Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (9)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Kesebelas-Keempat belas Ustadz Firanda

Pendahuluan

Setiap kali Ahlul Batil berbicara mencecer dalil yang mereka anggap mendukung kesesatan akidah Tajsîm dan Tasybîh mereka maka kesesatan dan kajahilan mereka kian terlihat nyata dan kejahilan serta kedunguan mereka menjadi bahan tertawaan kaum uqalâ’/yang berkala sehat! Itulah yang kita saksikan dari para sarjana Salafi Wahhâbi, utamanya Firanda, Ustadz kebanggaan kaum awam Salafi Indonesia. Semakin mereka mencecer apa yang mereka banggakan sebagai dalil kesesatan akidah mereka, maka kejahilan dan kedunguan mereka semakin tanpak nyata!

Pada dalil-dalil lanjutannya, Ustadz Firanda makin mengukuhkan bukti keawaman pemahaman agamanya lebih dari yang telah ia pamerkan melalui syubhat-syubhat sebelumnya.

Untuk menyingkat waktu, saya ajak sobat abusalafy yang cerdas lagi kritis untuk menyimak pendalilan-pendalilan Ustadz Firanda di bawah ini.

Ustadz Firanda berkata:

“Kesebelas: Nabi saw. mengisyaratkan ke atas saat meminta kesaksian kepada Allah SWT. … (kemudian ia menyebutkan penggalan sebuah hadis riwayat Muslim).” (Lihat: Ketinggian Allah Di Atas makhluk-Nya:23) Continue reading

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (8)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Kesembilan dan Kesepuluh Ustadz Firanda: Hadis Jâriyah Dan Masalah Istiwâ’ Allah SWT,

Setelah kurang lebih sebulan tidak ada artikel baru karena kesibukan mudik dan lebaran, saya ajak kembali sobat cerdas abusalafy untuk melanjutkan tanggapan saya atas bantahan Ustadz Firanda terhadap saya dalam bukunya KETINGGIAN ALLAH SWT DI ATAS MAKHLUK-NYA.

Seperti bantahannya yang telah saya sanggah dan bantah kembali dan saya buktikan kenaifan dan kelemahan pendalilannya… dalil dema dalil atau lebih tepatnya syubhat demi syubhat satu persatu, pendalilannya berikut ini juga tidak kalah lemah dan naifnya. Sebagaimana telah berulang kali saya singgung bahwa Ustadz Firanda terlihat menghindar dari membantah inti tulisan saya Ternyata Tuhan Tidak Di Langit, seri 1-8, dan hanya mencecer pembicaraan yang sebagian besar darinya tidak sedikit pun mengkritisi argumentasi dan hujjah-hujjah ulama Islam yang saya paparkan, khususnya tentang Hadis Jâriyah yang menjadi poin inti dalam artikel-artikel saya tersebut… karenanya Ustadz Firanda masih saja mengangkat Hadis Jâriyah sebagai dalil andalannya. Kenyataan ini membuat kita berkesimpulan, jangan-jangan Ustadz Firanda tidak pernah membaca kritikan yang saya jelaskan atas hadis tersebut! Atau jangan-jangan ia sengaja melompatinya… mendiamkannya dengan tanpa kritik sebab ia sedang BANGKRUT tidak memiliki sesuatu untuk membantahnya… sehingga ia hanya menantikan keluguan dan keawaman kaum awam Salafi untuk mengacungkan jempol penghormatan atas kehebatannya dalam berdalil… atau jangan-jangan –seperti analisa sebagian pengamat- bahwa sebenarnya dengan membantah abusalafy, Ustadz Firanda hanya mencari sensasi dan ketenaran semata. Biar dianggap hebat karena telah membantah abusalafy walaupun bantahannya memalukan! Continue reading

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku: Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya (7)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Kedelapan Ustadz Firanda

Setelah istirahat beberapa hari, saya ajak sobat abusalafy yang cerdas untuk melanjutkan kembali menyoroti pendalilan Ustadz Firanda atas akidah tajsîm tasybîh menyimpangnya bahwa Allah berada di atas langit. Seperti tujuh pendalilan sebelumnya, pendalilan berikut ini juga tidak kalah mengggelikannya. Ia mencerminkan keawaman dan pikiran penuh virus kaum Mujassimah Musyabbihah yang ditularkan kepada para mahasiswa oleh para Masyâikh Wahhâbi di Arab Saudi sana. Kendati ia menulis bukunya untuk membantah apa yang ia sebut sebagai: Akidah Abu Salafy, namun sayang, ia tidak menanggapi berbagai dalil yang saya ajukan, tetapi malah mengulang apa yang telah saya bantah! Ia hanya menanggapi edisi ke: 8 tulisan saya, sementara tujuh edisi sebelumnya dan beberapa artikel lainnya ia lompati. Tapi tak mengapalah. Yang penting kita akan melihat sejauh mana pendalilan Firanda, Ustadz kebanggaan para awam Salafi Wahhabi di tanah air itu dapat dipertahankan. Continue reading

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (6)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Keenam Ustadz Firanda

Dai antara hal lucu yang dibanggakan Ustadz Firanda dalam usaha ngototnya untuk menanamkan kepada para pengagumnya (yang tentunya rata-rata awam) bahwa Allah SWT di atas langit sana, adalah apa yang ia sebutkan sebagai dalil keenam sebagai di bawah ini.

Ustad Firanda berkata: Keenam: Penjelasan bahwa Al-Qur’an ‘diturunkan’ dari Allah SWT. Ini jelas menunjukkan bahwa Allah SWT berada di atas, sehingga Ia menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan dari-Nya. Tidaklah diucapkan kata ‘diturunkan’ kecuali berasal dari yang di atas.” Continue reading

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (5)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Keempat Ustadz Firanda

Untuk mendukung akidah menyimpangnya bahwa Allah SWT berada di posisi atas, Ustadz Firanda juga berdalil dengan beberapa ayat yang menyebutkan bahwa sebagian makhluk diangkat menuju Allah SWT

Ia berkata:

Keempat: Penjelasan tentang diangkatnya sebagian makhluk menuju Allah SWT.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an:

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

Bahkan Allah mengangkat-nya kepada- Nya. (QS. An Nisaa’:158)

‏ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَ رافِعُكَ إِلَيَّ

Sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan mengangkatmu kepada-Ku. (QS. Ali Imran:55)

Abu Salafy Berkata:

Tidak ada penjelasan apapun yang ia bumbuhkan di sini. Ia sama sekali tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan kata: mengangkat kepada-Nya atau kepada-Ku dalam dua ayat di atas. Continue reading

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (3)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Dua ayat yang dibanggakan Ustadz Firanda sebagai dalil bahwa Allah berada di atas … dan bahwa posisi Allah di atas langit ia dukung dengan sebuah hadis yang juga sangat ia banggakan. Tetapi naasnya hadis itu adalah lemah bahkan tambahan redaksi yang dengannya ia membangun akidah menyimpangnya adalah batil, ziyâdah munkarah! Yang demikian tidak mengherankan karena memang demikian kualitas hadis-hadis kebanggan kaum Mujasimah yang akidah sesat mereka telah merasuki pikiran Ustadz Firanda sehingga ia tidak melihat Islam kecuali yang disajikan kaum Mujassimah dan para masyâikh Wahhâbi agen-agen kaum Mujassimah!

Sungguh mengenaskan nasib akidah Ustadz Firanda! Continue reading

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (1)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Pendahuluan

Pada awalnya saya hanya bermaksud menyoroti sebagian dari buku Ustadz Firanda yang berjudul Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya. Beberapa artikel telah saya tulis sebelumnya dan hanya saya fokuskan kepada membongkar kepalsuan klaim adanya IJMA’ umat Islam dan para ulama akan akidah bahwa Allah  berada di  atas langit. Alhamdulillah, artikel-artikel itu telah mendapat sambutan yang menggembirakan dari banyak kalangan karena dirasa telah mampu mengungkap kebenaran dalam masalah ini. Karenanya saya bermaksud untuk melanjutkan membongkar sisi-sisi lain dari penyimpangan akidah Salafi Wahhâbi yang mereka warisi dari kaum Mujassimah Musyabbihah yang pada gilirannya mereka juga mewarisinya dari ajaran Yahudi yang sengaja disisipkan oleh para pendeta Yahudi yang berpura-pura memeluk Islam, seperti Ka’ab al Ahbâr, Wahb bin Munabbih dkk!

Kali ini, artikel-artikel saya akan lebih menyoroti kepada bagian pertama buku itu tentang apa yang disebut oleh Ustadz Firanda sebagai dalil-dalil yang menunjukkan Allah berada di atas! Walaupun bagi saya semua itu tidak layak disebut sebagai dalil… ia hanya syubhat… hanya kesalahpahaman dan lebih merip dengan memahami teks suci; Al Qur’an dan Hadis secara awam dan menyimpang! Continue reading

Mazhab Salaf Shaleh Tentang Islamnya Mu’awiyah (Bagian: 7)

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

Imam Hasan bin Ali ra. Menegaskan Kemunafikan Mu’awiyah bin Abu Sufyân!

Selain Imam Ali, Sayyidina Ammar, Sayyidina Abdullah bin Umar yang menegaskan kemunafikan Mu’awiyah dan bahwa ia adalah sia-sia Ahzâb (kelompok yang memerangi Nabi saw) dan sesungguhnya keimanan tidak pernah menyentuh jiwanya… islamnya hanya pura-pura demi merahasiakan rencana jahatnya memerangi Islam dari dalam… selain itu semua yang telah Anda baca dalam beberapa artikel yang telah lewat saya tulis beberapa waktu lalu… kini Anda saya ajak melanjutkan penelusuran kita untuk mengenali mazhab Salaf Shaleh, generasi panutan umat dari kalangan sahabat dan tabi’în, khususnya mereka yang sangat kenal siapa sejatinya Mu’awiyah dan bani Umayyah yang telah Allah sebut dalam Al Qur’an sebagai POHON TERKUTU !

Kali ini saya ajak Anda menyimak pernyataan Imam Hasan putra Ali ra.; cucu tercinta Nabi saw. dan buah hati Zahra as.! Imam Hasan as adalah pribadi agung ketiga dalam mata rantai Ahlulbait Nabi saw. (setelah Nabi Muhammad saw., Imam Ali ra).

Data-data akurat dan riwayat-riwayat terpercaya telah menegaskan pernyataan Imam Hasan as. bahwa Mu’awiyah adalah  SEORANG MUNAFIK!!  Continue reading

Akidah Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Adalah Mereka Warisi Dari Akidah Sesat Yahudi (2)

Akidah Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Adalah Mereka Warisi Dari Akidah Sesat Yahudi (2)

Setelah Anda saksikan bagaimana kaum Mujuassimah Musyabbihah (Wahhâbi Salafi) membangun akidah sesatnya tentang ketinggian fisikan Allah SWT di atas ocehan kaum Yahudi, seperti Ka’ab al Akhbâr dkk. yang berpura-pura memeluk Islm untuk mwrcuni pikiran kaum Muslimin… kini saya ajak Anda mengikuti saya melanjutkan penelusuran terhadap akar akidah Yahudi dalam akidah Salafi Wahhâbi… Kali ini kita akan memergoki dua orang Yahudi pembual dan pembohong besar, kadzdzâb menjadi rujukan utama akidah sesat tersebut. Di adalah Wahb bin Munabbih dan Nauf al Bikâli.

Continue reading

Karena Kejahatan, Kekejaman Dan Dosa-dosa Besarnya, Sebelum Matinya, Mu’awiyah Mengalami Gangguan Jiwa!

Persembahan Untuk Para Pemuja Gembong Kaum Munafik!

Sulit rasanya menemukan tandingan di antara para tiran dan penguasa kejam untuk kejahatan, dosa-dosa besar, kabâir dan kekejaman-kekejaman yang telah dilakukan Mu’awiyah bi Abi Sufyan selama ia berkuasa, baik selama dua puluh tahun menjadi Gubernur maupun setelah ia merampas kekuasaan dari kaum Muslimin dan menjadi RAJA TIRAN! Dan akibat dari bertumpuknya dosa dan kejahatan kemanusiaan yang telah mencabut dari dalam jiwanya sisa-sisa nilai kemanusian maka ia benar-benar telah berpengaruh pada jiwanya. Sebab setiap dosa, khususnya yang mengangkut hak manusia banyak, dan terkhusus lagi yang terkait dengan para Wali Allah dan hamba-hamba kekasih-Nya pasti berpengaruh dalam kestabilan kewarasan jiwa pelakunya!

Para sejarawan Islam melaporkan bahwa menjelang kematianya Mu’awiyah mengalami gangguan jiwa. Ia seakan melihat sesuatu yang menakutkannya. Ia menjerit-jerit ketakutan! Ia mengomel-ngomel dengan kata-kata yang tidak dipahami! Meminta-minta minum, setel;ah diberinya minum berkali-kali namun ia pun tak terpuaskan dahaganya! Sampai-sampai ia tak sadarkan diri, terkadang sehari dan terkadang dua hari baru siuman! Dan setelah siuman ia pun  menjerit-jerit: “Apa urusanku denganmu hai Hujur bin ‘Adiy!!    “Apa urusanku denganmu hai ‘Amr bin Hamq!! “Apa urusanku denganmu hai putra Abu Thalib!!

Imam ath Thabari melaporkan dalam Târîkh-nya,4/241 bahwa Mu’awiyah dalam sakitnya mengalami naffâtsât!

Semua itu adalah akibat dosa dan kejatahannya dalam membangkang dan memberontak kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib dan kemudian merampas kekhalifahan dan memaksakan kekuasaanya atas umat Islam dengan tangan besi! Dan juga akibat dari dosa-dosanya dengan membunuh para sahabat dan para Wali Allah seperti Hujur bin Adiy dan kawan-kawan! Mu’awiyah seakan atau boleh jadi menyaksikan ruh-ruh suci dan baying-bayang mereka mengejar-ngejarnya! Continue reading

Akidah Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Adalah Mereka Warisi Dari Akidah Sesat Yahudi! (1)

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Mujassimûn

Dalam mengusung dan mempropagandakan akidah sesat tentang Ketinggian Fisikal Allah di atas langit para penganut Sekte Sempalan Salafi Wahhâbi tidak terkecuali “Sarjana Awam” kebanggaan para pemuda Salafi lokalan; Ustadz Firanda selalu membanggakan sajian para Mujassimah Musyabbihah seperti adz Dzahabi, Ibnu Qayyim al Jauziyah dan guru besar mereka Ibnu Taimiyah… dan apabila Anda kaji dan teliti ternyata argumentasi yang mereka banggakan adalah pemahaman kekanak-kanakan terhadap ayat-ayat Al Qur’an atau hadis-hadis lemah dan bahkan palsu atau hadis-hadis yang tidak ada sangkut pautnya dengan klaim mereka.

Dan yang paling istimewa dari argumentasi mereka adalah bahwa mereka sangat membanggakan dan mengandalkan ucapan dan penukilan para pendeta Yahudi dari kitab mereka; Taurat yang tentunya telah terkontaminasi dan mengalami tahrîf baik dari sisi teks maupun maknanya. Continue reading

Tanggapan Atas Ustadz Firanda dalam buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (5)

Membongkar Kepalsuan Akidah Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Selain keterangan para ulama besar Ahlusunnah dalam artikel sebelumnya, coba Anda perhatikan keterangan-keterangan para ulama di bawah ini, sebagai bukti lanjutan kepalsuan klaim lugu (baca: dungu) Ustadz Firanda bahwa akidah konyol ala Salafi Wahhâbi adalah akidah Islam yang telah disepakati ulama Ahlusunnah wal Jamâ’ah.

Keterangan Imam Abu Abdillah al Abi al Maliki

Dalam syarahnya atas kitab Shahih Muslim ketika beliau menerangkan hadis Nuzûl, beliau berkata: Continue reading

Persembahan Untuk Ustadz Firanda: Ibnu Taimiyah Syaikhul Islam Atau Syaikhun Nifaq? (7)

Kata Ibnu Taimiyah: Perjuangan Ali Tidak Ada Nilai Dan Perannya!

Tak henti-hentinya, Ibnu Taimiyah memuntahkan nanah kedengkiannya kepada Sayyidina Ali, kesatria Islam yang sangat berjasa membela Nabi saw. di dalam seluruh perjalanan dakwah beliau saw., utamanya di medan perang, di saat kaum kafir, khususnya kafir Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan, bapak Mu’awiyah.

Jasa Ali bin Abi Thalib ra dalam membela Nabi saw. bukan perkara yang perlu diperselisihkan. Tidak seorang pun meragukannya apalagi mengingkar besarnya jasa perjuangan da pembelaan Ali.

Tetapi anehnya, Ibnu Taimiyah dengan kata-kata kejinya berani memuntahkan nanah kemunafikannya dengan mengatakan bahwa pedang Ali dalam membela Nabi saw. itu tidak ada pengaruhnya… . bukan sesuatu yang hebat… banyak pedang lainnya yang ketika berjasa…. Demikianlah Ibnu Taimiyah mencekoki para mukallid butanya dengan doktrin menyesatkan yang semuanya bertujuan mengecilkan bahkan menafikan jasa besar Ali bin Abi Thalib ra. Continue reading

Bani Umayyah Dalam Al Qur’an Dan Sunnah! (Bagian: 2)

Persembahan Untuk Ustadz Firanda dan Para Pemuja Pohon Terkutuk Dalam Al Qur’an! 

Selain ayat di atas yang telah saya paparkan tafsir dan maksudnya dalam artikel sebelumnya, tidak sedikit Allah mengecam Bani Umayyah dalam ayat-ayat Al Qur’an suci-Nya.

Di antara ayat-ayat suci itu adalah firman Allah SWT.:

أَ لَمْ تَرَ إِلَى الَّذينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْراً وَ أَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دارَ الْبَوارِ * جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَها وَ بِئْسَ الْقَرارُ * وَ جَعَلُوا لِلَّهِ أَنْداداً لِيُضِلُّوا عَنْ سَبيلِهِ قُلْ تَمَتَّعُوا فَإِنَّ مَصيرَكُمْ إِلَى النَّارِ

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan, * yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. *Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah:Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka.” (QS. Ibrahim;28-30) Continue reading

Bani Umayyah Dalam Al Qur’an Dan Sunnah 1

Persembahan Untuk Ustadz Firanda dan Para Pemuja Pohon Terkutuk Dalam Al Qur’an!

Pendahuluan

Keabadian di akhirat ada dua macam, Abadi di dalam surga dan abadi di dalam neraka..

أُولئِكَ أَصْحابُ الْجَنَّةِ هُمْ فيها خالِدُونَ

“ … mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah;82)

فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْن

“… mereka adalah penghuni neraka (dan) mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah;81)

Demikian puladengan kebadian di dunia. Ia ada dua macam…

Kebadian dengan sebutan harum, keutamaan dan kemuliaan serta amal-amal shaleh… penyandang kemulian sifat akan abadi dalam sebutan harum … abadi dalam hati dengan kerinduan dan kecitaan… dalam lembaran kitab dan di pertemuan-pertemuan umum dengan pujian

Sementara penyandang sifat-sifat buruk dan pelaku kejahatan juga akan abadi… namun dengan sebutan buruk, kehinaan, kecaman dan kutukan … hati-hati manusia mmebencinya… lisan-lisan mereka mengecam dan mengutuknya… kitab-kitab membeber kejahatan dan kehinaannya. Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 205 pengikut lainnya.