<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Abu Salafy</title>
	<atom:link href="http://abusalafy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abusalafy.wordpress.com</link>
	<description>Mengkaji Salafy Wahabi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 15:11:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abusalafy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Abu Salafy</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abusalafy.wordpress.com/osd.xml" title="Abu Salafy" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abusalafy.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ali bin Abi Thalib ra. Aja Mereka Kafirkan!</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2012/01/02/ali-bin-abi-thalib-ra-aja-mereka-kafirkan/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2012/01/02/ali-bin-abi-thalib-ra-aja-mereka-kafirkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 02:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa Pensesatan]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Wahabi-Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaifan Kaum Wahhabi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Pemimpin Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Ulah Wahabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1303</guid>
		<description><![CDATA[Ali bin Abi Thalib ra. Aja Mereka Kafirkan! Akhir-akhir ini marak aksi pengafiran sesama Muslim hanya kerena dipicu oleh perbedaan mazhab atau aliran atau pendapat dalam memahami ajaran Islam. Dahulu Imam Ali ra. dikafirkan oleh kaum Khawarij dengan tuduhan telah menjadikan  selain Allah sebagai Hakim dalam urusan umat Islam! Rupanya pengkafiran sesama Muslim (yang seringkali dibarengi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1303&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Ali bin Abi Thalib ra. Aja Mereka Kafirkan!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Akhir-akhir ini marak aksi pengafiran sesama Muslim hanya kerena dipicu oleh perbedaan mazhab atau aliran atau pendapat dalam memahami ajaran Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Dahulu Imam Ali ra. dikafirkan oleh kaum Khawarij dengan tuduhan telah menjadikan  selain Allah sebagai Hakim dalam urusan umat Islam!<span id="more-1303"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Rupanya pengkafiran sesama Muslim (yang seringkali dibarengi dengan penghalalan darah, harta dan kehormatan) sekarang menjadi gaya kaum NEO KHAWARIJ yang dilakoni oleh sebagian kaum yang menamakan diri mereka sebagai Pengikut Salaf/Salafi dan kaum awam selain mereka yang pikirannya telah dipermainkan oleh para pemuka agama yang <em>sû’</em>!</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau dahulu Imam Ali ra. mereka kafirkan dan mereka halalkan darahnya! Kini kaum Neo Khawarij mengulang aksi gilanya dengan mengkafirkan kelompok yang mencintai dan mengikuti Ali bin Abi Thalib ra.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara, <a href="http://www.suarajabar.com/nasional/humaniora/299-mui-syiah-bukan-aliran-sesat.html" target="_blank">para ulama kita</a>, Ahlusunnah, <a href="http://www.youtube.com/watch?v=OtXgEPr7rI8" target="_blank">mereka tidak pernah mengafirkan kaum Syi&#8217;ah </a>dan sangat berhati-hati dalam menjatuhkan vonis kafir kepada ahli <em>La Ila Illallah Muhammadun Rasulullah</em>! Allamah Sayyid Muhammad Alawi al Maliki -Guru besar para Kyai di Indonesia, tidak terkecuali para Kyai Madura- sangat tegas sikapnya! Beliau mengecam keras pengafiran Syi&#8217;ah! menurut beliau <a href="http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/1/35644/Warta/PBNU__Syiah_Masuk_dalam_Golongan_Al_Firaq_Al_Islamiyyah.html" target="_blank">Syi&#8217;ah adalah bagian dari mazhab-mazhab Islam </a>dan kaum Syi&#8217;ah adalah saudara kita&#8230; mereka Muslimun!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jadi!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">jadi, sampai kapankah kaum Muslim, khususnya sebagian ulama Ahlusunnah wal Jama’ah mau ditipu habis-habisan oleh pikiran kotor kaum Khawarij <em>judud</em>?! dan kemudian mengerahkan massa untuk mengkafirkan sesama Muslim?</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang terjadi di Sampang Madura bukti bahaya kaum Takfiriyyûn alias Wahabi alias Neo Khawarij yang ajarannya ditegakkan di atas teror dan pengkafiran sesama Muslim!</p>
<p style="text-align:justify;">Karenanya, ini adalah tangggung jawab semua Muslim, khususnya para ulama untuk tidak mendiamkan kesatuan umat Islam dikoyak-koyak oleh pihak ketiga yang menginginkan hancurnya persatuan Umat Islam!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Awas Bahaya Dari Kaum Takfiriyyun!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Yang gemar mengkafirkan kaum Muslimin diantaranya adalah kaum Salafi Wahhabi&#8230; hanya kerena bermaksud bertabarruk dengan makam Nabi saw, atau makam seorang wali , misalnya, kaum NU divonis KAFIR dan MUSYRIK! Sekarang -karena alasan-alasan politis- mereka mengarahkan vonis pengkafirannya kepada Syi&#8217;ah</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Ketu PB NU, <a href="http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/1/35632/Warta/Kang_Said__Usut_Tuntas_Kasus_Sampang.html" target="_blank">Kyai Said Aqi Siraj bahwa: Ada pihak-pihak yang ingin suasana Indonesia menjadi rusuh dan tak tenang</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak dari dulu, di Madura tak pernah ada ketegangan antara penganut Sunni dan Syi’ah. Tambah Kyai Aqil.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalaupun terjadi seperti insiden pembakaran Kamis lalu, jelas ada tangan tak terlihat yang menginginkan terjadinya bentrokan. Jelas perbedaan Sunni-Syi’ah dijadikan alat.  (Baca Jawa Pos, edisi Minggu,1/1/2012)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1303&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2012/01/02/ali-bin-abi-thalib-ra-aja-mereka-kafirkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abu Salafy Mengucapkan Idul Fitri 1432 H</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/08/30/abu-salafy-mengucapkan-idul-fitri-1432-h/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/08/30/abu-salafy-mengucapkan-idul-fitri-1432-h/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 16:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ucapan Selamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1276</guid>
		<description><![CDATA[Dengan Tulus Abu Salafy Mengucapkan: Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H &#8211; 2011 M Mohon Ma’af Lahir dan Batin Kepada semua pengunjung blog kami yang sederhana ini apapun mazhabnya Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita di bulan ramadhan yang baru kita jalani, dan mudah-mudahan puasa kita termasuk yang imanan wahtisaban. wa minal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1276&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/08/eid-mubarok_3.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-1277" title="eid mubarok_3" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/08/eid-mubarok_3.gif?w=468" alt=""   /></a></p>
<p><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/08/min-uwwadahu.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-1278" title="min uwwadahu" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/08/min-uwwadahu.gif?w=468" alt=""   /></a></p>
<p align="center"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/08/kullu-aam4.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-1279" title="kullu aam4" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/08/kullu-aam4.gif?w=468" alt=""   /></a></p>
<h2 align="center"><span style="color:#003366;">Dengan Tulus<span style="color:#800080;"> Abu Salafy</span> Mengucapkan:</span></h2>
<h2 align="center"><span style="color:#008000;">Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H &#8211; 2011 M</span><br />
<span style="color:#008000;"> Mohon Ma’af Lahir dan Batin</span></h2>
<h3 align="center"><span style="color:#003366;">Kepada semua pengunjung blog kami yang sederhana ini apapun mazhabnya</span></h3>
<h3 align="center"><span style="color:#003366;">Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita di bulan ramadhan yang baru kita jalani, dan mudah-mudahan puasa kita termasuk yang imanan wahtisaban. wa minal aidin wal faizin wa kullu aamin wa antum bi-khair.</span></h3>
<h3 align="center"><span style="color:#800000;">Hamba Allah yang Faqir</span></h3>
<h2 align="center"><span style="color:#800080;">Abu Salafy</span></h2>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800080;">________________</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1276&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/08/30/abu-salafy-mengucapkan-idul-fitri-1432-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/08/eid-mubarok_3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">eid mubarok_3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/08/min-uwwadahu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">min uwwadahu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/08/kullu-aam4.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kullu aam4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemberitahuan Dan Mohon Ma&#8217;af</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/07/21/pemberitahuan-dan-mohon-maaf/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/07/21/pemberitahuan-dan-mohon-maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 13:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemberitahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1273</guid>
		<description><![CDATA[&#160; السلام عليكم و رحمة الله و بركاته Kepada semua pecinta blog ini, kami haturkan ma’af, karena sampai hari ini kami belum bisa meng-update dan aktif seperti biasanya, dikarenakan kesibukan sehari-hari, baik kesibukan mencari nafkah untuk keluarga juga kesibukan lainnya. Insya Allah kami akan segera kembali meng-update dan menjawab semua komen sebagaimana biasanya..! Selanjutnya, jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1273&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>السلام عليكم و رحمة الله و بركاته </strong></h2>
<p>Kepada semua pecinta blog ini, kami haturkan ma’af, karena sampai hari ini kami belum bisa meng-update dan aktif seperti biasanya, dikarenakan kesibukan sehari-hari, baik kesibukan mencari nafkah untuk keluarga juga kesibukan lainnya.</p>
<p>Insya Allah kami akan segera kembali meng-update dan menjawab semua komen sebagaimana biasanya..!</p>
<p><strong>Selanjutnya, jika ada sedikit waktu luang  akan kami sempatkan terlebih dahulu mengeluarkan komen-komen sbb:</strong></p>
<ul>
<li>yang tidak perlu kami tanggapi/jawab</li>
<li>yang tidak ditujukan kepada kami (diskusi sesama pengunjung)</li>
</ul>
<p>Sedangkan komen yang perlu ditanggapi/dijawab, tetap kami PENDING dan akan kami tanggapi setelah aktif kembali seperti biasa.</p>
<p>sekian harap maklum dan ma’af.</p>
<p><strong>Wassalamu alaikum wr.wb</strong></p>
<h2><strong>الفقير إلى عفو ربه ﺍﻟﻘﺪﻳﺮ</strong></h2>
<p><strong>Abu Salafy</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1273/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1273&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/07/21/pemberitahuan-dan-mohon-maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mufti Agung Wahhabi-Salafy Dari Arab Saudi Dukung Rezim Mubarak Yang Pro Zionis Dan Amerika</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/02/13/mufti-agung-wahhabi-salafy-dari-arab-saudi-dukung-rezim-mubarak-yang-pro-zionis-dan-amerika/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/02/13/mufti-agung-wahhabi-salafy-dari-arab-saudi-dukung-rezim-mubarak-yang-pro-zionis-dan-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 15:36:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Dinasti al-Saud]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Jenaka Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Pensesatan]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Wahabi-Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaifan Kaum Wahhabi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1183</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi kita dibikin geleng-geleng kepala oleh pernyataan ulama besar wahhabi-salafy yang sering diidolakan oleh para pengekornya, khususnya di Indonesia. Kali ini Mufti Besar Rais &#8220;Haiah Kibar Ulama” atau Pimpinan Dewan Pembesar Ulama wahhabi-Salafy Arab saudi (AS), bikin “fatwa hebat” yang akan membuat bahagia kaum Zionis. Ketika para ulama dan aktivis dunia pembela hak-hak azasi manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1183&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1190" class="wp-caption alignleft" style="width: 238px"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/alu-syekh.jpg"><img class="size-full wp-image-1190" title="Alu Syekh" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/alu-syekh.jpg?w=468" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">الشيخ عبد العزيز آل الشيخ</p></div>
<p>Lagi-lagi kita dibikin geleng-geleng kepala oleh pernyataan ulama  besar wahhabi-salafy yang sering diidolakan oleh para pengekornya,  khususnya di Indonesia. Kali ini Mufti Besar <em>Rais &#8220;Haiah Kibar Ulama</em>”  atau Pimpinan Dewan Pembesar Ulama wahhabi-Salafy Arab saudi (AS), bikin <a href="http://www.aawsat.com/details.asp?section=4&amp;article=606976&amp;issueno=11757" target="_blank"><span style="text-decoration:underline;">“</span>fatwa hebat<span style="text-decoration:underline;">”</span></a> yang akan membuat bahagia kaum Zionis.</p>
<p>Ketika para ulama dan aktivis dunia pembela hak-hak azasi manusia memberikan dukungan kepada perjuangan rakyat Mesir menentang rezim<a href="http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/02/06/162594-30-tahun-korupsi-harta-mubarak-tembus-70-m-dolar-as" target="_blank"> korup</a> dan zalim yang menjadi<a href="http://israelmatzav.blogspot.com/2011/01/great-news-obama-and-clinton-arent.html" target="_blank"> antek dan kaki-tangan zionis</a> <a href="http://english.aljazeera.net/indepth/opinion/2011/02/201127114827382865.html" target="_blank">Israel dan Amerika </a>di Timur-Tengah, Sang Mufti dalam khutbah Jum’atnya di Riyad 4 Pebruari  2011 malah terang-terangan dan dengan suara lantang mendukung Rezim Tiran dan  Diktator  bengis, Fir’aun Mesir Modern Husni Mubarak.</p>
<p>Tidak hanya mendukung rezim tiran dan anti islam tapi  sang mufti <em>Syekh Abdul Aziz Alu Al Syekh</em> menuduh demo damai menentang  kezaliman rezim  Husni Mubarak dan <a href="http://www.crescenticit.com/main-story/1925-february2011/3004-ben-alis-overthrow-in-tunisia-is-not-a-revolution.html" target="_blank">Diktator Tunisia Ben Ali yang anti Islam </a> itu adalah <a href="http://af.reuters.com/article/egyptNews/idAFLDE71403F20110205" target="_blank">perbuatan makar</a> musuh-musuh Islam. <em>Innalillahi wa inna ilahi  rajiun</em>. (Dan sangat ironis sekali Arab Saudi yang konon mengaku sebagai negeri Islam dengan mempraktekkan ajaran para salaf malah menjadi <a href="http://www.sabili.co.id/islamic-world/mantan-presiden-tunisia-pendukung-utama-israel" target="_blank">tempat pengasingan Diktator Ben Ali </a>si penentang syariat Islam, salah satunya adalah<a href="http://www.ccun.org/Opinion%20Editorials/2011/January/25%20o/Hijab%20Makes%20a%20Return%20in%20Tunisia%20By%20Yvonne%20Ridley.htm" target="_blank"> pelarangan jilbab</a>)</p>
<p>Di bawah ini pernyataan dan dukungan Syekh  Abdul Aziz Alu al Syekh yang dilaporkan media  Arab Saudi milik  keluarga Amir al Saud <em>“Al Sharq Al Awsat”</em>:</p>
<p><span id="more-1183"></span></p>
<blockquote>
<h3><strong><span style="color:#ff0000;">SUMBER:</span><a href="http://www.aawsat.com/details.asp?section=4&amp;article=606976&amp;issueno=11757" target="_blank"> “Al Sharq Al Awsat”</a></strong></h3>
<h2 style="text-align:right;">مفتي السعودية يحذر من مخطط لتقسيم المنطقة إلى «دول متخلفة»</h2>
<h2 style="text-align:right;">انتقد المظاهر الاحتجاجية في تونس ومصر</h2>
<h2 style="text-align:right;">الرياض: تركي الصهيل<br />
حذر  الشيخ عبد العزيز آل الشيخ، مفتي عام السعودية، مما وصفه بـ«مخطط»  يسعى من  خلاله إلى تقسيم المنطقة إلى «دول متخلفة»، على حد تعبيره، وذلك  على خلفية  الأحداث التي شهدتها كل من تونس ومصر.</h2>
<h2 style="text-align:right;">وفي خطبة الجمعة التي ألقاها أمس في جامع  الإمام تركي بن عبد الله (وسط  العاصمة السعودية)، انتقد المفتي العام  للبلاد، المظاهر الاحتجاجية التي  شهدتها المدن التونسية والمصرية. وهاجم  كذلك ما وصفه بـ«الإعلام الجائر»،  الذي يصور الأحداث على غير حقيقتها.</h2>
<h2 style="text-align:right;">وبرر المفتي انتقاده للمسيرات الاحتجاجية والمظاهرات، لكونها تفضي إلى سفك الدماء ونشوء حالات سلب ونهب، كما حدث في مصر.</h2>
<h2 style="text-align:right;">وقال: «إن من أسباب الفتن والغواية  والضلالة إثارة الفتن بين الشعوب  والحكام في هذه المظاهرات والمسيرات التي  هي من الأمور التي جيء بها لضرب  الأمة في صميمها وتشتيت شملها وتقسيمها.  إن لها نتائج سيئة وعواقب وخيمة،  منها سفك الدماء وانتهاك الأعراض وسلب  الأموال».</h2>
<h2 style="text-align:right;">ونبه مفتي عام السعودية ورئيس هيئة كبار  العلماء فيها، إلى ما وصفها  بـ«الفوضويات» التي يتم إحداثها داخل الدول من  أجل الإضرار بأمنها وضرب  اقتصادياتها.</h2>
<h2 style="text-align:right;">وقال: «إن هذه الفوضويات إنما جاءت من  أعداء الإسلام والذين يخضعون لهم».  ودعا إلى الحذر من «مكائد الأعداء»،  منبها إلى أن الغاية من المظاهرات  إضعاف الشعوب والسيطرة عليها وإشغالها  في الترهات».</h2>
<h2 style="text-align:right;">وأكد المفتي الشيخ عبد العزيز آل الشيخ،  على ضرورة استشراف الأهداف بعيدة  المدى من المخططات التي تتم في بلدان  المنطقة. وقال إن هناك «غاية بعيدة  المدى لضرب الأمة في صميمها وضرب  اقتصادها وتخطيط بعيد المدى لتحويلها إلى  (دول متخلفة)»، مؤكدا على أهمية  الوقوف من الأمور «موقف الاعتدال».</h2>
<h2 style="text-align:right;">ونبه مفتي عام السعودية، من احتمالية أن  تمتد رقعة الأحداث لتشهدها دول  أخرى. وقال «إن مصاب الأمة جلل عندما نسمع  أن هذه الأحداث تتنقل من مكان  إلى مكان، نار أوقدت، اليوم هنا وغدا هناك».</h2>
<h2 style="text-align:right;">وحذر في سياق خطبة الجمعة، من مغبة  الانسياق وراء ما وصفه بـ«الإعلام  الجائر»، والذي قال إن من صفاته أن يكون  آلة للتخريب، ووسيلة لتسويق  الشعارات البراقة، ونقل الأحداث على غير  حقيقتها.</h2>
<p><strong>Mufti Arab Saudi Memperingtkan Agenda Pemecah Belahan Timur Tengah Menjadi Negera-Negara Yang Terbelakang!</strong></p>
<p><strong>Ia mengkritik keras aksi demo di Tunis dan Mesir!</strong></p>
<p><strong>Riyadh: Turki Shahîl</strong></p>
<p>Syeikh Abdul Aziz Âlu Syaikh –Mufti Agung Kerajaan Arab Saudi- memperingatkan apa yang ia sebut sebagai agenda yang bertujuan memecah belah Timur Tengah menjadi negera-negera yang terbelakang. Ia tegaskan itu terkait dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Tunis dan Mesir.</p>
<p>Dalam khutbah Jum’at yang disampaikan di masjid jami’ Imam Turki ibn Abdul Aziz (di tengah ibu kota Arab Saudi), Mufti Agung Kerajaan, fenomena demo damai yang disaksikan kota-kora besar di Tunis dan Mesir. Ia menyerang keras apa yang ia namai dengan media zalim yang menggambarkan peristiwa-peristiwa tidak sesuai hakikatnya!</p>
<p>Mufti membenarkan kecamannya atas aksi demo damai bahwa ia mengarahkan kepada pertumpahan darah dan terjadinya kondisi kacau dan penjarahan di Mesir.</p>
<p>Ia berkata:</p>
<p>“Sesungguhnya di antara sebab fitnah, kekacauan dan kesesatan adalah diungkit-ungkitnya fitnah antara rakyat dan para penguasa dalam demo dan aksi damai yang mana ia termasuk perkara-perkara yang didatangkan untuk memukul umat pada intinya dan memecah belah kesatuannya serta mempetak-petaknya. Sesungguhnya ia membawa akibat-akibat yang buruk dan jelek. Di antaranya, tercucurnya darah-darah dan diinjak-injaknya kehormatan dan dijarahnya harta.</p>
<p>Mufti yang selakigus Pimpinan Dewan Pembesar Ulama mengingatkan apa yang ia namai sebagai Kekacauan yang terjadi di negeri-negeri itu untuk menimbulkan keguncangan keamanan dan menghantam perekonommiannya.</p>
<p>Ia berkata:</p>
<p><span style="color:#800000;"><em>Sesungguhnya kerusauhan itu datangnya dari mush-musuh Islam dan mereka yang tunduk kepada mereka!</em></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><em>Ia mengajak agar berhati-hati dari makar musuh seraya mengingatkan bahwa tujuan dari aksi-aksi damai itu adalah untuk melemahkan bangsa-bangsa dan menguasainya serta menyibukkannya dengan hal-hal sepele!</em></span></p>
<p>Mufti;  Syeikh Abdul Aziz menegaskan juga akan keharusan mewaspadai agenda-agenda jangka panjang dari taktik yang telah diterapkan di negeri-negeri Timur Tengah. Ia berkata, “Di sana ada tujuan jangka panjang untuk menghantam umat dalam intinya dan menghantam perekonomiannya dan ada agenda jangka panjang untuk memetak-metak Timur Tengah menjasdi negeri-negeri yang terbelakang. Ia menekankan keharusan mengambil sikap moderat dalam masalah ini.</p>
<p>Mufit Arab Saudi mengingatkan akan kemungkinan merembetnya teka pristiwa-pristiwa yang disakisikan oleh daerah ini (Timur Tengah) ke negeri-negeri lain. Ia berkata, “Sesungguhnya musibah umat ini sangat berat ketika kita mendengar pristiwa-pristiwa itu berpindah dari satu tempat ke tempat lain, api yang dikobarkan. Hari ini di sini dan esok di sana!<strong> </strong></p>
<p>Ia juga mengingatkan dalam khutbah jum’atnya dari akibat buruk terhanyut di belakang apa yang<span style="color:#800000;"><em> ia namai sebagai media massa zalim dan yang bertindak sebagai alat perusak serta sarana untuk menjajakan slogan-slogan menipu dan menayangkan pristiwa tidak pada hakikatnya.</em></span></p></blockquote>
<p>.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Abu Salafy Berkata:</strong></span></p>
<p>Ketika musuh-musuh Islam; Zionis Israel dan Amerika khawatir akan tumbangnya antek mereka rezim fir&#8217;aun Mubarak dan bahkan mereka berusaha membantu dengan segala cara agar Rezim Mubarak selamat diantaranya <a href="http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/02/03/162176-israel-kirim-paket-bantuan-ke-mubarak-isinya-gas-untuk-membubarkan-massa" target="_blank">mengirim senjata untuk menumpas gerakan rakyat </a>yang marah akibat bertahun-tahun di zalimi, dan dihinakan dengan menjadikan negeri mereka sebagai anjing penjaga kepentingan Israel dan Amerika, tiba-tiba Syekh Wahhabi-Salafy ini (Alu Syekh) dengan enteng menuduh mereka sebagai musuh-musuh Islam:</p>
<blockquote><p><span style="color:#800000;"><em>Sesungguhnya kerusauhan itu datangnya dari mush-musuh Islam dan mereka yang tunduk kepada mereka!</em> </span></p></blockquote>
<p>Bagi yang sering membaca dan mengikuti sepak terjang ulama   wahabi-salafy dalam aksi dukung mendukung dan membela penguasa-penguasa tiran dan otoriter   dengan mengobral fatwa-fatwa konyolnya, maka tidak akan heran dengan fatwa Alu   Al-Syekh diatas. Mulai Ibnu Taymiah, Al Albani, Al Luhaidan, Al Fauzan dll banyak   kita dapati fatwa-fatwa konyol mereka mendukung penguasa tiran dan dolim</p>
<p>Sebelum fatwa diatas keluar Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz telah<a href="http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2011/01/30/199641/39/6/Raja_Arab_Saudi_Dukung_Hosni_Mubarak" target="_blank"> menyuarakan dukungannya terhadap rezim Mubarak antek Israel dan Amerika</a>. Raja Abdullah adalah Satu-satunya penguasa arab yang lantang dan terang-terangan  mendukung Mubarak, sementara diktator-diktator arab lainnya pada bungkam  takut belangnya tambah kelihatan, jadi fatwa diatas adalah fatwa  pesanan sang raja yang pro Zionis dan Amerika itu.</p>
<p>Selanjutnya ketika gerakan rakyat Mesir semakin tak terbendung walaupun cara-cara kekerasan dan <a href="http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/01/28/161305-polisi-mesir-tembak-pendemo-yang-berlindung-di-masjid" target="_blank">pembantaian berdarah dingin terhadap para demonstran damai tak bersenjata</a> telah dilakukan, maka <a href="http://www.crescenticit.com/daily-news-analysis/3032-arab-dictators-urge-obama-not-to-press-mubaraks-departure.html" target="_blank">para diktator Arab penghisap darah rakyat cepat-cepat meminta pertolongan kepada Tuannya di Gedung Putih  agar menyelamatkan rezim bengis di Mesir</a>, karena jika rezim ini tumbang maka gerakan rakyat akan merembet ke negara-negara Arab yang korup dan dolim lainnya, hal inilah yang ditakutkan oleh para Raja dan penguasa tiran tersebut yang di amini oleh Mufti Arab Saudi Alu Syekh.</p>
<p><strong>SEKILAS FATWA KONYOL ULAMA WAHHABI-SALAFY PRO PENGUASA TIRAN DAN MENGUNTUNGKAN ZIONIS ISRAEL</strong></p>
<p><strong>.<br />
</strong></p>
<p><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2009/10/allahidan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-486" title="allahidan" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2009/10/allahidan.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>tidak hilang  dari ingatan kita ketika saudara kita seagama di gaza <a href="http://abusalafy.wordpress.com/2009/10/20/seri-fatwa-pensesatan-salafywahhabi-hamas-kelompok-menyimpang/" target="_blank">dibantai dengan bom-bom  zionis Israel</a> Syekh Salafy-Wahabi Arab Saudi<span style="color:#800000;"><em> Syekh Saleh Al Luhaidan</em></span> berfatwa  bahwa:</p>
<p><em><span style="color:#800000;">demonstrasi yang terjadi di jalanan negara Arab menentang  kebiadaban Zionis Israel dan membela warga Gaza termasuk membuat <strong>“Fasad Fi Al-ArdHi” </strong>atau   kerusakan di muka bumi, tidak ada kebaikannya dan perbuatan yang   melalaikan manusia dari mengingat Allah. Ia menambahkan bahwa pelaku   demonstrasi adalah orang-orang yang tak berakal</span>.</em> Lengkapnya baca <a href="http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?c=ArticleA_C&amp;cid=1230650254496&amp;pagename=Zone-Arabic-News/NWALayout" target="_blank">disini</a></p>
<p>.</p>
<p>Tidak cukup dengan Syekh al Luhaidan seorang ulama besar sekte Wahhabi-Salafy yang  juga asal  Arab Saudi<em> Syekh Saalih Al Fauzan,</em></p>
<div id="attachment_1211" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/syekh-saalih-al-fauzan.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1211" title="Syekh Saalih Al Fauzan," src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/syekh-saalih-al-fauzan.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Syekh Saalih Al Fauzan</p></div>
<p>ikut-ikutkan berfatwa yang  menguntungkan zionis Israel (apakah memang mereka ini juga antek zionis  seperti rajanya atau sebab kejahilan saja Wallahu A&#8217;lam, saya berharap ini suatu kejahilan  saja) ia mengeluarkan fatwa: <em><span style="color:#800000;">para   demonstran yang mendukung perlawanan bangsa Palestina melawan Israel   sebagai yang membuat kerusakan di bumi (fassad fill Arad) dengan  mengatakan bahwa mereka hanyalah menimbulkan kemarahan dan agresi yang  menghasut</span>. </em>Lengkapnya simak<a href="http://lintasankatahati.blogspot.com/2009/01/fatwa-nyeleneh-syekh-saalih-al-fauzan.html" target="_blank"> disini</a></p>
<p>Selanjutnya Syekh Wahhabi-Salafy yang lain tidak tanggung-tanggung  kali ini tidak sekedar mengecam demonstran yang anti zionis Israel tapi  langsung menuju sasaran, Hamas satu-satunya organisasi perlawanan bangsa  palestina yang masih exis  menentang zionis dicap Oleh<span style="color:#0000ff;"><em> Syekh Muqbil</em></span> Al Wahhabi Al Salafy sebagai kelompok  menyimpang, fatwa ini diabadikan di situs <a href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=578" target="_blank">salafy 0nline</a> fatwa tersebut pernah saya muat <a href="../2009/10/20/seri-fatwa-pensesatan-salafywahhabi-hamas-kelompok-menyimpang/" target="_blank">disini</a></p>
<p><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/al-albani.jpg"><img class="size-full wp-image-1236 aligncenter" title="Al Albani" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/al-albani.jpg?w=468" alt=""   /></a>Sebelum mereka Ahli Hadis kebanggaan Salafiyun-Wahabiyun <span style="color:#0000ff;"><em>Nashiruddin Al Albani</em></span> juga pernah  mengeluarkan fatwa konyol  bahwa bangsa Palestina wajib keluar dari  palestina dan memberikan tanah airnya kepada bangsa yahudi/Israel. dibawah ini saya sertakan scan fatwa tersebut dari buku &#8220;Fatawa&#8221;nya</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/albani-palestina.jpg"><img class="aligncenter" title="Albani &amp; Palestina" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/albani-palestina.jpg?w=468&#038;h=661&#038;h=661" alt="" width="468" height="661" /></a><span style="color:#800080;">Fatwa-Fatwa Syekh Al Albani dihimpun oleh Ukasyah Abd al-Manan, hal. 18</span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>TERJEMAHAN TEKS FATWA  SYEKH Al ALBANI:</strong></p>
<p><strong>Soal:</strong> Penduduk Tepi Barat (Wilayah di Palestina -red-) Apakah boleh keluar dan hijrah ke negeri kedua (negara lain -red-)?</p>
<p><strong>Jawab (Syekh Al Albani):</strong> Wajib keluar&#8230;. wajib keluar wahai saudaraku dari negeri dimana mereka tidak mungkin (tidak mampu) mendepak kaum kafir dari negerinya,&#8230; mereka harus hijrah ke bumi dimana memungkinkan mereka menjalankan syariat Islam.</p></blockquote>
<p>.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>INILAH FOTO PERJUANGAN RAKYAT MESIR MENENTANG KEJAHATAN DAN KEDOLIMAN REZIM MUBARAK  YANG DITUDUH <span style="color:#800080;">SYEKH WAHHABI SALAFY ALU SYEKH</span> SEBAGAI PERBUATAN MAKAR MUSUH-MUSUH ALLAH</strong></span></p>
<p>.</p>
<p><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_97.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1193" title="egypt_97" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_97.jpg?w=468&#038;h=306" alt="" width="468" height="306" /></a>.</p>
<p><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_24.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1194" title="egypt_24" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_24.jpg?w=468&#038;h=314" alt="" width="468" height="314" /></a>.</p>
<p><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_65.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1195" title="egypt_65" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_65.jpg?w=468&#038;h=303" alt="" width="468" height="303" /></a>.</p>
<p><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_19.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1196" title="egypt_19" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_19.jpg?w=468&#038;h=312" alt="" width="468" height="312" /></a><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/jatuhlah-firaun.jpg"><br />
</a>.</p>
<p><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_33.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1198" title="egypt_33" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_33.jpg?w=468&#038;h=340" alt="" width="468" height="340" /></a>.</p>
<p><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/riots_87.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1223" title="riots_87" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/riots_87.jpg?w=468&#038;h=333" alt="" width="468" height="333" /></a>.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/jatuhlah-firaun1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1216" title="jatuhlah fir'aun" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/jatuhlah-firaun1.jpg?w=468&#038;h=308" alt="" width="468" height="308" /></a><span style="color:#800080;">&#8220;Al Maut Lil-Fir&#8217;aun&#8221; Mampuslah Fir&#8217;aun begitu spanduk yang dibawa para demonstran</span></p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff0000;">ARSIP FOTO ANTEK-ANTEK ZIONIS DAN AMERIKA YANG DIDUKUNG RAJA SAUDI ARABIA DAN MUFTI WAHHABI-SALAFY</span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-saudi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1200" title="Mubarak-Saudi" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-saudi.jpg?w=468" alt=""   /></a></span></span></strong><span style="color:#800080;">Sejalan seiring seirama diktator kawan diktator</span><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-ariel-sharon.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1201" title="Mubarak-ariel Sharon" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-ariel-sharon.jpg?w=468&#038;h=326" alt="" width="468" height="326" /></a></span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800080;">Fir&#8217;aun Modern Mesir Husni Mubarak bersama mantan Perdana Menteri Zionis Israel Ariel Sharon Penjahat perang yang bertanggung jawab atas <a href="http://www.countercurrents.org/pa-fisk180903.htm" target="_blank">pembantaian pengungsi Palestina</a> di<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sabra_and_Shatila_massacre" target="_blank"> </a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembantaian_Sabra_dan_Shatila" target="_blank">Sabra</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembantaian_Sabra_dan_Shatila" target="_blank"> </a>dan<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sabra_and_Shatila_massacre" target="_blank"> shatila </a></span><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/sabra-shatila-children-dead.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1204" title="sabra-shatila-children-dead" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/sabra-shatila-children-dead.jpg?w=468" alt=""   /></a></span></span></strong><span style="color:#800080;">Anak-anak di <a href="http://ibnbintjbeil.blogspot.com/2007/09/sabra-shatila-massacres.html" target="_blank">Camp Pengungsi Sabra dan Shatila</a> korban pembantaian  Zionis Ariel Sharon mantan tuan Diktator Mubarak yang di dukung Raja Arab Saudi  dan Muftinya</span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#800080;">.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800080;"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-and-israeli-president-shimon-peres.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1215" title="Mubarak and Israeli President Shimon Peres" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-and-israeli-president-shimon-peres.jpg?w=468&#038;h=312" alt="" width="468" height="312" /></a>Fir&#8217;aun Mesir Bersama Tuannya Zionis Shimon Perez Presiden Israel</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800080;"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-ehud-olmert_1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1217" title="mubarak-ehud olmert_1" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-ehud-olmert_1.jpg?w=468" alt=""   /></a>Sang jongos bersama sang tuan penjahat perang Zionis Ehud Olmert</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800080;"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/netanyahu-and-mubarak-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1224" title="Netanyahu and Mubarak 2" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/netanyahu-and-mubarak-2.jpg?w=468&#038;h=312" alt="" width="468" height="312" /></a>Thoghut Mesir bersama sang tuan Benyamin Netanyahu PM Zionis Israel<br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-netanyahu-obama-abbas-abdullah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1218" title="Mubarak-netanyahu-obama-abbas-abdullah" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-netanyahu-obama-abbas-abdullah.jpg?w=468&#038;h=379" alt="" width="468" height="379" /></a></span></span></strong><span style="color:#800080;">Para jongos-jongos arab (Mubarak, Mahmud Abbas, dan Abdullah dari Jordania) bersama sang bos zionis Benyamin Netanyahu dan Obama</span><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-bush.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1219" title="mubarak-Bush" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-bush.jpg?w=468" alt=""   /></a></span></span></strong><span style="color:#800080;">Fir&#8217;aun bersama sang bos George Bush</span><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">.</span></span><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"> </span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/abdullah-bush-senior.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1221" title="Abdullah - bush senior" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/abdullah-bush-senior.jpg?w=468" alt=""   /></a></span></span></strong><span style="color:#800080;">Jongos yang lain tak mau kalah dalam men-service sang tuan</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800080;"><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/suleiman-shimon-peres.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1226" title="Suleiman &amp; Shimon Peres" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/suleiman-shimon-peres.jpg?w=468&#038;h=309" alt="" width="468" height="309" /></a>Omar Sulaiman Sang Jagal dari Mesir  bersama zionis Shimon peres,<a href="http://english.aljazeera.net/indepth/opinion/2011/02/201127114827382865.html" target="_blank"> Inilah orang CIA dan Mossad</a> yang dicalonkan Amerika, Zionis Israel, dan Arab Saudi sebagai pengganti Hosni Mubarah<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1183&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/02/13/mufti-agung-wahhabi-salafy-dari-arab-saudi-dukung-rezim-mubarak-yang-pro-zionis-dan-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>267</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/alu-syekh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Alu Syekh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2009/10/allahidan.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">allahidan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/syekh-saalih-al-fauzan.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Syekh Saalih Al Fauzan,</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/al-albani.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Al Albani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/albani-palestina.jpg?w=468&#38;h=661" medium="image">
			<media:title type="html">Albani &#38; Palestina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_97.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">egypt_97</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_24.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">egypt_24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_65.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">egypt_65</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_19.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">egypt_19</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/egypt_33.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">egypt_33</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/riots_87.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">riots_87</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/jatuhlah-firaun1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jatuhlah fir&#039;aun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-saudi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mubarak-Saudi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-ariel-sharon.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mubarak-ariel Sharon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/sabra-shatila-children-dead.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sabra-shatila-children-dead</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-and-israeli-president-shimon-peres.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mubarak and Israeli President Shimon Peres</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-ehud-olmert_1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mubarak-ehud olmert_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/netanyahu-and-mubarak-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Netanyahu and Mubarak 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-netanyahu-obama-abbas-abdullah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mubarak-netanyahu-obama-abbas-abdullah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/mubarak-bush.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mubarak-Bush</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/abdullah-bush-senior.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Abdullah - bush senior</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/02/suleiman-shimon-peres.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Suleiman &#38; Shimon Peres</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gila.. Para Pangeran Negeri Islam Ala Wahhabi-Salafy Suka Pesta Seks, Narkoba dan Rock N Roll Diam-diam di Jeddah</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/02/12/gila-para-pangeran-negeri-islam-ala-wahhabi-salafy-suka-pesta-seks-narkoba-dan-rock-n-roll-diam-diam-hadir-di-jeddah/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/02/12/gila-para-pangeran-negeri-islam-ala-wahhabi-salafy-suka-pesta-seks-narkoba-dan-rock-n-roll-diam-diam-hadir-di-jeddah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 18:45:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Dinasti al-Saud]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaifan Kaum Wahhabi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Ulah Wahabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1228</guid>
		<description><![CDATA[Pesta Seks, Narkoba, dan Rock N Roll Diam-diam Hadir di Jeddah SUMBER BERITA: Republika REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH &#8211; Godaan duniawi kini tersedia di Jeddah, Arab Saudi. Alkohol, narkoba, dan seks kini tersedia, tetapi tegas di balik pintu tertutup. Demikian bunyi bocoran lain Wikileaks. Informasi ini dikirimkan tahun lalu dari konsulat jenderal Amerika Serikat di Jeddah. Di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1228&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><strong>Pesta Seks, Narkoba, dan Rock N Roll Diam-diam Hadir di Jeddah</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong><span style="color:#ff0000;">SUMBER BERITA:</span><a href="http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/02/12/163886-pesta-seks-narkoba-dan-rock-n-roll-diamdiam-hadir-di-jeddah" target="_blank"> Republika</a></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2009/12/financial_summit_bush-hu-jintao-toast-saudi-king-abdullah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-619" title="US-FINANCE-ECONOMY-G20" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2009/12/financial_summit_bush-hu-jintao-toast-saudi-king-abdullah.jpg?w=468&#038;h=385" alt="" width="468" height="385" /></a><br />
</strong></span></p>
<p>REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH &#8211; Godaan duniawi kini tersedia di Jeddah, Arab  Saudi. Alkohol, narkoba, dan seks kini tersedia, tetapi tegas di balik  pintu tertutup.</p>
<p>Demikian bunyi bocoran lain Wikileaks. Informasi  ini dikirimkan tahun lalu dari konsulat jenderal Amerika Serikat di  Jeddah. Di Arab Saudi, alkohol dilarang dan hubungan lawan jenis diatur  secara ketat.</p>
<p>&#8220;Di belakang fasad konservatisme Wahabi, kehidupan  malam bawah tanah bagi pemuda elit Jeddah  berkembang dan berdenyut,&#8221;  tulis laporan itu.</p>
<p><span id="more-1228"></span></p>
<p>Sebagai bukti, Konsul Jenderal Martin Quinn  mengacu pada pesta Halloween tahun lalu. Laporan yang kemudian dihapus  berbunyi: &#8220;Bersama dengan lebih dari 150 Saudi muda (laki-laki dan  perempuan sebagian besar berusia  20-an dan awal 30-an tahun),  ConGenOffs menerima undangan ke pesta Halloween bawah tanah di kediaman  Pangeran XXXX di Jeddah pada XXXX.&#8221;</p>
<p>&#8220;Adegan mirip sebuah klub  malam di manapun di luar kerajaan: alkohol berlimpah, pasangan muda  menari, seorang DJ ada di balik turntable, dan semua orang mengenakan  kostum,&#8221; katanya.</p>
<p>Aparat kepolisian &#8220;menjaga&#8221; pesta ini agar tak terendus polisi agama. &#8220;Ada ribuan pangeran di Arab Saudi hadir di pesta ini.&#8221;</p>
<p>Adapun  rincian pesta, kabel Wikileaks melanjutkan: &#8220;Mereka menyewa bartender  asal Filipina khusus untuk meramu koktail menggunakan sadiqi, sejenis  minuman keras buatan lokal &#8230;. dari obrolan yang terdengar,  sejumlah   tamu adalah perempuan pekerja.&#8221;</p>
<p>Kabel melanjutkan dengan membuat  garis bewah bahwa ada pasar gelap minuman keras mahal &#8211; bahkan untuk  pangeran. Se botol vodka Smirnoff dijual setara dengan  400 dolar AS.  &#8220;Selain itu, meskipun tidak menyaksikan langsung  dalam pesta kokain  itu,  menggunakan ganja adalah umum dalam lingkaran sosial dan telah  dilihat pada kesempatan lain,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Konsul Jenderal menarik  kesimpulan yang menarik pada akhir pengiriman. &#8220;Ini fenomena yang  relatif baru di Jeddah &#8230; Hal ini tidak biasa di Jeddah untuk rumah  pribadi  mewah  basement-nya dimanfaatkan untuk bar, diskotik, pusat  hiburan, dan klub.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">************************</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>ABU SALAFY BERKATA SAMBIL GELENG-GELENG KEPALA:</strong></span></p>
<p>Dimana para ulama wahhabi-Salafy dan &#8220;Rois Haiah Kibar Ulama&#8221; mereka? Mengapa mereka bungkam seribu bahasa atas perbuatan maksiyat para amir?</p>
<p>Apa mereka cuma sibuk menuduh bid&#8217;ah dan syirik terhadap umat Islam yang muwahhid? di mana amar ma&#8217;ruf nahi munkar mereka? Apa mereka takut belanja dan jatah makan mereka sehari-hari serta  biaya dakwah mereka di stop oleh para amir?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1228&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/02/12/gila-para-pangeran-negeri-islam-ala-wahhabi-salafy-suka-pesta-seks-narkoba-dan-rock-n-roll-diam-diam-hadir-di-jeddah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>288</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2009/12/financial_summit_bush-hu-jintao-toast-saudi-king-abdullah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">US-FINANCE-ECONOMY-G20</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkan Kaum Musyrik Arab Beriman Kepada Tauhid Rububiyyah Allah? – Bantahan Untuk Ustad Firanda (III)</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/29/benarkan-kaum-musyrik-arab-beriman-kepada-tauhid-rububiyyah-allah-%e2%80%93-bantahan-untuk-ustad-firanda-iii/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/29/benarkan-kaum-musyrik-arab-beriman-kepada-tauhid-rububiyyah-allah-%e2%80%93-bantahan-untuk-ustad-firanda-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 13:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah Tajsim & Tasybih]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Hadis]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Pemimpin Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Menjawab Blog Wahabi/Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Wahabi dan Pengkafiran Umat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1150</guid>
		<description><![CDATA[Bukti-bukti Lain Bahwa Kaum Musyrik Arab Juga Menyekutukan Allah Dalam Tauhid Rububiyyah Allah Kaum Musyrik Menyamakan Sesembahan Mereka Dengan Allah dalam Rubûbiyyah Di antara ayat-ayat yang menjelaskan keyakinan kaum Musyrik Arab terhadap âlihah yang mereka sembah di dunia adalah ayat-ayat yang menjelaskan bahwa mereka itu menyamakan tuhan-tuhan mereka dengan Allah SWT dalam kekuasaan dalam memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1150&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em> </em><span style="color:#000000;">Bukti-bukti Lain Bahwa Kaum Musyrik Arab Juga Menyekutukan Allah Dalam Tauhid <em>Rububiyyah</em> Allah</span></strong><span style="color:#000000;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Kaum Musyrik Menyamakan Sesembahan Mereka Dengan Allah dalam Rubûbiyyah</strong></span></p>
<p>Di antara ayat-ayat yang menjelaskan keyakinan kaum Musyrik Arab terhadap <em>âlihah</em> yang mereka sembah di dunia adalah ayat-ayat yang menjelaskan bahwa mereka itu menyamakan tuhan-tuhan mereka dengan Allah SWT dalam kekuasaan dalam memberikan pengaruh, baik kebaikan maupun keburukan. Keyakinan syirik itu kelak yang akan mereka sesali di saat mereka bersama sesembahan-sesembahan mereka ditelungkupkan ke dalam api neraka. Di saat itu mereka menyadari kesesatan yang mereka yakini selama dalam kehidupan dunia. Allah SWT mengisahkan penyesalan mereka atas akidah syirik yang menyamakan sesembahan-sesembahan mereka dengan Allah SWT dalam  surah<em> asy Syua’râ’</em> ayat 91-98:<span id="more-1150"></span></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ بُرِّزَتِ الْجَحيمُ لِلْغاوينَ * وَ قيلَ لَهُمْ أَيْنَ ما كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ * مِنْ دُونِ اللَّهِ هَلْ يَنْصُرُونَكُمْ أَوْ يَنْتَصِرُونَ * فَكُبْكِبُوا فيها هُمْ وَ الْغاوُونَ * وَ جُنُودُ إِبْليسَ أَجْمَعُونَ * قالُوا وَ هُمْ فيها يَخْتَصِمُونَ * تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفي‏ ضَلالٍ مُبينٍ * إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعالَمينَ . </strong></h2>
<p><em>“dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat&#8221;,* dan dikatakan kepada mereka:&#8221; Di manakah sesembahan-sesembahan yang dahulu kamu selalu menyembah (nya).* selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri&#8221;* <strong>Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat</strong>, * dan bala tentara iblis semuanya.* Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka *  demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,</em><em>*</em><em> </em><strong><em>karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam.”</em></strong> (QS. Asy Syua’râ’91-98)<strong> </strong></p>
<p>.</p>
<p><strong>Keterangan Para Ahli Tafsir</strong></p>
<p>Dari ayat-ayat di atas terlihat jelas sekali bagaimana sebenarnya keyakinan kaum Musyrik Arab terhadap sesembahan-sesembahan yang mereka sembah di dunia.  Mereka menyamakannya dengan Allah SWT. demikian para mufassir seperti<em> Imam ath Thabari, al Baghawi, asy Syaukani</em> dll. menafsirkan.</p>
<p>Coba perhatikan keterangan mereka tentang ayat-ayat di atas!</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ قيلَ لَهُمْ أَيْنَ ما كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ * مِنْ دُونِ اللَّهِ هَلْ يَنْصُرُونَكُمْ أَوْ يَنْتَصِرُونَ *</strong><em> </em></h2>
<p><em>dan dikatakan kepada mereka:&#8221; Di manakah sesembahan-sesembahan yang dahulu kamu selalu menyembah (nya).* selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri&#8221;*</em></p>
<p><em>Imam Ibnu Jarîr ath Thabari</em> menafsirkan demikian:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وقيل لِلْغَاوِينَ</strong><strong> (</strong><strong> </strong><strong>أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ </strong><strong>) </strong><strong>من الأنداد</strong><strong> (</strong><strong> </strong><strong>هَلْ يَنْصُرُونَكُمْ </strong><strong>) </strong><strong>اليوم من الله, فينقذونكم من عذابه</strong><strong> (</strong><strong> </strong><strong>أَوْ يَنْتَصِرُونَ </strong><strong>) </strong><strong>لأنفسهم, فينجونها مما يُرَاد بها؟</strong><strong>.</strong></h2>
<p>”<em>dan dikatakan kepada mereka </em>(orang-orang yang sesat itu)<em>: &#8220;Di manakah sesembahan-sesembahan yang dahulu kamu selalu menyembah (nya).* selain Allah?</em> (yaitu sekutu-sekutu/<em>andâd</em>)<a href="#_ftn1"><em><strong>[1]</strong></em></a><em> Dapatkah mereka menolong kamu</em> (pada hari ini dari Allah, lalu ia menyelamatkan kamu dari siksa-Nya)<em> atau menolong diri mereka sendiri&#8221;</em> (lalu mereka menyemalatkan diri mereka dari apa yang dimaukan darinya?)</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>فَكُبْكِبُوا فيها هُمْ وَ الْغاوُونَ</strong></h2>
<p><em>Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat.”</em></p>
<p>Tentang ayat di atas,<em> Imam ath Thabari</em> menukil dari Ibnu Zaid melalui Yunus dari Ibnu Wahb, ia berkata, Ibnu Zaid berkata tentang firman di atas:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>حدثني يونس, قال: أخبرنا ابن وهب, قال: قال ابن زيد, فى قوله</strong><strong>: (</strong><strong> </strong><strong>فَكُبْكِبُوا فِيهَا </strong><strong>) </strong><strong>قال: طرحوا فيها. فتأويل الكلام: فكبكب هؤلاء الأنداد التي كانت تعبد من دون الله في الجحيم والغاوون</strong><strong>.</strong></h2>
<p><em>“Mereka dilemparkan ke dalam nereka Jahîm. Ta’wil firman itu adalah: <span style="text-decoration:underline;">Mereka; sekutu-sekutu/andâd yang dahulu disembah selain Allah</span> dilemparkan ke dalam neraka jahîm bersama orang-orang yang sesat.”</em></p>
<p><em>.<br />
</em></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>قالُوا وَ هُمْ فيها يَخْتَصِمُونَ * تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفي‏ ضَلالٍ مُبينٍ * إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعالَمينَ . </strong></h2>
<p><em>“Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka *  demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,</em><em>*</em><em> karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam.”</em></p>
<p>Imam ath Thabari berkata menafsirkan:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>يقول تعالى ذكره: قال هؤلاء الغاوون والأنداد التي كانوا يعبدونها من دون الله وجنود إبليس, وهم في الجحيم يختصمون. (</strong><strong> تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ </strong><strong>) يقول: تالله لقد كنا في ذهاب عن الحقّ, إن كنا لفي ضلال مبين, يبين ذهابنا ذلك عنه عن نفسه, لمن تأمله وتدبره, أنه ضلال وباطل. وقوله: (</strong><strong> إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ </strong><strong>) يقول الغاوون للذين يعبدونهم من دون الله: تالله إن كنا لفي ذهاب عن الحقّ حين نعدلكم برب العالمين فنعبدكم من دونه.</strong></h2>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وبنحو الذي قلنا في ذلك قال أهل التأويل. </strong></h2>
<p><em>“Mereka; orang-orang yang sesat itu dan andâd yang dahulu mereka sembah selain Allah dan juga bala tentara Iblis berkata sedang bertengkar di dalam neraka jahîm, ‘demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata’ ia berfirman, ‘Demi Allah kami benar-benar menjauh dari kebenaran, dan kami berada dalam kesesatan yang nyata…. karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam. Orang-orang yang sesat itu berkata kepada sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, ‘Demi Allah kami benar-benar dalam penyimpangan dari kebenaran ketika kami menyamakan kalian dengan Rabbul ‘Âlamîn lalu kami sembah kalian di samping Allah.”</em></p>
<p>Dan seperti yang kami katakan ini berpendapat ahli tafsir. …</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>حدثني يونس, قال: أخبرنا ابن وهب, قال: قال ابن زيد, في قوله: (</strong><strong> إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ </strong><strong>) قال: لتلك الآلهة. </strong></h2>
<p><em>Yunus menyampaikan kepadaku, ia berkata, Ibnu Wahb menyampaikan kepada kami, ia berkata, Ibnu Zaid berkata, tentang ayat: “karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam. Mereka berkata kepada âlihah/tuhan-tuhan itu</em>.”<a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p><em>Asy Syaukani</em> berkata menafsirkan:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>فَكُبْكِبُوا فيها هُمْ وَ الْغاوُونَ</strong></h2>
<p><em>Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat.”</em></p>
<p>“Mereka dilempar ke dalam nereka Jahîm. Kata ganti orang ketiga: <em>hum</em>/mereka adalah sesemhaban dan <em>al Ghâwûn</em>/orang-orang yang sesat adalah para penyembah mereka.</p>
<p>… Dan ada yang berkata, ‘<em>hum</em>/mereka’ adalah  kaum kafir Quraisy dan <em>al Ghâwûn</em> adalah <em>âlihah</em>/tuhan-tuhan sesembahan mereka.”<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p>.</p>
<p><strong>Abu Salafy berkata:</strong></p>
<p>Pengakuan kaum Musyrik dalam persengketaan antara mereka dengan sesembahan-sesembahan mereka di dalam neraka Jahîm yang direkam Allah dalam ayat tersebut yang menyamakan mereka dengan Allah SWT adalah bukti kuat bahwa kamu Musyrik Arab itu menyamakan Allah dalam kekuasaan yang mereka miliki secara mandiri/independen. Sebagaimana Allah mengatur alam semesta, demikian juga mereka meyakini bahwa sesembahan mereka memiliki kekuasaan itu secara independen pula. Sebab jika tidak, maka itu artinya mereka tidak menyamakannya dengan Allah SWT. padahal kaum Musyrik itu mengakui bahwa mereka menyamakannya dengan Allah SWT.!</p>
<p>Kenyataan itu akan makin jelas dengan memerhatikan ayat di bawah ini.</p>
<p><strong>Ayat Lain!</strong></p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي خَلَقَ السَّماواتِ وَ الْأَرْضَ وَ جَعَلَ الظُّلُماتِ وَ النُّورَ ثُمَّ الَّذينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ </strong><strong> </strong></h2>
<p><em>“Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun kemudian orang-orang yang kafir <strong>menyamakan</strong> (sesuatu) dengan Tuhan mereka.”</em> (QS. Al An’âm;1)</p>
<p>.</p>
<p>Kata:<span style="color:#0000ff;"><strong> يَعْدِلُونَ</strong> </span> menjadikan sesuatu lain <em>adîlan</em> bagi Allah. Kata<em> adîlan</em> seperti diterangkan para ahli bahasa dan juga ditegaskan para mufassir adalah sesuatu yang disamakan dengan sesuatu lain. Asal kata <em>al ‘adl</em> adalah penyamaan seatau dengan sesuatu lain. Jadi makna ayat tersebut: “Kemudian, setelah penjelasan bahwa Allah lah Dzat yang menciptakan langit dan bumi, menjadikan gelap dan cahaya, orang-orang yang kafir itu menyamakan sesuatu lain dengan Allah. Yaitu mereka menyamakan sesembahan-sesembahan mereka itu dengan Allah Dzat Yang Maha Pencipta dan Maha Pengatur alam!</p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;">Jadi, walaupun boleh jadi mereka mengakui Allah pencipta alam, namun mereka (kaum Musyrik Arab) menyamakan selain Allah dengan Allah dalam pengaturan alam/<em>Rubûbiyyah</em>. Dan inilah yang dinamakan memusyrikkan Allah dengan selain-Nya!</span></p>
<p><em>Ibnu Jarîr</em>, Ibnu Abi Hâtim dan para mufassir lain menukil Ibnu Zaid sebagai menafsirkan:</p>
<p><em>‘namun kemudian orang-orang yang kafir menyamakan (sesuatu) dengan Tuhan mereka’</em> yaitu <em>âlihah</em> yang mereka sembah. Mereka menyamakannya dengan Allah- Ta’ala-. Padahal Alllah tidak mempunyai tandingan, padanan, dan tiada bersama-Nya <em>âlihah</em>, dan Dia tidak menjadikan istri dan anak.”<a href="#_ftn4">[4]</a><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kata <em>Andâd</em> Memperjelas Bukti Kemusyrikan Bangsa Arab Terhadap Rubûbiyyah Allah </strong></p>
<p>Makna kata<em> adîlan </em>dan<em> idlan</em> yang darinya kata kerja <span style="color:#0000ff;"><strong>يَعْدِلُونَ</strong> </span> diambil akan lebih jelas apabila kita libatkan ayat-ayat yang menyebutkan bahwa kaum Musyrik Arab itu menjadikan sesembahan-sesembahan mereka itu sebagai <em>andâd</em>! Seperti dalam banyak ayat di antaranya:</p>
<h2 style="text-align:right;">فَلاَ تَجْعَلُوْا ِللهِ أَندَاداً وَ أَنتُمْ تَعْلَمُوْنَ<sup>.</sup></h2>
<p><em>“</em><em>Oleh karena itu, janganlah kalian menjadikan <strong>sekutu-sekutu</strong> bagi Allah padahal kalian mengetahui (bahwa tidak satupun dari para sekutu itu yang menciptakanmu dan memberikan rezeki kepadamu).” (QS. al Baqarah;22)</em><em> </em></p>
<h2 style="text-align:right;">وَ مِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللهِ أَنْدَاداً</h2>
<p><em>“</em><em>Dan ada sebagian manusia yang memilih sekutu-sekutu selain Allah</em><em>… “ (QS. al Baqarah;165)</em></p>
<p><em> </em></p>
<h2 style="text-align:right;">وَ جَعَلُوا لِلَّهِ أَنْداداً لِيُضِلُّوا عَنْ سَبيلِهِ قُلْ تَمَتَّعُوا فَإِنَّ مَصيرَكُمْ إِلَى النَّارِ.</h2>
<p>“<em>Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah:&#8221; Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka.”(QS. Ibrahim;30)</em></p>
<p>Kata <em>niddun</em> (bentuk tunggal kata <em>andâd</em>) adalah sebuah kata yang penting dan berulang kali disebutkan dalam Al Qur’an ketika mengecam kemusyrikan kaum Musyrik Arab. Kata itu dipakai untuk menunjuk makna serupa dengan kata <em>syarîk</em>/sekutu bagi Allah seperti klaim mereka!</p>
<p>Di antara makna kata <em>niddun</em> adalah:</p>
<p>1)      Apa-apa yang menyerupai dan melawan sesuatu lain dalam urusannya. Kata <em>nadîdun</em> dan <em>niddun</em> artinya sama. Bentuk jamaknya <em>andâd</em>. Demikian diterangkan oleh<em> al Farâhidi</em> dalam kitab <em>al ‘Ain</em>,8/10.</p>
<p>2)      <em>Niddun</em> adalah sama dengan <em>mitslun</em>. Dan kata itu dipakai untuk menunjukkan serupa yang melawan, diambil dari kata: <em>nâdadtuhu</em>, artinya: <em>khâlaftuhu</em>/aku menentangnya. Demikian diterangkan oleh<em> Abu Hilâl al ‘Askari</em> dalam kitab<em> Fuûq Lughawiyah</em>-nya:535 kata dengan nomer 2154.</p>
<p>3)      <em>Nuddun </em>adalah <em>matsîl</em> dan <em>nadzîr</em> (yang serupa). Demikian diterangkan dalam kamus Tâjul ‘Arûs,2/405.</p>
<p>Dari keterangan ahli bahasa di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang difahami dari kata <em>niddun</em> adalah makna yang serupa dan terkadang diartikan yang menentang.</p>
<p>Dalam arti pertama (yang disepakati antara para ahli bahasa Arab) kata itu akan menjadi jelas bahwa kaum Musyrik Arab itu menjadikan sesembahan-sesembahan mereka sebagai yang serupa dengan Allah SWT.</p>
<p>Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya menulis sebuah bab dengan judul:<em> </em><strong><em>Oleh karena itu, janganlah kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah</em></strong><strong>.</strong></p>
<p>Ibnu Hajar dalam syarah Shahih Bukhari menukil keterangan<em> Ibnu Baththâl</em> dan<em> al Kirmani</em> sebagai mengatakan: “Maksud (Imam) Bukhari dalam bab ini adalah menetapkan penisbatan seluruh amal perbuatan kepada Allah, baik yang dikerjakan makhluk itu baik ataupun keburukan. Semuanya adalah ciptaan Allah dan hamba hanya memiliki <em>kasb</em> saja. Tidak dinisbatkan ciptaan apapun kepada selain Allah, sebab jika dinisbatkan kepada selain-Nya maka ia akan menjadi<em> syarîk</em> dan<em> niddan</em> yang menyamai Allah dalam penisbatan amal perbuatan.</p>
<p><em>Al Kirmani</em> berkata, “Judul bab ini mengesankan bahwa yang dimaksud adalah penetapan tidak adanya sekutu bagi Allah, maka pantasnya ia diletakkan di awal-awal bab Tauhid. Tetapi bukan itu yang dimaksud di sini, namun yang dimaksud adalah bahwa seluruh amal perbuatan hamba adalah ciptaan Allah, sebab jika amal mereka itu adalah ciptaan mereka sendiri niscaya mereka itu andâd bagi Allah dan sekutu-Nya dalam penciptaan… .”<a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p><strong>Abu Salafy berkata: </strong></p>
<p>Yang ingin saya katakan di sini adalah pemahaman <em>Ibnu Baththâl</em> dan<em> Imam al Kirmâni</em> bahwa kata <em>niddun</em> tidak akan tepat makna kecuali jika dinisbatkan kepadanya penciptaan, sebab dengan demikian ia (<em>niddun</em>) itu menjadi <em>syarîk</em>/sekutu Allah, seperti dalam akidah kaum Musyrik Arab yang batil itu!</p>
<p>Jadi jika kita mengandalkan makna bahasa dari kata tersebut maka kita mesti mengatakan bahwa kata itu menunjuk kepada arti kata <em>syarîk</em> yang menyamai Allah dalam kekuasaannya secara independen dan mandiri. Karenanya ia berhak disebut <em>niddun</em>!</p>
<p><strong><em>Wallahu A’lam.</em> <em><br />
</em></strong></p>
<div>
<hr size="1" />
<div>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> Insya Allah dalam kesempatan khusus kami akan membahas hakikat makna <em>andâd</em>.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Tafsir Jâmin al bayân,19/87-89.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Tafsir Fathu al Qadîr,4/106.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Ibnu Jarîr ath Thabari,19/145, ad Durrul Mantsûr,3/6 dan Fath al Qadîr,2/99.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> Fafhul Bâri,13/419.</p>
<p>__________________________________________________</p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;"><strong>ARTIKEL TERKAIT SEBELUMNYA</strong></span></p>
<ol>
<li><a href="http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/08/benarkan-kaum-musyik-arab-beriman-kepada-tauhid-rububiyyah-allah-bantahan-untuk-ustad-firanda-i/" target="_blank">Benarkan Kaum Musyrik Arab Beriman Kepada Tauhid Rububiyyah Allah? Bantahan Untuk Ustad Firanda (I)</a></li>
<li><a href="http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/22/benarkan-kaum-musyrik-arab-beriman-kepada-tauhid-rububiyyah-allah-bantahan-untuk-ustad-firanda-ii/" target="_blank">Benarkan Kaum Musyrik Arab Beriman Kepada Tauhid Rububiyyah Allah? Bantahan Untuk Ustad Firanda (II)</a></li>
<li><a href="http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/15/ustadz-firanda-kebakaran-jenggot/" target="_blank">Ustadz Firanda Kebakaran Jenggot!</a></li>
<li><a href="http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/09/kecurangan-ibnu-taimiyah-imam-besar-kaum-salafy/" target="_blank">Kecurangan Ibnu Taimiyah; Imam Besar Kaum Salafy: Persembahan Untuk Ustad Firanda Dan Wahhabiyun</a></li>
</ol>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1150&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/29/benarkan-kaum-musyrik-arab-beriman-kepada-tauhid-rububiyyah-allah-%e2%80%93-bantahan-untuk-ustad-firanda-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>138</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkan Kaum Musyrik Arab Beriman Kepada Tauhid Rububiyyah Allah? &#8211; Bantahan Untuk Ustad Firanda (II)</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/22/benarkan-kaum-musyrik-arab-beriman-kepada-tauhid-rububiyyah-allah-bantahan-untuk-ustad-firanda-ii/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/22/benarkan-kaum-musyrik-arab-beriman-kepada-tauhid-rububiyyah-allah-bantahan-untuk-ustad-firanda-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 07:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah Tajsim & Tasybih]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Wahabi-Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Abdul Wahab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Hadis]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaifan Kaum Wahhabi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Pemimpin Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Menjawab Blog Wahabi/Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Wahabi dan Pengkafiran Umat Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1120</guid>
		<description><![CDATA[Bukti Kedua bahwa Kaum Musyrik Arab Menyekutukan Allah dalam Tauhid Rububiyyah Allah Seperti telah dijanjikan, saya akan berusaha menyajikan berbagai bukti Qur’ani bahwa kaum Musyrik Arab tidak hanya menyekutukan Allah SWT dalam Ulûhiyah seperti klaim Pendiri sekte Wahhâbiyah, tetapi mereka juga musyrik dalam Rubûbiyyah Allah. Melanjutkan pembuktian sebelumnya yang dapat diikhtisarkan dalam: inti i’tiqâd kaum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1120&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukti Kedua bahwa Kaum Musyrik Arab Menyekutukan Allah dalam Tauhid <em>Rububiyyah</em> Allah</strong></p>
<p>Seperti telah dijanjikan, saya akan berusaha menyajikan berbagai bukti Qur’ani bahwa kaum Musyrik Arab tidak hanya menyekutukan Allah SWT dalam <em>Ulûhiyah</em> seperti klaim Pendiri sekte Wahhâbiyah, tetapi mereka juga musyrik dalam <em>Rubûbiyyah</em> Allah. Melanjutkan pembuktian sebelumnya yang dapat diikhtisarkan dalam: inti <em>i’tiqâd</em> kaum Musyrik bahwa Allah memiliki anak yang meniscayakan <em>i’tiqâd</em> adanya <em>tajânus</em> dan <em>tasyâbuh</em>. Kini mari kita perhatikan bukti lain yang disajikan Al Qur’an!</p>
<p>Dan sengaja saya tidak akan terseret dalam perdebatan mandul yang tidak menyampaikan kepada kesimpulan apapun selain pamer otot dan <em>tanâbuz bil alqâb</em>. Saya hanya akan memfokuskan diri mengajukan bukti-bukti Qur’an akan hal itu untuk direnungkan. Adapun tanggapan sekedarnya atas hujatan ustadz Firanda sengaja saya pisah dalam artikel terpisah agar para pembaca tidak dikacaukan oleh <em>qîl wal qâl</em> yang menjemukan.<em> Wallahul Muwaffiq</em>. <span id="more-1120"></span></p>
<p><strong>Mengapa Kami Tidak Tertarik Meladeni Ustadz Firanda?</strong></p>
<p>Seperti sejak awal telah saya katakan, dan kini saya tegaskannya kembali, bahwa saya tidak tertarik meladeni Ustadz Firanda dalam mendiskusikan masalah penyimpangan <span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;">akidah dan tafsiran konsep Tauhid <em>ala</em> Wahhâbi dalam anggapannya bahwa kaum Musyrik Arab tidak menyekutukan Allah dalam <em>Tauhid fî Rubûbiyyah</em></span> dengan kata lain mereka mengi<em>qrar</em>kan<em> Rubûbiyyah</em> Allah. Sementara pendapat sebagian ulama yang saya nukil (dan itu yang saya pilih) adalah<span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;"> kaum Musyrik Arab itu menyekutukan Allah tidak hanya dalam <em>Ulûhiyah</em> semata, tetapi mereka juga menyekutukan Allah dalam <em>Rubûbiyyah</em>-Nya!</span> Semua pasti maklum bahwa ketika saya mengatakan bahwa kaum Musyrik Arab itu menyekutukan Allah dalam<em> Rubûbiyyah</em>-Nya, itu artinya<span style="text-decoration:underline;color:#800000;"> mereka meyakini ada tuhan-tuhan lain selain mereka juga mengakui Allah sebagai Tuhan!! </span>Karenanya mereka disebut <em>Musyrikûn</em>/kaum yang menyekutukan Allah! Andai mereka sama sekali <strong>tidak mengakui adanya Allah</strong>… andai mereka <strong>mengingkari adanya Allah</strong>… maka mereka pasti tidak disebut sebagai kaum Musyrik, akan tetapi kaum Ateis atau kaum ingkar Tuhan/Allah!</p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#800000;">Tetapi anehnya, Ustadz Firanda berulang kali dan entah mengapa dan entah pula dari mana sumbernya mengatakan bahwa saya berpendapat bahwa <strong>KAUM MUSYRIK ARAB MENGINGKARI ADANYA ALLAH!</strong></span></p>
<p>Apa yang ia katakan itu sungguh aneh buat saya… entah dari mana ia mengambilnya… dan anehnya lagi tidak cukup sekali ia mengatakannya bahwa saya berpendapat begitu!</p>
<blockquote><p>Inilah beberapa kutipan potonagn omongan Ustadz Firanda yang  ia atas-namakan saya:</p>
<ul>
<li>bahwa kaum musyrikin Arab mengingkari adanya Allah sebagaimana pernyataan Abu Salafy.</li>
<li>bahwa tafsiran-tafsiran tersebut mendukung pendapat dia bahwasanya kaum musyrikin Arab mengingkari adanya Allah.</li>
<li>Abu Salafy mengesankan kepada para pembaca bahwa jika ada pendapat yang lain dalam satu ayat berarti mendukung pendapatnya bahwasanya kaum musyrikin Arab tidak mengakui adanya Allah. Ini merupakan tipu muslihat yang cukup halus sekali.</li>
<li><strong>Oleh karenanya saya meminta Abu Salafy tolong tunjukan kepada saya satu tafsir saja dari ulama salaf (tentunya dengan sanad yang bersambung dan shahih) atau bahkan dari ulama kholaf yang menyatakan bahwasanya kaum musyrikin Arab tidak mengakui adanya Allah,</strong></li>
<li>Demikian juga tafsiran para ahli tafsir yang lainnya, tidak seorangpun dari mereka yang menyatakan bahwa kaum musyrikin Arab mengingkari adanya Allah.</li>
<li><strong>Ketiga:</strong> Semakin jelas bahwasanya Abu Salafy dalam tafsirannya (bahwasanya kaum musyrikin arab sebenarnya mengingkari adanya Allah</li>
<li><strong>Kelima:</strong> Jika Abu Salafy berhasil mendatangkan pendapat satu ulama saja yang menyatakan bahwa kaum musyrikin Arab mengingkari adanya Allah</li>
</ul>
<p>(Baca <a href="http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/113-sekali-lagi-tipu-muslihat-abu-salafy-cs-bag-2" target="_blank">Sekali lagi : Tipu muslihat Abu Salafy CS (bag 2)</a> )</p></blockquote>
<p>.</p>
<p>Saya tidak ingat di mana saya mengatakan pendapat seperti itu, jika Ustadz Firanda tahu tolong dikabarkan kepada saya, mungkin saya sudah <em>pikun</em> atau salah menulis dan Andalah yang ingat dan tahu. Jadi tolong Anda tegur saya, agar saya segera meralat pendapat keliru itu!!!</p>
<p><em>Apa yang ia katakan berulang kali ini adalah bukti konkrit kebenaran perkataan ulama bahwa kaum Wahhâbi itu sulit memahami kata-kata lawan bicaranya!</em></p>
<p>Mengajak diskusi mereka itu, atau paling tidak sebagian dari mereka seperti mengajak diskusi atau berbicara dengan kaum yang disifatkan dalam firman-Nya:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>&#8230; وَجَدَ مِنْ دُونِهِما قَوْماً لا يَكادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلاً </strong><strong><em> </em></strong></h2>
<p><em>“… </em><em>dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum <span style="text-decoration:underline;">yang hampir tidak mengerti pembicaraan</span>.</em><em>” </em>(QS. Al Kahfi;93)</p>
<p>Karenanya, seperti berulang kali saya tegaskan bahwa saya tidak tertarik meladeni kaum yang mengalami problem komunikasi dengan lawan diskusinya… alias sulit mengerti ucapan orang lain! Oleh sebab itu saya akan menfokuskan membahas bukti-bukti yang mendukung kesimpulan saya dalam masalah ini.</p>
<p><strong>Berargumentasi Dengan Dalil <em>Tamânu’</em><a href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a> Adalah Bukti Kemusyrikan Rubûbiyyah Kaum Musyrik Arab </strong></p>
<p>Sekali lagi sekedar mengingatkan bahwa pembuktian ini adalah tanggapan atas klaim <span style="color:#0000ff;"><em>Ibnu Taimiyah</em></span> yang diadopsi oleh Pendiri sekte Wahhâbi yang kemudian ditaklidi oleh para mukallid butanya bahwa bangsa Arab itu beriman kepada <em>Rubûbiyyah</em> Allah SWT. kemusyrikan mereka hanya pada tauhid <em>Ulûhiyah</em> saja.</p>
<p>Akan tetapi ayat-ayat yang menyajikan bukti Tauhid Allah dalam <em>Khâliqiyah</em>/penciptaan<a href="#_ftn2">[2]</a> dan <em>Rubûbiyah</em>/pengaturan dan tiada Pencipta dan Pengatur di alam semesta ini selain Allah SWT dengan menjadikan keteraturan jagat raya sebagai bukti Tuhid<em> Rubûbiyah</em> Allah SWT membutikan kepada kita bahwa sebenarnya kaum Musyrik Arab itu menyekutukan Allah SWT dalam <em>Rubûbiyah</em> dan mereka meyakini adanya pencipta atau paling tidak pengatur lain selain Alllah SWT.</p>
<p>Benar, bahwa di sana banyak ayat Al Qur’an yang mengecam penyimpangan <em>i’tiqâd</em> kaum Musyrik dalam <em>Ulûhiyah</em>/penyembahan kepada selain Allah SWT dengan menjelaskan bahwa penyembahan itu tidak boleh diberikan kepada selain Sang Maha Pencipta, Sang Maha Pengatur yang Memberikan manfaat dan bahaya. Dan tiada yang menyandang sifat seperti itu melainkan Allah SWT.</p>
<p>Akan tetapi di dalam Al Qur’an juga terdapat banyak ayat yang menyoroti dan mengkritik tajam penyimpangan <em>i’tiqâd</em> kaum Musyrik Arab dalam Tauhid <em>Rubûbiyyah</em>. Ayat-ayat itu tidak dapat kita paksakan untuk kita alihkan maknanya kepada anggapan bahwa ia (ayat-ayat itu) sedang menegakkan pembuktian tentang <em>Tauhid fi</em> <em>Ulûhiyah</em>/tauhid dalam penyembahan.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>Ayat-ayat itu tidak sedang berbicara tentang ilâh dengan arti sesembahan.</em></span> <span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;">Tetapi ia sedang berbicara tentang <em>ilâh</em><strong> </strong>dalam arti sebuah <em>maujûd</em> yang diyakini oleh kaum Musyrik Arab memiliki pengaruh secara independen dalam sebagian urusan pengaturan alam semesta ini.</span> Atau paling tidak <em>maujûd</em> itu dapat memberikan manfaat dan atau madharrat secara independen/<em>istiqlâl</em>.</p>
<p><strong>Mari kita perhatikan ayat-ayat di bawah ini:</strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Ayat Pertama:</span> </strong>Allah SWT berfirman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَ ما كانَ مَعَهُ مِنْ إِلهٍ إِذاً لَذَهَبَ كُلُّ إِلهٍ بِما خَلَقَ وَ لَعَلا بَعْضُهُمْ عَلى</strong><strong>‏ </strong><strong>بَعْضٍ سُبْحانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ</strong><strong> </strong></h2>
<p><em>“</em><em>Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada ilâh (yang lain) beserta-Nya, kalau ada ilâh/tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu</em><em>.”</em> (QS. Al Mukminûn;91)</p>
<p><strong>Penjelasan:</strong></p>
<p>Pemahaman yang benar terhadap ayat ini meniscayakan kita memahami dengan benar makna kata <em>ilâh</em>.<span style="text-decoration:underline;color:#ff0000;"> Dalam kamus pemahaman Wahhâbi<em> ilâh</em> selalu diartikan:<em> ma’bûd</em> sesembahan/tuhah yang disembah</span>. Akan tetapi pemaknaan itu tidak benar, paling tidak, kata itu tidak selamanya beratikan <em>ma’bûd</em>. Setidaknya dalam ayat ini dan ayat-ayat sejenis, kata <em>ilâh</em> tidak dapat diartikan <em>ma’bûd</em>,<em> </em>akan tetapi ia bermaknakan Dzat yang memiliki pengaruh independen dalam mengatur sebagian urusan alam semesta!</p>
<p>Hal itu dikerenakan ayat ini sedang menghujat kaum Musyrik Arab yang menyekutukan Allah SWT. dengan mengatakan, ‘<em>Andai</em><em> ada ilâh/tuhan beserta Allah yang juga mencipta dan mengatur alam semesta ini, pastilah masing-masing ilâh itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari ilâh-ilâh itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Dan yang terjadi pastilah hanya kekacauan dan ketidak-serasian dalam tatanan dan aturan alam ciptaan. Akan tetapi yang kita saksikan adanya murni keteraturan dan keserasian. Jadi dapat dipastikan bahwa tiada Ilâh selain Allah.’</em> Maka<span style="text-decoration:underline;color:#800000;"> jika kata<em> ilâh </em>diartikan <em>ma’bûd </em>maka arti ayat itu demikian:</span> <em>‘Jika ada sesembahan selain Allah pastilah </em><em>masing-masing </em><em>sesembahan itu</em><em> akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari sesembahan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.’</em></p>
<p>Dan apabila kita katakan (seperti apa yang diyakini para mukallid Ibnu Taimiyah) bahwa kaum Musyrik Arab itu hanya menyekutukan Allah dalam <em>Ulûhiyyah</em>/penyembahan saja dan tidak menyekutukan Allah dalam <em>Rubûbiyyah</em> pastilah pembutkian itu tidak mengena dan tidak tepat sasaran. Sebab mereka akan mengatakan, ‘Mengapa kamu berhujjah dan mengajukan bukti keteraturan kepada kami untuk membuktikan bahwa: Hanya Allah-lah Dzat yang Maha Pencipta dan Maha Pengatur alam semesta, seakan kami ini tidak meyakini bahwa memang demikian bahwa hanya Allah yang Maha Pencipta dan Maha Pengatur alam semesta! Kami tidak menyekutukan Allah dalam <em>Rubûbiyyah</em>. Kami tidak meyakini bahwa <em>âlihah</em>/sesembahan-sesembahan kami itu memiliki pengaruh secara independen dalam mengatur alam semesta. Mereka sama sekali tidak memiliki kekuasaan dalam mengaturnya, justeru mereka itu tunduk kepada pengaruh pengaturan Allah; Tuhan Akbar! Lalu mengapakan kamu berhujjah kepada kami tentang sesuatu yang sudah kami yakini dan imani?!’</p>
<p>Karenanya, berargumen dengan dalil <em>tamânu’</em> yang dipilih dalam ayat ini membuktikan bahwa mereka meyakini bahwa <em>âlihah</em> (bentuk jama’ kata <em>ilâh</em>) yang mereka pertuhankan itu juga memiliki pengaruh secara independen dalam proses pengaturan alam semesta.</p>
<p>Dengan keterangan lain dapat dikatakan: pembuktian ketidak benaran <em>I’tiqâd</em> adanya lebih dari satu <em>ilâh</em> dalam ayat di atas tidak akan tepat arah kecuali jika kita tafsirkan kata <em>ilâh</em> dengan makna Sang Pencipta dan Wujud yang memiliki pengaruh dalam pengaturan alam semesta yang di tangannya-lah segala kendali urusan.<span style="text-decoration:underline;color:#800000;"><em> Dan apabila kata ilâh kita artikan ma’bûd maka pembuktian itu justru rusak dan berbalik.</em></span> Sebab dalam ayat itu ditegaskan, ‘Jika ada <em>ilâh</em> lain selain Allah pastilah yang terjadi adalah kerusakan, kekacauan pengaturan alam, bukan keteraturan seperti yang kita saksikan dan kita rasakan: <em>dan sekali-kali tidak ada <strong>ilâh</strong> (yang lain) beserta-Nya, kalau ada <strong>ilâh</strong> beserta-Nya, masing-masing <strong>ilâh</strong> itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari <strong>ilâh</strong>-<strong>ilâh</strong> itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.</em><strong> </strong></p>
<p><strong>Keterangan Para Mufassir Tentang Ayat di Atas</strong></p>
<p>Demikian para mufassir memahami ayat di atas.</p>
<p><strong>(1)   Ibnu Jarîr ath Thabari berkata:</strong></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong> </strong><strong>{</strong><strong>مِنْ إِلَهٍ إِذًا لَذَهَبَ} </strong><strong>يقول: إذن لاعتزل كل إله منهم {</strong><strong>بِمَا خَلَقَ}</strong><strong> </strong><strong>من شيء، فانفرد به، ولتغالبوا، فلعلا بعضهم على بعض، وغلب القويّ منهم الضعيف؛ لأن القويّ لا يرضى أن يعلوه ضعيف، والضعيف لا يصلح أن يكون إلها، فسبحان الله ما أبلغها من حجة وأوجزها، لمن عقل وتدبر</strong><strong>.</strong></h2>
<h2 style="text-align:right;"><strong>قوله{ </strong><strong>سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ}</strong><strong> </strong><strong>يقول تعالى ذكره؛ تنـزيها لله عما يصفه به هؤلاء المشركون من أن له ولدا، وعما قالوه من أن له شريكا، أو أن معه في القِدم إلها يُعبد تبارك وتعالى</strong><strong>.</strong></h2>
<p>“<em>Masing-masing <strong>ilâh</strong> itu akan membawa</em> (pastilah setiap tuhan/<em>ilâh</em> akan menyendiri/ memonopoli)<em> makhluk yang diciptakannya</em> (apapun yang ia ciptakan, dan masing-masing akan berusaha mengalahkan yang lainnya. Yang kuat dari mereka (<em>ilâh-ilâh</em>) akan mengalahkan yang lemah. Sebab yang kuat tidak akan rela dikalahkan oleh yang lemah, dan yang lemah tidak pantas jadi <em>ilâh</em>. Maka maha Suci Allah, alangkah lugas dan padatnya hujjah ini bagi yang berakal dan merenungkannya….</p>
<p>Firman:<em> Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu</em> (Allah berfirman menyucikan Diri-Nya dari apa yang disifati oleh kaum Musyrik bahwa Dia mempunyai anak dan dari apa yang mereka katakan bahwa Dia meiliki sekutu/<em>syarîk</em> atau ada bersamanya sejak <em>qidam</em> <em>ilâh</em> yang disembah. Maha Berkah dan maha Tinngi Allah).”<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p><strong>(2)   Al Baghâwi berkata:</strong></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>{</strong><strong>مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ}</strong><strong> </strong><strong>أي: من شريك</strong><strong> {إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ}</strong><strong> </strong><strong>أي</strong><strong>: </strong><strong>تفرد بما خلقه فلم يرض أن يضاف خلقه وإنعامه إلى غيره, ومنع الإله الآخر من الاستيلاء على ما خلق  {</strong><strong>وَلَعَلا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ}</strong><strong> </strong><strong>أي: طلب بعضهم مغالبة بعض كفعل ملوك الدنيا فيما بينهم, ثم نـزه نفسه فقال {</strong><strong> سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ</strong><strong>}</strong></h2>
<p>“<em>Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada ilâh (yang lain) beserta-Nya</em> (maksudnya sekutu)<em> kalau ada <strong>ilâh</strong> beserta-Nya, masing-masing <strong>ilâh</strong> itu akan membawa makhluk yang diciptakannya</em> (masing-masing <em>ilâh</em> akan menyendiri dengan apa yang iaciptakan dan tidak rela ciptaannya dan penganugerahan nikmat yang ia lakukan itu disandarkan kepada selainnya, dan ia akan mencegah ilâh lain dari menguasai apa yang ia ciptakan)<em> dan sebagian dari <strong>ilâh</strong>-<strong>ilâh</strong> itu akan mengalahkan sebagian yang lain</em> (sebagian dari <em>ilâh</em> itu akan berusaha mengalahkan <em>ilâh</em> yang lain, seperti yang terjadi di antara para raja di dunia. Setelahnya, Allah mensucikan Diri-Nya, Dia berfirman:<em> Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu</em>.”<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p><strong>(3)   Ibnu Katsir berkata: </strong></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>ينـزه تعالى نفسه عن أن يكون له ولد أو شريك في الملك، فقال: {</strong><strong> مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ</strong><strong>} أي:لو قُدِّر تعدد الآلهة، لانفرد كل منهم بما يخلق، فما كان ينتظم الوجود. والمشاهد أن الوجود منتظم متسق، كل من العالم العلوي والسفلي مرتبط بعضه ببعض، في غاية الكمال، {مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ} ثم لكان كل منهم يطلب قهر الآخر وخلافه، فيعلو بعضهم على بعض. والمتكلمون ذكروا هذا المعنى وعبروا عنه بدليل التمانع، وهو أنه لو فرض صانعان فصاعدا، فأراد واحد تحريك جسم وأراد الآخر سكونه، فإن لم يحصل مراد كل واحد منهما كانا عاجزين، والواجب لا يكون عاجزًا، ويمتنع اجتماع مراديهما للتضاد. وما جاء هذا المحال إلا من فرض التعدد، فيكون محالا فأما إن حصل مراد أحدهما دون الآخر، كان الغالب هو الواجب، والآخر المغلوب ممكنًا؛ لأنه لا يليق بصفة الواجب أن يكون مقهورا؛ ولهذا قال: { </strong><strong>وَلَعَلا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ </strong><strong>} أي:عما يقول الظالمون المعتدون في دعواهم الولد أو الشريك علوا كبيرا. </strong></h2>
<p><em>“Allah menyucikan Diri-Nya dari memiliki anak atau sekutu dalam mulk/kerajaan, tasharruf/pengaturan dan dalam ibadah. Dia berfirman: “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada ilâh (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.”(Andai dikira-kirakan ada beberapa âlihah niscaya masing-masing darinya akan menyendiri dengan apa yang ia ciptakan, maka tidaklah akan terjadi keteraturan alam wajud ini. semantara yang disaksikan adalah wajud ini sangat terartur dan serasi, masing-masing dari ala atas maupun alam bawah saling terkait dalam puncak kesempurnaan “kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” Kemudian pastilah masing-masing dari mereka mencari kemengan atas lainnya dan menyelisihinya, maka sebagiannya akan mengalahkan sebagian yang lain. Para teoloq Islam/mutakallimûn menyebutkan keterangan ini dan menamainya dengan <span style="color:#0000ff;">dalil tamânu’</span> yaitu: jika diasumsikan ada dua pencipta atau lebih, lalu yang satu berkehendak untuk menggerakkan sebuah jism (ciptaannya) sedangkan yang lain menghendakinya diam (tidak bergerak), lalu jika kehendak keduanya tidak terjadi maka berarti keduanya itu lemah. Dzat Yang Wajib adanya (Tuhan) tidak boleh lemah. Sebagaimana juga tidak mungkin kehendak keduanya itu terjadi, sebab ia artinya berkumpulnya dua hal yang saling bertengtangan. <span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;">Dan kemustahilan ini tidak muncul melainkan dari asumsi adanya lebih dari satu Tuhan,</span> maka ia (adanya lebih dari satu Tuhan) juga mustahil. Atau kehendak salah satunya terjadi sedangkan kehendak yang lainnya tidak, maka yang menang itulah yang Tuhan yang wajib (pasti/harus) adanya, sedangkan tuhan yang kalah bukanlah tuhan, sebab dikalahkan itu bukanlah sifat Tuhan yang wajib adanya. Karenanya Allah berfirman: dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.(yaitu Maha Suci Allah dari apa yang diucapkan oleh orang-oraang yang zalim yang melampaui batas dalam klaim mereka bahwa Allah mempunyai anak atau sekutu.</em>”<a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p><strong>(4)   Tafsir al Qurthubi:</strong></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>فقال الله تعالى{ما اتخذ الله من ولد}</strong><strong> </strong><strong>من</strong><strong> </strong><strong>صلة</strong><strong> </strong><strong>{وما كان معه من إله}</strong><strong> </strong><strong>من</strong><strong> </strong><strong>زائدة؛ والتقدير: ما اتخذ الله ولدا كما زعمتم، ولا كان معه إله فيما خلق. وفي الكلام حذف؛ والمعنى: لو كانت معه آلهة لانفرد كل إله بخلقه</strong><strong> </strong><strong>{ولعلا بعضهم على بعض}</strong><strong> </strong><strong>أي ولغالب وطلب القوي الضعيف كالعادة بين الملوك، وكان الضعيف المغلوب لا يستحق الإلهية. وهذا الذي يدل على نفي الشريك يدل على نفي الولد أيضا؛ لأن الولد ينازع الأب في الملك منازعة الشريك</strong><strong>. </strong><strong> {سبحان الله عما يصفون}</strong><strong> </strong><strong>تنزيها له عن الولد والشريك</strong><strong>.</strong></h2>
<p><em>“Allah –Ta’alâ- berfirman, ‘Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, kata min adalah shilah. <span style="text-decoration:underline;">dan sekali-kali tidak ada ilâh (yang lain) beserta-Nya’ kata min di situ zâidah</span>. Taqdir-nya adalah: Sekali-kali Allah tidak menjadikan anak seperti yang kalian anggap dan tidak pula bersamanya ada ilâh lain bersama-Nya. Dalam kalimat itu ada yang sengaja dsihapus/tidak disebutkan. Makna ayat itu: Andai bersama Allah ada ilâh-ilah lain pastilah masing-masing akan memonopoli ciptaannya. <span style="text-decoration:underline;"> “dan sebagian dari ilâh-ilâh itu akan mengalahkan sebagian yang lain’</span> yang kuat akan mengalahkan dan akan meminta yang lemah seperti kebiasaan para raja. Dan yang lemah dan kalah tidak berhak dipertuhan. Dan bukti yang menunjukkan tidak adanya sekutu ini juga merupakan bukti yang menunjukkan tidak adanya anak bagi Allah. Sebab anak itu akan melawan ayah dalam kekuasaan persis seperti sekutu melawan sekutunya. <span style="text-decoration:underline;">Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.</span> Menujukkan kemaha sucian Allah dari mepunyai anak dan sekutu.</em></p>
<p>Demikianlah keterangan sebagian ulama tafsir. Semoga jelas bagi Anda.</p>
<p><strong>Para Salaf Tidak Berkomentar Tentang Ayat Di atas, Lalu Bagaimana?</strong></p>
<p>Sepenjang penelusurann penulis dalam kitab-kitab tafsir <em>bil</em> <em>ma’tsûr</em>/tafsir dengan riwayat dari Salaf, seperti <em>tafsir ath Thabari, tafsir Ibnu Katsir, ad Durr al Mantsûr </em>dll. kami tidak menemukan komentar apapun dari para mufassir Salaf, baik sahabat maupun <em>tabi’î</em>. Lalu apa yang akan terjadi jika kita memasung diri dalam pemahaman kita terhadap Al Qur’an dan menggantungkan diri kepada tafsiran mereka?! Apakah kita akan mengatakan, ‘Kami tidak berani berkata apapun tentang ayat ini mengingat para Salaf tidak menafsirkannya.’ Dan janganlah sekali-sekali kita menafsirkannya… kita bukan ahlinya… hanya Salaf yang berhak menafsirkannya… kita hanya dibolehkan mengatakan apa yang mereka katakan dan tidak halal hukumnya keluar dari pemahaman mereka!</p>
<p>Atau mungkin teman-teman Wahhâbi-Salafi mengetahui ada tafsir Salaf tentang ayat ini?! Tolong kalian tidak keberatan berbagi informasi. Semoga Allah membalas kebaikan kalian.</p>
<p>Inilah masalah yang juga perlu kita renungkan dalam sikap kita atas tafsir Salaf!</p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Ayat Kedua:</span></strong> Allah SWT berfiman:<strong> </strong></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِنَ الْأَرْضِ هُمْ يُنْشِرُونَ * لَوْ كانَ فيهِما آلِهَةٌ إِلاَّ اللَّهُ لَفَسَدَتا فَسُبْحانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ .</strong><strong><em> </em></strong></h2>
<p><em>“</em><em>Apakah mereka mengambil </em><em>ilâh-ilâh (</em><em>tuhan-tuhan</em><em>)</em><em> dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati).</em><em>* </em><em>Sekiranya ada di langit dan di bumi</em><em> </em><em>ilâh-ilâh</em><em> </em><em>(</em><em>tuhan-tuhan</em><em>)</em><em> selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai Arasy daripada apa yang mereka sifatkan.</em><em>”</em> (QS. al Anbiyâ’;21-22)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Keterangan:</strong></p>
<p><strong>Relasi Antara Keteraturan Tatanan Alam Dan Kemaha Esaan Allah Dalam <em>Rubûbiyyah</em>!</strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Ayat di atas juga turun sebagai pembuktian akan tauhid Allah dalam Rubûbiyyah dan kecaman atas kemusyrikan kaum Musyrik Arab yang menjadikan <em>âlihah</em> selain Allah yang mereka yakini memiliki kekuasaan dapat menghidupkan yang mati.</span> Bukti yang diajukan dalam ayat di atas mengatakan, “Alam semesta ini, betapa pun ia terdiri dari bagian-bagian yang tak terhingga ragamnya, dan antara satu bagian dan lainnya saling terkait, akan tetapi ia benar-benar rapi  dan teratur. Hal itu dikarenakan ia diatur oleh sebuah aturan yang rapi dan tungal pula. Aturan yang menaungi alam ini adalah aturan saling interaksi, memberi pangaruh dan dipengaruhi.</p>
<p>Andai alam ini diatur oleh beberapa pengatur yang berdiri secara independen, dan masing-masing dari elemen alam raya ini terkait dengan satu pengatur saja, niscaya yang akan terjadi adalah ketidak-teraturan dan kehancuran. Sebab dalam kondisi seperti itu, keterkaitan antara elemen jagat raya akan tidak lagi terjadi!</p>
<p>Akan tetapi keteraturan pada tatanam jagat raya/alam ciptaan ini adalah nyata dan terbukti, maka dapat dipastikan bahwa tidak ada <em>âlihah</em> selain Allah yang mengatur jagat raya ini!</p>
<p>Demikian kurang lebih argumentasi yang ditegakkan oleh ayat di atas! Ia dari sisi tertentu serupa dengan dalil <em>tamânu’</em> yang telah dijelaskan pada pembuktian ayat pertama, akan tetapi di sini ia lebih tepat dan lebih detail.<a href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Coba kita perhatikan redaksi dalam ayat di atas, Allah SWT mengatakan, “<em>Sekiranya ada di langit dan di bumi</em><em> </em><em>ilâh-ilâh</em><em> </em><em>(</em><em>tuhan-tuhan</em><em>)</em><em> selain Allah</em><em>”</em> <span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;">redaksi yang dipilih di sini adalah kata <em>âlihah</em>, bukan <em>arbâb</em> (bentuk jama’ dari kata <em>rabbun</em>).</span> <span style="text-decoration:underline;color:#800000;"><em>Andai kita mengikuti penafsiran ala Wahhâbi yang mengatakan bahwa ilâh/âliah artinya adalah ma’bûd/sesembahan/sesuatu yang disembah, tentu ayat ini akan menjadi tidak mampu mengajukan bukti Tauhid seperti yang dimaksudkan!</em></span> Sebab pada kenyataanya di langit dan di bumi banyak sesembahan selain Allah SWT. dan kendati demikian alam berjalan teratur… Lalu bagaimana Al Qur’an mengatakan jika ada <em>âlihah</em>/sesembahan selain Allah tatanan alam tidak mungkin berjalan tertarur dan pasti akan hancur berantakan!<a href="#_ftn7">[7]</a></p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#800000;">Dengan memaknai kata <em>âlihah</em> dalam ayat di atas dengan <em>ma’bûd</em>/sesembahan/sesuatu yang disembah, maka ayat itu menjadi bohong adanya!</span></p>
<p>Kata <em>ilâh</em> dalam ayat di atas mesti ditafsirkan dengan <em>maujûd</em> yang seluruh makhluk mengambil keberadaannya dari-Nya dan seluruh kebutuhan makhluk akan dipenuhi oleh-Nya.</p>
<p><strong>Sekedar Memperjelas Makna</strong></p>
<p>Di sini, perlu diperhatikan:</p>
<p><span style="color:#800000;"><em>Pertama</em>,</span> jika diasumsikan bahwa <em>ilâh-ilâh</em> yang diyakini ketuhanannya oleh kaum Musyrik Arab  dan mereka sembah itu tidak memiliki kekuasaan apapun secara independen dalam mengatur tatanan jagat raya ini, niscaya penghujatan Al Qur’an terhadap akidah mereka menjadi tidak tepat sasaran. Sebab sekali lagi saya jelaskan bahwa mereka (dalam asumsi ini yang dipilih oleh teori tauhdi ala <em>Wahhâbi-Taimi</em>) tidak layak dijuhat dan dikecam penyimpangan akidahnya! Karena mereka tidak meyakini adanya pengatur di jagat raya ini selain Allah. <em>Âlihah</em> yang mereka sembah itu tidak memiliki kekuasaan apapun…yang mereka dapat lakukan hanya <em>tasyaffu’</em>/ memintakan syafa’at kepada Tuhan Agung; Allah agar memenuhi hajat-hajat mereka!</p>
<p>Karena ayat di atas sedang mengecam dan menghujat kaum Musyrik Arab,<span style="text-decoration:underline;color:#800000;"><em> karenanya ia adalah bukti kuat bahwa kaum Musyrik Arab itu menyekutukan Allah dalam Rubûbiyyah juga! Dan bukan hanya menyekutukan Allah dalam Ulûhiyyah,</em></span> seperti yang diklaim oleh sementara orang!</p>
<p><span style="color:#800000;"><em>Kedua</em>,</span> jika kata <em>âlihah</em> ditafsirkan dengan <em>ma’bûd</em>/sesembahan/sesuatu yang disembah, maka ayat tersebut lemah dan tidak mampu menegakkan bukti tauhid Allah dalam <em>Rubûbiyyah</em>-Nya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Relasi Antara Tauhid Dalam<em> Rubûbiyyah</em> Dan Tauhid Dalam Penyembahan!</strong></p>
<p>Tentu tidak diragukan lagi di sini bahwa yang berhak disembah adalah Dzat Yang Maha Memiliki segala urusan hamba/makhluk. Adapun yang tidak memiliki kekuasaan mutlak atas urusan hamba maka ia bukan Tuhan yang berhak disembah! Ia adalah makhluk yang lemah dan serba membutuhkan! <strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Perhatikan Sekali Lagi!</strong></p>
<p>Mungkin Anda beranggapan bahwa ayat di atas tidak sedang menghujat kaum Musyrik Arab karena penyimpangan akidah syirik mereka yang mengatakan bahwa ada tuhan-tuhan lain yang menandingi Allah SWT dalam pengaturan alam semesta ini… tuhan-tuhan yang diyakini memiliki kekuasaan pengaturan paling tidak terhadap sebagian dari elemen jagat raya ini secara independen… mereka justeru mentauhidkan Allah dalam <em>Rubûbiyyah</em>. Akan tetapi kemusyrikan mereka terletak hanya pada menyekutukan Allah dalam <em>Ulûhiyyah</em>/penyembahan terhadap selain Allah!</p>
<p>Sekali lagi, jika Anda mau sedikit merenung bagian akhir ayat di atas, pasti anggapan itu segera terusir… Anda segera yakin bahwa kaum Musyrik Arab benar-benar telah terjebak dalam menyekutukan Allah dalam<em> Rubûbiyyah</em> di sampan juga dalam<em> Ulûhiyyah</em>!</p>
<p>Akhir ayat berbunyi:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>فَسُبْحانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ .</strong><strong><em> </em></strong></h2>
<p><em>“</em><em>Maka Maha Suci Allah yang mempunyai Arasy daripada apa yang mereka sifatkan</em>.<em>”</em></p>
<p>Anda tentu faham bahwa yang mereka sifatkan untuk Allah SWT adalah adanya <em>âlihah</em> selain Allah SWT yang juga mengatur bagian-bagian dari alam raya secara independen!</p>
<p>Jika yang disifatkan oleh mereka sesuatu yang lain dari yang sedang dikecam dalam ayat itu niscaya akan kelihatan ketidak-singkronan dan ketidak serasiannya! Mungkinkah itu?!</p>
<p>Demikian pula dengan akhirat ayat pertama yang telah dijelaskan.<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bukti Tambahan</strong></p>
<p>Dua ayat di atas memuat kecaman atas kemusyrikan kaum Musyrik Arab yang menjadikan <em>âlihah</em> selain Allah.<em> Âlihah </em>yang mereka yakini itu tidak sekedar sesembahan yang hanya disembah untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui rekomendasi dan menjadi perantara untuk memintakan kepada Allah apa yang diminta oleh si penyembahnya, dalam arti bahwa kaum Musyrik Arab tidak meyakini bahwa sesembahan mereka itu memiliki kekuasaan apapun dalam menjalankan pengaturan alam semesta; mematikan, mengihidupkan, memberikan manfaat dan menepis madharrat mislanya.</p>
<p>Akan tetapi lebih dari itu, mereka mensifati <em>âlihah</em> yang mereka pertuhankan dan mereka sembah itu sebagai tuhan-tuhan yang mampu menghidupkan orang-orang yang mati secara independen. Karenanya Allah mengecam mereka sebab tidak ada yang memiliki sifat dan kekuasaan seperti itu selain Allah SWT.</p>
<p>Bukankah itu bukti tambahan dalm rangkaian ayat di atas bahwa yang dimaksud dengan <em>âlihah</em> tuhan-tuhan yang memiliki kekuasaan secara independen. Dan itu artinya kaum Musyrik Arab telah benar-benar menyekutukan Allah dalam <em>Rubûbiyyah</em>-Nya! Tidak hanya dalam <em>Ulûhiyyah</em> saja!</p>
<p>Perhatikan ayat tersebut:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِنَ الْأَرْضِ هُمْ يُنْشِرُونَ.</strong><strong><em> </em></strong></h2>
<p><em>“</em><em>Apakah mereka mengambil </em><em>ilâh-ilâh (</em><em>tuhan-tuhan</em><em>)</em><em> dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati).</em></p>
<p><em>Imam ath Thabari</em> meriwayatkan dari <em>Mujahid</em> dengn sanad bersambung melalui perawi-perawi yang telah ia sebutkan nama-nama mereka dan tak seorang pun yang majhûl. Mujahid berkata menafsirkan:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>يُنْشِرُونَ</strong></h2>
<p><em>Artinya: menghidupkan</em>.<a href="#_ftn8">[8]</a></p>
<p>Dan para mufassir sepakat bahwa potongan ayat:<strong> هُمْ يُنْشِرُونَ</strong> adalah sifat bagi kata:<strong> آلِهَةً</strong>. <em>Itu sekali lagi artinya bahwa kaum Musyrik Arab telah terjebak dalam syirk dalam Rubûbiyah</em>! Andai mereka tidak berkeyakinan demikian, dan andai mereka itu berkeyakinan bahwa yang menghidupkan dan mematikan itu hanya Allah SWT pastilah hujutan itu tidak tepat sasaran! Bukankah demikina saudaraku?!</p>
<p><strong>Renungan Akhir </strong></p>
<p>Mereka yang bersikeras mengatakan bahwa kaum Musyrik Arab itu tidak mengingkari bahkan mereka mentauhidkan Allah dalam Rubûbiyyah.. dalam menciptakan alam … dalam memberikan rizki dan bentuk-bentuk lain dari pengaturan alam dengan mengajukan ayat-ayat yang memuat <em>iqrâr</em> dan pengakuan mereka akan hal itu, sepertinya perlu memperhatikan kembali rangkaian ayat-ayat yang mereka ajukan itu. Sebab pada kenyataannya semua ayat itu, -yang walaupun memuat <em>iqrâr</em> secara lisan kaum Musyrik Arab bahwa Allah lah yang mencipta dll.- ia menyebutkan dan sekaligus mengecam akidah dasar kaum Musyrik Arab yang mengatakan bahwa Allah itu mempunyai anak! Dan sekaligus menegakkan buktu tauhid Alalh melalui dalil tamânu’! bukankah itu bukti kuat bahwa kaum Musyrik Arab itu menyekutukan Allah dalam Rubûbiyyah?!</p>
<p>Mari kita perhatikan dan kita tadabburi ayat-ayat itu secara seksama:</p>
<p><strong>A)</strong> Ayat-ayat dalam surah <em>az Zukhruf</em> (ayat 9-19) yang menyebutkan bahwa kaum yang mengakui Allah lah Sang Maha Pencipta ya mereka pulalah yang meyakini bahwa Allah mempunyai anak!</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ لَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّماواتِ وَ الْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزيزُ الْعَليمُ </strong><strong> </strong></h2>
<p><em>“</em><em>Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka:&#8221; Siapakah yang menciptakan langit dan bumi&#8221;, niscaya mereka akan menjawab:&#8221; Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui</em><em>.”</em></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>الَّذي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْداً وَ جَعَلَ لَكُمْ فيها سُبُلاً لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ </strong><strong> </strong></h2>
<p><em>“</em><em>Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan- jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk.</em><em>”</em></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ الَّذي نَزَّلَ مِنَ السَّماءِ ماءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنا بِهِ بَلْدَةً مَيْتاً كَذلِكَ تُخْرَجُونَ </strong><strong> </strong></h2>
<p><em>“</em><em>Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar</em><em> (</em><em>yang diperlukan</em><em>)</em><em> lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).</em></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ الَّذي خَلَقَ الْأَزْواجَ كُلَّها وَ جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْفُلْكِ وَ الْأَنْعامِ ما تَرْكَبُونَ </strong><strong> </strong></h2>
<p><em>“</em><em>Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasang dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi</em><em>.”</em></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>لِتَسْتَوُوا عَلى‏ ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَ تَقُولُوا سُبْحانَ الَّذي سَخَّرَ لَنا هذا وَ ما كُنَّا لَهُ مُقْرِنينَ<em> </em></strong><strong><em> </em></strong></h2>
<p><em>“Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan,&#8221; Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya</em><em>و</em><em> </em></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ إِنَّا إِلى‏ رَبِّنا لَمُنْقَلِبُونَ </strong><strong> </strong></h2>
<p><em>dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.&#8221;</em><em> </em></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ جَعَلُوا لَهُ مِنْ عِبادِهِ جُزْءاً إِنَّ الْإِنْسانَ لَكَفُورٌ مُبينٌ <em> </em></strong></h2>
<p><em>“</em><em>Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba- Nya sebagai bahagian daripada- Nya. </em><em>Sesungguhnya manusia itu benar- benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah)</em><em>.”</em></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>أَمِ اتَّخَذَ مِمَّا يَخْلُقُ بَناتٍ وَ أَصْفاكُمْ بِالْبَنينَ </strong><strong> </strong></h2>
<p><em>“</em><em>Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan Dia mengkhususkan buat kamu anak laki-laki.</em><em>”</em><em> </em></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ إِذا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِما ضَرَبَ لِلرَّحْمنِ مَثَلاً ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَ هُوَ كَظيمٌ </strong><strong> </strong></h2>
<p><em>“Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah; jadilah mukanya hitam pekat sedang dia amat menahan sedih.” </em></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>أَ وَ مَنْ يُنَشَّؤُا فِي الْحِلْيَةِ وَ هُوَ فِي الْخِصامِ غَيْرُ مُبينٍ <em> </em></strong></h2>
<p><em>“</em><em>Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran.</em><em>”</em></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ جَعَلُوا الْمَلائِكَةَ الَّذينَ هُمْ عِبادُ الرَّحْمنِ إِناثاً أَ شَهِدُوا خَلْقَهُمْ سَتُكْتَبُ شَهادَتُهُمْ وَ يُسْئَلُونَ </strong></h2>
<p><em>“</em><em>Dan mereka menjadikan malaikat- malaikat yang mereka itu adalah hamba- hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang- orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat- malaikat itu Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung jawab.</em><em>”</em><em> </em><em> </em></p>
<p><strong>Abu Salafy:</strong></p>
<p>Dari paparan ayat-ayat di atas jelaslah bagi kita semua bahwa mereka yang berkata:<em> Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui</em> adalah mereka yang berkata:<em> “</em><em>Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba- hamba- Nya sebagai bahagian daripada- Nya. </em> Dan yang berkata: <em>“</em><em>Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba- Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah)</em><em>.”</em><span style="text-decoration:underline;color:#800000;"> Mereka itu adalah orang-oran yang meng<em>iqrâr</em>kan bahwa tiada Khâliq yang mengatur alam, namun kendati demikian mereka menjadikan tuhan-tuhan lain yang mereka yakini sebagai anak-anak perempuan Allah,</span> “<em>“Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat- malaikat itu Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungan jawab.</em><em>”</em><em> </em><em> </em></p>
<p>Hal makin jelas apabila Anda memperhatikan ayat-ayat terakhir surah ini<em>.</em> Baca ayat 81-87. Mereka yang menjawab ketika ditanya siapa yang menciptakan mereka: Allah, ya mereka itulah yang meyakini bahwa Allah mempunyai anak/<em>walad</em>.</p>
<p>Setelah jelasnya ayat-ayat di atas, rasa-rasanya tidak terlau mendesak untuk menyebutkan keterangan para mufassirûn… Sebab ayat-ayat tersebut sebegitu jelasnya sehingga yang diperlukan hanya sekedar memahami makna kata untuk setelahnya direnungkan dan di<em>tadabburi</em>.</p>
<p>Demikian pula dengan ayat-ayat dalam surah <em>al Mu’minûn</em> (ayat 84-92) yang sebagiannya telah kita jelaskan sebelumnya, ia cukup jelas menerangkan kepada kita bahwa mereka yang meng<em>iqrâr</em>kan Allah sebagai Sang Pencipta, ya mereka pula yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak!</p>
<p>Perhatikan rangkaian ayat-ayat tersebut:</p>
<h2 style="text-align:right;">قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَ مَنْ فيها إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ</h2>
<p>“<em>Katakanlah:&#8221; Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui.”</em></p>
<h2 style="text-align:right;">سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَ فَلا تَذَكَّرُونَ</h2>
<p><em>Mereka akan menjawab:&#8221; Kepunyaan Allah.&#8221; Katakanlah:&#8221; Maka apakah kamu tidak ingat.”</em></p>
<h2 style="text-align:right;">قُلْ مَنْ رَبُّ السَّماواتِ السَّبْعِ وَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظيمِ</h2>
<p><em>“Katakanlah:&#8221; Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya Arasy yang besar&#8221;</em></p>
<h2 style="text-align:right;">سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَ فَلا تَتَّقُونَ</h2>
<p><em>“Mereka akan menjawab:&#8221; Kepunyaan Allah.&#8221; Katakanlah:&#8221; Maka apakah kamu tidak bertakwa”</em></p>
<h2 style="text-align:right;">قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْ‏ءٍ وَ هُوَ يُجيرُ وَ لا يُجارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ</h2>
<p><em>“Katakanlah:&#8221; Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)- Nya, jika kamu mengetahui.”</em></p>
<h2 style="text-align:right;">سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ</h2>
<p><em>“Mereka akan menjawab:&#8221; Kepunyaan Allah.&#8221; Katakanlah:&#8221; (Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu&#8221;</em></p>
<h2 style="text-align:right;">بَلْ أَتَيْناهُمْ بِالْحَقِّ وَ إِنَّهُمْ لَكاذِبُونَ</h2>
<p><em>“Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.”</em></p>
<h2 style="text-align:right;">مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَ ما كانَ مَعَهُ مِنْ إِلهٍ إِذاً لَذَهَبَ كُلُّ إِلهٍ بِما خَلَقَ وَ لَعَلا بَعْضُهُمْ عَلى‏ بَعْضٍ سُبْحانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ</h2>
<p><em>“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali- kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,”</em></p>
<h2 style="text-align:right;">عالِمِ الْغَيْبِ وَ الشَّهادَةِ فَتَعالى‏ عَمَّا يُشْرِكُونَ</h2>
<p><em>“Yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.”</em></p>
<p><strong>Abu Salafy:</strong></p>
<p>Penutup ayat terakhir di atas akan membuka cakrawala baru dalam pemahaman kita akan I’tiqad kaum Musyrik Arab terhadap sesembahan-sesembahan mereka… dan bahwa mereka itu benar-benar telah musyrik dalam Rubûbiyyah Allah SWT! Mereka (yang karena jawaban-jawaban mereka seperti yang tercantum dalam ayat 85,87,89) ya mereka itulah yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak seperti dalam ayat 91. Dan kemusyrikan mereka itulah yang dikecam dalam ayat 92 dengan firman-Nya:<em> “maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.”</em></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>Ibnu Katsir</em></span> berkata menafsirkan:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>{سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ} </strong><strong> </strong><strong>أي:عما يقول الظالمون المعتدون في دعواهم الولد أو الشريك علوا كبيرا</strong><strong>.</strong></h2>
<p><em>“maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.</em> Yaitu Maha Suci Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang zalim yang melampau batas itu dalam anggapan mereka <span style="text-decoration:underline;"><em>bahwa Allah Mmepunyai anak atau sekutu</em></span>. Maha Tinggi Allah.”</p>
<p>Demikian juga dengan<span style="color:#0000ff;"><em> al Qurthubi</em></span>, <span style="color:#0000ff;"><em>ath Thabari</em></span> seperti yang telah lewat saya sebutkan.</p>
<p>Semoga keterangan ringkas dalam artikel ini dalam menambah kefahaman kita akan hakikat kemusyrikan kaum Musyrik Arab. Dan untuk dalil kedua yaitu dalil <em>tamânu’</em> ini saya cukupkan dengan menyebutkan dua ayat walaupun masih ada beberapa ayat lainnya.</p>
<p>Untuk pembuktian lebih lanjut ikuti terus artikel-artikel lanjutan dalam seri ini.</p>
<p><strong>(Bersambung Insya Allah)</strong></p>
<div>
<hr size="1" />
<div>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> <em>Tamânu’</em> adalah adanya saling berebut pengaruh dan kekuasan atas ciptaan mereka masing-masing antara Allah dan <em>tuhan-tuhan</em> yang dipersekutukan oleh kaum Musyrik! Perhatikan juga keterangan Ibnu Katsir seperti akan saya sebutkan nanti pada tafsir ayat pertama!</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Kaum Wahhâbi-Salafi biasa menyebut dua tingkatan tauhid itu dengan sebutan <em>Tauhid</em> <em>Rubûbiyyah</em>. Sementara akan lebih tepat jika dirinci, sekedar untuk memilah saja. Tetapi kita tidak perlu meributkan istilah selama masih disepakati maksudnya. Karenanya istilah<em> Rubûbiyah </em>yang kami gunakan di atas merujuk kepada penggunaan Wahhâbi-Salafi.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Tafsir Jâmi’ al Bayân; ath Thabari,18/49.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Tafsir Ma’âlim an Tanzîl,5/43, keterangan serupa juga disampaikan oleh al Khâzin dalam tafsir Lubâb an Tanzîl-nya,5/43.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> Tafsir Ibnu Katsir,3/254.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> Redaksi dalam ayat di atas tidak sepenuhnya sesuai dengan dalil tamânu’ yang dijelaskan oleh para Teoloq Islam dalam pembuktian tauhid Allah. Demikian dikatakan  Imam Ibnu Jazzi al kalbi dalam tafsir <em>at</em> <em>Tashîl</em>-nya,3/24.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> Sebagian ahli tafsir juga terjebak dalam kesalahan ketika menafsirkan kata âlihah dengan tuhan-tuhan yang disembhah/ma’bûdât selain Allah, di antaranya adalah <em>asy Syaukani</em>, ia berkata menafsirkan, “<em>Sekiranya ada di langit dan di bumi ilâh-ilâh (tuhan-tuhan) selain Allah,</em><em> </em><em>tentulah keduanya itu telah rusak binasa</em>” artinya, sekiranya di langit dan di bumi ada <em>âlihah</em> <em>ma’bûdât</em> <em>ghairallah</em>/<em>ilâh-ilâh</em>/tuhan-tuhan<em> </em>yang disembah selain Allah tentulah keduanya langit dan bumi dan segala makhluk yang ada di dalamnya pasti rusak. …. Kerusakan terjadi akibat <em>ilâh</em> yang ada bersama Allah itu tentu harus diasumsikan keduanya Maha Kuasa untuk menguasai secara penuh dalam ber<em>tasharruf </em>(pengaturan). Di saat itu akan terjadi perebutan dan berselisihan maka karenanya akan terjadilah kerusakan.” (Tafsir Fathu al Qadîr,3/402) Keterangan akhir <em>asy Syaukâni</em> ini tepat dan rapi, namun sayang ia tidak mendukung tafsirannya terhadap kata <em>âlihah</em> yang ia artikan dengan<em> ma’bûdât</em>! <em>Wallahu A’lam</em>. Sebab adanya sesembahan selain Allah di langit dan muka bumi ini adalah sesuatu yang riil… namun demikian alam semesta tidak rusak!</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> Tafsir Jâmi’ al Bayân; ath Thabari,17/13.</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1120&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/22/benarkan-kaum-musyrik-arab-beriman-kepada-tauhid-rububiyyah-allah-bantahan-untuk-ustad-firanda-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata Imam al Qurthubi Yang Mengatakan Allah Bertempat Hanya Kaum Jahil Yang Mujassimah</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/18/kata-imam-al-qurthubi-yang-mengatakan-allah-bertempat-hanya-kaum-jahil-yang-mujassimah/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/18/kata-imam-al-qurthubi-yang-mengatakan-allah-bertempat-hanya-kaum-jahil-yang-mujassimah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 05:08:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Jenaka Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Hadis]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaifan Kaum Wahhabi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama' Ahlusunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Wahhabi Versus Ulama Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1027</guid>
		<description><![CDATA[Kata Imam al Qurthubi Yang Mengatakan Allah Bertempat Hanya Kaum Jahil Yang Mujassimah Para ulama Islam tak bosan-bosannya mengingatkan kita terhadap bahaya keyakinan bahwa Allah itu bertempat… dan tempatnya itu di atas langit sana… Akidah yang mengatakan bahwa tempat Allah SWT berada di atas tempat hamha-hamba-Nya! Kini al Qurthubi berkomentar bahwa akidah itu hanya akidah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1027&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Kata Imam al Qurthubi Yang Mengatakan Allah Bertempat Hanya Kaum Jahil Yang Mujassimah</strong></span></p>
<p>Para ulama Islam tak bosan-bosannya mengingatkan kita terhadap bahaya keyakinan bahwa Allah itu bertempat… dan tempatnya itu di atas langit sana… Akidah yang mengatakan bahwa tempat Allah SWT berada di atas tempat hamha-hamba-Nya!</p>
<p>Kini<span style="color:#0000ff;"><em> al Qurthubi</em></span> berkomentar bahwa akidah itu hanya akidah yang telah masuk dan nyusup ke akal pikiran kaum jahil yang terjebak konsep sesat posturisasi Allah (tajsîm).<strong><span id="more-1027"></span></strong></p>
<p><strong>Dengarkan komentar beliau!</strong></p>
<p><strong>.<a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/01/aljami_li_ahkam_al_quran_alqurtubi1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1103" title="aljami_li_Ahkam_al_Qur'an_AlQurtubi1" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/01/aljami_li_ahkam_al_quran_alqurtubi1.jpg?w=468&#038;h=291" alt="" width="468" height="291" /></a><br />
</strong></p>
<p><em>“Sifat al ‘Aliy/Yang Maha Tinggi dalam ayat di atas (ayat Kursi) yang dimaksud adalah ketinggian kehormatan dan kedudukan bukan ketinggian tempat!  Sebab Allah Maha suci dari bertempat di sebuah sudut/sisi. Ath Thabari mengisahkan dari satu kaum bahwa mereka berkata: “Dia Allah Maha Tinggi atas hamba ciptaan-Nya dengan ketinggian tempat-Nya dari tempat makhluk-Nya.” Ibnu Athiyah berkata: “Ini adalah pendapat kaum Jahalah/bodoh yang Mujassimîn/meyakini Allah berjism. Mestinya tidak perlu dihikayatkan.” </em></p>
<p><strong>Abu Salafy:</strong></p>
<p>Setelah ketarangan para ulama, masihkah kita maragukan penyimpangan akidah yang mengatakan Allah itu bertempat dengan memahami secara awam ayat-ayat tertentu yang mutasyâbihât yang memang biasa kaum penyesat dan juga yang disesatkan berkubang di dalamnya?!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1027/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1027&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/18/kata-imam-al-qurthubi-yang-mengatakan-allah-bertempat-hanya-kaum-jahil-yang-mujassimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>77</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/01/aljami_li_ahkam_al_quran_alqurtubi1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aljami_li_Ahkam_al_Qur&#039;an_AlQurtubi1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyimpangan Akidah Syeikh al Albâni al Wahhâbi as Salafi</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/18/penyimpangan-akidah-syeikh-al-albani-al-wahhabi-as-salafi/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/18/penyimpangan-akidah-syeikh-al-albani-al-wahhabi-as-salafi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 04:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah Tajsim & Tasybih]]></category>
		<category><![CDATA[Dongeng Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Jenaka Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Pensesatan]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Wahabi-Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Hadis]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaifan Kaum Wahhabi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1030</guid>
		<description><![CDATA[Penyimpangan Akidah Syeikh al Albâni al Wahhâbi as Salafi Tidak sedikit penyimpangan yang terjadi dalam akidah para pembesar masyâikh Wahhâbi-Salafi, khususnya tentang akidah ketuhanan yang banyak membutuhkan akal sehat dan tidak sekedar menelan mentah-mentah asal riyawat yang diatas-namakan Nabiyyul Islam Muhammad saw. atau atsar sahabat! Syeikh Albâni menukil pendapat sebagin kaum Musyabbihah (yang menyerupakan Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1030&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#003366;"><strong>Penyimpangan Akidah Syeikh al Albâni al Wahhâbi as Salafi</strong></span></p>
<p>Tidak sedikit penyimpangan yang terjadi dalam akidah para pembesar <em>masyâikh</em> Wahhâbi-Salafi, khususnya tentang akidah ketuhanan yang banyak membutuhkan akal sehat dan tidak sekedar menelan mentah-mentah asal riyawat yang diatas-namakan Nabiyyul Islam Muhammad saw. atau atsar sahabat!</p>
<p>Syeikh Albâni menukil pendapat sebagin kaum Musyabbihah (yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya) seraya membenarkan bahwa: <span id="more-1030"></span>.</p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#0000ff;"><em> </em></span></h2>
<h2 style="text-align:right;"><strong>من قال عن الله ‏‏”ويُرى لا في جهة ” فليُراجع عقله.</strong></h2>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وقال الالباني “إن اريد بالجهة امر عدمي ‏وهو ما فوق العالم فليس هناك الا الله وحده”.</strong><strong> </strong></h2>
<p><em>“Barang siapa berkata tentang Allah, <span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;">‘Dia dilihat tidak di sebuah jihah/sudut/sisi tertentu.’ </span>Hendaknya ia mengoreksi akalnya.”</em><strong><span style="color:#0000ff;"> [1] </span></strong><em><span style="color:#0000ff;">Albani berkata</span>, “Jika yang dimaksud dengan jihah adalah perkara ketiadaan dan di adalah di atas alam semesta ini, maka di sana tidak ada selain Allah sendirian.” </em><span style="color:#0000ff;"><strong>[2]</strong></span></p>
<p><strong>Abu Salafy Berkata:</strong></p>
<p>Demikianlah akidah Salafi yang dibanggakan kaum Salafiyyûn Wahhabiyyûn yang diyakini Syeikh agung mereka yang sering linglung dalam mentashih atau mentadh’if hadis!</p>
<p>Coba bandingkan dengan akidah ulama Islam seperti yang dirangkum oleh <span style="color:#0000ff;"><em>Imam ath Thahawi</em></span> dalam Aqîdah-nya:</p>
<p>.</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong> </strong><strong>لا تحويه – أي الله – الجهات الست كسائر المبتدعات</strong><strong> </strong></h2>
<p><em>“Allah tidak dimuat oleh enam sisi seperti halnya makhluk.”</em></p>
<p>.</p>
<p>Maksudnya Maha Suci Allah dari berada di sisi tertentu, sebab yang demikian itu meniscayakan bertempat dan dibatasi oleh batas dan segala konsekuensinya, seperti gerak, diam dll dari sifat makhluk.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>Dengan omongannya itu Syeikh Albâni telah menuduh para ulama Islam tidak berakal. Dan pada waktu yang sama ia telah membuktikan bahwa ia telah menyimpang dari akidah Islam yang diyakini para imam Ahlusunnah</em></span>. Sedangkan Rasulullah saw. telah bersabda:</p>
<p>.</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>‏ عليكم بالجماعة وإياكم والفرقة فإن الشيطان ‏مع الواحد وهو من الاثنين أبعد فمن أراد بُحبوحة الجنة فليلزم الجماعة} رواه ‏الترمذي. </strong><strong> </strong></h2>
<p><em>“Hendaknya kamu bersama Jama’ah, dan hati-hatilah kamu dari perpecahan, sebab setan bersama satu orang dan dari dua orang ia lebih jauh. Barang siapa menginginkan kebahagiaan kehidupan surga hendaknya ia bersama Jama’ah.” HR Turmudzi.</em></p>
<p>____________________</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>[1].</strong></span> Mukhtashar al Ulu, hal, 7, 156, 285</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>[2].</strong></span> Al Aqidah Ath Thahawiyah Syarah Wa Ta&#8217;liq Al Albani, hal. 25</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1030/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1030&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/18/penyimpangan-akidah-syeikh-al-albani-al-wahhabi-as-salafi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>83</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akidah Ulama&#8217; Islam: Bahwa Allah Tidak Bersemayam Di Langit!</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/18/akidah-ulama-islam-bahwa-allah-tidak-bersemayam-di-langit/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/18/akidah-ulama-islam-bahwa-allah-tidak-bersemayam-di-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 04:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[Akidah Ulama&#8217; Islam: Bahwa Allah Tidak Bersemayam Di Langit! Imam Nawawi menerangkan hadis yang selama ini dijadikan dalil andalan Kaum Salafi dalam akidah bahwa Allah SWT di langit! Maha Suci Allah dari anggapan kaum Mujassimun! Keterangan Imam Nawawi هذا الحديث من أحاديث الصفات وفيها مذهبان تقدم ذكرهما مرات في كتاب الايمان: أحدهما : الايمان به [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1001&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#003366;"><strong>Akidah Ulama&#8217; Islam: Bahwa Allah Tidak Bersemayam Di Langit!</strong></span></p>
<p>Imam Nawawi menerangkan hadis yang selama ini dijadikan dalil andalan Kaum Salafi dalam akidah bahwa Allah SWT di langit! Maha Suci Allah dari anggapan kaum Mujassimun!<span id="more-1001"></span></p>
<p><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/01/nawawi-modified.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1111" title="Nawawi modified" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/01/nawawi-modified.jpg?w=468&#038;h=688" alt="" width="468" height="688" /></a></p>
<h2><strong>Keterangan Imam Nawawi<br />
</strong></h2>
<h2>هذا الحديث من أحاديث الصفات وفيها مذهبان تقدم ذكرهما مرات في كتاب الايمان: أحدهما : الايمان به من غير خوض في معناه مع اعتقاد أن الله تعالى ليس كمثله شئ وتنزيهه عن سمات المخلوقات، والثاني : تأويله بما يليق به ، فمن قال بهذا قال: كان المراد امتحانُها هل هي موحدة تقر بأن الخالق المدبر الفعال هو الله وحده وهو الذي إذا دعاه الداعي استقبل السماء كما إذا صلى المصلي استقبل الكعبة وليس ذلك لانه منحصر في السماء كما أنه ليس منحصرا في جهة الكعبة، بل ذلك لان السماء قبلة الداعين كما أن الكعبة قبلة المصلين، أو هي من عبدة الاوثان العابدين للاوثان التي بين أيديهم فلما قالت في السماء علم أنها موحدة وليست عابدة للاوثان.</h2>
<p>“Hadis ini termasuk hadis-hadis shifât. Tentangnya ada dua aliran (penafsiran), telah lewat berulang kali keterangan tentangnya dalam Kitabul Iman:</p>
<p><em><strong>Aliran Pertama:</strong> Mengimaninya tanpa membincangkan maknanya dengan keyakinan bahwa Allah –Ta’ala- tidak ada sesuatu yang menyerupai-Nya, dan menyucikan-Nya dari sifat-sifat/ciri-ciri makhluk.</em></p>
<p><em><strong>Aliran Kedua:</strong> mena’wilkannya dengan memaknainya sesuai manka yang layak bagi-Nya. Dan yang mengikuti pendapat ini mengatakan bahwa yang dimaksud dengannya: Menguji si budak wanita itu apakah ia mengesakan Allah dengan meyakini bahwa Dzat Maha Pencipta, Mengatur semesta alam dan yang Maha Berbuat segala sesuatu adalah hanya Allah? Dan Dialah yang apabila seorang pendo’a memanggil-Nya ia menghadap langit, seperti jika ia shalat </em>menghadap ka’bah. Yang demikian bukan dikarenakan Allah terbatas di langit sebagaimana Dia tidak terbatas di sisi/arah ka’bah. Akan tetapi karena langit adalah kiblat para pendo’a sebagaimana ka’bah kiblat shalat, atau dia (si budak wanita itu) adalah penyembah arca yang berada di depan para penyembahnya. Dan ketika ia mengatakan: Dia di langit, Nabi saw. mengetahu bahwa dia seorang yang mengesakan Allah bukan penyembah arca.”</p>
<h2>Abu Salafy:</h2>
<p>Dari sini dapat Anda mengerti bahwa menerima keshahihan hadis Muslim tidak berarti menerima pemaknaan ala Wahhabi terhadapnya bahwa Allah itu bertempat di langit sana. Sebab pintu ta&#8217;wil masih terbuka lebar-lebar!</p>
<h2><strong>Keterangan </strong><strong>Qadhi ‘Iyâdh</strong></h2>
<p>Qadhi ‘Iyâdh menegaskan masalah ini sebagaimana dinukil Imam an Nawawi dalam  syarah Shahih Muslim, 5/24:</p>
<h1 style="text-align:right;"><strong>لا خلاف بين المسلمين قاطبة فقيههم ومحدثهم ومتكلمهم ونظارهم ومقتدهم أن الظواهر الواردة بذكر الله تعالى في السماء كقرل الله تعالى {ءأمنتم من في السماء أن يخسف بكم الارض} ” ونحوه ليست على ظاهرها بل متأولة عند جميعهم “. </strong></h1>
<p><em>“Tidak diperselisihkan di antara kaum Muslimin, baik ahli fikih, ahli hadis, para teoloq bahwa zahir-zahir nash yang datang menyebut Allah di langit seperti firman Allah:</em><em> “Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (kekuasaan-Nya) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu?’  (QS. Al Mulk [67];16) dan yang semilsanya itu tidak diartikan secara zahirnya akan tetpi menurut mereka nash-nash itu harus dita’wil.”</em></p>
<h2><strong>Abu Salafy</strong><em>:</em></h2>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Semoga</strong><strong> Keterangan dua imam agung Ahlusunnah ini dapat membentengi kita dari terjebak dalam klaim sebagian penjaja akidah sesat yang biasanya merayu kaum awam dengan mengatakan bahwa akidah jajaanya itu adalah akidah Salaf dan didasarkan di atas dalil al Qur&#8217;an dan Sunnah Nabi saw.!</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1001/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1001&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/18/akidah-ulama-islam-bahwa-allah-tidak-bersemayam-di-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/01/nawawi-modified.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nawawi modified</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukti Lain Ijma’ Ahlusunnah Bahwa Allah SWT Tidak Bertempat: Bantahan Untuk Salafy-Wahhâbi! (3)</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/17/bukti-lain-ijma%e2%80%99-ahlusunnah-bahwa-allah-swt-tidak-bertempat-bantahan-untuk-salafy-wahhabi-3/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/17/bukti-lain-ijma%e2%80%99-ahlusunnah-bahwa-allah-swt-tidak-bertempat-bantahan-untuk-salafy-wahhabi-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 14:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah Tajsim & Tasybih]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Jenaka Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Pensesatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Abdul Wahab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Hadis]]></category>
		<category><![CDATA[Kasyfu asy Syubuhat]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaifan Kaum Wahhabi]]></category>
		<category><![CDATA[Menjawab Blog Wahabi/Salafy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1024</guid>
		<description><![CDATA[Bukti Lain Ijma’ Ahlusunnah Bahwa Allah SWT Tidak Bertempat: Bantahan Untuk Salafy-Wahhâbi! (3) Kendati telah banyak bukti yang diajukan ulama Islam bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Suci dari kebutuhan kepada tempat, baik melalui bukti naqli (Al Qur’an dan Sunnah) maupun bukti aqli/akal sehat (yang sebagian dari bukti-bukti itu telah kami beber panjang lebar dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1024&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#003366;"><strong>Bukti Lain Ijma’ Ahlusunnah Bahwa Allah SWT Tidak Bertempat: Bantahan Untuk Salafy-Wahhâbi! (3)</strong></span></p>
<p>Kendati telah banyak bukti yang diajukan ulama Islam bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Suci dari kebutuhan kepada tempat, baik melalui bukti naqli (Al Qur’an dan Sunnah) maupun bukti aqli/akal sehat (yang sebagian dari bukti-bukti itu telah kami beber panjang lebar dalam artikel-artikel kami di sini), namun entah mengapa, kaum Wahhâbi/Salafi, khususnya yang tenggelam dalam pemujaan kepada kaum Mujassimah tetap saja tidak mau tau… bahkan mereka semakin menjadi-jadi dengan mengklaim bahwa akidah menyimpang itu adalah mewakili akidah Islam murni yang mereka warisi dari para Salaf Shaleh dan dari para ulama; fukaha, muhaditsûn dan mufassirûn klasik.<span id="more-1024"></span></p>
<p>Ayat-ayat yang muhkamât dan hadis-hadis yang shahih dan sharîh tidak juga mereka gubris… mereka lebih suka bergelimang dalam kubangan ayat-ayat mutasyâbihât dan berbangga-bangga dengan menyanyikan lirik lagu yang dirilis oleh para tokoh <em>Mujassimah Musyabbihah</em>! Kesepakatan para fukaha’, para muhaddis, mufassir dan mutakallim mereka campakkan di belakang punggung-punggung mereka… mereka tutup telinga dan mata serta akal mereka dari mendengar, menyaksikan dan memperhatikan serta merenungkan semua bukti yang diajukan…</p>
<p>Hadis <em>Jâriyah </em>selalu menjadi hadis andalan yang selalu mereka bacakan… sementara ketarngan ulama Islam tentangnya mereka abaikan… seakan mereka mengatakan bahwa kami hanya mau berukuk kepada Al Qur’an dan Sunnah.. adapun keterangan para ulama, maka kami tidak sudi menggubrisnya, kecuali jika ia sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran kami!</p>
<p>Satu ulama akan mereka puji dan mereka sematkan seribu satu gelar kebanggaan ketika ia memberikan keterangan yang mendukung keyakinan mereka… dan jika dalam masalah yang lain ia menyelishi mereka, mereka pun segera mengugat dan mengatakan tidak ada kewajiban kecuali mengikuti Al Qur’an dan Sunnah… sementara yang mereka maksud adalah Al Qur’an dengan pemahaman kaum Mujassimah Musyabbihah dan Sunnah yang shahih tidaknya disesuaikan kebutuhan dan pemaknaannya pun diatur agar tidak sejalan dengan akidah mereka… Demikian yang sering kita saksikan dari penyandang penyimpangan!</p>
<p>Karenanya, kami di sini akan sebutkan ketarangan ulama tentang hadis <em>Jâriyah </em>kendati telah kami bincangkan masalah hadis ini panjang lebar dalam sebuah <a href="http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/" target="_blank"><em>artikel kami yang kami bongkar juga kecurangan Syeikh ahli hadis kebanggaan kaum muda Salafi; Nâshiruddîn al Albâni.</em></a></p>
<p><strong>Imam Muslim dalam <em>afrâd</em>-nya<a href="#_ftn1">[1]</a> meriwayatkan dari jalur Mu’awiyah ibn al Hakam:</strong></p>
<p>.</p>
<h2 style="text-align:right;">قال: وكانت لي جارية ترعى غنما لي قبل أحد والجوانية، فاطلعت ذات يوم فإذا الذيب قد ذهب بشاة من غنمها وأنا رجل من بني آدم آسف كما يأسفون، لكني صككتها صكة فاتيت رسول الله (ص)،فعظم ذلك علي،قلت:يا رسول الله أفلا أعتقها؟! قال:&#8221;ائتني بها&#8221; فأتيته بها؟ فقال لها:&#8221;أين الله؟ &#8221; قالت: في السماء . قال : &#8221; من أنا؟&#8221; قالت:أنت رسول الله. قال:&#8221;أعتقها فإنها مؤمنة</h2>
<p><em>“Abu Ja’far ibn Muhammad ibn ash Shabâh dan Abu Bakar ibn Abi Syaibah menyampaikan hadis…. “Aku memiliki seorang budak perempuan yang mengembala kambing-kambingku sebelum Uhud dan Jawaniyah. Pada suatu hari aku saksikan seekor srigala menyambar seekor kambing gembalaannya, karena aku seorang anak Adam (manusia biasa) maka aku menyesalinya seperti mereka juga menyesalinya. Hanya saja aku menempelengnya dengan sekali tempelengan, kemudian aku mendatangi Rasulullah saw., aku menyesali perbuatanku. Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apakah perlu aku memerdekakan dia?” Beliau bersabda, “Bawa dia kemari!” Maka aku bawa ia menghadap beliau. Beliau bertanya kepadanya, <strong>“Di mana Allah?”</strong> Ia menjawab, <strong>“Di langit.”</strong> Siapa aku?, lanjut Nabi. ‘Engkau Rasulullah’, jawabnya. Maka Beliau bersabda, “Merdekakan dia! Sesungguhnya ia seorang mukiminah.</em>”<a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Abu Salafy Berkata:</strong></p>
<p>Atas dasar inilah kaum Wahhâbi-Salafi bersikeras bahwa Allah bertempat di langit. Maha suci Allah dari pensifatan kaum jahil.</p>
<p>Tetapi, coba perhatikan keterangan ulama Islam tentangnya dan tentang hadis-hadis/nash shifât serupa lainnya. Perhatikan apa kata Imam Nawawi dan Imam Qahdi Iyâdh tentangnya… pasti Anda segera tahu bahwa pemahaman sebagian kaum Mujassimah benar-benar menyelisihi akidah ulama Islam.</p>
<p><strong>Imam Nawawi dalam syarah Shahih Muslim mensyarahi hadis di atas sebagai berikut ini:</strong></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>هذا الحديث من أحاديث الصفات وفيها مذهبان تقدم ذكرهما مرات في كتاب الايمان</strong><strong>: </strong><strong>أحدهما </strong><strong>: </strong><strong>الايمان به من غير خوض في معناه مع اعتقاد أن الله تعالى ليس كمثله شئ وتنزيهه عن سمات المخلوقات</strong><strong>، </strong><strong>والثاني </strong><strong>: </strong><strong>تأويله بما يليق به </strong><strong>، </strong><strong>فمن قال بهذا قال</strong><strong>: </strong><strong>كان المراد امتحانُها هل هي موحدة تقر بأن الخالق المدبر الفعال هو الله وحده وهو الذي إذا دعاه الداعي استقبل السماء كما إذا صلى المصلي استقبل الكعبة وليس ذلك لانه منحصر في السماء كما أنه ليس منحصرا في جهة الكعبة</strong><strong>،</strong><strong> بل ذلك لان السماء قبلة الداعين كما أن الكعبة قبلة المصلين، أو هي من عبدة الاوثان العابدين للاوثان التي بين أيديهم فلما قالت في السماء علم أنها موحدة وليست عابدة للاوثان</strong><strong>.</strong></h2>
<p><em>Sabdanya: , <strong>“Di mana Allah?”</strong> Ia menjawab, <strong>“Di langit.”</strong> Siapa aku?, lanjut Nabi. ‘Engkau Rasulullah’, jawabnya. Maka Beliau bersabda, “Merdekakan dia! Sesungguhnya ia seorang mukiminah.”<strong> </strong>Hadis ini termasuk hadis-hadis shifât. Tentangnya ada dua pola pandang/mazhab, telah lewat penyebutannya berulang kali dalam Kitabul Îmân. Salah satu dari mazahab itu adalah: mengimani tanpa mendalami maknanya dengan disertai I’tiqâd bahwa Allah –Ta’alâ- tidak menyerupai-Nya sesuatu apapun dan menyucikan-Nya dari sifat-sifat makhluk.</em></p>
<p><em>Mazahab kedua: mena’wilkannya dengan makna yang sesuai dengan (Kemaha Sucian) Dzat-Nya. Yang berpendapat kedua ini ia berkata, ‘maksud hadis ini adalah ujilah dia apakah ia mengakui bahwa Dzat Maha Pencitpa, Maha Pengatur dan Maha Berbuat sesuai kehendak-Nya adalah Allah Yang Maha Esa. Dialah yang jika dimintai oleh seorang peminta ia menghadap kearah langit, seperti jika ia shalat ia menghadap ke Ka’bah. Hal itu bukan dikarenakan Allah itu terkungkung di langit, sebagaimana Dia juga tidak terkungkung di bumi. Hal itun dikarenakan bahwa langit adalah kiblat para pemohon, sebagaimana Ka’bah adalah kiblat orang-orang yang shalat.. atau dia (si budak perempuan itu) seorang pnyembah berhala.</em></p>
<p><strong>Qadhi iyâdh berkata:</strong></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>لا خلاف بين المسلمين قاطبة فقيههم ومحدثهم ومتكلمهم ونظارهم ومقتدهم أن الظواهر الواردة بذكر الله تعالى في السماء كقرل الله تعالى </strong><strong>{</strong><strong>ءأمنتم من في السماء أن يخسف بكم الارض</strong><strong>} &#8221; </strong><strong>ونحوه ليست على ظاهرها بل متأولة عند جميعهم</strong> &#8230;</h2>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>“Tidak ada perselisihan di antara seluruh kaum Muslimin, baik kalangan ahli fikih (fukaha), muhaddis (ahli hadis), mutakallim (ahli teologi Islam), pemerhati (masalah-masalah ketuhanan dan filsafat), maupun para mukallid bahwa zahir nash-nash yang datang dengan menyebut Allah –Ta’alâ- di langit seperti firman Allah:</em></span><strong> </strong></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>أَ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّماءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذا هِيَ تَمُورُ. </strong><strong> </strong></h2>
<p><em>“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang.” </em><em>(QS.al Mulk;16 )</em><strong><br />
</strong></p>
<p><em>Dan semisalnya tidaklah dimaknai apa adanya secara zahir. Menurut mereka semua ia harus dita’wil.</em></p>
<p>Dan di antara para muhaddis dan mutakallim yang menetapkan sisi atas tanpa pembatasan dan tanpa men<em>takyif</em>, mereka mena’wilkan maksud kata<em> fi as samâ’</em> dengan <em>‘ala as samâ’</em> (di atas). Dan kaum cerdik cerdas dari kalangan mutakallimun dan penyuci Allah dengan menafikan adanya batasan dan kemustahilan sisi bagi Allah SWT mereka mena’wilkannya dengan ta’wil yang sesuai dengan konteks nashnya. Mereka menyebutkan seperti yang telah lewat disebutkan.</p>
<p><em>……. Dan apakah ada bedanya antara yang menetapkan bentuk/takyîf bagi Allah dan menetapkan sisi (tempat)/jihah bagi-Nya….</em><strong> </strong></p>
<p>.</p>
<p><strong>Abu Salafy:</strong></p>
<p>Dari sini jelas bagi Anda bagaimana hakikat akidah ulama Islam dalam masalah-masalah nash-nash sifat yang telah menjebak kaum Salafiyyûn dan menjerat mereka dalam lembah akidah tajsîm tanpa mereka sadari dan tanpa mereka mengerti…. Mereka tidak menoleh kepada konsekuensi dari apa yang mereka yakini… semoga Allah melimpahkan anugerah-Nya untuk kita semua dan dijaga akidah kita dari penyimpangan. <em>Amîn</em>.</p>
<p><strong>Di bawah ini Anda dapat perhatikan scan syarah Nawawi atas Shahih Muslim:</strong></p>
<p><strong><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/01/nawawi_4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1129" title="Nawawi_4" src="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/01/nawawi_4.jpg?w=468&#038;h=661" alt="" width="468" height="661" /></a><br />
</strong></p>
<p><a href="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/01/nawawi2.jpg"><br />
</a></p>
<div>
<hr size="1" />
<div>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> <em>Afrâd</em> adalah bentuk jamak dari kata <em>fard</em>, artinya tunggal. Maksud dari istilah ini ialah bahwa hadis itu hanya diriwayatkan Imam Muslim seorang, Imam Bukhari tidak meriwayatkannya dalam <em>Shahih</em>-nya.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Shahih Muslim dengan syarah Imam an Nawawi,5/20-25.</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1024/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1024&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/17/bukti-lain-ijma%e2%80%99-ahlusunnah-bahwa-allah-swt-tidak-bertempat-bantahan-untuk-salafy-wahhabi-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abusalafy.files.wordpress.com/2011/01/nawawi_4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nawawi_4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Metode Qur’ani Dalam Tafsir Al Qur’an!</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/17/metode-qur%e2%80%99ani-dalam-tafsir-al-qur%e2%80%99an/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/17/metode-qur%e2%80%99ani-dalam-tafsir-al-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 03:10:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah Tajsim & Tasybih]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Wahabi-Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Hadis]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Ibnu Taimiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Kasyfu asy Syubuhat]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaifan Kaum Wahhabi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Pemimpin Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Menjawab Blog Wahabi/Salafy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1086</guid>
		<description><![CDATA[Persembahan Untuk: www.firanda.com dan Para Wahhâbiyyûn Yang Jâmidûn! Al Qur’an adalah kitab suci terakhir yang Allah turunkan untuk umat manusia. Ia diturunkan dengan bahasa dan dikemas dengan susunan yang indah. Sejak awal penurunanya Al Qur’an telah mendapat sambutan hangat dari kaum Muslim dan mengundang perhatian dan keingin-tahuan tentangnya dan tentang makna yang terkandung di dalamnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1086&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Persembahan Untuk: </strong><a href="http://www.firanda.com/" target="_blank">www.firanda.com</a> <strong>dan Para Wahhâbiyyûn Yang Jâmidûn!</strong></p>
<p>Al Qur’an adalah kitab suci terakhir yang Allah turunkan untuk umat manusia. Ia diturunkan dengan bahasa dan dikemas dengan susunan yang indah. Sejak awal penurunanya Al Qur’an telah mendapat sambutan hangat dari kaum Muslim dan mengundang perhatian dan keingin-tahuan tentangnya dan tentang makna yang terkandung di dalamnya.<span id="more-1086"></span></p>
<p>Allah SWT telah berjanji akan memberikan penjelasan atas firman yang Ia turunkan. Dan Dia juga mempercayakan Nabi-Nya untuk menjadi penafsir utama Al Qur’an. Allah SWT berfirman:</p>
<h1 style="text-align:right;"><strong>فَإِذا قَرَأْناهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ </strong>*<strong> ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنا بَيانَهُ. </strong></h1>
<p><em>“</em><em>Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.</em><em>* </em><em>Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya.</em><em>”</em> (QS. Al Qiyamah;18-19)</p>
<p>.</p>
<h1 style="text-align:right;"><strong>وَ أَنْزَلْنا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ ما نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ. </strong><strong> </strong></h1>
<p><em>“Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur&#8217;an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.”</em> (QS. An Nahl;44 )</p>
<p>.</p>
<p>Karenanya tafsir Nabi saw. adalah tafsir yang tidak boleh diabaikan dan harus diutamakan! Ia adalah rujukan utama dan pertama dalam memahami tafsir ayat-ayat Al Qur’an disamping berujuk kepada Al Qur’an sendiri. Sebab ayat-ayat Al Qur’an itu saling mnjelaskan dan saling membenarkan!<strong> </strong>Nabi saw. bersabda:</p>
<p>.</p>
<h1 style="text-align:right;"><strong>إنما نزل يُصَدِّقُ بعَضُه بعَضًا</strong></h1>
<p><em>“Sesungguhnya Al Qur’an itu turun untuk saling membenarkan.”</em><a href="#_ftn1"><strong><strong>[1]</strong></strong></a><strong> </strong></p>
<p>.</p>
<p><strong>Allah SWT Memerintah Umat Manusia Agar Merenungkan Ayat-ayat Al Qur’an!</strong></p>
<p><em>Tadabbur</em> terhadap ayat-ayat Al Qur’an dengan mengindahkan syarat-syarat yang diperlukan adalah metode tafsir ideal. Allah SWT berfirman:</p>
<p>.</p>
<h1 style="text-align:right;"><strong>أَ فَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَ لَوْ كانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فيهِ اخْتِلافاً كَثيراً</strong><strong>.</strong></h1>
<p><em>“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur&#8217;an Kalau kiranya Al Qur&#8217;an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” </em>(QS. An Nisâ’;82)</p>
<p>.</p>
<p>Tentang ayat di atas,<span style="color:#0000ff;"> Ibnu katsir</span> berkata, <em>“Allah berfirman memerintah mereka untuk tadabbur, merenungkan Al Qur’an dan melarang dari berpaling darinya dan dari mencari faham tentang makna-maknanya yang kokoh dan teks-teksnya yang balighah. Allah mengabarkan bahwa tiada di dalamnya perselisihan dan kekacauan, tiada juga terdapat pertentangan, sebab ia turun dari Dzat Yang Maha Bijak dan Maha Terpuji. Ia adalah haq dari Dzat Yang Maha Haq… .”</em><a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Perintah itu berlaku untuk semua dan di segala waktu. Ia tidak terbatas untuk generasi tertentu. Sebagaimana perintah itu butki kuat bahwa ayat-ayat Al Qur’an dapat direnungkan dan dapat dimengerti dan difahami maknanya. Sebab andai tidak, maka sis-sialah perintah untuk ber<em>tadabbur</em> itu!</p>
<p>Dan pemahaman itu bukanlah monopoli generasi tertentu! Dan <span style="color:#0000ff;"><em>tafsir produk para pendahulu tidak aula bit tibâ’/lebih berhak diikuti disbanding tafsir generasi lanjutan…</em></span> bahkan bisa jadi tafsir generasi penerus lebih matang dan lebih mirip dengan kebenaran dan apa yang menjadi maksud Sang Pemfirmannya. Sebab yang menjadi <em>i’tibâr/</em>pengandalan adalah kesesuaiannya atau paling tidak kedekatanya dengan kebenaran dan bukan keklasikan pengucapnya!<strong> </strong></p>
<p>.</p>
<p><strong>Nilai tafsir Salaf!</strong></p>
<p>Karenanya, tidak ada keharusan memasung kecerdasan pemahaman seorang mufassir dengan pasung tafsir Salaf terdahulu. Sebab selain<span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;"><em> tidak ada dalil yang mengharuskan kita memasung diri dengan tafsir Salaf,</em></span> ia akan mematikan keagungan Al Qur’an sebelum ia mematikan kreatifitas para mufassir! Karena Al Qur’an untuk semua generasi dan dia akan selalu tampil baru dan segar!</p>
<p><span style="color:#0000ff;">Burhânuddîn az Zarkasyi</span> dalam<span style="color:#0000ff;"> <em>al Burhan</em></span>-nya menukil keterangan tentang keharusan berujuk kepada tafsir Tabi’în, di antaranya ia berkata, <em>“Dan dalam berujuk kepada tafsir seorang tabi’i telah diriwayatkan dua riwayat (penukilan pendapat) dari Ahmad. Ibnu ‘Aqîl memilih menolak. Dan mereka menukilnya juga dari Syu’bah. … </em>“<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;"><em>Tentunya, jangan disalah-fahami bahwa kita tidak perlu menghiraukan tafsir Salaf.</em> <em>Akan tetapi, kita tidak boleh terpasung oleh tafsir Salaf dan atau menjadikannya sebagai hujjah yang wajib diikuti!</em></span> <span style="color:#800000;">Ibnu Taimiyah</span> berkata, “Syu’bah bin Hajjâj dan selainnya berkata, <span style="text-decoration:underline;color:#800000;"><em>“Ucapan-ucapan (pendapat-pendapat) para Tâbi’în bukanlah hujjah, lalu bagaimana ia dapat dijadikan hujjah dalam tafsir?! </em></span>Ustadz<span style="color:#0000ff;"> Adz Dzahabi</span> berkata, <span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;"><em>“Dan kami condong berpendapat bahwa mengambil ucapan para Tâbi’în dalam tafsir tidaklah wajib, kecuali jika pada masalah-masalahyang tiada ruang bagi pendapat, ia dapat diambil ketika tidak ada keraguan padanya.”</em></span><a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p><strong>Dasar Keberagamaan Yang Salah!</strong></p>
<p>Sebagian orang memasung diri dengan hanya membatasi pamahamannya terhadap ayat-ayat Al Qur’an hanya pada pemahaman Salaf… . Slogan mereka mengatakan,<strong> “Berujuk kepada Al Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman Salaf!” </strong>Ini adalah metode yang salah dalam mendasarkan keberagamaan.</p>
<p>Dalam memahami ayat-ayat tentang Tauhid, baik tauhid sifat maupun maalah-masalah terkait lainnya, misalnya mereka pasti akan dihadapkan dengan <span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;">tumpukan ucapan Salaf yang saling kontradiksi satu dengan lainnya.</span> Bahkan tidak jarang pula terdapat perbedaan penukila dari seorang dari Salaf! Dalam kondisi seperti ini, bagi yang memasung diri hanya dengan pemahaman Salaf pasti akan kesulitan… Dan pada akhirnya mereka mungkin terpaksa melakukan uji kualitas, mana di antara ucapan Salaf itu yang benar untuk diambil dan itu artinya, ucapan Salaf yang lainnya akan dicampakkan dan dibuang ke tong sampah yang menampung limbah-limbah<em> aqwâl Salaf</em>! Itu artinya pula bahwa konsep yang mengatakan harus berujuk kepada Salaf adalah sesuatu yang sulit atau bisa jadi mustahil dipraktikkan! Sebagaimana kenyataan itu membuktikan bahwa<span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;"><em> para Salaf pun bertingkat-tingkat kualitas intelektualnya</em></span>.<strong></strong></p>
<p>.</p>
<p><strong>Kaum Pembid’ah Sulit Obyektif Dalam Mengikuti Salaf Shaleh!</strong></p>
<p>Orang yang hanya mencari pembenaran atas nama Salaf akan sangat mudah melupakan Salaf kebanggaannya apabila ternyata ia menyelisihi akidah yang telah diadopsinya.</p>
<p>Seorang yang selama ini membanggakan seorang mufassir Salaf bernama<span style="color:#0000ff;"> Mujahid</span> misalnya,<span style="color:#0000ff;"><em> dia tidak akan segan-segan melupakan dan mencampakkan sang Salaf andalannya itu ketika ternyata ia terbukti menafsirkan ayat 23 surah al Qiyamah dengan tafsiran yang merugikan doktrin lamanya.</em></span></p>
<p>Tentang tafsir ayat tersebut, telah diriwayatkan dari Mujahid dengan sanad bersambung melalui beberapa jalur bahwa ia menafsirkannya dengan menanti pahala Tuhan, bukan melihat Tuhan, seperti yang selama ini difahami ulama:</p>
<h1 style="text-align:right;"><strong>وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ ناضِرَةٌ * إِلى‏ رَبِّها ناظِرَةٌ. </strong></h1>
<p><em>“</em><em>Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.</em><em> Terhadap</em><em> </em><em>(pahala) </em><em>Tuhannyalah mereka me</em><em>nanti</em><em>.</em><em>”</em><strong></strong></p>
<p><strong>Ath Thabari berkata:</strong><em> </em></p>
<h1 style="text-align:right;"><strong>وقال آخرون: بل معنى ذلك: أنها تنتظر الثواب من ربها. </strong></h1>
<p><em>“Dan sebagian berpendapat: Akan makna ayat itu adalah<span style="color:#ff0000;">, ‘Mereka menanti pahala dari Tuhan mereka.</span>’”</em></p>
<p>Kemudian<span style="color:#0000ff;"> ath Thabari</span> merangkum tafsir Mujahid tersebut melalui jalur:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>حدثنا أبو كُرَيب، قال: ثنا عمر بن عبيد، عن منصور، عن مجاهد (</strong><strong> وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ </strong><strong>) قال: تنتظر منه الثواب. </strong></h2>
<h2 style="text-align:right;"><strong>قال: ثنا وكيع، عن سفيان، عن منصور، عن مجاهد (</strong><strong> إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ </strong><strong>) قال: تنتظر الثواب من ربها. </strong></h2>
<h2 style="text-align:right;"><strong>حدثنا ابن بشار، قال: ثنا عبد الرحمن، قال: ثنا سفيان، عن منصور، عن مجاهد (</strong><strong> إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ </strong><strong>) قال: تنتظر الثواب. </strong></h2>
<h2 style="text-align:right;"><strong>حدثنا ابن حميد، قال: ثنا مهران، عن سفيان، عن منصور عن مجاهد (</strong><strong> إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ </strong><strong>) قال: تنتظر الثواب من ربها، لا يراه من خلقه شيء. </strong></h2>
<h2 style="text-align:right;"><strong>حدثني يحيى بن إبراهيم المسعودي، قال: ثنا أبي، عن أبيه، عن جدّه، عن الأعمش، عن مجاهد (</strong><strong> وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ </strong><strong>) قال: نضرة من النعيم (</strong><strong> إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ </strong><strong>) قال: تنتظر رزقه وفضله. </strong></h2>
<h2 style="text-align:right;"><strong>حدثنا ابن حميد، قال: ثنا جرير، عن منصور، عن مجاهد، قال: كان أناس يقولون في حديث: </strong><strong>« فيرون ربهم »</strong><strong> فقلت لمجاهد: إن ناسا يقولون إنه يرى، قال: يَرى ولا يراه شيء. </strong></h2>
<h2 style="text-align:right;"><strong>قال ثنا جرير، عن منصور، عن مجاهد، في قوله: (</strong><strong> إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ </strong><strong>) قال: تنتظر من ربها ما أمر لها. </strong></h2>
<h2 style="text-align:right;"><strong>حدثني أبو الخطاب الحساني، قال: ثنا مالك، عن سفيان، قال: ثنا إسماعيل بن أبي خالد، عن أبي صالح، في قوله: (</strong><strong> وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ </strong><strong>) قال: تنتظر الثواب. </strong></h2>
<p>1)      Dari Abu Kuraib, ia berkata, Umar ibn Ubaid menyampaikan kepada kami, dari Manshur dari Mujahid,<em> “Menanti pahala dari-Nya.”</em></p>
<p>2)      Ia berkata, Wakî’ menyampaikan kepada kami dari Sufyan dari Manshûr dari Mujahid, <em>“Menanti pahala dari Tuhannya.”</em></p>
<p>3)      Ibnu Basysyâr menyampaikan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman menyampaikan kepada kami, ia berkata, Sufyan menyampaikan kepada kami dari Manshûr dari Mujahid, <em>“Menanti pahala.”</em></p>
<p>4)      Ibnu Humaid menyampaikan kepada kami, ia berkata, Mahrân menyampaikan kepada kami dari Sufyan dari Manshûr dari Mujahid., ia berkata, <em><span style="color:#ff0000;">‘Mereka menanti pahala dari Tuhan mereka. Tiada akan melihat-Nya sesuatu apapun dari ciptaan-Nya.!’</span></em></p>
<p>5)      Yahya bin Ibrahim al Mas’ûdi menyampaikan kepada kami, ia berkata, ayahku menyampaikan kepada kami dari ayahnya dari kakeknya dari A’masy dari Mujahid, <em>“Menanti rizki dan anugerah-Nya.”</em></p>
<p><strong>6) </strong>Ibnu Hamîd menyampaikan kepada kami, ia berkata Jarîr menyampaikan kepada kami dari Manshur dari Mujahid, ia berkata, <em>“Ada banyak orang berkata tentang hadis, ‘Mereka akan melihat Tuhan mereka.’</em> Maka aku berkata kepada Mujahid berkata, <em>‘Orang-orang berkata Dia akan dilihat!</em>’ Mujahid berkata,<span style="color:#ffff00;"><em><span style="color:#ff0000;"> “</span><span style="color:#ff0000;">Dia Maha Melihat dan tidak dapat dilihat oleh sesuatu apapun.</span></em><strong>’</strong></span></p>
<p>7)      Jarîr menyampaikan kepada kami dari Manshur dari Mujahid ia berkata, <em>“Mereka menanti dari Tuhan mereka apa yang  Dia perintahkan.”</em><a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p>Bagi mereka yang selama ini mengkultus Salaf dan memasung diri hanya dengan menelan mentah-mentah apa yang dikatakan Salaf tentang ayat tertentu pasti berusaha keluar dari jeratan problem seperti ini… . Tetapi bagi yang punya keterbukaan dan tidak memandang tafsir Salaf sebagai hujjah, pasti ia akan kembali kepada metode <em>tadabbur</em>/perenungan ayat dan tidak akan menerima atau menolak tafsir Salaf kecuali atas dasar bukti… bukan atas dasar ucapan Salaf itu sendiri!</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tidak Semua Ayat Al Qur’an Telah Ditafsirkan Oleh Salaf</strong></p>
<p>Masalah lain yang akan menghadang mereka yang mengebiri kreatifitasnya dalam memahami tafsir Al Qur’an adalah bahwa<span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;"><em> ternyata tidak semua ayat Al Qur’an tu telah ditafsirkan oleh generasi Salaf baik sahabat mapun tabi’în.</em></span> Bahkan seperti yang kita ketahui bahwa Nabi saw. pun tidak menafsirkan seluruh ayat Al Qur’an. Atau paling tidak berdasarkan riwayat yang ada di tangan para ulama, ternyata banyak ayat yang terlewatkan tidak ada riwayat tafsir Nabi saw.!</p>
<p><strong>Sumber Pengambilan Salaf Dalam Tafsir</strong></p>
<p>Bagi Anda yang mengetahui sumber pengambilan Salaf dalam memahami dan menafsirkan Al Qur’an pasti ia tidak akan terjebak dalam kungkungan tafsir Salaf! Ustadz adz Dzahabi dalam kitabnya <em>at Tafsîr wal al Mufassirûn</em> menyebut empat sumber tafsir Salaf generasi awal; para sahabat:</p>
<p>(1)   Al Qur’an itu sendiri.</p>
<p>(2)   Nabi saw.</p>
<p>(3)   Ijtihad dan <em>istimbâth</em>/penyimpulan. Ketika mereka tidak menemukan keterangan tentang sebuah ayat dari Al Qur’an atau kesulitan mendapatkan keterangan dari Sunnah Nabi saw., mereka kembali kepada ijtihad dan menggunakan pikiran untuk menyimpulkan pendapat.</p>
<p>(4)   Pendapat Ahlul Kitab; Yahudi dan Nashrani.<a href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p>(5)   Dan di sini dapat ditambahkan sumber kelima yaitu Bahasa Arab melalui syair-syair orang-orang Arab, seperti yang banyak dilakukan oleh<span style="color:#0000ff;"> Ibnu Abbas ra.</span> Sebab syair-syair bangsa Arab adalah bagaikan kamus yang merangkum kata-kata yang asing didengar oleh kebanyakan orang sekali pun. Sayyidina Umar ra. berkata,<em> “Hendaknya kalian memperhatikan diwân kalian  agar kalian tidak tersesat!”</em> Mereka berkata, ‘Apa yang Anda maksud dengan diwân kami? Ia menjawab,<em> “Syair-syair bangsa Arab masa jahiliyah. Di dalamnya terdapat tafsir Kitab suci kalian dan makna pembicaraan kalian.</em>”<a href="#_ftn7">[7]</a></p>
<p>Adapun Salaf generasi tabi’în maka pengambilan mereka dalam tafsir dapat kita rangkum sebagai di bawah ini:</p>
<p>(1)   Berujuk kepada Al Qur’an.</p>
<p>(2)   Mengindahkan tafsir Nabi saw dan keterangan para Sahabat yang sampai kepada mereka.</p>
<p>(3)   Memperhatikan asbâb nuzûl dan kasus-kasus yang karenanya ayat itu diturunkan.</p>
<p>(4)   Berujuk kepada bahasa Arab, khususnya yang diabadikan dalam syair-syair mereka. Ibnu Abbas ra. menganjurkan para muridnya untuk memperhatikan dan merujuk syair-syair Arab untuk mengenali arti kata dalam ayat Al Qur’an.<a href="#_ftn8">[8]</a></p>
<p>(5)   Mengandalkan <em>ra’yu</em> dan ijtihad melalui perenungan dan penyimpulan. Dalam arti mereka menafsirkan tanpa berujuk kepada tafsir Nabi saw. atau seorang dari sahabat pun. Dengan bert<em>adabbur</em> dan memerhatikan segala yang meliputi ayat yang hendak ia tafsirkan.</p>
<p>(6)   Merujuk peninggalan Ahlul Kitab; Yahudi dan Nashrani (Perjanjian lama dan Perjanjian Baru).</p>
<p>Setelah ini pasti Anda maklum bahwa <span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;"><em>tidaklah benar anggapan bahwa seorang mufassir harus memasung pemahamanannya dan membatasi diri dengan menjadikan tafsir Salaf sebagai hujjah yang tidak boleh keluar darinya!</em></span> Sehingga apapun yang dipahami oleh seorang mufassir betapapun hebat dan luasnya ilmu yang ia miliki sebagai tafsir Khalafi yang konotasinya adalah bid’ah… mengada-ngada… tidak memiliki Salaf… dan akhirnya dicap tafsir liar! Sebab apapun yang tidak diambil dari Salaf pasti ia dihukumi liar!!</p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ar Râghib al Ishfahâni </span>berkata menjelaskan ruang lingkup seorang mufassir, “Manusia telah berbeda pendapat tentang tafsir al Qur’an, apakah ia boleh bagi setiap orang untuk menjeburkan diri di dalamnya? Sebagian orang berkeras sikap dan berkata, ‘Tidak boleh bagi seorang menafsirkan al Qur’an walaupun ia seorang yang alim/pandai, sastrawan Arab, luas pengetahuannya tentang dalil-dalil fikih, nahwu (tata bahasa Arab), <em>akhbâr</em>/berita dan <em>atsâr</em>/data-data yang dinukil. Yang boleh baginya hanyalah menyampaikan apa yang telah sampai kepadanya dari riwayat Nabi saw. dan dari orang-orang yang menyaksikan turunnya al Qur’an yaitu para sahabat dan orang-orang yang menimba ilmu dari para sahabat yaitu <em>tabi’în</em>…. Dan yang lainnnya mengatakan, ‘barang siapa yang mendalami satra Arab maka boleh baginya menafsirkan Al Qur’an. Orang-orang berakal dan para sastrawan…</p>
<p>Kedua pendapat di atas adalah ghuluw (berkeras-keras) dan tafrîth (teledor). Barang siapa membatasi diri dengan apa yang dinukil maka ia benar-benar meninggalkan banyak hal yang ia butuhkan. Dan barang siapa membolehkan siapa saja menafsirkan Al Qur’an maka ia telah menjadikannya sasaran kekacauan dan tidak mengindahkan firman-Nya:</p>
<p>.</p>
<h1 style="text-align:right;"><strong>كِتابٌ أَنْزَلْناهُ إِلَيْكَ مُبارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آياتِهِ وَ لِيَتَذَكَّرَ أُولُوا الْأَلْبابِ.<em></em></strong></h1>
<p><em>“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah <span style="color:#ff0000;">supaya mereka memperhatikan ayat- ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang- orang yang mempunyai pikiran.”</span></em><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"> (QS. Shad;29)</span>.</span><a href="#_ftn9">[9]</a> Setelahnya ia menjelaskan sepuluh syarat yang harus dipenuhi oleh seorang mufassir.<strong></strong></p>
<p><strong>Bukti Nyata!</strong></p>
<p>Bukti nyata adalah bahwa para ulama islam di sepanjang zaman melibatkan diri dalam tafsir Al Qur’an dan tidak membatasi diri hanya terpaku dengan tafsir yang dima’tsurkan dari Salaf dengan segala hormat kita semua kepada Salaf!</p>
<p>Karenanya, ucapan seorang yang mengaku Salafi,<em> “Tunjukkan siapa Salaf kamu dalam pemahaman ayat ini atau itu?!” “Tafsir kamu adalah tafsir Khalafi.. tafsir bid’ah dll. adalah ucapan seorang santri abangan yang terkesan awam tapi sok Salafi… terkenal dangkal tapi sok peneliti… dan akhirnya mengundang keprihatinan mendalam bagi para ulama muhaqqiqûn!</em></p>
<p>Semoga Allah SWT senantiasa berkenan membimibng kita semua ke jalan-Nya. <em>Amîn</em>.</p>
<div>
<hr size="1" />
<div>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> Tafsir Ibn Katsir,1/529.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Ibid.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Al Burhan Fî ‘Ulûmil Qur’ân,2/158.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> At Tafsîr wal al Mufassirûn,1/128-129 rujuk juga Muqaddimah Ushul at Tafsîr; Ibnu Taimiyah:28-29, Fawâtih ar Rahamût,2/188 dan al Itqân,2/179..</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> Tafsir ath Thabari,29/192-193. Setelah menyebutkan perbedaan ahli ta’wil tentang ayat di atas dan setelah merangkum tafsir Mujahid, Ibnu Jarîr ath Thabari menimbang dan kemudian memutuskan menolak tafsir Mujahid!</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a>Keterangan lengkap dipersilahkan merujuk ke at Tafsîr wal al Mufassirûn,1/36-62.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> at Tafsîr wal al Mufassirûn,1/74.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> Ibid.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref9">[9]</a> Mukaddimah Fi at Tafsîr:93.</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1086/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1086&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/17/metode-qur%e2%80%99ani-dalam-tafsir-al-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ustadz Firanda Kebakaran Jenggot!</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/15/ustadz-firanda-kebakaran-jenggot/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/15/ustadz-firanda-kebakaran-jenggot/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2011 14:22:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Jenaka Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Pensesatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Abdul Wahab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Hadis]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Ibnu Taimiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Kasyfu asy Syubuhat]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaifan Kaum Wahhabi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Menjawab Blog Wahabi/Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Seri Kepalsuan Ibnu Taimyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1089</guid>
		<description><![CDATA[Tanggapan Atas Sanggahan Berapi-api Ustdaz Firanda Derngan judul Sekali lagi: Tipu muslihat Abu Salafy CS (bag-2) . Sejak awal sudah saya katakan, bahwa saya tidak tertarik meladeni ustadz Firanda dalam hujatannya atas tulisan saya, mengingat sepertinya ia tidak memahami dengan baik apa yang menjadi tema dan permasalah inti yang saya angkat! Dan sekarang, dengan sanggahannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1089&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><strong>Tanggapan Atas Sanggahan Berapi-api Ustdaz Firanda Derngan judul <em><a href="http://www.firanda.com/index.php/home/31/113-sekali-lagi-tipu-muslihat-abu-salafy-cs-bag-2" target="_blank">Sekali lagi: Tipu muslihat Abu Salafy CS (bag-2)</a></em></strong> </span></p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak awal sudah saya katakan, bahwa saya tidak tertarik meladeni ustadz Firanda dalam hujatannya atas tulisan saya, mengingat sepertinya ia tidak memahami dengan baik apa yang menjadi tema dan permasalah inti yang saya angkat! Dan sekarang, dengan sanggahannya atas tanggapann saya kekhawatiran itu makin terbukti. Dia semakin menjauh dari pokok permasalahn itu!</p>
<p>Para pembaca saya ajak mengingat kembali apa yang saya tulis, yang karenanya ustadz Firanda mengerahkan segenap kemampuannya dan dengan mengandalkan gaya Wahhâbi-Salafi yang sudah sama-sama kita ketahui bersama!</p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#800000;"><em>Apa yang saya katakan dalan kritikan saya terhadap Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb adalah bahwa ia salah besar ketika ia menvonis kaum Muslim dengan anggapan mereka telah bersyirik dalam penyembahanan/Ulûhuhiyyah, dan karenanya mereka berhak diperangi dan dihalalkan darah-darah mereka, kendati sekali pun mereka mentauhidkan Allah dalam Rubûbiyyah. Sebagaimana juga kaum Musyrik di zaman Nabi saw. kendati mereka mentauhidkan Allah dalam Rubûbiyyah akan tetapi mereka syirik dalam penyembahanan/ Ulûhuhiyyah.</em></span> Saat itu saya katakan bahwa Syeikh Ibnu Abdil Wahhâb salah ketika mengatakan bahwa kaum Musyrik Arab itu muwahhid dalam Rubûbiyyah dan musyrik dalam Ulûhuhiyyah. <span id="more-1089"></span></p>
<p>Ayat-ayat yang seakan mengesankan bahwa mereka mengiqrarkan bahwa Pencipta langit dan bumi, Pemberi rizki dan beragam bentuk khâliqiyah dan tadbîriyah/penciptaan dan pengaturan alam adalah hanya mereka nyatakan dengan mulut mereka ketika tidak ada jalan di hadapan mereka untuk mengelaknya! Dan itu adalah yang difahami oleh sebagian ahli tafsir!</p>
<p>Dan jika pemahaman itu tidak juga disetujui serta dianggap lemah, saya katakan bahwa sekedar mengiqrarkan dan mengimani Allah sebagai  Dzat yang Maha Pencipta (Khâliq), Maha Pemberi izki (Râziq) tidaklah cukup menjadikan mereka dikelompokkan sebagai kaum beriman, jika ternyata mereka menyembah selain Allah SWT! (baca lebih lanjut ketererangan saya di antaranya dalam <em><a href="http://abusalafy.wordpress.com/2008/02/25/kitab-kasyfu-asy-sybubuhat-doktrin-takfir-wahhabi-paling-ganas3/" target="_blank">Kitab Kasyfu asy Syubuhât Doktrin Takfir Wahhâbi Paling Ganas (3)</a></em> !</p>
<p>Menanggapi pernyataan saya itu ustadz Firanda memamerkan “kedalaman dan keluasan ilmunya” dengan menyerang saya seperti yang dapat Anda saksikan langsung dalam artikelnya! Ia hendak memaksakan bahwa pemahaman <em>Syeikh Ibnu Abdul Wahhâb</em> (pendiri sekte Wahhâbiyah yang sekarang para mukallidnya berkedok dengan nama Salafi), dan saya adalah mengada-ngada tafsir yang tidak diwariskan oleh kaum Salaf!</p>
<p>Menaggapi gugatannya yang panjang lebar itu dan kental dengan gaya Wahhâbi, saya mencoba menyajikan sedikit bukti tambahan yang mendukung apa yang saya katakan sebelumnya bahwa kaum musyrik Arab itu benar-benar telah menyekutukan/memusyrikkan Allah SWT tidak hanya sekedar dalam penyembahanan/ Ulûhuhiyyah (seperti yang diklaim oleh pendiri sekte Wahhabi yang bertaklid kepada Ibnu Taimiyah dalam hal ini dan kemudian para wahhâbiyyûn bertaklid kepada Ibnu Abdil Wahhâb), akan tetapi juga dalam Rubûbiyyah!</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>Namun sayang, sekelumit bukti yang saya ajukan itu tidak ditanggapi oleh sang ustadz Firanda!</em></span> Semantara masih banyak bukti lain yang juga perlu mendapat tanggapan serius dan penuh kejujuran dan semata hanya mencari kebenaran dan bukan membela pendapat yang sudah terlanjur diikuti! Karenanya saya nanti diskusinya dalam malasah ini!</p>
<p>Dan sekali lagi, andai bukti-bukti yang saya ajukan dan yang nanti akan saya sajikan belum mampu menjadikan ustadz Firanda menerimanya, maka bagi saya juga tidak mengapa. Tetapi saya berharap ustadz Firanda mau memamahi bahwa <em>sebenarnya <span style="color:#800000;">letak inti masalah perbedaan tajam antara pemahaman para ulama Islam dan pemahaman Imam Besar Sekte Wahhâbiyah yang bertaklid kepada Ibnu Taimiyah  (aneh imam kok taklid?!) adalah<span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;"> pada pendefinisian makna ibadah</span> yang ia perlebar sehingga mencakup beberapa ritual yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kemusyrikan dalam penyembahan, seperti meminta syafa’at, beristighâtsah, bertabarruk dan sejenisnya, kemudian atas dasar itu ia menvonis kaum Muslim selain Wahhâbi yang memahami konsep tauhid seperti yang ia fahami!</span> Itu letak inti masalahnya. Dan sudah saya singgung!</span></em></p>
<p><strong>Senjata Kaum Lemah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Teror intelektual dan melempar tuduhan dan penggelaran tidak berdasar adalah gaya lama kaum lemah yang terus akan dipilih dan dijalankan sebagai model favorit membunuh karakter lawan diskusi!</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em>Mengawali hujtannya, ustadz Firanda meragukan kesunnian  saya (abusalafy) dan atau bahkan sudah menuduh kami sebagai Jahmi! Sebagai Syi’ah! Saya khawatir beliau tidak mengerti apa dan siapa sebenarnya Jahmi itu?</em></span> Sebab seperti telah diketahui bersama bahwa<span style="text-decoration:underline;color:#800000;"> Imam Fakhruddâin ar Râzi yang sunni Asy’ari itu pun digelari Jahmi oleh Ibnu Tamiyah</span> –gembong kaum Mujassim dan pentolan yang selalu dibanggakan penyimpangan akidahnya dan kegilaan sikapnya terhadap Imam Ali dan Ahlulbait lainnya oleh kaum Wahhâbi, khususnya yang berbau Nashibi!</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana kami khawatir pula bahwa beliau tidak memahami apa Syi’ah itu? Dan apa inti ajaran Syi’ah? Apa perbedaannya dengan Rafidhah? Bagaimana sikap ulama Islam terhadap Syi’ah?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em>Sebab alat deteksi yang beliau andalkan untuk mengenali apakah seorang itu Syi’ah atau bukan, semuanya serba lucu dan menggelikan dan semakin membuat kami kenal siapa sejatinya ustadz Firanda dan hakikat teman-teman Salafi-Wahhâbi.</em></span> Sebagaimana menjadikan kami mengetahui sejauh mana <span style="color:#0000ff;"><em>kesunnian kaum Wahhâbiyyûn dan kemiripan mereka dengan kaum Nawâshib/para pembenci dan yang selalu menampakkan sikap sinis kepada keutamaan Ahlulbait Nabi saw., disamping tentunya bangga bermesraan dengan para pembenci Ahlulbait ra.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Coba perhatikan alat ukur yang diandalkan ustadz Firandah dalam tuduhannya bahwa kami ini jangan-jangan adalah Syi’ah!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em>Pertama</em>,</span> kami mengutuk Mu’awiyah –<em>‘alaih mâ yastahiq/semoga atasnya apa yang pantas baginya</em>-.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;"><em>Kami memaklumi jika ustadz Wahhhâbi kita yang satu ini keberatan apabila tuannya dibongkar kejahatan, kefasikan dan kemunafikannya.</em></span><span style="text-decoration:underline;color:#800000;"> Sebab sepertinya kecintaan beliau dan juga kaum Wahhâbyyûn lainnya kepada Mu’awiyah terlalu dalam dan telah menyatu dengan qalbunya</span>, seperti menyatunya kecintaan bani Israil kepada ‘<em>ijl</em>/patung anak sapi buatan Samiri! (maaf tanpa harus menyerupakan dengan bani Israil dalam segala sisinya, sebab ustdaz pasti mengerti bahwa dalam kaidah ilmu Balaghah/sastra Arab,<em> wajhu syabah </em>antara<em> musyabbah </em>dan<em> musyabbah bihi</em>/ titik temu keserupaan antara yang diserupakan dengan yang diserupai itu tidak mesti harus dalam segala sisinya!)  Allah SWT berfirman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ أُشْرِبُوْا فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ</strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“</em><em>Dan karena kekafiran mereka, (kecintaan menyembah) anak sapi telah meresap di dalam hati mereka.”</em> (QS. Al Baqarah;93)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan Allah SWT juga telah menetapkan sebuah kaidah baku dalam Al Qur’an bahwa:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>الْمُنافِقُونَ وَ الْمُنافِقاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ</strong><strong><sup>.</sup></strong><strong> </strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“</em><em>Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama</em><em>… .”</em><em>(</em><em>QS at Taubah;</em><em>67)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Karenanya, Allah SWT melarang kita menjadikan kaum kafir dan munafik sebagai kekasih kita. Allah SWT berfirman dalam awal surah al Mumtahanah:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَ عَدُوَّكُمْ أَوْلِياءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَ قَدْ كَفَرُوا بِما جاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَ إِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهاداً في‏ سَبيلي‏ وَ ابْتِغاءَ مَرْضاتي‏ تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَ أَنَا أَعْلَمُ بِما أَخْفَيْتُمْ وَ ما أَعْلَنْتُمْ وَ مَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَواءَ السَّبيلِ. </strong><strong> </strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita- berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan apalagi membela dan berusaha mengajak orang lain untuk membelanya. Allah SWT berfirman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ لا تُجادِلْ عَنِ الَّذينَ يَخْتانُونَ أَنْفُسَهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَنْ كانَ خَوَّاناً أَثيماً.</strong><strong> </strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa.” </em></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَ لا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَ هُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ ما لا يَرْضى‏ مِنَ الْقَوْلِ وَ كانَ اللَّهُ بِما يَعْمَلُونَ مُحيطاً.</strong><strong> </strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.”</em></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>ها أَنْتُمْ هؤُلاءِ جادَلْتُمْ عَنْهُمْ فِي الْحَياةِ الدُّنْيا فَمَنْ يُجادِلُ اللَّهَ عَنْهُمْ يَوْمَ الْقِيامَةِ أَمْ مَنْ يَكُونُ عَلَيْهِمْ وَكيلاً</strong><strong>.</strong><strong> </strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat. Atau siapakah yang jadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah).”</em> (QS an Nisâ’;107-109)<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lagi pula, kelak di hari kiamat, mereka yang saling membela di dunia atas dasar kebatilan seperti ini jusretu akan bermusuhan dan saling mengutuk!</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatikan Allah SWT berfirman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ قالَ إِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثاناً مَوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِي الْحَياةِ الدُّنْيا ثُمَّ يَوْمَ الْقِيامَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَ يَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضاً وَ مَأْواكُمُ النَّارُ وَ ما لَكُمْ مِنْ ناصِرينَ.</strong><strong> </strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan berkata Ibrahim:&#8221; Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah <span style="color:#800000;">untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu melaknati sebahagian (yang lain);</span> dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolong pun.”</em> (QS. Al Ankabût;25(</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pintu Taubat Masih Tetap Terbuka!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi Anda tidak perlu berkecil hati dan berputus asa, sebab pintu taubat selalu terbuka lebar-lebar bagi hamba yang mau kembali kepada Allah SWT. perhatikan lanjutan ayat di atas dalam surah an Nisâ’. Allah SWT berfirman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ مَنْ يَعْمَلْ سُوءاً أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُوراً رَحيماً.</strong><strong> </strong><strong></strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”</em>(QS. An Nisâ’;110)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan saya hanya berharap ustadz Firanda mau merenungkan beberapa bukti kecil yang kami tulis dalam artikel kami dengan judul<strong> </strong><a href="http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/12/mengapa-salafiyyun-wahhabiyyun-membela-yazid/" target="_blank">Mengapa Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Membela Yazid?!</a> Mungkin ketika Anda menulis gugatan Anda atas kami ini belum sempat membacanya. Harapan kami hanya satu agar ustadz memahami hakikat <em>I’tiqâd</em> Ahlusunnah tentang gembong penganjur ke api neraka <em>Jahannam</em> yang Anda banggkan dan bela itu! Dan semua tuduhan dan<span style="color:#0000ff;"><em> dhajjah mufta’alah/keributan yang mengada-ngada yang menuduh kami Syi’ah adalah hembusan napas kebencian kepada keluarga Nabi Muhammad saw., tidak lain!!</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dahulu para <em>aimmah</em> Ahlusunnah, kerena kecintaan mereka kepada Ahlulbait Nabi saw., mereka dikecam dan dituduh Syi’ah bahkan Rafidhah! Dan karena sikap tegasnya terhadap <em>imâmul fiatil bâghiyah</em>/pemimpin sekawanan kaum <em>bughât</em>/pembangkang/pemberontak yang disebut Nabi saw. (dalam hadis Imam Bukhari) sebagai penganjur kepada api neraka; Mu’awiyah putra Abu Sufyan -salah seorang <em>aimmah</em> kekafiran dan buah kemunafikan yang masih tersisa dan selamat dari tajamnya pedang para sahabat- … karena sikapnya itu, mereka juga dikecam sebagai Syi’ah! Dan tidak sedikit yang dibunuh oleh jiwa-jiwa busuk pembela kemunafikan dan kefasikan! Seperti Imam Syafi’i, Imam an Nasa’i dan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu Anda ketahui bahwa di antara ulama yang mengaku sebagai Ahlusunnah juga terdapat mereka yang <em>nashibi</em>/membenci dan mendendam kedengkian kepada Ahlulbait Nabi saw.! Di antara mereka adalah,<span style="color:#0000ff;"><em> Al Jauzajâni </em></span>dan <span style="color:#0000ff;"><em>Ibnu Taimiyah </em></span>(Syeikhul islamnya kaum <em>nashibi</em>) yang tak hentinya-hentinya dibanggakan dan dibela dengan <em>ta’ashshub</em> oleh para <em>muqallid</em> butanya!<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sekedar membuktikan, perhatikan keterangan di bawah ini tentang <span style="color:#0000ff;"><em>Al Jauzajâni</em></span> yang nama lengkapnya adalah <span style="color:#0000ff;"><em>Abu Ishaq; Ibrahim ibn Ya’qub Al Jawzajâni Ad Dimasyqi</em></span>. <span style="color:#0000ff;"><em>Adz Dzahabi</em></span> <em>–ahli hadis kebanggan kaum Salafi, khususnya dalam penolakan terhadap hadis-hadis keutamaan Imam Ali ra.-</em> menegaskan bahwa <em>Al Jawzajâni adalah gembong Nawâshib yang sangat membenci Ali as. dan menyimpang darinya</em>.<span style="color:#0000ff;"> Ibnu Adi </span>berkata, <em>“Ia sangat condong kepada mazhab penduduk Syam dalam kebencian kepada Ali.”</em> <span style="color:#0000ff;">As Sulami </span>berkata menukil <span style="color:#0000ff;">ad Dâruquthni</span>, <em>“Ia menyimpang dari Ali. Pada suatu hari, banyak orang berkumpul di depan pintu rumahnya, lalu ia perintahkan seorang pembantu wanitanya untuk keluar dengan membawa seekor anak ayam agar ada seeorang yang mau menyembelihnya, tapi tidak ada orang yang mau melakukannya. Maka <span style="text-decoration:underline;color:#800000;">al Jawzajâni berkata, “Subhanallah! Seekor anak ayam tidak ada yang tega menyembelihnya, sementara Ali dalam satu pagi menyembelih dua puluh ribu sekian orang Muslim!</span>.”</em><a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Ibnu Hajar</span> menegaskan, <em><span style="color:#0000ff;">“Al Jawzajâni</span> adalah seorang Nashibi yang menyimpang dari Ali, ia lawan Syi’ah&#8230;.</em>”<a href="#_ftn2">[2]</a> Dalam kesempatan lain<span style="color:#0000ff;"> Ibnu Hajar</span> menyebutkan <em>bahwa<span style="color:#0000ff;"> al Jawzajâni</span> adalah seorang yang ghâlin fi an Nushbi/ekstrim dalam penyimpangan dan kebenciannya terhadap Ali&#8230;”</em><a href="#_ftn3">[3]</a> Dalam <em>Lisân Mizân</em>nya,<span style="color:#0000ff;"> Ibnu Hajar</span> kembali mempertegas ke<em>nashibi</em>an Al Jawzajâni, <span style="color:#0000ff;">Ibnu Hajar</span> berkata,<em> “&#8230; Maka sesungguhnya seorang yang jeli jika ia memperhatikan pencacatan Abu Ishaq Al Jawzajâni tehadap penduduk kota Kufah pasti ia menyaksikan hal dahsyat, yang demikian itu disebabkan ia sangat menyimpang dalam kenasibiannya, sementara penduduk kota Kufah tersohor dengan kesyi’ahnnya. Engkau tidak menyaksiannya segan-segan mencacat siapa pun dari penduduk Kufah yang ia sebut dengan lisan sadis dan redaksi lepas. Sampai-sampai ia melemahkan seorang perawi seperti <span style="color:#0000ff;">al A’masy, Abu Nu’aim, Ubaid ibn Musa </span>dan tokoh-tokoh hadis dan pilar-pilar riwayat..</em>. .“<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, <span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;"><em>saya merasakan ada keanehan dari sikap ustadz Firanda CS, mengapa ia jadi bungkam tidak menyebut-nyebut sikap dan pandangan Imam Ahmad dan ulama Salaf lainnya yang kerap ia banggakan kelurusan akidahnya tentang Yazid putra Mu’awiyah? </em></span>Mengapa giliran Imam Ahmad dan ulama Ahlusunnah lainnya bersikap tegas dan mewakili pandangan Islam yang Qur’an dan Sunnati tentang Yazid dan kebejatan serta kemunafikan dan kefasikannya, ustadz Firanda CS menutup mata dan telinga dan tidak mengabaikannya?! Mengapa mereka mendadak mengabaikan akidah Imam Ahmad dkk. dan berubah menjadi seakan ‘bajing loncat’ berpindah ke sana ke sini mencari seorang alim A atau B yang menyanjung Yazid untuk digelari sebagai Salaf dan yang tulus kepada Salafi dan kemudian ditaklidi?!</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em>Kami benar-benar berharap dan menanti-nanti dari kaum Wahhâbi-Salafi untuk sedikit meluangkan waktu mereka membela Sayyidina Ali –karramallahu wajhahu- dari hujutan kaum sesat dan menyimpang seperti Ibnu Taimiyah dan kaum Nawâshib lainnya dan dari laknatan dan caci-makian para pendosa yang munafik! <span style="text-decoration:underline;color:#800000;">Mengapa kecemburuan atas Salaf itu sepertinya hanya terbatas pada Salaf yang fasik dan cenderung munafik?!</span></em></span> Di mana Anda wahai ustadz Firanda dan kalian wahai kaum <em>Wahhâbiyyûn</em> ketika Sayyidina Ali <em>–karramallahu wajhahu- </em>dilaknati oleh Mu’awiyah dan bani Umayyah dan mereka menjadikannya sebagai ‘sunnah’ yang wajib dijalankan dan dilakukan oleh kaum Muslim di berbagai kesempatan, khususnya ketika kumpul shalat Jum’at atau perkumpulan lainnya? Apakah Anda akan membela Mu’awiyah dan bani Umayyah dengan mengatakan bahwa mereka itu berijtihad dan karenanya dengan pelaknatan atas Sayyidina Ali <em>–karramallahu wajhahu- </em>mereka berhak mendapat pahala dan keridhaan Allah? Lalu bagaimana dengan kaum Muslim lainnya yang menaati perintah pelaknatan itu, apakah mereka itu mena’ati perintah sesat bani Umayyah dengan penuh keikhlasan? Atau karena terpaksa dan melakukannya padahal hati mereka tidak menyukainya? Itu namanya <em>TAQIYYAH </em>yang biasanya kaum Wahhâbi mengecam Syi’ah atasnya setelah memaknainya dengan makna menyimpang!!</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi saya berharap Anda wahai ustadz Firanda juga tidak hanya membela kaum munafik Salaf, tapi juga membela Sayyidina Ali <em>–karramallahu wajhahu-</em>! membela Sayyidina Husain –<em>radhiyallahu ‘anhu wa ardhâhu-</em> dari hujatan dan caci-makian kaum munafik! Lebih dari itu Anda harus jujur dan berani melaknati Yazid karena Imam Ahmad juga melaknatinya! Walaupun sikap itu Anda tampakkan dengan tidak terlalu ikhlas dan hanya berpura-pura agar tidak terbongkat hakikat jiwa Anda dan supaya Ahlusunnah tidak mencurigai Anda sebagai agen kaum Nashibi yang berkedok Salafi-Wahhâbi!!<em></em></p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Allah merahmati pujangga Arab yang berkata:</p>
<h1 style="text-align:center;">لقَدْ رابَنِي مِن عامرٍ أنَّ عامِرا ** بِعَيْنِ الرضَا يَرْنُو إلىَ مَن جَفانِيَا</h1>
<h1 style="text-align:center;">يَجِيْئُ فَيُبْدِي الوُّدَّ وَ النُّصْحَ غَادِيَا ** وَ يُمْسِي لأَعْدائِي خَلِيلاً مُؤاخِيَا</h1>
<h1 style="text-align:center;">فَيَالَيْتَ ذَاكَ الودَُّ و النصحُ لَمْ يَكُن ** و ياليتَهُ كانَ الخَصِيْمَ الْمُعادِيَا</h1>
<p style="text-align:center;"><em>Amir benar-benar telah membuatku ragu, karena Amir dengan mata rela bermesraan dengan orang yang memusuhiku</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Ia datang di waktu pagi menampakkan kecintaan dan ketulusunnya untukku, sementara di sore hari ia menjadi teman mesra musuh-musuhku</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Duhai andai kecintaan dan ketulusun Amir itu tidak ada dan andai si Amir itu adalah musuh bebuyutanku.</em></p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kata Ulama Islam, Ibnu Taimiyah Adalah Seorang <em>Nashibi</em> yang Munafik!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em>Alat ukur lain yang diandalkan ustadz Firanda untuk menuduh kami Syi’ah adalah kami mengecam dan membongkar penyimpangan akidah Ibnu Taimiyah!</em></span> Dan alasan sungguh terkesan lugu, kalau tidak boleh dibilang dungu (walaupun saya tidak setuju menuduh beliau begitu!). Sebab siapa <em>sih</em> yang tidak mengenal Ibnu taimiyah dan penyimpangan-penyimpangannya?! Para ulama pun telah membongkar habis penyimpangan-penyimpangan itu dengan bukti dan data akurat! Hanya orang buta-lah yang tidak mampu melihatnya dan hanya orang tuli-lah atau pura-pura tuli yang tak mampu mendengarnya!</p>
<p style="text-align:justify;">Dan penyimpangan Ibnu Taimiyah itu tidak terbatas hanya pada satu sisi dari ajaran Islam ini. Tetapi sudah menjalar ke berbagai masalah, tidak terkecuali malasah akidah yang sangat serius!</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sikap para ulama Islam terhadap Ibnu Taimiyah telah dirangkum oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya yang berjudul <span style="color:#0000ff;"><em>ad Durar al Kâminah</em></span>… di antaranya adalah seperti di bawah ini:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Di antara para ulama ada yang menggolongkannya sebagai berakidah Tajsîm… ada pula yang menggolongkannya sebagai zindiq (tidak beragama dengan benar), <span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;">ada pula yang menggolongkannya sebagai orang munafik, sebab ucapannya tentang Ali seperti telah lewat (di antaranya yaitu bahwa Ali, ia salah dalam tujuh belas kasus, di mana Ali menentang nash al Qur’an…)</span>, <span style="color:#0000ff;">dan dikarenakan ucapannya bahwa Ali selalu terhina (tidak ditolong Allah) ke mana pun ia menuju. Dan beliau berulang kali berusaha merebut kekhalifahan namun tidak berhasil. <span style="text-decoration:underline;color:#ff0000;">Ali berperang hanya karena ingin berkuasa bukan demi agama!”</span></span></em><strong></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ustadz Firanda berkata mengurai bukti bahwa kami (abu salafy) adalah Syi’ah:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">“<em>Sang ustadz sangat getol membantah dan mengejek-ngejek Syaikhul Islaam Ibnu Taimiyyah yang sangat getol membantah aqidah orang syi&#8217;ah. Kita tahu betapa besar kebencian orang-orang syi&#8217;ah kepada Ibnu Taimiyyah rahimahullah yang telah mengupas habis syubhat-syubhat mereka dalam kitab beliau &#8220;Minhaajus Sunnah An-Nabawiyaah.”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Apakah Anda wahai ustadz Firanda belum tahu seperti apa kualitas kitab Minhaj Sunnahnya Ibnu Taimiyah yang Anda banggakan telah mengupas habis syubhat-sybhat Syi’ah! Baca keterangan Ibnu Hajar tentangnya.</em></span> Dalam kitab <em>Lisân al Mizân</em>, ketika menyebut biografi <em>Ibnu Mutahahhar  al Hilli </em>–seorang tokoh mazhab Syi’ah yang kitabnya sedang dibantah oleh Ibnu Taimiyah-, Ibnu Hajar juga menuliskan demikian, <em>“Ia (al Hilli) menulis buku tentang keutamaan Ali ra., buku tersebut telah dibantah oleh Taqiyyuddin Ibnu Taymiah dalam sebuah kitab besar. Syeikh Taqiyyuddin as Subki telah menyebut buku itu dalam bait-bait syairnya… <span style="color:#800000;">dalam akhir bait syair itu ia mengecam akidah Ibnu Taymiah.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Beliau melanjutkan, “Aku telah menelaah buku tersebut, aku temukan seperti yang dikatakan as Subki dalam <span style="color:#800000;">al Istîfâ’,</span> tetapi ia (Ibnu Taymiah) sangat subyektif dalam menolak hadis-hadis yang dikemukakan Ibnu al Muthahhar (al Hilli)…<span style="text-decoration:underline;color:#800000;"> ia banyak menolak hadis-hadis yang jiyâd (bagus) ….</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;color:#800000;"><em>Betapa sering, demi melemahkan ucapan al Hilli, ia (Ibnu Taimiyah) menghinakan Ali ra.</em></span><strong>.</strong> lembaran ini tidak cukup untuk menjelaskan hal itu berikut contoh-contohnya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Ustadz Firanda yang saya hormati, apakah pantas kita membela orang seperti Ibnu Taimiyah yang sudah jelas sikapnya terhadap Imam Ali ra. dan juga terhadap Sayyidina Umar ra.? apa yang dikatakan Ibnu Hajar tentang Ibnu Taimiyah dapat Anda rujuk langsung dalam kitab-kitabnya, khususnya kitab <em>Minhaj Sunnah</em>! Sebelum Anda terhanyut membelanya dan atau menuduh para ulama Islam sebagai menghasut Ibnu Taimiyah, seperti yang sering dituduhkan oleh para mukallid butanya terhadap siapapun yang mengecam Ibnu Taimiyah!</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><strong>Akhirnya, saya tertarik menyampaikan komentar Ibnu Hajar al Haitami tentang siapa hakikatnya Ibnu Taimiyah itu!</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><strong>.<br />
</strong></span></p>
<blockquote>
<h1 style="text-align:right;"><strong>إبنُ تيمية عبدٌ خذلَهُ اللهُ و أضَلَّهُ و أعماهُ و أَصَمَّهُ و أذلَّهُ. و</strong><strong> </strong><strong>بذلكَ صرَّحَ الأئمةُ الين بيَّنُوا فسادَ أحوالِهِ و كِذْبَ أقوالِهِ و من أراد</strong><strong> </strong><strong>ذلكَ فعليه بِمُطالَعَةِ كلامِ الإمام الْمُجتهد المُتَّفق على إمامتِهِ و</strong><strong> </strong><strong>جلالَتِهِ و بلوغه مرتبةَ الإجتهاد، أبي الحسن السبكيْ ولدِهِ التاج و الإمام العز</strong><strong> </strong><strong>إبن جماعَة، و أهلُ عصرِهِ و غيرهم من الشافعية و المالكية و الحنفية. و لم يقتصر</strong><strong> </strong><strong>أعتراضه على مًتأخري الصوفية، بل اعترض على مثل عمر بن الخطاب و علي بن أبي طالب</strong><strong> </strong><strong>رضي الله عنهما</strong><strong>……</strong></h1>
<h1 style="text-align:right;"><strong>و أياكَ أن تصغِيْ إلى ما في كتب إبن تيمية و تلميذه إبن القيم</strong><strong> </strong><strong>الجوزية و غيرهما مِمن اتخذ إلهَهُ هواه و أضلَهُ اللهُ على علمٍ و ختم على سمعه و</strong><strong> </strong><strong>قلبه و جعل على بصرِهِ غشاوَةً، فمن يهديه مِنْ بعد الله… و كيف تجاوز هؤلاء</strong><strong> </strong><strong>المُلْحِدون الحدودَ و تعدَّوا الرسومَ و خرقوا سياجَ الشريعة و الحقيقة، فظنوا</strong><strong> </strong><strong>بذلك أنهم على هُدًى مِن ربهم، و ليسوا كذلك بل هم على أسوأ ضلالٍ و أقبحِ خصالٍ و</strong><strong> </strong><strong>أبلغ المقتِ و الخسران و أنهى الكذب و البهتان… فخذل الله مُتَّبعيهِم و طهَر</strong><strong> </strong><strong>الأرضَ م أمثالهِم</strong><strong>.</strong><strong></strong></h1>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;color:#800000;">“Ibnu Taymiah adalah hamba yang telah ditelantarkan Allah, disesatkan, dibutakan, ditulikan dan dihinakan.</span> Demikian dijelaskan para imam yang telah membongkar kejelakan keadaannya dan kepalsuan ucapannya. Siapa yang mengetahui hal itu hendaknya ia menelaah komnetar Imam Mujtahid yang telah disepakati akan ketokohan dan keagaungannya serta sampainya ke derajat ijtihad; <span style="color:#0000ff;">Abu al hasan as Subki dan putranya,</span> serta <span style="color:#0000ff;">Imam al ‘Izz ibn Jama’ah</span>, demikian pula komentar mereka yang sezaman dan lainnya <span style="color:#0000ff;">dari kalangan ulama mazhab Syafi’yah, Malikiyah dan Hanafiyah.</span> <span style="text-decoration:underline;color:#800000;">Ibnu Taymiah tidak terbatas hanya mengkritik para pemuka sufi mutaakhkhirîn, tetapi ia juga mengkritik Umar ibn al Khaththab dan Ali ibn Abi Thalib ra….</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;color:#800000;"><em>Hati-hatilah kamu dari menelaah buku-buku Ibnu Taymiah dan muridnya; Ibnu al Qayyim al Jawziyah</em></span> <em>dan selain keduanya dari orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan dan disesatkan Allah kendati ia pandai, serta Ia tutup telinga dan hatinya serta Ia jadikan atas penglihatannya penutup, lalu siapakah yang akan memberi hidayah selain Allah… Bagaimana kaum Ateis itu menerobos batas dan melampaui garis serta menerjang pagar syari’ah dan hakikat, mereka mengira dengan itu mereka berada di atas hidayah dari Tuhan mereka. Tidak demikian! Mereka berada di atas kesesatan paling jelek, keadaan paling buruk, puncak murka dan kebohongan dan kepalsuan paling puncak… Allah menghinakan para pengikut mereka dan membersihkan permukaan bumi dari orang-orang seperti mereka.”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tentunya setelah ini semua Anda bertanya-tanya, ‘Jika demikian kenyataan penyimapangan dan keterhinaan Ibnu Taimiyah, mengapa masih ada juga yang tertarik mengikuti dan membelanya? Maka jawabnya saya serahkan kepada Imam besar ahli hadis andalan kaum Wahhâbi-Salafi, yang juga murid dekat Ibnu Taimiyah yang banyak tahu tentang seluk beluk pemikiran dan kehidupannya –sebelum akhirnya mengecamnya-.. ia adalah <span style="color:#800000;"><em>Imam adz Dzahabi. </em></span>Perhatikan komentar beliau di bawah ini!</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sepupcuk suratnya yang dikenal dengan nama <span style="color:#0000ff;"><em>Risalah Dzahabiah</em></span>, ia menasehati dan menegur keras Ibnu Taymiah, di antaranya<span style="color:#0000ff;"><em> adz Dzahabi menulis</em></span>,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Hai Anda, engkau telah banyak menelan racun para filsuf dan buku-buku karangan mereka berulang kali, dan disebabkan banyaknya pengaruh racun, badan menjadi ketagihan dan menguasainya…. (kemdian ia melanjutkan), <span style="color:#800000;">“Duhai sialnya orang yang mengikutimu, sesungguhnya ia menyodorkan dirinya dalam kezindiqan dan keterlepasan dari agama…. Tidaklah mayoritas pengikutmu melainkan orang-orang rendahan yang tak berkualitas, qa’îd marbûth, atau ringan akalnya, khafîful aqli, atau orang awam pembohong, ‘âmiyun kadzdzâb, dungu pikirannya, balîdudz dzihni, atau orang terasing yang terdiam, kuat makarnya, atau penyerap yang shaleh tapi tidak memiliki pemahaman.</span> Jika engkau tidak percaya apa yang aku katakan, maka periksalah mereka dan takarlah mereka dengan penuh keadilan…. Sampai kapan kamu memuja-muja omonganmu sendiri dengan pujian yang tidak engkau berikan bahkan kepada hadis-hadis Bukhrai dan Muslim, andai hadis kedua selamat dari kecamannya, bahkan setiap saat engkau menyerangnya dengan mendha’ifkannya dan menggugurkannya dengan ta’wil atau pengingkaran. Tidaklah telah tiba saatnya engkau sadar? Tidaklah tiba waktunya engkau bertaubat dan kembali… usiamu telah mencapai lebih dari tujuh puluh tahun, masa berangkat (kematian) telah dekat… Benar, demi Allah aku tidak pernah tahu engkau ini ingat/menyebut-nyebut kematian… bahka engkau mengejek-ngejek orang yang menyebut-nyebut kematian… Akupun tidak yakin engkau mau menerima ucapanku dan memperhatikan nasihatku… . “</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kami Dituduh Menukil Dari kitab Syi’ah!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ustadz Firanda juga dengan tanpa tanggu-jawab menuduh kami menukil dari kitab Syi’ah! Saya tidak mengerti apa yang beliau maksud? Dalil mana yang kami nukil dari kitab Syi’ah?  Mungkin penukilan ucapan Imam Ali, Imam Zainal Abidin putra Imam Husain atau ucapan Imam Ja’far ash Shadiq – <em>radhiyallahu ‘anhum ajma’în</em>- yang membuatnya buta dan mengatakan bahwa kami menukil dari kitab-kitab Syi’ah! <span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;"><em>Sejak awal kami memaklumi bahwa penukilan ucapan atau pendapat dari seorang tokoh Ahlulbait Nabi saw. akan membuat kaum Nashibi kebakaran jenggot dan tak mampu menyembunyikan apa yang selama ini tersimpan rapi dalam jiwanya! Sepertinya mereka alergi dengan sekedar menyebut Ahlulbait ra.! Na’udzubillah minal Khidzlân wa adh Dhalâlah!</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ustadz Firanda perlu tahu, bahwa kami tidak butuh kepada kitab-kitab Syi’ah untuk membongkar kesesatan kaum sesat… Andai kami juga mengambil dari kitab-kitab Syi’ah, pasti kaum Wahhâbi-Salafi akan lebih babak belur, sebab kami menggunakan dua kekuatan dan meninju dengan dua kepalan tangan! Tapi itu tidak kami butuhkan!</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi sekali lagi, kami meminta dengan hormat ustadz Firanda bertanggung jawab atas ucapannya dan mengajukan bukti dalam masalah apa kami mengambil dari kitab Syi’ah?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Salahkah Menukil Dari Syi’ah?!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ustadz Firanda menuduh kami menukil dari kitab Syi’ah –padahal itu tidak benar- dan menjadikannya seakan dosa tak terampuni. Sementara itu apa beliau tidak mengerti bahwa penukilan dan menimba ilmu dari kalangan Syi’ah itu bukan hal terlarang apalagi dosa tak terampuni dan dijadikan bukti kesyi’ahan! <span style="text-decoration:underline;color:#0000ff;"><em>Apa ustadz Firanda terhormat tidak pernah membaca sejarah ilmu hadis, bagaimana para ulama dan ahli hadis kita banyak meriwayatkan hadis (materi agama paling sakral setelah Al Qur’an) dari para perawi bermazhab Syi’ah?!</em></span> <em><span style="text-decoration:underline;color:#800000;">Apakah ustadz tidak membaca keterangan<span style="color:#0000ff;"> Ibnu Hajar </span>dalam mukaddimah <span style="color:#0000ff;">Fathul Bâri</span>-nya ketika beliau menyebutkan sederetan nama parawi bermazbah Syi’ah yang diandalkan<span style="color:#0000ff;"> Imam Bukhari </span>kita?! </span></em>Apakah Anda akan menuduh para ulama hadis kita sebagai Syi’ah? Atau mereka itu terpengaruh Syi’ah? Atau berkhianat atas agama karena menukil dari orang Syi’ah?</p>
<p style="text-align:justify;">Ustadz Firanda yang terhormat, keterbukaan adalah mental yang mendasari sikap para ulama kita… mereka tidak segan-segan mengambil manfaat dari ulama betapapun mereka berbeda mazhab! Hanya kaum berjiwa kerdil sajalah yang menutup diri!</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika menyebut <span style="color:#0000ff;"><em>al Jâjidz</em></span> –seorang tokoh mazhab Mu’tazilah-<span style="color:#0000ff;"><em> adz Dzahabi</em></span> memohon rahmat untuknya dan memuji kitabnya yang bertemakan kenabian. Sebab kitab itu sangat bermanfaat dalam menandaskan bukti-bukti kenabian! Lalu apakah kita akan mencampakkan kitab penuh manfaat itu hanya kerena pengarangnya berbeda mazhab dengan kita?! Jika demikian, maka sungguh kerdil jiwa kita dan alangkah cupetnya pikiran kita!<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ustadz Firanda Bangga Menukil Dari Tokoh Mu’tazilah!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi Anda wahai pembaca yang budiman juga berhak terheran-heran, karena ustadz Firanda yang mengecam saya karena menukil dari Syi’ah (padahal sekali lagi itu tidak benar dan henya sekedar tuduhan palsu) , sementara <span style="text-decoration:underline;"><em>beliau sendiri dengan bangganya menukil keterangan dari seorang mufassir bermazhab Mu’tazilah yang bernama<span style="color:#0000ff;"> az Zamakhsyari </span>dalam kitab tafsirnya <span style="color:#0000ff;">al kasysyâf</span></em></span>. Saya (abusalafy) tidak akan mempermasalahkannya apalagi mengecamnya karena sikap terbuka itu. Sebab di mana pun kita dapat menemukan dalil yang bertanggung jawab, maka kita berhak memanfaatkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Meluapkan Emosi Tanpa Kontrol Itu Tidak Baik!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ustadz Firanda yang terhormat, Anda akan lebih terhormat jika tidak terhanyut dalam luapan emosi dan tidak menampakkan ciri asli kelompok Anda!</p>
<p style="text-align:justify;">Kami tetap abusalafy, <em>walau kariha as Salafiyyûn wa al Wahhâbiyûn wa al Musyabbihûn wa al Mujassimûn wa an Nawâshib al Munâfiqûn</em>!</p>
<p style="text-align:justify;">Tentang keinginan menggebu-gebu Anda untuk bertatap muka dengan kami… karena kami selama ini –seperti kata Anda- tidak berani menampakkan diri sehingga Anda menyebut kami sebagai <em>al majhûl</em>/yang tidak dikenal jati dirinya… Walaupun itu hal itu tidak penting bagi kami… sebab yang penting adalah</p>
<h1 style="text-align:right;">انظر إلى ما قال ولا تنظر إلى من قال</h1>
<p style="text-align:justify;"><em>Perhatikan apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang berbicara!</em><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Selama ucapannya benar dan berdasar, maka mengapa Anda harus <em>sewot</em> ingin kenalan dan bertatap muka! Mengapa Anda bernafsu ingin kenalan dengan saya?!<span style="text-decoration:underline;color:#800000;"> Bukankah ajaran sekte Anda memerintahkan pengikutnya untuk memboikot kaum bid’ah! </span>Apa Anda tidak percaya bahwa napas ahli bid’ah itu beracum dan berbahaya?! Dan karena alasan itu pula kami tidak tertarik menghirup napas kaum sesat, sebab ia sangat beracun!</p>
<p style="text-align:justify;">Coba perhatikan, bahwa kemajhulan seorang itu bukan penghalang untuk mengambil manfaat darinya selama yang dia ucapkan itu benar!</p>
<p style="text-align:justify;">Allah SWT berfirman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ قالَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إيمانَهُ أَ تَقْتُلُونَ رَجُلاً أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ وَ قَدْ جاءَكُمْ بِالْبَيِّناتِ مِنْ رَبِّكُمْ وَ إِنْ يَكُ كاذِباً فَعَلَيْهِ كَذِبُهُ وَ إِنْ يَكُ صادِقاً يُصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذي يَعِدُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ. <em></em></strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>Berkata seorang yang merahasiakan keimannya: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: ‘Tuhanku ialah Allah.’, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.</em><em>”</em> (QS. Ghâfir;28 (</p>
<p style="text-align:justify;">Allah juga berfirman dalam Surah Yâsîn ayat 20:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ جاءَ مِنْ أَقْصَا الْمَدينَةِ رَجُلٌ يَسْعى‏ قالَ يا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلينَ</strong><strong>.</strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“</em><em>Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata:&#8221; Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu</em><em>.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kedua ayat di atas Allah SWT tidak menyebutkan jati diri si pengucap kalimat penuh hikmah dan kebenaran itu! Apakah Anda tidak akan memerhatikannya sebelum Anda mengenalinya?!</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap Muslim yang tidak terjerat dengan ‘Edan Salaf’ pasti akan mampu menyerap pesan demikian dari ayat-ayat di atas! Tatapi bagi yang  ‘Edan Salaf’ pasti akan mengatakan, ‘Adakah seorang dari Salaf yang memahami ayat seperti yang difahami Abu Salafy?! Tafsiran itu tidak pernah dikenal oleh Salaf Shaleh.. oleh Mu’awiyah… oleh Yazid… oleh Marwan …</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Setelah Ini Semua!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah panjang lebar menanggapi mukaddimah ustadz Firanda yang membuka kedok aslinya, kami akan menambahkan bukti lain bahwa kaum musyrik Arab juga ber<em>musyrik</em> dalam <em>Rubûbiyyah</em> Allah bukan hanya dalam <em>Ulûhiyyah</em>! Insya Allah pembuktian dan pembahasan soal ini akan kami bahas dalam artikel kami yang berseri: <span style="color:#800000;"><span style="text-decoration:underline;">Benarkan Kaum Musyik Arab Beriman Kepada Tauhid Rububiyyah Allah? Bantahan Untuk Ustad Firanda (2)</span> dan seterusnya.</span> Nantikan !</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kali ini, saya mengharap semua pemerhati di sini untuk merenungkan ayat-ayat dan pembuktian yang akan saya ajukan… sebab terus terang saja saya katakan bahwa tulisan ini tidak hanya dialamatkan kepada kaum Salafi-Wahhâbi, khususnya yang tenggelam dalam lumpur taklid buta sehingga tidak lincah dalam memfungsikan akal sehatnya yang merupakan anugerah Allah SWT yang dengannya manusia dapat mengenal Tuhannya… mengenal bukti-bukti ketauhidan-Nya! Dan tanpanya, manusia tak lebih dari sekedar gumpalan daging yang dibalut kulit yang disebut Allah dengan firman-Nya:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لاَ يَعْقِلُوْنَ</strong><strong><em></em></strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“</em><em>Mereka tuli, bisu, dan buta. Oleh sebab itu, mereka tidak berakal</em><em>.” </em>(QS. Al Baqarah;171)</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Karenanya saya berharap Anda tetap setia mengikuti artikel-artikel blog kesayangan Anda dalam tema ini, khususnya tanggapan saya atas ustadz Firanda al muhtaram!</span></p>
<div style="text-align:justify;">
<hr size="1" />
<div>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> Baca <em>Al ‘Atbu al Jamîl</em>; Sayyid Muhammad ibn Aqil ibn Yahya Al Alawi asy Syafi’i:76.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> <em>Hadyu as Sâri Mukaddimah Fath al Bâri</em>,2/144.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Ibid,160.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> <em>Lisân Mizân</em>,1/16.</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1089/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1089&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/15/ustadz-firanda-kebakaran-jenggot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>315</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I’tiqâd Ahlusunnah Tentang Keluarga Nabi saw.</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/12/i%e2%80%99tiqad-ahlusunnah-tentang-keluargha-nabi-saw/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/12/i%e2%80%99tiqad-ahlusunnah-tentang-keluargha-nabi-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 02:13:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Hadis]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaifan Kaum Wahhabi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Menjawab Blog Wahabi/Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama' Ahlusunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1076</guid>
		<description><![CDATA[I’tiqâd Ahlusunnah Tentang Keluargha Nabi saw. Kecintaan kepada keluarga Nabi saw/Ahlulbait bukanlah monopoli kaum Syi’ah… Ahlusunnah juga sangat menekankan hal itu sebagai bagian tak terpisahkan dari hakikat akidah Ahlusunnah wal Jam’ah. Dan tidak menyalahinya selain kaum Nawâshib yang kesesatannya telah disepakati para ulama kita…. Kami Ahlusunnah, khususnya para pengikut mazhab Syafi’i telah diajarkan secara turun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1076&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><strong>I’tiqâd Ahlusunnah Tentang Keluargha Nabi saw.</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kecintaan kepada keluarga Nabi saw/Ahlulbait bukanlah monopoli kaum Syi’ah… Ahlusunnah juga sangat menekankan hal itu sebagai bagian tak terpisahkan dari hakikat akidah Ahlusunnah wal Jam’ah. Dan tidak menyalahinya selain kaum Nawâshib yang kesesatannya telah disepakati para ulama kita….</p>
<p style="text-align:justify;">Kami Ahlusunnah, khususnya para pengikut mazhab Syafi’i telah diajarkan secara turun temurun berrdasarkan dalil Qur’ani dan hadis Nabi saw. serta atsar para Salaf Shaleh untuk mencintai dan menghormat keluarga dan dzurriyah Nabi saw., khususnya Ahlulbait mulia, seperti Sayyidina Ali, Sayyidatuna Fatimah az Zahra, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain –semoga ridha Allah untuk mereka semua-!</p>
<p>Dalam kesempatan ini, kami mengajak para pecinta keluarga Nabi saw. untuk merenungkan akidah Imam kita; Imam Syafi’i –<em>radhiyallah ‘anhu wa ardhâhu</em>- yang beliau abadikan dalam bait-baita syair indah beliau.<span id="more-1076"></span><strong></strong></p>
<p><strong>Bait-bait Syair Imam Syafi’i tentang Ahlulbait ra.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di zaman beliau banyak kalangan yang masih belum dapat menyucikan diri mereka dari pengaruh buruk propaganda sesat bani Umayyah yang menghinakan dan memerangi habis-habisan keluarga Nabi saw./Ahlulbait ra. sehingga mereka segera akan menjulurkan lidah beracun mereka setiap kali melihat ada seorang yang mengutamakan Imam Ali ra. kendati di antara sahabat dan tabi’în ada yang beri’tiqâd seperti itu<a href="#_ftn1">[1]</a>. Menyaksikan penyimpangan itu dan menyaksikan sikap tidak adil dan cemoohan orang yang menganggap menguatamakan Imam Ali as. itu sebagai <em>Rafdh</em>, maka Imam Syafi’i mengeluh.</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap sinis dan tuduhan itu, kata Imam Syafi’i (rh) hanya  dilontarkan oleh  orang-orang bodoh dan jahil. Beliau menyitir bait-bait syairnya yang sangat tekenal:</p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<h1 style="text-align:center;">إِذا نَحْنُ فَضَّلْنا عَلِيًّا فَإِنّنأ    *  رَوافِضُ  بالتَّفْضِيْلِ عند ذِيْ الْجَهْلِ</h1>
<h1 style="text-align:center;">وَ فَضْلَ أَبِيْ بَكْرٍ إذا ما ذَكَرْتُهُ * رُمِيْتُ بالنُّصْبِ عندَ ذِكْرِيْ للفَضلِ</h1>
<h1 style="text-align:center;">فَلاَ زِلْتُ ذا رُفْضٍ و نُصْبٍ كلاهُما * بِحُبِّهِماَ حَتَّى أُوَسَّدَ في الرملِ</h1>
<p>.</p>
<p style="text-align:center;"><em>Jika kami mengutamakan Ali, maka kami dituduh Rawafidh menurut orang yang jahil</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Dan keutamaan Abu Bakar bila ku sebut aku dituduh nashibi ketika aku menyebutnya</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Maka aku senantiasa di antara keduanya; rafdh dan nushb. </em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Dengan mencintai keduanya sehingga aku dibaringkan diliang kubur</em></p>
<p>.</p>
<p>Di masa itu, dengan sekedar mencintai Ahlulbait as. seorang Muslim akan dituduh Syi’ah/Rafidhi. Seorang perawi yang meriwayatkan hadis keutamaan Ahlulbait as. dicurigai bahkan juga dituduh sebagai Syi’ah. Imam Syafi’i ra. juga tidak selamat dari tuduhan yang bertujuan menghancurkan kepribadian dan nama baiknya di tengah-tengah masyarakat Islam dewasa itu. Tetapi beliau tidak dengan memperdulikan hal itu dan tetap tegar menghadapinya dan membongkar kejahatan para penuduh itu, beliau mengabadikan tuduhan itu dengan bait-bait syair masyhur beliau:</p>
<p>.</p>
<h1 style="text-align:center;">قَالُوا تَرَفَّضْتَ!  قلتُ كَلاَّ  *** ما الرُفْضُ دينِيْ وَ لاَ اعْتقادِيْ</h1>
<h1 style="text-align:center;">و لـكِنْ تَوَلَّيْتُ دونَ شَكٍّ  ***  خيرَ إمامٍ  و خيرَ هـاديِ</h1>
<h1 style="text-align:center;">إنْ كـانَ حُبُّ الوَصِيِّ رَفْضًا  ***   فَـإِنَّنِيْ أَرْفَضُ العبادِ</h1>
<p>.</p>
<p style="text-align:center;"><em>Mereka berkata; kamu telah berfaham Rafdh! Aku berkata: Tidak!</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Kerafidhian bukan agamaku dan bukan keyakinanku.</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Akan tetapi aku tanpa ragu berwilayah</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>kepada sebaik-baik Imam dan sebaik-baik pemberi petunjuk.</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Jika mencintai washi (Ali) itu kerafidhian</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>maka ketahuilah bahwa aku paling rafidhinya manusia</em></p>
<p>.</p>
<p>Di zaman kita ini juga masih sering terdengar tuduhan bahwa siapapun yang mencintai Ahlulbait Nabi saw. dan membenci kaum munafik yang memusuhi mereka adalah Syi’ah/Rafidhi. Tuduhan itu biasanya dilontarkan oleh kaum Nashibi yang banyak terdapat di kalangan mereka yang mengklaim sebagai pengikut Salaf alias Salafi!</p>
<p>Kami Ahlusunnah, khususnya pengikut setia Imam Syafi’i tidak akan gentar mengatakan seperti kata imam kami:</p>
<p>.</p>
<h1 style="text-align:center;">إنْ كانَ رَفْضًا حُبُّ آلِ محمد *** فليَشْهَدِ الثقلاَنِ أَنَّيْ رافِضِيْ</h1>
<p>.</p>
<p style="text-align:center;"><em>Jika mencintai keluarga Muhammad itu kerafidhian,</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>maka hendaknya manusia dan jin menyaksikan bahwa aku adalah seorang Rafidhi</em></p>
<p>.</p>
<p><strong>Abu Salafy berkata:</strong></p>
<p>Dengan menurunkan tulisan ini kami siap menghadapi tuduhan yang bakal dilontarkan kaum Wahhâbi-Salafy, khususnya yang berfaham nashibi<strong> </strong>bahwa kami adalah Rafidhah! Dan kami akan menjawabnya dengan apa yang dijawabkab oleh imam kami! Tuduhan itu memang kami nanti, agar semakin menjadi jelas perbedaan Ahlusunnah dan Salafi-Wahhâbi yang selama ini sok berkedok sebagai Ahlusunnah!</p>
<div>
<hr size="1" />
<div>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> Seperti disampaikan oleh adz Dzahabi dalam <em>Siyar A’lâm Al Nubalâ’</em>-<em> </em>nya,16/457 bahwa banyak dari kalangan sahabat dan <em>tabi’in </em>yang meyakini keutamaan Ali atas para sahabat lain!</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1076/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1076/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1076/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1076/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1076/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1076/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1076/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1076/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1076/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1076/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1076/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1076/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1076/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1076/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1076&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/12/i%e2%80%99tiqad-ahlusunnah-tentang-keluargha-nabi-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Membela Yazid?!</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/12/mengapa-salafiyyun-wahhabiyyun-membela-yazid/</link>
		<comments>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/12/mengapa-salafiyyun-wahhabiyyun-membela-yazid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 02:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abusalafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Hadis]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaifan Kaum Wahhabi]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Pemimpin Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Menjawab Blog Wahabi/Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama Salafy-Wahabi Bicara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=1071</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Membela Yazid?! Para Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Mujassimûn Musyabbihûn ketika hendak menjajakan akidah tajsîm yang mengatakan misalnya bahwa Allah itu” bersemayam” di atas Arsy-Nya dan dipikul oleh malaikat atau kambing hutan berbentuk malaikat mereka mengandalkan nama-nama tokoh tetentu yang mereka yakini sebagai aimmah Salaf, seperti Imam Ahmad bin Hanbal, al Qâdhi al Farrâ’ al [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1071&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><strong>Mengapa Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Membela Yazid?!</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Para Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Mujassimûn Musyabbihûn ketika hendak menjajakan akidah tajsîm yang mengatakan misalnya bahwa Allah itu” bersemayam” di atas Arsy-Nya dan dipikul oleh malaikat atau kambing hutan berbentuk malaikat mereka mengandalkan nama-nama tokoh tetentu yang mereka yakini sebagai <em>aimmah Salaf, </em>seperti <span style="color:#0000ff;"><em>Imam Ahmad bin Hanbal, al Qâdhi al Farrâ’ al Mujassim, al Khallâl dkk</em></span>. <span style="color:#800000;"><em>Akan tetapi <span style="text-decoration:underline;">ketika terbukti para aimmah Salaf bersikap tegas terhadap kefasikan dan kemunafikan bani Umayyah, yang dalam banyak hadis shahih, Nabi saw. menyebutkan bahwa mereka adalah oknum perusak agama yang paling berbahaya</span></em></span>…<a href="#_ftn1">[1]</a> <span style="color:#800000;"><em>Ketika para aimmah Salaf kebanggaan Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Mujassimûn Musyabbihûn itu bersikap tegas, maka <span style="text-decoration:underline;">mereka berpura-pura tuli dan buta…</span></em></span> maka mereka segera menyumbat telinga-telinga mereka dengan ujung-ujung jari-jari mereka pesis yang difirmankan Allah dalam Al Qur’an suc-Nya:<span id="more-1071"></span></p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ إِذا تُتْلى‏ عَلَيْهِ آياتُنا وَلَّى مُسْتَكْبِراً كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْها كَأَنَّ في‏ أُذُنَيْهِ وَقْراً فَبَشِّرْهُ بِعَذابٍ أَليمٍ </strong><strong></strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, <strong>seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya</strong>; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.”</em> ( QS. Luqman;7)</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ إِنِّي كُلَّما دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصابِعَهُمْ في‏ آذانِهِمْ وَ اسْتَغْشَوْا ثِيابَهُمْ وَ أَصَرُّوا وَ اسْتَكْبَرُوا اسْتِكْباراً </strong><strong><em></em></strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. </em>(QS. Nuh;7(</p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan karena keengganan mendengar suara kebenaran dan memerhatikan bukti-bukti haq, seorang hamba akan diganjar Allah dengan kebutaan dan ketulian serta kebisuan. Dan akibatnya mereka akan tersesat jalan hidayah dan tiba dapat kembali.<em> Na’udzu billah minal idhlâh wal khidzlân</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah SWT berfirman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لاَ يَرْجِعُوْنَ</strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“</em><em>Mereka adalah tuli, bisu dan buta. Dengan demikian, mereka tidak akan kembali (ke jalan yang benar).”</em> (QS. Al Baqarah;18)</p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَ الَّذينَ كَذَّبُوا بِآياتِنا صُمٌّ وَ بُكْمٌ فِي الظُّلُماتِ مَنْ يَشَأِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَ مَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلى‏ صِراطٍ مُسْتَقيمٍ </strong><strong></strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah) untuk diberi-Nya petunjuk (niscaya) Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.”</em> (QS. Al An’âm;39)</p>
<p style="text-align:justify;">&#8216;</p>
<p style="text-align:justify;">Maka jika seorang telah bersungguh-sungguh berpaling dari kebenaran, para anbiyâ’ pun tidak akan mampu menyadarkannya. Allah SWT berfirman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>أَ فَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ أَوْ تَهْدِي الْعُمْيَ وَ مَنْ كانَ في‏ ضَلالٍ مُبينٍ </strong><strong><em></em></strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak (tuli) bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata.”</em> (QS. Az Zukhruf;40  (</p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebab mereka sudah dihukumi mati. Allah SWT berfirman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>إِنَّكَ لا تُسْمِعُ الْمَوْتى‏ وَ لا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعاءَ إِذا وَلَّوْا مُدْبِرينَ * وَ ما أَنْتَ بِهادِي الْعُمْيِ عَنْ ضَلالَتِهِمْ إِنْ تُسْمِعُ إِلاَّ مَنْ يُؤْمِنُ بِآياتِنا فَهُمْ مُسْلِمُونَ.</strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“</em><em>Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang- orang yang mati mendengar dan (tidak pula</em><em>)</em><em> menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang.</em><em>* </em><em>Dan kamu sekali- kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang- orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri.</em><em>”</em>(QS. An Naml;81-82(</p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah SWT juga berfiaman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>فَإِنَّكَ لا تُسْمِعُ الْمَوْتى‏ وَ لا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعاءَ إِذا وَلَّوْا مُدْبِرينَ <em></em></strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“</em><em>Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang.</em><em>” </em>(QS. Ar Rûm;52 (</p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abu Salafy berkata:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Coba Anda renungkan betapa bahaya sikap angkuh kepada kebenaran… dia benar-benar akan menghalangi sampainya suara hidayah Allah ke dalam hati dan menjadikan jiwa menolak dan mengkufuri kebenaran.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Para Tokoh Andalan Wahhâbi Salafy Mengutuk Yazid, Tetapi kaum Salafu Malah Bermesraan!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Aneh bukan sikap mereka… ketika terbukti tokoh-tokoh dan aimmah Salaf mereka bersikap tegas dalam menyikapi kefasikan dan pengkhiatan bani Umayyah, utamanyaYazid dan Mu’awiyah ayahnya (yang dalam hadis Imam Bukhari disebut sebagai PENGANJUR KEPADA API NERAKA)… mereka pura-pura tuli dan buta… dan apabila ada yang mengungkap kejahatan bani Umayyah, khususnya Mu’awiyah dan Yazid putranya, segera mulut busk mereka menuduhnya sebagai Rafidhi, Zindiq dan lain sebagainya, sebagai upaya membungkam mulut pembela kebenaran agar diam tidak membongkar kejahatan dan kemunafikan itu!</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kesempatan ini saya tidak akan berpanjang-panjang dalam menyajikan bukti-bukti dualisme sikap para <em>Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Mujassimûn Musyabbihûn</em>. Saya hanya akan mengajukan sebuah bukti yang ditegaskan oleh banyak ulama, di antaranya adalah <span style="color:#0000ff;"><em>Ibnu Katsir</em></span> (yang sengaja keterangannya saya pilih di sini mengingat mereka begitu menyanjungnya sampai-sampai seakan tidak ada tokoh mufassir dan ahli sejarah sehebat dia).</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika menerangkan hadis yang mengatakan barang siapa membuat takut penduduk kota suci Madinah secara zalim, maka Allah akan membuatnya takut dan <strong>Allah akan melaknatnya, <span style="color:#800000;">Ibnu Katsir</span></strong><a href="#_ftn2">[2]</a><span style="color:#800000;"><strong> mengatakan:</strong></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">“Dan berdasarkan hadis ini dan yang semisalnya telah berdalil ulama yang membolehkan melaknat Yazid bin Mu’awiyah. Ini adalah pendapat Ahmad yang diriwayatkan darinya dalam satu riwayat dan dipilih oleh al Khallâl, Abu Bakar Abdul Aziz, Qadhi Abu Ya’la dan putranya; Qadhi Abul Husain. Dan Abul Fajar membela pendapat ini dalam sebuah kitab karya khususnya dan ia membolehkan melaknat Yazid.”<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abu Salafy berkata:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dan tentunya yang lebih berhak mendapatnya adalah Mu’awiyah ayah Yazid yang telah memberikan jalan dan menganjurkan kekejaman yang dilakukan terhadap penduduk kota suci Madinah al Munawwarah. Kekejaman Yazid terhadap penduduk Madinah itu berupa perintahnya untuk menyerang kota tersebut… membantai penduduknya… membebaskan pasukannya yang dikomandani oleh Muslim bin ‘Uqbah… dan itu semua atas perintah Mu’awiyah kepada Yazid anaknya!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;"><em>Al Imam al Hafidz Ibnu Hajar al Asqallani</em> (rh)</span> <span style="color:#800000;">berkata,</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Abu Bakar ibn Abi Khaitsamah meriwayatkan dengan sanad shahih bersambung kepada Juwairiyah Asmâ’, ia berkata, ‘Aku mendengar para tokoh penduduk kota Madinah berkisah bahwa Mu’awiyah menjelang matinya, ia memanggil Yazid dan berkata, ‘<span style="text-decoration:underline;color:#800000;">Sesungguhnya engkau akan mengalami hari berat dari penduduk Madinah, jika mereka melakukannya maka lemparlah mereka dengan Muslim bin ‘Uqbah</span>. Karena sesungguhnya aku benar-benar mengetahui ketulusannya.’…. (lalu setelah para tokoh kota Madinah menyaksikan kefasikan dan kemungkaran yang mengerikan pada diri Yazid, meerka memutuskan untuk melepas ikatan baiat setia terhadap Yazid. Yazid pun segera mengirim pasukan di bawah pimpinan Muslim bin ‘Uqbah. Setelah perlawanan penduduk Madinah dipatahkan dan mereka dibantai habis,<span style="text-decoration:underline;color:#800000;"> Muslim mengizinkan para prajuritnya untuk berbuat apa saja terhadap penduduk kota suci Madinah… mereka membantai warga sipil dan anak-anak kecil tidak berdosa … mereka memperkosa gadis-gadis Madinah, putri-putri para sahabat, tidak kurang dari seribu gadis-gadis sahabat Nabi saw. mereka perkosa)…</span> setelah itu, Muslim membaiat penduduk Madinah (dan menjadikan) sebagai budak sahaya Yazid, terserah mau diapakan oleh Yazid terhadap harta maupun jiwa mereka.”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="color:#0000ff;">Ibnu Hajar</span></em><span style="color:#800000;"> juga menyebtukan riwayat serupa dari</span> <span style="color:#0000ff;"><em>ath Thabarani:</em></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;color:#800000;">“Menjelang matinya, <span style="color:#0000ff;">Mu’awiyah</span> berkata kepada <span style="color:#0000ff;">Yazid</span>,</span> ‘Aku telah tundukkan negeri ini untukmu dan aku telah persiapkan manusia mendudukungmu, <span style="text-decoration:underline;color:#800000;">aku tidak takut melainkan dari penduduk Hijâz. Jika ragu terhadap sikap mereka, maka kirimlah Muslim ibn ‘Uqbah</span> (untuk menghadapi mereka), karena aku telah mengujinya dan aku jamin ketulusannya. Lalu ketika penduduk Madinah memberontak kepada Yazid, Yazid memanggil Muslim ibn ‘Uqbah dan mengirimnya serta menghalalkan (berbuiat apa saja di madinah) selama tiga hari. Setelahnya dia meminta penduduk Madinah untu membaiat Yazid dan mereka adalah budak sahayanya baik dalam ketaatan maupun kemaksiatan kepada Allah.</em>”<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em>Ibnu Hajar</em></span> juga mengatakan bahwa: <em>“Pada peperangan Hurrah, telah terbunuh jumlah yang tak terhitung dari kalangan Anshar. Harta-harta yang ada di kota suci madinah dijarah. Pedang-pedang dijalankan selama tiga hari.”</em><a href="#_ftn5">[5]</a> <strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abu Salafy berkata:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dan upaya menuduh dengan tuduhan <em>rafidhi</em> atau <em>zindiq</em> yang biasa dilakukan kaum Wahhâbi-Salafi dengan mengatas-namakan Ahlusunnah untuk menteror siapa saja yang tulus mencintai keluarga Nabi dan dzurriyahnya adalah upaya sia-sia, sebab hanya kaum Nawashib/musuh-musuh Ahlul Bait Nabi saw. lah demikian!</p>
<p style="text-align:justify;">Adapaun Ahlusunnah adalah akan tulus mencintai Nabi dan kelurganya dan membenci bani Umayyah dan siapa saja yang memerangi Nabi dan keluarganya! Ini adalah pandangan para pembesar ulama dan para aimmah Ahlusunnah, seperti <span style="color:#0000ff;"><em>Imam Nasa’i </em></span>penulis kitab <em>as Sunan</em> (w.303 H), <span style="color:#0000ff;"><em>Imam<strong> </strong>al Hakim</em></span> penulis kitab <em>al Mustadrak</em> (w 450 H), <span style="color:#0000ff;"><em>Imam Abdur Razzâq ash Shan’âni </em></span>penulis kitab <em>al Mushannaf</em> (211 H), <span style="color:#0000ff;"><em>Imam al Hafidz Abu Ghassân al Nahdi al Kufi, Abu Nu’aim dan Ubaidullah bin Musa, Imam al Hafidz Jarîr adh Dhabbi</em></span> (W.177 H) dan puluhan lainnnya.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>I’tiqâd Tokoh-tokoh Besar Ahlusunnah Tentang Mu’awiyah bin Abu Sufyân</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em>Adz Dzahabi</em></span> (ulama yang selalu dibanggakan kaum <em>Salafi-Wahhâbi</em>) dalam kitab <em>Siyar A’lâm</em>-nya,14/133 <span style="text-decoration:underline;color:#800000;">berkata tentang Imam Nasa’i (rh),</span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Padanya terdapat sedikit kesyi’ahan dan juga menyimpang dari musuh-musuh Ali seperti Mu’awiyah dan ‘Amr (bin al ‘Âsh).” Dan karenanya, beliau syahid dianiaya pendukung Mu’awiyah si penganjur kepada api neraka. Mereka memaksa Imam Nasa’i (rh) untuk menyanjung Mu’awiyah dan beliau pun menolaknya!</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em>Adz Dzahabi </em></span>melaporkan dalam kitab <em>Siyar A’lâm</em>-nya,9/570:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>“Abdur Razzâq berkata kepada seseorang, ‘Jangan kotori majlis kami dengan menyebut nama anaknya Abu Sufyân.</strong>”</em><strong> </strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em>Adz Dzahabi</em></span> juga berkata,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">“Abu Nu’aim dan Ubaidullah adalah pengagung Abu Bakar dan Umar, <strong>hanya saja mereka berdua mencaci maki Mu’awiyah dan keluarganya.</strong>” <em>Siyar A’lâm</em>-nya,10/432. Ubaidullah bin Muas tidak sudi mengizinkan seorang yang bernama Mu’awiyah memasuki rumahnya dan juga  tidak sudi meriwayatkan hadis di hadapan orang-orang jika di antara mereka ada yang bernama Mu’awiyah. Baca keterangannya dari laporan adz Dzahabi dalam<em> Siyar A’lâm</em>,9/556-557.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><em>Al Hafidz Ibnu Hajar</em></span> berkata dalam <em>Tahdzîb at Tahdzîb</em>,2/66: “Khalili dalam kitab <em>al</em> <em>Irsyâd</em> berkata tentangnya, “Tsiqah disepakati kejujurannya. Qutaibah berkata, “Aku mendengar Jarîr al Hafidz mencaci Mu’awiyah secara terang-terangan.”<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Akidah Hasan al Bashri Imam Salaf Shaleh Tentang Mu’awiyah!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;"><em>Hasan al Bashri</em></span></strong> berkata mengecam Mu’awiyah, <span style="text-decoration:underline;color:#800000;"><em>“Ada empat perkara pada Mu’awiyah andai satu saja ada padanya niscaya sudah cukup menyebarbkan kebinasaan baginya:</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">(1) Ia merampas kekuasaan tanpa musyawarah sementara masih banyak sahabat mulia.</p>
<p style="text-align:justify;">(2) Mengangkat Yazid si pemabok, si pemakai baju sutra dan pemain musik sebagai Khalifah.</p>
<p style="text-align:justify;">(3) Mengakui Ziyâd sebagai anak ayahnya, padahal Nabi saw. bersabda, <em>‘Anak itu milik si pemilik ranjang dan bagi si pezina adalah dicegah</em> (dari mengakui anak hasil zinanya dalam nasab).’<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">(4) Ia mebunuh Hujr dan rekan-rekannya. Celakalah dia dia dari Hujr dan rekan-rekannya! Celakalah dia dia dari Hujr dan rekan-rekannya!<a href="#_ftn6">[6]</a> <strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penutup </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Semoga beberapa ketarangan di atas dapat menyadarkan dan memperkenalkan kepada kita akidah sebenarnya Ahlusunnah yang diwariskan oleh para para aimmah dan Salaf Shaleh kita…. Dan semoga kita dapat berhati-hati dan waspada terhadap tipu daya yang menggiring kita untuk membenci keluarga Nabi saw. dan mencintai bani Umayyah yang fasik, khususnya Mu’awiyah, Yazid, Marwan dan lainnya yang telah disabdakan Nabi saw. bahwa mereka adalah manusia-manusia terkutuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan dari Imam Hasan ra.. beliau berkata kepada Marwan ibn Al Hakam:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>لَقَدْ لَعَنَكَ اللهُ على لِسانِ رَسُولِِ اللهِ (ص) وَ أَنْتَ فِيْ صُلْبِ أَبِيْكَ.</strong></h2>
<p style="text-align:justify;"><em>“Allah Benar-benar telah melaknat kamu melalui lisan Nabi-Nya sementara kamu masih berada di sulbi ayahmu.”</em><a href="#_ftn7">[7]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Al Muttaqi Al Hindi meriwayatkan dari Sayyidatuna Aisyah ra., ia berkata kepada Marwan, <em>“Sesungguhnya Rasulullah telah melaknat ayahmu sementara kamu masih dalam sulbinya. Jadi kamu adalah sebagian dari laknat Allah.</em>”<a href="#_ftn8">[8]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Umar ra. sebagaimana diriwayatkan Al Bazzar, berkata, <em>“Allah telah melaknat Al Hakam dan keturunannya atas lisan Nabi-Nya.</em>”<a href="#_ftn9">[9]</a></p>
<div style="text-align:justify;">
<hr size="1" />
<div>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> Diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:</p>
<h3 style="text-align:right;"><strong>لِكُلِّ أُمَّةٍ آفَةٌ و آفةُ هذهِ الأُمَّةِ بَنُوا أميةَ.</strong></h3>
<p>“Pada setiap umat terdapat oknum perusak, dan oknum perusak umat ini adalah bani Umayyah.”</p>
<p>(﻿HR riwayat ﻿Abu Nu&#8217;aim dari sahabat Imam Ali ra. dan ada riwayat serupa dengan redaksi setiap agama sebagai ganti kalimat setiat umat dari riwayat Nu&#8217;aim bin Hammad dalam kitab al Fitan dari sahabat Ibnu Mas&#8217;ud))</p>
<p>Ibnu Hajar Al Asqallani dalam <em>Syarah Bukhar</em>i-nya,8/339 menukil Imam Ali (<em>karramallahu wajhahu</em>) berpidato dan berkata:</p>
<h3 style="text-align:right;">ألآ إنَّ أخْوَفَ الْفِتَنِ عِنْدِي عَلَيْكُمْ فتْنَةُ بَنِي أُمَيَّةَ, ألآ إِنَّهَا ِفتْنَةٌ عَمْيَاءُ مُظْلِمَةٌ.<em></em></h3>
<p>“Ketahuilah! Sesungguhnya fitnah yang paling saya khawatirkan atas kalian adalah fitnah bani Umayyah. Ketahuilah ia adalah fitnah yang buta dan gelap gulita.”</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Ibnu Katsir adalah seorang ulama yang sering dibanggakan kaum Salafi-Wahhâbi. Ia adalah murid Ibnu Taimiyah dan juga pernah berguru kepada adz Dzahabi.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Tarikh Ibnu Katsir,8/223.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Fathul Bari,13/70.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> Ibid.3/177.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> Al Khilafah wa al Mulk; Abul A’la al Maududi:106.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> Hadis riwayat Abu Ya&#8217;la seperti dalam <em>Majma’ Az Zawâid</em>, 5/240, Ibnu Sa&#8217;ad dan Ibnu &#8216;Asakir seperti dalam <em>Kanz Al Ummâl</em>,11/357 dan juga di sebut Ibnu Katsir dalam <em>Al Bidayah wa An Nihayah</em>, 8/280.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a><em>Mustadrak</em>, 4/418, Tafsir Al Qurthubi, 10/286 dan 16/197, Tafsir <em>Al Kasysyaf</em>; Zamakhsyari, 3/99, Tafsir Ibnu Katsir,4/159, Tafsir Ar Razi,7/419, <em>Usdul Ghâbah</em>; Ibnu  Al Atsir,2/34, Al Bidayah wa an Nihayah,3/23, Tafsir An Nisyaburi (di pinggir Ath Thabari), 26/13, Tafsir An Nasafi (di pinggir tafsir Al Khazin), 4/132, Ash Shawâiq Al Muhriqah:108, Tafsir <em>Fath Al Qadîr</em>,5/20, tafsir <em>Rûh Al Ma’âni</em>; Al Alusi,6/2, <em>Irsyâd As Sâri</em>- syarah <em>Shahih Bukhari</em>-,7/320. dll.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref9">[9]</a> Al Haitsami dalam<em> Zawâid</em>-nya berkata, “Hadis ini diriwayatkan Ahmad, Al Bazzâr dan Ath Thabarani.”</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abusalafy.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abusalafy.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abusalafy.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abusalafy.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abusalafy.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abusalafy.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abusalafy.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abusalafy.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abusalafy.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abusalafy.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abusalafy.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abusalafy.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abusalafy.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abusalafy.wordpress.com/1071/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abusalafy.wordpress.com&amp;blog=1269412&amp;post=1071&amp;subd=abusalafy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/12/mengapa-salafiyyun-wahhabiyyun-membela-yazid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e9f42ee06317a9a9b53f33ec6f955fa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abusalafy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
