak mengena, maunya ngajak keluar tema, trus kasar bahasanya, selain ndka bertmutu tentunya…. anda yng membaca kat-kataku ini jangan lekas percaya lho, tapi coba buktiin sendiri langsung.
    Saya sarankan buat abu sayev dan abu abu linnya abu gosok, abi jahal, abu jenggot (eh maaf, aku sendiri itu)kalau mau banth ya mbok pkaiotk dikit deh biar terarah.
    ok sekian dulu.

  30. ASSALAMU’ALAIKUM
    SEKEDAR MENGINGATKAN DAN TAWARAN…

    ROSULULULLOH DIUTUS UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAQ YANG MULIA.

    AKHLAQ DAN ADAB YANG ISLAMY SUDAH JELAS DAN PERNAH DILAKUKAN DAN DITUNJUKKAN ROSULULLOH, SAHABAT, TABIIN SAMPAI PARA ULAMA GENERASI SELANJUTNYA. TINGGAL KITA BAGAIMANA? SAMPAI DIMANAKANAH PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN KITA DENGAN AKHLAQ & ADAB ROSULULLOH SERTA PARA GENERASI SELANJUTNYA ITU? ATAU DENGAN PERTANYAAN SEDERHANA KITAB APA & SIAPA SAJA YANG TELAH DIBACA? KARENA ITU KALAU MAU DEBAT ATAU DISKUSI ILMU JANGAN DI “LANGIT” (WEBSITE) SEBAB KITA PENDUDUK BUMI. BANYAK KETERBATASAN, MINIMAL CAPEK NGETIKNYA. DUDUK MANIS SALING BERHADAPAN, BAWA KITABNYA MASING-MASING, DENGAN BAHASA YANG SANTUN. RIBUAN MASJID DI NEGRI KITA YANG BISA DITEMPATI. JUTAAN MUSLIM PASTI MAU NGIRIM HIDANGAN ATAU KONSUMSI ATAU MINUM SEKEDAR PELEPAS DAHAGA DALAM ACARA TERSEBUT. DAN JANGAN TANGGUNG-TANGGUNG….
    ULUMA SENTRALNYA YANG HARUS HADIR DENGAN DISAKSIKAN PARA PENGIKUTNYA MASING-MASING. KALAU GAK BISA? YA DIAGENDAKAN. MISALNYA: PAS LIBURAN HARI RAYA IDUL ADLHA NANTI SAMBIL MAKAN-MAKAN DAGING KORBAN (KALAU MAU) DI GAZEBO MA’HAD KAMI, PAK ABUSALAFY DAN ABU SAYEV JUGA BAPAK2 ATAU IBU2 ATAU SIAPA SAJA YANG BACA TULISAN INI, KAMI UNDANG UNTUK ACARA TERSEBUT. JADI KITA MULAI DARI PERTEMUAN DUA BAPAK ABU. GIMANA? SETUJU?

    TAPI KALAU MELIHAT TULISANNYA PAK ABUSALAFY… SAYA YAKIN PASTI PAK ABUSALAFY “BERANI” DAN MAMPU UNTUK BISA NGOMONG YANG SANTUN KEPADA SIAPA SAJA YANG DIHADAPI DALAM ACARA TERSEBUT. KEPADA PAK ABUSAYEV JUGA DEMIKIAN.

    MOHON MAAF ATAS SEGALA KHILAF
    ASSALAMU’ALAIKUM

  31. # Abujenggotrapi Berkata:
    November 11, 2007 pada 2:27 am

    Sekian lama aku menahn diri tidak berkomentar, hny menyimak dari kejauhan komentar para komentator ulung di blog ini… eh ternyata yang paling rajin, bersemangat dan plus sedikit ngawur adalah komen AREK-AREK ingusan yang baru belajar ngomong soal agama setelh mendapat pelatihan singkat para ustaz salafiyah alias didikan madrasah pemikiran Ibnu Abdilwahab….
    Seringkali komen2nya ndak mengena, maunya ngajak keluar tema, trus kasar bahasanya, selain ndka bertmutu tentunya…. anda yng membaca kat-kataku ini jangan lekas percaya lho, tapi coba buktiin sendiri langsung.
    Saya sarankan buat abu sayev dan abu abu linnya abu gosok, abi jahal, abu jenggot (eh maaf, aku sendiri itu)kalau mau banth ya mbok pkaiotk dikit deh biar terarah.
    ok sekian dulu.

    abu sayev:
    mas kalau marah boleh saja, tapi kalau marah ya pakai mata dan pakai otak, seperti nasehat kamu itu lho.

    mbok ya diperhatikan…siapa yang ngomong nggak pakai otak…..ha….ha…ha….kasian kalau sudah terlalu berpihak namun tidak pakai pikiran yang jernih.

  32. # Willy Berkata:
    November 9, 2007 pada 8:38 pm

    Wah…..wah….bu sayef??? di posting No.21 anda dah minta maaf (ngaku karena emosional). Trus..di posting2 selanjutnya anda emosi lagi??? terbukti suka mengkafirkan orang lain… gimana anda ini???

    abu sayev:
    terima kasih atas nasehatnya

    tapi kalau boleh pesan buat mas, biar nggak salah ngomong….
    perhatikan semua postingnya, ada yang ganjal nggak.
    trus, masalah emosi…..tolong diperhatikan siapa yang bicara emosional.
    masalah mengkafirkan, coba berikan satu contoh saja, kata saya yang bersifat takfir personal, atau mengkafirkan orang.

    masalah saya minta maaf, mas tolong perhatikan semua posting…..saya mengkafirkan orang yang takfir terhadap orang lain yang muslim, dssan dia bertakbiat seperti orang kafir, dia ada dibalik kaca, tapi takbiatnya seperti orang kafir.

    namun kemudian saya menyadari bahwa tindakan saya sangat salah, mengkafirkan orang, walau dia bertakbiat setan, itu bukan kewenangan saya, dan saya memohon maaf kepada semua pihak atas ucapan saya, dan semoga Allah mengampuniku, namun apakah yang mas willi katakan benar……tolong tunjukkan.

    mas lihat komentar pak abu salafy yang sangat santun itu…….. anda boleh melihat…..kami hanya mengimbangi apa yang dilakukannya.

    JADI MAS WILLI HARUSNYA ADIL, KALAU KATA-KATA SAYA DINILAI KASAR TRUS BAGAIMANA DENGAN KIAI KEBO SLAMET ITU

  33. ih sapa sich bpak ABU SAYEV nie..gk intelek bgt..sukanya menghujat bahkan brani pake kata2 mengkafirkan..katanya ngaku berpegang pd sunnah nabi kok ngukuti prilaku nabi..pa anda menyangkal, khan da hadis yg brg sp mengkafirkan sesama muslim so dia lah yg justru kafir..
    omongan ente gk menarik pak..klo misal ceramah suruh di depan mahasiswa di kampus q IPB, anda lgsg terkenal pak ABU..
    terkenal apanya??anda tau sendiri jawabannya..klo gk tau za emang bener bapak gk intelek..
    khan da hadis yg brg sp mengkafirkan sesama muslim so dia lah yg justru kafir..

    /////////
    abu sayev:
    pak kiai, yang takut anda atau saya—takut didepak dari jabatan ya…hingga nggak berani komentar tentang rekannya yg nyleweng.

    pak kiai ini lho, kalau ada enaknya mengaku-aku, giliran ada pahitnya, tanyakan saja pada mereka aku nggak mau tahu. MEMANGNYA INI PB NU.

    HA….HA….HA…………………………
    berat ringan harusnya senasip sepenanggungan pak kiai

    >>>>enha,says:
    eh bapak sayev justru klo anda langsung nanya ke PBNU malah lebih bagus..bisa lgsng nanya ke Gus Dur, brani gk diskusi ma Gus Dur, za sesama intelek gitu..
    klo masalah JIL, jelas pak Hasyim ngomong NU bukan JIL..
    tapi klo biar mantab emang bener, bapak silakan ke PBNU aja..
    khan bisa skalian diskusi tentang TBC, bawa sebanyak-banyaknya ahli Debat yg anda punyai..ato bikin Debat Nasional Wahabi vs AswaJa n disiarkan lgsng di TV..saya yakin malah warga NU di Indonesia akan menonton..pengen liat gmn wahabi berargumen..
    setuju gk bapak..

    ////////
    ABU SAYEV:
    PAK ABU SALAFY, URUSAN PEMBUKTIAN YANG LAIN, MASALAH MUNAFIK ATAU TIDAK, MAKA SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA MENGETAHUI
    TAMBAH LAGI PAK, AKU BUKAN PENYEMBAH KUBUR

    abu sayev:
    wah, maaf pak kiai, kenapa pak kiai marah

    aku mengatakan, aku bukan penyembah kubur, ngapain kamu tersinggung
    kamu meragukan kemuslimanku saja aku tidak tersinggung, kenapa aku mengatakan bahwa aku bukan penyembah kubur kamu tersinggung pak.

    ha…ha…ha, stel kendho saja pak, kalau merasa ya istighfar dan taubat.

    >>>>enha says:
    ni lagi2 gk intelek..ngomongnya munafik ato gk ngomongnya urusan allah, ee ni bapak sayev malah brani mengkafirkan orang laen..

    oh za stau saya warga ahlussunnah datang ke kuburan gk niat nyembah kuburan tuch..
    so bpk sayev gk usah Ge-eR klo bpk abusalafy tersinggung..

    saran q bt bapak abu sayev, klo ngomong yg sedikit intelek donk biar asyik, nie Forum Blog pak, kebanyakan yg buka jg orang2 yg waras..jd klo ngomongnya gk jelas kaya gini bikin malez baca bapak..komentar bapak tu menuh2in Comment ja..
    klo debat nie dibukukan gak bakal Laku dijual coz pihak yg satu gk intelek bgt..

    • Assalamualaikum,
      buat semuanya terutama sebagai yg terhujat sebagai ahli bidah,sudahlah akhiri semuanya,biarkan mereka yg merasa paling benar.Kalo kita balas hujatan2 tersebut, maka kita sama saja dengan mreka, mn akhlakul karimah yang diajarkan oleh guru2 kita yg mulia……..

  34. # enha ipb Berkata:
    November 15, 2007 pada 4:34 pm

    ih sapa sich bpak ABU SAYEV nie..gk intelek bgt..sukanya menghujat bahkan brani pake kata2 mengkafirkan..katanya ngaku berpegang pd sunnah nabi kok ngukuti prilaku nabi..pa anda menyangkal, khan da hadis yg brg sp mengkafirkan sesama muslim so dia lah yg justru kafir..
    omongan ente gk menarik pak..klo misal ceramah suruh di depan mahasiswa di kampus q IPB, anda lgsg terkenal pak ABU..
    terkenal apanya??anda tau sendiri jawabannya..klo gk tau za emang bener bapak gk intelek..
    khan da hadis yg brg sp mengkafirkan sesama muslim so dia lah yg justru kafir..

    abu sayev:
    mas, anda jangan malu-maluin IPB ya mas, komentarnya kok amburadul.
    ngomentari orang nggak intelek itu nggak perlu pakai gaya bahasa intelek mas, lagian siapa yang nglarang, orang harus pakai bahasa intelek, kamu saja nggak intelek ha….ha….ha.

    mas, komitmen pak abu salafy ini walaupun komentar nggak berbobot pun akan dimuat, jadi jangan protes. pakai nbaik-baikin abu salafy, besuk kalau lulus bisa jadi penjilat tuh, kalau jadi pejabat….wah kasian rakyatnya.

    mas kalau ngasih contoh bahwa abu sayev itu seorang takfir, itu lebih baik, jadi nggak cuma ngomong mas.

    mas semoga kuliahnya lancar ya, pesan saya….jangan lupa sholat 5 waktu

    /////////
    abu sayev:
    pak kiai, yang takut anda atau saya—takut didepak dari jabatan ya…hingga nggak berani komentar tentang rekannya yg nyleweng.

    pak kiai ini lho, kalau ada enaknya mengaku-aku, giliran ada pahitnya, tanyakan saja pada mereka aku nggak mau tahu. MEMANGNYA INI PB NU.

    HA….HA….HA…………………………
    berat ringan harusnya senasip sepenanggungan pak kiai

    >>>>enha,says:
    eh bapak sayev justru klo anda langsung nanya ke PBNU malah lebih bagus..bisa lgsng nanya ke Gus Dur, brani gk diskusi ma Gus Dur, za sesama intelek gitu..

    abu sayev:
    mas….sepertinya anda penggemar berat gus dur, tapi pesan saya ya mas, jangan ikut-ikutan pamer celana kolor di depan umum, buka aurat itu nggak boleh.

    ono wong ngomong:
    klo masalah JIL, jelas pak Hasyim ngomong NU bukan JIL..
    tapi klo biar mantab emang bener, bapak silakan ke PBNU aja..
    khan bisa skalian diskusi tentang TBC, bawa sebanyak-banyaknya ahli Debat yg anda punyai..ato bikin Debat Nasional Wahabi vs AswaJa n disiarkan lgsng di TV..saya yakin malah warga NU di Indonesia akan menonton..pengen liat gmn wahabi berargumen..
    setuju gk bapak…

    abu sayev:
    NU bukan JIL itu saya percaya, tetapi kalau tokoh nu jadi tokoh jil saya juga percaya.

    setuju.

    ////////
    ABU SAYEV:
    PAK ABU SALAFY, URUSAN PEMBUKTIAN YANG LAIN, MASALAH MUNAFIK ATAU TIDAK, MAKA SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA MENGETAHUI
    TAMBAH LAGI PAK, AKU BUKAN PENYEMBAH KUBUR

    abu sayev:
    wah, maaf pak kiai, kenapa pak kiai marah

    aku mengatakan, aku bukan penyembah kubur, ngapain kamu tersinggung
    kamu meragukan kemuslimanku saja aku tidak tersinggung, kenapa aku mengatakan bahwa aku bukan penyembah kubur kamu tersinggung pak.

    ha…ha…ha, stel kendho saja pak, kalau merasa ya istighfar dan taubat.

    >>>>enha says:
    ni lagi2 gk intelek..ngomongnya munafik ato gk ngomongnya urusan allah, ee ni bapak sayev malah brani mengkafirkan orang laen..

    abu sayev:
    saya mengatakan saya bukan penyembah kuburan mas, jangan jangan njenengan nggak bisa menelaah kata-kata saya.

    ono wong ngomong:
    oh za stau saya warga ahlussunnah datang ke kuburan gk niat nyembah kuburan tuch..
    so bpk sayev gk usah Ge-eR klo bpk abusalafy tersinggung..

    abu sayev:
    masalah kamu nggak nyembah kuburan, ngapain dipersoalkan mas.

    saya nggak nuduh kamu maling kok kamu mengatakan dan menjelaskan bahwa kamu bukan maling, maaf ya mas yang intelek sedikit saja, biar obrolan kita nyambung

    ono wong ngomong:
    saran q bt bapak abu sayev, klo ngomong yg sedikit intelek donk biar asyik, nie Forum Blog pak, kebanyakan yg buka jg orang2 yg waras..jd klo ngomongnya gk jelas kaya gini bikin malez baca bapak..komentar bapak tu menuh2in Comment ja..

    abu sayev:
    terima kasih atas saranya ya, saran saya kamu kalau ngomong ya mbok juga agak intelek sedikit ya, jadi nggak ngelantur.

    wong ngomong:
    klo debat nie dibukukan gak bakal Laku dijual coz pihak yg satu gk intelek bgt..

    abu sayev:
    wah orientasinya jangan menyimpang ya, uang itu perlu tapi kalau semuanya kemudian dikembalikan pada uang, saya nggak setuju.

  35. siapa abu sayev? komentarnya kok ga mutu, membosankan dan jauh dari ilmu.

  36. # simple truth Berkata:
    November 19, 2007 pada 11:43 am

    siapa abu sayev? komentarnya kok ga mutu, membosankan dan jauh dari ilmu.

    abu sayev:

    perkenalkan NAMAKU ABU SAYEV, PENENTANG BID’AH DAN SYIRIK.

  37. SOLUSI:

    1. JANGAN MEMBUAT GEMBIRA HATI ORANG2 KAFIR.
    2. ORANG2 KAFIR TIDAK MELIHAT SUNNI/SYIAH, NU/MUHAMMADIYAH TAPI MELIHAT ORANG YANG MENGAKU ISLAM ITULAH YANG MEREKA PERANGI.
    3. JANGAN MENAMPAKKAN PERBEDAAN INI DIHADAPAN ORANG2 KAFIR YANG MEMBUAT GEMBIRA HATI MEREKA!

    WALLAHUA’LAM

  38. WAHABI……(W)aktu (A)ku (HA)bis (B)uat (I)slam inilah singakatan dari WAHABI….jadi buat mereka menghabiskan waktu buat Islam sebenarnya mereka berbuat untuk siapa yah….sekarang kalo diurut-urut kira2 begini kalo seandainya WAHABI kuat bercokol didunia ini maka kekaisaran SA’UD akan bertambah jaya sehingga kedudukan mereka semakin kuat, biar bagaimanapun dari pandangan politiknya si SA’UD mungkin agak takut jika kekaisaran mereka runtuh, karena apa ? mereka mendapatkan kekaisaran itu dgn intrik2 yg semakin lama semakin jelas kelihatan borok2nya karena itu mereka tidak takut2 mengeluarkan biaya besar untuk itu, saat ini mereka sudah bisa membaca bahwa kekuatan US sudah tidak memadai maka itu mereka mencari kekuatan dgn jalan lain…….nah untuk WAHABI benarkah kalian sudah berjuang di jalan Islam atau berjuang untuk mempertahankan dinasti SA’UD…..hanya Allah yg tahu

  39. assalamualaikum wr.wb.
    Alhamdulillahirobbilalamien
    hanya Alloh yg layak dipuji
    tidak ada milik kita semua pinjaman dari Alloh
    tiada haq kita dipuji
    teman teman ada yg tau sejarah berdirinya saudi arabia ga? boleh diceritakan disini ringkas saja
    biar bertambah wawasan kita
    syukron

  40. Nahdlatul Ulama (NU) adalah pengikut Ahlussunnah Waljamaah tertua di Indonesia, mendasarkan faham keagamaannya kepada sumber ajaran Islam: Al-Qur’an, As-Sunnah, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas. Bagi NU Islam adalah agama yang fithri yang bersifat menyempurnakan segala kebaikan yang sudah dimiliki oleh manusia dan menumbuhkan sikap kemasyarakatan yang telah dicontohkan Rosulullah SAW dan para pengikutnya, yang menjunjung tinggi keadilan dan kebersamaan, bijaksana, serta berjuang untuk amar ma’ruf nahi munkar Hal tersebut tercermin dalam perilaku anggota dan pengurusnya yang menjunjung tinggi nilai-nilai maupun norma-norma ajaran Islam dan bersilaturahimi untuk dakwah Islam serta berusaha terus-menerus membina hubungan dan komunikasi Kalau sekarang banyak permasalahan di masyarakat bukan berarti NU tidak berusaha menjadi solusi, hal itu karena NU belum dibaiat masyarakat untuk menjadi kekhilafahan untuk itu sudah waktunya umat Islam Indonesia memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada kyai-kayai NU agar memproklamirkan beridirinya Khilafah Islam..Mari dukung NU untuk menegakkan kembali khilafah Islamiyyah.

  41. mas abu sayev ada no telp ndak ??? saya jd penasaran sama orangnya!!!

  42. memang enak berdebat itu, tetapi bahayanya banyak contohnya : 1. kalau kita menang, maka kita bangga dan merasa lebih pintar dari lawan kita, 2. kalau kita kalah maka kita merasa hancur sudah pengetahuan yang kita cari selama ini.
    dan kita harus ingat pesan Rasullullah bahwa Setiap orang pasti ingin selalu berbicara. Namun, tidak setiap orang yang berbicara itu mempunyai memperhatikan etika dalam menyampaikan pesannya. Sebagai Muslim, hendaknya dalam berbicara, kita memperhatikan beberapa etika yang bisa mendatangkan kebaikan dan keberkahan.

    Di antara etika berbicara yang dianjurkan oleh Islam adalah; pertama, hendaknya pembicaraan selalu di dalam kebaikan. Allah SWT berfirman, ”Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (QS Annisa [4]: 114).

    Kedua, sebaiknya orang berbicara dengan suara yang jelas agar dapat didengar, tidak terlalu keras, tidak pula terlalu pelan. Selain itu, jangan membicarakan sesuatu yang tidak berguna. Rasulullah SAW bersabda, ”Termasuk kebaikan Islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

    Ketiga, hendaknya orang yang berbicara jangan membicarakan semua apa yang didengar, sebab bisa jadi semua yang didengar itu menjadi dosa. Nabi SAW bersabda, ”Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.” (HR Muslim) Keempat, menghindari perdebatan dan saling membantah, sekalipun kita berada di pihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda. Nabi SAW bersabda, ”Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda.” (HR Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

    Kelima, berbicara dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Aisyah RA menuturkan, ”Sesungguhnya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam apabila membicarakan suatu pembicaraan, sekiranya ada orang yang menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya.” (Mutta-faq’alaih).

    Keenam, hindari sikap memaksakan diri dan banyak bicara di dalam berbicara. Nabi SAW bersabda, ”Dan sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari Kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara, orang yang berpura-pura fasih, dan orang-orang yang mutafaihiqun.” Para shahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apa arti mutafaihiqun?” Nabi menjawab, ”Orang-orang yang sombong.” (HR At-Turmudzi, dinilai hasan oleh Al-Albani).

    Terakhir, dalam berbicara sebaiknya kita menghindari perbuatan menggunjing (ghibah) dan mengadu domba. Allah SWT berfirman, ”Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.” (QS Alhujurat [49]: 12).

    Semoga setiap pembicaraan yang kita lakukan menjadi bermanfaat dengan memperhatikan etika berbicara. Wallahu a’lam.

  43. tobatlah wahai pelaku bid’ahan
    kembali ke Al-Quran dan Hadist jangan ikuti hawa nafsumu

    • Sahabat andri, kapan terakhir anda bertemu rosul, sehingga anda percaya akan tafsiran-tafsiran yang ada di qur’an dan hadis. berapa ribu hadist yang anda hafal dan mampu anda tafsirkan? apa makna bid’ah menurut anda? apakah rasulullah pernah mengajarkan belajar internetan/ menonton TV/ menggunakan kendaraan bermotor?apa itu tidak termasuk bid’ah?
      Semoga sahabat andri lebih menela’ah lagi sebelum menjatuhkan hukum untuk seorang yang melakukan bid’ah

    • MASAK SIH ORANG WAHABI ADA YANG MIMPI RASULULLAH SAW..KAYAKNYA MUSTAHILLLLLLLL

  44. Daripada capek mendingan pakar salafy indonesia ditemukan dengan muridnya almarhum Sayyid al Maliki adu argumentasi didepan mahasiswa. Gmn setujuuuuuuuuuuu

  45. Jadi apakah semua orang di dunia ini harus manut pantatnya Abusalafy??? Sejak kapan Abusalafy pengikut Ahlussunnah?? Kalo pengikut Aswaja alias Asal jaWab aJa lha semua orang baru percaya.. mas Abusalafy kan lebih bangga menjadi Syiah daripada menjadi Ahlussunah…cuma sementara ini ngaku-ngaku Ahlussunnah..yaah biasa pengen diakui baru setelah itu menikam dari belakang….

    • Mas abuabu, ingat bahwa rasululloh melarang kita berburuk sangka (Suu’udzann) itu dosa besar mas!!! hatihati dengan lidah kita mas karena klo tidak dikendalikan bisa menjerumuskan kita kedlm api neraka…Astaghfirulloh…..Nauu’dzubillah tsumma nauu’dzubillah…

  46. Bener mas abu sayev. Masak harus dialog dg gur dus..kalo dialog kan hrs dg or waras..gitu aja kok repot hahahaha..mereka kan Aswaja. Asal njawab aja katanya mas abuabu..g ad gunanya dialog. Ucapan kiai @busalafy sarjana Aswaja ini jg g jauh beda. Eeh mas enha ipb masak kuliah di ipb g pinter2. Tmn sy dari ipb pinter2 masak mas enha tolol seh?..

    • memang enak skali rasanya menertawakan orang mas, karena dihati kita ada benci dan dengki,mas siapapun dia orang waras ataupun tidak rosulullah tidak pernah mengajarkan untukmenertawakan orang lain, kalau itu anda lakukan berarti anda berlaku bid’ah.

  47. pak abu sayev sesungguhnya ALLOH telah menegur Rosululloh untuk tidak meladeni orang sombong itu membuat emosi dan membuang2 waktu,..
    lebih baik untuk orang yang menerima da’wah salaf itu lebih bermanfaat dan ALLOH maha pembaeri hidayah AMIN semoga kita semua di beri HIdayah kepada ALLOH,….
    sebenarnya kami tidak menuduh perorangan kafir,..
    tapi menetapkan hukum yang sudah ditetapkan oleh ALLOH dan Rosulnya klo syrik ya syrik , bid’ah bid’ah, sesat, sesat tapi kami tidak menuduh kalian hanya sifat itu yang kami berusaha dan atas rahmat ALLOH semoga bisa musna di muka bumi ini,….

    • saya sependapat dengan anda, semoga kemusyrikan dilenyapkan dimuka bumi ini. Namun perlu anda fahami lebih dalam makna syirik (menyekutukan Tuhan selain Alloh), Dan anda harus tau amaliah orang yang anda anggap syirik itu, dari segi mana anda memandang kemusyrikannya. anda jangan dibutakan oleh ketidak tahuan anda sendiri.ada baiknya anda mengetahui seluk beluk dan tatacara amaliah yang anda anggap perbuatan syirik. dan anda harus bandingkan dengan Perkataan seseorang yang mengatakan contohnya:” Saya sembuh darisakit karena meminum obat xxxx/ karena dirawat oleh Dokter”, Perkataan itu telah menyekutukan Alloh, Karena yang menyembuhkan penyakit adalah Alloh. jadi pada dasarnya anda harus belajar lagi apa yang namanya Syareat toriqot dan apa yang namanya hakikat.

  48. abu salafy,,, tlg buka2 kitab dlu sblm menghujat ulama’ besar seprti sayyid maliki,,!!!!

  49. masyaAllah!!!! gharizah baqo’nya hebaaaaaaat!!!!
    sallluuuuuuuuuuuuuuutttttttt!!!!!!
    tapi sama sekali ga ada manfaatnya!!!!!!
    ujung2nya saling membenci!!! innallahama’asobirin!!!!
    semoga Allah selalu melimpahkan ridhanya untuk kita semua.aamiin!
    rosulallah tauladan yg baik!!!
    rosulallah pasti akan sedih melihat umatnya melihat kita bersilat lidah seperti ini!!

    muslim bersaudara!!

    waallhualam bi assawab!!!
    afwan!!!

  50. Dear Abu Sayev

    Saya Bambang soekotjo ,

    sampean punya YM ? atau HP ? atau tlp rumah ?
    tolong info saya….saya gemes sama sampean …………

  51. jangan suka menghujat alim ulama,coba renungkan kembali amal dan ilmu yang sudah kita fahami.yakinkah ilmu dan amal yang dimiliki akan membawa kita kelak diakhirat untuk berhadapan dengan Rabb kita?hati2lah menghujat ulama karena ia menuntut ilmu dengan usaha yang keras dan lama dan ukur dengan kita yang menuntut ilmu apa sudah seperti mereka?…

  52. Masya Allah tabaarokalloh…, indahnya perbedaan ini apabila di barengi dengan hati yang lapang. Sikapi perbedaan kepercayaan ini untuk menambah pengetahuan syariat islam, kita sama-sama bertukar pendapat agar tau betul apa yang menjadi perbedaan keyakinan diantara kita,bukan saling menghujat dan meremehkan satu sama lain. Contoh: apa makna bid’ah secara spesifik, apa makna syirik/musyrik? Dan apa makna kufur? Dan untuk mendefinisikannya kita harus betul-betul signifikan tepat dan terararah., berdasarkan referensi yang jelas.
    Lalu kita harus tau juga amaliah yang dilakukan oleh orang2 yang kita anggap menyimpang, seperti ziarah kubur misalnya, apa maksudnya? Seperti apa pelaksanaannya? Apa pula faedahnya?, kita jangan terhasut oleh ego kita yang emosional, kita harus tau dulu segalanya. Nah … pabila kita sudah tau semuanya secara jelas maka kita tinggal crosscheck dengan definisi2 yang kita sudah ketahui,baru kita bias menentukan hukum.
    Para ulama mujtahidiin mereka memiliki keyakinan yang berbeda, tetapi mereka tidak saling menghujat atau pun menyalahkan karena mereka tahu jalannya masing2 dan mereka saling menghargai perbedaan masing2.
    Semoga bermanfaat untuk semua kaummuslimin yang bersaudara.
    wassalaam

  53. aku baru aja nonton pidato sambutan abuya almaliky pada pembukaan muktamar ulama tingkat dunia di emirat,luar biasa,bukti yg jelas kalau beliau di mahagurukan ulama sedunia,minus wahabyin tentunya,dan barusan tgl 17 ramadhan aku menghadiri tahlil khaul beliau yg di hadiri ribuan umat di pp dalwa raci bangil

  54. muktamar ulama sedunia atau muktamar ulama sufi sedunia mas? dipastikan dulu..!

    ente betul, yang menghadiri haul beliau ribuan, tapi dari ribuan yang datang sebagian besar orang-orang dusun yang sendika dawuh sama kyiai-nya.

  55. Ya alloh salam serta solawat tetep tercurah kpd baginda rosul saw. Beserta keluarga,sahabat,serta umatnya sampai akhir jaman.
    Ya alloh berikanlah kedamaian kpd seluruh umat kanjeng rasul saw.
    Ya alloh berikanlah tempat ya mulia kpd buya sayyid muhammad al maliki al hasani seperti tempat kakek beliau kanjeng rasul muhammad saw.

  56. komentar yang sangat khas wahabi,
    kibir….. bathrul hag wa ghamtun nass……..
    sombong……….menentang kebenaran (kalo bukan dari rabi’ madkholi cs,semuanya dianggap salah)………dan meremehkan orang lain(kalo bukan syechnya semua dianggap sampah)………………
    TAPI YANG JELAS AKU DUKUNG CARA KALIAN BERDAKWAH SEPERTI INI………
    TERUSKANLAH KECONGKAKAN DAN KESOMBONGAN KALIAN…………….
    SEBAB DENGAN ITU KAMI TIDAK USAH SUSAH PAYAH MEMADAMKAN MULUT2 KALIAN…………..
    KESOMBONGAN KALIAN SENDIRI YANG AKAN DENGAN SUKA RELA MENGHANCURKAN DAKWAH PALSU KALIAN…………..

  57. assalamualaikum…
    ana muhammad algadrie..
    dari pada kalian smw ribut masalah wahabi dan ahlussunnah. mending kita perbanyak baca quran dan hapalan hadis,,,,…
    hapal hadis cuma sedikit sok-sok mw debat…
    mikir napa??????????!!!!!!!!!!
    yang satu nuduh ahli bidah, yang satunya lain lg…
    lawong Imam maliki ma imam syafii dulunya tidak pada ribut….
    gak pernah imam maliki selaku guru imam syafii memfonis klo pake qunut abidah dan masuk neraka…
    sebalikny imam syafii juga gak pernah ngejek ajaran yg diajarkan…
    TP KENAPA UMAT SEKARANG KOK RIBUT MASALAH ITU??????
    GAK MALU SAMA YAHUDI WA NASORO LAKNATULLAH….
    INGET KITA HARUS BERSATU….
    khoirunnas anfauhum linnas(sebaik2 manusia itu adalah yang berguna bagi orang lain)
    temen smwx…
    coba antum sekalian Buka situs Beritamuslim.blogspot.com
    disana ada blognya umat islam kena hack ma yahudi wannasoro…
    kita harus tanggpa dg itu semua….
    jangan tengkar sama islamnya….
    MALU-MALUIN….
    urusan madzab serahkan sama Allah..
    kalian semua punya madzab yg kesemuanya ada imamnya dan imam itu yg tanggung jawab sama Allah…
    sekali lagi jgn ruwet masalah itu….
    Afwan
    hadanallah waiiyakum ajmain

  58. Setelah melihat semua komentar yang ada kok banyak yang berantem ya. Menurut saya dari pada saling berantem lebih baik kita tasamuh / toleransi saja sambil mencari kesamaan masing-masing. Itu lebih baik lagi pula masalah perbedaan pendapat itu bisa diatasi asal para ulama’ yang saat ini dari masing-masing golongan mau lebih serius untuk berdiskusi dan mencari kesamaan-kesamaan dari masing-masing pihak. Sebetulnya saya sudah jenuh dengan pertengkaran yang semacan ini. Karena Ini jauh dari pemahaman nilai-nilai Tasamuh / Toleransi baik dengan sesama Islam atau agama Lain sekalipun bahkan dengan Yahudi sekalipun. Tidak semua orang yahudi itu jahat / brengsek lho.

  59. Assalamu alaikum,,,kok kalo di baca smua di blog ini kok banyak nggak sesuai fakta dan kitab2 ulama ahlussunah,apa memang penulisnya kurang referensi.Belajarlah dulu baru boleh menyampaikan,sepertinya sang penulis taasub madzab,dan itu ada pada kaum Nahdiyin di Indonesia (maaf saya tinggal di Saudi Arabia yg deket para ulamanya ahlussunah )……..belajarlah pada ustadz salaf yg benyak bertebaran di Indonesia,banyak kok yg lulusan Madinah,makkah dan Yaman,syiria,Libia,Jordania.Wassalamu alaykum

    __________
    abu salafy:

    (maaf saya tinggal di Saudi Arabia yg deket para ulamanya ahlussunah )….. Tolong deh kalo begitu bantah saja tulisan-tulisan di blog ini, biar yang lain pada tau, tapi jangan copy-paste ya?!

    • abu tidak berarti abu tinggal di Saudi Arabia lantas abu bisa seenaknya memberi fatwa seperti itu. Fatwa abu akan didengar diikuti bila ada hujah-hujan dari hadist-hadist shoheh

  60. yang penting semua bid’ah itu sesat, semua yang sesat itu di neraka…..dan wahabi itu tdk ada zaman nabi, berartu bid’ah dan neraka deh

    • Kalau menurut saya semua orang islam itu ya bakal masuk surga semua asal benar-benar mau jadi orang yang baik. Baik yang sunnah atau wahabi. Asal semua itu dasarnya Quran dan hadis. Memang sulit karena hadis itu banyak macamnya. mungkin karena itu hingga saat ini banyak aliran-aliran islam yang banyak macamnya seperti syiah, wahabi, ahmadiyah, dllnya.

  61. sayyid ali, di/pada Agustus 29, 2010 pada 7:24 am Dikatakan: r

    yang penting semua bid’ah itu sesat, semua yang sesat itu di neraka…..dan wahabi itu tdk ada zaman nabi, berartu bid’ah dan neraka deh
    =============================================
    iya, bener, akidah 3, rububiyah, ilahiyah dan asma wa sifa juga akidah bid’ah, kalo wahabi pake kemeja, itu juga bid’ah karena ” tidak dicontohkan” Nabi SAAW…

  62. Tapi kalau orang-orang Wahabi di Indonesia tidak se ekstrim yang ada di tempat asal kelahirannya sana yaitu Arab Saudi. kalau disini orang-orangnya cenderung toleran dan kompromis. Buktinya seperti di daerah Yogja atau di daerah saya sendiri Jawa Timur. Meski disana banyak pengikut organisasi Wahabi Tapi banyak yang masih melaksanakan ritual seperti Ziarah kubur,Mendoakan orang meninggal,Tahlil Dan Istighosah. jadi sepertinya Yang dikemukakan penulis itu sepertinya kondisi ekstrim yang ada di Arab Saudi sana. Kalau disini mudah-mudahan bisa dikompromikan. Karena sayang sekali kalau sampe berantem. Karena orang-orang yahudi, para kapitalisme,dan Para Koruptor yang akan senang melihat orang islam dan para ulama’nya yang berantem dan tidak kompak. Karena tidak bisa berkompromi dalam berpendapat.

    • @Asif,

      Wahhabi yg di Indonesia tergabung dg Teroris, berfikir ala teroris. mereka menghalalkan uang hasil rampokan.
      biasanya di daerahku bersliweran, tapi akhir2 ini jarang ada, kayaknya mereka lagi pada ngumpet, takut di Dor oleh Densus 88.

  63. Parah dah semua …………………………………..!
    Imam aja di ributin.
    Al-Quran mw di bakar ga ad komentar ……….. marah kek apa gitu ky’ g ada harganya ………..

    mana yang katanya saya islam, imam saya a,b,c,d-z , madzhab saya ,a,b,c,d-z !

    mana teriakan kalian ketika Al- quran mw di bakar ?

  64. abu, abu kalo mau buat blok jangan asal aja. abu harusnya belajar dulu sehingga tanggapannya yang positif-positif tidak mengundang debat prapatan anak jalanan tanpa ilmu. seperti ini abu ngawur. wahabi itu induk awal penerus rosul setelah adanya penyimpangan aqidah seperti aqidah abuuuu yang menyesatkan banyak umat

  65. wahai orang NU ataupun WAHABI, jika antum membela haqq dengan cara yang bathil, maka sesungguhnya itu sama dengan kalian berlaku bathil!!! sampaikanlah hujjahmu secara ahsan!!!

    kenapa antum semuanya melupakan Kalamulloh dlm surat Ali Imron: ….WAJAADILHUM BILLATII HIYA AHSAN….!!! Juga, Sabda Nabi saw: “laisal mu’minu bil LA’AN, walath tho’an, walal faahisyal badi’…

    percuma kalian membela ahlussunnah waljamaah jika caranya dengan celaan, hinaan yang malah akan memperkeruh masalah! ud’u ilaa sabiili Robbika bilhikmati wal mau’idzotil hasanah…!!!

    Sungguh, saya khawatir diantara kita ada musuh islam yang sengaja mengaburkan pokok pembahasan kepada caci maki, debat kusir, dll yang tidak membawa kemaslahatan sedikitpun!

    Marilah kita telaah (jika memang antum bidangnya, jika bukan maka antum hanyalah orang awam yang hanya bertaqlid, maka taqlid itu lebih baik daripada ijtihad bil jahil) pandangan ulama2, baik salaf maupun khalaf tentang khilafiah2 ini secara ilmiah. Mari kita buktikan siapa yang jujur mengambil pendapat ulama-ulama yang telah tsiqoh. ataukah hanya mengambil/mengutip beberapa pendapat ulama, lalu menyingkirkan, membuang dan mengumpat yang tidak sependapat denggannya? Dst…

    Allohumma arinal haqqo haqqo warzuqnattibaa’ah. wa arinal baathila baathila warzuqnajtinaabah. Astaghfirulloh Ya Robb, jika hambamu yg lemah ini salah bertutur kata…

    • asslam…maaf klo saya ikut tuk berkomentar,satu saja yang pernah saya alami bersama warga wahabi(maaf saya tdk bermaksud menjadi provokator) di indonesia khususnya di daerah bogor pada saat itu tahun 2009 bertepatan idul adha di mana umat islam sedunia merayakan nya.kebutulan saya pada waktu itu bermaksud tuk berqurban seekor kambing dan akan saya antar ke musholah tapi qurban saya di tolak lalu saya langsung di bawa ke mushola di beri penjelasan oleh salah satu mungkin ulama setempat(maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya)
      dari ulama itu mengatakan bahwa menyembelih kambing,ayam dan memakan daging sapi HUKUM nya adalah HARAM beliau mengatakan
      apabila saya tetap melakukan nya maka saya sama saja memakan hewan babi atau meminum alkohol,lalu saya pulang dengan hewan quban saya dan saya berpikir kenapa beliau melarang saya berqurban.
      memang saya bukan ahli agama juga bukan orang suci.tapi setahu saya umat islam menghalal kan dan berkewajiban bagi umatnya bagi yang mampu tuk berqurban di hari idul adha dan memakan yang halal dan melarang memakan daging babi dan meminum alkohol.
      maaf sekali lagi saya bukan bermaksud menjadi provokator.tapi dengan senang hati apabila ada yang bisa menjelaskan nya ke saya.

  66. izin copy ya ikhwan

  67. ayat ayat al’qur’an yang tertuju pada musyrikin,malah oleh wahaby ditujukan untuk kaum muslimin

  68. Top abuya!
    Tapi sayang ya sekarang murid2 nya banyak yang kemakan wahabi sehingga ikut2an jadi buas dan gampang ngafirkan umat islam.
    Betul lo ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s