<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Abu Salafy</title>
	<atom:link href="http://abusalafy.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abusalafy.wordpress.com</link>
	<description>Mengkaji Salafy Wahabi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Dec 2009 03:32:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Seri Fatwa Pensesatan Salafy/Wahhabi &#8220;Hamas Kelompok Menyimpang&#8221; oleh ammar muhammad syafi'</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/10/20/seri-fatwa-pensesatan-salafywahhabi-hamas-kelompok-menyimpang/#comment-5679</link>
		<dc:creator>ammar muhammad syafi'</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 03:32:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=472#comment-5679</guid>
		<description>kenapa koment ana di hapus?? 
knp menyembunyikan kebenaran??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa koment ana di hapus??<br />
knp menyembunyikan kebenaran??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Seri Fatwa Pensesatan Salafy/Wahhabi &#8220;Hamas Kelompok Menyimpang&#8221; oleh ammar muhammad syafi'</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/10/20/seri-fatwa-pensesatan-salafywahhabi-hamas-kelompok-menyimpang/#comment-5678</link>
		<dc:creator>ammar muhammad syafi'</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 03:06:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=472#comment-5678</guid>
		<description>Allahul musta&#039;an...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allahul musta&#8217;an&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Seri Fatwa Pensesatan Salafy/Wahhabi &#8220;Hamas Kelompok Menyimpang&#8221; oleh ammar muhammab syafi'</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/10/20/seri-fatwa-pensesatan-salafywahhabi-hamas-kelompok-menyimpang/#comment-5677</link>
		<dc:creator>ammar muhammab syafi'</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 02:53:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=472#comment-5677</guid>
		<description>bismillah,,,
masya Allah,, sudah begitu jauhkah umat (islam) ini dari ajaran rosullullahu salallahu alaihi wasalam... 
kata-kata antum tidaklah pantas diucapkan oleh orang yang mengaku umat  uhammad salallahu alaihi wasallam.
tentang yang terjadi di palestina tentunya kita sbg umat islam sgt prihatin, kita mengutuk mereka (tentara zionis) dengan kekejaman mereka, sunguh kami beranggapan bahwa jihad adalah kalimah yang agung, namun kita harus tahu jihad yang sebenarnya itu  bagaimana.jihad yang benar yang di ridhoi Allah azza wajalla. jangan sampai karena ketidak tahuan kita tentang agama membuat kita salah melangkah. menyangka telah berbuat paik padahal hina di mata Allah subhanahu wata&#039;ala.

Ingatlah pesan rosulullah sollahu alaihi wasallam  &quot;Allah akan menghinakan suatu kaum dan Allah tidak akan mencabut kehinaan kaum tersebut sampai kaum tersebut kembali kepada ajaran islam yang benar&quot;, kembali kepada al Quran dan hadits. apakah antum beranggapan bahwa demo itu adalah jihad? apa antum tahu hukum dari demo menurut syariat islam?
demo bukan dari islam, jihad islam bukan dengan demo ya akhi..demo itu tasyabuh kepada kebudayaan bangsa barat dan yahudi, bagaimanaa mungkin melawan kemungkaran dengan kemungkaran. demo lebih banyak menimbulkan kerusakandaripada perbaikan,demo itu bentuk perlawanan, bukan sebuah nasehat yang baik. bagaimana ajaran islam tentang ini? apa islam membenarkan demo?tidak y akhi..seandainya rosulullah melihat entum sekalian yang berdemo apa menurut antum beliau akan mendukung? tentunya beliau akan menegur antum sekalian. kita wajib berpegang teguh dengan alquran dan sunnah rosul,tiap ada permasalahkan kita serahkan kepada ahlul hal wal aqdi (para ulama) untuk menyelesaikannya, merekalah yang memutuskan setiap masalah. ketika seorang ulama berfatwa adalah dengan didasari ilmu (dalil dan hadts) kalaupun tidak ada pada dua hukum itu tentunya ijtihad mereka lebih baik dari kita, jangan mudah terprovokasi dan jangan melihat kebenaran berdasar penglihatan mata. teliti dahulu sebelum menyimpulkan suatu pemasalahan apalagi menyangkut hukum2 islam yang kita wajib berpedoman pada quran dan hadits. Allah  azza wajalla Berfirman  dalam al Quran &quot; dan jangan lah kalian mengikuti kebanyakan manusia di bumi karena jika kamu mengikuti mereka niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. sesungguhnya yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanya membuat kebohongan. Q.S Al An&#039;am 116. kita wajib memuliakan mereka para ulama yang telah menhabiskan tenaga dan waktu untuk mempelajari alqran dan as sunnah.kita tidak boleh lancang mencerca fatwa2 mereka dengan akal kita yang jarang sekali menimba ilmu dien. 
dan apakah antum sekalian tahu siapa itu syi,ah. mereka pejuang hamas adalah kaum syiah rafidhi, kalau antum mengenal mereka dengan agama mereka niscaya antum akan tercengang, syahadat mereka berbeda, rukum islam mereka juga berbeda, al quran mereka juga berbeda, kalau kalian tahu merekalah yang dengan lancang merubah alquran dengan hawa nafsu mereka, mereka mendustakan kekhalifahan sahabat abu bakar, umar bin khotob dan utsman bin affan. disebut apa kaum yang seperti ini?apa menurut antum Allah akan ridho dengan mereka? apakah kalian berpikir benar membela suatu kaum yang kaum itu di laknat Allah azza wajalla.dan lihatlah jihad mereka (hamas), sembunyi di antara ibu ibu dan anak anak yang tidak berdosa. rosulullah sollahu alaihi wasallam sepanjang jihad perangnya tidak ada satupun dari kalangan ibu2 dan anak anak yang menjadi korban. tapi mereka.. dimana pimpinan mereka ketika diserang? jihad adalah dengan niat dalam rangka membela dan meninggikan kalimah Allah dan membela islam. apakah antum pikir mereka berperang dalam rangka membela kalimah Allah. menurut antum apa latar belakang terjadinya perang itu. antum harus tahu latar belakangnya dan niat utama mereka para pejuang hamas. mereka (hamas) memang saudara secara agama. maka kita wajib menghormati mereka. tapi ketika Allah menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tentunya dengan mksud yang baik. agra mereka kembali kepada al haq.
sungguh ahlus sunnah adalah kaum yang paling gigih berjihad, namun kami ingin berjihad dengan jihad yang benar.
cobalah kembali rujuk pada al quran dan as sunnah dengan hati yang ikhlas  semoga Allah azza wajalla memberi petunjuk. bagaimana mungkin mengambil keputusan berdasar surat kabar yang di terbitkan oleh orang 2 yang tidak punya komitmen kepada ilmu dien. apalagi berdasarkan surat kabar orang2 yahudi dan nashoro. na&#039;udzubillahi mindzalik..
cobalah untuk tidak gegabah mengambil vonis, apalagi terhadap manusia yang sunnguh sungguh menhabiskan hidupnya untuk Allah. siapa kita berani menhina mereka. apa antum sudah hafal al quran seperti meraka. sudah berapa hadits yang antum hafal. sudah berapa kitab nasihat yang antum buat untuk umat ini.beliau ibnu taimiyyah adalh guru dari syeik ibnul qoyyim al jauziyah, juga guru dari syeikh ibnu katsir yang tafsirnya menjadi rujukan kaum muslimin di dunia. dialah syeikhul islam yang Allah utus kepada ummat ini. dan barang siapa yang memusuhi hamba yang Allah cintai maka Allah akan menjadi musuh baginya. bertaubatlah ya akhi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah,,,<br />
masya Allah,, sudah begitu jauhkah umat (islam) ini dari ajaran rosullullahu salallahu alaihi wasalam&#8230;<br />
kata-kata antum tidaklah pantas diucapkan oleh orang yang mengaku umat  uhammad salallahu alaihi wasallam.<br />
tentang yang terjadi di palestina tentunya kita sbg umat islam sgt prihatin, kita mengutuk mereka (tentara zionis) dengan kekejaman mereka, sunguh kami beranggapan bahwa jihad adalah kalimah yang agung, namun kita harus tahu jihad yang sebenarnya itu  bagaimana.jihad yang benar yang di ridhoi Allah azza wajalla. jangan sampai karena ketidak tahuan kita tentang agama membuat kita salah melangkah. menyangka telah berbuat paik padahal hina di mata Allah subhanahu wata&#8217;ala.</p>
<p>Ingatlah pesan rosulullah sollahu alaihi wasallam  &#8220;Allah akan menghinakan suatu kaum dan Allah tidak akan mencabut kehinaan kaum tersebut sampai kaum tersebut kembali kepada ajaran islam yang benar&#8221;, kembali kepada al Quran dan hadits. apakah antum beranggapan bahwa demo itu adalah jihad? apa antum tahu hukum dari demo menurut syariat islam?<br />
demo bukan dari islam, jihad islam bukan dengan demo ya akhi..demo itu tasyabuh kepada kebudayaan bangsa barat dan yahudi, bagaimanaa mungkin melawan kemungkaran dengan kemungkaran. demo lebih banyak menimbulkan kerusakandaripada perbaikan,demo itu bentuk perlawanan, bukan sebuah nasehat yang baik. bagaimana ajaran islam tentang ini? apa islam membenarkan demo?tidak y akhi..seandainya rosulullah melihat entum sekalian yang berdemo apa menurut antum beliau akan mendukung? tentunya beliau akan menegur antum sekalian. kita wajib berpegang teguh dengan alquran dan sunnah rosul,tiap ada permasalahkan kita serahkan kepada ahlul hal wal aqdi (para ulama) untuk menyelesaikannya, merekalah yang memutuskan setiap masalah. ketika seorang ulama berfatwa adalah dengan didasari ilmu (dalil dan hadts) kalaupun tidak ada pada dua hukum itu tentunya ijtihad mereka lebih baik dari kita, jangan mudah terprovokasi dan jangan melihat kebenaran berdasar penglihatan mata. teliti dahulu sebelum menyimpulkan suatu pemasalahan apalagi menyangkut hukum2 islam yang kita wajib berpedoman pada quran dan hadits. Allah  azza wajalla Berfirman  dalam al Quran &#8221; dan jangan lah kalian mengikuti kebanyakan manusia di bumi karena jika kamu mengikuti mereka niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. sesungguhnya yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanya membuat kebohongan. Q.S Al An&#8217;am 116. kita wajib memuliakan mereka para ulama yang telah menhabiskan tenaga dan waktu untuk mempelajari alqran dan as sunnah.kita tidak boleh lancang mencerca fatwa2 mereka dengan akal kita yang jarang sekali menimba ilmu dien.<br />
dan apakah antum sekalian tahu siapa itu syi,ah. mereka pejuang hamas adalah kaum syiah rafidhi, kalau antum mengenal mereka dengan agama mereka niscaya antum akan tercengang, syahadat mereka berbeda, rukum islam mereka juga berbeda, al quran mereka juga berbeda, kalau kalian tahu merekalah yang dengan lancang merubah alquran dengan hawa nafsu mereka, mereka mendustakan kekhalifahan sahabat abu bakar, umar bin khotob dan utsman bin affan. disebut apa kaum yang seperti ini?apa menurut antum Allah akan ridho dengan mereka? apakah kalian berpikir benar membela suatu kaum yang kaum itu di laknat Allah azza wajalla.dan lihatlah jihad mereka (hamas), sembunyi di antara ibu ibu dan anak anak yang tidak berdosa. rosulullah sollahu alaihi wasallam sepanjang jihad perangnya tidak ada satupun dari kalangan ibu2 dan anak anak yang menjadi korban. tapi mereka.. dimana pimpinan mereka ketika diserang? jihad adalah dengan niat dalam rangka membela dan meninggikan kalimah Allah dan membela islam. apakah antum pikir mereka berperang dalam rangka membela kalimah Allah. menurut antum apa latar belakang terjadinya perang itu. antum harus tahu latar belakangnya dan niat utama mereka para pejuang hamas. mereka (hamas) memang saudara secara agama. maka kita wajib menghormati mereka. tapi ketika Allah menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tentunya dengan mksud yang baik. agra mereka kembali kepada al haq.<br />
sungguh ahlus sunnah adalah kaum yang paling gigih berjihad, namun kami ingin berjihad dengan jihad yang benar.<br />
cobalah kembali rujuk pada al quran dan as sunnah dengan hati yang ikhlas  semoga Allah azza wajalla memberi petunjuk. bagaimana mungkin mengambil keputusan berdasar surat kabar yang di terbitkan oleh orang 2 yang tidak punya komitmen kepada ilmu dien. apalagi berdasarkan surat kabar orang2 yahudi dan nashoro. na&#8217;udzubillahi mindzalik..<br />
cobalah untuk tidak gegabah mengambil vonis, apalagi terhadap manusia yang sunnguh sungguh menhabiskan hidupnya untuk Allah. siapa kita berani menhina mereka. apa antum sudah hafal al quran seperti meraka. sudah berapa hadits yang antum hafal. sudah berapa kitab nasihat yang antum buat untuk umat ini.beliau ibnu taimiyyah adalh guru dari syeik ibnul qoyyim al jauziyah, juga guru dari syeikh ibnu katsir yang tafsirnya menjadi rujukan kaum muslimin di dunia. dialah syeikhul islam yang Allah utus kepada ummat ini. dan barang siapa yang memusuhi hamba yang Allah cintai maka Allah akan menjadi musuh baginya. bertaubatlah ya akhi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pendahulu Kaum Wahhâbi Menebar Teror Sadis! oleh wasilatulloh</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/10/21/pendahulu-kaum-wahhabi-menebar-teror-sadis/#comment-5676</link>
		<dc:creator>wasilatulloh</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 02:23:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=575#comment-5676</guid>
		<description>ketika ELANG lapar,..dg matanya yang bengis dia mencari mangsa....ketika sedang giatnya mencari..ELANG itu bertemu dg rubah..hampir2 siELANG memakan rubah..tetapi ketika ELANG tahu sirubah membelitkan ekornya dikaki siELANG dengan penuh manja maka siELANG mengurungkan niatnya memangsa si rubah...mereka bersepakat untuk mencari mangsa lainnya..ditengah perjalanan mereka(ELANG dan rubah) bertemu dengan kura2...lalu sirubah dg heroiknya menerkam kura2 itu dan memberikan ke ELANG...sama...dg sikap manjanya kura2 mencium ekor siELANG...dan ELANGpun lunak hati dr memangsa kura2...mereka bertiga berjalan menembus hutan nan lebat...sesampai di lembah....mereka bertiga(ELANG,rubah dan kura2) berjumpa dengan berang2...akhirnya sirubah dan kura2 berlari, melompat,saling mencakar, saling berkelahi dan menghandrik, berebut untuk menghadirkan berang2 pada siELANG...akhirnya siELANG melerai dan mengumpulkan mereka semua (rubah,kura2,dan berang2)...suasana menjadi sunyi...lalu ELANG berkata..&quot;janganlah kalian bermusuhan karna sebenarnya bukan kalian semua yang akan aku mangsa&quot; kata ELANG, lalu rubah bertanya &quot;jadi siapa wahai ELANG?..ELANGmenjawab &quot;YANG AKAN AKU MANGSA ADALAH SINGA&quot; haaaaaahhhh...mereka semua terkejut...mana mungkin kita bisa menangkap singa? bisaaaaa!!!jawab ELANG,,kumpulkan seluruh hewan yang kau kenal dari yg paling besar hingga yang paling kecil....katakan pada mereka semua bahwa sisinga telah merusak habitat kalian maka semua akan memusuhi singa...&quot;tambah ELANG....ketika seluruh hewan bersepakat untuk menemukan sisinga karena himbauan ELANG,,,,,pencarian tak kunjung usai mangsa tak kunjung tiba dan singa tak nampak datang...maka siELANG merasa lapar...hai rubah kesinilah...&quot;panggil si ELANG. &quot;ada apa ?&quot;kata rubah. maukah kau aku jadikan pahlawan dalam prosesi pencarian singa?...dg lugunya rubah menjawab ...MAU!...tanpa basa basi ELANG langsung menelan si rubah...kura2 bertanya pd ELANG..hai ELANG kenapa kau makan si rubah? dia adalah penghianat! jawab ELANG...! eeeee...ini salah site pa gak sih? .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ketika ELANG lapar,..dg matanya yang bengis dia mencari mangsa&#8230;.ketika sedang giatnya mencari..ELANG itu bertemu dg rubah..hampir2 siELANG memakan rubah..tetapi ketika ELANG tahu sirubah membelitkan ekornya dikaki siELANG dengan penuh manja maka siELANG mengurungkan niatnya memangsa si rubah&#8230;mereka bersepakat untuk mencari mangsa lainnya..ditengah perjalanan mereka(ELANG dan rubah) bertemu dengan kura2&#8230;lalu sirubah dg heroiknya menerkam kura2 itu dan memberikan ke ELANG&#8230;sama&#8230;dg sikap manjanya kura2 mencium ekor siELANG&#8230;dan ELANGpun lunak hati dr memangsa kura2&#8230;mereka bertiga berjalan menembus hutan nan lebat&#8230;sesampai di lembah&#8230;.mereka bertiga(ELANG,rubah dan kura2) berjumpa dengan berang2&#8230;akhirnya sirubah dan kura2 berlari, melompat,saling mencakar, saling berkelahi dan menghandrik, berebut untuk menghadirkan berang2 pada siELANG&#8230;akhirnya siELANG melerai dan mengumpulkan mereka semua (rubah,kura2,dan berang2)&#8230;suasana menjadi sunyi&#8230;lalu ELANG berkata..&#8221;janganlah kalian bermusuhan karna sebenarnya bukan kalian semua yang akan aku mangsa&#8221; kata ELANG, lalu rubah bertanya &#8220;jadi siapa wahai ELANG?..ELANGmenjawab &#8220;YANG AKAN AKU MANGSA ADALAH SINGA&#8221; haaaaaahhhh&#8230;mereka semua terkejut&#8230;mana mungkin kita bisa menangkap singa? bisaaaaa!!!jawab ELANG,,kumpulkan seluruh hewan yang kau kenal dari yg paling besar hingga yang paling kecil&#8230;.katakan pada mereka semua bahwa sisinga telah merusak habitat kalian maka semua akan memusuhi singa&#8230;&#8221;tambah ELANG&#8230;.ketika seluruh hewan bersepakat untuk menemukan sisinga karena himbauan ELANG,,,,,pencarian tak kunjung usai mangsa tak kunjung tiba dan singa tak nampak datang&#8230;maka siELANG merasa lapar&#8230;hai rubah kesinilah&#8230;&#8221;panggil si ELANG. &#8220;ada apa ?&#8221;kata rubah. maukah kau aku jadikan pahlawan dalam prosesi pencarian singa?&#8230;dg lugunya rubah menjawab &#8230;MAU!&#8230;tanpa basa basi ELANG langsung menelan si rubah&#8230;kura2 bertanya pd ELANG..hai ELANG kenapa kau makan si rubah? dia adalah penghianat! jawab ELANG&#8230;! eeeee&#8230;ini salah site pa gak sih? .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mufti Wahhâbi-Salafy Mengafirkan Nabi Ya’qub as. Dan Melegalkan Pembangkangan Iblis! oleh awen</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/10/19/mufti-wahhabi-mengafirkan-nabi-ya%e2%80%99qub-as-dan-melagalkan-pembangkangan-iblis/#comment-5675</link>
		<dc:creator>awen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 22:58:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=521#comment-5675</guid>
		<description>(abu Salafy:
Memang saya masih jahil bahara Arab, jahil tafsir dan masih dangkal)..... dia telah mengakuidirinya jahil , setau sy orang gila sja ga pernah mengaku gila,!! bagaimana jadinya kalau ilmu agama diambil dari orang yang jahil b.arab, jahil tafsir dan dangkal ilmu, orang yang berakal sehat tidak akan mengambil ilmu dr orang jahil !!! &quot; ilmu itu adalah agamamu maka lihatlah dari mana kamu mengambil ilmu tersebut&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>(abu Salafy:<br />
Memang saya masih jahil bahara Arab, jahil tafsir dan masih dangkal)&#8230;.. dia telah mengakuidirinya jahil , setau sy orang gila sja ga pernah mengaku gila,!! bagaimana jadinya kalau ilmu agama diambil dari orang yang jahil b.arab, jahil tafsir dan dangkal ilmu, orang yang berakal sehat tidak akan mengambil ilmu dr orang jahil !!! &#8221; ilmu itu adalah agamamu maka lihatlah dari mana kamu mengambil ilmu tersebut&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mufti Wahhâbi-Salafy Mengafirkan Nabi Ya’qub as. Dan Melegalkan Pembangkangan Iblis! oleh awen</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/10/19/mufti-wahhabi-mengafirkan-nabi-ya%e2%80%99qub-as-dan-melagalkan-pembangkangan-iblis/#comment-5674</link>
		<dc:creator>awen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 15:38:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=521#comment-5674</guid>
		<description>bagaimana mungkin orang yg jahil bhs. arab mendebat ulama yang fasih bhs.arab!!!!! hanya orang jahil sj yg melakukan dan membenarkanx, ya allah aku berlindung kepadamu dari kejahilan dan orang2 jahil. abu salafy mengatakn syaikh bin bazz mufti pas2an, ternyata dirinya sendiri pas2an sj gak nyampe (jahil), ibarat seperti seorang gila yg berkata mnunjuk kepada orang yg waras &quot;kamu itu gila&quot; padahal yg gila adalah dirinya, apakah ini bisa diterima, ambillah pelajaran wahai orang2 yang berakal!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana mungkin orang yg jahil bhs. arab mendebat ulama yang fasih bhs.arab!!!!! hanya orang jahil sj yg melakukan dan membenarkanx, ya allah aku berlindung kepadamu dari kejahilan dan orang2 jahil. abu salafy mengatakn syaikh bin bazz mufti pas2an, ternyata dirinya sendiri pas2an sj gak nyampe (jahil), ibarat seperti seorang gila yg berkata mnunjuk kepada orang yg waras &#8220;kamu itu gila&#8221; padahal yg gila adalah dirinya, apakah ini bisa diterima, ambillah pelajaran wahai orang2 yang berakal!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sunnah Versus Bid&#8217;ah oleh awen</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2007/10/28/sunnah-versus-bid%e2%80%99ah/#comment-5673</link>
		<dc:creator>awen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 15:04:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2007/10/28/sunnah-versus-bid%e2%80%99ah/#comment-5673</guid>
		<description>abu sayeb&#039; gak usah diajak debat lagi orang2 yang shummum bukmun &#039;umyun karena mereka itu La yarji&#039;un (kecuali Allah menghendaki hidayah bagi mereka), cukuplah bagi qt apa yg diwariskan rasululllah melalui lisanx para ulama robbani, n dibuat orang2 yang gak paham agama yg cuma sekedar dengar2 sana sini sy ingatkan &quot;tidak berbicara tanpa ilmu&quot; misalx mengatakn wahabi pasti masuk neraka at abu salafy pasti masuk masuk surga, org kaya gini dr ucapanx sudah ketahuan jahilx dlm masalh agama bgtu pula yg mengiyakn podowae, seperti anjing dikgelapan malam, krn mengonggong akhirx kethuan, eh trnyata ada anjing!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>abu sayeb&#8217; gak usah diajak debat lagi orang2 yang shummum bukmun &#8216;umyun karena mereka itu La yarji&#8217;un (kecuali Allah menghendaki hidayah bagi mereka), cukuplah bagi qt apa yg diwariskan rasululllah melalui lisanx para ulama robbani, n dibuat orang2 yang gak paham agama yg cuma sekedar dengar2 sana sini sy ingatkan &#8220;tidak berbicara tanpa ilmu&#8221; misalx mengatakn wahabi pasti masuk neraka at abu salafy pasti masuk masuk surga, org kaya gini dr ucapanx sudah ketahuan jahilx dlm masalh agama bgtu pula yg mengiyakn podowae, seperti anjing dikgelapan malam, krn mengonggong akhirx kethuan, eh trnyata ada anjing!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Potret Ketaqwa&#8217;an Raja Arab Saudi Al Wahhabi Al Salafy oleh Rijal</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/12/16/potret-ketaqwaan-raja-arab-saudi-al-wahhabi-al-salafy/#comment-5672</link>
		<dc:creator>Rijal</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 14:40:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=384#comment-5672</guid>
		<description>Yassalam...Al-Maliku yutangtingu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yassalam&#8230;Al-Maliku yutangtingu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Potret Ketaqwa&#8217;an Raja Arab Saudi Al Wahhabi Al Salafy oleh arowelitenggara</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/12/16/potret-ketaqwaan-raja-arab-saudi-al-wahhabi-al-salafy/#comment-5671</link>
		<dc:creator>arowelitenggara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 12:17:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=384#comment-5671</guid>
		<description>dasar keturunan yazid</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dasar keturunan yazid</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Potret Arab Saudi di Masa Datang : Menghilangkan Jejak Rasulullah? oleh GANDUNG</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/10/13/potret-arab-saudi-di-masa-datang-menghilangkan-jejak-rasulullah/#comment-5670</link>
		<dc:creator>GANDUNG</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 08:20:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=498#comment-5670</guid>
		<description>@! Abdul jabbar,...
anda seratus persen benar,... di blog-blog inilah akhlak mereka tertampil apa adanya. tak bisa ditutupi, memang demikian juga yang saya amati. 
dan bagi yang berakal,... ucapan-ucapan konyol wahaby/salafy itu sangat menggelikan sekaligus menghibur.  Saya rasa, banyak orang yang singgah diblog ini untuk membaca, walaupun tidak menuliskan comment, tapi setidaknya mereka sudah paham bagaimana &quot;tabiat dan gaya&quot; para wahabiyyun salafiyyun tersebut. Saya yakin mereka sedang menipu diri mereka sendiri ketika beberapa di antaranya berkata :&quot; kok comment ku ga di tampilin&quot;,   mereka sedang berusaha memberikan kesan pada pembaca  seolah blog ini dikriminatif, tapi apakah anda tahu mas abdul jabbar,... sebenarnya mereka sedang memberitahu pembaca, bahwa &quot;ITULAH&quot; yang mereka lakukan, deleting comment kalau tak sejalan dengan mereka. 
Sungguh menyedihkan,... sekaligus menghibur fatwa-fatwa aneh syaikh-syaikh mereka. Puji bagi Allah, bahwa saya bisa terlepas dari paham  seperti ini. 
( Sambil nepuk-nepuk jidat kegirangan)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@! Abdul jabbar,&#8230;<br />
anda seratus persen benar,&#8230; di blog-blog inilah akhlak mereka tertampil apa adanya. tak bisa ditutupi, memang demikian juga yang saya amati.<br />
dan bagi yang berakal,&#8230; ucapan-ucapan konyol wahaby/salafy itu sangat menggelikan sekaligus menghibur.  Saya rasa, banyak orang yang singgah diblog ini untuk membaca, walaupun tidak menuliskan comment, tapi setidaknya mereka sudah paham bagaimana &#8220;tabiat dan gaya&#8221; para wahabiyyun salafiyyun tersebut. Saya yakin mereka sedang menipu diri mereka sendiri ketika beberapa di antaranya berkata :&#8221; kok comment ku ga di tampilin&#8221;,   mereka sedang berusaha memberikan kesan pada pembaca  seolah blog ini dikriminatif, tapi apakah anda tahu mas abdul jabbar,&#8230; sebenarnya mereka sedang memberitahu pembaca, bahwa &#8220;ITULAH&#8221; yang mereka lakukan, deleting comment kalau tak sejalan dengan mereka.<br />
Sungguh menyedihkan,&#8230; sekaligus menghibur fatwa-fatwa aneh syaikh-syaikh mereka. Puji bagi Allah, bahwa saya bisa terlepas dari paham  seperti ini.<br />
( Sambil nepuk-nepuk jidat kegirangan)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Bantahan Atas Abu Jauzâ’ Dan Para Wahhabiyyûn-Mujassimûn Musyabbihûn! (5) oleh fuad</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/10/22/bantahan-atas-abu-jauza%e2%80%99-dan-para-wahhabiyyun-mujassimun-musyabbihun-5/#comment-5669</link>
		<dc:creator>fuad</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 07:34:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=561#comment-5669</guid>
		<description>saya baca , lawan2 SP tidak berani masuk ke arena pembahasan pokok, hanya berkoar2 diluar masalah dan ngalor-ngidul. dimohon yg tidk mampu menjawab dg ilmiah harap mundur saja sebagai pembaca yg baik . silahkan...........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya baca , lawan2 SP tidak berani masuk ke arena pembahasan pokok, hanya berkoar2 diluar masalah dan ngalor-ngidul. dimohon yg tidk mampu menjawab dg ilmiah harap mundur saja sebagai pembaca yg baik . silahkan&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Potret Ketaqwa&#8217;an Raja Arab Saudi Al Wahhabi Al Salafy oleh fuad</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/12/16/potret-ketaqwaan-raja-arab-saudi-al-wahhabi-al-salafy/#comment-5668</link>
		<dc:creator>fuad</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:24:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=384#comment-5668</guid>
		<description>aku muak menyaksikan foto2 diatas, aku tunggu komen dari teman2 wahabi lain kok gak muncul , mungkin lebih baik tiarap dulu deh dari pada ketahuan belangnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku muak menyaksikan foto2 diatas, aku tunggu komen dari teman2 wahabi lain kok gak muncul , mungkin lebih baik tiarap dulu deh dari pada ketahuan belangnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Potret Ketaqwa&#8217;an Raja Arab Saudi Al Wahhabi Al Salafy oleh zaakass</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/12/16/potret-ketaqwaan-raja-arab-saudi-al-wahhabi-al-salafy/#comment-5667</link>
		<dc:creator>zaakass</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:16:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=384#comment-5667</guid>
		<description>Pantesan jika palestina di serang oleh biadab amerika maupun sekutu nya, kerajaan saudi arabia tidak ada yang membantu. . . . . .
Mau membantu sungkan dengan amerika, payah. . . . .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pantesan jika palestina di serang oleh biadab amerika maupun sekutu nya, kerajaan saudi arabia tidak ada yang membantu. . . . . .<br />
Mau membantu sungkan dengan amerika, payah. . . . .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ummul Mukimin A’isyah ra. Mendustakan Orang Yang Meyakini Allah SWT Dapat Dilhat Dengan Mata Telanjang oleh m2h</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/09/08/ummul-mukimin-a%e2%80%99isyah-mengafirkan-orang-yang-meyakini-allah-swt-dapat-dilhat-dengan-mata-telanjang/#comment-5666</link>
		<dc:creator>m2h</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 02:23:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=407#comment-5666</guid>
		<description>tuk abu salafy ,
Orang Kafir Tidak Akan Melihat Allah!

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka. (Al-Muthaffifin: 14-15)

Dan salah satu bagian dari hukuman terbesar terhadap orang-orang kafir adalah mereka terhalang untuk melihat Allah dan terhalang dari mendengar perkataan-Nya.

Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i menjelaskan tentang ayat itu, “Ketika mereka itu terhalang dari melihat Rabb mereka karena mereka dalah orang-orang yang dibenci atau dimurkai Allah, maka ini menjadi bukti bahwa wali Allah itu akan melihat Allah karena Allah meridhai mereka.”

Lalu Ar-Rabi’ bertanya, “Wahai Abu Abdillah, apakah benar engkau mengatakan demikian?” Ia menjawab, “Ya, benar! Karena itu pulalah aku menundukkan diri diri di hadapan Allah. Kalau saja Muhammad bin Idris tidak meyakini bahwa ia akan melihat Allah tentu ia tidak mau menghambakan diri kepada-Nya.”
&lt;strong&gt;
Abu Salafy:&lt;/strong&gt;
Terlepas dari segala masalahnya, saya katakab di sini bahwa dalam banyak riwayat tentang &lt;em&gt;Ru&#039;yatullah&lt;/em&gt;dikatakan bahwa di padang mahsyar kaum munafikun juga melihat Allah, tapi naasnya ketika mereka hendak sujud mereka tidak bisa... tapi sudah melihat Alllah lho rame-rame bersama kaum Mukminin...Apa Anda pernah membacanya? &lt;strong&gt;Gimana mas tanggapan&lt;strong&gt; Anda&lt;/strong&gt;?&lt;/strong&gt;
&lt;strong&gt;Oh Ya...&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Saya tidak mengerti apakah ide NONTON BARENG yang sering diadakan di Mall2 itu juga terilhami oleh hadis itu atau tidak?&lt;/strong&gt; </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tuk abu salafy ,<br />
Orang Kafir Tidak Akan Melihat Allah!</p>
<p>Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka. (Al-Muthaffifin: 14-15)</p>
<p>Dan salah satu bagian dari hukuman terbesar terhadap orang-orang kafir adalah mereka terhalang untuk melihat Allah dan terhalang dari mendengar perkataan-Nya.</p>
<p>Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i menjelaskan tentang ayat itu, “Ketika mereka itu terhalang dari melihat Rabb mereka karena mereka dalah orang-orang yang dibenci atau dimurkai Allah, maka ini menjadi bukti bahwa wali Allah itu akan melihat Allah karena Allah meridhai mereka.”</p>
<p>Lalu Ar-Rabi’ bertanya, “Wahai Abu Abdillah, apakah benar engkau mengatakan demikian?” Ia menjawab, “Ya, benar! Karena itu pulalah aku menundukkan diri diri di hadapan Allah. Kalau saja Muhammad bin Idris tidak meyakini bahwa ia akan melihat Allah tentu ia tidak mau menghambakan diri kepada-Nya.”<br />
<strong><br />
Abu Salafy:</strong><br />
Terlepas dari segala masalahnya, saya katakab di sini bahwa dalam banyak riwayat tentang <em>Ru&#8217;yatullah</em>dikatakan bahwa di padang mahsyar kaum munafikun juga melihat Allah, tapi naasnya ketika mereka hendak sujud mereka tidak bisa&#8230; tapi sudah melihat Alllah lho rame-rame bersama kaum Mukminin&#8230;Apa Anda pernah membacanya? <strong>Gimana mas tanggapan</strong><strong> Anda</strong>?<br />
<strong>Oh Ya&#8230;</strong> <strong>Saya tidak mengerti apakah ide NONTON BARENG yang sering diadakan di Mall2 itu juga terilhami oleh hadis itu atau tidak?</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ummul Mukimin A’isyah ra. Mendustakan Orang Yang Meyakini Allah SWT Dapat Dilhat Dengan Mata Telanjang oleh m2h</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2009/09/08/ummul-mukimin-a%e2%80%99isyah-mengafirkan-orang-yang-meyakini-allah-swt-dapat-dilhat-dengan-mata-telanjang/#comment-5665</link>
		<dc:creator>m2h</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 02:20:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=407#comment-5665</guid>
		<description>untuk mas rizal yang sama asalnya ngambil dalil kayak kiyai abu salfy .dengan menulis sbagai berikut ,

Kalau kita memperhatikan ayat2 berikut ini :

لا تُدْرِكُهُ الْأَبْصارُ وَ هُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصارَ وَ هُوَ اللَّطيفُ الْخَبيرُ

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. 6;103)

وَ ما كانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلاَّ وَحْياً أَوْ مِنْ وَراءِ حِجابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولاً فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ ما يَشاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكيمٌ
“Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata- kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin- Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.” (QS.42;51)

maka baik di dunia maupun di akhirat Allah sbg Zat Mutlak tdk akan mungkin bisa dilihat dg mata telanjang. Secara akal Pencipta sangat berbeda dg ciptaan-Nya. Yg mungkin adalah melihat dg mata hati.

terkait Dengan Ayat pertama yaitu  103 Surat Al-An’am?
Laa tudriku hu al-absharu wa huwa yudriku al-abshara wa huwa al-lathiifu al-khabiir.

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu.

Kata Ibnu Taimiyah, “Ayat ini lebih menunjukkan bahwa Allah bisa dilihat daripada menunjukkan tidak bisa dilihat. Allah menyebutkannya dalam konteks memberikan pujian. Sudah maklum bahwa pujian terhadap diri-NYa adalah sifat-sifat yang pasti dan melekat. Jika tidak ada, maka tidak sempurna, sehingga tidak layak dipuji.”

Ibnu Taimiyah menambahkan, “Hanya saja Allah itu dipuji dengan tidak adanya sesuatu bila sesuatu itu mengandung hal yang ada wujudnya, sebagaimana pujian terhadap diriNya dengan menafikan kantuk dan tidur yang mencakup kesempurnaan terus-menerusnya Allah mengurus makhluk-Nya; menafikan kematian yang berarti kesempurnaan hidup, serta menafikan capek dan letih yang mengandung kesempurnaan kekuasaan.”

Ibnu Taimiyah lalu menegaskan, “Oleh karena itu, Allah tidak memuji diri-Nya dengan ketiadaan yang mengandung sesuatu yang melekat. Sebab, sesuatu yang ditiadakan (ma’dum) itu menyertai yang disifati berkenaan dengan ketiadaan itu. Sesuatu Dzat Yang Sempurna tidak bisa disifati dengan hal yang layak bagi-Nya maupun sesuatu yang tiada. Jika saja yang dimaksud oleh firman Allah swt. laa tadrikuhu al-abshaaru adalah bahwa Dia tidak bisa dilihat dalam kondisi apa pun, maka dalam hal ini tidak ada pujian maupun kesempurnaan, karena yang tiada juga demikian. Sesuatu yang tiada jelas tidak bisa dilihat dan tidak bisa ditangkap dengan penglihatan, sedangkan Rabb jelas Mahatinggi untuk dipuji dengan sesuatu yang juga terdapat pada sesuatu yang jelas tidak ada. Dengan demikian, makna dari ayat di atas adalah bahwa Ia tetap bisa dilihat namun tidak bisa ditangkap sepenuhnya dan tidak bisa dimengerti hakikatnya.”

Maka, kata Ibnu Taimiyah, “Firman Allah laa tudrikuhu al-abshaaru menunjukkan puncak dari keagungan Allah. dan bahwa Dia lebih Besar dari segala sesuatu. Dan juga, karena keagunganNya, Dia tidak bisa ditangkap atau dimengerti oleh pandangan. Kata idraak adalah lebih dalam daripada ru’yah (melihat).”

Liqa’ullah Adalah Az-Ziyadah

Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada “pahala yang baik” (surga) dan “tambahannya”. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (Yunus: 25-26)

Menurut Ibnu Qayyim, yang dimaksud dengan kata al-husna di ayat itu adalah al-jannah (surga), sedangkan yang dimaksud dengan az-ziyadah (tambahan) adalah memandang wajah Allah Yang Mulia. Ini adalah tafsir Rasulullah saw. atas ayat itu dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya.

Rasulullah membaca ayat lilladzina ahsanu al-husna wa ziyadah, lalu bersabda, “Jika ahli surga sudah masuk ke dalam surga, demikian juga ahli neraka sudah masuk ke dalam neraka, maka ada seorang malaikat yang menyeru: Wahai ahli surga, sesungguhnya kalian telah dijanjikan di sisi Allah, maka sekarang Allah hendak menunaikan janji itu kepada kalian. Mereka berkata: apakah janji itu? Bukankah Dia telah membuat berat timbangan kebaikan kami dan telah membuat putih (cerah) wajah kami, serta telah memasukkan kami ke dalam surga dan mengeluarkan kami dari neraka? Akhirnya, tabir pun dibuka lalu mereka bisa melihat kepada-Nya. Sungguh tidak ada sesuatu yang telah Dia berikan kepada ahli surga yang lebih mereka cintai daripada melihat kepada-Nya. Itulah yang dimaksud dengan ziyadah.”

Ali bin Abi Thalib dan Anas bin Malik berkata, “Yang dimaksud adalah melihat Wajah Allah swt.” saat menafsirkan ayat lahum maa yasyaa-una fiihaa wa ladainaa maziid, mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi kami ada tambahannya. (Qaf: 35).

Melihat Dengan Mata Kepala

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Mereka melihat kepada RabbNya. (Al-Qiyamah: 22-23)

Ayat ini menegaskan dengan gamblang bahwa Allah akan dilihat dengan mata kepala secara langsung pada hari kiamat nanti. Tentang hal ini banyak hadits berderajat mutawatir.

Hadits Abu Hurairah dan Abu Sa’id dalam Shahihain menceritakan bahwa para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita pada hari kiamat?” Rasulullah saw. menjawab, “Apakah kalian mendapatkan kesulitan melihat bulan pada saat purnama?” Mereka menjawab, “Tidak, ya Rasulullah.” Beliau bertanya lagi, “Apakah kalian mendapatkan kesulitan melihat matahari pada saat tidak ada awan?” Mereka menjawab, “Tidak.” Beliau kemudian bersabda, “Seperti itu juga kalian melihat Rabb kalian.”

Anas bin Malik berkata, “Manusia akan melihat Allah pada hari kiamat nanti dengan mata kepala mereka.”

Orang Kafir Tidak Akan Melihat Allah

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka. (Al-Muthaffifin: 14-15)

Dan salah satu bagian dari hukuman terbesar terhadap orang-orang kafir adalah mereka terhalang untuk melihat Allah dan terhalang dari mendengar perkataan-Nya.

Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i menjelaskan tentang ayat itu, “Ketika mereka itu terhalang dari melihat Rabb mereka karena mereka dalah orang-orang yang dibenci atau dimurkai Allah, maka ini menjadi bukti bahwa wali Allah itu akan melihat Allah karena Allah meridhai mereka.”

Lalu Ar-Rabi’ bertanya, “Wahai Abu Abdillah, apakah benar engkau mengatakan demikian?” Ia menjawab, “Ya, benar! Karena itu pulalah aku menundukkan diri diri di hadapan Allah. Kalau saja Muhammad bin Idris tidak meyakini bahwa ia akan melihat Allah tentu ia tidak mau menghambakan diri kepada-Nya.”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk mas rizal yang sama asalnya ngambil dalil kayak kiyai abu salfy .dengan menulis sbagai berikut ,</p>
<p>Kalau kita memperhatikan ayat2 berikut ini :</p>
<p>لا تُدْرِكُهُ الْأَبْصارُ وَ هُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصارَ وَ هُوَ اللَّطيفُ الْخَبيرُ</p>
<p>Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. 6;103)</p>
<p>وَ ما كانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلاَّ وَحْياً أَوْ مِنْ وَراءِ حِجابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولاً فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ ما يَشاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكيمٌ<br />
“Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata- kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin- Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.” (QS.42;51)</p>
<p>maka baik di dunia maupun di akhirat Allah sbg Zat Mutlak tdk akan mungkin bisa dilihat dg mata telanjang. Secara akal Pencipta sangat berbeda dg ciptaan-Nya. Yg mungkin adalah melihat dg mata hati.</p>
<p>terkait Dengan Ayat pertama yaitu  103 Surat Al-An’am?<br />
Laa tudriku hu al-absharu wa huwa yudriku al-abshara wa huwa al-lathiifu al-khabiir.</p>
<p>Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu.</p>
<p>Kata Ibnu Taimiyah, “Ayat ini lebih menunjukkan bahwa Allah bisa dilihat daripada menunjukkan tidak bisa dilihat. Allah menyebutkannya dalam konteks memberikan pujian. Sudah maklum bahwa pujian terhadap diri-NYa adalah sifat-sifat yang pasti dan melekat. Jika tidak ada, maka tidak sempurna, sehingga tidak layak dipuji.”</p>
<p>Ibnu Taimiyah menambahkan, “Hanya saja Allah itu dipuji dengan tidak adanya sesuatu bila sesuatu itu mengandung hal yang ada wujudnya, sebagaimana pujian terhadap diriNya dengan menafikan kantuk dan tidur yang mencakup kesempurnaan terus-menerusnya Allah mengurus makhluk-Nya; menafikan kematian yang berarti kesempurnaan hidup, serta menafikan capek dan letih yang mengandung kesempurnaan kekuasaan.”</p>
<p>Ibnu Taimiyah lalu menegaskan, “Oleh karena itu, Allah tidak memuji diri-Nya dengan ketiadaan yang mengandung sesuatu yang melekat. Sebab, sesuatu yang ditiadakan (ma’dum) itu menyertai yang disifati berkenaan dengan ketiadaan itu. Sesuatu Dzat Yang Sempurna tidak bisa disifati dengan hal yang layak bagi-Nya maupun sesuatu yang tiada. Jika saja yang dimaksud oleh firman Allah swt. laa tadrikuhu al-abshaaru adalah bahwa Dia tidak bisa dilihat dalam kondisi apa pun, maka dalam hal ini tidak ada pujian maupun kesempurnaan, karena yang tiada juga demikian. Sesuatu yang tiada jelas tidak bisa dilihat dan tidak bisa ditangkap dengan penglihatan, sedangkan Rabb jelas Mahatinggi untuk dipuji dengan sesuatu yang juga terdapat pada sesuatu yang jelas tidak ada. Dengan demikian, makna dari ayat di atas adalah bahwa Ia tetap bisa dilihat namun tidak bisa ditangkap sepenuhnya dan tidak bisa dimengerti hakikatnya.”</p>
<p>Maka, kata Ibnu Taimiyah, “Firman Allah laa tudrikuhu al-abshaaru menunjukkan puncak dari keagungan Allah. dan bahwa Dia lebih Besar dari segala sesuatu. Dan juga, karena keagunganNya, Dia tidak bisa ditangkap atau dimengerti oleh pandangan. Kata idraak adalah lebih dalam daripada ru’yah (melihat).”</p>
<p>Liqa’ullah Adalah Az-Ziyadah</p>
<p>Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada “pahala yang baik” (surga) dan “tambahannya”. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (Yunus: 25-26)</p>
<p>Menurut Ibnu Qayyim, yang dimaksud dengan kata al-husna di ayat itu adalah al-jannah (surga), sedangkan yang dimaksud dengan az-ziyadah (tambahan) adalah memandang wajah Allah Yang Mulia. Ini adalah tafsir Rasulullah saw. atas ayat itu dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya.</p>
<p>Rasulullah membaca ayat lilladzina ahsanu al-husna wa ziyadah, lalu bersabda, “Jika ahli surga sudah masuk ke dalam surga, demikian juga ahli neraka sudah masuk ke dalam neraka, maka ada seorang malaikat yang menyeru: Wahai ahli surga, sesungguhnya kalian telah dijanjikan di sisi Allah, maka sekarang Allah hendak menunaikan janji itu kepada kalian. Mereka berkata: apakah janji itu? Bukankah Dia telah membuat berat timbangan kebaikan kami dan telah membuat putih (cerah) wajah kami, serta telah memasukkan kami ke dalam surga dan mengeluarkan kami dari neraka? Akhirnya, tabir pun dibuka lalu mereka bisa melihat kepada-Nya. Sungguh tidak ada sesuatu yang telah Dia berikan kepada ahli surga yang lebih mereka cintai daripada melihat kepada-Nya. Itulah yang dimaksud dengan ziyadah.”</p>
<p>Ali bin Abi Thalib dan Anas bin Malik berkata, “Yang dimaksud adalah melihat Wajah Allah swt.” saat menafsirkan ayat lahum maa yasyaa-una fiihaa wa ladainaa maziid, mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi kami ada tambahannya. (Qaf: 35).</p>
<p>Melihat Dengan Mata Kepala</p>
<p>Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Mereka melihat kepada RabbNya. (Al-Qiyamah: 22-23)</p>
<p>Ayat ini menegaskan dengan gamblang bahwa Allah akan dilihat dengan mata kepala secara langsung pada hari kiamat nanti. Tentang hal ini banyak hadits berderajat mutawatir.</p>
<p>Hadits Abu Hurairah dan Abu Sa’id dalam Shahihain menceritakan bahwa para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kita akan melihat Rabb kita pada hari kiamat?” Rasulullah saw. menjawab, “Apakah kalian mendapatkan kesulitan melihat bulan pada saat purnama?” Mereka menjawab, “Tidak, ya Rasulullah.” Beliau bertanya lagi, “Apakah kalian mendapatkan kesulitan melihat matahari pada saat tidak ada awan?” Mereka menjawab, “Tidak.” Beliau kemudian bersabda, “Seperti itu juga kalian melihat Rabb kalian.”</p>
<p>Anas bin Malik berkata, “Manusia akan melihat Allah pada hari kiamat nanti dengan mata kepala mereka.”</p>
<p>Orang Kafir Tidak Akan Melihat Allah</p>
<p>Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka. (Al-Muthaffifin: 14-15)</p>
<p>Dan salah satu bagian dari hukuman terbesar terhadap orang-orang kafir adalah mereka terhalang untuk melihat Allah dan terhalang dari mendengar perkataan-Nya.</p>
<p>Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i menjelaskan tentang ayat itu, “Ketika mereka itu terhalang dari melihat Rabb mereka karena mereka dalah orang-orang yang dibenci atau dimurkai Allah, maka ini menjadi bukti bahwa wali Allah itu akan melihat Allah karena Allah meridhai mereka.”</p>
<p>Lalu Ar-Rabi’ bertanya, “Wahai Abu Abdillah, apakah benar engkau mengatakan demikian?” Ia menjawab, “Ya, benar! Karena itu pulalah aku menundukkan diri diri di hadapan Allah. Kalau saja Muhammad bin Idris tidak meyakini bahwa ia akan melihat Allah tentu ia tidak mau menghambakan diri kepada-Nya.”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
