Mengapa Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Membela Yazid?!

Mengapa Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Membela Yazid?!

Para Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Mujassimûn Musyabbihûn ketika hendak menjajakan akidah tajsîm yang mengatakan misalnya bahwa Allah itu” bersemayam” di atas Arsy-Nya dan dipikul oleh malaikat atau kambing hutan berbentuk malaikat mereka mengandalkan nama-nama tokoh tetentu yang mereka yakini sebagai aimmah Salaf, seperti Imam Ahmad bin Hanbal, al Qâdhi al Farrâ’ al Mujassim, al Khallâl dkk. Akan tetapi ketika terbukti para aimmah Salaf bersikap tegas terhadap kefasikan dan kemunafikan bani Umayyah, yang dalam banyak hadis shahih, Nabi saw. menyebutkan bahwa mereka adalah oknum perusak agama yang paling berbahaya[1] Ketika para aimmah Salaf kebanggaan Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Mujassimûn Musyabbihûn itu bersikap tegas, maka mereka berpura-pura tuli dan buta… maka mereka segera menyumbat telinga-telinga mereka dengan ujung-ujung jari-jari mereka pesis yang difirmankan Allah dalam Al Qur’an suc-Nya:

وَ إِذا تُتْلى‏ عَلَيْهِ آياتُنا وَلَّى مُسْتَكْبِراً كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْها كَأَنَّ في‏ أُذُنَيْهِ وَقْراً فَبَشِّرْهُ بِعَذابٍ أَليمٍ

“Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.” ( QS. Luqman;7)

وَ إِنِّي كُلَّما دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصابِعَهُمْ في‏ آذانِهِمْ وَ اسْتَغْشَوْا ثِيابَهُمْ وَ أَصَرُّوا وَ اسْتَكْبَرُوا اسْتِكْباراً

Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. (QS. Nuh;7(

.

Dan karena keengganan mendengar suara kebenaran dan memerhatikan bukti-bukti haq, seorang hamba akan diganjar Allah dengan kebutaan dan ketulian serta kebisuan. Dan akibatnya mereka akan tersesat jalan hidayah dan tiba dapat kembali. Na’udzu billah minal idhlâh wal khidzlân.

Allah SWT berfirman:

صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لاَ يَرْجِعُوْنَ

Mereka adalah tuli, bisu dan buta. Dengan demikian, mereka tidak akan kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Al Baqarah;18)

.

وَ الَّذينَ كَذَّبُوا بِآياتِنا صُمٌّ وَ بُكْمٌ فِي الظُّلُماتِ مَنْ يَشَأِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَ مَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلى‏ صِراطٍ مُسْتَقيمٍ

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah) untuk diberi-Nya petunjuk (niscaya) Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.” (QS. Al An’âm;39)

Maka jika seorang telah bersungguh-sungguh berpaling dari kebenaran, para anbiyâ’ pun tidak akan mampu menyadarkannya. Allah SWT berfirman:

أَ فَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ أَوْ تَهْدِي الْعُمْيَ وَ مَنْ كانَ في‏ ضَلالٍ مُبينٍ

“Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak (tuli) bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az Zukhruf;40  (

.

Sebab mereka sudah dihukumi mati. Allah SWT berfirman:

إِنَّكَ لا تُسْمِعُ الْمَوْتى‏ وَ لا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعاءَ إِذا وَلَّوْا مُدْبِرينَ * وَ ما أَنْتَ بِهادِي الْعُمْيِ عَنْ ضَلالَتِهِمْ إِنْ تُسْمِعُ إِلاَّ مَنْ يُؤْمِنُ بِآياتِنا فَهُمْ مُسْلِمُونَ.

Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang- orang yang mati mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang.* Dan kamu sekali- kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang- orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri.(QS. An Naml;81-82(

.

Allah SWT juga berfiaman:

فَإِنَّكَ لا تُسْمِعُ الْمَوْتى‏ وَ لا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعاءَ إِذا وَلَّوْا مُدْبِرينَ

Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang.(QS. Ar Rûm;52 (

.

Abu Salafy berkata:

Coba Anda renungkan betapa bahaya sikap angkuh kepada kebenaran… dia benar-benar akan menghalangi sampainya suara hidayah Allah ke dalam hati dan menjadikan jiwa menolak dan mengkufuri kebenaran.

Para Tokoh Andalan Wahhâbi Salafy Mengutuk Yazid, Tetapi kaum Salafu Malah Bermesraan!

Aneh bukan sikap mereka… ketika terbukti tokoh-tokoh dan aimmah Salaf mereka bersikap tegas dalam menyikapi kefasikan dan pengkhiatan bani Umayyah, utamanyaYazid dan Mu’awiyah ayahnya (yang dalam hadis Imam Bukhari disebut sebagai PENGANJUR KEPADA API NERAKA)… mereka pura-pura tuli dan buta… dan apabila ada yang mengungkap kejahatan bani Umayyah, khususnya Mu’awiyah dan Yazid putranya, segera mulut busk mereka menuduhnya sebagai Rafidhi, Zindiq dan lain sebagainya, sebagai upaya membungkam mulut pembela kebenaran agar diam tidak membongkar kejahatan dan kemunafikan itu!

Dalam kesempatan ini saya tidak akan berpanjang-panjang dalam menyajikan bukti-bukti dualisme sikap para Salafiyyûn Wahhâbiyyûn Mujassimûn Musyabbihûn. Saya hanya akan mengajukan sebuah bukti yang ditegaskan oleh banyak ulama, di antaranya adalah Ibnu Katsir (yang sengaja keterangannya saya pilih di sini mengingat mereka begitu menyanjungnya sampai-sampai seakan tidak ada tokoh mufassir dan ahli sejarah sehebat dia).

Ketika menerangkan hadis yang mengatakan barang siapa membuat takut penduduk kota suci Madinah secara zalim, maka Allah akan membuatnya takut dan Allah akan melaknatnya, Ibnu Katsir[2] mengatakan:

“Dan berdasarkan hadis ini dan yang semisalnya telah berdalil ulama yang membolehkan melaknat Yazid bin Mu’awiyah. Ini adalah pendapat Ahmad yang diriwayatkan darinya dalam satu riwayat dan dipilih oleh al Khallâl, Abu Bakar Abdul Aziz, Qadhi Abu Ya’la dan putranya; Qadhi Abul Husain. Dan Abul Fajar membela pendapat ini dalam sebuah kitab karya khususnya dan ia membolehkan melaknat Yazid.”[3]

Abu Salafy berkata:

Dan tentunya yang lebih berhak mendapatnya adalah Mu’awiyah ayah Yazid yang telah memberikan jalan dan menganjurkan kekejaman yang dilakukan terhadap penduduk kota suci Madinah al Munawwarah. Kekejaman Yazid terhadap penduduk Madinah itu berupa perintahnya untuk menyerang kota tersebut… membantai penduduknya… membebaskan pasukannya yang dikomandani oleh Muslim bin ‘Uqbah… dan itu semua atas perintah Mu’awiyah kepada Yazid anaknya!

Al Imam al Hafidz Ibnu Hajar al Asqallani (rh) berkata,

“Abu Bakar ibn Abi Khaitsamah meriwayatkan dengan sanad shahih bersambung kepada Juwairiyah Asmâ’, ia berkata, ‘Aku mendengar para tokoh penduduk kota Madinah berkisah bahwa Mu’awiyah menjelang matinya, ia memanggil Yazid dan berkata, ‘Sesungguhnya engkau akan mengalami hari berat dari penduduk Madinah, jika mereka melakukannya maka lemparlah mereka dengan Muslim bin ‘Uqbah. Karena sesungguhnya aku benar-benar mengetahui ketulusannya.’…. (lalu setelah para tokoh kota Madinah menyaksikan kefasikan dan kemungkaran yang mengerikan pada diri Yazid, meerka memutuskan untuk melepas ikatan baiat setia terhadap Yazid. Yazid pun segera mengirim pasukan di bawah pimpinan Muslim bin ‘Uqbah. Setelah perlawanan penduduk Madinah dipatahkan dan mereka dibantai habis, Muslim mengizinkan para prajuritnya untuk berbuat apa saja terhadap penduduk kota suci Madinah… mereka membantai warga sipil dan anak-anak kecil tidak berdosa … mereka memperkosa gadis-gadis Madinah, putri-putri para sahabat, tidak kurang dari seribu gadis-gadis sahabat Nabi saw. mereka perkosa)… setelah itu, Muslim membaiat penduduk Madinah (dan menjadikan) sebagai budak sahaya Yazid, terserah mau diapakan oleh Yazid terhadap harta maupun jiwa mereka.”

Ibnu Hajar juga menyebtukan riwayat serupa dari ath Thabarani:

“Menjelang matinya, Mu’awiyah berkata kepada Yazid, ‘Aku telah tundukkan negeri ini untukmu dan aku telah persiapkan manusia mendudukungmu, aku tidak takut melainkan dari penduduk Hijâz. Jika ragu terhadap sikap mereka, maka kirimlah Muslim ibn ‘Uqbah (untuk menghadapi mereka), karena aku telah mengujinya dan aku jamin ketulusannya. Lalu ketika penduduk Madinah memberontak kepada Yazid, Yazid memanggil Muslim ibn ‘Uqbah dan mengirimnya serta menghalalkan (berbuiat apa saja di madinah) selama tiga hari. Setelahnya dia meminta penduduk Madinah untu membaiat Yazid dan mereka adalah budak sahayanya baik dalam ketaatan maupun kemaksiatan kepada Allah.[4]

Ibnu Hajar juga mengatakan bahwa: “Pada peperangan Hurrah, telah terbunuh jumlah yang tak terhitung dari kalangan Anshar. Harta-harta yang ada di kota suci madinah dijarah. Pedang-pedang dijalankan selama tiga hari.”[5]

Abu Salafy berkata:

Dan upaya menuduh dengan tuduhan rafidhi atau zindiq yang biasa dilakukan kaum Wahhâbi-Salafi dengan mengatas-namakan Ahlusunnah untuk menteror siapa saja yang tulus mencintai keluarga Nabi dan dzurriyahnya adalah upaya sia-sia, sebab hanya kaum Nawashib/musuh-musuh Ahlul Bait Nabi saw. lah demikian!

Adapaun Ahlusunnah adalah akan tulus mencintai Nabi dan kelurganya dan membenci bani Umayyah dan siapa saja yang memerangi Nabi dan keluarganya! Ini adalah pandangan para pembesar ulama dan para aimmah Ahlusunnah, seperti Imam Nasa’i penulis kitab as Sunan (w.303 H), Imam al Hakim penulis kitab al Mustadrak (w 450 H), Imam Abdur Razzâq ash Shan’âni penulis kitab al Mushannaf (211 H), Imam al Hafidz Abu Ghassân al Nahdi al Kufi, Abu Nu’aim dan Ubaidullah bin Musa, Imam al Hafidz Jarîr adh Dhabbi (W.177 H) dan puluhan lainnnya.

I’tiqâd Tokoh-tokoh Besar Ahlusunnah Tentang Mu’awiyah bin Abu Sufyân

Adz Dzahabi (ulama yang selalu dibanggakan kaum Salafi-Wahhâbi) dalam kitab Siyar A’lâm-nya,14/133 berkata tentang Imam Nasa’i (rh),

“Padanya terdapat sedikit kesyi’ahan dan juga menyimpang dari musuh-musuh Ali seperti Mu’awiyah dan ‘Amr (bin al ‘Âsh).” Dan karenanya, beliau syahid dianiaya pendukung Mu’awiyah si penganjur kepada api neraka. Mereka memaksa Imam Nasa’i (rh) untuk menyanjung Mu’awiyah dan beliau pun menolaknya!

Adz Dzahabi melaporkan dalam kitab Siyar A’lâm-nya,9/570:

“Abdur Razzâq berkata kepada seseorang, ‘Jangan kotori majlis kami dengan menyebut nama anaknya Abu Sufyân.

Adz Dzahabi juga berkata,

“Abu Nu’aim dan Ubaidullah adalah pengagung Abu Bakar dan Umar, hanya saja mereka berdua mencaci maki Mu’awiyah dan keluarganya.Siyar A’lâm-nya,10/432. Ubaidullah bin Muas tidak sudi mengizinkan seorang yang bernama Mu’awiyah memasuki rumahnya dan juga  tidak sudi meriwayatkan hadis di hadapan orang-orang jika di antara mereka ada yang bernama Mu’awiyah. Baca keterangannya dari laporan adz Dzahabi dalam Siyar A’lâm,9/556-557.

Al Hafidz Ibnu Hajar berkata dalam Tahdzîb at Tahdzîb,2/66: “Khalili dalam kitab al Irsyâd berkata tentangnya, “Tsiqah disepakati kejujurannya. Qutaibah berkata, “Aku mendengar Jarîr al Hafidz mencaci Mu’awiyah secara terang-terangan.”

.

Akidah Hasan al Bashri Imam Salaf Shaleh Tentang Mu’awiyah!

Hasan al Bashri berkata mengecam Mu’awiyah, “Ada empat perkara pada Mu’awiyah andai satu saja ada padanya niscaya sudah cukup menyebarbkan kebinasaan baginya:

(1) Ia merampas kekuasaan tanpa musyawarah sementara masih banyak sahabat mulia.

(2) Mengangkat Yazid si pemabok, si pemakai baju sutra dan pemain musik sebagai Khalifah.

(3) Mengakui Ziyâd sebagai anak ayahnya, padahal Nabi saw. bersabda, ‘Anak itu milik si pemilik ranjang dan bagi si pezina adalah dicegah (dari mengakui anak hasil zinanya dalam nasab).’

(4) Ia mebunuh Hujr dan rekan-rekannya. Celakalah dia dia dari Hujr dan rekan-rekannya! Celakalah dia dia dari Hujr dan rekan-rekannya![6]

Penutup

Semoga beberapa ketarangan di atas dapat menyadarkan dan memperkenalkan kepada kita akidah sebenarnya Ahlusunnah yang diwariskan oleh para para aimmah dan Salaf Shaleh kita…. Dan semoga kita dapat berhati-hati dan waspada terhadap tipu daya yang menggiring kita untuk membenci keluarga Nabi saw. dan mencintai bani Umayyah yang fasik, khususnya Mu’awiyah, Yazid, Marwan dan lainnya yang telah disabdakan Nabi saw. bahwa mereka adalah manusia-manusia terkutuk.

Diriwayatkan dari Imam Hasan ra.. beliau berkata kepada Marwan ibn Al Hakam:

لَقَدْ لَعَنَكَ اللهُ على لِسانِ رَسُولِِ اللهِ (ص) وَ أَنْتَ فِيْ صُلْبِ أَبِيْكَ.

“Allah Benar-benar telah melaknat kamu melalui lisan Nabi-Nya sementara kamu masih berada di sulbi ayahmu.”[7]

Al Muttaqi Al Hindi meriwayatkan dari Sayyidatuna Aisyah ra., ia berkata kepada Marwan, “Sesungguhnya Rasulullah telah melaknat ayahmu sementara kamu masih dalam sulbinya. Jadi kamu adalah sebagian dari laknat Allah.[8]

Ibnu Umar ra. sebagaimana diriwayatkan Al Bazzar, berkata, “Allah telah melaknat Al Hakam dan keturunannya atas lisan Nabi-Nya.[9]


[1] Diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:

لِكُلِّ أُمَّةٍ آفَةٌ و آفةُ هذهِ الأُمَّةِ بَنُوا أميةَ.

“Pada setiap umat terdapat oknum perusak, dan oknum perusak umat ini adalah bani Umayyah.”

(HR riwayat Abu Nu’aim dari sahabat Imam Ali ra. dan ada riwayat serupa dengan redaksi setiap agama sebagai ganti kalimat setiat umat dari riwayat Nu’aim bin Hammad dalam kitab al Fitan dari sahabat Ibnu Mas’ud))

Ibnu Hajar Al Asqallani dalam Syarah Bukhari-nya,8/339 menukil Imam Ali (karramallahu wajhahu) berpidato dan berkata:

ألآ إنَّ أخْوَفَ الْفِتَنِ عِنْدِي عَلَيْكُمْ فتْنَةُ بَنِي أُمَيَّةَ, ألآ إِنَّهَا ِفتْنَةٌ عَمْيَاءُ مُظْلِمَةٌ.

“Ketahuilah! Sesungguhnya fitnah yang paling saya khawatirkan atas kalian adalah fitnah bani Umayyah. Ketahuilah ia adalah fitnah yang buta dan gelap gulita.”

[2] Ibnu Katsir adalah seorang ulama yang sering dibanggakan kaum Salafi-Wahhâbi. Ia adalah murid Ibnu Taimiyah dan juga pernah berguru kepada adz Dzahabi.

[3] Tarikh Ibnu Katsir,8/223.

[4] Fathul Bari,13/70.

[5] Ibid.3/177.

[6] Al Khilafah wa al Mulk; Abul A’la al Maududi:106.

[7] Hadis riwayat Abu Ya’la seperti dalam Majma’ Az Zawâid, 5/240, Ibnu Sa’ad dan Ibnu ‘Asakir seperti dalam Kanz Al Ummâl,11/357 dan juga di sebut Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wa An Nihayah, 8/280.

[8]Mustadrak, 4/418, Tafsir Al Qurthubi, 10/286 dan 16/197, Tafsir Al Kasysyaf; Zamakhsyari, 3/99, Tafsir Ibnu Katsir,4/159, Tafsir Ar Razi,7/419, Usdul Ghâbah; Ibnu  Al Atsir,2/34, Al Bidayah wa an Nihayah,3/23, Tafsir An Nisyaburi (di pinggir Ath Thabari), 26/13, Tafsir An Nasafi (di pinggir tafsir Al Khazin), 4/132, Ash Shawâiq Al Muhriqah:108, Tafsir Fath Al Qadîr,5/20, tafsir Rûh Al Ma’âni; Al Alusi,6/2, Irsyâd As Sâri- syarah Shahih Bukhari-,7/320. dll.

[9] Al Haitsami dalam Zawâid-nya berkata, “Hadis ini diriwayatkan Ahmad, Al Bazzâr dan Ath Thabarani.”

52 Tanggapan

  1. Salam ‘alaykum. Mohon info: dari kitab hadis manakah diambil hadis sabda Nabi saw.:
    لِكُلِّ أُمَّةٍ آفَةٌ و آفةُ هذهِ الأُمَّةِ بَنُوا أميةَ ?
    Terima kasih sebelumnya.

    Abu Salafy:

    Hadis itu diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammad dalam kitab al Fitan dari sahabat Ibnu Mas’ud ra. dan oleh Abu Nu’aim dari sahabat Ali ra. Lebih lengkapnya saya persilahkan Anda menelaah kitab yang ditulis oleh seorang alim bermazhab Sayfi’i dari keturnan Nabi Muhammad yang bernama Sayyid Habib Muhammad bin Aqil bin Yahya al Alawi yang judulnya AN NASHOIH AL KAFIYAH LI MAN YATAWALLA MU’AWIYAH (NASIHA YANG CUKUP BAGI OTANG YANG MENCINTAI MUA’wiyah)
    Syukran.

  2. Wah, ternyata ngeri juga ya itu Wahabi Salafi. Kalo ngaji dikit-dikit bid’ah dan sesat. Yang diutamakan aqidah tauhid. Tapi realita menunjukkan keanehan. Biangnya Wahabi, Saudi Arabia tidak berani menghadapi Saddam Husein. Ngaku-nagku biangnya Tauhid, malah mengundang tentara Amerika. Aneh!

  3. Cukup hadits Nabi jadi peringatan bagi anda wahai abu salafy

    لا تسبوا أصحابي لا تسبوا أصحابي فوالذي نفسي بيده لو أن أحدكم أنفق مثل أحد ذهبا ما أدرك مد أحدهم ولا نصيفه

    1. Jadi semakin teranglah bahwa anda pengikut syi’ah rafidhah, ini persangkaan kuat saya.

    2. Ingatlah, semua tulisan anda akan dihisab oleh Alloh. Jadi hendaknya anda hati-hati, jangan menjadi orang yang sesat dan menyesatkan.

    Dan ingatlah semua orang yang menjadi sesat aqidahnya kerena tulisan anda, maka anda akan mendapatkan bagian dosa

    3. Bertobatlah wahai abu salafy senelim maut datang dan yang ada hanyalah penyesalan anda

    Abu Salafy:

    Terima kasih atas nasihatnya. Tolong buktikan keshahihan hadis itu! dan Jika shahih apakah berlaku juga Mu’awiyah yang kata Nabi saw. (seperti dalam riwayat Imam Bukhari) dia adalah menganjur ke neraka?!
    Apakah Anda tidak percaya bahwa di antara sahabat itu ada yang munafik?
    Lagi pula akhi, siapa yang mencaci Mu’awiyah… saya hanya menyebutkan kemunafikannya! kamu coba bedakan antara makna kata sabba-yasubbu-sabban dengan apa yang saya lakukan di sini!

  4. Salam wa Rahmah,
    Syabas bung…bongkar aja kebejatan agama rekaan Sir Hemprey itu…agama yng penuh kebencian dan hasad pd Ahlul Bait as dan pecintanya…bi hakki Muhammad wa aali Muhammad…solawat

  5. Membaca artikel ini, saya sebagai orang awam yang bingung terhadap posisi sosok Sahabat Muawiyah. Dalam sebuah diskusi di Makasar (www.syiahindonesia.com), ada Ustadz yang membela sahabat Muawiyah ketika dikafirkan oleh orang Syiah. Saya kutipkan aja. Kata Ustadz tersebut, Muawiyah, iparnya Nabi SAW dan penulis wahyunya. Mungkinkah Nabi SAW memilih orang yang berjiwa kafir sebagai Penulis Wahyu? Juga Muawiyah ditunjuk oleh Khalifah Umar bin Khattab dan sesudahnya Khalifah Utsman juga menunjuk sebagai Gubernur di Syam. Bahkan beliau menjabat sebagai Khalifah sesudah Hasan bin Ali RA sekitar 20 tahun. Beliau meriwayatkan hadits Nabi SAW sebanyak 130 (referensi lihat Nushatul Muttaqin Syarah Riyadul Shalihin Hal.1330).

    Dan ternyata Muawwiyah RA telah didoakan Nabi SAW: Ya Allah jadikanlah iya orang yang memberi petunjuk, orang mendapat petunjuk dan berilah petunjuk manusia dengannya (Hadits Shahih riwayat at Tirmidzi). Begitu banyak kelebihan Muawiyah yang tidak dapat disebut satu per satu dapat kita lihat diantaranya dalam kitab al ‘awashim min al qawasim hal.202-210 karangan al Qadhi Abi Bakr al Arabi.

    Abu Salafy:

    Akhi, sebelum memastikan itu sebagai sabda Nabi saw. pastikan dulu keshahihannya. Ibnu Arabi itu Sunni yang nashibi. Semua juga tau. tentang kitab al ‘Awashim yang kamu banggakann itu coba baca dengan detail di dalamnya ia menghinakan Sayyidina Ali (karramalllahu wajhahu). Apakah Anda setuju dengannya dan dengan pengarangnya?!
    Saya informasikan lagi kepada Anda bahwa kalau tahu lebih lengkap kumpulan hadis pujian Mu’awiyah, maka bacalah kitabnya Ibnu hajar al haitami yang berjudul Tath-hir al Janan wal Lisan… (WALAUPUN HADIS-HADIS YANG DIBAWAKANNYA PALSU. TAPI PASTI MENGGEMBIRAKAN PARA PEMUJA BANI UMAYYAH POHOK TERTKUTUK!)

  6. untuk saudaraku ain………. kenapa ente repot-repot bela si munafik keparat Mu’awiyah itu… ane juga sunni tapi nggak wahabi makanya ane bisa gunakan akal waras ane dan ngikuti nurani suci ane yang Allah titipkan…
    Apa ente ingkar kalau Mu’awiyah itu benci Sayyidina Ali ra.? Lhah terus kalau benci namanya apa? munafiq kan? GITU AJA KOK REPOT!!!

  7. bukti nyata bung ain kalau wahabi itu gemar ngebelai setan munafik yang keparat namanya Yazid… lihat kementerian pendidikan Arab Saudi menerbitkan kitab yang muji Yazid dengan judul haqaiq ‘an amiril mu’minin Yazid!
    Apa itu namanya? Cinta sayyidina Husain ra.?
    Trus wahabi juga semangat terbirkan dan sebarkan kitabnya Ibnul Arabi al maliki yang judulnmya al awashim minal qawasim…..

  8. hari gini kok masih aja ada yang ngebalin Mua’awiyah dan yazid … kacian… mas, waktu sayyiduna ali dihajar itu mestinya kalian bangkit membelanya! bukan si anak hindun ajuz gatel itu!
    tahukah kamu artinya mu’awiyah dalam bahasa arab… artinya anjing! buka munjid atau kamus arab lainnya… emak bapaknya aja sudah bilang dia anjing eh ente bilang penulis wahyu!!!!! bahlol..

  9. buat para penyembah muawiyah baca nih di sini:http://secondprince.wordpress.com/2010/07/12/hadis-muawiyah-mati-tidak-dalam-agama-islam-bantahan-terhadap-salafy/
    baca nih hadisnya:
    عن عبد الله بن عمرو قال كنت جالساً عند النبي صلى الله عليه وسلم فقال يطلع عليكم من هذا الفج رجل يموت يوم يموت على غير ملتي، قال وكنت تركت أبي يلبس ثيابه فخشيت أن يطلع، فطلع معاوية

    Dari Abdullah bin Amru yang berkata aku duduk bersama Nabi SAW kemudian Beliau bersabda ”akan datang dari jalan besar ini seorang laki-laki yang mati pada hari kematiannya tidak berada dalam agamaKu”. Aku berkata “Ketika itu, aku telah meninggalkan ayahku yang sedang mengenakan pakaian, aku khawatir kalau ia akan datang dari jalan tersebut, kemudian datanglah Muawiyah dari jalan tersebut” [Ansab Al Asyraf Al Baladzuri 2/120-121]

    • na uzubilahiminzalik, si muawiyah semoga allah mengampuninya … sejarah menorehkan perbuatan buruk muawiyah terhadap keluarga nabi … itulah yang disebutkan Allah orang yang mendengar kebenaran tetapi mata,telinga dan mulutnya di bekamnya dengan kedua tangannya, betul saja dia mendengar wahyu dari nabi .. tapi apakah dia menerima kebenaran dengan hati yang lapang dan berserah diri, tentu tidak karena tingkah lakunya dalam sejarah tertoreh penuh darah dari anak cucu nabi … semoga Allah mengampuni muawiyah dari siksa yang pedih….

    • Kasihan para rafidhi ini,..mudh-mudahan Allah Ta’ala meneguhkan hati kami untuk mencintai para shahabat ridwanullah ‘alaihim,..

      • Sudah biarkan saja, percuma kita bicara sampe berbusa..
        abu salafy ini sudah seperti kaki tangan nya syi’ah..
        dia menjelekkan mu’awiyah dan yazid ra, padahal kebaikan si abu salafy kini ga ada secuilnya dari kebaikan para sahabat.
        Lihat saja kata 2 nya..
        Ya Allah ampuni abu salafy ini..
        Berikanlah dia pengetahuan tentang mana yg haq dan bathil

  10. @abusalafy
    Kalau boleh saran, mohon Anda buat tulisan perihal penghinaan Ibnu Arabi thd Imam ‘Ali a.s. dalam kitab karyanya al-’awashim min al-qawashim.
    Bila merepotkan, utk singkatnya mohon bisa Anda sebutkan rujukan bab & no. halaman dlm kitab tsb yg memuat hal penghinaan tsb. Syukron.

    Abu Salafy:

    Insya Allah. Semoga Allah memberi taufiq saya untuk itu. Doakan.

  11. jangan disamaratakan… tidak semua wahabi itu membela yazid dan bapaknya… ada juga yang bener akidahnya tentang si yazid dan muawiyah…
    tapi bener juga sih kebanyankannya memang demen bani umayah

  12. Orang awam jadi pusing nich. Tapi saya searching ke situs majelisrasulullah.org. Lamannya Habib Munzir Al Musawa. Jadi terang dan berimbang hati ini. Kata beliau, Muawiyah telah disepakati Ahlussunnah waljamaah sebagai Radhiyallahu’anhum, wafat dalam cahaya tobat dan kebenaran. Penghinaan terhadap Muawiyah adalah penghinaan thd Rasul saw, sebagaimana sabda beliau saw : “Jangan kalian mencaci sahabatku, jika kalian berinfak Emas sebesar Gunung Uhud, belum menyamai satu genggaman mereka atau setengahnya” (Shahih Bukhari, Shahih Muslim dan banyak lagi). Maka telah sepakat para Ulama dan Imam Ahlulbait dan Imam lainnya untuk beradab kepada Nabi saw dengan memuliakan seluruh sahabat beliau saw,
    Cukuplah pengadilan Allah swt yg menyelesaikan kebenaran dan kesalahan mereka, namun orang syiah menganggap pengadilan Allah tak cukup, mereka harus turut mengadili pula diatas Allah swt atas perbuatan sahabat Nabi Nya swt.

    Abu Salafy:

    Salam akhi. Dengan segala hormat saya kepada habib Mundzir al Musawa (karena beliau adalah habib keturunan Nabi saw.) tapi saya harus mengatakan bahwa apa yang ditulis di situs beliau tidak sepenuhnya benar. Tidak ada ijma bahwa harus menghormati apalagi mencintai Mu’awiyah. Memang ada di antara Ahlusunnah (mungkin banyak jumlahnya) yang menyanjung tinggi Mu’awiyah (tentunya jika masih diakui sbagai Ahlusunnah sejati), tetapi tidak sedikit yang tegas pendiriannya terhadap Mu’awiyah. Bahkan di antara meerka banyak juga para habib seperti Habib Allamah Muhammad bin Aqil bin Yahya al Alawi asy Syafi’i, Habih Allamah Hasan bin Ali as Seqaf dan lainnya, mereka telah membongkar kejahatan MU’awiyah dan menjelaskan pandangan ulama Ahlusunnah tentang masalah ini. Saya pikir baik untuk ditelaah! Selain itu dari kalangan Wahhabi pun ada yang sudah sadar dan menegarkan keyakinannya tentang kefasikan Mu’awiyah, seperti Allamah Syeikh Hasan Farhan al Maliki al Hanbali as Salafi.
    Al hasil mengaku adanya ijma Ahlusunnah bahwa Mu’awiyah itu diridhai Allah adalah tidak berdasar. Sama dengan anggapan bahwa Mu’awiyah telah bertobat dan mati dalam cahaya taubat adalaah adalah tidak benar.. semua bukti menjelaskan kepada kita bahwa Mu’awiyah sampai mati masih tepat menjalankan progran kemunafikannya dengan memerangi Sayyidina Ali ra. melaknati beliau ra. dan lebih jahat lagi ia melestarikan program terkutuk itu dengen menunjuk Yazid anaknya yang fasik dan munafik itu sebagai Khalifah!
    Akhi, jangan sampai kita terjebak oleh propaganda musuh-musuh Ahlul Bait Nabi saw. bahwa kalau kita mengecam kaum munafik dari kalangan sahabat berrarti kita menghina Rasulullah saw.! Justru sebaliknya jika kita memuji sahabat-sahabat yang fasik apalagi yang munafik sebenarnya kita menghina Nabi saw.!!
    Masalah klaim ijma itu tidak mungkin dapat ditegakkan buktinya…
    Dan akhirnya saya katakan, ini tidak ada sangkut pautnya dengan Syi’ah! hanya kaum Wahhabilah yang mau menipu kita dengan mengatakan kalau kita membongkar kejahatan Muawiyah berarti kita Syi’ah! atau seperti orang Syi’ah!! Hati-hati itu tipu muslihat kaum nashibi!
    Wassalam.

    • dalil yang berbunyi tentang tidak boleh menguhjat sahabat nabi itu memang benar… tapi, dalam disiplin ilmu hadost kan itu termasuk dalil umum. belum mencakup dalil khusus. kalau mau sedikit berpikir pakai otak maupun fu’ad, maka seumpama ada pilihan yang memang secara fakta ada dua opsi… dengan opsi:
      1. masuk barisan Sahabat Ali dan Umar bin khottob RA…
      2. Masuk sahabat Muawiyah..

      anda akan masuk mana? karena secara faktual dua opsi tersebut adalah berbeda….

      di mana diri anda ketika sahabat Ali & Umar bin khottob itu dicela dan dihina?

      bukankah mujtahid sohabie yang paling tinggi setelah Rosululah adalah ijtihadnya Umar bin khotob??? bukankah sahabat Ali mengerti tentang islam semenjak dari kecil dididik oleh Rosulullah???

      Siapakah yang masuk islam secara terpaksa ketika malam pra fathul makkah???

      mungkin kelemahan diskusi dengan mulhidin itu memang sulit, karena sulit diajak berfikir secara terstruktur… jadinya rada ngawur..

      • bukankah mujtahid sohabie yang paling tinggi setelah Rosululah adalah ijtihadnya Umar bin khotob???

        JAWABANNYA : BUKAN !, UMAR BIN KHATAB BAHKAN SERING MENGELUARKAN ATURAN YANG MENYALAHI/BERSEBERANGAN BAHKAN TIDAK SESUAI DGN SUNNAH SUCI RASULULLAH SAW.

        MAU TAHU, TERUSLAH MENCARI INFORMASI.
        SEDANGKAN IMAM ALI ADALAH PINTUNYA DARI KOTA ILMU YAITU RASULULLAH SAW.

        SAYANGNYA, KEBANYAKAN UMAT ISLAM SEJAK AWAL SAMPAI KINI DIJAUHKAN DARI “PINTU ILMU” YANG SEJATI, KARENA KONSPIRASI DAN BRAGAM KEPENTINGAN.

    • Hehe,..tidak ada ahlus sunnah yang membenci para shahabat ustadz abu. Ahlusunnah mencintai Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu dan juga mencintai muawiyah radhiyallaahu ‘anhu. Mereka berdua adalah shahabat yang agung. Pencela mereka sebagian besar adalah syiah. Kalau ustadz adalah seorang sunni, kemudian mencela salah satu dari mereka, maka sama saja sampeyan meyerupai kaum mereka i.e Syiah dan bagian dari mereka. Sudah masyhur bahwa konflik antara Ali dan Muawiyah radhiyallaahu ‘anhuma adalah hanya terkait urusan pembunuhan Ustman bin Affan radhiyallaahu ‘anhu. Tidak ada urusannya dengan aqidah. Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Adapun mas’alah kita, yaitu telah terjadi pertempuran antara kami dengan ahli syam.
      Yang jelas Rabb kita sama, Nabi kita juga sama dan da’wah kita dalam Islam juga sama. Begitu pula Iman kami pada Allah serta keyakinan kami kepada Rasulullah, tidak melebihi iman mereka, dan iman mereka juga tidak melebihi iman kami.
      Masalahnya hanya satu, yaitu perselisihan kita dalam peristiwa terbunuhnya (Kholifah) Usman, sedang kami dalam peristiwa tersebut, tidak terlibat.” (Nahjul Balaghoh – 448)

      Coba ustadz cermati perkataan beliau,..adakah Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu menuduh Muawiyah radhia’allaahu ‘anhu sebagai seorang munafiq? atau kafir?…Yang menduduh demikian hanyalah pembenci mereka berdua, pembenci kubu ahlus sunnah yang bersatu. Mereka adalah syiah rafidhah,..pembuat onar umat ini.

  13. Seorang yang jernih hatinya akan lebih mudah untuk menerima Muawiyah radhiyallahu ‘anhum sebagai sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, silakan baca buku ini:
    http://toko-muslim.com/buku-tarikh-daulah-umawiyyah/
    Saya bukan bermaksud iklan, tidak harus beli disitu, silakan beli di toko lain kalau berminat..
    Dan bandingkah dengan orang-orang yang menhujat dan mencela mereka.
    Hati yang bersih akan memilih pendapat ahlussunnah, bahwasanya Mua’wiyah dan para khalifah kaum muslimin pada masa salaf berada di atas kebenaran dan bahwasanya kesalahan-kesalahan mereka itu adalah ijtihad dari mereka, mereka adalah ulama rabbani dan kesalahan-kesalahan tersebut lebur dengan begitu banyak kebaikan yang mereka berikan untuk umat islam.
    Silakan dibandingkan. barakallahu fikum

  14. @A S
    wah si AS g berkutik klo udah bersangkutan ama “habib2″ mundzir yang membela Muawiyah Radhiallahuanu (karena emang inilah akidah Ahlussunnah),, kenapa g berkutik booee?? karena klo elo macem2 ma “Habib2″ mundzir ataou yang membela muawiyah dari kalangan “Habib” kamu akan mengalami kerugian, banyak yang lari dari mendukung orintasi dan penipuanmu ini.. lalu Engkau akan mengigit jari dari usaha yang kamu kerjakan selama ini.. yaahhh itung2 kayak metode Abdullah ibn saba al yahudi..

  15. Saya pikir ada banyak versi Islam diantaranya islam versi Muawiyah ( bani Umayyah) dan islam versi Sy. Ali ra.. kenyataannya ada dari keturunan Umayyah (Muawiyah) dengan kesadaran dan pengetahuannya mengikuti islam versi Keluarga Nabi saw dan kenyataannya pula ada dari keturunan nabi saw bahwa dengan ketidak tahuannya dan ketidak sadarannya telah
    mengikuti islam versi Muawiyah. Saya masih ingat betul ketika masih di sekolah dasar ada palajaran Sejarah islam sederhara ketika Muawiyah berkuasa dia menipu alHasan dalam perjanjian damai memerintahkan untuk melaknat dan mencaci maki sy. Ali ra sepanjang hidupnya dan mengangkat yazid sebagai putra mahkota. Saya pikir agak susah untuk menerima alasan masih ada kebaikan dari Muawiyah yang bisa menutup kejahatan dan keburukan apa yang telah dilakukan muawiyah.

  16. Ana ko’ jd bingungya sama pemilik blok ini (666), orangnya plinplan/berkepala dua, Nu/syiah nih? /… Dua2nya? /syiah yg mengatasnamakan Nu alias musuh dalam selimut?/ Munafik dong namanya. Baca duluni…h ¤ Pendapat Imam Abu Hanifah Tentang Sahabat.
    ImamAbu Hanifah berkata “Kita tidak boleh menyebutkan seorang pun dari sahabat nabi s.a.w kecuali dengan sebutan baik.” [kitab Al-Fiqh Al-Akbar,hal.304 ] Kata beliau juga “Kita juga tidak boleh berlepas diri dari salah satu sahabat nabi s.a.w, dan tidak boleh pula mencintai yang satu dan mengesampingkan yang lain” [kitab Al-Fiqh Al-Absath,hal.40 ] Beliau juga berkata “Keberadaan salah seorang sahabat bersama nabi s.a.w sesaat saja, hal itu lebih bagus dari pada amal kita sepanjang umur,meskipun umur itu panjang.” [kitab Al-Makki,Manaqib Abi Hanifah,hal.76 ] Beliau berkata “Manusia paling mulia setelah nabi s.a.w adalah Abu Bakar,kemudian Umar,kemudian Usman dan kemudian Ali. Selanjutnya kita tidak boleh membicarakan tentang parasahabat kecuali yang baik-baik saja.” [kitab An-Nur Al-Lami’,lembar119-A].
    ¤ Pendapat imam malik tentang sahabat.
    1.Imam Abu nu’aim meriwayatkan dari Abdullah al-Anbari,katanya:”imam malik bin anas menyatakan,”siapa yg merendahkan se orang sahabat Nabi saw atau ia merasa tidak senang,maka ia tidak punya hak untk dilgndungi oleh umat islam.”kemudian beliau membaca ayat: “orang-orang yang datang sesudah mereka(Muhajirin dan Anshor),mereka berdo’a: “wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang beriman lebih dahulu dari kami,dan janganlah Engkau menjadikan kebencian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.”(al Hasyr:10)
    Imam malik kemudian berkata: “barang siapa marah kepada salah seorang sahabat Nabi saw maka ia telah terkena ayat ini.”(al-Hilyah,vI/327). Kemudian antum bisa temukan pendpt imam syafi’i yg senada di :manaqib asy syafii,1/442.
    Dae pndpt imah ahmad yg senada di: as sunnah,karya imam ahmad,hal.77-78.

  17. Ana kira antum ini memang ahli bid’ah (666/kuburiun/syiah) seperti yg di ungkapkan ulama’ salaf berikut ini: Abu Nu’aim menuturkan dari ja’far bin Abdillah, katanya: “kami berada di rumah malik bin anas.Kemudian ada orang datang dan bertanya,”Wahai Abu Abdillah-panggilan akrab Imam malik-Allah ar-Rahman bersemayam(istawa)di atas ‘Arsy. Bagaimana Allah bersemayam?”
    mendengar pertanyaan itu,Imam malik marah. Beliau tidak pernah marah seperti itu. Kemudian beliu melihat ke tanah sambil memegang2 kayu di tangannya,lalu beliau mengangkat kepala beliau dan melempar kayu tersebut,lalu berkata:” Cara Allah beristiwa’ tidaklah dpt di cerna dgn akal,sedangkan istiwa’(bersemayam) itu sendiri dpt di maklumi maknanya.Sedngkan kita wajib mengimaninya,dan menanyakan hal itu adalah bid’ah.Dan saya kira kamulah pelaku bid’ah itu.Kemudian imam malik menyuruh orang itu agar di keluarkan dari rumah beliau” (al Hilyah,vI/325-326. Ash-shabuni,’Aqidah as salaf ashhab al Hadits,hal.17-18. Ibn ‘Abd al Bar,at tamhid,vII/151/ al Baihaqi, al Asma’ was ash shifat,hal.408,Ibn Hajar, fat-h-al Bari,xIII/406-407)

    Abu Salafy:

    Terima kasih Anda telah berkonentar yang tidak nyambung.

  18. Haha biar para pecinta muawiyah dan yazid tetap dalam keyakinannya … Dan biarkan kami para pecinta ahlulbait tetap dalam keyakinan kami ….

    Biar kita lihat ketika hari kiamat siapa diantara kita yg akan diberi syafa’at oleh Rasulullah dan ahlulbaitnya ,,,

  19. Baca asy syuara ayat 23 … Adakah perintah utk mencintai para sahabat Muawiyah dan Yazid…
    Siapa diayat itu yg Allah perintahkan utk kita cintai ….

    Tidakkah para wahabi tahu bahwa Muawiyah adalah org pertama yg menerapkan sistem pemerintahan kerajaan kafir kekuasaan turun temurun (monarki absolut) di negeri rasul yg jelas bertentangan dgn hukum islam …

  20. @abusalafy
    afwan! Salah tempat, Maunya ke kamar sebelah, tp pemilik rumahnya antumkan?
    Tp kayaknya nyambung juga,baca lg diawal2 tulisan antum.

  21. Bertaubatlah ya akhi… antum telah menghina dan mencaci sahabat. Antum sadari ato tidak, antum akui ato tidak, yg pasti Allah Maha Mengetahui apa yg ada dlm hati antum n apa tujuan antum. sekali lg ana ingatkan antum agar bertaubat. Klo antum mengganggap salah salafyun yg menghormati Mu’awiyah lalu gimana dengan Aisyah dan sahabat lainnya yang bukan hanya menghormati Mu’awiyah tp bahkan berperang membela Mu’awiyah..??

  22. MUAWIYYAH dan pngikutnya…ALI dan pngikutnya…semuanya adlah sahabat nabi….tdk pantas bagi kita mncela mreka…sudah spantasnya kita muliakn mreka….bgitu besar pngorbanan mreka thd islam…kalopun ada kesalahn thd manusia itu wajar…kullu bani adam khoto’….siapa manusia selain nabi muhammad yg trbebas dr kesalahan….tlong tunjukn WAHAI para PECINTA ABU SALAFY-pemerhati wahabi- .. trmasuk kau abu salafy……wahai kalian yg suka mncela salah satu dr sahbat nabi… apakh yg tlah engkau lakukan untuk islam….brjihad….mlawan sapa…persia… romawi..krjaan kalian hanyalah suka mencela…pngorbanan…amal dan keimanan mreka sangat jauh dng kalian….

  23. kebencian abu Salafy dan antek2nya kpd shahabat Muawiyah sdh cukup sbg ciri syi’ah. seperti komentar ulama syi’ah
    http://www.pusstv.com/ZaYPZ6xKIueVe
    http://www.pusstv.com/_MaD67vqqGwa4
    http://www.pusstv.com/raGdG54wXo2je

  24. Sukron ustadz, telah menguraikan makna sombong (walau sedikit), semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
    tentang isra mi’roj kapan ya?
    salam damai

  25. pokoknya kalau yang ngomong wahabi udah banyak yang nggak percaya
    karena ulahnya sendiri

  26. Abu Sufyan pimpinan perang melawan Nabi saw
    Hindun pemakan jantung Hamzah
    Muawiyyah pimpinan perang terhdp imam Ali & Imam Hasan
    Yazid pimpinan pembunuh Imam Husein

    Sy kira tdk ada keluarga secr turun-temurun yg seburuk ini.

    Salam

  27. sesungguhnya apa anda sampaikan ini benar2 adalah suatu kedustaan yang nyata terhadap salafi ………. , inget bung ajaran salafi mengajak seluruh umat slam yg membelot agar kembali kepada alquran dan sunnah nabi muhammad serta kepada para sahabat tabiin tabiut dan tabiin. banyak hadits yang palsu bertebaran dimuka bumi ini tetapi salafi bisa membedakan mana hadits yg palsu dan asli dengan ilmunya yang didapatkan melalui para sahabat rasulullah saw…., hati2 dengan kata2 nt ini yang penuh fitnah ….

    • Sesungguhnya apa yang di sampaikan oleh armand, on Maret 8, 2011 at 5:49 am said:

      Abu Sufyan pimpinan perang melawan Nabi saw
      Hindun pemakan jantung Hamzah
      Muawiyyah pimpinan perang terhdp imam Ali & Imam Hasan
      Yazid pimpinan pembunuh Imam Husein

      ini adalah TRUE STORY kita bisa mengambil pelajaran, mana yang baik dan jahat.

      Saya dukung Abu Salafi… teruskan membela kebenaran.

      Saya yakin anda tulus mencintai Rasulullah saw dan keluarganya karena:
      …”Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.”… (QS. Asy Syuura 42).

      Sesungguhnya mencintai Rasulullah saw dan keluarganya adalah ujian buat setiap mukmin.

      Seorang mukmin belum sempurna imannya bila tidak mencintai Rasulullah saw dan keluarganya.

  28. pembaca mesti pada ngerti sekaleeee
    siapa yang pendusta g usah d ucapkan udah pada tahu, kan (ALLAH MAHA TAHU)
    Kalau ngomong kebenaran pasti semua pada merasa
    paling benar menurut nafsunya sendiri2

  29. Ustadz, terus hajar wahhabiyyun sedikit keras boleh ………….kata orang jatim. Kami mendukung anda……..

  30. memangnya quran dan hadis hanya milik wahabi tok
    setap orang bis angomong gitu buktinya…………………

  31. bapak abu salafy : sepertinya anda kalau komentar atau kasih tulisan seperti orang yg segala-galanya tau full tentang sejarah , baik wahabi atau yg lainnnya
    yakin saudara sudah cek dan ricek tulisan tulisan yg anda copy paste itu ,
    saya mau berguru pada anda, cuma untuk sejarahnya aja ,

  32. ass.,
    maaf untuk penulis blog ini sya jd bingung.,krna g bsa baca kitab2nya sendiri tp pernah denger riwayat.,
    bahwa Rasulullah meramalkan kepada mauwiwah bin abu sopyan;,bahwasanya di kemudian hari kelak muawiyah akan mempunyai anak yang akan memusuhi duriah Rasullulah saw., Muawiayah menangis, dan memutuskan untuk tdk menikah semasa hidupnya.,
    di kemudian waktu Rasulullah.saw menyingung muawiyah ”kenapa kamu tdk menikah bukankah menikah itu sunah kami” muawiyah menangis karna benr2 takut ucapan rasul itu terjadi.,
    dan dikisahkan muawiyahpun jatuh sakit parah,. yang tiada obatnya kecuali menikah,,akhirnya muawiahpun menikahi wanita yang usianya kira2 80th/monopause/tdk produktif lagi (demi terhindar dari ramalan Rasulullah tadi).
    Karna sperti yang kita imani bahwa Mustahil bagi Rasul sifat kidzib/bohong ,akhirnya muawiahpun mempunyai 1 anak laki2 dari pernikahannya itu yng brnama yazid’.,
    yazid pun tmbuh,muawiahp trus dihantui ketakutan akan ucapan rasulullah.saw terhadap ramalan anak yng 1nya itu, akhirnya muawiah sllu menggendong_membawa yazid kecil ke setiap majlis atw tmpat dimna Rasulullah.saw dan sahabat2 yang laennya berkumpul,bermusyawarah,(demi yazid kecil mndapat barokah).
    Namun apa yang di dapati., Rasulullah.saw berkata kpd muawiah(yng sdang menggendong yazid kecil),”ahli surga menggendong ahli neraka” muawiyahpun menangis,. (WALLAHU ALAM BI SOWAB),.
    sekali lagi mohon penjelasannya.,
    karna sya sepaham dengan guru2 dan kyai di tempat sya 100% membenci propaganda muhammad bin abdulwahab.,

    • Hmmm cheva yg berbicara..
      Hati 2 ya dengan kisah anda..
      Coba sebutkan hadits itu??
      beserta sanad matan nya..
      dan buktikan apakah itu shahih atau tidak!

    • cheva :

      cheva blng “maaf untuk penulis blog ini sya jd bingung.,krna g bsa baca kitab2nya sendiri tp pernah denger riwayat.,”

      coba ya anda sebutkan hadits itu diriwayatkan oleh siapa ??
      beserta sanad dan matan nya..

      Untuk Abu Salafy

      jangan hapus komentar saya dong, kan saya mau cari kebenaran kalau anda itu mirip SYI’AH..
      mudah2an saja saya salah, semoga kalian dibukakan hatinya dalam menerima kebenaran

  33. Bagaimana dengan hadits2 berikut ini ? mohon pencerahannya ??

    Dari Abdurrahman bin Abi Umairah Bahwasanya Nabi Saw berkata kepada Mu’awiyah “ Allahummaj’alhu haadiyan mahdiyan wahdi bihin naas “

    Artinya “ Ya Allah, jadikanlah mu’awiyah orang yang member petunjuk dan diberi petunjuk dan berilah petunjuk kpd manusia dengannya “

    (Hadits ini diriwayatkan oleh imam Turmudzi dan dinyatakan oleh beliau sbgai hadits Hasan. Beliau berkata “ Kitabku ini / sunan At-Tirmidzi telah dikreksi oleh para ulama Hijaz, Iraq dan Khurasan, maka barangsiapa yg membawa kitabku ini dalam rumahnya maka seakan-akan di dalam rumahnya ada Nabi Saw yg berbicara. Syaikhul Islam Al-Harawiy berkata “ Kitab sunan At-Tirmidzi bagiku lebih bagus daripada kitab shohih imam Bukhori dan muslim, krna di dalamnya disebutkan bebrapa madzhab dan arahan dalam mencari dalil yg tdk ada dlm kedua kitab shohih tsb)
    Nabi Saw bersabda ” ALLAHUMMA ‘ALLIM MU’AAWIYATA AL-KITAB WAL HISAB WA QIHIL ADZAB ”

    Artinya ” Ya Allah, ajarkanlah Mu’awiyah pemahaman tentang Al-Quran, tentang hisab dan jagalah ia dr siksa “.

    (Hadits ini diriwayatkan olh imam Ahmad dlm musnadnya dari ‘Irbadh bin Sariyah. Imam Jalaluddin As-Suyuthi Rh berkata ” Semau periwayatan yg ada di musnad Ahmad adalah maqbul/ diteima dan hadits dho’ifnya setara degn hadits Hasan. Ibnu Hajar berkata ” Di dlm musnad Ahmad tdk trdapat hadits maudhu’ dan musnad tsb palin bagusnya musnad dr musnad2 yg lainnya)
    Imam Bukhori dan Imam Muslim banyak meriwayatkan hadits2nya melalui Mua’awiyah Ra, diantaranya hadits ” Sesungguhnya kalian melakukan sholat dua roka’at stlh ashar, sungguh kami tlh menemani Nabi Saw dan kami tdk melihat beliau mlakukan sholat dua roka’at stlh sholat ashar, sunguh beliau tlh mlarangnya ”
    (H.R Imam Buhori)
    Ktika Abdullah bin Mubarok ditanya tntang siapkh yg lebih utama Umar bin Abdl Aziz ataukah Mu’awiyah? Beliau mnjwb ” GHUBARUN DAKHOLA FI ANFI FAROSI MU’AWIYAH HIINA GHOZAA FI RIKAABI RASULILLAH SAW AFDHOLU MIN KADZA MIN UMAR BIN ABDIL AZIZ ” Artinya ” Debu yang masuk ke hidung kuda Mu’awiyah saat berperang dgn Nabi Saw lebih mulia drpa Umar bin Abdul Aziz “. (An-Nahiyah hal : 16, cetakan hakekat kitabevi, Turki).

  34. memang ulama’ ahlu sunnah wal jama’ah masih khilaf menyingkapi hal yg bertalian erat dg sy.muawiyyah ra,sebagian ada yg berpendapat beliau bughot karena menyerang pemerintahan yg sah,namun jumhur mengatakan bahwa yg paling baik kita adalah diam & sgala yg terjadi di antara mereka adalah perbedaan hasil ijtihad mereka.tanpa mengurangi kemulyaan mereka.namun untuk yazid ulama telah sepakat bahwa dia merupakan seorang yg dholim karena perbuatan2nya seperti ibahatul madinah&pembunuhan cucu rasulullah yg tertera di kitab badi’ul amali.

  35. silahkan & teruskan perjuangan anda ya ustadz abu salafy…….tunjukkanlah kpd mereka cahaya kebenaran ulama salaf yg sesungguhnya bagi mereka penebar takfir & tasyrik bagi saudaranya…………………………………

  36. Abu salafi yg saya hormati,sy br pertama msuk ke blog anda,sy bukan orang wahabi tetapi sejauh yg sy baca termasuk kitab-kitab karya habib zain bin smit madinah dan sayid muhammad maliki makkah blm pernah sy mendengar bahwa muawiyah R.A itu munafik justru ulama ahlussunnah sekaliber beliau mengajarkan untuk tetap sopan beradab kepada sahabat muawiyah ,jadi bukan gagasan yg anda usung seolah menggeret pembaca untuk memusuhi muawiyah.coba telaah lg kitab ulama2 kita ahlussunnah wal jamaah kontemporer.dan kebetulan walillahilhamd Al-faqir pernah talaqqi langsung kepada beliau jadi bukan doktrin yg anda muat itu yg beliau2 ajarkan.Wal’afw sy berharap ta’liq antum.

    Abu Salafy
    __________

    Akhi Karim ulama Habaib kan bukan hanya yang anda sebut:

    Untuk mengetahui beberapa sikap ulama Habaib dan Ahlussunnah lainnya tentang Muawiyah saya sarankan anda membaca kitab-kitab ini:

    Buku-buku ulama Habaib (hadramaut) tentang Muawiyah

    وجوب الحمية عن مضار الرقية لأبي بكر بن شهاب

    النصائح الكافية لمن يتولى معاوية لمحمد بن عقيل

    زهر الريحان في الرد على تحقيق البيان للسقاف

    نقد كتاب تطهير الجنان واللسان للهيتمي للسقاف

    تقوية الايمان برد تزكية معاوية بن أبي سفيان لمحمد بن عقيل

    كشف النقاب عن وجه الصَّواب لازالة ريب المرتاب عن معاوية لأبو بكر بن شهاب

    Buku-buku ulama Ahlussunnah tentang Muawiyah

    مع سليمان العلوان في معاوية بن أبي سفيان للمالكي

    الخلافة والملك لأبوالأعلى المودودي

    Dll

  37. akhi smua…truslah blajar biar lbh bijak…

  38. parah ya.. ckckckck.. kalau lah memang beritikad baik, sebaiknya kamu membubuhkan profile kamu secara gentle.. apabila kamu memang orang yang benar.. jadi, berita/artikel yg ada di sini riwayatnya bukan majhul.

  39. Hati2 membaca artikel di blok ini karena pemiliknya terang2an mencela sahabat nabi ini bertanda mengarah ke Syi’ah dan bersekongkol dengannya, bahkan besar kemungkinan orang inimengusung pemikiran syi’ah dan beruaha mencabut Aqidah Ahlu sunnah dari akar2nya he abu salafy yang tepat menurutku namamu abu kalafi karena sangat kalaf sekali semoga Alloh mempercepat menghentikan umurmu dalam merusak dunia dengan kedokmu.

  40. untuk mu’awiyah saya setuju dengan cah awam biarlah Allah yg menilai ttg mereka berdua, akan tetapi perbuatan yazid tidak bisa kita abaikan begitu saja (jelas2 luar biasa biadab) dan kita tidak usah menyandarkan perbuatan si yazid kepada bapaknya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.