Siapa Bilang Ibnu Taimiyah Itu Ahlusunnah?! (I)

Persembahan Untuk Ustadz Firanda Dan Para Salafi Wahhabi

Bagimana pandangan dan skap para ulama besar Ahlusunnah terhadap Ibnu Taimiyah dan berbagai penyimpangan akidahnya?

Apakah Ibnu Taimiyah tergolong Ahlusunnah atau bukan? Bagimana etikka keilmuannya dan kejujurannya dalam menyikapi berbagai masalah akidah dan syari’at, sejarah dan berbagai perintiwa?

Para ulama, baik yang hidup semasa atau yang hidup tidak lama dari masanya pasti lebih tau tentang siapa sejatinya Ibnu Taymiah itu?

Para ulama Ahlusunnah tentunya lebih mengerti siapa ulama yang masih berada dalam lingkaran keluarga besar Ahlusunnah siapa yang di luar keluarga besar Ahlusunnah.

Lalu apa kata mereka tentang Ibnu Taymiah?

Saya ajak Anda mengikuti dan mencermati komentar-komentar para ulama Ahlusunah tentang Ibnu Taimiyah.

Adapaun, apakah ia dari Ahlusunah atau bukan? dan mengapakah masih ada yang  memujinya jika dia bukan Ahlusunah. Maka saya harap Anda tidak keberatan memperhatikan sedikit rangkuman komentar dan sikap ulama terhadapnya, sebagaimana di bawah ini:

Ibnu Taymiah Bukan dai Golongan Ahlusunnah wal Jama’ah!

Kaum Salafi Wahhâbi ‘ngotot’memaqksakan klaim bahwa Ibnu Taymiah adalah seorang tokoh Ahlusunnah, akan tetapi kenyataannya bahwa para ulama Ahlsunnah telah mengecamnya dan menganggapnya bukan bagian dari mereka. Ia adalah penyimpang dari mazhab Ahlusunnah.

Memang pada mulanya Ibnu Taymiah bermazhab Hanbali, sebagaimana ia juga dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga yang menganut mazhab Hanbali. Akan tetapi kecenderungannya yang sangat kental kepada Akidah Hanabilah menjadikannya tidak sejalan dengan faham Asy’ariyah. Dan akibatnya, Ibnu Taymiah berhadap-hadapan dengan para ulama Asy’ariyah.

Dengan slogan ‘Kembali Kepada Ajaran Para Salaf (sahabat dan tabi’în, seperti yang juga diklaim kaum Salafi Wahhâbi sekarang), Ibnu Taymiah mempropagandakan doktrin akidah Hanbaliyah yang nyata-nyata mendakwahkan konsep-konsep Tajsîm-nya. Akibatnya, para ulama Ahlusunnah, bahkan sebagian murid dan mereka yang dahulu mengaguminya berbalik mengecam dan mengutuknya.

Abu Hayyân al Andalusi (W.745H), seperti dikatakan Ibnu Hajar, “Ia sangat mengagungkan Ibnu Taymiah dan memujinya dengan sebuah qashidah (bait-bait syair), kemudian ia menyimpang darinya dan menyebutnya dengan sebutan sangat jelak dalam kitab tafsirnya, dan ia menisbatkannya menyakini Tajsîm (menggambarkan Allah sebagai berpostur). Ada yang mengatakan bahwa ia (Abu Hayyân al Andalusi) membaca buku al Arsy (karya Ibnu Taymiah) maka darinya ia meyakini hahwa Ibnu Taymiah penganut aliran Tajsîm.”

Az Zabidi berkata, “As Subki berkata, ‘dan kitab al Arsy adalah kitab karya yang paling jelek … dan ketika Abu Hayyân memperhatikannya, ia senantiasa melaknatinya sampai mati setelah sebelumnya ia mengagungkannya.’”

Begitu juga dengan adz Dzahabi, salah seorang murid Ibnu Taimiyah, walaupun ia pernah menimba ilmu darinya, tetapi hal itu tidak menghalangnya untuk menegur dan menasihatinya. Dalam sepupcuk suratnya yang dikenal dengan nama Risalah Dzahabiyah, ia menasehati dan menegur keras Ibnu Taymiah, di antaranya adz Dzahabi menulis, “Hai Anda, engkau telah banyak menelan racun para filsuf dan buku-buku karangan mereka berulang kali, dan disebabkan banyaknya pengaruh racun, badan menjadi ketagihan dan menguasainya…. (kemdian ia melanjutkan), “Duhai sialnya orang yang mengikutimu, sesungguhnya ia menyodorkan dirinya dalam kezindiqan dan keterlepasan dari agama…. Tidaklah mayoritas pengikutmu melainkan orang-orang rendahan yang tak berkualitasatau ringan akalnya atau orang awam pendusta, dungu pikirannya  atau orang terasing yang terdiam, kuat makarnya, atau penyerap yang saleh tapi tidak memiliki pemahaman. Jika engkau tidak percaya kepada apa yang saya ucapkan, maka periksalah mereka dan takarlah mereka dengan penuh keadilan…. Sampai kapan kamu memuja-muja omonganmu sendiri dengan pujian yang tidak engkau berikan bahkan kepada hadis-hadis Bukhrai & Muslim, itupun jika hadis keduanya (Shahih Bukhrai & Muslim) selamat dari kecamanmu, bahkan setiap saat engkau menyerangnya dengan mendha’ifkannya dan menggugurkannya dengan takwil atau pengingkaran. Tidaklah telah tiba saatnya engkau sadar? Tidaklah tiba waktunya engkau bertaubat dan kembali… usiamu telah mencapai lebih dari tujuh puluh tahun, masa berangkat (kematian) telah dekat… benar, demi Allah aku tidak perna tau engkau ini ingat/menyebut-nyebut kematian… bahka engkau mengejek-ngejek orang yang menyebut-nyebut kematian… akupun tidak yakin engkau mau menerima ucapanku dan memperhatikan nasihatku…. “

Ibnu Hajar sendiri menuturkan, ketika menyebut biografi al Yâfi’i dalam kitab ad Durar al Kâminah, “Ia (al Yâfi’i) mempunyai pembicaraan dalam mengecam Ibnu Taymiah.”

Pernyataan al Yâfi’i adalah sebagai berikut di bawah ini:

Pada tahun 705 H terjadi kekacauan akibat kesesatan pandangan-pandangan Ibnu Taymiah, sehingga para ulama besar Ahlusunah mengadilinya dan berakhir dengan dijebloskannya ia ke dalam penjara. Di antara kecaman para ulama atasnya ialah pandangannya yang mengatakan bahwa:

  • Allah berada di atas singgasana-Nya dengan arti benar-benar bersemayam/duduk sebagaimana layaknya duduknya hamba.
  • Dan Allah berbicara dengan kata-kata dan dengan suara sebagaiaman manusia.

Karena itu, diumumkan di kota Damaskus, bahwa barangsiapa meyakini akidah seperti Ibnu Taimiyah maka ia halal harta dan nyawa/darahnya. … Ia (Ibnu Taymiah) banyak memiliki buku karangan lebih dari seratus jilid, dan ia memiliki pandangan- pandangan yang aneh dan dikecam oleh para ulama dan ia dipenjarakan karenanya, pandangan-pandangan itu bertentangan dengan mazhab Ahlusunah, di antara yang paling keji adalah: Larangannya untuk menziarai makam suci Nabi saw.

Dan juga kecamannya terhadap para tokoh sufi seperti Hujjatul Islam Abu Hamid al Ghazali, guru besar Imam Abul Qasim al Qusyairi, Syeikh Ibnu Irrîf, Syeikh Abul Hasan asy Syadzili dan banyak kalangan pembesar wali-wali Allah dan hama-hamba pilihan yang baik….,

Demikian juga akidahnya tentang bersemayamnya Allah di sudut tertentu dan pandangannya yang batil dalam masalah itu dan lain-lain dari akidahnya seperti sudah ma’ruf dinukil darinya … “

Syeikh Taqiyyuddin Abu Bakar al Hishni ad Dimasyqi asy Syafi’i dalam kitabnya Daf’u Syubahi Man Syabbaha telah mengkeritik tajam akidah Ibnu Taimiyah, yang katanya hanya berpura-pura mengikuti mazhab Hanbali dengan tujuan memprogandakan akidah sesatnya … Setelah digelar majlis pengadilan untuk mengadili Ibnu Taimiyah, para ulama besar Ahlusunnah, di antara mereka adalah Shafiyyuddin al Hindi, Syeikh Kamaluddin az Zamlakani Syeikh Syamsuddin Adnan asy Syafi’i, dan berakhir dengan dijebloskannya Ibnu Taymiah ke dalam penjara, dan setelah pengawasan diperketat. Qadhi Mazhab Maliki telah menegeskan, bahwa Ibnu Taimiyah harus dihukum mati atau paling tidak harus diperketat penjagaannya dalam penjara, atau langsung dibunuh, sebab –masih penurut Qadhi Mazhab Maliki- telah terbukti kekafirannya!

Demikian pula dengan Allamah Burhanuddin al Fizâri telah mengajukan gugatan setebal empat puluh halaman tentang akidah Ibnu Tamiyah, dan ia telah menfatwakan akan kekafiran Ibnu Taymiah. Fatwa itu disetujui oleh Syeikh Syihabuddin Ibnu Jhbal asy Syafi’i. di bawahnya juga ditandatangani oleh Qadhi Mazhab Maliki dan banyak ulama lain. Dan telah terjadi kesepakatan akan kesesatannya, kebid’ahan dan kezindiqannya…[1]

setelahnya beliau melanjutkan, “Kemudian fatwa-fatwa itu dikirimkan kepada Sultan/Penguasa, setelahnya Sultan mengumpulkan para qadhi (jaksa/ulama), setelah itu Qadhi Badruddin bin Jama’ah menuliskan di bawah lembaran fatwa tersebut, ‘Siapa yang meyakini pendapat seperti ini (seperti pendapat Ibnu Taymiah) maka ia adalah dhâllun mudhillun (sesat dan menyesatkan). Keputusan itu disetujui oleh qadhi mazhab Hanafi, maka dari itu kekafirannya adalah hal yang telah disepakati… “

Inu Hajar, (yang oleh sebagian Misionaris Salafi Wahhâbi diandalkan komentarnya –jika kebebtulan dianggap mengunyungkan-) mereka bawa-bawa namanya sebagia yang memuji Ibnu Taymiah dalam kitab ad Durar al Kâminah, … Ibnu Hajar ternyata telah membeber komentar dan pandangan para ulama Ahlusunnah tentang siapa sejatinya Ibnu Taymiah… Di antaranya ia mengatakan, “Ia merasa dirinya sebagai seorang mujtahid, maka ia membantah para ulama baik yang kecil maupun yang besar, yang telah lampau maupun yang baru. Sampai-sampai Umar-pun ia salahkan. Ketika sampai berita itu kepada Syeikh Ibrahim ar Raqiy ia mengecamnya, dan ia pun meminta maaf atas sikapnya dan memohon ampun.

Tentang Ali, kata Ibnu Taymiah, ia salah dalam tujuh belas kasus, di mana Ali menentang nash al Qur’an…

Tentang siapa para ulama yang dikecam oleh Ibnu Taimiyah, Ibnu Hajar berkata, “Ibnu Taimiyah telah berkata kasar tentang Sibawaih, maka Abu Hayyân memusuhinya…

Ia mencaci maki Imam Ghazali, sampai-sampai terjadi kekacauan, hampir-hampir ia dibunuh!

Ia juga mengecam Ibnu Arabi dan ketika sampai berita kepada Syeikh Nashr al Munjabi, ia melayangkan surat teguran keras kepa Ibnu Taimiyah.

Tentang akidah Ibnu Taimiyah, Ibnu Hajar mengatakan, “Hadis tentang nuzûl/turunya Allah dari langit, ia mengatakan bahwa Allah turun dari langit seperti turunku sekarang ini dari tangga mimbar..

Ia (Ibnu Taimiyah) menentang orang yang bertawassul dan beristighasah kepada Nabi saw.

Pada taggal 17 bulan Rabi’ul Awal tahun 707H ia dituntut untuk bertaubat dari akidah Tajsîm-nya …

Setelah itu, Ibnu Hajar merangkum komentar para ulama tentang Ibnu Taymiah, “Ibnu az Zamlakani dan Abu Hayyân menyimpang darinya (setelah sebelumnya mereka mengagungkannya_pen).

  • Di antara para ulama ada yang menggolongkannya sebagai peyakin Tajsîm…
  • Ada yang menggolongkannya sebagai zindiq (kafir),
  • Ada yang menggolongkannya sebagai orang munafik, sebab ucapannya tentang Ali seperti telah lewat, dan dikarenakan ucapannya bahwa Ali selalu terhina (tidak ditolong Allah) kemanapun ia menuju. Dan beliau berulang kali berusaha merebut kekhalifahan namun tidak berhasil. Ali berperang hanya karena ingin berkuasa bukan demi agama!

Abu Salafy:

Ustadz Firanda yang saya mulikan, jadi Anda tidak perlu berpura-pura tidak mengerti kenyataan ini… dan kemudian membangun opini bahwa sayalah yang menuduh secara palsu bahwa Ibnu Taimiyah menghina dan mengecam Sayyidina Ali ra. serta menyalah-nyalahkan Sayyidina Umar ra. seakan Anda tidak pernah membaca keterangan Ibnu Hajar di atas! Namun jika memang benar Anda belum membacanya, ya saya maklumi… Tapi yang saya sangat heran adalah apa yang mendorong seorang yang jahil untuk berkoak-koak seakan ia paling alim dan mengerti?! Begitukah sikap ulama Ahlusunnah, hanya karena ingin menag dalam berdialoq ia rela mengina dan mencela-cela Sayyidina Ali ra.?!

Lalu di nama pembalaan Anda wahai Ustadz Firanda terhadap Sayyidina Ali ra… mengapakan Anda tidak menuliskan barang sebaris kata-kata pembalaan untuk Sayyidina Ali ra. yang sedang dihina dan dicela Ibnu Taimiyah! Apakah tangan Anda mendadak menjadi kaku?! Sementara ketika Mu’awiyah -Si Penganjur kepada Nereka Jahannam, putra gembong pemimpin kekafiran- dikritik, dibongkar kejehatan dan kemunafikannya Anda bangkit dengan beberapa artikel membelanya membelanya dan menyerang bak srigaja galak menyarangnya! Ada apa dengan ini semua wahai Ustadz?!

Dan apakah Anda wahai Ustadz Firanda mengira bahwa para ulama Ahlusunnah yang mengecam Ibnu Taimiyah mereka tidak mengerti ucapan Ibnu Taimiyah dan hanya Anda dan para Wahhâbiyyûn yang mengerti bahwa sebanarnya Ibnu Taimiyah adalah titisan tuhan!

Ibnu Hajar Kembali Membicarakan Ibnu Taimiyah!

Dalam kitab Lisân al Mizân, ketika menyebut biografi Allamah al Hilli, Ibnu Hajar juga menuliskan demikian, “Ia (Allamah al Hilli) menulis buku tentang keutamaan Ali ra., buku tersebut telah dibantah oleh Taqiyyuddin Ibnu Taymiah dalam sebuah kitab besar. Syeikh Taqiyyuddin as Subki telah menyebut buku itu dalam bait-bait syairnya… dalam akhir bait syair itu ia mengecam akidah Ibnu Taymiah.

Ibnu Hajar berkata, “Aku telah menelaah buku tersebut, aku temukan seperti yang dikatakan as Subki dalam al Istîfâ’, tetapi ia (Ibnu Taymiah) sangat subyektif dalam menolak hadis-hadis yang dikemukakan Ibnu al Muthahhar (Allamah al Hilli)… ia banyak menolak hadis-hadis yang jiyâd (bagus) ….

Betapa sering ia, demi melemahkan ucapan Allamah al Hilli, melecwehkan Ali ra.. lembaran ini tidak cukup untuk menjelaskan hal itu berikut contoh-contohnya.

Abu Salafy:

Sekali lagi saya ingatkan Ustadz Firanda, bahwa bukanlah hal samar bagi para ulama Ahlusunnah betapa jahatnya Ibnu Taimiyah, yang hanya karena ingin tampil menang dalam bantahannya atas seorang ulama Syi’ah ia mernghina-niha Sayyidina Ali ra.! Apakah Ibnu Hajar akan Anda tuduh sebagai Syi’ah atau pembela Syi’ah?!

Dan dalam Fath al Bâri, Ibnu Hajar juga memiliki komentar tentang Ibnu Taymiah, baik rasanya Anda wahain Ustadz merujuk dan membacanya!

Dan di akhir tulisan ini, saya ingin menyebutkan komentar Ibnu Hajar al Haitami ketika ditanya tentang Ibnu Taymiah:

إبنُ تيمية عبدٌ خذلَهُ اللهُ و أضَلَّهُ و أعماهُ و أَصَمَّهُ و أذلَّهُ. و بذلكَ صرَّحَ الأئمةُ الين بيَّنُوا فسادَ أحوالِهِ و كِذْبَ أقوالِهِز و من أراد ذلكَ فعليه بِمُطالَعَةِ كلامِ الإمام الْمُجتهد المُتَّفق على إمامتِهِ و جلالَتِهِ و بلوغه مرتبةَ الإجتهاد، أبي الحسن السبكيْ ولدِهِ التاج و الإمام العز إبن جماعَة، و أهلُ عصرِهِ و غيرهم من الشافعية و المالكية و الحنفية. و لم يقتصر أعتراضه على مًتأخري الصوفية، بل اعترض على مثل عمر بن الخطاب و علي بن أبي طالب رضي الله عنهما……
و أياكَ أن تصغِيْ إلى ما في كتب إبن تيمية و تلميذه إبن القيم الجوزية و غيرهما مِمن اتخذ إلهَهُ هواه و أضلَهُ اللهُ على علمٍ و ختم على سمعه و قلبه و جعل على بصرِهِ غشاوَةً، فمن يهديه مِنْ بعد الله… و كيف تجاوز هؤلاء المُلْحِدون الحدودَ و تعدَّوا الرسومَ و خرقوا سياجَ الشريعة و الحقيقة، فظنوا بذلك أنهم على هُدًى مِن ربهم، و ليسوا كذلك بل هم على أسوأ ضلالٍ و أقبحِ خصالٍ و أبلغ المقتِ و الخسران و أنهى الكذب و البهتان… فخذل الله مُتَّبعيهِم و طهَر الأرضَ م أمثالهِم.

Ibnu Taymiah adalah hamba yang telah ditelantarkan Allah, disesatkan, dibutakan, ditulikan dan dihinakan. Demikian dijelaskan para imam yang telah membongkar kejelakan keadaannya dan kepalsuan ucapannya. Siapa yang mengetahui hal itu hendaknya ia menelaah komnetar Imam Mujtahid yang telah disepakati akan ketokohan dan keagaungannya serta sampainya ke derajat ijtihad; Abu al hasan as Subki dan putranya, serta Imam al Izz ibn Jama’ah, demikian pula komentar mereka yang sezaman dan lainnya dari kalangan ulama mazhab Syafi’ah, Malikiah dan Hanafiah. Ibnu Taymiah tidak terbatas hanya mengkritik para pemuka sufi mutaakhkhirîn, tetapi ia juga mengkritik Umar ibn al Khaththab dan Ali ibn Abi Thalib ra….

Hati-hatilah kamu dari menelaah buku-buku Ibnu Taymiah dan muridnya; Ibnu al Qayyim al Jawziah dan selain keduanya dari orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan dan disesatkan Allah kendati ia pandai, serta Ia tutup telinga dan hatinya serta Ia jadikan atas penglihatannya penutup, lalu siapakah yang akan memberi hidayah selain Allah… bagaimana kaum ateis itu menerobos batas dan melampau garis serta menerjang pagar syari’ah dan hakikat, mereka mengira dengan itu mereka berada di atas hidayah dari Tuhan mereka. Tidak demikian! Mereka berada d atas kesesatan paling jelek, keadaan paling buruk, puncak murka dan kebohongan dan kepalsuan paling puncak… Allah menghinakan para pengikut mereka dan membersihkan permukaan bumi dari orang-orang seperti mereka.”

Selain itu, Anda dapat menemukan daftar panjang mana-mana ulama besar Ahlusunah dari berbagai mazhab fikih telah mengecam dan membantah keras kesesatan-kesesatan Ibnu Taymiah yang tidak mungkin saya sebutkan satu-persatu dalam kesempatan ini.

Jadi jelaslah dari keterangan di atas dapat dimengerti bahwa Ibnu Taymiah bukan dari Ahlusunnah!!! Ia adalah musuh bebuyutan akidah Ahlusunah wal Jama’ah….!!

Ia seorang mujassim… musyabbih, pengingkar ziarah makan suci Nabi Muhammad saw. … Pengecam tawassul dan istighâsh dan mengangapnya sebagai bid’ad dan perbuatan sesat… Pembenci nyata keluarga suci Nabi; Ali, Fatimah, Hasan, Husain …. Pembenci kaum sufi dan para waliyullah…. Ia Bapak ektrimisme eksternal di kalangan umat Islam dengan doktrin-doktrin kekerasan yang ia sebarkan di lembaran-lembaran buku-bukunya yang nyata!

Dan yang pasti Ibnu Taimiyah hanya membawa kekacauan di tengah-tengah umat Islam dengan pandangan-pandangan sesatnya yang sekarang diadopsi dan sedang dikembangkan dengan gencar kaum Arab Baduwi di Timur Tengah dan jongos-jongos mereka di tanah air tercinta!!!

Semoga Allah menyelamatkan bumi nusantara tercinta dari ajaran sesatnya. Amîn Ya Rabbal Alamîn


[1] Zindiq itu adalah kekafiran.

About these ads

33 Tanggapan

  1. ini baru bukti pak ustadz… moga moga aja para wahabiyin mau merasapinya

    • Hanya Allah yang mengetahui,,, hati hati dengan lisan mu wahai pemuda

    • Pujian Al Hafidz Ibnu Hajar Kepada Ibnu Taimiyah dengan Berhujjahnya Beliau dengan perkataan-perkataan Ibnu Taimiyah. Dan Beliau Mensifatinya dengan “Al-Allaamah”, dan “Al-Hafidz”. Sungguh Beliau telah mengambil hukum yang ditetapkan Ibnu Taimiyah tentang Tambahan hadits “Kaanallaahu wa laa makaan” sebagai hadits yang tidak ada memiliki asal.
      Ibnu Hajar berkata dalam Alfath 6/289.
      Peringatan: terdapat pada sebagian kitab hadits ini (Wahuwal an ala ma aalihi kaana) Hadits tersebut merupakan tambahan yang tidak terdapat dalam kitab manapun sebagaimana telah diperingatkan oleh Al Allaamah Taqiyuddin Ibnu Taimiyah.

      Beliau juga Menguatkan kelayakan Ibnu Taimiyah untuk berderajat Al-Hafidz dan Beliau berhujjah dengan penghukuman Ibnu Taimiyah terhadap derajat Hadits-Hadits. Seperti yang Ia lakukan pada kitab Talkhisul Habir 3/109:

      Hadits ini telah ditanyakan kepada Alhafidz Ibnu Taimiyah, beliau berkata : hadits tersebutmerupakan kedustaan, tidak dikenal sama sekali di kitab-kitab kaum muslimin yang diriwayatkan.
      Didalam Fathul Bari dan kitab-kitab lain miliknya,
      AlHafidz Juga kerap memanggil Ibnu Taimiyah dengan sebutan Taqiyuddin dalam Kitab Ar riqaq 11/408

      Abu Salafy:

      Saudaraku mBah abu salafy bin Paman abu salafy yang saya hormati…. coba Anda perhatikan baik-baik bahwa Ibnu Hajar sedang merangkum sikap para ulama terhadap Ibnu Taimiyah…. dan dalam setiap sikap yang beliau utarana disertakan alasan yang mendasari sikap para ulama Ahlusunnah itu…. jadi akan lebih afdhal apabila Anda memperhatikan dan meneliti alasan-alasan para ulama itu… sebagaimana Ibnu hajar sendiri bahwa Ibnu Taimiyah karena semangat berlebiahan dalam menyerang lawannya (Syi’ah) ia menhinakan Sayyidina Ali ra. dan banyak menolak hadis-hadis shahih keutamaan Sayyidina Ali ra.!
      Inilah inti masalahnya.. coba Anda perhatikan dan indahkan sisi ini!
      Terima kasih akhi….
      Wassalam.

      • Anda emang akan kebakaran jenggot baca buku Manhaj Sunnah Ibn Taimiyyah yang menguliti habis kesesatan syiah, karena anda adalah abu syiah yang sesat bukan abu salafy…anda memelintir dan memalsukan kata2 ibnu hajar padahal itu kata2 anda sendiri, tunjukkan mukamu yang sebenarnya abu syiah.

  2. tok cer pak Abu
    mohon jangan bosan-bosannya untuk mengkritisi Ibn Taimiyah dan para pengikutnya.

  3. Jadi intinya Muhamadiyyah, Persatuan Islam dan Al Irsyad itu sesat ya ustadz?.

  4. Hanya Allah yang mengetahui siapa yang benar, orang muslim yang baik tidak akan menuduh orang tampa landasan yang kuat, ingatlah sesungguh nya siksa allah sangatlah pedih bagi seorang pendusta,,
    Allahu Akbar,,,

  5. Jika anda………………….. seorang penuntut ilmu, carilah dimaktabah Syamilah dengan keyword ”TAIMIYAH” di kitab-kitab karangan Ibnu Hajar atau lainnya, niscaya anda akan dapatkan Ibnu hajar kerap menukil perkataan Ibnu Taimiyah dan tidak Segan-segan melaqabkan Syaikhul Islam, Al allaamah, Al Hafidz, dan yang paling sering adalah Taqiyuddin

  6. Astagfirullaahal adziim, innalillaah…….orang Islam saling mencerca orang kafiir bersorak gembira….sadarlah wahai para ustadz, anda adalah panutan kami bagaimana kami akan berbuat baik apabila tidak ada keteladanan dari anda semua. Lihatlah para imam madzhab yang empat mereka tidak pernah saling menyalahkan walaupun berbeda pendapat. Biarkan orang lain dengan pandapatnya sendiri selama itu tidak bertentangan dengan akidah

    • @ Beruntung kita zaman ini dgn kemudahan ini kita boleh tau sejak wafat Rasullulah SAWW..apa sebenar nya yg berlaku dalam lingkungan para pemikir maupun ahli pakar agama imam imam dalam menentukan amalan mau pun sikap dalam menilai sesuatu perkara yg di wahyukan ALLAH SWT dan sunah Rasullullah SAWW..tinggal kita sndiri untuk menilai dan gunakan otak untuk berfikir … maka tidak heran bila muncul golongan sepertu JIL dan aliran aliran kepercayaan yg lain di dalam lingkungan umat Islam…bila kita lihat kecelaruan dalam menilai sesuatu yang berbentuk bagai mana yg betul dalam kita beribadah untuk menjadi hamba yg baik di hadapan ALLAH SWT…tetapi kita tidak pernah berpikir untuk apa kita dilahirkan di dunia ini .sedang kita dijanjikan sebagai golongan yg terpilih di muka bumi ini .???

  7. dua bulan kurang lebih aku ikuti tulisan2nya Ust. Abu kritik tajam kepada Ust. Firanda tapi anehnya sampai sekarang ini aku belum lihat Ust. Firanda membantahnya…. apa beliau sedang mati suri atau sedang ngumpulkan bahan dan minta bantuan kesana kemari untuk membantahnya… ya Allah A’lam…. tapi aku sangka pasti Ust. Firanda sudah tdk sabar untuk membantah, hanya saja mungkin belum punya waktu…
    lagian wahabi wahabi lainnya juga kok nggak ada yang nongol tampil membantah Ust. Abu Salafy… atau jangan jangan sedang kelabakan semua sebab dibuat kaget ternyata abusalafy masih hidup dan bangkit penuh semangat….
    ayo dulur dulur salafi bantah yang ilmiah semua tulisan Ust. Abu! Aku tunngu ya?!

    • Masuk ke blognya ust. Firanda, Kang Maman,…

      • semakin banyak saja orang syiah di indonesia, kalau masuk ke gramedia dan cari buku agama islam maka akan kita temukan 80% lebihi terbitan antek2 syiah dan liberal….isinya cuma dusta dan merangkai kata2 yang bikin pusing.

      • Mask ke blognya firanda?!
        OK?
        Tapinseteoah aku masuk ke sana ternyata nggak ada bntahan buat abusalafy….
        Aneh buian!
        Jadi bener tu kata kang maman

  8. ha ha ha.. kalau sudah kelabakan mau cari kambing hitam.. syiah lah rafidhah lah… jangan lari dari medan parang bung!!!!
    Ayo tanggapi aja ustadz kami abusalafy di sini…. minta itu si firanda untuk bantah…. apa masih sibuk cari nafkah ngibuli jamaah haji jadi mutowwe’?????
    atau kalao tdk mampu suruh aja pulang ke papua kembali menyembah patung!

    • Astaghfirullah….. Sdr Hubbu ali apakah anda non muslim yang menyusup dan sengaja mau mengadu domba umat Islam ? kalau anda non muslim masuk Islamlah dan pelajarilah ajaran Islam dengan benar….. kalau muslim Istighfarlah dan kembalilah ke jalan yang benar. Kalau ada perbedaan faham diskusikanlah dengan santun jangan membawa-bawa suku dan menyuruh orang untuk menjadi kafir.
      Kalau kita tidak suka dengan kaum salafiyah yang terlalu gampang membid’ahkan orang, apa bedanya dengan anda yang terlalu gampang mencaci maki orang yang tidak sepaham dengan anda bahkan menyuruhnya untuk menjadi kafir… marilah kita semua introspeksi demi persatuan dan kejayaan umat Islam di dunia.

    • nah, kelihatan kan situs ini situs apa?? kalau orang komentarnya tidak provokatif malah tidak dimuat

    • Sejutu bang, wahabi sedang gencar mengadu domba antara Ahlu Sunnah dan Syi’ah….
      Mereka bisanya cuma menuduh nuduh aja.
      Terbukti islam wahabi yang melahirkan para TERORIS adalah islam demenannya Zionis dan A S.
      Di mana mana wahabai menebar fitnah, anehnya sebagan kiai suni dan habib habib murahan ikut terpengaruh wahabi…. mereka siap jadi anjingnya wahabi…. berkat duit dari Arab sana!
      Allahumma ba’idna nim dzalik.

  9. Istighfar iyu baik tapi bkan krn membongkar kejahatan wahabi wahabi seperti si firanda itu! ustadz fohto copy kali????????

  10. Semua yang dikatakan itu adalah berasal dari manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, jadi sesimpulannya ulama tidak lebih banyak dari Taklid/ pengikut biasa, perbedaan itu bukan untuk menyaring/memfilter orang lain, tapi untuk diri sendiri. yang bertujuan jadi sehat dan selamat.seperti sebutan KAFIR MUSRIK MUNAFIK itu bukan untuk dilempar ke orang lain. tapi untuk dipertanyakan pada diri sendiri.

  11. Setuju coy…. wahabi harus tau diri

  12. hihihi….wong.gemblung bikin blog ya jdnya tmbh linglung
    maaf sy bkn wahabi lo

  13. Semua perkataan dan tuduhan akan diminta pertanggung jawaban…ana berlepas diri dari mengkafirkan dan mencela para ulama…

  14. blog-blog SYIAH memang BERTAQIYAH

  15. blog geblek,,saling menejelekkan,padahal bersaudara. penyakit hati lo pade pelihara !!!

  16. saya turut mengaminkannya

  17. jika punya dali yang kuat untuk membenarkan pendapat ibnu taimiyyah ya silahkan. asal dalil2 itu tidak melenceng dari akidah ahlussunah wal jamáah.
    ibnu hajar itu seorang ulama yg mukhtabar dari kalangan ahlussunnah wal jamaáh.
    ingatlah “barang siapa yang mengkafirkan seorang muslim, maka ia terlebih dahulu jadi kafir”. sudah menjadi tabiátnya wahabi untuk membidáhkan dan mengkafirkan golongan selain mereka.

    Sadaqallahu wa sadaqa rasul

  18. apa kalian sadar bahwa kitab² yang kalian pelajari berasal dari ibnu taymiyah dan murid²nya?????

    jangan asal mengolok² orang karena bisa jadi yang diolok² itu lebih baik dari yang mengolok²

    • maaf mbak putri kami tidak pernah diajari / belajar menggunakan kitab2 Ibnu Taimiyah dan murid2nya , justru kalau mbak putri tahu Ibnu Taimiyahlah yang belajar dan berguru kepada Ulama2 kami Ulama Ay`ari , namun setelah kenyang ia kotori ,

      Ibaratnya Ibnu Taimiyah itu kehausan lalu minum dari sumur yang jernih setelah kenyang beliau kotori dengan pipis ke sumur itu.

  19. Hoi penulis binatang yg celaka…. apa kau fikir kau lebih baik dari ibnu taimiyah. Engkau ni jenis indon sesat yg campuraduk kan amalan hindu dalam islam. Ustaz konon…. tahi kucing la lorr …. berapa banyakkitab kamu karang?

  20. Abu salafi = SYEKH IDIHRAM = MARHADI

    MARHADI SYIAH YANG LAGI TAQIYAH DENGAN CARA MENYUSUP KE ORGANISASI NU

  21. WAH TERNYATA NGGAK GURUNYA,NGGAK JUGA MURIDNYA BEGINILAH KELAKUAN PEMUJA IBNU TAIMIYAH KALO KALAH DEBAT.BISANYA CUMA CACI MAKI TERUS ,UJUNG2NYA NGEBOM BUNU DIRI..HA HA HA…. PRIHATIN AKU PUNYA SODARA KAYA ENTE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 205 pengikut lainnya.