<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kaum Wahhâbiyah Mujassimah Memalsu Atas Nama Salaf! (2)</title>
	<atom:link href="http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/</link>
	<description>Mengkaji Salafy Wahabi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Dec 2009 03:32:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: avocado</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-4876</link>
		<dc:creator>avocado</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 03:20:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-4876</guid>
		<description>kenapa saudra AMi mengatakan yakin akan melihat wajahnya? Bukan Dzat-nya?.. nanti akan berkembang, mata, kaki, tangan, betis dll...Astaghfirullah....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa saudra AMi mengatakan yakin akan melihat wajahnya? Bukan Dzat-nya?.. nanti akan berkembang, mata, kaki, tangan, betis dll&#8230;Astaghfirullah&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: armand</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-4337</link>
		<dc:creator>armand</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 07:14:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-4337</guid>
		<description>@D10

&lt;blockquote&gt;Yaa Allah, persatukanlah hati kamu semua yg “hadir” di sini…&lt;/blockquote&gt;

Kan udah disebutin ga bisa di AQ?
 
&lt;em&gt;......Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu&lt;/em&gt; (Al-Maidah: 48)

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@D10</p>
<blockquote><p>Yaa Allah, persatukanlah hati kamu semua yg “hadir” di sini…</p></blockquote>
<p>Kan udah disebutin ga bisa di AQ?</p>
<p><em>&#8230;&#8230;Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu</em> (Al-Maidah: 48)</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: suni</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-4336</link>
		<dc:creator>suni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 04:10:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-4336</guid>
		<description>as .wr.wb
saya juga melihat  adanya kontradiksi dalam alqur&#039;an akibat tidak boleh menakwil. sebenarnya sudah saya tulis dalam komentar pada artikel yang lain. namun karena ga ada tanggapan dari pihak wahabi, saya pikir ada baiknya saya tulis lagi di sini (mudah-mudahan anggapan saya yang bisa jadi salah bisa diluruskan):
1. Allah duduk di atas &#039;arsy berarti Allah butuh/  bergantung pada &#039;arsy sementara ayat lain mengatakan bahwa kepada Allah segala sesuatu bergantung.
2. Keyakinan ttg Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir.  menunjukkan bahwa Allah sampai ke langit dunia yang merupakan bagian paling bawah dari keseluruhan langit yang berlapis-lapis. betapa besarnya langit dibanding Allah yang Maha Besar. lagi pula waktu malam di seluruh penjuru dunia tidak sama sehingga Allah terkesan naik turun setiap waktu. Bukankah ada ayat yang mengatakan &quot; kemanapun kalian berpaling maka akan kalian jumpai wajah Allah&quot; sehingga terkesan Allah suatu dzat yang besar kepala dan yang naik turun itu berarti cuma anggota badan-Nya saja karena wajah ada di mana-mana sehingga wajah-nya tidak perlu untuk bergerak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>as .wr.wb<br />
saya juga melihat  adanya kontradiksi dalam alqur&#8217;an akibat tidak boleh menakwil. sebenarnya sudah saya tulis dalam komentar pada artikel yang lain. namun karena ga ada tanggapan dari pihak wahabi, saya pikir ada baiknya saya tulis lagi di sini (mudah-mudahan anggapan saya yang bisa jadi salah bisa diluruskan):<br />
1. Allah duduk di atas &#8216;arsy berarti Allah butuh/  bergantung pada &#8216;arsy sementara ayat lain mengatakan bahwa kepada Allah segala sesuatu bergantung.<br />
2. Keyakinan ttg Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir.  menunjukkan bahwa Allah sampai ke langit dunia yang merupakan bagian paling bawah dari keseluruhan langit yang berlapis-lapis. betapa besarnya langit dibanding Allah yang Maha Besar. lagi pula waktu malam di seluruh penjuru dunia tidak sama sehingga Allah terkesan naik turun setiap waktu. Bukankah ada ayat yang mengatakan &#8221; kemanapun kalian berpaling maka akan kalian jumpai wajah Allah&#8221; sehingga terkesan Allah suatu dzat yang besar kepala dan yang naik turun itu berarti cuma anggota badan-Nya saja karena wajah ada di mana-mana sehingga wajah-nya tidak perlu untuk bergerak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abida</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-4318</link>
		<dc:creator>abida</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 10:05:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-4318</guid>
		<description>http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/06/pemalsuan-perkataan-al-imam-malik.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/06/pemalsuan-perkataan-al-imam-malik.html" rel="nofollow">http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/06/pemalsuan-perkataan-al-imam-malik.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: samwan</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-4302</link>
		<dc:creator>samwan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 04:20:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-4302</guid>
		<description>http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/06/pemalsuan-perkataan-al-imam-malik.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/06/pemalsuan-perkataan-al-imam-malik.html" rel="nofollow">http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/06/pemalsuan-perkataan-al-imam-malik.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: D10</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-3080</link>
		<dc:creator>D10</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 10:51:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-3080</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum

Diskusi yang sangat menarik. Saya mengharapkan tidak dibumbui dengan emosi, ejekan dsb. 

Bolehkah jika makna istiwa itu diartikan &quot;bersemayam&quot; ?
sebab ada perbedaan makna (dalam bahasa Indonesia tentunya) antara &quot;bersemayam&quot; dengan &quot;duduk&quot;.

Yaa Allah, persatukanlah hati kamu semua yg &quot;hadir&quot; di sini...

NB : Saya haqqul yaqin, semua disini adalah bersaudara dalam Islam... meyakini tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul-Nya !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum</p>
<p>Diskusi yang sangat menarik. Saya mengharapkan tidak dibumbui dengan emosi, ejekan dsb. </p>
<p>Bolehkah jika makna istiwa itu diartikan &#8220;bersemayam&#8221; ?<br />
sebab ada perbedaan makna (dalam bahasa Indonesia tentunya) antara &#8220;bersemayam&#8221; dengan &#8220;duduk&#8221;.</p>
<p>Yaa Allah, persatukanlah hati kamu semua yg &#8220;hadir&#8221; di sini&#8230;</p>
<p>NB : Saya haqqul yaqin, semua disini adalah bersaudara dalam Islam&#8230; meyakini tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul-Nya !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M. Abdullah Habib</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-3008</link>
		<dc:creator>M. Abdullah Habib</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 16:50:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-3008</guid>
		<description>@aidil

Mas,  yang anda tanyakan tentang apa yang ada dalam  &quot;al-Ibanah&quot; dalam menafsirkan kata &quot;Istiwa&quot; , nampaknya lebih sesuai dengan pandangan wahhaby, tetapi saya kurang yakin kalau al-ibanah itu benar-benar tulisan beliau Asy&#039;ary.

Siapapun yang menulis -baik itu orang wahhaby yang mengatasnamakan Asy&#039;ary, atau  benar-benar tulisan Asy-&#039;ary- dalam hal ini saya tetap sulit untuk menerima. Penafsiran secara harfiyah sangat dekat hubungannya dengan tasybih, sedangkan sebagaimana yang Allah firmankan bahwa  Allah  berbeda dg makhlukNya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@aidil</p>
<p>Mas,  yang anda tanyakan tentang apa yang ada dalam  &#8220;al-Ibanah&#8221; dalam menafsirkan kata &#8220;Istiwa&#8221; , nampaknya lebih sesuai dengan pandangan wahhaby, tetapi saya kurang yakin kalau al-ibanah itu benar-benar tulisan beliau Asy&#8217;ary.</p>
<p>Siapapun yang menulis -baik itu orang wahhaby yang mengatasnamakan Asy&#8217;ary, atau  benar-benar tulisan Asy-&#8217;ary- dalam hal ini saya tetap sulit untuk menerima. Penafsiran secara harfiyah sangat dekat hubungannya dengan tasybih, sedangkan sebagaimana yang Allah firmankan bahwa  Allah  berbeda dg makhlukNya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abu syahzanan</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-2998</link>
		<dc:creator>abu syahzanan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 01:07:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-2998</guid>
		<description>@ami
ha…ha…ha…ha…Abu Salafy yang tidak salaf ini ternyata lebih parah dari binatang,coba kita lihat….binatang itu walaupun tidak punya akal tapi dia bisa diajarin duduk,bermain teratur,berbaris dll.

Kelihatan kan ? 4 tahun tidak cukup bratha&#039;, akhlak anda saja dalam berdiskusi tidak dijaga. Tidak santun berdiskusi sambil mencaci binatang, geblek.......inikah akhlak sejati salafy, malu ah , kita belajar akhlak dulu, bukan berarti akhlak saya baik, tapi saya sedang menuju ke situ. Perbaiki cara berdiskusi anda yang suka mencaci. Maaf y, yuk mari.....HAIL</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ami<br />
ha…ha…ha…ha…Abu Salafy yang tidak salaf ini ternyata lebih parah dari binatang,coba kita lihat….binatang itu walaupun tidak punya akal tapi dia bisa diajarin duduk,bermain teratur,berbaris dll.</p>
<p>Kelihatan kan ? 4 tahun tidak cukup bratha&#8217;, akhlak anda saja dalam berdiskusi tidak dijaga. Tidak santun berdiskusi sambil mencaci binatang, geblek&#8230;&#8230;.inikah akhlak sejati salafy, malu ah , kita belajar akhlak dulu, bukan berarti akhlak saya baik, tapi saya sedang menuju ke situ. Perbaiki cara berdiskusi anda yang suka mencaci. Maaf y, yuk mari&#8230;..HAIL</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abu syahzanan</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-2997</link>
		<dc:creator>abu syahzanan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 01:01:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-2997</guid>
		<description>@ami, 

….soalnya ana sdh pengalaman ngaji duduk 4 tahun sama syaikh salafy…

Sdr ami, pengalaman ngaji 4 tahun itu tidak cukup, apalagi anda hanya mengaji dengan satu guru. Ilmu itu tidak akan pernah cukup dengan 4 tahun dan pada satu guru (syaikh salafy saja), coba anda belajar lintas pemahaman/madzhab/aliran, pasti anda akan tahu kebenaran yang sesungguhnya. Mau? jangan bertaqlid buta, cari ilmu dimana saja, dengan siapa saja. 4 TAHUN TIDAK CUKUP....jangan berpuas gitu aaahhh, pamali euy, yuk mari HAIL !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ami, </p>
<p>….soalnya ana sdh pengalaman ngaji duduk 4 tahun sama syaikh salafy…</p>
<p>Sdr ami, pengalaman ngaji 4 tahun itu tidak cukup, apalagi anda hanya mengaji dengan satu guru. Ilmu itu tidak akan pernah cukup dengan 4 tahun dan pada satu guru (syaikh salafy saja), coba anda belajar lintas pemahaman/madzhab/aliran, pasti anda akan tahu kebenaran yang sesungguhnya. Mau? jangan bertaqlid buta, cari ilmu dimana saja, dengan siapa saja. 4 TAHUN TIDAK CUKUP&#8230;.jangan berpuas gitu aaahhh, pamali euy, yuk mari HAIL !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abu awam</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-2973</link>
		<dc:creator>abu awam</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 13:27:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-2973</guid>
		<description>@abuayin

menarik pernyataan anda yang mengatakan:

&lt;blockquote&gt;...........Namun demikian, ketika sampai pada ayat ..kullu syaiin halikun illa wajhahu, belum dijawab bagaimana nasib tangan jari Allah dll. Artinya ada ketidakkonesistenan jika ayat-ayat mutasyabihat dipahami secara tekstual. Bagaimana ini?&lt;/blockquote&gt;

mas abuayin saya pikir wahabi memang tidak konsisiten terhadap ayat-ayat atau nash-nash yang berseberangan dengan akidah mereka, karenanya saya yakin mereka tidak akan menjawab pertanyaan anda tentang ayat: &quot;kullu syaiin halikun illa wajhahu&quot; 

karenanya saya juga penasaran menunggu-nunggu jawaban dan takwil-takwil mereka tentang ayat itu.

ayo wahabi jawab dong!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@abuayin</p>
<p>menarik pernyataan anda yang mengatakan:</p>
<blockquote><p>&#8230;&#8230;&#8230;..Namun demikian, ketika sampai pada ayat ..kullu syaiin halikun illa wajhahu, belum dijawab bagaimana nasib tangan jari Allah dll. Artinya ada ketidakkonesistenan jika ayat-ayat mutasyabihat dipahami secara tekstual. Bagaimana ini?</p></blockquote>
<p>mas abuayin saya pikir wahabi memang tidak konsisiten terhadap ayat-ayat atau nash-nash yang berseberangan dengan akidah mereka, karenanya saya yakin mereka tidak akan menjawab pertanyaan anda tentang ayat: &#8220;kullu syaiin halikun illa wajhahu&#8221; </p>
<p>karenanya saya juga penasaran menunggu-nunggu jawaban dan takwil-takwil mereka tentang ayat itu.</p>
<p>ayo wahabi jawab dong!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M. Abdullah Habib</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-2942</link>
		<dc:creator>M. Abdullah Habib</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 18:41:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-2942</guid>
		<description>@aidil

Menurut Asy&#039;ariy, Istiwa&#039;  alal arsy , dimaknai dengan istaula (menguasai), pendapat ini diikuti pula oleh al-Ghozaly dan beberapa Ulama&#039; mutaakhkhirin.  


Asyary dalam mentakwilkan ayat tersebut meyakini bahwa takwil dalam hal ini tidak keluar dari kebiasaan penggunaan bahasa arab. Sastrwan arab berkata :

قد استوى بشر على العراق … من غير سيف ودم مهراق

Kata istawa pada syair di atas mempunyai makna (menguasai).

Hal ini yang menjadikan ulama yang tidak sependapat dengannya (wahhaby) menuduh bahwa asy&#039;ary  telah melakukan penyimpangan (inhirof) dalam mengartikan quran. Saya pernah mendengar dari ustadz wahhaby  yang mengatakan :&quot;penafsiran dengan  menambah  huruf &quot;L&quot; pada istawa sama seperti orang yahudi menambah &quot;N&quot; pada kata &quot;Khiththoh&quot; dlm surah al-baqarah.

Saya telah mencoba membaca literatur ulama awal, saya tidak mendapati penjelasan dari mereka yang mengharuskan lafal istawa diartikan secara harfiyah.
Kedatangan mazhab wahhaby memaksakan ayat tsb untuk di artikan sesuai lafal dan menganggap yang mentakwilkannya adalah orang yang sesat.

Untuk kesimpulan saya, bahwa yang memahami secara harfiyah atau dengan takwil semua tidak ada pendukung dari dalil naqly yang kuat, semua hanya dari hasil kemampuan dan kecenderungan masing-masing dalam memahami nash.

Ketidak setujuan saya dengan wahhaby, bukan pada pemikiran mereka, tetapi pada &quot;pengkafiran (menuduh kafir) terhadap orang yang berbeda berfikirnya.dengan mereka itu.

Kalau anda membaca tulisan kawan-kawan wahhaby di atas, anda akan tahu ketidak tepatan apa yang mereka tuduhkan bahwa yang memahami secara takwil adalah orang-orang yang taklid dngan kiyai  sementara yang berani mengartikan apa adanya menurut lafal (harfiyah) adalah orang yang berilmu dan tidak taklid.

Jadi mengukur ilmu orang  sangat mudah kalau menggunakan cara wahhaby,  gak perlu sekolah tinggi, banyak baca buku dll, cukup yakini Allah di langit, Allah punya wajah, tangan kaki dan Ia duduk di atas Arsy, langsung jadi orang  &#039;Alim yang tidak taklid.

Kalau orang mau  jujur menilai, sebenarnya dua-duanya sama taklidnya, karena kedua penafsiran itu sudah ditafsirkan oleh orang sebelum kita ini, bisanya keluar dari taklid kalau ada yang menafsirkan dengan cara ketiga yang belum pernah dilakukan oleh orang sebelum kita namun nampaknya memang tidak mungkin.

Coba kita renungkan dengan fikiran jernih, layakkah seorang muslim menganggap saudaranya sesat dan kafir hanya karena  mentakwilkan ayat tersebut ?

Kalau anda jawab &quot;tidak&quot; berarti anda tidak sependapat dengan Wahhaby seperti halnya saya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@aidil</p>
<p>Menurut Asy&#8217;ariy, Istiwa&#8217;  alal arsy , dimaknai dengan istaula (menguasai), pendapat ini diikuti pula oleh al-Ghozaly dan beberapa Ulama&#8217; mutaakhkhirin.  </p>
<p>Asyary dalam mentakwilkan ayat tersebut meyakini bahwa takwil dalam hal ini tidak keluar dari kebiasaan penggunaan bahasa arab. Sastrwan arab berkata :</p>
<p>قد استوى بشر على العراق … من غير سيف ودم مهراق</p>
<p>Kata istawa pada syair di atas mempunyai makna (menguasai).</p>
<p>Hal ini yang menjadikan ulama yang tidak sependapat dengannya (wahhaby) menuduh bahwa asy&#8217;ary  telah melakukan penyimpangan (inhirof) dalam mengartikan quran. Saya pernah mendengar dari ustadz wahhaby  yang mengatakan :&#8221;penafsiran dengan  menambah  huruf &#8220;L&#8221; pada istawa sama seperti orang yahudi menambah &#8220;N&#8221; pada kata &#8220;Khiththoh&#8221; dlm surah al-baqarah.</p>
<p>Saya telah mencoba membaca literatur ulama awal, saya tidak mendapati penjelasan dari mereka yang mengharuskan lafal istawa diartikan secara harfiyah.<br />
Kedatangan mazhab wahhaby memaksakan ayat tsb untuk di artikan sesuai lafal dan menganggap yang mentakwilkannya adalah orang yang sesat.</p>
<p>Untuk kesimpulan saya, bahwa yang memahami secara harfiyah atau dengan takwil semua tidak ada pendukung dari dalil naqly yang kuat, semua hanya dari hasil kemampuan dan kecenderungan masing-masing dalam memahami nash.</p>
<p>Ketidak setujuan saya dengan wahhaby, bukan pada pemikiran mereka, tetapi pada &#8220;pengkafiran (menuduh kafir) terhadap orang yang berbeda berfikirnya.dengan mereka itu.</p>
<p>Kalau anda membaca tulisan kawan-kawan wahhaby di atas, anda akan tahu ketidak tepatan apa yang mereka tuduhkan bahwa yang memahami secara takwil adalah orang-orang yang taklid dngan kiyai  sementara yang berani mengartikan apa adanya menurut lafal (harfiyah) adalah orang yang berilmu dan tidak taklid.</p>
<p>Jadi mengukur ilmu orang  sangat mudah kalau menggunakan cara wahhaby,  gak perlu sekolah tinggi, banyak baca buku dll, cukup yakini Allah di langit, Allah punya wajah, tangan kaki dan Ia duduk di atas Arsy, langsung jadi orang  &#8216;Alim yang tidak taklid.</p>
<p>Kalau orang mau  jujur menilai, sebenarnya dua-duanya sama taklidnya, karena kedua penafsiran itu sudah ditafsirkan oleh orang sebelum kita ini, bisanya keluar dari taklid kalau ada yang menafsirkan dengan cara ketiga yang belum pernah dilakukan oleh orang sebelum kita namun nampaknya memang tidak mungkin.</p>
<p>Coba kita renungkan dengan fikiran jernih, layakkah seorang muslim menganggap saudaranya sesat dan kafir hanya karena  mentakwilkan ayat tersebut ?</p>
<p>Kalau anda jawab &#8220;tidak&#8221; berarti anda tidak sependapat dengan Wahhaby seperti halnya saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Puji</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-2938</link>
		<dc:creator>Puji</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 03:00:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-2938</guid>
		<description>baru masuk blog ini, liat komen-komen wahabi bikin aku terpingkal-pingkal. apalagi yang namanya BENTHOLEB gouoooooooooblok kok kebangetan.

maju terus bentholeb biar tambah lucu yang baca liat kekogoblokan en kedunguan ente

he...he...he...he.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>baru masuk blog ini, liat komen-komen wahabi bikin aku terpingkal-pingkal. apalagi yang namanya BENTHOLEB gouoooooooooblok kok kebangetan.</p>
<p>maju terus bentholeb biar tambah lucu yang baca liat kekogoblokan en kedunguan ente</p>
<p>he&#8230;he&#8230;he&#8230;he&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M. Abdullah Habib</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-2932</link>
		<dc:creator>M. Abdullah Habib</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 14:02:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-2932</guid>
		<description>@Abu Abdurrahman

Saya semakin heran sama nt, boleh nt  menganggap sebagai orang yang paling banyak membaca buku, tapi sayang nt tidak bisa memahami tulisan, jangankan yang berbahasa Arab yang berbahasa Indonesia saja nt salah membuat kesimpulan.

Buktinya ? ketika ada orang menyanggah tulisan Ibn Abdil wahhab,  nt mengatakan : &quot; mas mas
kalo baca jangan kitab asya’irah doang tapi baca juga:
ar-Risalah dan al-umm imam syafi”i, ar-raddu ala jahmiyah imam ad-darimi, sayarah ushul i’tiqad ahlus sunnah imam al-lalika-i, asy-syari’ah imam al al-ajurri, raddu ad-darimi ala bisyr al marisi, ibthaalat ta’wilat li-akhbarish shifat imam al-qadhi abu ya’la, kitabus sunnah imam abdillah bin imam ahmad bin hanbal, biar ente ga taklid ama gus kiai ente!!!! &quot;


Kalau memang nt bisa memahami tulisan,  nt akan faham bahwa yang membantah tulisan ibn abdil wahhab adalah orang yang pernah membaca tulisan dia (ibn abdil wahhab). jadi bukan hanya membaca tulisan Asy&#039;ari saja. Jadi nt tujukan kepada siapa ketika nt berkata &quot;  &quot; mas mas
kalo baca jangan kitab asya’irah doang &quot;


Belajar trus kang biar lebih pinter n bener.

makhashih yha !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Abu Abdurrahman</p>
<p>Saya semakin heran sama nt, boleh nt  menganggap sebagai orang yang paling banyak membaca buku, tapi sayang nt tidak bisa memahami tulisan, jangankan yang berbahasa Arab yang berbahasa Indonesia saja nt salah membuat kesimpulan.</p>
<p>Buktinya ? ketika ada orang menyanggah tulisan Ibn Abdil wahhab,  nt mengatakan : &#8221; mas mas<br />
kalo baca jangan kitab asya’irah doang tapi baca juga:<br />
ar-Risalah dan al-umm imam syafi”i, ar-raddu ala jahmiyah imam ad-darimi, sayarah ushul i’tiqad ahlus sunnah imam al-lalika-i, asy-syari’ah imam al al-ajurri, raddu ad-darimi ala bisyr al marisi, ibthaalat ta’wilat li-akhbarish shifat imam al-qadhi abu ya’la, kitabus sunnah imam abdillah bin imam ahmad bin hanbal, biar ente ga taklid ama gus kiai ente!!!! &#8221;</p>
<p>Kalau memang nt bisa memahami tulisan,  nt akan faham bahwa yang membantah tulisan ibn abdil wahhab adalah orang yang pernah membaca tulisan dia (ibn abdil wahhab). jadi bukan hanya membaca tulisan Asy&#8217;ari saja. Jadi nt tujukan kepada siapa ketika nt berkata &#8221;  &#8221; mas mas<br />
kalo baca jangan kitab asya’irah doang &#8221;</p>
<p>Belajar trus kang biar lebih pinter n bener.</p>
<p>makhashih yha !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abuayin</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-2924</link>
		<dc:creator>abuayin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 04:06:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-2924</guid>
		<description>@ami, benthaleb, abu&#039;abdurrahman
Wahhabi memahami ayat-ayat mutasyabihat (Allah punya tangan, wajah, jari dll) dengan tafsir harfiah (tekstual) tanpa ta&#039;wil, ta&#039;thil dll. Itu yg dapat saya fahami dari pernyataan-pernyataan di forum dialog web ini. Bahkan yg mentakwil sesat. Namun demikian, ketika sampai pada ayat ..kullu syaiin halikun illa wajhahu, belum dijawab bagaimana nasib tangan jari Allah dll. Artinya ada ketidakkonesistenan jika  ayat-ayat mutasyabihat dipahami secara tekstual. Bagaimana ini?
Perkataan Imam Malik rahimahullah, yg terjemahannya istiwa&#039; adalah ma&#039;lum, selalu dijadikan sandaran untuk memperkuat pemahaman wahhabi, bahwa ayat-ayat tasybih tersebut harus difahami secara harfiah. Namun, menurut saya tidak bisa demikian, karena justru pernyataan Imam Malik tsb menunjukkan kehati-hatian beliau terkait dengan ayat-ayat tasybih. Beliau tidak menafsirkan ayat-ayat tersebut dan hanya mengucapkan seperti dikutip. Tafsir yg hati2 biasanya hanya menuliskan tafsir istiwa &#039;alal &#039;arsy dengan beristiwa sesuai dengan kemuliaan Allah, tidak ditafsir dengan jalasa (duduk) sebagaimana sering dilakukan oleh ulama-ulama wahhabi. Jadi, sangat berbeda kedua hal tsb. Karena duduk jelas punya pengertian meletakkan pantat ke alas duduk (lantai, kursi, &#039;arsy dll). Hal inilah yg sering dikatakan sebagai tajsim, baik         cara duduknya sama dengan makhluk atau tidak hal itu tidak menjadi penting. Karena arti duduk ya seperti dalam bhs sehari-hari yaitu meletakkan pantat, bukan kepala, bukan kaki, bukan pipi dst.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ami, benthaleb, abu&#8217;abdurrahman<br />
Wahhabi memahami ayat-ayat mutasyabihat (Allah punya tangan, wajah, jari dll) dengan tafsir harfiah (tekstual) tanpa ta&#8217;wil, ta&#8217;thil dll. Itu yg dapat saya fahami dari pernyataan-pernyataan di forum dialog web ini. Bahkan yg mentakwil sesat. Namun demikian, ketika sampai pada ayat ..kullu syaiin halikun illa wajhahu, belum dijawab bagaimana nasib tangan jari Allah dll. Artinya ada ketidakkonesistenan jika  ayat-ayat mutasyabihat dipahami secara tekstual. Bagaimana ini?<br />
Perkataan Imam Malik rahimahullah, yg terjemahannya istiwa&#8217; adalah ma&#8217;lum, selalu dijadikan sandaran untuk memperkuat pemahaman wahhabi, bahwa ayat-ayat tasybih tersebut harus difahami secara harfiah. Namun, menurut saya tidak bisa demikian, karena justru pernyataan Imam Malik tsb menunjukkan kehati-hatian beliau terkait dengan ayat-ayat tasybih. Beliau tidak menafsirkan ayat-ayat tersebut dan hanya mengucapkan seperti dikutip. Tafsir yg hati2 biasanya hanya menuliskan tafsir istiwa &#8216;alal &#8216;arsy dengan beristiwa sesuai dengan kemuliaan Allah, tidak ditafsir dengan jalasa (duduk) sebagaimana sering dilakukan oleh ulama-ulama wahhabi. Jadi, sangat berbeda kedua hal tsb. Karena duduk jelas punya pengertian meletakkan pantat ke alas duduk (lantai, kursi, &#8216;arsy dll). Hal inilah yg sering dikatakan sebagai tajsim, baik         cara duduknya sama dengan makhluk atau tidak hal itu tidak menjadi penting. Karena arti duduk ya seperti dalam bhs sehari-hari yaitu meletakkan pantat, bukan kepala, bukan kaki, bukan pipi dst.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: The master</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/05/19/kaum-wahhabiyah-mujassimah-memalsu-atas-nama-salaf-2/#comment-2889</link>
		<dc:creator>The master</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 17:22:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/?p=222#comment-2889</guid>
		<description>Memang aneh, membuka aib, mengumpat, memfitnah, mencela, meng.... Udah pd merasa cukup amalny? Oh ya kalo di kakbah ga ada di arab kita pindah aja pergi haji di lirboyo. Yg mimpin kyai2 sana. Kalo mslh wajah allah ada tuh di kitab ashabul hadis kry imam attamimi lengkap dgn bhsany.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang aneh, membuka aib, mengumpat, memfitnah, mencela, meng&#8230;. Udah pd merasa cukup amalny? Oh ya kalo di kakbah ga ada di arab kita pindah aja pergi haji di lirboyo. Yg mimpin kyai2 sana. Kalo mslh wajah allah ada tuh di kitab ashabul hadis kry imam attamimi lengkap dgn bhsany.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
