Kebijakan Politik Muawiyah Dan Pengaruhnya Dalam Hadis dan Akidah (Bagian 1)

Kebijakan Politik Muawiyah Dan Pengaruhnya Dalam Hadis dan Akidah (Bagian 1)

Sumber: http://almaliky.org/download.php?action=view&id=45

.

(Tulisan dibawah adalah intisari dari bahasan Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky yang agak panjang tentang politik pemerintahan Muawiyah dan pengaruhnya terhadap Hadis dan Akidah yang berjudul مراسيم معاوية الأربعة وآثارها في الحديث والعقائد , tulisan lengkapnya (34 halaman) bisa anda  download disini http://almaliky.org/download.php?action=view&id=45 atau download dan baca disini:

Marasim Muawiyah

https://abusalafy.files.wordpress.com/2014/07/marasim-muawiyah.pdf . )

Oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

.

Empat Perintah Kenegaraan Mu’awiyah

Al Madaini (beliau adalah ulama ahli sejarah terpercaya di mata Ahli Hadis) [1]

hasan_Farhan

meriwayatkan sebuah riwayat sejarah penting yang menjelaskan politik Mu’awiyah yang telah menghasilkan banyak hadis saling kontradiksi atau saling berlawanan dengan hadis-hadis shahih

Dan masalah ini akan saya bahas secara khusus dengan menghadirkan bukti-bukti dan dalil-dalil tentangnya serta kaitannya dengan kondisi hadis... Tetapi disini saya cukupkan dengan menyebutnya sambil lewat dengan menyebut poin-poin pemikiran.. Ini sajian khusus untuk para penuntut ilmu (mahasiswa), di waktu lain akan saya khususkan kajian ini dalam sebuah makalah tersendiri yang akan membantu dan membuktikan kebenarannya.

Riwayat al Madaini tersebut telah disebutkann oleh Ibnu Abil Hadid dalam Syarh Nahjul Balaghah,11/44. Ia berkata: “Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Abu Saif al Madaini meriwayatkan dalam kitabnya al Ahdats, ia berkata: “Mu’awiyah menulis sepucuk surat yang ia kirimn kepada seluruh aparatnya di berbagai wilayah/daerah setelah Tahun Jamaah.

Teks Surat Perintah Muawiyah Pertama:

“Hilanglah kekebalan bagi seseorang yang meriwayatkan hadis apapun tentang keutamaan Abu Thurab (Ali bin Abi Thalib) dan Ahlul baitnya.”

Saya (Hasan Farhan al Maliki) berkata: Nash sejarah ini kandungannya terdapat dalam dua kitab Shahih dan selainnya, bahkan telah mencapai tingkat mutawatir bahwa Muawiyah dan para pejabat pemerintahannya telah memerintah pelaknatan atas Imam Ali.  Continue reading

Kemunafikan Salafy Dalam Semangat Membela Sahabat Nabi saw

Kemunafikan Salafy Dalam Semangat Membela Sahabat Nabi saw

.

SUMBER: http://almaliky.org/download.php?action=view&id=22

Tulisan dibawah ini adalah intisari dari pembahasan Syekh Hasan bin Farhan al Maliky yang mengungkap sikap salafy wahabi yang berstandard ganda dalam membela sahabat Nabi saw… Sahabat-sahabat utama seperti ahli badar, sahabat Assabiquna Awwalun (yang pertama-tama memeluk Islam) dll banyak yang mereka tuduh macam-macam bahkan munafik, sementara sahabat bermasalah yang masuk  Islam secara terpaksa di akhir kenabian dan bersikap munafik  malah dibelah mati-matian… pembahasan lengkapnya bisa anda download disini atau baca dan download disini: .  ( صحابة بدريون ولكنهم منافقون…. هكذا يقول السلفيون )

Klik Disinihttps://abusalafy.files.wordpress.com/2014/07/sahabat-ahli-badar-tapi-munafik-kata-salafiyun.pdf

.

Sahabat Ahli Badar…. Akan Tetapi Mereka Munafik Dimata Salafiyun

Oleh Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

.

hasan_FarhanTampak bagiku bahwa Ahlu Sunnah (yang saya maksud disini bukan Ahlu Sunnah Nabi Muhammad saw, tapi Ahlu Sunnah kemazhaban yang ekstrim/berlebihan dan lugu, yang mayoritas sekarang berubah menjadi Salafy yang menyimpang dari Ahlul bait Nabi saw. berkat saluran-saluran TV dan uang salafy).

Sepertinya mereka tidak serius dalam upaya mengenal keutamaan dan sejarah hidup para sahabat dan dalam membela mereka dan memperkenalkan mereka. Semangat mereka hanya berdendang di seputar sahabat tertentu yang jumlahnya tidak melebihi bilangan jari dua tangan.

Memori Sunni khususnya Salafi jika kamu buka dan ditakdirkan kita dapat melihat apa yang tersimpan dalam memori akal mereka pasti kita tidak akan menemukan kecuali jumlah yang sangat sedikit dari sahabat Nabi saw -walaupun tentu sebagian mereka memiliki keutamaan-, yaitu: Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Mu’awiyah, Amr bin al Ash, Abu Hurairah dan Khalid bin al Walid. Mereka inilah yang diberi perhatian berlebihan oleh Salafy, dan mendapatkan tempat istimewa dalam karya-karya tulis dan pembelaan mereka!

Kemudian setelah sahabat tersebut diatas, adalah sahabat kelas dua (dalam kacamata mereka tentunya) seperti Abu Ubaidah, Ibnu Umar, Thalhah, Zubair, Abdurrahman bin ‘Auf dan Sa’ad bin Abi Waqqash, walaupun sejarah hidup mereka tidak diketahui kecuali secuil saja. Bahkan sebagian dari mereka itu tidak dikenal kecuali namanya belaka. Adapun mayoritas sahabat Nabi saw. yang terdahulu memeluk Islam, peserta perang Badar maka nama-mana mereka pun tidak banyak dikenal.  Continue reading

Mazhab Salaf Shaleh Tentang Islamnya Mu’awiyah (Bagian:9)

Mazhab Salaf Shaleh Tentang Islamnya Mu’awiyah (Bagian:9)

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

.

Sahabat Abu Ayyûb al Anshâri Juga Menegaskan Bahwa Mu’awiyah bin Abu Sufyân Adalah Benteng Dan Pelindung Kaum Munafikin!

Abu Ayyub Al Anshâri adalah sahabat setia Nabi Muhammad saw. dan kesetiannya kepada baginda Nabi saw. ia terjemahkan dengan kesetiannya kepada Sayyidina Ali as.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Mu’awiyah menulis sepucuk surat kepada Abu Ayyub al Anshari ra. mengancamnya dan menuduhnya bertanggung-jawab atas terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affân dengan tujuan agar Abu Ayyûb meninggalkan pembelaannya kepada Khalifah Ali as. dan berbagung dengannya atau paling tidak bersikap netral.

Sebab bergabungnya banyak pembesar sahabat, khususnya para sahabat Badriyyûn, yang berkehormatan berperang membela Nabi saw dalam peperangan Badar dan dipuji Allah dalam Al Qur’an-Nya adalah sangat memojokkan kubu Mu’awiyah yang sedang memberontak kepada Khalifah Syar’i yang sah; Ali bin Abi Thalib as. Apalagi ternyata tidak bergabung dengan Mu’awiyah melainkan mantan-mantan kaum kafir yang bertahun-tahun memerangi Nabi saw. dan mengganngu kaum Muslimin, seperti Marwan bin al Hakam, Amr binn al Âsh dan banyak kalangan Arab Baduwi yang kental kemunafikannya.

Karenanya Mu’awiyah melakukan segala cara agar para sahabat mulia itu meninggalkan Khalifah Ali bin Ab Thalib! Sesekali dengan rayuan harta melimpah yang ia janjikan… sesekali dengan ancaman dan sesekali dengan menebar tuduhan palsu terlibat dalam pembunuhan terhadap Utsman bin Affan.

Namun sahabat Abu Ayyûb –yang kita kenal kesetiannya kepada Islam dan Nabi Islam saw.- tidak tergoyah keimanannya dengan rayuan partai setan dan gembong kaum munafik. Ia justeru berbalik menegaskan kesetiannya kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib as. dan berbalik mengancam Mu’awiyah dengan pedang tajamnya.

Sesampai surat itu di tangan Abu Ayyub ra. ia segera melaporkan kebiadaban sikap Mu’awiyah itu kepada Imam Ali as.  Continue reading

Mazhab Salaf Shaleh Tentang Islamnya Mu’awiyah (Bagian:8)

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Pemuja Kaum Munafikin!

Imam Husain bin Ali ra. Cucu Tercinta Baginda Nabi saw. Juga Menegaskan Kemunafikan Mu’awiyah bin Abu Sufyân!

Di antara yang perlu kita rujuk dalam upaya kita mengenal tokoh-tokoh kemunafikan generasi awal Islam yang sangat berpengaruh merusak sendi-sendi agama dan mengoyak-ngoyak kesatuan dan persatuan umat Islam adalah Imam Husain putra Ali ra., karena disamping beliau adalah dari Ahlulbait Nabi saw. yang sangat terhormat dan disepakati kejujuran dan ketaqwaannya, beliau juga seorang tokoh dan pembesar serta panutan kaum Muslimin yang menghidupi pasang surutnya masa-masa awal Islam sepeninggal Nabi saw. Karenanya, kali ini saya ajak Anda untuk memperhatikan sikap dan pernyataan Imam Husain ra tentang Mu’awiyah putra pasangan Abu Sufyan (si Gembong kaum Kafir dan kemudian setelah berpura-pura memeluk Islam ia menjadi Pelingdung kaum Munafik) dan Hindun (si Pengunyah jantung Sayyidina Hamzah ra.) yang kejahatannya telah merusak kemurnian ajaran agama dan memporak-pondakan kesatuan umat Islam! Continue reading

Pemikiran Kaum Nawashib (Pembenci Keluarga Nabi Muhammad saw)

Pemikiran Kaum Nawashib (Pembenci Keluarga Nabi Muhammad Saw.)

.

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=70

.

Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky

hasan_Farhan(Syaikh Hasan bin Farhan  Al Maliki adalah ulama moderat Arab Saudi. Beliau seorang Pakar dan Ahli hadis, peneliti sejarah, dan  peduli HAM, beliau anti sektarian, ekstrimisme dan kekerasan, lebih-lebih atas nama agama, Anda bisa berinteraksi dengan beliau lewat halaman facebook dan Twitter-nya. juga bisamendowload buku-bukunya lewat situs resminya http://almaliky.org/index.php atau mendengar ceramah-ceramahnya lewat halaman youtube-nya)

Kaum Nawashib mengklaim bahwa Mu’awiyah tidak bisa disalahkan atas terbunuhnya Sahabat Nabi Ammar bin Yasir dan para rekannya!

Yazid tidak boleh dipersalahkan atas pembunuhan atas al Husain dan para sahabat setianya!

Dengan logika seperti itu mereka bermaksud menyucikan Fir’aun dari kejahatan membunuh dan membantai pengikut Nabi Musa as.
Sedangkan Al Qur’an berkata tentang Fir’aun:

يُذَبِّحُ أَبْنَاءَهُمْ وَيَسْتَحْيِي

(Dia membunuh anak-anak lelaki mereka -bani Israil- dan membiarkan hidup kaum wanita mereka).

Allah menetapkan bahwa tindakan membunuh itu adalah tindakan Fir’aun karena dialah penguasa, panglima dan yang emerintah pembantaian itu. Inilah kehama adilan Allah!

Kemaha-adilan Allah menetapkan bahwa tanggung jawab utama harus dipikul oleh para pemimpin (yang memerintahkan kejahatan) sebelum membebankannya kepada para pengikut… Tetapi kebiasaan kaum Nawashib adalah menjungkir balikkan permasalahan…  Continue reading

Ibnu Taimiyah Mengharamkan Ilmu Kimia !

Ibnu Taimiyah Mengharamkan Ilmu Kimia !

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=641

(Syaikh Hasan bin Farhan  Al Maliki adalah ulama moderat Arab Saudi ahli hadis, peneliti sejarah, dan  peduli HAM, beliau anti sektarian, ekstrimisme dan kekerasan, lebih-lebih atas nama agama, anda bisa berinteraksi dengan beliau lewat halaman facebook dan Twitter-nya. juga bisa mendowload buku-bukunya lewat situs resminya http://almaliky.org/index.php atau mendengar ceramah-ceramahnya lewat halaman youtube-nya)

.

Hasan FarhanSikap ekstirmisme Ibnu Taimiyah tidak hanya dalam menghalalkan darah-darah, akan tetapi merambah sampai ke dunia ilmu kimia. Ia mengharamkannya dan memprovokasi antipati atasnya…. Karena Jabir bin Hayyan si pelopor ilmu kimia!. Dan sebab dibalik kebenciannya yang mendalam terhadap Jabir bin Hayyan dikarenakan Jabir adalah murid setia Imam Ja’far ash-Shadiq (cucu Nabi saw dan salah satu Imam Syiah)! Tetapi Ibnu Taimiyyah cerdas, ia tidak akan berterus terang menjelaskan tujuannya yang jauh nun tersembunyi itu!

Ibnu Taimiyyah berfatwa tentang keharaman ilmu Kimia dalam kitabnya Majmu’ Fatawa, 29/368. Kami sengaja tidak menuliskan teks fatwa tersebut menginagat sangat panjang disamping banyak ocehan tidak bernilai ia obral. Tetapi kami akan kutipkan cuplikan-cuplikan stitmennya dibawah ini:  Continue reading

Ibnu Taimiyyah Dan Doktrin Ideologi Bengis Ekstrimis Salafi Wahabi (Bag: 3)

Ibnu Taimiyyah Adalah Ulama Penguasa Tiran!

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=640

.

Oleh Syekh Hasan bin Farhan Al Maliky

(Syaikh Hasan bin Farhan  Al Maliki adalah ulama moderat Arab Saudi. Beliau seorang Pakar dan Ahli hadis, peneliti sejarah, dan  peduli HAM, beliau anti sektarian, ekstrimisme dan kekerasan, lebih-lebih atas nama agama, Anda bisa berinteraksi dengan beliau lewat halaman facebook dan Twitter-nya. juga bisa mendowload buku-bukunya lewat situs resminya http://almaliky.org/index.php atau mendengar ceramah-ceramahnya lewat halaman youtube-nya)

.

Persembahan Buat Salafi Wahhabi Taimi Takfiri

Penting!

hasan_FarhanSiapa yang membaca fatwa-fatwa Ibnu Taimiyyah –baik terkait dengan sekte Duruz atau Syi’ah atau Asy’ariyah- tau persis bahwa ia tidak melihat apapun di hadapannya kecuali raja-raja dan kerajaan!.. ketika saya membaca bagaimana Ibnu Taimiyyah “mengompori” sang Sultan saat itu untuk berbuat kejam terhadap kaum Syi’ah, saya tadinya mengira sang Sultan itu adalah seorang penguasa yang sangat adil! Tetapi kemudian terungkap olehku bahwa sang penguasa itu dalah seorang BOCAH KECIL yang sedang ditipu oleh Ibnu Taimiyyah. Nama penguasa itu adalah Sultan Nashir Qalâwûn. Ia berkuasa tahun 694 H. saat itu ia baru berusia SEMBILAN tahun! Ibnu Taimiyyah membesarkan namanya dan meniupkan sehingga terlihat hebat dan menyerupakannya dengan para KHALIFAH RASYIDIN! Semua pujian palsu yang berlebihan itu ia tiupkan demi jasanya yang telah melakukan PEMBANTAIAN BESAR-BESARAN di wilayah Kisrawân di Lebanon! Dan hingga kini masyarakat Syi’ah dan Kristen Lebanon masih merasakan dan mengenang pahitnya kekejaman itu! Continue reading

Antara Logika Setan Dan Logika Al Qur’an Tentang Tema Sahabat

Persembahan Buat Ektrimis Salafi Wahhabi Takfiri

.

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=637

.

Oleh Syekh Hasan bin Farhan Al Maliki

.

hasan_FarhanAgar Jalan Para Penjahat Tidak Terbongkar. Karena Terbongkarnya Jalan Mereka adalah tujuan Al Qur’an, maka harus digagalkan!

Setan memang sangat lihai, ia membisikkan di telinga “KAUM DUNGU” dari kalangan penyembah Thulaqâ’[1] bahwa Rasulullah-lah yang harus bertanggung jawab atas kezaliman kaum zalim. Karena mereka adalah kaum dungu maka setan dengan mudahnya menelan mereka..

Setan berkata kepada mereka:

Bukankah Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan yang terbaik?

  • Ya, benar

Bukankah Allah yang menciptakan kaum Thulaqâ’?

  • Ya, benar.

Kemudian setan berkata kepada mereka:

Bukankah para nabi itu pasti berhasil?

  • Ya. Pasti!

Jika demikian, umat-umat para rasul tidak mendustakan mereka!

Dengan logika seperti ini setan mampu menjadikan kaum dungu itu secara terselubung menyengaja mendustakan Allah dan para Rasul demi membela Allah dan para Rasul dari tuduhan GAGAL yang dikhayalkan mereka itu! Dengan logika seperti itu setan telah menyusun untuk kaum dungu sederetan akidah dengan begitu mudah… Continue reading

Mantan Pemikir Salafy: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliki Membongkar Kebohongan Dan Penipuan Ibnu Taimiyyah Atas Nama Rasulullah Saw.

Persembahan Buat Para Penyembah Ibnu Taimiyyah

.

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=642

.

Oleh Syekh Hasan bin Farhan Al Maliki

.

hasan_FarhanAntara kaum Salafi dan Hidayah Allah serta cahaya hanya dipisah oleh pengenalan siapa sejatinya Ibnu Taimiyyah itu. Bagaimana penipuan, kebohongan dan sikap ekstrimnya. Seorang Salafi yang mampu mengungkap semua itu berarti ia berada di awal jalan (hidayah). Adapaun pengekor Ibnu Taimiyyah yang tidak mampu mengungkap kenyataan itu maka ia tidak akan mampu melihat Islam sebagai Islam dan kemusyrikan sebagai kemusyrikan, tidak juga kemunafikan sebagai kemunafikan dan keimanan sebagai keimanan … !

Sekarang carilah contoh-contoh kebohongan dan dusta Ibnu Taimiyyah atas nama Rasulullah saw.! Dan perhatikan sejauh mana kesiapan para pengikutnya untuk menerima kebenaran! Lalu perhatikan sikap mereka  setelah saya nukilkan dalilnya dengan butki nyata! Continue reading

Ibnu Taimiyyah Dan Doktrin Ideologi Bengis Ekstrimis Salafi Wahabi (Bag: 2)

Persembahan Buat Salafi Wahhabi Taimi Takfiri

.

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=639

.

Ibnu Taimiyah Memalsu Demi Mengkafirkan Kaum Muslimin!

.

hasan_FarhanIbnu Taimiyyah –seperti para Ekstrimis Salafi lainnya- gemar mencari-cari fatwa-fatwa miring yang penting di dalamnya ada poin pengkafiran kaum Muslimin. Adapun Al Qur’an yang suci mereka letakkan di belakang punggung mereka!

Harap dirujuk fatwa bagian pertama pada edisi sebelumnya

  • Fatwa Kedua:

Ibnu Taimiyyah berfatwa dalam Majmû’ Fatâwâ-nya,6/353:

“Barang siapa mengatakan bahwa ia Mukmin maka ia telah KAFIR! Dan barang siapa berkata bahwa ia di surga maka ia di NERAKA!” ucapan itu ia nisbatkan kepada Umar ra.

Ini adalah “kode rahasia” guna mengkafirkan kaum Muslimin, baik pengikutnya sendiri maupun selainnya. Karena semua mereka mengatakan kami adalah orang-orang Mukmin. Tetapi jika mereka (Pengekor Ibnu Taimiyyah) mengetahui fatwa ini, mereka segera mencarikan uzur dan alasan pembelaan dengan cara apapun!  Continue reading

Ibnu Taimiyyah Dan Doktrin Ideologi Bengis Ekstrimis Salafi Wahabi (Bag: 1)

Persembahan Buat Salafi Wahhabi Taimi Takfiri

.

SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=638

.

Oleh Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky

Pengantar

hasan_FarhanArtikel ini akan menyoroti dasar-dasar ideologis sikap bengis dan haus darah yang ditampakkan kaum Salafi Wahabi di sepanjang fase perjalanan keberadaan mereka, khususnya ketika mereka Berjaya dan berkesempatan menjalankan secara harfiyah ajaran bengis yang didoktrinkan oleh para arsitek ajaran haus darah ini.

Tulisan ini akan menghadirkan paparan seorang Salafi Moderat yang paling tahu apa dan bagaimana dakwah dan kaum Salafi, karena selain ia sendiri seorang Salafi yang telah menyelami doktrin para Masyâikh Salafi Wahabi di negeri kemunculan sekte sempalan ini… ia juga hidup di tengah-tengah dan bersama mereka… menyaksikan langsung tingkah para Salafi dan mengetahui langsung isi pikiran dan cita-cita mulia mereka dalam mengkafirkan dan kemudian menghalalkan darah-darah kaum Muslimin selain mereka!

Demi singkatnya waktu saya akan sajikan tulisan Syeikh Hasan bin Farhan al Maliki –seorang Pemikir Salafi Moderat yang banyak mengkritisi doktrin dan sikap ghuluw/Ekstrim para Salafi Wahabi.

Syeikh Hasan bin Farhan  Al Maliki Berkata:

Ibnu Taimiyyah Memfatwakan Kaum Asy’ari Harus Dibunuh!

Ibnu Taimiyyah menukil pernyataan sikap Ibnu Khuzaimah dan sekaligus menjadikan dasar pandangannya:  Continue reading

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (9)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Kesebelas-Keempat belas Ustadz Firanda

Pendahuluan

Setiap kali Ahlul Batil berbicara mencecer dalil yang mereka anggap mendukung kesesatan akidah Tajsîm dan Tasybîh mereka maka kesesatan dan kajahilan mereka kian terlihat nyata dan kejahilan serta kedunguan mereka menjadi bahan tertawaan kaum uqalâ’/yang berkala sehat! Itulah yang kita saksikan dari para sarjana Salafi Wahhâbi, utamanya Firanda, Ustadz kebanggaan kaum awam Salafi Indonesia. Semakin mereka mencecer apa yang mereka banggakan sebagai dalil kesesatan akidah mereka, maka kejahilan dan kedunguan mereka semakin tanpak nyata!

Pada dalil-dalil lanjutannya, Ustadz Firanda makin mengukuhkan bukti keawaman pemahaman agamanya lebih dari yang telah ia pamerkan melalui syubhat-syubhat sebelumnya.

Untuk menyingkat waktu, saya ajak sobat abusalafy yang cerdas lagi kritis untuk menyimak pendalilan-pendalilan Ustadz Firanda di bawah ini.

Ustadz Firanda berkata:

“Kesebelas: Nabi saw. mengisyaratkan ke atas saat meminta kesaksian kepada Allah SWT. … (kemudian ia menyebutkan penggalan sebuah hadis riwayat Muslim).” (Lihat: Ketinggian Allah Di Atas makhluk-Nya:23) Continue reading

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (8)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Kesembilan dan Kesepuluh Ustadz Firanda: Hadis Jâriyah Dan Masalah Istiwâ’ Allah SWT,

Setelah kurang lebih sebulan tidak ada artikel baru karena kesibukan mudik dan lebaran, saya ajak kembali sobat cerdas abusalafy untuk melanjutkan tanggapan saya atas bantahan Ustadz Firanda terhadap saya dalam bukunya KETINGGIAN ALLAH SWT DI ATAS MAKHLUK-NYA.

Seperti bantahannya yang telah saya sanggah dan bantah kembali dan saya buktikan kenaifan dan kelemahan pendalilannya… dalil dema dalil atau lebih tepatnya syubhat demi syubhat satu persatu, pendalilannya berikut ini juga tidak kalah lemah dan naifnya. Sebagaimana telah berulang kali saya singgung bahwa Ustadz Firanda terlihat menghindar dari membantah inti tulisan saya Ternyata Tuhan Tidak Di Langit, seri 1-8, dan hanya mencecer pembicaraan yang sebagian besar darinya tidak sedikit pun mengkritisi argumentasi dan hujjah-hujjah ulama Islam yang saya paparkan, khususnya tentang Hadis Jâriyah yang menjadi poin inti dalam artikel-artikel saya tersebut… karenanya Ustadz Firanda masih saja mengangkat Hadis Jâriyah sebagai dalil andalannya. Kenyataan ini membuat kita berkesimpulan, jangan-jangan Ustadz Firanda tidak pernah membaca kritikan yang saya jelaskan atas hadis tersebut! Atau jangan-jangan ia sengaja melompatinya… mendiamkannya dengan tanpa kritik sebab ia sedang BANGKRUT tidak memiliki sesuatu untuk membantahnya… sehingga ia hanya menantikan keluguan dan keawaman kaum awam Salafi untuk mengacungkan jempol penghormatan atas kehebatannya dalam berdalil… atau jangan-jangan –seperti analisa sebagian pengamat- bahwa sebenarnya dengan membantah abusalafy, Ustadz Firanda hanya mencari sensasi dan ketenaran semata. Biar dianggap hebat karena telah membantah abusalafy walaupun bantahannya memalukan! Continue reading

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku: Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya (7)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Kedelapan Ustadz Firanda

Setelah istirahat beberapa hari, saya ajak sobat abusalafy yang cerdas untuk melanjutkan kembali menyoroti pendalilan Ustadz Firanda atas akidah tajsîm tasybîh menyimpangnya bahwa Allah berada di atas langit. Seperti tujuh pendalilan sebelumnya, pendalilan berikut ini juga tidak kalah mengggelikannya. Ia mencerminkan keawaman dan pikiran penuh virus kaum Mujassimah Musyabbihah yang ditularkan kepada para mahasiswa oleh para Masyâikh Wahhâbi di Arab Saudi sana. Kendati ia menulis bukunya untuk membantah apa yang ia sebut sebagai: Akidah Abu Salafy, namun sayang, ia tidak menanggapi berbagai dalil yang saya ajukan, tetapi malah mengulang apa yang telah saya bantah! Ia hanya menanggapi edisi ke: 8 tulisan saya, sementara tujuh edisi sebelumnya dan beberapa artikel lainnya ia lompati. Tapi tak mengapalah. Yang penting kita akan melihat sejauh mana pendalilan Firanda, Ustadz kebanggaan para awam Salafi Wahhabi di tanah air itu dapat dipertahankan. Continue reading

Membongkar Kepalsuan Syubhat Ustadz Firanda Dalam Buku “Ketinggian Allah Di Atas Makhluk-Nya” (6)

Membongkar Kepalsuan Syubhat Salafi Wahhâbi Tentang Ketinggian Fisikal Allah SWT Di Atas Makhluk-Nya

Menyoroti Pendalilan Keenam Ustadz Firanda

Dai antara hal lucu yang dibanggakan Ustadz Firanda dalam usaha ngototnya untuk menanamkan kepada para pengagumnya (yang tentunya rata-rata awam) bahwa Allah SWT di atas langit sana, adalah apa yang ia sebutkan sebagai dalil keenam sebagai di bawah ini.

Ustad Firanda berkata: Keenam: Penjelasan bahwa Al-Qur’an ‘diturunkan’ dari Allah SWT. Ini jelas menunjukkan bahwa Allah SWT berada di atas, sehingga Ia menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan dari-Nya. Tidaklah diucapkan kata ‘diturunkan’ kecuali berasal dari yang di atas.” Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 214 pengikut lainnya.