Gara-gara terlalu sempit ilmu dan pemahaman agamanya tapi nekad jadi mufti, maka pasti akan sesat dan menyesatkan… pasti akan mengatakan ini halal dan itu haram dengan tanpa dasar dan bukti Syari’at yang benar… yang itu kafir yang ini musyrik… itu kira-kira gambaran yang dapat kita saksikan dari banyak mufti-mufti resmi kerajaan bermazhab Wahhâbi-Salafy yang menguasai dua kota suci kaum Muslimin; Mekkah dan Madinah….
Kali ini kita akan menyoroti fatwa sesat lagi menyesatkan yang diluncurkan mufti setengah alim setengah awam tapi merasa paling alim dan dikultus setinggi laingit oleh kaum yang sok anti kulus… Dia adalah sang Mufti Agung Wahhabi-Salfy Abdul Aziz bin Bâz.
Perhatikan fatwa dangkal dan pas-pasan Bin Bâz di bawah ini:
من كتاب التوسطُ والاقتصادُ في أن الكُفرَ يكونُ بالقولِ أو العملِ أو الاعتقادِ :
” وقال الشيخ عبدالعزيز بن باز كما في مجلة الفرقان الكويتية ، العدد(94) : الذَّبحُ لغيرِ الله ، والسُّجود لغير الله ،كفرٌ عمليٌّ مُخرجٌ من الملَّة، وهكذا لو صلَّى لغير الله أو سجد لغيره سبحانه ، فإنَّه يكفر كفراً عمليَّاً أكبر- والعياذ بالله – وهكذا إذا سبَّ الدِّين ، أو سبَّ الرَّسول ، أو استهزأ بالله ورسوله ، فإنَّ ذلك كفرٌ عمليٌّ أكبر عند جميع أهل السُّنَّة والجماعة “.
Dari kitab at Tawassuth wa al Iqtishâd …. :
Berkata Abdul Aziz bin Bâz –seperti dalam majalah al Furqân-Kuwait, edisi 94:
“Menyembelih bukan untuk Allah, sujud bukan untuk Allah adalah kekafiran praktis yang mengeluarkan dari agama. Demikian juga jika shalat untuk selain Allah atau sujud untuk selain Allah SWT, sesungguhnya ia adalah kekafiran secara praktis dengan kekafiran terbesar (yang mengeluarkan dari agama)–semoga kita dilindungi oleh Allah-.
Begitu juga jika mencela agama,atau mencela Rasul, atau mengejek-ngejek Allah dan Rasul-Nya, semua itu adalah kekafiran praktis menurut seluruh Ahlus Sunnah wal Jama’ah.”
Abu Salafy:
Coba perhatikan fatwa dangkal si mufti pas-pasan ini… ia tidak menyadari bahwa redaksi fatwa yang ia pilih yang tentunya mencerminkan akidah ngawurnya itu telah menvonis kafir seorang Nabi mulia Ya’qub as.
Allah berfirman:
{ وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا }(يوسف/100).
Redaksi dalam ayat di atas menegaskan bahwa Nabi Ya’qub as. bersujud lahu (kepada Yusuf as.)
Demikian pula dengan para malaikat yang ta’at kepada perintah Allah SWT dengan bersujud li Âdam (untuk Adam).
Jadi dengan demikian Iblis-lah yang benar dalam sikap pembangkangannya atas perintah Allah untuk sujud kepada Adam as.!!
Sebab –dengan dasar fatwa Bin Bâz- Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berbuat kafir!!!
Inilah akibat dari kejahilan dan fatwa-fatwa mufti jahil… Dia sesat lagi menyesatkan!!!
DIarsipkan di bawah: Aqidah, Fatwa Jenaka Wahabi, Fatwa Pensesatan, Kenaifan Kaum Wahhabi, Manhaj
Buat Pengunjung blog kami yang ingin menulis huruf arab anda bisa memanfa'atkan "Keyboard Arab Online" silahkan pilih mana yang cocok,


Memang benersih kalau disimpulkan begitu, walaupun nanti bocah-bocah salafi mengelaknya!!!!!!!
makasih ustadz atas infonya
Jika ana baca artikel2 dlm website ini dan beberapa blok yang serupa, Masya’Alloh…..ini semua fitnah keji dan luar biasa kepada salafy (yg mereka istilahkan wahabi) karena kedengkian mereka.
Sungguh kedengkian telah membutakan mereka dari kebenaran.
Wallohu A’lamu bi showab.
Zaenal
___________
Abu Salafy
Jika kebangkrutan dalil wahabi/salafy selalu menuduh “Fitnah”, Buat mas zaenal tolong buktikan tuduhan anda!
abu salafy ….abu salafy ketawa saya melihat kekonyolan anda ini disini syaikh bin baz mengatakan
“Menyembelih bukan untuk Allah, sujud bukan untuk Allah adalah kekafiran praktis yang mengeluarkan dari agama. Demikian juga jika shalat untuk selain Allah atau sujud untuk selain Allah SWT, sesungguhnya ia adalah kekafiran secara praktis dengan kekafiran terbesar (yang mengeluarkan dari agama)–semoga kita dilindungi oleh Allah-.
Begitu juga jika mencela agama,atau mencela Rasul, atau mengejek-ngejek Allah dan Rasul-Nya, semua itu adalah kekafiran praktis menurut seluruh Ahlus Sunnah wal Jama’ah.”
apkah anda tidak bisa memahami perkataanya bin baz ra begitu jelasnya dan begitu mudah dimengerti sesagala sesuatu ibadah baik segala macam perkara yang menyangkut ibadah hanyalah untuk allah saja
dan firmanYa :” tidaklah ku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahku saja.:”
dan saya rasa anda ini hanyalah kurang faham tentang dien ini maka nya akhi jangan menjadi kanibal terus tuluskan lah niatmu untuk menuntut ilmu janganlah mersa puas apakah kamu ini hebat sehingga kamu berkawajiban berdakwah apakah kamu tidak takut apa yang kamu buat akan kamu pertanggung jawabkan di kiamat nanti.
saya jelaskan ,mudah-mudahan allahlah yang memberi taufiq
Redaksi dalam ayat di atas menegaskan bahwa Nabi Ya’qub as. bersujud lahu (kepada Yusuf as.)
Demikian pula dengan para malaikat yang ta’at kepada perintah Allah SWT dengan bersujud li Âdam (untuk Adam).
Jadi dengan demikian Iblis-lah yang benar dalam sikap pembangkangannya atas perintah Allah untuk sujud kepada Adam as.!!
semua yang dilakukan ya’qub atau pun malaikat itu ada unsur syar’i yaitu perintah allah dan karena allah benarlah yang dikatakan binbaz ra dan tidak ada yang mencelanya kecuali orang-orang yang bodoh,,,,,,,,,,,,
__________________
Abu Salafy:
Akhi tawadhu’ -semoga Allah membuka pikiran kita semua- saya hanya minta Anda memperhatikan kembali redaksi fatwa Ben Baz yang saya sebutkan…. dan kemudian bandingkan dengan redaksi ayat tentang sujudnya Nabi Ya’qub as. dan sujudnya para malaikat! Redaksi yang digunakan sama-sama:السجود ل (sujud kepada/untuk)!
Jika Anda beranggapan bahwa yang dilakukan Nabi Ya’qub as. dan para malaikat itu sah-sah saja karena ada perintah Allah maka pertanyaannya di sini adalah jika sujud kepada/untuk selain Allah itu kekafiran dan syirik, mungkinkah Allah memerintahkannya? dan apakah ia akan berubah menjadi inti Tauhid?
jadi saya harap Anda mau merenung sekali lagi!!
Wassalam.
mas abu- semoga kita berlindung dari amal yang jelek semoga kita dituntun kepada faham dien ini
saya merasa kita tidak faham mengenai dakwah salah kaprah mas abu mengatakan ini itu tanpa ada tujuan atau dakwah nya seperti apa bisa nya cuma menyangkal tanpa membawa dalil dan saya mencoba untuk meluruskan pemahaman anda sejauh mana pemikiran yang anda sebut ahlulssunnah…?
wahai akhi abu bukankah anda tahu sunnah ataupun dalil dalam alqur’an dan manusia itu kafir sesuai dengan tingkatan nya ada yang keluar atau pun tidak bukann saya yang berkata tapi allah dan rasul nya dan menurut saya binbaz ra mengatakan ini dan itu tentu pakai dalil dan dalil anda mana yang melegalkan “Menyembelih bukan untuk Allah, sujud bukan untuk Allah adalah kekafiran praktis yang mengeluarkan dari agama. Demikian juga jika shalat untuk selain Allah atau sujud untuk selain Allah SWT, sesungguhnya ia adalah kekafiran secara praktis dengan kekafiran terbesar (yang mengeluarkan dari agama)–semoga kita dilindungi oleh Allah-.
Begitu juga jika mencela agama,atau mencela Rasul, atau mengejek-ngejek Allah dan Rasul-Nya, semua itu adalah kekafiran
menurut pemahaman ahlul sunnah memang demikian saya bertanya kepada anda bagaimana tentang penyimpangan aqidah kaum musrikin yang menyembah berhala dan mengatakan sesungguhnya kami berbuat demikian agar kami lebih dekat kepada allah Swt…..?
anti takfiriyyin, mas NU ya baiklah saya hanya menyampaikan usulan dan bertanya juga kepada anda gimna umar bin hattab bertawassul kepada paman nabi Saw dan mengatakan sesungguh kami bertawassul kepadamu karna sesungguh nya rasulluh telah tiada ..?
apakah menurut anda pada masa sahabat tidak banyak rintangan ataupun masa musim panas sehingga mareka hanya bertawassul kepada yang hidup yaitu paman beliau dan berdo’a memintakan hujan kepada Allah SWt…..
padahal kuburan nabi Saw jaraknya cuma berbera meter apa yang membuat mareka terhambat untuk melakukan nya saya rasa tidak ada, tidaklah islam melarang tawassul hanya saja dengan yang syar’i yaitu kepada manusia yang alim lg masih hidup bukan mati saudara Nu,
coba anda jawab …..?
dan mengenai tawssul
assalamu’alaikum….
akhi tawadhu,silahkan anda berdebat dengan zuriyah-zuriyah rasul seperti habib ttg kesesatan wahhabi…coba anda berfikir,pendiri wahhhabi adl muhammad abd wahhab yg bapak dan saudara kandungnya saja tidak mengakui muhammad adl mujtahid.dr situ coba anda bayangkan,ayahnya saja tidak mau menerima fahamnya,berarti wahhabi itu SESAT LAGI MENYESATKAN.dan patut anda catat,organisasi wahhabi sejak pertama lahir selalu meminta “boncengan” pemerintah agar dakwahnya bs diterima dg paksaan oleh rakyat pemerinyah itu sendiri,dan mereka dibantu oleh Inggris.sudahlah kita tdk ribut ttg ini,kita ini satu aqidah.maaf kalau perkataan saya lancang..afwan
untuk abu salafy,trs lah menjadi pengikut ahlul sunnah wal jama’ah..jgn ragu!
MAS ZAENAL MANA YANG FITNAH DI SINI, AKAPAK KALAU KALIAN SUDAH DIBONGKAR OLEH PAK ABU KALIAN KEBAKARAN JENGGOT KELABAKAN LALU NUDUH FITNAH!!! KEJI!!! SEMENTARA KALAU ULAMA KALIAN MENGAFIRKAN KAUM MUSLIMIN LAIN YANG BERTAWASSUL MISALNYA SEPERTI KAMI ORANG-ORANG NU MISALNYA KALIAN NGOTOT MENGATAKAN BAHWA KAMI MEMANG SUDAH KAFIR ALIAS MUSYRIK GARA-GARA MENYEMBAH NABI ATAU WALI ALLAH… MBOK DIPIKIR DULU MAS ZAENAL KALAU MAU NULIS DI SINI… MALU-MALUIN AJA!!!!
mas abu tes……tes….. komen ana ga ditampilkan kenapa.? ADA YANG SALAH YA …….?
__________
abu salafy:
Perlu anda ketahui ini bukan blog wahabi/salafy yang hobi mendelete komen pembaca.
Silahkan membaca informasi -ini-
mas abu- semoga kita berlindung dari amal yang jelek semoga kita dituntun kepada faham dien ini
saya merasa kita tidak faham mengenai dakwah salah kaprah mas abu mengatakan ini itu tanpa ada tujuan atau dakwah nya seperti apa bisa nya cuma menyangkal tanpa membawa dalil dan saya mencoba untuk meluruskan pemahaman anda sejauh mana pemikiran yang anda sebut ahlulssunnah…?
wahai akhi abu bukankah anda tahu sunnah ataupun dalil dalam alqur’an dan manusia itu kafir sesuai dengan tingkatan nya ada yang keluar atau pun tidak bukann saya yang berkata tapi allah dan rasul nya dan menurut saya binbaz ra mengatakan ini dan itu tentu pakai dalil dan dalil anda mana yang melegalkan “Menyembelih bukan untuk Allah, sujud bukan untuk Allah adalah kekafiran praktis yang mengeluarkan dari agama. Demikian juga jika shalat untuk selain Allah atau sujud untuk selain Allah SWT, sesungguhnya ia adalah kekafiran secara praktis dengan kekafiran terbesar (yang mengeluarkan dari agama)–semoga kita dilindungi oleh Allah-.
Begitu juga jika mencela agama,atau mencela Rasul, atau mengejek-ngejek Allah dan Rasul-Nya, semua itu adalah kekafiran
menurut pemahaman ahlul sunnah memang demikian saya bertanya kepada anda bagaimana tentang penyimpangan aqidah kaum musrikin yang menyembah berhala dan mengatakan sesungguhnya kami berbuat demikian agar kami lebih dekat kepada allah Swt…..?
anti takfiriyyin, mas NU ya baiklah saya hanya menyampaikan usulan dan bertanya juga kepada anda gimna umar bin hattab bertawassul kepada paman nabi Saw dan mengatakan sesungguh kami bertawassul kepadamu karna sesungguh nya rasulluh telah tiada ..?
apakah menurut anda pada masa sahabat tidak banyak rintangan ataupun masa musim panas sehingga mareka hanya bertawassul kepada yang hidup yaitu paman beliau dan berdo’a memintakan hujan kepada Allah SWt…..
padahal kuburan nabi Saw jaraknya cuma berbera meter apa yang membuat mareka terhambat untuk melakukan nya saya rasa tidak ada, tidaklah islam melarang tawassul hanya saja dengan yang syar’i yaitu kepada manusia yang alim lg masih hidup bukan mati saudara Nu,
coba anda jawab …..?
dan mengenai tawssul
____________________
Abu Salafy:
Akhi tawadhu’ (semoga Allah membimbing kita ke jalan-Nya)… Tolong perhatikan kembali baik-baik apa yang saya tulis dalam kritikan saya atas Ben Baz! Saya hanya fokuskan pada poin: as Sujud Li Ghairillah! bukan pada poin lainnya.
Bukankah para malaikat bersujud kepada selain Allah? Bukankah Nabi ya’qub as. bersujud kepada selain Allah? Itulah mas intinya bahwa kaum Wahhabi melalui mufti-mufti mereka tidak jeli dalam meneliti masalah agama! Tidak semua sujud itu identik dengan penyembahan! Jika menurut Ben Baz (dan kaum Wahabi) itu identik dengan penyembahan lalu bagaimana mereka menyikapi kasus-kasus yang saya sebutkan tadi?
Masalah tawassul, sedikit saya ingin katakan di sini: Apakah bertawassul kepada orang yang sudah mati itu syirik sementara jika bertawassul kepada orang yang masih hiudp tidak syirik bahkan inti iman yang diajarkan agama? Lalu di mana letak kesyirikannya mas?
kalau g tw islam jg ngomong
belajar dulu bhs arab
akh, kenapa antum benci dengan syaikh bin Baz. bukankah para ulama di dunia ini sudah mengakui keilmuan beliau?semoga Alloh Ta’ala memberikan antum kebaikan.dan janganlah membenci sesuatu itu secara berlebihan,semoga antum lebih banyak lagi belajar daripada mencela.semoga Alloh membukakan pintu hati antum untuk menerima dakwah ahlus sunnah wal jama’ah.
_________
abu salafy:
Apa mengkritik pendapat ulama wahabi/salafy (bin baz dll) dianggap membenci? kalo begitu stop saja buku-buku ulama dan ustad-ustad salafy/wahabi yang mengkritisi (bahkan mengkafirkan/mensyirikkan/membid’ahkan ulama ahlussunnah)
tawadhu’ ini salah satu org bego yg sok pinter.
Ilmu di balas ilmu, dalil dibalas dalil bukan dengan tuduhan.
Abu Salafy inilah yang sesat.
Bagaimana dia memahami kata sujud yang disampaikan oleh Ibnu Baaz seperti sujudnya Nabi Ya’qub as dan malaikat. Silakan merujuk buku-buku tafsir tentang arti sujud ini. Tidak ada satupun yang mengartikan sujudnya Nabi Ya’qub as dan malaikat sebagai sujud kekafiran.
Justeru Abu Salafy-lah yang memaknai sujudnya Nabi Ya’qub as dan malaikat ke Nabi Adam as seperti itu. Padahal tidak ada satu ulama pun yang memaknai seperti itu.
______________________
Abu Salafy:
Itulah mas inti masalahnya… Imam Wahabi: Ben Baz tidak pandai menggunakan redaksi sehingga ia menyebutkan as Sujud lil ghair.
Kalau logika Abu Salafy ini demikian, demi Allah, Abu Salafy juga menyesatkan imam-imam lain.
Bin Baz dan juga Ibju Taimiyah yang menilai Sayyidina Ali bin Abu Thalib telah mengeluarkan banyak fatwa yang bertentangan dengan nash, saya kira itu karena mereka konsisten dengan cara penafsiran yang tekstual (berbeda dengan cara sayyidina Ali dan para sahabat yang lain dalam memahami ajaran Islam). Tapi sampai sekarang saya belum mendapatkan penjelasan dari para wahabiyun, bagaimana mereka menafsirkan ayat yang artinya: “Orang yang buta di dunia, akan tersesat di akhirat”. Bagaimana pula Bin Bazz yang buta itu memahami ayat tsb, mengingat kelompok wahabi itu anti tak’wil ?
Pada masa hidup Imam Al Ghazali ada satu kaum yang kebodohannya mirip dengan Ben Baz ini. Kaum tersebut adalah kaum Talimiyah. (lihat al Munqidz Minan Dlolal karya Imam Al Ghazali). Mereka mencuri Hajar Aswad dan menyembunyikannya selama hampir 15 tahun. Yang menjadi alasan kaum jahil quadrat ini kurang lebihnya sama seperti yang di fatwakan oleh ulama jahil quadrat wahabi yaitu untuk menyelamatkan Aqidah Islam dari kemusyrikan. Mereka beralasan supaya umat Islam tak menyembah batu hitam, sementara penghancuran sejarah yang dilakukan Wahabiy adalah agar orang Islam bisa dicegah kemusrikannya dari Tawasul dan terhindar menjadi quburiyin (penyembah quburan) bagi peziarah) dan terhindar dari kelakuan Nasrani yang mempertuhankan Nabinya bagi yang suka Sholawatan dan Maulid. Tapi semua fitnah tersebut disbabkan oleh kebodohan dan takut kehilangan dunya. Maklum bagi seorang buta macam Ben Baz kan lebih enak jadi Mufti yang gajinya petro dollar serta tinggal di Istana mewah, daripada menentang tuan mereka keluarga Suud dan Amerika klo mententang bisa2 terlempar menjadi pengemis jalanan
Semoga Alloh , memberi petunjuk kepada Abu Salafy ke jalan yang lurus jalannya Nabi, syuhada, sholihin. Jalannya Ahlus sunnah wal jama’ah
hari gini wahabi masih kagak malu ngkau ahlusunnah ?PRETTT..sesat faham wahabi atau salafi gadungan
abu salafy,sepertinya pengetahuan anda dalam bahsa arab&tafsir masih sangat dangkal,saya sarankan anda untuk kembali membaca kitab2 tafsir dan mempelajari arti dasar kata: سجد .
Abu Salafy:
Memang saya masih jahil bahara Arab, jahil tafsir dan masih dangkal tidak seperti Anda yang telah bertabahhur (mendalami ilmu agama) dan ilmu para nabi terdahulu.
tapi coba Anda baca lagi artikel kami yang memuat fatwa Wahabi itu dan bandingkan denga redaksi Al Qur’an tentang sujudnya malaikat dan nabi ya’qub, setelahnya Anda pasti tau kesalahan Imam Wahabi dalam fatwa itu.
Wassalam
Abu salafy, tak ad gunanya memaksakn diri mngajak mereka. Hidayah hanya Allah yg sanggup memberi, kita hanyalah perantara. Antum sudah tahu yg benar. Brsyukurlah. Tak ada pertanggungnjwb jika org yg kita seru pada kebenaran tidak jua berubah. Untuk saudara2 salafy, seandainya sj anda benar, tak perlulah utk mrendahkan sesama muslim. Rasul sj tak senang dgn sahabat2ny yg mghina dan mrendahkan tawanan perang badar, pdhal saat itu mereka berada dlm puncak kemenangan. Tapi seandainya anda telah menganggap kami kafir dan hanya anda yg muslim, maka berpeganglah pd: untukmu agamamu, untukku agamaku.
Antum mungkin benar menurut kesimpulan dan “pengikut” yang sepikiran dengan antum,mungkin saja bin baz benar menurut pemikiran dan pengikut bin baz. tapi apakah kita mesti bermusuhan yang mungkin jika bertemu bisa saling berbantaian…….na’udzubillahimin dzalik.
Ingat selama kita tidak menyembah selain Allah SWT dan orang lain menjadi saksi kita masih beriman kepada Allah SWT,kita tetaplah saudara………
Masih banyak PR yang mesti kita rampungkan,menjaga pribadi masing-masing untuk tetap berada dijalan Allah SWT hingga akhir.dan menyiapkan generasi yang akan kita tinggalkan dengan ilmu dan kebijaksanaan serta menghargai pendapat orang lain apalagi ulama**.
Beliau meski diuji dengan kebutaan tetapi banyak toh fatwanya yang benar dan diikuti.malah dipercaya menjadi “mufti” dan dikenal oleh banyak penuntut ilmu.
Kita apa??????? mungkin tidak sapai seribu orang mengenal kita sebagai pencari kebenaran.
Kebiasaan mengkafirkan menurutku hanya sisi buruk sifat seseorang,dan toh itu cuma pendapat mereka-mereka…….mungkin juga kita pernah menyudutkan orang lain yang tidak sesuai dengan kehendak kita.
Semoga Allah menunjukkan kebaikan kepada kita semua.
Sedikit,barangkali….aku pernah berguru pada ulama nahdiyyin (guru terbanyakku),muhammadiyyah,persis,al irsyad,pernah juga mengikuti kajian ulama salafy dan ikut dengan daurohnya para habib……
beliau semua sepakat “siapapun ulamanya jika mengajarkan kebaikan kita terima dan amalkan yang buruk kita lupakan dan buang jauh**,dengan tetap menghargai ulama** yang menjadi guru kita”
bagaimana mungkin orang yg jahil bhs. arab mendebat ulama yang fasih bhs.arab!!!!! hanya orang jahil sj yg melakukan dan membenarkanx, ya allah aku berlindung kepadamu dari kejahilan dan orang2 jahil. abu salafy mengatakn syaikh bin bazz mufti pas2an, ternyata dirinya sendiri pas2an sj gak nyampe (jahil), ibarat seperti seorang gila yg berkata mnunjuk kepada orang yg waras “kamu itu gila” padahal yg gila adalah dirinya, apakah ini bisa diterima, ambillah pelajaran wahai orang2 yang berakal!!!!
(abu Salafy:
Memang saya masih jahil bahara Arab, jahil tafsir dan masih dangkal)….. dia telah mengakuidirinya jahil , setau sy orang gila sja ga pernah mengaku gila,!! bagaimana jadinya kalau ilmu agama diambil dari orang yang jahil b.arab, jahil tafsir dan dangkal ilmu, orang yang berakal sehat tidak akan mengambil ilmu dr orang jahil !!! ” ilmu itu adalah agamamu maka lihatlah dari mana kamu mengambil ilmu tersebut”
http://abusalafymembantah.wordpress.com/2009/12/22/mufti-wahhabi-mengafirkan-maaf-sensor-dan-melagalkan-pembangkangan-iblis/
Tawasul memang ok….
Riwayat yang mengisahkan tawassulnya Nabi Yusuf as kepada Rasulallah saw. , waktu beliau didalam sumur, At-Tsa’labi mengisahkan:
“Pada keempat harinya waktu Nabi Yusuf a.s. berada didalam sumur, Jibril a.s. mendatanginya dan bertanya: ‘Hai anak siapakah yang melempar engkau kesumur’? Jawab Yusuf as: ‘Saudara-saudaraku’. Jibril as. bertanya lagi: Mengapa? Yusuf as berkata: ‘Mereka dengki karena kedudukanku di depan ayahku’. Jibril as. berkata: ‘Maukah engkau keluar darisini’? Yusuf a.s.berkata mau. Jibril as berkata: ‘Ucapkanlah (do’a pada Allah swt.) sebagai berikut’: ‘Wahai Pencipta segala yang tercipta, Wahai Penyembuh segala yang terluka, Wahai Yang Menyertai segala kumpulan, Wahai Yang Menyaksikan segala bisikan, Wahai Yang Dekat dan Tidak berjauhan, Wahai Yang Menemani semua yang sendirian, Wahai Penakluk yang Tak Tertakluk kan, Wahai Yang Mengetahui segala yang gaib, Wahai Yang Hidup dan Tak Pernah Mati, Wahai Yang Menghidupkan yang mati,Tiada Tuhan kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, aku bermohon kepada-Mu Yang Empunya pujian, Wahai Pencipta langit dan bumi, Wahai Pemilik Kerajaan, Wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, aku bermohon agar Engkau sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, berilah jalan keluar dan penyelesaian dalam segala urusan dan dari segala kesempitan, Berilah rezeki dari tempat yang aku duga dan dari tempat yang tak aku duga ‘ “.
Lalu Yusuf a.s. mengucapkan do’a itu. Allah swt. mengeluarkan Yusuf a.s. dari dalam sumur, menyelamatkannya dari reka-perdaya saudara-saudara nya. Kerajaan Mesir didatangkan kepadanya dari tempat yang tidak diduganya”. ( At Tsa’labi 157, Fadhail Khamsah 1:207).
Padahal saat itu Rasulullah saw belum terlahir ke dunia.
Do’a masih akan terhalang bila orang yang berdo’a tersebut tanpa bertawassul dengan bersholawat pada Nabi saw.. Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib kw. berkata:
‘Setiap do’a antara seorang hamba dengan Allah selalu diantarai dengan hijab (penghalang, tirai) sampai dia mengucapkan sholawat pada Nabi saw.. Bila ia membaca sholawat, terbukalah hijab itu dan masuklah do’a.’ (Kanzul ‘Umal 1:173, Faidh Al-Qadir 5:19)
Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib kw. juga berkata, Rasulallah saw. bersabda:
“ Setiap do’a terhijab (tertutup) sampai membaca sholawat pada Muhammad dan keluarganya”. ( Ibnu Hajr Al-Shawaiq 88 )
lucu kayak pelawak abu salafy .ia mencela dirinya sendiri tapi berani berkata ia lebih hebat dari para ulama.kalah kali pelawak.ga lucu tau .ana tanya apa beda orang muslim yang sujud ke kiblat(ka’bah) dengan orang kristen yang menyembah salib atau orang budha,hindu yang sujud pada patung??bukankah sama2 menyembah benda??
jawab:
kaum muslimin sujud ke ka’bah itu karena dalil dari Al Qur’an dari perintah Allah sama seperti malaikat yang sujud kepada nabi Adam atas perintah Allah itu bukan malaikat menyembah Adam tapi atas perintah Allah malaikat sujud pada Adam.sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. faham??
orang2 kristen,budha,hindu,bahkan orang2 musyrik quraisy menyembah patung itu tidak ada dalil bahkan Allah melarang mereka melakukan kesyirikan yang mereka lakukan.
syaikh bin baz berfatwa dengan ilmu beliau dengan dalil bukan perasaan,dugaan2 semata .dan saya yakin pehaman antumlah(abusalafy) yang mesti dikoreksi
@ muslim
Menurut saya anda yang super lucu dalam membuat tanggapan di atas. Tudingan anda salah alamat, seharusnya tudingan itu anda tujukan kepada bin baz, yang tidak bisa membedakan batasan sujud kepada selain Allah yang terlarang dan yang dibolehkan. Ia dengan serampangan mengatakan : ”
والسجود لغير الله كفر عملي مخرج من الملة
“ٍSujud kepada selain Allah adalah perbuatan kufur yang mengeluarkan dari millah (Islam = menjadi kafir beneran),
Dengan pernyataannya itu tidak salah kalau difahami bahwa Nabi Ya’qub dan Para Malaikat termasuk yang dikafirkan, karena Allah memberikan informasi bahwa ya’qub bersujud kepada Yusuf dan para malaikat jutru diperintahkan suju kepada Adam.
Jadi yang idak memahami keragaman makna sujud adalah bin baz itu sendiri, dia meng -gebyah uyah dalam membeikan pernyataan.
Padahal anda sendiri bisa membdakan antara sujud kepada selain Allah yang terlarang dan sujud yang tidak terlarang.
Pendek kata pernyataan ” Sujud kepada selain Allah sebagai kekufuran yang mengeluarkan dari millah ” tanpa pengecualian -karena sujud bisa mempunyai makna yang beragam-, jelas pernyataan itu adalah perbuatan ngawur yang tidak layak keluar dari seorang mufti yang ingin didengar fatwanya.
sy tdk ngerti dgn kebodohan anda …,! cb anda simak dgn benar dan teliti akan artikel saudara abu salafy
abua shlafy ga salah sebenarnya,,,cuma salh ijtihad doang n nilainya 1.hehehehe
Tolong konfirmasi dulu ke Syeh bin baz sebelum menuduh, apakah maksudnya sama dengan sujudnya iblis… jangan asal menilai. terlalu picik kalo cuma memahami sepenggal fatwa tanpa mengerti penjelasannya…