<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tokoh Besar Wahhâbi; Syeikh Nâshiruddin al Albâni menipu Awam Wahhâbi</title>
	<atom:link href="http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/</link>
	<description>Mengkaji Salafy Wahabi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Dec 2009 03:32:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Pahlawan NU</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3963</link>
		<dc:creator>Pahlawan NU</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 09:36:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3963</guid>
		<description>mohon maaf sebelumnya.... 
mudah2an kita bisa berdiskusi terus tentang ilmu syar&#039;i ini dan membagi khazanah ilmu yang kita miliki masing2... amin....

1. Tentang sikap anda yang berburuk sangka kepada Albany... itu terserah anda... karena anda sendiri juga yang akan mempertanggung-jawabkannya kelak di sisi-Nya... 
Tentang caci maki Albany, anggaplah itu kesalahannya.. itu urusan dia dengan Kholiknya... dia yang akan mempertanggung-jawabkannya sendiri... sedangkan kita... ga usah-lah menambah beban diri sendiri di akhirat nanti... Fal naqul khoiron au linashmut.... sebagaimana sabda Rasul SAW.

2. Hadits tersebut adalah benar riwayat Muslim...
untuk menelitinya... silahkan rujuk kitab Tuhfatul Asyrof karya Imam Al-hafidh Al-mizzy...  tepatnya di:
 مسند معاوية بن الحكم...حديث رقم 11378

begitu pula Imam Adz-Dzahaby, Imam Ahli Hadits dari kalangan Syafi&#039;iyah mengatakan bahwa hadits tersebut riwayat Imam Muslim, bahkan beliau dengan jelas menghukumi bahwa hadits tersebut shohih.
ini perkataannya:
هذا حديث صحيح رواه جماعة من الثقات عن يحيى بن أبي كثير عن هلال بن أبي ميمونة عن عطاء بن يسار عن معاوية السلمي، أخرجه مسلم وأبو داود والنسائي وغير واحد من الأئمة في تصانيفهم، يمرونه كما جاء ولا يتعرضون له بتأويل ولا تحريف 
Hadis (jariyah) ini adalah shohih, diriwayatkan oleh sekelompok perowi yang tsiqoh, mereka meriwayatkannya dari Yahya bin Abu Katsir, dari Hilal bin Abi Maimunah,  dari Atho&#039; bin Yasar, dari Mu&#039;awiyah Assulamy. Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud dan Nasa&#039;i dan Para Imam yang tidak sedikit, dalam kitab-kitab mereka. Mereka memperlakukan (nash-nash tentang sifat-sifat Alloh) tersebut sebagaimana adanya, tidak mentakwilnya ataupun mentahrifnya. (Lihat kitab al-Uluw hal.16)

bahkan beliau (Imam Adz-dzahaby) menggolongkan hadits ini dalam Hadits Mutawatir, ini ucapan beliau:
فمن الأحاديث المتواترة الواردة  في العلوحديث معاوية بن الحكم السلمي
(dan termasuk diantara hadits-hadits mutawatir, yang menerangkan sifat Uluw adalah Hadits Mu&#039;awiyah bin Hakam Assulamy)
(lihat kitab Al-Uluw pada halaman yang sama)

apakah dengan keterangan ini kita masih ragu dengan ke-shohih-an hadits tersebut?!, apakah masih ragu bahwa hadits tersebut termasuk riwayat Muslim?! apakah masih ragu dengan kebenaran isi kandungannya?! apakah kita masih menerima perkataan bahwa hadits itu muth-thorib?!

di sisi lain, kita juga tidak menutup kemungkinan imam Albaihaqy  khilaf dalam menulis kata-katanya itu... karena sepengetahuan saya, tidak ada imam lain yang mengatakan seperti perkataan imam al-baihaqy tersebut... coba anda hadirkan perkataan imam lain yang senada dengan perkataannya...! (mohon maaf... karena  saya sudah datangkan 3 imam yang menyelisihi perkataan imam Al-baihaqy dalam hal ini, yaitu: Imam Nawawi, iman Al-hafidh Al mizzy, dan Imam al-hafid Adz-dzahaby)

semoga hati kita bisa lebih dewasa dalam melihat dalil-dalil yang ada... amin...

&lt;strong&gt;Abu Salafy:&lt;/strong&gt;
Pertama:Sepertinya penshahihan adz Dzahabi di sini tidak diperlukan! Mengapa? Sebab menurut Anda hadis itu telah diriwayatkan Imam Muslim!! Jadi untuk kita pelu pentashihan Adz Dzahabi?!!
Kedua:Coba Anda perhatikan lagi apa yang saya tulis! Albani mengatakan bahwa al baihaqi mengatakan bahwa hadis itu diriwayatkan dan dishahihkan Imam Muslim! Padahal kenyataannya Al Baihaqi tidak berkata demikian! Lalu apakah salah kalau ada yang menuduh Albani telah berbohong dan menipu?
Ini masalahnya! Jadi jangan keluar dari inti masalah ini!

Hadis itu Anda benar diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya… ia adalah hadis muththarib! Kalau Anda menyangkalnya dan mengatakan tidak muththarib, itu sangat aneh akhi, sebab riwayat itu telah diriwayatkan dengan beragam redaksi....! yang semuanya tidak mengatakan ada pertanyaan : &quot;Di mana Allah? dan jawaban si jariyah: Di langit!!&quot;
Riwayat hadis ini dari berbagai redaksi menegaskan Ke Maha Sucian Allah dari bertempat! Lalu hanya riwayah jalur ini saja! Apakah itu bukan muththarib namanya?!

Mengapa tidak kita terima saja kenyataan bahwa si perawi hadis ini dalam jalur itu salah menyampaikan redaksi sabda suci Nabi saw.... ia hanya meriwayatkan dengan makna! Bukan dengan redaksi aslinya!! Dan kemudian kaum Mujassimah bergantung kepadanya mati-matian!!

&lt;strong&gt;Wassalam.&lt;/strong&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mohon maaf sebelumnya&#8230;.<br />
mudah2an kita bisa berdiskusi terus tentang ilmu syar&#8217;i ini dan membagi khazanah ilmu yang kita miliki masing2&#8230; amin&#8230;.</p>
<p>1. Tentang sikap anda yang berburuk sangka kepada Albany&#8230; itu terserah anda&#8230; karena anda sendiri juga yang akan mempertanggung-jawabkannya kelak di sisi-Nya&#8230;<br />
Tentang caci maki Albany, anggaplah itu kesalahannya.. itu urusan dia dengan Kholiknya&#8230; dia yang akan mempertanggung-jawabkannya sendiri&#8230; sedangkan kita&#8230; ga usah-lah menambah beban diri sendiri di akhirat nanti&#8230; Fal naqul khoiron au linashmut&#8230;. sebagaimana sabda Rasul SAW.</p>
<p>2. Hadits tersebut adalah benar riwayat Muslim&#8230;<br />
untuk menelitinya&#8230; silahkan rujuk kitab Tuhfatul Asyrof karya Imam Al-hafidh Al-mizzy&#8230;  tepatnya di:<br />
 مسند معاوية بن الحكم&#8230;حديث رقم 11378</p>
<p>begitu pula Imam Adz-Dzahaby, Imam Ahli Hadits dari kalangan Syafi&#8217;iyah mengatakan bahwa hadits tersebut riwayat Imam Muslim, bahkan beliau dengan jelas menghukumi bahwa hadits tersebut shohih.<br />
ini perkataannya:<br />
هذا حديث صحيح رواه جماعة من الثقات عن يحيى بن أبي كثير عن هلال بن أبي ميمونة عن عطاء بن يسار عن معاوية السلمي، أخرجه مسلم وأبو داود والنسائي وغير واحد من الأئمة في تصانيفهم، يمرونه كما جاء ولا يتعرضون له بتأويل ولا تحريف<br />
Hadis (jariyah) ini adalah shohih, diriwayatkan oleh sekelompok perowi yang tsiqoh, mereka meriwayatkannya dari Yahya bin Abu Katsir, dari Hilal bin Abi Maimunah,  dari Atho&#8217; bin Yasar, dari Mu&#8217;awiyah Assulamy. Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud dan Nasa&#8217;i dan Para Imam yang tidak sedikit, dalam kitab-kitab mereka. Mereka memperlakukan (nash-nash tentang sifat-sifat Alloh) tersebut sebagaimana adanya, tidak mentakwilnya ataupun mentahrifnya. (Lihat kitab al-Uluw hal.16)</p>
<p>bahkan beliau (Imam Adz-dzahaby) menggolongkan hadits ini dalam Hadits Mutawatir, ini ucapan beliau:<br />
فمن الأحاديث المتواترة الواردة  في العلوحديث معاوية بن الحكم السلمي<br />
(dan termasuk diantara hadits-hadits mutawatir, yang menerangkan sifat Uluw adalah Hadits Mu&#8217;awiyah bin Hakam Assulamy)<br />
(lihat kitab Al-Uluw pada halaman yang sama)</p>
<p>apakah dengan keterangan ini kita masih ragu dengan ke-shohih-an hadits tersebut?!, apakah masih ragu bahwa hadits tersebut termasuk riwayat Muslim?! apakah masih ragu dengan kebenaran isi kandungannya?! apakah kita masih menerima perkataan bahwa hadits itu muth-thorib?!</p>
<p>di sisi lain, kita juga tidak menutup kemungkinan imam Albaihaqy  khilaf dalam menulis kata-katanya itu&#8230; karena sepengetahuan saya, tidak ada imam lain yang mengatakan seperti perkataan imam al-baihaqy tersebut&#8230; coba anda hadirkan perkataan imam lain yang senada dengan perkataannya&#8230;! (mohon maaf&#8230; karena  saya sudah datangkan 3 imam yang menyelisihi perkataan imam Al-baihaqy dalam hal ini, yaitu: Imam Nawawi, iman Al-hafidh Al mizzy, dan Imam al-hafid Adz-dzahaby)</p>
<p>semoga hati kita bisa lebih dewasa dalam melihat dalil-dalil yang ada&#8230; amin&#8230;</p>
<p><strong>Abu Salafy:</strong><br />
Pertama:Sepertinya penshahihan adz Dzahabi di sini tidak diperlukan! Mengapa? Sebab menurut Anda hadis itu telah diriwayatkan Imam Muslim!! Jadi untuk kita pelu pentashihan Adz Dzahabi?!!<br />
Kedua:Coba Anda perhatikan lagi apa yang saya tulis! Albani mengatakan bahwa al baihaqi mengatakan bahwa hadis itu diriwayatkan dan dishahihkan Imam Muslim! Padahal kenyataannya Al Baihaqi tidak berkata demikian! Lalu apakah salah kalau ada yang menuduh Albani telah berbohong dan menipu?<br />
Ini masalahnya! Jadi jangan keluar dari inti masalah ini!</p>
<p>Hadis itu Anda benar diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya… ia adalah hadis muththarib! Kalau Anda menyangkalnya dan mengatakan tidak muththarib, itu sangat aneh akhi, sebab riwayat itu telah diriwayatkan dengan beragam redaksi&#8230;.! yang semuanya tidak mengatakan ada pertanyaan : &#8220;Di mana Allah? dan jawaban si jariyah: Di langit!!&#8221;<br />
Riwayat hadis ini dari berbagai redaksi menegaskan Ke Maha Sucian Allah dari bertempat! Lalu hanya riwayah jalur ini saja! Apakah itu bukan muththarib namanya?!</p>
<p>Mengapa tidak kita terima saja kenyataan bahwa si perawi hadis ini dalam jalur itu salah menyampaikan redaksi sabda suci Nabi saw&#8230;. ia hanya meriwayatkan dengan makna! Bukan dengan redaksi aslinya!! Dan kemudian kaum Mujassimah bergantung kepadanya mati-matian!!</p>
<p><strong>Wassalam.</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pahlawan NU</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3962</link>
		<dc:creator>Pahlawan NU</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 08:56:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3962</guid>
		<description>mohon maaf sebelumnya.... 
mudah2an kita bisa berdiskusi terus tentang ilmu syar&#039;i ini dan membagi khazanah ilmu yang kita miliki masing2... amin....

1. Tentang sikap anda yang berburuk sangka kepada Albany... itu terserah anda... karena anda sendiri juga yang akan mempertanggung-jawabkannya kelak di sisi-Nya... 
Tentang caci maki Albany, anggaplah itu kesalahannya.. itu urusan dia dengan Kholiknya... dia yang akan mempertanggung-jawabkannya sendiri... sedangkan kita... ga usah-lah menambah beban diri sendiri di akhirat nanti... Fal naqul khoiron au linashmut.... sebagaimana sabda Rasul SAW.

2. Hadits tersebut adalah benar riwayat Muslim...
untuk menelitinya... silahkan rujuk kitab Tuhfatul Asyrof karya Imam Al-hafidh Al-mizzy...  tepatnya di:
 مسند معاوية بن الحكم...حديث رقم 11378
begitu pula Imam Adz-Dzahaby dalam kitabnya Al-Uluw (hadits no 15) mengatakan bahwa hadits tersebut riwayat Imam Muslim, bahkan beliau dengan jelas menghukumi bahwa hadits tersebut shohih.
ini perkataannya:
هذا حديث صحيح رواه جماعة من الثقات عن يحيى بن أبي كثير عن هلال بن أبي ميمونة عن عطاء بن يسار 
عن معاوية السلمي، أخرجه مسلم وأبو داود والنسائي وغير واحد من الأئمة في تصانيفهم


&lt;strong&gt;Abu Salafy:
___________
&lt;/strong&gt;

&lt;strong&gt;Pertama:&lt;/strong&gt;Sepertinya penshahihan adz Dzahabi di sini tidak diperlukan! Mengapa? Sebab menurut Anda hadis itu telah diriwayatkan Imam Muslim!! Jadi untuk kita pelu pentashihan Adz Dzahabi?!!

&lt;strong&gt;Kedua:&lt;/strong&gt;Coba Anda perhatikan lagi apa yang saya tulis! Albani mengatakan bahwa al baihaqi mengatakan bahwa hadis itu diriwayatkan dan dishahihkan Imam Muslim! Padahal kenyataannya Al Baihaqi tidak berkata demikian! Lalu apakah salah kalau ada yang menuduh Albani telah berbohong dan menipu?
Ini masalahnya! Jadi jangan keluar dari inti masalah ini!

Hadis itu Anda benar diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya... ia adalah hadis muththarib! 
Wassalam. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mohon maaf sebelumnya&#8230;.<br />
mudah2an kita bisa berdiskusi terus tentang ilmu syar&#8217;i ini dan membagi khazanah ilmu yang kita miliki masing2&#8230; amin&#8230;.</p>
<p>1. Tentang sikap anda yang berburuk sangka kepada Albany&#8230; itu terserah anda&#8230; karena anda sendiri juga yang akan mempertanggung-jawabkannya kelak di sisi-Nya&#8230;<br />
Tentang caci maki Albany, anggaplah itu kesalahannya.. itu urusan dia dengan Kholiknya&#8230; dia yang akan mempertanggung-jawabkannya sendiri&#8230; sedangkan kita&#8230; ga usah-lah menambah beban diri sendiri di akhirat nanti&#8230; Fal naqul khoiron au linashmut&#8230;. sebagaimana sabda Rasul SAW.</p>
<p>2. Hadits tersebut adalah benar riwayat Muslim&#8230;<br />
untuk menelitinya&#8230; silahkan rujuk kitab Tuhfatul Asyrof karya Imam Al-hafidh Al-mizzy&#8230;  tepatnya di:<br />
 مسند معاوية بن الحكم&#8230;حديث رقم 11378<br />
begitu pula Imam Adz-Dzahaby dalam kitabnya Al-Uluw (hadits no 15) mengatakan bahwa hadits tersebut riwayat Imam Muslim, bahkan beliau dengan jelas menghukumi bahwa hadits tersebut shohih.<br />
ini perkataannya:<br />
هذا حديث صحيح رواه جماعة من الثقات عن يحيى بن أبي كثير عن هلال بن أبي ميمونة عن عطاء بن يسار<br />
عن معاوية السلمي، أخرجه مسلم وأبو داود والنسائي وغير واحد من الأئمة في تصانيفهم</p>
<p><strong>Abu Salafy:<br />
___________<br />
</strong></p>
<p><strong>Pertama:</strong>Sepertinya penshahihan adz Dzahabi di sini tidak diperlukan! Mengapa? Sebab menurut Anda hadis itu telah diriwayatkan Imam Muslim!! Jadi untuk kita pelu pentashihan Adz Dzahabi?!!</p>
<p><strong>Kedua:</strong>Coba Anda perhatikan lagi apa yang saya tulis! Albani mengatakan bahwa al baihaqi mengatakan bahwa hadis itu diriwayatkan dan dishahihkan Imam Muslim! Padahal kenyataannya Al Baihaqi tidak berkata demikian! Lalu apakah salah kalau ada yang menuduh Albani telah berbohong dan menipu?<br />
Ini masalahnya! Jadi jangan keluar dari inti masalah ini!</p>
<p>Hadis itu Anda benar diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya&#8230; ia adalah hadis muththarib!<br />
Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pahlawan NU</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3904</link>
		<dc:creator>Pahlawan NU</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 06:55:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3904</guid>
		<description>perlu diluruskan juga, bahwa yang mengangkat hadits tersebut sebagai dalil bahwa Alloh di atas langit, di atas Arsy-Nya, adalah Albaihaqy, pengarang kitab asli yang diringkas syeikh Albany.

Jadi dalam hal ini syeikh albany hanya meringkas kitab tersebut (kitaabul &#039;Uluw), dan menambahkan sedikit komentar dari beliau jika dianggap perlu...

Jadi sebenarnya hadits-hadits yang ada di kitab mukhtashorul &#039;uluw karya Albany, adalah hadits-hadits yang ditulis Albaihaqy dalam kitabnya al&#039;uluw....

kalau kita menyalahkan Albany dalam istidlalnya yang menggunakan hadits aahaad yang kuat sanadnya dalam hal akidah, konsekuensinya kita juga menyalahkan Albaihaqy dalam hal yang sama, dan ini tidak mungkin kita sepakati....

sekali mohon maaf atas koreksi ini, semoga Alloh mempertemukan kita dalam ridho-Nya... Amin....

_______________________
&lt;strong&gt;
Abu Salafy:&lt;/strong&gt;

&lt;em&gt;
Akhi Fillah (Rahimakumullah)&lt;/em&gt;
Saya tidak bermasud kecuali mengatakan pertama bahwa Albani tidak jujur ketika menisbatkan kepalsuan kata-katanya kepada Imam Al Baihaqi...
Al Baihaqi tidak lebh dari manusia biasa yang bisa saja terjatuh dalam kesalahan... pepatah Arab berkata:

&lt;strong&gt;لكل جوادٍ كبوة و لكل عالمٍ هفوة&lt;/strong&gt;

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Setiap kuda lincah bisa saja tergelincir dan jatuh dan setiap orang alim bisa saja tergelincir....
&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;

Apa Anda akan mengatakan bahwa Imam BAihaqi tidak bisa salah?

Akhi kitab &lt;strong&gt;Mukhtashar Uluw&lt;/strong&gt; karya albani penuh dengan masalah, khususnya yang terkait dengan kejujuran... maaf bukan sekarang waktu yang tepat membongkarnya....!

Hadis jariyah adalah &lt;strong&gt;muththarib&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;muththarib &lt;/strong&gt;termasuk dalam kelompok hadis dhaif.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>perlu diluruskan juga, bahwa yang mengangkat hadits tersebut sebagai dalil bahwa Alloh di atas langit, di atas Arsy-Nya, adalah Albaihaqy, pengarang kitab asli yang diringkas syeikh Albany.</p>
<p>Jadi dalam hal ini syeikh albany hanya meringkas kitab tersebut (kitaabul &#8216;Uluw), dan menambahkan sedikit komentar dari beliau jika dianggap perlu&#8230;</p>
<p>Jadi sebenarnya hadits-hadits yang ada di kitab mukhtashorul &#8216;uluw karya Albany, adalah hadits-hadits yang ditulis Albaihaqy dalam kitabnya al&#8217;uluw&#8230;.</p>
<p>kalau kita menyalahkan Albany dalam istidlalnya yang menggunakan hadits aahaad yang kuat sanadnya dalam hal akidah, konsekuensinya kita juga menyalahkan Albaihaqy dalam hal yang sama, dan ini tidak mungkin kita sepakati&#8230;.</p>
<p>sekali mohon maaf atas koreksi ini, semoga Alloh mempertemukan kita dalam ridho-Nya&#8230; Amin&#8230;.</p>
<p>_______________________<br />
<strong><br />
Abu Salafy:</strong></p>
<p><em><br />
Akhi Fillah (Rahimakumullah)</em><br />
Saya tidak bermasud kecuali mengatakan pertama bahwa Albani tidak jujur ketika menisbatkan kepalsuan kata-katanya kepada Imam Al Baihaqi&#8230;<br />
Al Baihaqi tidak lebh dari manusia biasa yang bisa saja terjatuh dalam kesalahan&#8230; pepatah Arab berkata:</p>
<p><strong>لكل جوادٍ كبوة و لكل عالمٍ هفوة</strong></p>
<p><em><strong>Setiap kuda lincah bisa saja tergelincir dan jatuh dan setiap orang alim bisa saja tergelincir&#8230;.<br />
</strong></em></p>
<p>Apa Anda akan mengatakan bahwa Imam BAihaqi tidak bisa salah?</p>
<p>Akhi kitab <strong>Mukhtashar Uluw</strong> karya albani penuh dengan masalah, khususnya yang terkait dengan kejujuran&#8230; maaf bukan sekarang waktu yang tepat membongkarnya&#8230;.!</p>
<p>Hadis jariyah adalah <strong>muththarib</strong> dan <strong>muththarib </strong>termasuk dalam kelompok hadis dhaif.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pahlawan NU</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3903</link>
		<dc:creator>Pahlawan NU</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 06:29:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3903</guid>
		<description>terima kasih atas jawabannya... semoga anda selalu terbuka untuk menerima kritikan yang insyaAlloh membangun....

tentang syeikh Albani yg menukil perkataan albaihaqy dg memotong redaksinya, sehingga mempengaruhi makna yang diinginkan Albaihaqy, mungkin bisa kita katakan: &quot;itulah manusia, siapa sih yang ga salah&quot;
sebagaimana sabda Rosululloh saw:
كل بني آدم خطاء 
(setiap anak adam pasti banyak salahnya)

yang menjadi masalah di sini adalah: bagaimana kita menyikapi seseorang yang salah....
apakah kita terus mencaci makinya atau memberikan udzur padanya... tentunya pilihan kedua adalah yang paling sesuai dengan sabda Rosululloh saw:
لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
(tidak sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya)

sebagaimana kalau kita salah tidak senang dicaci-maki, maka janganlah kita mencaci-maki orang lain ketika terjatuh dalam kesalahan....
semoga hati kita lebih dewasa untuk menyikapi sebuah perbedaan.... amin

tentang keshohihan hadits tersebut, sebenarnya tidak usah kita ragukan lagi, hadits tersebut adalah hadits shohih....
kenapa? karena imam Muslim yang notabene adalah ulama besar islam dalam hal ilmu hadits telah men-shohihkan hadits tersebut, bahkan imam nawawi pun tidak mengkomentarinya, ini menunjukkan bahwa beliau juga tidak mempermasalahkan sanad hadits tersebut, dan apa salahnya syeikh albany  jika mengikuti pendapat mereka...?

hendaklah kita tahu diri dengan tingkat keilmuan kita dalam ilmu hadits ini, kalau orang sekelas imam Muslim dan Imam Nawawi menganggap sanad hadits ini kuat, kenapa kita menyelisihi mereka... apakah kita lebih tahu dari mereka, bahkan sepadan aja kita tidak.... mereka jauh lebih alim dari kita... rohimahumulloh rohmatan wasi&#039;ah....

tentang kaidah yang mengatakan bahwa hadits aahaad tidak boleh dijadikan sandaran dalam masalah akidah.... itu merupakan kaidah yang sejujurnya kita sebagai generasi NU pun tidak akan bisa menerapkannya....

coba renungkan beberapa hal berikut ini:
1. Adzab kubur, haditsnya adalah aahaad, apakah kita terus mengingkarinya....?
2. jembatan ke surga, haditsnya aahaad, apakah kita akan mengingkari adanya...?
3. keadaan manusia ketika menunggu hisab, haditsnya aahaad, apakah kita tidak meyakini kebenarannya...? 
masih banyak lagi masalah-masalah akidah yang kita yakini dan dasarnya adalah hadits aahaad yang bisa dijadikan hujjah (dalil)....
sekian dulu, semoga sedikit sumbangan ini memberikan kita pencerahan batin... amin...
mohon maaf  jika ada kata-kata yang kurang berkenan... wassalamualaikum warohmatulloh...

___________________________
&lt;strong&gt;
Abu Salafy:&lt;/strong&gt;

Akhi Fillah (rahimakumullah)

*) Perlu dibedakan antara kesalahan yang dialami seorang alim dalam ijtihadnya dan seorang yang berusaha mengelabui pembaca dengan memalsu data... Apa yang dilakukan Syeikh Albani adalah menipu bukan sekedar kesalahan biasa!

*) &lt;strong&gt;Yang kami hendak katakan bahwa dalam naskah Shahih Muslim yang ada di tangan Imam Al Bahaqi hadis itu tidak ada! &lt;/strong&gt;
Tentunya beliau tidak beli kitab Shahih Muslim itu di pasar kitab seperti kita sekarang... pasti naskah itu telah dibaca di hadapan syeikh-syiekh beliau dengan sanad bersambung kepada penulisnya yaitu Imam Muslim.... Apa kenyataan ini tidak akan Anda jadikan pertimbangan untuk mepermasalahkan status hadis tersebut...? jadi sepertinya terlalu pagi kita menyimpulkan bahwa Imam Muslim telah meriwayatkannya apalagi menshahihkannya?! Coba Anda perhatikan juga bahwa pada pembahasan itqu raqabah (pembebasan budak sahaya) dalam Shahihnya, Imam Muslim sama sekali tidak menyebut-nyebut hadis Jariyah tersebut padahal ia sangat relefan sekali untuk disebutkan !

*) Kaidah itu benar... dan keberatan Anda perlu Anda cari tau jawabannya.. bukan dengan keberatan dengan kaidah itu!

*) &lt;strong&gt;Terakhir Anda perlu banyak baca CACI MAKI ALBANI terhadap para ulama yang tidak sependapat dengannya dengan kata-kata keji yang tidak sepantasnya keluar dari mulut Muslim abangan apalagi yang mengaku sebagai pengawal Sunnah Nabi saw.?  &lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih atas jawabannya&#8230; semoga anda selalu terbuka untuk menerima kritikan yang insyaAlloh membangun&#8230;.</p>
<p>tentang syeikh Albani yg menukil perkataan albaihaqy dg memotong redaksinya, sehingga mempengaruhi makna yang diinginkan Albaihaqy, mungkin bisa kita katakan: &#8220;itulah manusia, siapa sih yang ga salah&#8221;<br />
sebagaimana sabda Rosululloh saw:<br />
كل بني آدم خطاء<br />
(setiap anak adam pasti banyak salahnya)</p>
<p>yang menjadi masalah di sini adalah: bagaimana kita menyikapi seseorang yang salah&#8230;.<br />
apakah kita terus mencaci makinya atau memberikan udzur padanya&#8230; tentunya pilihan kedua adalah yang paling sesuai dengan sabda Rosululloh saw:<br />
لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه<br />
(tidak sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya)</p>
<p>sebagaimana kalau kita salah tidak senang dicaci-maki, maka janganlah kita mencaci-maki orang lain ketika terjatuh dalam kesalahan&#8230;.<br />
semoga hati kita lebih dewasa untuk menyikapi sebuah perbedaan&#8230;. amin</p>
<p>tentang keshohihan hadits tersebut, sebenarnya tidak usah kita ragukan lagi, hadits tersebut adalah hadits shohih&#8230;.<br />
kenapa? karena imam Muslim yang notabene adalah ulama besar islam dalam hal ilmu hadits telah men-shohihkan hadits tersebut, bahkan imam nawawi pun tidak mengkomentarinya, ini menunjukkan bahwa beliau juga tidak mempermasalahkan sanad hadits tersebut, dan apa salahnya syeikh albany  jika mengikuti pendapat mereka&#8230;?</p>
<p>hendaklah kita tahu diri dengan tingkat keilmuan kita dalam ilmu hadits ini, kalau orang sekelas imam Muslim dan Imam Nawawi menganggap sanad hadits ini kuat, kenapa kita menyelisihi mereka&#8230; apakah kita lebih tahu dari mereka, bahkan sepadan aja kita tidak&#8230;. mereka jauh lebih alim dari kita&#8230; rohimahumulloh rohmatan wasi&#8217;ah&#8230;.</p>
<p>tentang kaidah yang mengatakan bahwa hadits aahaad tidak boleh dijadikan sandaran dalam masalah akidah&#8230;. itu merupakan kaidah yang sejujurnya kita sebagai generasi NU pun tidak akan bisa menerapkannya&#8230;.</p>
<p>coba renungkan beberapa hal berikut ini:<br />
1. Adzab kubur, haditsnya adalah aahaad, apakah kita terus mengingkarinya&#8230;.?<br />
2. jembatan ke surga, haditsnya aahaad, apakah kita akan mengingkari adanya&#8230;?<br />
3. keadaan manusia ketika menunggu hisab, haditsnya aahaad, apakah kita tidak meyakini kebenarannya&#8230;?<br />
masih banyak lagi masalah-masalah akidah yang kita yakini dan dasarnya adalah hadits aahaad yang bisa dijadikan hujjah (dalil)&#8230;.<br />
sekian dulu, semoga sedikit sumbangan ini memberikan kita pencerahan batin&#8230; amin&#8230;<br />
mohon maaf  jika ada kata-kata yang kurang berkenan&#8230; wassalamualaikum warohmatulloh&#8230;</p>
<p>___________________________<br />
<strong><br />
Abu Salafy:</strong></p>
<p>Akhi Fillah (rahimakumullah)</p>
<p>*) Perlu dibedakan antara kesalahan yang dialami seorang alim dalam ijtihadnya dan seorang yang berusaha mengelabui pembaca dengan memalsu data&#8230; Apa yang dilakukan Syeikh Albani adalah menipu bukan sekedar kesalahan biasa!</p>
<p>*) <strong>Yang kami hendak katakan bahwa dalam naskah Shahih Muslim yang ada di tangan Imam Al Bahaqi hadis itu tidak ada! </strong><br />
Tentunya beliau tidak beli kitab Shahih Muslim itu di pasar kitab seperti kita sekarang&#8230; pasti naskah itu telah dibaca di hadapan syeikh-syiekh beliau dengan sanad bersambung kepada penulisnya yaitu Imam Muslim&#8230;. Apa kenyataan ini tidak akan Anda jadikan pertimbangan untuk mepermasalahkan status hadis tersebut&#8230;? jadi sepertinya terlalu pagi kita menyimpulkan bahwa Imam Muslim telah meriwayatkannya apalagi menshahihkannya?! Coba Anda perhatikan juga bahwa pada pembahasan itqu raqabah (pembebasan budak sahaya) dalam Shahihnya, Imam Muslim sama sekali tidak menyebut-nyebut hadis Jariyah tersebut padahal ia sangat relefan sekali untuk disebutkan !</p>
<p>*) Kaidah itu benar&#8230; dan keberatan Anda perlu Anda cari tau jawabannya.. bukan dengan keberatan dengan kaidah itu!</p>
<p>*) <strong>Terakhir Anda perlu banyak baca CACI MAKI ALBANI terhadap para ulama yang tidak sependapat dengannya dengan kata-kata keji yang tidak sepantasnya keluar dari mulut Muslim abangan apalagi yang mengaku sebagai pengawal Sunnah Nabi saw.?  </strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pahlawan NU</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3898</link>
		<dc:creator>Pahlawan NU</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 15:37:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3898</guid>
		<description>Assalamualaikum....
Sungguh mengejutkan awal tulisan ini...
aku udah rujuk ke kitab shohih muslim ternyata hadits tersebut termaktub di dalamnya... 

kalau memang ada yang mengatakan hadits tersebut bukan termasuk riwayat muslim tolong hadirkan cetakan shohih muslim yang tidak mencantumkan hadits tersebut di dalamnya... 

bahkan Ulama madzhab kita Syafi&#039;i sekelas Imam Nawawi menetapkan hadits tersebut termasuk riwayat Imam Muslim... buktinya beliau mencantumkannya dalam syarah kitab shohih Muslim... 

kalau kita mengatakan syeikh Albany bohong dalam menisbatkan hadits tersebut kepada Shohih Muslim, konsekuensinya kita juga mengatakan bahwa Imam Nawawi juga telah berbohong dalam menisbatkan hadits tersebut kepada shohih Muslim... dan ini tidak mungkin kita benarkan....

aku tidak ingin membela syeikh Albany dalam hal ini, tapi tolonglah jangan kita membalas keburukan dengan keburukan... bukankah kita ingat firman-Nya
ادفع بالتي هي أحسن السيئة
(balaskan keburukan dengan yang lebih baik!)

perlu diingat pula bahwa Imam Baihaqi adalah termasuk salah satu dari sekian banyak Ulama madzhab Syafi&#039;i yang meyakini bahwa Alloh berada di atas langit...

buktinya adalah pernyataan beliau sendiri dalam kitabnya al-asma&#039; was sifat (yang dijadikan penulis sebagai rujukan), beliau mengatakan (tidak jauh setelah ungkapan yang dinukil penulis):
ومعنى قوله في هذه الأخبار من في السماء أي : فوق السماء على العرش ، كما نطق به الكتاب والسنة...إلى أن قال... والأول أشبه بالكتاب والسنة ، وبالله التوفيق
makna sabda beliau saw dalam hadits-hadits ini &quot;dzat yang berada di langit&quot; yakni: di atas langit, di atas &#039;Arsy, sebagaimana dinyatakan dalam Alqur&#039;an dan Assunnah.... kemudian beliau mengatakan.... makna yang pertama (bahwa Alloh berada di atas langit, di atas &#039;Arsy-Nya) lebih sesuai dengan Alqur&#039;an dan Assunnah, taufiq hanyalah kepunyaan Alloh.

kiranya tulisan ini menjadi koreksi bagi penulis pertama untuk obyektif dalam menilai masalah....
mohon maaf, sekiranya ada kata-kata yang kurang berkenan...

kita akan terus bersatu padu untuk mengambil kebenaran, dari siapapun sumbernya...
mudah2an sedikit tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya...

afwan wa syukron....
wassalamualaikum...
&lt;strong&gt;
Abu Salafy:&lt;/strong&gt;
Akhi Fillah -&lt;em&gt;Waffaqanallahu Lishshawab&lt;/em&gt;-
Dalam artikel saya di atas, tidak ada sindiran bahwa Imam al Baihaqi menerima atau menolak akidah Allah di langit. Yang saya sebutkan bahwa beliau menolak bahwa hadis itu ada di dalam Shahih Muslim... sementara Syeikh Albani mengatakan bahwa al Baihaqi mengatakan bahwa hadis itu ada di Shahih Muslim... Di sini letak ketidak jujuran Albani!
Terlapas dari siapa yang meyakininya, akidah harus dibangun di atas dasar-dasar yang Qath&#039;i bukan Dzanni... hadis yang diangkat Albani sebagai dalil, andai benar ada di Shahih Muslim ia adalah hadis muththarib. Dan hadis muththarib adalah bagian hadis lemah/ dha&#039;if.
Semoga kita dapat berdiskusi lebih dalam mengenai masalah ini. 
Syukran ... Wassalam  </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum&#8230;.<br />
Sungguh mengejutkan awal tulisan ini&#8230;<br />
aku udah rujuk ke kitab shohih muslim ternyata hadits tersebut termaktub di dalamnya&#8230; </p>
<p>kalau memang ada yang mengatakan hadits tersebut bukan termasuk riwayat muslim tolong hadirkan cetakan shohih muslim yang tidak mencantumkan hadits tersebut di dalamnya&#8230; </p>
<p>bahkan Ulama madzhab kita Syafi&#8217;i sekelas Imam Nawawi menetapkan hadits tersebut termasuk riwayat Imam Muslim&#8230; buktinya beliau mencantumkannya dalam syarah kitab shohih Muslim&#8230; </p>
<p>kalau kita mengatakan syeikh Albany bohong dalam menisbatkan hadits tersebut kepada Shohih Muslim, konsekuensinya kita juga mengatakan bahwa Imam Nawawi juga telah berbohong dalam menisbatkan hadits tersebut kepada shohih Muslim&#8230; dan ini tidak mungkin kita benarkan&#8230;.</p>
<p>aku tidak ingin membela syeikh Albany dalam hal ini, tapi tolonglah jangan kita membalas keburukan dengan keburukan&#8230; bukankah kita ingat firman-Nya<br />
ادفع بالتي هي أحسن السيئة<br />
(balaskan keburukan dengan yang lebih baik!)</p>
<p>perlu diingat pula bahwa Imam Baihaqi adalah termasuk salah satu dari sekian banyak Ulama madzhab Syafi&#8217;i yang meyakini bahwa Alloh berada di atas langit&#8230;</p>
<p>buktinya adalah pernyataan beliau sendiri dalam kitabnya al-asma&#8217; was sifat (yang dijadikan penulis sebagai rujukan), beliau mengatakan (tidak jauh setelah ungkapan yang dinukil penulis):<br />
ومعنى قوله في هذه الأخبار من في السماء أي : فوق السماء على العرش ، كما نطق به الكتاب والسنة&#8230;إلى أن قال&#8230; والأول أشبه بالكتاب والسنة ، وبالله التوفيق<br />
makna sabda beliau saw dalam hadits-hadits ini &#8220;dzat yang berada di langit&#8221; yakni: di atas langit, di atas &#8216;Arsy, sebagaimana dinyatakan dalam Alqur&#8217;an dan Assunnah&#8230;. kemudian beliau mengatakan&#8230;. makna yang pertama (bahwa Alloh berada di atas langit, di atas &#8216;Arsy-Nya) lebih sesuai dengan Alqur&#8217;an dan Assunnah, taufiq hanyalah kepunyaan Alloh.</p>
<p>kiranya tulisan ini menjadi koreksi bagi penulis pertama untuk obyektif dalam menilai masalah&#8230;.<br />
mohon maaf, sekiranya ada kata-kata yang kurang berkenan&#8230;</p>
<p>kita akan terus bersatu padu untuk mengambil kebenaran, dari siapapun sumbernya&#8230;<br />
mudah2an sedikit tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya&#8230;</p>
<p>afwan wa syukron&#8230;.<br />
wassalamualaikum&#8230;<br />
<strong><br />
Abu Salafy:</strong><br />
Akhi Fillah -<em>Waffaqanallahu Lishshawab</em>-<br />
Dalam artikel saya di atas, tidak ada sindiran bahwa Imam al Baihaqi menerima atau menolak akidah Allah di langit. Yang saya sebutkan bahwa beliau menolak bahwa hadis itu ada di dalam Shahih Muslim&#8230; sementara Syeikh Albani mengatakan bahwa al Baihaqi mengatakan bahwa hadis itu ada di Shahih Muslim&#8230; Di sini letak ketidak jujuran Albani!<br />
Terlapas dari siapa yang meyakininya, akidah harus dibangun di atas dasar-dasar yang Qath&#8217;i bukan Dzanni&#8230; hadis yang diangkat Albani sebagai dalil, andai benar ada di Shahih Muslim ia adalah hadis muththarib. Dan hadis muththarib adalah bagian hadis lemah/ dha&#8217;if.<br />
Semoga kita dapat berdiskusi lebih dalam mengenai masalah ini.<br />
Syukran &#8230; Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: alkathiri</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3155</link>
		<dc:creator>alkathiri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 21:44:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3155</guid>
		<description>comment saya di delet, kenapa?
ada yang salah?
apakah dosa bila bicara dengan cucu rasullullah yang berbuat bid`ah


&lt;strong&gt;___________________
-Abu Salafy-&lt;/strong&gt;

ente alkathiri apa omar ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>comment saya di delet, kenapa?<br />
ada yang salah?<br />
apakah dosa bila bicara dengan cucu rasullullah yang berbuat bid`ah</p>
<p><strong>___________________<br />
-Abu Salafy-</strong></p>
<p>ente alkathiri apa omar ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: omar</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3151</link>
		<dc:creator>omar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 22:30:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-3151</guid>
		<description>aku heran assegaf dan fam lain-lain mengakui habib (cucu rasul)
sedangkan mereka berbuat bid`ah,
apakah mereka cinta rasul??
sedangkan qu`ran dan sunnah tidak mengajarkan bid`ah,
seperti kuburan di dalam masjid, maulud, dan sebagainya,
apakah karena dia minyintai rasul?
jadi mereka cintanya ke rasul melebihi sahabat-sahabat rasul?
seperti sayidina omar, ali, abu bakar, dan lain-lainnya,
sedangkan mereka tidak mengadakan yang di mana rasullullah tidak mengerjakannya,
apakah para habib ingin membikin agama islam tersendiri? dengan alasan karena mereka menyintai rasullullah, atau cucu rasullullah,
kalian menari nari di masjid, kamu membanggakan habib habib dan di kubur di dalam masjid,
ya allah habib.. kau ini tidak takut oleh azab kubur??


&lt;strong&gt;___________________
-Abu Salafy-&lt;/strong&gt;

ente omar apa alkathiri ya?!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku heran assegaf dan fam lain-lain mengakui habib (cucu rasul)<br />
sedangkan mereka berbuat bid`ah,<br />
apakah mereka cinta rasul??<br />
sedangkan qu`ran dan sunnah tidak mengajarkan bid`ah,<br />
seperti kuburan di dalam masjid, maulud, dan sebagainya,<br />
apakah karena dia minyintai rasul?<br />
jadi mereka cintanya ke rasul melebihi sahabat-sahabat rasul?<br />
seperti sayidina omar, ali, abu bakar, dan lain-lainnya,<br />
sedangkan mereka tidak mengadakan yang di mana rasullullah tidak mengerjakannya,<br />
apakah para habib ingin membikin agama islam tersendiri? dengan alasan karena mereka menyintai rasullullah, atau cucu rasullullah,<br />
kalian menari nari di masjid, kamu membanggakan habib habib dan di kubur di dalam masjid,<br />
ya allah habib.. kau ini tidak takut oleh azab kubur??</p>
<p><strong>___________________<br />
-Abu Salafy-</strong></p>
<p>ente omar apa alkathiri ya?!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad Assegaf</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2211</link>
		<dc:creator>Muhammad Assegaf</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 16:55:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2211</guid>
		<description>Salam kenal untuk akhi sholihin,jams, din, agus nu, abu salafy dan tak lupa untuk akhi bin thalib. 
Akhi semuanya... Kehadiran akhuna bin thalib dan yg sepemahaman dgnnya sejatinya adalah ujian kesabaran kepada kita semua. Ungkaplah kebenaran walaupun pahit namun dgn bahasa yg baik dan berhikmah, insyaALLAH mereka akan terbuka hatinya. Batu saja ditetesi air bisa berlubang. 
Tidak mungkin kebenaran bisa disampaikan dgn bhs brutal, penuh cacian, tuduhan keji (bid&#039;ah,musyrik,kafir, dsb) dan bom. Habibullah wa habibukum saw, berserta ahlil baitnya as tidak menyampaikan ajarannya dgn cara seperti itu. Satu hal lagi, kita hendaknya tdk menjadikan ahlu sunnah sbg kue sehingga menjadi rebutan. Ahlu sunnah secara definisi adalah derajat tertinggi seorang muslim. Dan derajat itu tdk mungkin bisa dicapai tanpa mencintai dan meniti jejak nabi saw dan ahlil baitnya as. Mengapa? Karena ahlil bait as adalah pintunya, siapapun yg tdk masuk lewat pintu, pasti akan menemukan keruwetan. Jalan inilah satu2nya yg terang benderang. 
Innal haqqa lillah... Mohon maaf apabila ada salah kata. 
Laa ahlu sunnah hatta syi&#039;ah wa laa syi&#039;ah hatta ahlu sunnah! 
(syi&#039;ah dlm definisi pengikut ahlil bait as)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal untuk akhi sholihin,jams, din, agus nu, abu salafy dan tak lupa untuk akhi bin thalib.<br />
Akhi semuanya&#8230; Kehadiran akhuna bin thalib dan yg sepemahaman dgnnya sejatinya adalah ujian kesabaran kepada kita semua. Ungkaplah kebenaran walaupun pahit namun dgn bahasa yg baik dan berhikmah, insyaALLAH mereka akan terbuka hatinya. Batu saja ditetesi air bisa berlubang.<br />
Tidak mungkin kebenaran bisa disampaikan dgn bhs brutal, penuh cacian, tuduhan keji (bid&#8217;ah,musyrik,kafir, dsb) dan bom. Habibullah wa habibukum saw, berserta ahlil baitnya as tidak menyampaikan ajarannya dgn cara seperti itu. Satu hal lagi, kita hendaknya tdk menjadikan ahlu sunnah sbg kue sehingga menjadi rebutan. Ahlu sunnah secara definisi adalah derajat tertinggi seorang muslim. Dan derajat itu tdk mungkin bisa dicapai tanpa mencintai dan meniti jejak nabi saw dan ahlil baitnya as. Mengapa? Karena ahlil bait as adalah pintunya, siapapun yg tdk masuk lewat pintu, pasti akan menemukan keruwetan. Jalan inilah satu2nya yg terang benderang.<br />
Innal haqqa lillah&#8230; Mohon maaf apabila ada salah kata.<br />
Laa ahlu sunnah hatta syi&#8217;ah wa laa syi&#8217;ah hatta ahlu sunnah!<br />
(syi&#8217;ah dlm definisi pengikut ahlil bait as)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: armand</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2177</link>
		<dc:creator>armand</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 05:11:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2177</guid>
		<description>@Mas Inul

&lt;blockquote&gt; Saya akan menjadi saksi nanti didepan RAJA PADA HARI KIAMAT bahwa abu salafy dan habib menjadi PENYESAT UMMAT. &lt;/blockquote&gt;

Apa bukti Abu Salafy dan Habib Muhammad adalah Penyesat Umat?  Adakah dalil yang menguatkan perkataan mas? Mas masih saja membuktikan bahwa Wahabi adalah tiran, suka memfitnah, suka menuduh, tanpa dalil-dalil yang mampu dipertanggungjawabkan.
Begitu golongan mas dihadapkan dengan dalil yang tidak bisa dibantah tentang kekurangan dan kelemahan golongan mas, lantas keluar dari mulut cacian, hinaan, tuduhan yang terkesan tidak terkontrol, yang jauh dari kehalusan budi.

Kemudian mas menghina zuriat Rasul dengan mengatakan seperti ini:
&lt;blockquote&gt; KALU DALAM ISTILAH BAHASA KALIMANTAN HABIB ITU ADALAH ISTILAH BUAT ORANG YANG DOYAN MAIN PEREMPUAN /JUGA BUAT HANTU PEREMPUAN(HABIB = HANTU BIBINIAN) &lt;/blockquote&gt; 

Apakah mas anggap ini sesuatu yang lucu?  Sadarkah mas betapa mas telah menghina seorang zuriat dimana darah Rasulullah mengalir di dalamnya? Apa yang mas harapkan dan andalkan nanti di hari pengadilan sementara Rasulullah saw yang mas selalu dengungkan kecintaan mas kepada Beliau enggan untuk menoleh kepada mas atas apa-apa yang telah mas ucapkan?
Mas boleh saja tidak meyakini bahwa Habib-Habib yang ada sekarang bukan keturunan Rasul saw. Atau Rasul saw tidak lagi memiliki keturunan hingga sekarang. Tapi apakah tidak terpikir oleh mas bagaimana jika hal tsb benar? Saya nasehati agar mas berhatii-hati kalau mengeluarkan statement.
Semoga Rahmat Allah swt dilimpahkan kepada kita semua. Amin.

Damai...damai</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Mas Inul</p>
<blockquote><p> Saya akan menjadi saksi nanti didepan RAJA PADA HARI KIAMAT bahwa abu salafy dan habib menjadi PENYESAT UMMAT. </p></blockquote>
<p>Apa bukti Abu Salafy dan Habib Muhammad adalah Penyesat Umat?  Adakah dalil yang menguatkan perkataan mas? Mas masih saja membuktikan bahwa Wahabi adalah tiran, suka memfitnah, suka menuduh, tanpa dalil-dalil yang mampu dipertanggungjawabkan.<br />
Begitu golongan mas dihadapkan dengan dalil yang tidak bisa dibantah tentang kekurangan dan kelemahan golongan mas, lantas keluar dari mulut cacian, hinaan, tuduhan yang terkesan tidak terkontrol, yang jauh dari kehalusan budi.</p>
<p>Kemudian mas menghina zuriat Rasul dengan mengatakan seperti ini:</p>
<blockquote><p> KALU DALAM ISTILAH BAHASA KALIMANTAN HABIB ITU ADALAH ISTILAH BUAT ORANG YANG DOYAN MAIN PEREMPUAN /JUGA BUAT HANTU PEREMPUAN(HABIB = HANTU BIBINIAN) </p></blockquote>
<p>Apakah mas anggap ini sesuatu yang lucu?  Sadarkah mas betapa mas telah menghina seorang zuriat dimana darah Rasulullah mengalir di dalamnya? Apa yang mas harapkan dan andalkan nanti di hari pengadilan sementara Rasulullah saw yang mas selalu dengungkan kecintaan mas kepada Beliau enggan untuk menoleh kepada mas atas apa-apa yang telah mas ucapkan?<br />
Mas boleh saja tidak meyakini bahwa Habib-Habib yang ada sekarang bukan keturunan Rasul saw. Atau Rasul saw tidak lagi memiliki keturunan hingga sekarang. Tapi apakah tidak terpikir oleh mas bagaimana jika hal tsb benar? Saya nasehati agar mas berhatii-hati kalau mengeluarkan statement.<br />
Semoga Rahmat Allah swt dilimpahkan kepada kita semua. Amin.</p>
<p>Damai&#8230;damai</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: din</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2167</link>
		<dc:creator>din</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 14:31:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2167</guid>
		<description>mengapa ya ? apabila kita mencintai ahlulbait nabi, sebagian orang mengatakan syiah, padahal mencintai ahlulbait itu haditsnya banyak terdapat di ulama-ulama ahlussunahwaljamaah, 
saya pernah belajar dari salah seorang guru, disitu ditentukan setiap periode pelajaran harus ada minimal 1 orang dari ahlul bait, inilah saya bisa membuktikan bahwa kecintaan guru saya terhadap ahlulbait, padahal guru saya bukan syiah lo, apakah ada suatu kebencian terhadap ahlulbait, atau ada sifat dengki terhadap ahlul bait mungkin itu jawabannya.
untuk Muhammad Assegaf salam kenal, semoga kita semua dirahmati Allah dan mendapat Syafaat dari Rasullullah, Amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mengapa ya ? apabila kita mencintai ahlulbait nabi, sebagian orang mengatakan syiah, padahal mencintai ahlulbait itu haditsnya banyak terdapat di ulama-ulama ahlussunahwaljamaah,<br />
saya pernah belajar dari salah seorang guru, disitu ditentukan setiap periode pelajaran harus ada minimal 1 orang dari ahlul bait, inilah saya bisa membuktikan bahwa kecintaan guru saya terhadap ahlulbait, padahal guru saya bukan syiah lo, apakah ada suatu kebencian terhadap ahlulbait, atau ada sifat dengki terhadap ahlul bait mungkin itu jawabannya.<br />
untuk Muhammad Assegaf salam kenal, semoga kita semua dirahmati Allah dan mendapat Syafaat dari Rasullullah, Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Agus NU</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2146</link>
		<dc:creator>Agus NU</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 18:12:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2146</guid>
		<description>Salam to semua.....
Sodaraku benthaleb,sdh banyak artikel2 disitus ini yg sdh nt baca, tp rupanya rasa kebencian betul2 sdh mengakar dlm hati nt. 
Saran saya, cobalah nt baca artikel2 dlm situs ini seX lagi dgn hati dan pikiran yg jernih,tanggalkan dulu baju wahabiyah nt,spy nt dpt menerima kebaikan2 dr org/gol laen yg bkn wahaby.
Coba nt renungkan kalimat2 dbwh ini;
Madzhabi/ra&#039;yi showab wa yahtamil al-khotho, wa madzhabu/ra&#039;yu ghairi khotho wa yahtamil al-showab.
Insya Allah nt tdk akan jd org yg selalu merasa benar sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam to semua&#8230;..<br />
Sodaraku benthaleb,sdh banyak artikel2 disitus ini yg sdh nt baca, tp rupanya rasa kebencian betul2 sdh mengakar dlm hati nt.<br />
Saran saya, cobalah nt baca artikel2 dlm situs ini seX lagi dgn hati dan pikiran yg jernih,tanggalkan dulu baju wahabiyah nt,spy nt dpt menerima kebaikan2 dr org/gol laen yg bkn wahaby.<br />
Coba nt renungkan kalimat2 dbwh ini;<br />
Madzhabi/ra&#8217;yi showab wa yahtamil al-khotho, wa madzhabu/ra&#8217;yu ghairi khotho wa yahtamil al-showab.<br />
Insya Allah nt tdk akan jd org yg selalu merasa benar sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jams</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2145</link>
		<dc:creator>jams</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 17:42:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2145</guid>
		<description>Ass.....
Syeikh Nashiruddin al-Albani. Melihat nama-a sih berarti &quot;penolong agama&quot;, rupanya ia ingin menyaingi gelar yg diberikan oleh para ulama kpd Imam Syafi&#039;i r.a yaitu Nashirussunnah (penolong Sunnah/Hadits). Tapi sayang sungguh sayang,ternyata nashiruddin ini tdk jujur dlm menukil sbh tulisan, jngn2 memang bnyk jg dr tulisan2-a yg berisi kbohongn2 demi utk membela madzhab Imam Besar-a Ben Wahab.
To habib Muh, syukron bib atas pnjlasan-a ttg kedudukan dzurriyat al-Rasul saw. saya yg awam ini meyakini sprt yg trtlis dlm diba&#039;;
 Ahlu baitil Mushthafa thuhuri
Hum amanul ardli faddakiri
Syubbihu bil anjumizzuhuri
Mitsla ma qad ja&#039;a fi sunani.
Org2 wahabi sampai kapanpun tdk memprcayai kbradaan dzurriyat al-Rasul,persis sprti ejekan org kafir kpd Nabi,al-abtar. makanya mrk mengharamkan diba&#039;,barzanji,burdah dll.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass&#8230;..<br />
Syeikh Nashiruddin al-Albani. Melihat nama-a sih berarti &#8220;penolong agama&#8221;, rupanya ia ingin menyaingi gelar yg diberikan oleh para ulama kpd Imam Syafi&#8217;i r.a yaitu Nashirussunnah (penolong Sunnah/Hadits). Tapi sayang sungguh sayang,ternyata nashiruddin ini tdk jujur dlm menukil sbh tulisan, jngn2 memang bnyk jg dr tulisan2-a yg berisi kbohongn2 demi utk membela madzhab Imam Besar-a Ben Wahab.<br />
To habib Muh, syukron bib atas pnjlasan-a ttg kedudukan dzurriyat al-Rasul saw. saya yg awam ini meyakini sprt yg trtlis dlm diba&#8217;;<br />
 Ahlu baitil Mushthafa thuhuri<br />
Hum amanul ardli faddakiri<br />
Syubbihu bil anjumizzuhuri<br />
Mitsla ma qad ja&#8217;a fi sunani.<br />
Org2 wahabi sampai kapanpun tdk memprcayai kbradaan dzurriyat al-Rasul,persis sprti ejekan org kafir kpd Nabi,al-abtar. makanya mrk mengharamkan diba&#8217;,barzanji,burdah dll.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sholihin</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2109</link>
		<dc:creator>sholihin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 17:46:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2109</guid>
		<description>@Muhammad Assegaf

Syokron beb atas informasinya....!!
saya mau cari kitab itu!
kenapa ya mereka kok senang &quot;syataim&quot; mulai ibnu taimiah, ibnu abdul wahab, al-bani sampai-sampai pengikutnya disini... !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Muhammad Assegaf</p>
<p>Syokron beb atas informasinya&#8230;.!!<br />
saya mau cari kitab itu!<br />
kenapa ya mereka kok senang &#8220;syataim&#8221; mulai ibnu taimiah, ibnu abdul wahab, al-bani sampai-sampai pengikutnya disini&#8230; !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M. Sabiq</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2089</link>
		<dc:creator>M. Sabiq</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 17:54:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2089</guid>
		<description>@benthaleb

___________
................nt beli bukunya atau kalau nt males beli nt datangi situs2 salafy dan biasanya buku2 itu bisa di down load gratis.
jadi ana tidak capek2 lagi ngetik dikomputer karena ana punya waktu tidak banyak.
OK…..! Semoga berhasil dan dapat hidayah dari Allah.
___________

mas benthaleb, Kalo waktu saudara tidak banyak, kenapa saudara buang-buang waktu berdiskusi/berdebat disini? 

sudah berapa tulisan yang anda postingkan kemari?sudah berapa jam anda buang waktu anda untuk menulis postingan disini?

daripada saudara buang2 waktu, seperti saran saudara itu, sebaiknya anda pergi saja ke toko-toko buku cari buku-buku (atau download di internet) yang menyanggah doktrin wahabi dan bandingkan dengan tulisan Imam-Imam atau syekh-syekh wahabi anda kan beres, nggak usah repot-repot mengetik....

selanjutnya diskusi disini ditutup, diskusi aja anda dirumah dengan diri anda sendiri saya yakin anda pasti menang!

gitu aja kok repot ... kata gusdur !!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@benthaleb</p>
<p>___________<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.nt beli bukunya atau kalau nt males beli nt datangi situs2 salafy dan biasanya buku2 itu bisa di down load gratis.<br />
jadi ana tidak capek2 lagi ngetik dikomputer karena ana punya waktu tidak banyak.<br />
OK…..! Semoga berhasil dan dapat hidayah dari Allah.<br />
___________</p>
<p>mas benthaleb, Kalo waktu saudara tidak banyak, kenapa saudara buang-buang waktu berdiskusi/berdebat disini? </p>
<p>sudah berapa tulisan yang anda postingkan kemari?sudah berapa jam anda buang waktu anda untuk menulis postingan disini?</p>
<p>daripada saudara buang2 waktu, seperti saran saudara itu, sebaiknya anda pergi saja ke toko-toko buku cari buku-buku (atau download di internet) yang menyanggah doktrin wahabi dan bandingkan dengan tulisan Imam-Imam atau syekh-syekh wahabi anda kan beres, nggak usah repot-repot mengetik&#8230;.</p>
<p>selanjutnya diskusi disini ditutup, diskusi aja anda dirumah dengan diri anda sendiri saya yakin anda pasti menang!</p>
<p>gitu aja kok repot &#8230; kata gusdur !!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad Assegaf</title>
		<link>http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2086</link>
		<dc:creator>Muhammad Assegaf</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 15:21:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abusalafy.wordpress.com/2008/04/27/197/#comment-2086</guid>
		<description>Waalaikum salam akhi sholihin,

Benar  bahwa Al Allamah Al Habib Hasan bin Ali Assegaf telah menulis kitab yang berjudul : Qamus Shata&#039;im al-Albani wa Alfazihi al-Munkara al-Lati Yatluquha `ala `Ulama&#039; al-Umma , kitab ini merupakan kumpulan cacian , kata2 keji  yang diucapkan oleh al kadzdzab wa al jahil murakkab al albani terhadap para Ulama muslimin. 

Mengenai situs beliau atau link untuk mendownload  buku2 beliau saya belum menemukan, saran saya untuk informasi lebih jelasnya silahkan berkirim surat ke alamat THE IMAM AL-NAWAWI HOUSE, PO BOX 925393, AMMAN-JORDAN</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waalaikum salam akhi sholihin,</p>
<p>Benar  bahwa Al Allamah Al Habib Hasan bin Ali Assegaf telah menulis kitab yang berjudul : Qamus Shata&#8217;im al-Albani wa Alfazihi al-Munkara al-Lati Yatluquha `ala `Ulama&#8217; al-Umma , kitab ini merupakan kumpulan cacian , kata2 keji  yang diucapkan oleh al kadzdzab wa al jahil murakkab al albani terhadap para Ulama muslimin. </p>
<p>Mengenai situs beliau atau link untuk mendownload  buku2 beliau saya belum menemukan, saran saya untuk informasi lebih jelasnya silahkan berkirim surat ke alamat THE IMAM AL-NAWAWI HOUSE, PO BOX 925393, AMMAN-JORDAN</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
