Salafy Vs Salafy: Kali Ini Fauzan Al Anshori Angkat Bicara !

Ketika iseng-iseng mencari beberapa artikel eh…  malah menemukan tulisan Fauzan Al Anshori (dari Majlis Mujahidin) yang ditujukan kepada Salafiyyun-Wahabiyyun. Rupanya konflik internal dikalangan Salafiyyun-Wahabiyyun semakin nampak kepermukaan walaupun kalangan mereka berusaha mengelaknya.

Marilah kita ikuti unek-unek Fauzan Al Anshori kepada Ikhwan sesama Salafy/Wahabi-nya:

________________

SALAFIYYUN DALAM SOROTAN : BENARKAH GERAKAN SALAFY PALING AHLUS SUNNAH?

Oleh : Fauzan al-Anshori

(Sumber : majelis.mujahidin.or.id; dimuat Kamis, 12 Mei 2005)

di copas dari blog sampaikan.wordpress.com

Sejak beberapa puluh tahun yang lalu, di tengah kaum muslimin muncul sebuah gerakan yang menamakan dirinya salafiyah atau salafiyyun. Mereka menyatakan dirinya sebagai umat Islam yang paling ahlu sunnah wal jama’ah, paling firqah najiyah, paling salafus sholih dan paling thaifah manshurah. Siapa bergabung dengan mereka, mereka anggap kelompok ahlu sunnah wal jama’ah. Siapa tidak bergabung dengan mereka, mereka sebut sebagai ahlu bid’ah, ahlul ahwa’, Hizbiyyah Khawarij, firqah dhalalah dan sebutan mengerikan lainnya. Sebenarnya apa gerakan salafiyyun itu?


Bagaimana aqidah dan manhaj mereka menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah ‘ala fahmi Salafush Sholih? Betulkah yang bergabung dengan mereka termasuk ahlu sunnah, dan yang tidak bergabung termasuk hizbiyyah dan ahlu bid’ah? Benarkah segala klaim dan tudingan mereka ?

Ada sebuah pertanyaan yang mengganjal dalam benak kita, manakala melihat kiprah gerakan salafiyyun di medan dakwah. Vonis-vonis keras kepada seorang atau kelompok Islam yang berada di luar arus mereka, dan pengkultusan kepada syuyukh (guru-guru) di kalangan mereka sehingga mereka tidak menerima bila syuyukh mereka dikritisi. Benarkah ini cerminan interaksi sosial ‘ala ahlus sunnah terhadap ahlul bid’ah? Ataukah ada sesuatu yang salah?

1. TA’ASHUB DAN TAQLID BUTA

Bila diperhatikan, sebenarnya sikap ini bukanlah sebuah kebetulan belaka. Sikap ini lahir dari sikap hizbiyyah mereka, yang mereka terima dari para syuyukh mereka sendiri. Betapa tidak, sejak awal belajar seorang muslim yang bergabung dengan kelompok ini sudah didoktrin untuk menerima suatu dogma: bahwa kebenaran itu mempunyai tanda-tanda pengenal dan menara penerang, yang berwujud ajaran yang diterima dari kelompok mereka!

Itulah yang diajarkan para syuyukh mereka. Adalah syaikh Ali Hasan Al Halabi Al Atsari – seorang syaikh panutan mereka yang mengakui dirinya syaikhu salafiyyin ketiga setelah syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dan syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah – yang menyatakan ijma’ tentang kedudukan tiga syuyukh salafiyyun ini dengan mengatakan:

“Para ulama kami yang agung itu, mereka itulah bintang-bintang pemberi petunjuk dan meteor yang tinggi, barangsiapa berpegang teguh dengan mentaati mereka, mereka itulah yang selamat dan barangsiapa memusuhi mereka, maka dialah orang yang tersesat” (At Tahdziru Min Fitnati Takfir, hal. 39)

Jika ini yang dikatakan oleh syaikh panutan mereka, lantas bagaimana dengan para pengikut mereka? Pernyataan ini perlu mendapat catatan yaitu: Pertama: Ijma’ menurut para ulama adalah kesepakatan seluruh ulama mujtahidin setelah wafatnya Rosululloh saw. –bukan para syuyukh salafiyyun– dalam suatu masa tertentu, atas suatu persoalan tertentu. Yang dimaksud dengan kesepakatan adalah tidak adanya pendapat yang menyelisihi meski dari seorang ulama pun. Bila ada seorang ulama yang menyelisihi, maka namanya bukan ijma’.

Kedua: Pernyataan bahwa siapa yang bergabung dengan syaikh fulan dan membelanya baik benar maupun salah berarti kelompok yang benar, dan siapa mengkritik (memusuhi?) dan tidak bergabung dengan syaikh fulan berarti kelompok yang salah dan sesat, hal itu merupakan sebuah hizbiyyah, ta’ashub buta dan taklid buta yang terlarang dan sama sekali bukan sikap ahlu sunnah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan yang artinya: “Barangsiapa menjadikan seseorang selain Rosululloh, siapa mengikutinya dan sejalan dengannya, ia adalah seorang ahlu sunnah, dan siapa yang menyelisihinya berarti adalah ahlu bid’ah dan firqoh, sebagaimana terdapat pada kelompok ahlu kalam –dan juga salafiyyun hari ini– dan kelompok lainnya, maka ia termasuk ahlu bid’ah, dholal (sesat) dan tafaruq (pemecah belah persatuan umat Islam).” (Majmu’ul Fatawa 3/216)

Subhanallah, pernyataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ini telah menyingkap dengan telak, siapa sebenarnya gerakan salafiyyun ini. Alhamdulillah, kita tak perlu bersusah payah, Syaikhul Islam sudah membongkarnya dengan sangat telak.

Imam Abdurrahman Ibnu Jauzi mengatakan: “Ketahuilah sesungguhnya mayoritas para ahlu bid’ah itu dalam hati mereka ada ta’dzim (mengagungkan, mengkultuskan) seseorang –syaikh, ustadz, kiyai, habib, dll– mereka mengikuti perkataannya tanpa mentadaburi apa yang dikatakan, ini adalah sebuah kesesatan, karena melihat itu seharusnya kepada apa yang dikatakan, bukan kepada siapa yang mengatakan. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ali kepada Harits bin Hauth. Harits mengatakan kepada Ali, “Apakah anda mengira bahwa kami mengira Thalhah dan Zubair berada di atas kebatilan?” Maka Ali menjawab, “Wahai Harits, engkau ini terkena talbis (kerancuan). Sesungguhnya kebenaran tidak diketahui dari orang-orangnya. Ketahuilah kebenaran, maka engkau akan mengetahui pengikut kebenaran.” (Talbisu Iblis hal.101)

Sesungguhnya gerakan salafiyyun telah mendapat peringatan, kritikan dan nasehat dari para ulama, berkenaan dengan penyelisihan-penyelisihan mereka secara jelas terhadap aqidah ahlu sunnah wal jama’ah. Namun mereka tetap berjalan dengan penyelewengan mereka, bahkan semakin keras dan menyerang kelompok-kelompok umat Islam di luar mereka.

2. SEKULERISME

Maka inilah yang terjadi bagaimana sebuah kelompok yang menamakan dirinya salafiyyun, pengikut salafus sholih, namun menganut paham sekulerisme. Ini pernyataan syaikh nomer kedua mereka syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah yang artinya: “Saya meyakini bahwa slogan, “berikan hak kaisar kepada kaisar dan hak Tuhan kepada Tuhan” adalah sebuah kalimat bijaksana yang sesuai dengan zaman kita ini.” (Hiya As Salafiyatu Nisbatan wa Aqidatan wa Manhajan hal. 172).

Ya, tentu saja sangat sesuai dengan gerakan salafiyyun, namun jelas sangat bertentangan dan tidak sesuai dengan Islam. Semua Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah memahami bahwa Islam adalah Agama dan Negara. Islam tidak sekedar mengatur urusan ritual peribadatan semata, namun juga mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Dan semua Ulama juga telah bersepakat, bahwa sekulerisme merupakan sebuah paham kufur.

Tak heran bila gerakan salafiyyun ini gencar melarang berbicara urusan politik, tahkimu syari’ah, amar ma’ruf kepada penguasa, apalagi urusan Khilafah Islamiyyah. Menurut mereka orang-orang yang mengangkat tema-tema tahkimu syari’ah, amar makruf kepada penguasa atau Khilafah Islamiyyah adalah kelompok hizbiyyun, khawarij, Ahlu bid’ah, orang-orang yang haus kekuasaan, orang-orang yang tidak mempedulikan urusan dakwah tauhid. Padahal jelas, seluruh Ulama telah ijma’ bahwa amar makruf dan menegakkan khilafah merupakan sebuah kewajiban kifayah. Fardhu khifayah bila tidak tuntas menjadi fardhu ‘ain. Adapun tuduhan tidak mempedulikan dakwah tauhid dan haus kekuasaan, tentunya sebuah tuduhan yang harus dibuktikan dengan bukti-bukti nyata, jika tidak tentu sebuah tuduhan kosong.

Yang lebih mengherankan lagi, mereka menganggap pemerintahan sekuler sebagai pemerintahan Islam yang wajib ditaati oleh kaum Muslimin. Maka semua orang yang paham tauhid tentu akan tertawa, ketika melihat kekonyolan mereka menganggap pemerintahan Nushairiyyah Syiria, misalnya, sebagai pemerintahan Islam yang harus ditaati, dan mereka menghujat Mujahidin Syiria yang berjihad melawan pemerintah Nushairiyyah. Padahal semua orang yang paham tauhid tentu paham bahwa Ulama Islam telah ijma’ bahwa Nushairiyyah adalah sekte kafir. Ya, kelucuan-kelucuan lainnya yang
timbul dalam urusan ini tak bisa dipisahkan dari prinsip sekulerisme yang dianut oleh syuyukh mereka ini.

3. MENIHILKAN JIHAD

Ta’thil (menihilkan) jihad, itulah salah satu (sifat gerakan) salafiyyun yang mendakwahkan dirinya sebagai kelompok paling Ahlus Sunnah, atau bahkan satu-satunya Ahlus Sunnah dan di luar kelompok mereka (adalah) ahlul bid’ah dan hizbiyyah semua. Padahal jelas, salah satu sifat utama Thaifah Manshurah adalah jihad fie sabilillah, berperang di jalan Allah Ta’ala untuk meninggikan kalimatullah. Bahkan asbabul wurud hadits tentang Thaifah Manshurah pun berasal dari adanya sebagian shahabat Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa salam yang menyatakan jihad sudah selesai.

Jihad merupakan sifat tak terlepaskan dari generasi salafu sholih, dan jihad akan senantiasa berlanjut sampai Umat Islam bertempur melawan Dajjal. Para Ulama juga telah ijma’ bahwa manakala musuh menduduki salah satu negeri Islam, jihad menjadi fardhu ‘ain. Negeri Islam pertama yang lepas ke tangan tentara salib adalah Andalus (Spanyol), tahun 1942 M, atau 510 tahun yang lalu. Sampai hari ini Andalus tetap menjadi negara nashrani, maka jihad membebaskannya fardhu ‘ain atas seluruh Umat Islam yang mampu. Bahkan negeri (Islam) Palestina yang hanya (berjarak) beberapa ratus kilometer dari pusat lahirnya gerakan salafiyyun, telah jatuh ke tangan Inggris sejak 1917 M, lalu ditegakkan negara Israel tahun 1948 M. Sampai saat ini, jihad untuk membebaskan Palestina belum tuntas, maka jihad untuk membebaskan Palestina menjadi fardhu ‘ain.

Namun begitu, simaklah fatwa syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah, yang tinggal hanya beberapa ratus kilometer dari bumi Palestina: “Silahkan anda meneliti ayat-ayat yang datang untuk melengkapi dan menjelaskan ayat yang memerintahkan untuk mempersiapkan kekuatan (yang dimaksud adalah QS. Al Anfal ayat ke: 60, pent.) maka anda akan mengetahui bahwa jihad yang paling utama hari ini -saat kita dalam kelemahan seperti sekarang ini- adalah menahan diri dari berjihad.” (Muhammad Ibrahim Syaqrah, Hiya As Salafiyatu Nisbatan wa Aqidatan wa Manhajan hal. 204).

Ya, itulah fatwa syaikh kedua gerakan salafiyyun. Maka mereka pun diam seribu bahasa, tidak peduli nasib kaum Muslimin Palestina yang setiap hari meregang nyawa di tangan peluru-peluru tentara zionis Israel. Mereka pun diam ketika dua juta Umat Islam Iraq meregang nyawa akibat embargo ekonomi (1991) dan invasi (2002) oleh tentara salibis Internasional dan didukung oleh negara-negara Arab antek AS. Bahkan mungkin anda akan terkejut membaca fatwa syaikh pertama mereka, fadhilatu syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani yang memfatwakan Umat Islam Palestina untuk berhijrah. Ya, silahkan berhijrah dari Palestina, tidak usah berjihad, serahkan saja bumi Palestina kepada Israel. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Barangkali syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani sedang tidak memegang buku aqidah salaf ketika memfatwakan begitu, sehingga lupa bahwa Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’ salafu shalih telah menyatakan bahwa jihad akan tetap berlangsung sampai hari kiamat, sampai Umat Islam memerangi Dajjal. Barangkali saja, beliau lupa ada hadits mutawwatir tentang Thaifah Manshurah yang akan senantiasa berjihad sampai akhirnya mereka memerangi Dajjal.

Paling tidak, beliau masih meyakini adanya ‘idad. Jika begitu, masih lumayan. Tetapi fatwa beliau selanjutnya membuat kita bengong dan kaget. Ketika membicarakan ayat 60 surat Al-Anfal yang memerintahkan ‘idad beliau menyatakan: “Barangsiapa memperhatikan nash ini tentu ia akan menyatakan wajibnya menahan diri dari jihad (tidak berjihad), sampai i’dad mencapai taraf sempurna. Kadang bentuk i’dad adalah tidak beri’dad, karena tujuan i’dad memang untuk menakutkan musuh…” (Muhammad Ibrahim Syaqrah, Hiya As-Salafiyatu Nisbatan wa Aqidatan wa Manhajan, hal. 203).

Bentuk jihad adalah tidak jihad, bentuk i’dad adalah tidak i’dad, tidak ada jihad sampai i’dad mencapai taraf sempurna. Wahai Umat Islam Palestina, jangan berjihad melawan Israel sebelum kekuatan militer kalian menyamai militer Israel yang dibantu seluruh negara besar kafir semisal AS dan Inggris. Jangan berjihad melawan Israel sampai kalian memiliki tank, pesawat tempur, rudal-rudal dan bom nuklir sebanyak yang dimiliki Israel. Selama kekuaatan militer kalian tidak sama dengan kekuatan Israel, haram kalian untuk berjihad. Kewajiban kalian adalah i’dad, dan bentuk i’dad adalah tidak i’dad. Jadi?

Padahal menurut para ulama, i’dad dalam hal ini adalah i’dad menurut kemampuan (tafsir Ibnu Katsir 2/503). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga menyatakan bahwa dalam perang defensif seperti manakala musuh menyerang negeri Umat Islam, saat itu Umat Islam tidak boleh mundur dari medan perang sekalipun musuh berkali-kali lipat dari jumlah Umat Islam. Musuh dihadapi, dengan kemampuan yang ada. (Fatawa al-Kubra 1/236).

Dan untuk umat Islam Afghanistan, fatwa itu maknanya: jangan berjihad melawan AS dan sekutunya selama kekuatan militer kalian tidak sama besar dengan kekuatan militer AS dan sekutunya. Jangan melawan serbuan AS, jika pasukan komando, tank, kapal selam, pesawat tempur, pesawat siluman, rudal, bom nuklir, kapal pembom, kapal induk, kapal perusak kalian belum sama banyak dan sama kuat dengan milik AS dan sekutunya. Jangan berjihad cukup i’dad saja. Tawaran manis bukan?

Saudaraku…untuk kepentingan siapa Umat Islam diajak menyerah dengan takdir, berpangku tangan, tidak berusaha…bukankah ini menyerah kepada taqdir versi sekte sesat Jabariyah dan Jahmiyah…? Jika Allah menakdirkan AS mengganyang Afghanistan, bukankah itu takdir yang harus diterima dengan lapang dada? Jika memang sudah takdirnya Israel menjajah Palestina dan membantai Umat Islam, kenapa kita harus mempersoalkannya? Jika Allah menakdirkan Khilafah Islamiyyah jatuh akibat konspirasi musuh Islam Internasional, kenapa kita harus ribut? Bukankah dengan sekali kun fayakun, AS akan hengkang, Israel akan binasa dan khilafah tegak. Kenapa harus bersusah payah? Bukankah lebih baik duduk di bawah kipas angin di masjid, asyik membaca buku dan membicarakan kejelekan para da’i di luar kelompok kita?

Untuk kepentingan siapa syaikh mereka, syaikh Rabi’ Al-Madkhali mengarahkan meriam takfir (pengkafiran) kepada Sayid Quthb yang aktif mengkritik pemerintahan sekuler? Kemudian anda melihat mereka duduk berpangku tangan, menerima takdir, puas dengan aqidah Jahmiyyah-Jabbariyyah, demi keselamatan “aqidah salafiyah” mereka?

Tentara salibis dan zionis membantai ratusan ribu bahkan jutaan Umat Islam, tentara sekuler menegakkan pemerintahan sekuler dan bahu membahu dengan tentara salibis-zionis untuk memadamkan cahaya Allah Ta’ala, lantas anda berpangku tangan demi keselamatan “aqidah salafiyyah” anda, agar tidak diusik oleh tentara salibis, zionis dan sekuleris? Anda ingin cahaya Islam menerangi persada dunia ini dengan tanpa membuat orang-orang yahudi, nashrani dan musyrikin memarahi dan membenci anda? Jika itu aqidah anda, silahkan saja. Namun bagi Umat Islam lain di luar kelompok anda, tentu tak akan melupakan petuah Syaikhul Islam Ibnu Qayyim:

“Wahai orang-orang yang bermental banci, di mana anda dari jalan? Jalan di mana di atasnya: Adam kelelahan, Nuh meratap sedih, Al-Khalil dilempar ke dalam api, Ismail dibaringkan untuk disembelih, Yusuf dijual dengan harga murah dan dipenjara beberapa tahun, Zakaria digergaji, Yahya disembelih, Ayyub menderita sakit parah, tangisan Daud melebihi batas kewajaran, Isa berjalan kesusahan seorang diri dan Muhammad sholallahu ‘alaihi wa salam mengalami kemiskinan dan berbagai siksaan. Anda malah bersantai dengan kelalaian dan permainan?” (Al-Fawaid, hal. 56).

4. CUEK DENGAN NASIB UMAT ISLAM

Syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah menyatakan: “Termasuk fiqhul waqi’ (memahami realita yang ada) adalah engkau meninggalkan fiqhul waqi’ supaya fiqhul waqi’ menjadi sempurna dalam dirimu sehingga engkau menjadi orang yang paling tahu dan paham tentang fiqhul waqi’.” (Hiya As-Salafiyatu Nisbatan wa Aqidatan wa Manhajan, hal. 148).

Tak usah membaca koran, majalah, mendengar radio, melihat TV. Tak usah peduli dengan segala apa yang terjadi dengan dunia sekitar anda. Tak usah peduli dengan nasib ratusan juta Umat Islam di seluruh dunia, biarkan saja mereka, nanti anda akan menjadi orang yang paling paham dengan kondisi mereka. Diamnya anda, kesibukan anda dengan tarbiyyah dan tashfiyyah, kecuekan anda dengan jahiliyyah modern hari ini, akan menjadikan anda orang yang paling paham dengan kondisi dunia modern. Anda cuek dan diam, sibuk dengan urusan anda, maka anda akan menjadi orang yang paling pintar, mengalahkan semua pengamat. Untuk pandai dan paham tentang dunia sekitar, tak perlu belajar dan mencari tahu, cukup tashfiyyah dan tarbiyyah, kun fayakun anda jadi orang paling pintar.

Sebuah prinsip yang sangat bagus dan menggiurkan. Ukhuwah Imaniyyah yang menuntut kita memperhatikan nasib seluruh saudara kaum Muslim di dunia, bisa dirontokkan dengan dua baris kalimat sakti syaikh salafiyyah. Bila demikian keadaannya, maka hendaklah kita mencamkan wasiat Shahabat Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu: “Ikatan Islam akan lepas satu persatu bila di kalangan Umat Islam timbul sebuah generasi yang tidak paham dengan jahiliyyah” (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, Al-Fawaid, hal. 143).

Tidak paham konspirasi salibis-zionis-musyrikin, tidak paham kondisi saudara-saudara Muslim di berbagai belahan dunia yang sedang kesulitan, tidak paham sekulerisme, Khawarij, Murjiah, Jabariyyah, Jahmiyyah, bahkan tidak paham ahlus sunnah wal Jama’ah. Ya sudah, hancurlah Islam. Lepaslah ikatan Islam.

Inilah gambaran sekilas latar belakang pemikiran gerakan sesat Murji’ah ekstrim, yang hari ini dengan bangga menggelari dirinya sebagai gerakan salafiyyah. Mereka menganggap penyelewengan mereka dari aqidah ahlu sunnah wal jama’ah sebuah perkara remeh, padahal di sisi Allah Ta’ala sebuah perkara besar.

Tulisan super singkat ini belum membahas banyak hal tentang aqidah dan manhaj gerakan salafiyyah. Insya Allah, di lain kesempatan berbagai masalah yang berkaitan dengan gerakan ini akan disorot. Yang jelas, kemungkinan besar akan ada pihak-pihak yang merasa keberatan dan tidak terima dengan tulisan ini. Maka kepada saudara Muslim siapa pun dirinya kami nasehatkan beberapa hal berikut ini:

a. Mengembalikan seluruh perselisihan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman salafus sholih.

b. Tidak ta’ashub buta dan taqlid buta kepada siapa pun, seberapa pun kebesaran jasanya dan ketinggian ilmunya, karena tidak ada yang ma’shum selain Rasulullah shalallahu ’alaihi wa salam

(Sumber : majelis.mujahidin.or.id; dimuat Kamis, 12 Mei 2005)

35 Tanggapan

  1. insya allah saya mencoba meluruskan pendapat wahai akhi fillah begitu gampangnya anda membuka blok yang menurrut saya hanyalah prasangka belaka. begitu bencinya anda kepada dakwah salaf sehingga anda berani berdusta tentang dien ini bagaimana tidak saya katakan :”"

    1. TA’ASHUB DAN TAQLID BUTA

    disini anda menamakan diri anda dengan kesombongan sebagai abu salafy sepantas nya abu gosok saja. bagaimana anda mengatakan kamu abu salafy semantara tujuan dakwah salaf saja anda tidak mengerti sama sekali disini nampak anda ini adalah kanibal (ghimah /namimah)hanya mencari ketenaran atau yang lain nya bertobatlah wahai abu

    saya akan mendifinisikan salafy itu apa..
    salafy bukan hizbi/ kelompok atau pun golongan tidak seperti aliran sempalan yang ada pada masa fitnah ini dan siapa yang mengaku salafy tentu ia akan mengikuti dakwah nya salafussholeh dan salafusholeh itu siapa..? saya rasa anda udah mengetahui nya

    Orang yang mengira bahwa ia berada diatas manhaj ahlussunnah waljama’ah tentu ia akan mengikuti jalanya ahlusunnah dan meninggalkan orang-orang yang menyelisihinya . Adapun jika ia menginginkan untuk menyatukan antara Dhab (biawak padang pasir-ed) dengan ikan paus – sebagaimana yang mareka katakan artinya menyatukan antara binatang melata padang pasir dengan binatang laut , maka ini mustahil , begitu juga menyatukan api dengan air dalam suatu wadah . Oleh karnanya ahlusunnah tidak akan pernah bersatu dengan mazhab orang yang menyelisihinya seperti khawarij, mu’tazilah, dan para hizbiyyun (orang-orang yang membuat golongan sendiri dan membangun loyalitas serta permusuhan diatasnya) dari mareka yang menamakan muslim pada masa kini . orang tadi ingin menyatukan antara kebathilan orang pada zaman sekarang dengan manhaj salaf, .”. maka tidak ada yang dapat memperbaiki akhir dari umat ini kecuali sesuatu yang telah memperbaiki generasi awalnya “>>>>>….ringkasnya wajib untuk memisahkan dan membersihkan diri dari segalanya.

    dan jelas sekali saya mengikuti blok anda ini dan saya heran kepada anda apakah anda pura -pura lupa atau memang anda ini seorang pendusta , anda memakai nama syaikhulislam ibnu taymiyyah semantara anda begitu membencinya tanpa ada ilmu sangat bodohl;ah anda ini

    Syaikhul islam Ibnu taimiyyah berkata dalam fatwa (4/149) dengan sebagai berikut “.. Tidak ada cela bagi orang yang menampakkan manhaj salaf dan menisbahkan diri kepadanya bahkan wajib menerima penisbatan tersebut dari nya secara ijma’ karena manhaj salaf dipastikan kebenaranya.

    Saya katakan : perhatikan , wahai pembaca Ucapan syaikhul islam ini yang telah beliau sampaikan delapan abad yang lalu . seakan-akan beliau membantah sebagian orang sekarang yang menisbahkan dirinya kepada ilmu sementara ia mengatakan : barang siapa yang menisbatkan diri kepada ikwani salafy, tablighi, ataupun sururi, maka ia diminta untuk bertaubat, jika ia mau bertaubat maka iyu yang diharapkan jika tidak maka ia dibunuh.

    Ia mengatakan dalam sebuah kaset yang tersebar luas dikalangan pemuda dengan judul Firra minal Hisbiyyun Firaraaka minal asad ( larilah dari kelompokan sebagaimana larimu dikejar oleh singa)

    dari segi apa anda berani mengatakan bahwa salafi TA’ASHUB DAN TAQLID BUTA

    Saya katakan : subhanallah !Bagaimana bisa jiwanya merasa lapang untuk mengumpulkan antara manhaj salaf dengan berbagai dengan manhaj dan kelompok bid’ah yang sesat serta salah ?!

    2. SEKULERISME

    disini anda juga tampak sangat minim pemahaman anda apakah anda ini pandai ngaji apa tidak

    wahai abu gosok bagaimana kamu menyampingkan hukum allah dan rasulnya didunia ini bukankah agama ini ajaran universal dimana negara yang disebut islam tentu kita harus memakai hukum allah klo kamu tidak memakai hukukm allah dan rasulnya lantas kamu mau memakai hukum manusia ….? dan kejanggalan pemerintah kita yang tidak memakai hukum islam tentu kita sebagai islam tentu kita bermuamalah yang syar’i

    menyelisihi dan bermaksiat kepada pemerintah kaum muslimin pada perkara yang tidak haram dan maksiat adalah haram. karena hal tersebut adalah perbuatan bermaksiat kepada allah Swt. dan rosulnya Swt allah berfiman.;’”"

    “”"”"”ta’atilah Allah dan ta’ati Rasulnya ,dan ulul amri diantara kamu (Qs AnNisa ‘:59)

    ” barang siapa mentaati pennguasa maka sungguh dia telah mentaatiku dan barang siapa bermaksiat kepadanya maka sungguh dia telah berbuat maksiat kepadaku.”:

    bermaksiat kepada pemerintah akan mengakibat kan terpecahnya persatuan , perselisihan umat , terjadi fitnah dan hilang nya keamanan .
    tentu kita harus menesehati umara kaum muslimin dengan jalan syar’i.

    3. MENIHILKAN JIHAD

    disini saya menilai anda lebih parah dan menurut saya anda ini hanya taqlid buta atau mungkin mendengar dari anak -anak yang suka nguping atau anda ini suka ngikut pasentren kilat maka nya nada ngomong kaya kilat yaaaaaaaaa jadi nya kilat-kilatan

    saya katakan siapa umat islam yang tidak mau berjihat dijalan allah ga ada akhi semua umat islam tahu ganjaranya yaitu syurga dan siapa yang ga mau masuk syurga >>? (amrozi kali ya), dan ini amalan yang paling besar disisi Allah Swt.

    anda ini hanya lah penyebar fitnah jihad yang dimahukan ulama adalah jihad yang syar’i dimana umat islam belum siap akan hal itu, anda mengatakan apada masa ini adalah jihad anda salah besar bagai mana anda mengatakan jihad sementara pemuda jihad telah melakukan fitnah dalam dien ini bagai mana tidak berapa banyak kaum muslimin tertumpah darah dan kehormatanya sedangkan sabda rasullullah ”

    ”’: betapa bagusnya engkau wahai ka’bah betapa wanginya aroma mu betapa besar nilai dan kehormatanmu ,namum demi zat jiwaku berada ditanganya sesungguhnya kehormatan kaum mukmin jauh lebih besar disisi allah dibandingkan engkau , baik kehormatan harta ataupun jiwa.”"”:

    wahai akhi bagaimana bisa rakyat pelistina bisa melawan sedangkan mereka tidak terlatih akan hal itu bukankah darah kaum muslimin lebih berharga…..?

    dan anda harus mengaca kepada ulama dulu apakah imam malik melakukan jihad fi sabilillah dan syafi’i. hanafy. hambali……….? saya katakan mereka itu berjihad dengan jihat syar’i yaitu mengangkat kebodohon umat ini dengan menuntut ilmu mareka lebih mementingkan ilmu dari pada berperang tanpa ilmu akan jadi apa kaum muslimin klo pemikiran kaya anda ini ……? jangan mau mati sia-sia gimana kekuatan kita imabang dengan kaum kufar , masa kamu mau melawan black bird nya amerika kamu sembunyi dimana ……? tank nya yahudi kamu bisa lawan pakai apa ……….?kita memohon kepada allh semoga dien ini ditegakkan dimuka bumi ini sebagaimana rsulnya berpegang teguh ditali dien ini….,

    apakah anda tidak sadar begitu susah nya agama ini ditegakkan berapa banyak kaum muslimin yang mengaku islam tapi membenci syariat islam , mengaku islam tapi memusuhi islam, mengaku islam tapi cuma ktp atau asbun………….., marilah akhi kita tegak kan dakwah yang sesuai dengan dakwahnya allah dan rasulnya menurut saya yang wajib diperangi yaitu umat islam itu sendiri yaitu kebodohan nya ini yang kita perangi. dan marilah kita tegakkan panji -panji aslam agar kita bisa meneriakkan alllahuakbar agar musuh islam itu gentar dan takut,

    yang utama kita harus berdakwah gimana rasullulllah berjihad apa kita sudah bertakwa kepadanya apa benar kita mengerti ajaran dien ini……? allah Swt ah akan membantu hambanya apabila umat ini mau menegakkan dien ini……….

    4. CUEK DENGAN NASIB UMAT ISLAM

    disini juga saya katakan subahanallah ya akhi dari mana anda bisa mengtakan atau memposting keblok anda ini bertobatlah akhi semoga allah Swt memberi faham tentang agama ini dan berhati-htilah berucap.

    apakah anda tidak pernah mendengar fatwa nya yang kamu sebut wahabi arab saudi terkait dengan umat islam jauh dari prasangka yang kamu duga -duga ,,,,,

    intinya jangan kita mengunakan emosi sehingga kita terjerumus dalam perbuatan syaitan. insya allah saya akan menyambung besok wasalam………..

    ____________
    Abu Salafy:

    Mas Tawadhu’ anda tidak usah marah-marah kepada saya. Saya tidak mendukung kelompok Fauzan Al Anshori, juga tidak mendukung/anti kelompok saudara. Postingan diatas adalah bukti bahwa dikalangan SALAFY/Wahabi terjadi perpecahan.

    Saya tidak berkepentingan apa itu SALAFY MENURUT ANDA, ATAU SALAFY MENURUT FAUZAN…. atau menurut AL BANI, BIN BAZ, UTSAIMIN, SYEKH MUQBIL, BIN LADIN, SURURI, HIZBI, BA’SYIR dan sejenisnya…. bagi saya semua sama saja, Salafy/Wahhabi adalah sekte yang gampang mengkafirkan, membid’ahkan, mensyirikkan, dan mensesatkan umat Islam selain dari kelompoknya.

    kemarahan anda membuktikan bahwa SALAFY memang pecah belah, mereka saling mengklaim siapa yang benar dan siapa yang salafy sejati (memonopoli kebenaran)!! Sebaiknya bantahan anda ditujukan kepada Saudara Fauzan Al Anshori.

    sudah lama kami Ahlussunnah menerima pensesatan, pembid’ahan dan pensyirikan dari kelompok sekte wahhabi/salafy… nah sekarang anda, kelompok anda dan kelompok Fauzan atau kelompok salafy lainnya juga merasakan bagaimana rasanya disesatkan atau bahkan di cap sebagai khowarij atau kafir… Ironisnya bukan oleh kami melainkan oleh sesama kelompok anda yang mengaku sebagai SALAFY/WAHABI

    • mas abu salafy (katanya)
      ;) tolong carikan artikel mengenai pengakuan oleh:
      Fauzan Al Anshori ,BIN LADIN, SURURI, HIZBI, BA’SYIR
      bahwa mereka SALAFY????
      ayooo….kalao engkau memang berkata benar!!!
      tunjukan mana yang HAQ dan jangan bermain dengan kata-kata atau BERUSAHA LARI DARI PEMBICARAAN!!!!
      FOCUS DONG!!!!! :)

      • @yusuf

        mas yusuf salafy itu apa sih? apa salafy itu juga sama dengan ahlussunnah? apa ahlussunnah itu juga salafy?

        terus imam madzhab, hanbali, syafi’i, malik, hanafi, mereka ini salafy apa ahlussunnah?

        apa itu ahlussunnah dan apa itu salafy? ciri-cirinya apa? apa ada keterangan dari Rasulullah saw. tentang salafy dan ahlussunnah? kapan munculnya salafy dan munculnya ahlussunnah, yang mana yang lebih dahulu muncul?

        tolong di jelaskan mas ya, saya nggak ngerti !

        bagi saya orang yang syahadat itu Islam… jaman Rasul nggak ada itu salafy atau ahlussnnah…

        apa ulama-ulama atau syekh-syekh ataupun empat madzhab….. juga sahabat dan salaf-salaf yang dulu itu wajib ditaati seperti Rasulullah saw? bagaimana kalo pendapat mereka bertentangan dengan rasulullah saw? apa tetap kita ikuti salaf-salaf terdahuku itu?

        tolong mas ya saya diberi pencerahan…..!!

        makaci sebelumnya..

  2. mas abu saya tidak mungkin marah sama mas abu lagipun mas kan bapak nya salaf tapi sayang seribu kali sayang mas abu tidak menjadi salafy sejati……….!!!!!!!!!!!!

    benar mas saya bisa menilai kebencian hati anda sampai tertutup nya pintu hati saudara ,,,,,,,,, yang saya herankan kenapa bisa anda mempostingnya dan saya menilai blok nya memihak kepada dakwah salaf apakah anda ini kurang cerdas

    dan saya berusaha berdakwah apa yang saya ketahui dan apa itu salafussoleh saya tidak berani mengada-ngada karna semuanya akan dipertanggung jawab kan, lagipun yang wajib menyampaikan dakwah yaitu orang alim atau berilmu dan ciri -ciri anda ini bukan orang alim ,,,,kita berlindung dari amal yang jelek……….

    • Jawab dan bantah aja semua artikel di sini…jangan banyak cingcong…sekalian ajak ahli ilmu ente ke sini…
      Berani donk, kalo ente bener ;)

      • bismillah
        tidak perlu di bantah artikel diatas yang perlu hanya di baca dengan baik sebab mas KYAI sastro hanya mempermaikan kata2 saja.MAU TAU…..????
        di alenia mana dan peragraf berapa Fauzan Al Anshori mengatakan bahwa di Salafy atau Wahaby????
        yang ada PAK KYAI SASTRO hanya menggiring opini pembaca dengan kalimat
        ‘ketika iseng-iseng mencari artikel eh……..malah menemukan tulisan Fauzan Al Anshari (Majelis Mujahidin) yang ditujukan kepada salafiyun dan wahabiyun.ternyata konflik internal di kalangan salafiyun-wahabiyun semakin nampak ke permukaan walaupun kalangan mereka banyak yg mengelak”
        ‘marilah kita ikuti uneg-uneg Fauzan Al Anshari kepada ikhwan sesama salafy/wahabynya”
        HEBAT kan Kyai Sastro?
        Masa Fauzan Al Anshari menulis surat kepada salafiyun atau wahabiyun tapi dia sendiri salafiyun/wahabiyun??
        Hanya Orang Yang tidak punya Akal saja yang bisa Tertipu Oleh Orang-Orang Seperti KYAI SASTRO…

  3. untuk tau orang itu berilmu tinggi atau alim gimana cara mas tawadhu ??

  4. “tawadhu”…lha kok kamu malah koreksi oranng lain…koreksi dong “salfy”mu…udah bener belum…satu masjid, diberi salam ndak mau njawab karena kita gak ikut ngaji dengan salafy, kita buat taklim baca hadist, salafy bilang bid’ah, kita buat “jaulah”kunjungan kerumah di lingkungan sendiri untuk mengajak umat yang solat dirumah agar mau hadir kemasjid ikut taklim dan solat berjamaah dibilang sesat juga…..wah pokoknya yang benar cuma salafy..dasar salafy edan….bisanya koreksi orang sesat,bidah dll…

    • bismillah
      maaf perasaan saya kalo kajian Hadits itu gk pernah Bid’ah,lah salafi sendiri mengkaji Hadits conth Shahih Bukhari,Shahih muslim.
      coba antum pk dua kitab ter shahih (setelah Al-Quran) itu
      ;)

  5. aku punya kawan yg ternyata wahhabi/salafi, berdebat soal tahlilan, maunya harus pake quran dan hadits shahih.. kalo pake akal/logika dia ga mau terima.. harus pake dalil…

    nah… dia kocar kacir, ketika disajikan
    persoalan kalo sahabatpun banyak membuat hal2 baru (didukung oleh hadits shahih juga)

    hujjahnya kubajak
    bukankah agama ini sudah sempurna?
    bukankah cukup Allah dan Rasul sebagai sebagai tuntunan?
    bukankah perbuatan sahabat itu sama saja dengan mengatakan rasul lengah dan alpa sehingga tidak mengajarkan hal tersebut?

    tak berani dia kutantang buat membidah sesatkan shahabat

    akhirnya salamku pun tak dijawab..

  6. Karena konsep tidak jelas maka jangan heran deh kalo salafy pecah belah…. satu-sama lain rupanya telah menerima “surat keputusan tuhan” bahwa merekalah kelompok yang benar !

    setelah baca yang diatas baca juga yang ini, dimana-mana mereka sama (khawarij menuduh yang lain khawarij)

    http://swaramuslim.net/printerfriendly.php?id=6157_0_1_0_C

  7. cepat atau lambat wahabi/salafy akan bubar, kebanyakan pengikutnya orang yg baru ngaji/baru tahu islam yg telah kena cuci otak. kalau mau terbuka sedikit mau baca buku2 dg nuansa islam yg berbeda maka akan berubah. tapi mereka dilarang baca buku non wahabi/salafy

    • siapa yg bilang dilarang??buktinya mereka tau pahamnya syiah,HTI,ikhwanul muslimin,apalagi NU. :)
      bagamana mungkin kita bisa tau tentang sesuatu paham kalau kita tidak baca kitab2 dari paham tersebut :)
      bagaimana antum tau tentang salafi tanpa antum pernah baca kitab2nya?? :)
      contoh: antum bc kitab2 syiah,pasti antum tau tentang syiah……ya khan? :)

  8. bismillah
    untuk mas abu salafi,apakah anda tau salafi itu apa?
    apakah anda tau wahabi itu apa?
    lucu kok bisa Majelis Mujahidin dibilang salafi,
    coba tanya sama mereka,apakah mereka mau dibilang salafi atau wahaby?

    _________
    abu salafy:

    Postingan diatas sebagai bukti bahwa salafy pecah belah. komen anda menambah bukti bahwa salafy pecah belah, anda bilang bahwa kelompok Fauzan bukan salafy, Fauzan bilang kelompok anda bukan salafy… mungkin perlu “dewan pakar salafy” untuk menilai siapa salafy siapa bukan !

    • alenia berapa Fauzan mengatakan bahwa dia salafy?

      _____________
      abu salafy:

      Mas kalo fauzan, abu bakar ba’syir, al bani, bin baz, syekh robi, bin ladin, dll bukan salafy/wahabi terus apa mereka itu menurut anda NU/Muhammadiyah?
      Omong-omong anda salafy/wahabi bukan mas?

      • Mas jangan lari dari pertanyaan dong??
        setelah anda jawab,akan saya jawab pertanyaan saudara.
        alenia berapa Fauzan katakan bahwa dia Salafi?
        mas,kalau Fauzan salafi berarti di menulis surat untuk dirinya sendiri?Kan kata sampeyan dia Salafi?
        Anda Hanya Berusaha Menggiring Opini Pembaca agar mengikuti Anda… :)

      • yang di posting yang “mas jangan lari dari pertanyaan dong……”
        yang itu dong mas… LEK WANI ???:)

  9. memang semua nya asbun ini akibat tassabbuh arti menyerupai gaya hidup kufar,,,,,,,,,,, gimana kalian ini bisa memahami dien ini klo kalian masih suka maksiat berkata imam baki kepada muridnya yaitu safi’i tinggal kan lah maksiat kamu akan memahami dien ini dan anda tahu maksiat itu banyak cabangnya dan termasuk mencela ulama………

  10. hahahaa sekarang ketahuan bahwa anda yg tidak tau apa dan siapa salafi malah berbicara penjang lebar.
    sama ja kuli tapi disuruh membantu orang melahirkan jadi jauh kan.

  11. “Untuk kepentingan siapa syaikh mereka, syaikh Rabi’ Al-Madkhali mengarahkan meriam takfir (pengkafiran) kepada Sayid Quthb yang aktif mengkritik pemerintahan sekuler? Kemudian anda melihat mereka duduk berpangku tangan, menerima takdir, puas dengan aqidah Jahmiyyah-Jabbariyyah, demi keselamatan “aqidah salafiyah” mereka?”
    anda sudah membaca kitab2 Sayid Qutbh?
    apakah dia mengkritisi pemerintah atau mengkafirkan pemerinta?
    salaffiyin dimanapun berada tidak ada yang menganggap bahwa orang yang melakukan Dosa besar terjatuh dalam kekafiran..
    pemerintah yang tidak menerapkan hukum Allah bukan kafir tetapi terjatuh dalam Dosa besar.

  12. setelah saya baca lagi…..ternyata saya baru sadar,selama ini saya terperangkap oleh permainan kata-kata anda,sungguh anda pandai membuat/menggiring OPINI orang yang membaca semua artikel anda sesuai kemauan anda.
    sekarang jawab pertanyaan saya,
    Di Alenia dan Paragraf berapa Fauzan Al Anshori menyatakan bahwa dirinya Salafy atau Wahaby?

    yang ada pada Awal artikel Anda yang menyatakan sendiri….
    “ketika iseng-iseng mencari beberapa artikel eh……….
    malah menemukan tulisan Fauzan Al Anshori (dari Majelis Mujahidin) yang ditujukan kepada salafiyun dan wahabiyun.Rupanya konflik internal di kalangan Salafiyun dan wahabiyun semakin nampak ke permukaan walaupun kalangan mereka menolaknya.”
    bagaimana pak KYAI sastro?????
    anda hanya memutar kata-kata…HEBAT!!!!!!!!
    tapi orang yang ber akal tidak akan tertipu oleh kamu dan Orang-orang seperti kamu

  13. pak kyai,tak tunggu komentarku di masukin dan tunggu jawabanya…..
    ;)

  14. wah-wah kemana nich pak kyai…???

  15. ketahuan belangnya….tidak berani…..
    ini BLOGNYA santri NU ya….
    sudah lah mas,sudah ketahuan belangnya
    makanya jangan asal “apa kata KYAI lah”
    “hidup mati pokoknya di NU” hahahaha

  16. “Kita Saling Bekerja Sama Terhadap Apa Yang Kita Sepakati Dan Kita Saling Memaklumi Perbedaan Kita”
    kwkwkwkwkwkw…….
    “Tidak Timur…………
    Tidak Barat…….
    Tidak Sunni………….
    Tidak Syiah…………
    Yang penting ISLAM……..”
    wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk
    Dasar pemecah belah umat!!!

  17. nasihat untuk yang punya blog ini & untuk qt semua:

    Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Qs. Al Hujuraat 6).

    Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya. (Qs. Al Ahqaaf 26)

    Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Qs. Al Israa’ 36)

  18. sebagai seorang habib saya sementara gak komen dulu, ane cermati dulu, biasanya lakon kan menangnya belakangan.

  19. Buat Yusuf yang tengil
    wahaby tulen spt anda kalau sudah nulis memang suka ngawur..
    1. ini blog ‘abu salafy’ bukan ’salafy indonesia’ nya kang sastro,.. kenapa anda sebut2 kyai sastro di komen anda?.. copy paste ya?.. :)
    2. anda gegabah menjelek2kan NU disini. apa salah NU ?..
    3. lain kali kalau komen yg ilmiah dikit donk, biar gak malu2in wahabiyun

  20. test… test….
    buat abu salafy yang katanya sportip. mana postingan aq sebelumnya kok gak muncul padahal bukan copy paste, apa gak dibaca dulu trus langsung dihapus

  21. Mas yusuf,
    ustadz fauzan sering ceramah di masjid telkom gatot subroto jaksel, dia sering ngaku dari salafy. Sekedar info untuk abu salafy.

  22. HADADI HADADI KALIAN SEMUA….

Tinggalkan Balasan